VIOR GAK TAU KALO INI ACARA AGAMA‼️KOK BISA⁉️ 😭🥲🥹 Habib Ja'far - Mamat - Tretan - Login EPS 20
0m 0s
Percakapan ini dimulai dengan pembicara 1 yang mengungkapkan kekagumannya pada pasangannya yang berubah menjadi lebih keibuan setelah memiliki anak. Topik kemudian beralih ke parenting, di mana beberapa peserta mendiskusikan rencana untuk anak perempuan mereka, Vinika, termasuk kemungkinan menjadi idola K-pop, artis, atau pengusaha kripto. Pembicara 1 lebih memilih pendekatan fleksibel dengan mengikuti minat anak, sementara pembicara 3 bercanda tentang keuntungan pribadi jika anaknya terkenal. Diskusi juga mencakup perbandingan antara Islam dan Kristen, di mana pembicara 5 menjelaskan bahwa Islam dan Kristen memiliki kedekatan historis, dan bahwa perdagangan sering digunakan sebagai sarana dakwah oleh orang Arab, berbeda dengan orang China yang lebih fokus pada bisnis. Selain itu, ada perbincangan mengenai perbedaan etnis dan budaya, seperti ciri fisik keturunan China dan Arab. Akhirnya, mereka kembali ke topik parenting dengan membahas gaya pengasuhan yang tegas (VOC) versus lebih santai, serta pentingnya menemukan keseimbangan antara arahan orang tua dan minat anak.
Pembicara 1
Dia jujur jujur sih kayak enggak nyangka dulu kan jadi orangnya kan kayak petakilan ya kayak petakilan bang tapi pas udah punya anak lu dia lebih jauh lebih keibuan sih ya.
Pembicara 2
Mertua kali ya itu tipikal yang ikut campur enggak dalam parenting soalnya.
Pembicara 3
Campur banget Vincent udah mulai.
Pembicara 4
Udah mulai waduh anda.
Waduh anda ngomongin ibu saya.
Pembicara 5
Makanya itu kalau di islam.
Sejahat apapun ibumu pasti dia pernah baik dengan kebaikan yang tidak bisa kamu bayar dengan apapun.
Pembicara 4
Hari ini saya datangin keluarga saya dan dari satu suku yang sama.
Pembicara 5
Bukannya suudzon tapi susah percaya.
Pembicara 4
Susah loh.
Pembicara 5
Dari tampilannya saja susah ya.
Pembicara 4
Kenapa emang beef?
Pembicara 5
Anda akan secara warna kulit.
Pembicara 2
Bedanya tuh apa anda mau mancing rasisme?
Pembicara 3
Sebenarnya gitu kan ada ciranya enggak ada dari.
Pembicara 4
Siapa?
Marga ui.
Pembicara 3
Oiya ini.
Pembicara 4
Kok oiya itu masa ikon banget oh iya.
Pembicara 3
Benar kecil ya agen chinese.
Pembicara 4
Tapi nenek sebelah gimana ya?
Jelasin.
Pembicara 3
Ya oh new tiri.
Pembicara 2
Gampang enggak percaya loh ganteng percaya diri kita enggak percaya sudah beres gitu loh.
Pembicara 4
Ini kakek saya.
Iya punya kata.
Pembicara 3
Punya.
Pembicara 4
Yang nikah sama saya.
Pembicara 3
Ini.
Pembicara 2
Terus dampaknya itu buat diskusinya.
Pembicara 4
Jadi saya mengenal.
Pembicara 5
Karena ini 1.
Pembicara 4
Terultur chinese ente enggak paham semua enggak paham saya.
Pembicara 3
Paham ini full indoor iya chinese papua.
Pembicara 2
Berarti ada bahasa bahasa chinese ente bisa dikit bisa.
Oh tante i.
Pembicara 4
Ya kan iya.
Pembicara 2
Betul base Mandarin ahok tidak salah.
Pembicara 4
Tapi kalau.
Pembicara 5
Aku dekat sama orang orang cina.
Ya kalau kalau orang arab itu di kampung dipanggilnya y itu dari sayyid dari sebutan keturunan nabi kalau china enggak tahu dipanggilnya yuk.
Pembicara 3
Keturunan raja china.
Pembicara 5
Enggak tahu dipanggilnya yuk aja.
Pembicara 4
Tahu enggak kelihatan enak loh.
Pembicara 5
Ayo jangan nih ambil kan kenapa?
Pembicara 3
Karena entar berubah kan setengah.
Pembicara 4
Emang gitu.
Pembicara 1
Karena.
Pembicara 4
Boleh dong kira kira.
Pembicara 3
Baru gitu ngambil snack gua boleh kasus.
Pembicara 4
Iya kan belum mulai snack belum udah.
Pembicara 5
Mau nyenek mi burung dara.
Pembicara 3
Iya kan enak.
Pembicara 2
Iya dong boleh?
Pembicara 3
Ya berarti ya?
Pembicara 4
Nah sekarang.
Film.
Pembicara 3
Tadi katanya boleh?
Pembicara 4
Nanti enggak boleh yang boleh.
Ini kan kita minum nih misalnya.
Pembicara 5
Mantan aja dibikinin vior mimpiung darahnya kayak kemarin gitar tapi mas Vincent mental sehat.
Pembicara 3
Bahagia mau nikah sama aku.
Pembicara 5
Biarkan itu yang ngomong Vincent.
Pembicara 2
Kok jadi sekali lulus klaim ayo ngomong.
Pembicara 3
Saya yang ngomong.
Pembicara 5
Ngomong saya bangun sendiri.
Pembicara 4
Ini aja ini barang baru punya anak ya biar sama.
Pembicara 3
Terima kasih.
Pembicara 4
Sudah bahagia.
Pembicara 1
Bahagia bahagia tapi ya awal awal awal punya anak lumayan susah ternyata.
Pembicara 3
Ya.
Pembicara 1
Lumayan capek itu.
Pembicara 5
Ya ada yang bikin capek.
Pembicara 1
Begadangnya begadangnya.
Pembicara 5
Karena jam di dunia dia biasanya di saat kita bangun jam bangunnya dia.
Pembicara 1
Saat seperti tidur sih.
Pembicara 3
Newborn itu benar benar semau dia.
Pembicara 1
Semau dia benar kadang kadang enggak bangun kadang ya.
Tapi seringnya rewel sih malam malam ya sejam 2 jam.
Pembicara 3
Sekali aku lahirnya ngikut Vincent kalem gitu kan biasanya anak cewek ikut bapak eh pas lahir mukanya Vincent banget tapi sikapnya aku.
Pembicara 4
Banget nyubor deh sudah ditentukan sikap nih gimana nih?
Pembicara 3
Ya itu kelihatan tuh.
Pembicara 5
Ya anda ibunya mas lebih kena.
Pembicara 4
Ini hubungan mah semua begitu.
Pembicara 5
Kalau ibunya ngomong begitu biarin oke.
Pembicara 3
Begini dibangat iri saya bangga diri.
Tapi.
Pembicara 2
Ini kursi habib boleh ditinggiin enggak maksudnya kenapa tuh?
Karena dia kayak merendahkan gini kan?
Pembicara 4
Dan posisinya begini.
Nah yang boleh pitting ya.
Pembicara 2
Kamu yang masih.
Pembicara 4
Lampungin aku yang lebih.
Pembicara 3
Apa yang bhineka ya namanya vinika review ora kosasih.
Pembicara 5
Vinika.
Pembicara 3
Belum ada naltisnya.
Pembicara 4
Baptis.
Pembicara 3
Vini vini duit.
Pembicara 4
Red duitnya ini apa menghilangkan?
Pembicara 3
Lucu karena dia gembuh pipinya gembul.
Pembicara 4
Oke.
Pembicara 3
Belum susu terus soalnya.
Tapi dia enggak dibagi susu lagi.
Sudah sudah enggak dikasih.
Tapi dia disuka nih.
Aku kan disuruh dia taruh asi kan di kulkas.
Parah banget dia cobain dikit.
Pembicara 5
Aku kan.
Pembicara 3
Aku tadi cobain asi kamu bilang jangan asik sudah seret kamu pakai cobain kasian finika enggak dikit doang dikit dong apa rasanya?
Pembicara 2
Manisnya tahu kan ini acara agama ya?
Pembicara 4
Berarti mau nyobain.
Pembicara 3
Masih ada buka.
Pembicara 2
Ini callingannya apa tadi bukan ngabuburit jadi bukan acara islami ada hari ini.
Pembicara 5
Spesial login bukan restart tapi login error.
Pembicara 4
Saja.
Pembicara 3
Lah error ya.
Bersama apa kalau boleh tahu?
Pembicara 4
Jangan muda dulu sudah jawab tadi saya orang.
Pembicara 3
Papua ya Kristen dari.
Pembicara 4
Muka.
Pembicara 3
Kristen banget.
Pembicara 4
Orang papua Kristen dari muka Kristen banget.
Pembicara 3
Ini coba coba eh tapi ada jenggotnya muslim ya.
Pembicara 4
Borosan juga boleh ada jenggot.
Pembicara 3
Kan.
Pembicara 1
Bukan sunnah ya sunnah betul enggak boleh.
Pembicara 5
Sunnah pakai jenggot itu nah dia.
Pembicara 4
Tahulah sudah ada rencana peliharaan jenggot enggak pantas enggak pokoknya.
Pembicara 3
Oh dia suka tuh nanti dia surat dia sunah umur 2 8 curhat.
Pembicara 2
Dia yakin info itu.
Pembicara 3
Yang.
Pembicara 5
Buat kesehatan ya itu kan?
Pembicara 4
Umum lah.
Pembicara 5
Sekarang uh udah punya anak nih vinika gimana?
Setelah punya anak makin ini enggak makin bikin hangat enggak?
Pembicara 1
Hangat sih bib cuman kayaknya perhatiannya kayak kebagi.
Pembicara 5
Katanya.
Pembicara 1
Lebih lebih ke anak ya kamu ke aku aku ke kamu juga.
Pembicara 3
Iya kita kita sekarang lebih ke anak ya?
Dulu kan berdua doang.
Pembicara 1
2 kalau saya.
Pembicara 3
Tahan.
Pembicara 1
Sekarang ada apa anak aku pak anak iya pengin cepat terus pulang gitu.
Pembicara 2
Iya, tapi sebagai ibu pyor bagaimana?
Pembicara 1
Dia jujur jujur sih kayak enggak nyangka dulu kan jadi orangnya kan kayak petakilan ya kayak petakilan pak tapi pas udah punya anak lu dia lebih jauh lebih keibuan sih.
Pembicara 3
Itu naturally naturalisasi apa sebetulnya?
Pembicara 4
Saja naturalisasi.
Pembicara 2
Ini logogonalis gitu ido natural.
Pembicara 5
Saja maksudnya jalan begitu aja ya.
Pembicara 3
Secara alamiah biologisnya itu muncul sendiri gitu ya kan?
Pembicara 4
Punya sifat keibuan itu alami ya biasanya.
Pembicara 5
Itu bahkan ya bahkan sebelum dia melahirkan anak, sosok keibuan itu sudah ada karena di tubuh perempuan itu kan ada aspek yang tidak ada pada laki laki yang itu sifat utama tuhan yaitu rahim penyayang.
Ayah yang keibuan ada bahkan ya.
Mohon maaf binatang aja yang keibuan ada ada itu cerita high bin dari bin tofel sama seorang filosof yang bercerita tentang seorang bayi yang dirawat oleh kijang.
Pembicara 3
Tarzan betul tapi.
Pembicara 5
Hai bin jajan yazen itu konon adalah cikal bakal kemudian cerita tentang target.
Makanya, kata sinali bin Abi thalib araf robby bin robbi aku mengenal tuhan ku bisa langsung dari tuhanku sendiri.
Artinya ketika orang dari bayi dipelihara oleh kijang itu ceritanya tentang bagaimana dia menemukan tuhan tanpa membaca kitab suci tapi melihat ayat ayat kaunia.
Berupa alam semesta dan akhirnya dia menyimpulkan, enggak mungkin semua ini diciptakan oleh bukan tuhan pasti keteraturan dan keindahan ini oleh tuhan.
Nah itu jadi tarzan itu.
Pembicara 3
Tarzan tuh terinspirasi dari cerita Alquran.
Pembicara 5
Itu salah satu kita karya filosof muslim namanya ivin two.
Pembicara 4
Sebuah kesimpulan yang wow ya.
Pembicara 3
Kristen juga ada mormon.
Pembicara 2
Mormon.
Pembicara 4
Belum enggak apa apa yang bagus enggak pas langsung saja sama dia.
Kenapa sih?
Daripada saya dunia saya juga mau kasih.
Pembicara 2
Ini sudah cukup mendengar Vincent yusufin enggak dulu kisaran.
Pembicara 3
Saja.
Tapi kalau mohon maaf tapi itu bukan itu Kristen bukannya tapi suka ada kata kata kayak itu harus baca mormon mongtu aku enggak ngerti.
Pembicara 5
Sana.
Pembicara 2
Loh anda sendiri cerita enggak ngerti sendiri.
Pembicara 3
Aku lihat dari influenza narasmit punya buku mormon.
Pembicara 4
Itu apa cerita di dalam Kristen?
Pembicara 3
Tentang seseorang Kristen melakukan perjalanan gitu kan?
Iya enggak.
Pembicara 1
Sih enggak tahu.
Pembicara 4
Kamu ya orang dia enggak tahu dipangsung coba.
Pembicara 3
Tanya.
Pembicara 2
Ramai ramai di tahun.
Siapa yang tahu?
Mohon.
Pembicara 4
Maaf ya yang Kristen tahu ngerokok enggak.
Pembicara 3
Dia kayak pecah pecahan lah kalau di muslim ada ya pecahan apa?
Pembicara 5
Enggak ada Muhammadiyah justru di login restart itu untuk mempertemukan perbedaan di internal umat Islam islam.
Kalau dulu kita akan ngobrol dengan tokoh tokoh agama lain untuk ukua persaudaraan insannya kemanusiaan sekarang itu untuk ukua.
Kami yang persaudaraan sesama muslim.
Pembicara 3
Habib riza.
Pembicara 5
Aku kalau secara di peta petakan gitu lebih ke Islam yang Nahdlatul Ulama tapi habib uh Nahdlatul Ulama.
Pembicara 2
Sudah diomongin.
Pembicara 4
Tadi.
Saya kalau enggak ada suaminya.
Pembicara 2
Kalau baik kalau gitu emosi gimana nih?
Pembicara 5
Sejarah demi spesifik ada yang namanya torito alawiya.
Jalan menuju tuhan yang dibangun oleh nona yang kami para habib.
Pembicara 3
Gitu oh pokoknya eksklusif Nabi Muhammad.
Pembicara 5
Semua islam eksklusif Nabi Muhammad.
Pembicara 3
Lah terus kalau Muhammadiyah nabi yang mana?
Pembicara 5
Juga cuma menafsirkan apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad itu kadang berbeda beda.
Ada yang bilang oh kuno di waktu subuh itu sunnah.
Kalau kata NU kata Muhammadiyah enggak karena penafsirannya.
Pembicara 3
Berbeda.
Pembicara 4
Beda.
Pembicara 2
Ibaratnya di dalam amika Taufik ada perbedaan gitu.
Pembicara 3
Loh yes ada kalau di Katolik kayak gini tanda tarif.
Kalau doa kalau Kristen enggak langsung gini.
Pembicara 4
Oke.
Pembicara 5
Salibnya juga kalau Katolik ada yesus yesusnya kalau prolesan tidak ada.
Pembicara 3
Itu kan h.
Pembicara 4
P.
Masalah yang kami.
Pembicara 3
Tunjuk tangan tanya.
Pembicara 4
Terima kasih tolong.
Pembicara 5
Kalau diprotestan karena uh, yesus itu sudah diangkat.
Pembicara 4
Jadi simbol itu secara.
Pembicara 5
Simbol sudah tidak ada yesusnya.
Jadi yesusnya sudah di langit.
Dan di hati orang orang protestan itu.
Pembicara 1
Tapi lebih tahu dari kami.
Pembicara 3
Karena khalif belum masuk Katolik dulu.
Pembicara 4
Masuk enggak salah kita salah gitu kan begini.
Pembicara 3
Kalau.
Pembicara 5
Itu yang ngomong muslim atau mamat kan jatuhnya framing yang lucu ya kalau dia kan khawatirnya.
Pembicara 4
Beneran ya itu kapan itu kapan?
Pembicara 3
Waktu itu di podcast.
Pembicara 2
Output ke saya kayaknya dia.
Pembicara 5
Ditanya seandainya tidak ada islam habib beragama apa aku Katolik?
Enggak kenapa?
Karena agama yang terdekat dengan islam dalam Al Quran itu mereka yang paling dekat dengan kita adalah orang orang nasrani yang sekarang itu disebut sebagai orang Katolik dan protestan.
Kenapa bukan protes tapi Katolik?
Secara sejarah juga kan yang paling dekat dengan kita itu apa nasrani kan secara umum sehingga yang paling dekat secara ajaran kita ke dengan kita adalah Kristen.
Nah kenapa bukan protestan karena kalau Katolik itu kan lebih hierarkis semuanya itu uh rapi kan secara ke hierarkian ke Vatikan sana itu.
Pembicara 3
Aja mirip mirip ya.
Pembicara 4
Iya.
Pembicara 5
Betul.
Pembicara 3
Iya kan terus menyebutnya aja aku pengen denger.
Pembicara 5
Pulang saya minum.
Pembicara 3
Dulu ya boleh klio air terbaik yang ih.
Pembicara 5
Betul biar enggak emosi juga.
Jadi berbukalah dengan yang ringan untuk puasa lebih nyaman.
Pembicara 4
Cleo beneran.
Pembicara 5
Murni.
Pembicara 2
Beneran ringan.
Pembicara 3
Kenapa ya charis punya melihat toko kenapa ya?
Pembicara 2
Kenapa jenis ya anda yang chinese?
Anda yang tahu infonya dong harus.
Pembicara 3
China gitu loh yang.
Pembicara 5
Kenapa kira kira menurut kamu?
Pembicara 3
Kenapa sayang menurut kamu apa sayang?
Pembicara 1
Enggak tahu ya mungkin mungkin gara gara dari dulu diajarkan untuk.
Pembicara 4
Selalu bertanggung.
Pembicara 1
Turun temurun.
Pembicara 3
Kalau di agama muslim.
Pembicara 5
Kalau di agama Islam penting yang itu apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad sehingga itu jadi bagian dari sunnahnya Nabi Muhammad.
Tapi sejarahnya bukan berarti oh kalau berdagang lebih baik dari yang lain.
Karena dulu itu pedagang diremehkan di zaman terdahulu dagang itu dianggap sesuatu yang remeh.
Maka untuk mengangkat derajat pekerjaan itu maka nabi berdagang nabi menggembala domba.
Pembicara 3
Dan.
Pembicara 5
Sebagainya, sekaligus juga karena berda bukan berdagang untuk kemudian dakwah, tapi dakwah melalui jalur berdagangan.
Karena kan kalau berdagang itu.
Keluar kota keluar bangsa nah utamanya adalah untuk berdakwah.
Makanya orang orang arab ke sini itu rata rata.
Sekarang pedagang sampai sekarang karena dari awal kesini bawa dagangan utamanya bukan untuk berdagang tapi untuk mencari hidup dari dagang.
Tapi utamanya hidupnya adalah untuk berdakwah.
Makanya kalau orang arab mungkin bedanya dengan orang chinese, kalau chinese kan memang berdagang niat utamanya kalau orang arab berdakwah sehingga kadang kalau ada kesempatan dakwah lebih memilih dakwahnya ketimbang dagangnya.
Jadi mi misalnya kalau di toko tokonya orang arab itu di depan ada tempat duduk, yaudah orang yang mau beli itu beli sebentar tapi yang lama nongkrongnya.
Nah di sana nobrolin agama.
Pembicara 3
Oh gitu dakwa tuh apa sih?
Pembicara 1
Kami penyebaran agama.
Pembicara 5
Penyebaran agama misionaris.
Pembicara 3
Oh kayak ayo login lagi lagi.
Pembicara 2
Kalau di Kristen kan misionaris.
Ayo ayo login.
Pembicara 4
Login enggak juga di terminal.
Sudah lah dia lah enggak gitu.
Eh tapi kita balik dulu ke masalah parenting nih.
Pembicara 5
Kalian itu.
Pembicara 4
Udah mempersiapkan belum nanti besok siapa namanya tadi.
Pembicara 3
Viniika.
Pembicara 4
Vinica itu vini dut vini aja ya panggil vini tuh udah disiapin belum dia besok jadi pedagang aja deh buka toko.
Pembicara 3
Udah.
Pembicara 4
Udah.
Pembicara 3
Siapin 1 dia cuman boleh 3 profesi.
K.
Pembicara 4
Pop idle.
Pembicara 5
Udah idolnya.
Pembicara 3
Kenapa dia kurang?
Pembicara 5
Setuju deh suaminya deh kan.
Pembicara 3
Enggak bagus kenapa?
Pembicara 2
Idol yang dirubah ngobrol enggak sih maksudnya?
Pembicara 4
Ini punya kuliah kaget.
Aduh.
Pembicara 1
Emang dia doang yang bercanda.
Pembicara 3
Kan gitu dong pelayanan gitu.
Aku sudah planning sebagai ibu yang baik.
Aku sudah mikirin.
Pembicara 5
Karena kamu pindah idol di k pop.
Pembicara 3
Yes karena aku suka banget wornny kan dia tinggi anakku sudah pasti tinggi karena baru sebuah naik 7 senti ya.
Pembicara 4
Karena bapaknya punya prilly bukan?
Pembicara 5
Karena kamu suka dia kemudian tinggi.
Pembicara 3
Betul.
Pembicara 2
Oke yang 1.
Pembicara 3
2. 1 keuntungannya.
Pembicara 4
Sudah dibuka dulu enggak apa apa, enggak apa apa enggak untungnya dia mau gimana pak?
Enggak mau.
Pembicara 3
Keuntungannya aku misalnya aku orang tuanya kan misalnya dia terkenal.
Aku bisa bilang mama mau foto dong sama cak lu gitu kan aku bisa ikut foto sama aktris korea.
Pembicara 2
Ca canun bukan.
Pembicara 4
Bukan candu.
Pembicara 5
Cancuk.
Pembicara 4
Bagaimana?
Pembicara 5
Sih cakn bimu mikirnya.
Pembicara 4
Sset kalau itu mah jadi vokalis letup sebenarnya.
Pembicara 2
2 duanya nanti orang datang menurut.
Pembicara 3
Kan idol k pop enggak boleh pacaran.
Aman anakku enggak boleh pacaran dulu.
Pembicara 5
Karena emang enggak dibolehin pacaran nanti.
Pembicara 3
Bukan apa, bisakah dia dapat yang lebih baik dari papanya?
Pembicara 4
Wih.
Pembicara 3
Lebih tinggi dari papanya bisa enggak?
Pembicara 5
Ngobrol Vincent ngelihatnya itu kayak nih siapa sih yang.
Pembicara 4
Makanya benar kata muslim beliau.
Jadi lihat rawing.
Pembicara 3
Kita emang di rumah melakukan marakon.
Pembicara 5
Tiba tiba tiba nonton doang.
Pembicara 3
Ih seru aja kita.
Pembicara 2
Lanjut keuntungan 2 yang.
Pembicara 4
2.
Pembicara 5
Ayo serain selain idol profesinya.
Pembicara 3
Jadi artis artis karena sekarang bisnis lagi susah.
Amerika china berantem kita berdampak semuanya ke kita.
Pembicara 5
Kan pas anak dewasa belum tentu Amerika dan cina masih berantem.
Bahkan belum tentu masih ada tuh semua.
Pembicara 3
Mungkin lebih parah.
Pembicara 5
Oh konspirasi.
Pembicara 4
Jadi geopolitiknya oke geopolitik.
Pembicara 3
Kalau sudah tua.
Pembicara 4
Karena.
Pembicara 3
Mengelik aku mau nyaleg gitu jangan jangan anda tahu.
Pembicara 4
Enggak habis ini seluruh partai hubungannya, tapi enggak statement tadi.
Pembicara 5
Jadi kalau kalau nyaleg ya hari 2 sudah kepolesan.
Pembicara 2
Jadi salah 1 2 jadi artis.
Pembicara 4
Yang jadi artis.
Pembicara 3
3 buat aku jadi artis ya kan oh main kripto.
Pembicara 4
Pengusaha.
Pembicara 3
Pengusaha crypto tapi crypto.
Pembicara 4
Kenapa?
Pembicara 2
Harus.
Pembicara 1
Ngobrol.
Pembicara 4
Ngobrol.
Pembicara 2
Keren baru kecil di sini aja iya.
Pembicara 3
Sahamlah saham atau kripto.
Pembicara 1
Spesifik.
Pembicara 4
Banget ya.
Pembicara 3
Atlet tuh enggak?
Pembicara 4
Kan bapaknya atlet.
Pembicara 3
Kak atlet cedera kan ini sudah cedera ini angle aku sedih banget engkelnya cedera dia kalau tiap pagi jangannya gitu aku enggak bisa anak lihat anakku seperti itu tidak bisa aku huh sedih pasti enggak pegang apa ya anak cewek?
Iya kan.
Pembicara 4
Ini bobol anaknya.
Pembicara 5
Enggak mau gimana?
Pembicara 4
Iya mohon maaf bapaknya dulu deh mau enggak nih tadi 3 tuh 3 tadi lu.
Pembicara 1
Punya plan yang sedikit berbeda.
Pembicara 4
Oke kenapa yang ini dengarin dengar yang ini yang tadi kita hapus saja.
Pembicara 1
Kalau aku kayaknya di plan aku sekarang ya untuk sekarang ini ya.
Tapi enggak tahu kalau ke depannya berubah kan kalau aku di kepalaku sekarang mungkin anaknya waktu sudah gede, nanti kan profesinya pasti agak agak terarah lah dia.
Dia mulai suka apa, mulai suka apa kalau misalnya kita emang lihat profesinya kayak kurang kurang menjanjikan oh kurang meyakinkan gitu, kayaknya kita lebih arahkan ke profesi yang mendekati itu, mungkin kayak kayak jadi enggak terlalu ngasih pressure ke anaknya juga kayak.
Pembicara 3
Gitu.
Pembicara 2
Ya ada debat aja debat debat.
Pembicara 4
Debat ya tapi.
Tapi kalau kalau aku iya.
Pembicara 5
Lebih setuju artinya cari jalan tengahnya kan anaknya tidak merasa hidup sesuai dengan ekspektasi orang tuanya.
Tapi orang tuanya yang punya pengalaman juga mengarahkan anaknya akhirnya ketemu di tengah jadi anaknya juga tidak mengkhianati kemauan dan minat setelah bakarnya dia.
Makanya kan gitu tuh kayak nyari jodoh deh.
Orang tua itu hanya membentengi dari laki laki atau perempuan perempuan yang buruk, tapi di Antara perempuan, perempuan dan laki laki yang baik yang mana terserah dia milihnya.
Pembicara 3
Oh sesuai passion dia.
Pembicara 2
Kalau parentingnya kalian kan ada parenting nikita willy ada yang VOC gitu.
Karena yang galak gitu misalnya tegas.
Pembicara 4
Oh yang kayak kita dululah.
Pembicara 3
Tahu Belanda kejaahan Belanda.
Jarodi probusha benar.
Pembicara 4
Benar cocoknya Jepang sudah jangan sudah benar benar buat Jepang pasti.
Pembicara 3
30 SPKI.
Pembicara 4
Sudah sulit banget.
Sudah benar benar itu.
Pembicara 3
Aku lebih itu dong saya tuh.
Seru banget.
JK.
Pembicara 4
Nya.
Pembicara 5
Ya kamu karena tugas.
Pembicara 4
Itu.
Pembicara 3
Kita parenting share Vincent.
Pembicara 1
Nah kalau aku kalau aku mungkin lebih ke lebih ke ya mungkin harus ada VOC nya dikit ya.
Pembicara 5
Artinya teges ya.
Pembicara 4
Ada aturan aturan yang akan dibuat oleh bapaknya gitu.
Pembicara 1
Oke ada ada beberapa peraturan yang memang enggak boleh dilewatin sama sekali.
Kayak enggak boleh apa ya enggak boleh dilanggar ya.
Pembicara 5
Itu berarti hal hal prinsip menurut kalian itu merujuknya kebiasaannya ke keimanan kalian atau ke etnisan kalian misalnya.
Oh di China tuh enggak boleh begini atau di agama uh Katolik itu enggak boleh gini yang niyang kalian akan tegas tuh di mana?
Pembicara 1
Aku tuh orangnya enggak terlalu yang kayak gitu fiki enggak enggak enggak terlalu agama ini gini gini etnis ini gini gini aku enggak.
Pembicara 4
Terlalu percaya bahwa ya prinsipnya Vincent saja berarti ya Vincent.
Pembicara 1
Contohnya misalnya nih contohnya kayak yang tadi sebutkan yang hampir di apa videonya itu itu sudah strike.
Pembicara 3
Boleh.
Pembicara 5
Itu.
Pembicara 2
Oke.
Pembicara 5
Kalau kalau agama berarti relatif santai.
Pembicara 1
Agama ya relatif santai.
Pembicara 5
Santai enggak nih?
Login anaknya tiba tiba datang ayah manggilnya apa sih?
Pembicara 4
Abi abi.
Pembicara 2
Iya kok kokoh enggak?
Pembicara 3
Ada yang sama.
Pembicara 5
Papa mama papa, mama papa.
Pembicara 4
Bahasa ini anaknya panggil koko lagi.
Pembicara 3
Semua apakah?
Pembicara 4
Astrow enggak usah pengin ngomongnya cece masa lanjut, lanjut dia.
Pembicara 5
Bilang tiba tiba mama papa aku mau login islam nih gitu atau aku mau ini deh pindah protestan.
Pembicara 1
Sebenarnya kalau kalau aku sebagai orang tua ya kan?
Kita kan kebetulan Katolik.
Nah kita pasti kayak apa ya?
Arahkan dulu lah kayak misalnya ya papa mama sebagai Katolik tuh hidupnya gini kayak gini kita sudah benar dijalanin ini.
Pembicara 3
Ada di jalan tuhan yesus nak atau ngomong?
Pembicara 4
Gitu.
Pembicara 1
Semoga mau nanti sama kayak sama kayak yang tadi masalah profesi sebenarnya kan kayak kita kayak arahin gitu.
Jadi kalau kita kasih pressure ke anaknya anaknya juga stres kan makin aneh aneh entar.
Pembicara 5
Kayaknya.
Pembicara 1
Kita kandangin.
Pembicara 2
Liar gitu tapi anaknya tetap maksa.
Tidak Islam yang terbaik.
Pembicara 3
Aku.
Aku kurung dia.
Pembicara 5
Kurung di gereja agar diedukasi sama romo, romonya.
Pembicara 2
Anda tidak suka.
Pembicara 4
Sejak kendaraan.
Pembicara 3
Begitu.
Pembicara 4
Jangan darah enggak bukan, tapi salah.
Pembicara 2
Ngomong anda.
Pembicara 4
Baru jam segini sudah 30 menit enggak apa apa enggak apa apa itu kan?
Itu kan pribadi pendapat pribadi misalnya lihat saya, saya enggak bakal misalnya dia mau pindah ke Katolik atau protes enggak?
Enggak boleh?
Pembicara 2
Enggak boleh enggak enggak boleh.
Tapi kalau dia terpaksa kan dia sudah punya sudah gede dia sudah punya.
Pembicara 4
Keyakinan enggak enggak?
Saya akan akan berusaha sekuat tenaga sampai secara penghabisan untuk tidak keluar dan agama Islam.
Pembicara 2
Gimana maksudnya berantem gua atau apa yang semakin kekerasan terus kayaknya ada sih solusi selain kekerasan.
Pembicara 4
Itu dialog pastinya kan dialog, dialog, dialog enggak cukup dialog ya keras.
Pembicara 3
Jadi aku jadi ke anakku uh suster atau biarawati.
Pembicara 4
Oke.
Pembicara 3
Misal dia mau pindah agama, aku terbangin ke luar negeri.
Pembicara 5
Biar dia.
Pembicara 3
Melihat dunia dulu nih beda dia bisa nentuin banget nih dia mau apa tapi kok ujung ujungnya misal dia mau masuk muslim.
Ya kita hanya bisa mendoakan agar itu jalan yang terbaik.
Pembicara 1
Bakal ditonton sama anak.
Pembicara 4
Kita lagi 10 tahun lagi deh.
Nonton loh sudah paham deh.
Pembicara 3
Aku takut deh ke habib jejak digital uh.
Pembicara 5
Kenapa?
Pembicara 3
Kok dia malu mama aku mama download banget sih.
Aku malu teman temanku ngatain aku nyokap lu loh 0 lo otaknya aku ngomong apa itu cuma gini kena tenang saja pasti gitu kali.
Pembicara 5
Enggak kan?
Lagian kamu bukan terlihat bodoh tapi terlihatnya tuh justru polos.
Pembicara 2
Beda loh kamu kan kalau di kamera enggak itu saya akting bisa.
Pembicara 3
Bilang kamu bisa bilang gitu malah tuh sebenarnya begini.
Pembicara 5
Even enggak akting pun dan dia bukan terlihat bodoh.
Lebih ke terlihat polos aja terlihat jujur justru.
Pembicara 3
Kan betul itu dengarin ya nak tuh lihat seorang kehabislo cucu Nabi Muhammad ngomong gitu.
Kamu harus tahu itu ya.
Pembicara 5
Dan benar kan menurut aku ya kalau misalnya aku mendapati hal yang begitu aku pasti akan seperti mamat akan sepenuhnya sampai titik terhadap penghabisan mengedukasi anakku untuk memberikan nikmat terbesar yang aku rasakan dalam sebuah yaitu sebagai seorang muslim.
Tapi pada akhirnya karena aku muslim, justru aku tidak akan memaksakan agamaku kepada anakku karena adalah ikrohiddin agama itu soal hati enggak bisa dipakai.
Pembicara 4
Dengan penghabisan.
Pembicara 2
Tapi kalau anaknya nanti vini cowoknya islam.
Pembicara 4
Cowoknya anak saya deh gitu.
Pembicara 3
Waduh.
Pembicara 4
Misalnya, anda pengen masuk Katolik karena pacaran yang.
Pembicara 1
Kita bakal seorang dulu ya ketemu dulu kita diskusi.
Pembicara 3
1 dari agama yang kita enggak cocok.
Pembicara 4
Juga enggak cocok maksud anda.
Pembicara 3
Enggak dari.
Pembicara 2
Saudari kos nanti.
Pembicara 3
Sudah ricos maksudnya?
Pembicara 2
Susah nyari kosan dong bisa.
Pembicara 4
Ditanya mas eko.
Pembicara 2
Kalau saya dipanjangin gitu ya susah.
Pembicara 4
Banget ini.
Pembicara 5
Jadi.
Pembicara 2
Misalnya cowoknya islam gimana?
Pembicara 3
Aku bakal minta anakku.
Aku jelasin pelan pelan nak pacar kamu agamanya beda sama kamu ya iya ma tapi aku sayang sama dia kok kamu sayang sama dia?
Buktikan ajak dia masuk ke agamamu.
Pembicara 5
Oh gitu oke.
Pembicara 3
Iya dia dibaptis.
Misal namanya misalnya rizki jadi Alexander rizky.
Pembicara 5
Oh gitu.
Tapi kalau namanya husin susah Alexander husein.
Pembicara 2
Stefanus husein.
Pembicara 3
Steve susin fans yus susan oh gitu.
Pembicara 4
Iya.
Pembicara 3
Kan husein namanya enggak terlalu eh.
Pembicara 2
Nama dia husein.
Pembicara 4
Oh iya.
Pembicara 3
Terakhir oh iya nama papanya ke habib ya.
Pembicara 4
Kok nama bapak nama bapaknya apa dia juga java?
Pembicara 5
Java itu namanya pakai papanya pak.
Pembicara 4
Habibie.
Pembicara 3
Itu waktu SMASMP diejek ejakin sama bapak agak jovar jafar.
Pembicara 4
Iya oh iya makanya pakai jafar jangan jafar dan dan beli rosan beliau itu menanggapinya juga giliran kita ente begitu kan?
Bagaimana gitu mas biasanya.
Pembicara 5
Itu biasanya kan kalau nama bapak tuh agak mudah dicari tahu ya karena biasanya ada di nama belakang kita.
Pembicara 4
Akta.
Pembicara 5
Kelahirannya justru yang biasanya kita simpan banget pas SD itu nama ibu.
Jangan sampai ketahuan tuh.
Cuma kan aku hidungnya di kampung arab sekolahnya di sekolah yang semua orang arab rata rata.
Jadi sudah tahu.
Pembicara 2
Sekolahnya juga.
Pembicara 5
Bikinan kecil.
Pembicara 3
Tinggal di lingkungan pecinan.
Pembicara 4
Enggak dia mati nama lagi.
Nah itu di pecinan.
Pembicara 3
Di kampung cina bele pecinan.
Pembicara 5
Iya pecinan itu maksudnya.
Pembicara 4
Cina.
Pembicara 3
Ton oh cina tom berarti tinggal di pipi.
Pembicara 4
Enggak?
Pembicara 5
Di di apa bondong ya Jawa Timur, Jawa Timur, Jawa Timur.
Pembicara 3
Habib orang Madiun.
Pembicara 4
Udah belum dosa lah sayang bondosa.
Pembicara 3
Saya enggak bukan Jawa Timur kan iya.
Pembicara 1
Jawa Timur bayang enggak satu gitu banyak.
Pembicara 3
Taruh ba jaruman.
Pembicara 4
Ya suruh ngomong saja bisa terlalu banyak, bisa jadi bisa jadi jaruman masih doang aja enggak?
Pembicara 3
Bisa semua.
Pembicara 5
Tapi kalau kemarin tinggi gitu tadi parentingnya sekarang berarti kan gimana tuh maksudnya apa saja yang kamu lakukan biar anak kamu nih tumbuh sebagai Cina yang baik sebagai Katolik yang.
Pembicara 3
Baik gitu.
Pembicara 4
Strict enggak sih gitu dalam misalnya makannya.
Pembicara 2
Cafe juga enggak boleh screen time misal atau boleh nonton tapi HP cina doang gitu ada.
Pembicara 5
Peraturan.
Pembicara 4
Dong ini masih banyak.
Pembicara 3
Kalau aku sih lebih ke kalau aku ya aku dulu ya suite deh siapa dulu.
Pembicara 4
Ya kamu dulu.
Pembicara 3
Nih pakai aku dulu.
Pembicara 4
Semua ini teman teman ya carilah suami seperti ini ya sangat sama.
Pembicara 3
Makanya aku bilang kan dia entar kalau sudah gede jangan dugem.
Pembicara 5
Oh ya dunia gemerlap.
Pembicara 3
Dunia gemerlap boleh coba tapi sama papamu enggak apa apa karena kan tinggi enggak ada yang berani tuh membungkus dia.
Iya kan?
Duduk mah besok bungkus cewek yuk bungkus cewek ayo.
Pembicara 2
Pada parenting lagi.
Pembicara 3
Nah jadi kayak kalau ada bapaknya bapaknya bisa ngajarin ini loh namanya.
Pembicara 4
Alkohol.
Pembicara 3
Jadi kamu enggak norak entar kalau diajak dukung sama teman kamu.
Pembicara 5
Enggak norak nanti enggak boleh dugem kan.
Pembicara 3
Kalau terpaksa misalnya seventeen siapa harus dugem dunia tuh udah berubah bro.
Sekarang udah beda banget tahu kita enggak bisa kekang gitu banget ke.
Pembicara 5
Saya yang merubah dunia bukan kita ikut aturan perubahan dunia kan?
Pembicara 3
Tapi susah banget ke habib ya suka tebak.
Pembicara 5
Wah lagiin yesus juga kan diutus kalau kita nabi isa diutus Nabi Muhammad diutus itu kan justru untuk mengubah duri dunia.
Pembicara 4
Dari kejahiliya biar jadi.
Pembicara 5
Wo live nya itu sesuai dengan nilai nilai tuhan.
Pembicara 4
Nah tapi tapi dalam islam gimana pak husein memandang ini kalau apakah anak anak itu kita akan besarkan sesuai aturan kita atau biarkan dia di dunia nya dia nanti kita yang tinggal control aja dari belakang.
Pembicara 3
Sudah bagus.
Pembicara 5
Betul pertanyaannya.
Pembicara 4
Betul review review kamu review review pertanyaannya.
Pembicara 5
Kan kalau aturan ya kita meyakini aturan aturan yang kita yakini dalam islam misalnya itu adalah aturan aturan yang sifatnya rahmatan lil alamin lintas zaman universal.
Cuman kemudian cara mendidiknya yang berbeda.
Makanya zainal itu ngajarin kita untuk mendidik anak kita sesuai zaman anak kita bukan sesuai zaman kita.
Agar lebih mudah dia terpengaruh dan karena dia akan hidup di zaman dia bukan di zaman kita sehingga akan lebih mudah juga menghadapi tantangan zamannya.
Nah, dan tadi sudah dispil tuh sama si Vincent.
Jadi di quran itu ada prinsip prinsip parenting.
Salah satunya tadi Vincent yang sepil adalah uh komunikasi sebagaimana kisah nabi Ibrahim sama nabi ismail kan juga ketika mau menyembelin nabi ismail, nabi Ibrahim itu enggak tiba tiba.
Ayo saya disuruh tuhan untuk menyembelih kamu enggak tapi komunikasi wah anakku ada perintah di dalam mimpiku dari tuhan bahwa kamu harus sembuh bagaimana kemudian karena dijelaskan dengan baik baik dan dijelaskan secara utuh, maka kemudian habib ismail.
Katanya ya ini demi kebaikan ya sudah lakukan saja.
Jadi komunikasi itu menjadi penting termasuk Nabi Muhammad.
Ketika ada para sahabat datang untuk meminang saida Fatimah demi Muhammad memastikan oh ini sahabat orang yang baik kemudian diberikan ke anaknya saida Fatimah, kamu mau enggak cinta enggak sama dia?
Oh enggak wahai nabi ya sudah ditolak sampai sejena ahli datang ditanya.
Kamu suka suka enggak sama dia dia orang baik, tapi pada akhirnya kamu yang menentukan.
Kamu mau enggak sama dia?
Oh iya saya dapat diam kemudian kata nabi suku tuh hari toh diamnya Fatimah berarti iya akhirnya menikah dengan pilihan saida fatherima karena kan yang mau menikah saya ida fatimahnya muhammadnya nabi hanya memastikan baiknya.
Nah sama itu tadi yang 2 parentingnya adalah sebagaimana apa Lukman al hakim di surat Lukman dalam Alquran itu yang paling utama parentingnya itu adalah iman kalau dalam islam.
Bagaimana nih?
Agar apa agar walaupun nanti kan kita ini pasti meninggal mungkin meninggal lebih dulu dari anak kita walaupun kita sudah meninggal walaupun sudah enggak ada guru yang melihat dia enggak ada siapa, siapa yang melihat dia.
Dia sadar bahwa ada tuhan yang melihat dia sehingga dia tetap baik.
Walaupun sudah enggak ada orang.
Pembicara 3
Tuanya.
Pembicara 4
Kuat tapi ini fauzan saya kalau ngelihat fier sama Vincent ini saya jadi kepikiran nih kenapa sekarang kan banyak pasangan muda apalagi yang baru punya anak mulai kepikiran dong, dana darurat, biaya sekolah masa depan gimana?
Pembicara 3
Tuh.
Pembicara 4
Ini enggak enggak?
Pembicara 2
Usah di enggak usah ditimpalin itu.
Pembicara 4
Ngomong gitu benar benar benar benar banget tuh.
Pembicara 5
Karena hidup itu kan bukan cuma mikir hari ini ya, tapi juga masa depan.
Apalagi kalau sudah punya anak tanggung jawabnya lebih besar tentunya.
Makanya perlu punya aset yang sifatnya save heaven.
Pembicara 3
Yang nilainya.
Pembicara 5
Bisa dijaga dalam jangka panjang.
Pembicara 3
Mas ya gitu mas.
Aku juga ada mas.
Pembicara 4
Iya.
Pembicara 3
Punya oh iya lagi ya.
Pembicara 4
Om way enggak usah lagi bagus untuk sama lagi sakit semakin kecil begitu ya allah langsung langsung.
Pembicara 2
Saya sekarang ngomongnya memang masih itu masih.
Pembicara 3
Enggak apa apa?
Nah.
Pembicara 2
Tapi orang enggak ada yang bingung mau aman tapi tetap masuk akal buat memulai.
Pembicara 5
Nah salah satu yang banyak dilirik sekarang ya emas betul betul.
Karena cemas tuh dari dulu dikenal selalu stabil tahan inflasi cocok buat dana darurat dan simpanan keluarga.
Kalau ngomongin produknya nih ada emasku dari harta gold nih.
Emas batangan 9 9,99% asli sprite harganya juga kompetitif menyimpan emas untuk tabungan cocok untuk jangka panjang soal pilihan jangka panjang emas ku ini punya sistem keamanan bulyon protect nih di belakang ini.
Pembicara 3
Wow.
Pembicara 5
Jadi sistem pengamannya langsung di emasnya, bukan cuma di kemasannya.
Enggak perlu pusing mikirin kemasannya buat jangka panjang.
Pembicara 4
Baru tahu sih.
Pembicara 5
Nah ini dia nih emang peka CA asisten islam.
Pembicara 3
Kalau.
Pembicara 5
Soal beginian.
Kukunya tajam.
Dan dalam rangka hutan 22 ada potongan harga emas Rp 22.000 per gram jarang jarang nih emas ada potongan seperti ini.
Momentum yang pas buat mulai kumpulin emas dari sekarang.
Pembicara 2
Berarti buat pasangan muda momen pas ya bib.
Pembicara 5
Betul karena kebutuhan masa depan itu pasti naik, jadi punya aset yang nilainya terjaga itu penting.
Pembicara 3
Kita dapat.
Pembicara 4
Jadi asisten kalau urusan masa depan langsung gercet.
Pembicara 5
Nih memang dia selalu gercep kalau urusan masalah kalau kalian uh apa nih kayak uh investasi yang disiapkan untuk.
Tabungan udah disiapin.
Pembicara 3
Belum sampai kita.
Pembicara 5
Semua nih untuk masa depan anak nih kita.
Pembicara 3
Lebih tebal dan itu.
Pembicara 4
Apanya maksudnya?
Pembicara 3
Emasnya.
Pembicara 4
Oh maksudnya harta gol dalam jumlah.
Pembicara 2
Banyak tapi itu mas mas gudari harta gol.
Pembicara 3
Iya dong buat bahasa depan bro.
Anak itu kan harus dikasih pendidikan terbaik.
Pembicara 5
Eh bagus tuh investasi terbaik kalau aku pendidikan.
Pembicara 3
Kita juga dari dulu pas kita kuliah Katolik.
Aku jawab kamu pegang tua pendidikan yes betul pendidikan yang baik buat.
Pembicara 5
Anaknya.
Pembicara 4
Saya pikir apa namanya tadi investasi terbaik buat anak kalau nanti punya anak pendidikan saya pikir nasab bukan ya?
Pembicara 5
Oh kalau itu kan sudah inhere.
Pembicara 4
Oh itu.
Pembicara 5
Enggak usah diinda ya cuman memang dari kecil.
Pembicara 4
Udah gitu ya.
Pembicara 5
Kamu habis.
Jadi nanti kalau sudah ini lahir kemudian saya.
Pembicara 3
Keluar.
Pembicara 5
Ketemu dengan masyarakat.
Pembicara 4
This is habib.
Pembicara 3
Keren.
Pembicara 2
Ya maksudnya?
Pembicara 5
Bukan kayak gitu apa?
Pembicara 3
Simbol simbol simba.
Pembicara 4
Itu sih.
Pembicara 3
Kan enggak betul betul.
Aku mau nanya kami kalau sudah jadi happy pas kerja enggak?
Pembicara 2
Justru kerjaan dia habib sekarang harusnya.
Pembicara 5
Enggak jadi makanya aku kan habib industri jadi kerjanya di industri habibnya.
Pembicara 3
Itu untuk.
Pembicara 5
Dakwahnya kenapa?
Soalnya kalau nunggu donasi kelamaan untuk bisa bermanfaat ke orang lain.
Jadi dari industri itu dibuat untuk misi misi filantropi aku.
Pembicara 3
Kalau misalkan seorang habib menerima adsense itu boleh?
Pembicara 5
Boleh.
Tapi aku enggak.
Pembicara 3
Oh ya.
Pembicara 5
Enggak aku enggak enggak adsense aku dari. 2018 berarti 8 tahun enggak enggak ambil assen.
Pembicara 3
Monetasnya di offin.
Pembicara 5
Enggak pernah dia itu.
Pembicara 3
Enggak ngerti cara orinnya apa gimana?
Pembicara 5
Satu enggak ngerti.
Pembicara 3
Karena.
Pembicara 5
Saya bodoh.
Tolol saya.
Pembicara 4
Itu.
Pembicara 5
Itu orang tua jadi ayahku bilang kalau bisa nanti ketika kamu jadi pendakwah bukan hanya tidak menerima amplop dari orang yang didakwai, tapi kamu yang ngasih amplop ke orang yang didakwai.
Betul terus yang 2 karena dulu itu sebenarnya sampai sekarang melakukan sering memberikan perspektif tentang Islam yang toleran.
Yang uh penuh kasih dan itu seringkali dalam beberapa part uh terkesan baru didengar oleh sebagian orang.
Aku gak mau nganggep wah habib ini sengaja nih ngomongin hal hal yang sifatnya sensasional, kontroversial.
Pembicara 3
Hanya.
Pembicara 5
Aksesnya biar tinggi gitu.
Makanya aku enggak pasang adsense.
Pembicara 3
Takutnya juga kalau dari adsense kan kita enggak bisa milih ikan ya ke habib.
Pembicara 4
Betul.
Pembicara 3
Jadi misal ada ikan apa iklan ini yang berbau apa yang enggak bagus.
Pembicara 5
Harus.
Pembicara 3
Enggak mau ya kan?
Pembicara 2
20 ke atas lancar deh.
Pembicara 4
Harus itu ya harusnya 10:00 ya.
Pembicara 5
Karena aku menang ngalamin itu vior.
Pembicara 4
Jawab apa?
Jawab apa?
Pembicara 3
Jawab.
Pembicara 2
Aku pampik.
Pembicara 5
Jadi aku pernah mengalami itu dulu ketika masih ngeblok ini ngeblog enggak bukan dulu zaman ngeblog tuh ada adsense adsense di blok itu kan blog kayak di wordpress.
Pembicara 3
World blok blok.
Nah.
Pembicara 5
Itu.
Nah itu kan adsense nya diaktifin kemudian ada iklan benar iklan iklan yang sensasional gitu yang seksual atau yang suassanya perjudian.
Nah itu kan di luar kontrol kita sampai ada orang yang nanya ini konten dakwah kok iklannya begitu gimana sih habib gitu bukan itu kan bukan kita yang pasar itu kan jalan begitu.
Pembicara 3
Aja.
Pembicara 2
Ya itu kelalaian kaum digigit sih.
Pembicara 3
Kalau menurutku.
Ya udah yang boleh ngatur ngatur blog gitu ya.
Pembicara 2
Untuk Kementerian Kementerian digital gitu ya?
Bahkan di konten ini saja pasti ada komen judul.
Pembicara 5
Ya.
Pembicara 3
Itu di spam comment.
Pembicara 5
Bahkan di konten kita yang anti judul itu ada komentar judul.
Pembicara 3
Emang enggak tahu diri.
Pembicara 4
Saja enggak marah.
Pembicara 3
Kebanyakan di Kamboja loh.
Judul judul itu.
Pembicara 4
Lengkap ya enggak?
Pembicara 5
Lawan didikan itu kalau kita ngomongin pendidikan tadi kan investasi itu pendidikan ya kalau vior aku juga pendidikan, aku rasa semua juga kan pendidikan itu bagian dari parenting, jadi jadi ahli imron keluarga imron punya anak namanya seida maria maria kalau dalam tradisi Katolik.
Melainkan yesus kalau dalam kredit oh.
Pembicara 3
Itu si Katolik.
Karena saida mari.
Pembicara 5
Mari maria.
Jadi maria yesus itu nabi isa dalam keyakinan.
Pembicara 3
Masjid nah.
Pembicara 5
Sayaida mariyam ini.
Ketika kecil itu diberikan investasi utamanya adalah pendidikan.
Jadi di sekolahkan ke seorang guru, namanya nabi zakaria.
Nah itu memang investasi utama.
Makanya kalau aku salah satunya adalah pendidikan.
Pembicara 2
Pendidikan agama memang harus dari kecil banget.
Pembicara 5
Ya dari kecil.
Pembicara 2
Seserapa agama yang bisa maksudnya umur 5 tahun?
Apakah kita konsep surga neraka itu kan kayaknya bagi anak kecil masih absurd ya.
Apakah enggak kaget tuh misalnya.
Pembicara 4
Terima kasih.
Terima kasih.
Pembicara 3
Selamat pertanyaannya.
Pembicara 4
Gitu review iya viewer pertanyaan iya.
Pembicara 2
Iya maksudnya umur berapa yang pas?
Kayaknya kita konsep agama kadang mungkin umur 4 tahun 5 tahun cerita cerita nabi tapi kan cerita nabi itu banyakan ya mujizat kayak masuk dalam perut nabi itu apa anak kecil sudah siap kira kira menerima.
Pembicara 4
Perut ikan ya perut perut ikan.
Pembicara 5
Silous silous you lu masuk penjara bukan itu kan itu.
Pembicara 3
Semua.
Pembicara 4
Sama ya you know kisah yusuf yoga sama.
Pembicara 5
Iya kayak daud jadi david.
Pembicara 3
David.
Pembicara 5
Iya raja juga.
Pembicara 3
Menyau.
Pembicara 5
Nah itu kalau 1 ya dari daud dan Sulaiman itu ada pembelajaran parenting tentang bagaimana suatu hari pernah ada kejadian tentang satu perkara di mana ditanyakan kepada daud, ayahnya dan Sulaiman dan jawabannya bertolak belakang dan ternyata kebenaran ada pada Sulaiman anaknya, bukan daud ayahnya artinya kadang yang benar tuh anak kita, karenanya seorang ayah dan ibu harus terbuka kepada anaknya kalau memang.
Anaknya lebih bener dari kita dalam uh satu dan 2 perkara gitu.
Nah soal pendidikan sebenarnya pendidikan tuh kalau dalam Islam di surat al imron itu pendidikan imron kepada anak anaknya kepada saidamariam dilakukan bahkan sejak sebelum dilahirkan.
Bahkan sejak sebelum.
Dibikin tanda penting, makanya sebelum dibikin kan kita uh selalu berdoa bahkan uh apa uh keluarga imron itu bernazar atau kita uh apa mengedukasi diri menyiapkan diri secara uh batin maupun secara lahir.
Kemudian ketika kita melakukan hubungan juga dengan doa dan sesuai dengan tuntunan agama, ketika di dalam perut itu mulai dikasih bacaan bacaan yang positif.
Oke sukses sukes yang positif terlebih ketika lahir dan yang diajarkan utamanya 2 hal.
Kalau dalam islam 1 rahmat karena islam itu utamanya cinta kasih sebagaimana kasih dalam Katolik.
Kemudian yang 2 adalah akhlak yang Agung.
Pembicara 3
Akhlak.
Pembicara 5
Yang itu sumber ini semuanya adalah keimanan.
Makanya kata current abstro, aku bersyukur karena 80% keimananku itu terbentuk ketika aku kecil dan itu privilege seorang orang tua.
Jadi kalau bisa dia ngenal tuhannya ngenalinnya ngenal untuk huruf huruf mengenal semua kebaikan itu dari orang tuanya agar jadi dalam dalam dalam peti investasi pahala bagi.
Pembicara 2
Orang tuanya.
Pembicara 5
Jadi selama dia sholat orang tuanya dapat pahanya karena kenalnya dari orang tuanya betul.
Pembicara 3
Sekali.
Pembicara 5
Tapi kalau bisa kalau bisa ini sendiri kita ajari sendiri juga.
Sayang kan kalau tahunya dari orang lain aja kan jadi pahalanya biar dapat hanya gurunya.
Pembicara 3
Kalau kita kuat kok.
Pembicara 4
Betul 2 duanya.
Pembicara 5
Nah kalau 7 tahun itu sudah diwajibkan sholat.
Kalau sudah 10 tahun harus benar benar sholat tegas.
Pembicara 2
Katanya, kalau enggak salah dipukuli.
Pembicara 5
Iya dalam hadis itu dipukul tapi itu bahasa indonesianya dipukul, tapi maknanya sebanyak itu dibuat tegatus kuda tegas lagi udah kayak kalau enggak sholat ya dikasih punishment gitu.
Pembicara 3
Pesantren.
Pembicara 2
Bisa dimasukkan ke finika nanti yang mau ngajarin agama.
Kamu.
Pembicara 4
Atau aku huh saya takjub ya kita ya jawaban ini.
Pembicara 5
Gimana gitu ya kayaknya Vincent.
Pembicara 2
Diet.
Pembicara 3
Nanti kita.
Pembicara 5
Pengin viktion aja deh.
Pembicara 2
Kalau dari vier kamu yakin bisa mengajarkan agama.
Pembicara 5
Misalnya.
Pembicara 3
Pak piku bisa pak piku.
Pembicara 2
Enggak kamu enggak usah ngajak mapi lagi.
Pembicara 4
Tangis enggak tiba tiba.
Pembicara 3
Aku aku ambil sih enggak ngomong.
Pembicara 4
Lagi dia enggak percaya diri enggak pede.
Vincent.
Pembicara 5
Jujur saja.
Pembicara 3
Lah itu kenapa?
Pembicara 1
Karena aku lebih jago.
Kita benar benar.
Pembicara 4
Kamu.
Pembicara 3
Nah.
Pembicara 1
Kamu lebih sering gereja daripada aku.
Dulu aku enggak terlalu gereja pada.
Pembicara 5
Tapi justru lebih paham sekarang.
Pembicara 3
Di gereja dulu loh aku yang gereja.
Pembicara 1
Jadi sebenarnya aku tuh suka suka baca baca kayak contohnya wikipedia gitu ya kan suka scroll scrollin sampai di bawah klik lagi klik.
Pembicara 5
Lagi.
Pembicara 1
Iya, jadi aku sering bacain bacain yang hal hal agama perang apa zaman dulu suka baca bacain.
Pembicara 3
Gitu.
Pembicara 1
Kan suka lihat di Google kan terus masuk masuk ke ente komplain ya karena.
Pembicara 5
Kan sekarang belajar tuh enggak mesti ke 1 tempat kan?
Pembicara 2
Tapi ya bisa diakses.
Pembicara 3
Di mana saja mbak?
Aku juga fals cita.
Akhirnya aku hafal cuma suka ketuker namanya.
Pembicara 5
Contohnya itu.
Pembicara 3
Enggak hafal kayak tadi youtube you nus.
Pembicara 2
Krusial merubah sejarah loh.
Pembicara 4
Dari satu nama yang lu satu nama gitu kan.
Sejarahnya berubah.
Pembicara 3
Siapa yang punya ismail sampai?
Bapaknya Abraham.
Apa ismail jadi muslim isya jadi Katolik Kristen?
Pembicara 4
Kayaknya enggak gini ya kamu.
Pembicara 5
Sendiri.
Pembicara 2
Kalau dari konsen saya lebih percaya beliau.
Saya percaya saja lah.
Pembicara 3
Kalian dari patriarkis enggak enggak?
Pembicara 4
Enggak dapat jadi jangan framing patriarki cuma faminis.
Kalau nonton ini pasti dukung suami anda.
Pembicara 2
Enggak jangan jangan orang ini mending bapaknya aja.
Pembicara 3
Sebenarnya kalib kalau aku tuh bisa berubah enggak sih?
Aku toh juga.
Pembicara 4
Berubah.
Sekarang sudah berubah.
Pembicara 5
Banget lah aku kenal view nih udah dari lama banget kan bertahun tahun.
Pembicara 3
Canda viral kan.
Pembicara 5
Betul kan aku ketemu fior 1 kali di kontennya dia.
Pembicara 2
Piro sampai siapa?
Saya enggak kontaknya.
Pembicara 4
Bercanda pirang ini aku.
Pembicara 3
Dulu aku dulu janda pirang bukan?
Pembicara 5
Bukan janda pirang dalam pengertian saya yang sebenarnya.
Beneran apa?
Pembicara 3
Blonde, blonde.
Pembicara 5
Ya pirang.
Pembicara 3
Kan.
Pembicara 4
Yes enggak usah pakai jandanya jandanya itu.
Pembicara 3
Oh iya tapi beda arti iya.
Pembicara 4
5 menit dia baru sadar.
Pembicara 3
Bahwa viral.
Pembicara 4
Oke.
Pembicara 3
Iya boleh lah ya.
Hilang.
Pembicara 4
Ya gadis bilang.
Pembicara 3
Gadis viral.
Zaman itu ya kita.
Pembicara 5
Ketemu ya sudah sudah berubah banget.
Makanya kemarin lahirannya caesar atau.
Pembicara 3
Nah itu kaget.
Aku aku sedih banget kehabis aku sudah sudah bernazar eh.
Aku pengin melahirkan normal.
Aku lebih baik ke Vincent kamu kalau aku sudah mau nyerah entar pas lahiran normal kamu semangatin aku biar bisa lahiran normal ya kenapa?
Karena aku takut dioperasi aku takut disuntik bakal di suntik.
Contoh, contoh, contoh.
Air dong fungrip bisa.
Pembicara 4
Kang download.
Pembicara 3
Gitu kan?
Pembicara 4
Jangan.
Pembicara 5
Soalnya dia sudah biasa sudah dia.
Wah, saya sudah.
Pembicara 4
Merasa sering dipegang pegang enggak usah lah, jadi enggak usah.
Pembicara 2
Sudah benar nih apa mas nih kok takut dioperasi?
Pembicara 3
Ya aku takut di sini disuntik.
Takut aku pernah lihat di tiktok jarumnya panjang banget ya allah ya rabbi takut banget aku.
Pembicara 2
Kok kagetnya ya allah ya.
Pembicara 3
Kebiasaan karena teman temanku banyak yang muslim.
Pembicara 5
Takut.
Pembicara 2
Terus akhirnya.
Pembicara 3
Takut banget disuntik sini aku mah di black black enggak takut takut disuntik.
Pembicara 4
Sininya aku.
Pembicara 3
Berkekal mau normal aku latihan segala macam terus itu baik yang bilang ke habib PT kalau yang normal tuh merasakan jadi ibu jadi aku juga pengin merasakan jadi ibu sesungguhnya.
Pembicara 4
Karena sudah jadi ya kan?
Pembicara 3
Banyak yang ngomong gitu di tiktok.
Pembicara 5
Banyak banyak orang yang.
Pembicara 4
Harus normal gitu.
Pembicara 5
Normal itu keibuannya kurang.
Pembicara 3
Padahal enggak?
Pembicara 5
Lah tetap 1 kata Vincent kan.
Bagaimanapun ya ibu adalah ibu mau lahir normal, justru kalau memang harus sesar dan dipaksakan normal membahayakan ibunya kan?
Dan itu tidak baik karena kalau dalam islam uh hype nafas menjaganyawa manusia itu adalah perkara yang utama sekaligus juga menurut aku sama sama punya.
Nilai perjuangannya jadi kan uh uh melahirkan itu kan jihad kalau dalam Islam yang kalau wafat wafat wafat dengan keadaan termuliah mati syahid nah sama sama punya nilai jihadnya.
Bedanya kalau normal jihadnya adalah pada beratnya rasa sakit gitu.
Pembicara 3
Kan.
Pembicara 5
Beratnya rasa sakit mungkin paling beberapa jam atau bahkan 1 2 hari tapi beratnya pada rasa sakitnya.
Tetapi kalau sesat perjuangannya lebih kepada beratnya lamanya.
Dalam uh menunggu penyembuhannya kan, karena kalau caesar kan uh penyembuhannya, iya lama banget dan bahkan satu atau 2 tahun masih belum boleh uh hamil lagi kan?
Nah, jadi perjuangannya beda aja yang satu lebih kepada beratnya yang satunya lebih kepada lama penyembuhannya dan.
Pembicara 2
Efek obat bius nya itu masih.
Lama ya.
Pembicara 3
Aku loh alergi obat bius aku sampai usus aku enggak bisa gerak ya.
Pembicara 5
Aku nih ketika ini kan bius total ketika tangan patah dioperasi itu efeknya masih seminggu ada masih kayak kurang fokus gitu iya keringat.
Pembicara 3
Ya allah.
Pembicara 5
Jadi lebih ke itu tantangannya?
Pembicara 3
Harus dekat dekan perut begini sakit banget.
Benar benar krisis ya.
Pembicara 5
Makanya itu kalau di islam.
Sejahat apapun ibumu pasti dia pernah baik dengan kebaikan yang tidak bisa kamu bayar dengan apapun, yaitu ketika melahirkan.
Dia mempertaruhkan nyawanya ketika menyusui sepenuh hati dengan air susunya dan ketika mengandung 9 bulan mempertaruhkan rasa lelah dengan segala keringatnya.
Pembicara 3
Mulia banget ya seorang ibu ke habib ya kalau di tiktok jangan ibu shemi.
Pembicara 5
Ibu sheaming ibu ada body shaming ada ibu shemi.
Pembicara 3
Semua ibu itu mulia gesya allah tawara.
Pembicara 5
Kaum dan semua ibu harus menyadari bahwa dirinya mulia sehingga harus bertingkah mulia kepada anak anak jalan jalan ke anak anaknya.
Kok itu sayang kan dia bukan.
Pembicara 3
Ibu itu kalau bapak kuliah juga enggak.
Pembicara 5
Bapak dong sama kan satu kesepakit bapak.
Pembicara 4
Ibu ada ketakutan enggak anak tumbuh tidak sesuai dengan yang kita harapkan atau sudah mulai ada ketakutan ketakutan.
Pembicara 1
Itu itu dari waktu hamil.
Udah ada yang ketakutan.
Pembicara 4
Udah kepikiran takut mati enggak di posisi sekarang.
Sudah punya anak nih.
Aduh kayak takut meninggalkan dia gitu.
Kalau aku ada perasaan itu.
Pembicara 2
Jadi di daerah konflik di Jakarta enggak ada urusan.
Pembicara 4
Tolong fli ada perasaan kayak aduh dulu enggak ada takut mati misalnya biasa saja lah.
Tapi pas punya anak itu kayak ada perasaan kayak takut mati.
Pembicara 5
Ya sama ini mungkin ya sama takut nakal ya kalau sudah punya anak kayak udahlah hidup jangan aneh.
Pembicara 1
Aneh iya kan?
Kayak kayak aku ngerasa harus apa ya?
Jadi contoh lagi contoh takut karena kan efeknya kan seumur hidup dia kan kalau kita ngajarin enggak benar eh.
Buka gue pernah gini gini gini terus nanti ke depannya sudah bakal ingat terus kan kalau itu tiap bikin trauma itu kan jadi ya sebisa mungkin jangan terlalu yang aneh aneh.
Pembicara 3
Lah bapak yang mukulin nyokap gue sampai berdarah jidatnya di jedotnya kepintuhan sama anaknya.
Pembicara 4
Next oke pak husein jadi lucu itu contoh ya.
Pembicara 3
Oh bokap gue.
Judi oh gini gini anaknya nyontoh.
Pembicara 5
Karena kan madrasah sekolah 1 bagi anak itu adalah 2 orang.
Pembicara 3
Tuanya.
Pembicara 5
Karena kan 1 kali pembelajaran anaknya itu kan matanya kan ke telinganya yang itu sumber informasinya ya dari melihat orang tuanya dan mendengar apa yang diomongin oleh orang tuanya.
Pembicara 4
Tapi tapi ini menarik nih.
Kalau dulu kan kita biasa lihat tuh anak anak kecil misalnya itu diajarin ngaji.
Iya kan terus TPATPA itu ramai begitu TPA itu tempat penjelajaran Al Quran tetap ngaji ya tapi di di masjid biasa.
Pembicara 5
Tomat malah disebutnya.
Pembicara 4
Pesantren ramai terus hafiz anak anak kecil sudah hafiz quran.
Nah kalau sekarang mungkin kita yang melihat.
Pembicara 2
Referensi tapi yang lebih sering lihat anak kecil malaikat mau challenge gitu enggak?
Pembicara 3
Tahu.
Pembicara 2
Ngerain ke truk gitu yang ada truk minggir gitu.
Pembicara 5
Kayaknya itu anda dulu di cendela itu.
Pembicara 2
Bukan saya ada ya om way lalat om gitu karena anak kecil kayaknya banyakan yang gitu ya ya maksudnya kita tidak ada.
Pembicara 4
Yang se se apa ya semarak itu lagi gitu.
Pembicara 3
Oh udah beda.
Pembicara 5
Ya ya kalau dulu itu kan tk disebutnya rodul adval rodwat itu artinya taman adval itu untuk anak anak taman kanak kanak kita juga mengenal konsep pendidikan kan taman siswa.
Seharusnya ketika kecil pembelajaran pendidikan dan sekolah itu dalam konteks bermain.
Uh bukan uh doktrin yang serius gitu agar mudah diterima oleh anak.
Makanya dengan cerita dan lain sebagainya gitu.
Nah sama juga tantangannya sekarang itu pembelajaran itu kan ketika anak itu dari kecil anak itu kan udah belajar bukan hanya dari rumahnya.
Pembicara 4
Kalau dulu betul betul dari.
Pembicara 5
Rumah atau lingkungan kecil di sekitar rumah.
Kalau sekarang kan dia bisa mengakses handphone ke mana saja betul.
Karena itu kalau kalau aku misalnya ya aku menyediakan aku ada program misalnya habib four kids habib uh mengedukasi untuk anak anak gitu bang toleransi tentang islaman dan lain sebagainya.
Nah.
Dalam konteks kita sebagai orang tua ya, kita yang harus menyadari dan mengatur bahwa pendidikan itu sekarang bukan hanya di rumah atau di sekitar rumah, tapi di HP.
Kapan dia boleh pegang HP apa yang boleh diakses dengan HP nya, dan lain sebagainya.
Pembicara 3
Tik.
Pembicara 2
Tok tapi umur berapa vini?
Pembicara 3
Nah.
Pembicara 2
Umur berapa kok nah.
Pembicara 4
Kalau 3.
Pembicara 3
Bulan masih kecil banget.
Baru enak kok.
Pembicara 2
Sudah makan bubur belum?
Pembicara 3
Asi baru asi aja.
Pembicara 4
Gimana makan bubur orang bubur.
Pembicara 3
Kan nan masih itu 6 bulan.
Pembicara 2
Kan madu 2 Minggu sudah makan pisang biasanya.
Pembicara 4
Serius.
Pembicara 2
Maksudnya aku kalau video call sama neneknya anakku sama ibuku.
Gimana sudah mohon pisang belum mengap dikit sudah makan biskuit belum.
Nah untungnya aku enggak terlalu ngikutin orang tua.
Kalau kalian tipikal yang ini enggak dengarin neneknya enggak.
Pembicara 3
Kita pengin cobain tuh tahu bebeknya bebeknya katretan bebek.
Pembicara 4
Amat 3 bulan bahkan bebek cara gempa sama 3 bulan kan?
Kebayang saya yang bella sama.
Pembicara 2
Kalau sekarang jadinya.
Pembicara 3
Bukan apa, kontennya ke ke restorannya chef alno.
Nebakan bebek madu kan nito kanji kita penginnya saya coba nito kan.
Pembicara 1
Bayinya.
Pembicara 4
Bukan buat banyak ini pertanyaan buat bayinya buat bawa.
Pembicara 2
Buat bayi saja kalian tipikal yang dengarin mitos mitos misalnya mertua suruh makan ini atau.
Pembicara 3
Apa babi dari sejak dini?
Pembicara 5
Iya makan babi karena kan boleh kalau dikatolika.
Pembicara 3
Babi babi tapi kalau di musim jangan ya karena harap deh iya kan kodok harap enggak.
Kalau buaya.
Pembicara 5
Harap enggak harus haram.
Pembicara 3
Guys.
Dream di 2 alam kan pelatih gitu gitu kan?
Pembicara 5
Enggak kalau belum selalu ngapain.
Pembicara 2
Gitu pencur pintu masih ada ngapain sama kalau pencurian.
Pembicara 4
Pecel wilayah.
Pembicara 2
Itu dibuaya haram pelatih kalau halal pun ngapain ya?
Pembicara 4
Mungkin masa dia roti buaya gitu gitu enggak ada buaya ngomongnya berapa ganti.
Pembicara 2
Pertanyaan mertua kali ya itu tipikal yang ikut campur enggak dalam parenting soalnya.
Pembicara 3
Diukur banget.
Mertua.
Pembicara 5
Aku kan mertua dan ibu a yang enggak.
Pembicara 4
Mertua wah Vincent sudah bukan enggak boleh.
Waduh anda waduh karena ngomongin ibu saya ngomongin ibu saya bilang.
Betul eksklusif ini.
Pembicara 1
Bukan, bukan, bukan karena karena karena apa?
Enggak mamat enggak ngerti kalau kayak artinya kan beda kan dia tuh dia tuh ngomong kayak tadi oh ikut campur banget tuh maksudnya mama aku itu membantu ngurusin.
Nah konteksnya bukan.
Pembicara 5
Kehidupannya udahlah mengerti yang negatif.
Pembicara 4
Bukan negatif positif.
Pembicara 3
Iya oh.
Jangan negatif tinggi anda.
Aduh.
Pembicara 4
Yang kamu berkutip tapi kalau cara ngomong anda begitu habis itu.
Pembicara 1
Bahkan dekat campur banget.
Pembicara 5
Kan nih.
Pembicara 3
Positif maksudnya.
Pembicara 5
Nah gitu maksudnya maksudnya terlalu muslim 1 orang tua dan mertua ikut juga.
Pembicara 3
Dalam bentuk campur.
Pembicara 4
Nah oke banyak.
Sakit ikut campur.
Pembicara 5
Yang 2 kalian memang betul betul terbuka terhadap semua saran dia atau dipilah pilih juga.
Pembicara 3
Bila pilih karena ada berapa saran dari tante kita?
Pembicara 2
Misalnya sesat.
Pembicara 3
Contoh botakin rambut pakai minyak kemiri biar rambut tebal itu enggak apa apa.
Tapi tante aku bilang ke alisnya juga mertuaku sebaiknya jangan.
Pembicara 1
Takutin kenapa lebih ke apa punya beda pendapat lah ya.
Mungkin mungkin di zaman dulu enggak nyalahin juga zaman dulu kan.
Nah minimum minim informasi ya misalnya banyak yang ngajarin kepercayaannya gini gini gini pasti dilakuin kayak makin ke sini makin ke sini.
Kalau dipikir pikir bahaya kan sekarang banyak apa referensi tuh preferensi dokter dokter banyak yang tulis di Twitter.
Jangan jangan jangan kayak kita ngapain lakuin juga sebenarnya lebih ke lebih ke yang bisa diterima ya dilakuin yang enggak, yang enggak usah kita juga enggak nolak yang gimana kita dengarin aja.
Pembicara 2
Sebenarnya mitos mitos kayak gitu.
Pembicara 5
Dan mungkin dulu itu kan uh bukan karena orang tua kita berniat jahat kan pasti punya berniat baik cuma dulu itu kan basic nya bukan ilmu tapi pengalaman anak tetangga dikasih ini justru baik, tapi belum tentu itu objektif untuk anak kita juga.
Nah sekarang udah ada penelitian penelitiannya sehingga kita bisa lebih bijak tapi.
Pembicara 3
Kalau mata digunting gitu.
Pembicara 2
Enggak kalau anak nangis misalnya mertua oh ini ketempelan atau sawah gitu.
Pembicara 3
Sawan.
Pembicara 4
Yang ada ini mulai masuk ke gaib bentar.
Pembicara 2
Vampir gitu misalnya karena kan chinese.
Pembicara 4
Tentangnya bukan medsos ini pakai ayam betina teguhkan loh cegukan cegukan kan ada mitos ditempel kertas.
Pembicara 3
Hampir.
Pembicara 4
Terus dia mana bro?
Enggak ada nih.
Pembicara 3
Kalian.
Pembicara 4
Mohon maaf ngelihat timur.
Pembicara 3
Kan di steranya chinese.
Pembicara 4
Maksudnya enggak ada cegukan kalau cegukan dikagetin atau dibekuk begitu dibuka kalau enggak kalau di kita itu di tempel kertas di sini.
Pembicara 5
Kita.
Pembicara 4
Semilang cegukan saya tidak tahu saya sudah hilang enggak?
Saya sudah menemukan tidak dong tidak dong mitos mitos dan itu sepupu sepupu saya masih tuh kertas di sini kalau.
Pembicara 3
Cegukan chinese kan?
Pembicara 2
Enggak enggak enggak enggak beda pembahasan.
Pembicara 3
Loh ya biasanya katanya kalau chinese katanya tadi vampir di dalam.
Pembicara 4
Kepentingan enggak itu bercanda.
Pembicara 3
Contoh.
Pembicara 4
Bercanda.
Pembicara 3
Bercanda karena di chinese vampir itu kita linear diamond.
Pembicara 4
Itu saya ngomong itu, tapi konteksnya 2 gambar ngomong nontonnya dia percaya ini adam yang komedi enggak jelasin kalau dia bedak ya jadi semua kita perdebat sama istri apa enggak apa apa ya memang.
Pembicara 5
Enggak dia emang gimana gitu loh sama istri kayaknya di.
Pembicara 3
Rumahnya yang lucu banget sih mbak responden.
Pembicara 4
Ribuan duit aku suka.
Pembicara 3
Kita suka nontonin kita kan malah nonton ini sana pukul komedi.
Pembicara 1
Nontonin enggak terhitung muslim pasti ini 1 kali.
Pembicara 3
Atau pagi brand yang dikasih kopi biar enggak ngantuk.
Iya kan ngaku keluar itu biar baik Madura kapan nih kita ditakdir merek Madura dapat VIP card seumur hidup nih.
BSD di green witch.
Pembicara 4
Gitu kasih kasih dong di sana ada kan oh.
Pembicara 3
4 takut di caesar dia lihat ususku digede gede gede gedein rahim ku digini giniin.
Pembicara 5
Oh kamu masuk ke ruang operasinya juga.
Pembicara 3
Masuk daerah stiker spek RSP.
Pembicara 5
Kenapa?
Iya RSP.
Pembicara 4
Kenapa uh memilih untuk.
Pembicara 5
Iya maksudnya kan gini kalau nemenin ketika normal itu kan untuk memberikan semangat ya.
Nah kalau caesar, kenapa kamu ngerasa harus ada di dalam juga?
Pembicara 1
Karena kan sebenarnya yang di yang di bius kan pinggang ke bawah ya.
Ini masih mau like terus.
Pembicara 5
Tapi dia ngobrol normal.
Pembicara 1
Tapi.
Pembicara 5
Dia enggak dibius juga enggak normal enggak gratis.
Pembicara 4
Suami kalau enggak salah.
Pembicara 3
Enggak berarti.
Pembicara 1
Sebenarnya aku kan itu kan kayak momen momen krusial kan kayak gitu gue mati gitu kan kayak ngelahirin kan ya kayak berat lah terus aku pengin ada di sebelahnya aja sih pengin.
Pembicara 5
Saya maksudnya takut ibunya kenapa?
Kenapa atau anaknya?
Pembicara 1
Aku concern sih awal awal awal kayak apa tegang ya begitu kan aku sampai sempat sampai nangis sih sebelum waktu waktu dia kan kita harus prepare dulu cuci tangan loh lu kan pakai.
Oke apa yang harus steril ya steril lah semuanya.
Terus waktu dia masuk di masuk ke meja operasi itu kan kita belum langsung belum bisa langsung masuk kan sampai biusnya jalan baru kita boleh masuk.
Nah waktu di luar itu aku sempat nangis kan karena kayak takut lah kayak ada ketakutan sendiri sampai tiba tiba nangis.
Pembicara 4
Nih tetap kayak begini, pulangnya tetap sudah dipilih masih.
Pembicara 5
Ini memang memang itu si apa maksudnya?
Tadi kalau ayahnya gimana kan yang mengandung dan melahirkan adalah ibunya.
Jadi yang mulia cuman ibunya enggak.
Karena ketika ibu mengandung di perutnya, ayah itu mengandung di hati.
Dan dipikirannya sih menurut aku kan pikiran masa depannya menyiapkan kesehatannya, memastikan hidup dan keselamatan ayah dan ibu dan anaknya.
Jadi sebenarnya dia mengandung juga cuman di kepala nya dia.
Pembicara 4
Hatinya.
Pembicara 3
Kan tidak akan menjadi.
Kalau enggak ada ayahnya.
Pembicara 5
The slide.
Pembicara 3
Iya iya kan yang memproduksi di maksudnya dia yang gimana sih?
Yang tahu kita dia pabriknya gitu kita.
Pembicara 4
Kan mbak yang pabriknya sih sebenarnya enggak pabriknya dia investor investor dia yang produksi aku yang.
Pembicara 3
Produksi aku tidak akan disebut ibu kalau bukan Vincent Vincent.
Pembicara 4
Oh gitu baru tahu ya.
Oh gitu.
Pembicara 3
Gue baru tahu itu basic knowledge kali iya.
Pembicara 4
Kita memang tol sih gitu apa?
Pembicara 3
Ini aku katakan tadi kan sekarang.
Pembicara 4
Sudah punya target planning untuk anak 2.
Kapan anak 3 kapan?
Pembicara 5
Kita cina cina meyakini ini.
Pembicara 2
Enggak sih?
Pembicara 5
Cina meyakini banyak anak banyak rezeki enggak maksudnya anak secara berharap kan pengin anak sebanyak banyaknya kalau cina.
Pembicara 1
Kayak orang yang zaman dulu ya.
Tapi walaupun cina kalau sekarang kayaknya lumayan bikin tekanan banget.
Pembicara 5
Berarti kalian kalau itu kalau penginnya berapa anak?
Pembicara 3
Sebanyak pasir di lautan dan bintang di las.
Pembicara 1
Itu.
Pembicara 5
Dia enggak dengarin 2.
Pembicara 4
Pasti 2.
Pembicara 3
Oh 2.
Pembicara 5
Ya biasanya padahal yang pengin banyak suaminya yang membatasi istrinya kan karena istrinya yang dia rasakan ini malah sebaliknya.
Dia sebanyak pasien enggak capek.
Pembicara 3
Suka banget hamil tahu karena bisa nyuruh nyuruh suami ya.
Pembicara 5
Ohh.
Pembicara 4
Karena jadi tujuan.
Pembicara 5
Putri ketika hamil.
Pembicara 3
Enggak karena hamil tuh aku kayak gemes aja sama diri aku jadi gemoy perutnya ada bayinya.
Terus aku enggak ngerasa kesepian.
Aku bisa takut ya kalau ditinggal suami itu di apa?
Takutnya dulu kan tinggal di apa sebelumnya ke rumah takutnya ada saya takut apa kalau berdua kan aman aman saja takutnya berdua.
Pembicara 5
Kalau berdua jadi enggak ada setan.
Oh takutnya berdua bisa.
Pembicara 4
Apa 2 mbaknya di dalam perut itu enggak ada setan.
Pembicara 5
Bisa apa?
Justru dia merasa aman dan nyaman karena bersama ibunya.
Pembicara 3
Anda.
Pembicara 4
Anakku merasa punya karena ada.
Pembicara 5
Keberkahan.
Pembicara 3
Teman temannya jadi kita hadapi setan berdua.
Pembicara 4
Gitu berarti 2 anak kalau dari Vincent kalau viewer ternyata suka.
Pembicara 3
Entar entar vaksin Vincent.
Enggak aduh.
Pembicara 4
Enggak harus gerakan kaki.
Pembicara 3
Kenapa enggak mau?
Pembicara 4
Makin ke mana mana.
Pembicara 3
Enggak usah enggak enggak enggak enggak enggak.
Pembicara 4
Ki di kancing sama dia.
Dia recallish.
Pembicara 3
Enggak enggak itu getanya?
Kalau bulan puasa aku off side banyak nih entar aku dihujat nih.
Pembicara 5
Dengan memang kamu begini.
Nah kamu konten sama aku sering ya emang begini.
Pembicara 4
Dan itu bukan?
Pembicara 5
Suatu yang negatif kan kalian suami istri.
Pembicara 3
Mau mau kayak kita nikah dulu.
Pembicara 5
Lagu.
Pembicara 3
Jangan hidupku hamil dulu.
Pembicara 2
Enggak usah enggak usah.
Pembicara 4
Nyanyi enggak apa apa enggak usah nyanyi satpamnya di situ sudah bagus pesan pesannya.
Tapi dia enggak ada baby blues ya.
Pembicara 1
Ada.
Pembicara 4
Kok bisa apa kayak begitu?
Pembicara 3
Semua gotong aku waktu nyusulin anak aku sakit banget berdarah dulu setengahnya itu keberadua aku sampai malah dia begini lagi sayang kamu usahakan DBF ya.
Pembicara 4
Langsung di.
Pembicara 1
Kan ada.
Pembicara 3
Yang pakai dot ada yang pakai DBF langsung nenekin kan kamu usaha nenekin dia biar nanti aslinya enggak kering itu sama dulu nenekin sakit banget.
Itunya berdarah.
Masalahnya yang aku sebal ya eh putingnya putingnya.
Masalahnya aku sebal kalau udah berdarah kan enggak ini yang berdarah nih kok udah berdarah kan aslinya jadi pink itu enggak bisa.
Pembicara 5
Diminum.
Pembicara 3
Jadi aku sia sia iya iya, jadi aku itu pemulihannya itu aku pamping biar enggak terlalu sakit jadi aslinya enggak pink jadi finika bisa.
Pembicara 1
Minum apa baby blues blues itu waktu awal awal gara gara itu satu terus dia malam malam kan capek banget kan dia harus bangun subuh subuh 2:00.
Siap siap satu 2 jam tuh dia bangun terus dia dia kayak ngerasa enggak enak.
Sempat enggak enak badan juga kalau enggak enak banget enak takutnya kalau sakit kan enggak boleh enggak boleh.
Pembicara 3
Nyusuin takut enggak bisa.
Pembicara 1
Nah kayak gitu karena kita dari awal sudah komitmen kayak harus asi gitu kan.
Nah jadi malam tuh saya sempat stres kayak ini.
Kadang keluarnya dikit asinya kan kayak gitu gitu, makanya dia terus anaknya waktu nangis dia gendong juga enggak mau diam diam gitu kan dikasih dikasih DBF juga dia.
Pembicara 4
Hektic berarti kayak enggak tahu di rumah gitu kan?
Pembicara 1
Kayak enggak mau enggak mau diam.
Jadi ya sudah itu akhirnya dia main stres, lumayan stres.
Tapi selang beberapa hari itu susunya bisa apa kayak.
Pembicara 3
Ya.
Pembicara 1
Bisa ngajarin jadi bisa bisa tenangin juga.
Terus susunya kalau siang tuh ngajakin main banyak biar capek terus.
Biar bayinya 10:00 11:00 tuh sudah mulai titik jadi jam tidurnya.
Pembicara 5
Mulai mulai teratur ya.
Pembicara 1
Waktu awal awal awalku berarti.
Pembicara 5
Sekali 11:00 sudah tidur.
Pembicara 1
9 10 11 ya Antara jam jam segitu sudah mulai ngutuk bangunnya malam paling disusun sekali itu 4:00 gitu.
Mungkin kalau ya sekarang kan dia kan pamping kan jadi paming jadi jam 4:00 itu dia nyusu terus tidur lagi, jadi enggak terlalu rewel lah ya terlalu tidur rewel banget setiap satu 2 jam gitu.
Pembicara 3
Iya kalau aku masih bangun tiap palem buat buat pamping, tapi baby juga bangun memang harus justru kan biar.
Pembicara 5
Tapi aku aku setuju sih bahwa utamanya kalau di islam kan di quran disusui 2 tahun dan secara kesehatan memang sebaiknya itu dan bahkan kata sinar uh apa uh sinar itu uh salah satu pendidikan dan hak uh seorang anak itu adalah melalui uh air susu bukan cuma uh hak tubuhnya tapi.
Batinnya intelektualnya karakter orang tua itu se secara positif itu dibagikan melalui uh, apa air susu.
Pembicara 4
Tapi ada juga wanita wanita yang uh mungkin ibu ibu yang susah uh memproduksi asi juga sebenarnya jadi.
Pembicara 5
Makanya uh kalau susah di quran sendiri secara langsung uh kalau bisa ya mencari ibu super susuan kan tetap melalui uh air susu ibu tapi.
Ya dulu enggak air support dan memang itu yang lebih utama sebelum kita ke sufort.
Kalau ada ibu sepersusuan malah uh lebih baik.
Pembicara 3
Aku mau nanya terakhir nih sebelum closing kan disusul closing di satu 16:00 menit.
Aku mau nanya ke habib kalau misal aku udah enggak menyusui misal anakku sudah enggak mau nenen tapi maunya pakai dot aku jadi pumping doang, masih enggak apa apa enggak atau.
Pembicara 5
Berkurang pahalanya misalnya enggak sama pahalanya kan?
Karena yang penting yang dihitung dari pahalanya kan effort kamu kalau memang sudah tidak mampu karena keadaan yang darurat ya mau pakai uh ibu persusuan atau.
Apalagi cuman sekedar bamping ya enggak apa apa lah yang dalam ini.
Pokoknya apa yang terbaik yang paling bisa kamu berikan dari air susu itu kepada anakmu, maka itu yang kamu lakukan.
Pembicara 3
Dan dan masya allah.
Pembicara 5
Dan juga yang paling penting adalah uh, yang paling dibutuhkan anak dan paling utama untuk kita berikan.
Selain yang tadi kita bahas itu adalah salah satu nikmat yang sering dilupakan oleh orang lain yang melebihi dari harta itu adalah waktu luang.
Jadi kehadiran ibu dan ayahnya.
Pada anak anaknya yang penting jadi hadir untuk anak anaknya.
Itu sih yang paling utama.
Pembicara 4
Semoga ini ya sehat sehat terus ya viol dan juga bapaknya juga banyak sabar ya ya ya tapi.
Pembicara 3
Dia itu sabar banget tahu orang yesin.
Pembicara 5
Gua sudah bisa meninggal.
Pembicara 4
Dari cara menghendelnya sudah kelihatan sama sabar gua enggak.
Pembicara 3
Bersabar banget tahu.
Aku juga sabar banget jadi istri.
Pembicara 4
Saya sempat sempat boleh pamit duluan enggak saya mulai kesal nih ini.
Pembicara 3
Mau minum dulu.
Ayo posting dulu kosting dulu si.
Pembicara 4
Muda.
Podcast Summary
Key Points:
Pembicara 1 menceritakan perubahan pasangannya setelah memiliki anak, menjadi lebih keibuan meskipun sebelumnya petakilan.
Diskusi tentang parenting, termasuk perbedaan pendekatan orang tua (tegas vs fleksibel) dan rencana masa depan anak seperti menjadi idola K-pop, artis, atau pengusaha kripto.
Pembicara 5 menjelaskan hubungan antara agama Islam dan Kristen, serta peran dakwah melalui perdagangan dalam sejarah.
Percakapan juga menyentuh topik ras, etnis, dan perbedaan budaya antara keturunan Arab dan China dalam konteks berdagang.
Summary:
Percakapan ini dimulai dengan pembicara 1 yang mengungkapkan kekagumannya pada pasangannya yang berubah menjadi lebih keibuan setelah memiliki anak. Topik kemudian beralih ke parenting, di mana beberapa peserta mendiskusikan rencana untuk anak perempuan mereka, Vinika, termasuk kemungkinan menjadi idola K-pop, artis, atau pengusaha kripto. Pembicara 1 lebih memilih pendekatan fleksibel dengan mengikuti minat anak, sementara pembicara 3 bercanda tentang keuntungan pribadi jika anaknya terkenal.
Diskusi juga mencakup perbandingan antara Islam dan Kristen, di mana pembicara 5 menjelaskan bahwa Islam dan Kristen memiliki kedekatan historis, dan bahwa perdagangan sering digunakan sebagai sarana dakwah oleh orang Arab, berbeda dengan orang China yang lebih fokus pada bisnis. Selain itu, ada perbincangan mengenai perbedaan etnis dan budaya, seperti ciri fisik keturunan China dan Arab. Akhirnya, mereka kembali ke topik parenting dengan membahas gaya pengasuhan yang tegas (VOC) versus lebih santai, serta pentingnya menemukan keseimbangan antara arahan orang tua dan minat anak.
FAQs
Parenting ala VOC merujuk pada gaya pengasuhan yang tegas dan disiplin ala penjajahan Belanda, seperti membuat aturan yang jelas. Ini dibandingkan dengan pendekatan santai yang lebih mengikuti passion anak.
Karena anaknya dianggap akan tinggi seperti bapaknya, dan idol K-pop tidak boleh pacaran sehingga aman dari hubungan yang tidak diinginkan. Selain itu, orang tua bisa ikut terkenal dengan berfoto bersama anak.
Pembicara 3 menyebut konflik Amerika-China membuat bisnis susah, sehingga profesi artis dianggap lebih stabil. Namun, ditanggapi skeptis karena situasi geopolitik bisa berubah saat anak dewasa.
Salib Katolik memiliki patung Yesus, sedangkan salib Protestan tidak ada karena Yesus sudah diangkat ke langit dan berada di hati umat Protestan.
Hay bin Yaqzan adalah kisah dari filsuf Muslim tentang bayi yang dirawat kijang di alam liar, yang menunjukkan naluri keibuan bisa muncul secara alami tanpa ajaran formal. Cerita ini dianggap sebagai inspirasi untuk kisah Tarzan.
Karena Nabi Muhammad berdagang untuk mengangkat derajat pekerjaan itu dan sekaligus berdakwah. Orang Arab ke Indonesia awalnya datang untuk berdakwah, sehingga kadang lebih mengutamakan dakwah daripada dagang.
Chat with AI
Loading...
Pro features
Go deeper with this episode
Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.