Transkrip ini menceritakan tiga cerita horor yang terjadi di sekitar Universitas Pati (Unpat), dengan fokus pada Spot 5 dan lokasi kampus. Pertama, ada makasih so ex, sosok yang disebut memiliki atribut khusus dan bisa mengganggu, bahkan membuat orang merasa terhantui. Kedua, jembatan cincin kuno dianggap berbahaya karena legenda tentang seorang wanita yang melompat dan suara tangis yang terdengar hingga kini. Ketiga, kejadian di FIB dan sekret kampus menyebabkan rasa takut karena suara tangisan, kehadiran sosok mistis, dan kejadian aneh seperti lemparan saat naik motor. Semua cerita ini menunjukkan bahwa keberadaan legenda horor sangat kuat di lingkungan kampus, dan meminta para penonton untuk waspada saat malam hari. Cerita-cerita ini menekankan bahwa pengalaman horor sering terjadi secara tak terduga, terutama di tempat yang memiliki sejarah atau mitos kuat. Meskipun tidak dijelaskan secara pasti, semua cerita menggambarkan kekhawatiran dan ketakutan yang dirasakan oleh para pemilik pengalaman.
- Spot 5, kan? - Spot 5, kan?
Hai, Hai, Spotter!
Sebenarnya keadaan ini.
Di Spot 5, memang memayai, bersama gua Gapriel dan. Gua, pisar dis!
Yang membakal meninkelian, selama berapa menit ke depan nih?
Pas banget dipit. Sekarang kan tak ada 30 doktor bernya.
- Betul banget, ke. - Dan kebetulan. Sekarang lagi halau ini, Yana Fit.
Ya nih, mempunuh lagi halau ini.
Hari ini kita hadir disini.
Manggabah cekin, cerita cinta horror di unpat dan sekitar ini, Gap.
Betul banget, langsung belanja kali ya, yang pertama.
Oke, buat cinta yang pertama tuh, namanya makasih so ex.
- Madu. - Sama yang pertama.
Cintanya Gini Gap.
Stiap tahunnya, Fiko menghadir berimana, makasih so baru?
Yang namanya dia lo Fiko.
- Dia tahu karmu, namanya itu. - Tahu, tahu.
- Udah gak asing kan, buat kita. - Gukup.
Nah, kisah ini hadir, setiap tahunnya. Ketika ngatang ganjil baru masuk ke kegiatan ospa Fiko.
Koron katanya, makasih so ex ini muncul disini, pangkatan ganjil.
- Madu. - Selain itu. Kahadiran makasih so ex ini, dapat dikenal, karena saat ospa. Ya, kita memakai atribus sama sekali.
Jadi, dia beda sendiri tuh, Gap.
Dan musuh juga kan buat para penitiannya kali ya.
- Iya. - Yang aneh gitu, langsung pakai atribus Niri.
- Kayak diberas-niri. - Beberas-niri, bener banget.
Katanya, kalau penitian lihat makasih so ex ini,
tidak boleh ditriakan atau ditegur.
Karena, biasanya, dia tuh bisa menghantui.
Dan mengangguk semuanya, bukan tadi kedua, tapi kayak. - Maksudnya juga kayak diganggu nih. - Maksudnya diganggu ya.
Mungkin, mungkin, tapi kayaknya gitu.
Jadi, kalau Koron katanya gitu, Gap.
Untungnya, akatan 2-1 kita kamaran online, ya.
Betul banget, karena kita mabak online, jadi gak ngalaminan gini.
Pak, kita kan cilakan.
- Iya. - Untung banget.
Tapi, gak tau dia terang katanya 2-3 gimana ya?
Aduh, jangan sampai, dia kacin mereka kan.
- Kacin kita juga, Gap, kita kan panggitan. - Iya, kita ngerpan itu.
Jadi, gak walaupun mereka ngosin mereka juga.
- Oke, kita ngajet ke cerita kedua nih. - Walaupun. - Yang kedua tentang cerita tanggishan dijebatan cincin.
- Seram banget. - Dengan namanya ya, udah.
- Bulu kuduk, meninggalkan terlalu langsung meninggalkan. - Iya, gila.
Lan, ajetnya ya.
cerita ini mungkin udah gak asing nih buat kebanyakan orang.
Tapi, untuk yang belum tahu.
Jumatan cincin ini merupakan jembatan, peninggalan zaman menjajahan nulandak.
Di bangun pada tahun 1917.
- Sudah lama, ya. - Lama banget, pokoknya.
Berdasakan cerita warga nih.
Ada sesuatu kwanita yang sekelebat menampakan dirinya.
Dan dia udah yanggap sebagai pengunik tempat tersebut.
- Kayak penyaganya gitu. - Kunceng, ya kali ya.
- Iya, kunceng. - Kuncengnya.
- Terus konon katanya. - Konon katanya lagi.
- Apatuh. - Apatuh game.
Sesuatu kwanita tersebut meninggal dengan cara melompat dari jembatan.
- Bu, sen. - Kenan?
- Apa, minta hape dia. - Kenan bukannya.
- Bukan bukannya. - Kenan bukannya.
Terlalu dia lagi, Hamir, hamir di Lorny Kapit.
Terus pasangannya tuh, saat itu gak mau tanggung jahopit.
Itu pelajaran buat mabah apa sekarang.
- Bagaimana? Masih suatu juga? - Masih suatu ya.
- Masih suatu ya? - Masih suatu 3-5.
Atau namanya suatu akhir jangan sampai, deh.
Terutama Masih suatu yang pernah emang.
- Nggak boleh, kayak gitu. - Ati aja. - Iya.
Terus katanya terkadang gak gue nih.
Itu dirasakan sama Masih suatu ketigast sedang melawatin jembatan tersebut pit.
Seperti ada suara tangisan.
Terus tadappad bawangnya bunga kembang.
Bakan ada juga yang pernah mendengar primintan tolong gitu kayak.
- Waduh, tolong, tolong. - Dari bawah, kali ya.
- Kayaknya udah berpunyai. Serba ganti kayaknya. - Sangat, berpunyai.
- Jadi ngomongin ga usah, negara-negara. - Iya, ngomongin ga usah, negara.
- Lu puluh pas hati kita ada ketibatan. - Iya, gitu.
- Batuan pas hati kita ada ketibatan cincin, nggak iske lu kalian tau. - Tapi ngomongin disipil, kan?
- Ada gantar, ternyata. - Di ating.
Dia hanya ke sini. Ejangan harusnya ternyata.
- Ejangan, enggak. - Tampu.
- Nah boleh, paman nih. - Tampu.
- Anjut, kecil tak ada 3. - Pagularan?
- Malam di aru, teman-teman. - Pas banget, ada ujung. - Pas banget, jangan. Jangan, jangan. - Mending ketala jatanya kecil. - Adut aja deh, cerita ketiga nih.
- Itu udah pengalaman dari mengospek di FIB. - Maduh, FIB yang ketala horor banget.
- Yang katanya horor banget, bahkan cuma bukan satu nih, kalau gue juga pernah denger sih ya.
- Tidak, cerita lagi nih ya. - Tapi kita si doja kali ya, gepe.
- Kita baca dua gini nih, jadi kalau ceritanya ini tuh dapetnya dari caskus, tapi lu men horor nih gepe.
- Kegedi aneh, saat tahun 2007, disebut namanya sebut aja si A.
- Ini dia jadi panitnya komendis di aspect fakultas ilmu budaya, saat itu sehanior-seniornya, menyuruh junior, panitnya aspek dalam nanda kurungnya.
- Untuk melakukan jurid malam, tau ga gitu. - Yang jalan-jalan malam gitu ya.
- Betul banget. - Nah itu tuh, mengelingin PSBJ gear, tau ga PSBJ?
- Betul, PSBJ tuh. - Jadi tuh kayak au lah yang hibi gitu loh.
- Oh. - Iya. - Kalau ga salahnya di jepang ya.
- Sebelahnya jepang, saya jepang ya, dia ketekat sama kaden jepang.
Nah PSBJ tuh sih, katen ripusat itu di bahasa jepang, makanya dia ketekat sama kaden jepang tuh.
- Terus. - Nah.
- Treklingnya itu, dari keras depan, sampe terasa depannya lagi pokoknya.
Karena si A.in orangnya penakut.
- Siara mau ngomong nih. - Mau ngomong.
- Mau ngomong lagi mana tidit?
- Mau ngomong nih. Minta berdua pas ngomongnya.
Akhirnya, setelah negosiasi dibolahin tuh jalan-barang sama temennya rata-kut.
- Iya. - Nah yang disebut itu si pek nih, yang namanya penin.
- Namanya pek aja. - Iya.
- Siapa jacket pepeng atau pokok pepnya? - Salah, salahnya.
- Yang itu tuh yang ga diketahui si A.in nih, bahwa si pek ini adalah hanna indik doger.
- Indik doger. - Salah orang.
- Iya, jangan indik dolar, seram gue juga indikong. - Indikong.
- Indikong. - Indikong.
- Nah, pas lagi killing posinya, si A.in nih depan si pek posinya tuh jadi jalan-jalan ga barang-garang gitu.
A, yang depan pek di belakang.
Nah, jalan-jalan itu paling cuma 1 meter lah kurang lebih.
- Agak. - Iya, jalan-jalan gitu.
- Jalan-jalan gitu. - Gitu kan. - Nah, nah.
- Pas lagi lewatin terpustaka nih, si pek bilang. Eh, lu jalan-jalan ga setmana-mana ya.
- Nah. - Udah lurus aja, karena dia indigo.
- Iya, oke. - Iya.
- Nah. - Karena atu orangnya i aja.
Jadi dia dilakuin aja tuh, karena kan dia ga tau apa tuh cuma denger-kata temennya doang-kata si pek gitu.
Nah udah gitu, penerangannya tuh pasti cuma dililin doang satu yang kecil terdilanta ya udah terpustaka.
- Waduh. - Kebayaan ga setemanya gimana.
- Kayaknya dikasih, dikasih pilihan tuh, pokoknya kapa dililin ya. - Yangan gitu.
- Itu beda lagi gitu kan. - Salah.
- Mau jagalnya, napa gimana tuh?
- Gila setemanya beda lagi game, bukan temen-temen itu lebih kemistis. - Mistis sih.
- Lebih kemistis. Nah udah gitu, pas lagi jalan-jalan lewatin terpustakaan.
Di belokan deket tangga tuh siabilang ke si pek.
- Kita sebut aja pek ya. - Ya gimana tuh?
- Ping. - Ping.
Kayaknya di belokan tuh ada senior deh.
No, bayangannya kelihatan.
- Waduh. - Tapi si pek jawabnya tuh ga ada apa-apa.
Udah di belokan aja. Eh, jadi kosong ga ada orang.
Tapi karena sih ini rabun.
Jadi dia mikirnya oh selaliat aja kali ya gitu kan, jadi kayak burang-burang gimana gitu.
- Untung dia burang, deh. - Untung dia burang kalo jelas.
- Bikirnya oh segar burang. - Nah.
Habis itu, lewatin ruangan itu tuh yang namanya buat kayak acara upacara gitu deh.
- Iya. - Minum teki pang tuh deh. Minum teki pang sih tuhnya kayak si i-ningat ada sosok item lagi telungku.
- Serem banget sih. - Serem banget sih.
- Udah bayang. - Kita telungku lagi posinya ya kan.
Karena maksudnya, tai i-ni bilang permisi.
- Eh, dia ngomong lagi. - Dia ngomong di izin dulu.
Terus tapi yang bikin serami lagi nih, waktu dia bilang permisi.
Sesoknya tuh cuma ketawa doang, teki kekan aja gitu.
- Ini banget sih, gue kira fikom dong yang ngerin nih.
- Ternyatanya kayak gitu ya. - Mungkin dia lebih ngerit nih.
Akhirnya udah beres nih jidit malamnya sampai lagi ada di tersepannya tadi tuh yang awal kayak sokan harinya.
Aduh mau berlalu sama pek nih.
Mau berlalu lagi kita yang besoknya.
Sipe tuh bilang eh tadi malam nulit banget bayangnya item gak.
- Iya. - Untung ngomong sama gue deh.
- Waduh. - Nah, kebayang tuh ngomong.
- Nah, trusipe ga jelasin. - Iya, utung ngomong.
Kalau ga dia nampakin diri tuh.
Tapi gara-gara lu hanya kannya di orang.
Makannya dia ga jadi ating sama kita.
- Lagian itu bayangannya nampak cahaya dari mana.
Lopi keren aja, kalian segeri upil gitu masa cahaya bisa nyampe ke ujung tanggak gitu.
- Iya sih benar. - Jauh kan.
- Kalau misalkan yang ke lumayan deh. - Numa yang banget.
- Kalau misalkan ketawa bayang itu gak akan ada masiner sih, game.
- Iya. - Nah trusipe lanjut ngomong nih.
Terus di wasit tuh, sorry ya, lagi nih katanya.
Itu juga bukan orang, gua seluruh kemalu bisa waduh yang teg itu.
Untung lu gak enak tengok-tengok sana sini.
Kalau ga bisa pingsan itu kan ga waduh yang bisa apa-apa lah.
- Serang banget ya. - Terkanya dia orangnya diurut ya.
Untung lu, cuma kebayang tuh.
Susok hit, tam, tapi itu seluruh sama Lilin.
- Dia kan gelap tuh. - Terus jelaskan lumayan ya.
- Lumayan jawa tuh bisa. - Bisa lihan, Waduh.
- Bahaya banget sih. - Bahaya sih.
Tapi ini masih beberapa jestak ruang, game.
- Masih lagi kan? - Kita masih aja lagi, apa lagi?
Katanya cinta orang di HV.com game.
- Waduh. - Tapi semuanya yang lebih tau deh.
- Gua baca, gue ceritanya aja langsung ya. - Boleh, boleh.
Jadi ceritanya dia HV.com ini kita semput aja sih ya.
Jadi waktu itu tahun 2015 Nipit.
- Iya. - Tahun dari 2015 tuh dia mengikuti salah satu UKM
cinta alam nih yang namanya kapak.
- Oh, penyata alam yang suka di HV itu kan? - Iya, lu tau kan?
- Tahu, tau, tau. - Terus karena udah jadi roti nih,
kita sana kanakap tuh buat datang ke sekre di hari itu. Terus sih, siya ini kut ke sekre, terus ngina di sekre.
- Wah, kalau gue gak berani sih, kayak ngapain sih. - Gue juga gak berani sih.
Salah udah banyak cerita cerita juga, gitu. - Iya.
Terus kata ya, pas lagi asing ngobrol ngobrol.
Siya dengan dia bareng sama 2 semyore nih.
Terus kata ya, dia dengan suara tangisan Nipit.
- Iya. - Iya, di depan sekre, grapis.
- Wah, gila, cukup. - Gak kebayangan, kalau yang lagi nginap.
- Ber 3 doang. Terus ada yang suara tangisan, ya kan? - Ya, yang seberapa.
Forer information, gue pernah dia secara ada bener-bener suara dal digduang.
Gue udah nyibri dgnapa suara tangisan.
- Sama-sama tuh. - Sama-sama tuh.
- Sama-sama lagi. - Gak kebetulan udah nginap.
- Gak kebayangan, kalau ada suara tangisan, gue kan nangis kayaknya kayak gini, bukan dia doang.
Nangis berjama sama dia kayaknya.
- Kayak minta temenin baru nangis ya. - Iya, nangis bareng aja.
- Maksudnya gue cura ke situ aja, jangan. - Anjut, anjut, anjut.
Terus kata semyore semyore nih, itu dia disebut dengan nama titin nih.
- Ok, ini sekarang disebut namanya titin nih. - Iya, titin.
juste it situ
Ketini ini mengpenguni sekret dan setiap malam dia seengengangi sekretnya
punya masalah kepada dia
nggak tahu, kenapa nggak tahu doka aja
waduh konsultasi
konsultasi
terus konon katanya nih
konon katanya lagi
konon katanya
buu set dah apa?
apabila masih seobere kumpul dalam jumbelegan jil
pas banget kan?
sebangat
masih tuh kita bersama aja
ya pitnya
balah gua belum saja
sekretnya lo game
ya padahal kita mau dapet briefing
benar-benar pilih kita
teringatnya bener-bener nggak boleh kan jilat
bener-bener kan jilat
aduh
jadi bakal terdengar suara tangisan sosok numuh di tempat tersebut
aduh jila
bety-bener gekoloknya itu nggak boleh gany jil
karena kita perang alamin deh nggak sih?
perang alamin banget perang alamin tuh
karena kita sama salah satu teman kita yang rapit grape
namanya si ex dah si ex dah
si ex dah di dong
bukan berlaku
tapi ini ex teman kita
jadi waktu itu gua geps sama si ex tuh
menyerah pas ikep stik drama kalo nggak salah ya?
stik drama kalo nggak salah
karena di sekretnya banyak kayak gudang itu ya banyak barang-barang
terus kita kelingin ya?
kelingin kebetulan sekarang sekret itu udah nanti dua
nah kita tersena pas lagi masih baru-baru bener-skovit
jadi maksud kita
di jalanin acara final project
final project kalo nggak sih?
oh ya final project, final project
nah udah gitu karena ex ini masih sepi kan
baru bener-bener-bener, skovit tuh
masyidinkin lah awalnya belum ada anak-anak lagi ddsc
nah kita tuh ke atas kan gep
tapi gany jalanan berteriga
itu kita berteriga
berteriga gany jilat pas banget
nah terus
gua sempet bener-bener nikolok ke ex itu
apalagi udah nanti dua, tiga itu nggak boleh berteriga
tapi karena kita nggak tau apa-apa udah aja cewaik
tiba-tiba disurakan
tiba-tiba disurakan
tiba-tiba disurakan
tapi udah gua pemberani jadi langsung ngari aja
salah dong
salah salah
kenapa nangke-kenapa nangke-kenapa
oke oke jadi gitu sih
tapi mengbentan nikanya yang mengdidara scefik kom dan fb ini udah rame ya
udah rame banget diperminyangin sama hampir seluruh masih sop di unpat niket
betul banget kalo mungkin di luar kampusnya ada jematan cincin ya
sengasihnya itu udah masuk ke uruban lagi nmanapun juga
udah tau kayaknya udah nangke-kenapa udah nangke-kenapa
uruban legend jatin nangke
padahal namanya jematan cincin, ini kan bagus ya kayaknya
ya itu kan apapilosefnya punya-pilosefnya
jematan wedding ngulok kacin nangke-kenapa
jematan wedding
jematan wedding, oke deh
nah gap
lu ada nggak nih pengalanan beribadi yang horror-horo gitu lah
kita unpat atau di depet posanmu?
orang-orang ada nggak?
kalo gua sih selama gua satu setengah tahun nangke posnya tidit
eh belum nyambili
oke ya satu tahunan lebih nangke pos
ya tetap ada lah
ini harus gue ceritanya juga nih
boleh, boleh, boleh
tersitu lo pakai cerita nih
jadi pas itu ubatulan gua jadi panitia aspek nih
kata nendua dua
baru banget, baru banget
baru banget, baru banget
gua akan lagi naik motor
gua kan itu kan krokol panitian kan
jam 3 subu ya petek
buzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzsh
jalan sediri naik motor, kopi kom
tersi itu gua lagi di jalan dovid
kalau lo itu dimana tujalanan
di jalan dari arah gerlan
naik arah, SD itu gua puluhan
di tikumbu lah dia SD
oh masih SD lagi
maka sekitaran tikumbu ke SD itu
terus pas lagi di situ
gua naik motor santa ya kan
tiba-tiba
ada yang lempar banget tuh
oh set, kemana?
kekaki gua kan tuh
terus gua naik
ada yang lewat juga
gitu itu kayaknya lu peterokanin gua motor gap itu
tapi kan gua ga enger, ga enger
gini mau jangan batu lah ya
kalau bisa
apakah ngomong aja gitu kan
makin kita ketong
gini mending batu aja kan
jadi pas itu gua lagi lewat
itu gua ngga ngobut pit karena digin kan
jadi gua pelan-pelan
terus kayak dia lewat
dan beritulok aja
terus habis itu
nyapas gua nyampe SD
terus ada teman gua
ngomong-ngomong
ngomong-ngomong
misalnya ga aja nge-sebut lah
ya udah, oke-oke-oke-oke
sih ex lagi aja
oke sih ex lagi
terus dia langsung ngomong gua
jadi gua di depan SD yang liat tuh di lepar-apahan
gitu sama orang
terus gua langsung
itu beneran ada yang lepar
terus gua gila kan itu kan
emang cuma nginduh kan
terus langsung kayak anjir udah lah
gua habis itu datang ke di alok tuh
kan gua bener-bener di alok
habis itu gua langsung ngomong gua bener-bener di sini
jadi kayak, wajah-kita
oh tuh gua ga berhenti cool kayak
udah berhenti cool dia triat
bulu-bulu kending
salah cara
salah cara ya
salah cara
balik lah
oh ya anjir kayak
oke
jadi kalo misalnya itu tadi dari gua nih
kalo dari lu ada lagi nge-slide yang di SD itu bit
kalo gua kan orang ini ya kayak
apa namanya suka offer tinggi gitu kayak
terus bukan tipikal yang short term memorielus gitu loh
jadi kalo gua ceritanya tuh kok tenternya malam gua kabit tidur gitu ya
jadi lu
tapi kebetulan gua udah cinta di temen gua nih
anak fb juga
oh banget ya
kebetulan matkan
itu yang seram tuh kalo ga SD
fb
temen gua nih
anak bmc bm kemah
gitu gua kasih initialnya
Zb
keleks dulu
ya kita ganti jadi Z dulu nih
nah, ceritanya tuh
dia kan anak fb nih
itu lagi butunya ribarang gitu
ke kaputnya
itu malam katanya jam2an
jam2 malam subuh
subuh deh
jam2nya mirip gua tuh
lu jujuh jujuh gitu
kan gua ngeliat fb juga tuh karna fb
oke nyang, karna fb itu tuh
namanya kemang
oke ga kayaknya
emang ngeliatnya
nah, kemangnya
kan kalo gua masuk ke kampus dia tuh
katanya tuh depannya banyak tempat gudang
kayak buat alat musik gitu loh
nah kebetulan kan fb ini
ilmu budaya
jadi bnb juga
mungkin ada kayak gamelannya
terus angkeluang gitu gitu
nah, dia ngerjem kayak gitu
ada suara gamelan
cuman dia sempat postiptingin dulu
mungkin ada yang lagi nanti
karena lah, budi juga masih nyala
tapi ternyata
pas dia udah cek udah nanti
sempat sih pada langkah
oh dia masuk
dia masuk
soalnya dia lagi nyeret temennya juga
dia pikir lagi di tempat au lah itu
yang mana tempat musik-musiknya
dan dia pikir tuh
itu ada anak-anak yang lagi
manis-anak dihan
ternyata au ternyata
tetung ga ada gitu
kalo gua sih
kalo lu jadi dia gimana fb
gua minta jadi kembalan segitnya
kalo gua ga bisa
teratak-tum teratak-tum
teratak-tum
teratak-tum
teratak-tum
oke
oke
haping ga sih kalo gua jadi
gua langsung cabutnya
lo ga jadi ngumpul kayak gitu
apa? ga jadi ngumpulnya
aja jadi kalo gua ga kan nyeri bahang gitu
udah juga gua beli da
cuman nyeri buku doang
gua bisa beli kayaknya
kalo buku dapet gua ketemu
yang begitu angkir
oke, itu kayak
kalo teman kita yang namanya
kalo ga tuh kayak lo tuh
alasan keluar
unpat kayaknya tuh
wah, gua yang lo rumpat lagi kayak
gitu aja gua udah kewar langsung tuh
udah udah gak toke mana
kemarin aja di paman itu dia
sampe kayak udah mau minggal
kemarin aja
kemarin aja
nah gimana nih spotter
setelah mendengar 3 tercerita
horo di 4
ngerikan
hati-hati ya spotter
kalo lo gimana malam halwin
ya nih
jangan kan halwin ga
jumat pelik warnanya udah gak terin
ya apalagi halwin
ya apalagi
oke
kalo udah beberapa menit nih
kita langsung cabut aja nyer
ya Pt
ya dari aku hapis artist
dan aku ga BL
bye bye spotter
see you in next episode
see you
Podcast Summary
Key Points:
Ada cerita horor setiap tahun di Spot 5 yang berkaitan dengan makasih so ex, yang dikenal memiliki atribut unik dan bisa mengganggu orang yang melihatnya.
Makasih so ex dikatakan bisa menghantui dan tidak boleh ditegur, karena biasanya mengganggu secara langsung dan menimbulkan rasa takut.
Cerita jembatan cincin di masa penjajahan berisik dengan legenda tentang seorang wanita yang melompat dari jembatan dan hingga kini masih terdengar suara tangis dan bunga kembang.
Di FIB, terjadi kejadian horor saat seorang panitia melakukan perjalanan malam dan menemukan sosok yang terlihat, yang terasa mistis dan menggugah rasa takut.
Di sekret kampus, terdengar suara tangisan yang membuat penonton merasa terganggu, dengan konon pengalaman tersebut terjadi saat ada peraturan tidak boleh jilat.
Kejadian lemparan dan sosok yang muncul di jalan saat naik motor juga dianggap seram dan membuat penonton merasa terancam.
Suara gamelan yang muncul di tempat musik terdengar mencurigakan, terutama saat tidak ada aktivitas seharusnya.
Semua cerita ini menekankan pentingnya menjaga keamanan dan kehati-hatian saat malam hari, terutama di lokasi yang dikaitkan dengan legenda horor.
Summary:
Transkrip ini menceritakan tiga cerita horor yang terjadi di sekitar Universitas Pati (Unpat), dengan fokus pada Spot 5 dan lokasi kampus. Pertama, ada makasih so ex, sosok yang disebut memiliki atribut khusus dan bisa mengganggu, bahkan membuat orang merasa terhantui. Kedua, jembatan cincin kuno dianggap berbahaya karena legenda tentang seorang wanita yang melompat dan suara tangis yang terdengar hingga kini.
Ketiga, kejadian di FIB dan sekret kampus menyebabkan rasa takut karena suara tangisan, kehadiran sosok mistis, dan kejadian aneh seperti lemparan saat naik motor. Semua cerita ini menunjukkan bahwa keberadaan legenda horor sangat kuat di lingkungan kampus, dan meminta para penonton untuk waspada saat malam hari. Cerita-cerita ini menekankan bahwa pengalaman horor sering terjadi secara tak terduga, terutama di tempat yang memiliki sejarah atau mitos kuat.
Meskipun tidak dijelaskan secara pasti, semua cerita menggambarkan kekhawatiran dan ketakutan yang dirasakan oleh para pemilik pengalaman.
FAQs
Makasih So Ex adalah karakter horor yang muncul setiap tahun di acara Fiko, diketahui karena memiliki atribut khas dan dikenal mengganggu para penitinya.
Karena Makasih So Ex dikenal bisa menghantui atau mengganggu, dan menurut cerita, jika ditegur, ia bisa memicu kejadian seram atau gangguan tak terduga.
Jembatan Cincin adalah peninggalan zaman menjajahan pada tahun 1917, dan menurut cerita warga, ada seorang tokoh yang meninggal dengan melompat dari jembatan tersebut.
Penitih melaporkan adanya suara tangisan, bunga kembang, dan suara permintaan tolong dari bawah, yang membuat mereka merasa terganggu dan takut.
Seorang panit melakukan kegiatan malam di PSBJ, dan saat melintas, ia menemukan sosok 'Pek' yang ternyata adalah hantu, yang bergerak dan mengatakan bahwa dia sedang jalan-jalan tanpa disengaja.
Cerita menyebutkan bahwa ada suara tangisan dari seseorang yang tidak terlihat, dan ketika diperhatikan, terlihat sosok yang menggantung di sekitar ruangan, yang menimbulkan rasa takut.
Chat with AI
Loading...
Pro features
Go deeper with this episode
Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.