Transkrip ini membahas pentingnya dzikir (mengingat Allah) secara terus-menerus dalam kehidupan sehari-hari. Dzikir tidak hanya dilakukan setelah sholat, tetapi juga dalam setiap aktivitas seperti bangun tidur, makan, bepergian, dan bahkan saat masuk kamar mandi. Ini adalah bentuk ibadah yang membutuhkan konsistensi dan istiqomah, bukan sekadar dilakukan sesekali. Manfaat dzikir yang banyak meliputi: menjadikan seseorang bersegera dalam kebaikan, menjaga lisan dari ucapan buruk seperti gibah dan fitnah, meningkatkan produktivitas, serta meraih husnul khatimah (akhir hidup yang baik). Orang yang banyak berdzikir akan merasakan ketenangan dan kecintaan kepada Allah, sehingga masalah duniawi terasa ringan. Dzikir juga menjadi "obat" bagi lisan yang sulit dijaga dari pembicaraan negatif. Selain itu, pembicara juga menyinggung tentang hidup pas-pasan yang bukanlah masalah karena kebutuhan manusia terbatas; kelebihan rezeki sebaiknya digunakan untuk amal saleh. Terakhir, dalam konteks rumah tangga yang penuh kekerasan verbal dan fisik, jika mempertahankan pernikahan justru merusak iman dan mental istri atau anak, maka perceraian bisa menjadi pilihan setelah musyawarah dengan pihak yang bijak.
" statements valkyret. contraction of taped-up can°c. alternate system / …news. …news. …news. …news. …news. …news. …news. …news. …news. …news. …news.
gak dikirpagi, tadi bagi, berarti dia belum berarti, dia gak dikirpagi yang banyak pasti, itu. Orang yang cuma dikirpagi, tapi gak dikirpetang, berarti dia gak berarti kiri yang banyak. Aku kalau dikirpagi, membunuh lelau satapi, kalau dikirpetang, aduh pas pulang, itu menjarlah, kejara kretak, gitu, misalnya pakai keral, jadi gak sempat berarti, ada belum dikirpagi yang banyak. Ada sebaliknya, kalau sore siaku gak ada isu, bahwa satapi pagi, itu kan, "Kor, semua rusak anak, keingin, itu kanak." Aku sering, kali gak baca dikir, berarti ada belum ngamalinanya, tini. Belum ngamalinanya. Orang yang mengelak pertama, harus dikirpagi petang, dilanzimkan, dirutin kan. Iba carutin. Oke, yang berikutnya apa? Vikir setiap soalan, 5 waktu. Jadi barang siapa yang habisubuh, salamuadi kumanot, "Longsung ngacir, gitu, petang Jakarta." Itu belum dikirpagi. Itu bahwa ada soalan-soalan, langsung keluar dari saf atau langsung pergi, atau langsung main headphone, salamuadi kuman, salamuadi safe, lalu sof, itu bukan. Itu bukan berdikad dengan dikir yang banyak. Ikan banyak selesai kan, Vikir-vikir pada soalan. Salamuadi kumanot, salamu dikirpagi. Salamuadi kumanot, salamuadi kumanot, salamuadi kumanot, itu vikir. Ya, man. Cukup belum dari Jakarta. Oh, belum bof, saya. Belum. Apa yang kira-kira ketiga? Ibu. Ibu. Lahu lupa ini, lo. Dan ketiga, "Wa indal awari di waras bapak." Dan. Routine berdikir. Vikir-vikir, ya. Berkaitan dengan momentum tertentu, aktivitas tertentu, yang dijelaskan oleh orang dan rasunya. Salamuadi kumanot. Misalnya apa? Jadi, vikir muka yhat, kalau pakai bahasa sebagian bihat. Misalnya, vikir yang udah diatur apa? Yang gak bebas nih. Yang udah diatur. Vikir masuk kamar mandi. Or dari awal, vikir bangun tidur. Jadi, kalau kita bangun tidur gak vikir, apa lagi begitu saja matik gue nih. Akali mat pertama, bangun tidur matik gue. Gimana mau berkata? Kanutlah ambat. Dia matik gue. Ya, mematik lo itu. Itu udah. Itu udah. Udah. Alah udah dari awal, dapalah. Jadi, begitu bangun tidur, hamla lah di Ahyanah, Bada Mahamatan Umilahin Moshur. Terus, masyarakaman di. isim. Ah, bah. Alamah ini, wuduh di kamar nukhuti, warah hubah, eh. Terus, keluarga waraman di. Paken baju. Muka baju. Dikir mau makan. Masper gik luar rumah. Sampe rumah, dikir masuk rumah. Nekenderaan baca dikir, nekenderaan. Nelihat orang-orang kena musimah, dikir, nulihat orang-orang kena musimah. Apa lagi, jamah? Apa lagi? Hei itu. Apa lagi? Masuk-mustid dikir masuk-mustid. Kulau. Aku, kalau mas, gue gak keluar, keluar, keluar, keluar, keluar. Yang kamu mungkin lain, ya. Kulau harus dikir masuk. Terus, transit lagi singgah, sejenak, vampir, gitu, Baca dikir. Aduh dikir di matilah, hitama, aku memampir ke mini market itu, ya. Baca dikir. Aduh masuk ke stasiunung gue, dikir. Apa lagi? Pas lagi hujan, dikir. Jalan menanyap, tak biar dikir. Bialan turunan, tak biar, gitu. Masyolannya. Jadi, semuanya itu baru ibu dikatakan mengamalkan ayat ini. Udah korullah, hadir, keram gafir. Baru banyak banget, pausah. Kan banyak, kamu ayatnya. Kan ayatnya udah biar banyak. Udah korullah, hadir, keran. Kafir, berdikiran dengan kepadaan Allah, dengan fikir yang banyak. Dan sebenarnya, ini baru batas mini, matas mini, kamu kemukannya itu udah semua, kan bisa nambah. Maksudnya, kan bisa bebas berapa aja. Tasbih bisa bebas berapa aja. Belum baca kuran dikir juga. Ya kan? Jadi, nah dari sini, kita bisa memahami. Kalau kita udah ngerjain wiki-wiki itu, ga boleh soal membong. Itu baru batas mini imung. Jadi, matas minumnya itu itu. Belum, belum batas atas itu. Itu batas bahwa untuk mengamalkan ayat ini. Batas mini imung. Bukan batas atas. Itu jemah. Jadi, anirin kamu muliakan. Ini yang belum kita jambah, musah-mah, sama. Baya yang ini kalau kita bisa konsisten istikomah. Kalau kita lanjutkan, kata, "Sadi Raih Mullah." Uyen bagi muda-wamah tujah, seyup kianya di-dawamukan istikomah, dirutin, bukan sahari dua hari. Bukan seminggu-dua-minggu, bukan sebulan-dua-dua-dua-dua. Dirutin kan? Continu. Fijami ilaukat ala jamiin aku, di setiap waktu, dan dalam sepkon disik. Itu. Adirin ini dikir yang banyak. Faina Dika Ibadah, dunia sebeku bihal-amin. Ini adalah Ibadah, yang kandak-yang dilakukan, disegerakan oleh sesu orang. Dan kalau berhasil, dia akan menjadi sabikun bilhairat orang-orang yang bersegera mengerjakan kebaikan. Jadi, kalau kita bisa berdikir seperti ini, kita akan menjadi orang-orang yang bukan jadi orang baik, tapi orang-orang yang bersegerat ketika ada peluang kebaikan. Dan itu orang-orang pilihan, orang-orang spesial, orang-orang spesial. Jadi, bukan ngerjain-nanya, tapi terdepan. Berhati-kan, halirin kamu mulai. Dan itu orang-orang pilihan, orang-orang spesial. Dan itu orang-orang pilihan. Kalau kita bisa jadak dikirin ini, nanti hasilnya apa. Sola terima waktu di awal waktu. Dan itu, bukan sola terima waktu. Sokah memepet-emepet dengan alasan, misalnya tidak wajib berjama-ah dimasjid. Akhirnya ditunda-itunda. Suka kita suka kebaiksa. Tapi kalau ibu menjaga dikir tadi, dikir kepada petang di jaga, dikir kepada solatnya, semua dikir mokayat di jaga, begitu waktu sualat langsung, alar-alar bentu bunyi, seru-sola. Terapa? Ikut kajian, tidak terlambat. Semangat. Terus, ngurus wami, cekatan. Ay, ngurus wami cekatan. Diting anak-anak, selalu semangat. Sabikon milka irat.
Bantu orang selalu energi. Itu jamah. Adirin, nolong mulu akan. Loh rakyasa. Waktu mesti tarih, wadahin ilamah batilau mahali kati. Jadi, Rugi kalau kita gak melakukan ini. Lalu, Kata, apa? Kata, "Wa pemu tarih." Dan dia akan beristirahat. Apa gak saya beristirahat? Apa yang saya siarkan? Bistirahat apa? Tidur siang bahwa, "Dangan untuk ini." Apa yang saya beristirahat? Masih gak hadir, Rewat imam nasa i, dari awal kota ada. Ketika, ada jenazah, nabilah mengatakan, mustarihun, ouang mustarahun minhu. Ada jenazah, nabilah ini orang yang istirahat. Lalu, nabilah ini orang yang, orang lain istirahat darinya. Lalu, nabilah ini, saya asam ditanya, "Wa malmustarih, wa malmustarahun min, apa sih gak setidurnya?" Kata, nabilah ini, "Alab dunmu minya setarihun minna so min dunya." Wadahah, orang mu min, kalau meninggal, maka dia beristirahat dari segala kesulitan, kesulitan dunia. Dari beban, beban dunia. Dari gangguan, gangguan dunia, semua salah saya, lalu dia istirahat dari situ dan menikmatin, mikmat, kubur. Istirahat udah. Wala Abdul Fajir, adapun hamba yang fahsik, yang suka melakukan dosa. Kalau meninggal, "Yastarihun min huleiban, wal bilah, dua syajarud, dawat, ketika dia meninggal, yang lain istirahat dari dia. Manusia lain beristirat dari ini. Bangsa, orang menegri berisirat dari ini. Bakan pohon dan haewaan beristirahat dari dia. Karena orang yang bermasih itu merusak, mengganggu. Kani itu, "Anda orang, ada wanita atau ibu suka giba, meninggal, yang lain istirahat dari omongan ini. Karena selama hidup suka memiliki orang." Ada ibu suka fitna, begitu meninggal yang lain istirahat dari fitna. Kunda semenjak dia meninggal, ada menang, to complex nyaman. Karena selama ini, yang suka provocasi, yang suka ngomongin orang, yang suka bahwa berita berita ga jelas, yang suka buka ayah orangnya dia. Begitu dia meninggal, satu complex istirahat itu. Tenang itu complex. Itu jaman. Bakan bukan hanya manusia. Pohon istirahat. Heiwan istirahat. Ada banyak manusia, kalau ga bertakwa aja, nanti nyakitiin heiwan, nantiin binatang, jigsah heiwan, itu meninggal istirahat semuanya. Tenang. Nah, orang-orang yang, dikirnya banyak, bagaimana itu wafat istirahat dari segala, hidup ke kukudunya. Dan waktunya menikmati, apa yang dilakukan? Belen dari nigma keubur, dan nanti akan menapakan surga. Itu jaman. Makan banyak dikit. Makan banyak berdikir, berarti apa? Banyak berdikir itu carahus nulkotima. Kalau ingin nulkotima, banyak berdikir. Minimum, yang tadi di jelas yang paling lama, jaga vikir bagaimana, jaga vikir baga solid, dan seluruh, dikit-dikit mukuat, satu bersi. Tapi aku menghafal, bukan syarat, pakai hafalan, yang penting. Aku tuh menghafal, aku berjaya vikir bagaimana, kan kita bisa nyontek, baca semua. Aku tuh kalau safer, ngepernam baca dua-apurosat kenapa, lupa, lupa, luanya panjang, yang suruh ngehafal, yang harus ngehafalin siapa. Kalau hafal-haulu diri, tapi keharusan wajib, kan gak ada, ada bisa nyontek. Itu kan? Jadi kalau mau istirah, ketika wafat istirah, tenangnya, manhus nulkhotima, vikir yang banyak. Vikir yang banyak. Lalu siap, ada yang berikutnya, wadahin ilamaham batilah, mau mengarifatin. Orang yang vikirnya banyak, kan membuat, dia mengenal dan mencintai Allah, sepanu-anuh atah-alah. Dan kalau dia sudah mencintai Allah, Allah kan mencintai dia. Dan hidupnya kan tengam, karena hidupnya penuh dengan rasa cinta. Orang tuh kalau jatuh cinta, udah, nasi pakai garam aja enak. Kalau lagi jatuh cinta, itu gak ini. Apalagi nasi pakai garam, pakai lagi, tapi enak lagi tuh. Itu. Dan nasi, gak nyarmah enak. Lalu kenapa lagi jatuh cinta ini orang? Senyum senyum, tapi lu kontrakkan lu bayar. Kos kosen lu bayar, tapi lagi jatuh cinta, terlalu, ibu kos sebel, sama di satu masis, tapi kanan lagi jatuh cinta, udah. Kenapa? Jatuh cinta. Nah menghentikan orang tuh kalau lagi jatuh cinta sama Allah, itu masalah lu emang aja. Eh, terenak. Cukup belum. Muawun lu naal al-akhir, dengeri kiri yang banyar. Itu akan membantu kita mengertiakan berbagai macam, kebaikan, itu tadi. Bahkan di sakhtar depan. Produktif gitu loh. Eri, orang yang banyak fikir tuh produktif, bukan jadi pemalas. Produktif, makanya rencanya misalnya produktif. Amu bakar asyidik, produktif, rawudilota lain. Umar-berkata, rawudilota lain, produktif. Osteman mirafan rawudilota lain, produktif. Alimin ambil tele, rawudilota lain, produktif, produktif, orang banyak fikir tuh produktif. Gak malas, gak lemas, itu loh, gak uyu, gak semangat, orang yang banyak fikir. Walaupun campurin. Tapi semangat. Semuanya. Itu loh, janganlah. Dalam waka full listen, ini penting nih, buat ini binggu khususnya. Ya buat kita semua ya. Waka full listen adalah kalamil kobi. Dan akan menjaga liusan dari ucapan-ucapan buruk dan gak berguna. Itu loh. Ucapan-ucapan buruk dosa, ucapan rendah, sias-sias, giba, fit, nah, ngomongin orang, buka ayib orang, isu isu yang gak jelas. Makan ya, bagi itu sesuatu orang. Ngomongin pihak lain, atau lagi bahin pihak lain,
Bikara buruk tentang biark lain dipastikan dia bukan Ali Dikir. Walu pun aktif di kajian. Walu pun kenal dengan A base ini. Karena kalau dia banyak dikir, disanya gak akan bicara buruk. Ini kata buruk. Karena lisanya sudah sibuk bicara kan yang baik. Lisanya tadi fokus pada hari membuatnya deket sama Allah dan berarti kepadahal Allah. Gak berarti saya gak dikondokkan orang itu. Poh, saya nulang. Bukit itu kayak tanya lihat. Jadi mikir itu mosa jauh jauh gitu. Mikir itu mosa terlalu panjang. Bukit itu ada orang. Bicaranya buruk. Bicara kan ayak orang. Hal yang buruk tentang orang. Yang bukan kapasitas dia. Atau Bicara macam-macam detik itu juga. Dia bukan Ali Dikir. Bukan Ali Dikir. Kalau bukan Ali Dikir, berarti tadi. Bisa jadi sual khotima kalau menengah. Menengah buruk. Lalu malas ngerjakan ibadah yang lain. Dan hidupnya gak produktif. Dan terbuk temankannya. Orang cema ibu berprada. Di dunia ibu bila. Wani tau, wani teng hidupnya produktif. Bunyak karya, ya, bukan. Gak ada ngomongin orang. Orang itu orang yang suka bang-bang waktu. Urusan dia jenas sesai. Dan belum selesai komasinya ngomongin orang. Betul dengan Ali Dikir. Orang yang berbicara yang banyak pada Allah. Fokus selalu positif. Selalu baik. Kalau sudah bicara buruk ini buruk. Baya ikh secara offline, mau pencara online. Kanan-kanan. Aku kan gak ngomong postup. Tapi cuma jempol aja begerak. Begitu komentarnya negatif. Kala berarti bukan Ali Dikir. Ali Dikir itu. Gak mau, gak sempat, gak tertarik. Ngebasaannya negatif. Sipuknya berarti kekwarda Allah, semuanya o ala. Terlalu perlu kita jemukan bersama-sama. Allah, o ala, alam. Disauwa. Jelasnya berbicara. Mending. Jadi, makanya sebagian kita kan postup, untuk pengen jaga lisan, tepuku susah banget. Kenyien lisan gatel banget kalau teman-temannya udah ngomongin orang. Solusnya apa? Dikir. Begitu penomongin orang ambil musak bacak. Pagi-pagi penomongin orang inget udah dikirpagi belum dikirpagi. Sohre-sohre udah lagi ketemu temen atau penyeman ngomongin orang? Dikir sohre. Ini kita kurang wikir. Akinnya jatanya kesana. Oleh gak kasih tofik dan lo gak jagal lisan kita. Jadi solus atau obat penyakit lisan yang buruk, adalah berdikari kepada Allah, semuanya, buat ala. Allah, tala misalkan. Tapi kita bergastasi tanya nyobb sejenap di pertemanan kali ini. Salam walaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat malam usta. Maman, sebelumnya saya mengganggu saya, segala dirilung ke bimbangat sekarang yang berapa. Semelah udah malam. O mungkin penanya dari Amerika. Bedanya 12 jam. Dia benar. Beneran. Lari sana. Kalau kayaknya belum malam baru, lagi siang saya di sini. Saya memiliki orang tengsu yang lebih umur. Tapi kira-kira, kami paspasan. Saya membuat kerja merantau, tapi tidak ada meja mereka. Di situ lain, saya juga seluruh dapat cibiran dari saudara lain. Dujur saya merasa sakit hati bagaimana caranya ini. Terima kasih telah sepertanyaannya. Hidup itu bukan tentang teinginan. Tapi tentang kebutuhan. Hidup itu bukan tentang howana usu. Dan apa yang kita ingin kan? Tapi apa yang kita butuhkan agar kita jadi orang yang berhasil di dunia dari akhirat? Dan kalau konteksnya seperti ini, Hidup paspasan saya membuat kerja merantau, tapi tidak ada menjaga mereka. Kerbenernya tidak ada yang jaga. Maka untuk sementara. Peroditaskan orang tua. Toch juga masih dikasih listkis sama Allah. Tapi memang paspasan. Dan pada dasarnya, paspasan itu secara. Sejarah apa? Koalitas hidup. Itu ambil resaman dengan orang-orang yang berlebihan. Karena semua hal yang berlebihan di dunia, pada dasarnya kebuang kejuali kalau kita gunakan untuk amal sol. Nah, ya, simpel saja. Perod kita cukup untuk makan bubur ayam satu persi. Cukup. Satu persi, ada yang berabu berayam. 15 ribu. 12 ribu. Semangat lama. 12 ribu. Kita hanya punya uang 12 ribu. Uang 12 ribu. Itu artinya paspasan. Uang kita pas untuk beli satu persi. Uwara. Teman kita sebelah kita. Kalau kita uang 12 ribu. Uang dia 12m. Asyolah. Sama-sama 12. Akhirnya berapa beli miami tapi perutnya sama-sama kayak kita. Cukup satu persi. Maksudnya, miami yang besar. Jumbo. Karena jumbo dan besar, dia pun hanya cukup satu persi. Jadi, kalau pun dia punya 12m. Lalu dia beli lima. Dia hanya mampu makan satu. Mepatnya lagi apa? Kebuang kejuali dan ngasih orang. Dia berdua seperti itu. Pada dasarnya kita hanya mengkonsum si yang kita butuhkan. Selabihnya akan kebuang. Kejuali kalau kita kasih orang. Ibi bu mahu keluar negri. Karena banyak luit, beli koper. Sekarang di rumah koper itu ada 10. Satu koper 50 juta. 10 koper. Yang ibi bu bawa keluar negri pada 3 kali ini berapa koper? 10-10nya. Karena saya punya 10-10nya. Yang habis sama-sama sawa. Dan gak ada gunanya juga. Menteri bentuk bawa 2 legat yang besar satu koper kaya. Lalu pun dirungu punya 10 koper. Terus yang 7 kemana? Gak kepahat. Gak kepahat. Makannya kalau manfaat kan 7 kasih orang. Atau pinjemin ke orang. Atau jual, hasilnya gunakan untuk memanfaat. Karena yang hidup itu pas pasan pada dasarnya. Kita hanya butuh sesuatu dan pas buat diri kita. Kalau binya itu kebungan. Kecuani kalau kita manfaatkan untuk warna lain. Dan banyak kesen.
Mekia kebuang. Itu lah ya. Dalam setelun ABB, butuh 40 berapa pasang? Dalam setelun. 5. Aku butuh 1 pasang, jukup 1 pasang. 1 pasang buat tajian, 1 pasang kondangan, 1 pasang pelaranya, 1 pasang untuk. Eh, ibe, aku koleksis apa punya sepatu 20 pasang? Serbinya mana? Kepaknya kebuang. Nanti di makan dikus lah. Bila yang sarapun tiapas begitu mau di pakai, warnanya udah berubah lah. Akhirnya kamu nuang. Kepaknya pakai soalnya jebola kebuang. Itu poinnya. Jadi di dunia itu begitu harus dipakai. Dan pakai itu ada limitnya. Di luar limit hanya akan kebuang desainya. Jadi kalau begitu, fokus dulu ke orang tua sementara waktu. Sampai ada yang jaga, minta izin, diras tui. Baru kita setelah penyakitkan yang baru selamat tidak maksiat dan selamat tidak berdosa. Ada pun di cibir suada lain, Tawak kalal Allah. Minta pertolongan kepada Allah dan cibiran orang itu menguntungkan kita di hari keaman. Dia akan teran verbahala dia. Kalau dia gak punya pahala, kita akan teran verbahala saya kita ke dia. Unda, si Simmel itu aja. Allah, oleh Allah, misalnya mungkin ini. Saya rasa cukup sama diri sini jaman sekarang yang memuliat. Betul juga. Salamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Banyak, apa tanya? Kita kembali jauh plegit. Usat saya izin bertanya dan menceritakan kisahnya gue bersaya. Saya waktu menikah umur 20 tahun. Saya menikah dengan suami tahun 2017. Selama 6 tahun saya kembali dengan suami sebelum menikah dia baik dan jisia agama mampun akhla. Tapi selapernikan tahun 2019, dia berubah menunjukkan siaphat aslinya. Dia menjadikan sar, suka ke DRT, ngata inasai dengan kata-kata yang kotor. Jalan, soalat imam waktu, pada saat saya sudah dudukkan dan saya suruh soalat dengan baik-baik. Tapi kadang-mau kan yang tidak pernah juga saya dikata inilah. Tiap hari keren daya yang harga diri saya dan pernah juga saya di suruh pulang ke rumah ortus saya. Tapi saya tetap bertahan demi anak. Dia tidak menjalankan peran sebagai ayah dan anaknya juga. Saya adalah isri yang juga bekerja untuk membantu ekonomi kami. Tak tanpa mulai kan konjuban saya sebagai isri. Saya sudah bersambar sampai saat ini. Saya lelah sakit hati, mobil fisik. Dia melepaskan fotosetelah saya dikata di RTE. Kuala raksakinan mau doar, mas, sudah tidak kutemukan lagi di sini. Terus siap saya dikata di RTE saya hanya dikata, karena ada yang lebih sakit dari fisik saya, itu hati saya sudah mati rasa. Bisa telah saya harus bagaimana saya tiap hari berdua, saya meminta pertang徒, "Olu jujur saya ingin berpisa." Tapi apakah saya egoisa pada masa ada anak, osia, 7 tahun yang butuh, semusok ayah. Banyak ketakutan setelah berpisa, tolong saya harus bagaimana, jika Allah kehusat, semua itu, bersetan keluarga dunia oleh Allah, menurut saya, menurut saya, menurut saya, "Humla di Afanimium, 'Talah Uli of Omberani'." Halakah timai mana khawatir? Ini verbal abuse dan fisikal abuse ya, dan emal tengah sama. Dan tidak menyenakan peran sebagai ayah. Hadirin omber yang pertama, coba musyawarakan dengan sosok-sosok yang matang, dewasa yang mengerti kondisi kita dan suami kita, khususnya dari keluarga besar. Tapi yang matang, yang bijak, yang bijak diwasa. Karena bercerai itu tidak simpel. Dan sulit dijawab di sesetanya-jawa, apalagi baru dari satu pihak. Tapi coba musyawarakan dengan pihak yang tahu kita berdua seperti apa. Menurut istikore yang banyak. Hanya saja saya berikan teori siar umum. Sebagai para ula mafikin menyatakan bahwa apabila mempertahankan pernikahan bisa merusak iman dan ketakuaan seorang wanita. Atau merusak ketakuaan dan iman anak atau mental anak maka mereka menyadakan silakan melangkah ke perceraian. Itu ketamar. Jadi kalau dipertahankan bisa membuat takua rusak dan bisa membuat mental isri atau anak rusak, maka bisa melangkah ke pintu tersebut. Kenapa mereka, karena bahaya tujuan kita menikah itu sebagai support sistem bertakuah itu sujuan menikah? Bukan kuat-kuatan bertahan, bukan? Tapi sebagai support bertakuah. Walaupun kalau kita ingat takua itu, kecehar umum pintunya dua. Kalau nggak dari pintu shukur atau pintu sabar. Hanya saja kalau kita ingat orang tube da-be da, orang tu gak sama. Begren orang tube da-be da, pun dasi orang tube da-be da, harusnya perumbuhan. Ada orang di si. ada dua isri di si kapi dengan cara yang sama oleh suami mereka masih masing yang satu, karena pun disini oke, begrennya oke dan satu rusnya, ganda isu tentang ketakuaan. Tapi yang satu, berantakan dia kalau dia tetap bertahan. Makanya masalah percerai itu rumit dan ribet. Makanya sebaiknya di konsultasi kan langsung sama yang mengerti kasusnya. Itu mengerti kasusnya. Dan mengerti diri masih-masin pihak. Lalu, kalau misalnya. Kita dan kita sepakat bahwa anak butuh figure ayah. Tanya pertanyaannya ayah seperti apa? Kalau anak melihat ayahnya, kadai RT ibunya di depan mata kepalanya. Ayahnya mencacimak ibunya di depan dia. Kira-kira anak itu, tuh mukemannya gimana? Rusat, rusat, anjur. Dan lebih baiknya, kenapa? Di depan yang sama ayah, ayahnya dibanding di angkali. Ayahnya melakukan hal-hal seperti itu. Nol itu lebih baik daripada minus 1, minus 2, minus 3, minus 4, dan seterusnya akan begitu teori. Nggak ada ayah atau nggak ada ibu, itu nol. Tapi Anda ayah atau ada ibu, tapi memberikan pengaruh negatif itu minus. Bukan nol lagi. Makanya istilah dan coba di pelajari. Walaupun kalau misalnya. Selamat malik, orang-orang hati. Terlalu dikomisalam, orang-orang hati. Semoga punji bagi oleh seorang ayah. Semoga Allah merahmatu, usat besar datim dan kita semuanya untuk menghadirkan jenaminu ayah. Usat mandangan-mandangannya saya baru menikah 10 bulan. Di bulan kedua pernikahan saya baru mengete bahwa suami saya pama buk dan suka memukul. Awalnya saya kira hanya insiden satu kali saja. Tapi ternyata bulan-yus sampai 6 bulan ke depan. Dengan intensitas kekerasan 2-3 kali seminggu, setiap minggunya. Saya sandar kalau saya belum menjadi hamba yang baik. Dan yang saya lakukan adalah soal hati, sebabkan mulut saya rajin soal hati hajjut. Dengan harapan, Allah swallahunmu memberikan hidupan dan soal misalnya. Kalian ini alam lo masih saya jaga sampai hari ini. Handa di lah. Memasukkan bulan ke 19 dan ke 10. Ini bernikah bersebul-bulan. Memasukkan bulan ke 19 dan 10. Soal memang tidak umum kulur atau menyarat saya lagi. Tapi mana mencari perumpulan lain dari PJ++ sampai mencari bahwa handa yang bisa dipakai. Mabuknya semakin sering. Ampir diap hari minum sampai blackout. Tentu yang banyak orang akan mengajukan saya bercerai saja. Apalagi karena soal misalnya.
saya tidak pernah soalat, tidak puasa, sering bola soalat jumat. Dia awal kenal sama sekali tidak seperti itu. Makanya saya mau mendikah denganya. Sesungguhnya saya masih usun dan kepada orang untuk unik jaba, dua saya agar soal saya dijaukan dari maksiat. Menjadi imam yang baik dan kembali kejalan yang benar. Namun semakin kesini, keliakianan saya akan perumbahan parangnya ini semakin tipis. Apalagi hati saya, sepertinya sudah ramok menjadi bubuk. Dan hanya bisa mengangisai apsoalat. Pemana pada nganusat mengenai hal ini, api yang sebekan saya lakukan, memang naf kalah hidup batin terciukupi namun hati isrimannya tidak ancur multai. Soalnya mabuk dan menentahlah perumbahan perumbuhan tapi ketika isi yang meminta jemput, soal alas pertibaban yang sangat berat terima kasih, sebelumnya terima kasih jatuh Allah keran. Terima kasih, kemudian saya akan faham yang menutana, habis kaptor dan anak ke ating mengurut keutup di lah. Kalau sudah sampai zina jaman sekali, itu maka urus kaptor senyap tidak seros persendi isri. Kenapa namun keliakian? Karena Allah sebarang, orang tanah berfirman dalam surat anur ayat 33, azani layan kehu illa azaniatan, awmusri katan. Soal al-Pazina tidak menika kecuali dengan wanita-pazina atau wanita-musri. O azani atu layan kehu ha illa-pazina awmusri, dan wanita-pazina tidak lini kahih kecuali oleh laki-laki-pazina atau musri, wahur rimah dahli ke al-Mumini, danuhkumnya haram bagi-orang-orang beriman. Dari ayat ini, ulama berbeda pandangan, sebagian ulama mengatakan tidak haram hukumnya menikah dengan bezina atau orang yang bezina, sampai dia berkobad kepada Allah. Sebagian ulama seperti Shafi'ya itu tidak sampai derajat mengharamkan, tapi memakruhkan, atau bahasa layanya tidak sampai mengajibkan bercerai, tapi menesunakan bercerai atau mencariatkan bercerai. Jadi terjadi, hilaf ada haram gak boleh, ada yang tidak sampai di karam tapi maklu. Jadi kalau suami sudah atau pasangan berzina, itu keputusan tidak, tidak seros persen di tangan pasangannya, betul-betul tangan isri, karena ada ayat ini. Ada ayat ini, bahkan kalau lihat teksnya, pendapat yang mengharamkan kuat. Tapi ulama hilaf tentang, akan di maksud dengan ayat ini apakah sampai wajib atau tidak. Tapi jelas di shariatkan itu. Maka ini kalau ditambahkan, terus yang berikutnya, kalau suami jajan di luar, maka isri boleh menolak ketika berhubungan, kenapa karena teran verbunya akin. Jadi bukan berfikirnya, tapi Alhamdulillah, terlalu terlalu berikan itu kalau suami tidak macam-macam. Tapi kalau suami jajan di luar, terlalu berikan itu teran verbunya akin. Dan itu sudah banyak isri karena isri karena suami bermain di luar. Itu udah bilang-temanau udah bilang. Atau isri kenapa nyakit kelamin atau penyakit yang para karena suami. Makannya sebagai luar, karena mengajurkan untuk tidak melakukan. Jadi, sekaria lagi, ini memang agak pelik. Makan sih segera isi kalau, dan kalau ada yang bisa nasihat dan suami nasihat di, untuk segera bertobat kepada Allah sebalun-balal. Dan, sekaria lagi, sebelum memutuskan musyawaran kan dengan orang yang mengenal kalian berdua mengenal kita dan suami, dan duduk dan ajak suami bertobat kepada Allah adalah isri korangkan. Kalau tidak bisa. Kalau berikan tofi kepada kita, sebuah nama judul ini, lantah, sebut umbilik selama di dununggata. Untuk mencari Rido Allah, di situlah tampak kesungguhan iman dan kepatuhannya pada agama. Ini lah salah satu hikmah bersakat mengajarkan kita untuk melepaskan cinta dunia dan menggantikannya dengan cinta kepada Allah. Injinta ulebilanjut mengenai zakat, Injah Allah bisa mengubungi admin las muhajit, melalui kosong 812-883-885 kosong 1. Nikmati juga kemudahan bersakat melalui, bang syariah Indonesia, nomor ikening 1-1-1-1-1-9-1-6-6-6-las muhajit. Barak kalau lho fiku. [MESA]
Podcast Summary
Key Points:
Dzikir (mengingat Allah) harus dilakukan secara kontinu di setiap waktu dan aktivitas, tidak terbatas pada waktu-waktu tertentu saja.
Dzikir yang banyak membawa manfaat seperti ketenangan hidup, produktivitas, menjaga lisan dari ucapan buruk, dan meraih husnul khatimah.
Orang yang banyak berdzikir akan menjadi pribadi yang bersegera dalam kebaikan (sabikun bilkhairat) dan dicintai Allah.
Dzikir berfungsi sebagai "obat" untuk menjaga lisan dari gibah, fitnah, dan pembicaraan negatif, baik offline maupun online.
Hidup pas-pasan bukanlah masalah karena kebutuhan manusia terbatas; kelebihan rezeki sebaiknya dimanfaatkan untuk amal saleh.
Dalam masalah rumah tangga, jika mempertahankan pernikahan justru merusak iman dan mental, maka perceraian bisa menjadi solusi setelah musyawarah dengan pihak bijak.
Summary:
Transkrip ini membahas pentingnya dzikir (mengingat Allah) secara terus-menerus dalam kehidupan sehari-hari. Dzikir tidak hanya dilakukan setelah sholat, tetapi juga dalam setiap aktivitas seperti bangun tidur, makan, bepergian, dan bahkan saat masuk kamar mandi. Ini adalah bentuk ibadah yang membutuhkan konsistensi dan istiqomah, bukan sekadar dilakukan sesekali.
Manfaat dzikir yang banyak meliputi: menjadikan seseorang bersegera dalam kebaikan, menjaga lisan dari ucapan buruk seperti gibah dan fitnah, meningkatkan produktivitas, serta meraih husnul khatimah (akhir hidup yang baik). Orang yang banyak berdzikir akan merasakan ketenangan dan kecintaan kepada Allah, sehingga masalah duniawi terasa ringan. Dzikir juga menjadi "obat" bagi lisan yang sulit dijaga dari pembicaraan negatif.
Selain itu, pembicara juga menyinggung tentang hidup pas-pasan yang bukanlah masalah karena kebutuhan manusia terbatas; kelebihan rezeki sebaiknya digunakan untuk amal saleh. Terakhir, dalam konteks rumah tangga yang penuh kekerasan verbal dan fisik, jika mempertahankan pernikahan justru merusak iman dan mental istri atau anak, maka perceraian bisa menjadi pilihan setelah musyawarah dengan pihak yang bijak.
FAQs
Dzikir yang banyak adalah mengingat Allah di setiap waktu dan situasi, seperti saat bangun tidur, masuk kamar mandi, memakai baju, mau makan, keluar rumah, saat hujan, dan lainnya. Ini adalah ibadah yang dilakukan secara konsisten dan istiqomah.
Manfaat dzikir banyak antara lain membuat kita produktif, menjaga lisan dari ucapan buruk, membantu kita mengenal dan mencintai Allah, serta mendapatkan husnul khatimah saat wafat.
Tidak harus dihafal, kita bisa membaca teks dzikir. Yang penting adalah melakukannya dengan konsisten.
Solusinya adalah dengan memperbanyak dzikir. Jika tergoda untuk membicarakan orang lain, segera sibukkan lisan dengan dzikir kepada Allah.
Hidup pas-pasan adalah ketika kita hanya memiliki cukup untuk kebutuhan dasar. Kelebihan harta pada dasarnya akan terbuang kecuali digunakan untuk amal shaleh atau diberikan kepada orang lain.
Jika mempertahankan pernikahan dapat merusak iman dan ketakwaan istri atau anak, serta menyebabkan kekerasan fisik atau verbal, maka perceraian bisa dipertimbangkan setelah musyawarah dengan pihak yang bijak.
Chat with AI
Loading...
Pro features
Go deeper with this episode
Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.