Go back

Sustainability Compass Atkisson

12m 4s

Sustainability Compass Atkisson

Pembicaraan menjelaskan tentang "Sustainability Compass" atau Kompas Keberlanjutan, sebuah alat yang dikembangkan oleh Alan AtKisson pada 1997 untuk membantu organisasi menerapkan prinsip keberlanjutan. Kompas ini terdiri dari empat dimensi penting: Alam (Nature), yang menekankan pada kesehatan ekosistem dan penggunaan sumber daya yang bertanggung jawab; Ekonomi (Economy), yang berfokus pada sistem produksi tanpa eksploitasi berlebihan; Masyarakat (Society), yang menyoroti pentingnya menghormati budaya dan norma sosial; serta Kesejahteraan (Well-being), yang memprioritaskan kebahagiaan dan kualitas hidup individu. Alat ini berfungsi untuk menyatukan perspektif organisasi dan pemangku kepentingan, memberikan kerangka bersama dalam membahas isu keberlanjutan, serta memastikan bahwa setiap aktivitas organisasi mempertimbangkan keempat aspek tersebut secara seimbang. Dengan demikian, kompas ini menjadi panduan praktis bagi berbagai institusi, seperti bisnis, sekolah, dan komunitas, untuk mencapai tujuan keberlanjutan yang menyeluruh dan berkelanjutan.

Transcription

1151 Words, 8243 Characters

Indonesian
[MUSIK] Halo semuanya sobat susu lagi kopi di mana pun berada. Dan tentunya semuanya sehat selalu dan kita masih dalam masa pandemi COVID-19. Dan jangan lupa untuk selalu patuhi protokol kesihatan. Dan pada hari ini tentu di sebagian wilaya di Indonesia, mau pun di wilaya pulau jawa, ada yang terakhir, ada yang agak sedikit mendum, bahkan mungkin ada yang sudah hujan. Sambil kita menikmati bagi hari ini, jangan lupa untuk seru put kopi, te, atau minuman hangat lainnya lagi. Nah pada kesempatan kali ini, gue mau menjelaskan mengenai yang namanya princip keberlanjutan di dalam sebuah organisasi. Nah, di dalam princip keberlanjutan dalam sebuah organisasi, ada satu konsep yang biasa digunakan atau terkenal, yaitu principnya akit son. Nah, akit son ini terkenal dengan namanya sustainability compass. Yang dimana basalanya itu kompas keberlanjutan yang dimana ini merupakan suatu tools, atau alat untuk organisasi atau instusi yang berorientasi pada princip sustainability atau keberlanjutan. Alat ini membantu menyatukan organisasi dan stakeholder dengan pemaman yang sama mengenai keberlanjutan itu sendiri dan PC bersama untuk mengkapainya. Nah, sustainability compass ini pertama kali dikembangkan oleh Alan Akit Son di tahun 1997, yang dimana Snable Compass ini telah digunakan oleh banyak kusahan, komunitas, organisasi, sekolah, dan universitas di berbagai dunia. Dalam Snable Compass ini, ini terinspirasi dari aramata angin yang biambil dari bahasa Inggris itu North, South, West, dan menggantinya dengan tetap menggunakan huru pertama, yaitu NES Way, yang dimana hurupte panas sebut, kemudian merupasin tasyikan 4 dimensi penting dari keberlanjutan. Yaitu apa, NES Way, NETUR, atau Alam, AEMI, S/SIT, atau masalah kat dan Way, BANG atau KSEJATRAAN. Nah, terkait dengan Alam di dalam sustainability compass ini, ini memakna bahwa semua sistem ekologi alami dan masalah lingkungan dari kecehatan ekosistem dan Alam konserpasi, hingga penggunaan sumber daya, dan ini harus diperhatikan oleh sebuah organisasi. Jadi ketika misal organisasi tersebut ini bergerak dalam bidang produk si Alam, yang kemudian misalnya membutuhkan bahan baku dari Alam seperti misalnya KAU, terus kemudian bahan bakar minyak Alam, ini harus memperhatikan kondisi dari sistem ekologinya, jangan sampai kemudian nanti merusak ekologi atau lingkungan yang ada. Kesinian nanti ini bisa menciptakan yang namanya lima atau permasalahan lingkungan di kemudian hari. Nah, termasuk juga misalnya organisasi yang bergerak di bidang industri, misalnya. Nah, kalau misalnya di bidang industri ini seperti misalnya apakah limba asap yang menjadi polusi udara itu nanti akan mengganggu sistem ekologi atau lingkungan masalah ketidak, ketidak, nah itu juga harus diperhatikan. Terus kemudian limba air, misalnya dari sebuah fabric, nah itu juga harus diperhatikan. Lalu kemudian hal lainnya lagi misalnya kalau di sekolah itu terkait dengan natur ini atau Alam ini, bagaimana mengciptakan lingkungan yang sangat baik bagi Sipitas sekolah misalnya di sekolah itu ditanemin, ternamatan, atau misalnya ada green school, program green school, ada program penghijawan, yang nanti kemudian sebenarnya secara sikit, itu membuat nyaman dari sipitas sekolah itu sendiri. Jadi kalau misalnya sekolah sendiri pada prensip yang pertama itu natur atau Alam ini bagaimana sekolah bisa mengciptakan sistem ekologi dan lingkungan yang baik, yang kemudian bisa mendukung proses belajar dan pembelajaran. Lalu yang berikutnya, itu ekonomi, ekonomi di sini maksudnya adalah bahwa sistem manusia yang mengubah sumber daya Alam menjadi makanan, tempat tinggal, ideo teknologi, industri, jasa, uang dan pekerjaan ini, ini kemudian harus diperhatikan. Jadi jangan sampai kejatan manusia yang memproduksi kebutuhannya dari sumber daya Alam, ini jangan sampai membuat manusia itu menjadi antroprocentrisme, merasa bahwa di ala pemilik kuasa penut hadap Alam yang dimana dengan antroprocentrisme ini mengangkap bahwa manusia itu adalah pemegang kuasa penuh untuk mengelola atau mengexploitasi berbagai sumber daya Alam. Nah ini, princip ini harus dihilangkan, jadi jangan hanya berhentasi pada profit keuntungan ekonomi tetapi juga manusia juga harus punya kesadaran bahwa mengexploitasi secara berlebihan, ini kelak akan menimbulkan satu permasalahan nanti di kemudian hari. Nah, oleh karena itu dalam konteks di sini bahwa setiap aktivitas yang dilakukan oleh anggota atau stakeholder dari organisasi ini harus bisa memiliki princip, jangan terlalu berlebihan mengexploitasi sumber daya Alam untuk pentingan ekonominya. Nah, lalu yang berikutnya adalah S, itu suksaitnya itu masyarakat yang dimana masyarakat di sini maksudnya adalah bahwa lembaga organisasi budaya, norma dan kondisi sosial mementuk di depan kolektif sebagai manusia ini juga harus diperhatikan, misalnya jangan sampai ke berada dan organisasi tersebut, kemudian mencabut akar realitas dari si masyarakat tersebut. Misalnya contoh ada sebuah perusahaan yang ingin menjalankan cesarnya. Nah, programnya adalah misalnya pembangunan rumah semi-permanin. Nah, kemudian program ini dijalankan di satu masyarakat yang terbiasa menggunakan atau tinggal di rumah yang bukan semi-permanin, tetapi yang rumah-rumah yang berasal dari rumah-bambu misalnya, rumah-bahidaun kelapa, nah tiba-tiba mereka harus bergant ini tinggal di rumah semi-permanin. Akhirnya apa yang terjadi mereka mengalami yang namanya sokal car. Nah, jadi yang sampai ke berada dan dari organisasi atau ke berada program dari organisasi ini mengganggu stabilitas dari satu sistem sosial yang ada di masyarakat baik, di masyarakat tilingkuan sekitar organisasi tersebut, maupun yang siapatnya si cara tidak langsung berkaitan dengan program dari organisasi tersebut. Nah, dan kemudian, yang berikutnya itu adalah well-being atau kejiatra anah. Kejiatra an ini berkaitan dengan kejiatra an, kebagian dan kualitas hidup individuna. Yang dimana ke berada dan organisasi ini harus bisa memperhatikan kejiatra an dari anggota stakeholder dari organisasi tersebut dan juga masyarakat di sekitar organisasi tersebut. Jadi jangan hanya mikir tentang untung atau mikir tentang extensi dari organisasi tetapi tidak mementingkan atau lupa tentang sejiatra an dari si anggota organisasi tersebut. Nah, ini yang kemudian harus diperhatikan oleh sebuah organisasi. Nah, kempat kategori ini, ini siapatnya umum dari natur, alam, ekonomi, kemudian masyarakat, kemudian kejiatra an atau well-being. Ini bersiapat umum tetapi, komponen-komponen 4 ini, ini dapat diaplikasikan dengan topik tentu yang dimana, terbuka tergantung pada tujuan dalam menggunakan tulsk dan stenable kompas ini. Nah, pun dalam paris ini, biasanya mempatiti kompas selalu melikin makna essential yang sama, karena keberlanjutan selalu melibatkan linkungan, ekonomi, sosial dan kejiatra. manusia jadi secara spesifik dan konkret ya organizasi atau instusi ini dapat menggunakan sustanable lite compass ini untuk melakukan yang pertama menjelaskan tentang sustanable atau kebelagutan kepada semua genis audience dalam bahasa yang gelas dan sederhana kemudian menjelaskan sustanable secarmenya luru kemudian memberikan suatu istilah atau bahasa yang sama untuk membahas untuk membahas masalah keberlanjutan kemudian menyatukan berbagai perspektif tentang stenable dan memastikan untuk tidak jauh keluarga 4 dimensi kompastitik kemudian membicarakan tentang masalah tortoran yang terkait dengan stenable keberlanjutan yang dimana sebenarnya stenable kompas ini sebenarnya jadi indikator ya jadi kalau misalnya kalian nanti bekerja di situatuhi instusi diorganisasi misalnya kalau mau mengomongkan keberlanjutan ya indikatornya 4 ini kalau misalnya menggunakan prinsipnya alan atid son itu memperhatikan alam, memperhatikan ekonomi, memperhatikan masalahkat, memperhatikan kesejatan ini bisa digunakan untuk meniskusikan mengenai sistem keberlanjutan dari sebuah aktivitas dari organisasi nah itu tadi singkat tentang stenable kompas dari alan atid son kayak sekian penjelasan mengenai sustainability kompas, kurang lebih nanti bisa di cari tahu tentang pemikirannya alat alam atid son ini terkait dengan stenable kompas kayak sekian dari gua selamat menjalankan aktivitas pada hari ini salam susulogi kopi [Muah]

Podcast Summary

Key Points:

  1. Prinsip keberlanjutan dalam organisasi dapat dipandu oleh "Sustainability Compass" yang dikembangkan oleh Alan AtKisson pada tahun 199
  2. Kompas ini terdiri dari empat dimensi utama
  3. Alat ini membantu menyelaraskan pemahaman dan tujuan organisasi beserta pemangku kepentingannya dalam mencapai keberlanjutan yang holistik.

Summary:

Pembicaraan menjelaskan tentang "Sustainability Compass" atau Kompas Keberlanjutan, sebuah alat yang dikembangkan oleh Alan AtKisson pada 1997 untuk membantu organisasi menerapkan prinsip keberlanjutan. Kompas ini terdiri dari empat dimensi penting: Alam (Nature), yang menekankan pada kesehatan ekosistem dan penggunaan sumber daya yang bertanggung jawab; Ekonomi (Economy), yang berfokus pada sistem produksi tanpa eksploitasi berlebihan; Masyarakat (Society), yang menyoroti pentingnya menghormati budaya dan norma sosial; serta Kesejahteraan (Well-being), yang memprioritaskan kebahagiaan dan kualitas hidup individu. Alat ini berfungsi untuk menyatukan perspektif organisasi dan pemangku kepentingan, memberikan kerangka bersama dalam membahas isu keberlanjutan, serta memastikan bahwa setiap aktivitas organisasi mempertimbangkan keempat aspek tersebut secara seimbang.

Dengan demikian, kompas ini menjadi panduan praktis bagi berbagai institusi, seperti bisnis, sekolah, dan komunitas, untuk mencapai tujuan keberlanjutan yang menyeluruh dan berkelanjutan.

FAQs

Sustainability Compass adalah alat yang dikembangkan oleh Alan AtKisson pada tahun 1997 untuk membantu organisasi berorientasi pada prinsip keberlanjutan. Alat ini menyatukan organisasi dan pemangku kepentingan dengan pemahaman yang sama tentang keberlanjutan.

Empat dimensi tersebut adalah Nature (Alam), Economy (Ekonomi), Society (Masyarakat), dan Well-being (Kesejahteraan). Dimensi-dimensi ini mewakili aspek penting yang harus diperhatikan untuk mencapai keberlanjutan.

Dimensi Alam menekankan perlunya memperhatikan sistem ekologi, konservasi lingkungan, dan penggunaan sumber daya. Organisasi harus menghindari aktivitas yang merusak ekologi, seperti polusi udara atau limbah air dari industri.

Dimensi Ekonomi mengingatkan agar organisasi tidak hanya mengejar keuntungan ekonomi, tetapi juga menghindari eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya alam. Hal ini mencegah masalah lingkungan di masa depan akibat antroposentrisme.

Contohnya adalah menghindari program yang mengganggu stabilitas sosial masyarakat, seperti memaksa masyarakat pindah ke rumah semi-permanen padahal mereka terbiasa dengan rumah bambu. Ini dapat menyebabkan guncangan budaya (cultural shock).

Dimensi Kesejahteraan menekankan pentingnya memperhatikan kebahagiaan dan kualitas hidup anggota organisasi serta masyarakat sekitar. Organisasi tidak boleh mengabaikan kesejahteraan demi keuntungan atau ekspansi semata.

Chat with AI

Loading...

Pro features

Go deeper with this episode

Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.