Go back

S2E5 - Unpad Urban Legend

from SPOTIME

17m 25s

S2E5 - Unpad Urban Legend

Transkrip ini menceritakan tiga cerita horor yang terjadi di sekitar Universitas Pati (Unpat), dengan fokus pada Spot 5 dan lokasi kampus. Pertama, ada makasih so ex, sosok yang disebut memiliki atribut khusus dan bisa mengganggu, bahkan membuat orang merasa terhantui. Kedua, jembatan cincin kuno dianggap berbahaya karena legenda tentang seorang wanita yang melompat dan suara tangis yang terdengar hingga kini. Ketiga, kejadian di FIB dan sekret kampus menyebabkan rasa takut karena suara tangisan, kehadiran sosok mistis, dan kejadian aneh seperti lemparan saat naik motor. Semua cerita ini menunjukkan bahwa keberadaan legenda horor sangat kuat di lingkungan kampus, dan meminta para penonton untuk waspada saat malam hari. Cerita-cerita ini menekankan bahwa pengalaman horor sering terjadi secara tak terduga, terutama di tempat yang memiliki sejarah atau mitos kuat. Meskipun tidak dijelaskan secara pasti, semua cerita menggambarkan kekhawatiran dan ketakutan yang dirasakan oleh para pemilik pengalaman.

Transcription

3141 Words, 17945 Characters

Indonesian
- Spot 5, kan? - Spot 5, kan? Hai, Hai, Spotter! Sebenarnya keadaan ini. Di Spot 5, memang memayai, bersama gua Gapriel dan. Gua, pisar dis! Yang membakal meninkelian, selama berapa menit ke depan nih? Pas banget dipit. Sekarang kan tak ada 30 doktor bernya. - Betul banget, ke. - Dan kebetulan. Sekarang lagi halau ini, Yana Fit. Ya nih, mempunuh lagi halau ini. Hari ini kita hadir disini. Manggabah cekin, cerita cinta horror di unpat dan sekitar ini, Gap. Betul banget, langsung belanja kali ya, yang pertama. Oke, buat cinta yang pertama tuh, namanya makasih so ex. - Madu. - Sama yang pertama. Cintanya Gini Gap. Stiap tahunnya, Fiko menghadir berimana, makasih so baru? Yang namanya dia lo Fiko. - Dia tahu karmu, namanya itu. - Tahu, tahu. - Udah gak asing kan, buat kita. - Gukup. Nah, kisah ini hadir, setiap tahunnya. Ketika ngatang ganjil baru masuk ke kegiatan ospa Fiko. Koron katanya, makasih so ex ini muncul disini, pangkatan ganjil. - Madu. - Selain itu. Kahadiran makasih so ex ini, dapat dikenal, karena saat ospa. Ya, kita memakai atribus sama sekali. Jadi, dia beda sendiri tuh, Gap. Dan musuh juga kan buat para penitiannya kali ya. - Iya. - Yang aneh gitu, langsung pakai atribus Niri. - Kayak diberas-niri. - Beberas-niri, bener banget. Katanya, kalau penitian lihat makasih so ex ini, tidak boleh ditriakan atau ditegur. Karena, biasanya, dia tuh bisa menghantui. Dan mengangguk semuanya, bukan tadi kedua, tapi kayak. - Maksudnya juga kayak diganggu nih. - Maksudnya diganggu ya. Mungkin, mungkin, tapi kayaknya gitu. Jadi, kalau Koron katanya gitu, Gap. Untungnya, akatan 2-1 kita kamaran online, ya. Betul banget, karena kita mabak online, jadi gak ngalaminan gini. Pak, kita kan cilakan. - Iya. - Untung banget. Tapi, gak tau dia terang katanya 2-3 gimana ya? Aduh, jangan sampai, dia kacin mereka kan. - Kacin kita juga, Gap, kita kan panggitan. - Iya, kita ngerpan itu. Jadi, gak walaupun mereka ngosin mereka juga. - Oke, kita ngajet ke cerita kedua nih. - Walaupun. - Yang kedua tentang cerita tanggishan dijebatan cincin. - Seram banget. - Dengan namanya ya, udah. - Bulu kuduk, meninggalkan terlalu langsung meninggalkan. - Iya, gila. Lan, ajetnya ya. cerita ini mungkin udah gak asing nih buat kebanyakan orang. Tapi, untuk yang belum tahu. Jumatan cincin ini merupakan jembatan, peninggalan zaman menjajahan nulandak. Di bangun pada tahun 1917. - Sudah lama, ya. - Lama banget, pokoknya. Berdasakan cerita warga nih. Ada sesuatu kwanita yang sekelebat menampakan dirinya. Dan dia udah yanggap sebagai pengunik tempat tersebut. - Kayak penyaganya gitu. - Kunceng, ya kali ya. - Iya, kunceng. - Kuncengnya. - Terus konon katanya. - Konon katanya lagi. - Apatuh. - Apatuh game. Sesuatu kwanita tersebut meninggal dengan cara melompat dari jembatan. - Bu, sen. - Kenan? - Apa, minta hape dia. - Kenan bukannya. - Bukan bukannya. - Kenan bukannya. Terlalu dia lagi, Hamir, hamir di Lorny Kapit. Terus pasangannya tuh, saat itu gak mau tanggung jahopit. Itu pelajaran buat mabah apa sekarang. - Bagaimana? Masih suatu juga? - Masih suatu ya. - Masih suatu ya? - Masih suatu 3-5. Atau namanya suatu akhir jangan sampai, deh. Terutama Masih suatu yang pernah emang. - Nggak boleh, kayak gitu. - Ati aja. - Iya. Terus katanya terkadang gak gue nih. Itu dirasakan sama Masih suatu ketigast sedang melawatin jembatan tersebut pit. Seperti ada suara tangisan. Terus tadappad bawangnya bunga kembang. Bakan ada juga yang pernah mendengar primintan tolong gitu kayak. - Waduh, tolong, tolong. - Dari bawah, kali ya. - Kayaknya udah berpunyai. Serba ganti kayaknya. - Sangat, berpunyai. - Jadi ngomongin ga usah, negara-negara. - Iya, ngomongin ga usah, negara. - Lu puluh pas hati kita ada ketibatan. - Iya, gitu. - Batuan pas hati kita ada ketibatan cincin, nggak iske lu kalian tau. - Tapi ngomongin disipil, kan? - Ada gantar, ternyata. - Di ating. Dia hanya ke sini. Ejangan harusnya ternyata. - Ejangan, enggak. - Tampu. - Nah boleh, paman nih. - Tampu. - Anjut, kecil tak ada 3. - Pagularan? - Malam di aru, teman-teman. - Pas banget, ada ujung. - Pas banget, jangan. Jangan, jangan. - Mending ketala jatanya kecil. - Adut aja deh, cerita ketiga nih. - Itu udah pengalaman dari mengospek di FIB. - Maduh, FIB yang ketala horor banget. - Yang katanya horor banget, bahkan cuma bukan satu nih, kalau gue juga pernah denger sih ya. - Tidak, cerita lagi nih ya. - Tapi kita si doja kali ya, gepe. - Kita baca dua gini nih, jadi kalau ceritanya ini tuh dapetnya dari caskus, tapi lu men horor nih gepe. - Kegedi aneh, saat tahun 2007, disebut namanya sebut aja si A. - Ini dia jadi panitnya komendis di aspect fakultas ilmu budaya, saat itu sehanior-seniornya, menyuruh junior, panitnya aspek dalam nanda kurungnya. - Untuk melakukan jurid malam, tau ga gitu. - Yang jalan-jalan malam gitu ya. - Betul banget. - Nah itu tuh, mengelingin PSBJ gear, tau ga PSBJ? - Betul, PSBJ tuh. - Jadi tuh kayak au lah yang hibi gitu loh. - Oh. - Iya. - Kalau ga salahnya di jepang ya. - Sebelahnya jepang, saya jepang ya, dia ketekat sama kaden jepang. Nah PSBJ tuh sih, katen ripusat itu di bahasa jepang, makanya dia ketekat sama kaden jepang tuh. - Terus. - Nah. - Treklingnya itu, dari keras depan, sampe terasa depannya lagi pokoknya. Karena si A.in orangnya penakut. - Siara mau ngomong nih. - Mau ngomong. - Mau ngomong lagi mana tidit? - Mau ngomong nih. Minta berdua pas ngomongnya. Akhirnya, setelah negosiasi dibolahin tuh jalan-barang sama temennya rata-kut. - Iya. - Nah yang disebut itu si pek nih, yang namanya penin. - Namanya pek aja. - Iya. - Siapa jacket pepeng atau pokok pepnya? - Salah, salahnya. - Yang itu tuh yang ga diketahui si A.in nih, bahwa si pek ini adalah hanna indik doger. - Indik doger. - Salah orang. - Iya, jangan indik dolar, seram gue juga indikong. - Indikong. - Indikong. - Indikong. - Nah, pas lagi killing posinya, si A.in nih depan si pek posinya tuh jadi jalan-jalan ga barang-garang gitu. A, yang depan pek di belakang. Nah, jalan-jalan itu paling cuma 1 meter lah kurang lebih. - Agak. - Iya, jalan-jalan gitu. - Jalan-jalan gitu. - Gitu kan. - Nah, nah. - Pas lagi lewatin terpustaka nih, si pek bilang. Eh, lu jalan-jalan ga setmana-mana ya. - Nah. - Udah lurus aja, karena dia indigo. - Iya, oke. - Iya. - Nah. - Karena atu orangnya i aja. Jadi dia dilakuin aja tuh, karena kan dia ga tau apa tuh cuma denger-kata temennya doang-kata si pek gitu. Nah udah gitu, penerangannya tuh pasti cuma dililin doang satu yang kecil terdilanta ya udah terpustaka. - Waduh. - Kebayaan ga setemanya gimana. - Kayaknya dikasih, dikasih pilihan tuh, pokoknya kapa dililin ya. - Yangan gitu. - Itu beda lagi gitu kan. - Salah. - Mau jagalnya, napa gimana tuh? - Gila setemanya beda lagi game, bukan temen-temen itu lebih kemistis. - Mistis sih. - Lebih kemistis. Nah udah gitu, pas lagi jalan-jalan lewatin terpustakaan. Di belokan deket tangga tuh siabilang ke si pek. - Kita sebut aja pek ya. - Ya gimana tuh? - Ping. - Ping. Kayaknya di belokan tuh ada senior deh. No, bayangannya kelihatan. - Waduh. - Tapi si pek jawabnya tuh ga ada apa-apa. Udah di belokan aja. Eh, jadi kosong ga ada orang. Tapi karena sih ini rabun. Jadi dia mikirnya oh selaliat aja kali ya gitu kan, jadi kayak burang-burang gimana gitu. - Untung dia burang, deh. - Untung dia burang kalo jelas. - Bikirnya oh segar burang. - Nah. Habis itu, lewatin ruangan itu tuh yang namanya buat kayak acara upacara gitu deh. - Iya. - Minum teki pang tuh deh. Minum teki pang sih tuhnya kayak si i-ningat ada sosok item lagi telungku. - Serem banget sih. - Serem banget sih. - Udah bayang. - Kita telungku lagi posinya ya kan. Karena maksudnya, tai i-ni bilang permisi. - Eh, dia ngomong lagi. - Dia ngomong di izin dulu. Terus tapi yang bikin serami lagi nih, waktu dia bilang permisi. Sesoknya tuh cuma ketawa doang, teki kekan aja gitu. - Ini banget sih, gue kira fikom dong yang ngerin nih. - Ternyatanya kayak gitu ya. - Mungkin dia lebih ngerit nih. Akhirnya udah beres nih jidit malamnya sampai lagi ada di tersepannya tadi tuh yang awal kayak sokan harinya. Aduh mau berlalu sama pek nih. Mau berlalu lagi kita yang besoknya. Sipe tuh bilang eh tadi malam nulit banget bayangnya item gak. - Iya. - Untung ngomong sama gue deh. - Waduh. - Nah, kebayang tuh ngomong. - Nah, trusipe ga jelasin. - Iya, utung ngomong. Kalau ga dia nampakin diri tuh. Tapi gara-gara lu hanya kannya di orang. Makannya dia ga jadi ating sama kita. - Lagian itu bayangannya nampak cahaya dari mana. Lopi keren aja, kalian segeri upil gitu masa cahaya bisa nyampe ke ujung tanggak gitu. - Iya sih benar. - Jauh kan. - Kalau misalkan yang ke lumayan deh. - Numa yang banget. - Kalau misalkan ketawa bayang itu gak akan ada masiner sih, game. - Iya. - Nah trusipe lanjut ngomong nih. Terus di wasit tuh, sorry ya, lagi nih katanya. Itu juga bukan orang, gua seluruh kemalu bisa waduh yang teg itu. Untung lu gak enak tengok-tengok sana sini. Kalau ga bisa pingsan itu kan ga waduh yang bisa apa-apa lah. - Serang banget ya. - Terkanya dia orangnya diurut ya. Untung lu, cuma kebayang tuh. Susok hit, tam, tapi itu seluruh sama Lilin. - Dia kan gelap tuh. - Terus jelaskan lumayan ya. - Lumayan jawa tuh bisa. - Bisa lihan, Waduh. - Bahaya banget sih. - Bahaya sih. Tapi ini masih beberapa jestak ruang, game. - Masih lagi kan? - Kita masih aja lagi, apa lagi? Katanya cinta orang di HV.com game. - Waduh. - Tapi semuanya yang lebih tau deh. - Gua baca, gue ceritanya aja langsung ya. - Boleh, boleh. Jadi ceritanya dia HV.com ini kita semput aja sih ya. Jadi waktu itu tahun 2015 Nipit. - Iya. - Tahun dari 2015 tuh dia mengikuti salah satu UKM cinta alam nih yang namanya kapak. - Oh, penyata alam yang suka di HV itu kan? - Iya, lu tau kan? - Tahu, tau, tau. - Terus karena udah jadi roti nih, kita sana kanakap tuh buat datang ke sekre di hari itu. Terus sih, siya ini kut ke sekre, terus ngina di sekre. - Wah, kalau gue gak berani sih, kayak ngapain sih. - Gue juga gak berani sih. Salah udah banyak cerita cerita juga, gitu. - Iya. Terus kata ya, pas lagi asing ngobrol ngobrol. Siya dengan dia bareng sama 2 semyore nih. Terus kata ya, dia dengan suara tangisan Nipit. - Iya. - Iya, di depan sekre, grapis. - Wah, gila, cukup. - Gak kebayangan, kalau yang lagi nginap. - Ber 3 doang. Terus ada yang suara tangisan, ya kan? - Ya, yang seberapa. Forer information, gue pernah dia secara ada bener-bener suara dal digduang. Gue udah nyibri dgnapa suara tangisan. - Sama-sama tuh. - Sama-sama tuh. - Sama-sama lagi. - Gak kebetulan udah nginap. - Gak kebayangan, kalau ada suara tangisan, gue kan nangis kayaknya kayak gini, bukan dia doang. Nangis berjama sama dia kayaknya. - Kayak minta temenin baru nangis ya. - Iya, nangis bareng aja. - Maksudnya gue cura ke situ aja, jangan. - Anjut, anjut, anjut. Terus kata semyore semyore nih, itu dia disebut dengan nama titin nih. - Ok, ini sekarang disebut namanya titin nih. - Iya, titin. juste it situ Ketini ini mengpenguni sekret dan setiap malam dia seengengangi sekretnya punya masalah kepada dia nggak tahu, kenapa nggak tahu doka aja waduh konsultasi konsultasi terus konon katanya nih konon katanya lagi konon katanya buu set dah apa? apabila masih seobere kumpul dalam jumbelegan jil pas banget kan? sebangat masih tuh kita bersama aja ya pitnya balah gua belum saja sekretnya lo game ya padahal kita mau dapet briefing benar-benar pilih kita teringatnya bener-bener nggak boleh kan jilat bener-bener kan jilat aduh jadi bakal terdengar suara tangisan sosok numuh di tempat tersebut aduh jila bety-bener gekoloknya itu nggak boleh gany jil karena kita perang alamin deh nggak sih? perang alamin banget perang alamin tuh karena kita sama salah satu teman kita yang rapit grape namanya si ex dah si ex dah si ex dah di dong bukan berlaku tapi ini ex teman kita jadi waktu itu gua geps sama si ex tuh menyerah pas ikep stik drama kalo nggak salah ya? stik drama kalo nggak salah karena di sekretnya banyak kayak gudang itu ya banyak barang-barang terus kita kelingin ya? kelingin kebetulan sekarang sekret itu udah nanti dua nah kita tersena pas lagi masih baru-baru bener-skovit jadi maksud kita di jalanin acara final project final project kalo nggak sih? oh ya final project, final project nah udah gitu karena ex ini masih sepi kan baru bener-bener-bener, skovit tuh masyidinkin lah awalnya belum ada anak-anak lagi ddsc nah kita tuh ke atas kan gep tapi gany jalanan berteriga itu kita berteriga berteriga gany jilat pas banget nah terus gua sempet bener-bener nikolok ke ex itu apalagi udah nanti dua, tiga itu nggak boleh berteriga tapi karena kita nggak tau apa-apa udah aja cewaik tiba-tiba disurakan tiba-tiba disurakan tiba-tiba disurakan tapi udah gua pemberani jadi langsung ngari aja salah dong salah salah kenapa nangke-kenapa nangke-kenapa oke oke jadi gitu sih tapi mengbentan nikanya yang mengdidara scefik kom dan fb ini udah rame ya udah rame banget diperminyangin sama hampir seluruh masih sop di unpat niket betul banget kalo mungkin di luar kampusnya ada jematan cincin ya sengasihnya itu udah masuk ke uruban lagi nmanapun juga udah tau kayaknya udah nangke-kenapa udah nangke-kenapa uruban legend jatin nangke padahal namanya jematan cincin, ini kan bagus ya kayaknya ya itu kan apapilosefnya punya-pilosefnya jematan wedding ngulok kacin nangke-kenapa jematan wedding jematan wedding, oke deh nah gap lu ada nggak nih pengalanan beribadi yang horror-horo gitu lah kita unpat atau di depet posanmu? orang-orang ada nggak? kalo gua sih selama gua satu setengah tahun nangke posnya tidit eh belum nyambili oke ya satu tahunan lebih nangke pos ya tetap ada lah ini harus gue ceritanya juga nih boleh, boleh, boleh tersitu lo pakai cerita nih jadi pas itu ubatulan gua jadi panitia aspek nih kata nendua dua baru banget, baru banget baru banget, baru banget gua akan lagi naik motor gua kan itu kan krokol panitian kan jam 3 subu ya petek buzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzsh jalan sediri naik motor, kopi kom tersi itu gua lagi di jalan dovid kalau lo itu dimana tujalanan di jalan dari arah gerlan naik arah, SD itu gua puluhan di tikumbu lah dia SD oh masih SD lagi maka sekitaran tikumbu ke SD itu terus pas lagi di situ gua naik motor santa ya kan tiba-tiba ada yang lempar banget tuh oh set, kemana? kekaki gua kan tuh terus gua naik ada yang lewat juga gitu itu kayaknya lu peterokanin gua motor gap itu tapi kan gua ga enger, ga enger gini mau jangan batu lah ya kalau bisa apakah ngomong aja gitu kan makin kita ketong gini mending batu aja kan jadi pas itu gua lagi lewat itu gua ngga ngobut pit karena digin kan jadi gua pelan-pelan terus kayak dia lewat dan beritulok aja terus habis itu nyapas gua nyampe SD terus ada teman gua ngomong-ngomong ngomong-ngomong misalnya ga aja nge-sebut lah ya udah, oke-oke-oke-oke sih ex lagi aja oke sih ex lagi terus dia langsung ngomong gua jadi gua di depan SD yang liat tuh di lepar-apahan gitu sama orang terus gua langsung itu beneran ada yang lepar terus gua gila kan itu kan emang cuma nginduh kan terus langsung kayak anjir udah lah gua habis itu datang ke di alok tuh kan gua bener-bener di alok habis itu gua langsung ngomong gua bener-bener di sini jadi kayak, wajah-kita oh tuh gua ga berhenti cool kayak udah berhenti cool dia triat bulu-bulu kending salah cara salah cara ya salah cara balik lah oh ya anjir kayak oke jadi kalo misalnya itu tadi dari gua nih kalo dari lu ada lagi nge-slide yang di SD itu bit kalo gua kan orang ini ya kayak apa namanya suka offer tinggi gitu kayak terus bukan tipikal yang short term memorielus gitu loh jadi kalo gua ceritanya tuh kok tenternya malam gua kabit tidur gitu ya jadi lu tapi kebetulan gua udah cinta di temen gua nih anak fb juga oh banget ya kebetulan matkan itu yang seram tuh kalo ga SD fb temen gua nih anak bmc bm kemah gitu gua kasih initialnya Zb keleks dulu ya kita ganti jadi Z dulu nih nah, ceritanya tuh dia kan anak fb nih itu lagi butunya ribarang gitu ke kaputnya itu malam katanya jam2an jam2 malam subuh subuh deh jam2nya mirip gua tuh lu jujuh jujuh gitu kan gua ngeliat fb juga tuh karna fb oke nyang, karna fb itu tuh namanya kemang oke ga kayaknya emang ngeliatnya nah, kemangnya kan kalo gua masuk ke kampus dia tuh katanya tuh depannya banyak tempat gudang kayak buat alat musik gitu loh nah kebetulan kan fb ini ilmu budaya jadi bnb juga mungkin ada kayak gamelannya terus angkeluang gitu gitu nah, dia ngerjem kayak gitu ada suara gamelan cuman dia sempat postiptingin dulu mungkin ada yang lagi nanti karena lah, budi juga masih nyala tapi ternyata pas dia udah cek udah nanti sempat sih pada langkah oh dia masuk dia masuk soalnya dia lagi nyeret temennya juga dia pikir lagi di tempat au lah itu yang mana tempat musik-musiknya dan dia pikir tuh itu ada anak-anak yang lagi manis-anak dihan ternyata au ternyata tetung ga ada gitu kalo gua sih kalo lu jadi dia gimana fb gua minta jadi kembalan segitnya kalo gua ga bisa teratak-tum teratak-tum teratak-tum teratak-tum teratak-tum oke oke haping ga sih kalo gua jadi gua langsung cabutnya lo ga jadi ngumpul kayak gitu apa? ga jadi ngumpulnya aja jadi kalo gua ga kan nyeri bahang gitu udah juga gua beli da cuman nyeri buku doang gua bisa beli kayaknya kalo buku dapet gua ketemu yang begitu angkir oke, itu kayak kalo teman kita yang namanya kalo ga tuh kayak lo tuh alasan keluar unpat kayaknya tuh wah, gua yang lo rumpat lagi kayak gitu aja gua udah kewar langsung tuh udah udah gak toke mana kemarin aja di paman itu dia sampe kayak udah mau minggal kemarin aja kemarin aja nah gimana nih spotter setelah mendengar 3 tercerita horo di 4 ngerikan hati-hati ya spotter kalo lo gimana malam halwin ya nih jangan kan halwin ga jumat pelik warnanya udah gak terin ya apalagi halwin ya apalagi oke kalo udah beberapa menit nih kita langsung cabut aja nyer ya Pt ya dari aku hapis artist dan aku ga BL bye bye spotter see you in next episode see you

Podcast Summary

Key Points:

  1. Ada cerita horor setiap tahun di Spot 5 yang berkaitan dengan makasih so ex, yang dikenal memiliki atribut unik dan bisa mengganggu orang yang melihatnya.
  2. Makasih so ex dikatakan bisa menghantui dan tidak boleh ditegur, karena biasanya mengganggu secara langsung dan menimbulkan rasa takut.
  3. Cerita jembatan cincin di masa penjajahan berisik dengan legenda tentang seorang wanita yang melompat dari jembatan dan hingga kini masih terdengar suara tangis dan bunga kembang.
  4. Di FIB, terjadi kejadian horor saat seorang panitia melakukan perjalanan malam dan menemukan sosok yang terlihat, yang terasa mistis dan menggugah rasa takut.
  5. Di sekret kampus, terdengar suara tangisan yang membuat penonton merasa terganggu, dengan konon pengalaman tersebut terjadi saat ada peraturan tidak boleh jilat.
  6. Kejadian lemparan dan sosok yang muncul di jalan saat naik motor juga dianggap seram dan membuat penonton merasa terancam.
  7. Suara gamelan yang muncul di tempat musik terdengar mencurigakan, terutama saat tidak ada aktivitas seharusnya.
  8. Semua cerita ini menekankan pentingnya menjaga keamanan dan kehati-hatian saat malam hari, terutama di lokasi yang dikaitkan dengan legenda horor.

Summary:

Transkrip ini menceritakan tiga cerita horor yang terjadi di sekitar Universitas Pati (Unpat), dengan fokus pada Spot 5 dan lokasi kampus. Pertama, ada makasih so ex, sosok yang disebut memiliki atribut khusus dan bisa mengganggu, bahkan membuat orang merasa terhantui. Kedua, jembatan cincin kuno dianggap berbahaya karena legenda tentang seorang wanita yang melompat dan suara tangis yang terdengar hingga kini.

Ketiga, kejadian di FIB dan sekret kampus menyebabkan rasa takut karena suara tangisan, kehadiran sosok mistis, dan kejadian aneh seperti lemparan saat naik motor. Semua cerita ini menunjukkan bahwa keberadaan legenda horor sangat kuat di lingkungan kampus, dan meminta para penonton untuk waspada saat malam hari. Cerita-cerita ini menekankan bahwa pengalaman horor sering terjadi secara tak terduga, terutama di tempat yang memiliki sejarah atau mitos kuat.

Meskipun tidak dijelaskan secara pasti, semua cerita menggambarkan kekhawatiran dan ketakutan yang dirasakan oleh para pemilik pengalaman.

FAQs

Makasih So Ex adalah karakter horor yang muncul setiap tahun di acara Fiko, diketahui karena memiliki atribut khas dan dikenal mengganggu para penitinya.

Karena Makasih So Ex dikenal bisa menghantui atau mengganggu, dan menurut cerita, jika ditegur, ia bisa memicu kejadian seram atau gangguan tak terduga.

Jembatan Cincin adalah peninggalan zaman menjajahan pada tahun 1917, dan menurut cerita warga, ada seorang tokoh yang meninggal dengan melompat dari jembatan tersebut.

Penitih melaporkan adanya suara tangisan, bunga kembang, dan suara permintaan tolong dari bawah, yang membuat mereka merasa terganggu dan takut.

Seorang panit melakukan kegiatan malam di PSBJ, dan saat melintas, ia menemukan sosok 'Pek' yang ternyata adalah hantu, yang bergerak dan mengatakan bahwa dia sedang jalan-jalan tanpa disengaja.

Cerita menyebutkan bahwa ada suara tangisan dari seseorang yang tidak terlihat, dan ketika diperhatikan, terlihat sosok yang menggantung di sekitar ruangan, yang menimbulkan rasa takut.

Chat with AI

Loading...

Pro features

Go deeper with this episode

Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.