Go back

Seni Menerima Kecewa: Cara Berdamai Saat Ekspektasimu Dihancurkan Dunia | SUARA BERKELAS #174

0m 0s

Seni Menerima Kecewa: Cara Berdamai Saat Ekspektasimu Dihancurkan Dunia | SUARA BERKELAS #174

Dalam podcast ini, pembicara pertama (Gobin) berbagi pandangan hidup yang mendalam tentang penyembuhan diri, motivasi, dan kesadaran. Ia menjelaskan bahwa banyak orang kehilangan waktu untuk menyembuhkan luka batin karena terlalu sensitif dan mudah tersinggung. Ia percaya bahwa penderitaan adalah jalan menuju pencerahan, seperti halnya karbondioksida yang diperlukan dalam kehidupan, bukan hanya oksigen. Gobin juga membedakan motivasi berbasis ketakutan (*fear base*) yang ditanamkan sejak kecil, seperti ancaman sakit atau gagal, dengan motivasi berbasis cinta (*love base*) yang mendorongnya untuk hidup tanpa alas kaki, tanpa sabun/sampo, dan menjadi vegan demi cinta pada lingkungan dan makhluk hidup. Ia menceritakan pengalaman merenung di sawah yang membuatnya sadar bahwa air sabun mencemari lingkungan, sehingga ia memilih hanya menggunakan air. Sejak kecil, karena tumbuh dalam minoritas ganda, ia terbiasa bertanya dan merenung, yang membentuk cara berpikir kritisnya. Ia juga mengakui bahwa pandangannya tentang uang berubah; uang dapat meningkatkan keseriusan dan tanggung jawab, baik bagi peserta maupun pengajar. Terakhir, ia menekankan bahwa ego tidak perlu dihilangkan, tetapi disadari dan ditempatkan pada posisi yang tepat, serta reaksi terhadap penilaian orang lain harus didasari kesadaran bahwa setiap orang memiliki doktrin dan cara pandangnya sendiri.

Transcription

11984 Words, 74626 Characters

Indonesian
Pembicara 1 Ketika kita tersentil dan kemudian kita kamu menyakiti kamu nyakiti. Kita kehilangan waktu untuk menyembuhkan diri kita sendiri. Nah, penting banget untuk menyadari hal tersebut. Nah, bagaimana kita bisa tahu bahwa kita banyak luka atau enggak ya kalau kita sensitif, senol, bacok, nyolot dan sebagainya di beberapa negara, mereka percaya bahwa manusia diciptakan tuhan, tuhan memberikan umur manusia berdasarkan jatahnya itu napas. Jadi secara hukum rata rata kalau kehidupan sekarang itu 660 juta nafas per kehidupan manusia. Jadi kalau kita dikasih jatah 660 juta tergantung dong kita mau irit atau mau boros yang membuat kehidupan saya menjadi seperti sekarang itu bukan suka tapi duka. Dan saya pikir seluruh orang yang di dunia ini tercerahkan itu melalui jalan yang namanya duka itu sendiri. Oksigen saja enggak bisa, harus ada karbondioksida itu diperlukan dalam kehidupan kita. Nah, akhirnya. Artinya apa? Akhirnya kita menyadari bahwa tadinya yang berlawanan tadinya sesuatu yang enggak disuka itu adalah bagian sebenarnya untuk menjernihkan kita atau membuat kita menjadi lebih baik gitu. Dan saya selalu percaya bahwa apa yang kita enggak suka di orang lain, kualitas itu ada di dalam diri kita. Pembicara 2 Halo semuanya kembali lagi di podcast suara berkelas. Hari ini aku epis sekali karena kita kedatangan tamu berkelas ada pak goblin fast dev apa kabar pak? Pembicara 1 Kabarnya bahagia. Terima kasih udah ngundang di podcast yang saya suka sekali nonton dan menurut saya ini sangat berkelas. Pembicara 2 Harusnya 1 jam ke depan akan obrolan yang sangat berkelas. Dan begitu teman teman yang menonton podcast ini udah klik video ini. Pastikan untuk keluar catatan seperti biasa karena banyak banget ilmu yang kalian akan dapat terutama tentang memahami konsep dunia ini bekerja dari people v kesehatan. Pak gobin. Setahuku pak koko bin enggak lama enggak pakai sandal alas kaki. Enggak pakai sampo dan sabun yang komersial vegetarian juga atau vegan? Apa motivasinya? Tolong bawa aku ke cara berpikirnya. Aku bilf. Pembicara 1 Oke. Kalau alas kaki tanpa alas kaki itu karena ada sebuah. Organisasi atau sebuah kelompok orang orang asing di Bali yang ingin mengumpulkan dana untuk anak terlantar sebagai solidaritasnya. Mereka berjalan kaki tanpa alas kaki dan saya pengin support. Mereka itu so saya untuk support. Saya juga melakukan hal yang sama. Itu yang 1 saya rasa banyak yang sudah tahu tentang hal ini. Saya sudah bercerita banyak hal, tapi mengenai sabun dan vegan itu mungkin enggak banyak yang bertanya seperti itu. Dan hari ini saya mau jelaskan begini. Dalam hidup ini kita itu termotivasi oleh 2 hal. Saya membaginya adalah fierar base dan love base. So far base ini yang paling sering dilakukan atau motivasi ketakutan waktu kita kecil. Dari kecil kita sanai tidak mandi tem uh orang tua kita bilang mandi nanti kamu bau, nanti kamu sakit, kamu harus sikat gigi nanti kalau enggak ada cacing di situ. So kita diberikan ketakutan ketakutan kalau kamu enggak sekolah nanti kamu akan apa? Itu namanya bodoh, enggak ada yang mau sama kamu seperti itu. Nah, sementara apa yang saya lakukan, kenapa saya tidak mengenal sabun dan sampo dan vegan itu alasannya adalah karena saya cinta sekali sama kehidupan. Bagi saya sangat tidak adil untuk menyenangkan lidah saya. Saya harus memisahkan Antara induk dan anaknya. Bagi saya tidak adil untuk mengenyangkan perut saya. Saya harus membunuh begitu ada begitu banyak makanan lain yang di mana saya bisa dapatkan dan enak mengenyangkan dan bergizi tanpa harus memisahkan induk dan ibunya. Saya merasakan bahwa kalau saya dipisahkan dengan ibu saya waktu saya kecil, terutama saya enggak suka, maka saya enggak pengin. Hal itu juga terjadi pada hewan yang juga punya perasaan. Kemudian uh sabun sampo, jadi saya dulu tuh tinggal di tengah sawah di ubud dimana uh setiap orang boleh datang ke rumah saya, kuncinya ada di depan rumah, jadi kenal enggak kenal boleh datang dan tinggal begitu. Nah, tapi kemudian suatu hari saya mandi dan. Di toilet tersebut itu ada kaca yang menghadap ke sawah. Oh sorry jendela mengajak pesawat tapi jendela segini ya bukan sampai di bawah gitu. Ketika saya melihat uh saya mandi waktu itu masih pakai sabun. Saya kemudian melihat air sabun itu masuk ke sawah tersebut jatuh dan masuk ke sawah. Kemudian saya bertanya tanya, aduh kok rasanya nggak nyaman ya saya mandi, saya merasa bersih sementara lingkungan saya tercemar oleh. Keinginan saya untuk bersih itu sendiri, apakah ada cara lain agar uh, lingkungan juga oke saya juga oke begitu. Cukup lama saya merenung di situ dan kemudian di situ ada. Saya melihat ada beberapa binatang dan saya bertanya, loh binatang binatang ini enggak ada yang pakai sabun dan sampo dan baik baik saja, kenapa kok kita katanya mahluk yang sempurna yang luar biasa ini kok harus menggunakan begitu banyak dan kemudian kalau saya flashback ke belakang dulu waktu saya masih kecil. Begitu satu sampo itu satu sekarang ada sabun tangan sabun, muka sabun, badan sabun kemaluan ada sampo, ada serum ada tonik oh macam macam lah gitu setiap orang kelihatannya kalau kemana sekarang kalau mau nginap ke hotel itu ada satu uh tempat besar yang isinya macam macam sebenarnya ini kepentingan siapa? Apakah benar kita memerlukan itu semua atau ada drive tertentu yang sehingga seolah olah kita harus mengikuti itu semua dan akhirnya. Uang kita habis juga untuk membeli hal tersebut. Bukan hanya masalah uang konsumtif itu aja, tapi lingkungan bagaimana saya mencintai lingkungan. Saya pikir bahwa bumi ini luar biasa sekali. Saya melihat padi itu ya kita tanam satu padi 3 bulan kemudian padi itu ngasih kita ratusan kali ya kan satu satu benih bisa jadi ratusan gitu. Itu bank manapun enggak enggak ada yang berani ngasih bunga sebesar itu terus kok kita katanya saya pernah dengar bahwa uh, kebersihan adalah sebagian dari iman atau apakah itu uh sah atau tidak hadisnya terlepas dari itu bahwa apakah kebersihan ini kita bersih dan lingkungan terkotor? Apakah itu yang kita inginkan, apakah iman itu atau bagaimana? Saya bertanya tanya. Nah di situlah kemudian saya berpikir, bisa enggak sih? Saya hidup tanpa itu? Paling tidak tidak menggunakan sabun. Mulailah saya mengganti sabun yang lebih natural. Lebih natural lagi natural lagi terus. Kemudian sejak hampir 20 tahun lalu saya hanya menggunakan air saja. Jadi samponya enggak cuma air, kemudian sabunnya juga pakai air saja. Pembicara 2 Begitu. Pembicara 1 Dan baik baik saja dan okelah ya enggak enggak kinclong seperti para artis atau apa. Tapi ya enggak jelek jelek amat ya. Pembicara 2 Tadi pak hobi menyebutkan mungkin motivasinya bisa jadi fearbac bisa love base ya. Berarti di sini love best mencintai lingkungan. Pembicara 1 Itu sendiri. Pembicara 2 Gitu dan mencintai diri sendiri juga bukan berarti harus sesuatu yang fancy atau sesuatu yang semua orang menggerakkan. Harus pakai ini pakai itu. Jadi bisa dimulai mencintai diri sendiri dengan berpikir kritis terhadap apa yang sedang terjadi gitu. Pembicara 1 Ya betul menanyakan segala sesuatunya. Pembicara 2 Apa yang biasanya ditanyakan oleh isi kepala seorang goblin fast deve mungkin sejak usia dia 2 puluhan awal sampai di sekarang. Pembicara 1 Ya sebenarnya sejak kecil ini terjadi dalam diri saya. Kenapa bi begitu? Karena saya dalam minoritas ganda dalam arti apa? Ketika saya di sekolah temen temen saya itu banyak orang chinese dan Kristen. Sementara di rumah, teman teman pribumi dan muslim. Jadi sementara saya lahir di keluarga hindu dan india jadi oleh minoritas, suku dan juga minoritas agama juga. Nah ketika saya ke sekolah dikatakan bahwa oh Kristen itu bagus yesus itu bagaimana begitu ya terus kemudian orang orang teman teman ini uh agak berbicara tentang orang pribumi sementara di teman teman pribumi berbicara tentang orang uh chinese dan juga agama juga begitu. Kemudian saya bertanya dari kecil goblin kecil itu bertanya, kenapa tuhan kamu kok menciptakan begitu banyak? Hal begitu banyak rupa, begitu banyak kelompok agama dan sebagainya. Dan. Saya suka memang banyak itu indah gitu. Beragam itu indah. Tapi kenapa kok mereka saling berantem? Mereka saling saling menjelekkan dan seterusnya. Nah di situlah kemudian saya mulai bertanya pada orang tua saya, tapi namanya juga orang tua, mungkin enggak bisa menjelaskan ya ya, kemudian saya enggak puas begitu. Dan tanya sana tanya sini enggak puas dan kemudian orang hindu itu dulu waktu saya kecil itu setiap tanggal 15 bulan Purnama begitu disuruh menjadi vegetarian gitu. Kemudian saya bertanya pada ibu saya kenapa harus vegetarian? Dan saya enggak mendapatkan jawaban yang puas gitu. Puasan kepuasan hal tersebut sehingga apa yang terjadi? Saya terus terus bertanya bertanya, bertanya bertanya dan akhirnya ini ini menjadi sebuah kebiasaan saya untuk duduk dan merenung. Jadi setiap kali ada apapun itu, saya duduk merenung dan bertanya lebih dalam uh tentang sesuatu hal apapun itu. Nah, jadi kebiasaan inilah kemudian membentuk cara berpikir atau cara melihat saya terhadap dunia itu sendiri. Gitu kurang lebih. Pembicara 2 Apa yang ditangkap oleh goblin kecil itu ketika melihat perbedaan yang sangat signifikan dihidup dia, apakah dia jadi orang yang lebih berani? Apakah dia menjadi orang yang lebih kritis atau apakah dia orang yang memang mempertanyakan segala hal di dunia ini? Pembicara 1 Awalnya sih sempat kebingungan itu. Itu yang paling paling utama sih. Tapi saya juga nulis di buku saya happiness in set dari bingung kebangun. Tapi awalnya dalam kehidupan kita ini kita perlu untuk bingung dulu karena kebingungan tersebut biasanya orang ada ada 2 cara, yaitu bagaimana kita melewati kebingungan itu dan kita awake bangun kesadar. Tapi ada juga yang bingung, kemudian kita cuek ah udahlah hidup kok dibuat ribet hidup kok dibuat susah. Akhirnya uh mereka enggak enggak melakukan apa apa dan berjalan seperti yang mengikuti arus yang ada, saya enggak mengatakan bahwa apa yang ada di arus ini adalah benar atau salah enggak, tapi paling enggak. Sehingga kita melanggar kita itu punya fondasi cara berpikir kritis itu mesti ada dulu sebelum kita melangkah, bukan mengikuti hal tersebut bukan berarti yang harus banyak itu salah. Enggak begitu. So itu yang saya selalu tanyakan dalam hidup saya gitu bahwa. Apa yang saya lakukan ini sudah ada fondasinya. Apa enggak? Saya enggak mengatakan bahwa apa yang saya saya lakukan ini benar. Loh ya mungkin saja karena dalam beberapa kali setelah saya saya mendapatkan ilmu baru bahwa apa yang saya yakini dulu benar. Itu ternyata salah, kemudian saya mengubahnya. Masalahnya berani enggak kita apa? Ya namanya mengakui bahwa salah dan kemudian mengubahnya dan itu kebanyakan orang. Uh, saya rasa akan sulit, apalagi kalau sudah terbentuk oleh keyakinan keyakinan yang ada di dalam diri kita itu karena uh, faktanya bahwa ketika ada keyakinan dibenturkan oleh fakta 90 sekian persen orang itu akan melepaskan fakta dan akan. Memegang keyakinannya karena untuk melepaskan keyakinan itu sesuatu yang berat. Sesuatu yang aduh ini udah saya yakinin kebenarannya bertahun tahun dan kemudian ini ada sesuatu fakta lebih lebih enak untuk menyampingkan fakta. Daripada harus merubah keyakinan atau believe yang sudah tertanam. Pembicara 2 Thank you. Thank you guys. Sudah stay sampai di menit ini aku cuma mau bilang bagi teman teman yang pengin banget bikin konten, tapi enggak tahu harus mulai dari mana. Atau bagi teman teman yang sudah bikinin konten tapi enggak tahu gimana caranya. Monetisasi bangun tim atau create sistem yang kontinuing kita ada yang namanya ruang kreatif yang di mana kalian akan belajar langsung bareng aku dan temanku agus leo halim selama satu bulan penuh kita akan bedah proses kreatif behind the scene, suara berkelas sampai ke semua IP yang kita bangun hanya diedit ruang. Bagi kalian yang mau belajar langsung langsung saja klik link deskripsi dan sampai jumpa. Menarik ketika tadi pak gobin bilang tentang. Kadang ada hal yang dulu kita percayai. Tiba tiba berjalan waktu kita belajar hal baru dan kemudian berubah bicara pandang. Apa yang dulu pernah pak gobin percaya banget yakini banget berjalan waktu ditampal oleh real realita dan melepas topi egonya pak gobin bahwa oke ini ternyata ini fakta baru. Pembicara 1 Oh oh itu banyak banget tentang spiritual. Contohnya begitu banyak orang yang dulu mengaku spiritual, tapi ujung ujungnya hanya jualan. Contohnya seperti itu. Kemudian saya selalu dulu berpikir bahwa uh, uang itu enggak? Oke, sebenarnya yang paling penting adalah kerja sosial entar. Biarkan tuhan itu memberikan saya uang uh dari dari hasil apa yang saya lakukan. Tapi ternyata uang itu sebagai sebagai sesuatu yang membuat orang menjadi lebih baik. Maksud saya begini dulu saya kan bekerja sosial, jadi boleh bilang kerjaan saya itu nato nato tuh no no amplop, thanks only. Atau no amplop transport only gitu ya project thank you lah gitu ya saya diundang ke yayasan panti asuhan daerah daerah konflik bencana untuk berbagi tentang stress uh stress uh manajemen trauma healing self healing begitu. Dan kemudian apa yang terjadi? Saya berpikir bahwa saya adalah gobin yang sosial jadi dikenal gobin itu enggak pernah menarik bayaran apapun, dan saya pikir bahwa saya itu yang benar. Itulah seharusnya begitu. Sampai tiba tiba bukan tiba tiba beberapa orang datang mengeluh tentang hal yang sama. Saya bilang loh. Bukannya kamu sudah mendapatkan teknik teknik yang saya berikan? Sudah dikerjakan belum dan dia dengan lugunya bilang teknik yang mana ya? Ah kenapa ya kok begini? Nah, sementara orang orang yang membayar yang ikut pelatihan dan membayar itu lebih serius melakukannya dan hasilnya itu menjadi jauh lebih bagus begitu. Di uang di sini yang tadinya di orang orang spiritual, orang orang orang yang sejenis saya yang dulunya itu itu menganggap bahwa ini enggak enggak boleh dipikirkan. Enggak boleh narik bayaran begitu uh karena sosial itu lebih oke daripada yang komersial begitu. Tapi ternyata ketika ada uang di sini. Yang membayar atau seorang peserta itu sangat serius. Sementara gurunya juga punya tanggung jawab untuk memberikan yang terbaik sehingga uang ini menjadi sesuatu yang nilai tambah untuk keduanya untuk bisa maju dan sembuh seperti itu sehingga saya melepas sosok gobin yang sebagai sosial itu identitas saya itu berat banget karena kan saya mendapatkan keuntungan di situ. Mendapatkan pujian. Dapatkan penghargaan, dapatkan wah macam macam itu saya harus lepas. Karena untuk apa? Karena saya tahu bahwa ini adalah nilai yang lebih baik. Sekarang kita besok lain lagi enggak tahu, tapi itu salah satu yang saya lepas. Pembicara 2 Dengan cara pandang. Aku melihat dunia 5 tahun lalu aku berpikir bahwa kenapa ya orang jual kelas itu mahal banget gitu. Di momen aku beli kelas mahal, di situlah aku sadar bahwa oke ternyata aku punya hutang terhadap diriku sendiri gitu. Aku harus serius karena aku sudah keluarin uang seserius ini. Aku dulu enggak pernah berpikir bahwa kayaknya sama aja deh. Free class ada di youtube dan segala macam yes ilmu tuh banden sih ya, tapi kemauan belajar karena itu scarcity kamu harus bayar mahal karena kita kan ambil blueprint nya, orang jalan pintasnya orang yang sudah berkelas itu. Betul aku sangat setuju dengan POVI pake yang tadi. Nah. Aku yakin ketika pak gobin mengambil keputusan untuk cara pandang seperti ini, ada orang yang mungkin menganggap ini orang aneh. Ada orang yang mungkin menyalah pahami gitu dan kalau ketemu dengan orang seperti itu. Apa yang disampaikan agar tidak ada miskonsepsi tentang cara pandang pak bobby melihat dunia. Pembicara 1 Uh ada 3 reaksi ketika ada seseorang uh melakukan sesuatu pada kita atau berpikir sesuatu. Nah, ini terjadi karena kan saya kan enggak pakai alas kaki kemana mana sudah hampir 14 tahun. Walaupun itu sudah saya sempat beli sepatu untuk menghancurkan ego saya beberapa tahun lalu. Tapi sebagian besar 90% hidup saya enggak pakai alas kaki. Nah ketika enggak pakai alas kaki kan ada tuh yang ngelirik dan kapan kapan dia berbicara bahasa jawa gitu yang dipikir saya mungkin tidak mengerti, tapi saya ngerti banget bahasa jawa karena lain besar di Jawa. Dan apa yang terjadi? Ada 3 cara paling tidak yang 1 adalah kita cuek cuek itu sebenarnya kesadaran paling rendah bagi saya kalau udah terserah lah orang mau ngomong apa emang gue pikirin gitu ya itu sebenarnya flight dan kesadaran rendah menurut saya. Yang 2 adalah fight apa lu ngomong gitu tahu enggak aku ini melakukan ini adalah kegiatan sosial untuk membantu anak anak terlantar tahu enggak misiku bla bla bla kita fight yang 3 adalah aware sadar bahwa oh iya setiap orang itu punya pemikirannya sendiri. Setiap orang itu uh didoktrin dengan caranya sendiri sehingga apa yang terjadi sehingga kalau dia memikirkan gitu enggak salah juga enggak apa apa juga im aware of that. Bagi saya lawan benar bukan salah lawan benar adalah benar. Yang lain tergantung kita didoktrin seperti apa. Kalau saya lahir di Amerika, saya melihat iran salah kalau saya lahir di uh apa itu Afganistan. Saya akan melihat Amerika salah tergantung bagaimana program itu masuk ke dalam diri kita. Di situlah kita melihat dunia. Biar dan salahnya. Pembicara 2 Aku setuju sekali ketika kita berada di kota a kita bisa melihat kota b itu sangat salah gitu. Kita berada di lingkungan yang a kita melihat lingkungan AB itu bisa jadi bertentangan sekali dengan cara pandang kita. Kadang kita harus pakai helikopter view untuk lebih bijak melihat kenapa orang seperti ini, kenapa dia berpikiran seperti ini. Karena mungkin karena enggak pernah ngelihat orang berjalan tanpa alas kaki ya sesuai dia bisa ngejelas pak bobby, tapi harusnya karena ada podcaster berkelas orang orang harus lebih open minded terhadap. Dunia ini sudah dinamis gitu ya. Banyak banyak banget perbedaan perbedaan di dunia ini. Tadi aku mau menggali tentang pova ego ya melepaskan ego itu berarti siap untuk menerima ketidakpastian menerima hal baru hidup kita gitu dan mengakui bahwa kita itu enggak bisa mengendalikan segalanya. Kita tuh enggak benar selamanya. Cara terpijak untuk melepaskan topi ego walaupun kita tahu kita takut untuk dianggap berbeda disalah pahami atau di jaks. Pembicara 1 Ini menarik bahwa selama ini kalau kita ngomong spiritual ya selalu bilang let go a go hilangkan ego. Saya pikir enggak bisa. Dulu pun saya juga berpikir seperti itu bahwa ego itu salah, ego itu harus dihilangkan dan sebagainya enggak memungkinkan untuk itu manusia selama kita masih pakai tubuh jasmani, maka ego itu selalu ada ego. Enggak pernah salah ego hanya tidak sadar. So kita perlu untuk menyadari untuk meletakkan tempat yang di tempat yang tempat seperti gandhi pernah mengatakan bahwa di dunia ini tidak ada sampah. Yang ada lah benda yang salah tempat kalau tahi sapi itu di tempatkan yang tepat, maka dia jadi pupuk. Kalau plastik itu letakkan tepat maka dia akan jadi recycle. So ego pun begitu bahwa kita perlu untuk meletakkan di tempat yang tepat. Contoh saya kan melatih nafas. So di situ ada skornya skor tahan nafas begitu. Ego banyak orang adalah bagaimana maksimum supaya saya bisa tahan nafas selama mungkin itu ego. Dia bisa posting, dia bisa apa dan sebagainya. Tapi ego ini juga kita bisa letakkan di tempat yang oke saya enggak fokus. Saya harus fokus pada melakukan yang benar. Tapi ego saya keinginan saya untuk uh uh untuk untuk lebih itu di di di diletakkan di pada jumlah latihan perhari saya harus latihan 5 hari 5 kali sehari seperti itu jadi sama sama ego tapi harus diletakkan di tempat yang tepat apa yang harus dilakukan. Dan yang 2 adalah ego itu enggak perlu dihilangkan tapi harus dibesarkan. Maksudnya bagaimana begini? Kita mesti tahu apa itu eko. Contoh kita itu uh. Orang Indonesia berarti kan kita teridentifikasi dengan Indonesia. Berarti ada ego Indonesia di situ ketika Indonesia dihina, kita sakit hati ketika Indonesia meraih gelar kita bangga, padahal kita enggak ngikutin kita enggak melakukan kontribusi pada atlet tersebut, tapi kita merasa bangga thats ego karena kita beridentifikasi identifikasi itu berasal, kata idem dan fase jadi menjadi 1. Seperti itu. Nah bagaimana apa konsep yang melebarkan ego tersebut? Jadi begini ini kemarin saya baru dari Bandung dan di Bandung itu ramai sekali karena bobotoh sedang lagi merayakan hattriknya 3 kali gitu ya. Nah saya kan dari Surabaya Persebaya gitu ya? Nah dulu itu mereka saling ber inilah ya. Nah, apa yang terjadi ketika waktu saya di Surabaya? Otomatis ego saya adalah ego Surabaya pada saat itu wah saya bilang Persebaya harus pulang. Bagaimanapun ketika Persebaya kalah, saya sedihnya luar biasa itu ego sektoral saya. Tapi yang menarik ketika tim Indonesia itu main ada dari Persib dari PSMS atau dari PSM atau dari Persebaya PSIS atau apa itu ngumpul. Ego Surabaya saya hilang. Saya berubah menjadi ego yang lebih besar yaitu ego Indonesia. Nah, sama dalam hidup ini bahwa kita tadinya ego kita sektoral, tapi ketika kita bisa melep melepaskan itu, maka kita akan melebarkan bahwa kita enggak akan melihat bahwa uh uh bangsa lain itu lebih buruk daripada bangsa kita dan sebagainya. Dan kita akan melihat bahwa kita ini semua satu saudara kita adalah keluarga besar yang diciptakan oleh pencipta yang sama atau tangan yang sama tersebut. Sehingga ketika Ukraina sama rusia itu berantem. Saya enggak akan bisa bela rusia atau Ukraina, tapi saya saya merasa bahwa saya saya kepingin semuanya damai karena keduanya adalah manusia juga gitu. Korban di situ saya pikir enggak enggak enggak satu hancur, maka satu lebih baik saya menang gitu. Saya enggak mungkin berdoa kepada Tuhan, ya tuhan, menangkan kelompok ini kalau saya berdoa kepada Tuhan untuk memenangkan kelompok ini, berarti saya meminta tuhan untuk mengalahkan atau menghancurkan kelompok lain. Rasanya itu enggak fair juga begitu. So ketika kita punya ego kecil, maka kita akan mengatakan bahwa saya dan aku, saya dan kamu negaraku negaramu gitu kan, tapi ketika kita besar, maka kita akan melebur. Kita akan melihat kita semua bersaudara. Kita semua adalah manusia uh yang diciptakan oleh sama sehingga muncullah kasih di situ, bukan di sket sket ego ego tersebut, dan yang sering yang kita banyak orang salah adalah. Banyak orang berpikir bahwa aku sedang membela negaraku. Aku segera membela agamaku. Bukan kita enggak membela negara kita enggak membela agama kita, membela akunya. Kalau negara lain yang diserang emang gue pikirin. Tapi kalau negara ku diserang baru aku maju. So akunya harus ada baru baru kemudian kita bertindak karena aku bukan karena negara atau agama sebenarnya. Kalau kita mau lebih dalam. Pembicara 2 Bagaimana dengan orang orang yang bereaksi ketika mereka merasa direndahkan oleh orang lain? Event orang lain itu bahkan enggak ngomongin apapun. Mereka cuma ngelihat saja ada orang yang ngerasa tersentil egonya, what is it mean dari tersentil egonya menyerupai sendiri gitu. Pembicara 1 Bahwa kita semua adalah anak anak kecil yang terluka pada dasarnya seperti itu. Dan uh, semakin sering orang itu tersentil egonya berarti banyak luka di situ. Jadi contoh ya jadi sewaktu kita dewasa kita itu masih memegang luka luka itu yang luka luka itu enggak disembuhkan dan hampir selalu. Sebagian besar orang waktu dewasa itu tidak disakitin. Sakit itu sudah ada di waktu kita kecil. Contoh, saya punya luka di sebelah sini ya kan? Ini bertahun tahun saya sudah lupa juga ketika ada orang yang mencubit saya di sini saya santai karena enggak ada luka di situ. Di sini saya dicubit saya santai, tapi di sini ketika di towel kamu menyakitiku, eh tunggu dulu dia tidak menyakiti kita, dia hanya memberi tahu di mana luka kita. Ya kan tugas kita apa? Maka saya akan menyembuhkan ini. Tapi ketika kita tersentil dan kemudian kita kamu menyakiti kamu menyakiti kita kehilangan waktu untuk menyembuhkan diri kita sendiri. Betul. Nah penting banget untuk menyadari hal tersebut. Nah, bagaimana kita bisa tahu bahwa kita banyak luka atau enggak ya? Kalau kita sensitif senggol, bacok, nyolot dan sebagainya. Begitu pula ada orang orang yang kata katanya keras sama persis ketika kita ketemu seseorang dan aroma aroma mulutnya kurang sedap begitu ya pasti ada luka di situ. Apakah gigi yang lubang atau gusi yang masalah atau tenggorokan, radang paru, paru, gerd dan sebagainya, maka aroma mulutnya kurang sedap sama ketika orang orang itu kata, katanya kasar. Keras dan kejam seperti itu, maka pasti ada banyak luka di dalam dirinya. Saya berempati saya berempati. Jadi coba bayangkan bilang kalau seandainya ada seseorang melihat uh Instagram gitu lagi scrolling dan kemudian dia lihat seseorang. Oh, sok tahu sok pintar. Apa ngomong aja lah gitu. Nah dia lihat orang lain cepat iri lihat orang lain dengki lihat orang lain enggak senang itu kan berarti kan dia bentar bentar terpicu, terpicu terpicu berarti tubuhnya begitu banyak luka. Sebenarnya saya berempati pada mereka seperti itu. Jadi sama sekali saya tidak akan menyebut mereka haters. Saya tidak menyebut dia salah, tapi apa yang saya mau katakan bahwa saya ingin sebenarnya mengundang mereka untuk untuk apa ya? Belajar bersama dan menyembuhkan luka luka tersebut. Pembicara 2 Bagaimana ketika ada orang yang masih membela dirinya ketika mendengar statement bahwa setiap orang punya luka enggak kok? Aku enggak punya luka. Aku udah ke psikolog udah ke psikiater udah ke profesional gitu emang tuh orang yang ngeselin gitu emang tua orang yang mengganggu aku kemarin aku naik repotasi umum. Dan supirnya melihat salah satu orang motor yang tiba tiba kegagalan. Tapi reaksi dia itu bikin satu satunya umum itu enggak nyaman gitu. Dan aku bisa menyembuhkan bahwa. Padahal kita biasa biasa aja gitu duit dia bereaksi yang bikin kita malah semakin panas di situasi tersebut gitu. Apakah sesimpel memberi tahu mereka bahwa kamu sebenarnya masih ada luka dan dwi kamu bereaksi itu menentukan sekali bagaimana dunia ini bekerja dan bahkan mutlak kamu hari itu bekerja. Pembicara 1 Iya, pada pada dasarnya saya tidak tidak begitu suka dengan pendekatan memberitahu orang itu enggak jadi contohnya kamu salah itu menyalahkan mereka ya siapa kita yang yang bisa nge judge anda benar atau salah dan. Tapi yang paling penting adalah menyadari sama seperti orang ketika lihat saya kemudian bisik bisik kok orang itu enggak pakai sandal gini jorok bla bla, bla bla. Saya menyadari bahwa orang tersebut melakukan itu. Tapi kemudian ketika ada orang uh bertanya goblin, tapi kan ada orang menyebalkan, ada orang yang yang melakukan ini dan melakukan itu. Uh uh menurut saya lagi lagi ada yang mengatakan begini sama saya, tapi gofit kalau satu kelompok semua mengatakan dia ini bermasalah. Berarti kan memang dia bermasalah. Dan ketika teman saya, saya tanya kamu agak sama apa? Kebetulan teman saya bilang saya Kristen, kamu tahu enggak kamu baca enggak di alkitab bahwa 2000 tahun lalu ada satu orang yang dianggap bermasalah yaitu namanya yesus ribuan orang mengatakan dia bermasalah cuma 12 orang yang mengatakan dia oke pengikutnya. Apakah berarti yesus bermasalah? Enggak juga seperti itu kan? So apa yang saya mau katakan bahwa penting banget untuk kita membereskan diri kita sendiri bahwa kalau kita itu uh, sebenarnya kita stop untuk jajing. Kalau bisa kalau bisa, tapi menyadarin bahwa mereka punya luka gitu. Tapi kalau kita seandainya itu tidak nyaman berarti yang perlu diberesinnya kita duluan dong. Harusnya saya percaya bahwa manusia itu tidak pernah bermasalah dengan apapun dan siapa pun di luar diri kita. Kita bermasalah dengan ketakutan kita. Gerakan kita kebencian kita ke tamakan kita dan semua yang ada di dalam diri kita. Maka itu ketika kita punya masalah, tolong jangan cari jalan keluar tapi cari jalan ke dalam karena masalahnya di dalam cara kita memandang hal tersebut dan saya selalu percaya bahwa kita tidak pernah disakitin orang lain. Tidak mungkin enggak mungkin ada orang bisa menyakiti kita itu enggak mungkin maksud saya orang menyakiti secara fisik pasti bisa orang menyakiti secara ekonomi mungkin. Tapi secara hati itu tidak mungkin karena. Kitalah yang memberikan makna pada segala sesuatunya kan gitu loh. Jadi kalau ada orang yang menghina saya kan gara gara kata kata aku dihina maka itu saya menjadi sakit kan gitu. Tapi kalau kata kata itu saya artikan berbeda maka ya ceritanya beda. Saya punya cerita bagus sekali tentang seorang guru spiritual didatengin seorang ibu. Ibu ini mengeluh tentang ya siapa lagi kalau bukan tentang suaminya. Suamiku begini suamiku begini suamiku begini suamiku, terus dia mengeluh si guru spiritual itu hanya hanya mendengar saja. Setelah setengah jam guru itu bilang, apa anjing? Dan apa yang terjadi si murid itu hilang. Oh ini guru spiritual ini bukan penghinaan. Ini adalah petunjuk bahwa saya harus belajar dari anjing dan apa yang terjadi dia lihat anjing itu bagaimana? Oh kalau anjing itu kalau tuanya datang dia udah senang nungguin di depan pintu. Dia pun melakukan hal tersebut. Dia dengar riang gembira nungguin si pasangannya di depan pintu ditemani diajak ngobrol dan sebagainya. Dan hidupnya berubah bilau anjing is anjing apakah anjing itu penghinaan? Apakah anjing adalah petunjuk di mana saya belajar pada sese pada anjing siapa yang menentukan. Kita ketika ada sesuatu kejadian kita ditanya oleh alam, bukan kita menanyakan kita ditanya ego bin ini ada kejadian gini, kamu mau ngasih makna apa kejadian ini kita yang punya kuasa loh kalau kita kasih makna negatif maka muncullah emosi yang kurang baik. Kalau kita kasih masa positif, kita mendapatkan emosi yang baik. So kita pada dasarnya semuanya netral. Kita yang memberikan makna pada kejadian tersebut. So menurut saya apapun yang terjadi ya kita masalahnya. Kita tidak sadar bahwa dari kecil kita terprogram untuk membenci kelompok tertentu, kaum tertentu, agama tertentu sehingga. Kebencian itu bara itu terus ada di dalam diri kita dan ya yang rugi kita sendiri. Kita berharap orang lain mati. Tapi kita setiap hari yang minum racunnya. Pembicara 2 Yes aku setuju kita hari ini adalah tergantung bagaimana kita memaknai apapun yang terjadi di hidup kita ya. Pak gobin bagaimana kalau aku ketemu dengan orang orang yang per hari ini banyak sekali kecewanya dengan dunia ini? Orang orang yang per hari ini gampang sekali sakit hati dengan situasi apapun kecewa ada sakit hati mungkin adalah salah satu akar utama banyak orang malas berkembang atau takur sekali memulai. Kalau pak gobin jalan bareng aku ketemu 2 orang ini kira kira mau ngehubungin apa nih tentang kecewa sakit hati. Pembicara 1 Kalau seseorang ber bertanya seperti itu gini, manusia itu suka banget dengan dengan apa ya uh curhat dan mendapatkan dukungan tidak mendapatkan solusi atau apapun ketika kita seandainya nih ya uh kita investasi di suatu tempat gitu dan kemudian uh investasinya bodong atau investasinya jatuh lah habis dan sebagainya dan kemudian di dia marah dia kec. Biasa, sakit hati dan sebagainya gitu ya. Dan kita senang sekali curhat dan minta mendapatkan. Sudahlah ya gimana ya sekarang itu banyak orang jahat uh aku juga seperti itu mendapatkan ini lah emang dunia ini semakin lama semakin rusak. Bla bla bla. Kita suka dengan hal hal seperti itu. Tapi sebenarnya ada seseorang yang mungkin mengatakan dengan benar. Tunggu dulu kamu sebelum investasi sudah sudah baca belum? Klausulnya kamu sebelum investasi sudah belajar belum sudah sudah tahu enggak dia ojk enggak kemudian sebelum tanda tangan kamu tahu enggak resiko resiko yang ada dan sebagainya. Sebagian besar orang nggak suka dengan mendengar hal ini. Karena apa? Saya ini udah rugi kok kamu marahin saya seolah olah seperti itu. Padahal kecewa itu hanya bisa ketika ada harapan dan harapan itu yang buat kita sendiri. Enggak mungkin orang lain betul. So setiap kali kita mengambil keputusan. Kita itu mesti pertimbangkan konsekuensinya, tapi kebanyakan orang enggak berpikir konsekuensi begitu. Nah, ini yang terjadi dalam kehidupan kita. Kita enggak suka ego kita itu goblok aku ya kok investasi di situ kan kurang elegan ya. Maka itu kemudian kita lebih gampang dia menipu dia apa? Padahal penilaian kita yang salah kita kan memberikan kepercayaan pada itu kan itu kan penilaian kita judgement kita. Dan kita salah sebenarnya. Tapi apa yang terjadi? Kita enggak suka dengan itu ego kita tersentil, maka itu kemudian kita lebih gampang suka dengan mengatakan nipu dan sebagainya seperti itu. Dan yang 2 sama seperti sakit hati kita enggak pernah sakit hati sebenarnya karena ucapan orang lain. Tapi lagi lagi kita terdokma terdoktrin kalau ada orang bilang gobin goblok otak isinya tai gitu. Nah, kata kata itu dimaknai sebagai penghinaan pelecehan. Uh dan sebagainya seperti itu. So dari mana? Dari mana ini ya? Dari masa lalu kita dari apakah lagu ataukah sinetron atau apapun? Saya punya kisah bahwa saya pernah membenci polisi. Uh, selama berpuluh puluh tahun berpuluh puluh tahun saya membenci polisi. Jadi saya itu begitu dapat sim. Saya mulai nyetir dan kemudian ketangkap polisi karena ada pemeriksaan dan kemudian saya meledak. Saya marah, marah gitu, teman saya bilang gini gob bin, saya tuh seumur hidup enggak pernah loh, lihat kamu marah seperti ini selama bertahun tahun saya jadi teman, kenapa kamu begitu? Memang polisinya yang salah, bla bla bla dan ini bertahun tahun saya setiap saat itu sering kali kena tilang. Begitu saya enggak tahu kalau energinya atau apa ya, tapi sering kena tilang sampai suatu titik tertentu. Akhirnya saya tuh ketangkap polisi lah. Pada saat itu saya ingin mendebatnya dan saya tahu kalau saya mendebat, saya selalu bisa menang. Karena saya sudah tahu tips tips bagaimana, tapi saya melihat anak saya melihat saya terus seolah olah bilang gini papa masak mau gitu terus sih. Nah di situ kemudian saya. Minta ditilang maksudnya saya menandatangani ditilang. Nah pada saat itu saya meditasi dengan surat tilang meditasi. Jadi surat surat saya taruh perasaan saya berkecamuk kan. Melihat itu saya duduk dan meditasi dan di situ muncul gambar bahwa goblin kecil diantar oleh pengemudi yang waktu itu pengemudi saya kagumi karena pintar dan sebagainya. Dan si pengemudi itu membenci polisi. Jadi setiap kali saya naik sama duduk display dia. Dia selalu bilang polisi itu kurang ajar polisi bangsat, polisi itu mau duitnya saja terus seperti itu sehingga saya terdoktrin tentang kejelekan polisi itu semua. Sehingga sosok polisi di dalam diri saya itu adalah sosok yang buruk sekali dan ketika saya besar. Sebelum saya ketemu dengan polisi, saya baik baik saja. Tapi ketika saya punya sim, saya bertemu dengan polisi go bin kecil yang terdoktrin dengan kebencian. Dengan polisi itu yang keluar dan meledak dan marah marah dan pada saat itu kehidupan saya terus terus terombang. Amin saya punya kebencian luar biasa sama polisi. Nah ketika saya mengetahui itu dan saya memeluk emosi tersebut. Saya me membereskan emosi tersebut. 2 3 hari kemudian saya bertemu dengan seorang Kapolres. Diajak teman saya bertemu dengan seorang Kapolres dan kemudian uh Kapolres itu baik sekali. Dia membaca buku saya hapness insight dan kemudian dia mengundang saya, dan setelah itu saya sering berbagi di sampai ke mabes dan sebagainya, polisi dan sebagainya. Dan. Lepas dari apa yang dilakukan polisi paling enggak kebencian saya hilang. Itu yang saya mau bilang bahwa apakah kita membiarkan tindakan kurang baik dari oknum nol? Pembicara 2 Tetap. Pembicara 1 Tapi paling tidak ketika kita melakukannya, jangan ada kebencian kan? Rugi kita seringkali tidak melakukan apa apa, tapi sudah benci. Jadi keadaan tidak berubah kebencian yang nambah, nambah nambah nambah terus so penting banget untuk beresin yang di dalam tersebut. Nah seringkali kita enggak sadar bahwa kebencian itu bukan karena kita punya masalah dengan kelompok tertentu, kaum tertentu agama tertentu, tapi didoktrin oleh masa kecil kita yang di mana orang tersebut punya masalah dengan si saya tahu bahwa si si driver itu pengemudi itu memang punya masalah dengan polisi dan menurun ke saya. Itu yang saya mau bilang. Soekarates kalau enggak salah berkata bahwa hidup yang tidak diperiksa itu tidak pantas dijalani, jadi kita perlu periksa itu semua apa yang ada di dalam diri kita supaya menjalani hidup dengan baik. Pembicara 2 Karena kita perlu menilang diri kita sendiri gitu ya enggak. Cuma kita berharap ditilang doang kita menilang di kita sendiri. Apa yang selama ini di bikin aku gampang ditilang. Pembicara 1 Gitu. Pembicara 2 Bisa jadi melanggar atau apapun itu. Dan tadi aku suka sekali kalimat dari pak gobin yang aku catat. Jadi course mungkin ya ketika. Keadaan tidak berubah, keadaan itu tetaplah gitu. Keadaan itu. Kebencian juga semakin menggunung kalau kita terus membenci membenci bencian itu bikin hari kita memburuk ya dan bagaimana kita memaknai hidup ini juga bergantung bagaimana kita ingin mengenal diri kita lebih dalam. Jangan cuma melihat atau memperbaiki sisi luarnya atau mengontrol keadaan di luar yang dimana kita akan kecewa karena kita mengharapkan bahwa keadaan di luar berubah. Ubahlah dan tilanglah dirimu sendiri. Setuju setuju meditasi meditasi. Aku tadi salfok sebenarnya ke tulisan les is more ya. Karena di zaman sekarang pak gobin kalau kita ngomongin les ya orang merasa tertinggal. Kurang uang tertinggal karir yang kurang tertinggal, serba tertinggal serba kurang kayaknya kurang menarik ya, kurang kurang kurang kurang kurang les les les les tidak bisa dimasukkan more di les gitu. Tapi ini les is more what is i mean? Pembicara 1 Well baju ini sebenarnya less is more kalau dipraktikkan no nya ada o duanya. Pembicara 2 Oke aku tidak notice. Pembicara 1 O 2 di sini artinya oksigen oke so ini akan menu me ingin ingin mengatakan bahwa bernapaslah lebih sedikit untuk mendapatkan oksigen lebih banyak. Ini counter intuitif pastinya banyak orang bilang. Sebagian besar kalau kita mau melihat ke guru yoga atau hipnoterapi atau meditasi dan sebagainya diminta ketika relaksasi itu tarik napas dalam dalam. Itu sesuatu yang membuat stress. Manusia ketika meditasi ketika khusyuk napasnya sedikit. Kita ketika duduk diam meditasi hening gitu itu hampir hampir enggak bernapas. Bahkan lautnya pernah mengatakan perfect man bridge s if he is not bretty oke napas lebih sedikit. So ketika kita napas terlalu banyak oksigen di dalam tubuh kita enggak akan masuk ke dalam sel. Kita akan malah kekurangan oksigen. Bernafas lebih sedikit akan menciptakan oksigen lebih banyak. Ini sebenarnya bukan sesuatu yang baru ini tahun 1904 kalau enggak salah uh, ada se sebuah teori yang disebut sebagai bor effect ditemukan oleh 2 orang jenius, bapak dan anak namanya Christian bor dan nil bors yang mendapatkan nobel juga disebut board effect adalah peran karbondioksida untuk membuat oksigen masuk ke dalam sel. Lah ketika kita hyper ventilation, ketika kita stress napas kita terlalu banyak boros. So napas yang boros ini menciptakan karbonicin yang turun dari normalnya 3 5 sampai 4 5 mmh turun. Nah ketika karbon diksi oksidat turun maka ikatan hb dan o 2 itulah infinity nya keje apa ketat terke ketat sekali gitu dan apa yang terjadi ini enggak bisa lepas. Nah, akhirnya darah dan oksigen muter aja di dalam darah terus gitu diperlukan karbon dioksida yang cukup untuk melepas ikatan h bin dan oksigen sehingga oksigen masuk ke dalam sel sehingga penting banget untuk mengurangi napas kita sehingga karbondioksida itu meningkat sampai ke batasan yang ideal. Nah, itu yang saya mau mengatakan less is more bernafas lebih sedikit karena sebagian besar orang sekarang bernafas cukup boros karena stress itu sendiri dan mode briting maka kita. Nafas lebih sedikit untuk dapatkan oksigen lebih banyak. Itu adalah dalam konteks keros ini dan itu yang saya ajarkan bagaimana cara memprogram otak kita agar napas kita menjadi lebih sedikit. Apa keuntungannya begini? Tidak ada satu orang pun di dunia yang bisa marah marah dengan nafas yang lambat tidak mungkin. Kita selalu marah dengan nafas cepat dan yang paling emosi kita berubah. Nafas pasti berubah. Kalau kita bisa mempertahankan nafas lambat kita, maka emosi kita menjadi lebih baik. Kita menjadi lebih stabil atau bahkan turun atlet tresnya. Dan itu membuat angka harapan hidupnya menjadi lebih baik juga. Nah kalau ini cocoklogi ya cocoklogi. Kalau uh pernah tahu bahwa binatang binatang atau mamalia yang paling boros napasnya. Contohnya tikus gitu mungkin 200 kali per menit hidupnya cuma satu tahun. Anjing kucing juga napasnya boros hidupnya 10 11 tahun mamalia yang paling lama angka harapan hidupnya adalah ikan paus dan dia masuk berapa menit kemudian baru ambil nafas masuk lagi jadi ya sangat sangat sangat irit di situ. Nah yang menarik lagi ada kepercayaan ini bukan science kepercayaan bahwa kalau kita kan percaya gini manusia itu diciptakan tuhan dan tuhan memberikan umur manusia berdasarkan waktu asumsi kita kita kan enggak tahu ya sebenarnya bagaimana seolah olah kita itu punya jatah oh gobby. 90 tahun 3 hari 2 detik meninggal gitu ya itu kan asumsi kita bahwa ada titik di mana kita akan meninggal, mau anda menyeberang jalan atau apapun. Nah di beberapa negara mereka percaya bahwa manusia diciptakan tuhan. Tuhan memberikan umur manusia berdasarkan jatahnya itu nafas. Jadi secara hukum rata rata kalau kehidupan sekarang itu 660 juta nafas per kehidupan manusia. Jadi kalau kita dikasih jatah 660 juta tergantung dong kita mau irit atau mau boros. Itu yang terjadi kalau kita boros artinya stres boros maka habis lah jatah kita cepat mati kita cepat. Tapi lagi lagi ini kepercayaan tapi menarik. Pembicara 2 Sekali masuk akal. Iya iya gitu. Wow. Pembicara 1 Bisa menentukan sebenarnya kita mau panjang umur atau tidak. Dan yang menarik adalah dari berbagai penelitian uh ada framingham kajian framingham uh 7 dekade dengan 5200 orang faktor tertinggi atau teratas untuk menentukan lonjvity bukan genetik, bukan makan, tapi kapasitas paru paru. Hm yang itu yang terjadi, kita perlu untuk meningkatkan kemampuan kapasitas paru paru kita. Pembicara 2 Wah aku perlu tahu lesti semua ini ada o duanya. Aku ketidak noise keduanya. Tadi aku cuma ngeliat lesnya this way pertanyaan aku tuh tentang bagaimana seni untuk merasa cukup atau seni untuk berdamai dengan kekurangannya. Kita punya itu bisa jadi. Pembicara 1 Di sisi lain, kalau kita uh mempunyai les gadget, contohnya kita punya waktu yang banyak untuk merenung begitu ketika kita uh mempunyai sedikit uh apa itu kegiatan kita mungkin bisa lebih banyak ber. Masuk ke dalam lebih dalam dan seperti itu. Jadi itu yang saya mau katakan juga gitu. Kalau kita punya banyak benda ya kita akan kehabisan waktu untuk ngurusin semua benda itu. Kalau sedikit benda mungkin kita akan lebih punya banyak waktu untuk menikmati kehidupan ini seperti itu seperti saya. Hobinya traveling is karena mengumpulkan, mengumpulkan kenangan itu ternyata membuat lebih bahagia. Pengalaman itu lebih bahagia daripada mengumpulkan benda. Pembicara 2 Gitu kapan terakhir kali pak bobby ngerasa bahwa transisi hidupnya itu berubah ketika seorang bobby dulu suka beli ABCDEFG, kemudian dia mengenal versi dirinya yang berbeda sekali. Selain dari people tadi vegan atau tidak lagi pakai sampo dan sabun gitu. Pembicara 1 Saya mengalami banyak perubahan dalam hidup saya ketika yang 1 ketika waktu kecil melihat binatang dibunuh waktu mungkin tk uh sd gitu, kemudian yang 2 yang cukup uh lumayan mengubah hidup saya ketika saya mengalami orang menyebut sebagai out of body experience. Jadi di situ saya merasa bahwa saya mati nih karena saya enggak kelepas gitu nyawa saya gitu ya itu berubah, ada ada perubahan, sehingga saya mulai belajar. Ketika saya mendapat kesempatan hidup 2 itu, saya merasa saya harus memanfaatkan kehidupan ini sebaik mungkin. Dan berapa bulan setelah saya otot body experience itu, ayah saya meninggal dan itu tamparan besar karena saya belum pernah seumur hidup melihat orang meninggal. Menyentuh orang meninggal orang meninggal dikremasi itu saya enggak belum pernah lihat sehingga saya berpikir bahwa orang yang paling dekat dengan saya kok tiba tiba bisa hilang begitu saja. Tiba tiba terbujur kaku depan saya dan itu duka yang men mendalam dan uh dan itu mengubah kehidupan saya. Saya mulai belajar banyak hal dan setelah itu saya bangkrut berapa kali dan bangkrut yang terakhir itu uh di mana saya punya uang sedikit, eh saya punya mobil, tinggal punya mobil satu. Mobil itu saya jual teman saya yang paling dekat pinjem uang itu, katanya 2 hari sekarang 2 22 tahun enggak belum dibalik. Pembicara 2 Siapa tahu nonton ya. Pembicara 1 Siapa tahu nonton nah apa yang terjadi saya pindah ke ke Bali dan waktu ke Bali saya udahlah pokoknya cuci piring. Pokoknya saya hidup ajalah seperti itu dan saya lagi lagi sedang sedang mencari pekerjaan di Bali bom meledak dan setelah itu 4 bulan saya di rumah sakit hampir menjadi korban bom itu. Kalau bom itu meledak beberapa menit setelahnya, mungkin saya adalah salah satu korbannya dan pada saat itu malam itu juga saya melihat bergelimpangan mayat langsung ke rumah sakit mulai mengangkat jenazah membantu dokter otopsi. Uh melakukan ada sekitar 202 jenazah dan 5000 potongan tubuh. Jadi kita ngumpulin benda benda yang digunakan yang digunakan oleh korban untuk dites DNA gitu ya kalau udah terkumpul satu jenazah mungkin bisa sampai 15 sampai 17 body part gitu. Itu kita mengkremasi karena orang tua atau keluarga diminta untuk tidak melihat anggota keluarganya yang tercerai berai supaya di dalam kepalanya masih utuh. Dan itu kan peristiwa peristiwa yang duka ya, dan menurut saya yang membuat kehidupan saya menjadi seperti sekarang. Itu bukan suka tapi duka. Dan saya pikir seluruh orang yang di dunia ini tercerahkan itu melalui jalan yang namanya duka itu sendiri. Mother theresia dengan kemiskinan yang di kalkota gandhi dengan kekacauan yang di India, Nabi Muhammad dengan jahiliyah yang di Arab nelson mandela yang begitu keras, bengis kemudian menjadi orang yang sangat sangat memaaf 27 tahun loh dipenjara. Dan begitu banyak orang orang hebat di dunia itu lahir lewat jalan yang kita selalu hindari. Nyalon itu namanya. Pembicara 2 Duka wow sebenarnya itu sangat umum. Tapi ketika pak gobin bahas itu memang sangat ketika orang orang sekarang hanya mengejar suka nya doang. Menghindari duka itu berarti kita tuh menghindari ketidaknyamanan cuis. Biasanya ketidaknyamanan hari ini walaupun itu akan panjang, bisa jadi di suatu hari itu akan jadi titik balik atau perubahan seorang menjadi versi dia lebih baik tapi. Saking sukanya kita dengan hidup yang easy, yang muda itu bikin orang nanti akan punya hidup yang berat, hidup yang tidak nyaman gitu. Dan itu paradoks kehidupan ya. Pembicara 1 Betul betul. Ketika kita senang kita mendapatkan suka kita memikirkan ke depan. Contoh, kita dapat mobil baru, wah pelakunya ganti ininya itu kita punya rumah baru kita mikirin cicilan kita mikirin keluar, tapi ketika kita sakit hati mau enggak mau sakit itu mendorong kita untuk masuk ke dalam. Maka sejak duka itu mendorong maka itu rumi mera mengatakan. Duka itu seperti luka, tapi di mana cahaya itu masuk ke dalam tubuh kita? Setiap kemalangan penderitaan, kesusahan itu seperti luka, tapi luka adalah tempat di mana cahaya masuk ke dalam dan gibran mengatakan semakin dalam luka menyayat sang jiwa, maka semakin mampullah sang jiwa menampung kebahagiaan. Pembicara 2 Wow wow sang adit kalau ngomongin tentang kayak kali gibran tadi rumi dan kawan kawannya. Nah kalau aku masuk ke tulisannya pak gubernur sendiri ada satu part dari bukunya pak gobin yang aku catat kehidupan itu seperti menggali sumur ya di permukaan kita akan bertemu dengan lumpurnya. Hanya bila terus menggali diam, kita akan menemukan kejernihan. Pembicara 1 Uh uh ya. Pembicara 2 Apa maknanya? Pembicara 1 Jadi kalau kita mau melihat kehidupan kita, kita itu melihat uh awalnya itu kayaknya kacau gitu ya di di luar itu serba huru hara dan sebagainya seperti itu. Dikotomi kita itu suka dengan namanya dikotomi pagi sore siang malam laki perempuan benar salah dan seterusnya seperti itu ya. Tapi kalau kita mau menggali lebih dalam, maka kita akan menemukan bahwa 2 yang semua yang berlawanan itu sebenarnya berteman. Kita bisa duduk diam dan kemudian menggali kehidupan. Contoh, tukang sampah menghilangkan sampah. Tapi dia enggak kepingin sampah itu hilang. Pada dasarnya saya kalau semua sampah hilang dia enggak kerja, dia tetap membutuhkan sampah yang sebenarnya. Kepingin dihilangkan dokter ya menghilangkan penyakit. Tapi sebenarnya kalau dilihat lihat bahwa dia mendapatkan keuntungan, semua mendapatkan gelar mendapatkan kekayaan karena adanya sih penga penyakit itu betul sesuatu yang kelihatannya tadinya bertolak belakang ternyata berteman. Mungkin pendeta setiap hari untuk setan. Tapi kalau seandainya setan tiba tiba hilang dari bumi ini yang menderita siapa ya enggak tahu siapa antarnya. Diri saja jadi begitu. Jadi itulah yang saya mau bilang bahwa paradoks paradoks kehidupan ini yang kelihatannya kacau dan sebagainya. Itu kalau kita gali, kita akan menemukan bahwa semuanya itu kalau kita mau melihat jin dan yang itu bukan dipotong garis tegas mereka saling berpelukan di mana di dalam hitam ada putih dalam putih ada hitam. Sama seperti yang saya katakan bahwa oksigen saja enggak bisa, harus ada karbondioksida. Itu itu diperlukan dalam kehidupan kita. Nah, akhirnya apa akhirnya kita. Apa mengenali atau menyadari bahwa tadinya yang berlawanan tadinya sesuatu yang enggak disuka itu adalah bagian sebenarnya untuk menjernihkan kita atau membuat kita menjadi lebih baik gitu. Dan saya selalu percaya bahwa apapun yang kita enggak suka di kualitas apa yang kita enggak suka di orang lain, kualitas itu ada di dalam diri kita. Karena kita tekan kan ketika kita tekan apa yang terjadi, kita enggak melihat di diri kita, kita denial, kita melihat di orang lain, orang lain, salah ini dan sebagainya. Tapi ketika kita menggali ke dalam, kita melihat di dalam. Di kita sendiri, maka kita akan menyadari bahwa oh itu kualitas itu juga ada loh. Dalam risanya saya juga punya keserakahan. Saya punya kebencian saya punya ini ketakutan dan sebagainya. Dan ketika kita menyadari itu, kita akan melihat dunia dengan cara yang berbeda. Kita enggak akan memusuhi orang lain. Ya kita tahu bahwa ada ada secara hukum ini salah, ini benar dan sebagainya. Tapi kebencian, kemarahan dan sebagainya itu akan perlahan lahan menjadi lebih tenang seperti itu. Dan kalau kita mau melihat simbol di buddha contohnya ya kalau kita mau melihat Borobudur contohnya ada 3 step di Borobudur di di di paling bawah itu kalau kita melihat stupa stupanya bentuknya kotak kotak gitu yang kotak kotak seolah olah ada kanan ada kiri ada benar ada salah entar begitu yang 2 dia bentuknya udah kayak seperti ini jadi kayak kayak ada keseimbangan gitu. Ya tapi di atas sudah enggak ada apa apa 0 kelompok. Jadi ketika kita mau menggali ke lebih dalam ya kita akan menemukan kejernihan tersebut dan kita akan memandang diri kita ketika kita enggak suka dengan orang lain. Eh ditunggu dulu. Sebenarnya sebenarnya ada juga di dalam diri saya ini ini ini cerita saya, saya enggak enggak mau cerita orang lain, jadi uh, ibu saya tinggal di sini di Jakarta umurnya 80 tahun lebih. Pendengarannya kurang baik. Nah setiap kali dia telfon, dia nyalakan speaker sehingga saya dengar dong. Nah ibu saya itu kalau lawan bicara lagi ngomong dia ngomong juga. Saya kesal gitu. Kenapa sih mamanya mbok mbok tunggu dulu sebentar gitu loh sampai orangnya selesai baru kenapa kok di gitu saya kesal saya marah. Terus saya ngetahui si si apa itu namanya teori ini kalau aku enggak suka, berarti kualitas itu ada di dalam di saya saya enggak mungkin ah, saya enggak gitu kok enggak enggak enggak enggak saya bilang gitu? Kemudian saya satu hari saya menyadari satu hari saya duduk diam. Saya menghitung ternyata dalam satu hari saya memotong pembicaraan orang lebih dari 20 kali. Jadi sebenarnya saya sama mama. Saya sama saja suka motong pembicaraan orang, tapi apakah setelah saya mengetahui itu mama saya berubah? Tidak tetap saja cuma saya enggak kesal lagi. Pembicara 2 Ya wow wow wow wow thats good point ya. Iya itu itu itu yang tadi aku tunggu. Wah reaksi kita, reaksi kita melihat sesuatu gitu berubah mungkin orang di samping kita enggak berubah gitu. Tapi kita sudah memahami, memaknai gitu persis ketika terjadi di 2 bulan yang lalu ketika aku ketemu dengan temanku yang memang nyebelin banget gitu nyebelin nyebelin nyebelin nah aku memaknai oke kadang aku ada momen di mana aku nyebelin dan aku tahu kenapa dia seperti itu. Karena dia selama ini jarang sekali didengarkan orang lain gitu. Akhirnya dia pengin ngomong ngomong ngomong ngomong terus gitu itu itu makna hidup yang aku menarik dan harusnya insight baru gitu. Teman temannya oke sebelum kita masuk ke na tadi aku sempat mendengar pak robbin bilang ada bukunya happiness inside ya. Dan aku percaya bahwa. Kalau kita melihat dunia ini. Beautiful ya. Berarti di dalamnya udah peaceful dong. Apa makna lain dari buku ekonomi saya yang pak goby masih ingat ketika menulis itu dan bisa dishare ke kami. Pembicara 1 Terus terang buku itu uh ba beberapa dari bagian buku itu sudah tidak sesuai dengan apa yang saya yakini sekarang karena hidup berubah. Dan waktu itu saya menulisnya dengan kesadaran itu. Sekarang tentu apa yang saya lihat tentu berbeda. Bukan berarti itu salah, enggak? Tapi ada perubahan ketika kita naik smp atau kita naik ke kuliah. Mungkin SD bukan salah, tapi itu. Pijakan pajak yang kita perlu untuk laluin di situ. Nah di buku happiness inside itu fokusnya adalah bagaimana kita uh mengetahui bahwa. Kita ini enggak punya masalah dengan apa pun dan siapa pun di luar diri kita, maka kita perlu untuk beresin di dalam dulu beresin dulu. Nah. Penelitian penelitian terakhir juga bahwa. Kebahagiaan itu sekarang para ahli itu tidak lepas atau men mendefinisikan kebahagiaan itu enggak lepas atau tidak jauh daripada hormon hormon di dalam diri kita itu saya enggak pernah tulis. Tapi sekarang penjelasan saya tentang kebahagiaan itu itu. Jadi ya seperti dopamin aksitosin, serotonin, dorfin dan sebagainya. Uh, dan sebagainya. Dan dan ketika kita meditasi, kita mendapatkan hal tersebut. Nah, tapi sekarang enggak semua orang bisa meditasi gitu. Nah kita bisa lakukan dengan kena matahari, olahraga, god health dan sebagainya seperti itu itu untuk mendapatkan kebahagiaan. Tapi di buku itu landasan landasan berpikir tentang yang tadi saya bilang bahwa tidak ada satu orang yang bisa menyakitin kita kecewa itu dari mana? Kenapa kita harus belajar dari wanita itu ada ada di buku itu yang saya ceritakan tentang bunuh diri menular. Nah ini menarik sekali. 15 tahun lalu saya menulis tentang bunuh diri menular banyak orang menular. Nah ternyata kalau kita mau melihat fenomena keadaan di kehidupan kita itu banyak tren tren penularan yang terjadi dalam kehidupan kita. Contoh satu kali ada artis ketangkap karena narkoba enggak lama kemudian berapa artis juga narkoba narkoba dan kemudian kalau kita mau melihat ada uh apa itu namanya pejabat di tang kpk dulu, dada dada yang lainnya juga ya udah dada dada loh kok bisa seperti itu? Kopi sianidanida berapa ri uh berapa tahun lalu itu uh uh viral ternyata memicu orang untuk melakukan hal yang sama. Kenapa kok bisa seperti itu? Karena ada sebuah kata kata yang kita artikan kecil kata kata itu adalah we are what we kita adalah apa yang kita makan. Namun apa yang kita makan itu bukan lewat mulut mulut hanya 3 kali sehari. Yang lebih banyak adalah lewat mata dan telinga. Oke jadi kalau setiap hari kita terus masukin berita berita buruk maka otomatis tubuh kita tegang gitu ya pagi pagi lihat gosip kriminal, lihat apa itu namanya begitu banyak uh uh koruptor dan sebagainya. Ini tegang semua pertanyaannya punya enggak kita cara untuk melepaskan ketegangan itu enggak enggak ada, biasanya malah nonton nontonnya. Suzana bangkit dalam kubur gitu. Kan setengah mati bikin stres baru lagi. So kita perlu untuk menyaring apa yang masuk ke dalam diri kita begitu dan dan itu terjadi ketika kemarin bondro meninggal. Angka bunuh diri di Amerika itu naik sampai 12% dalam bulan itu. Kenapa? Karena orang ketika membaca terinspirasi. Untuk melakukan hal yang sama dan itu ter kalau enggak salah. Beberapa waktu lalu di Grand Indonesia. Kalau enggak salah, ada yang loncat viral luar biasa dan 4 jam kemudian di Senin siti ada yang loncat di Kelapa Gading. Kemudian berapa hari lalu lagi ada yang loncat dari gedung gitu ya? Dan dalam Minggu itu ada begitu banyak percobaan orang loncat. Kenapa lagi lagi we are what we eat kita adalah apa yang kita makan dan itu. Semuanya menular begitu. Jadi kita menguap saja menular. Betul ada orang yang ketawa kita ketawa. Kita orang ada sedih, kita juga ikut sedih. So itu yang terjadi jadi penularan perilaku itu cepat sekali daripada penularan penyakit penyakit masih ada. Ada inkubasinya, perilaku itu bisa langsung begitu. Jadi apa yang saya mau bilang di buku itu adalah penting banget kita untuk seleksi. Kalau kita makan salah kita sakit, maka kalau kita masukin. Mata dan telinga itu salah, maka bahaya juga. Maka itu bentuk perlu untuk seleksi apa yang masuk dan siapa kita bersama. Kalau kita bersama dengan orang orang yang terus mengeluh tentang. Hidup yang enggak bagus, pemerintah yang begini dolar yang begini, saham yang hancur dan terus terusan begitu otomatis ya hidup kita akan berhenti di situ. Itu kan enggak bisa kita kontrol sesuatu yang kita enggak bisa kontrol. Kalau kita mau bahagia, maka fokus pada apa apa yang kita bisa kontrol dan selama kita sehat ada paling enggak 3 yang kita bisa kontrol yaitu tubuh napas dan pikiran, so ola, olahraga, olahas dan olah pikir ini adalah sesuatu yang emas. Untuk dilakukan supaya kita menjadi kuat. Ketika kita kuat, maka masalah jadi kecil ketika kita kecil. Masalah besar ketika kita besar masalah jadi kecil betul, jadi fokusnya jangan mengecilkan masalah. Jangan pernah berdoa sama tuhan yaitu tuhan hilangkan semua masalahku. Saya pikir nanti tuhannya bilang Nabi Muhammad dikencingi diludahi. Yesus si salib rama istrinya diculik 14 tahun coba bayangin mereka kekasih kekasih tuhan punya masalah seabrak elu siapa enggak pengin punya masalah dan masalah dalam bahasa Inggris itu problem problem dalam bahasa aslinya bahasa yunani kalau enggak masalah pro and balance pro itu maju balan itu menggerakkan, jadi masalah itu menggerakkan untuk maju asal dihadapin dihadapi yang dihadapi bukan orang lain loh ya dihadapin adalah emosi yang muncul ketika ada kejadian tersebut. Apalagi lagi kita enggak pernah bermasalah dengan orang lain. Contoh saya saya, saya sama teman saya yang ngutang itu betul saya kan? Enggak pernah ketemu dia. Saya sudah lupa dengan hal itu. Kalau tiba tiba teman yang lain ngajak sa apa ngumpul dan saya tanya ngajak dia enggak? Ajak dia datang enggak datang. Kalau dia datang saya enggak mau datang. Sebenarnya saya bukan menghindari dia. Saya menghindari kemarahan yang ada di dalam diri saya yang 22 tahun lalu saya tekan itu, jadi saya enggak mau berhadapan dengan kemarahan itu, maka kita perlu beresin kemarahan itu. Bagaimana kita bisa tahu kita udah beresin atau tidak? Tutup mata. Ingat orang itu atau ingat kejadian itu kalau kita mengingat orang tersebut atau kejadian itu dan emosi kita netral, berarti Anda sudah memaafkan kalau kita masih marah, berarti ya belum memaafkan cara mengetahui kita maafin atau tidak hal tersebut uh, caranya seperti itu menurut saya. Pembicara 2 Pentingnya seleksi apa yang kita konsumsi? Ya betul. Pembicara 1 WR what we eat. Pembicara 3 Di zaman kreator ekonomi kayak sekarang semua orang berlomba lomba untuk hasil incuan dari dunia digital. Tapi faktanya enggak semua orang tahu bahwa kita bisa menghasilkan uang dari satu website builder doang. Kita bisa jualan kelas. Bikin di tahap produk bu konsultasi sampai bikin ebook bikin tulisan tulisan atau karya karya kita dijual langsung dan orang semua bisa ke sana untuk langsung check out di sana. Jadi kita bisa sambil tiduran 20 4 jam. Kita tidak harus mengontrol website builda tersebut, tapi uang bisa termasuk dari karya kita. Aku bakal kasih solusinya, solusinya ada di link ID atau link kit dan aku udah pakai link kit sejak tahun 2022 dan itu memudahkan sekali kalau kita sebagai kreator menghasilkan uang. Dan semua orang bisa akses karya kamu di sana. Misalnya kamu penulis kayak aku. Kamu bisa bikin ebook even orang orang bisa konsultasi sama kamu dengan bikin appointment di sana dan mereka bisa menentukan jadwalnya menyesuaikan dengan jadwal kita sebagai penulis. Bahkan yang menariknya, meskipun kamu belum punya produk digitalmu sendiri, kamu bisa affiliate product orang di linkit dan itu luar biasa banget. Banyak kretok krato di luar sana enggak punya produk sendiri tapi bisa hasil 2 digit 3 digit per bulan. Di lingkup so begitu teman teman yang belum bikin lingkitnya tunggu apa lagi langsung bikin sekarang. Pembicara 2 Pak gobin 3 pertanyaan dari teman teman suara berkelas oke pertanyaan 1 dari el hasbi 30. Apakah sebenarnya tujuan hidup ini itu sekedar sekolah, bekerja terus harus mengikuti saran dari keluarga dan society. Kalau enggak, apakah aku akan berbeda dan di excludekan dari society? Pembicara 1 Oke ini tujuan dari kehidupan ya uh begini kita lihat bahwa di dunia di dunia barat itu kita itu fokus pada hidup, harus punya tujuan perpus dan sebagainya. Uh ya enggak salah, tentu ini kan pandangan berbeda, tapi kalau di India atau diba berbagai negara timur hidup disebut lilang lillah itu bermainan jadi you enjoy the game lagi asik dan sebagai seperti itu tentu enggak ada yang salah keduanya keduanya, mananya itu saya termasuk. Orang yang dikeluarga itu dianggap pemberontak. Saya juga bukan hanya di di keluarga. Kalau ada orang enggak pakai sabun, enggak pakai sampo, enggak pakai sandal dan seterusnya itu kan cukup ekstrim dibilang orang itu cukup ekstrim, jadi tidak mengikuti arus yang dan sebagainya itu. Dan sering kali kenapa kita cukup? Kenapa kita harus ikut arus? Itu yang kita perlu tanyakan. Kenapa kita kok perlu ikut arus seperti itu? Kalau sementara kita pengin ke sana sementara arus ke sana sebenarnya kita perlu sebenarnya apa yang kita kenapa kita enggak berani karena kita memerlukan narkoba. Maksudnya narkoba bagaimana begini? Waktu kita kecil, coba bayangkan ada seorang anak kecil disuntik oleh narkoba waktu bayi. Kemudian dia sudah besar umur 7 8 tahun dikurangi dikurangi dia sudah agak gede distop narkobanya apa yang terjadi bilang ketika orang itu yang biasa pakai narkoba, kemudian enggak dikasih narkoba. Apa yang terjadi enggak nyaman sakob betul oke persis seperti kita waktu kita kecil kita mendapatkan pujian, penghargaan penerimaan persetujuan. Sentuhan dan begitu banyak hal yang disebut narkoba tersebut. Ketika kita sudah besar, hal itu dikurangi. Kita enggak dipuji lagi seperti dulu. Maka itu kenapa kita craving terhadap pujian dan penerimaan kita ketika kita SD kita penjualan satu karena juara satu dihargai diterima, kenapa kita ke ke uh ke kawinan pakai batik? Karena kita bersama kita bisa diterima seperti itu, kenapa kita pengin jadi orang kaya orang kaya dihormatin orang kaya mobilnya boleh parkir di di depan, di lobby dan sebagainya. Kenapa kita pengin cantik, dipuji dan sebagainya? So apakah itu salah enggak itulah ego ego hanya enggak salah, itu hanya enggak sadar. Dan setiap kali kita membeli produk, apakah mobil apa rumah atau baju? Pasti ada motif motif untuk mendapatkan narkoba tersebut sadarin hal tersebut oke. Nah ketika kita bisa bersetuju dengan diri sendiri, maka kita enggak perlu persetujuan orang ketika kita bisa menerima diri kita sendiri, maka kita enggak perlu penerimaan dari orang lain ketika kita bisa mencintai diri sendiri, maka cinta dari orang itu enggak begitu. Ngefek begitu enggak signifikan sehingga kita bisa menentukan apa apa yang perlu untuk diri kita. Itu yang saya mau bilang bahwa penting banget untuk menggali diri sendiri, mengetahui apa yang kita benar benar mau dan tahu konsekuensinya. Dan. Pilal satu hal yang selalu saya ingatkan bahwa di dunia ini yang paling berat bukan menjalani. Yang paling berat adalah memikirkan sesuatu yang belum dijalani. Ketika saya memutuskan untuk enggak pakai alas kaki. Oh, itu perlu satu tahun mikirin, tapi ketika dijalanin semua ketakutan saya itu tidak beralasan. Pembicara 2 Ya ya wow. Memikirkan sesuatu yang belum menjalani itu yang memakan waktu banyak sekali dibandingkan kita menjalaninya dan harus menghadapi objeknya. Bisa jadi obsecall itu sehari 2 hari bisa kita soft. Pembicara 1 Tetapi sekali kalau. Pembicara 2 Memikirkan itu bisa ini enggak ke soft soft soft setahun 2 tahun 3 tahun dan most people akhirnya menyesal karena enggak pernah. Pembicara 1 Mencoba lebih sengsara daripada kejadian itu. Pembicara 2 Ya benar. Wow kita ke pertanyaan 2. Pertanyaan 2 dari farhan 2 6 1 psikologi sering menyebutkan bahwa apa yang kita kejar saat dewasa itu biasanya adalah cara kita menyembuhkan masa kecil. Menurut pak bobby sendiri, apakah banyak orang yang mengejar sesuatu di masa dewasanya itu pas kecil tidak terpenuhi. Pembicara 1 Ya saya setuju itu bahwa banyak sekali ketika kita punya masalah di waktu masa kecil, kita berusaha untuk menyembuhkan anak kecil yang luka di dalam dirinya. Maka itu ketika seorang anak yang. Contohnya orang tuanya komunikasinya enggak bagus dan kemudian dia melihat hal itu sehingga dia tidak bisa berkomunikasi. Waktu dia dewasa, dia kepengin belajar ilmu komunikasi untuk menyembuhkan hal tersebut pada dasarnya bagus seperti saya bilang bahwa semua masalah itu menggerakkan kita untuk maju masal dihadapi seperti itu. Jadi saya percaya juga semua kekua kelemahan kita adalah kekuatan kita. Gobin adalah anak yang paling goblok di kelas, paling lemah di kelas dan. Uh konsentrasi juga jelek emosi juga kacaunya luar biasa. Bahkan ada anggota keluarga saya itu mengatakan bahwa akhir apa sewaktu dewasa goblin akan masuk penjara karena brutal sekali. Emosinya luar biasa. Nah, yang menarik adalah saya hari ini mengajar emosi. Saya juga mengajar nafas pada waktu kecil hari sama cewek itu kalah nafasnya ngos ngosan begitu. Kemudian saya adalah orang yang pemalu takut untuk berbicara di depan umum. Nah sekarang pekerjaan saya sebegitu jadi saya kalau kembali flashback waktu kecil itu semua kelemahan saya itu sekarang menjadi kekuatan dalam diri saya. Jadi sebenarnya itu cuma benang yang tipis, tinggal flip aja. Begini saya itu dulu susah sekali ngarang nulis, bahkan saya salah satunya kenapa? Uh saya tidak lulus s satu karena saya takut untuk skripsi karena skripsi itu tebal, saya tuh enggak bisa nulis, iya kan? Nah sekarang saya jadi bikin nulis dan nulis buku dan jadi best seller begitu dan yang menarik setelah saya gali sebenarnya saya itu bukan enggak suka, enggak bisa nulis, tapi standar saya tinggi dalam tulisan. Jadi kalau saya masih di sini, saya enggak mau standar saya di sini. Sehingga ketika saya belajar macam macam dan akhirnya saya punya ilmu ini. Saya bisa melakukan dengan baik, begitu pula ketika saya berbicara dulu. Saya enggak mau bicara karena saya enggak mau di sini. Standar saya di sini sebenarnya jadi setiap kelemahan itu sering kali jadi kekuatan dalam diri kita. Begitu pula masalah masalah masalah kecil kita itu biasanya akan kita mencari obatnya sewaktu kita dewasa. Nah, jangan berhenti untuk mencari itu. Pembicara 2 Ketika mencari saat dewasa ya dia banyak orang orang yang menyebutkan ketika waktu kecilnya enggak beli mainan ini karena enggak mampu. Tiba tiba pas dewasa sudah berkeluarga, dia mampu beli juga pas beli malah istrinya yang kompleks. Di laki laki itu akan seterusnya anak kecil, katanya. Oke wow bagus pertanyaannya. Kita ke pertanyaan 3 ini menarik pertanyaan 3 dan seperti dia ngikutin obrolan kita hari ini dari keysha th. Kak boleh tanya ke pak gobin nggak tentang kalau misalnya solusinya enggak pakai sabur atau sampo? Kira kira apakah solusi efektif untuk aku? Aku mau coba tapi penasaran tapi takut entar enggak wangi. Makasih. Pembicara 1 Oke ya oke bedakan enggak wangi itu enggak masalah. Tapi yang penting jangan bau gitu gitu kan kalau kalau sekarang dan kita mesti tahu begini bahwa. Selalu kita mesti ingat bahwa keringat itu enggak pernah bau. Keringat di dunia ini tidak ada yang bau keringat itu steril. Kalau kita keringetan di sini kita ambil enggak akan ada bau betul enggak enggak aromanya enggak enggak ada seperti itu. So bagaimana caranya untuk mengurangi menjadi menggunakan air saja pak koko ucuk ucuk begitu tidak, kita perlu untuk bertahap, jadi yang 1 adalah mungkin kita perlu menggunakan sabun yang lebih natural. Kemudian kita bisa menggunakan bahan bahannya lebih natural. Apakah jeruk nipis? Ada yang menggunakan lera. Ada yang menggunakan baking soda. Begitu begitu pula kepala sampo sampo yang lebih natural dan kemudian pakai yang lebih natural dan akhirnya pakai air di awal awal untuk rambut, terutama di awal awal itu mungkin akan lepek. Biasa satu satu sampai 2 bulan biasa seperti itu. Karena apakah tubuh kita yang terbiasa di manja kemudian loh ini kok enggak ada? Enggak ada manjaan lagi, otomatis kan tempat yang biasanya dibersihkan. Tiba tiba young bersihkan, enggak ada pasti berantakan. Sampai akhirnya kita sendiri yang membersihkan jadi tubuh kita yang bersihkan. Jadi kita perlu waktu sementara untuk badan sebenarnya enggak enggak perlu, enggak perlu juga, tapi pun kalau dia bau bau itu selalu. Dik sebagian besar di lipatan ini yaitu di ketiak. Kenapa di ketiak? Karena di ketiak itu bukan hanya keringat saja uh yang keluar adalah uh keringat bakti uh sorry di keringat ada protein dan lemak di sini dikelenjar ini dan di situ memicu bakteri yang ada di situ bakterinya berkembang dan bakteri ini lah yang bau jadi bakteri lah bakteri ini. Itu sangat tergan identik dengan bakteri yang ada di usus bakteri yang ada di usus itu sangat tergantung juga dengan makanan kita. Nah, maka itu juga genetik. Maka itu kenapa orang orang chinese tahu tertentu orang pribumi bau tertentu orang india baunya tertentu orang bule baunya keju kita kan itu ya itu karena hal tersebut jadi bakteri yang berkembang beda sebagaimana ya beresin bakterinya saja kita bisa menggunakan. Produk produk lebih natural untuk bagian yang di mana terasa tidak nyaman baunya sebut untuk mematikan bakteri pesab. Kalau mau lebih lebih ini apa namanya lebih alami bisa pakai jeruk nipis, tapi seringkali orang kena iritasi di situ bisa pakai baking soda. Atau paling gampangnya batu tawas yang harganya murah dan bisa pakai bertahun tahun. Pembicara 2 Ya ya ya dan sesimpel kayak ketapa hobin makanan atau apapun yang kita konsumsi setengah meter gitu karena orang cuma memperbaiki dari people v luar nih pakai apaan di luar gitu ya. Tapi di dalam mereka lupa bahwa ini juga bagian dari keselarasan luar dan dalam ya. Pembicara 1 Setuju. Pembicara 2 Wow daging sekali pak win sebelum kita tutup. Ya allah daging hari ini. Pembicara 1 Enggak saya vegan jadi enggak daging. Pembicara 2 Oh iya iya, makanya daging oke oke istilah saja daging hari liburan oke wow vega veget hari ini terlalu vegar, hari ini terlalu fruit ya selalu berbuah terlalu berbuah ya terlalu matang hari itu matang pak win ya the worst advice yang pernah. Pembicara 1 Pak gobin terima banyak sekali dan itu sudah saya koreksi tentang uang adalah akar dari segala masalah. Kemiskinan lah yang membuat kejahatan kriminal. Kalau ada enggak ada orang miskin, kemungkinan kejahatan juga enggak akan banyak begitu ya, tapi itu kan terlalu seringkali kita uh di didoktrin seperti itu. Uh dikotomi itu sering juga kalau ada ini ada itu pada dasarnya manusia itu spektrumnya luas banget ya kan enggak ada hitam enggak ada putih sebenarnya magic ke ibini itu kan spektrum seperti itu dan kemudian uh kamu harus makan daging gua bin supaya badannya kuat, badannya ini itu dan sebagainya. Saya bilang uh, kalau kalau kalau Anda menjadi vegan dan kemudian lemah itu bukan berarti karena vegannya, tapi karena kita enggak tahu ilmu nya begitu semua itu ada ilmunya banyak kok orang yang makan dag. Juga lemah juga seperti itu, jadi enggak bisa enggak. Jangan langsung gampang banget untuk memberi judgement pada satu dan lainnya. Hidup ini dijalanin aja kelihatannya itu. Pasrah ya sebenarnya bukan pasrah putus asa. Di dunia ini di dunia ini kita itu mendapat karunia sebagai manusia. Tapi selalu ingat bilang kita juga punya namanya kutukan namanya entropi tahu entropi entropi itu keadaan yang semakin berantakan sejak 13,8 miliar tahun lalu. Bahwa ketika ada bigbang itu meledak bom, maka alam semesta ini semakin berantakan. Oke, banyak orang bilang, oh, kamu enggak tahu apa bintang bulan matahari itu beraturan? Iya itu kan mata kita coba melihat dengan teleskop yang lebih dalam setiap detik jutaan bintang di luar angkasa bertabrakan. Nah, dalam kehidupan mikro kita kalau kita pergi ke tempat ini tempat ini bagus. Tapi biarkan berapa lama lama lama akan rusak, berjamur dan berantakan otot ini kalau enggak dipakai akan mengecil otak kalau enggak dipakai akan lemot, jadi enggak bisa dijalanin aja. Kita harus mengusahakan untuk entropi itu tidak. Tidak terjadi atau paling enggak lambat lebih lambat. Kita harus tetap berusaha terus untuk melakukan uh apapun untuk agar menjaga intro ini tetap jadi olahraga olah nafas olah pikir olahraga olah itu dulu kita lakukan pa setiap hari kita sekolah 7 8 jam untuk melakukan hal itu. Tapi sekarang kita semakin usia semakin enggak, maka itu kemudian kita downgrade downgrade kemakan oleh intropy tersebut. So kita perlu untuk enggak bisa dijalankan saja, Anda perlu untuk lakukan itu. Dan untuk lakukan itu syaratnya cuma satu yaitu disiplin. Dan untuk disiplin dan untuk disiplin. Ada banyak cara untuk disiplin dan cara terbaik bagi saya untuk disiplin yaitu satu. Kita harus hapus narasi yang ada di dalam kepala kita yang sudah bercokol dari kecil. Sebuah pantun yang sangat sangat indah. Pantun itu mengatakan apa? Berakit rakit ke hulu berenang renang ketepian, sakit sakit dahulu enjoy kemudian enggak ada itu senang senang kemudian tidak ada di dunia ini, tidak ada senang. Kemudian di dunia ini kita punya 2 kesakitan, hanya 2 kesakitan, satu sakit karena disiplin dan yang satu sakit karena menyesal. Disiplin enggak enak bangun pagi olahraga olahas saya mandi air es sauna setiap hari saya melakukan puasa dan sebagainya enggak enak. Enggak enak disiplin itu harganya super super super mahal. Tapi semahal mahalnya disiplin itu jauh lebih murah daripada suatu hari. Saya menyesalkan stroke jantung atau apapun. So di dunia ini kita punya pilihan, enggak bisa dijalanin aja disiplin atau menyesal. Pembicara 2 Sakit karena mencoba atau sakit karena menyesal pilih sakitmu. Pembicara 1 Ini sakit terima kasih banyak kok gue. Pembicara 2 Biasanya sudah ke surabas saya terus.

Podcast Summary

Key Points:

  1. Pentingnya menyadari luka batin dan proses penyembuhan diri, serta bagaimana penderitaan dapat menjadi jalan menuju pencerahan.
  2. Motivasi hidup dibagi menjadi dua
  3. Keputusan hidup tanpa alas kaki, tanpa sabun/sampo, dan menjadi vegan didasari oleh cinta pada lingkungan dan makhluk hidup, bukan sekadar gaya hidup.
  4. Kebiasaan bertanya dan merenung sejak kecil membentuk cara berpikir kritis, terutama karena tumbuh dalam minoritas ganda.
  5. Uang dan nilai komersial dapat meningkatkan keseriusan dan tanggung jawab, sehingga mengubah pandangan bahwa kerja sosial harus selalu gratis.
  6. Ego tidak harus dihilangkan, tetapi disadari dan ditempatkan pada posisi yang tepat, serta dapat "dibesarkan" dengan identifikasi yang lebih luas.
  7. Tiga reaksi terhadap penilaian orang lain

Summary:

Dalam podcast ini, pembicara pertama (Gobin) berbagi pandangan hidup yang mendalam tentang penyembuhan diri, motivasi, dan kesadaran. Ia menjelaskan bahwa banyak orang kehilangan waktu untuk menyembuhkan luka batin karena terlalu sensitif dan mudah tersinggung. Ia percaya bahwa penderitaan adalah jalan menuju pencerahan, seperti halnya karbondioksida yang diperlukan dalam kehidupan, bukan hanya oksigen.

Gobin juga membedakan motivasi berbasis ketakutan (*fear base*) yang ditanamkan sejak kecil, seperti ancaman sakit atau gagal, dengan motivasi berbasis cinta (*love base*) yang mendorongnya untuk hidup tanpa alas kaki, tanpa sabun/sampo, dan menjadi vegan demi cinta pada lingkungan dan makhluk hidup. Ia menceritakan pengalaman merenung di sawah yang membuatnya sadar bahwa air sabun mencemari lingkungan, sehingga ia memilih hanya menggunakan air. Sejak kecil, karena tumbuh dalam minoritas ganda, ia terbiasa bertanya dan merenung, yang membentuk cara berpikir kritisnya.

Ia juga mengakui bahwa pandangannya tentang uang berubah; uang dapat meningkatkan keseriusan dan tanggung jawab, baik bagi peserta maupun pengajar. Terakhir, ia menekankan bahwa ego tidak perlu dihilangkan, tetapi disadari dan ditempatkan pada posisi yang tepat, serta reaksi terhadap penilaian orang lain harus didasari kesadaran bahwa setiap orang memiliki doktrin dan cara pandangnya sendiri.

FAQs

Gobin percaya bahwa Tuhan memberikan umur manusia berdasarkan jatah napas, rata-rata sekitar 660 juta napas per kehidupan. Ia menekankan bahwa kita bisa memilih untuk 'irit' atau 'boros' dalam menggunakan napas tersebut, yang berimplikasi pada cara kita menjalani hidup.

Gobin membeli sepatu beberapa tahun lalu sebagai cara untuk 'menghancurkan ego'-nya. Ini adalah praktik melepas identitas dan melatih kesadaran diri, karena ia terbiasa hidup tanpa alas kaki selama hampir 14 tahun.

Motivasi berbasis ketakutan biasanya berasal dari ancaman atau hukuman, seperti orang tua yang menakut-nakuti anak agar mandi atau sekolah. Motivasi berbasis cinta muncul dari kesadaran dan empati, seperti keputusan Gobin menjadi vegan karena cinta pada lingkungan dan makhluk hidup.

Menurut Gobin, sekitar 90% orang akan memilih memegang keyakinan mereka dan mengabaikan fakta. Ini karena melepas keyakinan yang sudah tertanam bertahun-tahun terasa berat, sehingga orang cenderung menyampingkan fakta daripada mengubah keyakinan tersebut.

Awalnya Gobin berpikir kerja sosial tidak perlu menarik bayaran, namun ia menemukan bahwa uang membuat peserta pelatihan lebih serius dan guru lebih bertanggung jawab. Uang menjadi nilai tambah bagi kedua pihak untuk maju dan sembuh, sehingga ia melepas identitas 'Gobin sosial' yang tidak pernah menarik bayaran.

Tiga reaksi tersebut adalah cuek (kesadaran rendah), fight (melawan), dan aware (sadar bahwa setiap orang punya doktrin sendiri). Gobin memilih reaksi aware karena ia memahami bahwa lawan dari benar bukanlah salah, melainkan benar yang lain tergantung doktrin masing-masing.

Chat with AI

Loading...

Pro features

Go deeper with this episode

Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.