Transkripsi ini mengisahkan cerita horor tentang praktik pesugihan janin bayi di Indonesia, yang melibatkan pengorbanan janin dari gadis hamil di luar nikah sebagai syarat untuk mendapatkan kekayaan. Tokoh utama, Kusmaya Yadi, adalah seorang pria yang frustrasi karena kesulitan ekonomi dan persaingan tidak sehat di tempat kerja. Setelah dipecat, ia bertemu teman lamanya, Hendro, yang sukses berkat pesugihan. Hendro menawarkan kesempatan serupa kepada Kusmaya, yang awalnya menolak karena prinsipnya. Namun, tekanan dari istrinya, Sopiah, yang tidak tahan hidup miskin, akhirnya memaksanya menerima tawaran tersebut. Ritual dilakukan di hutan Jawa dengan bantuan dukun Bahberingos. Mereka membawa Sariatun, seorang gadis hamil yang tergiur uang santunan, dan pacarnya. Selama ritual, berbagai makhluk gaib muncul, termasuk sosok bayi hitam dan penjaga alam gaib. Janin Sariatun dipindahkan ke alam gaib, dan Sopiah diberikan syarat: merawat sosok bayi gaib, menggelar selamatan tahunan, dan menyusui bayi tersebut setiap kali muncul. Cerita ini menekankan konsekuensi negatif dari praktik pesugihan, termasuk penyesalan dan hilangnya nyawa manusia, serta kritik terhadap keserakahan dan tekanan ekonomi yang mendorong orang melakukan tindakan tidak manusiawi.
[MUSIK] Selamat malam dan selamat datang. Saya ini narator dari Rumah Horror Indonesia dan cerita tengah malam kemelegi untuk ceritakan sebuah cerita horror di malam hari ini untuk kalian. Dan cerita horror kita di malam hari ini berjudul, pesugian janin bayi. Mungkin ini adalah presti yang sangat langkah, pasalnya pelakuk pesugian model ini bisa memanfaatkan janin bayi dari seorang gadi yang masih perawan. Konon janin bayi tersebut adalah tumbal awal dari perjanjian dalam penarikan harta gaip. Mesti sudah sering diingatkan dan nanggibatnya jika mencalan di pesugian namun perapelaku seperti ini sudah buta mata dan buta mata hati. Nanti di sini yang di masuk dengan perawan ini bukan perawan beneran tapi perawan dalam tanda kutip. Nanti akan dicelaskan di ceritanya. Oke, ini lengkapnya. Memang bener yang sering dikatakan banyak orang bahwa apapun bentuk dan tujuannya bersekutuh dengan malu halus akan banyak ruginya dari pada untungnya. Banyak faktor menjadi penyebab kenekatan sesuatu orang melakukan persekutuan dengan malu halus dalam upaya memperkaya diri secara instant. Padahalnya tanya tetah di mengerti jika hal itu dikutuh koleh agama manapun. Alasan yang mereka kemukakan terkesan kliisah iaitu terhimpit faktor ekonomi. Disabbing itu mereka juga merasa iri dan keberadaan masyarakat disekitannya yang hidup bergelimang harta. Dalam kacama taga ma yang dia kini mampu menjadi rambu, pencegah kenekatan melakukan persekutuan gayaidemi terpukaskan yang urusan duniawi sudah sering didingungkan dan segala bentuk ciar. Akand tetapi kenyataan jujuruh hal tersebut banyak dipalingkan oleh sebagian orang. Kadang juga dijadikan topeng semata agar bisa menutupi perbuatan kotor tersebut. Tragisnya di mihal itu pengorbanan yang diminta untuk dipersembahkan bahkan nyawa manusia pun juga bisa dipenuhi. Tidak peduli diri sendiri, istri, anak atau orang lain yang masih ada hubungan darah. Sunggu tidak manusiawi, karena kenyataan ini tak beda dengan tindakan kejahatan pembunuhan yang tersebut. Sayang untuk memuka pembuktiannya susah di dapat, pasalnya modus kejahatan yang terjadi dalam bungkus alam tidak asat mata, jadi pembuktian hukum sangatlah lama. Persaingan tak kunjung selasai, keras dan penuh persaingan ketak, itu layang di alami Kusma Yadi, warga kabupaten karawan jawabarat tentang kondisi kidupannya akhir-akhir ini. Priya berusia 41 tahun itu, kini hanya bisa menyusali hasil perbuatan yang setelah hearta yang paling berharga, melayang siasia. Bahkan kerasnya kidupannya ismembuat pria kelahiran 10 Oktober 1975 itu frustrasi. Kusma Yadi baru benar-benar menyadari kerasnya dan ketatnya kidupan setelah lebih dari 2 tahun kesulitan mendapatkan pekerjaan. Sebenarnya, iya sudah berusia sebelumnya. Termasuk relam negalkan kampung halaman untuk mengembara kekota kota besar. Berbagai macam perusahaan bagian perskala besar atau penkecil telah didatangi, namun semuanya tidak membuatkan hasil. Padahal kalah itu perusahaan yang didatanginya banyak yang sedang membutuhkan kariawan. Tapi dengan berbagai alasan lama ranya selalu ditolak. Menghadapi kenyataan seperti itu, akhirnya kusma Yadi memutuskan kembali ke kampung halaman. Bahkan disana sebagai besar hari-hari di aisi dengan mencangkul atau menggarap sawah orang lain, atau menjadi kulip bangunan, yang penting hari itu bisa membawa hasil. Meskipun tidak seperti yang diharapkan istrinya yang menunggu di rumah. Kira-kira setengah tahun tinggal di desa, kusma Yadi merasa kensangat priatin dengan kadaan per ekonomian keluarganya. Karena itu, pria berkulit-kulap itu kemudian memutuskan untuk bekerja pada salah seorang tetangannya. Meski hanya bekerja di home industri atau rumah, namun, saya merasa senang karena bisa membuat dabur ngebul, ujar putra kedua dari tiga persodara itu. Selama bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang printing atau sublon chaos dan percetakan itu, etos dan cara kerja yang dia tunjukkan mampu membuat kagum pemiliknya. Hingga akhirnya dia pun dipercaya sebagai kepala bagian di Cefet tersebut. Namun, kenayakan jabat dan tersebut tak. Sejarah otomatis membuatnya merasa senang dalam menjalani pekerjaan. Tapi jisus baliknya berbagai cobaan menghantam dirinya sehingga mengusik koncentrasi kerja. Cobaan baling berat datang melirakan rakan sekerja yang iri atau sepengangkatan dirinya sebagai kepala bagian. Dengan berbagai cara, kelompah pekerja tersebut, perusa, merusa kubungan baik-kusmaya di dengan sang majikan. Namun, meski isu dan fitna telah dihembuskan, kepercayaan sang majikan kepada nyata kunjung luntur. Hal itu tentu saja semakin meningkakan kegeraman mereka. Hingga akhirnya di antara mereka ada menggunakan cara-cara mistik. Hal itu baru disadarinya, setelah kusmaya dia menemukan berbagai macam benda aneh, seperti paku, silet, beling, bonega kecil hingga kendi air yang diisi garam dan cengeg atau lombok atau cabik. Terkeliatak di depan pintur rumahnya. Untungnya serangan-serangan gaya tersebut tak sampai mencelakakan kusmaya di densopia istrinya. Menyadari persaingan semakin tak sehat, pria berwata kalem itu mencoba mengacik berdamai para pekerja yang tak senang padanya. Akal tetapi dari langkah-langkah tersebut, dia tak menemukan jawaban. Sehingga akhirnya dia sendiri yang mengalah dengan memutuskan untuk memunurkan diri dari pekerjaan tersebut. Pentunya, hal itu dia lakukan cara baik-baik kepada sang Najikan. Sebenarnya, bos saya itu keberatan jika saya keluar. Tapi mau bagaimana lagi jika teman sekerja sudah tidak mengendaki ke hadir dan saya. Terang kusmaya di dengan terundak diri. Semenja teluadari Cefe itu kusmaya di kembali pada aktivitas semula yakin mengarap sawa, merikonang lain. Lelaki asal logipang kalen itu tidak mau memperlihatkan kekurangan dihadapan sang isri yang sangat dia cintai. Dia benar-benar mempertangun jawabkan tekatnya yang sudah memilis sopia sebagai isri. Sampai kemudian di suatu hari, tanpa di juga pada sadir yang sedang ketem atau nunggu penumpang diperapatan Tanjung Pura, kusmaya di dihanbiri sebuah mobil keren. Awalnya dia mengira penumpang sedian berwarna metah itu sedang kesasar atau akan melanjakan sebuah alamat. Namun, setelah melihat siap yang turun dan mengambilinya, kusmaya di menjadi terkasiap kaget. Pasalnya, pria ganteng dengan pakean yang perlentai itu tidak lain adalah temannya semasa kecil yang lama menengahkan karawang. Hendro, demikian namah pria pemilik sedan itu. Maksud ingat saat pergi pahamit, Hendro masih dalam kondis serba kekurangan, bahkan untuk awang kos pergi merantau saja harus meminjam uang dan perhiasan mas pada kusmaya di. Maka tidak aneh jika pertemuannya saat diperapatan terminal Tanjung Pura itu peki itu terlihat sangatlah akrab, bahwa 2 soda raya lama tidak bertemu. Di katakan Hendro bahwa dirinya pulang ke karawang hanya untuk mengunjungi keluarga yang telah lama diatinggalkan. Selabusan berbincang alur mudul tentang kenangan kenaan waktu itu, Hendro menjadi perihatin atau skep berada antemana krapnya ini. Meski awalnya agak berat untuk mengukapkan tetapi akhirnya dia memberanikan diri untuk mengajak kusmaya di keluar dari keminskinen. Dirinya begitu perihatin yang sikan kondisitemannya yang terpuru. Awalnya kusmaya di sedikit risih ketika Hendro cerita jika keperhasilannya itu adalah khasil karyanya yang dibantu oleh seorang para normal. Di katakan Hendro bahwa keperhasilannya itu bermodalkan mencari seorang gadi seperawan tapi sudah hamil di luar nikah. Nah ini yang saya bilang tadi teman-teman. Perawannya dalam tanda kutip ya harus siapa hamil. Ditambahkan jenin bayi dari perut gadi seperawan itu lah yang akan menghasilkan banyak uang. Dan kusmaya di hanya cukup memberi sumbangan tali kasih pada gadi seitu dengan ilenominas padan di maju tarupia. Mendenganil yang disebutkan kusmaya di sampai tersentak batinnya berkutat. Jangankan uang jutaan buat makan sehari-hari saja sulitnya minta ampun. Ya kamu jangan melihat dari berapa besar uang yang akan ke luar kan tapi kamu harus lihat hasilnya nanti uang miliaran bakal kamu terima, tegas Hendro memberi penjelasan ketika kusmaya di kebingungan. Menapatkan tauran makian,
Kusmaia ditalangsung memberikan jawaban. Dirinya memilih mempertimbangkannya lebih dulu. Hal itu yalakukan karena memang sebelumnya dia termasuk orangnya anti dengan hal-hal berbau mistik. Soal uang pikirnya bisa saja ya pinjam pada seorang atau pada handra, tof sebelumnya dia sukses dan dia juga pernah membantu. Setelah berpikir keras, akhirnya kusmaia dia memutuskan untuk mencari kanyak terlebih dahulu dengan sopi ya istrinya. Jika memang hal itu adalah jalan satu-satunya mungkin saja dia akan menghubungi handra kembali. Kusmaia ditemainya cukup tegar, menghadapi hidupnya yang serba pas pasan. Sebagai manusia biasa, dia memang haratan hidup yang lebih baik dari sikit ekonomi. Namun dia masih bisa berpikiran sehat dengan tidak melakukan cara, konyol dan sesat. Kusmaia ditelabih memilih perusahaan tak enak-enaklah dengan memanfaatkan kemampuan dirinya. Jika akhirnya dia menjadi pelaku pesugahan, itu lebih dikarnakan sopi yang tak siap mental menghadapi kadang tersebut. Tapi singgungnya sopia adalah wanita berhati baik. Hanya saja yang berasa di luarga berkelimeng harta tak biasa untuk hidup dalam kemiiskinen. Abah lagi dia sendiri yang dulu ngotot memilih sopi ya menjadi istrinya, maski ditemtang matematian oleh orang tua dan sodara-sudaranya. Makin hari konyosim mental sopi ya kian para, meski tak pernah berani marah pada kusmaia di namun hambur setiap hari yang mengeluhkan kondisi di mereka. Kusmaia di sendiri sebenarnya cukup bisa memaklumisikapnya. Dalam hati kecilnya dia juga ingin membahagiakannya dari sisi materi. Tapi apa mau dikata? Konyosim mental isrinya benar-benar para. Hingga pada soatum alam ketika kusmaia di menjadi tak entang pertemuan dengan henro, bahkan teman semasa kecilnya itu akan membantu mengangkat hidupnya agar ke luar dari kemiiskinen sopi ya langsung menengapir dengan serius. Bahkan tampat terduga istrinya mencetuskan usulan gila yang tidak pernah yabayangkan sebelumnya. Dengan sangat hatiati sang istri meminta suaminya untuk menerima tawaran temannya itu. Untuk menjarik kekayaan laywat jalur pesugihan. Yang membuat kusmaia di terheran-heran mana kalah istri yang memutuskan untuk pergi kejawab sendiri jika kusmaia di tidak menyetujuhnya. Dan yang membuat kusmaia di semakin salah sikat sopiya terus merahing agar suaminya bersedia memenuhi keinginan itu. Reisiko yang jelas kan jika menjalani pesugahan itu cukup ampur demerdam keinginannya. Bahkan ia mengatkan bersedia jika harus menjadi tumbal dari pesugian tersebut. Hingga, dua minggu berselang, kusmaia di masih mampu bertahan untuk tidak menyetujuhi kekasan istrinya. Tentunya dengan alasan bahwa hindro belum mengguping dirinya. Akan tetapi ketika istrinya akan kejawatannya bersama hindro, kusmaia dipuntak berdaya untuk menghindar. Bagaimana pun dia masih menyayanginya, dia tidak tega jika istrinya berbuat yang tidak tidak. Hingga pada setuah hari, setelah kusmaia di memanggil hindro dan menyetujuhi tawaran temannya itu, selapas makrip berkumbol di rumah kusmaia di. Namun kali ini hindro tidak datang seneri, tetapi membawa pula seorang laki-laki yang usianya lebih tua darinya. Pria perwajat dingin itu memperkenal tang diri dengan nama pakku-ku. Kusmaia di tidak begitu jelas, apa masuk hindro membalal laki yang tidak dikenalnya itu dalam perjalanan mereka. Kusmaia di dan istrinya pun tak mau tahu urusan orang tersebut. Yang jelas, begitu semua perseratan ritual dan per lengkapan segala keputuhan selama perjalanan telah diperciapkan, keampatnya berangkat menuju jawatannya. Usa yang menapu perjalanan selama hampir satu malam sedan mewah yang di seteri hindro itu pun sampai ke jawatannya. Namun mereka tidak langsung menuju lokasi yang di 7, memlembangkan istirahad di sebuah rumah makan di pinggiran kotaboyolali. Setelah merasa cukup istirahad dan perut telah terisi perjalanan kembali dilanjutkan. Kali ini arah yang di 7 adalah kotak kropukan. Sekitar satu jam perjalanan, ternyata mereka mulai masuk di kawasan hutan di atas perpugitan yang ditumbuhi pepohonan jati. Talamas layitu dengan disambut suara kicawan burung hutan, mobil mereka kemudian mengarah pada satu bidang tanah luas. Dimana pada salah satu sudutnya bediri rumah berbahan kai jati. Begitu kena ran berenti di pekaran rumah itu, seorang lelaki keluar, memberi salam dan mempersilakan mereka masuk ke rumah tersebut. Tabanyak yang dibicarakan pada pertemuan itu, yang jelas, kus maya di baru mengetahui jika pemilik rumah itu kerap di Panggil, oleh hindraud dan kuku dengan Panggilan bahberingus. Antas yapan, nama asil laki berwaja perewok dan percengok itu. Kus maya di tak memadulikannya, dia hanya ingin semuanya segera dilakukan karena sudah merasa kelahan sekali. Masuk keruan kusus, ternyata telah adir seorang pemudat tanggung dan seorang gadi seprusia belasan talung. Setelah diterangkan dengan sejelas-jelasnya, kus maya di dan sopia baru pahan jika gadi siang masih berstatus pelacar pada salah satu semasa suasa di seragain itu, pernah masyariatin. Dia adalah korban yang akan berikan jalanin bayinya, sedangkan si pria adalah bapak biologis dari bayi nambulannya di kandung si suit tersebut. Mereka berniat melakukan hal itu tidak lain, karena selain merasa malu oleh teman-teman sekolahnya, juga tergir oleh uang santunan dari pelaku besokian yang sangat besar nominalnya. Selain itu, hubungan mereka pun tidak pernah di setuju oleh orang tua si pria, karena mereka masih duduk di klas dua. Setelah semua dirasa cukup siap, sekitar tengah malam mereka pun memoleh mengelari tual. Dia wali dengan membakar dupa, kemudian menyapkan segala per syaratan ritual dengan menyediakan bunga kantil, bunga mulati, menyaksrim, pini, menyak musik, pinatang UU, kendi yang telah dicampur dengan kembang telon, kain kapan satu meter, bantal dan guling kecil, kapas, tusuk jarum, tiga buhadadu dan penangkante berwanamera, serta beberapa lembar uang ratusan ribu. Konon katanya uang tersebut adalah pemancing bagi si pelaku besokian untuk mendapatkan uangnya lebih banyak. Jika nantinya si pelaku berasil melakukan ritual pemindahan janin bayi ke alam ga, bahberengos dengan sabar mengarahkan sari atin agar duduk bersama di tinggal alaskan kavan, tak jauh dari sebuah rancang kecil berkelambu kumal. Sementara guguk, hindro dan kusmaya di hanya diperbolehkan mengawas hidri tempat yang agak jauh. Selanjutnya, bahberengos yang duduk dihadapan sari atin mulutnya mulai, komat kami tmembahacam mantra untuk mengwantak pengkuni gaya putan bukit tersebut. Sementara itu, anehnya kusmaya di yang tidak mengerti dengan apa yang dipercambah berengos, dia lebih memilih membaca surut al-Fatiha dan ayat lain, temui mengusir rasa takutnya yang menjalar malam itu. Akan tetapi apa yang dilakukan oleh kusmaya di ternyata diketawi oleh membah berengos. Itulah sebabnya kemudian yang diusir dari ruangan kusus tersebut mendengelkan sopi yang duduk semedita jauh dari sari atin. Hampir setengah jam berselang mulai terjadi perubahan di sekitar tempat mereka melakukan ritual pengambilan janin bayi. Mulam-ulah angin berhambus lambut sehingga untuk sopi yang duduk bersemedih menjadi ngantuk. Namun tak lama, kemudian yang menjadi tersempak, mana kalau angin berkantim menjadi kencang. Dan Hampir bersamaan tampak sesusok bayangan hitam pekat miripoja berterlanjang muncul dari atas rancang kecil. Sosok bayangan hitam itu langsung turun dengan mulut mengeluarkan suara merenget, layaknya boja manja yang minta di gendong. Sosok itu lantas mendekati tubuh sopi. Sopi yang sejak tadi memelatuh di bayangan hitam boja itu Hampir berteria keras, mana kalau sosok tersebut tiba-tiba saja duduk di pankuan sopi. Akan tetapi, sayut sopi sama sekali tidak merasakan kaki dan kedua tangannya menyentuh sosok tersebut. Bapak berenglas yang menyaksikan hal itu lantas dengan gerakan isyarat menyerus sopi untuk diam. Sopi pun menurut. Setelah lama berada dalam pankuan sopi, sosok bayangan boja itu pun kemudian perlahan lena. Tak lama berselang dari lena, sosok bayangan mirip tuyul itu ujian ke dupun menyesul. Kalau itu sebuah bayangan kretakan cana datang, entah dari mana lalu berenti tepat di atas rancang, tempat munculnya sosok bayangan boja. Kemudian sosok wanita berwajah cantik yang mengenakan pakian kebesarin keratun, tempat turun dengan gerakan lembut menuju tempat ritual. Kemudian berdiri dikat mereka. Talamas telahnya sosok itu lantas mengarakan tangan menunjuk keras sopi. Selanjutnya, peristihwal gaid kembali datang mengujuh sopi. Kestara tiba-tiba angin yang semula kencang kemudian sedikit-temis-dikit merada. Akhirnya tetapi kali ini muncul gulungan asaputi dari atas langit-langit kamar. Dari asaputi ini lah ke luar sesuatu tinggi besar. Penampilannya menyerakan vbawa yang amat kuat. Sosok tersebut terlihat membahar beberapa tumbuh kan uang dalam muncul lain banyak. Ananya ke munculan sesuatu tersebut hanya terlihat olisopia. Sedangkan bahbering, sariatin dan pagu kutam liat apa-apa selanjutnya.
temaramnya ruangan tersebut. Menyadari bahwa kejadian itu sebagai peristuwa gaip yang tidak diketahai orang lain maka beringas menyarangan sopiya untuk berkomunikasi dengan soso tersebut. Meski masyidilanda kebingungan sopiya akhirnya meikuti saran tersebut. Iya berjalan perlahan mengambil sosok gaip tersebut. Hasil dari perbincangan lintas dimensi sopiya mengetahu bahwa soso dihadapannya adalah sosok pengawal alam gaip yang bertuga sebagai pembawaharta pesugian seorang percayaan nya ika tulang jar sang penguasa panteutara jawa. Berasa procesi ritualnya ditripa oleh cara pengkuni alam gaip tersebut sosok-sosok tersebut akhirnya menghilang secara tiba-tiba. Hingga beberapa saat sopiya hanya terpaku dan diam di tempatnya. Iya saatkan tidak percaya terhadap apa yang telah di alami. Ternyata melakukan ritual procesi pesugian itu tidak sesulit yang dipayankan. Hanya dibutuhkan mental saja, demikian batin sopiya setelah melihat situasi ruangan tersebut kembali hening seperti sedia kalah. Akan tetapi tidak demikian dengan sariatin. Patah kaitu langsung segera menyiksanya, tiba-tiba sariatin berasakan tidak enak pada perutnya, bukan rasanya rihnak buang hajed. Tetapi nyeringnya seperti hendak melahirkan, karena itu iapun segera memanggambah berengos yang masih duduk semedih dihadapannya. Namun aneh binajay, belum sempat memanggambah berengos berdiri hendak membantunya, sariatin merasakan jika perutnya saat itu juga terasa kumpis seperti layaknya gadi-jadis yang tidak sedang hamil. Mengataui perutnya yang sudah mengampis iapun mastikan hilang tidaknya bai yang dikandung, kemudian bahberengos langsung memanggai seorang dari barik kamar. Wani tak baru baya yang dipanggang membuat jumih itu ternyata seorang duken beranak kampung sempat yang biasa bertugas mengacak kehamilan si pasian jika prosesi ritual dinyatakan selesai. Begitu keterangan yang di dengar sopia. Begitu muncul, pernomah kampung itu langsung memberi kisekandungan sariatin. Bo jumim mastikan kalau jalan dalam perutnya itu memang pener-bener sudah hilang. Begitu diperi tahu kanya oleh wanita itu sariatin nampak tertunuk lemas. Iyasa akan menyesali atas perbuatannya yang tentu saja menangung resi ke besar, Begitu niya mau pun di akhirat nanti. Akandah tapi ketika bayangan uang yang akan di dapatnya begitu menggirkan, bayangan kengerian mendadak hilang. Terlebih pernomah itu menyatakan jika hilangnya bai yang dikandung sariatin karena seladian ambil oleh sosok pengalal gayaipnya iratulancar. Shingga cerita sebagi mana yang ditekankan bahbering atau dalam prosesi ritual tersebut apa yang diinginkan sopia akhirnya terkabulkan. Tetapi sebagi kantinya para lalembut alam gaya itu memberikan beberapa persiaratan. Yani sopia harus merawat dengan baik, jika nantinya ada seorang buca yang datang kurumannya. Selanjutnya setiap tahun ia diharuskan menggelar selamatan dengan menyembelikan bingkendit di lokasi bekas ritual. Dan yang terakhir sopia diharuskan bersedia menyusui sosok boja tersebut setiap kali muncul di rumahnya. Sebuah syarat yang sangat merikand dimata ke semaya di jika itu benar-benar terjadi. Namun karena sejak semula istrinya telah menyatakan ke sediaannya melakukan persekutuhan maka akhirnya dia pun hanya pasrah saja. Dan sejak itu lah keduhannya mulai terikat perjanjian gait. Setelah merambungan ritual perjanjian mereka pun berdugas pulang. Seminggu kemudian hasil dari perjanjian gait itu mulai dapat terlihat oleh mereka. Di malam jumat pertama sejak hadir dan sosok bayangan boca hitam dalam keluarganya kus maheri dan sopi hadir kejutkan dengan penemuan sekepok uang ratusan ribu dalam lah cimeja warung klontongnya. Sebagai gimana isi perjanjian warung klontong datakan itu adalah warung kiasan yang wajib istiakan pelaku sepulang dari ritual. Selain itu juga bisa diartikan sebagai pengalih perhatian perat tangga jika mereka adalah penganut bersukian. Dan diminggu-minggu berikutnya pendapatannya kian melimpah hingga dalam 1 bulan pertama total uang gaitnya sudah mencapai ratusan juta rupiah. Melihat numpukan uang sebegitu banyaknya sopi yang sangat bahagia. Dari yang selesa tersebut pertama-tama yang dibelinya adalah perabut rumah tangga yang sangat mewa setahp rep bagaiman jam perhiasan. Dan waktu waktu berikutnya ganti dan kebutuhan lain yang dibeli seperti sebeda yang tanah di luar kota, beberapa hikta sawa yang juga di luar kota. Hanya saja, meskis sudah percalan setuh tahun kus mayari tidak berani untuk membangung rumah baru atau membeli kendahan anyer model baru. Untuk warroiri mereka juga mengenai mobil yang dibelinya setengah pakai saja atau mobil bekas. Itu semata-mata untuk menjaga agar para tetangga tidak curiga. Jadi kalau sampai bisa memengung rumah apalagi mewa para tetangga pasti langsung kasaku. Wajar saja jika sopi hape gitu menikmati hasil tersebut. Sebab selama ini dialah yang harus rela untuk menyusui sosok bocas iluman tersebut setiap kali hadir di antara mereka. Itu sudah menjadi perjanyi mereka dengan mahluk mirip tuyul tersebut. Dan perjanyi lainnya pun kerab mereka lakukan hampir setiap tahun untuk pergi ke kawasan hutan di atas pukit di kabupaten kruhubukkan untuk mengelar selamatan. Hingga akhirnya menjalang pagi di tahun ketiga mereka mengingat perjanyi baik, Kusmaia di menemukan istrinya terkulai lemas di atas kursi ko yang dalam kondisi tubuh yang sangat mengenaskan. tubuhnya tampak mengring dan kriput, sementara napa sengah-sengah dengan sangat lemah. Kawati terjadi apa-apa, Kusmaia di membawannya keruma sakit. Namun baru saja sampai di sana, sebelum sempat mendapatkan perawatan doktor nyawa seng isri tak terterleng lagi. Ia mengambuhkan nafas terakhirnya saat dibawah keruhang ICU. Saka ketika, Kusmaia di pun menjerit di seris, menyasali segala perbuatannya dengan membantu istrinya untuk melakukan persekongkolan dengan mahluk halus. Bahkan di saat pemanihan jenaza, sebenarnya banyak keluarga yang menanyakan kematian mendadak sopi ya, terlebih setelah melihat tubuhnya yang kriput. Namun sejauh itu, Kusmaia di hanya mengatakan bila dirinya tidak mengatari penyebabnya terlebih dikai istrinya mengidap penyakit gawan. Beberapa hari beselang, parulah Kusmaia di mendapatkan jawaban atas misteri kemati yang tersebut. Menurut paranorma yang dulu mengantarkan mereka kegerobokan, kematian sopi ya adalah akibat istrinya yang terolama menyusui sosok bojasiluman yang mereka pelihara. Sebab katanya sejatinya yang diisap oleh pojasiluman itu bukanlah air susu, melainkan darah sopi ya. Akibatnya lambat laun tubuh sopi yang menjadi kering karena kahabisan banyak darah. Kusmaia di hidup sendiri diusiannya yang lebih dari 50 tahun. Hidupnya pun kembali seperti semula, serba pas-pasan, tanpa anak atau pun istri. Karena selama berumah tangga dengan sopi ya mereka belum diberi momongan. Ditomu ni saat ngerik ojek pria yang akrak di panggilkan odi itu mengisakan pengalamannya kepada penulis. Itu lama, kenapa saya selalu menekankan bila ada orang yang pernihat, mencari kekayaan dengan cara tidak sehat, apalagi bersokutu dengan manuh halus, saya selalu menekankan mereka untuk tidak melawukannya. Biarlah pengalaman ini cukup saya saja yang jadi korban. Semoga pengalaman hidup dan pahit ini bisa menjadi peringatan bagi banyak orang betapa bahayanya dunia pasukahan itu. Di mekan, kusmaia di mengakhiri kisah pengalaman seciatinya beberapa waktu lalu, begitu mengataui banyak korban penjualan jenin bayi untuk pesukian, kususnya di pulau jawa dan sumah. Oke, teman-teman, itu cerita horor kita untuk malam hari ini. Semoga bisa dijadikan pelajaran. Jangan mencari harta dengan cara-cara yang seperti ini. Perussebut ini yang makhlus tidak akan mewa kebaikan. Terima kasih sudah menengarkan sampai akhir, sampai ketemu di cerita abikotnya, selamat malam, selamat beristi rahat.
Podcast Summary
Key Points:
Cerita horor tentang pesugihan janin bayi yang memanfaatkan janin dari gadis hamil di luar nikah sebagai tumbal untuk mendapatkan kekayaan instan.
Kusmaya Yadi, seorang pria yang mengalami kesulitan ekonomi dan persaingan kerja, akhirnya terlibat dalam praktik pesugihan setelah bujukan istri dan temannya, Hendro.
Ritual dilakukan di hutan Jawa dengan bantuan dukun bernama Bahberingos, melibatkan korban gadis hamil (Sariatun) dan pacarnya yang tergiur uang.
Proses ritual memicu kemunculan makhluk gaib, termasuk sosok bayi hitam dan penjaga alam gaib, yang memindahkan janin dan memberikan syarat kepada Sopiah (istri Kusmaya).
Akhirnya janin hilang dari perut Sariatun, dan Sopiah harus merawat sosok bayi gaib serta melakukan selamatan tahunan sebagai konsekuensi.
Summary:
Transkripsi ini mengisahkan cerita horor tentang praktik pesugihan janin bayi di Indonesia, yang melibatkan pengorbanan janin dari gadis hamil di luar nikah sebagai syarat untuk mendapatkan kekayaan. Tokoh utama, Kusmaya Yadi, adalah seorang pria yang frustrasi karena kesulitan ekonomi dan persaingan tidak sehat di tempat kerja. Setelah dipecat, ia bertemu teman lamanya, Hendro, yang sukses berkat pesugihan.
Hendro menawarkan kesempatan serupa kepada Kusmaya, yang awalnya menolak karena prinsipnya. Namun, tekanan dari istrinya, Sopiah, yang tidak tahan hidup miskin, akhirnya memaksanya menerima tawaran tersebut. Ritual dilakukan di hutan Jawa dengan bantuan dukun Bahberingos.
Mereka membawa Sariatun, seorang gadis hamil yang tergiur uang santunan, dan pacarnya. Selama ritual, berbagai makhluk gaib muncul, termasuk sosok bayi hitam dan penjaga alam gaib. Janin Sariatun dipindahkan ke alam gaib, dan Sopiah diberikan syarat: merawat sosok bayi gaib, menggelar selamatan tahunan, dan menyusui bayi tersebut setiap kali muncul.
Cerita ini menekankan konsekuensi negatif dari praktik pesugihan, termasuk penyesalan dan hilangnya nyawa manusia, serta kritik terhadap keserakahan dan tekanan ekonomi yang mendorong orang melakukan tindakan tidak manusiawi.
FAQs
Pesugihan janin bayi adalah praktik mistik yang memanfaatkan janin dari seorang gadis yang masih perawan sebagai tumbal awal untuk mendapatkan kekayaan secara instan.
Alasan utama adalah faktor ekonomi yang terhimpit, rasa iri terhadap orang kaya di sekitarnya, serta keinginan untuk memperkaya diri dengan cara cepat tanpa memikirkan risiko.
Tokoh utama adalah Kusma Yadi, seorang pria berusia 41 tahun yang mengalami kesulitan ekonomi dan akhirnya terlibat dalam pesugihan janin bayi.
Kusma Yadi awalnya menolak, tetapi setelah istrinya mendesak, ia menyetujui ritual tersebut bersama temannya Hendro dan seorang dukun bernama Bahberengos.
Ritual melibatkan pembakaran dupa, menyiapkan bunga, kain kafan, dan uang, serta mantra untuk memindahkan janin ke alam gaib. Janin tersebut diambil dari gadis hamil di luar nikah.
Syaratnya adalah merawat bayi gaib yang datang, mengadakan selamatan setiap tahun dengan menyembelih hewan, dan menyusui sosok bayi tersebut setiap kali muncul.
Chat with AI
Loading...
Pro features
Go deeper with this episode
Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.