Go back

Teori Hubungan Internasional Ep. 4: Neoliberalisme

33m 2s

Teori Hubungan Internasional Ep. 4: Neoliberalisme

Neoliberalisme dalam hubungan internasional berkembang sebagai respons terhadap keterbatasan realisme dalam menjelaskan kerja sama pasca Perang Dingin. Teori ini merupakan penyempurnaan dari liberalisme klasik yang mengadopsi elemen realisme, seperti pengakuan terhadap kondisi anarki sistem internasional dan negara sebagai aktor dominan. Namun, neoliberalisme lebih optimis dengan memandang anarki sebagai vakum yang dapat diisi oleh institusi internasional untuk memfasilitasi kerja sama. Argumen utamanya adalah institusi membantu mengatasi hambatan kolektif dengan memungkinkan negara menemukan kepentingan bersama, bertukar informasi, dan mengurangi biaya transaksi. Perbedaan kunci dengan realisme terletak pada perspektif terhadap anarki dan kerja sama: neoliberalisme percaya kerja sama mungkin tercapai melalui interaksi berulang dan desain institusi yang efektif, sementara realisme pesimis karena melihat negara cenderung memaksimalkan kekuatan secara relatif. Teori ini mendapat momentum dari interdependensi pasca Perang Dunia II, di mana hegemon seperti Amerika Serikat membangun institusi seperti PBB dan WTO untuk menciptakan stabilitas melalui kerja sama multilateral, meskipun tetap ada kritik mengenai dominasi negara kuat dalam institusi tersebut.

Transcription

3243 Words, 23323 Characters

Indonesian
Selamat datang. Halo. Ini adalah podcast Backspacer. Kita kambali lagi bahas tentang biori hubungan terasional. Dan di kesempatan ini kita bahas soal setelah nyori alisme ya berarti nyori beralisme. Masih inget nyori alisme, Smart Sudan kalau agak lupa mungkin perlu dibaca atau perlu jupa pada podcast sebelumnya tentang nyori alisme. Pertanya kita bahas tentang nyori beralisme dan mungkin bisa lagi sepen des sebelumnya. Dan mungkin munchul kritik-kritik pendapatan agak panjang, lebih kompleks, mungkin maksud saya kalau mungkin lebih dari 15-20 menit. Tapi saya akan coba agak tidak terlalu panjang. Nah agak lebih tersebut, ada beberapa bagian, bagian pertama kita pengantar, kita hubungkan dengan matri sebelumnya tentang nyori alisme, yang kedua kita ngomongin soal asum si Dasar dan para pemikirnya atau para Tokohnya, terus kita ke aplikasinya dan kesimpulan, simple, cuma 4 bagian. Nah, Smart Sudan kalau ngomongin nyori beralisme, jelas kita tidak bisa melepaskan dari adanya kerancuan antara nyori beralisme di hai dan nyori beralisme dalam artian politik atau ekonomi. Nah mudanya seperti yang kita bahag dulu bahwa liberalisme di hai itu adalah proyeksi nilai-nilai dan penisip-nisip liberal dalam arena internaisional. Jadi masih terbung dengan penisip-nisip liberalisme dalam artian ekonomi atau pun politik. Cuma liberalisme di hai itu karena lebih banyak bahas tentang kerja sama, lebih banyak soal istusi, maka sering kali untuk membedakan dengan nyori beralisme dalam mengertian politik dan mengertian ekonomi nyori beralisme hai sering di kasin nama nyori beralisme institusional. Kenapa? Ya kan itu namanya sudah berimplicasi pada terlalu juk pada institusi. Jadi teol ini banyak bahas tentang bagaimana institusi dan kerja sama berperanda dalam membentuk perdamean mengaturan internais di arena internaisional. Oke dan harus diingat juga bahwa nyori beralisme di hai itu merupakan evolusi. Dia adalah perbekan dari idealisme atau liberalisme klasik yang sudah kita bahas dan juga dia merupakan versi yang lebih versi yang di revisi dari idealisme atau liberalisme klasik. Tapi juga mengadopsi kritik-kritik dari realisme dan liberalisme bahkan mengambil beberapa asmode asab dari mereka. Begitu semaksudan ini penghantan dari neoliberalisme. Apalagi yang perlu diberikan gambaran untuk mengantan ini adalah bahwa munculnya neoliberalisme itu adalah perbekan dari neolimalisme. Pentus aja ini adalah perbekan dari realisme secara umum. Contohnya meskipun realisme bisa menjelaskan bagaimana aktivitas konfigual di masa perang dingin antara negara-negara itu. Contohnya seperti pengajaran power terus kemudian keinginan untuk ekspansi, keinginan untuk mencapai hegemoni. Terus juga ada pertarungan atau kompetisi atau pelumbahan senjata para super power atau pun juga obsesinya yang berlebihan pada kamera national itu realisme bisa menjelaskan. Masuk-murikan bisa menjelaskan tapi ada kelemahannya. Apa saja terrealisme itu adalah borealisme tidak bisa menjelaskan. Terrealitas atau kondisi atau fenomena di hae yang munculkan dan makin banyak kerjasama antara-penggara paska perang dingin. Ada-nya demokrasi yang makin banyak di anut oleh beragam negara, makin umumnya makin populernya norma atau makin di terima-nya norma perdagangan liberal atau kesepakatan dalam ambil bas. Terus juga ada perbaikan peran dari BBB, ada juga proliferasi dari senjata atau kesepakatan dalam proliferasi nublir dan juga umumanitary intervention atau internasional umumalitarianism itu realisme kurang bisa atau bahkan tidak bisa menjelaskan. Jadi ini kita butuh neoliberalisme yang memberikan arahan, cara pandang, perspektif untuk melihat hal-hal tersebut. Sekarang yang kedua, setelah kita pengantat tadi semoga mengudahkan anda untuk lebih paham dan mengmijak pengen tangan sebelumnya, asumsidasa neoliberalisme, smart student. Kalau memengingin asumsidasa, jangan lupakan asumsidasa, dasarnya neoliberalisme itu, itu liberalisme. Arguan utama neoliberalisme adalah bahwa institusi internasional itu memfasilitasi kerjasama internasional. Jadi kata punyinya adalah institusi dan kerjasama. Institusi internasional itu ada untuk membantu, untuk mengassistensi, untuk memfasilitasi kerjasama internasional. Itu argument paling dah saat dari neoliberalisme. Jadi semasudan dimana jajat-jajat neolisme bisa kita lihat, jajatnya bisa kita lihat baham mereka, kalau neoliberalisme institusional ini mengakui bahwa kerjasama itu memang susah terwujud dalam kolisi anak-kiri. Memang susah. Tapi institusi membantu melampaui hambatan-hambatan dalam asip kolektif itu. Jadi meskipun ada kesulitan dalam bentuk kondisi anarki. Masih ada optimisme bahwa masih ada nih ke sempat untuk mekerjasama di ataran negara. Itu. Sekarang kita detilkan. Jadi dari mana kemudian mereka mengakui bahwa neoliberalisme itu layak dikutip, mereka mengadopsi pemikiran neolisme. Maka ada yang bilang semasudan bahwa neoliberalisme itu adalah neolisme plus. Mungkin plus-plus ya, cukup satu aja. Karena plus neoliberalisme plus. Bakan si Robert Keuhend itu bilang dia neoliberalis gagasan dinya itu. Karena juga mengadopsi anarki itu dia mengatakan. Bisa dikatakan bahwa ini adalah farian dari neoliberalisme. Yang akhirnya nanti bikin perdebatan neol. Karena kiri koalnya mengkritik itu kan. Jadi ada perdebatan setelah neoliberalisme, neoliberalisme, muncul lagi kan. Kalau kita percaya ada 4 perdebatan. Karena ada yang bilang ada 3 perdebatan. Kalau 4 perdebatan, betul yang perdebatan ketiga itu adalah neoliberalisme. Kembali ke yang sederhana bahwa ada opsi pembirian pemikiran neolisme itu. Berta pertama adalah neoliberalisme juga percaya bahwa sistem intonational itu dalam kondisi anarki. Yang melahirkan ketakutan, melahirkan tidak pasti. Tapi apa perbedanya antara neolisme dan neoliberalisme? Nah ini nanti kita basah ini. Perbedanya adalah cara pandang terhadap anarki. Sehingga yang neoliberalisme itu menjadi optimis yang neolialis tetap ajap-ajap isi. Jadi yang pertama adalah sistem intonational anarki. Ini adopsi dari pembirian neolisme. Yang kedua yang mengadopsi dan pembirian neolisme adalah negara atau perilaku negara terbentuk sebagai respon atas sistem yang anarki. Berarti memang ini yang bentuk scientific itu bahwa perilaku negara di definisikan lewat adanya sr. Atau perilaku negara di definisikan sebagai respon terhadap sistem. Itu sistem yang anarki. Yang ketiga negara sebagai aktor dominana. Ini kan realis banget sebenarnya. Ini sama neoliberalis juga bisa yang bergerak sebektor dominan. Namun dia menyakini bukan satu-satunya. Memang ada yang lain. Tapi yang nanti ada kelihatan bahwa ini, kalau makanya dari neoliberalisme yang konsisten sih itu bahwa dia menyakini negara aktor dominan. Meskipun bukan satu-satunya. Tapi lihat ini berpengarup pada panangan yang kempaknya itu negara adalah unitert atau self-interested actor. Ini terbau pada logikari alisme bahwa negara itu yang gak psaatku, negara itu yang mendefinisikan kepentingan nasional melupakan aktor akol yang lain. Di sini kemudian ambuk kewitas dari neoliberalisme. Mengakui ada aktor lain selain negara. Malu pun mencari negara sebagai satu-satunya tapi, melihat bagaimana kerbuhurannya adalah mereka meleduksi kementengannya seolah-olah yang ditentukan oleh satu akun, satu akun, satu akun, ini yang muda banyak kritikan terhadap neoliberalisme. Oke, jadi apa perbedanya dengan neolisma adalah pertama, soal cara pandang terhadap anarki? Sehingga neolari halis itu menjadi pesimis neoliberalisme menjadi optimis dalam memandang kerjasama. Kenapa ini soal anarki? Kau neoliberalis itu berbeda dengan kau neolaris, neolaris itu mengandang memandang bahwa anarki itu konstant tidak berubah. Ya, kondisinya negara akan perperang, perlomba menjadi hekimon. Tapi neoliberalis tidak memandang demikian dia memandang bahwa anarki itu adalah fakum. Karena dia posong makan, dia menunggu diisi proses manusia dan institusi. Nah, lagi-lagi ini lagi kemudian, diisi neoliberalisme. Ada anarki, tapi muda dia akan fakum dan nanti akan diisi, dimanfaatkan oleh institusi. Sehingga kondisi anarki itu mungkin denetralkan di jenakan dengan kerjasama. Nah, ini, sehingga saya bilang tadi bahwa jalan memandang anarki yang berbeda ini membuat kedua-dua nya berbeda dalam memandang kerjasama. Kalau neolari halis itu memandang kerjasama, "Simis, dusah, kanan anarki. Nggak mungkin negara itu akan perjaya sama. Karena saling mungkin anarki semuanya maksimalkan kepentingan-yanat. Kalau neoliberalisme masih optimis ada kerjasama. Nah, apa istitusi? Perbeda lagi adalah sual rationalitas, yang kedua, yang ketiga adalah perbedaannya di sual istitusi. Jadi kalau disimpulkan, asumsi desa neoliberalisme adalah bahwa dia juga bisa melihat fokus analisinya. Kita bisa melihat fokus analisis. Fokus analisis dari neoliberalisme itu adalah bagaimana institusi melakukan kerjasama. Dan bagaimana istitusi itu di desain ulang untuk secara efektif mencapai hasil-hasil yang diingin cadar kerjasama. Itu. Oke, semuanya sudah bergerak lebih detil, tentang kerjasama. Tadi kan saya bilang bahwa neoliberalisme itu optimis terhadap kerjasama. Kerjasama, ya karena maski-pundunya itu anarki, kerjasama sulit, tapi bukan berarti tertutup kemungkinan-anya masih ada mungkin. Masyale kemungkinan bahwa kerjasama hadir di dalam saling sengkarut gelpentingan. Ah, gitu. Kenapa bagi neoliberal ini percaya bahwa kerjasama merupakan cara untuk menganasi anarki? Dan kerjasama itu lahir karena kita kerap berinteraksi, sering berinteraksi, terus menerus satu sama lain, sehingga sadar-luahnya ya. Kalau kita gak kerjasama, kita akan gak enak nih, only sih saling curiga. Salah limang hianati, saling mengingkari ke sebakatan bersama. Maka, dia akan mencapai setiheku libu, bahwa akhirnya semua negara akan punya kebingan untuk berkerjasama dalam mencapai kemungkinan bersama. Nah, ada surut pandeng lain, bahwa kerjasama itu sebenarnya tidak sama dengan harmoni. Harmoni itu lahir sebagai proces alam ya. Natura. Ini yang diantakan oleh si Robert C. Hane dalam bukunya after game moni itu. tahun 1984 dia menyatakan buku operation, as compared to harmony, require as active attempts to adjust policies to meet the demand of others. Jadi, sebagai mana cinta kerjasama harus diperjuangkan dan diupayakan. Karena, karena kerjasama adalah pentuk, saling menyesuaikan kepentingan. Nah, kalau dua orang yang sedang jatuh juta aja, kepentingannya harus sesuaikan, karena beda orang, beda keinginan, beda kepalah, apalagi negara yang ulusannya bejipun. Nah, itu. Berikutnya, soal rationalitas, bahwa perbedaan neorialisme dan neoribralisme adalah soal bahwa negara punya rationalitas. Si neoribralisme pada akhirnya juga tertarik pada argument neorialisme yang menyatakan negara itu adalah rational. Jadi, dia itu mengintroducir mempertenalkan logika-logika ekonomi. Ini yang menjadi tabah dari neoribralisme, negara adalah aktor yang rational, yang bisa menghitung, kuntung dan luki. Jadi, tidak lagi naif, tidak lagi idealis, semuanya akan berjasama dengan kebekan. Neoribralisme mungkin memperbekidiri, bahwa negara itu ya rational. Kalau berjasama akan kuntungnya apa, Pak Isaya? Saya menadakan anih NPT, non pro-proliferation, treat itu apa, ruginya apa, gue dihitung. Nah, perbedaan mendesak dari neorialis dan neoribralis itu adalah soal dalam memandang game. Kalau neoribralis itu optimis akan tercapai yang namanya absolut game, jat negara dapat semuanya, dapat banyak semuanya. Kalau neorialis, pesimis, gak ada yang namanya semuanya dapat, pasia ada yang diuntungkan, ada yang gak dapat, dan kan namanya sekali. Ini yang namanya sebagai relative game. Jadi, kalau neoribralis absolut game, semuanya dapat, semuanya senang. Kalau neorialis itu percaya pada relative game, gak semuanya dapat, akan ada yang diuntungkan. Kemudian, insitusi sekarang kita bahas. Insitusi itu definisinya adalah persistent or connected sets of rules formal and informal that prescribe behavioral rules constrain activity and set expectation. Ini kan terupet game. Jadi, insitusi itu adalah seperangkat aturan yang terkoneksi dan terus menerus dihadirkan baik sarah formal, maupun informal, yang bisa mengatur, bisa beripola pada peran-perilaku, suatu negara, membatasi aktivitasnya, dan menawarkan expectasi-expectasi, membentuk expectasi-expectasi negara. Dalam pandangan diholi beral, keberadaan insitusi penting untuk menunjukkan kesamaan kepentingan di antara negara-negara agotanya. Insitusi itu ada berakan bentuknya, semal student. Kerapa yang insitusi penting, karena insitusi itu bisa membatun negara menemukan preference-nya? Lewat apa? Lewat yang namanya pergaining dan negosiasi. Kalau ketemu di forum, une negara ini mau punya apa? Saya suka-nya apa? Dalam NPT ini lebih suka dibatasi atau membunuhi di biarkan dalam konvensio soal penangkapan ikan. Harusnya bagaimana? diapun orang kan melihat diapun negara kan tau, negara yang lainnya dalam marina itu. Jadi menemukan pertunian sinyi ini satu. Yang kedua instri吾sepentnya karena dia memberi kan informasi, informasi misalkan dia, masih kan negara itu tau, tidak akan dihianati. Karena dia, karena nanti, bikin reking nih. Ini negara yang suka malang-langgal. Ini negara yang tidak tak atat, aturan. Hei, ada informasi yang kelen kapi, sehingga dibuat percaya, bahwa negara itu, bahwa lu pun ada kemungkinan dihanati dikurangi. Ini provide information. Yang kedua, yang ketiga. Nomba tempat danisitu simpan itu negara menemukan preferasinya, kedua berikan informasi, fungsi ke-3 di situ, di dalam mengurangi, biaya transaksi, atau engkost transaksi. Karena ketemu, tidak perlu, lu banyak, ke negara, kalau bilat terlalkan, berarti ketemu banyak negara sendiri, kalau di multilateral, asukkan tempat, dapat banyak. Lebih hemat. Yang kempat membuat kombitmen lebih kredibel. Ini karena banyak orang, terus ada enforcementnya, itu lebih kredibel. Yang kelima, establish focal point for coordination. Ini membandun koordinasi, dari yang terakhir adalah memfasih di tasih, operasi untuk kesalingan, saling menatih, saling kecek satu sama lain, nah ini ini situasi. Nah, sekarang, semasa sudah, ini situasi itu kan benar abstract nih. Gimana? karena dia menjadi bentuk yang. konkret yang ECHO WANTA bentuk institusi itu bisa menjadi tiga ada dalam untuk konfensi ada dalam untuk regime ada dalam untuk formal international organisation jadi bentuk institusi di kanih konfensi, rezin dan organisasi international yang formal sekarang ketokokoh apa apa ini ya itu ada para pemikiran neoliberalisme yang namanya itu layak di kutip yang bergubunya layak di bahacad dan di rujuk siapasanya mereka ada ada ada josep naik ada robot kyuhen ada disamartin ada robot accelerot ada orang yang ada Kenneth Oy punya Kenneth Oy yang cooperation antara narki judulnya ada muakili ada dua atau semangat dari neoliberalisme jadi kalau neolisme dan menggunakan neoliberalisme namanya-mana ini dan karekannya layak di bahacad dan jadi kan landasan berfigur oke, sekarang kita aplikasi ya tadi dari surut pandang soal asum si dasar memadang duniannya kita melihat bahwa neoliberalisme menawarkan carapan yang beda soalan narki jelas ya sehingga saya ulang lagi bahwa neolialisme itu jadi pesimis neoliberalisme menjadi optimis kenapa neolialisme mandang antar itu konstan ga berubah ya gitu-gitu aja sehingga negara akan bertahirung memperputkan kepentingan maximizing power robotan senjata dan meningkatkan senjataan sementara neoliberalisme karena memandang lebih pesimis dan menakmap karena neoliberalisme mandang lebih optimis dia mandang antar itu fakum maka dia siap diisi dengan istitusnya ini adalah kemudian masyarakat ada kondisi antar kalau neoliberalisme percaya bahwa itu di bisa dikurangi bisa dikurangi dampap burung ya dampap burungnya bukan dampap burungnya siap diisi dengan kerja sama dan istitusnya masih benar-benar oke cara pandang kehanar di ini membanggari cara pandang ke lainnya apa itu? ke sejarah perkembangan negara ala Westpalyat jadi ada negara-negara moderian kan mengikutinya kayak negara Westpalyat yang mengandakan negara itu solid terus punya ke dahulata dan ini layan menjadi perbedaan jadut pandang yang perbedaan antara neoliberalisme dan neolis memenjadikan mereka terbeda dalam mandang sejarah perkembangan kalau neoliberalisme itu melihat bahwa ada dua istorikal level augment yang kembantu kenapa neoliberalisme itu cari solid pandangnya menjadi relevan dibanding neolis melayat apa itu? bahwa kalau suluk terutanya membantu negara perpilaku untuk ada hegemoni berada dengan neoliberalisme bukti paskah perang dunia dua itu menjadi negara itu ternyata tidak selalu dalam kondisi konflik ini buktinya adalah bahwa setelah perang dunia kita kembali bahwa perang dunia dua itu kan Amerika perinitiatif untuk terlihat akhirnya menggagalkan initiatif damal lewat setelah perang dunia kedua selesai yang terjadi adalah unarek ini karena ternyata Amerika serikat beserta dengan inggris itu berperincana membangun dunia yang lebih damai dengan cara apa membangun holitriniti itu membangun beng dunia IBRD membangun IMF membangun VTO karena mereka meyakini bahwa ya masih mungkin menjaga predaman lewat institusi ini yang kenapa kemudian neoliberalisme mendemukan relevanisinya ada interdependensi bahwa negara itu hanya pekerja sama juga saling pergantung satu-sama lain nah ini yang cerita soal tadi itu bahwa Amerika serikat setelah perang dunia dua itu ingin menjadi hegemon itu melahirkan teori anama istabilit bahwa untuk menopang idah soal liberalisasi pedagangan itu biciktakan perdamean perlu hegemon negara hegemon bisa merawat sistem yang bisa menopang dan mengolong sistem tetap perjalan dan harus ada negara besar di situ Amerika serikat masuk mengambil terlan maka kita lihat dalam organisasi internaisional peran Amerika serikat itu besar di BWB di VTO di dunia dan sebagiannya karena ini fungsi dari merawat sistem dari teori hegemon istabilit nah makanya benar juga itu bahwa ada seorang penulis yang namanya klyf archer nulis soal internaisional organisasi dia mendekinisikan ada tiga peran dari orang indisasi internaisional itu sebagai aktor sebagai arena ini ini penting karena kita lihat bahwa dalam perwujutannya untuk perwujutannya untuk perwujudannya untuk mencapap dan menjadikan di dunia itu orang yang di sisi internaisional juga perperan dia bisa hati-paya aktor dia menjadi tempat negara bergaming menemukan preferensinya mencari titi ekolibrium untuk mencari tersebut dan juga menjadi istumen. di antara kendala jiras ada itu kan? kendalanya misalkan lu kan tanim ddb langbahwa bang dunia itu di dominasi oleh amerika seriklah ada prinsip uang dollar wanfood bagaimana gara yang banyak yang benar itu kawun libra list sadar kawun libra list juga faan bahwa ada ada kekurangan kekurangan itu bahwa memang organisasi internaisional itu adalah proyeksida di negara menggarakan organisasi internaisional agar gasi dari kepentingan kepentingan negara mereka mereka menyakit memang ada hambatan kerjasama cacat atau defection dalam organisasi internaisional yang ketika adalah selalu tunung yang mereka sudah paham bahwa memang akan ada penguasan negara besar makkan ada dominasi negara dalam satu istitusi iya tapi bukan berapi harus dihilangkan yang kita perlu kan adalah memperbaiki mekanisme agar pergaining satu orang yang ada sinternaisional di witi tapi di situ lagi kita harus melakukan pergaining ada sama-sama mengingatkan ketika wti di manfaatkan pergainsek untuk menjastifikasi bagaimana dia mempertaksi pedagangan ya, harus di lawan dengan negara-gerai yang lainnya ada proses pergaining ada multilateralisme makanya yang menjadi negara bikin spakatan lain dapat bilaturalisme ini tak ada agar mandul spakatan bersama ini karena kalau dua negaretkan agar yang lebih detil terus minta nyalup anda kepercayang lebih tinggi ini hampatan adalah bisa diperbegin dengan bergaining isu yang kedua adalah soal caca ya, memang bahan negara itu bisa mempenetrasi bisa mengintervenci orang indesiasi tapi caca-caca itu bisa diperbegin contohnya lewat tiga hal itu pertama adalah lewat compliance lewat enforcement yang kedua yang ketika lewat mekanisme resolusi senpera jadi compliance itu adalah bagaimana organis hadin tenasional bisa mendorong encourage negara untuk mematuhi kesepakatan bersama kalau inforsen meniktup bagaimana bisa memaksa lewat tangsi menegakan peraturan lewat tangsi agar negara mematuhi kesepakatan bersama nanya ketiga caca-caca itu bisa diperbegin lewat mekanisme resolusi senpera di mediasi dengan biaya ketiga agar jangan sampai satu negara satu istitusi menjadi tempat bermain dari satu negara besar-sajar harus ingatkan nah ini butuh di IPA bisa kandaran kasus soal terbakai berasa Indonesia pernah ini melamai Amerika dengan alasan kesepakatan memproteksi masuknya rokok yang rasa-rasak karena bagi orang Amerika itu rokok itu yang sehat di bangun narasi bahan sehat adalah Sementar rokokretek dari Indonesia yang ditampuri sau, si jamburi, prasar-rasa itu, sehingga asamnya banyak itu kayak rokokretek, itu tidak sehat. Ini kan diangkat di forum, di Tigo, singga harusnya perlu Anda mekanisme resolis yang kita yang hadirkan arbit rator atau diangkatin. Yang ketika adalah autonomi, memang bahwa organizasi terancangan itu adalah tempat bergumpulnya pentingan negara, tempat bergumpulnya negara. Jadi ada ke hawatiran, bahwa organizasi terancangan akan bisa disetir oleh negara. Tapi harusnya perbegian juga, bahwa memang ada delegasi negara di orang-orangasi terancangan, tapi harusnya biarkan bahwa orang-orangasi terancangan itu punya autonomi atau memutuskan dekfor griter gut untuk kebaikan bersama. Itu ya. Sekarang yang terakhir kesimpulan, biar tidak terlalu panjang. Apa kesimpulannya? Ini sekedar refresh, recalling. Pertama adalah bahwa neoliberalisme di HaAi itu karena khusus sembal sual kerjasama dan istitusi di level list bagaiknya neoliberalisme institutional. Yang kedua, Smart Student. neoliberalisme di HaAi ini punya fokus pada kerjasama international dan istitusi. Yang ketiga, neoliberalisme merupakan perbaikan dari liberalisme dan juga perbaikan setelah dapat kreatik dari neoliberalisme. Jadi itu penting lo ya, membaca atau mendengarkan yang neoliberalisme dan liberalisme untuk melihat evolusinya. Yang kempat perbedaan yang ngerolisme itu adalah satu cara pandang dalam melihat anarki. Yang kedua adalah sual rationalitas negara yang ketiga adalah sual institusi. Yang terakhir, berarti ada berapa tadi Smart Student. Satu, dua, tiga, empat ini adalah kesimpulan yang kelima, hambatan kerjasama international itu adalah atau isu-isu yang terkejut dengan kenapa ada hambatan kerjasama international, pertama adalah sual beginning, yang kedua adalah caca dalam organis international yang bisa terbegir waktik ke omplayan, enforcement dan mekanisme resolusi senketa dan ketiga adalah uturnumi. Terus ada bikian, itu adalah bahasan tentang neoliberalisme semoga bisa menjadi pepat jalan untuk belajar dan menyebab mengati Anda untuk membuat jalan bidat. Oh, robot kio henceng gimana sih? Terus apa yang dimaksud dengan anarki dalam sudut pandang neoliberalisme silahkan dikacai lebih lanjut? Semoga ini bisa membantu Anda untuk memudahkan membaca buku-buku tersebut dan Anda bisa memiliki pengapalian menjadi lebih manis dengan pengapawan dan bahasa Anda sendiri. Semoga sukses bulajar dan kuklak selama Ali Kumbar matu wahi kukorkat itu.

Podcast Summary

Key Points:

  1. Neoliberalisme dalam hubungan internasional adalah evolusi dari idealisme/liberalisme klasik yang mengadopsi kritik realisme, dengan fokus pada peran institusi dan kerja sama.
  2. Asumsi dasar neoliberalisme
  3. Perbedaan utama dengan realisme
  4. Institusi internasional berfungsi untuk membantu negara menemukan preferensi bersama, menyediakan informasi, mengurangi biaya transaksi, dan membuat komitmen lebih kredibel.
  5. Neoliberalisme mendapat relevansi pasca Perang Dunia II dengan munculnya interdependensi dan pembangunan institusi seperti PBB, IMF, dan WTO yang dipromosikan oleh hegemon seperti AS untuk menciptakan stabilitas.

Summary:

Neoliberalisme dalam hubungan internasional berkembang sebagai respons terhadap keterbatasan realisme dalam menjelaskan kerja sama pasca Perang Dingin. Teori ini merupakan penyempurnaan dari liberalisme klasik yang mengadopsi elemen realisme, seperti pengakuan terhadap kondisi anarki sistem internasional dan negara sebagai aktor dominan. Namun, neoliberalisme lebih optimis dengan memandang anarki sebagai vakum yang dapat diisi oleh institusi internasional untuk memfasilitasi kerja sama.

Argumen utamanya adalah institusi membantu mengatasi hambatan kolektif dengan memungkinkan negara menemukan kepentingan bersama, bertukar informasi, dan mengurangi biaya transaksi. Perbedaan kunci dengan realisme terletak pada perspektif terhadap anarki dan kerja sama: neoliberalisme percaya kerja sama mungkin tercapai melalui interaksi berulang dan desain institusi yang efektif, sementara realisme pesimis karena melihat negara cenderung memaksimalkan kekuatan secara relatif. Teori ini mendapat momentum dari interdependensi pasca Perang Dunia II, di mana hegemon seperti Amerika Serikat membangun institusi seperti PBB dan WTO untuk menciptakan stabilitas melalui kerja sama multilateral, meskipun tetap ada kritik mengenai dominasi negara kuat dalam institusi tersebut.

FAQs

Neoliberalisme dalam hubungan internasional adalah proyeksi nilai-nilai dan prinsip liberal di arena internasional, yang sering disebut neoliberalisme institusional karena fokusnya pada peran institusi dan kerja sama dalam membentuk perdamaian dan tata kelola global.

Perbedaan utamanya terletak pada cara pandang terhadap anarki: neorealisme pesimis melihatnya sebagai kondisi konstan yang menghambat kerja sama, sementara neoliberalisme optimis melihat anarki sebagai kekosongan yang dapat diisi dengan institusi untuk memfasilitasi kerja sama.

Asumsi dasarnya adalah bahwa institusi internasional memfasilitasi kerja sama internasional, dengan negara sebagai aktor dominan namun bukan satu-satunya, dan kerja sama dimungkinkan meski dalam kondisi anarki melalui interaksi berulang dan penyesuaian kepentingan.

Institusi penting karena membantu negara menemukan preferensi melalui negosiasi, menyediakan informasi untuk mengurangi ketidakpastian, menurunkan biaya transaksi, membuat komitmen lebih kredibel, serta menjadi titik fokus untuk koordinasi dan saling pengawasan.

Neoliberalisme melihat kerja sama sebagai upaya aktif untuk menyesuaikan kebijakan guna memenuhi kepentingan bersama, yang harus diperjuangkan karena tidak muncul secara alami seperti harmoni, terutama dalam konteks anarki internasional.

Contohnya mencakup konvensi, rezim, dan organisasi internasional formal seperti PBB, IMF, WTO, atau Bank Dunia, yang berperan sebagai arena negosiasi dan instrumen untuk mencapai kerja sama yang stabil.

Chat with AI

Loading...

Pro features

Go deeper with this episode

Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.