Go back

Peneliti Otak Ini Bongkar Penyebab Kita Makin Lemot, Overthinking & Otak Rusak Pelan Pelan - Room 4 Improvement with Rory Asyari

0m 0s

Peneliti Otak Ini Bongkar Penyebab Kita Makin Lemot, Overthinking & Otak Rusak Pelan Pelan - Room 4 Improvement with Rory Asyari

Percakapan ini membahas kebiasaan modern yang merusak otak tanpa disadari, terutama penggunaan smartphone untuk scrolling media sosial secara tidak sadar dan multitasking. Kedua hal itu memaksa otak terus bekerja, menguras energi, dan memperpendek rentang perhatian. Sebaliknya, otak justru membutuhkan momen "bengong" atau diam untuk beristirahat, memproses informasi, dan memunculkan kreativitas melalui default mode network. Gaya hidup seperti kurang gerak, pola makan tidak terkontrol, dan minim interaksi sosial juga berkontribusi pada penurunan fungsi kognitif. Untuk menjaga kesehatan otak, disarankan berolahraga ringan secara teratur, mengatur asupan kalori, tetap bersosialisasi sesuai kenyamanan (bahkan bagi introvert), serta membatasi konsumsi media sosial dengan disiplin, misalnya maksimal satu jam per hari. Intinya, di era digital, kesempatan untuk benar-benar beristirahat dan merenung justru menjadi kemewahan yang vital bagi kesehatan mental dan kinerja otak.

Transcription

9705 Words, 61992 Characters

Indonesian
Pembicara 1 Kebiasaan yang merusak otak tanpa kita sadari. Pembicara 2 1 kebanyakan pakai smartphone jangan kurang kurangi itu lalu yang 2 udahlah pakai smartphone cuma sambil tidur tiduran lalu yang 3 udahlah nun pakai smartphone melulu scrolling sosial media melulu tidur tiduran sambil ngemil ngemil ngesnek melulu. Kita punya kesempatan untuk bengong untuk merenung. Itu adalah sebuah luxury di era digital. Sebagai seorang neuro science, saya akan berkata, perbanyak mengalah, bengong, setuju, setuju terus di saat bengong itulah otak. Kita akan memfilter semua informasi informasi yang ada muncul ide baru. Pembicara 1 Artinya dengan kita scrolling un mindfully ini itu merusak otak kita secara perlahan. Pembicara 2 Betul tidak salah kebiasaan kita hasil culture sekarang dan kebiasaan kita saat ini yang namanya multitasking seolah olah kalau multitasking itu begitu hebat. Tidak multitasking itu sesungguhnya tidak ada yang namanya mengerjakan sesuatu. Banyak hal dalam waktu bersama itu tidak ada yang kita lakukan tuh tidak lebih dari rapid switching tasking. Pembicara 1 Kenalin peneliti otak dan perilaku manusia societate professor doktor rizky etmi eddy, phd. Seorang apply kognitif neuro scientist yang membawa sense dari jurnal ke dunia nyata dokter edmi fokus bantu manusia modern biar enggak gampang error dan bisa maksimalin potensi terbaik otak kita. Pembicara 2 Yang menariknya itu adalah dalam kehidupan sehari hari. Banyak orang yang overthinking, overthinking, overthinking gitu loh. Tolong dipahami overthinking itu berangkat dari trauma masa lalu. Enzy itu lebih memikirkan kemungkinan apa yang terjadi di depan. Kalau ada di Antara teman teman yang berpikir bahwa otak kiri itu logic otak kanan itu adalah kreatif. Tolong pahami itu adalah hoax. Pembicara 1 Pernah enggak sih lo ngerasa otak lo kayak low bat dan lemot? Padahal aktivitas fisik longgar berat, berat amat ringan ringan aja tapi otak rasanya lemot banget. Apakah ini dikarenakan otak kita? Kayak brain folk karatan karena mungkin lifestyle modern terlalu banyak nonton Netflix terlalu banyak scrolling scrolling sosial media yang akhirnya fokus pen kita attention spend kita jadi pendek banget. Dan akhirnya balik lagi. Scroll social media karena kita ngerasa rileks. Padahal ternyata otak kita lelah. Nah, apa yang terjadi ketika kita ngerasa otak kita lelah lemot, brain fog dan kita juga pelupa. Gue akan ngobrol dengan apply kognitif neurosit bang rizky atmi edition beliau kalau bahasa indonesianya adalah ilmuwan otak dan perilaku, jadi yang meneliti Antara koneksi otak kita dengan perilaku manusia baiknya apa kabar bang? Pembicara 2 Alhamdulillah kabar baik. Terima kasih banyak bang roy sudah ngundang saya ke sini sama. Pembicara 1 Sama ini uh bang admi ini kita datangkan langsung dari Brunei Darussalam. Dan mampir ke Permata hijau by the way bang aku pengin tanya dulu ya kenapa kadang otak kita ngerasa lemot brain folk karatan gitu, padahal aktivitas kita enggak terlalu banyak. Biasa biasa saja. Aktivitas fisik juga santai santai saja. Pembicara 2 Justru karena tidak ada aktivitas fisik lah, maka otak kita menjadi semakin lemot. Jadi ada satu hal yang musti kita bedakan ketika orang berkata aktivitas fisik itu harus kita bedakan dengan aktivitas otak. Aktivitas fisik gampangnya, gunakan otot ya yang masal berpikir gunakan otak sekarang ketika bertanya, kenapa sih pikiran aku tuh menjadi sepertinya lemot? Kita mesti melihat otak manusia itu. Bagaimana situasinya dilihat oleh 2 hal bagaimana ia mempersiapkan kondisi otak lalu yang 2 apa yang ia lakukan? Apa yang telah dijalani oleh otak itu membuat otaknya menjadi semakin lemot. 1 kalau kita hendak berkata tentang bagaimana sih cara meningkatkan kecerdasan otak agar kita itu tidak lemot, cara itu sesungguhnya sangat sederhana bang roy 1 olahraganya secara teratur. Sesimpel seperti itu yang dimaksud dengan olahraga pun juga bukan sesuatu yang ekstrim entah itu berjalan 10.000 langka. Mumpung saya menyebut 10.000 langkah itu adalah hoaks. Kita tidak perlu sampai 10.000 langkah per hari islah 10.000 langkah itu sesungguhnya dimulai dari istilah mampok key alat yang dibuat oleh satu perusahaan di Jepang sana di tahun 19 65 ketika Jepang itu hendak menyelenggarakan Olimpiade tokyo. Jadi ada satu perusahaan yang membuat alat namanya mampok key ya jika di silahkan secara harfiah mang itu merujuk kepada puluhan ribu. Pong itu merujukkan pada langkah key merujuk kepada alat oh jadi secara arfi harvia mampok ke adalah alat yang menghitung puluhan ribu langkah kira kira seperti. Pembicara 1 Itulah. Pembicara 2 Jadi terkenal banget seolah olah bawa dalam satu hari kita itu harus melangkah 10.000 langkah realitanya 3000 juga cukup itu kira kira hanya 20 menit loh. Pembicara 1 Artinya dengan olahraga, misalnya jalan kaki 20 menit 30 simple. Pembicara 2 Berjalan kaki menyapu rumah, mengepel lantai naik turun tangga 2 3 l. Yang nggak usah pakai lift lah naik tangga. Sederhana seperti itu. Lalu yang 2 itu bisa ini mengembalikan fungsi otak, menjaga fungsi otak, menjaga fungsi lalu yang 2 makan. Jika selama ini kita berpikir bahwa makan itu berhenti setelah kenyang, definisi kenyang yang kita perbaiki bukan kenyang perut penuh, tapi kenyang kalori cukup. Hm postur tubuh saya 1 7 8 berat 80 ya kira kira 2500 3000 kilo kalori lah per hari kalau kita bagi 3 tambah brunch and tea time ya sekali makan kira kira 800 kilo kalori lah kita suka lupa satu lembar roti tawar itu saja sudah kena 120 kilo kalori makan satu nasi daerah tertentu itu bisa tembus di atas ribu. Sudahlah habis makanannya kita sebut lagi tambah 1 bang. Yang terjadi adalah kalorinya. Kelebihan membuat kita pun juga mengantuk. Fungsi otaknya pun jadi turun. Oh kalau kita ingin cerdas kalori kita perhatikan. Lalu kita batasi jumlah makan jadi. Pembicara 1 Jangan patokannya jangan kenyang tapi jumlah kalau yang masuk ke dalam tubis itulah. Pembicara 2 Kita pun harus belajar, lalu bagaimana lagi cara menjaga? Kecerdasan otak kita. Bersosialisasi banyak penelitian membandingkan Antara orang yang suka menyendiri dengan orang yang suka bersosialisasi berkomunikasi beda jauh kalau ingin kita lakukan yang namanya intermittent fasting bagus untuk meningkatkan kecerdasan. Inilah yang tadi saya bilang satu dari 2 untuk menjaga fungsi otak lalu yang 2 tambah. Pembicara 1 Sebelum ke sana. Tapi tunggu sebelum ke sana bersosialisasi aku tertarik banget. Bagaimana dengan orang introvert yang ketika bersosialisasi dia struggling untuk bisa bersosialisasi dengan teman ketemu dengan orang orang baru dengan banyak orang yang dia merasa dia nyamannya adalah dengan sendiri. Me time mendengarkan musik nonton film sendiri atau mungkin dengan pasangannya, apakah itu berarti dia tidak bisa mempertahankan fungsi otak dia dari sisi sosialisasi? Pembicara 2 Ketika kita berbicara tentang ekstrover dan introvert introvert itu juga banyak definisi definisinya. Bukan selalu berarti orang yang tidak mau berbicara dengan orang lain. Tapi i adalah orang yang akan berbicara dengan ia yakin merasa nyaman nanti. Yang perlu dilakukan adalah ketemu orang nyamannya, maka sekalipun ia introvert, ia punya pasangan. Kecenderungannya memang akan berbicara dengan pasangannya dan itu tidak ada yang salah. Kita juga mengenal istilah dumbar scale itu melihat bagaimana intensitas pertemanan hubungan dengan orang lain berdasarkan uh frekuensi, ia berkomunikasi, maka asalkan ia punya pasangan intimate ataupun sahabat atau tomat itu cukup. Tidak harus kenal banyak orang. Prinsipnya adalah sosialisasi berkomunikasi itu cukup. Nah saya coba lanjut sedikit boleh ya? Nah sekarang perkara mengenai masalah bagaimana fungsi otak perlu dipahami sekalipun badan kita seperti tidak ada bergerak. Apapun saya hanya duduk di sini, tetapi andaikan dari tadi saya scrolling saja tanpa disadari walaupun fisik saya tidak begitu bergerak otak saya sedang dipaksa betul untuk men uh memproses segala macam stimulasi. Apa pembelanya dibandingkan zaman dulu dengan zaman sekarang zaman dulu tahun 2 ribuan awal ketika dunia digital belum begitu masif. Kebiasaan kita kalau mengisi waktu itu membaca novel, membaca majalah paling banter. Bengong zaman sekarang rasanya bengong itu menjadi sesuatu yang tidak nyaman karena kita tidak ingin terlihat tidak ngapa ngapain cuma pengin terlihat produktif. Ya kita tidak ingin terlihat tidak produktif. Makanya saya kalau di Indonesia kan selalu naik kereta api ya nunggu kereta api. Hampir semua orang buka handphone. Entah apa yang jelas saya nggak tahu juga informasi informasi yang ia terima sesungguhnya adalah mengambil jatah energi di dalam otak manusia. Masalahnya, informasi informasi yang ada di media sosial sekarang ini kan kita lihat jempol mereka kan semuanya. Pembicara 1 Bergerak ya. Pembicara 2 Butuh waktu 5 detik 6 detik memproses informasi jumlah energi yang digunakan begitu banyak. Makanya akhirnya muncullah rasa letih di sini. Satu hal yang menarik bang roy. Kita punya kesempatan untuk bengong untuk merenung. Itu adalah sebuah luxury di era digital oke? Pembicara 1 Abang aku pengen breakdown ini banyak banget. Soalnya aku akan coba dulu dari sosial media baru nanti kita akan bahas bohongnya. Artinya dengan kita scrolling un mindfullay social media ganti ganti ya kita tadi abang menumpangkannya seolah olah kayak secara fisik kita istirahat. Tapi sebenarnya otak kita dipaksa terus bekerja dan kita butuh 5 sampai 6 detik untuk memahami satu informasi yang masuk ke kita. Artinya dengan kita scrolling un mindfully ini itu merusak otak kita secara perlahan. Betul tidak salah. Pembicara 2 Makanya saya sebut di era sekarang bagaimana cara menjaga fungsi otak? Salah satunya adalah dengan bengong saja. Jadi kalau kita itu sedang berada di dalam kereta, tidak usah memaksakan diri harus crolling nampak seperti orang sibuk. Di zaman sekarang justru ada orang yang punya waktu untuk bengong untuk merenung itu adalah sebuah luxury in my humble opinion yes, karena semuanya nampak bekerja. Kemarin saya kalau ada nongkrong di kafe di sini ya bang rori ya di kiri kanan selalu buka laptop bekerja, bekerja, bekerja sampai. Pembicara 1 Sebegitunya karena kalau dilihat begitu, kayaknya zaman sekarang tuh kayak jelek banget gitu. Ini orang pengangguran atau enggak punya apa ya kesembuhan yang lain gitu loh. Karena ada hasil culture di sini yang ini. Pembicara 2 Satu hal yang. Menarik bukan tentang otak manusia, tapi tentang bagaimana stigma yang melekat. Ketika ditanya kamu tuh siapa orang bertanya, kebanyakan kita akan menjelaskan siapa diri kita berdasarkan apa pekerjaan. Betul betmi itu siapa et me itu adalah seorang dosen betul bukan admi itu adalah orang yang sedang bermain betul. Yang saya khawatirkan stigma stigma itulah yang akhirnya membuat kita merasa bersalah. Kalau tidak berbuat apapun, maka yang muncul adalah produktivity trap. Nampak sibuk tapi tidak berhasil. Enggak ada hasilnya. Pembicara 1 Oke sekarang aku pengin sambung lagi ke pertahananku tadi. Kenapa bang itu merusak otak dan kita scrolling scrolling sosial media dan jatah kita untuk scrolling sosial media itu idealnya dalam sehari berapa lama definisi rusak yang saya maksud bukan rusak secara anatomi secara langsung kita lihat. Pembicara 2 Tapi kemampuan fungsi otak untuk mempertahankan atensi saya adalah dosen di program tinggi beberapa orang juga. Uh berkonsultasi kepada saya bagaimana menyiapkan perkuliahan, maka saya sampaikan di Antara berbagai macam hal yang perlu kita persiapkan. Itu bukan pintar atau bodoh. Saya yakin mereka mereka yang masuk perguruan tinggi itu sudah terlewatilah yang namanya batasan bodoh itu mereka cerdas. Yang kurang hanya rasa takut yang betul betul skill yang perlu kita miliki adalah kemampuan mempertahankan atensi. Bahkan dari yang namanya berkomunikasi seperti ini bang, orang orang yang kemampuan atensinya begitu rendah hanya bisa fokus dalam waktu begitu pendek. Udah bosan bicara ini yang namanya podcast itu rata rata 30 menit sampai 1 jam. Tapi kalau saja begitu pendek baru ngomong 5 10 menit sudah bosan bocah lakukan yang lain. Untuk skill komunikasi orang orang berkata, skill komunikasi adalah tentang bicara itu betul satu hal. Tapi orang sering lupa salah satu skill komunikasi yang underated adalah kemampuan mendengarkan, bukan kemampuan berbicara, tapi mendengarkan dulu mendengarkan kalau tidak ada atensi, ia hanya sekedar basa basi lah mendengarkan itu jangan. Nah sekarang untuk scrolling media sosial, kenapa ini menjadi semakin edit kitanya syifa dasar manusia itu adalah ingin tahu. Zaman dahulu untuk mendapatkan satu jawaban pertanyaan karena kita harus membaca satu buku, setidaknya satu bab membaca satu bab itu menguras energi memakan waktu. Sementara era media sosial yang namanya satu bab itu karena orang nyampaikan saja. Intinya dalam waktu 5 6 detik, happy dong mendapatkan informasi dalam jangka waktu yang begitu sedikit. Akhirnya scrollnya lagi meskipun kita lihat ya walaupun di di media media sosial informasi penting itu makan waktu 1 2 menit. Tapi kalau tidak disampaikan di 6 detik awal segera disclol ketika kita men scrolling tanpa disadari kita itu bukan melakukan yang namanya multitasking, tapi kita langsung men switching perhatian switching. Perhatian itu pun juga menguras energi lagi. Makanya bukan hanya terperkara sosial media bang yang membuat kita tuh agak. Otak dalam tanda kutip kebiasaan kita hasil culture sekarang dan kebiasaan kita saat ini yang namanya multitasking seolah olah kalau multitasking itu begitu hebat, tidak multitasking itu sesungguhnya tidak ada yang namanya mengerjakan sesuatu. Banyak hal dalam waktu bersama itu tidak ada yang kita lakukan tuh tidak lebih dari rapid switching tasking kita mencoba menggantikan pekerjaan begitu cepat, tapi ketika kita mengganti pekerjaan selama beberapa detik otak kita dipaksa lagi beradap. Hal yang baru menguras energi. Makanya orang bilang kok kayak enggak fokus kayak enggak fokus kayak enggak fokus karena untuk mengganti switching itu saja sudah butuh energi, sudah butuh waktu jadi bicara tentang otak manusia bang rori memang tidak ada jawaban langsung simpel satu itu aja enggak ada kita melihat komprehensif banyak hal akhirnya mengerti oh ini loh yang terjadi. Pembicara 1 Tapi dari sini kita kita tahu ya artinya aktivitas aktivitas yang akan menurunkan kemampuan kognitif kita kognitif otak dan juga menurunkan kualitas otak itu adalah beberapa hal tadi yang 1 um scrolling un mindfully betul. Karena itu ternyata menguras tenaga menguras fokus kita dan juga memperpendek attention spend kita ya terus yang 2 adalah multitasking dan ternyata ini multitasking. Bahaya buat otak ya bang. Pembicara 2 Iya kita pikir kita. Pembicara 1 Tapi dari segi pekerjaan efektif, tidak efisien, tidak ada untuk otak pun juga ngapain karena enggak ada yang membukti tasking. So seharusnya untuk sosial media dulu deh. Kalau nanti multitasking ini seharusnya gimana sosial media kita, apakah di jatah? Apakah misalnya oke jatahnya sehari 3 kali enggak minum obat dong masing masing cuma 5 sampai 10 menit saja untuk kita menyerap informasi dari sosial media atau kayak gimana seharusnya untuk konsumsi sosial media yang ideal. Pembicara 2 Yang benar konsumsi media sosial yang ideal bukanlah ketika kita bosan langsung membuka. Sebelum kita mulai podcast, kita kan tadi berbincang bincang di bawah betul ada kah di Antara kita yang buka smartphone enggak? Pembicara 1 Ada. Pembicara 2 Close itu yang bagus ketika kita sedang makan bersama teman teman di cafe. Wong ada teman kok di depan ya stop dulu smartphone enggak usah lagi ada teman di depan, tapi kita sambil scoreon scrolling nanti yang kita bicarakan adalah apa nampak di sosial media. No tutup kita nikmati waktu berbincang dengan kawan kawan kita sedang berada di dalam kereta. Toh bukan sesuatu pekerjaan yang harus diselesaikan saat itu. Karena gimana pun kita lihat dalam kereta. Walaupun kita bisa membalas pesan segala macam kan terjadi leg sinyal internetnya udah nikmati dulu fase bengong kamunya itu. Men scrolling sosial media kalau dikatakan boleh nggak kami men scrolling sosial media ketika sedang istirahat? Boleh itu tidak salah, tapi seperti waktu perkuliahan. Jadi kalau saya memberikan perkuliahan bang rori yang namanya satu sk s itu kan 50 menit per pekan, jadi sekali 1 jam pelajaran kuliah itu adalah 50 menit. Saya tidak pernah memberikan kuliah tuh, langsung strike 50 menit atau strike 100 menit enggak ada gunanya. Otak manusia tidak didesain untuk menpertahankan konsentrasi selama panjang yang selama ini saya lakukan adalah selalu memberikan satu sub topik dalam waktu hanya 20 menit dan saya sampaikan kepada mereka kepada para murid saya dalam waktu 20 menit tidak boleh ada yang buka smartphone, tidak boleh ada yang ke toilet. Nanti saya akan memberikan setelah 20 menit saya terapkan komodoh teknik, jadi setelah 20 menit silakan istirahat tapi. Ketika istirahat boleh enggak main video game atau scrolen sosial media sama aja. Belajar itu putu atensi, buka sosial media, buruh atensi. Pembicara 1 Jadi. Pembicara 2 Kalau ditanya kapan baiknya melihat sosial media? Ke kitanya balik bikin disiplin ya satu hari 1 jam maksimal cukup bukan tiap sebentar buka smartphone. Oke itu menjadi tantangan di era sekarang ini. Pembicara 1 Menarik sih karena orang rata rata ketika ibaratnya gabut. Istilah sekarang makan gaji buta enggak ada kerjaan apa gitu ya kan? Ya udah buka sosial media bekerja dengan baik kok. Atau misalnya sendiri lagi ngapa ngapain gitu ah daripada bengong cengok daripada aneh ya kan. Akhirnya buka sosial media dan terlihat sibuk itu seolah olah menyelamatkan kita dari judgement dari pandangan orang kita, di lingkungan asing, di lingkungan baru, misalnya kita datang ke PS atau datang ke suatu acara sendiri langsung buka karena ini adalah escape kita bang betul dan ini ternyata. Berdampak buruk bagi otak kita ya tapi gini pak. Aku pengin tanya sekarang. Video game social media dengan kita sekolah sekolah tadi ataupun multitasking. Ketika kita melakukan ini secara simple, apa yang terjadi dengan otak kita kok abang tadi menjelaskan bahwa itu akan merusak otak. Kita menurunkan kemampuan kognitif, menurunkan attentions spend, fokus ability kita. Apa yang terjadi di otak ini ketika kita melakukan hal hal itu? Pembicara 2 1 kita merasa puas. Merasa puas karena seolah olah bekerja atau lari dari lari lingkungan asing dilari dari lingkungan apa yang terjadi pan dasar itu otak kita dipaksa untuk memproses segala macam stimulasi yang ada dan perlu dipahami agar otak itu bekerja dengan baik. Tolong pahami satu hal, ia butuh istirahat dan tolong dipahami juga ketika kita itu bengong, tidak berbuat apapun. Itulah momentum muncul yang namanya default mode network. Yang namanya orang orang inovatif orang orang kreatif itu muncul ketika default mode network sedang bengong. Jadi sebagai seorang konten kreator k atau inovator ke, bagaimana caranya agar muncul ide ide baru sebagai seorang neuro science bisa akan berkata, perbanyak mengalah, bengong setuju, setuju terus di saat bengong itulah otak kita akan memfilter semua informasi informasi yang ada muncul ide baru, tapi perlu dipahami yang namanya ide inovasi itu bukanlah sesuatu yang muncul dari ketiadaan. Pembicara 1 Ya. Pembicara 2 Ia muncul dari semua informasi informasi yang sudah kita miliki sebelumnya. Jadi agar menjadi seorang inovator ataupun orang yang kreatif, ia pun harus banyak sumber membaca, tetapi agar ide muncul. Pembicara 1 Yak inilah tolong percaya bengong itu perlu. Yes jadi teman teman ketika kamu di kantor atau sedang bekerja dan kamu lagi bengong terus di singgung atasan atau kolega kamu bahwa wei kerja wei bengong mulu. Kamu bisa menjawab justru gue sedang bekerja lo kerja pura pura sibuk aja tapi enggak produktif gue sedang menyiapkan ide dan gue sedang bekerja. Kita bisa excuse seperti itu ya banyak orang seperti itu kok numpang pas sibuk tuh napa sibuk iya padahal enggak ngapa ngapain. Pembicara 2 Di layar monitor sudah bermain game fotonya sebenarnya ada dari depan. Apa sibuk apa kayak? Pembicara 1 Atau kayak film lucu banget tyra banks nanti dimasukin di sini ya berna orang kelihatan ngetik apapun yang dia ngetik random enggak ada semangatnya ngetik sembarangan doang exactly biar kelihatan sibuk aja gitu. Pembicara 2 Apalagi kan susunan meja kan buat model gitu pak waktu saya tuh di departemen bedah saraf di c medical university ya bang ya residen tuh duduknya itu. Bukan saling berharapan tapi saling membelakangi agar siapapun berharga akan ketahuan tuh di ngapain kamu laptop kamu dibuka ngapain? Pembicara 1 Desain kantor waktu saya itu jadi dosen di Jakarta saya susun seperti itu bang. Tidak boleh. Yang namanya orang membelakangi dinding enggak boleh, enggak boleh semuanya menghadap dinding. Jadi siapapun yang masuk akan ketahuan kerja atau propor bekerja. Oke ini prinsip penting banget berarti bengong adalah part of the world. It self apalagi kalau kita ada di industri kreatif bengong itu justru malah kita sedang memikirkan ide kreatif ya. Pembicara 2 Makanya tidak heran kenapa ide ide muncul tuh ketika kita sedang berada di kamar mandi. Iya benar. Sedang melakukan kegiatan kegiatan yang autonomic macam sedang mencuci piring. Pembicara 1 Tapi menarik ya berarti untuk sosial media kita harus jatah dan misalnya pun 1 jam satu hari cukup dan kita bisa bagi bagi gitu ya hidup kita itu bukan dunia maya. Kita perlu tanamkan itu. Oke oke oke. Banyak orang bilang kalau kerja di depan laptop itu bikin capek bang fatik. Nah ketika kita bekerja di depan laptop ya apalagi buat mereka yang harus ngehadap laptop berjam jam cara untuk merefresh ini gimana kalau tadi abang dengan metode ngajar? 20 menit break 20 menit break apakah kita di depan laptop juga harus kayak begitu? Kalau enggak kalau nih target gue bang. Pembicara 2 Betul seperti itu dan saya jadi teringat satu penelitian ketika saya menjadi dosen di program tinggi di Jakarta. Membimbing satu mahasiswa, ia melakukan penelitian tentang atensi visual pelajar ketika mengikuti pembelajaran via zoom melalui layar monitor. Ia melakukan perbandingan Antara mereka yang hanya melihat zoom tanpa ada gangguan notifikasi dengan mereka yang ada gangguan notifikasi. Apa yang terjadi? Atensi mereka itu berbeda jauh mereka. Mereka yang bekerja dengan ada notifikasi pop up. Ketika notifikasi itu muncul, atensi visual matanya itu beralih ke pop up nya itu otomatis pada sekian detik itu atensi nya tidak ada lagi kepada konten yang sedang ia pelajari. Pembicara 1 Dalam. Pembicara 2 Hal pekerjaan pun perkara masalah bekerja di depan laptop. Ya itulah dunia sekarang tidak lagi menggunakan paper paper yang hard paper lah ya semuanya sudah digital. Yang menjadi tantangannya adalah bagaimana menjadikan pekerjaan di depan laptop itu hanya tentang pekerjaan, bukan tiba tiba muncul pesan WhatsApp muncul pesan email. Tanpa disadari kita melihat WhatsApp melihat email seperti yang saya sebut tadi enggak ada namanya multitasking yang adanya yang ada adalah rapid switch, jadi ketika kita itu sedang fokus bekerja menyelesaikan sebuah manuskrip, tiba tiba ada pesan masuk dan kita coba membalas pesan tanpa kita sadari porsi energi kita itu untuk menyelesaikan naskah, jadi teralihkan untuk menjawab WhatsApp balik lagi ke. Menyelesaikan naskah itu menguras energi lagi dan butuh waktu butuh waktu lebih cepat capek, maka solusinya adalah biasakan yang namanya single tasking blocking time. Jadi fokuskan waktu misalkan 20 menit hanya satu topik saja. Setelah itu break biasanya manusia melalui teknik pomodoro itu setiap 20 menit ia akan terasa lebih. Itu sudah ada tubuh kita sudah memberikan. Warning alami kalau sudah capek ya sudah enggak ada yang salah dengan istirahat. Ambillah waktu 5 10 menit 5 menitlah enggak harus 10 menit setengah dari ini dong 5 menit caranya apa silahkan berjalan kaki bikin kopi bikin kopi dan bikin kopi itu bukan pada kopinya itu yang menolong kita. Sesungguhnya sistem waktu kita berdiri dari posisi duduk karena gini bang kira. Pembicara 1 Kira. Pembicara 2 Otak ini bekerja, ia membutuhkan glukosa, gula dan butuh oksigen. Otak manusia tidak ada yang namanya cadangan oksigen. Oksigen itu ada di dalam aliran darah. Aliran darahnya itu bagus gara gara ada darah yang dipompa dari jantung. Bagaimana agar pompa jantungnya ini oke hantaran pasokan darah ke jantungnya pun bagus. Kalau dari jantung ke atas itu kita punya pompa, tapi kalau dari bawah kan enggak ada pompa ya darah itu didorong oleh macam daun pintu. Inilah karena katup. Kalau kita duduk lama, simpelnya daun pintu katup itu bergerak. Semakin lama semakin lambat, bagaimana cara mempercepat daun pintu ini? Pembicara 1 Ototnya di kontraksi sesimpel dari posisi duduk berdiri. Makanya aku pernah lihat artikel bang jantung 2 kita ada di sini ya ada di betis betis ini untuk activate aliran darah agar lebih kencang mengalir. Ketuk betul itu betul. Pembicara 2 Makanya setiap 5 10 setiap 20 menit teman teman yang bekerja di kantor biasa kalah ambil waktu buat berjalan 5 menit enggak apa apa. Setelah itu duduk lagi artinya. Pembicara 1 Ketika kita setelah bekerja 20 menit break kita jangan kemudian main sosmed atau bukan handphone tapi. Bangkit bikin kopi kek jalan kaki atau betul dan sebagainya. Iya jalan kaki jangan sampai pulang ke rumah gitu loh, jangan sampai pulang ke rumah ataupun tidur nanti kerja 20 menit tidurnya 2 jam itu. Pembicara 2 Nah kalau tidur. Baik di Indonesia ataupun dibunai Darussalam itu selalu saya sediakan ruang tidur tanam tanda kutip terutama siang hari neping itu perlu. Jadi kalaupun mau tidur betul bukan tidur 2 jam, bukan pula tidur setiap 20 menit nanti siang hari dimasa masa istirahat itulah ambillah waktu hanya 10 di 22 tidur itu cukup. Hanya sesimpel naping 20 menit kita bisa menjaga fungsi kognisi kita yang kalau tidak naping kira kira 3:00 sore sudah draining ada naping 20 menit saja. Setidaknya konsentrasi atensi kondisi kita itu ya sampai maghrib pun masih okelah. Pembicara 1 Pantesan ketika kita tidur di mobil atau di tempat kerja 20 menit itu justru refreshing. Tapi kalau setengah jam atau 40 menit jadinya malah lemes. Ya karena kita harus mengulang lagi yang namanya siklus tidur itu. Jadi ketika teman teman nanti untuk menjaga fungsi otak lalu di siang hari tidur. Pembicara 2 Biasakan istirahat siang itu 1 jam lalu kita tertidur tertidur. 10 menit kemudian terbangun tersentak. Kita lihat jam eh baru 10 menit jangan tidur lagi itu cukup cukup. Nanti kalau teman teman paksa tidur ia harus masuk ke siklus tidur berikutnya membuat badan jadi lemes kira kira seperti itu jadi 10 menit its totally fine. Pembicara 1 Jadi teman teman ini jelas banget ini yang selama ini juga aku tanya? Tanya nih. Dan akhirnya ketemu bekerjalah 20 menit secara efektif single. Blok betul of tas aja yang multitasking jangan dihidupin tuh notifikasi WhatsApp berita yosip gosip matiin dulu tapi setelah itu istirahatlah mungkin 5 menit saja bang dengan beraktivitas fisik jalan betul kopi betul sekali. Pembicara 2 Ke. Pembicara 1 Dapur lah terus habis itu kerja lagi fokus lagi ya. Pembicara 2 Tapi. Pembicara 1 Orang bertanya tanya bang, tapi kan gue juga perlu ngecek WhatsApp gue bang. Gue kan juga perlu ngecek apa ngecat ngecek apa yang sedang in gosip gosip atau sosmed yang sedang in bang kan. Hidup harus seimbang gimana dong? Pembicara 2 Betul banyak ini betul betul bukan cuma tentang otak si jadinya bang rori tapi ada semacam nilai hidup lah. Dunia itu nggak sepenting penting itu kali kok kita harus tahu segala macam segala macam segala macam tidak mau ketinggalan realitanya yang betul berkaitan dengan hidup kita tidak sebanyak itu. Jadi ketika ada orang begitu takut ketinggalan berita, kita akan sadar setelah berumur macam saya. Yang terjadi di luar itu enggak sepenting penting itu kali kok dalam kehidupan saya. Jadi entah entah artis mana yang beginilah pejabat mana? Begitulah yang enggak ada urusan dengan saya. Itu adalah hal hal yang sebetulnya bisa kita tunda. Jadi ibaratnya orang membuat. Priority sama urgency seni sekali hal hal yang kita anggap penting itu tidaklah urgen. Tidak perlu penting, bisa ditunggu itu. Pembicara 1 Tapi itu yang membuat aku bang lebih enjoy naik kereta karena ya itu benar. Aku setuju lajur time tuh dari malamun dan dari melamun itu bang idenya gila betul produktif sekali. Pembicara 2 Saya itu kan tinggal dipurni sudah 3 tahun ya bang rori ya. Jarak dari apartemen saya ke kampus itu 15 kilo. Tapi bisa tertemput dalam dalam waktu 20 menit. Karena saking sepi ya jalanan. Saya sudah terbiasa melewati jalanan yang sepi yang di mana orang orang di sana itu berkendara saling mendahulukan, bukan saling mendahului, saling mendahulukan di Indonesia. Saya selalu stres kelopak mobil. Pembicara 1 Ngerasa juga belum ya? Pembicara 2 Allah jarak 10 kilo bisa 1 jam. Selama ini cuma butuh 15 menit. Sekarang 1 jam melihat orang orang yang ngeng ngeng ngeng sudahlah enggak jadi lebih nyaman saya dengan naik kereta saya mau berpikir apa coba ya desa desakan itu perkara perpanjang waktu ngopi saja. Pembicara 1 Oh tapi kereta 8:00 karena orang pandangan sejarah pagi orang. Pembicara 2 Juga pagi kan? Tugu itu ramai. Jadi kalau saya tuh naik kereta 8 8, 30 itu enggak sudah mulai sepi ya ya. Pembicara 1 Ya ya. Menarik balik. Makanya tadi ketika aku dengar obrolan bang admin ini pasti kenapa kereta karena ya udah enggak stress. Pembicara 2 Berdirinya jangan sambil dengerin musik gitu kan kan sambil tidur. Nah tidur di kereta itu adalah skill yang saya dapatkan ketika saya sedang koas. Jadi uh saya kan di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas setelah jadi sarjana kedokteran lalu menjalani koas asisten ya selama 2 tahun. Itu kan sibuk banget ya enggak bisa tidur semalangan tentang. Jadi karena tidur itu dengan curi curi waktu lagi berdiri. Nah skill itu digunakan dalam kereta api. Jadi berdiri bisa tidur walaupun hanya 5 menit itu. Pembicara 1 Bermanfaat sekali blessing blessing oke sekarang aku pengin kita sekarang bahas soal lupa ya abang kadang kadang ketika kita misalnya masuk ke suatu ruangan kita lupa mau ngapain kita lupa taruh kunci rumah kita di mana kita lupa taruh handphone di mana itu sekarang ada hey series jadi dia bisa jawab gitu kan apa yang terjadi di otak 3 kita ketika kita gampang lupa bang. Pembicara 2 Otak kita gampang lupa karena otak kita gampang terdistraksi. Jangankan perkara masalah pindah ruangan lalu lupa letak kunci segala macam saya ingat itu waktu saya sedang s 3 berdasar itu tahun 2010 sampai 2015 kan hampir setiap hari melakukan tindakan bedah otak dan saya juga membantu sebagai asisten. Banyak cash cash. Kita perlu memasukkan selang ke dalam otak khususnya daerah ventrikal tempat rongga cairan di otak ya memasukkannya kan dengan memuaskan selang ya memaskan selang itu sudutnya harus pas. Kita tahu di mana lokasi akan memuaskan selang dan kita pun harus ingat seperti apa sudutnya. Karena kalau berbeda sedikit saja sudutnya akan pergi ke mana mana tuh selangnya agar ini tidak lupa posisinya. Kami tidak boleh mengalihkan mata. Misalnya kita sudah tahu nih jari kita sudah tentukan seperti ini mas kinangnya mata kita jangan sekali kali melihat tempat lain untuk mengambil selang dari asisten. Biarkan mata kita tetap fokus ambil selang dari asisten tanpa melihat asisten itu agar mata kita atensi visual kita tidak mengalami distraksi. Betul? Pembicara 1 Mengalami. Pembicara 2 Distraksi kita segera lupa itu hanya dalam waktu 2 3 detik loh itu apalagi karena orang masuk pindah ruangan lalu letak kunci sudah berapa detik berjalan otak manusia itu memang gampang terdistraksi. Apalagi untuk hal hal yang dianggap tidak urgent, otak manusia itu bisa tahu mana yang penting mana yang tidak apalagi maka perkara sekedar meletakkan kunci di alam bawah sadar tanda kutip kita menganggap itu bukan hal yang urgent, gampang terdistraksi atau kita masuk ke ruangan. Eh tadi gua mau ngapain ya karena tiba tiba ada orang yang memanggil atau tiba tiba ada bunyi membuat kita terkejut kita langsung terdistraksi tuh maka perkara lupa. Bukan memori kita yang bermasalah, tapi distraksi kita itu yang begitu mudah terjadi gitu kira kira bang rori berarti biar kita enggak gampang lupa, biar kita enggak gampang ngeblank apa yang harus kita lakukan kalau perkara enggak gampang lupa dan enggak gampang ngeblang kalau kita sedang berbicara ada hal yang penting, ini satu budaya yang selalu kami terapkan. Kalau ada meeting pun selalu bawa catatan, karena meskipun kita mengikuti rapat kita mengatakan oh ya, mengerti ngerti ngerti ngerti, ngerti selesai rapat ya tadi apa ya? Maka caranya adalah menca karena otak kita gampang terdistraksi. Begitu lupa kita lihat apa catatan, maka yang bisa kita lakukan adalah siapkan jangker tanda kutip di mana informasi informasi penting itu tercatat. Lalu yang 2 ketika kita sedang mendengarkan seperti tadi bekerja di depan laptop, distraksinya itu yang kita hilangkan. Kalau kita rapat salah satu kendala yang membuat rapat itu tidak efisien dan efektif nantinya. Kalau rapat itu terlalu panjang dan terlalu banyak yang dibicarakan. Betul. Makanya sesimpel yang namanya single blog tasking time bikin waktu waktu spesifik dan bicarakan hanya satu satu topik ini yang bisa kita lakukan agar ingatan kita oke tidak begitu banyak terdistraksi. Pembicara 1 Oke oke menarik banget ya bang. Tapi aku pengin sedikit balik lagi tadi abang mendiscoage kita semua. Ya untuk scrolling scrolling sosmed secara tidak mindfull kan walaupun binge watching kayak movie marathon itu juga enggak bagus. Tapi kalau untuk misalnya konsumsi long form video kayak podcast kita nih gitu itu manfaatnya bagus atau enggak buat otak. Pembicara 2 Enaknya hebatnya podcast podcast zaman sekarang karena ditampilkan di kanal kanal yang kita itu bisa mempost atau kalau bosan kita bisa tonton lagi berikutnya tidak seperti di bioskop yang harus full 2 jam seperti itu. Makanya di umur saya sekarang ini bang roy, saya pun juga kalau nonton bioskop ada takut satu hal. Saya yang tidak sanggup bertahan selama 2 jam lebih, apalagi kita sudah terbiasa dengan scoring soreng scorling saya lebih nyaman menontonnya itu tuh melalui kanal kanal ya aplikasi aplikasi tertentu lah. Begitu bosan saya stop begitu bosan setop. Jadi kepada siapapun yang nantinya menonton podcast ini kalau mengalami kebosanan setelah 10 20 menit itu hal yang wajar, apalagi di era sekarang yang kita sudah kadung terpapar dengan segala macam sosial media yang rentang waktunya semakin lama semakin pendek dulu katanya 6 detik kalau enggak salah sekarang tuh baru katanya. Pembicara 1 3000 1. Pembicara 2 Apa yang kita harapkan seseorang bisa mempertahankan atensi 2 jam kalau setiap hari itu. Hal ini menjadi 3 detik 3 detik 3 detik. Maka solusinya adalah kalau ada di Antara teman teman semua yang menonton ini merasa bosan setelah 5 10 menit itu adalah hal manusiawi. Solusinya adalah ya paud saja dulu lalu lakukan hal yang lain lalu dengarkan atau kalau ingin mendengar secara full gampang nyalahkan suaranya, teman teman mau sambil cuci piring kek sambil masak kek ya monggo artinya. Pembicara 1 Dengan ya mengkonsumsi long form video seperti podcast. Itu efeknya buat kognitif ability kita positif atau negatif? Pembicara 2 Kalau untuk long term itu kita perlukan untuk menjaga kembali kemampuan atensi kita, tetapi tantangannya itu sesungguhnya bukan hanya kepada penonton tetapi kepada pembicara. Makanya, siapapun yang diundang menjadi seb uh menjadi pembicara. Tolong mengerti kamu itu didengar orang karena punya jabatan atau karena ucapan kamu menarik. Kalau karena jabatan dan orang mendengarkan dan tepuk tangan. Percaya deh hampir 100% gara gara kamu punya jabatan bukan gara gara ucapanmu benar enggak? Pembicara 1 Percaya. Pembicara 2 Jadi orang orang biasa kayak kita sebagai pembicara inilah kita harus berpandai pandai bagaimana menggunakan bahasa verbal non verbal urutan bicara kira kira begitu dalam akhirnya. Pembicara 1 Ya tadi tuh enggak berbahaya toh enggak berbahaya sama sekali ya. Justru malah aku mau tebalin kalau bahaya tolong dihapus saja enggak justru aku mau tebalin. Makanya ketika kita datang ke rapat rapat yang sangat formal, misalnya rapat rapat pemerintahan gitu. Banyak orang yang pura pura mendengarkan padahal dia terkantuk kantuk karena yang dia dengarkan adalah seorang pejabat yang saya yakin omongan dia sangat tidak menarik, tapi karena jabatannya kita dipaksa untuk mendengarkan, dipaksa untuk tepuk tangan dan memasang muka senyum poker face. Pembicara 2 Mengganggu nganggu dan propam mencatat. Pembicara 1 Eksekusi padahal what the hell are you talking about? Seperti itu lah kira menarik. Oke oke. Nah sekarang aku jadi pengin abang ngasih pembeda nih Antara enxy. Dengan kita. Pembicara 2 Overthinking sama analytical thinking yang sehat 3. Hal ini bedanya gimana gini? Banyak orang pembeda sederhananya ya overthinking dengan enzy sebetulnya analytical thinking itu biasanya dengan critical thinking nantinya. Cuma yang menariknya itu adalah dalam kehidupan sehari hari. Banyak orang yang overthinking, overthinking, overthinking gitu loh. Tolong dipahami overthinking itu berangkat dari trauma masa lalu karena kita punya pengalaman buruk di masa lalu, kita memper mencoba memikirkan segala kemungkinan kemungkinan yang terjadi kalau kita melakukan sebuah tindakan. Itu yang membuat overthinking mereka. Mereka yang masa lalunya itu tuh happy happy saja tidak ada kesulitan kesulitan tidak ada trauma apa yang mau ditra makan di award thinking kan, karena mereka tahu biasanya juga akan berhasil akan muncul kepada mereka. Mereka yang banyak menemui kegagalan dan itu sebetulnya tidak ada masalah. Kalaupun kita mengalami kegagalan di masa dahulu. Kita bisa menjadi lebih bijaksana asalkan kita melakukan evaluasi atau refleksi terhadap kesalahan masa lalu. Nah, bedanya apa dengan enzy kalau overthinking itu lebih kepada pemikiran masa lalu, enzy itu lebih memikirkan kemungkinan apa yang terjadi di depan. Oh gitu pembedanya mereka mereka yang mengalami rasa cemas adalah mereka yang tidak bisa memprediksi kira kira apa yang akan terjadi di masa depannya. Di sinilah kita akan muncul kena memahami kenapa kalau kita berkendara di Jakarta ini mengalami macet, kita jadi cemas jadi stress karena kita tidak tahu ini macet berhenti kapan betul, berapa lama berapa lama dan kalau nanti saya macet, lalu nanti saya bakal dimarahi bos enggak ya? Kalau kita bisa memprediksi nanti bagaimana reaksi teman teman ataupun atasan kita karena macet dan fine fine aja. Enzy kita bisa berkurang karena kita udah tahu nih ujung ke depannya kayak gimana predictable. Jadi kalau overthinking itu lebih kepada masa lalu, enzy itu lebih kepada masa depan. Bagaimana cara mengatasinya? Enzy itu bisa kita kurangi dengan mengetahui apa kira kira output output alternatif kemungkinan kemungkinan terjadi enzy bisa kita turunkan kita bisa tahu nih kira kira nanti luarannya seperti apa. Makanya orang orang yang menjalani bisnis kenapa mengalami enzytea? Pembicara 1 Enggak tahu apa yang akan terjadi di depan, apa yang. Pembicara 2 Terjadi kalau ternyata pembelinya tidak banyak. Ini kira kira nasib keuangan gue kayak gimana ya? Pembicara 1 Kalau ia sudah punya safety secure akan masa depan enzet itu bisa kita minimalisir ini sama kayak misalnya abang ini memilih naik kereta. Iya itu lebih predictable karena kereta berarti kita enggak telat kan sementara kalau kita naik mobil kita enggak tahu sampai kapan karena takutnya nanti di tengah tengah ada macet panjang, berarti itu dengan naiknya kita menurunkan level enggak itu? Pembicara 2 Makanya kalau ke bandara juga saya lebih senang naik kereta saja ada pernah naik taksi oke mengalami banjir tiba tiba menjelang ke bandara. Kita tahu sendiri macetnya seperti apa matang itu nanti pesawat gua gimana ini nih udah. Pembicara 1 Segala macam enggak tenang kan itu untuk menurunkan atau membereskan enggak bagaimana dengan menurunkan atau membereskan overthinking yang ada di belakang kita nih bang caranya gimana tuh? Overthinking itu sesuatu yang sudah terjadi di masa lalu. Pembicara 2 Maka satu hal yang musti kita pahami apa yang sudah terjadi di masa lalu. Ia sudah. Yang menjadi permasalahannya adalah ada orang orang yang berpengalaman dan menjadi wise. Ada orang orang yang tidak lebih dari sering melakukan tetapi selalu dalam kondisi pemula. Ia banyak membuat manuskrip banyak tampil di depan orang mereka. Mereka yang wise mereka belajar dari apa kesalahan kesalahan masa lalunya sehingga ia bisa memperbaiki diri segala macam trauma trauma itu bisa kita hilangkan dengan membentuk memori yang baru. Makanya misalkan saya itu berbicara di hadapan banyak orang, bang rori dulu banget tahun 2010 ketika saya tampil di. Seminar uh bukan konferensi nasional epilepsi Jepang profesor saya, profesor eji watana b berkata kepada saya, etmi, kamu tidak boleh presentasi dengan bahasa Inggris, kamu harus presentasi dalam bahasa Jepang. Saya ingat itu bang rori selama satu Minggu full saya itu diajar oleh profesor ejuatan abe, associate profesor oeguro, lalu asisten profesor yok kotak selama satu Minggu full dari Senin sampai Jumat, saya distrup oleh mereka di ruang sekretariat departemen. Mulai dari jam malam. Setelah selesai kita rumah sakit sampai 12:00 malam setiap hari kata perkata saya diperbaiki. Saya mungkin seperti dibully oleh orang lain. Orang melihat ya, tapi coba lihat mereka itu menyediakan waktu lo buat saya bertiga duduk di harapan saya perbaiki kalimat demi kalimat hasilnya gimana waktu saya tampil ya kacau juga. Saya tahu kacaunya itu. Setelah setahun kemudian tampil presentasi, ada peserta yang bilang saya pernah lihat tahun lalu kamu bicara saya sebetulnya enggak begitu ngerti kamu ngomong apa kamu sekarang berbicara sekarang kok saya lebih mengerti gitu loh? Nah saya itu merasa sangat malu, tapi saya coba perbaiki diri 1 sekali saya itu. Diperbolehkan melakukan tindakan operasi dalam supervisi yang ketat oleh para uh supervisor saya. Operasi yang begitu sederhana. Kronik sutrademato itu nama kasusnya ya itu di Jepang sana melakukan tindakan operasi itu idealnya hanya 30 menit selesai cukup melakukan yang namanya anastesi lokal lah saya kan orang baru bang mengerjakan makan waktu 2 jam malu saya. Setelah selesai operasi saya balik ke ruangan nangis saya kok gua bodoh gua bodoh gua bodoh trauma dong overthinking jadinya bagaimana cara hilangkan overthinkingnya itu di situ saya mulai belajar apa kesalahan saya? Kesalahan saya, saya perbaiki membentuk memori baru. Oh iya, ternyata bisa bike waktu presentasi ataupun membantu tindakan operasi trauma itu bisa kita hilangkan. Overthinking bisa kita hilangkan dengan memasukkan memori memori baru dengan catatan refleksi dengan yang lama. Artinya kita beresin. Pembicara 1 Dulu memori memori buruk di masa lalu trauma trauma kita kita sembuhkan dulu baru kita isi dengan memori memori. Pembicara 2 Makanya menyelesaikan overthinking itu bukan hanya dengan sekali 2 kali ucap enggak itu memang butuh waktu proses dan memang seperti itulah prosesnya dalam kehidupan kita. Oke, oke. Pembicara 1 Makanya ketika ini kemarin aku wawancara mamaku sendiri yang dia punya trauma hebat di masa lalu. Kemudian dia menikah dengan suaminya di usia 65 tahun, yaitu dia butuh waktu bertahun tahun untuk menyembuhkan trauma trauma dulu dia isi dengan memori memori dalam kesendirian dia dengan memori memori yang bagus dan positif. Dan ketika dia sudah sembuh, udah nggak overthinking lagi. Melangkah lah dia ke jenjang hidup yang baru betul. I see menarik banget. Oke sekarang aku pengin tanya soal IQ dan kecerdasan bang oh ya ini aku bisa tanya kamu mungkin bisa bisa sampai besok subuh, tapi aku akan mencoba squisheis everything in apa sebenarnya definisi pintar itu dan apakah? Artinya dengan kita pintar selalu iq nya tinggi. Tentang iq kemarin kita Indonesia salah satu yang iq terendah dan bahkan dekat dengan monyet atau katanya seperti itu ya bang. Ini kok sedih kali. Pembicara 2 Bang pintar apakah berarti akinya tinggi gini pintar cerdas, IQ pintar atau cerdas tentang iq kita mengetahui melalui testing kita, berikanlah tes kepada mereka dan. Kalau kita bayangkan ini analogikan tes iq itu ke dalam sebuah penelitian. Maka yang kita berlakukan kepada tes iq itu boleh dikatakan sebagai control. Kita mengkontrol partisipan partisipannya. Duduk di kursi depan kita ada meja lalu kita kerjakan tes. Tidak ada gangguan segala macam sudah kita kondisikan lah menjalani tes IQ itu dan tes IQ itu menilai kemampuan, kemampuan spesifik, entah itu memori, entah itu reasoning. Entah itu tentang andalkan thinking. Jadi test IQ itu sesungguhnya hanya menilai satu topik tertentu. Di satu fase tertentu, sementara dalam kehidupan yang kita butuhkan itu adalah kecerdasan kecerdasan. Bagaimana menghadapi situasi situasi yang tidak ada dalam kontrol trial nya? IQ ini i see. Kita mengerjakan tes IQ dalam kondisi tidak ada gangguan realitanya dalam kehidupan. Ketika kita membuat laporan, selalu saja ada panggilan dari bos kita beda situasi dong yang kita perlukan dalam hidup adalah kecerdasan. Bagaimana kita menghadapi stimulasi stimulasi yang muncul ataupun. Pembicara 1 Tantangan tantangan kehidupan. Pembicara 2 Dan satu hal lagi perlu dipahami seseorang yang nampak cerdas. Tapi kenapa dalam kehidupan real count jadi seperti tidak nampak cerdasnya? Ketika kita bicarakan masalah kecerdasan yang namanya logical thinking analytical thinking. Kalau kita lihat dari otak manusia itu adalah wilayah kerjanya otak depan khususnya ya prfrontal corte di depan inilah itulah tempat kita untuk imajinasi kreatif thinking, analytical logic segala macam. Tapi faktanya dalam kehidupan sehari hari otak manusia itu tidak bisa bekerja hanya satu bagian top tanpa ia sadari. Ada satu bagian otak yang dinamakan sebagai sistem limbik yang juga. Ikut bekerja. Kalau otak depan itu berkaitan dengan logic rational thinking segala macam sistem limbik inilah tempat kontroling emosi kita. Masalahnya sistem limbik yang mengontrol emosi dengan otak depan yang mengontrol logic rationality. Ia tidak bisa berjalan berbarengan bang roy ia berjalan saling berlawanan arah. Makanya banyak orang berkata jangan coba coba membalas pesan ketika kamu sedang marah atau sedih. Break up nanti. Jangan membalas pesan ketika kita sedang tidak enak hati dengan bos kita dipencet kamu besoknya. Yang perlu kita lakukan agar logic ini bisa berjalan baik. Tantangannya adalah kontroling emotionnya. Controling emotion adalah salah satu skill yang sayangnya suka dianggap remeh di masa sekarang. Ketika orang hanya fokus tentang mengatur logic segala macam untuk sukses dalam hidup. Faktanya adalah emosi dulu yang bisa kita kontrol emosi bisa kita ter kontrol otak depan. Kita bisa bekerja secara maksimal. Makannya banyak orang orang yang hebat dalam segala macam tes. Tapi kalau dalam dunia nyata kok seperti banyak gagal dalam tanda kutip, karena dalam dunia nyata itu banyak stimulasi simulasi yang membuat kita itu cemas. Pembicara 1 Takut happy senang yang mempengaruhi logic kita apup akan pinjam statement ini untuk menjawab orang orang yang selama ini terlalu membanggakan IQ nya yang tinggi. Betul ini adalah penjelasan yang sangat menurut aku akurat bahwa iq tinggi tidak necessally membuktikan bahwa kita bisa sukses dalam hidup karena betul ternyata dalam hidup yang lebih dibutuhkan adalah emosional won. IQ jadi teman teman yang iqnya biasa biasa aja kayak gue ya kan banget. Mari kita pertinggi iq kita. Karena itu ternyata terbukti lebih bermanfaat untuk kita survive menghadapi tantangan hidup dan. Pembicara 2 Ini ada satu hal ketika bang roy berkata mengenai masalah tantangan mengetahui hidup dan menghadapi orang, orang perlu dipahami konsep yang namanya mirror neuron. Di mana manusia itu memiliki tendensi untuk lebih menyukai orang orang yang tampak seku sebau dalam tanda kutip. Sebab suku fu itu menimbulkan rasa familiary kepada orang lain yang membuat ia itu merasa nyaman. Maka kita tahu kenapa sih ada orang orang yang dapat pasangan itu toxic meluluk ya, karena mungkin dalam kehidupannya sehari hari yang namanya love itu adalah toxic. Ya familiar di situ. Nah sekarang mengenai masalah kehidupan yang kita bahas sekarang ini. Kalau kita bisa mengontrol emosi. Orang tidak memandang kita tuh perkara kamu pintar iq dengan kamu yang bodoh iq. Tapi karena kita bisa nampak kecerdasan emosi, kita bisa menjadikan diri kita itu sebulah dengan mereka mereka yang lain. Makanya orang orang lain pun merasa happy membuat kita itu lebih punya tendensi untuk dipilih di sini. Kalau kita sedikit bicara bicara masalah politik. Bagaimana caranya agar kita itu dipilih? Namanya politik itu kan bukan kemenangan 100%. Yang paling penting adalah dapat suara mayoritas. Maka yang perlu kita lakukan adalah pahami bagaimana karakter mayoritas orang kita. Jadilah seperti mereka, tendensi kamu itu akan terpilih karena ada faktor mirror neuron, kamu ingin nampak cerdas boleh, tapi kalau kamu ingin menang dengan kecerdasan kamu, syaratnya adalah pemilih pemilih kamu tuh orang orang cerdas. Pembicara 1 Orang cerdas pemilih orang cerdas itu yang miror neuron. Makanya strategi merakyat strategi berasal dari rakyat itu perlu dan itu yang membuat uh banyak kandidat menang karena ada sense of kesamaan ini betul sekali oke sementara kalau misalnya pinter aja ya, harus diakui bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia belum di level sana betul. Sehingga kalau misalnya kita memproyeksikan diri atau mengkomunikasi sen. Pembicara 2 Sebagai orang pintar saja itu enggak cukup sebagai modal politik. Makanya ketika berkata aikya begitu tinggi, ia menjadikan diri kita itu tidak sebau dengan lingkungan sekitarnya. Nah, disitulah kita butuh namanya kecerdasan emosi, oke? Pembicara 1 Ini menarik banget sih kalau pengalaman aku gini bang. Aku selama 10 tahun lebih bekerja sebagai jurnalis nih sebagai ustad anker aku ngerasa yang aku activate adalah otak kiriku terus ya gitu atau mungkin prefontal for text otak depan yang berhubungan dengan logic sementara em. Nasi kubang mungkin bukan emosi per c ya, tapi lebih ke sense of art ya lebih ke rasa lebih ke taste nya jurnalis juga dipakai. Mungkin ketika kita meliput bencana, tetapi seni kemudian menikmati uh meresapi dan menikmati emosi. Melihat diri kembali ke dalam itu di otak kanan itu kurang tersimulasi. Oh iya. Nah makanya sekarang setelah aku merasa oke, cukup aku belajari unit juni listrik aku sekarang di dunia seni perang di dunia seni peran ini kepakai banget yang sisih kanan ini. Dan sekarang aku baru bisa merasakan my etnik bahwa oh wow ternyata manusia itu kita tidak hanya bisa mengandalkan satu sisi otak, tapi dengan aku switch peran atau switch profesiku ini dan juga melakukan hal yang aku suka yang tidak sedikit hubungannya dengan sisi otak kiri ini aku merasa lebih balance. Aku merasa lebih seimbang walaupun akting juga butuh. Intelligence untuk kita bisa menavagat sebuah seorang karakter gitu kan. Tapi aku ngerasa otak kanan itu sekarang jauh lebih katanya dan itu nikmat banget karena aku menemukan titik keseimbangan itu banget nih. Pembicara 2 Bang roni ini satu hal kenapa saya senang kalau diundang ke podcast apa yang saya bicarakan di member akademik mic itu memberikan dampak lebih luas. Ini saya mohon izin untuk sedikit memberikan koreksi ya bang ya dan sama sama kepada teman teman semua. Kalau ada di Antara teman teman yang berpikir bahwa otak kiri itu logic otak kanan itu adalah kreatif. Tolong pahami itu adalah hoax. Pembicara 1 Itu enggak benar. Itu tidak benar. Pembicara 2 Dan mudah mudahan teman temannya menonton kanal ini tidak lagi menggunakan. Dikotomi semacam itu berbicara tentang dominansi otak kanan dominan osi. Otak kiri itu bukanlah tentang. Logic gratis segala macam itu sebetulnya mengerucut kepada pusat berbasa walaupun kita perlu memahami bahwa dominan kanan dominan kiri itu sesungguhnya dimulai dari riset tahun 19. 6 puluhan oleh roger sperie roger sperti itu adalah seorang nero scientist bekerja sama dengan dokter bedah raff ia mencoba melakukan penelitian pada kasus eplepsi waktu itu bang roy jadi mereka mereka itu ingin mencoba. Mengurangi frekuensi kejang pada kasus epilepsi dengan cara mengambil sebagian corpus kalosum yang ada di otak. Jadi saya PSD bersaraf dan kebetulan disertai sisa itu tentang bedah epilepsi. Jadi saya sedikit ceritakan. Risetnya tentang inilah deteksi sumber kejang pada kasus spesial temprof epilepsi menggunakan ii j dan f neurs yang wonever lah itulah apa itu ya otak manusia itu sebetulnya bukan satu bangunan macam ini dia macam 2 bangunan, ada bangunan sebelah kanan, ada bangunan sebelah kiri dihubungkan oleh korpus kalosum rogers perry hendak mengurangi kejang pada epilepsi. Dengan cara ini korpus kalosennya diambillah sebagian agar tidak ada koneksi Antara otak kanan otak kiri sehingga ketika muncul kejang. Tidak menyebar ke seluruh bagian otak. Hasilnya bagus yang dikenal dengan istilah split brain. Mengetahuilah bagaimana kegunaan otak kanan kegunaan otak kiri fungsinya seperti apa sampai akhirnya diganjar no novel novel apa novel novel novel di bidang kedokteran. Kalau enggak salah ya tahun selalu 8 puluhan. Sayangnya penelitian ia yang begitu kompleks terlalu disimplifikasi menjadi otak kanan otak kiri latihan latihan otak kanan, pelatihan otak kiri laki laki seperti ini perempuan seperti ini itu semua adalah hoax. Perkara logic, rational, critical thinking, imajinasi itu semua tentang otak depan perkara masalah emosi itu ada di sistem limbik. Nah. Pembicara 1 Posisi di mana sistem limik sistem. Pembicara 2 Limbik itu ada di bagian dalamnya otak. Jadi ketika saya menyebut sistem itu adalah kumpulan organ, ada yang namanya talamus seputar ada hipok kampus. Amidalah wholeer segala macam lah ketika bang roy berkata. Bergerak di dunia seni peran lalu dipakai banget yang namanya emotion segala macam itu sesungguhnya dalam pandangan saya itu berbicara tentang skillnya bang rori tentang bahasa non verbal. Hmm. Jadi dalam ketika kita sedang berkomunikasi, berkomunikasi secara langsung, tanpa disadari kita menggunakan 2 bahasa. Ada yang dinamakan sebagai bahasa verbal. Ada yang dinamakan sebagai bahasa non verbal. Kita berbicara apa yang keluar dari mulut saya ditangkap oleh telinganya bang roy diproses di otak sebelah kiri bahasa verbal bang rori sedang membaca segala macam naskah di smartphone ditangkap oleh mata bang rori, diproses di otak, ditangkap oleh mata, diproses di otak sebelah kiri pusat berbahasa punton bang roy kita 8 non kidal. Dalam dunia medis untuk mengetahui di mana pusat bahasa seseorang kita menggunakan wadah tes, tapi mereka mereka yang non dokter, apalagi bukan dokter bedah ataupun radiologi intervensi tidak mungkin melakukan wadah tes ada enggak cara termudah untuk mengetahui dimana pusar basah seseorang ada ada konsensusnya mereka. Mereka yang non kidal selalu menggunakan tangan kanan waktu bekerja hampir 100% pusat berbahasa ada di otak sebelah kiri. Oke bang roy kan non kidau secara konsensus bisa saya sebut bahwa pusat bahasa bang rori itu ada di otak sebelah kiri. Pertanyaannya otak kanan ngapain ketika berkomunikasi otak kanan bang rori itu mengolah bahasa non verbal intonasi suara saya ekspresi wajah saya. Dalam kehidupan sehari hari bahasan non verbal itu punya kekuatan lebih besar daripada bahasa verbal. Makanya saya selalu sampaikan tuh kepada merik murid saya terutama yang laki laki saya sampaikan. Kepada semuanya ya saya sampaikan tahu tidak ada 2 kalimat yang sangat ditakuti oleh laki laki dari perempuan yang 1 adalah bek kamu kenapa si cowok bertanya cewek pasti akan menjawab enggak apa apa ketika mendapatkan jawaban itu si cowok rasanya pengin mati. Kenapa jawabannya enggak apa apa, tapi non verbalnya intonasi suara ekspresi wajah matanya matanya begitu mendapatkan uh jawaban enggak apa apa itu sejauh udah udah stress itu. Akhirnya ia berinisiatif lah enggak. Apalagi jawab, jawabnya enggak papa ah gitu apa benar? Tapi coba tanya ke temannya laki laki yang lain biasa biasa saja. Kalau teman cowoknya berkata enggak apa apa. Karena itu si ceweknya berkata, enggak apa apa ini? Si cowok akhirnya berinisiatif, yaudahlah beb. Aku traktir makan ya mau makan apa? Kalau dikasih pertanyaan itu hampir pasti itu akan menjawab terserah. Tapi kenapa itu si cowok jadi takut karena ucapan terserahnya tuh intonasi ekspresi wajah non verbalnya begitu mengerikan dalam dunia peran yang namanya non verbal itu skill yang sangat dibutuhkan dan saya sampaikan kepada para mahasiswa saya di era sekarang ada namanya WhatsApp grup. Segala macam lah grup grup di sosial media. Banyak orang orang yang begitu heboh di sosial media, tapi ketemu langsung jadi takut. Kenapa dalam sosial media itu dominansia itu bahasa verbal. Kita tidak membayangkan gimana ekspresi wajah orang intolasi wajah orang berani ngomong, tapi kalau ketemu langsung. Tanpa disadari, ia harus menganalisis perubahan raut wajah intonasi suara ini lawan berbicara bosnya kita mengatakan bagus bagus tapi kok wajahnya mengerikan kok intonasi suaranya kan ngenyek ini bagus atau memuja atau senang menghina nih ya ya membebani 12 otak skill itu di era sekarang mulai banyak hilang. Makanya nampak orang orang kalau berbicara seperti tidak ada empatinya kan saya ngomongnya seperti ini bukan ngomong seperti itu ya kan? Dalam berbahasa bukan verbal talk tapi juga non verbal. Ya. Dalam dunia seni peran bank itu skill yang betul betul orang bisa memahami walaupun tidak mendengar betul betul. Oke, aku tadi sudah sampai berbusa busa ternyata salah ya di gotomi otak kanan ada otak kiri. Agak malu sih bang, aku bang enggak marah. Kapanpun ada gini kita selama ini menganggap sesuatu itu benar, bukan karena ia bodoh atau pintar, tapi karena itu yang sering sekali diperdengarkan. Pembicara 1 Maksudnya iya dari masalah. Pembicara 2 Makanya saya juga pernah sampaikan di sosial media. Viralitas itu bukanlah indikator kebenaran gara gara pernah mendengar dan pernah mendengar lagi. Maka anggap itu sebagai sebuah kebenaran itu perlu kita kritisi. Makanya bang roy. Ada podcast happy nya saya adalah bisa menyebarkan keilmuan yang real itu. Pembicara 1 Bagaimana? Oke siap sekarang kita ada di segmen rapid fire question kita ini udah 1 jam lebih aku percaya. Oh serius. Udah banget itu harus komen itu enggak apa apa kita rapid fair question pertanyaan cepat jawabnya. Pembicara 2 Cepat. Pembicara 1 Ngopi sebelum kerja yes or no yes. Pembicara 2 Kalau saya yang penting tuh pada dosisnya jangan kebanyakan jangan kebanyakan dan jangan pakai gula kebanyakan. Pembicara 1 Jadi americano atau espresso aja itu? Pembicara 2 Aja itu aja scroll tiktok 30 menit otak refresh atau vatic 30 menit make sense lah yang bahaya itu kalau sudah sampai 3 6 jam tuh kalau dibikin laporan laporan 30 fine lah ya menurut fine ya berapa kali sehari? Berapa kali bisa berapa kali pun? Tapi jangan sampai kebablasan kelewatan udah begitu kita merasa letih. Stop. Pembicara 1 Oh oke oke oke. Tidur cuma 4 jam ini survival. Pembicara 2 Skill atau merusak otak bang oh tidur itu 7 jam lah setidaknya 4 jam kasihan saya. Kita sudah pernah lah mengalami fase fase itu tidur cuma 2 3 jam dalam jangka panjang itu enggak baik buat otak jadi 1 lexi lagi dalam hidup di era sekarang kamu bisa tidur 7 8 jam sehari itu merupakan kemewahan luar biasa. Pembicara 1 Multitasking atau melamun? Pembicara 2 Saya lebih milih melamun sih, jangan multitasking oke multitasking itu skill modern atau ilusi produktivitas ilusi berkali kali akan saya bilang itu ilusi nampak sibuk itu enggak ada gunanya. Pembicara 1 Oke mindeless movie marethone ini healing atau dopamin trap. Pembicara 2 Haha movie marathonia kalau bagi saya pribadi itu tidak pernah menjadi healing sih bang enggak. Pembicara 1 Pernah jadi healing. Pembicara 2 Itu bagi saya menonton ya 10 menit stok 10 menit stop jadi ya disebut dopamine dopamine juga lama nunggunya ya sekarang kasih putih tuh cepat cepat gitu ya. Jadi kalau saya mau nonton itu. 10 menit 15 menit setop jadi 1 film bang itu karena selesai itu satu Minggu. Pembicara 1 Enggak apa apa enggak apa apa karena ada Netflix iya kan? Oke alarm pagi pagi yang bikin kaget itu efektif atau justru merusak? Saya sangat menyarankan bangun bukan menggunakan alarm. Pembicara 2 Tapi gunakan still tubuh itu. Dia sudah terancam bangun ketika sudah ready badan. Makanya kalau pagi harinya itu kita butuh bekerja cepat. Solusinya bukanlah tidur 1:00 nyalain alarm. Solusinya adalah tidur lebih cepat. Pembicara 1 3 kebiasaan ini kita udah di segmen kesimpulan bang 3 kebiasaan yang merusak otak tanpa kita sadari 3 kebiasaan yang merusak otak merusak otak 1 kebanyakan pakai smartphone jangan kurang kurangi itu. Pembicara 2 Lalu yang 2 udahlah pakai smartphone cuma sambil tidur tiduran. Lalu yang 3 udahlah pakai smartphone melulu scroll yang sosial media melulu tidur tiduran sambil ngemil ngemil ngesnack melulu oh itu combonya mantap itu apalagi kalau tidurnya kurang suka begada. Pembicara 1 Ini enggak usah kotak banget ya. Nah kalau seseorang ingin menjaga agar otak tetap tajam kemban kognitifnya tetap bagus. Pembicara 2 Caranya gimana 3 hal bang 3 hal saran saya 1 olahraga dan yang namanya olahraga itu bukan berarti kamu harus berganti pakaian pakai sepatu mahal tidak jalan jalan biasa juga cukup hanya 20 menit kok lalu yang 2 kalau kamu makan ada sesuatu yang enak biasakan untuk berhenti sebelum kenyang lalu yang 3 ya sosialisasi sudah oke, tapi ada satu yang sepertinya. Mengingatkan kita untuk generasi generasi seperti saya 40 tahun. Kejadian kejadian 20 tahun lalu 30 tahun lalu, dimana yang namanya membaca komik membaca novel itu sebuah kenikmatan tiara tara kita coba kembali lah ke fase itu untuk menjaga kembali kemampuan atensi kita. Itu kira kira apa? Pembicara 1 Oke banget meet thank you banget buat hari ini saya ingin berterima kasih diundang ke sini bang rori thank you banget ya, sukses terus terima kasih banyak, terima kasih banyak benar lagi profesor beliau. Pembicara 2 Ini mohon doanya. Pembicara 1 Al sinks video bapak ya?

Podcast Summary

Key Points:

  1. Penggunaan smartphone secara berlebihan, terutama scrolling media sosial tanpa sadar (unmindfully), menguras energi otak dan memperpendek rentang perhatian.
  2. Multitasking sebenarnya adalah rapid task-switching yang melelahkan otak dan mengurangi fokus, bukan kemampuan yang efektif.
  3. Otak memerlukan waktu "bengong" atau merenung untuk memulihkan diri, memfilter informasi, dan memunculkan ide kreatif.
  4. Gaya hidup modern seperti kurang aktivitas fisik, pola makan berkalori berlebihan, dan isolasi sosial dapat menurunkan fungsi kognitif.
  5. Menjaga kesehatan otak dapat dilakukan dengan olahraga ringan teratur, mengatur asupan kalori, bersosialisasi berkualitas, dan membatasi waktu di media sosial secara disiplin.

Summary:

Percakapan ini membahas kebiasaan modern yang merusak otak tanpa disadari, terutama penggunaan smartphone untuk scrolling media sosial secara tidak sadar dan multitasking. Kedua hal itu memaksa otak terus bekerja, menguras energi, dan memperpendek rentang perhatian. Sebaliknya, otak justru membutuhkan momen "bengong" atau diam untuk beristirahat, memproses informasi, dan memunculkan kreativitas melalui default mode network.

Gaya hidup seperti kurang gerak, pola makan tidak terkontrol, dan minim interaksi sosial juga berkontribusi pada penurunan fungsi kognitif. Untuk menjaga kesehatan otak, disarankan berolahraga ringan secara teratur, mengatur asupan kalori, tetap bersosialisasi sesuai kenyamanan (bahkan bagi introvert), serta membatasi konsumsi media sosial dengan disiplin, misalnya maksimal satu jam per hari. Intinya, di era digital, kesempatan untuk benar-benar beristirahat dan merenung justru menjadi kemewahan yang vital bagi kesehatan mental dan kinerja otak.

FAQs

Kebiasaan tersebut antara lain terlalu banyak menggunakan smartphone, scrolling media sosial tanpa kesadaran penuh, multitasking yang sebenarnya hanya rapid switching task, dan kurangnya waktu untuk bengong atau merenung.

Karena otak dipaksa memproses stimulasi terus-menerus, menguras energi dan memperpendek rentang atensi. Setiap informasi membutuhkan 5-6 detik untuk diproses, sehingga otak cepat lelah.

Tidak, multitasking sebenarnya adalah rapid switching task yang menguras energi otak karena harus beradaptasi dengan tugas baru secara cepat, sehingga mengurangi fokus dan efisiensi.

Lakukan olahraga teratur seperti jalan kaki 20-30 menit, perhatikan asupan kalori, bersosialisasi dengan orang terdekat, dan beri waktu untuk bengong agar otak dapat memfilter informasi dan muncul ide baru.

Maksimal 1 jam per hari, dan hindari membukanya saat bosan atau dalam situasi sosial. Lebih baik alokasikan waktu khusus daripada scrolling terus-menerus.

Karena bengong memungkinkan default mode network otak bekerja, memfilter informasi yang ada, dan memunculkan ide-ide kreatif. Ini adalah kemewahan di era yang serba sibuk.

Chat with AI

Loading...

Pro features

Go deeper with this episode

Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.