
Kisah ini bermula ketika seorang mahasiswa baru tahun 2022 di sebuah kampus di Magelang wajib tinggal di asrama tiga lantai yang berhadapan langsung dengan hutan pinus. Ia mendapat kamar di ujung timur, dekat kamar mandi dan tangga, yang oleh penghuni lain dijuluki kamar horor. Selama sekitar tiga bulan, ia sulit beradaptasi, terutama karena sulit tidur dan sering terjaga hingga dini hari untuk salat subuh berjamaah. Keanehan mulai terjadi ketika ia melihat dua teman sekamarnya, si D dan si E, berjalan menuju balkon tengah malam, namun keduanya membantah pernah bangun. Kejadian itu berulang, bahkan saat ia sedang video call dengan teman SMA-nya yang juga melihat sosok lain di kamar. Suatu malam, setelah mendengar bisikan dingin di telinganya, ia menemukan temannya, si I, berdiri di balkon lantai tiga dengan kaki bergoyang seperti orang kerasukan. Pengurus asrama yang memahami hal gaib pun dipanggil, dan si I akhirnya ditangani. Setelah kejadian itu, gangguan seperti benda bergerak dan bisikan dingin terus berulang, namun para penghuni asrama memilih pasrah dan menganggapnya hal biasa. Cerita ini disajikan sebagai kisah horor mahasiswa yang kebenarannya hanya diketahui oleh kegelapan.