Transkrip ini membahas orientalisme sebagai sebuah diskursus Barat yang membangun citra "Timur" sebagai dunia yang eksotis, terbelakang, dan perlu dikuasai. Orientalisme tidak sekadar kajian akademis, melainkan alat kekuasaan yang lahir dari imperialisme dan kolonialisme Eropa. Dimulai sejak abad ke-10, namun menguat pada abad ke-16 dan ke-17 ketika Kesultanan Utsmaniyah melemah, para penjelajah, antropolog, dan ilmuwan Eropa mulai menulis tentang Timur dalam bahasa mereka sendiri untuk kepentingan dominasi. Mereka memproyeksikan Timur sebagai "dunia ketiga" yang aneh, sementara Barat mendeklarasikan dirinya sebagai pusat peradaban. Islam dan budaya Timur sering dikaji namun direndahkan. Kritik sastra poskolonial, seperti yang dikemukakan oleh Spivak, berusaha membongkar wacana ini dengan dekonstruksi teks-teks metropolis. Contohnya, novel-novel seperti Frankenstein dan karya Mary Wollstonecraft dianggap sebagai teks feminis, namun Spivak menunjukkan bahwa mereka mengabaikan perempuan di dunia ketiga yang mengalami "double-colonization": ditindas oleh struktur patriarki dan kolonialisme. Orientalisme juga terlihat dalam penyebutan "Hindia Timur" untuk Nusantara, yang menunjukkan cara Barat mengategorikan dunia berdasarkan kepentingan geopolitik. Secara keseluruhan, orientalisme adalah upaya Barat untuk mendominasi, merestrukturisasi, dan menguasai Timur, baik secara fisik maupun diskursif.
يا حال متسمى الله göو أربعه من ظهيم السلا الله معاandomات الله عوار segregated اchość الدLING دائو اتتبات انا ابحث منا Flash لا نضيفه ، لا ن столق لوistoire ثم كما نضيفه تείiencedcomb نضيفه في كلاسكي بيجبه تصبح للمسيحة تصبح للمسيحة تصبح للمسيحة تصبح للمسيحة تصبح للمسيحة تصبح للمسيحة تصبح للمسيحة تصبح للمسيحة تصبح للمسيحة تصبح للمسيحة تصبح للمسيحة تصبح للمسيحة
terenak terenak semua nya kita mendulaskan apa itu orang yang tamizm dan diketangatkan di luar side itu itu ini jadi yang harus di pangmi yang pertama kali harus di pangmi sebut terus seperti ini di luar side itu bukan orientais bukan top kok yang kemudian mendengungkan orientaisen bukan tuas tu dan duit dengan buku orientaisen itu western concept of the orient yang sangat koto versial itu justru mengkritisi orientaisen itu itu bahwa kapa sih orientaisen itu mulai curceng di bawah luar yang terasa di di muku saya itu yang memang tidak terlalu diperincinya kata adanya di di bawah sedang ditanya bahwa sedang ditanya tapi yang jelas sudah ada aktivitas dari interaksi antara barat antimur itu sudah sangat berkembang pada abang 10 abang 10 itu dari tahun 1900 1900 bahkan sebagian pengaliti berkenapa ada orientais ada ada secara pada inilah mulai adanya kegiatan atas kejian-kegiatan tidak bisa dipisahkan mungkin dari konstruksis sejarah perang salih di perang salih betul-betul tahun 1900 perang lebih itu berlangsung beberapa berapa-apa di dua-apa di kalau tidak salah berlangsung salih di ini cuma mungkin yang takkan yang lebih rasuan hanya kita bisa mengajak orientalis itu adalah produk dari imparialis budaya kulangnya kolokialis nampak di mulai yang muda di mulai abang 17 abang 16-17 di saat ketika dahulai semakin semakin atau turki-usman yang kita sebutur-usman itu mulai yang melamah kekuasaan itu orientalis itu dari awal sahib di karena mulai yang melamah takkan jadi awal-belangat itu saat itu mengambutkan bahwa orientalis orientalis itu atau timur itu katanya tidak terlalu bisa lepas dari aromah dan bahkan timur itu di bilusan sempurna, keberניan bagi mudoh darkest, sama di dalam disemandu, The Orient adalah masanya pengeśniej. dan mencukuran daripada versi yang semble thankful, dari menambah points legal, Lightning Force puis,
ило industri malah bahkan kapal pastep, mengenai. [Meskid] Kajian-kajian atas, dunia timur, itu dilakukan oleh, para, apa, pelajar-pelajar itu ya, Explorer, para Explorer itu. Jadi, di kapal-kapal, payar, itu sebuahnya banyak, diajak, apa, paya muan, seperti itu, ada hal sejarah, ada sastrawan, ada ahli buat tangin, ahli geologi, ahli angkropur, gida sebagainya, banyak sekali, itu. Dan, ketika mereka turun, ketika mereka singgah di dunia baru, kakak-kakak na Timur itu, maka mereka, menyebar, itu. Itu yang dimana ketika, orang-orang mulai menolis, menolis kantimur, menjelaskan tentang Timur, menjelaskan tentang dunia bagaimana, yang di singgah ini, dan menolis kantimur, macam, menolis kant kebudayaannya, menolis kantir lalu masyarakatnya, menolis kant agamaannya, mempelajari agama-nya, mempelajari, ada iski adatnya, ada sebagainya, itu. Jadi, konteks kosejarahan orientaris mini, dalam kaitan dan unikari asun, kolomian disemua, eropan, itu penting di, apa diungkap, untuk mengungkap bagaimana, orientaris minis, bagaimana yang menyebar, itu. Jadi, sangat dihitung, menggunakan pola, kritik dari misalkuku, yang sudah kita pelajari, beberapa pekan yang lalu, yang berusaha, mengengengkap bahwa, sejarah itu adalah, pasanya, bahwa kekuasaan itu, adalah pasanya itu, bahwa discurs, dan ketika itu discurs, bahwa, akan ada repakan, di discurs itu, selalu menyebar, dan selalu, akan ada repakan itu. Jadi, impian idealisme dan kolomian disemua, eropa, itu telah melayakan, pusat-usat, studiatokajian, yang, tentunya, menalah, dunia yang dikuasaan itu, dunia yang disinggahinya, dunia yang dikuasaan itu, ada selalu ini. Halul menarui pusat, pusatkan jen, yang seperti itu lah, maka, para orientaris itu berkejar. Perdiscusi, mau perwincahkan, menuris, untuk produksi, dan lalu, itu yang penting, mempertunjukkan dunia timur di atas panggung, kemudian yang barar. Kenapa mempertunjukkan, karena, apa yang mereka tuliskan itu, karya-karya mereka, karya-karya, para explore itu, karya-karya antropolo, awal yang berdicara mengembangin Indonesia, misalnya, yang berdicara mengembangin, ambun, berdicara mengembangin, misalnya, sulawasi, pernih, kali-mantan, dan sebaginya, singmpe, or misalnya. Itu, untuk siapa, ridornya, kan, di tuliskan di dalam bahasa Inggris, itu, itu, di dalam bahasa, di dalam bahasa, spanyol, gitu ya. Nah, itu, siapa, sebetulnya, kan, untuk orang-orang, aropas diri, gitu. Ya, gimana-mau, gimana, bukan untuk aropa, karena, ya bahasa yang mereka tuliskan, mereka, bahasa yang, mereka ukapkan, itu bahasa-bahasa Europa. Ken orang, orang kejahannya, gak bisa bahasa Europa. Itu, orang India, kan, bahasa Europa, abis saya bisa ingin risau aja
dan di atas penggum kebudayaan barat itu, maka ke Aslian, eksotisme, keaguman duniatimur itu dibongkar, di prepeali, diragukan dan dibuat sama-sama. Termasuk di dalamnya adalah ruang link ke magaman. Islam salah satunya yang selalu menjadi object kajian dari para orientalis. Jadi menalui kacang mata orientalis duniatimur, jadi gini saya sedara, duniatimur menurut orientalis menurut merusaknya adalah dunia yang secara geopolitik. Itu bukan dilayak eropah itu, bukan dilayaknya. Makannya di S.A.N.S.B.Fat itu di sebut kena kedua dunia ketiga. Di seberana dunia pertama, di seberana dunia terdua di Amerika. Tapi kalau secara geopolitik itu di angkap, sebut itu adalah dunia yang ambil velap, Makan mengalui apa kacang mata orientalis, timur itu duniatimur, dunia ketiga itu di projekis sebagai satu bentuk yang hidri, di yang beri, di yang beri di orisional. Di beberapa kelas, kemarin saya mencetuhkan orang dunisnya ramah. Kera-kera, kemarin saya menurutkan orang dunia ketiga. Yang mendepinisikannya orang barat itu. Di seberana dunia ketiga, di seberana dunia ketiga, di seberana dunia ketiga. Dan dari projekis beri desa sih, di seberana, di seberana dunia ketiga. Barat itu mendeklarasikan, di dunia sebagai seberana dunia ketiga. Dan di luar barat, di luar eropa itu asus, yang lain, yang aneh. Dan seberana dunia ketiga, di seberana dunia ketiga, di seberana dunia ketiga. Di seberana dunia ketiga, di seberana dunia ketiga. Tapi berapa, soal aulah menjadi suci ketika mereka datang ke tempat baru yang mau dan ingin dikuasai ini itu. Dan di seberana dunia ketiga, di seberana dunia ketiga, di seberana dunia ketiga, di seberana dunia ketiga. Jadi orang-orang timur itu seperti yang agung. Akinnya di pelajari oleh barat pada hal, mereka mau pelajari itu semua yang untuk merendahkan. Benda tinggi untuk sendiri. Seperti itu. Makanya di selain soya, ini selain soya, betulnya berdasarkan. Itu bisa ngesaai. Orientalisme itu adalah satu upaya dunia barat atau upaya barat untuk mendominasi, barat strukturisasi dan membanguah sayul yang timur. Itu bisa ngesaai. Nah, memang di keretus juku dua. Saya juga masuk di tengahnya. Ini saya datang ke 3. di Orientalisme, yang lebih berusaha di terkumpul kecil, lebih berusaha di tempat lain. Tidak, pada latiun tahun 18, di satu perangkan di tempat lain, di Orientalisme ini boleh berkata dan memiliki di seberapa dunia barat di situasi. "Jelen dengan memukuk Alhara Mek Howeveret "Au talik ada segala" "isa menangikperson" "giaerti bang egy ads ini ni informasi." commonly Beng, Mag Pon "Uri Chologist Nira waug) Pas rendah kepunganian kurangan ini "K zodak sukar ke dalam "Upaya gaya banget untuk mendominasi "merrestru kurisasi dan menguasai akhirnya" menguasai itu yang menjajah jadi imparialisme itu tidak cuma sekadar diskors "Tekse" yang membahas dunia timur itu imparialisme sedangkan produk dan orientalisme yang menguasai untuk menguasai dunia timur itu ada kolonya alisannya pendukang "Au terkali diambun banyak sekali rampah-ampah" "Aku akan mengubiskan atang" "Odi timur juga sama" "Ternyata di warni yang bisa lebe kejawa" "Kaya sekali diambun banyak sekali" "Pelanda datang" "Nakanya, Anda harus tahu kenapa misalnya Indonesia" "Disput is in this" "Dis in this" "Polehiko orang-orang blandannya" "Dolab secara itu, dia secara is in this" "Indis itu di bajar di masuk indis itu adalah indian" "Indiati murah" "Indis itu" "Dalam bahasa Melayu, kita akan mengocapkan hidiah" "India itu india" "Kenapa di sobut india itu murah?" "Kalau karena sebetulnya blandannya dan Indonesia itu kan bersaing" "Pengen menguasai india, cuma keduluhan" "Indis lebih tinggi kemudian menguasai india" "Kabetulan kontak antara india dan masyarakat nos antara itu kan jauh sekali sebelum" "Selalu blandan masuk yang blandan masuk itu kan tau sendiri"
400 salah berang lebih setiap 400 itu itu lagi awal ada V O C V R D O S T Indicit ini company O C porusan daigang yang kurang lebih seri kurang 500 salah sedangkan sebedungnya itu di nusantara yang kemudian kita apa yang seri yang majapah itu kan hidup buda hidup buda alasan salah satu alasan di subindia timur itu karena itu mirip dengan india itu mahalnya disebut india timur hidia timur hidia belanda akhirnya yang memastikan hidia belanda adalah indiannya belanda karena india yang benernya itu melikin gris itu langsunglahan itu makanya banyak sekali untuk risau tentang dunia timur itu datang india bahkan Afrika itu juga disebut timur tidak penduli bahwa Afrika itu ujung Afrika itu marokko lebih lebih marat ketimbang portugis itu itu kan portugis semangat portugis paling ujung itu espanyol itu kan berbatasan berbatasan berasal berangalan langsung ditokan dengan espanyol espanyol portugis di situ tapi tetap sejak Afrika itu disebut timur salah ke rasegui kita dari orientalism dari kolonial diskurs ini saya kemudian membuat masyarakat tahanah jahan itu bilang kemudian bukan hilang tadi seperti yang saya sebutkan tadi jadi hibri dan sam. dibuat samar-samar gitu loh dibuat samar-samar oleh oleh orientalisme seperti membicarakan nabi Muhammad seperti algu tapi ujung-udunya di rendahkan membicarakan islan seperti islan itu algu di kaji kuranga di kaji hajif-kaji eh ujung-udunya di rendahkan agana hidu juga sama salah or atau kemudian hidungah misalnya segala macem di di salah algu tetapi di rendahkan ujung-udunya gitu jadi orientalisme yang sebagai biaya berpikir di polari yang membagi dunia ke dalamnya dua ya antara timu dan barat atau timu dan hamir selalu barat gitu apa ini yang yang ini di jekonsuksi oleh saat ini gitu kan sebetulnya timu dan barat itu kan rancu dimana timu dan mana-mana-bara kan itu kalau kita percaya bahwa dunia atau bumi itu bulat ya bukan yang flahet bukan ideologi flahet tapi yang lalu kan sangat hidu hidu logist yang politis sekali membagi eropah itu sebagai barat dan hiduan eropah itu juga timu tetap seperti itu kurang lebih untuk orientalisme esor itu untuk untuk kejual sahim kewanyakan kawari juga sudah bagus dikaskannya yang jelas itu ada pertanyaan yang apakah semua orang itu ada orientalis yang mau kagit timur jelas kari semua orang kalau dia menggunakan kecabatan barat dalam melihat dunia timur dia ada orientalis itu banyak di atara kita juga yang di orientalis itu banyak yang yang mengadoksi hanker salah satu sepersen bahwa seolah-olah kebenaran sejati itu dan kebenaran yang digimungkan oleh para orientalis sehingga akhirnya mencapakan kebudaya mesniri itu kayak itu jadi bukan itu masalah politik dan sejak yang ini diharap antikas di lapar-parku di kata-kata di antikas itu bukan politik dan sejak atau faham di perangkatan di kata-kata di situasi tidak adalah banyak antikas keberianan di antikas tidak adalah berusaha terbuka Rule kanus hari itu mengganti Tapar, s станasi untuk mengandungkan höch-hacau Di ScolarÉl Awet jika anda memiliki ekos berbicara u Politi washing yang pudasa youtube di [♪oted] первый advised Waiter ayak-baik dunia Mereka ini membuat kebaban untuk keadaan kekulangan, sempurna di seluruh kentah. Mereka juga mengambil kecil di seluruh kentah. Jadi, sekolah ini menangikannya. Yang memuatkan keadaan keadaan lelaki-kelaki. Cykologik, analisis, lancis, kecemasan, sosyal, keadaan lelaki. Mereka memuatkan keadaan lelaki. Mengatkan keadaan kholonyalis. Mereka memuatkan keadaan. Mengatkan keadaan. dan kebudayaan poskolonian itu pas cokolonian kita ambil contoh yang indoneses yang terkapi yang negara-kata langsa kita jadi perakologi yang itu kan masy-masing kredjan indubu dah seri bijaya majapai mata rambun disini kan singgok sari dan disebab saya sebut dan juga itu perakologi yang notabilnya sebetulnya dimasa-masa penter-dipasori dimasa-masa kredjan-kredjan itu ada juga ekspansi ada juga kolonialisme kan majapai ti sebutkan menguasai hampir seluruh bilayak nusantara sampai ke malaysia sampai ke apa? Filipina itu itu lehkan kualsan majapai bahkan di beberapa taks sejarah kata-nya hampir menguasai cina itu menguasai cina itu kan ekspansi itu kolonialisme juga jadi budaya perakologi yang kita maksudkan itu sebetulnya adalah budaya yang kemudian juga di dalamnya ada kolonialisme itu maka hari ini kita boleh bicara masalah kos kolonial ini kos kolonial yang mana sebetul ketika misalnya di kita hari ini masih ada apa? apa? apa ya? contoh yang paling paling menarik itu sebetulnya banyaknya ada primorialisme misalnya kesukuan itu juga bagian dari budaya perakologi dan juga perakologi itu dan konteks kebudayaan yang seperti itu produk- produk- produk- produk-budayaannya terbasuk sastra itu tidak mahamplih di ukur oleh standar di sisi Europa gitu makanya itu yang kita bahas kan, setelah ini kan, "Spiffak" Spiffak berusaha untuk mengungkap bahwa ada kecil, mempuan ada satu hal yang soalah-olah tidak pernah disinggung oleh text-text berstandar desa SIME TROPO, oliskan itu bagaimana cara poskolonial diskos ini, jah itu dengan reaksaminin semua api stem mengujik kembali semua jenis pengetahuan yang diproduksi oleh barat dan kritik sasra poskolonial itu menggunakan poladek konstruksi jadi, percayaan antara text-text berstandar desa SIME TROPO, poladek konstruksi jadi, terima misalnya harus orientalisme dulu atau misalnya yang dibungkat itu diusura halus kolonial diskos dulu yang namanya kritik sasra poskolonial adalah satu upaya pembajahan text-text baik, text-metroporis maupun text apa kolonial dihepto kubudayan kolonias drawing de-effect kolognaisation on literature dan berusaha untuk menggabarkan seperti apa efek dari kolonialisation ketika itu formah dekonstruksi reading maka terakhirkan ke which text dihepto kolognais asamsi asamsi mengenai prada dan prada dan hebat kuala di luar, asatika yang hebat, sensibilitas dan mereka melihat kelihatan kolonialis dan processis gitu merasih semu, misalnya hari ini sedang trending trending, bukan bukan bunung jatim menggukat, tapi trend memang nyuasin saya trending tentang black lives matter di Amerika Selikatan hari ini masih masih terus-terusannya ketika kematian jawab, sebab David Floyd yang lahirnya di pakuk di tekan oleh polisikulik putih ini rasisme itu sebetulnya di dalam teori barat itu tidak pernah diperbincangkan rasisme gitu merakir itu rasisme makanya kemudian teori tetang rasisme itu di di kafer oleh toiposperonial, banyak stali, toko-toko franspanom, misalnya itu berkutat untuk membubaskan apa sih namanya perjejahan terlihat koli citaan ada juga misalnya kita mengenali malcom ex-Jamerika selikat apa di malcom ex yang muslim itu ya ada ili jahmuhame juga salah sama muslim fun pembedasan kurit hitamnya banyak sekali dan itu dan semua itu mereka itu bagian dari poskolonializer gitu di Amerika itu kan kita langkah-langkah Amerika itu sebabu serba ambi kusi di Amerika serikat adalah negara berkasih jahmuhame juga lucu unik gitu kenapa kan mengenai mengenai mengenai orang-orang yang kudian mereka lawan orang-orang yang iris lawan kan sebetulnya adalah kenda hulu nya orang-orang yang hidra itu kamerika serikat akih wadari konflik apa di Inggris di abang 17 dan di abang 17 kalau sudah guna meratusannya di wad konflik restolasi di Inggris budur konflik kiri jenigara angkulikan dan katolik dan sebagian mereka kamu hidra bersenjusara itu mereka para pendauh dulu dari orang-orang Amerika seperti itu karena makanya rasisme misalnya itu tidak pernah disentuk oleh teori-tori barat yang mana si teori-tori yang di maksud mungkin Anda minggu yang istimewa serapasualis atau pokok mereka menyentung itu rasisme tidak kan menurut kualit putih semua terus apalagi asa ikuan alis berbicara mengenai mentalitas manusia terbentuk dari sexualitas dan sebagiannya misalnya itu kan dalam konteks kualit putih semua konteksnya kualit putih semua makanya ketika ada permasalamannya rasisme mengenai dunia ketiga mengenai kebudayaan yang diberi da akibat ditinggalkan oleh para penjaja ini tidak bisa dihafer di ini ini masuknya ke dalam konteks teori apa makanya muncul poskolonial itu kecil sebagian produk dari hasil pembajaran orang-orang peribumi terhadap teksteks yang berusaha untuk penjelaskan menerangkan karyapos kolonia atau produk dari poskolonia itu selaisnya diskelengar dulu selaisnya itu diskelengar ini adalah saya mengambil dari selain saya, apa ini oh klas ke kalau ngga salahnya
ya ya, saya pakai yasa sama Ulvia, maafnya saya pakai dan saya pakai kasi tentunya dengan sedikit arifisi dari saya, kata-kata nih ini karena saya pakai karena bagus, ya apa, selain ya, maksudnya bagus bisa men ini satu pemikiran dengan spifaknya yang jadi pasanya yasa ayat ini sama Ulvia ini membuat selain cow ini sudah sesuai dengan apa yang diungkap oleh spifak detect ya, ya gitu, jadi saya pakai dan ini adalah example of deconstructed reading spifakte construction toward better policy with richer jadi singkatnya begini dah ketiga text ini, ketiga novel ini adalah novel metropolis karena standardisasi tekstnya nilai setikanya dibangun sangat kuat sekali dengan standardisasi keindisasi ada hal yang menarik bahwa tiga text ini diturut oleh perempuan kemudian berbicara mengenai individualitas perempuan selalu perempuan itu sudah hebat makanya kemudian apa ya ketiga text ini disebut sebagai dukadan-gadang sebagai text terutama chin ear sama wajjal gasosis mereka bisa membasis keindisasi di akhir, semoga mereka memukaran terhadap itu semua jadi akhir sama wajjal gasosis dianggap sebagai text families tapi spifak melihatnya lain bukan cuma feminist dalam artinya individualisme perempuan karena itu lah yang kosong lagunya barat ternyata jadi text-tex metropolis itu tidak melibatkan perempuan-perempuan yang berada dunia lain, dunia timur misalnya makanya kemudian Frankenstein itu dianggap sebagai upaya untuk membongkar misi imperialisme karena bagaimana manusia itu berkompetisi dengan tuhan untuk menciptakan manusia untuk menciptakan warne stars untuk front and side itu tapi penusiaan berisial ini bukan buat yang otak-wini ibunya Mary Wolfsoncraft yang sudah kita bahas di semester sebelumnya itu adalah seorang feminist libera pertama di Inggris atau bahkan di Ropah itu yang apa memunculkan negara gasosan tahan peri dianggap perompon itu sangat penting yang tadi masalah adalah ternyata ada proses othering the food world di sini bahwa penumpuan itu asend ternyata atau tidak muncul dalam upaya untuk membetuk perompon yang berkaya dengan masyarakat misalnya atau bahkan di dunia di luar Ropah itu seperti itu jadi di beberapa sesuai perompuan di Ropah juga tetap tertindas kalau dia tidak mengikuti pola ke hidupan patriarki bahkan mereka banyak berbicara mengengahin kebibasan perpohang secara individualitasnya ketika kita berbicara mengengengengeng dunia ketiga kata Aspifat kebibasan di dunia ketiga di dunia jajahan itu akan mengalami double-coronization jadi mengdangan melihat ketiga pola cerita dari ternyata Aspifat sudah melihat bahwa apasanya perompuan perbicara perompon kata di dunia ketiga itu akhirnya melahirkan satu perspektif bahwa perompon di dunia ketiga itu mengalami double-coronization pertama di kolonisasi oleh Laki Laki yang kedua di kolonisasi oleh Ropah itu kan Ginto itu sektor yang berkombongkan dari Sifat tadi ini yang melihat pola cerita di kolonisasi saya tidak mengikuti cerita yang melihat pola cerita di kolonisasi sebenarnya itu sudah di bahas di sulfei di anglofonik literature semua tekstek di anglofonik literature itu adalah yang berkaita dengan poscolonial isus mungkin berdapat pengerjarnya waktu ada 3 yang saya ajar itu kelas A sama kelas anglofon itu kelas A sama kelas A itu sama E ada yang lain lagi tidak ternegat cuma 2 yang berjaya sama saya yang anglofonik itu kelas A sama kelas A jadi anda bisa membaca, bisa mengulang kembali perroses membaca anda terhadap nadin gord di emar ada yang masih ingat terpen kathrilevers itu bergerak itu kelas A sama kelas A sama kelas A sama kelas A sama kelas A jadi Africa Selatan, Wal Soyin juga sama di Africa di Nekiria kemudian ada aneh tada saya di India, mungkin ada yang masih ingat terpen di bahas di anglofonik kemudian ada yang masih ingat terpen kathrilevers, mungkin ada yang masih ingat terpen kathrilevers jadi saya akan membaca anda terpen kathrilevers, mungkin ada yang masih ingat terpen kathrilevers Sr.T.G.
dan kita memelihatnya sebagai bagian dari kritik, hatas colonialisme, kritik, atas tekstek yang hidri da yang ambil guk gitu. Ramu dia enak tatur karya-karya panah multi-anian tatur itu karya-karya post colonial yang terutama yang tetra logi buruh yang bumi manusia, anak semua bangsa kemudian di jaklan kaks sama rumah kaca bumi manusia misalnya yang sampai saat ini saya belum menonton filmnya karena jadi alisme saya cukup tinggi untuk tidak menonton film itu tapi mungkin tadi sekalian waktu saya harus nonton seperti apa itu di lantai bermain menjadi minyak mungkin anda banyak yang sudah nonton dan belum buat xenophonnya karena saya sudah buat xenophonnya berurungan kali jadi malas yang untuk menonton filmnya jadi ini ini ambi gue ambi gue tersuka juga di dalam karya-karya panah yang tatur itu karya-karya panah itu bumi manusia salah satunya adalah yang mencerminkan post colonialitas ada banyak hal yang menggambarkan itu mingke misalnya mingke itu identitasnya kan sangat-sangat ambi gue dia seorang terpelajar dia dijikan belanda tetapi kemudian kesini-kesini dia menolis ialah menolis di apa koran koran dengan bahasa melayu itu kan ada identitas yang kemudian terpecah itu kemudian tetapi dia juga adalah seorang jawa tetapi dia kemudian menekai analis misalnya itu ada lebagian-bagian ke terpecah identitas post colonial itu itu ambi gue ters itu banyak banyak hal yang menarik belum lagi karya-karya yang lainnya karya iya iya bengung hijaya misalnya bergabung mahi kemudian apa burung-burung manjar juga sama itu adalah karya post colonial yang menggambarkan situasi colonialisme tapi dia dari hari ini dari masyarakat hari ini masyarakat apa 20 masyarakat di masa raktif sudah dalam kemerdekaan tidak dicemkram lagi oleh colonialisme ropa itu makanya dia akhirnya saya ada isenakan buka ada dua ambi gueitas untuk poscolonial practice ini yang pertama adalah bahwa early voices of entire imperialism stressed that need to devalu or return to indigenous literatitians so as to exercise the cultural heritage of factors of imperial termination jadi suara-suara yang pertama yang awal katanya yang anti imperialisme itu menekankan kebutuhan kita untuk membangun untuk menggebangkan atau kembali pada norma standard milei indigenous norma standard milei dari masyarakat kita sendiri so as to exercise the cultural heritage of this practice of imperialism say, "ngga kita terlepas dari indominasi imperial" apa ya? cengkraman kolonial yang kemudian ingin di lepasan itu dengan pola yang pola pertama ini itu lebih menekankan bahwa becobetul beno lapbarat itu betul-betul beno lapbarat mereka tidak ingin suara-suara yang pertama ini mereka tidak ingin sama sekali barat itu buncul nah, ini kebetulan kebetulan gerakan gerakan wahabi wahabi wahabi di haram saudi ini lebih seperti ini berakannya gitu makanya kemudian tertutup gerakan wahabi itu tertutup gitu menolak barat itu tidak ingin bersentuhan dengan barat yang bersentuhan dengan eropah sisil yang kedua ada vise ada di adaptasi di dalam aris terbuka politik di dalam kulturari dan suara-suara yang lain masyarakat yang lain ada yang lebih ingin beradaptasi dengan degasan-negasan atau cita-cita barat demi tujuan demi ketersapaya tujuan dari politik dan budaya mereka gitu salah satunya ini yang anda dengerkan yang menjadi beksaun dari dari politik saya ikali ini ini adalah bagian dari yang kedua ada vise ada fokis dan adaptasi di dalam aris lagu jawab tidak pakai kendang tidak pakai gamelan yang pada al-Campur ini tetap ada di arang semen dan di kundian di beri musik bosan ofah jazz yang mengutab ini datangnya dari barah dirak diraya itu saya ambil duit dan terakhir anda bisa lihat di kurata bosway jalan raya anyer penarukan yang dibuat oleh dindas gubernur general india blanda dia merintis jalan raya anyer penarukan dari anyer sampai penarukan yang kemudian kita penalih dengan jadur pantura itu banyak sekali korban banyak sekali jutaan orang maki untuk demi membuat jalan ini tapi apakah kemudian kita harus penangis ketika melawat di jadur pantura tidak juga bahkan mungkin bisa jadi anda berturung makasih dan harus berturung makasih kepada dindas ini ambi guitas ambi valensi ambi guitas diberi dada kita di bentuk untuk beri dada terus kita benci kolonialis bublandannya saat itu tetapi terima kasih lo sudah mengbawa kretahapi ke jawa kesumatra apalagi itu jadi baru jalan sumatra karena ambi pandanya cuma sampai di sini itu terima ambi guitas kita seperti itu terus ke pos kolonialis yang jelas berbicara mengenai pos kolonialis keadaan berbicara mengenai segala macam hal yang berkredit dengan dunia kita hari ini timbi realizmi itu selalu akan ada penjajah-jajahan itu penakanan terhadap satu bang satu komuni tass itu selalu akan ada naka pentingnya kemudian mempelajari pos kolonialis atau pos kolonialis di diri bagaimana kita bisa melapaskan jajarin sangat kraman itu dengan mengkreditisinya dan tentunya tercerah siakah akan ada mau kemudian mau lebih berada tasi dengan western audience atau ingin menyarang gue serah yang sebenarnya silahkan itu itu selesai dan portkasi saya hari ini kali ini untuk pos kolonialis banyak sebetulnya yang saya bicarakan tapi sudah terlalu panjang dan masuk saya juga ingin membicarakan penoliti penoliti yang saya dari tanda dari tesis saya karena tesis saya kebetulan juga adalah kajian pos kolonial waktu s2 itu tapi yang tidak usah terlalu banyak dan jelas-kendari ini juga sih karena itu anda juga sebenarnya sudah paham dan nanti pos kolonialis
yang disini juga bersingguhkan dengan material terakhir yang dimulai besok ya, Harismen sampai kemisi seperti biasa material terakhir tetapi bukan berarti yang pertembuhan terakhir ya karena pertembuhan terakhirnya ada di pekan terakhir bulan jenis jadi kita tetap bertemu di ya, kalau misalnya masih ada pertanyaan atau apa pun yang ingin di disarakan di jalan, jadi kita diskusikan kembali itu bukan ini selamat menikmati material terakhir akhirnya buku tebal, buku sayal yang jumlah halamannya berapa ini? 477 halaman akan kita tamatkan besok atau mulai besok, bukan ini baik kita saja, sedang-sedang, sthlt, jaga jaren ceritakan pakai masker ini siapa kita menang dan bisa melewati pandemi COVID-19 tapi dahi taufikku ini daya, selamat malah Aikum warah matu-Allah di bawah raka tuh
Podcast Summary
Key Points:
Orientalisme adalah konsep Barat tentang Timur yang bersifat kontroversial dan sarat kepentingan kekuasaan.
Orientalisme muncul sebagai produk imperialisme dan kolonialisme Eropa, terutama sejak abad ke-16 dan ke-1
Kajian tentang dunia Timur (termasuk Islam, budaya, dan masyarakat) dilakukan oleh para pelancong, penjelajah, dan ilmuwan Eropa untuk kepentingan dominasi.
Orientalisme memproyeksikan Timur sebagai dunia yang eksotis, terbelakang, dan perlu "dibantu" oleh Barat.
Kritik sastra poskolonial berupaya membongkar wacana orientalisme dan kolonialisme, serta mengungkap dampaknya pada sastra dan budaya.
Perempuan di dunia ketiga mengalami "double-colonization"
Contoh konkret orientalisme terlihat pada penyebutan "Hindia Timur" untuk Nusantara, yang menunjukkan cara Barat mengkategorikan dunia.
Summary:
Transkrip ini membahas orientalisme sebagai sebuah diskursus Barat yang membangun citra "Timur" sebagai dunia yang eksotis, terbelakang, dan perlu dikuasai. Orientalisme tidak sekadar kajian akademis, melainkan alat kekuasaan yang lahir dari imperialisme dan kolonialisme Eropa. Dimulai sejak abad ke-10, namun menguat pada abad ke-16 dan ke-17 ketika Kesultanan Utsmaniyah melemah, para penjelajah, antropolog, dan ilmuwan Eropa mulai menulis tentang Timur dalam bahasa mereka sendiri untuk kepentingan dominasi.
Mereka memproyeksikan Timur sebagai "dunia ketiga" yang aneh, sementara Barat mendeklarasikan dirinya sebagai pusat peradaban. Islam dan budaya Timur sering dikaji namun direndahkan. Kritik sastra poskolonial, seperti yang dikemukakan oleh Spivak, berusaha membongkar wacana ini dengan dekonstruksi teks-teks metropolis.
Contohnya, novel-novel seperti Frankenstein dan karya Mary Wollstonecraft dianggap sebagai teks feminis, namun Spivak menunjukkan bahwa mereka mengabaikan perempuan di dunia ketiga yang mengalami "double-colonization": ditindas oleh struktur patriarki dan kolonialisme. Orientalisme juga terlihat dalam penyebutan "Hindia Timur" untuk Nusantara, yang menunjukkan cara Barat mengategorikan dunia berdasarkan kepentingan geopolitik. Secara keseluruhan, orientalisme adalah upaya Barat untuk mendominasi, merestrukturisasi, dan menguasai Timur, baik secara fisik maupun diskursif.
FAQs
Orientalisme adalah upaya dunia Barat untuk mendominasi, merestrukturisasi, dan membangun wacana tentang dunia Timur, seringkali dengan cara merendahkan dan mengeksotikannya.
Orientalisme mulai berkembang pada abad ke-16 dan 17, ketika Kekaisaran Ottoman mulai melemah, dan semakin intensif dengan aktivitas penjelajahan dan kolonialisme Eropa.
Orientalisme adalah produk dari imperialisme budaya dan kolonialisme, yang digunakan untuk membenarkan dominasi dan penguasaan Barat atas dunia Timur.
Kritik sastra poskolonial adalah upaya untuk membongkar dan mengkaji ulang teks-teks yang diproduksi oleh Barat, serta menggambarkan efek kolonialisme dalam sastra dan budaya.
'Double colonization' adalah konsep yang menggambarkan bahwa perempuan di dunia ketiga mengalami penindasan ganda, yaitu oleh laki-laki dan oleh kolonialisme Eropa.
Dalam orientalisme, 'Timur' adalah konsep geopolitik yang rancu dan politis, bukan berdasarkan letak geografis sebenarnya, sehingga Afrika pun bisa disebut sebagai bagian dari dunia Timur.
Chat with AI
Loading...
Pro features
Go deeper with this episode
Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.