Go back

sampai sekarang belum lupa

0m 0s

sampai sekarang belum lupa

Cerita ini dibacakan dalam sebuah podcast dan berasal dari seorang pendengar yang mengirimkan kisahnya melalui email. Penulis mengenal seorang pria sekitar tujuh tahun lalu ketika keduanya masih berseragam sekolah. Meski berbeda sekolah, mereka tinggal di kota yang sama dan mulai dekat melalui pertukaran PIN BBM yang saat itu sedang populer. Pria tersebut digambarkan manis, perhatian, dan humoris, sangat sesuai dengan tipe penulis. Namun setelah beberapa bulan chatting, penulis menyadari bahwa hubungan mereka terasa seperti pacaran padahal statusnya hanya friendzone. Penulis sempat meminta kejelasan, tetapi pria itu selalu beralasan tidak ingin pacaran karena takut hubungan mereka berakhir. Penulis kemudian mengetahui bahwa pria tersebut sebenarnya menyukai cewek lain di sekolahnya, dan hanya tiga hari setelah kejadian itu, mereka resmi berpacaran. Penulis merasa kecewa dan bodoh karena telah percaya. Enam tahun berlalu, keduanya kini kuliah di kota yang sama namun di universitas berbeda. Penulis sempat menjalin hubungan dengan orang lain, tetapi kandas, sementara pria itu kini memiliki pacar yang hubungannya langgeng. Penulis masih sering bertemu dengannya dan menyadari perasaannya belum hilang sepenuhnya. Narator menutup dengan renungan bahwa cinta yang tak pernah dimulai memang menyakitkan, namun pada akhirnya kita harus menerima keadaan dan melangkah sampai menemukan seseorang yang tepat.

Transcription

999 Words, 6153 Characters

Indonesian
0:00 Iya, welcome back with me. Andy podcast. Welcome tutorial diary ya mun akhirnya tari 0:21 Hai again akhirnya buat podcast lagi. Akhirnya ada dari diary lagi. Semoga habis ini. Dia makin rajin lagi buat podcast. Seru banget topik hari ini. 0:37 Aku sangat tidak sabar untuk membahasnya karena waktu kebaca subjeknya tuh. Wah gitu hari ini teri yang kirim cerita menulis subjek belum sempat jadi apa apa tapi sampai sekarang belum lupa. 0:53 Wow ayo kita baca ceritanya. Anyway kamu bisa kirim cerita kamu ke tree diary lewat email. Sambil lupa. [email protected] ads go. 1:10 Halo paus dan tim rintik seduh hello sebelumnya aku mau bilang makasih banyak kalau cerita ini dibacain, semoga sana dan tim saya. Terima kasih banyak. Semoga kamu selalu juga jadi aku kenal dia kurang lebih 7 tahun yang lalu. 1:25 Waktu itu kami masih sama sama siswa berseragam yang bisa dibilang baru kenal sama yang namanya cinta. Aku sama dia satu kota tapi kami beda sekolah aku kenal dia karena aku temenan sama teman dia yang ternyata pindahan dari sekolahnya ke sek. 1:41 Singkat cerita aku sama dia dekat karena saling tukeran pin bbm aku ingat banget waktu itu masih jaman promote promote pin BBH judul banget deh kami akhirnya chattingan dan akhirnya dekat dia tuh tipe aku banget paus manis perhatian dan orangnya humoris. 2:01 Tapi setelah beberapa bulan chattingan, terus aku sadar kalau selama ini kami chatingan kayak orang pacaran, tapi statusnya cuma friendzone. Aku sempat nyoba beberapa kali buat cari kejelasan hubungan kami. Tapi dia selalu beralasan kalau dia tuh enggak mau pacaran karena dia enggak mau hubungan kami putus dan aku percaya percaya aja. 2:20 Tapi enggak lama dari itu aku tahu ternyata selama ini dia friendzone in aku karena dia sudah punya cewek lain yang dia taksir di sekolahnya. Aku enggak terima banget waktu itu aku marah sama dia, tapi dia membela diri dengan bilang kalau dia cuma di jodoh jodohin saja sama teman temannya. 2:38 Dan yang dia suka cuma aku dan aku lagi lagi percaya. Tapi cuma selang 3 hari dari kejadian itu aku dapet kabar dari temenku. Kalau dia udah jadian sama cewek yang dia bilang cuma dijodoh jodohin itu aku kecewa dan nangis banget. 2:55 Aku ngerasa bodoh percaya dia gitu aja. Kami akhirnya selesai dan kabar terhadap aku tahu kalau hubungan mereka enggak bertahan lama. Sekarang udah 6 tahun berlalu dan kami sudah sama sama kuliah lagi lagi di kota yang sama. 3:10 Tapi di universitas yang beda setelah enggak sama dia, aku sempat jalan hubungan sama orang lain tapi berakhir kandas dan dia sekarang udah punya pacar dan hubungan mereka langgeng banget. Aku sempet ngemut story Instagram dia dan menghapus nomornya di handphone ku. 3:28 Karena ternyata aku enggak seikhlas itu buat ngeliat dia sama orang lain. Tapi enggak tahu takdir atau apa. Aku malah jadi sering ketemu dia pas dia lagi sendiri atau pas dia lagi bareng pacarnya. Dia masih sama paus baik dan sahur ramah ke aku meskipun cuma terkesan basa basi tapi pas dia lagi barang pacarnya dia enggak nyapa aku ya aku ngerti lah kalau dia lagi menjaga perasaan pacarnya mereka. 3:54 Ternyata pasangan yang sempurna banget dari pertemuan pertemuan itu aku sadar kalau dia berhak dapat perempuan yang sama, sempurnanya kayak dia. Perempuan yang gak cuma lebih cantik dan baik tapi juga pintar punya keluarga yang harmonis dan punya banyak teman. 4:12 Dari pertemuan pertemuan itu, aku berulang kali menyadarkan diriku. Kalau aku nggak sesempurna itu buat bareng dia, tapi enggak tahu kenapa setiap ngeliat dia aku kayak punya perasaan yang tiba tiba muncul. Perasaan yang aku kira udah selesai. Tapi ternyata perasaan itu sepenuhnya ga pernah hilang. 4:29 Perasaan itu malah punya ruang sendiri di hati aku. Sampai sekarang aku masih terus maksa diri. Aku buat lupa sama perasaan ini. Aku maksa diriku melupakan seseorang yang bahkan enggak pernah jadi punyaku tangannya yang bahkan belum sempat aku genggam. 4:46 Senyumnya yang cuma pernah aku nikmati dari jauh dan hatinya yang memang enggak bisa kukatakan pernah jadi milikku. Ya memang benar belum sempat jadi apa apa. Tapi meski begitu, aku bersyukur kisah ini pernah ada. 5:04 Kayak musim yang tak semua kita ambil gede. Menurut aku kamu harus baca sih tapi. Anyway. Aku tahu banget lagi rasanya. Apalagi udah meluluskan buku yang juga membahas sedikit tentang ini. 5:24 Tapi kupikir kita emang sering dihadirkan situasi menyebalkan semacam ini nggak sih jatuh cinta dari jarak jauh? Kayak senyata itu kalau kita enggak bisa berbuat apa apa keadaan yang rasanya ingin sekali bisa kita kendalikan, tapi balik lagi. 5:47 Kita enggak bisa apa apa selain semakin jatuh kepadanya. Jatuh cinta yang banyak batasannya. Kita enggak bisa mundur karena sejatinya kita pun mengerti kalau kita emang enggak bisa maju dari awal. 6:03 Kita ingin berlari, tapi kita tahu kalau kita enggak bisa mulai perjalan ini sama sekali. Dia adalah nama yang enggak bisa kita sebutkan. Dia adalah cerita yang enggak bisa kita ceritakan ke orang lain. Dia adalah rahasia hati kita yang paling besar dan pada akhirnya kita bukan menginginkan dia. 6:23 Kita hanya ingin dibuat mudah melupakannya. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Kumpulan kenangan itu seperti selalu menemukan jalannya untuk menunjukkan keberadaannya kepada kita. Kenangan itu terus menguji kita. 6:41 Membuat semuanya jadi lebih sulit dari yang bisa kita bayangkan. Tapi meski begitu meski sulit. Kita tetap berusaha untuk melawan. Ya kita tetap mencoba untuk melupakan dengan pemikiran pemikiran seperti mungkin aku terlalu meromantisasi ini semua mungkin. 7:02 Aku sama dia cuma ada di dalam kepalaku. Mungkin harapan ini gak seharusnya tumbuh, tapi sayangnya ada aja momen yang membuat kita kembali jatuh kepada. Tapi kenapa aku enggak bisa berhenti mengingatnya? Kenapa nama itu selalu muncul? 7:19 Kenapa aku terlanjur ingin dekat nyebelin kan mungkin alih alih melawan. Kita bisa berusaha untuk menerima keadaan ini aja kali ya. Kita coba untuk jalanin hidup dengan perasaan kita yang emang ada buat dia sampai nantinya kita capek sendiri sampai kita menemukan jalan keluarnya sampai kita tiba kepada yang memang tepat buat kita.

Podcast Summary

Key Points:

  1. Cerita berasal dari seorang pendengar yang mengirimkan kisahnya ke podcast melalui email.
  2. Penulis mengenal sosok pria tersebut sekitar tujuh tahun lalu saat masih berseragam sekolah di kota yang sama namun berbeda sekolah.
  3. Hubungan mereka terjalin melalui chatting yang terasa seperti pacaran, tetapi statusnya hanya friendzone.
  4. Penulis sempat meminta kejelasan hubungan, namun pria itu selalu beralasan tidak ingin pacaran.
  5. Penulis kemudian mengetahui pria tersebut menyukai dan akhirnya berpacaran dengan cewek lain di sekolahnya.
  6. Enam tahun berlalu, mereka kini kuliah di kota yang sama tetapi di universitas berbeda.
  7. Penulis masih sering bertemu pria itu dan menyadari perasaannya belum sepenuhnya hilang meski berusaha melupakan.
  8. Narator menutup dengan renungan tentang cinta yang tak pernah dimulai dan pentingnya menerima keadaan.

Summary:

Cerita ini dibacakan dalam sebuah podcast dan berasal dari seorang pendengar yang mengirimkan kisahnya melalui email. Penulis mengenal seorang pria sekitar tujuh tahun lalu ketika keduanya masih berseragam sekolah. Meski berbeda sekolah, mereka tinggal di kota yang sama dan mulai dekat melalui pertukaran PIN BBM yang saat itu sedang populer.

Pria tersebut digambarkan manis, perhatian, dan humoris, sangat sesuai dengan tipe penulis. Namun setelah beberapa bulan chatting, penulis menyadari bahwa hubungan mereka terasa seperti pacaran padahal statusnya hanya friendzone. Penulis sempat meminta kejelasan, tetapi pria itu selalu beralasan tidak ingin pacaran karena takut hubungan mereka berakhir.

Penulis kemudian mengetahui bahwa pria tersebut sebenarnya menyukai cewek lain di sekolahnya, dan hanya tiga hari setelah kejadian itu, mereka resmi berpacaran. Penulis merasa kecewa dan bodoh karena telah percaya. Enam tahun berlalu, keduanya kini kuliah di kota yang sama namun di universitas berbeda.

Penulis sempat menjalin hubungan dengan orang lain, tetapi kandas, sementara pria itu kini memiliki pacar yang hubungannya langgeng. Penulis masih sering bertemu dengannya dan menyadari perasaannya belum hilang sepenuhnya. Narator menutup dengan renungan bahwa cinta yang tak pernah dimulai memang menyakitkan, namun pada akhirnya kita harus menerima keadaan dan melangkah sampai menemukan seseorang yang tepat.

FAQs

Friendzone adalah kondisi ketika dua orang berinteraksi sangat dekat seperti pacaran, tetapi status hubungannya tidak pernah jelas dan hanya dianggap sebagai teman.

Karena perasaan itu tidak pernah benar-benar hilang dan memiliki ruang sendiri di hatinya, meskipun hubungan mereka tidak pernah menjadi apa-apa.

Frasa itu menggambarkan hubungan yang tidak pernah mencapai status resmi atau kenangan fisik seperti bergandengan tangan, sehingga terasa menggantung.

Penulis merasa tidak ikhlas hingga menghapus nomor telepon dan sempat mengintip story Instagram pria itu.

Andy menekankan bahwa terkadang kita harus menerima keadaan dan perasaan yang ada, sambil terus berusaha move on sampai menemukan jalan keluar.

Cobalah untuk menerima perasaan itu, jalani hidup dengan perasaan tersebut sampai capek sendiri, dan perlahan temukan jalan keluar menuju orang yang tepat.

Chat with AI

Loading...

Pro features

Go deeper with this episode

Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.