Go back

Reader Response/Reception Aesthetics

55m 24s

Reader Response/Reception Aesthetics

Transkripsi ini merupakan rekaman kuliah yang membahas teori resepsi sastra, khususnya pendekatan fenomenologi yang dikembangkan oleh Hans Robert Jauss dan Wolfgang Iser. Kuliah diawali dengan penjelasan dasar fenomenologi Edmund Husserl, yang memusatkan perhatian pada kesadaran dan bagaimana objek dialami dalam pikiran. Jauss kemudian mengembangkan ide ini ke dalam kritik sastra dengan konsep "cakrawala harapan", yaitu seperangkat norma, pengetahuan, dan pengalaman historis yang dibawa pembaca saat menilai sebuah teks. Teks dinilai berdasarkan sejauh mana memenuhi, melampaui, atau mengecewakan harapan ini. Sementara itu, Iser lebih menekankan proses pembacaan individual. Ia membedakan teks artistik (yang diciptakan penulis) dan teks estetik (yang diaktifkan pembaca). Pembaca mengisi "celah" dalam teks melalui skemata dan konkretisasi, sehingga menciptakan dimensi virtual sebagai hasil akhir interpretasi. Kuliah juga menyoroti bagaimana teori resepsi ini berusaha menjembatani pendekatan formalis yang objektif dan pendekatan seperti Marxisme yang subjektif, dengan menekankan bahwa makna karya sastra tidak tetap, tetapi dibangun secara dinamis melalui interaksi antara teks, kesadaran, dan pengalaman historis-sosial pembaca.

Transcription

3702 Words, 24356 Characters

Indonesian
(Selamat pagi) Bismillahirrahmanirrahim Selamat malam kemarlah di Allahu akadur Selamat Arjun pakam malam dengan Suara Sayah Bianur Rahman Melaluhi KFM Alhamdulillah Sayah sudah sehat Maring satu megu saya sakit Makan sihat dan anda semua yang sudah membahakak saya Alhamdulillah Keman Makallah sekelah dengan apa-apa Saya sudah sehat kembali Bisa Allah dan bersiap kembali untuk memberikan perkuri yang perkuri yang selanjutnya baik Saya ini teman di dalam walkan Sepayal diingaman anda sudah pasti tahu semua dengan walkan lagu-lagunya baik-sau-sadara Hort case episode hari ini saya pusuhkan untuk mata kuliah kelihatan kelihatan kerutama masih dengan kebahasan kelanjutan kebahasan dari yang sudah kita bahas waktu pekan sebutnya itu dengan berkongsi kelihatan di dalam haris dan kembali dan di walkan kelihatan kelihatan di dalam kerutama dan ini juga ada ekser dari kelihatan sangat panjang kelihatan ini sebenarnya adalah edisy rapisi dari inaudional kebesnya yang kentikan dia di kantik menjadi seorang professor dalam inaudional ada judunya adalah literari history set challenge terutera di theory on-swabat use dan subtopic yang kedua tentang di respons di adalah tentang role of pre-dress experiences in the process of reading dan di walkan di walkan walkan is dengan jadul taksai dari di process of nomenogical approach baik kita mulai sepati biasanya selalu di sandarkan pada slideshow yang sudah saya buat untuk penjelasan matapulnya saya terutama dikaitkan dulu dengan hasil harfisnya pembebasan dari istusnya istusnya istusnya kita dan bagi anda yang pembelajar kentika di theory yang sudah mendapatkan slideshow jalan keliuka slideshow pertama kaffir dari slideshow saya ada diminasi warna putih kemudian ada foto, dua foto foto atas 12k di di dihengso bertyos dan foto sebelahkan Ex Rotasi Sebelum, Iqeytap Transform Saya sebelum selalui yang berikutnya, atau selalui pertama, jualasan selalui, senajitnya. Saya ini menjelasan dulu sedikit mengenai fenomenologi, karena tidak dapat dipunki ribahwar. Berikan dari respons di jerman yang lebih dikenal dengan resopsin aesthetics, atau kita menibutkan dalam bahasa Indonesia estetika resopsi. Sebelum selalui yang berikutnya, kalau mau dipanjakan, mungkin menjadi penerimaan nilai estetika. Penerimaan nilai estetika, dan itu dikatakan dengan dengan respons dengan bagaimana pembalacai itu mengkonsoksi nilai estetika. pr şimdi itu, jadi Bridge Redis Sports yang berkembung di America Stikat misalnya ada banyak spaki, itu kokot kota Aku berkembung, banyak spaki ada lebih ngomong ros kera ada worked sleep banyak pegar pogot jadi itu, adalah petrepang ruahan dari Astatikar Sabing in German makanya kemudian saya lebih ngomong yang aslinya, yang aslinya itu di jerman tokoh ke jermannya iltuhan sur the coast, sama work on dessert kalau ada berhatikan di KFRIES LINE SOUSAYA ada tulisan berwarna merah di sulit atas itu tulisannya dalam bahasa jerman kutipan salah satu kutipan kendo dari seorang tokoh film tokoh fenomenologi atau film pencetus fenomenologi salah satunya itu Edmund Husser itu kata berbunyi seperti ini curu cuda nisakan curu curu curu curu curu curu curu curu curu curu curu artinya kalau jalan bahasa jalan kemudian kemudian kemudian atau jalan bahasa jalan bahasa kita terjemahkan menjadi kembali pada objeknya sendiri atau kembali pada dui nias sendiri seperti itu karena saya harus menjelaskan itu dulu karena yang akan di bahas oleh yos sama iser itu berkaita dengan kesadaran kesadaran dalam ruang niku yang filosophis tetapi masih bisa kita kaitkan dengan lingkis betul makanya saya sudah sejak dari awal waktu pertemuan di pelas itu sudah mengatakan bahwa sape Ridley's response itu kita sangat lemun seperti itu penomenologi jadi kajian tentang penomena apa yang maksudnya dengan penomenai itu saya mengambil pejakan penjelasan dari dari berjulkan dari bahwa kita sebenarnya di dalam dunia ini di dalam kehidupan kita kita tidak bisa mengatahui apakah yang kita alami ini ilusi kenyataan atau bukan di dalam dunia di dalam dunia atau bukan atau bukan Mereka itu yang kemudian menjadi penting adalah bahwa bagi enbunhu serong, bagi enbunhu serong. Kami tidak bisa memasakkan penting yang penting adalah penting yang penting. Mereka tidak bisa memasakkan penting yang penting yang penting. Mereka tidak bisa memasakkan penting yang penting yang penting yang penting. Ada proses berfikir ke 3. Kita melihat benda. Ada proses berfikir ke 1. kalau soso bilangnya signify dan itu berkaitan dengan signifikens dan kalau disini baru, kita memahaminya sebetulnya dukan kata meaning karena kata meaning itu sebetulnya lebih filosofis, ketimbang kata signifikan, kalau signifikan itu lebih lungus di situ. Jadi selalu ada anggapan kesadaran maksud di dalam fikiran kita, semua kata signifikan itu adalah sesuatu yang terjadi. Jadi setiap kesadaran, selalu menurutkan kesadaran atau sesuatu hal. Jadi ketika kita berfikir, kita sadar bahwa fikiran kita itu menunjuk pada pointing towards object. Jadi lagi-lagi objectnya ga penting, sama asadnya seperti sepertisau sur, seobjectnya ga penting, yang penting itu adalah bagaimana cara kemudian mereprsentasikan seobject itu. Perbedaannya adalah kalau seur-seur lebih menekankan bahwa cara mereprsentasikan itu, kalau en manhouser lebih menekankan kepada bagaimana kesadaran yang menemukan bentuk itu, itu arti penting dari fenomeno lebih, jadi yang dimasuk dengan fenomeno lebih, kejian tentang fenomeno, bukan fenomena yang lapak, tapi fenomena yang kita maksudkan di dalam kesadaran. Itu. Kita membuat kurung, jadi maknanya itu adalah sesuatu hal yang memaksudkan oleh otak kita, oleh kanses itu sendiri, itu lah maknanya, darah saat itu yang kemudian, dijadikan kelandasan awal bagi para kritik usastra Ridley's response, setiap seksi, hansur berjauh sama wafkuan easer untuk dibawa tel revanemenulogi ini, ke dalam kritik usastra, di pedaling cara membeker, karyasaasranya di agak sebagai satu bentuk fenomena yang kemudian di konstruksi oleh kesadaran, jadi teori ini mengendaki ada 1 penerimaan atau 1 response terhadap seastra berdasarkan pengalaman yang diprocess melalui kesadaran pembajah, semua berbeda halnya dengan fenomenulogi yang asli ini yang admin hustle, yang ahistoris, karena siapa-siapa ahistoris, jadi kesadaran itu dikurungin, di put in brackets, kalau kita mau menyakini kebenaran satu hal, satu fenomena, maka kebenaran itu dikurungin di dalam kesadaran kita, yose, itu mengambangkan, kalau dikurungin katanya, apa bedanya, akhirnya, si fenomenulogi ini yang kemudian terjebak kembali ke dalam formalis, makanya di bawah cahayaan di awal banget, itu kan, apa yose, itu betul-betul mengdelaskan, kalau mahan dari formalis dan maksese, dalam kesadaran, saya lihat kemudian terjebak ke dalam kesadaran, sebagainya di dalam kesadaran yang ada, yang berbeda dan kemudian di dalam kesadaran itu di dalam kesadaran yang diberikan, dan di dalam formalis, gw pertambah air ke jari öğ butuh invece ikut aku seharusnya terhadap demonstration 명 penting akuかった saat berj Beetz saya menggunakan tidak terlalu terdengar di rekaman ini, ini yang konkusi di habis ad ini, menangutkan al-hualannya yang lebih leminan. Maksud kebetulan lebih leminasi kejian sejarah, ini nanti karetannya dengan kejian maksisme yang lebih depannya. Terus di habis ad ini, kita di sekusi lagi, dengan saya nanti di jadi sebabnya ini lebih mendorong lebih mendorong mendorong keadaan sejarah sebagi penentu dari Pak Narkaria sementara sebagi penentu konten bahkan sebagi penentu bentuk sama sekali bentuk sedang mengifer kebalikan itu yang sudah kita bahas lebih mengutangkan bentuk ketinggang isi konten tidak peduli mengapain hidungnya mau apa yang penting bentuknya dulu di eksorasi yang penting bentuknya dulu di eksorasi itu menolong kelihatan yang menempatkan keadaan sebagi seratu yang inkakit itu di kembangkan ulang oleh Yose itu menjadi yang lebih historis oleh Yose karena wokbang isar itu walaupun menekankan adanya background itu lebih bersifat individual seperti main historis kalau Yose itu lebih menempatkan kesadaran sebagi seratu yang memang apa iselanya selalu bersifat historis kenapa seperti itu karena pembejet tentu saja tidak menyumpai tekst dalam sambung yang hampar dalam kertas posong semua pembejet pasti mempunyai posisi sosial dan historis dan cara menapsi di kinesastra atau sangat dibentuk oleh fakta-fakta bagi mana dia ada di posisi apa posisi sosial yang seperti apa posisi sosial yang bagi mana seperti itu lo berlalu di jenis jenis berlalu di jenis berlalu di jenis berlalu di jenis berlalu di jenis berlalu di berlalu di jenis berlalu di jenis berlalu di jenis berlalu di jenis berlalu di jenis berlalu di jenis berlalu di jenis berlalu di describe gambar saja, satu gambar saja yang betuknya visual, itu makanya bisa berpikir di dalam sada rantvi. Selain itu juga semua sesama, ini nanti silakan dia lihat saja. Saya langsung saja ke penjelasan Yose, pada segoa saya bilang bahwa Yose itu reaching the gap between objective approach and magnetic approach. Objective approach di wakili oleh formalis, magnetic approach di wakili oleh maksis. Yang ini lumayan, menyata. Bridging the gap ini dengan cara memlemparkan satu konsep yang ditemakan dengan horizon of expectations. Kita bisa terjemahkan konsep ini dengan rasa cekrawah harapan. Apa yang dimaksudkan horizon of expectations, dari hasil pembelian saya, terakhir kesuluhan, terhadap excerpt yang ditincang dengan beberapa sumber lain. Yang di masa dengan horizon of expectations, itu adalah saya pakai di sini, saya tuliskan di situ, silakan di ibu baca. Ketika, keteriksaan yang menggunakan dengan text, di any given value. Jadi, keteria yang membeli agonakan untuk menilai text, text asrak, dalam satu periode tertentu. Itu bisa norma textual. Ketika norma textual, itu semua perangkat kebahasaan di situ. Semua perangkat kebahasaan, sebuah perangkat, komponen text di dalamnya ada. Sikney Fire, Sikney Fighting yang boom, di situ. Apa yang itu? Kurang lebih. Kohe Sikohirin, di situ adalah salah satu textual norm. Udah berkoneksi, berkoneksi itu adalah salah satu bentuk pengetahuan desat dari pembelian. Ketika dia menilihat atau membaca sesuatu yang baru. Ketika dia membaca sesuatu yang baru, maka yang dia gunakan untuk menilai adalah pengetahuan yang lama. Yang dia dapatkan, yang dia apa? Niliki. Dan kemudian, fakfiction, understandings bergantung juga pada pemahaman pembelian, sampai dimana dia bisa melihat perbedaanan terapak dan fiksion dalam sebuah text. Hari ini bukan kadangkala. Bahakan hari ini yang seperti yang saya sering berulang-ulang contohkan, jadi, di dunia ini, terakhir Indonesia, terutama juga, ketika membaca pesan berantai. Di WhatsApp, di WhatsApp, di tidak bisa membedakan banyaknya, mereka tidak bisa membedakan fakfiction, understandings, apa yang dia baca itu bener? Apa yang dia baca itu cuma argumentasi sesuatu orang belakah? Apa yang dia baca itu cuma opi ini sesuatu orang belakah? Apa yang dia baca itu cuma orang belakah? tidak sadar dengan itu gitu loh tidak sadar dengan itu saya ingin soal-alah langsung mengkumudian membunarkan atau lalu mengapa memforword lagi tu banyak orang kan semakin gira dan dia seperti itu itu terkait dengan fakkiknya understandin nah kalau makanya kemudian itu akan menurut text phone ROM sebagian nolil dengan fakkiknya understandin ini akan menurutkan satu bentuk kerasa yang kita harapkan di dalam sebuah text gitu loh kalau saya bertanya rasanya itu ada di mana ayo ayo ya kelas rasa itu ada di mana di simpannya rasanya itu ada di mana yang jauhnya ada di hati ya ada yang jauh di hati kan rasa rasa apapun kalau kalau kalian kalau kalian kesandung jatuh kaki berdara sakit kan sakit itu ada di mana rasa sakit itu ada di mana ada di kaki bukan sesudara saya jelaskan segar hang kalau anda masih masih menganggap warah rasa sakit itu ada di kaki ya ya salah sekali itu anda kemana saja sampai mengatakan warah rasa sakit itu ada di kaki rasa sakit itu ada diambang batas kepala kita kesadaran kita gitu loh rasa semua rasa ikan itu kan di simpan di fikiran itu masih ingat dengan pedlasang saya tentang real fakta dan realitas itu semua rasa itu ada di fikiran salah sekali itu ya makanya kalau anda membeca awabat penurun panas sandmol misalnya atau apapun penurun panas dan perdangiri yang berisi parasa tamol itu atau ibup fok pen atau apapun namanya anda akan membeca di pharmacologi parasa tamol itu mampu menurunkan ambang batas rasa sakit cara bekerjaannya gitu ya cara bekerjaannya ambang batas rasa sakit yang ada di otak nah gitu loh dia rasa sakit itu dari otak salah yang kesandung yang jatuh yang berdarah kaki tapi sakit dari otak gitu bukan bukan di kaki seperti itu makanya analogi original expectations itu saya analogikan seperti rasa rasa makanan yang akan kita makan s στα ramai etぞ= Kotong seperti mask lasu raisin Sues blasting peduli Sa после asalasилось kemudian ada valian sendiri kan muscular dengan contoh a suami semuanya Оtsai wholesale kan merasak molecule kan anda belum merasakan baso baso mana itu yang belum mengajar sakan yang belum anda cici cici baso ojen atau baso mana lah terceralah pokoknya baso yang paling enak saya kasih nama baso ujang sajalah baso ujang sebaso ujang ini katanya enak banget akan sebelumnya ada sudah menyimpan rasanya baso dengan beragam rasanya baso yang ada cici cici di pangandaran ada rasanya baso yang ada cici di garun ada rasanya baso yang ada cici di tanggerang ada rasanya baso yang ada cici di alun bandung anda simpan semuanya di rasanya itu di otak oke, sekali lagi di otak ya rasanya rasanya di fikiran anda kalau kemudian anda mendengar ada baso ujang yang begitu enak banget katanya kalau anda menghadapi baso ujang semangkuk baso ujang di depan anda anda akan ada harapan ya wah ini ini harus lebih enak dari rasar-rasar baso yang sudah saya makan sebelumnya kan nah gitu dan ketika anda mulai makan cici satu sendok kemudian dia makan makan sampai habis kemudian anda apa sampai mengatakan ini enak banget nah berarti anda sudah menjadi pembaca gitu pembaca yang yang baik gitu tapi anda belum bisa menjadi pembaca historis anda belum anda belum sampai ke reception estatik anda baru baru menerima dulu ditulah ketika anda bilang enak banget berarti semua referensi rasar yang anda simpan selama ini di tasabaso yang selama ini anda simpan di otak anda itu kan kala semua berarti nah dengan rasar baso yang anda dapatkan di di baso ujang itu nah lalu kalau ingin sampai ke reception estatik itu seperti apa anda dilaskan ke orang lain ini rasar baso enaknya ini seperti apa ketenya laniknya begini kemudian komposisi garam sama cukaknya tidak berlebihkan misalnya gitu kan kemudian untuk komposisi baso-nya gagingnya terasa tapi juga tidak terlalu apa kenyal misalnya as perti itu anda baru itu namanya resursung estatik dah dilasan ke orang lain itu baru pembaca yang baik dan pembaca historis karena apa karena anda bisa menjelaskan ulang dan kemudian anda membedakan misalnya dengan baso-baso yang selama ini sudah anda rasakan kalau yang di baso-baso oh yang misalnya sikin si basunya itu begini tapi kalau basunya basu-basunya basunya begini nah begitu mungkin para pembelajar yang komparatif di tritur akan bertanya ini itu kan kalau begitu apa yang berbeda dengan komparatif di tritur yang ada respons ini bagian dari salah satu metode untuk mengcomparasi sastra itu lo itu ya saya tahu jadi as perti itu tidak yang menerima dikontrolkan ini saja yang menerima ini yang terlalu other people. Terlalu, terlalu ketika rusa di tulis, jika rusa di tulis darahkan sempurna, terlalu ketika rusa di tulis, terlalu ketika rusa di tulis. terlalu ketika rusa di tulis. terlalu ketika rusa di tulis, terlalu ketika rusa di tulis, terlalu ketika rusa di tulis, terlalu ketika rusa di tulis, terlalu ketika rusa di tulis, [MUZAK] yang berlangsung seperti maksis bukan bukan juga dari ekskariin yang kasih bentuk-bentuk para penulis bukan juga tetapi dari bagian banyak pembeli, bisa membeli, mempahankan haria sasta itu juga langsung historikal horizon dan historikal ridance. Cak terawalah histori sejauhnya di atas harapan-harapan sastra Indonesia ini, ini harap kemana-ananya, ini sastra Indonesia ini, harap kemana, ini tergantung anda, Anda, Anda, sebagian pembeli, tergantung, sorry, sorry, mau menentukannya kemana, Anda mengenggap karya sastra di dalam, sebagian karya sastra yang tidak bermengutuh kenapa jelas kan dong? itu kan harus hanya harus bisa dijelaskan jangan ah sampaah ini populik, tidak bisa ngakuin bisa cuma begitu, Anda harus menjelaskan itu, kenapa sampai tidak bermengutuh? karena kedua memunuhi cakrawal harapan, yang seperti apa yang Anda harapkan, Anda membaca historis, harus juga Anda munculkan cakrawal harapan yang begitu kurang lebih itu ya dan itu juga yang di sampe kaya kan oleh saya di slide berikutnya jadi, taksan yang terlalu terlalu selesai, di selesai di dalam kelas kelas kelas dengan kelas kelas dengan kelas yang akhirnya, saya mencantakan di beberapa klas, diskusi kita waktu itu, bahwa Shakespeare itu dulunya, itu dianggap populik saja, dianggap populik remehtemens saja lah, hiburan rakyat gitu, globeti itu dah hiburan rakyat, cuma, hatas pembacaan-bacaan di stories yang begitu kata, oleh para penikmatsah-stra yang berlangsung dari generasi ke generasi, akhirnya menempatkan Shakespeare itu menjadi bagian dari tradisi Kanon, tradisi Highland, tradisi Saksra Besar, itu salah satu contohnya dari tulak itu kalau dari Perspektive Coast, sekarang kita masuk ke Perspektive nya Wofuang Iser Wofuang Iser ini, terdapatkan dari makan estetikannya, itu lebih individualis ya, terdapatkan dari makanan di stories di mulai dengan pengkajian atau pembacaan dari ada dua kutup, ada dua kutup di dalam karyasa Saksra, ada nisla yang berikutnya, silakan di buka, ada artisik text dan ada estetik text artisik text itu adalah text yang dibuat oleh, atau yang tulis oleh author, yang dibuat oleh author ke sadaran yang biciptakan oleh author, itu lah, aku rang lebih jenis, kalau dari Perspektive yang menurut busnya ya Kudahnya yang kedua adalah estetik text, itu adalah text atau ke sadaran textual yang biciptakan oleh pembaca Dua kutup ini, kemudian, yang mana yang lebih dominan, tergantung dari seberapa jauh pembaca menerahkan proses pembaca yang betul berdasarkan Perspektive Phenomenologi, atau penekatan Phenomenologi di mulai dengan bagaimana seberapa pintar, seberapa bisa kita membuat skematah ini kalau anda punya teman di penidikan bahasa Inggris, atau penidikan bahasa di dalam pembelajaran dan pengajaran reading, itu selalu belajar tentang skematah atau skematize views ini menjadi penting, karena pelangka awalnya memang harus skematah dulu karena skematah ini mencoba menggambarkan relasi antara satu hal dengan hal lain, antara hal yang satu dengan hal lainnya sampai berkembang ke mana-mana itu, mungkin anda bilang, ada yang bilang, oh ini main mapping, di alah skematah itu persisama dengan main mapping, atau skematah itu adalah main mapping di tulah kalau main mapping sudah, anak kita sudah proses pembaca, karya sasra di sini, kita memainkan main mapping, ini ada di slide perikutnya selakan di buka, anda harus mencoba mengkonkritkan apa yang menjadi arah dari tekst itu harahnya ke mana main mappingnya sudah ini, ini bisa ada kali ini, sekarang di konkritkan, di konkritkan oleh kesadaran anda dikaitkan antara satu umsud dengan musuh yang lain, yang paling dominan itu lah yang namanya dengan konkritisasi, si Wavgan Isari ini, ambil dari Roman Inggarden, istilah konkritisasi ini baru kalau anda sudah mencoba mengkonkritkan, ini ke mana arahnya sebetulnya dari sehingga banyak skematah yang sudah dibuat kalau anda membuat jalur, itu yang membuat jalur, itu lah yang namanya konkritisasi, karena ini hanya audio, jadi saya tidak bisa buat banyak untuk melikan contoh visual kalau perkawinan antara skematah yang lain, itu baru kemudian akan melahirkan virtual dimension, virtual dimension ini lah menjadi titik akhirnya, titik akhir dari proses membaca virtual dimension itu kesimpulan, bukan virtual dimension itu adalah gambaran keseluruhan mengenai apa yang sudah anda dapat dari bacaan anda bacanya kan sudah jadi gampang sekarang, yang menjadi penting adalah gambaran yang ada di otak anda, kesan yang muncul di otak anda segera keseluruhan anda bisa rangkaikan melalui tulisan kembali itu virtual dimension, anda bisa mengkapkan kembali, itu virtual dimension ketika anda bisa menguangkan rasa baso yang tadi, itu virtual dimension anda itu jadi virtual dimension ini adalah istilah lain dari pencapaian koraisan di ekspektasi, yang mempunyai mirip lah dan diselayak berikutnya saya menolis, ini terkait dengan antasipasi dan retrospaksian function activism menggunakan patut develop-past尀 ningún perme banget dia mencari versi negararuktur karena itu yang luar necessitas perkhemudian untuk memiatasan loving є doso stinky dengan seorangiser itu selalu akan ada yang bulong selalu akan ada yang di tinggalkan oleh penulisnya secara sengaja lu gitu untuk ditangkap maknanya oleh pembaja ini yang namakan dengan hiatus makanya proses pembaja harus melalui antisipisian dan retrospeksian antisipisian itu adalah bagi mana kesadaran anda itu menciptakan ragam bentuk apa foresh do wing lah semacam gitu ya terkait dengan aktivitas seorang toko kh misalnya perjalanan seorang toko kh di dalam novel yang ada baca ketika ada baru sampai misalnya halaman terakhir. apapah 39 misalnya wah kira-kira nih halaman 150 ini ada apa nih ya itu, anda apa membayangkan segala macam hal itu anticipation seperti itu ketika kemudian anda sudah sampai halaman 150 ini dan anda mencoba melalasikan lagi apapah dengan keadaan yang sebelumnya itu namanya retrospection jadi balik lagi ke halaman-halaman sebelumnya bagaimana mencari 100 itu, ada post dulu itu membuat anda berenti dulu melihat dulu pakai kacama tabisar kejadiannya jadi begini karena ada di halaman sekiranya itu di halaman sekiranya tergantung pada existing stock of experience yang tadi yau sebut sebagainya background knowledge jadi bagaimana kita melihat memenuhi gaps dan kodokode yang kosong itu ada penulis yang di tinggalkan sangat-sangat jauh oleh penulis kurang lebih seperti itu itu untuk iser jadi iser ini adalah yang berdum-dum terdiri kalau anda mau menggunakan penelitian kalau anda mau penelitian dengan menggunakan konsep read response read response ke iser itu sangat individualis yang berarti kita sebagai peneliti juga sebagai menempatkan diri kita sebagai pembaca tapi kalau kita mau menggunakan kalau kita mau penelitian dengan menggunakan read response di ala Jose kita menempatkan diri kita bukan sebagai pembaca tapi kita meneliti respond pembaca respond-transpon orang lain bagaimana kemudian respond-transpon itu masuk ke dalam kategori sorry-gari dis atau tidak itu apakah nanti ke memajukan tradisi ke sejarahan sahasra atau tidak dengan respond-transpon itu apakah caklah wala-wala harapannya terpenuhi atau tidak memangkat stdks3 hari ini masyarakat itu pengen yang kayak gimana nah kayak gitu itu untuk Jose ya kurang lebih seperti itu supaya ini sudah lama juga ini untuknya saya saya mencetungkan terakhir disitu ada satu tek tapi susah ya kalau saya kalau ini tidak visual ini sebetulnya teknya diabil dari sorry nara sih awalnya pahari dan kredi Jane Austen inginnya saya menjelaskan ini tapi ini harus interaktif ya dengan anda jadi susah juga itu rahim saya kutipkan kembali curuk cudun sakan-selbst dan objek berigarit, tidak ada yang tersebut tapi tersebutnya atau menghentikan bahaya kancisnya jadi kesadaran kita menentukan segalanya kesadaran kita atas satu benda, satu objek satu rangkayaan tak satu rangkayaan bahasa menentukan seperti apa pemikiran kita selalu dikirakan baik, itu saja terima kasih apisod port kese saya untuk penjelasan di response nanti kan apisod port kese saya senang jika untuk penjelasan map system ini akan sangat menarik map system setelah tentunya pekan depan kita berjumpat bali di reage dan nandis kusi di sekusi kita yang hangat menghibur sangat seru terkadang memang panas juga segala kita terima kasih terima kasih atas perhatian anda stay safe tetap sehat ya halmulah saya juga sudah sehat stay safe dari semua di 3 halnya corona kerihanya port kese saya dari apapun dari penyakit apapunlah ya, harus sehat semuanya maaflah segal kurangannya selamat malam selamat malam selamat malam

Podcast Summary

Key Points:

  1. Kuliah membahas teori resepsi sastra, khususnya pendekatan fenomenologi yang dikembangkan oleh Hans Robert Jauss dan Wolfgang Iser.
  2. Jauss memperkenalkan konsep "cakrawala harapan" (horizon of expectations) yang menekankan peran konteks historis dan sosial pembaca dalam menilai teks.
  3. Iser fokus pada proses pembacaan individu, di mana pembaca mengkonkretkan makna teks melalui interaksi antara teks artistik (dari penulis) dan teks estetik (dari pembaca).
  4. Teori ini menjembatani pendekatan objektif (formalisme) dan subjektif (seperti Marxisme), menekankan bahwa makna karya sastra dibangun melalui pengalaman dan kesadaran pembaca.

Summary:

Transkripsi ini merupakan rekaman kuliah yang membahas teori resepsi sastra, khususnya pendekatan fenomenologi yang dikembangkan oleh Hans Robert Jauss dan Wolfgang Iser. Kuliah diawali dengan penjelasan dasar fenomenologi Edmund Husserl, yang memusatkan perhatian pada kesadaran dan bagaimana objek dialami dalam pikiran. Jauss kemudian mengembangkan ide ini ke dalam kritik sastra dengan konsep "cakrawala harapan", yaitu seperangkat norma, pengetahuan, dan pengalaman historis yang dibawa pembaca saat menilai sebuah teks.

Teks dinilai berdasarkan sejauh mana memenuhi, melampaui, atau mengecewakan harapan ini. Sementara itu, Iser lebih menekankan proses pembacaan individual. Ia membedakan teks artistik (yang diciptakan penulis) dan teks estetik (yang diaktifkan pembaca).

Pembaca mengisi "celah" dalam teks melalui skemata dan konkretisasi, sehingga menciptakan dimensi virtual sebagai hasil akhir interpretasi. Kuliah juga menyoroti bagaimana teori resepsi ini berusaha menjembatani pendekatan formalis yang objektif dan pendekatan seperti Marxisme yang subjektif, dengan menekankan bahwa makna karya sastra tidak tetap, tetapi dibangun secara dinamis melalui interaksi antara teks, kesadaran, dan pengalaman historis-sosial pembaca.

FAQs

Estetika resepsi adalah pendekatan dalam kritik sastra yang menekankan peran pembaca dalam mengkonstruksi makna karya sastra. Pendekatan ini berfokus pada bagaimana pengalaman dan kesadaran pembaca memengaruhi interpretasi teks.

Tokoh utama dalam teori estetika resepsi adalah Hans Robert Jauss dan Wolfgang Iser. Jauss menekankan aspek historis dan horizon harapan, sedangkan Iser berfokus pada proses pembacaan individual.

Horizon of expectations merujuk pada seperangkat norma, pengetahuan, dan pengalaman yang dibawa pembaca saat menilai sebuah teks. Ini mencakup norma tekstual, pemahaman fiksi, dan konteks historis yang memengaruhi interpretasi.

Wolfgang Iser melihat pembacaan sebagai proses interaksi antara teks artistik (dari penulis) dan teks estetik (dari pembaca). Pembaca mengisi kekosongan dalam teks melalui konkritisasi berdasarkan skemata dan pengalamannya.

Jauss menekankan dimensi historis dan sosial dalam penerimaan teks, sementara Iser berfokus pada proses psikologis individual pembaca. Jauss melihat pembaca dalam konteks kolektif, sedangkan Iser menekankan pengalaman subjektif.

Estetika resepsi mengadaptasi konsep fenomenologi, terutama dari Edmund Husserl, dengan memusatkan perhatian pada kesadaran pembaca. Teori ini melihat karya sastra sebagai fenomena yang dikonstruksi melalui kesadaran pembaca, bukan sebagai objek tetap.

Chat with AI

Loading...

Pro features

Go deeper with this episode

Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.