Go back

S3 Ep. 23: Hubungan Energi dengan Branding

14m 13s

S3 Ep. 23: Hubungan Energi dengan Branding

Dalam podcast ini, pembicara menjelaskan hubungan antara vibrasi energi (NRK) dan personal branding. Ia memulai dengan pengalaman pribadi saat energinya rendah, yang membuat karirnya stagnan dan menarik hal-hal negatif. Setelah belajar mindfulness, mindset shifting, dan teknik dari buku "The 4 Tendencies," ia memperbaiki energinya, yang kemudian meningkatkan vibrasi dan membuka peluang seperti menjadi mentor dan pembicara di kampus. Personal branding yang autentik, berdasarkan passion dan keinginan tulus untuk berbagi, lebih efektif daripada mengejar popularitas atau uang. Ia menekankan bahwa branding bukan sekadar konten viral, melainkan cerminan energi diri yang nyata. Dengan energi positif, seseorang dapat menarik orang-orang yang mendukung dan membangun jaringan melalui komunitas, seperti Toastmasters, tanpa perlu kepalsuan. Intinya, sebelum membangun branding, seseorang harus memeriksa tujuannya: apakah untuk memberi nilai atau hanya mengejar angka. Energi yang tulus dan pengalaman nyata akan membuat branding lebih berkelanjutan dan menyentuh hati audiens.

Transcription

1698 Words, 10897 Characters

Indonesian
Hai teman-teman penengar potnya setiap ravi di bisok kali ini untuk tantang 30 hari potnya selama ramai dan saya akan membahas mengenai hubungan antara NRK di dalam dirimu ketika akhirnya kamu juga memutuskan untuk membangun personal branding nah sebelum kita ngomongin NRK ini saya mau kasih tahu kalau akun trad saya yang pertama ya itu ravi under score trad kenapa benanya? kenapa benanya? seperti ini sedang sensitif dengan tautan apa pun jadi tidak cuma yang juala berubah di cita? bahkan yang tautan menuju potnya saya yang tinte ada ini ya tanpa ada kering cian jualannya cuma tautan potnya itu juga di tengah ravi menyelahi peraturan metak maka saya sarankan buat teman-teman supaya tidak sampai hilang ya saya sudah mengajukan banding ternyata malah di api permanen sedi banget sebenarnya karena saya juga ketemu-temen banyak di akun pertama dan dapat kelayang juga dari akun ravi under score trad tapi itu oke, tidak apa-apa saya membuat akun baru lagi yang nanti bisa kamu cek di deskripsi dan juga bisa kamu cek di telegram channel sekarang saya akan kembali ketopik membahas mengenai hubungan antara NRK dengan personal branding jadi pasti teman-teman sudah sering dengan sama yang namanya vibrasi jadi ketika kita punya vibrasi jalak atau rendah kita juga akan menarik orang-orang yang vibrasinya sama atau selefon saya akhirnya juga melihat diri saya sendiri dulu waktu saya masih menjadi pendulis yang hubungan gak lau kalau nulis artikel juga isnya tentang curhatan, nitu walaupun tidak curhatas cara pribadi tapi curhatan terkait hal-hal yang saya buat dalam puisi jadi dulu di blog saya, wordcoly.com itu saya buat puisi akibatnya yang datang ke saya juga hal-hal yang bikin malah jadi meluk pekerjaan jadi kayak makin berat, ternyata rasanya pada hal sebenarnya pola kerja sama di kantor saya juga merasa bahwa apa ya kayak apa yang tidak berasal jadi kayak semuanya itu gak berjalan dengan saya jadi kayak merasa karir menelisa itu stak kemudian saya juga beringat pada hal saya juga lagi banyak kelain waktu itu kenapa ya saya bertanya berada di sendiri oh ternyata waktu itu saya masih dalam kondisi lu jadi ada banyak masalah kita kan baik masalah pribadi dan hal-hal yang terkait pekerjaan yang membuat saya akhirnya printout enak-enak lu ya akhirnya saya juga tidak maksimal untuk aktivitas saya sebagai seorang interperetter jadi akhirnya saya berpindah ke pekerjaan dan saya mencari tempat yang tidak ada mau dan juga lebih banyak melihat sawa tapi perlahan energi saya bagus saya lebih happy bahkan orang tua saya juga memperhatikan bahwa ada perubahan di wajar dan kesatan saya saya juga berdua bisa nabung karena sebelumnya kayaknya selalu habis buat pergi ke klinik karena sebenarnya saya gampeng naik atau saya bambung duit buat pergi ke kafi karena kalau stress pengennya makan enak gitu kan nah disini lah akhirnya saya belajar lebih banyak tentang mindfulness dan juga belajar tentang mindset shifting saya udah paham soal lo of fraction itu sejak 5-6 tahun lalu tapi baru kencari-genjari itu sekitar 4 tahun ini saya praktikan saya belajar meditasi sederhana kemudian saya juga mulai membaca buku-buku perkayaan dengan neuroscience dan psikologi biha fiorisme yang menjadi target atau object mendeliti yang pertama adalah diri saya sendiri akhirnya saya memperkaitkan satu teknik yang sangat saya suka dari buku the 4th tendencies karena ya grachian rupin yang mungkin kamu juga udah baca karena bukunya yang terkenal di Indonesia itu judulnya happiness project gitu udah ada terjemahnya juga the 4th tendencies ini juga ada terjemahannya tapi tidak sepapulair bukunya grachian rupin yang happiness project the 4th tendencies ini mengajarkan saya untuk mengenali tipe teknik saya dalam responus hal-hal di dalam diri dan juga hal-hal dari luar jadi ibaratnya namanya juga tekniknya itu kecenderungan setelah saya mengenali diri sendiri saya menggali lebih banyak belajar soal leadership lebih bagus karena saya punya avobia leadership saya mencari mentor dan akhirnya membuat work class perlahan akhirnya fibrasi saya terasa naik dan setelah saya mulai belajar untuk memperbaiki cicesis-sicesof kill dan juga mindset kesempatan untuk menjadi mentor itu datang sendiri saya diminta komunitas seperti in script lalu cura kan artikel dan juga klien-klien pre-fact yang belajar kopi writing, mindset shifting, hingga storytelling lain-lainya saya sudah pengen menjadi seorang writing coach itu sejak awal-awal ya jadi saya memang suka sharing saya suka menjadi mentor tapi bukan sihatnya formal saya pengen menjadi seorang praktisi nah sebelum- sebelumnya saya belum berani untuk menjadi mentor akhirnya selesai belajar memperbaiki diri dan belajar branding saya ketemu satu hal ini menarik ketika saya membuat branding yang kebanyakan naik watch story, entah itu insta story atau watch up story saya tidak butuh follower banyak untuk menarik orang menjadi klien atau ikut kelas saya namanya saya juga dikenal sampai akhirnya saya diminta untuk berapa kampus menyesi materi mereka dan itu semua karena media sosial dan perlu kamu tahu media sosial saya yang utama yang persoanal itu revi dinar itu isinya juga tidak aesthetic amat biasa saja saya cuma sharing soul traveling soal buku yang saya baca atau karya saya yang baru release tidak sampai ini ya, sampai 3 ribu followers nah ini pertanyaan ada bahwa untuk membangun branding yang kita pelukan adalah being genuine atau menjadi tulis kita harus nata energi kita dulu kalau energi kita adalah majar angka kita cuma pengen, menjaru wang dan lain-lain maka ini akan menjadi energi yang tidak tulis semua orang pasti pengen punya klien pengimunatisasi cuma saya percaya apa yang kita buat dengan tujuan untuk memberi inside sharing agar orang lain juga tidak meniruh ke selan kita atau kita berbagi supaya orang lain juga bisa mencoba kesempatannya udah kita dapat itu akan lebih tersempaikan dan menyentuh hati target audience kita saya udah mengertikannya tanpa harus punya konten yang viral saya bisa punya banyak klien freelance saya di bidang interpreting dan juga dress lighting itu juga jalan ini semua malah menurut saya dapatnya dari referal atau recomenda si dari kawan kawan saya jadi ketika saya punya energi yang bagus saya kat off orang-orang yang toksi saya fokus untuk lebih peduli sama orang-orang yang menang support sama saya dan juga saya support mereka kita memutuksi nerki atau berkola burah akhirnya energinya semakin teramplifikasi atau mengambang jadi ketika membuat personal branding itu tidak cuma seolah konten met sauce aja branding itu juga sesuatu yang kita tampilkan di duniannya tak ya jadi saya juga punya klien itu juga dari duniannya tak klien untuk menulis novel salah satunya saya dapatkan dari tostmasters international jadi saya ikut satu klik di Surabaya namanya Eagle tostmasters ada klik klik yang lain kita berinteraksi dan saya bercerita tentang aktivitas saya sebagai seorang penulis di situ akhirnya muncul ada orang yang rasa bahwa cerita saya bagus dan kelihatan cinuin gitu dan akhirnya beliau mau minta mentorin private jadi intinya sebelum kamu membuat personal branding berarti kan dulu apakah kamu berangkat dari sebuah tujuannya cuma mengajar anka atau cuma mengajar popularitas ketika kamu ingin mengajar popularitas maka secara tidak langsung kamu akan melihat konten-konten yang trend kamu fomu lalu kamu perusaha meniru pada itu belum tenten tuyak cemis kontennya cocok-cok sama kamu makanya pasti kalian juga udah tau banyak sekali kreator-kreator yang gaya-nya selama ini seperti selangit lalu kita merasa bahwa ini udah sukses banget terima-tiba terindinya hancur karena ketawan hoax semuanya fake ini tidak cuma kreator dalam negri tapi juga di kreator-kreator luar juga seperti itu berusaha untuk terlalu terlihat keren dan dianggap anak-anak-anaknya beda hal semuanya di atas kemampuan asinya jadi intinya berarti atilah ketika kamu membangun proses melaburkan brand-ing dengan energi yang tidak sebenarnya bagus lalu berikutnya apa kak kita hanya menampil kasesuat yang palsu karena takutnya nanti offer sharing ini lah yang dibutuhkan kesadaran dari diri kamu sendiri membangun proses melaburkan brand-ing itu bukan membangun sesuatu yang tidak ada kalau kamu pengen dikenal sebagai penulis, yang berarti seharian-harian kamu nulis bukan karena kamu ingin dikenal, lalu kamu baru nyobanya-banyu nulis pada hal kamu sebenarnya tidak hubungi nulis amat jadi kalau ketika kita membangun brand-ing usaha 2-3 bulan sebelumnya, memang kamu sudah passion banget sama topik ini kamu suka atau berminat sama bidang yang akan kamu jadi kan brand-ing karena membangun brand-ing tidak harus kamu juri expert dulu sesuatu yang membuatnya satu orang untuk belajar itu bisa kamu bagikan kamu membagikan pengalaman-manu belajar ini juga bisa menjadi brand-ing cuma kalau itu sesuatu yang kamu bikin atau topik yang kamu share itu cuma sekedar foamu bukan hal yang memang kamu passionate banget jadi hanya bahaya dan bencinya akan habis di tengah-tengah saya sudah suka menulis itu sejak masih SD jadi hampir separuh hidup saya itu memang untuk menulis apalagi memaca buku saya kena asam lambung itu karena saya suka belajar dan kalau sudah memaca buku itu sampai lupa waktu jadi kalau ngomongin soal menjadi buku warm itu bukan foamu lagi kan memang ada bejani bagian hidup saya gitu ketika saya membagikan tips-tips menulis itu juga hal yang sudah saya jalan kan makanya saya bagikan supaya teman-teman penulis pemulai itu punya panduan dan tidak harus mengambil keputusan yang salah seperti saya dulu misalnya jadi lakukan hal-hal yang memang kamu minat banget kamu suka dan kamu pelajari branding itu juga bisa kamu lakukan ketika di duniannya tersepting yang saya bilang jadi ketika kamu teman-teman baru di komunitas kamu share kalau kamu suka nulis, kabar, cahadan itu akan bertanya oh si suka baca apa nulis apa gitu nah dari situ kamu bisa membagikan blocmu dan minta mereka untuk membaca dan ini akhirnya bisa membangun trafik baru dari duniannya tak jadi kalau misalnya ada orang yang bitter masih suka iri, julit coba kata dulu energi mau supaya energi mau untuk bikin konten itu energi yang shinuin pengen sharing secara tulis dan murni apakah saya tidak pernah iwi? pasti pernah saya bukan seorang santa atau saya bukan seorang malah ekat gitu ya saya hanya manusia biasa cuma kalau dibandingkan ravi yang dulu, ketika ada iri atau apa ya ada rasa minder saya bisa mengumbah atau switch energinya untuk bisa lebih positif lagi dengan lebih cepat jadi tidak putuh waktu lama maka kemampuan mindset shifting ini lah yang membuat saya akhirnya tidak terjebat ke lama-lama dalam energi yang negatif gimana teman-teman apakah sudah jelas gitu ya dengan gambarannya kalau misalnya kamu ada pertanyaan silakan sampai kan detail grang channel atau kamu bisa DM di kata ravi ke ATA_RAF semoga berwarna fahad dan sampai jumpa di podcast kata ravi berikutnya

Podcast Summary

Key Points:

  1. Vibrasi energi diri memengaruhi hasil personal branding; energi rendah menarik hal negatif.
  2. Perbaikan diri melalui mindfulness, mindset shifting, dan teknik seperti "The 4 Tendencies" membantu meningkatkan vibrasi.
  3. Personal branding yang autentik dan tulus, bukan demi popularitas atau uang, lebih efektif menarik audiens dan klien.
  4. Energi positif dan fokus pada dukungan timbal balik memperkuat branding, tanpa perlu konten viral.
  5. Branding dibangun dari passion dan pengalaman nyata, bukan sekadar tren atau kepalsuan.
  6. Komunitas dan interaksi langsung (seperti Toastmasters) juga menjadi sumber peluang branding.

Summary:

Dalam podcast ini, pembicara menjelaskan hubungan antara vibrasi energi (NRK) dan personal branding. Ia memulai dengan pengalaman pribadi saat energinya rendah, yang membuat karirnya stagnan dan menarik hal-hal negatif. Setelah belajar mindfulness, mindset shifting, dan teknik dari buku "The 4 Tendencies," ia memperbaiki energinya, yang kemudian meningkatkan vibrasi dan membuka peluang seperti menjadi mentor dan pembicara di kampus.

Personal branding yang autentik, berdasarkan passion dan keinginan tulus untuk berbagi, lebih efektif daripada mengejar popularitas atau uang. Ia menekankan bahwa branding bukan sekadar konten viral, melainkan cerminan energi diri yang nyata. Dengan energi positif, seseorang dapat menarik orang-orang yang mendukung dan membangun jaringan melalui komunitas, seperti Toastmasters, tanpa perlu kepalsuan.

Intinya, sebelum membangun branding, seseorang harus memeriksa tujuannya: apakah untuk memberi nilai atau hanya mengejar angka. Energi yang tulus dan pengalaman nyata akan membuat branding lebih berkelanjutan dan menyentuh hati audiens.

FAQs

Energi atau vibrasi yang kita pancarkan akan menarik orang dengan energi serupa. Jika energi kita rendah, personal branding yang dibangun juga akan terhambat dan tidak autentik.

Karena energi yang negatif atau palsu akan membuat branding terasa tidak tulus dan tidak bertahan lama, sedangkan energi positif membantu menarik klien dan kesempatan secara alami.

Mindset shifting adalah kemampuan mengubah pola pikir negatif menjadi positif dengan cepat, sehingga kita tidak terjebak dalam energi rendah dan bisa fokus pada tujuan branding yang autentik.

Tidak. Dengan energi yang baik dan konten yang genuine, kita bisa mendapatkan klien dan kesempatan meski hanya memiliki ribuan pengikut, asalkan fokus pada sharing value.

Bagikan pengalaman belajar atau proses Anda. Anda tidak perlu menjadi ahli dulu; yang penting adalah topik tersebut benar-benar Anda minati dan passionati, agar tidak kehabisan energi di tengah jalan.

Karena branding yang palsu atau hanya mengikuti tren akan mudah terungkap dan merusak kepercayaan. Autentisitas membuat pesan lebih menyentuh hati audiens dan membangun hubungan jangka panjang.

Chat with AI

Loading...

Pro features

Go deeper with this episode

Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.