Go back

Rumus PDKT

50m 23s

Rumus PDKT

Diskusi ini membahas dinamika evolusioner dalam hubungan pria dan wanita, terutama konsep *asymmetric reproductive cost* yang membuat wanita lebih selektif secara biologis. Karena wanita menanggung biaya reproduksi tinggi, mereka cenderung memilih pasangan yang dapat menyediakan sumber daya dan perlindungan (*hypergamy*). Hal ini menyebabkan ketimpangan pasar kencan, di mana hanya 5-10% pria yang dianggap atraktif oleh mayoritas wanita, sementara 90% sisanya kesulitan mendapatkan pasangan. Perkembangan media sosial dan konektivitas global memperparah ketimpangan ini, karena wanita kini memiliki akses ke lebih banyak pilihan berkualitas dibandingkan zaman purba yang terbatas pada kelompok kecil. Pria perlu menyadari posisi mereka dalam hierarki atraktivitas dan menyesuaikan strategi pendekatan, karena metode yang berhasil bagi pria di puncak hierarki belum tentu efektif bagi yang lain. Faktor seperti fisik, perilaku, dan stabilitas emosional juga memengaruhi daya tarik, namun prioritasnya berbeda tergantung segmen. Diskusi ini menekankan pentingnya memahami konsep fundamental evolusi sebelum menerapkan strategi praktis dalam hubungan.

Transcription

7677 Words, 43981 Characters

Indonesian
[MUSIK] Nah sikannya lagi, bikin apa kian Acesian kemudian? - Iya, gak lagi sih, udah lama. - Oh, udah lama. Alegian Acesian di G. - Jadi banyak banget pertanyaannya belum kejawab. - Yo, tapi ada pertanyaannya yang bisa leibas panjang gitu ya. - Iya, apa yang banget kita belum main, apa yang ini udah kamu boleh rita yang nepan? - Gimana alur pedekate yang optimal dari awal sampai akhir? [MUSIK] - Ini aku kasih di disclaimer penting nih. Kalau aku tuh sudah gak suka gak sih, gak sih, salah. - Loved Life. - Loved Life, bukan Loved Life, sehingga seperti advise yang udah jadi gitu, sekarang nih. - Karena gini, karena yang penting tuh frameur kayak sama analognya kalau misalnya jermat-matik tuh kayak itu gak sejar cepat gitu. Karena ngerti alih konsepnya karena begitu juga bisa bikin sejar cepat-los nih nih. - Exactly, ketika udah ngerti konsepnya, kemudian kan tiap-tiap orang Caya Wata Cawa beda-beda dong di tinggal di variable bisa beda, segala macam bisa jadi. - Caya Wata Cawa, tapi ada lain. - Caya itu sekalanya kayak gini loh gitu, atau gini lain, Caya Wata Cawa. Caya itu suka kayak gini loh misalnya, berarti suka ya di gini katas ya, pecho ya gitu, kan belum itu pas gitu. - Itu itu first disclaimer yang penting ngerti konsepnya kalau udah ngerti konsepnya variable itu misalnya tinggal kecokan sama tuarang gitu. - Tapi ya, kita bisa gif example. - Oke, terus jadi gimana? - Framework-anwork. - Framework-anwork. - Jadi ada konsep-konsumansi. Kita udah keran ke sup di podcast sebelumnya kan udah udah bilang nih ada asymmetric reproductive cost dari Caya Wata Cawa. - Iya, di jelasin layar dikit. - Kamu jelasin lah, jadi gini. - Jadi, tapi kita pakai apa namanya mainstream gender. Jadi, karena dalam konteks perkawitan ya, mating itu kan memang betina dengan jantan gitu kan jadi Caya Wata Cawa. Dan itu dalam proses evolusinya jadi seleksian pressurenya itu beda karena peran-reproduktifnya berbeda dan peran itu membawa kos yang berbeda. - Dan dalam reproduksi itu kan peran-reproduksi di Caya Wata itu dari mulai hamil sampai melahirkan. - Sampai menyusui juga. - Nah itu kan kosnya tegede dari CCWAGTU, Energi, NutriCi gitu kan harus dikeluarin segala macam lah intinya tinggi ini kosnya gitu. - Jadi kan kalau yang peran-reproduksinya sih cowalkan tinggal namus permahaja jadi kosnya rendah gitu kan. Nah akhirnya dengan kondisi awal seperti ini, jadi mereka mengalami seleksian pressure yang berbeda. Masa nih apa, misalnya nih dari CCWAGTU, bisa lektif atau nggak aja. Jadi beda dong kalau misalnya di cowalkan. - Gini aja bisa disurut bahkan, menurut lagi mana untuk seleks lebih milimanah. - Iya, jadi di cowalkan Caya Wata dan abis itu Caya Wata. - Iya. - Karena tadi, kota di Kata di hamil kosnya lebih bang. - Iya, dia semua. - Dia yang boleh terus pake di evo untuk yang terseleksi yang Caya Wata yang air lebih banyak sur 5 pasti yang cedung pemilih. - Iya. - Sedangkan cowalk, relatif lebih murih. - Iya. - Yang bikin. - Yang bikin nggak ser 5nya adalah karena once dia kejadian terus dia harus hamil. Terus kalau ternyata ini dateng dari cowalk yang nggak bener. - Gini aja lah, kalau sempat nggak bisa dapet jauh atau gimana. - Iya. - Akhirnya dia jadi nya mungkin nggak ser 5 kan, harusnya jadi mahal. - Iya. - Lalu di tengajatan gitu. - Kalau dari CCWAGTU, kalau dari CCWAGTU, seks doang gitu kan, tengah cerah-cerah doang gitu kan. - Iya. - Jadi, itu, itu, itu, itu, itu, itu, itu, itu, ya, ya, murah gitu. Ini kita mau mengevol 7 jaman dulu gitu. - Iya, mengevol, dan nggak ada, harusnya jadi nggak ada seleksan pressure dan di situ. - Kalau cowo, apa risiko nya nggak? harusnya risiko evolutionarnya ya. Kalau misalnya dia kecewa yang salah gitu, terus apa risiko nya nggak ada, dia tinggal naro di tempat lain lagi. - Ya, apa, cerah-cerah tempat lain. - Bisa yang bener gitu kan misalnya. - Sebelum ini, ini kontaksnya belasan, ribu-bulan ribu tahun yang waktu kita. - Iya. - Begitu ada mulai agrik culture, kemudian mulai ada kompleks culture dan sebagai sebagainya. Apa, ada buat cowo, ya, bukan cuma seks doang gitu, tapi itu selompel melihat si chip gitu. - Nah, baru lama ya, cojo-yum sendiri gitu. - Oh, ya. - Karena dari situ misalnya apa ya, bukan masa seks doang, tapi kan dia membesar kan anak bersama, kalau burih bersama sama si chair, ya, ya kayak, ternikan yang zaman sekarang lah gitu. - Iya, ya ada kerja sama sama, ya. - Iya, ya. - Jadi, ada, kalau lebih ke punya kebutuhan untuk jadi lebih seraktif juga jadinya. - Ya, tapi sayangnya gen-gen kita, itu gen-gen kunok nih. Artinya bahwa gen-gen ketika masih di gue gue, tapi peradaan modern yang sekarang kita punya, bisa jadi udah dengan culture dan sebagai sebagainya, bisa jadi banyak gen-gen lama yang sebenarnya ada alfan. - Iya. - Tapi masih dorongannya masih kayak gitu. - Dorongannya masih ada archnya. - Nah, contoh-contohnya masalahnya yang jadi begini-mbingin masalah, gimana zaman dulu gitu. - Iya, ya, ya, ya. - Relatik-saya gertarian, gak banyak lah gitu, apa, sriraki, ternyata, gak ada lagi. - Ya, ya. - Nah, begitu mulai-mula lagi raki-raki-raki-raki-raki-raki-adai ini, itu menciptakan ada ek senjangan, ada yang mulai ke koriatan-inggap-gapnya yang gitu. Contoh-contohnya, contohnya, cowok, ya, yang kalau udah bagus, gitu, misalnya dia jadi posisi alfa, alfa itu berbeda-beda sejid rajah, bisa jadi tinggi lah, gitu. Shingga resursnya bahannya kemudian dengan resurs banyak dan mungkin juga ada sir kongin si alfa, jendela-jendela, atau tentara, ininya segama macam, ini-singga, ini-singga, singga dari siktur resurs yang dia punya segama, itu bisa sanggup, bukan cuman-gobain satu cewek, bisa jadi 10, atau akan ribu. Nah, akhirnya ada gengan yang dari sicei-cewek ini, cendungnya untuk memilih, ya sebeza mungkin ada apa yang garanti resurs, garanti protection dan anak-anaknya, jadi garanti juga, gengan bagus, resursnya udah, segar macam, ya sebeza mungkin, ya sicei-cewek kan cendung memilih seperti itu, gitu. Karena juga sicei-cewek. Seperti itu, maksudnya seperti. Apapun, dapat gengan bagus, dapat protection, dapat resursnya, sebeza macam. Ya, maksudnya dia memilih coen yang bisa ngasih itu semua. Ya, dan bagi siceeunya yang dia falter, dia udah tinggi tadi, ya kan dia bisa mau siribu juga bisa, gitu. Jadi, dengan dijaman era agriculture, gitu ya, ini 10 ribuan tahun yang wala, sampai berapa itu, itu, itu, itu spasible, gitu, gitu. Nah, akhirnya apa, konsekuan-singnya, akhirnya konsekuan-singnya adalah kecendungan untuk cewek hypergamy. Basing itu, berbasis itu, berbasis itu, hypergamy. - Nah, bergamy, oke gimana? - Hypergamy itu. - Kalo kualan yang gering. - Hypergamy itu dimana? Cicewek, cendungnya, rik coen lebih pinter, lebih resurs-foo, resurs-foo ya, karena, ya, karena, ya, bisa dibilit yang sebagai kayak lah. - Bajerial lebih tinggi dari gue lah, gitu. - Kamu udah jubit tinggi lah. - Power lebih tinggi lah, karena lebih dolar. - Doa, 50,000,000,000. - Whatever, gitu, hypergamy gitu, kan. Karena. - Oh, itu nunggu hypergamy. - Iya, di Twitter, orangnya putih tinggi lah. Jadi, penyekon lebih tinggi, atau apa sih? - Pada segala segala macam gitu. - Iya, iya, iya. - Iya, iya, iya, iya, iya, gak salah juga. Maksudnya itu kan selera yang tadi yang, yang aku bilang tadi, bahwa itu kan, apaya bahwa angin nih, dan all by the way hypergamy ini dikonferm sama, ini sama, apasih indero, atau sama tinggi lah. - Oh, ada yang udah. - Jadi, jadi, basically, gini. - Satu, cek. - Bagaimana sih, Cewet ngeliat cowok mana yang dia gak pemerinti? Attractive atau gak? - Nah, isi. - Yang dia gak pemerinti itu, dikit banget gitu. Kayak paling cuma 10% cowok yang ada di dalam dunia pertinduran ini, - Iya, iya, iya, iya, iya, iya, iya, iya, iya, iya. - Iya, iya, iya, iya, iya, iya. - Aksen kan kalau itu sebalik yang gak. - Kalau buat cowok, ngeliat Cewet, - Betul. - Betul. - Betul. - Ini normal, apa? Disribusi normal, Aksen. - Iya, gitu. Jadi, 50% populasi, ya, normal di sini, di sini, di sini, di sini, di depan. Sedangkan kalau Cewet apa, apa, skeut, skeut banget ke kiri, - Masih lebih banyak yang jelak, banget. - Lebih banyak yang gak ada yang. - Nah, lebih banyak yang gak ada yang aster, gak ada. - Iya, iya, iya. Jadi, thresholdnya itu cukup tinggi buat cowok di angka pertraktif. - Iya. - Beredaikan, di situ kan ada posisi yang. - Airnya jadi, apa ya, imbalance, imba yang. - Jadi, bisa jadi satu cowok, bisa disegur banyak Cewet. - Jenergap tuh sebenernya, Citi. - Jenergap, reference. Iya, iya, iya. Jenergap, exactly. Ada cowok, cowok. Jadi, bisa jadi cuma 10% atau bakal 5% cowok yang gak pertraktif. - Iya, dan itu yang. - Apa ya, maksudnya dia bisa win in a meeting game lah ya. - Nah. - Bisa dapetin yang. - Iya, kayak gitu. - Tentu, sisanya 90% sisanya. - Iya, sebenernya, sebenernya, sebenernya, basically CCHYYCY-Onya set of 4th of last year, ya. - Iya, karena sih cowok ini bisa jadi, di kondisi kromes, di arah jaban dulu, gitu. - Iya. - Bisa jadi, meting sama 5, 10 partners kali gue. - Yau sekarang gak bisa. - Dengan tuntutan zaman dulu, ya, era monogami. - Iya, gitu. - Iya. - Tendu gak nih. - Jadi, itu adalah satu problem. - Kami berkata "Prablon Star" di situ. - Mungkin. - Tapi, itu ke-1 jelas, dikasih nambungan. - Masih antara premis. - Kami ke-1 jelas, dipergami. - Masih ada problem apa yang. - Problem Star, ini ke-1 jelas. - Oh, ke-1 jelas. - Kami ke-1 jelas. - Problem Star, ke-1 jelas. - Memang ada asymmetric. - Shingga buat cocok salaknya atau tinggi banget. - Oh, ini nih, kalau bisa istilah, karena markup mismatch. - Markup mismatch, yes. - Jadi, nggak produk markup. - Kami bisa. - Gak masuk. - Ada cocok, 50% cocok tadi di sekolah yang baik, Cewet. Jadi, bahwa bayam, "Eh, adonis, spektrum, makin nama, makin jarang yang suka." - Dan kalau di pasal Cewet, 50% lebih bisa disukain. - Ya, cukup rimbang lah ya, antara yang disukain, emang-mangga disukain gitu ya. - Atau yang nggak petraktif dan nggak petraktif gitu ya. - Iya, relativ-rikoh, Cewet, karena dia punya aset reproduksi. - Iya, itu, ya. - Iya, mengamok. - Kaya hamber pasti, dapat lah gitu. - Iya, sedang lah. - Kalau rahimi itu sendiri, ya udah menghal banget. - Iya, ya, rahimi itu udah menghal gitu, kan. - Snack, cook, ya. - Dan situ itu. - Iya, itu konsep yang penting. - Apa konsep kuen sih, ya? - konsep kuen sih, ya, jadi, ya, karang nggak imbat tadi kan? - Bisa jadi sih. - Gak apa nggak imbat? - Gak, ya, ya, ya, yang bukan nggak imbat. - Gar-gar-gar-imbbat. - Oh, juzur, garang-garang. - Imbat, garang-garang. - Garang-garang-garang. - Garang-garang balen tadi. - Iya. - Ahhirnya, di situ ada mismatch. - Iya. - Dimana Cewet, Cewet ini. Ahhirnya, pilihannya dikit. - Iya, sih. - Dan dikit. - Tapi di satu sisi. - Karena kan gini, di zaman dulu, ya, gitu. - Gak segini. - Bayangnya di zaman dulu, kita cuma berada pen dengan, ya, - Dia dalam satu tribes kita mungkin 100 orang, - Yang tuatua, yang cikah cil, yang sungguh-rampah, - Cepan 20 lah gitu, misalnya. - Jadi, pilihannya dikit. - Nah, di zaman sekarang, - Dan dengan dunia yang sangat interconnected, - Dan dengan Twitter, dengan segala macem-gala, - Dan social media, sebagai sebagainya. - Itu membuat, jadi Cewet-Cewet ini, - Bisa ngeliat pilihan cokolnya, banyak yang berkualitas, - Emang kan baik, walaupun yang bukan kelas, - Kaliatan lah, gitu. - Aisy. - Jadi. - Ada dimensi-dimensi baru, ya, - Untuk melihat ke kualitasan, itu. - Bukan cuman dimensi baru, - Dulu bayangnya cuma 20 orang. - Gert, kita berfolusi, - Oh, oh. - Dilihan, kita cuma sekarang 20 orang, - Bukang kualasinya juga yang baik. - Sekarang kualasinya, banyak banget yang bisa dikit. - Oh, ya, ya. - Sini kualitas, ya. - Yang itu itu yang bisa kita akses, - Sesi cuman, ya, sekitaran, karena offline, ya. - Iya, itu sebenarnya, nah, - Network social networknya, - Cuman sekendern, - 20 orang gitu ya, - Iya, iya. - Rekira. - Iya, exactly. - 100 senelah, rakyatnya. - Kalau sekarang udah, 8 miliar lah, ya. - Iya, iya, at least di soffat. - 5 miliar lah. - Followersin, ya, seribu ya dah gitu kan. - Seribu, followers tuh, - Dan. - Seribu tuh, - Following, gitu, 500, - Sresenganya cowar, kita tengah-sengah. - Nah, itu membuat jadi, - Apa ya ada, ada gap yang lebih, - lebih kentara, ya. - Kebaingasin, meseh. - Jadi, jadi, - Gak bang, kalau ke gap, - Yang gak kebang sih. - Iya, misalnya, cowar, - Kualitasnya aksesnya jadi, - Baya-baya-baya. - Cewetnya, gitu. - Tadi, misalnya, - Diedelang 100 populasi tadi, - ada 100 populasi di sini, - ada 100 cowar yang bagus, - Dia di 100 itu, gitu. - Tadi cowar. - Dan lagi, ada lagi, ada lagi. - Iya, dan kalau ini, - kita harus makin dari galangbungin semua. - Iya, seri followers, - followers buri-buri, ya. - Buri-buri, gitu. - Buri-buri, Buri-buri, gitu. - Iya, misalnya, - Oh, ya. - Bila ini di banyak, nah. - Dan juga, semakin juga, - bahkan banyak contoh juga, - untuk CCHWCW, - enteng, lihat contoh berkualitas, gitu. - Yang tadi, - gak kepikiran, - Tidak, - udah bisa, ada kayak gitu, gitu. - Oh, ya, ya, ya, - itu, ya, ya. - Yang tadi-nya, - cuma terbatas kualitas cowar, - ini tuh, udah bagus, gitu. - Misalnya, kita satu-sehat, - 100, deh. - Dulu yang, liel, - 50, doang, - dulu tuh, itu 100nya, - untuk dihidungan. - 30, tuh, udah 100, gitu. - Iya, udah 100, - nah, gitu, ya, - oh, kualitas cowar, gitu. - Adi cowar, gitu. - Jadi, itu, jadi, - 30, gitu. - Stantain, nah, kenapa, - iya, gitu kan. - Kampan, ya, apalapas, - gitu, gua, - gua, gua, gua, - ya, gitu, - bahan, ya, apa, - nilap, - tak, nilap, - oke. - Nah, - bed, - ya, itu, - gas gamen dulu, - tekan, gue, - oh, tekan, gue, - kenapa, gue kembali, - kenapa gue kembali, - gue kembali, - gue kembali, - karena, - gue, gue kembali, - kalau, gue, - tapi, kita beradaapkan dengan gue, - udah ada, itu semua, gitu kan. - Iya, iya, iya, iya. - terus, - nah, - berikate, oh, - iya, berikate, - sekarang berikate, - berikate, - berarti, - misalnya, - cowok, tapi ini, - berarti, menjob, mainstream cases ya, - kita, - nggak membahas kalau yang, - udah di luar dari, - apa namanya, - mainstream jenis-jenis. - nah, iya, iya, iya, iya, iya. - nah, iya, iya. - kalau, di lemkas, - kayak gitu, gue berikate, - gimana, buat yang cowok nih, - iya, itu biar, ya, selalu, memang kualitas lu ada di mana ya? - tapi ini konteksnya misalnya, berarti, "atro seksual". - yang lain gitu kan, yang kita tau yang ini deh, ya, kalau mungkin, mungkin, tanya yang lain, karena, "what we know, ya, or black down", yang kita tau kayak gitu, ya. - so, berarti, "karena apa yang penting, karena berarti kan, apa ramai ya?" - apa ya, - berarti katanya, berbeda dong, tergantung, di mana, di mana, di mana gitu? - buat cowok nih ya, kalau buat cowok, - iya, apakah dia di top 10% itu misalnya, - atau top 5-10% - atau wtm 90%? - atau mungkin yang elesnya, gak sebenarnya ada alpha atau alpha circle, - atau ada kanoff beta yang, ya, atau si off screen sekarang ada fisik, mau beta apa-apa, tapi gak main, ya, - tapi gak main, ya, lasanya top 5% ya, kan, siir kelafa, - mungkin ada lagi yang, ya, kalau gue, apa ya, aku difend, di betad itu, - betad itu mungkin yang top terti, mungkin, tapi di bawah alpha, - ya, - dan kemudian ada lagi mungkin, - oh jadi 90% tadi juga layar ring lagi tuh ya, ya, kita layar dulu, gitu kan, gak, - ya, 90% itu 30% ter atasnya, beta itu misalnya, 30% itu, - ya, wadah pendendem, ya, dan ini sorry itu sih, - oh kok, udah harus diurangking, ya gitu, gini gini, - bukannya cinta ya, udah gini, ya, serah, - mau, gak ada pakenya tanda-pakenya tanda, apa, mau, - fantanya memang, ya ada, ya, - fantanya itu metors, - kalau ada sesuatu yang berbeda, ada sesuatu yang berbeda, - kalau ada sesuatu yang berbeda, ya, dan sesuatu yang berbeda, - ya, kalau ada sesuatu yang berbeda, ya, kalau ada sesuatu yang berbeda, - bisa enak, bisa enaknya. Artinya, ini, variable yang kayaknya cari di jauh, - itu buat nyokmua, ribut banget ya gitu. - Evisikal Traktif Nasinya, suaranya, - bawunya, interagensnya, kayaknya mungkin for some, - ya, sebenarnya, not really kayak per se, - Resolvonya. - Resolvonya, resolvonya bisa macam-macam itu. - Resolvonya. - Apalagi, behavior, attitude, emotional, - itu bisa bisa menggum. - Jadi, kepada duan namanya kualitas itu, - apa ya, banyak lah variable nih, - ya. - relatif lebih, bukan lebih gampang juga, - kalau mau di upgrade, bisa banyak gitu. - Walaupun bisa jadi sumber gini, - satu segera, satu segera kayak sumber gini, - dikit. - Arti bahwa yang menyebabkan di Aris OPP, - bisa ada, ya, ya, ya, ya, ya. - menyebabkan di emotional, stable, menyebabkan di aphysikali, - atraktif, suaranya bagus-segamanya, - cuma bisa jadi dari sumber gini, - ya, fusion, ya, kita lah, ya. - Sebundalan gen A gitu misalnya. - Itu bisa jadi, - berbeda-beda, cara dia perikat itu, - bisa jadi berbeda-beda untuk dia berada di mana, gitu. - Nah, kadang-kadang aku tuh gak suka, -nya memang kadang-kadang ada, ya, itu rumus jadi, gitu. - Rumus jadi-nya, bisa jadi rumus jadi, - ini berlaku untuk versi yang di sekitar top 30% gitu. - Tapi buat yang di lima persian, - kalau dia melakukan itu, - itu justru, - bukan optimal buat dia gitu. - Kebayaan muslim. - Iya, ya, gitu. - Jadi kayak strateginya itu memang harus menyuswakan kita dimana gitu kan. - Iya. - Saya kita pada posisi apa gitu. - Nah, menengahkan kamu yang cerita, - anaknya gimana ya? - Mujan gini, kamu pasin di pedek-medek, banyak cokok. - Terus. - Sekarang kamu cerita aja, - nah, ada gak hal yang misalnya nih, ya. - Yang works ketika di asli ak-maku ini works. - Tapi di Sibeng lakuin yang sama gak works. - Anda sangat banyak. - Canto-canto. - Ya, udah kamu kasih Canto-canto terlalu. - Apa ya, Canto-nya? - Misus sana yang orang itu, - udah Canto-tidur aku jadi susah. - Asli akor, mungkin. - Iya udah gini deh, yang jaman sekarang biasanya pada kata gak main kan. - Jadi DM deh. - Oke. - DDM. - Gis there any clue? - Yang kayaknya, dari DM yang bagi kamu, - politik-tikangkan kan gitu. - Atau emang. - Iya ada lah. - Iya, coba citain. - Kalau itu tuh bukan gara-gara ngendem, - gak sih, misalnya. - Jadi, misalnya, kamu 2 coba yang sama-sama ngendem, - tapi yang satu bisa langsung totulai, - offensi satu, gak gitu, misalnya. - Iya. - Iya, itu lebih kayak gini sih, kalimatnya sih, - gue takut. - Gak bikin kalimat aja, gak bisa, - gimana cara yang gue gini sama di-kmating, oh bro. - Iya, tapi, gue ga bisa gini sama di-kmating, - tapi, gue ga bisa gini sama di-kmating, - gue ga bisa gini sama di-kmating, - gue ga bisa gini sama di-kmating, - nah, terus udah tenten-tenten langsung kayak gitu kan, yaa, gue masih malah-suh, - nganggapinin, tapi kan ga ga, - oh sekarang, selalu aku sama kamu, - jisru kan aku dipaksa loh, - untuk melakukan ini. - Masa lipas aku melakukan ini, yaa? - Ya kamu kan sering maksan, - untuk balas-hors balas, gini gini, - gitu kan aku kan, aku sering banget, aku ignore aja, - yaa, yaa, yaa, yaa, yaa, yaa, yaa, - aku mana-mahu, aku nganggapin, - kalian makan-man ga jelas, - nah baru kamu, ya ribut sendiri kamu, - yuron-yur aku, - harus nanggupin gini gini, - katanya suruh lati yang buat ngajarin orang gini gini, - gitu bercerita lah, bukan ini, bukan pede kata, - yaa, ga, urusan enci, juga gimana sih, - yang biketin aku apa, kan ga, - suruh aku impruff orangnya, - coba aneh banget kamu, - mak, nampain orang pede kata, - maksud aku ada suruh impruff, - yaa udah, - kalau misalnya, - I don't like, - temen-temen, - nampak ga kita ignore aja, - aku ada suruh mau feedback lagi, - kembali kemuruhi, - tinggbut kemuruhatnya, - enem saya ada yang ingin beri, - yaa, - enem, - jadi gini, - oke, salah beri, - gini, - jadi gini, - sekarang kamu, - ya sebagai chair sama di cio-cio, - ya gitu kamu, - kan berarti, - kenapa ada orang yang melakukan, - nah itu ya, aku inget sebenernya, - maksudnya, - gini, - harusnya ada, - nih, ada, - tindakan yang persisama, - tapi di orang atau ga pas gitu, - tapi, - oh mungkin, - ini, - tindakan sih, - badan gimana kalau bodi? - coba, coba, coba, - jadi, - jadi kayak, - em, - aku pernah bilang kamu waktu itu, - em, - aku ingin asuka deh, - coba protot gitu, - em, - nah apa ada yang disemua, - teksebuk, - evolution, - jadi itu kan harusnya, - ya, - cewai pasti mencari, - coba dengan, - awas, - strong, - apa berbadi? - ya strong, - apa berbadi, - cenderungan, - ya setiap tinggi gitu kan, - nah tapi aku bilang banget, - aku ga suka gitu, - hmm, - terus kamu, - nanya aku ga sukanya tuh, - em, - dalam kotasi apa nih gitu, - itu saya bilang ya, - aku berapa kali, - misalnya kenal sama coba, - coba protot yang, - gini, gini gitu loh, - em, - dan aku tuh, - ga suka gitu, - aku ga ngelati itu, - bahkan in any way, - aku ga gitu, - bahkan itu turn off gitu, - hmm, - nah terus kamu, - lo bantah, - kamu bilang lo, - tapi kamu suka gelatan, - terus aku lah, - oke, - em, - gelatan berotot ya, - ya, - kamu bilang, - berotot banget loh, - tapi kenapa, - i don't get the same impression, - i don't get the same impression, - i think, - gini, - gini bagus di berotot, - gitu kan, - nah itu sama, - sama sih, - sama, - yang kamu mau sayin nih, - i, i, i, - itu satu yang penting berarti, - itu kan, - bisa jadi preference, - bisa jadi memang gini bagus, - gini bagus, - seberotat kamu suka, - gini bagus, - enggak berotat, suka juga, - gini gini gini, - berotat gak suka, - gini gini, - enggak berotat, - enggak suka juga, - emang, - emang udah gini aja, - bukan preference kamu gitu, - iya juga, - preference emang, - berbatin gini gak suka, - i sama kayak kamu suka baso, - apa enggak gitu, - baso, - baso yang mau coba, - itu emang kucobain, - dia fokan belum semua yang gini, - basiknya adalah, - basiknya kita suka apa enggak, - enggak, - ada sinyal, - ada gini, - jadi basiknya kenapa yang meting, - itu yang jungu-jungin, - gini bagus, - iya, - kemudian, - nyari, - bagus, - asm, - maksudnya buat kita, - iya, - buat, - kemudian, - kemudian, - iya, iya, - masalah gini, - kayak apa, - sinyal, - sinyal, - gini itu bisa dari suara, - di caranya, dari cara dia, - iya, cara dia, - omong cara dia bergerak, - badan, - iya, - oh, - disini, - indikannya, - sinyal, - tentang, - kemudian, - yang gira-gira, - ok, - enggak buat kamu gitu. - tapi sinyal yang sama, - digin yang berbeda, - berbeda, - gini, - gini, maksudnya, - sinyal itu sinyal dari gini, - ah, - bisa ada gini, - sinyal itu bisa macem-macem nih, - iya kan, - nah kita, - cendurnya, - nyari, - yang bagus lah buat kamu gitu. - ah, sinyal-sinyal itu, - sinyal ini, - sinyalnya bisa ada, - jadi itu suaranya, - ke, di ini, - ke, di apa segema, - cendurnya, - iya. - nah, - ah, - bukan masalah berotot atau nganya, - ah, - jadi sebab, - sinyal gitu. - sinyal ini kalau dia lagi berotot, - dia lagi berotot, - mungkin, silah gini, - dia lagi berotot, - sinyalnya begini gitu. - ah, - begitu ada yang, - sinyalnya, - ah, gini, - gini, - kamu gak suka dengan gini, - sinyal, - bahwa dia mempunyai gini, - jadi makin jelas, - makin kamu gak suka, - gara-gara, - makin, - kempara sinyalnya gitu. - bahwa itu sinyal, - adanya gini, - dan kamu gak suka gini, - makin, makin, - itu kayaknya, - menjelasnya, - yang ini juga deh, - di cewe, - juga deh kayaknya, - sesuatu seperti itu, - itu berapa. - aku nyadanya tuh gara-gara gini, - kan, - aku mau toko, - aku pas aku ngasih, - love advisors, - kalau kita berotot, - lifak-taf, - gara-gara kan aku sering kayak bilang, - "Yalah, sung gas aja gitu kan, - dan emang, - aku harus mencari gitu kan, - maksudnya, - ya, - makin, - rata-jee, - maksudnya, - ya udah gas, - gitu, - saya, - nah tapi gak tanya ada cewe, - yang masuk ke dalam - question box aku gitu. - ya dia memungkung bahwa, - kak gimana sih, - caranya bisa agak gas tapi gak kelihatan agresif, - soalnya, - aku pernah, - kayak, - basically dia kayak jadi tolock gitu, - gara-gara, - menurut cowok itu dia terlalu agresif. - nah tapi, - gak pernah terjadi dengan, - yang saya ingin agresif, - ya, - jadi, - poin nomor satunya dari soal kedikati ini, - nah, - terlalu emang, - kualitasnya, - nah, - dan itu abis itu berbual sebenarnya, - apapun gending gimana gimana, - bisa jadi belum manifestnya, - atau juga mancum-mancum. - oh ya, jadi misalnya, - jadi, - jadi, - kalau pertanyaan dari soal kedikati, - aku sebab belikan bahwa, - sebenarnya, - es bat or quality, - jadi, - gitu, - jadi, - lo, - kualitasnya ini sendiri, - yes, kualitas di-limas-masing, - bukan sinyal-sinyal itu, - misalnya, kualitasnya sendiri, - ya, - terbentuk lah, - ok. - action itu beda lagi, - action, misalnya, bukan sinyal-sinyal, - nah, - aku jalan lagi, ya. - jadi, kualitas diri kita, - dan itu, - abis itu, - kualitas sendiri itu misalnya, - mikir-benar, - kan, - mikir-benar, - emotionalized, - kemudian, - you know, - all this asic, - ya, kalau kalau jenis itu, - itu tuh udah mau mau ya, - jaman-jaman asic, - kecaya, - asic, - biasa, - you know, - dealing with people, - enak, - itu sih, di harin-kualitinya, - di harin-kualitinya, - dan terus sinyal-sinyal keluarannya, - ya, - dia, - dia, - mau maunya, - suaranya mungkin, - gajarannya, - cara dia, - you know, - bahas suatu gitu, kan. - itu juga, - jual-jaman itu jadi, - akhirnya, - understand, - other, - aku, - other, - aku, - orangnya lagi pelikatannya juga jadi, - aku, - gitu, kan. - 4 dalam membaca, - apa yang pas buat dia dan - pas buat dia. - ya, - ya kamu nih, - kan. - kamu ga punya - understand people, gitu kan. - ya. - teka kamu pede kata pertama kali aku, - emak aku gitu. - aku diajak mau bolo sama - segera, - macam, - whatever, - all this political shit [ donc ] kamu inget Το. ya ituия tau kali sembそれは yang ficar kebiasaan посто dengan ngomongan tidakgensi alam misalnya gueei sama aku besakah louder gitu akhirnya cuma karena i0 yang menunis tending jadi aku bisa bisa nanya balik itu siapa segala meja bebebe bebe jadi jadi gini masuk gue poinnya gini gue biasanya ngejaj orang bukan dari topiknya tapi dari cara dia risenin pemilihan kata yang sebagainya menariknya nih gitu kalau selitanya balik bisa ditanya segala macam menariknya segala macam udah selalu itu baik-baik ya untungnya untuknya logic kalau framework kamu bagus jadi atau framework sesuatunya ternyata gue tanya balik segala macam bisa itu nah itu salah satu jajmen yang yang aku lakuin untuk orang gitu ya itu itu mungkin kalau itu ya misalnya aku gak perlu nanti kita nanti ya itu kamu mau membelo misalnya ada orang yang suka yang pas lagi pedigatnya kamu mau menggula berbeda-beda tapi bisa jadi kosong misalnya aku sering banget kita ketemu cahaya oh gitu aku semua mau mau gini filosofi penidikan pasian gue penidikan gitu ya jadi kalau gue sih itu nge-lihatnya bahwa itu bukan tentang top segera tentang risingnya ya sih kamu mengenal di handi kalau risingnya bagus frame makin bagus logic or frame makin bagus enak ya squadasi udah enak biasa bisa yang pou scout kan v RB tak bisa saving berplatin itu sih tidak bisa mem Enak pas akan bertahan tapi kayak gimana memilah dari yang ada? ya, berarti di defaultnya udah ada pilihan. itu gak sih le tak faqtaf ya maksud kau harus itu ngeliatnya. ya itu gak bisa berarti aja gitu kan. itu faqtaf ya kenapa? sejakku baru gak sekarang gitu. nah kalau misalnya misalnya oke ini berkualitas dengan kualitas dengan satu. jadi dengan kualitas itu baru ada pull of option sebuah misalnya apa namanya? gak mungkin ini deh analoginya ya. analog itu pede kat itu kayak salesman. kayak salesman. ya lu punya barang bagus dulu lah. jangan bajar sales dulu. kalau barangnya jual. kalau misalnya cumpang camping, berbubusah-busa, juga gak laku laku gitu kan. paling mantereya nimpu sih. nimpu-nimpu, kalau mau nimpu, caranya gitu kan. tapi ya, ya, maksudnya kita tidak kita tidak mencari siatkan biar-biar. jadi, first, the quality of the person. nah kalau udah berkualitas, ya, abis itu ya, ya bisa nunjukin kualitasnya tanpa show off dan banget banget ya, bisa gitu kan. ya, dan kualitasnya anak upgrade gue banget, including physical, physical appearance gitu. contoh nih ya, misalnya nih begitu meekeran, nak, co-op, begitu, ya, menikirnya bagus, anak juga. macam kualis-bedan juga bagus, kelihatan expressnya udah berada, ngomongnya berada dan sebagai sebagai, ya udah nge-mongi S.I.U.D gue enak gitu. showing your thoughts on things cara, nya di emen, apa-apa nya, ngoliat masalah, solving the problems, bikin tretnya enak, gila sega macam cara dia tubir. ya, misalnya kelihatan dia orang, gue kelihatan dia, gitu. so, ya, terus, what else? ya udah, misalnya tinggal ini, asim sekau udah punya kualiti, ya udah, misalnya, whatever strategy tuh udah tinggal ini, gue tinggal marketnya aja sih. jadi kayak strategi yang ada tuh, kayak tu box gitu loh, kayak ada macam-macam obeng, ya, market yang mana itu kayak, apa namanya bolongan yang berbeda. ya, jadi kita tinggal lagi obeng yang fit. ya, jadi kualitas kita, aja aja aja. adaptif, jadi bisa kayak ini. sesuai ini aja sih. tapi ada juga misalnya ada, ada apa ya, dengan evolusi kita, kecendungan ginetis kita, ada hal-hal yang memang, ini ini agak sulit, dia agak sulit, sulit tuh gini. misalnya, kita tau, apa yang kita buat sulit nih, ada diskrepansi atau mismatch, mismatch, hipergami kan, sedangkan yang di hipergami, yang si cowo ini, bisa jadi terbatas nih, misalnya, 5-1, chair berkualitasnya ada 5, yang bisa jadi berkualitasnya, cowo yang available buat itu, ada satu gitu. berhenti keterbutan dong, benar-benar. sedangkan chair-chair yang berkualitas ini, udah terbiasa dari keting cowo-cow. oh, ya, betul. sih, enggak, kadang-kadang, ya, gue, gang siamat, gue kayak gini, gang siamat gue begitu gitu. gue ngomong lah, gue gini-gini, gue gitu-kita, dan sebenarnya ke Lum inspections? Ya itu siapa tinggal itu. Jadi proses banget surrounded přada dé data. �킷an minta malera kataemin-smartnya di dalam bentuk покongnya? Jika kita bisa hubungi importa 'audang.' Ya itu kan ada yang sangat. Masih punya cowok. Kamu udah ketina aku. Kalo gak punya cowok. Lepas itu punya cowok. Ada cowok, ada cowok. Ya udah diberesin dulu sama gue atau gimana? Gue lakukan, kayak gitu kayak gini lagi, orang lagi subscribe juks. Terus potifan ga ngiklan gitu. Itu gimana caranya subscribernya juks ini tau ada opsi lain? Ya itu gitu. Iya gitu. Iya gitu. Iya gitu. Iya gitu. Ya itu gitu. Ya masih aku mau bilang bahwa betia aku gak fit that norm gitu loh. Untungnya kamu gak fit that norm. Untungnya. Untungnya kalo gak ada betahku. Oke. Ya sih ya. Ya sih ya. Ya sih ya. Saya bukan yang berusaha. Malu sebab. Malu ngayak sih ya sih ya. Ya tapi aku suara gitu. Aku pikir whoever harusnya. Ya. Ya. Aku gak apa yang musuhnya kalo. Kalau aku suka itu, ya udah. Aku just go ahead. Ya gitu. Ya gitu. Ya gitu. Ya gitu. Ya gitu. Ya gitu. Ya tapi ada. Ya aku sebut kayak fill guys light with my softnessnya. Karena aku selalu mikir kayak mungkin ada kamu juga sering bilang aku terlalu ngomong simplifikasi. Jadi kayak mungkin ada variablenya aku missing gitu loh ketika aku karena aku juga kayak ternyata ada ngera yang main dalam artinya kayak jalan-jalan apaan dan yang sih apa untungnya apa pentingnya gitu gitu loh. Ya mungkin aku ngerti gitu. Ya mungkin aja yang sertankis. Mungkin ada benefit atau ada risk yang dihindari dengan melakukan itu gitu. Tapi aku tidak tahu gitu. Nggak tinggal. Nah jadi gini. Ya mungkin aja yang berusaha. - Cair kecowork, kalau merutku tuh gangsi Jusru nggak. Kalo itu tadi, ini adalah konteks yang haperganya. - Di itu, ada konteks yang dimana cair kecowork ini, mediah cair yang berkualitas, dan ada bergambut tadi, ada mismatch kan. - Supaya niman mismatch. Jusru harus jadi mikirnya yang butuh lu gangsi, itu yang dibawah transphot lo, kali gitu ya. Jusru dengan kelakuan lo gini, yaitu dapetin yang dibawah transphot lo sebenarnya gitu. - Iyi Iyi. - Lucarismel, ada lihat itu. - Mereka malah nggak bisa sebenarnya dengan lu bergantung ini? - Nah, jadi maksudnya kan dia terbiasa dengan duketin cocoknya gitu, ya kemudian dia ngerasa felinya. Jadi, jauhnya ngerasa felinya tinggi. Tapi kita kecowork yang dia mau bisa jadi Jusru sar, sih. - Bukir mungkin star atau lebih dari Jusru aja, jadi kayak. - Ayernya jadi-nya, jadi-nya biar-biarnya harus beda Jusru gitu. - Ya, misalnya, semestinya. - Ya, aku sekarang suka, Cair kecowork yang ngeri ketentus, ya kayak. Ini bagi-bagi aku tuh kos-li banget gitu. - Maksudnya, apa harusnya ini-ini? - Dia gitu, dia ngeri-ngeri, segala-gala, misalnya ya udah. - Abu rai, ya, sudah ngeri-ngeri. - Gak jelas-ngeri. - Gak jelas, kalau ya, kalau. - Gak kayak gitu-gak kayak. - Ya, kita kecowork, misalnya buat nih, mungkin aku nggak tau tadi yang nanya Cair, tapi cokla yang nanya Cair, kan misalnya. - Itu adalah fun, ya. - Oh yang-manya berkata tadi. - Iya. - Cokok. - Cokok. Nah, kakok Cok, nggak mau yang berkualitas aja. - Jadi ya? - Gak itu nggak gampang deh. - Iya, justru itu yang paling penting selain gitu. - Ya, apa ya? Aku kan juga, aku ada kan, aku ada kan, aku ada perusahaan yang banyak yang aku artinya. - Oh, yang nggak natural, kayak gitu. - Nggak natural, kayak gitu. - Cerdesan aku. - Tapi kamu upgrade, lower way. - Dan kemudian, kamu mampuan, aku udah ngerti orang, di upgrade, terus di upgrade. Kamu mampuan, aku udah lemah, segala-lama, cemahal, segala-lama, cemah cem itu di upgrade banget. - Physicality. - Kalau itu di upgrade, ya, ya, ya, mama yang selimpin bilang, kamu jadak, maskeh, - Dari aranya-dari kita, berjaya-dari, ya udah. Nah, airnya, emai yang lah, ya kita tetap upgrade jauh dibandingkan dulu, gitu kan. - Iya. - Jadi udah, jadi kalau cowar yang nanya sih, kalau menurut aku ya, hal yang paling penting tuh adalah memang upgrade diri. - Dan segala-hal, segala macam, terutamanya dalam intrakshin web, dengan ada remun-bing. Nah itu biasanya lebih. - Maksa laper di kata jadi, ya nggak masalah gitu kan. Kayak-kayak, aku beda, emce, aku maka mau gitu kan kayak. Ya, ya, I think, kalau. - Gini ya, aku sering bajakan tips-tips nih, pelakata-pelakata gitu. - Kingin yang masuk gitu, waktu aku lakukan itu. - Aku juga, aku nggak bisa dilet loh sama, maksudnya, omong-omong, kedit-witer kan sering kali ada omongan kayak jantel-mentuk ya gimana sih. - Gini-gini, kan aku bener-bener total kayak, but the actual fuck you. Bahan buat aku, itu kompletly di opposite of what I would like gitu. - Iya, jadi. - Tapi biasanya sih, sekarang gini, kalau misalnya orang itu berkualitas, menakon itu, kamu pasti kan. - Jusul orang yang melakon itu jadi nggak berkualitas kan, indik gitu kan. - Kayak, bahkan nampir kayak itu jadi sinyalnya nggak berkualitas, jadi gini gitu loh. - Jadi ada, jadi ada ada. - Kayak-kayak, aku tak tahu, aku tak tahu. - Jadi indik gini, ada misalnya tips, itu sih, cuma dia perkarsi, kecewa harusnya gini. Nah, jusul yang kalau dia melakon, "Ah, itu, jusul itu sinyal, boleh nggak berkualitas gitu kan. - Iya, iya, makanya itu. - Tapi itu aneh banget, ya sih, karena itu kode konsisten gitu. Inso many articles atau, ya know, tumbular quotes, derayat. - Aya, gini, aku selalu baca kayak gini-gini. Aku juga mikir lagu nggak ngakonin. gue ga kok nih, gue ga kok nih, gue ga kok nih, gue ga ga ga gitu. Nah akhirnya ya jadi kan berarti untuk supaya apa ya. Jadi kalau mereka perlu melakukan hal itu bisa jadi itu, juga mereka gak berkualitas. Mungkin banget sih. Dan supaya berkualitas mereka harus melakukan itu. Ya besaya supaya itu berapa, menilai. Jadi emang kayak some sort of technology ya, yang dipakai untuk M. Hunz. Apa yang dimana handicap ini ya? Soalnya mereka contohnya nih, besaya kayak ada wangi gitu kan. Harus wangi gitu. Gitu aku asyiknya kesel banget sama advise kayak gitu. Dan aku gak mandi 3 bulan sekali gitu kan. Harus banget sih, minta aku coba harus balun naturalnya dia. Buat aku sekarang yang kesens banget, pakai bahwa kayak. Aku gak mandi 3 bulan sekali. Sehingga sekarang dia udah lama digara-gara ppknya. Ya bulan sekali. Ya udah 4 bulan ya, ini sih saya pikir berlaku berhomanda jadi aku berhomanda. 4 bulan lah, 4 bulan lah. Tapi bayangin kalau si Gennese co, ini co, kayak dia gak mandi. Kamu sih udah lama harbaunya tuh jadi gak mandi. Kebetulan bahwa aku match sama kamu. Di aku nya ya. Kamu suka bahwa aku. Nah sedang gak suco, ini. Ya, sedang gak suco, ini dia bisa jadi bahwa. Em, saya Gennoran penjelak nih. Kemudian bahwa aku encher kalau sedang gak mandi makin promouns bahwa Gennese. Jadi ya udah perviom itu help sedang gitu ya. Ya, berarti mungkin yang salah dari advise itu adalah generalise nya ya. Ya, generalise nya. Itu harusnya, makanya kita kasih frameworknya di sini. Maksud kan. Concept concept nya gitu ya. Jadi gak semua itu applicable buat semuanya gitu loh. Jadi kayak kita gak bisa ngasih universal advice dan memang kita juga gak studi dengan universal advice yang ada yang mana-mana itu. Mata kan, kita ada di mana. Ini sial kapital kita gimana gitu. Baru suatu teknologi itu bisa bagus. Jadi enhancing di poin yang tepat gitu ya. Gak jusru malah sebaliknya nih. Keterebalik-baliknya dengan nge-nya. Lu disini nya jusru gak usah lu tondam. Ayo, sehuluh pakai natural nya aja. Tapi malah gak malah jadi off gitu kan. Ayo sebaliknya gitu. Lu harusnya disini di kasih teknologi terus lu natural aja jadi off gitu ya. Ya, contoh. Kalau bawahnya bagus, yang bagusnya gak man. Jadi itu supaya makin pronouns bawahnya dia akhirnya jisitu cahaya ya. Dari jauh semetrer itu kecil langsung disuka. Feromonnya. Feromonnya. Sebelum bukan feromonnya pisabahnya. Tapi bakteri sekitarnya. Cokong feromonnya itu. Di krowbal ya bener. Itu kan. Itu yang itu desu yang penting. Yang kedua lagi soal misalnya kayak apa ya. Sinha-sinha yang Siva terbuka banget. Sinha-sia. Ya, aku paling bingung sih ama misalnya itu lo yang aku leti Twitter orang ngasil lagi itu. Ada cowo berseragam, ada MD ya gitu. Ya, kamu tuh gak mungkin dapetin lagi bagus dari aku deh gitu. Aku nih udah ini banget lo. Pangkat aku tinggi-jini-jini. Itu tuh aku bingung banget sama cowoknya gitu. Tapi aku bilang, "Betul, but kind of, but kind of, man, just this." Kuh gak apa-apa banget. Nah, itu dia kan, itu soal satu nya lagi. Maka itu pisinya lo permukaan. Kalau basanya dokins tuh, extended phenotype. Extended phenotype, si cowok. Ini kan butuh menunjukkan qualitas. Seen kadang-kadang kalau dengan qualitas mentahan ya, si Cee yang gak bisa menilai ini. Gitu kebetulan, imse aku sama-sama kau bisa menulai qualitas gue kan. Langsung tanpa ku segala macam-benar segala pangkat segala macam-benar segala masih meru-beru-beru-beru. Udah bisa nih. Ya, ukeh semua itu. Nah, jujur itu karena punya kemampuan untuk menjaj kualiti. Emak aku gak pershow yang, yang, dengan sinyal-sinyal aneh aneh aneh. Cupuk dengan being myself, ngobrol-werever-werever yang aku bisa ngobrol. Udah, kan, bisa suka. Iya. Sedangkan, itu ada sinyal-sinyal permukaan tadi yang sama yang nih gelar Cee. Kulia dimana? Udah, MIT gitu Cee. Or apalah mobilnya bagus. Or apalah gini-gini lain-lain. Or doitalin in gitu kan gue. Dada-dada-dada-dada. Or apalah, qualever-wherever-wherever-wherevas lainnya. Iya. Bisa jadi, showing off sinyal-sinyal itu, WORK kecewa yang kaya gimana. Oh, marketnya jujur ya. Marketnya. Itu malas malas element apa, selekting dapul ya, jujur. Iya, misalnya kita bilangnya ada cewet tipa-at nih. Tipa-at nih yang memang berkualitas banget, singga dia bisa menjaskan qualiti apa-alanya tanpas adanya sinyal-sinyal permukaan. Ada cewet tipa-bet yang gak bisa menyal-sinyal-sinyal permukaan. Nah, kalau dia approach ke tipa-at dengan menggunakan. gak masuk, mengurai polis, perintilan. Perintilan, dota-lingin tadi, yang gak masuk, ke tipa-at gitu kan. Jusru ya tipa-at ini, ya udah mentahannya aja nih. No, it's case-reward all those. Ya kan, carang-angap mungkin, carang approach-nya tasnya mungkin, Or the sex or whatever gitu kan. Iya, dan juga jokes, biasanya sih juga. Jokes, exactly. Mana yang dia lihat lucu itu, meruta aku sesuatu, sesuatu buat persen gitu. Iya, namanya dia share gitu. Iya, bener. Nah, jusru, ya udah berarti back to this question. Kalau merutku ya, kalau dari cowok, biasanya, jangan bejalan penyelikatinya bagusnya. Qualitasnya aja gitu. Ya bisa sih kalau misalnya, "Wo, udah suka macam cara, jadi ini tapi gak tepung, tapi kayaknya sih berarti caranya aja yang salah. So untuk pelik ati buat cowok, lahir keli, bukan berarti cowok, udah gak berarti yourself, juga, berarti yourself juga. Ya. Cuma masalah di cowok, adalah kadang-kadang, kalau cowok yang masalah ini di cowok, biasanya udah berkualitas, ketika dia mau off-rest cowok, nah tapi karena dia berkualitas, udah kebiasa banyak cowok-couok yang off-host dia. Iya, karena juga emang ngosak nih. Di cowok kan, nama tadi kita berangkat dari high-programingnya itu kan sebenarnya. Ya emang statistik-li, ya udah akan lebih banyak cowok yang udah attraktif, lah maksudnya udah, udah market tebel gitu loh, memang ingin cowok gitu loh. Jadi dari situnya sebenarnya, misalnya gue sebagai cowok average pun, itu gue udah dibutin gitu kan, nususnya, dengan data in mine gitu kan. Jadinya, ketika kita udah dibutin itu, bukan berarti kita udah target pasarnya sebenarnya gitu. Nah diskrekan sepanjang tuntinya, di jaman sekarang cowok-couok yang berkualitas itu juga banyak. Dan kemudian cowok-couok yang berkualitas, ya bisa diangkat nih, nih perceptsnya kualitasnya cowok-couok. Nah kurang, akhirnya si cowok ini yang berkualitas itu biasanya diketin, habit dia diketin kayak gini, pas lagi diketin cowok yang berkualitasnya itu yang di mau di bawah aja, gitu, udah, itu yang paling biasanya mismatch, yang paling para, taggeng siannya kayak entah apa-anyanya kayak gitu, gitu. Prenjalan-prenjalanannya, bagi gue, aku sering banget, gak ada pencayang-cayang kayak gitu tuh. Masih? Aku gak pernah ngomong nih. Ya, kenapa aku suka isennya, misalnya pencayang tau orang kayak gimana? kayak gitu, biasanya, oh, dujumpot, disana-sana, biasanya dibayar yang disini, biasanya dikasih hadiah, bahagia, ya bagi gue ribet, biasanya ngambak, biasanya ngambak, biasanya mau diurusin, ya bagi gue ribet lah, itanya-tanya aja, gak suka bela-bela, nah, terengetak, banyak yang kayak gitu, gitu. ya, ya, kalau kita kasarnya mila yang gak sebuah apa, tapi, kayak ribet banget, segala macam ini, oh, dujus, ya aku jujus, gue lihatnya gitu, misalnya kalau kita lihat, ada jemisnya, dia range, misalnya, mila-6-8, mila-8, ini jujus rumah ribet banget, di 8-10, yang kualitas c-8-10, gitu. ini jujus sangat-sangat easy, itu diolet, dari ribet, kita, gak ambakan, gak, ini mila-bisa chill masa, gak banyak maunya, gak apa-apa segar macam dulu, nah, gitu, bisa jadi kan, kalau itu korelate dengan indah Legends juga, nanti jatuhnya, kalau yang kamu mau yang spesifikasi, yang pasti biasanya aku nereccer, kan, interlejansnya, dengan yang rait-8-6-10, dia bisa punya framework juga, kalau dia bisa baca pola juga, ya, ya, gitu, kita ketemu pertama tuh, aku udah dikasih pertanyaan yang pola itu, yang induksi, kamu nyuruh aku induksi angka itu, nombak, layai-yiel. Eh, itu sebenarnya apa siapa orangnya, nanya kayak gitu, aku coba, maksudnya di dalam konteks ngobrol-ngobrolusan, tanya jelas, lalu tau ritannya, yang suruh induksi. In on my daily basis, in my cast for conversation, as interesting question, emang, okay, ngerey, itu sebenarnya aku jadi punya pertanyaan lanjutan sih dari ini, tapi nanti aja dia pesat lain, ya, jadi pertanyaan tentang murahan, tadi kan kamu ngomong, C-C-ke banyak-kantuk, nanti banyak kesearat, lah, maksudnya gini-gini, nah, itu sebenarnya, nanya, aku di question box, kalau kanya itu kan kayaknya, ngga ada request, nanya, simpel banget, terus ngegas, pernah ngerasa itu murahan, gak sih, kak, gitu. Ya, ya, ya, ya, kamu murahan. Itu kita harus berhasil dengan lebih detail, maksudnya. Ya udah, yang baik gini, ya, karamurah, kayak mau, ya, sih, kalau sekat chill gitu, aku lagi, kalau aku, ya, murahan, ya udah bagus, nah, ya, ya, Orangannya punya persetsi yang memesatkan tamurahan yang ini kan? Namanya setaku itu dia harus di break gitu, tapi in the next episode. Aku masih frame-orang di kedi. Ah, Hel! Masa yang ini jadi spoiler. Ya, oke, udah. Soal murahan. On murahan. Next episode. Oke.

Podcast Summary

Key Points:

  1. Terdapat konsep *asymmetric reproductive cost* antara pria dan wanita, di mana wanita menanggung biaya reproduksi lebih besar (hamil, melahirkan, menyusui), sehingga secara evolusioner lebih selektif dalam memilih pasangan.
  2. Wanita cenderung bersifat *hypergamy*, yaitu memilih pria yang lebih unggul dalam sumber daya, kekuasaan, atau status untuk menjamin keamanan reproduksi dan keturunan.
  3. Ketimpangan pasar kencan terjadi
  4. Perkembangan teknologi dan media sosial memperluas pilihan wanita, sehingga ketimpangan semakin terlihat dibandingkan zaman purba yang hanya terbatas pada kelompok kecil.
  5. Strategi pendekatan harus disesuaikan dengan posisi individu dalam hierarki atraktivitas (alpha, beta, atau lainnya), karena rumus yang berhasil untuk segmen tertentu belum tentu optimal untuk segmen lain.

Summary:

Diskusi ini membahas dinamika evolusioner dalam hubungan pria dan wanita, terutama konsep *asymmetric reproductive cost* yang membuat wanita lebih selektif secara biologis. Karena wanita menanggung biaya reproduksi tinggi, mereka cenderung memilih pasangan yang dapat menyediakan sumber daya dan perlindungan (*hypergamy*). Hal ini menyebabkan ketimpangan pasar kencan, di mana hanya 5-10% pria yang dianggap atraktif oleh mayoritas wanita, sementara 90% sisanya kesulitan mendapatkan pasangan.

Perkembangan media sosial dan konektivitas global memperparah ketimpangan ini, karena wanita kini memiliki akses ke lebih banyak pilihan berkualitas dibandingkan zaman purba yang terbatas pada kelompok kecil. Pria perlu menyadari posisi mereka dalam hierarki atraktivitas dan menyesuaikan strategi pendekatan, karena metode yang berhasil bagi pria di puncak hierarki belum tentu efektif bagi yang lain. Faktor seperti fisik, perilaku, dan stabilitas emosional juga memengaruhi daya tarik, namun prioritasnya berbeda tergantung segmen.

Diskusi ini menekankan pentingnya memahami konsep fundamental evolusi sebelum menerapkan strategi praktis dalam hubungan.

FAQs

Asymmetric reproductive cost adalah perbedaan biaya reproduksi antara betina dan jantan, di mana betina menanggung biaya lebih besar (hamil, melahirkan, menyusui). Akibatnya, betina cenderung lebih selektif dalam memilih pasangan, sementara jantan relatif lebih murah dan kurang selektif.

Hypergamy adalah kecenderungan perempuan untuk memilih pasangan laki-laki yang lebih unggul dalam hal sumber daya, kekuasaan, atau status sosial. Hal ini didorong oleh kebutuhan akan perlindungan dan sumber daya yang lebih baik untuk keturunan.

Karena perempuan cenderung sangat selektif akibat biaya reproduksi yang tinggi, sehingga mereka hanya tertarik pada laki-laki dengan kualitas terbaik (sekitar 10% populasi). Ini menyebabkan ketidakseimbangan, di mana sebagian besar laki-laki kesulitan mendapatkan pasangan.

Mismatch terjadi karena gen-gen kita masih terbentuk di zaman purba, sementara budaya modern (seperti media sosial) memperluas pilihan. Perempuan kini bisa melihat banyak laki-laki berkualitas tinggi secara global, sehingga standar mereka semakin tinggi dan kesenjangan semakin terlihat.

Media sosial membuat akses ke calon pasangan menjadi lebih luas, terutama bagi perempuan yang bisa melihat banyak laki-laki berkualitas. Ini memperparah kesenjangan, karena laki-laki yang sudah atraktif menjadi semakin diminati, sementara yang lain makin terpinggirkan.

Ya, strategi harus disesuaikan dengan kualitas dan posisi seseorang. Misalnya, aturan yang berlaku untuk 30% teratas belum tentu cocok untuk 5% teratas atau 90% sisanya. Setiap individu perlu memahami di mana mereka berada untuk menentukan pendekatan yang efektif.

Chat with AI

Loading...

Pro features

Go deeper with this episode

Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.