Kisah ini menceritakan pengalaman liburan keluarga Masigit, seorang driver Ojo, yang bersama teman-temannya (Eko dan Wasidin) berencana menginap di vila Puncak. Karena macet parah, mereka memilih jalur alternatif dan akhirnya menyewa vila tua dengan harga murah dari Mang Cicep. Namun, sejak memasuki vila, kejadian aneh bertubi-tubi terjadi. Pertama, anak Masigit, Aslan, terlihat tenggelam di kolam renang padahal ia sedang di dalam rumah. Kedua, anak Wasidin, Timu, mengaku melihat pocong sebelum kepalanya dipukul oleh Aslan. Ketiga, Baharun (istri Eko yang hamil) diteror oleh sosok perempuan berambut panjang berkulit pucat yang mirip kuntilanak. Wasidin yang panik menghubungi pamannya yang ahli spiritual. Tanpa diberi tahu, paman tersebut langsung mengetahui bahwa Aslan dirasuki pocong anak-anak dan menyuruh mereka kembali ke vila untuk mengusirnya. Mang Cicep kemudian mengungkap sejarah kelam vila tersebut: pemiliknya, Pak Yus, bangkrut dan istrinya melakukan pesugihan. Akibatnya, anak Pak Yus tewas tenggelam di kolam renang, dan istrinya bunuh diri. Vila itu pun menjadi angker dan sering menyewakan kamar kepada tamu tanpa memberi tahu sejarahnya. Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga tentang bahaya memilih tempat menginap tanpa mengetahui latar belakangnya.
[MUSIK] Selamat datang, selamat malam saya ini Nartah dari Rumah Ronesia dan Cita Ngamalan. Nambut kalian buat mendengarkan cerita di malam hari ini. Dan sebelumnya, dukung kita ya dengan subscribe di channel Rumah Ronesia dan cerita Ngamalan. Dan bisa juga dengan follow kita di Spotify di podcast Rumah Ronesia. Dan terima kasih juga buat kalian sudah subscribe, share, like, dan juga komentar di channel channel kami. Cerita kita otak malam hari ini saya bacakan dari akun cerita arwah dengan judul fila angker puncak. Suami bagi kita yang sebut saja namanya Masigit adalah seorang driver Ojo yang supol dan ramah. Ia aktiv nih kuti kegiatan sosial sebutar komunitas Ojo-nya untuk menambah pertemahan dan persaudaran di antara para pengumudi Ojo lainnya. Terbukti dengan kehikuti ceritaan Sigit, Ia banyak bertemu dengan kuan baru yang banyak membantunya dalam berbagi kendala di jalan saat mengumudi Ojo. Ternyata, persabatan komunitas Ojo mereka tidak sampai hanya di situ saja, tidak hanya di asba saja, melayankan para istri mereka pun saling mengenal satu sama lain karena mereka sering mengadakan acara gedring bersama yang dia akan lepi apani tia. Sehingga cerita, sap menjelang libur akhir tahun 2017, ketua panetia komunitas Ojo mengadakan acara minitur yang racanannya akan diselengarakan di sukabumi. Namun, karena banyak dari mereka yang saat itu berpenturan waktu dan tidak bisa minkuti acara sebut, akhirnya acara gedring minitur dibatalkan. Hal itu nyatanya membuat Masigit cukup kecewa. Sebenarnya, yang sudah merasiyapkan untuk meikuti acara gedring komunitas Ojo dari jauh jauh hari, namun nyatanya, iya harus menerima kenyataan, bahwa acara itu dibatalkan. Tapi susah, masigit lalu mengajar temannya ekon dan wasi din untuk membuat acara minitur dikong. Antara keluarga mereka saja untuk mengenap di fila puncak. Rupanya, ii di masigit bisa di terima oleh ekon dan wasi din yang kebetulan berkapan bersedia untuk menyewa fila di puncak. Apalagi wasi din, yang nota beni asli orang-orang era Bogor, iya pahan tempat-tempat yang akan merekasih ingin nanti ketika minitur yang ke puncak. Berikut, penginapan murah namun bisa untuk menabung sekali gue setiga keluarga. Di hari yang dintokan, masigit setambegita membuat aslan, lintang dan juga beberapa perlenkatan paken mereka dalam acara minitur yang tersebut. Bereka berangkat dari Jakarta dari pukul 5 pagi setelah sola tubuh. Keluarga ekon dan wasi din saat itu nyatanya sudah terlihat menunggu di bawah cembatan hata cawang, yang dimana itu dah ditikta mereka sebelum berangkat turing bersana ke fila puncak. Sebelum turing seperti biasa, kita berdua dulu, abah-abah dari mas wasi din selaku leader rombongan. Setelah, semuanya 3 motor mereka pun melacu bersama-sama menembus kelaplanya pagi hari buta. Oh ya, teman-teman disini ya, aku ceritakan dulu ya. Jadi, runtutannya itu yang pertama, motor mas wasi din dan instri serta anak yang berusia 7 tahun, yang kedua itu motor masi git yang membalam bahagita, rintang, satu setengah tahun dan aslan 5 tahun. Nah, di posisi yang terakhir ada masyek sama instrinya yang lagi hamil 69. Bereka melajukan motornya dengan kecepatan normal, sambil menikmati perjalan miniturin, sampai dengan masuk kawasan puncak. Namun, apa sih ya? Perjalanan menyenangkan mereka, kini berubah karena macet yang disini alir, penutupan buka tutup arah ke puncak dari kota Bogor. Kadaan lalu intah saat itu sangat padat, benar-benar sampai tidak bergerak. Tata terasa sudah hendir 2 jam mereka terjebak macet. Lintah anak batitan bagi tapun semakin raya well, apalagi perlahan panas turik sinar matahari pagi mulai muncul. Plum lagi ketika isri mas eko, baharun yang sedang mengandung sambulan itu, kebelet ingin buang air kecil. Ya buat informasi aja ya, kaw sudah masuk fasek ke hamilan 59 katas, biasanya bumil itu memang intensitas buang air kecilnya semakin sering ya, dan bahkan sampai gak ketahan. Duh, bagita kayaknya kita gak bisa dengerusin sampai kedera atas sana, ini baru mau naik puncak aja udah kecebat macet para begini. Anak mulintan kasihan menangis terus karena kepanasan. Aku juga seritadi nahan mau buang air kecil sudah benar-benar diucong tanduk, ucap baharun membuka percakapan. Duh, gimana nih, ah, kasihan bagita sama baharun tuh? Apa-apa punya penelain? Kanya teh pus pas sambil berbesik-besik pada suaminya, mendengar percakapan antarang bagita dan baharun. Mas fasidian lalu mengagukan kepala, mengerti akan masuk istrinya itu. Kemudian sebagai leader, ya lalu beri ababak kepada mas ikit dan mas eko. Git, eko, seperti nya kita ganti ke plan B aja. Tadinya aku mau aja kalian menginap di fila puncak dekat pukit pintang. Tapi karena kadang daruh begini kita cari penginapan lain saja deh, ucap mas fasidian. Ya, kita sikut kangi din aja, kan kangi din yang lebih pahan dari Bogor. Jog mas ikit dan lalu di beri syara cempol oleh mas eko. Ya udah sekitar 500 meter lagi ada masyid nih di depan. Dan tepat di depan mas citi itu ada jalan alternatif yang mau ke aras tentul. Kita nanti belok aja di sana. Di sana pun sehingga aku banyak fila penginapan juga dan penginapan yang gak kalah bagus. South mas fasidin atau akra dipanggil kangi din. Setelah 30 menit, motor mereka mencoba selab selib dari kemachatan. Akhirnya jalan alternatif yang dimaksud pun kelihatan. Mas fasidin lalu melamakan tangan keringnya sebagai tanda, ini lah jalan yang dimaksud. Akar, dua temannya itu tidak sampai salah jalan. Untuk saja jalan alternatif yang dipiluh yang mas fasidin itu nyatanya banyak orang yang belum tahu. Mereka pun kembali merikmati perjalanannya. Kuala pun, kondisi jalan alternatif tersebut agar rusak, sempit dan juga berkelak-kelak. Talamat kemudian, ke penatan mereka selama di perjalan pun dibayar dengan pemandangan hamparan kebuntah di sisi kiri jalan yang benar-benar memanjakan mata. Mas fasidin sangat berbakali terlihat turun dari motornya untuk menanyakan berapa harga sewa filat tersebut. Dua juta kan harga sewa nya? Soalnya ada kolam renang di dalamnya. Mas fasidin mencoba menegul si penjaga filat tersebut namun ia masih bersikras. Sehingga, mas fasidin kembali beri abah-abah untuk melancetkan kembali perjalanan untuk mencari fila yang. Untuk mencari fila yang sesuai dengan budget yang mereka miliki. Sebenarnya, maksudnya sendiri tidak tahu apakah selain dari fila 7-7 utamanya itu, antara masih ada kafila lain yang bisa menambung keluarga mereka sesuai dengan budgetnya. Pertanya ini terus muncul di benar-benar sewa sidin. Setelah mencoba hampir menyinggai 5 fila yang ada di sana. Dari ke 5 filat tersebut terhat-hatam mereka memasang barif 1,8-2 sepenaju tarupia. Ada juga penginapan semacam hostel dengan harga perkamar 4500 ribu. Sehari. Tapi menurut masa kode dan masih ikit mereka keberatan jika mereka tinggal di penginapan seperti hostel. Ah, nggak seru dong kangen din, kalau jauh-jauh kepuncak cuma ngineb di hostel, kayak gini, mana-maha lagi, kan kita rencernya mau ngineb di fila, kan? Pas nanti malam tahun baru kita bisa menikmati bakar bakaran jakung sambil melihat kembang api, ucap masih ikit. Akhirnya mereka kembali memahacuk kendaraannya, mencari penginapan lain yang sesuai dengan budget mereka. Hingga secara tidak sengaja, masih ikit kemudian memgunakan kelakson 4 kali kepada maswasidin. Maswasidin lalu memelankan motornya dan menolai kebelakan. Jadi, arah belakan masih ikit memberi siarat tangan yang menunjuk ke arah kanan jalan. Maswasidin lalu menyadari jika yang di masuk masigit adalah adanya fila yang diseawakan. Pembenerah, maswasidin kembali menanyakan harga sewa fila tersebut selama 3 hari 2 malam. Satu koma 8 juta ajakan di dalamnya ada 4 kamar tidur, 2 kamar mandi ada bilir dan kolamrenangnya juga. Jawab si pengurus fila. Maswasidin mencoba meneguh harga kepada penjaga fila tersebut hingga akhirnya berhasil deal di harga 1,5 juta rupiah. Si penjaga fila yang sepus aja namanya mang cicep. Dengan segara membuka pinduk gerbang, ke rumah fila dan setelah pinduk gerbangnya terbuka, barulah terlihat fila berlantai 2 dengan gaya bangunan rumah lama tahun 90. Rumah fila tersebut nampak terlihat masih kokoh,
bersi dan terawat, sama sekali tidak ada kesan seram dari luar bangunan fila. Namun begitu pintu rumah terbuka, baru lah muncul semilir angin yang buat bulu kuduk kembali kita merinding dan hawanya lembat. Ini kuncinya kalau ada apa-apa bisa telpon atau web asa aja ya. Nanti, tiga hari berikutnya saya kesilin lagi sewaktu kalian checkout. Ucap mangca-cap sambil menjadakan secara kertas dengan nomor beliau kepada maswa siting lalu berpamitan pergi. Di dalam rumah fila semua perabutannya nampak terlihat rapi dan bersih. Namun anehnya dari semua perabutannya di dalam fila itu seperti perabutan tahun 1990-an atau nanti saya bilangnya 90-an. Baik dari sofanya, tempat tidur, spray, televisi, kukas dan lain-lain. Setelah matam bahagitah asik bergeril yang mengamati isi dalam rumah fila tersebut dan tiba-tiba yang merasa seperti tertarik untuk melihat cara bagian belakang fila yang mana ada sebuah kolamrenanya. Bagi tal lalu duduk-duk di pinggir kolamreneng sambil sesakali tangannya memainkan air kolamrenan tersebut. Bah mengapa tiba-tiba iya dengan jelas menengar suara aslan yang betereg. "Mama tolong, mama tolong." Bagi tal lalu terhanyak dan bangkit berdiri. Iya memastikan apakah benar itu adalah suara aslan anaknya? Bagitah, kini kaha kit bukan main. Setelah melihat di tengah kolamreneng sudah ada aslan anak kelakelakinya yang tegel-gelam. Aslan, aslan, ostofiulah, yoloh tolong. Mas, aslan tegel-gelam dikelamreneng. Teriak membagi tamas ke dalam rumah untuk mencari pertolongan. Jadi, menurut pengakuan bagitah iya juga gak bisa benang ya, guys. Makanya langsung berlari mencari pertolongan. Setelah melihat anaknya tiba-tiba tenggelan. Mama kenapa? Kopang-gepang geraslan. Tanya polos anaknya itu yang baru saja turun dan gelante dua. Bagitah bingung. Padal iya memang benar-benar melihat aslan anaknya tenggelam di kolamreneng baru-san. Bagitah yang sudah tidak bisa berkata-kata apa-apa lagi. Hanya bisa langsung berangkul anaknya itu sambil tubuhnya berketar hebat ketakutan. Yang mencoba mengacai ke kolamreneng. Namun memang benar tidak ada aslan anaknya di situ. Di waktu yang bersamaan anak bagitah itu lintang kemudian menangis keras. Masih kit langsung berusaha menenangkan anaknya itu sambil menggendung-gendung ke arah kolamreneng. Di sana tanggisnya yang keras tiba-tiba berhenti sendiri. Sada, akan anaknya lintang yang seperti-nya menyukai air, masih kit langsung berjak lintang bermain air kolamreneng agar iya tidak rewel. Sajar mengajutkan tiba-tiba tangan mengilintang menunjuk ke arah tangan kolamreneng sambil berujak. Itu, itu, itu, itu. Dan langsung iya menutup kedua matanya dengan tangan mengilinya. Masih kit sadar bahas satu bu anaknya itu. Biasanya jika anaknya lintang sedang ketakutan, iya akan selalu menutup kedua matanya dengan tangannya. Jadi kenapa? Kekut, tadi diri ngomong apa sih deh? Itu apa deh? Ucap masih kit kepada anaknya. Beranya kesore hari menjalank pada makrib tubung bararum mendadak mengikil. Semua jelas panik apalagi suami nya mas eko. Mas eko di teman-temanin oleh mas posidin pergi mencari apotik terdekas sekal yang mencari makan malam itu mereka. Dan kan masih kediian di rumah mengasuk anaknya lintang yang pernyata masvi saja rewa menangis dan terus menangis di kamerlande dua. Tehpuspah setamdak gita ikut menemani baharu yang sedang sakit di kamerlande satu. Sehingga mereka lupa jika ada aslan di 5 tahun dan jika timu, tujuh tahun kenaknya mas posidin. Yang sebelumnya mereka sedang asik bermain sendiri di ruang tengah sambil menonton televisi. Perang. Tiba-tiba ternyar suara piring pecah dari luar. Sontak saja Tehpuspah dan bagi talar sungkel luar kamar untuk melihat apa yang terjadi. Berkaka kegiat melihat timu ini sudah nangis dengan tepala berdarak, sedangkan aslan tidak ada di sana. Tehpuspah lalu memeluk timu dan juga langsung mengobadi luke di dahi timu. Sedangkan bagi talar sibuk mencari anaknya aslan. Bagita terus menerus perteriat memanggil aslan, namun ia tidak menjawab panggilan mamanya itu. Bagita lalu berlari kelahan kedua untuk memanggil suami nya masigit untuk membantu mencari anaknya. Sampe akhirnya mereka bertemu dengan aslan yang sedang berdiri mematung, sambil menatap kosong karapon jambelang di luar rumah. Tergitu mas posidin dan masikokembali mereka kakit dengan kadang timu yang masin terguncang. Mas posidin sendiri kesal dengan anak masikit dan bagita yang dianggap sudah keterlaluan bercandanya, sehingga yang memukul kepalati mau dengan piring sampai pedal-dara. Sudah lah, kita pulang saja mah? Gak bener ini, mau libur dan mah dapat musib bagini, bentak mas posidin kepada is keringnya sambil mengenang masi barangnya pulang. Masikit sendiri dan bagita hanya bisa tertunduk menahan rasam malu dan bersalah agibat perbuatananaknya. Padahal mereka yakin jika sebenarnya aslan tidak pernah berput barbar seperti itu. Maman, karena ada barang bukti, aslan sudah tidak bisa mengelak lagi, atas perbuatannya. Aku ga mukul timu, ma. Aku ga mukul timu. Ucaknya berkali-kali sambil menangis. Masikoke sudah mencoba menjadi penengah, antara mereka namun karena mas posidin sudah kadung emosi melihat keadaan anak yang berguncang. Mas posidin datang ke mili untuk kembali pulang, ternyata malami itu juga bersama dengan istri anaknya. Di perjalanan pulang, timu yang sederitadi hanya menangis dan merasa tertekan, mulai membuka pembicaraan dengan ayah dan pandanya. Ayah, tadi sebelum timu di pukul aslan, timu liat ada pocong ayah. Pocong itu serem banget. Tapi ga tau kenapa pocong itu malah deketin aslan, dah tiba-tiba aslan lari ambil piring kedapur terus pokulin ke kepala timu, hujar timu. Mas posidin namunnya tidak percaya ucapannya itu. Tapi setelah ia dan tapu spav fikir kembali mungkin ada benaranya juga, ucapan timu. Tapi jika memang demikian berarti bisa jadi tubuh aslan sedang dikendalikan oleh sesuatu, di sisil lain setelah kejadian aneh tersebut aslan kini agak berperangai aneh. Ia hanya dia mematung, tidak bersuara, tidak memakan, dan terkadang bisa tiba-tiba berlari-lari dan tertawa-tawa sendiri. Di tengah malam, masyekos suami imba arum tertangu. Malihat istrinya sudah tidak ada lagi di sebelah tempat tidur. Dan kadang pitu kamar yang terbuka membuat masyeko agak sedikit panik. Ia paham istrinya dah tipe orang yang pernah ku. Apalagi saat mau ke kamar mandi di malam hari, pasti ia akan meminta di teman-i masyeko. Masyekol alu berjalan ke luar ke arah kamar mandi namun kamar mandi itu kosong. Saat masyekol mau berjalan ke arah lain, iha jelas mendengar suara istrinya bertriak. Masyekol alu berlari cara sumber suara yang rupanya dari bagian kelambrenang rumah filat tersebut. Masyekol alu memelok istrinya yang berketar ketakutan memawanya masuk ke dalam. Ternyata akibat dari teriakan kencangba arum, ikut memangunkan masyikid dan bagi tadi laner dua. Doh, ada apa ini? Panyang masyikid kehiranan yang melihat membangunan menangis di peluakan masyekol. Dengan ada yang berketar, beralum menjelaskan. Cikata di saat iya sedang tidur, iya seperti terhip notis oleh sesosok perempuan yang membangunkannya. Perempuan yang berambut panjang dan berkulit pujat itu lalu perjalan cara kolam-perang filat. Dan setelahnya benti, iya membalikkan tubuh dengan wajah yang benar-benar sangat menyeramkan. Layaknya wajah kuntilana. Ya gambarannya cuma itu. Sontak saja itu membuat baga arum ini menjelit ketakutan. Di saat yang sama, kemudian handphone masyikid pedering, iya melihat di layar handphone maswasidin menyeaponya. Masyikid langsung menjel telefon dari temannya itu, dari seberang sana. Ternyara sewarawasidinya agak panik menanyakan keadaan mereka di filat tersebut. Masyikid lalu menceritakan jika barusan tadi, kini gila rembarung untuk kena terror dari filat tersebut. Karena iya ditambakan sesosok pentelanat. Jawaan maswasidinya atanya di luar dugaan dan membuat agak panik masyikid dan masyekol. Sebaiknya, cepat kalian pergi dari fila itu, itu adalah fila anker. Tadi anakku sudah menceritakan semuanya, cepat kalian keluar saja, segra, kucap maswasidin memberi peringatan. Masyikid lalu mencoba pediskusi dengan masyikotunan apa yang harus mereka lakukan malam itu. Dan diputuskanlah malam itu juga mereka langsung bergekas, pulang menengahkan fila. Kayak sokan harinya aslan anak kebak gita dan masyikid kembali per peli lakuannya. Selain itu lintang pun masih saja Rewa jika berada dekat kakaknya. Aslan sering datap. kosong dan berbicara, antara ke pulang, aku mau bersama bunda, ini bukan rumahku, karena dirasa ada yang tidak beres, afkastaran maswasidin masih kediajat bertemu dengan paman yang pahan ilmu ke batinan, baru juga mengunjap asalam olikul, paman maswasidin tidak menjawab salah mereka dan malah berkata, habis dari mana kamu edin? pulang bukannya bawa oleh-wala melebal pocong kecil disini, jawab paman maswasidin ketus, anak ini ditempelin kosong pocong, tapi dari ukurannya terlihat masih anak-anak, bawa anak ini kembali ke rumahnya, nanti kosong pocong itu akan keluar dengan sendiri, sambung paman maswasidin, mas ikit dan maswasidin saling bertatapan, mereka heran paman ini kok bisa tau mas kedatangan mereka, padahal belum berbicara apa-apa, maswasidin dan masikit di hari itu juga langsung berkegas, membawa aslan kembali ke filat tersebut, dengan mengendari mobil milik maswasidin agar cepat ketujuan akhirnya mereka pun sampai kembali di depan filat tersebut, maswasidin, lalu menghubungi mangcicep, karena kebetulan mangcicep sedang tidak ada di sana, berselang sebelum menit kemudian baru lah muncio mangcicep dengan motornya yang lalu berbasa basik kepada maswasidin, menanyakan perihala kemarin, langsung saja ketopik inti yang mengingin, langsung saja ketopik inti yang mengcicep, kami datang kesini mau menanyakan kemangcicep, apa fila ini berhantu ya, ini anak teman saya sampai ke teman pelan gini, belum lagi kemarin sewak tu kami menginap di sini, ada banyak kejadian kejadian aneh, bahkan anak saya jadi korban kepakannya boco, ucap maswasidin dengan nada meninggi, mangcicep dengan prout wajah yang bersalah, kemudian menceritakan ulang secara bangunian filat tersebut, fila itu adalah milik pakyus ril atau akrap di panggilan pakyus, pakyus tadinya adalah pemilih kebuntai yang wilayang sampai berhecta-hecta, selain memiliki kebuntai pakyus juga memiliki usahal lain, ya itu memiliki pabrik pengilangan tes sendiri, oleh karena sebuah peristiwa, si penjaga fila pun tidak tahu kenapa pasti ni, cuma desa sedesus kabar yang beredar pakyus terilit hutan, usahap pabrik memilik pakyus dibegukan dan semua tanah perekebunan miliknya terseita oleh pang, aset yang terisak ini hanya rumah pakyus yang juga dalam proses penyitahan bang, sedangkan kendarahan dan mobilnya sudah habis terjual, dalam rasaputus asa, diam-diam, isli pakyus di kabar kami kuti pesugihannya untuk keluar dari kemalu dalam himpitan ekonomi mereka. Padahalnya rumah tersebut tidak jadi di dalam oleh piat bang, dan keadaan kewangan pakyus yang sebelumnya murah marit kini kembali perjaya lagi. Namun namanya ikut dalam perjalanan setan, pastilah ada harga yang harus dibayar, anak pakyus yang berumur 9 tahun di temukan tewas tanah dalam di kelambrenan. Sang isteri yang terguncang dengan kematian anaknya tak lama ike ditemukan tewas menengah keracun di kamar lantai 2. Setelah 2 kejadian naas tersebut, barulah diketawi, isteri pakyus ikut perjalanan iplis dari surat yang iatulis. Pakyus yang tertakutan akhirnya meninggalkan rumahnya begitu saja, dan pergi ke mana. Sebelum pakyus pergi yang memang sempat menititkan pesan pada mengcajap karyalan setianya untuk menjaga rumah tersebut. Mangcajap yang sudah mempunyai rumah yang jadikan rumah pakyus bagi rumah fila yang disewakan kepada para tamu yang berlipur ke puncak, sedangkan hasil dari uang sewa tersebut, dijadikan sebagai gaji dari mangcajap dan biaya untuk perawatan rumah fila itu sendiri. Mangcajap memungkap sebenarnya memang banyak yang mendengar hal-hal semacam itu dari para tamu yang menginap di rumah fila milik pakyus. Dari mulai kesurupan kundilanat, melihat pocongan kecil, mendengar suara tawarna kecil, pendayang tiba-tiba bergerak sendiri dan bahkan sampai ada yang kejang-kejang, karena ketakutan ditambahkan oleh sosok pendunggu rumah fila. Mendenger hal itu masvasidin sampai terengah-engah menengar pengakuan mangcajap si penjaga fila tentang asal, muasa, rumah bangunan angkari itu. Pandes aja jika rumah fila tersebut angkari, bisa jadi, Arola isri, Pak Yus, Anaknya dan juga kolonik kolonis setan yang masih terikat pejajian masih bersemayan di sana. Masvasidin lalu menelupen bamanya dan mengabarkan jika gini mereka sudah kembali di rumah fila tersebut. Terlihat, masvasidin menganggukah bukan kepala sambil perkata. Ia dan ia saja sampai akhirnya telefon itu ditutup. Bagitah tunggu di mobil saja. Beraku sama masikit dan aslan yang masuk ke rumah fila itu kembali. Tadi, abah-abah dari pamanku harus seperti itu. Ucaf masvasidin menahan bagitah. Ada rasa waswas dari raut wajah-bagitah. Namun, iya hanya bisa mempercayakan kepada Allah Saja supaya keluarganya selalu dirindung dari gangguan Shaiton yang perkutuk dengan cara berdoa. Setelah mungkin menunggu di dalam mobil sekitar 15 menit, terlihat mereka kembali sambil menggendong aslan yang terlihat pucat dan lemas. Menurut masikit, saat di dalam fila, aslan di brisekelas air yang sudah diduakan anas, avalak dan ayat kursi. Begitu aslan meminum air itu sekit 3 aslan langsung monta-muntah. Masvasidin menelapkan pamannya kembali dan sangpamannya itu menjal pijal cikah. So sok pocong anak kecil yang meikuti aslan sudah pergi. Effek mual dan monta adalah efek cikah ada hal negatif atau hawan negatif di dalam tubuh keluar. Jadi bisa di bilang itu adalah reaksi tubuh yang wajar. Akhir cerita, setelah dari kejadian horror itu aslan sendiri sampai sekarang masih menjadi anak yang pernah aku. Ya, bahkan aku jika tiru sendirian, pada hal sebelumnya aslan tidak pernah kuti itu. Aslan berkata jika saat di fila itu melihat banyak hantu dan salah satu hantu yang membuatnya ketakutan adalah sesusok kuntil anak dan pocong anak kecil yang sempat merasuh di tubuh aslan. Oke, teman-teman sekian cerita horror untuk malam hari ini, temen kasih kepada ambil fitri dan juga cerita harwainya. Sudah menceritakan cerita yang sangat bagus. Terima kasih untuk menengarkan sampai habis sampai ketemu di cerita horror berikutnya selamat malam dan selamat peristi rat. [MUSIK]
Podcast Summary
Key Points:
Masigit, seorang driver Ojo, bersama keluarga dan dua temannya (Eko dan Wasidin) berlibur ke Puncak, namun rencana awal gagal karena macet parah.
Mereka akhirnya menyewa sebuah vila tua dengan harga miring (Rp1,5 juta) yang dijaga oleh Mang Cicep.
Kejadian aneh mulai terjadi
Baharun (istri Eko) mengalami teror berupa penampakan kuntilanak yang membangunkannya dan mengajaknya ke kolam renang.
Wasidin mendapat telepon dari pamannya yang seorang ahli spiritual, yang langsung tahu bahwa Aslan dirasuki pocong anak-anak.
Mereka kembali ke vila untuk mengusir pocong, dan Mang Cicep mengungkap sejarah kelam: pemilik vila (Pak Yus) bangkrut, istrinya melakukan pesugihan, anaknya tewas tenggelam di kolam, dan istrinya bunuh diri.
Summary:
Kisah ini menceritakan pengalaman liburan keluarga Masigit, seorang driver Ojo, yang bersama teman-temannya (Eko dan Wasidin) berencana menginap di vila Puncak. Karena macet parah, mereka memilih jalur alternatif dan akhirnya menyewa vila tua dengan harga murah dari Mang Cicep. Namun, sejak memasuki vila, kejadian aneh bertubi-tubi terjadi.
Pertama, anak Masigit, Aslan, terlihat tenggelam di kolam renang padahal ia sedang di dalam rumah. Kedua, anak Wasidin, Timu, mengaku melihat pocong sebelum kepalanya dipukul oleh Aslan. Ketiga, Baharun (istri Eko yang hamil) diteror oleh sosok perempuan berambut panjang berkulit pucat yang mirip kuntilanak.
Wasidin yang panik menghubungi pamannya yang ahli spiritual. Tanpa diberi tahu, paman tersebut langsung mengetahui bahwa Aslan dirasuki pocong anak-anak dan menyuruh mereka kembali ke vila untuk mengusirnya. Mang Cicep kemudian mengungkap sejarah kelam vila tersebut: pemiliknya, Pak Yus, bangkrut dan istrinya melakukan pesugihan.
Akibatnya, anak Pak Yus tewas tenggelam di kolam renang, dan istrinya bunuh diri. Vila itu pun menjadi angker dan sering menyewakan kamar kepada tamu tanpa memberi tahu sejarahnya. Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga tentang bahaya memilih tempat menginap tanpa mengetahui latar belakangnya.
FAQs
Masigit kecewa karena acara gathering komunitas Ojo yang direncanakan di Sukabumi dibatalkan.
Mereka memutuskan pergi ke Puncak untuk menyewa villa bersama keluarga.
Bagita melihat anaknya, Aslan, tenggelam di kolam renang, tetapi ternyata Aslan aman di dalam rumah.
Timu mengaku melihat pocong, lalu Aslan tiba-tiba memukul kepalanya dengan piring hingga berdarah.
Baharun merasa dihipnotis oleh sosok perempuan berambut panjang dan berkulit pucat yang menuju kolam renang.
Paman Maswasidin mengatakan Aslan ditempeli pocong anak-anak dan harus dibawa kembali ke villa agar pocong itu keluar.
Chat with AI
Loading...
Pro features
Go deeper with this episode
Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.