Go back

Special Episode - Delapan Tahun ICM (Indonesia Critical Mass)

27m 31s

Special Episode - Delapan Tahun ICM (Indonesia Critical Mass)

Critical Mass adalah gerakan sosial bersepeda yang bermula di tahun 90-an di luar negeri sebagai protes terhadap dominasi mobil dan tingginya angka kematian pesepeda. Di Indonesia, gerakan ini pertama kali dipelopori oleh komunitas IDFix pada Februari 2012, namun hanya bertahan beberapa bulan karena kurangnya partisipasi dan kondisi yang tidak kondusif. Pada awal 2013, narasumber bersama rekan-rekannya menghidupkan kembali Critical Mass Jakarta, dan sejak itu kegiatan ini rutin digelar setiap Jumat terakhir setiap bulan selama lebih dari tujuh tahun. Tujuan utama Critical Mass di Indonesia bukanlah protes keras, melainkan edukasi dan eksistensi—menunjukkan bahwa pesepeda ada di jalanan dan berhak menggunakan fasilitas umum. Kegiatan ini dilakukan sambil bersenang-senang, berkeliling kota Jakarta, dan kadang sengaja membuat kemacetan agar pengendara mobil menyadari keberadaan pesepeda. Gerakan ini bersifat organik tanpa struktur formal, tanpa panitia, dan terbuka untuk semua kalangan, tanpa memandang jenis sepeda atau latar belakang komunitas. Narasumber berharap gerakan ini dapat menjamur ke berbagai kota secara mandiri, tanpa harus bergantung pada Jakarta. Beberapa kota seperti Surabaya, Solo, dan Jogja sudah memiliki inisiatif serupa, meskipun koordinasi masih kurang. Meskipun menghadapi tantangan seperti konflik dengan pengendara mobil dan kurangnya infrastruktur, narasumber tetap berkomitmen melanjutkan gerakan ini sebagai bentuk edukasi dan kebersamaan bagi komunitas pesepeda di Indonesia.

Transcription

4443 Words, 25350 Characters

Indonesian
Selamat datang di tempat kecil di depan. Dan sebuah kerenanya kecil di depan. Jadi kita membuat kesempatan untuk HGM. Jadi buat yang ngerin-ngerin ini, mencari kesempatan di depan. Oke, sekarang kerenanya kecil di depan. Sebenarnya dari namanya kerenanya kecil di depan. Sebenarnya di mulai dari luar. Setelah saya ada kecil dari luar. Cuman dari luar itu dari mana? Mungkin toyer juga bisa jelasin nih. HGM itu, kalau HGM itu apa, terus apa sih HGM? Indonesia kreditikal mes. Kreditikal mes itu gue secaranya kurang tau ya. Kalau nggak salah itu dari tahun 90. Masyaga abu-abu yang pertama kali itu di Inggris apa di Amerika? Itu indinya bersperituran. Waktu itu, sebuah gerakan itu bukan acara. Social movement itu. Tujuan itu untuk mengkritisinya. Waktu itu adalah di tahun 90 itu perang antara automobil sama pespeda dan tidak itu lagi panas. Oke. Dan apakah telah kean yang mengakibatkan kematian pesped yang meninggal? Karena di tabar mobil itu banyak. Itu sebuah untuk protest dari warga kota itu pespeda. Pespeda kepada establishment, kepada memberinta, untuk peraturan dan juga kepada motoris. Oke. Nah, di kalau Indonesia kreditikal mes itu per tahun? Indonesia kreditikal mes itu awal itu yang bikin sebenarnya anak ID fix. Collective payung komunitas fix juri di Indonesia. Itu abang-abangan kita lah. Itu dulu mereka pertama kali bikin Februar 2012. 2012. Itu ramai banget pertama kali yang paling ramai dan udah terakhir. Habis itu gak pernah selama itu lagi. Waktu itu teritung kira-kira 20 spedal. 20 spedal. Gari macam-macam komunitas sebab tuar kelahan anak MTB, BMX ada yang ikut sekali macam. Habis itu. Kila itu. Habis itu jalan berapa bulan, terus kayak musim ujan September apa October gitu. Tiba-tiba udah gak jalan lagi. Dan itu memang sama terus dilakukan di jumat terakhir. Iya, jumat terakhir. Oke, itu tak ada bulan. Gue rutin datang tuh, karena itu mirip sama video clipnya. Pertanya sekitar 2. Ya, ya. Nah, kita bilang kayaknya tinggi lagi. Dan kreditikal mes kayaknya. Iya, bener. Iya, itu kami. Kreditikal mes. Jakarta waktu itu sebelum ficfest. Jadi bener-bener itu. Jadi bener-bener iklan ficfest itu gembore. Jadi orang-orang mau keluar semua terus fic. Kasih, kreditikal mes. Makin keluar itu yang lebih kemas. Oke, jadi ficfest itu juli-juli. Jadi yang bikin itu IDFIX, terus orang-orang tahu kan bahwa itu yang bikin itu anana-anak fik silat, ada kotaip gitu. Nah, habis itu kayaknya itu makin lama. Banyak yang kebut kebutan. Jadi menyalak fik silat. Ya, bener-bener. Bukan agak. Jadi intinya ada omengannya, lah banyak waktu itu kan gak enak nih. Ridingnya pada ngebut-ngebut gitu. Satunya itu terus waktu itu ujan, lagi musim-mujan juga. Pokoknya mati lah. Ya, kiri icay-mati. Sampai akhirnya tahun 2013 awal. Januari pake buluari gitu-waktu. Ketemuan itu ister. Gue mencoba untuk. Ini icay-mata nih. Gerakin lagi kali ya. Tata rame. Banyak juga yang kangen-kangen. Karena waktu itu, gak fahkum matinya tuh, gak ada kabar gitu. Gak ada announcement, gak ada apa. Tapi itu gak ada aja. Jadi waktu itu gue sama temen-temen kayak nanda, bahasa tengin gitu-itu, anak-anak. Si HP-entat tuh, Satria gitu-kaya anak yang second generation, ya. Fixila di Jakarta. Kita coba ngumpul ya, ketalam menteng, februaria memarut gitu. Kuala terutera-terutera, kemai yang ngumpul kayak 100-100 gitu. - 2013. - 2013. - Itu. - Udah semia gitu, sampai sekarang, tiap jumat rakhir jalan terus. Jadi dari 2013-20, icay-mati ada, hasil ada, dan setiap jumpa terakhir. - Setiap bulan. - Ya, - terakhir bulan. - Setiap bulan ya. - Setiap jumat rakhir, tiap bulan. - 2020-20, - 20 jutaun nih, re. - Jalan 7 tahun, - 20, 23 tahun. - Bular ini deh, - 7 tahun. - Ini first year. - Iya, itu. - Iya, itu. - Bular ini, - Bular ini. - Bular ini. - Iya, itu 7 tahun, - 10 tahun. - Iya, itu 7 tahun. Dan itu selalu lo yang rejain, apa nggak? Posternya, rata-rata gue yang rejain. - Nah. - Lu jadi apa-apa yang ada, - Cuma sekarang, ya. - Iya, ya, - Tuh ini. - Sebenarnya gue pengen itu, - pengen itu organi gitu lo, kayak gue pengennya, - anak-anak tuh tanpa ada nomsmen lu, - datang aja gitu. - Iya, ya. - Harusnya udah pasti ada gitu. - Harusnya pasti ada. Cuma kayaknya kalau - anak kemiat-kralatnya di Jakarta atau di Indonesia, - itu mereka nggak bisa kayak, - Posternya mana? Jadi gue, gue, gue, gue, gue, gue, gue bikin posternya, - terpaksa gue berapa kali yang bikin anak-anak gitu, - dan gue nggak selalu datang, kadang-kadang gue nggak datang. - Oke. - Nah itu yang bikin lo tertarin, - ngelanjutin itu berarti lo melanjutkan kan. - Iya, - berarti cuma melanjutkan obor itu aja, - Iya, iya. - Itu berarti lo karena melanjutkan itu, - karena lo pengen terusin sekritikal mesnya, - sekritikal mesnya, sosial movement, ya. - Ya. - Atau lo pengen nyari seru-seruan ini. - Pertu-dua aja. - Dua-duanya sih. - Kayak gue, Janun Lim, berasa bahwa kreditikal mes itu punya - undil dalam, apa ya? - Edukasi lah, Edukasi warga Jakarta bahwa - perspeda itu exist gitu. - Oke. - Kita tuh ada gitu. - Oke. - Cuman itu tadi kreditikal meskan kalau di luar-negri itu - banyakkan memprotes, ya, kan? - Cuman beda kota, itu beda issue yang diangkat. - Oh, oh. - Jadi, di-Mexiko yang mereka antapolusi, - gitu, itu yang mereka nyari itu, gitu. - Kami sayangnya kalau di LA, mobil, mereka membalas tentang - bai klien gitu, misalnya. - Iya, iya. - Kalau di-warri itu udah lebih kompleks mereka - sebenernya memang ingin undang-undang gitu. - Oke. - Dan, cuma kalau di Indonesia, gue rasa - spedat itu kan baru ya, maksudnya baru balik lagi, - yang gitu trendnya, kan? - Iya, iya. - Jadi gue tuh fokusnya sebenernya kalau di-kreditikal mes itu - gak terlalu protest gimana gimana, cuma - kayak akci dama ya, gitu. - Gue fokus di senang-senangnya aja dulu. - Oke. - Karena kayak ini masih di tahap awal banget. - Kayak musik pun udah mau 7 tahun, - cuma gue yakin ini masih panjang gitu berjalanan. - Dan di-semungkin 10 tahun pertama ini, - kita fokus di mumpul-mumpul dulu, gitu kan. - Baru nanti mungkin pelan-pelan kita selikirkan orang-orang - bisa kekritis gitu. - Tapi lagi sekarang mungkin orang lagi ramai lagi, spedatannya. - Iya, kan. - Cuman gue lebih, gue gak yang, - ya kita ke DPR kita tuntut pemerintah untuk ngasih - bike lane gak, gue gak di situ, gue benar-benar cuma fokusnya. - Kita protest sambil senang-senang bareng - muter, muter kotak Jakarta sambil bikin jalanan maca. - Oke. - Jadi kita sengaja bikin jalanan beberapa rua - jalan tuh maca supaya orang-orang yang net mobil tuh - melihat kita tuh ada. - Kita tuh ada. - Dan di-kredit-kredit kalau di-benci, itu lu berhasil kan. - Iya. - Di-benci oleh motor yang pakai motor atau - temen mobilnya. - Iya, karena di-bulis itu. - Berarti, gulisnya adalah membuat tidak nyaman - para pemaka mobil dan keluarga. - Iya, gak selalu sih cuma. - Iya. - Iya kan, maksudnya. - Tapi kan ketika lo membuat mereka tidak nyaman, - berarti kan lo berhasil membuat. - Iya. - Mengerderakan dan sebenarnya. - Iya kan. - Nih, gue ngewaran selan. - Itu fungsinya dia. - Dia mau kan sebenarnya. - Iya kan. - Membuat bihak dan sebenarnya ketika lo membuat pergerakan - dan bukan arahnya ke depan-rahat-rahat-rahat-rahat-hopu merinta. - Iya. - Berarti kan arahnya ke. - Sesi-sesi. - Sesi-sesi sama. - Sesi sama ngejalan. - Iya kan. - Kalo emang gak mau kanamacet, ya lo ikut gue ini - makanya bareng, terspedan-barang gitu kan. - Iya kan. - sebenarnya kan gulisnya itu ya. - Iya kan. - Jadi sebedarnya buat yang lewat sedirman atau lewat - jalan-jalan besar kebetulan ada iJM, jangan marah. - Iya kan. - Dan ada tinggal ya. - Iya kan. - Ketika Anda marah berarti. - Iya kan. - Ada lagi tersebut nih sama atau mungkin kita si pas pedag gitu. Karena jujur aja sedih spedan itu lebih menyenangkan - Iya ya. - Dan macam-macet di jalan gitu. Mending kalo macam temacetan di spedan lebih menyenangkan. - Karena badan lo gerak terus. - Betul. Achif menterbesar, iya. Sepanyang tujuh tau di ini iJM, terbes terbanyak. Terbanyak terbanyak pernah lebih berapa kali kita mempunuh - Kita 500 santu sekarang udah banyak. - Iya. Biasanya itu tiap bulan ada 100-200. Ada kemanu kadang-kadang. Dan setahun itu ada sekali atau 2 kali yang mempunuh - ini kan 500 lebih nih gitu. - Tapi kita ingin pernah datanya. - Gak, gue gak pernah. - Gak pernah. - Gue gak pernah. - Gak pernah. - Gitu ngintungin. - Gak pernah. - Gue gak pernah. - Gue gak rasa. Gue butuh. Karena gue pengen itu organi kayak gitu. Karena gue, karena gue, bukan untuk monatais ini. - Gak sama sekali. - Dan di luar juga kayak gitu. Jadi kritikal misalnya ada di sekitar 200 kota - di dunia gitu. - Iya. Dan itu memang udah dari awal kalau lu bubelin - itu gak ada hirarki, gak ada panitia. - Oke. - Gak ada ke Tuha, gak ada benda hara, - gak ada macam. - Iya. - Yaitu juan itu bukan di jual. - Tujuan itu benar-benar untuk ngerakin orang. - Setiap sekaralah gitu. - Muda teng-daten gak. - Jadi yang mau datang cuma 10 orang kita tetap jalan. - Iya. - Jadi target gue tuh bukan mempunuhin masa. - Untuk sekarang gue targetnya adalah setiap bulan ada intrus. - Oke. - Jadi. - Berti ada. - Berti buat temen-temen ngerni sebenarnya gak musni dimulai dari fixitas atau lu sekarang. Jadi sebenarnya kalau ada yang mau bikin misalnya icem-tanggerang, icem-bogor. - Jadi sekarang udah mau leperjakan. - Udah ada. - Kapan Jakarta di burah pokota ada kok yang jalan kayak icem. - Di burah pokota ada yang agak jauh nih Jakarta. Ujung jalan sendiri ada kok benar-benar bawa wilayah. - Iya. - Bawa wilayah. - Satu pasakan, setuap potanya. - Bawa wilayah. - Di burah pokota. - Berti kalau temen-temen yang di utara mau bikin sendiri, - Sasa aja kan? - Sasa aja. - Jusru itu yang diharapkan sampe cengen-sampe. - Iya, jadi bisa menjamur secara uganik. - Oke, berarti buat temen-temen di barat di utara, selatan, kalau mau barang bikin apa icem-tandingan. - Iya. - Itu sebenarnya bikin aja. - Di haratan sebenarnya. - Iya. - Jadi gak perlu nunggu kabar dari fixitas, ngepronung dari karyanda, gak perlu DM-DM, bang, - Ubal jam berapa, kalau memang itu bikin aja sendiri, kalau sebenarnya temen-temen teralu jauh nih, mungkin dari pusat, kita karakan sofar di temen-temen, terus karak atau di putera-mereka. Kalau merasa teralu jauh, mungkin jusru bisa bikin mufun kecil, di tempatnya masing-masing, kecil yang diharapkan gitu kan, sebenarnya. Dan icem juga gak bikin Instagram account atau social media account, - Gak belum sih. - Belumnya. Gak pasti deh, berarti sofar akan fixitas yang. - Rikrem. - Ini gue gak tau nih. - Baiknya gimana nih, jayku mau nge? - Sualnya gue banyak yang bilang lo bikin apa ke website atau apa sendiri gitu, - Cuma nih ke. - Selalu di luar, kalau di luar. - Kalau di luar, ada beberapa. - Ada beberapa kayak. - Ada beberapa. - Oke, maya mikri-tikamest tuh ada akunya sendiri. - Itu karakan kalau di luar, merut gue, karena ada yang di amkat juga, jadi bener-bener. - Bener-bener mungkin beberapa bikin website, karena ada isu yang di amkat, jadi obrolannya tuh masih belanjut di situ gitu. - Oke. - Berserah itu sekarang lo di bikin jadi satu tempat gitu, misalnya satu account gitu yang cuma Indonesia critical messin, mungkin fungsinya akan jadi apa info support yang ini, - Mungkin kalau sandainya abang-abangan icemin, - Mungkin mungkin ngelolak gitu, mungkin itu gak bisa kepungkinan. - Mungkin itu gak bisa kepungkinan, jadi atau bikin WhatsApp beruk kali gitu ya. - Iya kan? Dia kan harus itu satu media aja gitu, misalnya kalau mungkin yang lain gak kepikiran bikin, mungkin karena gak tau harus gimana atau kemana gitu, atau mungkin oh ini punya fiksitas nih, oh punyanya karpini atau ini punyanya anak-anak pusat nih gitu. Dan Jakarta mungkin itu nganya cuma pusat doang gitu, soalnya karena icem itu selalu malam gitu ya gue ngeliatnya, kesian teman-teman kita yang kerenjau ya, kan selesai misalnya jam 9 malam gitu ya pulang terus seram ya, ya walaupun mereka pulang ramnya, jual kan yang pulang utara, pulang ke barat gitu kan gak seram gitu ya, kalau temen-temen kita yang gue berakat gue pulang gue, gitu apa lagi banyak yang anak-anak dibawah umur mungkin, atau anak-anak sekolah gitu, nah itu mungkin bisa jadi konsererasian ke depan ya, kalian buat icem itu di pecah, di titik-tik banyak gitu, jadi mungkin menarik ya, menarik ya. Jadi mungkin buat temen-temen yang mau coba bikin-bikin juga, uhubungin kervi dulu mulai di tanya-tanya, kalau mau mulai bikin, itu jadi bisa bareng kali ya, gitu. - Ya bisa gabung, bisa ada seram kak di. - Iya, ya. - Sentak di luar kota, ya yang berbeda gitu, gitu. - Iya, ya. - Nah untuk luar kota, ada info sih. - Ini bahar perman banget, kalau gue di Surabbaesi waktu itu gue, gue waktu itu misalnya cuma, jadi gue bener-bener gak sayin dulu. Kita tuh ambir waktu gue di Surabbae, sama-sama fix ini, ambir setiap jumat tuh pasti goes nih, dulu isunya komunitas. - Oke. - Jadi beberapa komunitas, goes di hari jumat, tapi gak bareng. Jadi komunitas ini goesnya, ke mana. - Bisa mulai. - Di mana komunitas ini, membeli-belai di mana. Nah gue waktu itu ketereger untuk bikin icem, biar ada alasan, goes bareng nih semuanya di icem. - Oke. - waktu itu gitu. Dan pada kenyataannya agak gara susah gitu. - Karena ya lumayan. - Iya, kalau cerit disana. - Kalau cerit disana. - Iya, ya. - Waktu itu ya gue gak tau sekarang waktu itu, - bener-bener lumayan. - Itu, apa yang kamu? - 2020. - Itu, 2020. - Ya, 2019. - 2013. - Oke. - Gitu waktu itu ya, - memasihnya di alal. - Iya, ya. Bahkan tuh komunitas tuh beda-beda. Bahkan satu kontas ini, spedak apa, apa fixi yang kayak gimana, - untuk sinifix yang kayak gimana. - Oh. - Jadi bener-bener. - Bagaimana kotak-kotak. - Iya, kotak-kotak se idealis itu. Nah icem tuh salah satunya gue pengen. gue sebarang teman-teman komunitas lain gitu. Itu setelah gue ngeliat icem di Jakarta atau gimana. - Iya, salah satunya sekelah liat icem di Jakarta dan beberapa. selain icem sih kayak ya. Di malam tuh udah ada namanya, tapi gue nge-cem. - FBL. - Itu juga peneratnya. - Anak fixi juga fixed. - Friday by the love. - Iya, Friday by the love. - Tapi sekarang yang masih ada tuh. - Masih ada rabura bu gali. - Gak itu. - Gak kayaknya. - Itu kayaknya. - Cep, jumat ragnit. - Jumat ragnit. Friday by the love. Itu bahkan kalau yang dimalang udah. kayak bawa-bawa yang cuma. kayak spedaknya minggu-duang itu ikut. - Hmm. - Yang udah random aja gitu. Itu berarti semua sepedad unang, - Minta pesedak dan semua. - Minta pesedak. - Kalanan gitu. - Oke. Berarti harapan ke depannya, jujuruh. Malah pengennya ada. - Nah. - Nah, kecil gitu. - Iya, bener. - Kayaknya salah setunya kita. - Gak bikin kontuit, alasannya. - Karena biar gak ada border gitu. - Biar gak ada. - Ini yang minggu yang siapa. - Iya. - Jadi siapa pun bisa jalan gitu. - Ya karena gue suka ngeliat posting. -. andan dari fixitas. - Karena so far, fixitas yang bikin. - Fixitas satu-satunya. - Itu selalu ngeri post kota-kota yang mengadakan. - Iya. - Itu. - Bular gitu. - Bular gitu. - Pasti ada di post ulang gitu. - Tapi, cuma gue selalu mempertahanya kan. - Itu apakah. - Bid dan di luar kota lain itu gue juga. -. geliatnya masih belum terlalu rakyat. Masihnya. Tapi ada terus gitu. - Ada terus. - Perlu respect itu sama yang di. - Iya, yang menarik. - Sumatra, medan, lampung. - Itu pun meragamakin ngubungin lu dulu. - Ada yang ngubungin ada gak? - Ada yang. - Jadi kalau ngubungin itu, biasanya izin atau. - Misalnya nanya mau minta logo. - Oke. - Terus selalu meja. - Oke. - Nah yang gak itu berarti, jangan sendiri tanpa. - Atau nge-teck lu atau nge-teck. - Berarti itu sebenarnya lu. -. chif man prik badi, di? - Iya, maksudnya. - Oke, gue mau ngabarin aja lah gitu. - Dan gue selalu support. - Dan lu jujur lu. - Achif man lebih seneng, karena. -. gespraya gitu, organik gitu. - Iya, gue gak minta. - Dan positif 5-sya berarti kan. -. ke luar poten, lu main nyamu. - Bali tuh gue gak ada hidup lagi, balik sekarang mantap tuh. - Dan di luar poten, waktu itu sih isunya sama kayak gue. merika tuh pengen spedaan ramirami. -. sekalik. -. sekalik, lelunitas komunitas sekali. step bulan, step bulan. - Isunya masih di situ gitu. - Betih, berarti masih ada kesenjangan. -. janerin sih. - Maksudnya masih ada karena di Indonesia gak cuma spedas. semuanya komunitas, kemeng dibilt kayak gitu. - Iya. -. moto, kayak gitu, motor, motor. - Dua, kayak gitu. - Emang bahwa di situ terpakur itu tuh,. maksudnya gue pengen mencoba untuk membuka pikiran orang. tampa gue kasih tau gitu, kayak cara kayak gini. - Nah itu lo HM itu ruta gimana ya? Lu nonton inur ruta dari beberapa minggu sebelumnya. tolong udah dakan aja hari itu, biasanya random dakan sih. - Keren banget nanya. - Nandis spot gue. - Menangnya mana ya? - Kemen nih gitu. - Biasanya mana jenis? - Ujung-ujungnya rata-rata paling sering keselatan. - Kenapa paling aman, oke? - Karena kebelok em atau ketaman spedas. - Terus ya, cuma karena juga pernah yang jauh-jauh. paling jauh itu yang paling lama tuh kali jodoh. - Iya, kali jodoh motor ke mana? - Karena kalau karasana tuh arijumat, udah gama lem, jalannya gak terlalu maca. - Jadi bosan di jalan, oke. - Gula, gitu. - Mala jadi pesennya gak nyampet ya. - Jadi kalau karas latan atau karai dari pusat-usat, itu masih ramai lah. - Iya, iya. - Dan pernah di tegor-jistru itu tegor sama polisi dan segala macam sih? - Polisi gak pernah sih. - Itu gue orang aja paling. - Tegor orang dulu, martian karena kalian bikin penuh jalan aja. - Pernaan pial yang namprat, tapi mobilnya, 6-2 pangin seram itu, gitu. - Jadi di tahun berapa ya, awal-awal icayem hidup lagi, 2013-2040. - Gitu di mampang, di jalan mampang raya, gitu. - Jaman-jaman basue, pemata separat terbasue nya masih tinggi-tinggi, gitu. - Oh iya, iya. - Terus pokoknya kita lagi jalan, kita di satu jalur gitu. Cemen mungkin ada beberapa yang notupin, ada mobil. - Tuh. - Tuh. - Gitu. - Nggak soalnya gak berinti-binti gitu, tuh. - Tuh. - Diudah hari kita buka jalan, eh lewat-lewat. - Pas di lewat, ini masih tuh. - Komplong-komplongnya. - Iya, gak apa sih, lu gak? - Gila gitu ya, teriah. - Dan, dia nabrak sendiri. - Oh iya, nabrak-sama ratar basue. - Nggak, dia nabrak-sama ratar, udah. - Mungkin dia nangka, gitu. - Mungkin dia nangka, gitu sih. - Jadi ya, mungkin ya, itu sih, kalau nangka mobilnya nangka, nangka yang nangka, jangan lupa bahwa ada pasal muda-undang yang haruskan lu untuk ngasih jalan. - Maksud lu gak boleh membahaya, kan butjalan gak kita, tapi jisru, itu sebenernya dalam hati kecil, itu yang diharapkan, kan? - Iya, tapi tapi tapi tapi. - Tapi gue kasihan juga, gue ati tuh gak berenting gue, karena itu salah lu gak apa itu. - Berenting, kan? Masa dia kecil, kalau dia membayakan kalian dan sampai menabrak, sama ada yang sama yang sama, mau ngomong harus berhenti, tapi kan, tapi kalau masalah waktu yang di dekat Ben Hill dulu, H&M juga, yang ada di tabrak lobo-wak ke rumah sekitai al, tuh. - Oh, itu di semanggi. - Gak, itu nantang-tunggak. - Kau itu dia sendiri. - Iya, di seyuta kenal lubang. - Oke. - Turunan semanggi, itu kan ada lubang sedikit-sedikit gabang. - Iya, dia yang beriatar. - Apa ya? - Tapi, dia bukan bukan kecelakan, gitu, apa. - Baiklah, kan. - Kan tuh gak, tuh. - Selamat tu, kan. - Duk kali, kan. - Duk kali. - Selamat tu, kan. - Kayak gitu, ya. - Satu yang mau nambak bisit. - Ya, berarti, berarti ruta di tentu kannya, darah kan, ya. - Nampak nampak. - Nampak nampak. - Apa sebelumnya, gitu. - Yaudah kan. - Yang menin, darah kan. - Tapi pernah beberapa kali, - gue bikin ruta. - Perna kali. - Bukanku pernah bikin ruta. - Nah, itu karena apa? - Lu bikin ruta, karena. - Karena gue cape di tanya yang ruta, - ke mana. - Berandut, gue tau gue ganti ke luar negeri, tapi di jokjak, yang tak memang jeleper atau solo last Friday, mereka lebih lama sebelum icem, udah ada di solo sama jokjak, mereka lebih masif itu. mereka di posteri itu selalu ngasih peta atau roote gitu, dan itu ada gunanya. Jadi orang-orang yang bisa nge-guna, nge-guna, nge-guna, nge-guna, kletih kumpul, mereka bisa nyogang jalan gitu. Cuman ya gue lebih sering random sih, tapi kanan-kanan kalau gue lagi WM, gue bikin root-nya. Nah, soal roote ini kemarin gue agak lumayan tertarik nih, karena icem satu waktu nyobain roote jalur speda. udah pernah ya? ya, ya, udah pernah waktu pas beras ya, udah luar speda. Kalian nyobain jalur speda, tinsan-sansan gimana tuh jalur speda? ya ujung-ujungnya kita ngalewajah urus speda ya, nah kita masain, kita masain. Karena jalur speda yang di kita dari duneran Aik, Mokara, Bloc M lah waktu ya. Itu trot war tuh. Ya, kita kita pasah trot war tuh. Teramirame kayak gitu kan. Menurut gue sih ya, intinya sebelum itu gue juga udah pernah lewat itu ya, cuman ketika rame rame itu jadi kayak keliatan bahwa yang di jalur speda itu trot war tuh. Nggak make sense ya. Karena seharusnya gak boleh jalur speda itu dicampur sama pede serian. Itu luar-mana gari itu udah mereka udah belajar di dulu lah gitu. Aseh ada seh di nyobain. Ada tuh kayak gitu yang dijembatan, dan itu kecok. Dan itu dijembatan, ini gue kan? Ya, maksudnya mau lewat mana lagi gitu kan. Ya, ya, ya, ya, ya. Yang kalaikannya harus dibatang nih. Tapi berarti jadi nya nggak conducif ya. Nggak conducif. Karena bahaya banget gitu lu, mesti bahaya sih penjalan kejalanan meleng. Ya, terus bahaya sih perspedaya juga meleng. Ya, ya, ya. Terus yang whistle trot war, lurus karena block M yang jalur itu yang nggak ada separatornya udah gitu. Kalau rame rame itu jadi nggak sih. Nggak ya, ya. Dan masih maca tuh gitu. Ya, jadi jalur speda ya, biasa lelah sandar depan ada motor gitu. Ya, kan. Lama aja sih jadi nih. Terus kemarin yang gue, nambernya gue kan, nambernya yang di situ. Dada yang keluar dari block M, ngedak terus kayak. Benti di jalur speda, gojek waktu itu. Buat ngambil orang gitu kayak gitu. Jadi kayak ketika lu rame rame, ketika lu rame rame ada speed kenceng kan. Ya, pasti jalan terus kan. Kalau sendiri sih masih bisa melengu-leng. Kalau udah rame rame lu kan nggak bisa belok-belok itu. Jadi jujunya ya, ya. Itu kayak semacam simulasi kalau sandannya jatarta perspedaya gitu. Itu nggak sih banget gitu dia. Masih dia poin gue sih sebenernya kesana gitu. Jadi kayak gitu ya, berarti ada harus ada, ada, ada, harus ada. Tevaluasi. Ada evaluasi karena, karena memang gue pun juga kalau lagi pemyot sendiri. Kadang, suka di tego, rama laksana sama pede seterihan. Karena mas jalan lo sini gitu. Di sudih rama ya. Di sudih rama ya. Dia belum muher sama. Jalanannya di sini. Karena memang dibawah kan itu kan apa-apa nggak dikasih wala-beda terus kan. Dan cuma di ujung-ujung doang. Jadi memang gue pun nggak merasanya. Man sih sebenernya lo di sudih rama ya gitu. Dan nah tanggapan kalian gimana misalnya jalur speda? Sebagai. Kalau gue sih gue kan teari itu fenowati. Gue pasudin menlewajal speda, gue ke kantor lewajal speda yang narasana. Itu menurut gue. Emang jalannya belum popropper di bagi tiga kendarahan kalau gue. Karena sebenernya jalur itu itu muat buat 2 mobil. 2 mobil 1 motor gitu. Ketika jalur itu 2 mobil muat dan 1 motor. Motor mau nggak mau harus ngalah. Kalau macet kan pasti mobil kan sampe-sampe kan gitu. Ga akan mobil tuh nggak entre di belakang. Jadi ya mau nggak mau ya tetep jalur speda itu ada kan ada motor. Kita juga ngerbukan bisa ngapur. Bangat karena emang jalannya udah ngerproper gitu. Makan ada beberapa jalan di belokan di fatemua itu yang sebenernya cuma muat 2 mobil motor tuh bener. Dempet banget sama 3 motor itu sebenernya. Bener-bener. Jadi udah nggak mungkin. Nggak mungkin gitu. Itu nggak bisa di gue bilang nggak mungkin dibisahin buat speda doang gitu. Karena motor juga nggak ada tempat. Kejuali emang dibikin 1 mobil. Mungkin nggak tau ya kalau ada peraturannya mobil paling kanan ketika dia kekiri. Makan hati lah nggak tau gimana. Motor di situ baru speda itu mungkin. Tapi nggak kan mungkin juga pasti macet banget kalau mobil 1 jalan dulu. Jadi nggak kondusif nih. Kurs lah, kurs. Jalan harus speda juga banyak lubang. Itu juga cuman ngecat jalur doang sih bikin jalur doang tapi bukan bangun jalur gitu loh. Drain aset ya. Kalau pakai speda full sus emang kali ya. Kalau jadi nggak spren liguat si mau jenis speda gitu. Jadi kalau kita pun ngajak temen-temen yang belum speda an menurut gue kayak kemarin coba gue kan pertama kali speda an ya commuting tuh. Jadi jadi trauma emus dia bukan trauma ya kayak yang masalah segi suing. Ya ngerasa kayak yang apain speda an gitu musknya kalau jalur yang nggak enak gitu. Tapi ya pelang-pelang dia ya ya bisa yang indarin lah itu. Bisa yang indarin cuman nggak semua orang bisa kayak gitu gitu. Nggak semua orang bisa zigza kayak gitu gitu. Nggak semua orang tuh pasar loh. Sini. Tapi kohinnya menarik tuh kalau simulasi icam kemarin jadi buat simulasi kalau sepeda itu. Jakarta itu penduh dengan pesepeda. Teriyata Jakarta tidak serama itu dengan pesepeda. Kalau kondisi nya kayak sekarang sih nggak nggak. Kondisi jalan juga kayak gitu. Even satu jalur speda aja itu kalau dipakai sendiri aja loh semkit loh ya. Iya ya. Benar-benar. Kalau ketika ada apa-apa di jalur speda itu lu nggak punya set sun. Iya betul. Kiri terlalu ada bisa atau mau bi. Nah, gis tuh juga salah satu ancah man karena bis berinti di jalur speda pasti. Iya. Karena pinggir jalan. Iya, jadi kalau di luar dan gilisi mereka bentinya di paling pinggir sebelum jalur speda tapi kalau di sini udah ngamu.

Podcast Summary

Key Points:

  1. Critical Mass (sepeda) adalah gerakan sosial yang lahir di tahun 90-an sebagai protes terhadap dominasi mobil dan kematian pesepeda di jalanan.
  2. Di Indonesia, Critical Mass pertama kali digagas oleh komunitas IDFix pada Februari 2012, namun sempat vakum karena kurangnya antusiasme dan masalah keselamatan.
  3. Gerakan ini dihidupkan kembali pada awal 2013 oleh narasumber dan teman-temannya, dan sejak itu rutin diadakan setiap Jumat terakhir setiap bulan di Jakarta.
  4. Tujuan utama Critical Mass di Indonesia adalah edukasi dan eksistensi pesepeda, bukan protes keras; fokusnya pada kesenangan dan kebersamaan sambil membuat kehadiran pesepeda terlihat oleh pengguna jalan lain.
  5. Gerakan ini bersifat organik tanpa struktur formal, tanpa panitia, dan terbuka untuk siapa saja; narasumber berharap dapat menjamur ke berbagai kota secara mandiri.
  6. Tantangan yang dihadapi termasuk konflik dengan pengendara mobil, insiden kecil, dan kurangnya koordinasi antar kota, meskipun beberapa kota seperti Surabaya, Solo, dan Jogja sudah memiliki inisiatif serupa.

Summary:

Critical Mass adalah gerakan sosial bersepeda yang bermula di tahun 90-an di luar negeri sebagai protes terhadap dominasi mobil dan tingginya angka kematian pesepeda. Di Indonesia, gerakan ini pertama kali dipelopori oleh komunitas IDFix pada Februari 2012, namun hanya bertahan beberapa bulan karena kurangnya partisipasi dan kondisi yang tidak kondusif. Pada awal 2013, narasumber bersama rekan-rekannya menghidupkan kembali Critical Mass Jakarta, dan sejak itu kegiatan ini rutin digelar setiap Jumat terakhir setiap bulan selama lebih dari tujuh tahun.

Tujuan utama Critical Mass di Indonesia bukanlah protes keras, melainkan edukasi dan eksistensi—menunjukkan bahwa pesepeda ada di jalanan dan berhak menggunakan fasilitas umum. Kegiatan ini dilakukan sambil bersenang-senang, berkeliling kota Jakarta, dan kadang sengaja membuat kemacetan agar pengendara mobil menyadari keberadaan pesepeda. Gerakan ini bersifat organik tanpa struktur formal, tanpa panitia, dan terbuka untuk semua kalangan, tanpa memandang jenis sepeda atau latar belakang komunitas.

Narasumber berharap gerakan ini dapat menjamur ke berbagai kota secara mandiri, tanpa harus bergantung pada Jakarta. Beberapa kota seperti Surabaya, Solo, dan Jogja sudah memiliki inisiatif serupa, meskipun koordinasi masih kurang. Meskipun menghadapi tantangan seperti konflik dengan pengendara mobil dan kurangnya infrastruktur, narasumber tetap berkomitmen melanjutkan gerakan ini sebagai bentuk edukasi dan kebersamaan bagi komunitas pesepeda di Indonesia.

FAQs

Critical Mass adalah sebuah gerakan sosial, bukan acara, yang bertujuan mengkritisi dominasi mobil dan memperjuangkan hak pesepeda di jalan raya. Gerakan ini dimulai pada tahun 90-an di Inggris atau Amerika sebagai protes terhadap banyaknya pesepeda yang meninggal akibat ditabrak mobil.

Critical Mass pertama kali diadakan di Indonesia pada Februari 2012 oleh anak-anak ID Fixie, dengan sekitar 20 pesepeda dari berbagai komunitas. Namun, acara tersebut hanya bertahan beberapa bulan sebelum sempat terhenti.

Critical Mass Jakarta kembali dihidupkan pada awal tahun 2013 oleh narasumber bersama teman-temannya, dan sejak saat itu rutin diadakan setiap Jumat terakhir setiap bulan. Hingga kini, acara ini telah berjalan selama sekitar 7 tahun.

Tujuan utama Critical Mass di Jakarta adalah edukasi warga bahwa pesepeda itu ada dan eksis, serta menciptakan kesenangan bersama sambil membuat pengguna mobil tidak nyaman. Mereka sengaja membuat jalanan macet agar pengendara mobil melihat keberadaan pesepeda.

Tidak, Critical Mass tidak memiliki hierarki, panitia, atau ketua. Siapa pun bisa datang dan ikut serta, tanpa perlu izin atau menjadi anggota tertentu. Ini adalah gerakan organik yang diharapkan bisa menyebar ke berbagai kota.

Biasanya rute Critical Mass diumumkan melalui media sosial atau poster yang dibuat oleh penyelenggara, namun seringkali rute ditentukan secara dadakan. Untuk kota lain, beberapa komunitas membuat peta rute agar peserta bisa bergabung di tengah jalan.

Chat with AI

Loading...

Pro features

Go deeper with this episode

Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.