Go back

Setelah Riset Semua Agama, Ini Alasan Dondy Tan Jadi Mualaf!! – Daniel Tetangga Kamu

94m 30s

Setelah Riset Semua Agama, Ini Alasan Dondy Tan Jadi Mualaf!! – Daniel Tetangga Kamu

Pembicara membagikan perjalanan hidupnya, dimulai dari latar belakang spiritual di mana ia berpindah dari Kristen ke Islam karena merasa konsep ketuhanan dalam Islam lebih koheren. Ia dibesarkan di Cilacap, dekat penjara Nusakambangan, sebelum keluarganya pindah ke Jakarta setelah usaha orang tuanya bangkrut. Di sekolah, logat Jawanya sempat diejek, tetapi hal itu memotivasinya untuk berprestasi, bahkan menjadi salah satu siswa terbaik. Setelah lulus, ia bekerja di bidang akuntansi di Indomobil sebelum akhirnya mendirikan perusahaan konstruksi sendiri pada 2012. Ia menghadapi masa sulit sekitar 2014 ketika bisnisnya stagnan, yang bertepatan dengan pencarian spiritual yang intensif. Ceritanya menyoroti ketahanan, adaptasi, dan integrasi antara perjalanan karier dengan pertumbuhan pribadi dan keyakinan.

Transcription

13581 Words, 82417 Characters

Indonesian
Yeah, sos itu muslim, ada yang bilang gitu kan? Ya, bener karena di dalam ayat ayatnya jelas. Dia juga disunat, dia puasa, dia ngamakan babi, dia suju. Tapi ketika gue harus menyembah satu tuhan yang mana katanya permanya pernah jadi manusia dan mati di dunia dan mengapa selesai, itu tetap saja timbul kebingungan. Baru ketika gue mau belajar Islam, ini nyambungnya dengan nyanyi yang dihudi untuk konsep pertuhanan, untuk konsep selamatan. Oke. Ketika ngomongin konsep pertuhanan ke Kristen, ini yang gak nyambung. Gak nyambungnya dalam arti. Gue gak ngap ketika gue mau segi Islam, gue lihat ahin ini cuma perkehulan. Ya. 2007 sampai 2019. Itu masalah 5 tahun itu, nah. Kenapa lu gak jadi ahudi? Dan itu kembali. Hai, ini gue Daniel Tetangga Kamu. Yoh kita mulai. Hai semua tetangga yang gue sayangin dan gue cintain. Di sini Daniel Tetangga Kamu. Seperti biasa di sini adalah tempatnya di mana kita ngobrol bersama tetangga-tetangga kita tentang life journey dan spiritual journey mereka. Nah sebelum kita mulai, gue pengen ngocapin selamat menunai kan ibadah poasa kepada seluruh saudara-saudara kita yang muslim yang sekarang ini sedang beribada poasa. Nah, karena mutnya itu masih mutramah dan gue mengundang seorang tetangga yang mungkin bisa mendalamih soal arti Islam sebenarnya dari spiritual journey. Tapi sebagai disclaimer, kita shooting ini sebelum bulan ramadan tapi untuk episod ramadan. Oke langsung aja kalau gitu tetangga kita ini dia "Koh don't detan WhatsApp!" Kodong. Terima kasih, keren banget nih. So ngomongin soal masak kecil, gue sendiri juga penasaran dengan masak kecilnya Kodong detan sendiri gitu ya. Jadi gue mau mencoba lebih baik, ini bedua Kodong itu lahirnya bukan di Jakarta ya. Di semarang. Numpang lahirin semarang. Gede ini man. Gak sampai satauan di bawah orang tua, gede ini di nusak kembangan. Ha, tahun nusak kembangan. Penjara. Cila-cap, cila-cap. Seberalkannya nusak kembangan. Aginlah loh kayak. Jadi gue kalau buka pintu rumah, kelihatan nusak kembangan ya. Jadi nusak kembangan itu bukan polo yang datar begini ya tapi banyak bukit-bukit. Jadi, bese berangan dengan kotacelacap cuma di Bishayet dengan segaranakan. Gila. Itu. Itu wow, benar-benar. Tapi masih gue bukanya apa ya? Sebagai seorang ayah, gue kayaknya agak-agak awak, tira kalau misalnya gue harus memidakan keluarga gue untuk tinggal di sebenang penjara. Ah, gue udah nge-nya mau jikanya gitu ya. Tapi kalau misalnya buka-pluknya ya, gak peduli lah. Gak buka orang semarang, nyokap, jokja. Oke. Gak tahu nene tinggal di sila cab. Jadi ketika kakap rembong gue lahir, terus gue lahir, bidak di sila cab gitu. Sila cab, kotak yang paling selatan ya di jawa ya. Jadi, ya, bukannya kotak rancet ya, maknya gak sape gitu. Oke. Kededis itu. Jadi udah biasa nge-nya tuh suka mengenuh-mengan, suka mengenuh juga sering. Masa dius. Boleh. Deman yang ngelin apa, apal-apor gitu kan nge-possnya yang berang, besone on extract gitu. Aku tanya sono truck, kok itu. Terk enkel. Gak ada ankel. Lu nge-kromnya sama siapa disitu. Bayan-bayan aja ke disona udah kampung. Oke. Ada kampungnya, ada mbak. Diga alem penjara nya. Bukan penjara nya. Jadi, nusak kamu aneh tuh kan panjangnya kereka 6 kilo. Oke. Kalau gak salah, setiap 1 kilo tuh ada penjara nya. Oke. Ada kampung macam rake-kate yang tinggal di pulau gitu, tapi bukan depenjara nya. Jadi, kamu orang-orang kampung itu kalau mau cari bahan makanan apa, mereka kecil aja. Beli itu bahwa sana gitu. Kadang-kadang itu juga main sono gitu. Nah, dicil aja, itu ada di pantai ya, di pantai sila cep tuh. Yang langsung bersabdangan sama nusak ke mana nih, ada bantang peninggal yang bikin katanya. Portugal. Oh, portugal, mau nonton. Oh, lebih lama lagi dari bantang ya. Perna dipakai sama portugal, dipakai sama bantang, dipakai sama cepang. Bantang ini, ini gue sebenernya masuk ke dalamnya sampai ketrowongannya. Itu katanya ada trowongannya yang nembus di bawah laut sampai ke nusak kembangan. Buset. Ya, udah, udah, udah. Tepuk, udah, udah. Oke, oke, oke. Tapi masih ada trowongannya yang airnya masuk kita lihat air laut sampai gak bisa. Oh, kill. Itu zaman itu loh. Mereka ngegalia gimana gitu? Caman itu loh. Iya. Dan segaranakan itu dari pantai ke nusak ke mantu, kira-kira jarakan 6 km. 6 km bisa bikin terbangan walaupun trowong bayangin. Yo, ya. Ya, jaman itu ya. Caman itu loh. Caman itu loh. Dan bandingnya tuh mampus sampai sekarang masih koko banget. Koko banget. Wow. Kalau ngeliat kontrak koresi elite itu. Kenyak beda sih. Sekarang ini, kenyaknya orang-orang itu lebih pengen cepat, lebih pengen. time plate semuanya. Jadi akhirnya gak sesolet bangunan 100 tahun kembali gitu misalnya. Kenapa aja kita lihat dong-nong-nong-nong-nong nambilannya Indonesia kan? Tampai sekarang masih segera kekerer. Iya. So, anyway, berikut lagi ke masa kecil loh. Dan loh tinggalnya di. well, dicilacap. cilacap. Bukan nusak ambil kan? Tapi abis itu kapan pindah ke Jakarta. And what was your childhood like? Okay, tahun 8-5 loko dulu di Jakarta. Okay. Baktuh itu ketika orang tua, usaha-orang tua dicilacap, bangkrot. Usaha, apa, by the way. Abis asalah, jualan di. jadi ada punya kios di pasar, punya tokod di rumah, sampe ada punya tokod di kota. Okay. Ponton lah,onton lah. Kayak pedagang cina pada umumnya lagi. Iya. Tapi bokap gua gak keren. Gak, dia jualan bahan makanan dan minuman yang di. sari yang dibeli semua orang bule. Oh. Dicilacap, macam orang bule, diinya. gira, ini randah banget. Sari usah. Di lah, tapi itu kota kecil. Tapi ada pertamina. Ada pabrik semen. Dan juga ada apa ya, pasir bersih. Jadi, gua gak tau ya, banyak orang bule yang dicilacap berkeliaran gitu. Jamer kan mungkin berkerja di usaha-usaha. Di buruh saya itu. Dicilacap. Cila-cap itu satu-satunya kota di jawat tangnya yang depanici. Iya juga, semuanya lainnya ada ciburur. Harus tangan jawab, ya. Iya. Harusnya jawab, ini cuma dicilacap di jawat tangan duang. Kota depanici sama di jawat tangan. Jadi, di toko punya bokap gue tuh sering dulu. Orang boleh datang beli, ya, mayonaise. Bakan jualan minuman keras. Kenapa? Yoke, apa bokap gue juga dulu penasup lay ke kapal. Kapal yang di laut. Kita suple ke sana, bahan makanan. Wow. Ya, kursaris gitu. Smart businessman lah. Masanya mau ketemu dimana lagi. Iya kan? Portamina juga gitu. Iya, mau. Pak, kenapa kita tau 8-5 bangkrut, Pindah lah ke Jakarta. Bangkrut kalau bulan yudah kan? Kalau mungkin gak ada management, jalan. Kalau mulai cemen-management. Oke, jadi, pindah ke Jakarta, untuk melihat lebih banyak opportunitas. Nah, di situ, pindah ke mana tuh? Di pertama kali tuh gue inget pindah tuh ke Dara Roxie. Oke. Potor just lah kan. Iya. Wow. So, saatan jadi kita waktu itu jadi kontraktor. Ya, kontraksional kontraks ini. Oke. Selamat di Jakarta sebelum kumpulnya rumah sendiri, gue inget orang kual gue tuh dulu pindah rumah sampai 11 kali. Wow. Kontraks rumah ya. Wow. Benda usahional pindah itu. Iya. Cuman di Roxie aja sampe 2 kali tuh, potor just lah kan, sama jalan apa tuh? Idore apa-apa kan? Oke. Di belakang. Terus gondok lo, darah, cengkarin pernah, tanggerang pernah, posambi pernah, kembangan pernah, kembangan akala lama. Sampai akhirnya gue beli rumah dulu di Sarpong. Oke. Dizerpong tuh serai baru gue pindah lagi kebekasi. Hmm. Pakasi baru sekarang terakhir di Jakarta Kimon. Dan kondon disini risat itu ketika muter-muter keliling, sekolahnya gimana, maksudnya lu balik ketemu temen sekolah baru. Wow. Woto pindah sekolah di Jakarta kan waktu itu cuma di Siam Aduh. Oke. Nah, 8 lima, terus baru masuk kuliah tahun 9-8, 8-8 masuk kuliah. Oke. Gue ga pindah-pindah sekolah. Pindah rumahnya doang. Pindah rumah doang. Rumanya gak sekolahnya tetep satu gitu. Oke, oke. Itu gimana, how was it for you? Masih. Tapi, cuma pengalaman yang paling gue inget sampai sekarang, karena gue dari jawa ngapak kuliah kan? Beritum masuk ke Siam A di Jakarta, Siam A. Gue paling inget pajaran seni. Oke. Kesehnian kan? Stepsiswa suruh maju. Apa ini? Baca polisi. Satu maju, baca, baca, baca. Baga itu gue yang maju ke depan, baca satu kelas ketawa semua. Lu bacain apaan ya, maka karena ngapak banget. Kata-kata. Oh ya, ya ampun. Tapi apa namanya? Ahirnya. Kertika gue masuk ke sekolah itu. Karena mungkin karena itu apa namanya tuntutan ya, tuntutan kita jadi pengen bersaing gitu kan. Sama tonton. Biarin gue diketawain karena ngapak apa-apa. Tapi gue bangganya di sekolah itu dari gue kelas satu sampai lulus. Itu gue jadi pengen barbenerah. Wow. Baca polisi. Wow. Dari kelas satu belulus. Wow. Terus waktu gue masuk, nih lagi gue pas pasan. sempet waktu itu kepala sekolah gue nanya, kamu yakin bernih sekolah di sini? yakin bu, gitu aja udah, namanya orang tua abis banget, ya? waktu itu sempet berenmu, berenu sekolah gue aja, jual lo cincin kagin. - Kenapa? - Pernah, gitu ya? - Nah, oke lah. - Ya, di sekolah, macam-macam lah, pengalamannya bolos pernah, berantem-pernant dan segala-macam. Tapi ketika sudah mulai penjurusan, kalau sebuah, gak tahu agak serius, jadi-nya. Agak serius. Tadinya kalau pelajaran bahasa Jerman, kalau gak ada temen gue yang itu, gue bakal dapet nih le, 5, 4, gitu. Tapi kalau gue udah doktor sebelah dia, bisa setelah 8, 9 gitu, kan jantak. - Baru kebeniran? - Antara dia ketularan, kernya, gitu ya, sering dia aja ke rumah barang, belajar barang. - Atau, ya? - Kan yang tak, tapi itu kelas 2. Ketika kelas 3, ya? Gue malah bisa istilahnya ketika ulangan, gue bisa setelah saya duluan, dan gue taruh depan meja-guluan. Gue keluar duluan. - Apa? - Jadi orang-orang ingin ngejian barang nyontak sama gue. - Kau-kau. - Basa inggris juga begitu, ya? Jadi ketika lu lu dari sekolah itu, gue dapet rengking 6-2 sulus kola. Gue penasara melihat, stop dulu di situ. - Suicet itu, karena apa? - Gak tahu. Karena kota biti bah dari nyontak dan angkap 4, ya, kalau misalnya secara organic, tapi bisa tiba-tiba jadi menat. - Menat. Menat. - Menat. - Kau kelu di kelas 1, kelas 2, gue belum terlalu menat belajar. - Jadi mungkin masih, ya, honoran gitu, nanti kamu mau sejakarta gitu, - kalian mau ulu gitu kan? - Right. - Bolo, senjana, kelembangan. Tapi ketika kelas masuk kelas 3, - Gak nyokuh buruh serius. Jadi ketika kalau dulu gue ulangan, bahasa jerman sama temen itu gue bisa dapet 7-8, ketika gue sendiri dan gue menat gue ngobla jar 4 kali ulangan, semua neleng gue 10 lokal gitu. - Gok ya. - Bisa begitu, karena minat. Jadi orang sebenarnya harusnya kalau dia minat dan desari harus bisa. - Ya. - Jangan bilang gak bisa gitu, salah belum campain gitu. - So good. Karena memang kadang-kadang orang tuh udah terintimidasi. Apalagi bilangnya, "Wah, dulu kan gue cuma dapet 4 nih." - Tapi ketika dia benar-benar memang pengen belajar, dia seriusin, dia bilang sama-sama, "Sori gue lagi gak bisa keluar karena gue perlu belajar, besok ada, bukan besoknya minggu depan sih ya, udah persiapan nih depan." - Patuklah satu. - Ula apa, pelajaran fisika? - Gue gak ngeles. - Gue udah penilin 5. - Gue gak les. - Gue udah penilin 4. - [Rusia] - Orang banget, harusnya kelas, tapi dilih bagus ya. Ini kelas banget, dapet banget, cepokin cepokin. - Nah itu jadi orang kalau anak gak minat, memang susah. Jadi kita orang tua memang harus bisa menimbulkan minat sih anak gitu. - Nah, minat itu dari mana? Itu gue penasaran banget. - Dia dari sendiri, jadi artinya, dia suka-nya apa? - Lu tergerapa, jadi suka basajer, man. - Jadi suka fisika. - Gue gak suka basajer, man. Cuman gue gak tau yang mungkin, mungkin ini ya, karena kena ketika kelas 2, gue udah basajer, man, itu kaku wahad langa jarennya. - Oke. - B, saya dengar jaren begitu lah. Ketika, kelas 3, apa, guru basajer, man, kan, tiba-tiba, menggangkapurnya begini, menggangnya. [Rusia] - Lakin itu jadi gilihatnya terus kan lucu, kan jadi gilhatnya. - Jadi apa gitu, mungkin kita masuk, gitu. - Oke, oke. - Dizajari begitu, tapi yang jelas, ketika kita masuk usia-usia, itu kan udah ada persaingan. - Iya. - Gue harus lebih pintar dari yang. Gue harus lebih pintar dari yang gitu lah. - Iya. - Kau ulangan dulu bahacain, lagi itu kan, begini, kan. - Iya. - Bahkan dulu kok pernah begini. Ini kamu mengekolan di berarti ini. - Iya, pasti, masih. - Kau masih inget di pesan saja nih. - Bason disiap, gurunya yang trick, seniman. Oh, kaya seniman udah mendara. Dia kasih tugas. Bikin karya tulis apa yang waktu itu ya? Kalau gak salah mengenai kompor listrik dan yang kompor listrik dan kompor tarisional itu, ini ya, contohnya dan kekurangan apa. Taman-taman gue pada bikin tuh semuanya pada pakein, ini pakein di jilit begitu. Teman-teman. Di jilit, di stand shield gitu. Gue ceman selembar. - Wow. - Gue ceman selembar dan ceman satu stangga halaman. Jadi ketika gue kelihat, teman-teman gue, pada bikin pada di jilit bagus bagus. - Iya. - Gue ceman ngasih selembar. - Lu bayangin. - Jipar, ya. Jipar gak lo. - Iya dong, kayak, waduh. Ketika di omomin nilainya, malah yang kertas gue selembar ini yang nilai paling tinggi. - Emang seniman makatnya gue dulu. - Gue dulu gue seniman. - Nah itu lah, benar banyak, benar banyak. Kenapa namanya kesan-kesan dia sama waduh gue baru masuk di seman Jagat-Jatat. - Gak, tapi pada saat yang bersamaan di situ kayak ngebust kepercayaan diri dulu juga, bahwa, men, ternyata gue bisa, ternyata gue smart ya. - Iya. - Ternyata kalau misalnya gue niat, kalau misalnya gue minat, ternyata gue bisa lo. - Iya. - Ketika, apa ujian nasional, namanya gue ternyata 54. - Wow. - Riemampat itu sejakarta utara paling tinggi gue dijakarta pusat gitu. Sejakarta utara gue paling tinggi, tapi kalau dijakarta pusat gue mungkin nomor seketarni masih ada 56. - Iya. - Gue nampak. - Ternyata gue kayak, "O, gue ternyata gue bisa, karena gue dulu inget kepala sekolah gue ketika ngerima gue sekolah." - Ternyata gue nanya kamu yakin bisa sekolah di sini. - Wow. - Waih ngetitu. - Iya. - Tapi pas lagi masa SD sama SMP, gak sepinter dan se luar biasa itu. - Gak menonjo. - Gak menonjo. - Iya, iya. - Jadi ketika gue lulus, di panggil 10 orang raging teratas, buah nomor 6, kepala sekolah gue nyalametin gue, "O, ternyata kamu bisa ya." - Iya, itu apa. - Jadi karena ada ucapan seperti itu lah gue minatnya di situ. - Kuluhnya, akhirnya apa? - Kodondik. - Gue dulu di SDMM ke bin, SDMM ke binan Nusantara. Aorang sekarang tanya binus gitu. - Wow. - Jadi alam ini binus. Tapi tahun berapa tahun rekiplik ya? - Iya di kaasian dan. - Oke. - Sorry, ngambil apa? - Dulu gak bernya aku tansi. - Oke. - Temput terasa, konting. - Oke. - Sekarangnya sar. - Sekarang apa sih? - Wow. - Diyo di skripe kerjaan lu sekarang ini kodondik. - Kerjaan gue sekarang gue punya perusahaan sendiri di bidang konstruksi. Tapi spesialisnya dibesi. - Oke. - Ya, bahwa suci wf habim dan segala macem. Dan gue lebih sering kerjaan proyek untuk salah satu customer gue yang dibekasi. Mereka perusahaan pencil, cuma gue ngosas deput ini, Mereka. - Oh, sakh. - Mereka sofsnya dari sumatra. Jadi kemanjakan proyek gue tuh di sumatra selatan. Bungan gudang, unpa abrik disana, terus mereka dapat kayu disana dalam bentuk lock di potong sampai bentuk seperti npon, kasio bat, kiri mekebekasi, mereka bikin jadi pencil. Yang dibekasi juga ada beberapa perjanjahan, tapi yang paling sering gue di penemanya di sumat selatan. Di palembang dan lupuk lingga. Nah, karena gue orang konting. Jadi, eh, nyang ber jadi disana malas sekarang jadi punya klien, klien gitu jadi. - Oh wow, oke. - Jadi gue bikin nilap orang, "kuangan, gue bikin nilap orang pacak, kalau udah presa pacak gue yang ada, kanter pacaknya." - Oh, oh. - Itu apa namanya yang di perusahaan? Nah, terus apa namanya di kantor yang di Jakarta juga ada semacam kayak kerja sama lah ya, orangnya. Translation. - Oke. - Jerman, eh apa? Inggris, cepang, cerman. - Iya. - Itu semuanya. - Oh udah gitu, itu kerjaan yang. - Benar, bahasa Jerman lu emang semen itu. - Gue tau nih cuma ili-beli sekarang. - Oke. - Iao. - Ada transiter-transiter yang swont transiter ada. - Oke. - Cepang, Inggris sama cepang. Eh apa cepang, Inggris sama Jerman? - Oke, oke. - Tapi gue enggak ikutan, gue cuma nagi nya doang. - Pokoknya ya, usah duit sama counting lah udah lah, ikutan gitu ya. - Kalau udah, countingan. - Dwi-dwi-dwi-dwi-dwi. - Cuan-cuan-cuan gitu. - Cuan-cuan-cuan. - Nah, jadi setelah lu selesai kuliah. - Hmm. - Dan lu masuknya ke accounting kan? - Ya, atau lu kerjaan ya bagian nampak satihnya? - Kerjaan ya. - Waktu setelah kuliah, gue kerjaan ya di Indomobil waktu itu. - Oke. - Indomobil. - Jual mobil atau. - Wow, accounting. - Accounting. - Oka pertama, untuk bisa jadi accounting, gue jadi kasiar dulu. - Wow. - Wow. - Dari mulai kasiar, seperpa asal baru manager baru. Yang pokoknya kita harus tahu, satu perusahaan, accountingnya berkimanah. - Hmm. - Dan gue besok, keluar waktu itu gue di fabric. Karena di fabric gue jadi tahu penuhannya manufacturing accounting yang gitu. - Right. - Itu sangat-sangat apa sih lah melakat gitu lah. Jadi kalau kita perusahaan mana pun, yang manufacturing, itu kita udah udah bayangan. - Hmm. - Bisi splending, kalau macam peritungan, wakin progress dan kalau macam itu memang butuh, beda sendiri lah. - Ya. - Beda dengan kalau kita ngomongin accounting yang trading kamu nih. - Hmm. - Itu jual lebih simple daripada manufacturing. - Domobil gue dari tahun 19.00, sampai 2006. - Hmm. - Oke. - Oke, itu lumayan lama yang berarti. - Makan ya. - Hmm. - Terus apa sih itu gue sempat bindah-bindah beberapa perusahaan di banyak lah. - Hmm. - Sempat di banyak. - Terus apa namanya baru kok bikin perusahaan sendiri tahun 2012. - Oke. - Ya, sampai sekarang. Berti kalau bertahan, ya, bertih alhamdulillah lah gitu. Orang menggunakan jasa gitu loh segitatan ya. - Ya kan. Perusahaan biasanya ada yang bilang lu kalau 10 tahun bisa bertahan atau perusahaan bertih jalan. - Bagaimana bagus betul. - Iya. - Itu yang penting. - Nah. - Hmm. Ada nggak di moment tersebut, gue sering banget nanya The lowest point of your life, ketika lagi jatuh banget. Apalagi, mungkin lu sempat cinta kalau bokap lu dulu sempat bangkrut. Dan akhirnya harus menyake Jakarta dan lain-lain. Untuk lu sendiri, selama di dunia bisnis, ketika lagi kejalanin di Jakarta, yang keras ini. Sempat mengalamin hal-hal yang tough for you. Gue sih ketika setiap menjalanin faser dari pada doktor Santai. Jadi gue nggak terlalu yang ngoyo bagaimana. Ketika di no mobil juga, gue juga berusaha ngikutin apa yang mereka tuntut. Gue cuma berusaha memenuhi dan gue kalau bisa ngelibihin gitu. Bahkan apa namanya istilahnya apa yang gue buat bisa digutin sama perusahaan anak perusahaan yang lain. Karena kan numobil kan grup ya, bukan cuma satu kan. Nah ketika gue di perusahaan gue sendiri yang namanya orang sedang berintis dan kita apa namanya sedang mencari network. Kita kan otomatis itu yang mungkin baru bisa gue ngapis sebagai yang titik terndah. Tapi gue ngajalanin juga cinta, santai. Sila nya dengan nggak terlalu yang pake mana-pake mana. Gue cuma ngalamin yang istilahnya, yang namanya kontraktor ya. Belum tentu sudah bulan, dapat proyek, gitu kan. Cuma dulu ngalau gue dapat proyek, proyek itu belum habis gue udah mikirin selain itu pernah ke balagin nih. Pasti dong itu kan wajib dong. Karena kan ga jika rakan-kannya kan trotin. Nah pada waktu itu itu terjadi yang kalau kita bicara tentang seberitulah, itu lah titik perubahan gue disitu. Dari 2012 gue starting Mayon Campani, 2014 tiba-tiba gue punya sama. Satu lang lo havatin dis, kurang lebih dua tahun. Yang titik terndahin sih dua tahun ini gitu. Kurang lebih dua tahun. Let's dig dive, kita pengen ngomongin seolah itu sekarang. Nah jadi dari 2012 ketika gue bikin proyek sendiri, di 2012 itu pulak gue mulai reset sendiri nih. Resetnya reset mandiri, penting agama gue. Nah dari situ, dari agama gue, agama yang lain, agama yang lain, sampai akhirnya gue pindah di 2014. Jadi mau alaf di 2014? 2014, kurang lebih dua tahun. Tapi sebelumnya kalau kita mundur sedikit ke belakang, sebelum 2012 sampai 2014 dari 2012 mundur ke 2007, pokok gue masuk ke Islam. Oh, kakit ngeluh? Trigger ya, Pak. Kakit gue juga kakit, bagian lagi gue juga kakit. Trigger kakudnya. Karena sepanjang hidup dicil acap, ya, yang gue tau pokok gue tuh kohu-cuk. Oke. Nah gue dulu dicil acap di rumah tiap hari bersin itu apa? Alter patung kuankong. Iya. Satu tahun gue dulu diajak kegunung kali, emang pokok gue. Ketika pindah ke Jakarta tahun 85, bokap gak lama, tiba-tiba masuk Kristen. Oh, oke. Ya, jadi kongu cu bokap masuk ke. Kristen dulu, oke. Dari 2018-25. Jadi itu trigger ya, Pak. Mungkin karena ke Jakarta kali bangkru, gitu, di pikir kayak nih kongu cu ini tidak memberikan gue kayak, mungkin Kristen akan memberikan gue kayak. Iya, bisa jadi begitu ya. Dan dia mungkin apa namanya kenal sama salah-sala orang kreja di kreja. Terus akhirnya, yaudah, jadi ngacak airnya jadi kreja. Yokap gue kan, Yusul belakangan. Ketika kalau nyokap gue nih udah Kristen dari gue lahir. Oh, bahkan bukan kongu cu juga, bukan. Oke. Jadi nyokap gue tuh ya, jadi gini ya. Tahun. Tahun-tahun itu kan mungkin belum keluar. Udah-udang pernikahan, namanya satu-tun untuk jumpatkan belum keluar. Jadi mereka nih ke belakang sama, sama salah. Jadi dari kecil nyokap gue Kristen dari gue lahir nyokap gue Kristen, pokok pengucu ketika bindah sejakarta, pokok pengucu yang masuk Kristen. Jadi mereka kreja sama sama. Elunya sendiri saat itu kongu cu tak Kristen. Gue dari kecil dibawah nyokap gue kreja. Oke, oke. Jadi gue dari kecil tumbuh besar di kreja juga. Oke. Ya, ikut drama, ikut main angklung, kurdan segala macem. Sampai akhirnya, bindah ke Jakarta, yang masih krisan. Tuh ruwa atau pertama bindah ke Jakarta tuh kreja nya gue inget-kreja, pantek fostap, pusat surabaya. Tapi yang dijematan lima. Tapi di Jakarta, di Jakarta, yang dijematan lima kan. Jadi terus habis itu bindah ke KSJA yang dikeduungkenangan senen. Perna juga yang di GBA Betani yang di hotel horizon atau pelatan mole. Oke, oke. Itu yang disitu yang cukup lama lah. Jadi ketika dari bokap gue udah kresutan, bahkan bokap gue tuh bisa bikin sel dan dia bisa kasih kot bah. Dia bisa bikin sel. Oh, komsel gitu, komsel. Dia bisa bikin, dia yang kot bah gitu. Sampai tiba-tiba 27 juta, dia masuk islam. Tapi waktu itu bokap gue dan nyokap udah divorce. Oke. Gue langkap ketika bokap gue masuk islam, gue lihat nih cuma perkehulan nih. 27 juta, sampai 2019. Itu masa 5 tahun itu gue jadi agak-agak dan semacam kayak sedikit kuryus gitu. Terada pislam. Kenapa kok bokap gue lama jadi komponitas. Semoga dikrisen, tiba-tiba masuk islam gitu. Wow. Nah waktu itu memang kan islam sedang banyak di fitnah ya. Saat itu ya? Iya, Rom, dari mulai 9-11 itu 20 bubbar sih. Kalau gue bilang 27 sampai 2019, 9-11 kan 21. Oke, oke. Yang belum lagi yang apa, bombali dan gak macamnya. Iya. Jadi selamat malim mata, on 27 sampai 2019, gue menghamati. Sorry, gue mau nanya lagi. Lu bilang tadi islam banyak di fitnah. Itu boleh di elaburit ya. 9-11 dan bombali itu maksudnya. Jadi kan kita tau lah itu bisa jadi bagian dari pada islam opobia yang di api namanya di expose di media gitu. Jadi seolah-olah islam dicap sebagai kemataroris gitu. Kurang lebihnya seperti itu lah. Nah ketika selama 5 tahun itu gue menghamati. Tapi yang gue mati muslimnya orangnya. Oke. Itu yang gue matin, gue gak menghamati ajaranya gitu. Selama 5 tahun itu gue nghamati muslim. Kau begini islam orang islam, kan? Ributis ini, ributis sono, sweeping islam, sweeping sono gitu. Tawuran disini, tawuran sono gitu. 5 tahun. Nah baru 2019. Taw tahun di anton gue, Nungol FEP. FEPnya Almar Hums, saya kemedidat. Siapa itu? Siapa kemedidat, nonton lalu seorang Dahi dari Afrika Selatan. Tapi dia asin dari India. Nah dia hijra ke Afrika Selatan. Nungol orang kuanya ke Afrika Selatan. Dia cerita dulu waktu kecil dia dulu sering dibuli sama misonaris. Kesi antara. Untuk kecil. Terus akhirnya, saya kentika itu dia memu buku isaro hak. Dia baca, abis dia baca, ganti yang dia ngejarin-jar misonaris sesuatu dia cakebatin. Sampai hadnya dia menjadi Dahi, dia punya apa namanya kayak semacam Yaya San sendiri. Ahernya dia bisa terama ke mana-mana dan dia berdebat dengan banyak pendeta. Itu ketika 2012 itu tiba-tiba di anton gue udah FEP itu. Nah ketika gue nonton itu, dia mengkritik Bible. Bawa di dalam Bible, ada pelajarisme, ada kontradition, ada ayat ayat fabrication, interpolation, concoksion, dasual macam. Gue suka orang keras, dan nonton itu panas, wah ini gak benar nih coba. Jadi, abis itu gue nonton video-video yang berikutnya sambil pegang Bible. Jadi dia ngomong apa, sebutin ayat langsung kebuka. Gue dulu digereja KBFS, coba ada dua buka Bible. Jadi kita kesebutin dua sama gue 15, berapa misalnya langsung kebuka cepat dan diapain Domen gue cahat. Lama-lamama-lamama, gue tonton. Loko benernya di omongin ya, ada poinnya kita mau setiapnya. Karena dia buktikan di depan pendeta, coba tau ya bakal bisa boleh tau. Santo, misalnya. Yang tentang pelajarisme, ada di YSA ya, pasal 377 sama di satu terdua rajar-ajar. Itu ada kiri-kiri 37 ayat yang persis plak sama. Plak sama-nya itu identik ya. Tanda bacanya sama, kata-kata sama. Di bacanya sama jadi waktu itu konon-konon video debatnya, alman musiknya meninjad sama pendeta tuh begini. Saya menjadi benar sama pendeta nya. Tolong buka satu rajar-ajar pasal sekian kita ya. Ada, ada. Saya bacanya ya. Ini jawan nih. Selamat saya kami dari debatnya. Ini begini-bini, ayat pertama. Betul. Etkat buat begini. Betul. Ait ketiga, kem 4, kelima. Betul. Tereniat, saya kami dari debatnya bukan dari satu rajar tapi dari GSA ya. Jadi ada, ada belasan, bakal pulang 37 ayat yang gue ingat. Identik kita. Jadi saya kemedetok waktu itu nanya sama pendetanya. Ini penulis ya, saya yang nyontek satu rajar-ajar. Ya, penul-jarajar aja yang nyontek saya. Pendetanya gak bisa jawab. Terus apa-apa sih itu ada lagi banyak sekali yang di perjanjalan-lama dan bjanjalan baru. Tenjata ada, ada yang contradiction. Si A di kitap ini, diceritakan begini, orang yang sama, diceritakan di kitap yang beda. Ceritanya beda. Wadah orang yang sama. Karena diceritakan diceritakan, dibunya ini, cukup ini, gitu. Terus yang berikutnya ada lagi, ini ada ayat yang diisi sifkan, yang istilahnya awal. - Dan banyak cahatan jadi ayat gitu. Itu semuanya gue cahat nih. Semuanya gue cahat. - Menjaga jago dulu ke deh tuh. - Iksinya cuma postit-postit dong. - Iya, iya. - Ketak postit, ya. - Full postit. Nah dari situ baru gue mencoba kalau begini, kalau ada sebuah kita yang disebut kitapsuci ada masalah begini, bisa gak disebut kitapsuci. - Oke. - Sebelum karasi itu, gue pengen tau dulu, tuhan sendiri saat itu gimana? Kodondi. Masa nya apa lagi itu saat lu baru mulai busy sendiri juga, wobos urelasiin shape like dengan tuhan. - Boleh di bilang, gue ke gereja gak pernah bolus. - Oke. - Gue berperpuluhan gak pernah telat. - Oke. - Jadi gue sebagai. - Itu itu ritualnya lu ngelakuin semua yang lu cek, tapi yang gue tanya, - spiritual. - Gue juga boleh di bilang, gue bukan orang yang gak kenal tuhan, artinya gue, ya gimana ya, artinya gue punya hubungan juga dalam arti spiritual. Tapi bukan orang yang, bukan orang yang silanya bisa sampai apa, ngajak orang gitu gak. - Eh, apa yang disini? - Anjah, anjah, - Iya, iya. - Anjah, buat disini aja. Karena gue dari kecil, tu mau besar di gereja, jadi secara mental, tuhan itu ya ada bapak, putera rukudus gitu. - Of course. - Karena ya itu udah doktornya gereja lah. - Iya. - Dari kecil, udah di lati begitu dengan segala macam analogi lah. Bakal kudul bisa ngomong bahwa ternyata itu seperti matahari, itu bapak sinarnya tu Jesus, panas yang kita rasa dikoli turuh kudus. - Itu analoginya gitu ya. - Analoginya gitu ya. - Sampai gue punya perusan sendiri masih begitu. - Iya. - Masunya gue ngerti sih kayak sekarang ini, lu bener-bener ngeliatnya dari kacama talogi kabar banget gitu. Masunya kalau misalnya kita ngomongin, soal, lasai bokap lu gitu ya. Namanya siapa, lahirnya dimana, dan habis itu kayak perusan pertama yang dia bikin apa dan lain-lain yang tadi kita ngomongin. Itu faktar-faktar itu memang bener-bener ngat tapi, yang kita gak bisa ceritain itu karakter bokap lu seperti apa gitu. Itu sama lu sesayang apa sih sama dia gitu. Lu ngobrol sama dia seperti apa ketika dia lagi. Itu yang gue tanya kayak hubungan-hubungan lu sama tuhan saat itu lebih dalamnya lagi sih. - Itu gue ngerasain. - Itu gue ngerasain. - Itu gue ngerasain. Bakan ada beberapa kejadian yang gue angkap itu supaya jauh oban dari doa. - Oke. - Ya jadi, pernah lah ada beberapa kejadian. Kecil yang, oh kita lagi putuh-putuhnya, datang pada waktu-nya. - Right. - Itu ada jauh oban dari doa. - Jauh dari doa kita. - Oke. - Itu gitu-gitu gue ngalamin. Jadi, terus di gereja juga ada apa. Kalau Daniel apa, kataulik atau protestan, gue semuanya. Semuanya. Di gerejaannya Daniel ada Roku dulu. Apa ada basarro? Ada, ya, jadi, bilangnya non-denominational. - Oke. - Jadi, gue dulu ikut gereja yang ada basarrohnya. - Oke, karena GBE ya. - GBE. - Iya, ya. Jadi, ya, artinya, kita tahu yang namanya hubungan kita dengan tuhan, yang kita kenal juga dalam sosok Roku dus, yang bisa bikin kita berbasa yang kita sendiri gak tahu, dan segala macam itu, "Waalamin." - Oke. - Olu sempet basarroh juga banget. - Sempet. - Oke. - Sempet cuma gue nge-kursus ya. - Gak, ya, ya, ya, ya. Ya, ya, karena ada orang yang bisa ada orang yang gak bisa. - Betul, betul. - Iya kan. - Di pak saya ini gimana? - Ketika mau wala-wala. - Karena itu hadiah kan, sebenarnya kan. Jadi, karena kanan kita bisa ada pertadiannya, karena kanan kita kanan pertadiannya, tapi kita ada pertadian yang lain. - GBE, kata yang kan gitu kan? - Betul, itu GBE. - Tapi gue pertinginin. Ketika emosi gue stabil, gue gak bisa. Emosi lu stabil. Tapi emosi lagi tidak stabil, bisa. - Ketika emosi sedang gak stabil, sedang naik turun baru bisa. - Oke. - Berarti itu ada indikasi bahwa orang bisa berbasarro itu, ketika emosi sedang tidak stabil. Di bawah naik, di bawah turun, di bawah turun, jadi ketika dia sedang mau melepaskan emosi dia, lepas di pasarro. Ya itu analisasi gue sendiri ya. - Mungkin setiap orang gife beda-beda. - Ya, mungkin beda-beda. - Ada orang yang dengan mudahnya bisa pasarro. - Betul. - Emosinya stabil-gas stabil juga dia. - Tapi stabil-gas stabilnya. - Ya, ini beda-beda lain. - Ini kita mengenal lagi di sor-sional. - Iya, iya. - Oke, jadi lagi, lagi, 2012. - Kalau ditanya gue punya hubungan spiritual di mana dengan tuan, gue merasa gue punya hubungan spiritual. Iya, tapi nggak yang heboh lagi. Terus ketika gue pelajarin agama-gama yang lain, baru lah, dari mulai Yahoo di Hindu Buddha, kenghucuk baru terakhirnya islam. - Right. - Yang mana 5 tahun sebelumnya gue cuma ngamatin orangnya. - Right, right. - Baru pada jaman 2012-2014 itu gue mempelajarin inti agamannya. - Oke. - Karena ketika itu gue harus kalau orang islam berbuat itu tuh, akhirnya mana sih? - Kupeng cari itu. - Right. - Kupeng cari itu. Nah, karena gue tuh nggak tumbuh besar dari kristan yang dianggap sebagai agama samawi itu ya, wahiw itu kan. Mau nggak mau gue harus pelajarin dia hudinya. Jadi kalau adanya nanya gue, kenapa gue bisa ayarin berlabuh di islam? Karena pada akhirnya kita kalau nggak tahu sejarahnya kita agama itu muncul, dan kalau kita tidak tahu bagaimana kita itu tersusun, kita nggak akan pernah sampai islam. - Oke. - Gue, gue, sorry, boleh di Elaborat. Gue nggak kerti baru. - Jadi mau jadi? - Ketika kita di kristan, sekian tahun gue kristan, sekian 10 tahun gue kristan, gue nggak pernah tau kalau ternyata perjanjan lama tuh asalnya dari kita punya orangnya hudinya. - Oh lu nggak tau? - Nggak tau. - Dari torah kita ya. - Nah, dari torah. - Dan tidak langsung dari torah, ternyata ada jembatannya, septua jinta. - Itu diuterukanonika banget. - Oke, septua. - Di otorokonika tuh kita-bikitapnya katolik yang tidak di-trimah oleh protestan. - Oke, septua jinta tau ya. - Tapi dari tor, sebenernya bukan torah tanah. Namanya. - Tanah. - Tanah itu singkatan torah naifim, kefilm, yang besosun abad kelima sebelum Jesus, di abad ke-3 sebelum Jesus, abad ke-3 sebelumasi ini, di terjemahkan pada lampas ayunani di sebut septua jinta. - Oh, oke, sebut jinta tau ya. - Septua jinta ini yang beredar, sampai Jesus lahir, sampai Jesus ganda, bahkan sampai abad ke-4 baru, jadi perjanjalan-laman yang orang kristan. - Right. - Tapi di sebelum jadi perjanjalan-laman orang kristan, itu terjemahnya sempat di resansi. - Resansi artinya. - Resansi artinya di kritik saja. - Oke. - Di kritik saja. - Oleh siapa, oleh bapak-bapak kreja, origain, lucian, esesius. - Oke. - Baru dari esesius menjadi vulgata, vulgata baru jadi, apa namanya? Perjanjalan-laman. Itu gue lama juga, lu bisa kumpungin list cara, secarah ini berarti udah lama banget. - Lalu kan, lu. Jadi sampai cetotong, gue tuh begitu banyak. - I love. - Sampai akhirnya kita dan nil sebagungan kristan pasti percaya bawah di dalam penjanjan baru, itu yesos udah di nubuatkan udah berjalan-laman, tu. Itu yang gue plajarin dipdown. - Iya. - Dipdown. Artinya apa? Gue bandingin antara tanah, septua ginta, septua gintaan jadi benar-benar nama ini. Ini gue bandingin apakah, perjalan-apakah perspektifnya orang yaudi dan perspektif orang kristan sama? - Oke. - Terus nyata-benar. - Oh, interesting. - Kalau kita ngeliat perspektifnya yaudi, itu jauh lebih kredibel. Karena mereka bisa mahala bawahret dengan ayat-ayat di penjanjan lama yang lain. Ada hubungannya ceritanya gitu. Jadi kontaksnya masuk banget. Tapi kalau di kristan, ketika mereka bilang ini nubuat untuk yesos, itu karena ada perubahan terjemahan. - Ini nubuat untuk yesos karena ada perubahan. - Oke, oke. - Sontol. - Wutantol? - Iya, masih lah. - Aizaya 96. - Oke. - Kan disubutkan kan seorang anak pelalahir untuk kita. Seorang anak pelalahir berikan untuk kita lambang memberintaan ada di bahunya. Kalau di kristan, anda kalimat begini nhis name. Jadi namanya itu akan diberi mempatklar Wanderer's advisor, Almighty God, Eternal Father, and Prince of Peace. - Itu ditambahin. - Masih yang. - Jadi posisinya berubah. Jadi setelah ada lambang memberintaan di atas bahunya, anda kata-kata nhis name. - Oke, namanya itu ditambahin. - Iya. - Bukan di pinayin dari Ablakang. Nanti, saya jelasinan dari Yaudi nih. - Oke, oke. - Hes name itu setelah ada lambang memberintaan di atas bahunya. - Oke. - Jadi orang yang baca, kalau pun dia bukan orang kristan, yang dia baca, dia tahu-nya, mamah anak itu. Jadi, anak itu diberi mempatklar. - Oke. - Tapi kalau yang Yaudi, dari depan sama, seorang anak pelalahir untuk kita, seorang anak telah diberikan kepada kita lambang-lamerintaan di atas bahunya, tidak ada nhis name. Tiba-tiba ada wanderers advisor, Almighty God, Eternal Fighter, called the child, menyembut anak itu, as Prince of Peace. - Beredi itu. - Oke. - Jadi kalau yang kristan, his namenya, itu anak itu diberi mempatklar. Kalau yang yang hu, di $3.000, menyembut anak itu dengan satu peler, Prince of Peace. - Oke. - Beredi itu. Dan rasanya, ya, ya, ya, maksudnya lo sin translation dan lain-lain tap. Tapi itu konvens kodon dibangat untuk kayak gue pindah Islam gara-gara ini. Itu masih jauh. Oke, ya. Itu belum menyentuk Islam ya gitu. Oke, belum menyentuk. Itu baru gue memukti kan dari mana kitapnya Kristen dan ada point-point apa, ada beda apa dari Yaudi ke Kristen gitu. Karena kan, ya pada waktu gue Kristen gue juga tau Yaudi menolak Jesus. Ya. Keren Kristen Klem, Jesus itu adalah depramas mesanya. Ya. Cui sekian bilang, bukan bukan dia. Mereka bilang siapa, daut. Jadi mesnya akan datang namanya daut. Tengah tak daatnya. Hoseya 35 gitu. Memang dan ayat, memang butuh tak siir. Tetapi selain itu juga ada seharat-sharat yang lain, ternyata orangnya udah bilang. Mesnya situ bukan tuh hanya jadi manusia. Mesnya itu bener-bener manusia. Dia harus keturunan daut melalui anaknya salomu. Sedangkan di Kristen. Jesus disebut anak daut melalui salomu dari ayah ternyata. Yusuf gitu kan. Berarti kalau secharat-radisi Yaudi, sesuatu orang tidak bisa disebut orang Yaudi, kalau dia mudah-sebut orang Yaudi, harus lihat dari darah ibu-ibu. Tapi kalau lihat dia sukuk apa, mau sukuk Yaudah lain dengan menempat. Harus lihat dari darah, ayahnya ada di nambers chapter 1, verse 18 gitu. Itu udah berbedaannya. Itu udah berbeda. Oren Yaudi bilang, mesnya siyakan dateng itu, itu nanti dia datang ketika tidak ada orang mangkat senjata. Ketika tidak ada orang mangkat senjata. Berarti udah gak ada perang. Aduh ayah itu banyak ternyata dia. So ayah-ayah, ayahnya ada segaram. So setiap kali lahir, masih banyak perang, sampai sekarang pun masih ada perang. Yang berikutnya orang Yaudi bilang, mesnya siyakan dateng itu datang ketika semua manusia kenal hasim. Yusus lahir, sampai sekarang masih ada orang yang gak kenal hasim gitu kan. Terus di dalam mejajan-jajan lama tidak ada konsep, mesnya sedateng, menjalisakan misi pergi dateng lagi itu. Gak ada begitu. Sedangkan Kristen, Yusus udah menjalisakan misi, mati ada tersebut sekali, pada hari 3. Sudah diangkat, nanti kan ada sekan kami. Itu konsep itu gak ada. Ini hal-hal seperti ini, nil yang gue belajarin. Jadi, gue bandingin dulu antara iahudi dan Kristen. Baru setelah gue tau bedanya, baru gue ke Islam. Budah sama Konghuchu, kenapa tidak menarik lu? Apalagi bokap dulu sempat konghuchu. Ya, kenapa? Karena ternyata, pernah denger politaisemen, no? Politaisemen, yes. Mungkin, artinya percaya banyak, banyak tuhan. So, sebenarnya, henotaisemen juga percaya banyak tuhan, tapi dia spesifikasi begini ada satu tuhan yang suprim. Di bawahnya tuhan yang suprim ini, ada tuhan tuhan yang tidak setahra. Tentu, dia wajahus di Yunani, dia wajah yang suprim, tapi di bawahnya ada tuhan, ada tuhan perang, tuhan tuhan. Hermes, hermos, hermos anaknya dia wajahus. Itu berarti gak setahra dong, sampe sempat. Nanti sempat juga punya, bisa punya anak dari tuhan, namanya Helen, punya anak dari manusia, bisa punya permainan. Perseus, herkulah. Itu dari versi Greek ya, tapi kalau masih dari bunda hidus sama Konghuchu. Jadi, ini kan disukut henotaisemen. Hindu bunda, suka begitu ada dewa yang suprim, tapi juga ada dewa dewa di bawahnya tidak setahra. Jadi masuk ke situ. Entah itu, apa namanya, ajaran dari awal, tapi banyak yang bilang bahwa itu sebenarnya sudah di rubah, oleh pengikutnya ketika pendiri sudah ada. Jadi pada awalnya Hindu bunda, Konghuchu itu sebenarnya semuanya monotais, tapi ketika pendiri sudah ada, pengikut-pengikutnya yang melakukan inovasi-inovasi. Jadi itu sebenarnya juga yang boleh dikatakan, sebenarnya kedukannya itu mirip dengan Kristen. Memang maf. Miripnya begini. Kalau ditanya, yang menciptakan akan kamu Kristen, apa? Ya orangnya udah. Ya sosial, polo, sosial, udah gitu kan katanya. Tapi, kalau kita ngeliat ayat-ayatnya dan kita komper antara penjanjan lama, antara penjanjan baru, penjanjan baru juga kita bisa bagi lagi dengan anjaran Jesus, dan anjaran polus, ternyata penjanjan lama sama dengan Jesus. Penjanjan lama sama dengan Jesus. Ya. Adonial, Hennu, adon Ehad. Oke. Tapi yang Jesus, beda dengan polus. - Da, apa yang ajarannya? - Ajarannya. Koncept ke Tuhananya dan koncept ke selamatannya. Nah, jadi kan dikerisan kan percaya dengan ternyata. Kerisan kan terbagi ternyataan, unitarian sama wannas. Yang ternyataan ini yang tadi gue bilang suruh pa dengan yang tadi, yang hidup udah kongcu. Jadi, yang kersen ini mau di bilang politasme gak mau, lebih saat. Tapi, mirip dengan Hennu tesmenya yang tadi. Jadi ada satu. Gue gak ngerti hubungannya dari Jesus dan anjaran polus, tiba-tiba jadi Hennu tesme. - Akin ini. Kalau kita bicara ternyataan, itu kan kita yang sekarang orang-orang Christian ternyata ternyata itu Jesus ko-ikual ko-ikurnal. - Jisus ko-ikual sama ko-ikurnal. - Dan ko-ikurnal dengan fader. Kerisan yang sekarang, beda yang begitu yang ternyataan ini. Tapi, ambat-abat, aw-abat kedua, ketiga, kempat gak begitu. Paulus menangankan benih bahwa Tuhan, bahwa ini sudah mengambil rupa manusia jadi Jesus. Filipi dua. Dia teruskan oleh iknasius, masih merip-merip. Dia teruskan oleh tertolianus. Tertolianus masih bilang, "Jisus tidak setarang dengan bapak." - Siapa itu tertolianus? - Papa Gredja, apa? - Ignasius, Papa Gredja. - Tertolianus, Papa Gredja. Baru dia abat kempat, Papa Gredja yang lain namanya Atanas Yus. Ketika konsulinasi A35, Atanas Yus, yang menyantakan "Jisus itu ko-ikual dan ko-ikurnal sama ko." - Sorry. - Papa Gredja itu artinya usku-kup, kah? - Usku-kup itu istilah di katolik, Papa Gredja. - Sorry, Paus. - Paus. - Beda-beda. Sampai abat ke 4-5 itu, Kristen itu masih menjadi seperti kesan-kerisan patri-arki. Dipimpin oleh Papa-Papa Gredja. Papa Gredja ini berarti masyarakat orang-orang "Komimpin Greja." - Patrus termasuk Papa Greja, bukan? - Yang kepunyat Papa Greja pertama. - Oke. - Patrus. - Patrus. Tapi setelah patrus, - masuk lasi Ignasius. - Ada lagi, ya Kobu. Kalau Ignasius ini Papa Greja yang sudah - Mori-morijasus sudah nggak ada. - Jadi? - Ignasius ini bukan Mori-morijasus. - Kenapa dia - di mendapat peringkat Papa Greja saat itu gitu? - Karena, - apal-apal-apal-apal-pal-pal-mikiran dia yang dikutir, - orang-orang pada zaman itu. - Jadi setelah pautus, - nggak dapun akhirnya muncul lasi Ignasius yang memberikan. - Oke, oke. - Jadi, wow, keresan itu memaya ruot nih. - Banyak lompok sebenarnya. - Pada awalnya itu banyak lompok. - Yang gue nggak sebutin yang lompok pada zaman - sebelum bayi cocok ke 2 diancur kan ya. - Ini kita bicara sesudahnya aja. Jadi ketika dari pautus, - di teruskan Ignasius, tertolianus, - atanasius ini udah berbeda. - Conceptnya. - Iya. - Yang tadinya jisus tidak, koh ikual tidak, koh eterno. - Samatannya itu sudah dikoh eterno. - Jadi koh ikual. - Di teruskan, jadi sampai sekarang. - Iya. - Orang terinitarian sekarang, - bilang, "Yesus koh ikual koh eterno." - Nah, masuk gue tadi tuh. - Ketika, "Yesus, ketika pemikiran membaup kerizoknya jadi - apat awal yang mengangkap Yesus tidak, - koh ikual tidak, koh eterno dengan bapak ini - yang gue masuk serupan dengan Heno Teismetan di. - Oke, oke. - Nah, kalau misalnya lu ngganyaman dengan - konsep koh ikual dan koh eterno, - kenapa lu nggak melipir jadi saksi Jhova misalnya? - Benar sana, ya itu gue benar sana banget. - Tiga bulan, belajar sih. - Oh, jah. - Gue didatakin sama saksi Jhova. - Oke. - Tiga bulan belajar rumah gue. - Iya. - Iya kan? Masihnya konsep yang waktu CJhova itu kan dia ga percaya - bahwa Yesus, sorry, gue mungkin salah. - Ya. - Lu udah belajar tiga bulan dan gue belajar - ada no tanya cek tibiti. - Tentu. - Benar ini, wai, saksi Jhova sendiri, - itu kalau nggak salah, nggak percaya kalau Yesus itu adalah anak Tuhan atau Tuhan, gue ga percaya. - Gini, jadi saksi Jhova itu pola pemikirannya atau basis dasar pemikirannya, itu mirip dengan ajaran arianisme di 4 kempad. - Apa lagi itu? - Arian. - Adil. - Kodon diri, benaran lima jam lo kita ngoprol aja. - Arius itu adalah salah seorang bahwa kelejar juga pada zaman itu. - Oke. - hidup pada sejamah dengan atanasius. Ini yang menjadi lawan nih. - Oke. - Lawan dipanda on silih tiga-duali ma. - Karena udah, sebelum kita masuk ke on silih tiga-duali ma, dan gue sendiri juga ngakerti itu apaan. Tapi gue jadi si atalan atanasius sama, siapa teri? - Olu. - Puhkan. Ignasius. - Ignasius. - Ata nasius sama. - Arius. - Arius gitu kan. Nah mereka berdua itu berantem soal co-internal sama co-arius dan atanasius berantem soal. - Susah itu satu lagi ke dengan bapak atau tidak. - Iya, ya. - Aduh. - Jadi istilahnya Jesus Tuhan atau gak? - Ya. - Jadi saksi yofa itu peoleh apa-apa-mekirnya merip dengan arian. - Arianus. - Mereka beranggapan bahwa Jesus itu adalah ciptaan. - Right. - Karena pendalahnya dari Maria. Tapi dia ciptaan yang paling mulia. - Oke. - Lobby mulia dari malekat bahkan. - Susah yofa. - Saksi yofa. - Lobby mulia dari malekat. - Kita semua juga sebenarnya lebih mulai dari malekatkan. - In the way. Mereka bilang tapi - Iya, susu pernah tidak ada. - Kemal dia? - Sebelum lahir, karena orang sisi Ova bilang, "Yasus hanya cinta an" - Bukan dari iternal diri. - Bukan diri, kalau iternal itu kan kayaknya - Dari awal sampai selamanya gitu. - Iya, jadi, - Sesi Ova mengagap, "Yasus tetap anak Tuhan, yang datang ke dunia untuk menemput susah manusia, dengan cara mati, datang kevalip. Konsep ke Tuhanannya beda dengan krisen yang kebanyakan, tapi konsep selamatnya merip sama." - Oke, gitu. - Nah, nanti konsep seluruh gandolakannya beda lagi tuh. - Oke, saksih Ova ini. - Saksih Ova, ya beda lagi. - Oke, oke. Tapi menurut gue, bagian balik lagi, kenapa lu gak tertarik saksih Ova? - Nah, ini, ini, ini, sampai sih nanti, ada yang tadi gue bilang terinitarian kersen katolik, ortodok, protestan, ada unitarian termasuk saksih Ova, ada yang wannas. - Ada lagi wannas? Krisen wannas benar dengan? - Gapar dan dengan. - Kalah mereka menolak trinitas. - Oke. - Jadi kalau trinitas kan satu wakyka, tiga beribadi. Kalau yang wannas bilang, ini satu wakyka, satu beribadi. - Yasusnya, di mana? - Yasusnya, itu bapa. - Oh. - Bapa itu yasusnya, satu beribadi. - Oke. - Ini krisen wannas. - Bapaknya banyak jumlahnya. - Oke. - Kalau yang trinitarian kan bilang, "Yasus bukan bapa, bapa bukan raku-ru, sebuah ruku, sebuah ruku ini isus." - Oke. - Tapi bukan tiga dihutuhan, tapi satu-tuhan gitu kan? - Oke. - Nah, kenapa gue gak saci Ova karena akhirnya kan? Kalo waktu itu hanya mempelajari dulu semuanya nih. Baru ketika gue mempelajari Islam, ini nyangbunya dengannya, yaudhi untuk konsep pertuhanan, untuk konsep selamatan. - Oke. - Ketika ngomongin konsep pertuhanan ke krisen, ini gak nyangbung. - Nggak nyamungin dalam arti. Di-yahudi mereka tahu, yausus apa, tuhan itu bukan manusia, tuhan itu bukan anak manusia, belangan 2319, keluaran 19, mengatakan, "Ida Anda yang serupa dengan aku di bumi, nanti satu rajar-ajar 1827 mengatakan, langit yang mengatasi segala langit pun tidak dapat memuatuhan, nanti ayo 1932 mengatakan tuhan bukan manusia, khosya 1932 mengatakan tuhan bukan manusia, antibilang lagi di malah ketiga 6, dikatakan tuhan tidak berubah, nanti di. macam-macam semuanya tuh ternyata konsep, sihat-sihat tuhan di dalam. kita punya orang-yau di-yahudi. - Sama dengan Islam. - Oke. - Islam kita mengenal, "Au, jubillah menempatan ranya, misalnya menempatan ranya, kuluhu Allah, wahad, Allah, wahad, langit, walaam yulat, walaam yaku, kufuanahad, wichy semua yang lumang-lumang barusan tentang si kita pihak-yahu di barusan." - Sama. - Jadi serupa. Nah, ketika kau sepis lama tan, ternyata juga sama di. kita punya orang-yau di. mau masuk surga, mau dap isilanya keningk matan antidi ayo hidup gitu ya, tidak kan mati, cuman cukup bertobat. Bertobat-bertobat, misalnya contoh ulangan 2416 dikatakan tidak. tidak menangung dosa ayahnya, ayah tidak menangung dosa anaknya, kita kan, yang berdosa diangkat mati. Ya, skilapan 12, 221 di ulang, bahkan yang 212 di bilang, orang fasik yang bertobat dan melakukan ketatapan alah, dia kan hidup tidak kan mati, bertobat. Orang masih gitu kan orang yang berdosa, terus menerus. Ya, saya sayas satu, 16, 18, pasulah, jauhkanah berbatan-perbatan jadmu dari depan mataku, berhenti la berbacaat, belajalah berbaut baik, dan dalikan orang kejam, khusahkan keadilan, alah pebelah, lahakan nakian-kana keiatin, pejuangkan perkara jana-jana, bahiklah mari kita berpikara, cikal dosa, mau merasa bertikir di misi, akan menjadi putih-putih seperti salju. Oke, kita bergoperti lagi. Nah, kenapa lu gak jadi Yahudi? Disadix question! Nanti, gue akan jawab kenapa gue gak jadi saksi Ova, dan kenapa gue gak jadi Yahudi? Nanti gue jawab ya. Tapi, maksud gue ini, gue harus jawab agar runut nih. Ya, supaya gak ngalancar-ngalancar. Ketika gue sudah mengetawi body dan kita pejahudi, ada konsep pertuhanan dan konsep selamatan yang sama dengan Islam, kan masih ada hal lain yang kita harus pelajari, atau ukur, itu konsep penabiannya. Oke. Jadi, di kita ini Yahudi, walaupun konsep pertuhanan dan konsep selamatannya, ini in-line with Islam, tapi di sini juga masih ada cerita-cerita, nabi nabi yang kurang pantas, jadi nabi. Memot maaf ya, memotong. Itu tak tulis itu. Oke. Nabi numam buka angkur raja, nabi lot menghamili dua nakperompohan, naksendiri, nabi harun nambut tatung, sapi untuk disemba, bangasanya sendiri. Ya. Nabi daut bersina dengan bbc, istri orang, bahkan suami nya dibunuh dengan cara di taruh dimedan berhampal yang depan, terus nabi salomu, atau kita kenal nabi suami mana-mana di salam, matinya dalam kadang-kadang, mula serik, matinya dalam kadang, tidak menyembat tuan yang mahisah. Nanti ada lagi nabi ayo, ketika di Uji, dia mengatakan tuan itu kejam dan seperti ini. Ini yang kurang masuk, gue nih. Tapi, tapi setelah itu, Tuhan malang bilang di maling-mener kan? Masa walaupun dia bilang, "Tuhan tuh paling kejam." Itu tapi saya. Ya, tapi kalau itu. Ya, tapi saya tak bilang, "Gus, sorry banget, tapi gue lupa kalau itu kejam." Tapi gue tuh kejam. Gue tuh jauh, bahwa ayo tetap memuja dan menyebat tuan yang mahisah itu. Ya, bukan. Masunya, de facto dia misalnya, dia bilang, "Tuhan itu kejam." Maksudnya, gue harus kecek lagi kapan dia bilangnya itu, "Tapi, Tuhan justru malam benar kan dia kan?" Ya, maksudnya dalam arti ini, menyabut tuan kejam, menyakannya dengan sesuatu sifat yang kurang baik, ya, istilahnya kejam gitu. Oke. Karena dia di Uji gitu, ya, whatever lah. Tapi gue juga yakin bahwa ayo yang didalam perjalanan itu, juga tetap dia beri mana pada tuan yang mahisah itu? Ya. Terus dari situ kayaknya kok nabi, katanya nabi. Nabi itu kan dipilih oleh Tuhan. Gak mungkin kan dia gakkan diri sendiri, nabi, kan? Nabi nabi yang tani gue sebutin, pasti kan dipilih oleh Tuhan. Tapi kok bisa berubah seperti itu. Baharulah ketika gue mempelajari Islamnya, sosok, nabi Muhammad, selalu luar oleh masalah. Oke. Di situ, baru gue ngeliatnya, dia dikenal sebagai orangnya umi tidak pandai baca tulis. Tapi ternyata tidak pandai baca tulis yang beli itu bukan sebuah kekurangan, pada saat itu di bangsa itu. Itu ternyata sebagai sebuah kelebihan. Karena bangsa harap sendiri memang tidak terbiasa atau tidak, apa namanya ikut terhadis itu tulis menulis. Justru orang yang bisa menulis sama orang yang mengapal, lebih keren orang yang hafal gitu. Farja menitul ya. Nah ketika kita gue mencoba menggunakan standa tingg sama, ketika gue mempelajari kita bihudi dan krisen. Gue coba mempelajari menggunakan standa tingg sama, ketika gue mempelajari Kur'an. Ternyata di dalam Kur'an, bahasanya boleh dikantakan memang sangat simpel. Karena gue kota tuh belum bisa juga ngerti bahasa Arab dan Sasa Arab. Ternyata bahasanya sangat straightforward, dia banyak memberikan petunjuk dan pengingat buat kita dengan kisah nabin habis itu tadi. Ternyata di Kur'an tidak ada kisah nabin habis yang seperti tadi gue sebutin. Dikuran disebutkan bahwa nabin habis itu, semuanya orang-orang maksum. - Maksum gak ya? - Aksum berbaba seri do, atau maksiat gitu. - Oke. - Salah mungkin pernah, tapi bukan maksiat gitu lah. - Oke. - Salah misalnya udah di bilang lu jangan makan buakuli di makan. - Salah. - Oh, sorry. Jadi ini cerita nabi yang ada di kita piah hudii, itu ternyata ada juga di Kur'an. - Ada. - Tapi yang di Kur'an nabinya itu semperna banget lah. - Tidak ada bermaksiat. - Oke. - Mungkin berbuat salah bisa, tapi tidak seperti nabi yang ada di kita torah atau tanahnya. - Ya. - Kalau di Kur'an nabi Adam pernah berbasa lah, minta ampun di ampun nih. Nabi daut juga pernah berbasa lah, mengambil keputusan untuk umatnya salah di ampun nih. Bahkan nabi Muhammad Salah Biasa Salam sendiri pernah lagi bermajalis, ada pengamis, gua muka gitu. Itu pun dia tegore gitu, Jelay. - Tampakan bukan maksiat gitu loh, maksudnya. - Oke. - Tapi kalau mengambili duanak perompuan sendiri, berzina dengan istri orang, itu kan maksiat, apa lagi mati dalam kanan tidak menyembatuhannya, mengutusnya. - Betul. - Apa lagi bikin patung-sapio untuk disemua oleh bangasannya sendiri gitu. - Dikuran beda kalau di baya belnya orang yang udah yang membuat patung-sap itu harun, Dikuran namanya Samiri. - Oh beda, orang. - Beda orang. Jadi Dikuran ada 25 nama nabi termasuk nabi memang masalah-mama. Itu yang 24nya kebanyakan nama nabi nabi yang dari Bangsa Banis Royale. - Oke. - Nah, harun, ada tapi. Harun, ada nabi musahah, alis Salamah, dan nabi harun, alis Salamah, ada nabi terisah alis Salamah, ada nabi nabi Adam, sampe nabi isah alis Salam. - Oke. - Namah sudah gua. Kenapa akhirnya gua gak saksih apa dan gua gak yaudi, nah ini dia jawab jadi ini. Jadi di konsep pertuhanan dalam kuran dan kita perjau di in-line. Koncep keselamatannya in-line. Ternyata di dalam kuran, lu mau masuk-sor ga, lu mau dah-pasor ga, lu cuma butuh bertombat, beriman, berama salahnya. Kuran surat alimron, satu-tiga-dua, sampai-satut-diga-nama. Itu jelas banget. Jelas-jelas banget. Lu segera minta ampun. Yang mengampuni cuma alis-menatalah. Lu dari sedia insurga yang luasnya seluruh selangin dan bumi, yang di sedia kan buat orang yang bertakwa-pertakwa-pertakwa, berinfak pada saat waktu dia sempit pada waktu dia tapang. Itu semua udah jelas banget. Jadi kita hanya pertambah. berterobat beriman beramal-sol. Ini belum selesai ini. Kalau cuma begitu doang, walaupun konsep selamatannya in line, tapi ternyata di dalam kurang juga ada semacam, apa namanya? Gue juga pertaun ya. Dikuran sebutkan, bahwa kita dulu sebelumlah jadi manusia, ketika kita masih jadi ru, dulu di alam ru, kita sudah pernah bersyahadat. Ini di kurang ya. Setiap ru yang sebelum jadi manusia, sudah pernah bersyahadat. Bahwa saya bawa ru, tuhan kita adalah awal-awal. Tapi ketika ru kita sudah dikupkan dalam janin, dulu waktu kita masih kecil, menjadi manusia, kalau yang lahir di keluarga muslim, alhamdulillah, dia setiap hari bersahadat. Tapi kalau kaya gue dulu seperti dannya, kita lahir di keluarga muslim, kita istilah dalam bahasanya orang Islam itu sudah dikafirkan, orang tua kita. Dikafirkan, itu bukan orang tidak. Keraatuhannya bukan orang yang tidak mengenal, tuha atau tidak bertuhan, tetapi menginginkan hari dengan Islam. Itu saja isilannya. Keraatuh bukan kata yang isilannya kasar, jusu paning alus malah. Itu luar itu buat kresen, ketika ada orang Islam, ngomong gue kaffir, gue marah. Nakaja, gue bukan kaffir, gue punya tuhan. Tapi itunya tartinya bukan itu. Terus juga dengan hadis, karena kan Islam kan sumur ukum kita, bukan kurana aja, tapi ada hadis-sowi, ada ismalam, ada kias. Lhabi mama salah-salam ketika dia haji wada, haji terakhir, perpisahan. Di dalam sebuah kutbah dia, dia mengatakan bahwa orang arah tidak lebih baik dari orang non-arab. Orang non-arab tidak lebih baik dari orang arah. Yang lebih baik dari mereka, itu yang apa yang bertakwa. Artinya yang mentahati, perintahnya yang menjawil arangannya. Jadi kita pun orang non-arab bisa lebih baik dari orang arah, kalau kita lebih bertakwa dari orang arah. Wow. Artinya apa? No racism. No racism. Betul, no. Siapa pun manusia? Apa pun rasnya? Ya, penting dia takwa. Yang penting dia takwa. Ya. Dan dikurang juga, aloh menyebutkan bahwa aloh menciptakan manusia dengan suku dan rasa-rester tentu, supaya kita saling mengenal. Supaya kita saling monon dan berkasi saya. Jadi kalau buat gue, yaudhi, oke, yaudhi ketuanan sama, keselamatan sama, tapi mereka sangat-sangat ekslusif, kan? Exlusif, kan? Bisa tidak orang di luar-yaudhi masuk asamnya, bisa. Bisa. Bisa, tetapi tetap saja mereka bukan diangkap supaya ke 12 suku, diselah yang. Yang kan? Seksi ova, karena mereka menolakkan nabi anab yang menolak-salam. Makan yang gue ngeras itu. Nah itu yang membuat dari gue pilih Islam, karena apa? Di Islam, satu no-resism. Di Islam, ternyata itu dia sangat-sangat logis gitu. Logisnya dalam arti hubungan manusia dengan hubungan penciptanya. Itu udah-udah. Udah digambarin dikurang. Lu berasal dari mana, lu disuruh apa di dunia, nanti lu pulangnya ke mana, itu. Itu diselah sepangan. Ya, antakonsubsokan merekanya. Tapi yang paling hal yang paling membuat gue menerima ke mendana kurang adalah, di dalam kurang ternyata terdapat kiri-kiri seribu ayat, yang ngomongin science, dan 80%nya di konformasi amas science. Maksud sekarang. Itu yang paling mendana-mendana ga bisa gue tulak. Kalau masalah no-resism, mungkin in-line dengan pektawar-sabaat, atau mungkin in-line dengan komnasam, misalnya. No-resism. Tapi kalau masalah ada kita yang ditulisur di Bulu Maratuston yang lalu, ternyata, kok ada ayat-ayat yang dikonformasi oleh science, jamin sekarang. Bahkan ada seorang ilmuwan, datang karab saudi, bikin konversi pers, kurang ini namungin karangan Muhammad. Kurang ini pasti berasal dari tuan. Yang memukul orang kristin. Wow. Seorang professor. Tapi dia kristin-nya kristin persbitarian. Jadi ketika ada sebuah kita, yang tidak ada masalah dengan kontor adik, ayat tidak authentic dan sebagainya di dalam puran, dikonformasi oleh science, jamin sekarang, gue ga bisa nolak. Dengan minat dan riset gue yang sudah dalam, gue ga bisa nolak ini. Jadi lah tahun 2014. 25 Juli, 2014. Saksi gue cuma mandor gue. Karena kontraktore saat itu. Oh, dan ga ada klien. Gue udah mandor gitu. Oke. Oke. Jadi itu baru awal dari pada jurni gue. Untuk belajar Islam. Jadi belajar Islam itu bukan hanya tahu, bukan racisem, bukan hanya cuma tahu, dia ramatan il alamin. Tapi kita tahu sendiri ya. Ayat pertama yang diturungkan keperdanabin, mau yang saya selesai lama saja. Apa? Ikro. Kebanyakan orang menurut jemakan dengan baca. Baca lah. Tapi ternyata bukan cuma baca. Ada yang bilang juga, itu sebenarnya artinya riset. Ya, lawfaskan, kucakkan itu. Karena kan satu-lain itu kan, lebih mau selesai baru, mau jadi main ya, bahwa Allah sudah mencepta kan manusia ada segum modern sebagainya. Itu baru turun. Artinya disitu, selain dari pada baca, kita juga mengamati. Jadi berarti orang Islam harus belajar. Belajar terus sampai kapan, sampai mati. Gue, by the way, I love your story. Thank you for sharing this. Nosnya dan apalagi juga logikal, logikal cara lu melihat tadi lah ya, dari Yahoo-D dan Kristen dan akhirnya ke Islam. Akhirnya, tadi kan, lu udah merasakan ya, hubungan dengan Tuhan melalui agama Kristen gitu. Bagaimana dengan hubungan lu dengan Tuhan ketika lu ada di Islam sekarang? Ori-lif. Leras, no. Ori-lifnya tuh gimana? Ketika ini mau nama ya? Ketika gue Kristen, gue berdoa. Ada tiga sosok. Papa, Jesus Rukudus. Bualupun gue dulunya bisa mengambarkan Papa tuh seperti matahari, Jesus tuh suprisina dan mana tuh Rukudus. Tapi ketika gue harus menyembah satu Tuhan yang mana katanya firmannya pernah jadi manusia dan mati di dunia dan mengapa selesai. Itu tetap saja timbro kebingungan. Kebingungan dalam arti. Ini sebenarnya yang satu-satunya yang Tuhan yang benar-benar tuh yang mana. Oke. Ternyata setelah gue masuk Islam, gue pelajarin lagi, nanti gue cekkan. Tapi secara spiritual, gue relif. Akhirnya gue jadi gak bingung. Oke. Gak bingungnya karena, oke. Jesus atau Nabi Isali Salam ini, Pior dia adalah hamba Allah, dikoraan juga disebutkan. Pior dia adalah Nabi yang lahir dari Perawansu Cimariam. Kita Islam juga percaya ternyata. Bawa Nabi Salisam lahir dari orang Perawansu Cimariam. Yang mana pada saat itu, mungkin orang-orang juga percaya ada osiris, horus, yang mirip-mirip lagi. Jadi ketika gue berbindak ke Islam, spiritual, gue malah satu ori-lif, gue malah juga lebih mantap dengan Tuhan yang gak kelihatan ini. Ya, buat gue nih. Tuhan yang gak kelihatan ini, setelah gue juga membelajari konsep Tuhan yang dia dalam misalnya tuh, Tuhan yang kita kan sobut Allah Huakbar. Allah Huakbar ini berarti yang benar-benar maha besar. Ya. Maha besar ya di luar daripada bayangan manusia kita. Ya. Ya. Juga disebut Allah Huakbar, karena dia memang benar-benar. Kita memulihkan keagungannya. Ya. Kalau kita belajar, tapi kita gak ju. tapi kita juga tidak apa namanya. Tidak kanal science. Itu besennya, kurang relatnya. Oh, harus ada science juga. Ya. Oke. Jadi ketika kita membelajari agama juga, tapi kita gak kenal science. Karena kita sekarang, gitu perjaman science. Kurang relat. Tapi ketika kita science juga tahu, agama juga tahu, ternyata di dalam kita, kita tuh ada ayat-ayat yang. malah dia yang konformasi malah science sama sekarang. Berarti ini benar-kurang. Ya. Ya. Ya. Sorry, sorry. Tapi hubungan sendiri ya. Ya. Nah, ketika gue menjalani Islamnya, gue bilang gue tadi re-live, dan gue malah ternyata lebih kuat daripada sebelumnya. Sebelumnya kenapa? Kenapa bisa lebih kuat? Karena gue. jadi timbul yakin yang benar-benar bulet yakin ya. Kalau dulu gue yakin, tapi masih ada keraguan, keraguannya dengan tiga sosok yang diangkap satu, gitu. Ya, dengan ternyata di kontrap itu. Ternyata, ini mau nampak. Kenapa gue bisa akhirnya re-live, dan bisa membuktikan bahwa triniti yang dala penerus daripada henotasem yang sudah ada sebelumnya, di buktikannya dari dokument-dokument Kristen. Bukan dari dokument-dokument orang Islam. Kalau kan Kristen sendiri juga akhirnya menyatakan bahwa triniti itu adalah ayat yang ditambahkan belakangan. Ya. Ya. Menjawab itu, beritual gue, gue jadi lebih yakin, dan akhirnya ini poinnya adalah, gue hidup dulu dilahirkan di dalam program Kristen, terus kemudian gue ada menemukan Islam, dan gue ada sekarang sudah menjadi muslim. Ini gue anggap sebalgi penhargaan dari pencipta tepanda gue penhargan yang paling tinggi buat gue. Oke. Itu ya, poinnya. Dan gue akhirnya merasa dan tahu bahwa setiap manusia hidup itu sebenarnya ujian. Ujian kita bukan hanya ketika kita sempat, bukan hanya ketika kita sedang sakit, tetap sedang miskin. Tapi ujian kita nggak lebih berat, Dan kaya dan kita sedang saya hat. Betul. Ya, itu ya. Kenapa kalau kita lagi saya hat? Pasti lupa tuhan. Haa. Ya. Kalau kita lagi sakit, baru ingat. Kalo lagi saya hat. Nah, jadi kurang lebih gini. Oleh kaya, lupa tuhan. Itu ujian sebenarnya betul. Kurang lebih begitu. Jadi kalau udah nolong spirituwa, gue malah jadi tambah yakin. Berpindah dari kaya kaya dan spiritual kersenke Islam itu mempertembali gue. Dan relif kita. Maksudnya, kaya di Kristen itu ketika lu lagi ternang pun lu bersyukurkan. Bersyukur, abis itu lu bilang kaya. Karena lu mempunyai hubungan, bapa dan anak gitu. Kaya melalui Jesus, kita sudah diangkat sebagai seorang anak. Dan kita bisa langsung ngobrol ke bapa gitu secara pribadi. Dan itu kaya dilayakan lah oleh darah Jesus gitu. Jadi kan in-away kita jadi mempunyai sebuah keintiman yang mungkin sulit itu dibicara kan gitu. Itu yang gue penasaran gitu. Keintiman dari hubungan tersebut sih, Kodon disek. Kalau mau bicara begitu, itu beratikan sebenarnya sudah ada sebuah ajaran yang melibatkan psikologi ya. Oke. Melibatkan psikologi tapi agak menurunkan logika. Saya rasa lebih ke spiritual. Spiritual. Dan spiritual, obviously it's. Ya, udah gak mungkin logika itu nyampaik gitu. Dan kaya tadi Kodon di bilang dialkuran sendiri 80 persen itu sudah bisa dijelaskan secara sains. Tapi 20 persennya kan masuk belum. Jadi saya rasa 20 persen itu lah, si spiritualnya gitu menurut saya yang belum bisa dibicarakan secara sains. Tapi kita punya iman bahwa 20 persen ini lah yang indahnya tuhan karena ketika tuhan bisa dijelaskan secara sains. Berarti di bukan maha besar dong itu masyarakat. 80 persen di konformasi oleh sehan tuh bukan menjelaskan dan tukanya tapi tentang fenomena alam. Ya, ya. Namasukupo gini ketika dikrisen ajaran kita dengan keintiman kita, dengan sosok Jesus dan bisa kebalasuna sebagainya, itu memang ajaran untuk hubungan kristan dengan tukanya. Boleh di langsung disuruh saya miss. Artinya ketika tadi jalanan bilang peintiman kita, gini mandandial dengan Jesus, dengan bapak dan sebagainya, itu kan memang ajaran di dalam kristan tentang hubungan umat, hubungan cemahat dengan tukanya. Ya. Tapi mona al. Kita hanya sendiri, bukan kita hanya. Orang kersennya sendiri kalau dia tidak tahu asal usul dari pandai ajaran itu, itu yang buat gue waktu itu jadi betul. Betul. Masukupo gini secara ayat ayat itu bisa dikatakan yang menciptakan agama kristan itu bukan Jesus. Betul. Tol. Ya kan betul. Tol. Mengaku menerima wahyu dari Jesus. Tapi yang dia ajarkan oleh Paul ini atau Paulus itu berbeda dengan ajarannya sus. Oke, dalam halapnya. Dalam halapnya. Dalam halap contoh kalau korsep ke Tuanan mungkin mirip, tapi Paul sudah memberikan gagasan baru bahwa Allah itu mengambil berupa manusia jadi Jesus. Ya. Ini konsep ke Tuanannya. Kalau Jesus konsep ke Tuanannya in line dengan musah dan nabil mamasaasalaam. Jadi ketika lu ngobaca, "Yes, sus itu ngelimai gue, gue berjaya ke dalam hidup dan hidup, itu menurut lu gimana lu minta pertasikan itu?" Antina di, yang ini sebenarnya. Oh ya, sial, sial, sial, sial. Tapi ketika bicara tentang konsep selamatan, ini kelihatan bedanya. Oke. Dan ketika bicara tentang hukum taurat juga kelihatan bedanya. Konsep selamatannya sus bilang, mati sudah panjangnya, "Kalo lu gak tau bad, lu gak susah, sial, gak?" Betul. Tapi Paulus bilang di rumah-sepolus bilang, "Kalo mau lu mengaku, yesus begitu hantu, dan percaya dalam mati, munya sudah dibangitkan dari ntar omati baru kamu selamat." Ya. Ini ada perbedaan. Hukum tauratnya gimana? Ya, sial, bilang, "Jangan kamu menyangka aku datang untuk membatarkan hukum taurat, aku datang bukan untuk membatarkan, tapi untuk membatarkan." Salama Langit dan bumi belum menyap, satu iyota pun dari hukum taurat tidak dilangkan. Betul. Belati menurut, "Yesuskan hukum tauratnya kan? Ilanya kalau kaya mat." Betul. Tapi Paulus di Epesus 2015 mengatakan, "Yesus yang mati sebagai manusia itu sudah membatarkan hukum taurat." Tapi untuk siapa nih, untuk orang nong Yahudi, untuk orang Yahudi, Paulus bilang, "Yu tetap harus hidup di bawah kumpah tourat." Untuk orang nong Yahudi, hukum taurat itu sudah dibatarkan dengan mati sus, kata-skemp salib. Sedangannya susun, "Dari gak pernah mengindikasi kan bawah nanti, diakan mati datang-skemp salib untuk membatarkan kumpah tourat." Dan dimatis 1524, dimatakan, "Aku diutus hanya untuk domba-domba yang hilang dari bangsa Israel." - Which is orang Yahudi. - orang Yahudi. Paulus mengangkat dirinya untuk orang nong Yahudi. Jadi, ada dua ajaran yang audien yang berbeda, konsep ke selamatannya juga berbeda, hukum siari ada juga berbeda. Jadi ketika ada orang mengatakan penamanya Islam atau "Yesus itu muslim." Ada yang bilang gitu kan? Bener karena di dalam ayat ayatnya jelas, dia juga disunat, dia puasa, dia ngamakan babi, dia suju, dia di kafani, bahkan dia akikah. - Which is Jewish. - Which is Jewish. - Dan itu ayatnya diakan oleh Yahudi gitu kan? - Ya. Tapi sebenarnya, sekarang di Lekon-Lama, oleh Islam. - Dan tapi bedanya, "Yesus mungkin tidak percaya sama Nabi Muhammad." - Oh, right. Itu yang mungkin membuat dia bukan muslim karena dia tidak percaya sama Nabi Muhammad. - Karena kan bumlah, belum ada. - Jadi kalau misalnya untuk menjadi seorang muslim, - kan dua itu kan, maksudnya kayak. - Engga. - Gini. - Kalau. - Kalau sihadat. - Kalau untuk orang zaman sekarang, yang sudah diturunkan kurang dan sihadat Islam, orang zaman sekarang yang mau disebut muslim ya dia bersadat dengan sadatnya, yang disebut dengan asadwala ilahilah lu, "Wa asadwana, Muhammad jarah seluruh." - Betul. - Tapi pada zaman "Yesus" ada tinggal mana? - La ilahilah lu, "Isah" atau "Yesus" perusuluh lu. - Yau anas 17-3 ga. - Interesting. - No, ada understand. - Ini lahidup yang kekal. - Ya. - Untuk mengenal engkau. Kau sebab apa, satu-satunya ala yang benar dan mengenal Jesus kritis yang kau utus. Jadi kalau dia terjemahkan kebasara, "La ilahilah lu, Yesus" perusuluh lu, sama sebenarnya. - Oke. - Satihap Nabi, pada jamannya orang mau yang hidup pada jamannya itu, ya dia sadatnya dengan Nabi yang sudah diturunkan, cari A.T. Bukan berarti "Yesus" apa namanya mengenal lebih mau asal selam di dalam makam kresen, yang ga mungkin tetolis. Tapi di Kur'an, di Kur'an-sulat asof A.T. Nabi, Sali-Sali, Picir Takkan bahwa dia bilang akan ada rosul lagi namanya Ahmad. Di kresen tidak ada namah Ahmad, tapi dia menyebut akan ada para kletos yang lain. - Kalau greek ya, kalau satu arah yang satu greek, ya, maka Yunani. - Parak kletos ini, jebelang yang lain itu dengan sebutan alom para kleton. Alom para kleton itu penghibur, pendamping, pembelak yang lain, yang sejenis. Nah, yesus manusia, kalau dia bilang para kleton, yesusnya sendiri juga disebut para kleton, oleh murid-muridnya disebut para kleton. Jadi kalau yesus bilang akan ada para kleton yang lain, yang sejenis berarti akan ada manusia lagi yang seperti yesus. - Tapi gak disebut namanya nih, hanya disebutnya di tahun 1911. - Oke. - Dan ketika roh kebenaran, nah roh kebenaran ini kan bukan namah Ahmad, bukan namah-mah-mah-mah. Gue sendiri gak barang di kelimpu itu untuk nabu mau nusah-mah-mah-mah-mah-mah-mah-mah. - Dan maksudnya itu adalah kita punya orang kresen. - Dan mikirnya kan juga roh kudus, obviously mikirnya roh kudus. - Di ayat lain sebut roh kudus, tapi khusus di tahun 1911 tidak disebut roh kudus. - Oke. - Tapi roh kebenaran, tapi kresen menafsitkan roh kebenaran itu sebagainya roh kudus. Tapi ada poin begini nih, bahwa yang sebuah roh kebenaran itu, nanti dia tidak dapat perkata dari dirinya sendiri. Tapi dia hanya perkata dari apa yang dia dengar. Nah itu kalau roh kudus disebut tuhan oleh kresen, masalah kudus tuhan gak bisa perkata dari dirinya sendiri. Itu maksudnya. Jadi disitu, di-claim oleh sebagainya orang Islam, bahwa itu lah yang nabih mohon. - In-line dengan kurang suara asofen nam, nabih mohon sama terbang. Tapi gue gak berarti kelem. - Betul. - Gue gak berarti kelem. - Apa ya? Aneh juga kalau misalnya, yesus juga bilang bahwa jangan percaya kalau misalnya akan ada nabih nabi yang datang setelah aku dan mengaku kalau misalnya, di alas yang penyalamat mesia dan lainnya gitu. Nah, itu itu apa yang saya pikir. - Kita lalu nanti. - Kita lalu nanti. - Kita lalu nanti. - Ini pada perspektif gue ya, dari perspektif gue. Ketika gue masih membelajari apakah dalam subbaga makan yang kita harus tahu kan konsep ketuanan dan konsep uslamatan. Ya, ini dua dulu nih. Siapa tuan, konsep ketuanan kita kenal tuan kita. Konsep uslamatan, bagaimana caranya kita selamat kan? Ketika gue melajari apa yang diajarkan oleh nabi mohon sama salam tuntang konsep ketuanan dan konsep uslamatan ternyata sama dengan Jesus sama dengan nabi nabi sebelum Jesus. Konsep uslamatannya sama juga, kombat iman sama salam tuntang. di badanya, merip, ada sujut poasa, wuduh dan segala macam. Sehariatnya merip, antara kurang dengan taurat yang dianggap di tempat lainnya memusah. Jadi, uanggap ada nih benang-benang nih antara konsep-petuangan, konsep-petuangan sama ibadanya atau sehariatnya. Tapi ketika di kresen, mau nama terputus, karena paulus, gitu. Ini perspektif, bukan lo ya? - Kerti. - Ketika lu mau alaf, nyokap lu masih kresen. - Udah meninggal. - Ok. - 2020. - Ok. Bokap udah muslim dan semangkhan banget, maksudnya. - Ya gitu. - Biasa aja sih. - Oh gitu, dia gak enak. - Dia gak yang buk itu gimana gitu lah. Apa? Apa? Kaka? Kaka, kaka, kaka, ada gue semua musik kresen. - Ok. - Nah, so udah ada gue juga semua musik kresen. Yang nanya gue akan nama maksudnya selama cuma cici gue doang. Cici gue telefon. Lu udah apa maksudnya selama? Gue mau ikuti sus, kan? Kan selama ini kita kisus, kan? Selama ini kita ke paulus, kan? - Terus gue nashaya taitnya, udah lama sih ngasing gitu. - Iya, tapi berarti tetap harmonis lah. Walaupun lu seorang apologet banget gitu, kayak lu bisa ngomongin nih. Tapi kaka dan adik lu semuanya. - Semuanya harmonis. - Tetap gak ada masalah. - Gak ada masalah. - Itu yang terjadi. - Gak ada masalah. - Dan itu yang sarusnya terjadi, menurut gue. - Iya. Itu yang sarusnya dan gue sebenarnya emang pengen ngajak lu kesini karena gue pengen ngasirnya, walaupun kita benar-benar beda ke yakinan banget. Tapi nating room inus, sering down dan minum kopi bareng gitu. - Gak bisa gue kemarin habis ngopi bareng sama pendeta. - Iya. - Karena masalah. Ni gini kan, jadi nang namanya, ini kan Kristen dan Islam, kenapa sering ada di alok, karena kan kita membicara kan satu sosok yang sama. - Yesus Christus atau Issa, Almasi tau gak artinya itu Christus? - Tau kan ya. - Di Issa Almasi itu semua sama dengan Yesus Christus. Yang mana kita membicara kan sosok yang sama tapi dengan perspektif yang lebih beda? - Karena gue ngerasa bukunya juga beda. - Buku apa? - Personali. - Kurang sama apa yang di Kristen, nah ible. - Alkitami udah beda. Masih, defect abadaham yang beli siapa gitu, "Bah, gak disembeli sih, ya?" "Ya." Tapi intinya dari 2-6 itu aja udah beda. Jadi maksud gue, kalau misalnya, lu benar-benar mendalamih islam banget. Gue mendalamih alkitap, sorry, alkoran banget. Lu, gue mendalamih alkitap banget. - I think ya, udah pasti kita kebeda gitu. - And it's normal, itu sama aja kayak gue semua dirup gue minum kopi terus, lu minum taht terus. Dan namanya kita berdua, debat kita kan kita sama-sama minum. - Gini, gini, gini, gini. Dalam kurang, kita diajarin nih gini. Ketika lu ngobrol dengan orang yang disebut dengan alik kita, - Buktu Kristen dan Juice, yang harus kita mengintuk persamanya dulu. - Oke. - Ya, jangan langsung ketemu langsung ngomongin yang pernah. - Jadi yang harus kita sama itu persamanya dulu. - Untuk apa? Untuk tang, kita menyembah tuhan yang main saya itu. - Oke. Untuk kita duduk barang dan kopi barang, kita ngomongin persamanya dulu, bukan perbedaannya. - Buktu. - Nah, nanti ketika ada perbedaan, kita harus bisa bicara atau ngobrol, ngopi barang dengan kepaling dingin. Setiap agama, setiap agama nih. Nih gue berenang ngomong nih. Setiap agama punya hak untuk mengatakan agama yang benar yang lain salah. Tapi bukan baritah kita harus permusuhan. Jadi ketika ngomong agama masih masih punya hak ngomong yang benar. - Betul. - Jangan bilang yang paling benar. Yang benar aja, yang lain salah. Kita masih bisa ngobrol, kita sebagai sesamanak-bangsa atau perus pembangun bangsa ini. - Sekejap. - Tapi dalam masalah, makasih masing. Jadi jangan bilang semua sama. - Karena menurut gue ketika, per debatan itu terjadi yang menang adalah orang orang yang tidak bertuhan. Karena semakin dia ngeliat, oh kegin itu orang-orang yang bertuhan. Isinya debat mulu dan habis itu bisa ngaduh urat terus, yang menang adalah orang orang yang tidak bertuhan, sehingga mereka bisa menginfluens orang-orang yang belum menang Tuhan. - Itu juga perlu diperhatikan. - Itu juga berarti kan. - Itu kan, - Itu juga perlu diperhatikan. Ada memang kalangan juga, orang-orang yang memang mereka punya Ateis, terus mengajak-ajak orang untuk jadi Ateis itu Anda. - Tapi kalau. - Ya, masuk gue lebih ke orang-orang yang. lu gak pengen tinggi dengan Tuhan, adalah kita parti barang aja. - Iya. - Atau gak. Ya, ya, ya, ya, udah gausa yang namanya nikah. Bro, lu gak perlu, lu mikir itu tradisional banget. - Iya. - Puyana anak, gila. - Puyana masih kayak gitu, saya pikir kita sendiri, kalau saya di Islam juga, pemikirannya adalah. ibadah terlama, ya kan, menikah itu gitu. Dan, ya, di Kristen atau Kato Olik atau. ya, pengikuti Jesus selalu percayaannya, di perjayanan lama, di frutful, dan multiplaik. Itu adalah sebuah komen. Jadi, saya pikir, untuk orang-orang yang tidak beragama atau tidak bertuhan, ngga penggukawin, ya, udah kembul kembul aja. - Ya, ya, ya, ya. Jadi, memang ada orang-orang dari kalangan melikan, "Tahit, WT, setiap, naus dikentah, tupe minisem dan sebagainya, memang yang mengancak, atau cari pengikuti kita." Tapi, maksud gue, ketika kita sedang berdebat, berdebat nih ya, gue ketika berdebatnya, jakan-dapat itu di dalam kurang printah. - Really? - Perdebatlah. - Oh, interesting. - Tapi dengan cara yang paling baik. - Artinya? - Artinya kita juga tetem menjaga, sopan santun, adap, aklak, - Interest. - Kita menghormati, kita ngga boleh menghina sesembahan orang lain. Nah, tidak boleh menghina sesembahan orang lain, itu bukan printah-naap, printah lo sebenarnya salah. - Buat orang lain. - Bener-bener-bener, apa, apa sesembahan tidak boleh menghina sesembahan orang lain? - Artinya apa itu? - Menghina tuh, mereka. - Oh, okey. - Ya, ya. Itu printah-aloh bukan printah-naap, ya, jadi ketika kita berdebat, ya harus berdebat dengan sering maling-malik. - Gak boleh menjarang pribadi orang, gak boleh menghina agama orang, apalagi sampai menghina sesembahan mereka, itu tuntunan kurang. Makan yang kalau gue di YouTuber debat, sebaik mungkin, bahkan kalau gue berdebat sama peneta, gue yang menurut hotel, gue menurut tiket. Gue kasih kamu menurut gue, gue kasih makan yang enak, pulang, gue ambil opin. [R] Ya, ya. - Dan kita ngabu-ulah menghina Tuhan mereka. Itu printah kurang. - Ya, ya. - Ya, ya. - Ya, jadi kita ketika berdebat, kita saya di persamaan, tapi tujuan kita adalah berdebat itu untuk sama-sama, sama-sama edukasi. Kita memberikan waktu bicarain sama, lo, dengan lawan debat. Kalau gue 60 menit, dia juar 60 menit. Dan itu live di YouTube, waktu itu gue edit-edit, gue ngapolek. - Oke. - Nah, ini kan baru sampai 2014 nih. Nah, sekarang kita akan ngomongin dari 2014-2025. - Bercantungan. - Jangan nih berat ini. [R] Tapi mungkin terakhir kali ya, gue gak tau dari tadi itu, ketika kita ngobrol di hati gue itu selalu pengen penasaran, hubungan lu dengan bukaplu sekarang, gimana? Setelah, ya, ke lu tadi bilang, "Ya, biasa aja, gue masuk Islam kita." Tapi maksudnya, hubungan lu dengan bukaplu, gimana? - Bukaplu udah meninggal, lembaran, tahun kemarin. - Oh, pas lembaran, lembaran. - Oh, pas lembaran, tiga hari selama-lebaran. Dan selama gue sudah masuk Islam, dengan bukapl ya, "Find mana aja?" - Makin dekat, makin kelos. - Makin deket yang ga, tapi sama las seperti sebelumnya. - Karena gue sama-apolek. - Ini tipek albukap cina gitu ya, yang kayak ya. - Tau lah, tipek albukap cina, tau ga? - Gue dulu dekat sama bokap gue tuh ketika gue kecil. Tapi ketika bokap bisa sama nyokap, itu udah mulai aja. Beda. Nah gue dulu waktu kecil, jauh dari nyokap, ketika sudah cerit, mana gue jadi dekat sama nyokap. Itu. - Iya, sama bokap ya, sebeza aja, ga yang bagi mana, gimana? - Iya, itu sih. - Oke. - Saya tak tahu, saya rasa dari tadi, hati gue pengen nanyain soal itu terus gitu. Makan ya gue nanyain aja. - Beda-beda lah ya, tapi yang jelas, di islam sendiri, kita juga diajarin. Ternyain gue juga kagit nih. Ketika gue baru masuk ke islam, ternyata kita diajarin untuk hormat kepada orang tua kita, kepada ibu kita, itu tiga kali, ternyata lebih tinggi di pada ayah kita. Ternyata. Dan ketika di kurang juga, kita juga untuk walaupun orang tua yang beda ke iakinan pun, kita tetap harus menyayangi menghormati. Itu sih. Itu yang muda-mudan membuat gue jadi, oh, ya, ya, ya, ini lah, jalan yang diberikan pencipta kepada manusia supaya hidup di dunia, supaya tau jalan pulang gitu. - Mhmm. - buat gue yang. - Ya, ya, ya, ya, ya. - For sure, for sure. Itu wala. Ya, sudah satu setengajam. Kita menunjukkan. Dan kodon nih, thank you banget ya. - Salam sama, gue yang Thank you, Nidudang. - Enjoy banget. Sukses buat semua business nih juga. - Thank you. - Ya, I think, ya, lo apaya berarti lo go picker lo itu full time apalagi gitu lo itu full time daqwah gitu kan tapi ternyata lo yang mampunya business juga dan I think ya lo di YouTube ya sebagai I don't know if it's passion atau apa. Gini gini gini gue cerita dikit ya. Boleh gue nang YouTube nih tentang YouTube nih. Oke oke oke. Ketika gue mau gue sebebuka channel YouTube dalam art 21-11. Oke. Cuman gak aktif. Oke. Cuman ini cuma upload satu video doang. Ketika 2020 lu gue coin dengan jayasan pembinam walaupun tahun. Salaman 6 bulan dan kita udah mau nidakwa. Baru gue kepikiran untuk buka YouTube awal 2021 nih. Oke. Ketika gue mau buka YouTube di awal 2021 itu gue mikir. Kasemur gue semuanya cina semuanya kresen. Oke hilangan klien dong gitu kan. Kalo merahkan merahkan ini lu debat-battin gitu. Gak cuman klien, fendor gue juga. Kelayan gue, fendor gue semuanya kresen semuanya cina gitu. Terus gue mau buka channel. Ngot mungkin ga mau mereka gimana gitu. Wah itu so good. Tapi akhirnya ketika gue mikir, ah berjaya gitu dari Allah. Betul. Kalau berjaya dari Allah berarti kan, dia bisa dari siapa aja gitu. Ah akhirnya baru gue aktifin di 2021-1 awal. Tapi sebesar-beskar itu ga nih kompleng gitu. Oke. Kasemur gue, klien gue ga nih kompleng sampai sekarang. Dan masih fan-fan aja. Bisa semasjjjalan gitu. Ha ha ha ha. Yes, yes. Benar. Rijet kita ngantuh hantar ya. Itu hantar yang melunakan hati mereka. Ha ha ha ha ha. Tapi ya, dan gue berharap banget ya. Kalian tetangat-tetangat kita yang nonton gitu. Kalau misalnya duduk sama tetangga yang mungkin lu ngerasa sangat bersabranghan atau mungkin lu ngeliat di sosial media wah ini kayaknya nyarrang agama gue ini ya atau apa. I think the first thing you need to do, hal pertama yang harus lu aku yang adalah ya, jangan di blog tapi benar-benar duduk dengan mereka dan ngobrol. Gue ngomong tetangga nih ya. Kita ngomong tetangga. Ini tetangga nih. Ya, saya ngomongnya nama channel ini tetangga. Ya, gue ngomongnya kamu karena gue ngerasa kayak tadi emang di Kur'an mungkin dia jarikan untuk berdebat. Tapi debatnya pun juga ada yang mencara sangat saya hati. Ah, sama lima. Dengar cara yang sangat hormat dan respectful. Dan I think ketika kita bisa ngobrol kayak tadi gue berharap banget ini bisa dicontoh sama semua tetangga-tetangga kita gitu. Gue berani undang kodon di karena ya gue sangat yakin dengan kayak gini-an gue. Dia ada ngga perlu takut dan ngga perlu malu untuk apa ya. Gue suka-gak suka kalau misalnya orang bilang toleransi dan habis itu dia kayak setuju dengan semuanya gitu. Padahal ya dia dalam matikan emang. Wah, gue gak setuju tapi itu jadi munafik gitu jadi budumuka dua banget. Jadi, gue hanya saying tapi gak salah kalau misalnya kita bisa duduk barang dan ngobrol itu aja. Karena tetangga, saling menyaga bukan menyaga untuk itu wah ini di tahun 2012 gue akan memberikan suferir. Itu rumah-rumahan di situ di sana. Tetangga, saling menyaga bukan menyaga. Terenuh ada ini. Ya kan kita saling menyaga gitu. Kalau di Islam. Ini juga salah satu yang bikin gue amas di Islam ada hadis begini. Kalau kita punya tetangga, 4 puluh rumah nih dari rumah kita nih. Kelaparan kita gak bisa di sebut orang beriman. Wow. Ya, sampai begitu. Wow, beautiful. Ini urusan sama tetangga juga. Yo, yo, yo. So anyway, love it, Kodundi. Thank you so much. Terima kasih atas waktu nya kita ketemu lagi minggu depan di set baru pasti ya. Si. Dengan tetangga yang tidak kalah specialnya dari Kodundi Tan. Asya guys, bye-bye. Podcast kali ini dipersebakan oleh Minotiv by Boya. Dan berapa yang berlaku di destination?

Podcast Summary

Key Points:

  1. Narator berbagi perjalanan spiritual dari Kristen ke Islam, menemukan konsep ketuhanan dalam Islam lebih masuk akal.
  2. Ia menceritakan masa kecil di Cilacap, dekat penjara Nusakambangan, dan perpindahan keluarga ke Jakarta setelah usaha orang tuanya bangkrut.
  3. Pengalaman sekolah di Jakarta dengan logat Jawa yang diejek, namun berubah menjadi motivasi untuk berprestasi akademik.
  4. Karier dimulai dari akuntansi di Indomobil, lalu mendirikan perusahaan konstruksi sendiri pada 2012, menghadapi tantangan bisnis.
  5. Titik terendah terjadi sekitar 2014 saat bisnis stagnan, bersamaan dengan pencarian spiritual yang mendalam.

Summary:

Pembicara membagikan perjalanan hidupnya, dimulai dari latar belakang spiritual di mana ia berpindah dari Kristen ke Islam karena merasa konsep ketuhanan dalam Islam lebih koheren. Ia dibesarkan di Cilacap, dekat penjara Nusakambangan, sebelum keluarganya pindah ke Jakarta setelah usaha orang tuanya bangkrut. Di sekolah, logat Jawanya sempat diejek, tetapi hal itu memotivasinya untuk berprestasi, bahkan menjadi salah satu siswa terbaik.

Setelah lulus, ia bekerja di bidang akuntansi di Indomobil sebelum akhirnya mendirikan perusahaan konstruksi sendiri pada 2012. Ia menghadapi masa sulit sekitar 2014 ketika bisnisnya stagnan, yang bertepatan dengan pencarian spiritual yang intensif. Ceritanya menyoroti ketahanan, adaptasi, dan integrasi antara perjalanan karier dengan pertumbuhan pribadi dan keyakinan.

FAQs

Ketika konsep ketuhanan dalam Islam terasa lebih nyambung dan jelas, terutama dibandingkan dengan kebingungan yang mungkin dirasakan dalam keyakinan lain.

Sering pindah rumah bisa menjadi pengalaman yang menantang, tetapi juga mengajarkan adaptasi dan ketahanan dalam menghadapi perubahan.

Minat adalah kunci utama dalam belajar; ketika seseorang benar-benar tertarik pada suatu pelajaran, prestasi akademiknya bisa meningkat secara signifikan.

Dengan fokus pada pengembangan diri dan membuktikan kemampuan, rasa minder bisa berubah menjadi motivasi untuk berprestasi.

Kebangkrutan bisnis keluarga mengajarkan pentingnya manajemen yang baik dan menjadi motivasi untuk mencari peluang baru di tempat lain.

Memulai dari posisi kasir atau level dasar di perusahaan besar bisa memberikan fondasi kuat untuk memahami seluk-beluk akuntansi secara praktis.

Chat with AI

Loading...

Pro features

Go deeper with this episode

Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.