Go back

Teke-teke (テケテケ)

12m 51s

Teke-teke (テケテケ)

TKTK adalah roh urban legend Jepang yang tubuhnya terbelah dua akibat kecelakaan kereta, dan bergerak cepat menggunakan tangan untuk mengejar korbannya. Kisah ini terjadi di Prefektur IG, tepatnya di sebuah gedung rumah sakit tua tiga lantai yang sudah tidak beroperasi. Lantai 1 dan 2 lembap dan berdebu, namun lantai 3 terkenal angker dengan kabar burung tentang sesuatu yang mengejar dengan kecepatan tidak masuk akal. Dua pemuda, Yasi Hero dan temannya, masuk ke gedung tersebut untuk membuat konten foto. Mereka menemukan tulisan merah di dinding lantai 1 yang bertuliskan "Tubuhku di sini" dengan tanda panah, dan terus mengikuti petunjuk itu hingga lantai 2 dan 3. Di lantai 3, mereka membaca pesan yang lebih mengerikan: "Tubuh bagian atasku di sini, tubuh bagian bawahku di sini," dengan panah ke kiri dan kanan. Meski ragu, mereka memeriksa ruang operasi dan sebuah loker, yang awalnya kosong. Namun, setelah merasa lega, Hero menemukan kertas kecil di sisi loker bertuliskan "Tubuh bagian bawahku sedang mengarah ke sini," menandakan bahwa bahaya mengerikan sedang mendekat. Akhir cerita tidak diketahui, apakah mereka berhasil melarikan diri atau tidak.

Transcription

1587 Words, 9843 Characters

Indonesian
Ini sangat kumpang wak selamat malam dan selamat mendengarkan. Gue akin beberapa dari kalian disini udah ada yang tahu dengan sosok urban legend dari jupang yang dikenal dengan nama TKTK. TKTK itu apa? TKTK itu semacam roh yang gantai dengan setelah tubuhnya di lindas kreta dan kebelah didua. Walaupun hanya gerak pakai tubuhnya yang bagian atas itu kataknya TKTK bisa lari lebih cepet dari kecepatan orang pada mungnya. Jadi, dia lari pakai ke luat tangan itu. Dan dia bakal nyabit-nyabit buat dan korban itu biar kebelah jadi dua jadi sama kayak dia. Ada banyak versi dari TKTK yang ke sebar luas di jepang itu sendiri dan gak sedikit juga versi yang masuk ke Indonesia dan negara-negara lainnya. Dan ya, hasilnya ya anak pendudu juga pada tau. Tapi gue rasa versi yang ke sebar luas di indoe itu versi TKTK dari Hokkaido atau jepang bagian utara. Cerita kali ini dateng dari Perfektur IG. Jadi versi IG gitu ya. Lebih tepatnya dari sebuah gedung bekas rumah sakit yang sekarang udah gak beroperasi lagi. Buat yang mau tau Perfektur IG itu dimana? Dia ada di antara Perfektur Nagoya dan Perfektur Sizuoka. Ya gampangnya dia ada di sebelah timurnya Kyoto gitu ya. Tentang gedung tu itu, dia gedungnya 3 lantai. Lantai 1-2 bisa dipilang kayak gedung tua biasa yang kondisinya lembab sama banyak debu dan kotor. Lantai 3-2 masih belum banyak informasi tentang Lantai 3-2 itu. Karena ke sebar semacam kabar burung, perihal Lantai 3-2 itu. Katanya sih jangan sekali-scalli coba negle Lantai 3-2. Bakalan ada sesuatu yang ngejar siapapun yang kesana dengan kecepatan yang gak masuk akal. Oktu itu lagi musim kelulu sana-nak sekolah. Seorang pemuda sama temennya pengen masuk ke gedung promasakit tua itu buat bikin konten. Jadi pemudannya ini namanya Yasi Hero. Kita singkat aja jadi Hero sama temennya itu baru dulu sekolah. Jadi mereka kayak lagi enek mati masa-masa terakhir mereka sebelum mereka kerja gitu. Ini aton mereka. Mereka mau buat kontennya tuh paling di Lantai bawah atau Lantai 1. Iya, di bilang buat konten juga sebenarnya sih cuman buat foto-foto aja. Jadi mereka berdua masuk ke gedung itu modal kamera HP sama center seadanya. Pasti mereka masuk ke gedung itu. Terini atah kondisi di dalamnya lebih gelap dari mereka bayangin. Mereka dateng sore-sore jadi di kiranya kan masih ada remang-remang. Kataunya lumayan gelap. Akhirnya mereka ngalain center-nya itu. Terus jalan dengan delin, cahaya dari center-nya itu. Jadi bisa dibayangin lah ya kalau makya center biasa yang buat pas mati lampu itu. Cahaynya cuman cukup buat nerangin jalan yang kita center aja. Jadi mereka mulai masuk ke dalam, mulai center-sana center sih ini. Di batu siyoshi Hero dikagetin sama bercak merah di dinding. Apaan tuh? Habis di center lagi. Terini atah itu tulisan warna merah. Tapi merah gitu aja udah cukup bikin mereka nyaman. Yang ngebuhat mereka nyaman sebenarnya bukan cuman tulis. Bukan cuman warna nya. Tapi isi tulisannya. Begini tulisannya. Tuh buku, sebelah sini. Tanda mana? Kalau di pikir-pikir mungkin bisa jadi cuma kerja anak iseng yang mulai sebagai pilok smerah. Siapa pun yang dateng sih tuh merasa takut gitu kan. Tapi waktu itu mereka gak nyaman, sekali gue juga penasaran. Penasaran sama instruksi dari tulisan tadi. Habisnya penasaran-penasaran kayak gini-ngini yang mudang masalah kalau di film horror. Akhirnya, walaupun ragu, tapi mereka ikutin arah dari tanda panaknya itu. Tanda panak itu nunjuk ke lorong rumah sakit. Jadi mereka jalan menunuh lo surin lorong rumah sakitnya itu. Dan lo rongnya tuh gelap. Banyak debu-debu halus di lantai sama bawah-bawah apa ya? Bawah-bawah semacam merek obat yang udah halama di dimin gitu. Ya gue juga gak bisa bayangin sih kayak apa-bawunya. Tapi yang ngerak permasi bisa banget mungkin. Mereka jalan sampai mereka ketemu ujung lorong. Pas mereka centerin dinding-dinding ujung lorongnya itu. Mereka nemu tulisan merah lagi. Yang isinya sama kayak tadi. Tubuhku sebelah sini. Tanda panak. Walaupun di bilang ini yang kedua kali, mereka lihat tulisan. Tapi tetep si Hero dibuat kaget sama ngerasak kayak krib, bila hangliat tulisan itu. Anak panaknya itu nunjuk ke arah tangga tangga naik. Mereka disurun naik. Dan mereka naik lah, mereka lantai dua. Di lantai dua, ada lorong lagi. Mereka tulisurin lagi, lorongnya itu kedalam. Dan kondisi di lantai dua ini hampir kayak antesatu. Banyak demu dimana-mana dan bau-bau obat itu masih kecimbangan. Sampai di ujung lorong, mereka nemu tulisan merah itu lagi. Tubuhku sebelah sini, tanda panak. Kali ini panak itu nyuruh mereka buat naik lantai tiga. Eh ini panaknya nunjuk lantai tiga, kita beneran mau naik lantai tiga. Si Hero nggak yakin. Temennya juga sempat nggak yakin, tapi dia bilang, "Udah lah, lanjut kita, udah kepala tanggung juga." Itu katanya, emang sih kalau dia pikir-pikir tanggung juga, kalau mereka berikah barik lagi, udah sampai situ juga soalnya. Tapi setelah itu, saat dimana mereka nyampa di depan lantai tiga-nya itu, mereka mulai agak ngesel karena mereka milih buat lanjut. Di lantai tiga, suasa nga dunia udah berubah, semacam suasa nge-sejuk, tapi bukan sejuk yang menyenangkan. Di situ, pas banget mereka naik dari tangga, ke lantai tiga, mereka ngeliat tulisan warna mirah yang sama ke tadi. Tapi isinya udah berubah, nah ini yang ngebuat mereka bener-benernya sel. Tubuh bagian atasku sebelah sini, Tubuh bagian bawahku sebelah sini, Tanda panah kekiri, Tanda panah ke kanan. Di situ Hero langsung bilang, "Gang, gang, gang, gang, gang, gue ngamau ini mayat udah dibunuh, badannya di belah dua, cara matinya nggak tenang banget, gue ngamau, gue mau balik aja." Sebelum si Hero balik arah, si temennya mayat tangannya si Hero itu, oleh pun si temennya juga tangannya agak geter di belang. Tapi kita udah sampai sini, kita udah selanjur naik ke lantai tiga, gue rasa bakal sama aja kalau kita balik, nggak akan berubah fakta kalau kita udah linjakin kaki ke lantai tiga. Si Hero yang udah nge-tahan, tapi temennya ngomong lagi buat ngayakinin si Hero nya itu. Gue tau, ini kalau emang mayatnya itu ada, pasti bakal serombanget kalau kondisinya di belah dua gitu. Gue masih jujur gue masih penasaran, tapi gue ngamau lihat muka dari mayatnya. Gimana kalau sangganya kita lihat tubuh bagian bawahnya aja? Sangganya kita udah udah buktuin tulisan itu bener atau nggak? Nggak denger pen dapatnya temennya itu, sama emang udah kepala tanggu, si Hero sama temennya lanjut ke panah tubuh bagian bawah. Itu ke karah kanan. Dan sekarang mereka bener-bener berjalan di lantai tiga ke rumah sakit. Sebenarnya nggak kan bagus ini kalau rumur yang beredar itu bener. Lantai tiga ke rumah itu emang nggak bisa disamain sama dua lantai sebelumnya. Jalah, sekarang kan baru nai keadit orangnya udah ke split jadi dua. Udah gitu, debu debunya juga udah buka debu-duku halus, lebih ke debu numpuk yang melantai di spanjang warong. Mereka sempat mikir jangan-jangan lantai tiga ini beneran-jadai yang beneran masuk. Makin dalam ke nyusurin warongnya itu, makin kerasa juga bawa obat-obatnya yang tadi-tadi itu, makin tebel juga, debu-dubu di lantainya. Ngan delin cahaya center, tiba-tiba cahaya center itu mentok di inding. Sekarang mereka udah ada di hujung warong. Di situ tulisan merah di tembok muncul lagi. Tulisan itu isinya tubuhku di dalam sini, tanah-panah. Tanah-panahnya nunjuk ruangan yang paling hujung warong yang di tulis di atas di atas. Ruan operasi. Wajar gimana nih, mayatnya ada di dalam situ. Lu yakin ke kita masuk? Katasi hero. Yaudah-yaudah, gue jauh yang bukain. Habis itu kita masuk barang. Akhirnya temennya bukain dan dan mereka ngintip-ngintip melihatin ruangan di dalamnya. Samil takut aku gitu mereka ngintip-ngintip, ruangan di dalamnya itu kayak ruang kosong yang tinggal nisa mejati. Mungkin bukan mejauh ras di gitu ya. Sama-sama ada rakrak yang udah di makanan terayap dan mana mayatnya? Terus mereka berdua masuk nge-lihat. lihat keliiling ruangan dari dalun dan sekali lagi mana mayatnya? tuh kan bohong itu mahal, kalau lalu bocah yang masuk dulu aja gak tetap meninitu habis kayak gitu pokoknya, mereka juga udah mulai regga mereka mulai yang tuh yang tuh barang yang mereka pikir rebekas halat operasi itu dulu tak kenapa juga pisau dan lain-lainnya masih nisa di situ sambil main-mainin barang yang nisa sama-sama sih, Hirong lihat tulisan di locker bagian pojokkuangan kayak kayak kayak tulisan yang ditulis diropakan kata terus di tempelin gitu ke dinding locker neliat tulisan itu keringat dinginnya mulai ke luar tulisannya warna merah ditulisin tubuh bagian bawahku ada di dalam sini temennya yang telat melihat juga ikutan diim belum selesai ternyap temen mereka tapi buat beneran deh, tapi beneran deh buat yang kali ini temennya itu juga udah terlalu takut buat ngebukalokre itu jadi dia minta sihiro juga ikutan ngebukak dan mereka ngebukannya berdua gitu dia itu 1, 2, 3, krek kebuka kosong mereka berdua tetap-tapan habis itu temennya ngomong ke arah sihiro iha kosong asli gua malu sama diri gua sendiri yang dikduk spanjang jalan tadi sihiro juga di sini bener-bener ngerasa plong gitu kayak kayak lu semua habis selesai wjah nakir semestor terus keluar, keluar ruangan kan plong badan juga di diri dengan iha ekspresi mereka udah kembali serahlah mereka juga udah pengen balik ke lante bawah "gada apa apa di situ?" "bumore boong" sampai sihiro nyadar itu locker gak bener-bener kosong di sisi kanan locker ada kertasso bekan kecil naim pel di kertas itu ada tulisan warna merah sihiro mikir belum, belum ini ini belum sel seternya tak? tulisannya tubuh bagian bawahku sedang mengarah ke sini ceritanya sih sampai sini ya di kat sama yang nyeritain ceritanya itu gua juga gak tahu nasib mereka bakal mereka sempet lari atau gak dari dari sesuatu yang katanya mengajar dengan kecepatan yang ga masuk akal tapi kira-kira begitu lah cerita tk-tk versi perfectur naici

Podcast Summary

Key Points:

  1. TKTK adalah urban legend Jepang tentang roh yang tubuhnya terbelah dua akibat tertabrak kereta, dan bergerak dengan tangan untuk mengejar korban.
  2. Cerita ini berlatar di Prefektur IG, di sebuah gedung rumah sakit tua tiga lantai, dengan lantai 3 yang dianggap angker dan berbahaya.
  3. Seorang pemuda bernama Yasi Hero bersama temannya masuk ke gedung untuk membuat konten foto, tetapi tergoda mengikuti petunjuk tulisan merah misterius.
  4. Tulisan merah di dinding menuntun mereka dari lantai 1 hingga lantai 3, dengan pesan yang semakin mengerikan: "Tubuh bagian atasku di sini, tubuh bagian bawahku di sana."
  5. Di lantai 3, mereka menemukan ruang operasi dan sebuah loker, yang awalnya kosong, tetapi ada kertas bertuliskan "Tubuh bagian bawahku sedang mengarah ke sini," menandakan bahaya yang mendekat.

Summary:

TKTK adalah roh urban legend Jepang yang tubuhnya terbelah dua akibat kecelakaan kereta, dan bergerak cepat menggunakan tangan untuk mengejar korbannya. Kisah ini terjadi di Prefektur IG, tepatnya di sebuah gedung rumah sakit tua tiga lantai yang sudah tidak beroperasi. Lantai 1 dan 2 lembap dan berdebu, namun lantai 3 terkenal angker dengan kabar burung tentang sesuatu yang mengejar dengan kecepatan tidak masuk akal.

Dua pemuda, Yasi Hero dan temannya, masuk ke gedung tersebut untuk membuat konten foto. Mereka menemukan tulisan merah di dinding lantai 1 yang bertuliskan "Tubuhku di sini" dengan tanda panah, dan terus mengikuti petunjuk itu hingga lantai 2 dan 3. Di lantai 3, mereka membaca pesan yang lebih mengerikan: "Tubuh bagian atasku di sini, tubuh bagian bawahku di sini," dengan panah ke kiri dan kanan.

Meski ragu, mereka memeriksa ruang operasi dan sebuah loker, yang awalnya kosong. Namun, setelah merasa lega, Hero menemukan kertas kecil di sisi loker bertuliskan "Tubuh bagian bawahku sedang mengarah ke sini," menandakan bahwa bahaya mengerikan sedang mendekat. Akhir cerita tidak diketahui, apakah mereka berhasil melarikan diri atau tidak.

FAQs

TKTK adalah urban legend Jepang tentang roh yang tubuhnya terbelah dua setelah dilindas kereta. Roh ini bergerak menggunakan tangan dan bisa berlari sangat cepat untuk membelah korban menjadi dua.

Cerita ini berlatar di Prefektur IG, Jepang, yang terletak di antara Prefektur Nagoya dan Shizuoka, tepatnya di sebuah gedung bekas rumah sakit tiga lantai yang sudah tidak beroperasi.

Mereka menemukan tulisan merah di dinding yang berbunyi 'Tubuhku sebelah sini' dengan tanda panah, yang membuat mereka mengikuti petunjuk itu meskipun merasa tidak nyaman.

Di lantai tiga, suasana menjadi lebih dingin dan menyeramkan. Mereka menemukan tulisan merah yang berubah menjadi 'Tubuh bagian atasku sebelah sini, Tubuh bagian bawahku sebelah sini' dengan dua tanda panah berbeda.

Meskipun ragu, teman Hero meyakinkannya karena mereka sudah sampai sejauh itu dan penasaran untuk membuktikan apakah tulisan itu benar atau tidak.

Di ruang operasi, mereka hanya menemukan ruangan kosong dengan sisa-sisa peralatan medis. Tidak ada mayat, tetapi ada locker dengan tulisan 'Tubuh bagian bawahku ada di dalam sini'.

Chat with AI

Loading...

Pro features

Go deeper with this episode

Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.