Go back

923. Setara Belah Kodok Nih

0m 0s

923. Setara Belah Kodok Nih

Transkrip ini menampilkan diskusi santai antara para host podcast "Hancur" dan seorang mahasiswa bernama Ki, yang sedang melakukan penelitian skripsi tentang segmen curhat berbayar di podcast tersebut. Ki menjelaskan bahwa ia memilih topik ini karena tertarik pada keunikan segmen curhat yang biasanya gratis tetapi di sini berbayar, serta ingin menganalisis digital engagement di dalamnya. Penelitiannya menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori social presence, dan ia berencana mewawancarai para host serta peserta curhat untuk triangulasi data. Para host kemudian menjelaskan bahwa segmen curhat awalnya gratis, tetapi karena banyaknya kiriman yang tidak terfilter, mereka menerapkan biaya untuk mempermudah seleksi. Tujuan utama segmen ini adalah menciptakan interaksi dua arah seperti siaran radio, di mana pendengar bisa curhat melalui voice note atau teks, sehingga menjadi unique selling point podcast mereka. Diskusi juga menyentuh pengalaman pribadi Ki dalam proses penelitian, termasuk perubahan dosen pembimbing dan tantangan mencari subjek penelitian. Secara keseluruhan, transkrip ini menggambarkan kolaborasi antara akademisi dan kreator konten, serta dinamika di balik layar podcast yang unik.

Transcription

7867 Words, 46784 Characters

Indonesian
Pembicara 1 Ada kok yang curhat panjang terus kita tetap enggak percaya habis itu. Pembicara 2 Kita. Pembicara 1 Masak gengnya jadi enggak? Nah tapi enggak di depan dia iya. Pembicara 3 Oke oke siapa ya? Pembicara 4 Kan ditanya siapa ya kalau. Pembicara 1 5 tahun lalu kok? Pembicara 4 Awal awalnya. Pembicara 2 Gitu. Tapi kalau kalau pendekatan bahasa mungkin kayak tadi lu juga merasa kadang kadang yang orang enggak sadar itu bagaimana kita ngetreat di taman sebelum ini. Pembicara 1 Kita harus. Pembicara 2 Ngobrol di luar dulu mana sebenarnya uh first impression kita ngobrol tuh bis kita gua langsung bisa ya ki abi bisa menilai kayak oke entar entar rekamannya akan seperti ini nih. Makanya kadang kadang lu tadi datang kita ajak ngobrol dulu kan gimana lu gini gini gini ketika oh nih frekuensinya kayak gini oke yuk udah bisa rekaman yuk kita rekaman gitu. Pembicara 1 Jadi. Cuma tadi lebih cepat cowok cepat saya tadi ngomong kan gue samping lu tuh biasanya lebih lama tuh gue cewek. Pembicara 2 Lamanya karena mah. Pembicara 1 Potongin mangga. Selamat datang di podcast hancur bareng sama radika jamil danar dan juga patra gumala beberapa teman teman kita dari awal kita bikin uh podcast hancur ini banyak banget yang menjadikan kita. Pembicara 2 Tuh bahan penelitian kodok kita. Dong dibelek. Pembicara 4 Waktu SMA waktu SMA itu. Pembicara 1 Kodok kayak rasanya nih. Pembicara 4 Karena yang paling ini katanya paling mirip apa? Pembicara 1 Saya pilih. Pembicara 4 Siapa ya yang mirip karena. Pembicara 2 Kus juga ada tikus tikus tapi. Pembicara 1 Banyak kodok banyak yang kodok. Pembicara 4 Jijik kali loh tikus. Pembicara 1 Karena cnn struktur itu kalau kodok dibalik kodok. Soalnya iya soy. Pembicara 4 Sama seperti apa dibalik apa kan? Kalau mie dibalik bahasa tumpah. Waduh. Pembicara 2 Ini ada ini. Pembicara 1 Teman teman nih enggak ada yang bilangin. Pembicara 4 Apa ya iya. Pembicara 1 Komentar sudah gitu gue lagi pagi lagi kecapekan sepanjang kan gue balas. Enggak lihat kondisi orang. Pembicara 2 Siapa? Pembicara 1 Dia diam sawit sampai rias sekaligus juga menjadikan kita bahan penelitian untuk skripsinya. Pembicara 4 Eni sawian harga baru benar. Pembicara 2 Loh salah. Pembicara 4 Salah salah kuning kuning nah. Pembicara 2 Benar mahasiswa bisa kita kasih harga mahasiswa loh. Pembicara 4 Memang. Pembicara 1 Dia. Pembicara 4 Hancur kaget na namanya boleh disebutin sama asli enggak apa apa. Pembicara 3 Aki haki betul. Pembicara 2 Harus jurusan. Pembicara 3 Jurusan ilmu komunikasi. Pembicara 4 Dan telkom university. Pembicara 2 Mau bikin skripsi. Pembicara 4 Nyawer. Pembicara 1 Dulu benar benar s Twitter kok banyak. Pembicara 2 Amat kita benar. Pembicara 4 STT telkom ketika yang dia sudah di daycolot daycolot oh daycolot. Pembicara 1 Dari dulu lah pokoknya sebelum belum jadi tel you masih es tadi kata kata kita kan angkatan gue masih estet TM. Pembicara 4 Soalnya waktu itu telkom tuh ada yang di atas. Di dagu. Pembicara 1 Gue belum pernah nyamperin sih, karena waktu itu ketemu di yahoo messenger. Pembicara 4 Wah lama banget. Udah lama ih bener sih. Pembicara 1 Iya kan. Next standar enggak. Pembicara 4 Tapi itu anak jurusan apa? Pembicara 1 Enggak tanya. Oh lupa pokoknya dia di telkom aslinya orang medan dia kuliah di Bandung gue di Jakarta ya kan enggak punya duit dulu enggak sempat ketemuan cuman. Pembicara 2 Cewek cewek cewek cet. Pembicara 1 Sama apa video camp dulu. Enggak ada CS kan? Pembicara 4 Enggak ada s nya. Oh ya maaf. Pembicara 2 Memang yahoo messenger bisa kenalan sama stranger. Pembicara 1 Bisa masuk Jakarta ada masuk ke rumah nanti lu klik aja salah satu maksudnya. Pembicara 4 Kan di rumahnya ada ada vemale biasa kan f kan sumur f mana jadi. Pembicara 1 Kan nger di forumnya banyak ngobrol semua sudah kita klik. Kayaknya lucu nih dia pasang profile picture soalnya kan. Pembicara 4 Kan. Pembicara 1 Klik japri. ASLPLS. Pembicara 4 Habis itu dibalas u satu usianya bukan uver oh iya benar lu duluan jangan. Pembicara 1 Langsung m. 2 1 jkt dia langsung f 2 1 bdg slash mdn kok gitu ih lanjut deh. Pembicara 2 Enggak ngerti deh, nggak ngerti deh sama messengernya. Enggak tahu dia. Pembicara 1 Kalau enggak salah namanya dulu debi takut balon. Pembicara 4 Namanya itu sama si gitu sih benar sih waktu dulu masih. Pembicara 1 Gitu anak telkom sempat ketemu. Pembicara 4 Lu ikom di. Pembicara 1 Value. Pembicara 3 Iya betul. Pembicara 4 Telkom ini lu momenty kita. Pembicara 1 Kenapa iya mah? Pembicara 4 Itu dulu itu pertanyaannya. Pembicara 3 Karena apa ya? Gue tuh kan mau bikin penelitian skripsi itu mau dari hal yang gua suka terus si bingung tuh kan ya the selain podcast ada beberapa hal yang jadi pertimbangan. Tapi di situ gua dengerin adalah salah satu episode di podcast hancur. Ada juga anak telkom peneliti ini. Pembicara 1 Jangan sampai ke sini kok pagi pagi itu ada tesis. Pembicara 2 Waktu itu pernah juga tesis. Pembicara 3 Pernah ya pernah pernah pi di anak PR kalau enggak? Pembicara 1 Salah oh iya iya masih. Pembicara 2 Belum 4 tapi gitu ya. Pembicara 4 Sudah bertiga. Pembicara 1 Baru tahun lalu kok awal tahun lalu cewek. Pembicara 3 Cowok cowok cowok. Pembicara 2 Enggak ingat. Pembicara 1 Belum ingatnya cewek doang kalau lu. Pembicara 4 Ha wah gitu. Jadi. Pembicara 2 Ingatlah gue akan ingat lu hak. Pembicara 1 Asasi yang lain karena sih beberapa DMO meneliti. Pembicara 4 Free. Pembicara 2 Tidak boleh diboleh juga boleh. Pembicara 4 Bang apa juga kok enggak apa apa juga. Pembicara 1 Waktunya tunggu alasannya kita saya. Pembicara 4 Petir. Pembicara 1 Canda ya. Pembicara 3 Tapi kan dia tuh penelitinya cuman di khusus satu episode. Soalnya yang sama mobil ya kalau enggak salah ya. Pembicara 1 Mobilnya sama brand kita lagi ke Bali diteliti sama dia gimana sih ya? Pembicara 3 Betul ya itu. Pembicara 1 Brand itu terhadap pola kita. Pokoknya RPR kita deh kita ya. Pembicara 3 Gitu dah silahkan. Pembicara 2 Lu solid apa iko marketing. Pembicara 4 Om market. Pembicara 3 Marco. Pembicara 1 Itu. Terus terus. Pembicara 3 Ya udah terus gue coba cari kan kalau misalkan emang mau meneliti podcast podcast hancur gitu, apa yang diteliti ya yang bisa sejalan sama gua gitu di komar terus gua ingat ya buat skancur kan nanti curhat curhatnya juga unik nih soalnya berbayar maksudnya curhat aja harusnya kan gratis ya cuma di sini. Pembicara 1 Coba coba curhat apa psikologi maskaranya 2 tahun ke psikolog sih jadi. Pembicara 2 Bab satu lo kan mempertanyakan tuh ya. Betul apa tapi ya tapi. Pembicara 3 Gue tuh lebih ke soal digital engagement nya? Oke segmen curhat kan judul gue tuh kan digital engagement dalam digital engagement analysis segment surat berbayar dalam putusan hancur. Pembicara 2 Atau. Pembicara 3 Analisis digital digit uh digital. Pembicara 4 Engagement. Pembicara 1 Analisis. Pembicara 3 Pada segmen curhat berbayar podcastan curi. Pembicara 2 Ini kan sudah jauh gua komunikasi juga ya ya. Dulu gua kuliah tuh new media tuh benar benar new jadi teori teori teori ya teori baru semua gitu. Kalau ini berarti pakai apa teori engagement gitu? Pembicara 3 Iya digital engagement, tapi gue teori utamanya itu social present. Pembicara 4 Di d 3 menemui. Pembicara 2 Kita enggak ada era aja mereka sudah new media sudah memang ada digital. Pembicara 4 Eh new media aja gue enggak ketemu waktu itu. Oh iya enggak ketemu 2000. Pembicara 1 Angkatan gilang kan 9. Pembicara 4 Belas anjing angkatan sama dilan gue tua benar anjing lucu. Pembicara 1 Kalau luar zakat dilan tuh niken anjani milih lu ya enggak milih ariel ya. Pembicara 4 Jelas. Pembicara 1 Jangan ril anak motor. Pembicara 4 Kacau level ariel banget. Pembicara 2 Apa yang tadi? Pembicara 3 Teori kiinya social presence. Pembicara 4 Dari siapa tuh? Pembicara 3 Dari kepala short William Christine. Pembicara 4 Saat bulan. Pembicara 1 Anjing cottler. Pembicara 4 Jauh daddy doang gitu del karena aji ya dari del karnaaji. Pembicara 1 Robert kiyosaki kios. Pembicara 4 Ada. Pembicara 2 Komunikasi mah last well. Pembicara 4 Hukum last well itu. Pembicara 2 Cewek. Pembicara 3 Asoy. Pembicara 1 Dari tiregon. Pembicara 4 Inya dari pirigon lawasan itu kan? Pembicara 1 Terus. Pembicara 3 Ya sudah karena segmen corot berbayar ini enggak ban enggak gua temuin di podcast podcast lain ataupun di ya yang lain lah ya. Saya kira kayaknya menarik deh. Terus gua coba propose kan ke pembimbing gua. Dia bilang eh sebelumnya gua ini dulu. Pembicara 1 Gimana cara? Pembicara 3 Jadi kan. Pembicara 2 Sorry ada seminar dulu ya? Pembicara 3 Biasanya betul betul bukan seminar sih. Kalau di gua di televisi jurusan gua ya jurusan gua tuh. Ada matko khusus untuk apa ya? Jatuhnya kayak trial dulu gitu intinya. Pembicara 2 Lebih bab satunya dulu ya gitu karena ya. Pembicara 3 Kurang kurang lebih begitulah terus gua coba masukin kan podcast hancur gitu soal segmen curhat. Terus gue coba propose ke sebelum itu ya sebelum itu tapi belum dosem. Gua masih dosen dosen biasa dosen matchool karena makulnya memang soal itu. Ya sudah gua coba propose ternyata beliau menurut beliau ini menarik. Pembicara 4 Karena dia mau bikin juga sama. Pembicara 1 Dia kalau gitu kalian konser bayar ya? Yang curhat aja bayar. Pembicara 4 Bayarnya demikian anjing gua juga sayurnya. Pembicara 3 Terus terus udah tim beliau menarik karena 1 jarang yang bahas soal podcast terus 2 ini curhat terus berbayar ya terus terus, kata dia bilang ya sudah nanti ini kamu uh skripsi tentang ini aja gitu kan? Oh iya iya pak gitu terus sudah tuh semester ke depannya yaitu semester ini skripsi dapatkan dosen pembimbing niatnya gua mau dusun pembimbingkan beliau dengan beliau tiba tiba naik jadi. Pembicara 1 Rektor. Pembicara 3 Apa sih kepala prodi? Pembicara 1 Singkat saja. Pembicara 4 Prodit enggak prodi di. Pembicara 2 Prodika pro. Pembicara 1 Dioblosan bella emang kok kaprodi enggak boleh jadi dosen. Pembicara 3 Boleh cuman yang susahnya nyari waktu loben dari. Pembicara 1 Waktunya betul. Betul terus. Pembicara 3 Akhirnya yang itu akhirnya gue coba gue coba tanya teman teman gua kira kira ada enggak ya? Dosen yang cocok nih buat soal ngobrolin eh apa? Pembicara 1 Nelisi soal ini enggak? Pembicara 3 Podcast. Justru kata teman gue ada nih ini aja harus ya udah gue gue coba propose ke dosen ini kebetulan mau terus kata dia. Boleh nih kamu beneran mau soal podcast ini? Kenapa awalnya kayak gitu kan? Soalnya 1 itu saya saya emang dengerin bu terus 2 saya saya udah bikin skenario buat dapatin apa ya bisa? Pembicara 1 Ya bisa habis ini salah. Pembicara 3 Satunya ngikutin segmen curhatnya. Pembicara 1 Ya karena ini jadi penelitian lo juga. Pembicara 3 Salah satu begitu. Pembicara 1 Kan dari belum mulai transfer sampai lo ke sini kan sudah dinilai. Ini kita sama lu ya. Pembicara 3 Gua observasi dulu iya. Pembicara 1 Pelayanannya bagus enggak nih? Ucap vest respon enggak gitu kan. Pembicara 3 Karena itu pasti di jalan. Pembicara 4 Lian liat ini lu. Pembicara 2 Enggak ini enggak ada kuantitatif ya berarti ya. Pembicara 3 Ada dong oh ada juga. Pembicara 2 Questioner juga nih oh enggak? Pembicara 3 Gua kebetulan pendekatannya kualitatif. Dari semua misalkan mau kuantitatif itu boleh sebenarnya cuma ya sudah cuman akhirnya gua gua coba bimbingan sama dosen pembimbing gua kualitatif nih yang lebih bagus lah maksudnya cocok gitu sampai penelitiannya ya sudah sekarang akhirnya sudah lolos bab satu bab 2 lolos juga bab 3 terus gua d dulu d itu devaluation atau pro nya lah gitu terus akhirnya sudah sekarang sudah tahap buat ambil data. Pembicara 2 Sebab satu tuh ada permasalahan. Kalau enggak salah benar enggak sih? Pembicara 3 Iya betul ada nah. Pembicara 2 Permasalahannya apa kalau di bab satu lu. Pembicara 1 Ada yang tahu itu masalahnya itu. Pembicara 4 Menjadi sebuah. Pembicara 2 Pertanyaan yang permasalahannya apa? Pembicara 3 Intinya gitu, tapi pertanyaan penelitian itu adalah bagaimana digital engagement terjadi dalam segmen berbayar di pusat hancurnya gitu? Permasalahannya kan ya sekali lagi kasur hah. Pembicara 2 Gimana? Pembicara 3 Ya maksudnya kan curhatnya kan harusnya gratis tapi jadi berbayar itu kan sudah satu hal 2 halnya gimana? Biar bikin audience audience itu tertarik buat bayar buat. Pembicara 1 Curhat seperti. Pembicara 3 Itu, nah itu permasalahannya di. Pembicara 2 Situ sebenarnya butuh interview orang orang yang pernah datang juga tuh kenapa mereka mau? Pembicara 3 Datang bayar tapi. Pembicara 4 Kan. Pembicara 1 Kita yang narik dulu kenapa sampai itu asumsi itu? Pembicara 2 Terjadi tapi kan untuk orang contoh kasusnya kan selain elu kalau lo kan betul penelitian, tapi misalnya ada 5 orang yang pernah datang ke sini. Pembicara 4 Interview juga kan? Pembicara 3 Untuk. Pembicara 2 Data lo kan iya tapi. Pembicara 3 Sebelumnya. Pembicara 2 Mau enggak yang selingkuh yang selingkuh. Pembicara 4 Beliau kasih lihat enggak usah enggak usah digituin dulu enggak usah boleh boleh boleh enggak usah ditawarin sudah biarin saja. Pembicara 1 Ya ketahuan sekantor mau enggak? Pembicara 4 Baru enggak enggak? Yang ini yang ketahuan sama HR nya boba. Ha itu juga. Pembicara 3 Gua sebenarnya, tapi sebelumnya tuh gue niatnya tuh penginnya subjek penelitian cuman eh objek juga penelitian itu abang abangnya doang para hostnya. Tapi setelah melewati desaluation terus dapat arahan dari penguji, katanya. Kalau kamu cuman ngambil datanya dari si pihak podcastnya doang itu tidak bisa lengkap karena gue juga pakai triangulasi kan ininya. Pembicara 1 Betul harus dari ada si orang. Pembicara 3 Orang betul. Pembicara 1 Kalau kita kan berarti lu akan menganalisis sama ruru netin secara strategi marketing. Kenapa lo bisa sampai tergugat untuk curhat? Itu kan dan membayar. Pembicara 3 Abang abang sendiri tuh kayak nge strategi itu tuh gimana cara biar penonton eh pendengar pendengar anjrosisi ini tuh mau buat current berubah semua sudah. Pembicara 1 Buka di episode kok cerita saja meetingnya dia di episode aja. Pembicara 3 Iya memang gitu. Makanya gue dari observasi sebenarnya sudah dapat. Tapi kalau dari dosen kan memang harus ada. Pembicara 4 Interview. Pembicara 1 Berarti sekarang lu mau interview kita nih. Pembicara 3 Kalau enggak. Pembicara 2 Oke oke kita harus. Pembicara 4 I think kita. Pembicara 2 Harus nyiapin jawaban jawaban. Pembicara 4 Ilmiah kita kasih interview lu santai enggak usah lo rekam lu dengerin episode. Enggak usah lu rekam manual. Pembicara 1 Eh bajo tapi menarik menarik ya yang curhat curhat yang sini ada yang sampai nginep lagi pulang. Pagi tadi dia enggak Amerika misalnya pagi. Pembicara 3 Sampai nginap di sini. Pembicara 1 Sampai pagi pagi sampai jam. Pembicara 4 Setengan. Pembicara 1 Oh karena menurut dia 6:00 pagi 6:00 sore. Pembicara 4 Di Amerika sore jetlag. Pembicara 2 Ini deadline nya. Pembicara 4 Ini benerannya. Pembicara 2 Oke kalau wisuda kapan wisuda? Pembicara 3 Jadi kalau di tell youtube. Daftar sidangnya itu dibikin per periode kan bang bilang. Pembicara 2 Setelah 3 kali ya? Pembicara 3 3 kali nah di gua tuh. Bulan selalu kalau enggak salah mei apa April gitu? Itu sidang 1 sidang 2 tuh daftasi sidang 2 tuh ini Mei ini terus tanggal 2-05 30 itu sama terakhir tuh bu julie. Jadi kalau misalkan pun yang indie gua. Pembicara 4 Enggak kejar gua beliin juli? Pembicara 1 Juli nanti wisuda September lah ya kalau. Pembicara 3 Juli lagi iya benar. Pembicara 2 Berarti kita penyebab diterima. Kasih tuh cara jelas. Pembicara 3 Jelas masalah. Pembicara 4 Yang paling 1 berapa? Pembicara 2 Allah ya jadi. Pembicara 4 Anjing dia memang gila dia mah tanggal berapa? Pembicara 1 Kabarnya entar kalau sempat kita datang disuruh. Pembicara 4 Moga aku juga enggak, gue juga orang gue orang Bandung saja enggak tahu saja. Pembicara 3 Enggak rekom juga sih bengkel. Pembicara 4 Akhirnya enggak enggak. Pembicara 1 Banjir ya kalau kata gusban. Pembicara 4 Nih banjir banget deh. Follow. Pembicara 1 Oke silahkan nanya. Pembicara 2 Silahkan eh salah. Nem buat yang mau bikin skripsi sekalian saja ya jadi. Pembicara 4 Masalahnya ini gini gini kalau lu punya judul mirip mirip enggak dengarin nih. Pembicara 2 Udah ambil aja nih datanya. Pembicara 1 Data sebetulnya beda kampus di approve. Pembicara 2 Kaki udah mengorbankan satu setengah. Pembicara 4 Juta atau kalian semua? Pembicara 1 Dan lo tahu enggak sama hal itu harganya. Pembicara 3 Uh beliau enggak tahu kalau gua pakai jalur ini. Pembicara 4 Tapi di uh tahu dosen lu kalau ada harga ada. Pembicara 1 Tahu harganya gua jelasin ya. Pembicara 3 Kalau di pasaran tur itu ada per harganya gitu bu pak uh bu kan. Sekian. Pembicara 1 Berapa untuk kendo dapatnya apa? Pembicara 3 Sekian lagi kita tuh. Pembicara 2 Awalnya 500. Pembicara 4 Ya curhatnya ya terus naik sejuta. Pembicara 1 Dolar dolar makin mahal lemah. Pembicara 4 17 setengah. Pembicara 1 Itu oh bukan? Pembicara 2 Oke silahkan ki. Pembicara 3 Paling uh pertanyaan pertanyaan umum dulu saja. Pembicara 1 Kalau kuster dicontekkan. Sambil makan ayam macan aja. Pembicara 3 Benar benar tanya. Pembicara 4 Pertanyaan umum. Pembicara 1 Oke. Pembicara 4 Matahari kenapa berputar gitu? Pembicara 1 Oke bang pejabat diambil suku. Pembicara 4 Karena enggak lihat. Jabati main ngambil saja kalau. Pembicara 2 Artikulasi kita kurang jelas kasih tahu ya kasih tahu ya jangan. Pembicara 4 Langsung disalahin ya. Pembicara 2 Cuman ya sorry nih. Pembicara 4 Sore aja takutnya untuk kolasi kita yang enggak. Pembicara 1 Jelas. Pembicara 3 Pertanyaan utama kalau dari abang abang sekalian, apa tujuan utama dari dibuatnya segmen curhat berbayar? Pembicara 4 Seru gue jadi buru buruan. Pembicara 1 Aku. Pembicara 4 Anjing jadi buru buru buruan. Pembicara 2 Silahkan ini kan nanya ke siapa? Karena bingung nih siapa yang menjawab. Pembicara 3 Ketiganya kalau bisa dari uh per orang lah. Pembicara 4 Ya ya ya ya. Pembicara 3 Gue dulu. Pembicara 2 Bang fatah apa? Tadi pertanyaannya ulang tahun. Pembicara 3 Apa? Pembicara 1 Juri gitu apa? Tadi jawabannya. Pembicara 4 Jangan langsung gencar. Nah harusnya juga sih hostnya juga ngebantu dulu. Pembicara 2 Paling benar yang cowok tuh diam. Pembicara 1 Aja ya. Pembicara 4 Diam buat dia diam ambil sambal cak selingkuh selingkuh. Pembicara 1 Eh lanjut sudah yang nyatat di rumah dengan. Pembicara 4 Udah enggak siap ya. Pembicara 2 Orangnya nih ki. Sorry sorry. Pembicara 3 Tujuan utama dari dibuatnya segmen curhat berbayar di podcast hancur. Pembicara 2 Ya awalnya memang kita enggak berbayar kan. Tujuannya si hancur ini waktu 1 kali meeting gua dia sama yang satu lagi tuh dulu awal. Pembicara 3 Bikin. Pembicara 2 Kita tuh pengin bikin sebenarnya karena kita siaran di radio konsepnya kayak radio jadi 2 arah karena teman teman kita yang udah bikin podcast sebelumnya tuh satu arah gitu. Benar cuman upload aja jadi sarah nah kita kayaknya bisa deh bikin interaksi gitu. Oh ya kita bikin interaksi aja, jadi awalnya itu biar konsepnya kaya seperti di radio awalnya gitu ya kita pengin punya siaran sendiri, tapi boundaries nya lebih bebas. Pembicara 1 Dan keunikan kita ya orang bisa curhat itu dari voice note dari ketik nulis. Pembicara 2 Unique selling point kan teman teman kita pada bikin podcast tapi sara apa ya yang yang bikin beda? Oh kita bikin 2 arah deh biar ada yang terasi sama pendengar. Pembicara 1 Yang waktu awalnya. Pembicara 2 Surat dulu. Pembicara 1 Benar tapi surat awalnya m. Pembicara 2 Oh ya awalnya VN karena kita belum beli roadter belum jadi VN voice note dulu. Pembicara 1 Kasih. Pembicara 2 DM bahkan waktu itu. Pembicara 1 M banyak banget seiring berjalannya waktu kan makin banyak orang yang curhat. Banyak juga yang dibacakan, tapi banyak juga yang tidak dibacakan. Nah akhirnya banyak timbul, kebanyakan gue enggak dibacain gue gue dibaca ada iri itu dulu, terus banyak banget enggak ke filter ya sudah deh kalau lu mau dibacain kita bayar gitu. Pembicara 2 Awalnya untuk memfilter aja filter. Pembicara 1 Waktu kita. Pembicara 2 Buka gratis itu numpuk banget. Jadi ada yang nge DM tuh panjang wah bacanya juga susah. Terus ada yang voice note doang gitu, jadi jadi makin enggak teratur lah gitu. Nah, sejak ada teknologi saweran dan kita sudah punya produser jadi lebih teratur tuh saat itu. Pembicara 1 Kasih 3 kategori juga karena based on pengalaman kita. Oh ada yang cuman pengin dikirim kirim salam 50.000 oh ada yang mau dibacain doang dan ditelepon ya telepon enggak bisa ke sini 250.000. Awalnya datang tuh 500.000. Pembicara 2 Ya. Pembicara 1 Lu fokus 50 dari dulu enggak naik tuh yang 2 setengah sama 50 Maret ribu tetap masih banyak banget, tapi kan kemampuan kita ngetag seminggu sekali dan banyak menumpuk ke tahun berikutnya. Kita naikin sejuta masih lebih juga kita naikin satu setengah juta sudah ada 60 dia ngantri gue. Pembicara 4 Guding guding. Pembicara 2 Jadi sebenarnya untuk filter aja. Pembicara 1 Sebelum filter. Pembicara 2 Aja gimana ya kita bisa mengakomodir kitanya dapat konten untuk curhatnya tapi tidak menumpuk gitu. Pembicara 1 Kita berani karena curhat tuh stand point kita kan hancur ada curhat ya curhat ya nilai jual kita, makanya kita berani, itu yang kita jadiin value untuk revenue stream kita. Yaitu curhat. Bedanya lo mau dengarin podcast lain sama kita di kita lu bisa curhat. Pembicara 3 Gitu. Kenapa sampai dibikin kayak berani banget untuk ngajak penonton ikut terlibat tuh biar ada unique selling point awal. Pembicara 1 Awal karena kita. Pembicara 2 Di siaran kan seperti itu. Pembicara 1 2 arah 2 arah. Pembicara 2 Siaran kita tiap hari ada coller penulis penelepon gitu. Pembicara 1 Gitu jadi terlibat. Coba kalau enggak lu bayar oh 16 orang sih ayam pacarnya kebanyakan kita. Pembicara 4 Iya. Pembicara 3 Oke lanjut kali ya pertanyaan lanjutnya ini yang mulai agak menjuru nih. Pembicara 1 Oke wah tegakan. Pembicara 4 Sudah mulai menjurus nih. Pembicara 3 Apa elemen dalam segmen surat berbayar yang menurut abang abang sekalian paling ngebuat audience tuh ngerasa akrab sama abang abang abang. Pembicara 1 Pastikan ada yang jawabnya. Pembicara 4 Enggak usah dipencet kalau pas tuh enggak usah. Pembicara 1 Dipencet pencet lempar ke teman. Pembicara 4 Apa pertanyaannya? Pembicara 1 Semua pada lupa hanya terakhir karena dipikir jawaban komedi dulu. Mikirin. Pembicara 4 Lucunya di mana ya gitu? Pembicara 3 Apa elemen dalam segmen curhat berbayar yang menurut abang abang sekalian tuh paling ngebuat audience tuh ngerasa akrab sama abang abang. Pembicara 4 Ngerasa akrab sama kita. Iya sebenarnya bukan elemen dari curhatnya yang ngerasa akrab. Tapi memang dari kitanya kitanya yang membuka. Jadi kan pada dasarnya adalah si base nya dari podcast hancur adalah anda curhat betul jadi kita membikin wadahnya. Oke nah mungkin dengan kita membikin wadahnya itu akhirnya si pendengar kita jadinya kayak ngobrol sama temen. Itulah yang membuat mereka jadi lebih akrab bersama kita. Karena oh jatuhnya kayak gini kayak gue pingin ngobrol nih sama siapa ya? Oh itu ada ada tempat tuh oh gue bisa ngobrol di situ, ternyata gue boleh tuh. Nah akhirnya kan dia masuk tuh satu satu. Masuk terus ngerasa nyaman karena dia didengarkan sama kita. Kadang kita juga kasih masukan yang walaupun kadang kita omongin kita enggak tahu, tapi ternyata bermanfaat. Kita kan enggak pernah tahu gitu. Nah, tapi ternyata impact untuk yang benar adalah gara gara dikasih tahu ini gue jadi gini itu kan akhirnya membuat elemen itulah yang membuat mereka jadi ngerasa. Kayaknya gue kalau curhat ke abang abang bisa dan gua ah gue kayaknya lebih nyaman ngobrol ke abang abang deh gitu. Kayaknya lebih itu kita mewadahi mereka awalnya walaupun belum ada awalnya kan kita enggak pakai. Kan kita buka wadahnya dulu mereka akhirnya mau bercerita kita memberikan masukan dasar dari itulah yang akhirnya membuat mereka jadi merasa akrab nih. Gue bisa. Pembicara 1 Selama 3 sudut pandang yang berbeda. Jadi setiap lu curhat satu orang 3 sudut pandang kita kan beda beda nih patra. Menurut dia apa menurut mas tika apa menurut gua apa? Nah buat yang dengar oh iya gue setuju sama patra ada yang enggak gua setuju sama mas tika paling banyak enggak setuju sama gue yang masalah selingkuh. Jangan dengar. Pembicara 3 Katanya. Pembicara 4 Definisi sangkuh. Pembicara 1 Terutama cewek cewek itu banyak yang enggak setuju. Pembicara 3 Terutama ciepi ya. Pembicara 1 Tapi lama lama gue yakin cepi support. Aku masuk dia sih cewek love you. Tapi si 3 sudut pandang itu yang membuat lo kan kalau lo merasa terwakili lo berasa lebih dekat kan? Oh gue gue pokoknya apa yang dikasih tahu sama patra gue setuju tuh seput pandang dia tuh jadi pas lo ke sini lo sudah punya gue pengin dengar dari sudut pandang 3 orang ini dong gitu. Pembicara 3 Oke oke oke terus oke kan ini udah oke curhat emang terbuka belum bisa ya? Nah itu kan baru kayak baru prosesnya uh awalnya nih nah prosesnya kan berarti harus ngejawabin surat coretan ini enggak? Nah ada enggak penggunaan bahasa atau ton suara atau gaya komunikasi yang uh membantu ngebangun kedekatan abang abangannya sama siang nyurhat. Pembicara 4 Kalau gua sih sebenarnya. Pembicara 1 Ini sudah pakai enggak usah itu langsung berubah. Kalau kita ngerasa yang curhat itu teman jadi kita ngobrol based on oke, ngobrol lah saja sih. Jadi kita enggak ada beda bedain gitu kayak kalau yang curhat cantik kita lebih excited gitu. Pembicara 4 Dengan lu ngomong gitu. Malah itu ada gitu ditekanin masak kalau yang jualannya cantik. Pembicara 1 Enggak ada gitu, kita enggak ada beda bedain jadi kayak teman jadi enggak ada pemilihan, apalagi pemilihan kata ya pemilihan kata kita oh, tapi pemilihan kata itu kena filter masing masing karena kita sudah based on pengalaman kita nih bertahun tahun pastikan puluhan tahun ya masih tua. Pembicara 4 Banjir. Pembicara 1 Jadi kita punya filter sendiri untuk tahu ngebaca orang ini kayak gimana sih gitu ada orang orang yang curhat. Penginnya tuh gue tahu lu penginnya didengar dan pengin disupport ada yang ayo lo salahin gue saja deh sadarkan gue ada gitu. Nah kita bisa ngelihat dari pola dia, cerita tuh kalau dia yang malu malu dan kalau terlalu terbuka oh ya enggak apa apa. Nah kita juga ngasih batasan itu ya ya yang sevulgar mungkin kita. Kalau yang kemarin yang telfon tuh ya kan kejam tuh kita ada kayak kok lu jawaban sih dari agama itu kan sebenarnya sensitif. Tapi karena dia seterbuka itu dan secara personal dia membuka dirinya. Gua kita paham kalau bercanda itu tuh tidak bakal menyinggung dia. Nah, sebenarnya itu terjadi secara alami tuh ke kita di kita bertiga. Pembicara 3 Berarti pertimbangan pertimbangan kayak gitu tuh itu based on personal aja sendiri. Maksudnya bukan? Pembicara 4 Kayak personal. Pembicara 3 Bukan dibuat kayak kita nih di hancur. Jangan sampai gini gini enggak enggak enggak sendiri sendiri aja. Pembicara 1 Natural dan seorganik mungkin. Pembicara 4 Nah itu juga mungkin yang akhirnya outputnya. Mereka ngerasa ya kayak ngobrol sama teman saja. Jadi organik ya rasanya gitu buat orang yang dengar, karena ya kita enggak ada yang dibikin bikin nih enggak ada yang diharus dibagus bagusin. Kalau misalnya uh jeleknya kita bikin lain jelek. Nah itu kan posisi teman kan seperti itu kan jadinya mereka akan menerimanya juga dengan organik juga dengan sensir juga dengan tulus. Pembicara 1 Gitu yang curhat panjang terus kita tetap enggak percaya habis. Pembicara 2 Itu. Pembicara 1 Masih gengnya. Jadi enggak? Nah tapi enggak di depan dia iya. Pembicara 3 Oke oke siapa ya? Pembicara 4 Ini kok ditanya siapa ya kalau. Pembicara 1 5 tahun lalu. Pembicara 4 Awal awalnya. Pembicara 2 Gitu. Tapi kalau kalau. Pendekatan bahasa mungkin kayak tadi lu juga merasa kadang kadang yang orang enggak sadar itu bagaimana kita ngetreat di taman sebelum ini. Pembicara 1 Kita harus. Pembicara 2 Ngobrol di luar dulu. Makanya sebenarnya uh first impression kita ngobrol tuh bis kita, gua langsung bisa ya kami bisa menilai kayak oke entar ya rekamannya akan seperti ini nih. Makanya kadang kadang lu tadi datang kita ajak ngobrol dulu kan gimana lu gini gini gini ketika oh nih frekuensinya kayak gini oke yuk udah bisa rekaman yuk kita rekaman gitu jadi. Pembicara 1 Lebih cepat karena cowok cepat saya tadi kan gue samping lu tuh biasanya lebih lama tuh gue cewek lamanya. Pembicara 2 Karena apa? Pembicara 1 Motongin mangga. Pembicara 4 Aksi reaksi itu sih aksi. Pembicara 2 Reaksi aksi reaksi sudah. Pembicara 4 Aksi reaksi. Pembicara 1 Ada tuh yang ra itu ya ada ada ada rais itu lagi. Pembicara 4 Udah momen. Pembicara 1 Itu pernah. Pembicara 4 Kita sih di situ pernah sih. Pembicara 1 Oke. Pembicara 4 Ya allahin lanjut ya. Pembicara 2 Goblok. Pembicara 1 Dia masukin ke script sky bro eh. Pembicara 4 Skripsi sampai salah. Pembicara 1 Skripsi yang masukin ke skripsi. Pembicara 4 Lanjut lagi. Pembicara 3 Gimana? Sejauh ini respons audience setelah cerita mereka ditanggapi dalam podcast, adakah yang mungkin malah senang ada yang mungkin? Jadi aduh gua enggak. Aduh uh jawaban abang abang enggak sesuai lagi sama ekspektasi gue atau gimana? Pembicara 2 Kita sih enggak pernah tahu. Pembicara 1 Ya 99% yang kita tahu setelah setelah ngobrol mereka sih stay berarti kan santai anda itu 6:00 pagi ngobrolnya nyaman dia mau bayar lagi. Pembicara 4 Itu tuh ya sebenarnya kelihatan lagi dari. Ada yang mau curhat berkali kali bahkan dia sudah sampai gue mau curhat lagi boleh enggak boleh curhat lagi. Pembicara 2 Boleh enggak gitu? Pembicara 1 Ada yang DM dia mau ngelock Desember. Wow. Pembicara 2 Tapi kalau yang bukannya enggak boleh. Tapi kadang kadang kan karena ngantri. Pembicara 1 Gantian dulu deh, gantian dulu boleh. Pembicara 2 Enggak sama yang lain gitu. Pembicara 1 Gitu itu bisa ngukur tingkat kepuasan dong berarti order. Pembicara 3 Kan repeat. Pembicara 2 Order yang mau ribet order kita sih enggak apa apa. Tapi kan takutnya yang kita juga mikirin yang ngedengerin nih kalau yang ngedengerin si anchulis misalnya lu nih terus Minggu depan lu lagi orang nyaman enggak ya dengerin deposit yang sama dengan. Tamu yang. Pembicara 3 Sama ya kan? Pembicara 2 Ada ada mikirin itunya. Pembicara 3 Juga cara nentuin tunya gimana apanya tuh ya tadi kan abang bilang kira kira tapi. Misalkan episode ini sudah misalkan sama gua gitu terus Minggu depannya gua lagi. Nah cara nentuin itunya gimana. Pembicara 1 Jangan lo laginya gitu. Anak anak antrian yang. Pembicara 2 Mana antrian yang lain? Pembicara 4 Pokoknya jadi kita bikin jangan sampai back to back to back ya kayak misalnya Minggu uh hari Senin sama lu hari rabu lu lagi kayaknya kita enggak deh kayaknya biasanya juga bahkan sampai baru Minggu depan. Pembicara 1 Atau 2 Minggu. Pembicara 4 Lagi atau bahkan bulan depan. Pembicara 1 Nih 6 juta buat 4 kali waduh eh kita sebar 4 bulan nih gitu. Pembicara 3 Oh maksudnya. Pembicara 1 Gitu jadi biar kalau enggak tiap hari gitu karena. Pembicara 2 Minta enggak? Pembicara 4 Enggak bisa dapat misalnya. Pembicara 1 Tapi kalau sudah mau silahkan. Pembicara 2 Boleh. Pembicara 4 Boleh boleh saja ke terbuka. Pembicara 2 Yang kalau. Pembicara 1 Nelfon siapa sih muslim? Pembicara 2 Selip itu kan dia sejuta atau langsung 4 kayak telepon. Makanya kita bikin cerita bersambung. Pembicara 3 Sekali lagi masih 2 masih 2 2. Pembicara 4 Lagi yang enggak dia sudah. Pembicara 2 Sudah. Oh 1 2 setengah. Pembicara 1 Sejuta dan dia nambah lagi ma yang mau nambah. Pembicara 2 Lagi are les nih. Pembicara 1 Karena dia di luar kota kalau dia sekali datang kan 1,5. Pembicara 4 Iya iya iya iya dan dan kayaknya juga um kita juga harus mikirin secara episodenya kayak kalau terus terusan lu juga sebenarnya gini satu orang ini mungkin bisa menarik sebenarnya lu bisa sampai beberapa episode. Tapi jadinya terlalu dipers banget. Akhirnya nanti jadi membosankan. Karena kan enggak kalau misalnya lu terus hari Senin. Pembicara 1 Lu rabu lu Jumat lu ya di podcast lo podcast. Pembicara 4 Lu jadi kayak dia mau podcast bukan podcast. Pembicara 3 Lu gitu itu. Pembicara 4 Yang harus kita pikirin juga. Pembicara 1 Yang boleh back to back begitu klien. Pembicara 4 Klien. Pembicara 3 Tapi. Pembicara 1 Boleh ada? Pembicara 4 Boleh. Pembicara 1 Boleh lu pasti kecuali ada brand masuk ngebloking sebulan ya apa 12 12 episodenya dia gitu. Pembicara 3 Tapi juga kan enggak masuk surat berbayar kan? Beda beda slotnya sudah. Pembicara 1 Benar, beda beda slot dan. Pembicara 3 BMN oke gua fokusnya buat yang memang literally cuma curhat. Pembicara 1 Berbeda benar benar benar lalu. Apa lagi ada pertanyaan. Pembicara 3 Oke bentar. Uh ada enggak? Pembicara 1 Ada. Pembicara 4 Sudah beda. Yang satu enggak tahu nanti ini ada enggak ada? Enggak tahu kan? Pembicara 3 Ini. Pembicara 2 Rekamannya enggak dikasih ke dosen lo ya uh. Pembicara 3 Paling gua cuma mention dong, tapi enggak kayak ini ini bu dengerin iya gua. Pembicara 2 Rasa dosen lama gua sama umuran kayak. Pembicara 4 Anjing dosen dia sama gue wudhuan gua doang ya yakin saya lihat. Pembicara 3 Uh gimana abang sekalian tuh menjaga agar komunikasi sama audience atau ancol lises tuh tetap berasa personal meskipun dilakukan melalui media digital. Pembicara 1 Ya kalau kalau off airnya kan pasti kasih datang ke acara hasil dibanding kita bertiga ini kan kita paling sering karena waktunya enak. Pastikan dekat. Bahkan di Bandung dan 2 banyak terjadi di Jaksel mas dikit kan di sini kalau gue dari bsd. Kalau dari digital kita tuh ada di telegram kita bertiganya ada kan ada grup telegram yang bareng hancur di sini kita bertiganya tuh ada dan gak cuma jadi pembaca, tapi juga kita aktif untuk uh ngobrol dan balas balasin. Pembicara 2 Kita sudah perintahkan wajib dibalas. Kadang kadang kan cuma. Pembicara 3 Ya gue penting enggak dibalas. Pembicara 1 Karena enggak capek. Pembicara 2 Enggak bales tuh? Pembicara 1 Admin admin adminnya berarti numpuk. Pembicara 3 Balik. Pembicara 2 Gue jadi. Pembicara 3 Gue tuh sebelum ke? Pembicara 2 Masaki mencoba. Pembicara 4 Apa lu ngede sama? Pembicara 3 Apa ada ya itu gue tuh minta izin ke abang abang sekalian bang gue mau bikin penelitian soal ini bakal nginterview abang abang diperbolehkan apa? Pembicara 1 Yang punya karena akhirnya dibalas sama podcast anjur kan. Pembicara 3 Nah dibahasnya. Pembicara 2 Abang ucap. Pembicara 1 Personallah personal personal karena uca ngasih tahu di grup gue. Ingat bang nih sudah gue balas jadi kita oh udah dibalas ucak gini. Pembicara 2 Iya benar. Pembicara 1 Enggak? Pembicara 4 Tapi kalau gue jujur gue ke gue enggak ada, enggak masuk gue enggak masuk. Pembicara 3 Kayaknya sempat nih gue. Pembicara 2 Apa akun lo cakupan? Pembicara 4 Lu apa? Pembicara 3 Kira kira difan eh haki? Pembicara 2 QIQRA. Pembicara 1 Kita ceri itu ceri. Pembicara 4 Ha ceri q. Pembicara 2 Akhirat yellow trail iya itu. Pembicara 3 Benar. Pembicara 2 Ada yang benar ya? Pembicara 1 Masih 3 Januari. Pembicara 3 Iya gue dari Januari tuh. Pembicara 1 Parah banget patra ini sudah. Pembicara 2 3 gue enggak masuknya request. Pembicara 4 Rica di 3 tiganya nih. Pembicara 2 Gini. Pembicara 3 Terkirim semua ini. Pembicara 2 Kalau ke podcast saja dijawab podcast. Pembicara 3 Gua buat tersanjur enggak dijawab tapi langsung ke bang ucha personal. Pembicara 4 Personal. Pembicara 1 Berarti ini. Pembicara 4 Enggak jawab? Pembicara 2 Apa ya gue tapi biasanya. Pembicara 1 Masa. Pembicara 3 HAQI. Pembicara 1 Terus. Pembicara 2 RA go accept berarti masuk ke hidden. Pembicara 4 Iya mungkin gitu ya kalau ke hidden enggak enggak dicek. Pembicara 2 Soalnya enggak ada notifnya soalnya. Pembicara 4 Iya enggak ada notifik. Pembicara 2 Ke request. Pembicara 1 Akhirnya. Pembicara 3 Bilang eh gimana hak rica? Pembicara 4 Thank you. Pembicara 1 Double he. Pembicara 3 Eh. Pembicara 2 Oke jadi salah. Tapi kalau dari akun podcast hancur, sebisa mungkin si admin harus harus. Pembicara 3 Jawab harus jawab. Pembicara 1 Boleh bro ini ya? Pembicara 4 Benar benar dijawab. Nya enggak enggak ada, enggak ada kan ada, tapi enggak kebaca ini masuknya ke. Pembicara 3 Ya tapi sebenarnya salah gue juga karena enggak apa sih ngecat lagi sih. Bisa jadi mungkin emang ya tadi abang abdul bilang kan enggak? Pembicara 2 Macet oke. Pembicara 4 Besar. Pembicara 1 Sih dulu. Pembicara 4 Sama sini orangnya sudah di. Pembicara 3 Sini iya gue juga masuknya sudah di sini baru. Pembicara 2 Gue accept berarti masuk ke request. Pembicara 1 Iya betul. Pembicara 2 Masuk request ya kadang kadang bisa langsung masuk DM tuh bisa masuk ke request bisa masuk ke langsung. Iya enggak sih gitu. Pembicara 1 Enggak sih? Iya benar benar. Pembicara 2 Benar dulu nih lu enggak di accept lo. Pembicara 4 Iya gue juga belum nunggu accept. Pembicara 3 Kan abang abang abang yang nge accept. Pembicara 4 Iya betul gue belum. Pembicara 1 Gua maksudnya ke maksudnya? Pembicara 4 Ke request jadi. Pembicara 1 Gue juga enggak pasti banyak yang komen nih gue juga di bang gue pada. Pembicara 3 Lo. Pembicara 2 3 Januari berarti lagi liburan. Pembicara 4 Iya bener Januari. Pembicara 3 Tuh lagi Januari lagi liburan lagi lagi pas lebih lagi bener. Pembicara 1 Gue lagi, ini juga gua lagi. Pembicara 2 Bela nih soalnya. Pembicara 1 Gue lagi jatuh sosmed saat itu benar jatuh sering jatuh sosmed gue. Pembicara 2 Oke, 3 Januari. Pembicara 1 Gua tanggal 3 doang lagi. Pembicara 4 Sengaja tuh berarti berarti. Pembicara 2 Liburan tahun baru 3 Januari oh gue lagi liburan ke bogor itu benar yang. Pembicara 1 Baru. Pembicara 2 Jeram kan di. Pembicara 1 Lagi. Pembicara 2 Keracunan gue pulangnya. Pembicara 1 Nanti alasannya ingat. Pembicara 2 Enggak dulu pulang keracunan. Pembicara 3 Keracunan pak. Pembicara 1 Karni alasannya. Pembicara 2 Benar nih bukan sosmed gue lagi. Pembicara 4 Ya gue lagi kesurupan. Pas bukan supaya gue waktu itu gue datukan gue. Pembicara 1 Jadi lo ngejar dospam lah ada perjuangannya. Pembicara 3 Gitu. Pembicara 4 Tapi gue sudah eh gue sudah balasnya datang saja kayak hari rabu gue bilang gitu maksudnya. Pembicara 1 Dia datang deh pas cepes karena. Pembicara 2 Kalau ke ini mau hampir semua harus kita bales. Kalau di admin polis hancur di. Pembicara 3 Wajib balas. Tapi habis itu gua kan uh mencoba uh sawer ya. Sebelumnya tuh sawer itu sempat bermasalah. Pembicara 1 Ya betul. Pembicara 3 Yang terus gua langsung diembang nih bang ucakan bang ini bermasalah atau emang lagi tutup. Tahu tahunya ternyata pesan gue kepanjangan. Pembicara 4 Oh jadinya error. Pembicara 3 Jadi bukan error, jadi enggak bisa. Pembicara 4 Dikirim oh ada. Pembicara 2 Maksimal karakter. Pembicara 3 Iya nah kayaknya. Gue itu kan sama sama sama lihat baca baca di tagram juga kan banyak ya yang katanya tuh kayak nanyain sawitnya tutup ya bang. Nanti kayaknya gara Antara pesan yang mereka kepanjangan atau enggak emang loginnya. Pembicara 1 Masalah kabarnya pelajarannya. Lu mungkin kasih inti intinya saja yang disaberi ya cari ceritain lengkapnya di sini gitu ya. Pembicara 2 Kadang memang yang datang sawer ria kita juga enggak tahu mucorat apa kita gambar gitu bayar uh satu setengah misalnya bang muncul hati ya gitu kita kita juga enggak tahu mau curhat apa, makanya kita suka terkaget kaget sendiri dengan. Pembicara 4 Curhat dan mereka mungkin. Pembicara 2 Kalau dengar yang ada yang selingkuh gitu gitu itu memang kita enggak tahu dia mau dep. Ha lo katanya datang ke sini. Selain skripsi ada mau curhat juga. Pembicara 3 Iya. Pembicara 2 Nanti terakhir ya nanti terakhir. Pembicara 1 Ya nanti terakhir ya terakhir ya. Pembicara 3 Lanjut dulu iya iya iya. Pembicara 1 Sedih sih kayaknya sedih. Pembicara 4 Masak sedih enggak tahu curhatannya sedih ceweknya. Pembicara 1 Cewek cewek sih. Pembicara 4 Kalau kata gue karena fashion sih nyari passion fashion statement dia apa gitu ya? Pembicara 2 Bandung sih apa? Pembicara 1 Yang memang kadang patil. Pembicara 2 Masa. Pembicara 3 Kapan pertanyaan oke oke. Pembicara 1 Jadi. Pembicara 4 Grogi tiba tiba kayak langsung grogi. Pembicara 3 Apa tantangan dalam menjaga komunikasi dalam segment surat berbayar, biar tetap hangat atau tetap uh berjalan dengan lancar. Pembicara 1 Itu tadi ngobrol di depan nama orangnya itu ya satu itu terus yang 2 ya kita. Pembicara 3 Oh berarti tadi itu tantangan jatuhnya. Pembicara 1 Uh bukan tantangan lebih ke challenge apa? Pembicara 3 Sama. Pembicara 4 Sama jadi kalau. Pembicara 1 Tantangan lah karena kan itu orang baru orang baru belum pernah kita nongkrong itu challenge buat kita untuk adaptasi ke narsum kita bahkan lu anggap itu kok luas banget. Nah se karena kan bukan tantangan kan berarti kita lolos dong. Pembicara 2 Kalau gue tantangannya adalah gimana caranya episode ini dengan datangnya sawiria atau ancur listis ke sini, episodenya bisa tetap relate sama yang didengerin. Yang tinggal makanya dari tadi kita mencoba ngambil angle orang 3. Makanya kayaknya ini jadi buat yang mau ada ngerjain skripsi juga lo catat nih. Pembicara 1 Kalau enggak kan jadinya episode buat kita doang asik sendiri. Pembicara 2 Ya dikasih tahu deh rahasia dapur kita. Pembicara 1 Ya gitu enggak boleh kita hanya. Pembicara 4 Itu biasa program itu. Pembicara 1 Program itu pun sahur kita. Pembicara 4 Ya kita nyaman nyamannya sahur sahur kita rumah kita masih ke rumah rumah kita. Iya tantangannya juga uh yang menurut gua ya itu ngekreng orangnya. Pembicara 1 Ada ada yang ada yang sedang. Pembicara 4 Menggali orang itunya gimana? Pembicara 1 Siapa? Pembicara 2 Yang baru terakhir yang kayak. Pembicara 1 Nah. Pembicara 4 Ada. Kerek gitu juga lumayan challenge dan challenging tuh yang. Pembicara 2 Episode yang kita udah gini tuh pas terakhir kayak jadi sebenarnya bang. Nah. Pembicara 4 Ini itu udah 15 menit kita ngobrol belum keluar tiba tiba menit ke 16 dia baru bilang sebenarnya ini gini itu ngekrakitnya juga kan buat dia membuat orang bisa nyaman untuk. Pembicara 1 Ngobrol. Pembicara 4 Sama kita itu juga challenging challenge nanti. Pembicara 2 Kita ngobrolin masalah lu cewek. Pembicara 4 Santai aja ya kita ada. Pembicara 1 Yang udah cerita panjang. Di di sawerianya pas di sini enggak jadi dia bang gue cuma pengin lihatin kalian ada ada jadi dia apa ya stars ya kayaknya ya jadi kayak apa yang enggak bisa ngomong. Pembicara 4 Challenging tuh gimana ngebuat dia bisa ngobrol di sini akhirnya karena kan lihat dia dia cuma buat nonton. Iya itu juga. Pembicara 2 Salah satunya kita enggak pakai video kalau yang ini tapi. Pembicara 1 Lebih nyaman. Pembicara 2 Supaya lu juga ngerasa enggak kesorot visual. Pembicara 3 Seperti itu salah satu strategi. Pembicara 2 Dan kalau yang mau anonim lebih gampang kan ya kan? Banyak juga yang anonim basi didatangkan enggak mau dengan nama asli. Pembicara 4 Bahkan yang suaranya diganti ada tuh ya. Pembicara 1 Anita. Pembicara 4 Suaranya di iniin deh gitu itu. Pembicara 1 Rivalnya gede. Pembicara 4 Lagi jadi gede. Jadi mau citrek lama. Pembicara 2 Banget dikira waktu itu, jadi dia berat. Pembicara 1 Bro iya akhirnya akhirnya apa loh uang sawiryanyi buat di mas beli harddisk. Gede banget nih mas. Ya bos beli harga. Pembicara 2 Hard disk nya seharga harga cewek di hotel aman. Pembicara 1 Ah gitu ya terus terus. Pembicara 2 Namanya teman. Pembicara 1 Sama santai ya bro. Pembicara 2 En nama tiap friends. Pembicara 3 Oke uh mungkin terakhir kali ya. Enggak? Pembicara 1 Kelihatan. Pembicara 2 Kecuali. Pembicara 3 Adakah hal lain yang menurut abang abangan sekalian itu penting terkait keterlibatan audience atau ancol yesus dalam segmen surat berbayar ini? Pembicara 1 Kalau menurut kita elemen si curhat berbayar ini uh pentingnya uh sisinya personal banget itunya jadi harus tetap ada sisi personal dari si orang itu. Kalau saat dia cerita jadi ada value yang dia bawa kalau dia cerita terus. Cuma misalnya ya dia tidak mau curhat atau cuma datang ke sini buat ngedengerin kita yang enggak ada sisi personalnya. Dia yang mau dia curhatin tuh malah kurang menarik menurut gua. Jadi semakin dia menceritakan sisi personalnya, dia itu semakin menarik buat pendengar. Gue pun sering mendengarkan lagi episodeya hancur kan biar streaming naik. Tiap hari karena gue pengin dengar dari sisi kalau gue ngedengar gimana jadi gue kadang timbor rasa sering timbul rasa empati gue terhadap pendengar yang curhat. Kalau itu dalam dan personal kayak pernah kan ada yang anaknya sakit ya diceritakan kita terus yang istrinya selingkuh cerita kita itu kayak wah ini loh dalam banget ya jadi energi tuh nyampe loh kok pendengar itu enggak bisa dibohongi nah itu tuh yang musti tetap ada tuh. Kalau menurut kalian. Pembicara 2 Malah jadi elemen surprise gua salah satunya ya jadi elemen surprise buat hancur resusenya kadang kadang uh sama seperti kita gitu. Kadang kadang episode ini enggak tahu mau ngomongin apa dia siapa, apalagi kita enggak ada, enggak ada visualnya, jadi orang membayangkan kejadian situasinya seperti yang lucu, hati gitu gitu. Jadi itu jadi salah satu strength tiap episodenya podcast hancur sih gue enggak sih seperti itu ya? Pembicara 3 Karena gitu. Pembicara 2 Karena orang kadang kadang kayak ini nih kita nanti kita kasih judul apa apa dengarin kayak dengerin orang skripsi nih gitu. Pembicara 3 Gitu ada enggak? Pembicara 4 Enggak ada itu enggak ada, enggak ada di depannya yang lainnya enggak ada di elemen paling yang lainnya, mas erdi. Pembicara 3 Mungkin pertanyaan terakhir banget deh coba misalnya berhubungan sama engagement nya. Ada enggak strategi tertentu biar bikin. Si segmen surat berbeda ini tetap berjalan biar banyak yang mau curhat gitu ada enggak? Pembicara 1 Ada tadinya ya cuma dipatahkan karena banyak yang protes itu. Pembicara 4 Harganya. Pembicara 2 Sebenarnya gini. Akhirnya kita pengin mencoba. Episode ini kita bawa off air sebenarnya akhirnya kan kemarin sudah kita bikin tuh. Pembicara 4 Ya itu kita bikin live podcast. Pembicara 2 Podcast jadi orang benar benar datang curhatnya ramean tuh sampai gitu. Nah kita lagi pengen sih tahun ini kita coba bawa ke beberapa titik lagi. Pembicara 1 Itu jadi reguler tiap bulan. Pembicara 2 Baru gue winger tiap bulan tiap. Pembicara 1 Bulan. Pembicara 2 Penginnya pengin penginnya. Jadi kalau ada venue yang mau kerja sama, biar kita enggak pusing muter muter ya sudah 60. Pembicara 1 Tiap bulan apalagi. Pembicara 2 Kalau ada yang di luar Jakarta ya yang bersedia menyediakan venue untuk itu kita sih mau banget. Pembicara 1 Itu lebih engage langsung turunannya ke situ tuh. Pembicara 3 Kalau dari strategi secara marketing online nya itu. Pembicara 1 Ada enggak kalau marketing online nya sih? Pembicara 4 Marketing online paling di ini dicacah. Yang menarik. Menarik. Pembicara 3 Liter klipernya di. Pembicara 4 Di bagian supaya jadi kayak suruh juga obrolannya gitu bahkan. Pembicara 1 Yang audio pun kita potong juga ya. Pembicara 4 Kliper klipernya jadinya di dibagi dica terus di share sebanyak banyaknya. Pembicara 1 Dia itu uh editor kita sampai sampai uh sampai langganan opposkrip. Pembicara 4 Langsung jadi 8 langsung jadi 8 jadi 70 jadi. Pembicara 1 Itu tuh inga nya di. Pembicara 4 Situ di situ untuk ngejelasin. Pembicara 2 Cukup beres nih. Pembicara 1 Oke kamu lulus.

Podcast Summary

Key Points:

  1. Podcast "Hancur" memiliki segmen curhat berbayar yang awalnya gratis untuk memfilter banyaknya kiriman.
  2. Seorang mahasiswa Telkom University menjadikan segmen curhat berbayar sebagai objek penelitian skripsinya dengan fokus pada digital engagement.
  3. Tujuan awal segmen curhat adalah menciptakan interaksi dua arah seperti radio, dan unik karena pendengar bisa curhat lewat voice note atau teks.
  4. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan triangulasi, melibatkan wawancara dengan host dan peserta curhat.
  5. Permasalahan utama penelitian adalah bagaimana engagement digital terjadi pada layanan curhat yang seharusnya gratis namun menjadi berbayar.

Summary:

Transkrip ini menampilkan diskusi santai antara para host podcast "Hancur" dan seorang mahasiswa bernama Ki, yang sedang melakukan penelitian skripsi tentang segmen curhat berbayar di podcast tersebut. Ki menjelaskan bahwa ia memilih topik ini karena tertarik pada keunikan segmen curhat yang biasanya gratis tetapi di sini berbayar, serta ingin menganalisis digital engagement di dalamnya. Penelitiannya menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori social presence, dan ia berencana mewawancarai para host serta peserta curhat untuk triangulasi data.

Para host kemudian menjelaskan bahwa segmen curhat awalnya gratis, tetapi karena banyaknya kiriman yang tidak terfilter, mereka menerapkan biaya untuk mempermudah seleksi. Tujuan utama segmen ini adalah menciptakan interaksi dua arah seperti siaran radio, di mana pendengar bisa curhat melalui voice note atau teks, sehingga menjadi unique selling point podcast mereka. Diskusi juga menyentuh pengalaman pribadi Ki dalam proses penelitian, termasuk perubahan dosen pembimbing dan tantangan mencari subjek penelitian.

Secara keseluruhan, transkrip ini menggambarkan kolaborasi antara akademisi dan kreator konten, serta dinamika di balik layar podcast yang unik.

FAQs

Segmen ini unik karena biasanya curhat gratis, tetapi Podcast Hancur menerapkan biaya untuk memfilter volume curhat yang sangat besar. Ini jarang ditemukan di podcast lain dan menjadi daya tarik penelitian.

Awalnya, curhat diterima gratis melalui voice note atau DM. Namun, karena volume yang sangat besar, banyak curhat tidak terbaca, menyebabkan ketidakpuasan. Akhirnya, diterapkan sistem berbayar untuk mengatur aliran.

Tujuan utamanya adalah menciptakan interaksi dua arah antara host dan pendengar, mirip dengan konsep radio tetapi dengan batasan yang lebih bebas. Ini menjadi unique selling point yang membedakan Podcast Hancur dari podcast satu arah lainnya.

Harga awalnya Rp500.000, lalu naik menjadi Rp1.000.000, dan kemudian bervariasi. Harga ini berfungsi sebagai filter alami untuk mengurangi jumlah curhat yang tidak terkelola.

Peneliti sempat kesulitan karena dosen awalnya diangkat menjadi kepala prodi, sehingga tidak bisa membimbing. Akhirnya, ditemukan dosen lain yang tertarik dengan topik podcast, dan proposal diterima setelah seminar dan validasi.

Peneliti memilih pendekatan kualitatif karena lebih cocok untuk memahami fenomena digital engagement dalam segmen curhat berbayar. Pendekatan ini memungkinkan wawancara mendalam dengan host dan pendengar, serta observasi langsung.

Chat with AI

Loading...

Pro features

Go deeper with this episode

Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.