Podcast ini mengeksplorasi kaitan erat antara bir dan sepak bola dari perspektif sejarah dan budaya. Awalnya, bir di Inggris diperkenalkan melalui undang-undang sebagai minuman beralkohol rendah untuk mengalihkan masyarakat dari spirit yang lebih keras, dengan harapan mengurangi mabuk. Namun, hal ini justru membuat pub menjadi pusat komunitas dan terkait erat dengan sepak bola, tempat orang berkumpul sebelum dan sesudah pertandingan. Di Belanda, budaya serupa terjadi dengan pub sebagai lokasi nongkrong, menonton pertandingan, dan bahkan bermain dart. Peraturan tentang bir di stadion berbeda-beda; di Inggris, konsumsi bir sering dilarang di tribun, sedangkan di Belanda lebih fleksibel. Sponsor bir pada seragam klub dibatasi sejak 2017 karena kekhawatiran pengaruhnya pada pemuda, meskipun merek bir tetap hadir dalam sponsor lain. Diskusi juga menyentuh International Beer Day serta popularitas bir secara global sebagai minuman ketiga setelah air dan teh.
[música] Halu semuanya selamat datang kembali di Foodboleer karena mencarikan spak pula adalah hak sekalabang sah dengan saya. Mildand Daru. Dan dek sclerizah, siniar ini mengudara setiap selasa. - Halu dah eks, apa kau reks? - Iya, begini minyak jamin. - Begini minyak jatuh gimana masutnya? - Gedefini sih, begini minyak jatuh. - Baik, tapi sibuk. - Oh, jadi kalau sibuk tuh biasa aja sama lo ya. - Gisah. - Karena sahar lah juga sibuk ya. - Iya. - Luar biasa. Gisah atau orang-orang yang lain, udah mulai limbung-limbung lo masih sibuk ya. - Alhamdulillah. - Alhamdulillah. Maksudnya apa kerjaan? - Bahadau ini kata yang saat 4 lunna, man. - Kenapa yang mau? - Arsia Rosi yang saat 4 lunna, man. - Alhamdulillah. - Jokse yang telat 1 episode lu bilang, enggak bilang tau gitu ke tuker aja. - Tapi kan masuk ngomongnya kemarin belum dior. - Oh ya bernanya. - Sekarang juga masuk ngomongnya juga nih. - Apa? 4-6. Ngomongin woto GB. - Enggak juga dong, ngomong gitu dong. - Jangan gitu. Bukan tamu kita nih, 2 ini ketawat-tau ada. - Taduh-taduh. - Sebelumnya kan, kita ngomong kita tuh tofik nurisidik ngomongin bilsah. - Iya. - Lebih itu Rosi ngomongin belum dior. Sekarang ada segit dan Akbar hasil pertanyaan. Bukan segit. Siapa namanya mulia di 1-2-3. - Taduh-taduh. - Sekarang tertulis di artwork dan juga Akbar. Ini ada ranta ya apa nih, mil. Dia antara semua orang-orang gitu. Apakah semua nya penganggurannya? Bujin mana? - Jangan bekasar gitu dong. Terhalo kasar. Karna mereka semua sahabat kita semua. - Oh iya guna. - Enggak, soalnya kita tuh jarang-jarang ini kan jarang nari apa namanya gaskan. Sekarang lagi pada bisa apa yang membuat itu pada bisa kita mau setelah kenapa gitu. - Biasanya sibuk sekarang kurang kasih. - Hai ya orang sibuk tuh. - Mungkin itu juga sih ada. Coba disapaduh disapaduh ya. - Jadi gimana? Kagetan sahari segit selama pandemi. - Ini aja lah. Lagi dikasih banyak waktu buat non-kron gitu sama temen-temen gitu kan. Biasanya jadi gak bisa non-kron kan. Gue lama banget dong gak ketemu deks gitu. Aku suet banget lior aku ketemu meledan gitu tapi ya. - Ya lama dulu lah ya sekarang gak nih. Spatikan disi seperti ini kan ya bisa non-kron gitu. - Sotuk kohormatan juga loh diundang ke futbol liar waktu sepap gue lah adalah hak segala bang saya. - Waduh. - Radar-radar grog disiundang gitu. - Aduh-aduh ngolai. - Ini secara aman deks. Ini dipecara aman tuh tau deks. - Iya. - Jadi biar nanti kalau misalkan kurs. - Kurs gak apa. - Jadi aman gitu. - Iya cuma dia meng. kalau gue ya. Apa ya? - Belum tau. Belum tertarik aja buat podcast gitu. Walaupun ngaflex sendiri kan pernah nulis iliriknya tuh. People's revolution is gonna be podcast kan. Cuman gue tuh emang gak tertarik sama podcast gitu. Temen-temen ya gue supot-supot aja buat temen-temen yang biar begini podcast gitu. - Waduh. - Iya. Terus kan deks sekarang juga di podcast terus kan. - Gue gira becanda hanya udah makin bagus dan gitu udah lama banget deh ternyata gitu doa. Maladi berteman dengan orang yang opininya becanda muluh tapi gak terus pelati itu doa. - Waduh-aduh. - Makanya Waduh-aduh. Makanya di podcast ini sebenarnya gue cuma pengen lihat gimana perkembangan joges-jogesinya deks itu udah nyampe semana sih gitu. - Ternyata. - Belum tau. - Belum tau gitu. Kita juga gak tau, mau ngomongin apa ya kan. Tapi sebelum sikit lanjut yang satu lagi dong kerkenalin. Tapi sebelum itu tadi ternyata dia ngebawain kita upeti butut pasalat. - Wee. - Wakanya seperti namanya salah. Kalau salah itu adalah takbirnya awalahu. Silahkah. - Selahkah. - Mabru-bru, akama-bru. Mabru-bru. Akama-bru. Ini gak didid loh deks. - Kau sejad ya didid kenapa? - Memang kannya atau nevigit loh tapi gak apa-apa pecan ya. - Hey. - Hey. - Hey. - Iman sih sih becandanya. - Siapa ini yang gue lagi becanda? - Nah, cuman tadi kita ada dua. - Bisa kadul. - Bisa pecanya ini ada ada dua apapin yang tamu. Satunya muli-adi, pamul-adi, dengan satu lagi. Bung siapa nih? - Bagi ini. - Akbar. - Akbar. Bukak-bar ini adalah teman saya nonton persi ke diri dulu. Jadi kegiatannya apa nih? Bukak-bar. Buk mulai di tadi kan banyak santa ya katanya. Bukak-bar apa nih? - Banyak bantu istri. - Proto-kisri ya, salat ini ya. - Salatnya apa namanya di promoin boleh dong? - Boleh-boleh. - Nukoke-salat. - Nukoke-salat. - Nukoke-salat. - Mungkin karena dia tahu kalau podcast ini kan di-dengarin istrinya. Jadi ada kata-kata. Bantu istri. - Cari aman juga sama. - Anak-anak. Jadi kita udah mencendi kita dia, kluk-kluk yang soal apa? Kita mau bus apa di. - Belum sih, belum itu. - Anak tadi kan? - Ada. - Setelah saya di at-work. - Ah ya, at-work. - Mereka tahu deks. - Ya juga sih. Jadi nama berangka apa nih deks, jadi kita bahas bir ini deks. Soalnya ada internasional bir day. - Kapan tuh, kapan tuh? - Itu jatunya itu siap harjumat pertama di bulan Agustus. - Lati kalau dia Agustus 2020 adalah? - Tengal 7 Agustus 2020. - Hari? - Hari jom apa sih, jom apa kok nyak itu. Nah ini yang gue sayangkan kenapa dia di bulan Agustus kenapa nggak kayak di jerman kan, ada October tuh. Selakan bir kan, kenapa bir ini di jatunya di Agustus bukan set-time bir gitu. - Maka kita bercantanya, bukan kayak gitu deh. - Bukannya October versi tuh apa? Ini yang kota juga akan bir, makanya October gitu. - Iya, cuma nggak gitu, lagu-giga bercantanya, masalkan-giga bercantanya gitu. Lu kebanyakan nongkrong sama opininya bercantanya dulu. - Maka ini bukan kayak gitu, apa internaisional bir ini memang Agustus gitu. Gada hubungannya tuh sama bulannya, bulannya bir ataupun ada diksi-diksi birnya nggak ada. Ya udah bulan Agustus saja gue juga nggak tau sih sebenernya kenapa bulan Agustus. Semuanya, ya udah itu kan, tapi nggak ada hubungannya juga sama yang bir bir. - Ya udah menengkin-engkin dari banyakan ngejuksi nggak jelas, kita selusnya tadi dulu deh. Sepetai yang berserakan faktaran datah. - Biar biasanya diksini ya sih. - Oke. Ini diksbangat nih kayak gitu. - Ya pak, sejarah dulu. - Yoi, kita dengar kan dulu ya. - Asingkat aja lah, bir man nggak usah dia omongin penyak lebar. Wanya, bir itu salah satu minuman al-kal tertuada di dunia. Di sini terita pas gue liat terpopulair ketiga, minumannya setelah air biasa dan teh. Jadi bir itu terpopulair ketiga, ini ternata sudah ada. - Kopi ya ternyata ya. - Mukan kopi, kopi kayaknya bukan masuk minuman di mil. Tapi apa sih kayak tembuhan gitu. - Ternyata. - Biliu gede ternyata. - Ternyata juga, misalnya, lo ada bir ternyata tuh, ada air teh, baru bir bukan kopi. - Mukan kopi ya. - Oke, oke. - Tapi kalau di nusia kopi, kalau di ini kan global nih, di bir nomor tiga. Ini sudah ada sejak 3500 sebelum masa itu diiran sekarang dulu, gue matahun nama nyapa. - Maksudnya mesopotamanya ya. - Benar, benar, benar, benar, benar. - Loh, loh, loh, loh, loh, jangan ngatain nih ya gitu dong. - Iya. - Untung-tung disini gak ada nih ya. - Loh, bilang kok bila nih ya. - Waduh, ternyata, ternyata, ternyata. - Ya, kalau ini kan kita mau ngambil ngomongannya, terasa nonton biday itu sejak 2007 di Santa Cruz di California. Itu tujuannya nih dari yang gue bacasi untuk mumpul dan minum biar. Terus merayakan mereka yang berbriwing dan serving-debir dan mempersatukan semua negara di bawah naungan biar. - Iya. - Gue pernah tuh ke Santa Cruz tuh. - Apa yang nalain? Kamu nggak kecemur. - Euf, semua orang ngebira lagi menggaju. - Enggaju, ga sih Santa Cruz itu emang kayak. Apa ya, Santa Cruz tuh kayak bali lah mungkin ya, ya. Sufapnya tuh fap-fap yang kayak gitu, makanya bidu tuh cocok banget emang di situ gitu dong. Bira emang punya hat punya tempat tersendiri lah untuk orang-orang di Santa Cruz itu gitu. - Mana mendalpantai gitu. - Mana mendalpantai gitu, yang. Yang sebenernya gue nggak tahu itu adalah kenapa gira ngomongin bir lung mudangnya. Gue kalian gitu. Apa gara-gara gue pernah foto di depan. Apa bir house gitu, bir house gitu, gede banget gitu. Gak kan, ya kenapa harus gue gitu. Ini buat kesempat bola. Tolong tanyin gue hal-hal yang sedikit entel lah gitu, taktik 3-4-3. Atau apa gitu. Gila en opik lo kasih yang tonat emang yang kayak gitu gitu. Karena saat gue benar banget gitu, kalau gue ngomonginnya bir gitu loh, ya kan. - Tapi karena kan bir ini kan sebenernya untuk kartem masuk bakbal kan? - Iya lah, iya. Apa yang membuat sepak bola dan bir itu begitu melakadek, sebenernya deks? Jadi, sepak bola kan oleh harga kelas poker jakat. Nah mereka bisa kerja di weekdays. Kau di weekan, apa yang? Mabok-mabok kan sama nonton bola. Nah ini kalau sejarahnya gue baca di 4-4 itu. Jadi versi inggris ya. Dulu di inggris, tu ada spirit-snamanya. Itu miras berkada lokal tinggi, hasil sulingan. Alkolnya tinggi banget nih. Harga yang murah, makanya banyak yang mabokan. - Dia udah lutan gak tuh. - Gak. - Kisulin bola dalam mata ngui ya. - Iya. - Percaga. - Palingan. - Dangutan dong dia. - Penerjul kan. - Palingannya dangutan kan. - Dangutan kan, ya kan. Minuman itu, ini ada minuman orang-orang pendangut, pecinta dangut, deks. Bukan minuman yang mendangut, sebab bol, lalu salah mendang gue. Mantap. Laju-laju. Juman kan spirit-snamanya alkolnya banyak banget kan, makanya inggris bikin RUU. Birok itu yang bikin bir, bisa dijual beli dengan aturan yang minim. Salah b dirikan alkolnya lebih rendahkan kadar-kadar, kan. Katanya, supaya orang berali dari spirit-skebir. Sehingga, jumlah orang-orang mabok menurut. Bila, bilangnya sih gitu, cuma ternyata, ini jadi senyata makan tuan konsekuin sesinya. Jusru banyak pup di buka pup-pap pup ya, pup, pup di buka dimana-mana, di inggris, jaksat, sejak RUU itu. Terus akhirnya pup, pup itu harat hubungannya dengan sebab bol ya, sejak setahun 1080-180-180. Nah, pup ini selalu dianggap titik central, sebuah komunitas. Jadi, orang tuh mumpul di situ misalkan ada adua yang taruhannya di situ, tincu juga naas sebab bol ya. Berkembang tahun 1800, juga di situ orang mumpul minum taruhan dan lain-lain sih, karena macam naas. Kan pasti ada yang kambur moral ya, nah ini agak mawan-agawan. Agak mawan-agawan ini, agak mawan ini sama penutup kebijakan, terus bilang, kita harus antihalkohol katanya. Coba kita atasi jumlah pemabuk di inggris katanya ya. Gimana caranya, jangan sepak bola, ternyata mil. Caranya, jangan sepak bola. Kenapa jangan sepak bola, mereka bilang, sepak bola bukan cuma mesejga orang, gak masuk pup, dimansopap di hari pertandingan, tapi juga mendukung, asak positif, lainnya kan bola kan bikin saya. Terus juga tambah kuat, terus juga moralnya juga bagus, gitu. Nah dulu, gara-gara bir ini, ya banyak yang mahbukan. Sebenernya, pencetus futbolik sendiri tuh, namanya John Lewis tuh, antihalkohol. Cuman, di sisi lain, ternyata yang industribir tuh, berharap semok bola, bisa ngobot. Lagi-lagi ini, akrab, sama mereka, jadi mereka jujur, ingin mengafatkan itu makanya. Papap, di ditikan di dekat stadion buat bir, jadi dewan kelop bahkan, pada era banyak kelop, gerantung sama perusahaan bir, gitu sih. Jadi, sampai sekarang pun, jadinya lekat banget, dapet, soal bir dan fok bola itu. Jadi, kalau nonton bola tuh, di tangan tuh, udah sadah birnya, gitu. Kalau, ya. Leverpool tuh, yang bikin John Holding ya, gak masuk-blah-blah, jauh Holding tuh, juga ternyata birbiran, kan. Birbiran, birbiran. Dan ada-ada ini, ada kita ada buang akbar nih, kan pernah kuliah di sini. Bormot, ya, ya harusnya kalau ngomongin soal papan-papan, birdan, kulture yang bir itu, mungkin akbar lebih bisa banyak cerita soal di inggrisnya seperti apa, ya. Karena, mungkin pernah hidup di Eropasnya, itu belum pernah ke inggris, gitu aja. Enggak, saya visanya beda, gitu. Jadi, apa yang terjadi dengan bir dan fok bola di Inggris itu, buat luar sana? Kalau orang sana udah mengebir ya, karena padah lebih murah, kadang-kadang lebih murah dari air putih, gitu, kan. Ya, memang iya sih, itu di belannya juga lebih murah dari padah air putih. Dan menjadi kayak. Ya, itu maksudnya air mineral, kan? Air mineral, bukan. Air mineral gak putih, orang ini soalnya. Ya, udah, air mineral gak putih, ya udah, terserah. Apa itu waktu di Inggris? Apa lagi, apa, maksudnya yang. Jadi, ketika Mets Day, kan, otomatis? Spokul waktu Mets Day. Jadi, apa yang lakukan orang-orang di pertama waktu lo di Inggris dulu tuh, yang mereka dengan bir, gitu, apa yang lakukan orang-orang, gitu. Kebanyakan, ritualnya lah. Ritualnya, ya, jadi kalau, misalkan sebelum bertanding itu, biasanya kalau, itu kepap dulu. Ya, mana? Jadi, tiap-tap kepap itu, terutama yang di home itu, biasanya sport-er-sportanya tuh, dia ada pab jaga situ, nongkrong-nongkrong dulu di situ. - Harus jalan. - Nah, karena di Inggris ini ngikutin jam asia, jadi sehingga di sana tuh jam 12 yang orang udah ngebir. Bahkan, jam 10 tuh, yang belum buka, jadi buka, karena. - Karena Mets Day. - Karena Mets Day. - Di Blanda juga, gitu, tuh. - Nah, makanya, jadi sebenernya, kita bikin budaya Inggris tuh jadi berkebaru banget, gitu loh. Eh, buat orang asian, ya. Ya, karena kita lo banyak sih, gitu. Sama, di Blanda juga, kayak gitu, kita kalau sebelum ada Mets Day Mets Day, gitu yang di deket-deket stadion, dan mayoritaknya stadion kan kalau dia di Blanda ya, stadion itu kan memang nggak di tengah kotak gitu, lo yang di pinggit-pinggiran gitu, yang nggak. Amsterdam Arena tuh. cukup jauh lah dari central kotak, gitu. Terus kayak. kayak. si. fernot itu juga jauh, terus semuanya juga jauh. Emang. di sekitaran situ, membanyak pappap gitu, yang emang selalu dimanfaatkan sama penonton-penonton untuk. untuk. untuk. untuk. untuk nongkrong sebelum mereka nongkrong. Jadi budaya nyanyi yang tadi yang di Inggris sama di Blanda dulu sama. Majoritas, kurang lebih sama, gitu. Banyakannya orang juga, gitu. Nah, dan terutama di OEN ya, kadang tuh papp tuh bisa menjadi pusat dari sport terutamanya gitu, gitu. Jadi kayak, gue ngomple di papp ini loh, bisa dokotakan benar. Jadi mereka tuh nyanyi-nyanyi, gitu di pappnya. Karena ga semua orang yang uway itu punya tiket uway dan ga. kalau di sidinkan misalnya kita uway nih, uway ke mana ya. Kemalang, gitu ke mana, kayak gitu. Kita ga punya tiket pun, kita kan berangkat, kan. Tapi habis itu kan, "Yudah lah, kita ngobrodo seapet apa tuh." Yang kayak masuk tanpa tiket dan kayak. Kalau disana banyak juga, orang yang. orang yang ga punya tiket uway tapi dia ikut uway. Misalnya dari Rotterdam, dia sedia. Uway ke utrah, itu yang. notabai ini dekat. kayak ke utrah yang mereka setiahnya dipak. Itu nungguin teman-teman yang pada nonton, bisa nonton di stadion. Dan sedangan mereka nonton barang aja di papp gitu. Di TV gitu. Yang pentingan ke bersama mereka, soal naik apa namanya kretendaran. Umum, nyanyi-nyanyi di situ situ lah. kayak gitu-gitu yang. Yang-yang-yang-yang. yang jadi menarik tuh kalau di belanda tuh. Karena memang. papp di belanda itu ga cuma sialis kedar papp untuk nonton bola. Tapi ada. Nonton main dartau, namanya dart. Yang yang lempar-lempar itu. Itu di belanda, sangat terkenal tuh. Dart itu. lempar itu dart. Dan itu bayar utus pada nungguin-ngerongnya di. di-di-di-di-di-di-papp itu. Untuk tarwan judia atau pun apapun itu di situ. Nampak di selain di papp tadi kan. Habis itu ada yang terleks stadion nana. Di stadionnya apakah. Masih tetep bawah bir yang sama atau dia. kemudian persen di stadion atau gimana. Kalau halftep ada sih, kalau di belanda ada halftep itu ada orang yang jawalan biar di. di lingkungan di stadion. Iya, di lingkungan di stadion. Tapi kalau di luarnya itu, ada tapi di plastik kap itu loh. Iya kan gimana kalau di inggris itu? Kalau di inggris itu, minum biar itu ga boleh di-tribun. Iya, itu juga. Cukup, apa ya? Atahuf kondeks aja ya cerita di belanda itu ga ada lagu-lagu pop gitu. Lagu-lagu popnya itu kayak lagu-lagu du gum gitu. Makain kan banyak banget di jadinya dari belanda kan. Fan fan, fan fan, fan fukering, fan, roi. Banyak kalau di jadinya dari belanda kan gitu. Rotterdam salah satu yang banyak juga. Jadi sebelum max day itu, kalau ada max-man spesial, ada di jadinya yang main dulu gitu. Cuklang, cuklang, cuklang, cuklang, cuklang, cuklang, cuklang gitu gitu. Kita ma minum biar di situ. Tapi kalau lagi kempian slik, gue pernah nonton jamian slik waktu itu ayak selawan seltik. Nggak boleh emang masuk ke-ke-ke-ke-ke-ke-tebun. Oh, jadi emang biasa banget kebijakan antara liga domestik sama liga apa. Ropanya kan. Tapi sekarang ga tau ya? Tapi sekarang ga tau ya gimana ya? Bahkan ketika sponsornya masih ada henekan dengan. Tetep-tep, gak bolehnya. Atau lupa. Lupa, grupa deh boleh. Itu apa ya henekan, apa ya? Oh, ini ya sponsor GGM ya? Oh, sponsor GGM ya? Kayaknya ga boleh tidak-tidak. Karena waktu itu gue ga bahwa bir sih apa yang gue yang belum. Oh, karena itu adalah waktu pertama kali gue nonton GGM. Dan itu gue, karena waktu itu gue tinggal di Rotterdam. Dan yang Fair Note ga pernah masuk di GGM. Jadi kalau gue pengen nonton champion itu gue harus ke Amsterdam. Dan di Amsterdam itu kan pasti udah pada kayak punya. Apa ya? Si semtikat gitu loh orang-orangnya. Jadi pas itu waktu itu gue juga nontonnya di. Sian sennya sih Celtic gitu loh. Jadi gue ga tau tuh boleh bawa bir apa ga cuma. Kayak ada turanya lah kita ga boleh. Masih bawa bir itu ada itu yang pertama. Terus kayak henekan disana ya. Henekan dibelanda ya. Jadi kayak air putih aja gitu. Sebenarnya jadi orang ga ada yang. Jengga ada yang apa yang mengajat bawa. Eh lu kemabuk nih. Si art orang ini kemabuk karena siang-siang udah minum henekan. Bakannya bahkan kita makan siang pun minumnya bir gitu. Kalau di ribanda gitu ya. Bagi ya udah jadi hal yang sangat wajar bahkan untuk. Untuk-untuk apa ya. Ada banyak artisan-artisan bir atau ga yang bruh house bruh house yang. Yang lokal lokal gitu. Yang mostly birnya adalah bir-bir item gitu. Ngomong-ngomong kalo henekan, rusk, kasber. Terus banyak lah bir-bir produksi masal gitu kayak. Eh ya itu mah air kran gue itu nih. Kalau yang ngebir yang enak nih ini gitu. Kalau mereka tuh sampai yang kayak gitu. Kalau di inggris tuh di tribun ga boleh cuma di antara apa? Di dalam itu, wajetnya seksinya itu boleh minum di situ. Yang kalo di sadion spurs itu ada bir yang. Kalau itu di seksinya kan di tribun ya. Kayak di kiosnya lah. Memang itu buat makanan udah hot dog bir. Nah kenapa kalo di babak kedua itu sadion masih kosong? Itu orang pasti padahal lebih. Di dalam belum habis. Dan kan teriap anjang emang. Itu kan buat penonton ya. Kalo buat klop nih gimana nih? Misalkan, soal kan. Dulu kan banyak banget kan. Kayak dikasal, dikasal, dikasal brown aisle. Tuh kan bir lokal kan. Terus juga banyak lah pokoknya. Nah cuman, semenjak 2017. Udah gak boleh lah ya kan. Sponsor bir di saragam klop terakhir tuh. Pacang berarti ya. Di apetan. Itu dari Thailand tuh. Di Thailand ah. Cuman kan? Ini kan bir tuh udah dominan kan di kurtul sebab bulakan. Fokulah baharat tertama ya. Selalu ada lah. Kaloat met sosiklan segala macem tuh. Jadi pemasarnya tuh bagus banget. Nah ini di bilangnya sih gak bagus buat anak-anak muda. Makanya dibatasin makanya di 2017 itu. Gak boleh lagi ada sponsor bir di saragam. Cuman ternyata. Meskipun gak ada seragab. Klop-klop masih punya sponsor bir radional. Sifatnya. Kayak misalkan singha. Terus juga kalo manually di 2020 tuh apa ya. Golupa deh. L-DABL atau apa gitu? Kasper juga masih. Kasper juga. Kasper juga masih di sponsornya. Lifat pul. Cuman gak bisa nampil di jukit kan ya. Lalu pul. Lalu pul. Tapi kalo itu yang ngomongin soal ligarnya. Gak tau kalo di English mungkin itu. Itu yang di English ya. Tapi kalo lo tau bahwa di visi doanya lah. Liga belannya tuh namanya jupiter likan. Jupiller. Jupiller likan. Jupiller lek itu. Upiller itu. Itu merek bir. Itu kayak al. Kayak bir hitamnya. Ginesnya. Ginesnya hinnikan kalo lo mau tau itu. Itu maksudnya. Tapi gue gak tau makanya. Dan gimana ya. Pasti kan di setiap setiap negara. Pasti akan merespon isubir. Ini kan dengan cara-cara yang berbeda-beda ya PSSE. Mereka masing-masing punya cara mereka untuk. Untuk. Untuk. Untuk. Untuk. Untuk ngomongin bir dan yang lain sebagainya. Gak karnatan tadi katanya gak balgi. Buat anak muda dan yang lain sebagai. Cepanya. Kernyata mereka punya. Punya approach tersendiri dalam menyikapi hal itu sih. Dex kalau di Aropa. Kalau di barat tuh suka ada gak perusahaan yang. Yang membuat anak perusahaan itu. Kayak cangtu. Gue singkat gue dulu pernah di setiap negara temen gue orang tayalan. Dia bilang cangnya di kelop- kelop tayalan itu bukan bir. Tapi cangnya minal water dia bilang gitu. Perusahaannya memang sama-sama cang dari bir. Cemen produknya di pasarkan itu mineral water. Jadi dia manipulasi. Ini manipulasi produk gitu. Orang tau image nya bahwa oh cang itu adalah bir. Padahal ketika di daftar. Bisa di bir gak boleh orang-orang gobukan bir. Gue cangnya yang versi air kuti kok gitu. Tapi cemen set orang orang tetap cang itu bir gitu. Jadi akhirnya aman gitu. Gue gunanya nah kalau di barat mungkin kalian berdua karena pernah disana. Apakah ada akal-akalan kayak gitu? Gue belum pernah ngeliat. Si karena waktu itu yang jubilar kan itu bir juga. Jubilar juga bir juga gitu. Jadi gimana. Gak tau kalau di inggris. Dan bir itu memang dijual di stadion. Imantinya dijual di stadion. Jadi beda budaya sama kita di Asia-Tenggara. Tentu bahkan Asia gitu. Bahkan kalau tau Amsterdam Arena itu sampai nya ada namanya. Gue bahasa ini Indonesia ya. Adalah. Holkonsert hinakan, hinakan Holkonsert. Jadi disampingnya itu memang hinakan Holkonsert. Jadi pas kalau lo udah tengah Amsterdam Arena ya pasti ngelewatin itu. Dan yang namanya hinakan Holkonsert gak mengkindung dia jual air putih mereka inakan. Dia pasti jual bir. Tapi anda kan hinakan punya merakher putih kayaknya dijual sih. Ya gak sih. Ya gak maksudnya kayak cang gitu. Gak tau. Itu karena hinakan. Maksudnya karena karena di Thailand tidak boleh dilakukan. Tapi kalau di sana ni boleh dilakukan. Yang apain juga gitu? Nah ini kan masyid kita kan mungkin beda sama barat sama. Kita mengundang orang-orang pernah. Hidup di dunia barat sana nana. Cuma nih. Terlalu ada fit polainis. Gue ada putih kotipannya sih. O industri bir, dia bilang. Dia dia gak nyembut industri bir mana ya. Dia bilang kalau terus dia dibatasi, efeknya justru belawanan semua tergantung niat katanya. Orang biasanya akan bertinak dewasa saat di beri kebebasan lebih. Itu yang gue rasa di belanda. Kalau lu ngomongin bahwasanya, gue gak tau sih. Gue juga di belanda gak bisa gala-lama banget gitu. Jadi gue gak bisa memberikan justifikasi gitu. Macam mana kalau di belanda, mensaapnya orang umum adalah bebas. Bakan lu mau apa? Ngeganj apa-apa. Cuma ketika gitu kan. Ya ya. Yang itu kan pada akhirnya mendidik orang-orangnya untuk bersikap diwasa gitu loh. Tahu menempatkan diri gitu. Misalnya ya, gue punya temen-misalnya. Gue punya temen dia punya anak. Kalau anaknya yang belum 7-11+ atau 8-11+, dia gak akan kasih minum biir gitu. Ya tau, tapi kalau misalnya udah 8-11+ ya, kita di diner, meja mekan, dia gak mungkin dikasih susu, dikasihnya biir gitu. Biir-biri yang botol-botolan. Jini gitu maksudnya. Bukan biir-bire. Di sana ada frisian flag kalau di belanda. Itu dari Herenfainnya. Herenfain itu namak kotanya? Nama kotanya Herenfain. Nama profinsnya. Frisian di tuh, namak profinsnya, frisian lah bendairanya yang ada di baju Herenfain itu gitu. Karena kan kebanyakan mereka di belanda itu kan, kebanyakan kitnya apa-anya itu dari baju-baju bendairah profinsinya. Benda profinsinya punya bendairah. Ngatuh di Inggris gimana? Deman kalau di belanda itu kayak Amsterdam. Bendairanya itu putih-mera putih. Makanya banyanya ayak putih-mera putih. Kayak Herenfain dari profinsi frisian. Dia bendairanya apa namanya? Biirup putih. Biirup putih terus ada Lope-Lope-nya. Ya kan, Lope-Lope-nya. Nah itu gitu. Nah kalau Rotterdam sendiri, ijok-putih ijok itu. Nah itu bahwa Sepertar Rotterdam nih, ijok-putih ijok. Ijok-putih ijok itu kan buat kota Rotterdam. Eh buat profinsi sotolan gitu. Cuman kan, fernat itu yang perlu diketahai bawah fernat itu. Lalu fernat itu namanya era, di kaya kabupatan gitu. Kayak kemang, kaya pancoran gitu, doang gitu. Makanya dia gak makin lama gitu, gak mereprestatifkan atas ke angker Rotterdam-nya gitu loh. Ini sebelum kita beri kena-kana lain, mongsa sesuatu juga di Beritanya-Beritanya Raya, karena gue juga berdua tahu lo tau Rangers dan Celtic itu sama-sama digelesi ga, kan? Gelesi ga itu kan punya bernyap banyak juga yang lokal yang interlocal bahkan. Nah lokal lu liatin dari dulu sampai sekarang tuh. Merak di sponsor diseragam itu ampir selesa sama Tainan, semerak biir. Rangers Tainan, Celtic Tainan. Carling. Carling di Celtic Tainan. Setelah kemarin bongo-bongo sama pengenan siahan, dia bilang. Memang seengah ya, marketingnya dibuat kayak gitu. Soalnya pendukung sewalk mulai itu kan, fans banget kan sama kelepnya fanatic banget gitu. Jangan sampai ketika gue sponsor diseragam itu dibenci oleh rifalnya. Makanya si Carling sih Tainan sih nih, udah laguas sponsorin do-doanya aja biar orang selalu take, orang Rangers juga. Tetep minumnya Carling, tetep minumnya Tainan sih. Bebusu ga sih, ininya ideologinya muda-dua. Ya ya. Tapi tadi ngomongin udah jadi apa, namanya? Inggris. Jerman. Belanda. Nah ini yang gue mau mau ngiti yang jermannya nih. Karena kan kalau di bulan-bulan Oktober gitu kan, lada Oktoberfest kan itu. Nah itu sesuatu hal yang wajib dilakukan oleh sosial media-nya munjan ketika masuk bulan Oktober. Salut yang sama, tengah ser. Wabar-wabar-wabar nya lagi pada minum biar. Karena lagi ada Oktoberfest. Tapi ternyata itu dimulai di mid atau di late September, bukan di Oktober. Sekon beres itu di hari minggu pertama di bulan Oktober. Itu di munik ya. Ya berlangsung-berlangsung dua minggu kan? Salut. Munchan tuh punya apa? Kameraknya. Poloner. Poloner. Poloner. Ini ga gue mau naik juga deh. Selain Oktoberfest ini, setiap dia celebrasi juala ligajer, manulis-ligajer itu kan, selalu pake bir yang besar kan. Itu apakah birnya biar-mirak munis-ligaj atau biar-mirak lokal. Salut. Jadi birnya tuh poloner terus. Itu maksudnya kebijakan. Kalo pake-bijakan ligajer itu kan. Ya, mungkin ga ada yang tau. Biar ga tau sih. Tapi apa kalau ada mereka tempe logo sih di aturan itu sih? Pada pasti dia pasti sponsor. Kami mungkin sponsor sih. Sekarang ga mungkin sponsor. Kayak dulu men of the match di inggris itu kan. Juga dapetnya bir kan. Oh, kenapa bir ya? Bir-bir kan yang dapetnya bir kan. Kalau men of the match di setiap match-nya di premier, itu kan mereka juga dapet bir kan. Makain sadih, ga mau ya? Makain yang banyak, maksudnya diomani pas salah. Itu mereka pada gama-gama. Jadi men of the match apa, ga mau jadi? Ya udah juaran apa sih. Tapi hal yang sama kamu yang melakukan sama Riberti. Riberti juga ya? Riberti, jadi ketika dia. Benze ma juga pernah tuh. Maksa dia ketobar fest. Tidak kan selalu ngoreng foto itu. Bayarnya. Dan semua orang selalu pegang glass beer. Nasih Riberti, ga pernah megang glass. Jadi masih punya foto satu tim gitu. Semua orang kayak glass. Kenapa kalian cek sendiri deh? Pasih Riberti, ga megang ini? Makan pernah kejadian Riberti disiram. Kan diseleberasi, bundas nih kan diseleberkan. Dia diseram dia marah habis itu. Marah beneran, bukan marah bercanda. Karena dia udah udah bilang antin. Ini kan alakohol kan. Semua kepercayaannya. Dan bahkan kalau. Jersi bayar tentang 2013 tuh yang gue. Itu motivnya. Oktobrefest. Jadi caranya chocolate. Daju putih tuh kayak. Oktobrefest ini. Benju ada cebafaria. Iya. Iya. Itu kayak benju ada cebafaria gitu. Traditional. Clude. Dapak. Dan itu kan tadi udah. Bermalang-malang ini. Gimana dengan negara kita deks? Indonesia deks. Indonesia deks. Di Indonesia biar masih dianggap tabus nih makanya. Yang seperti yang kita tau kan. Kalo tadi segit bilang apa. Orang mengenai kan disana yang gak digjaskan. Kalau disini. Lihat sampahnya di depan kamar aja. Orada langsung digjaskan. Tapi saat waktu di. 2012-2013. Arama tuh pernah. Encore Sport tuh. Concern didadanya tuh. Iya, iya, iya. Kemudian di pertanyaan 2012-2013. Abis itu. Selainnya dia perbal nasal, dia perpanjang. Dan dia perpanjang. Waktu berpanjang itu bahkan. Untuk yang Encore Sport tuh di berita sih. Kau baca dari beritaannya. Jadi, antara Encore sama bintang. Itu terbutan. sponsor nare-mah mereka. Gede-gedean biding gitu. Encore Sport ini. Seperti yang kayak ceng ya berarti ya? Kemungkinan mirip. Apa produknya dari bir ke mandi ya? Apa menyalinak menjadi sport atau apa? Sport atau apa. sina media atau apa gitu? Nah gue lupa sih waktu itu. Cuman memang gitu. potip-potipo yang di aneh-aneh kemudian tambahin sport. Kayak rumah judi. Kan banyak tuh. Iya, iya, iya. Jadi. legendisasi sekarang tuh juga ada tuh yang. sponsornya pakai temannya rumah judi. Cuman ditambahin.com di bilangnya. indah bukan rumah judi ini media gitu. Terus ada lagi yang. rokok. Jadi. jemputnya. abah. lalagi. punya selera. Kalau. Kalau. Kalau gue gini, maksudnya. ya itu membasis-bbasis aja. Tapi yang pasti bahwa. banyak perusahaan bir itu. memang punya konsen khusus untuk apa ya? Menjadikan sepak bola tuh sebagai. lahan marketing mereka gitu yang besar-besaran gitu. Makanya mereka melakukan banyak. menghalalkan segala cara lah. Gimana caranya biar bisa masuk ke sepak bola. Satunya dalamnya tadi itu ada yang. gita elan dengan. ganti jadi air mineral. Kita. di. diga kita di Indonesia. Di ganti jadi sports gitu dan yang lain sebagainya. Tuman. ya, mau gimana lagi? Ternyata mereka semua punya. apres. yang berbeda-beda dalam. memang. menggahed pasarnya gitu. Lalu menjadikan sepak bola sebagai. sebagai. sebagai pasarnya gitu. Karena memang ke semua perusahaan bira kaya banget gitu. Pernah nonton film kit netping mister Henneken belum. Pernah nonton film? Jadi gini. Mestor Henneken itu dulu pernah di. perna. saka-saking kaya-nya. Saking kaya-nya dulu ada. ada 5 pemuda belanda yang menganggurani sama kita nguar. Kita ngejir, kita ngejir, kita ngejir, kita ngeving Mr. Bintang. - Tunggu kita lu aja, gue ngejir, gue ngejir, gue ngejir, gue ngejir, gue ngeving Mr. Hineken itu. Dia ngejir, ngejir, ngejir, ini auto of context, tapi cerita aja bahwa bagaimana orang yang punya birtu mengkayak banget. Jadi kayak, dia pengangguran sekolong pemuda ini pengangguran, terus dia nyolong el, nyolong nyulik Mr. Hineken di sekap kan. Intinya mereka minta duit lah, dari penyakapan itu. Tapi karena, karena ada sebuah stock home syndrome dulu, kalau itu semangkup kan. Stokem, ketika kalian di sekap, ataupun kalian tersakitit, tapi jujur malah, sayang terus ada penyisat penyisatnya atau penyakapnya gitu kan. Itu yang terjadi di Mr. Hineken gitu, makanya sampai saat ini tuh, si yang menjolik peculik, orang-orang menjolik Mr. Hineken itu, sekarang malah ada yang menggeplekas bagi hero gitu. Kadang-kadang tuh keluar dari penjara, mereka kan apa-daknya di penjara kan. Itu malu pun Mr. Hineken udah ngomong jalan di penjara-jalan di penjara gitu. Ini gitu lah, tapi tau-tau-tau tetep mereka di penjara dan keluar gitu, terus keluar pas keluar di sambung-samung orang-orang. Wih, lu keren, lu keren, apa di filmin? Ditu, dengan mengkayak banget. Jadi gak bebas-bibasa aja sebenernya. Kalau perihal sponsornya di Inggris dulu, tau akhir tahun 90-90 banyak kayak nyokasel brown ah, dengan. Jadi mereka dengan produk lokal, dengan klop-lokalnya tuh, ada kombinasi lah, sinkron gitu kayak, terus yang terungbo, dengan listnya kan. Holsten, dengan Holsten Spurs. Dan. -Holsten? -Ya, ya, ya, ya, Holsten Bernaya. Sliverpool di Karlsburg, banyak dulu, birtu. Sekarang, malah itu rumah Judi, rumah Judi atau nggak dari Arab. -Adi, ya, ya. -Maska apa-apa yang bener banget. Ini boleh kelihatan Indonesia, cuma yang paling apa ya, melakat dengan birtu, katanya di Papua ya, gak sih? -Ya, ya, ya. -Soleh yang paling tuh pernah. -Certanya itu. -Bagi mana sulitnya dengan keutip melati. Peman-peman per seru-seru yang suka mabuk-mabukan, gitu. -Emana quari? -Emana quari, perseman-mana quari. Itu ceritanya pernah di ceritan ulang-sama. -Dewa hakuam di panditu, coba sofilakan di cekti. -Bet di bacas sendiri lah, rekapnya cuman cara agar spesara gimana tuh, deks? -Katanya sih yang penting kalau main bola itu kan, pengennya senang-senang kan. Nah, sih, perseman-mana quari ini, ya, yaudah, kayak gitu aja. Jadi gue minum aja lah kalau main bola nasi polcoming bilang, birdahan sebab bola di Papua itu yang sulit di besarkan, kata ya. Saran gue buat pelati yang mau lati kelepap-lepapu harus. Kerti masalah itu, soalnya, emat jarang pemain Papua yang gak suka minum, karena itu udah jadi bagian dari tradisi di sana. Ini wancar aqua sama ahnauis keretalis umum persip di saat bersip, mau bertemu perseman-mana quari, manok quari, manok quari. Di grand final di visita sama 1986, dia bilang, "Ternyata salah satu pengurus itu di biditugas untuk menceng para pemain perseman keluar dari kamer hotel untuk ditraktir minum suposnya di salah tubar, ya. Ini kutipannya, ya. Saya di biditugas untuk kasi mereka berkerat-kerat biar, supaya mereka membuk berat dan gak tidur. Ternyata bener aja, ternyata dimalam itu misi saya sukses. Perekam membuk dan sama sekali, gak isir hat. Padal besoknya mau tanding loan persip ketanya gitu. Nah ini dia aku yang mapol koming, ya. Aku kata ya kelemahannya adalah anak kesunya selalu dimanfaatkan oleh lauan, nampir semua lauan perseman, perseman bukannya persip. Melakukan hal seperti itu, mancing buat anak-anak dediknya untuk membuk dulu sebelum ketandingan gitu. Tapi memang ini ya, kita harus mendifniskan ulang sual mabuk itu, ya. Mabuk itu memang seberapa sih karena ada kan stage mabuk, orang setap orang kan beda-beda kan. Mungkin buat lo udah mabuk, tapi buat gue belum mabuk, kita kan ada juga nih. Tapi emang gak boleh, ada kesecarasi antifik emang gak boleh, ya. Memain bola tuh minum-minum biri itu, gak boleh. Kalau atlit serah umbum sih emang gak boleh, simil. Ya, bin lagi, gitu. Ternyata lu gue liat lu ini poin-poin ini. Soalnya serah umum tuh al-kohol berapak buruk buat atlit, kata ya, al-kohol membuat semua usaha dalam mengambalkan otot itu, jadi siasia. Terus juga yang kedua, memperlambat waktu rekaferi otot yang ketiga mengerangi energi yang dapat diproduksi tubuh, kampat merusak pola pikir dan juga terakhir merusak pola tidur. Jam tidur natini gitu. Oh iya ya, karena atau gini? Ya, kita berarti kontrasi. Karena di tahun terakhirnya Johan Krif, jadi gini? Kenapa nih Johan Krif Bindah Kefairnot itu ya? Bindah Kefair, Johan Krif kan legendanya ayak sini ya. Ayak, terus dia beribu cahom enerjemen pada hal dia pengen pensiun di ayak, stautau dia beli Bindah Kefairnot. Dan main satu musim duang tuh di Fairnot. Nah, di Fairnot itu dia berhasil membutikan diri sama kayak Pirlo dulu ke Jufair lah, gitu. Di Fairnot itu dia berasal membutikan bahwa. Jadi rinya itu belum abis gitu, maksudnya nih gue masih bisa main gitu. Nah, dan membuat akhirnya membuat Fairnot, juala Liga setelah lama langkah juala. Karena di dominasi sama ayak sekarang pada waktu era-era Johan Krif, terus. Nah, ketika si pemain-pemain Fairnot ini merayakan, merayakan apa namanya selibrasi gitu, selibrasi kemenangan Liga. Liga di depan penonton-penonton gitu, depan Fairnsi yang masih dalam setelah melapangannya. Si Johan Krif malah dia masuk ke Rwangganti, dia nyopat sepatu, santai gitu, terus juduk di atas, kayak yang tempat. Apabila yang meja, ya meja gitu, terus dia menunbir, ambil ngerokot, menurut mereka ya, eh menurut pas ditanyin sama stuffnya gitu. Ada kok di Youtube, tapi makanya bahasa belanda ya, gitu. Ada di Youtube dia ngomong kayak, "Yaudah lah orang kerjaan gue udah kelar kan, lu seneng yaudah gue." Mau menit mati, mau menguad dengan ngerokot dan menunbir, gitu. Biarkan nama-nama gue seneng-seneng di luar gue disini aja gitu. Dan emang. Wanda-wanda Johan Krif kan, emang ini dia. Maksudnya dalam martian, kota apa, semua orang tau lah kalau dia tuh proko, itu peminum juga gitu. Tapi emang yang sakit hebatnya juga pemainnya aja. Ya, maksud gue kalo gue ya, maksudnya memain bir sama tidak, memain bir itu kan tentang bagaimana kita menyikapin aja kalo di-di-di. Kalo merut gue gitu, walaupun saya scientific pasti itu salah banget gitu. Apabila yang istar agama udah pasti salah ya kan. Kalau saya scientific aja salah apa lagi masalah agama apa sih salah dengan perempen-perempen bulat tapi menunbir-perempen. Mereut gue perempen-perempen bulat-perempen. Hmm, ya bener yang tadi dibilang bahwasanya, main bir emin-perempen bulat itu kan pada hakikatnya tentang seneng-seneng gitu. Padahal ini tentang fan aja gitu, menyari fan aja. Dan bir itu kan bisa, bisa punya zat yang bisa menekan dopamin kita kan di dalam tubuh kita. Kita yang membuat efek senang, membuat efek yang relaxed dan lens. Bagaimana itu lah kenapa orang-orang pemen-pemen berhasil keaeronaldinya tuh bohong kalo dia gak ngapir dulu gitu. Karena kan bir dan sepak bola itu sama ada kayak seks dan sepak bola gitu selalu di selalu berdampingan gitu. Dan menjadi abu-abu gitu, entah di sisi-siput ya atau berundis-si-si, tam gitu aja gitu. Jadi kaya buat gue sih yang namanya salah sih nih sual tentang bagaimana otaknya aja gitu otak manusia aja bagaimana kita di-di-di-di-knya aja tentang menyikapin apakah berman-bola dengan bir. Eh, berman-bola sambil ngapir. Sebelumnya, sebelumnya menvolat, diskempir dulu gitu. Itu tinggal bagaimana orang-orang memijak apinya gitu. Itu juga sekarang banyak, gue gausah nih but namanya tentang sual selalu pemen-pemen papuel kalo kita mau mengin orang-orang gitu. Banyak lah pasti semuanya orang pasti minum gitu, apalagi diperjamuan pasti minum kan kalo di papua gitu. Tahu menekas jago-jago juga, sempat menjadi apa tim yang tidak pernah tertandinya gitu di bawah Action Jackson FTA GO gitu. Bersipuram menjadi tim yang sangat hebat gitu kan tinggal bagaimana ya gue bisa mengamini polo-kumin gitu. Ya bahwasannya sebenarnya tinggal bagaimana mereka bisa mengontrol-mengontrol dan pelatif punya hak yang absolut kan untuk mengontrol pemen-pemen-pemennya kayak gitu aja. Cualnya kan ya beratnya gini ya bener tadi kalo merut science dan next emang yang berburu kan berburu gitu. Nah cuma ada juga kan kita kalo berbuat sesuatu, merutku sih harus dilihat nampak positive dan negatifnya. Bahkan sesuatu yang dianggap negatif pun ketika dia kemudian ternyata ber-efect jadi positif itu kalo bisa dilakukan ya udah dilakukan aja gitu. Karena tujuan lo apa dulu mesakan ini main bula, nah pak saya gak bisa main bula pak, saya mainnya ngerasa gak jago pak kalo gak minum dulu pak gitu. Selama sebahag-bahag berdan-bahag gitu, ketika lo jadi apa-apa pelarti gitu lo dia kasih tau pak saya gak bisa main pak selama sepak kalo gak ngobir pak gitu. Gimana masuk dulu, nah ketika lo kasih dia minum biri gitu mesakan tiba-tiba dia seger lagi gitu, nah lo sebagai pelatih adalah pelatih sebab bula bukan pelatih moral gitu. Jadi ketika tujuan lo adalah biar dia main-main makin jago dia jujur minum, nah ya udah gitu ya jujur minum aja gitu. Bahkan itu nah itu bahkan kalo lo baik lagi ke science-nya mungkin dia emang emang emang bukan fisiologisnya tapi mungkin psikologisnya dia gitu. Kembali ke suguya sih sih yang pernah kita bas juga ya, kalo gue sih mendukung suguya sih misakan lo pengen pakai gak cuma ngerbira misakan gue kalo pake channel dalam ini merasa beruntung ya udah pak ya aja. Gue kalo keluar rumahnya jam 9 merasa beruntung ya udah lakukan aja gitu. Kalo aja gini di tahun 2015 gue pernah cerita sedikit nih ini otop tovel ya di 2015 gue sempet jadi salah satu tim pelatihnya ini kan Homeless World Cup yang ada di Homeless World Glenda yang bisa dapet yang main di belanda. Waw dan waktu itu emang di belanda di belanda gitu emang angin sedang tincang-encangnya gitu. Angin sedang-encang udah rasa sedang sedang susu litu udah di predict silah gitu, kadang hujan, kadang-kadang, kadang itu posisinya dingin banget gitu. Untuk orang-orang Indonesia apalagi kontingin-kontingin Homeless World Cup itu yang notabe ini belum pernah ke Eropa sebelumnya gue buat gue yang udah beradaptasi dengan Eropa bersaat itu aja gue masih berasa bahwa itu dingin banget gitu kemana-mana gue makan jakat dan mereka harus bermain bola gitu. Dingin gitu dan sepatu basah dan yang lain sebagainya dengan ekrim yang lainnya, akhirnya absoluti gue udah memberikan mereka udah nih minum bireh dulu gitu, bireh enjoy, bireh anggat gitu, dan terbukti kamu mereka jadi sedikit happy gitu. Mending sedikit happy gitu, walaupun secara scientific ngomong bahwa ya ini salah tapi kalau gue akan mengambil hal-salah itu biar-biar bisa mendorong moral tim juga, bener gue kalo gue sih sepakan sama mildan. Ya gue tadi sepakat sih. Soalnya gue sugesti, enggak, tapi kalo buat science tadi kan sih sih mildan tuh sih sugesti kan gue sepakat. Oke gue tadi bilang ini ga belakuk buat minum bireh doang untuk hal lain gitu. Ya tapi yang tadi kenapa kemudian di larang adalah ya bener tadi ada pelati yang dia tahu bersitasnya ada pemain yang dia emang dah latihan gitu. Nah di tekan orang-orang tadi kan sebenarnya adalah dampak, luaranya itu kemudian yang dia bilang "Ohh jangan ngebir ke lupa man, jangan ngebir tadi di contoh orang lain karena orang lain ya bener kalo tajep main bola yang jago, Johan Krev dia rokok dan minum bireh. Dia bisa mutar mutar tuh ada Johan Krev apa, tapi kalo orang lain yang dia baru belajar ases bireh dan mainnya ngap-ngapan udah nafas ngap-ngapan di surung rokok di surung minum bireh. Gak jadi, lu ga jadi Johan Krev juga gara-gara lu ngobir. Ya ini sama-sama kayak Steve Jobs, Mark Zuckerberg ga misalkan ga Steve Jobs ga lu lu sekolah ya udah gua ga lu lu sekolah ya. Ya bener, gua bisa sukses ya kayak gitu juga. Ya itu ga gimana tinggal kita ngasih applause-nya di karmenya gapenya kayak gitu ya, kayak misalnya nih ya 2025, 2015, 2015 kan gue udah kan ga boleh juga ya. Gak udah yang ga, gaksernya jangan dimakan lah gitu. 2015 ketika anak-anak mentalnya lagi don dan waktu itu ya gua di homeless world cup itu harus selawan itali itu waktu itu kita harus selawan itali Indonesia mau udah kalian lihat itali. Anak-anak ngedon gitu karena sepatunya basah semuanya dan ga enak gitu. Akhirnya gua minjam-minjam lah minjam-minjam ke konten kanan em, minjam dong yang kurang segini gitu dikasih pinjam sama Afrika Selatan, dikasih pinjam sama konten kan yang mana-mana gitu. karena kan someless world cup ya udah lah kita yang riyung aja lah kalo kata orang sunda kan, nah di 2015 yang pas melawan itali tuh gue janji napa deks gorengan. Kalo lo menang tergoblin gorengan, karena di blanda ada gorengan kan kayak bahwa wan gitu-kita ada lah gitu. Kalo lo menang tergoblin gorengan sama sambil-sambilnya. Enak menang neks gitu gua, oh menunku menang gorengan makan gorengan malamnya mah besoknya main lagi dua-jua rako ternyata gitu. Ini otel juga ya, homeless world cup tuh waktu itu tuh tuh numan nisah, blanda, harusnya ga ada dong kan ga ada homnya. Homeless, bisa ga galas skip aja kalo mencana lo kayak gini-gini udah lah. Saat ga kita ga usah lah kalo mau homonin, bisa ga kalo mencana lo. Balik lagi kebir kalo di Indonesia ya lagi ke Indonesia, merut lo gimana mil segitemah bar. Saat lah bir itu kalo di bilang boleh hampang ga gimana dengan rokok, misalnya kita perang ngebas api satu rokok juga. Tapi seberapa nada ini ada lo apap satu rokok. Itu gamera Johan, yang dan hil. Nah itu dengerin tuh sebelum negara ini, menegarin itu dulu, jangan dong, jangan dong. Nanti ini retensinya jelek, badu. Yang soal rokok dan itu si fire apa, sekolah si sampe rancan. Bu, bu, bu fire hydris, yang kita hormati bersama itu. Jadi, dia pernah sempat protes juga rapas, arema pakai angker itu, angker sport itu. Ya bilang, gimana sih katanya, orang rokok aja ga boleh gitu. Apalagi angker, kikok ada bir gitu, dia protes, kan dia sebagai nuta antimira di Indonesia kan. Dia protes kayak gitu, dia bilang, ya tadi, harganya sama sih yang sering dia ini, apa, utarakkan gitu. Terus, soal dampak ke masyarakatnya itu. Oh gitu, kalo gitu, meninggan, ya, menanggap isu itu tadi ya kalo tadi ya. Untuk perusahaan-perusahaan biar, semoga mendengarkan podcast ini, mendeng, bapak sur. Lokiran disponsor di disponsor di siap, mendeng, podcast ini sekarang. Ya itu lah. Perusahaan biar, oh iya. Ada bir dintang disaminkan, ada bir dintang disaminkan, ada bir dintang kita semua. Nanti perusahaan-perusahaan biar, mendeng, kalo misalnya yang mau masuk ke sarpak bola, karena memang sarpak bola kan, pasurnya apik sekali kan. Silakan yang suruhnya poncerin laulas, tapi dunia dari bapak gitu. Ya ga, dakton, disponsor dari bapak gitu, karena. Ya dari padahal nanti kalo di bir nih, protes sama bu. Faira Idris. Bapak nyuruh aja, laulas yang suruh poncerin, dakton, dakton. Kaysak suruh poncerin, atau biru berhadir, sekaya apa-apa kayak gitu ya. Ya ga, bar. Jual-jual, baru-jual, kalo sportar di Indonesia, smonsor bir. Ada kemungkinan, dia punya tuh ga di smok bola Indonesia. Rokoh aja susah, pelagi bir ya. Ya gitu. Betul, susah. Menyaisunya lebih, lebih, lebih apa ya. Lebih sensinya di padah Rokoh ya. Fisu sensitif lah di Indonesia yang masalah biru. Itu apa tuh pake bir nanti ini lagi? Nah ya kan saya wad kan, mempunyak. Kalo. Karena gini ya apa? Sekarang jelas sih hukumnya sih. Kalo di Rokoh kan ada, kalo versi Muhammad dia mengharap sekarang kan. Kalo itu haram, kalo versi NU, makru. Jadi masih boleh dilakukan, kalo ga salah. Kita cek lagi ya. Masalahnya agak macoy. Tapi yaudah, tapi setau gue gitu. Nah, sementara, tapi di, untuk isual kohol. Betul isual kohol, do duanya. Dilarang, deks. Jadi udah fix. Waduh kota palu tuh alkol haram. Kalo Rokoh masih ada kemungkinan untuk masuknya tadi. Kamu ngomong intersial bidah itu di selenggerangan di seluruh dunia kan. Dino disemang gak sih, masih kemudian kita, tapi nih atau misal ternyata. Di malasnya ada, nah gue mau ngasih tau di malasnya ada. Di raya kan ternyata. Mana gara lebih islam ya? Ya, lebih islam ya. Di seluruh banget nenget itu malasnya dong. Malasnya rumah judaya aja ada kok. Iya, dia mendenget. Jadi gue sih bilang ya, tadi yang kotipan ya sih. industri bidah tuh di bilang nih kembali ke Niat sih. Jusru masyarakat bisa lebih bertangun jawab ketika diberi kembali basan harus. Gue sih lebih suju gitu ya, cuman gue gak menggap masyarakat ini ya. Sudah siap. Bener-bener. Ya memang itu si bahasnya bahwa pendewasaan orang itu ketika ya. Kalau diberi kembali basan, bahasnya akan menjadi kan semua orang di masa aja tuh mikirin. Karena deks yang ada yang di daerah, satu daerah, di belanda, di Rotterdam. Itu yang punya pab itu orang turki, udah jelas masyarakat di islam. Dia jualan doang tapi kega minum gitu. Karena mereka, karena dia tau bahwa orang berjualan bir, berjualan miras dalam daerah kutip di belanda kan. sangat menggirkan. Dan gak ambang banget daerah berduitnya kan, mereka tetap berjualan itu. Gak lo pun, yang mereka gak minum gitu sebenernya gitu. Tapi kan itu untuk bertahan itu mungkin boleh ya. - Gak tau ya. - Gak tau ya. - Gak tau enak. - Gak tau enak. - Tidur kan galdur kan bisa ya orang-orang marok gitu kan. - Donor terus suarma gitu kayak. - Tapi kalau dia turan di Lod Petel-Libé, Petel-Likian Misha baru, di musim 2020 itu. - Ha, menemana cohal, teman-sutbir kan berarti kan. - Iya. - Kalau zero pun yang boleh ya. - Iya. - Terus juni sama rokok itu udah di larang. - Di larang ya. - Judah. - Judah gak boleh. - Bila kata. Makanya, yang dia bisa dikitak itu terakhir. Ya bisa judi-jud itu udah pernah serok kok, pernah yang bisa judi, sekarang serok birt. - Maka banget. - Tapi agama ya. - Nuka banget dosa Lodex. - Agama seks aku lagi. - Tapi untuk menut gue ya, menut gue ya, menut gue. Kasih ya, kalau buat di Indonesia, di kontaksinya di Indonesia ya, menut gue adalah sebenernya kan uang paling gampang itu. Uang paling gampang dan uang paling kede itu aja, sebenernya dari rumah judi, dari rokok, dari bier gitu kan. - Iya. - Dari bier gitu. - Uangnya tuh udah dibangat kan. - Jadi itu kan. - Bacangnya udah dibangat kan, dan bisa lah itu membantu Perekonomian, klap-klap gitu, jangan sampai nunggak gaji gitu. Mungkin kalau misalnya masih boleh, tapi dengan sekian perseratan-perseratan gitu, kayaknya masih asuk akal deh. Karena kalau gue perspektinya adalah melindungi hakat pemainnya juga gitu. Percuma kalau gak boleh masuk bier, gak boleh masuk rokok, gak boleh masuk rumah judi, cuman pemainnya gak dibayar sama aja lo menelatarkan pemain gitu. Dosa juga gak menelatarkan pemainnya kan gitu. Nah kan tinggal perspektinya yang kayak gitu, kayak riberi ya, udah gitu. Riberi, meskipun ada Oktoberfest, karena dia memang jujung tinggi nilai-nilai agama-nya. Kerini dia juga gak mau pegang gitu, saat dia manit juga gak mau dikasih bier, nilai sebagainya tinggal. Semudian yang gak bagi mana, masyarakat kita lebih diwasad dalam menyekapi hal-hal kayak gini aja sih gitu. - Itu berarti masuk ke ikan deh ya deh. - Nah ini untuk sporsor ini juga ada angkaan menarik nih mil. Git sama Akbar. Jadi di 2015, Andigraheim itu, seorang spesialis kesehatan masyarakat yang kerjalan untuk NAS itu, dia nonton lebih dari 18 jam pertandingan terlihan bola di Inggris, di nemer taning yang dia bilang. Ini udah masuk ke Jurnal Golupat, Jutul Jurnal yang apa, yang diteliti, ada yang jurnel meraaaan. Ada 42 referensifisual buat alkohol dari berbagai jenis, jadi dia nonton nemer taningan. Referensifisualnya itu 2042, jadi muncul 2042 kali katanya. Itu referensifisual ya, tapi kalau lisan di ucapkan, misalkan itu 32 kali. Jadi lisan itu maksina kayak misalkan dia mencukung ucapkan karling kapet, karlingkan merakbir kan ya gitu lah. Terus juga dari ikan sendiri itu cuma 17 selama pertandingan. Soalnya ikan ternyata waktu dia lihat waktu nya, tanya itu cuma 1% dari seluruh siaran. Jadi sebenernya ikan sendiri, di sewakula dikit sih, cuman dampaknya penata masih besar, masih kerasa gitu. - Mungkin karena serah demografi menakap dari lisan juga kan. Jadi kalau yang kita liat serah visual, yang membir segala macem kalau gue liat di foto-foto nya, Sigun, belum berrakar apa diaksin kita kan ya. - Iya. - Jadi elo pernah sih ke turu kidink. Kalau apa, visualnya kan yang boh agula, sebuah segala macem, biar dikasih dalam dalam. Cahu-cahu kan, cahu dia wasa gitu kan. Kalau disuap bula, kayaknya demografinya beri sejari. Kalau tadi yang sikit bilang iklannya, kenapa enggak iklannya di barebar aja, jangan kebola lah, di barenda gitu. Mungkin mereka memang mau memperluas pasar aja sih, jadi karena demografinya cocok. Pasar aja cocok, dan segala sebagelara gano-mersatu di dunia punya potensi yang warbiasa untuk di masukkin. - Kayaknya kita nonton league champion, kita mungkin nggak sadar ya. Kita lihat kan turus-kan, kan turus gitu. - Iya. - Anak kecil yang nggak sadar juga kan airnya ini sendiri kan apunuhnya terpatri sendiri kan di kepala nya. - Ada hentakan gitu begitu ya. - Makin tujuh apa tuh. Gue juga waktu masih kecil, gue akan liferpakan sebenarnya kan asber kan. Dan gue tuh mengasal siasikan gitu, oh kan asber dulu liferpul. Gue belum tahu bahkan yang kan asber gitu, merup. Bira tau apa gitu. - Makan orang-orang bisa ke-apah masjid untuk jumatan pakai versi liferpul kan gini. - Tapi, tapi muslim di versi sponsor naik asber dan lumang inden-tik. Makan apa, liferpul sangat inden-tek dengan asber gitu. Lo juga sampai hari ini nggak ngobir kan? - Ya pernah ngobir sih, cuma udah nggak lagi. - Gak edik gitu kan. Maksudnya juga tidak pernah menghamili anak orang, mencuri, merampok, bang atau pun apa juga nggak kan kita musik gue. - Seri gue kan anak-anak orang. - Oh iya bener juga lo menghamili anak orang sekarang udah punya anak. - Iya lah. - Bener juga sih, merampok banget nggak gitu. - Engga. - Naka TM itu kan. - Nggak. - Ya itu maksudnya itu, itu maksudnya tuh ga kontrol dirinya harus ada yang harus ada yang harus ada yang harus ada. Ya, ya edukasinya aja yang harusnya kita suits gitu. Ga enggak, boleh kita. Kosoalnya gini ya kalau gue, merasa bahwa apa yang diara-ara yang itu, gue sekarang dicubai ini sih. Itu aja, gue juga bocah lagi itu kok gitu. Jangan main layangan, ego beli layangan gitu. Jangan main kekali, ego pernah kok dikali gitu. Jangan main petasan, gue main petasan kok gitu. Cuman makanya harus lebih kreatif lagi gitu. Jangan, ya kan maksudnya gitu. Kampingnya gue harus lebih kreatif, omberintanya juga harus lebih kreatif dalam minyak kapi ini jangan terlalu konservatif juga. - Nah kalau dari tahun 2017 makanya kan iklan bidur itu di Champions League, udah bilangnya kan sekarang ring responsibilikan. - Nah maksudnya dia pesannya tuh kalau lo minum aja tapi tanggung jawab 6-6 minute lo, berarti kalau kayak gitu pesannya tersempai kan. Tepat ga, tepat ga gitu, kan. Kalau lo nge-pitu dari sisi marketing lain silainya. - Ini buat siapa buat? - Menurut lo. - Iya, sebenernya, ya kita jadi inget gitu. Kalau kita ngelagi dengan ring itu harus responsibil gitu ya kan, jadi kan gitu kan. Karena ada teklannya di situ, karena itu fungsinya teklannya kan sebenernya. Dia kan wujudnya teklannya kan, dan ga mungkin kan sekonyong-konyong hanyakan terus yang di situ. Paskan kan kan dengan teklannya kan kayak di verpul dan naiki hari ini telah senefer apa-apa. Itu yang dibolkan soal teklannya itu kan gitu. Makanya mau ga mau sebenernya juga mengedukasi juga sih teklannya itu jadi inget gitu. - Tapi kalau lo pun ring responsibili cuma ya udah tau dengan fondan wana isunya hanyakan itu udah sama gitu. - Ini klannya hanyakan, dan kadang-kadang kalau ikan-ikan yang luar negeri gitu kan, kita kadang kena nonton streaming luar kan udah terang-terangan tuh. - Bawa botol beer terus hanyakan gitu kan kalau di jenis, walaupun itu ga ada di pertandingan cuma ikan-ikan kalau nonton streaming gitu kan. - Eh boleh nyebut meraka. - Boleh ga apa-apa. - Boleh nyebut meraka. - Biar seru aja deh, kesengah bampak. - Eh ini ya. - YK ya, emak gitu emak gitu kalau tau emak yang meraka. - Luka nyebut rokok, kita dibayarin cuma berno angroko ga dibayarin. - Ayuh dong, sponsor-sponsor rokok, emak, jaram super, apa isa, you mat, apa pun itu ayuh dong, sponsorin podcast ini, podcast ini bagus. - Lo selalu trending topik. - Tiduk kasih. - Pengendukasi podcast ini ayuh dong, sponsorin gitu. - Jalan-jalan, gimana terdian rokok. - Kayak, rokok nih kan berat emak gitu. - Maktu dia enggak boleh, enggak boleh, jadi sponsor dibayarin benar-benar pensi waktu itu, dia ganti kok gitu. - Jadi apa? - Logonya aknya doang yang dia ambil gitu di capture, cuma aknya doang, abis itu di tempel ke-ke-ke-ke-ke-ke-ke-ke setiap acara-acara nya. - Dan orang-orangan malah langsung mengasuh siasikan itu dengan oi nih acara nya samburnak nih, kayak L.A gitu. - Ayuh dong, jaram gitu. L.A dia begin apa ya, L.A Indivest tapi duluan gitu kan namanya L.A Indivest sub itu enggak, dan sekarang enggak tiga ndi semua kan gitu. Artinya kan itu tentang bagaimana proses kreatif dari dua sisi aja gitu tentang pemerintahnya seperti apa gitu. Dan juga kembanya seperti apa, dan juga si-si-si-si-si, stakeholder-sekolder yang ada di-di-di-di, industri ini aja sih sebenernya gitu. Karena ya sebenernya enggak semua efek dari bir ini jahat, ada juga efek-effek positifnya. Itu walaupun sebaiknya juga kita jangan terlalu banyak minum biir, itu aja sih kalau gue. - Dan kalau kayak gitu kan selanapas kelamatan kan yang melakat kan soal aturan kan sebenernya kan. Jadi kayak misalkan jadi bagi lagi lega Indonesia baru enggak boleh, enggak udah gitu. So, misalkan penprofu, berapa penprofu kan, marang-keras adanya apa minuman di jual. Kau dulu juga kita masih bisa, apa, beli di sefal, beli di apa namanya. - Di market lah. - Bisi K gitu kan di. - Sekarang susah kan karena di larangan gitu. - Tapi di Gover tadi. - Ayuh dong Gojek, aplikasi kan di anak bonsa, sponsor itu wakasi ini, wakasi ini, jangan mengedukasi. - Nggak cuman ada kan emang kalau buat kayak gitu kan emang kebijakan dari ini kan apa, apa jabat nah. Pajabat tuh juga mereka ada pukiran balitis juga gitu. Jadi ketika mereka ingin menggaya suara konservatif, bisa kan, atau segala macem. Itu yang nggak mau untuk ada alcohol di legakan gitu-gitu, di sepakulah, segala macem, ya. Biali belum terbuat mereka, makanya orang-guragu tuh, kalau aturan itu, kadang nggak tegas gitu. Mereka masih pengen, oh kak, ini kalau mau ya sponsor, masih okin sebenernya sih. Karena bisa muntir kompetisi lah, apa lah gitu. Jadi sebenernya mereka nggak ngarang juga, tapi mereka nggak mau ngasih ibarnya, surat di jinyan langsung, oh jodah lo boleh gitu. Dan akhirnya setengah-sengah tadi. - Iya orang kompulis, sebenernya gak ada siara kebijakan public juga seperti itu. Kayak, misalnya nih rumah judik, misalnya kalau rumah judik kan katanya, duitnya banyak gitu dan orangnya gitu. Apa, duitnya lancar lah sebagai sponsor gitu. Tapi buktinya sekarang rumah judik, disini juga, sepuh yang jadi sponsor, ada juga kok yang gak cinya belum turun-turun gitu. Ya kan harusnya gitu kan, artinya karena emang ada aturan yang ngebobuh gitu misalnya kayak gini. Yaudah lo boleh di sponsorin tapi lo nggak boleh telat gaji pemain bola gitu. Kasihan emangasih gajinya turun, artinya gajinya naik. Turun-turun. Jauh udah, kalau gitu next, kita akhirnya saja, sebelum ada yang. - Yang ngalucu lagi. - Jujur lagi. Ya udah, sekalian terima kasih buat bungsikit dan. - Dan unang agot, unang lagi lah. - Bungat bar. Agot sebuah, matahari unang lagi. - Ya kan, gue unang lagi gak? - Boleh, boleh, boleh. - Gue udah kelihatan internet. - Boleh, boleh, boleh, boleh, boleh. Pekalaman lagi, pengalamannya langsung lebih sedek, ya. - Yaudi. - Yaudi, nanti gue undang juga deh kos jasin. - Wat? - Kita berempat ya? - Apa? - Kita berempat. - Ga, gue juks gue belum nyampe kesitu, juks gue ga mungkin nyampe kesitu. - Gue ga mau ngajak-jauh-jauh-jauh kayak gitu. - Kalau mau. - Gue mungkin. - Gue mulai ada di mana? - Gue mulai ada di wantutri. - Dia mulai ada di mana? - Di Twitter atau Instagram, atau? - Ya, mulai kalau mau. Ada kayak yang mengenang-engenang buat kecaya, virsaya punya kegataan gitu. - Dia mana dia? - Di @prasetipuppraset.ta.a.a.p.o. - Kalau, gue ngakbar di mana? - Akbar adi. - Di Instagramnya. - Saya ngapnya. Bukan attitude prosik ya? - Apa itu? - Daya tiga ya? - Tunggu-tungguan! - Kok gue buat. - Ya, udah gitu, terima kasih sepanya. - Adek. - Selamat pagi. - Dada. - Terima kasih. - Selamat pagi. - Seru-seru-seru-seru-seru ini.
Podcast Summary
Key Points:
Podcast ini membahas hubungan historis dan budaya antara bir dan sepak bola, terutama di Inggris dan Belanda.
Bir awalnya dipromosikan sebagai alternatif minuman keras beralkohol tinggi untuk mengurangi mabuk, tetapi justru menjadi bagian integral dari budaya nonton sepak bola.
Aturan mengenai konsumsi bir di stadion bervariasi, termasuk larangan di tribun tertentu di Inggris, sementara di Belanda lebih longgar dan terkait dengan ritual sosial.
Sponsor bir pada seragam klub dibatasi sejak 2017 karena dianggap tidak baik untuk anak muda, meski merek bir tetap hadir sebagai sponsor tidak langsung.
Summary:
Podcast ini mengeksplorasi kaitan erat antara bir dan sepak bola dari perspektif sejarah dan budaya. Awalnya, bir di Inggris diperkenalkan melalui undang-undang sebagai minuman beralkohol rendah untuk mengalihkan masyarakat dari spirit yang lebih keras, dengan harapan mengurangi mabuk. Namun, hal ini justru membuat pub menjadi pusat komunitas dan terkait erat dengan sepak bola, tempat orang berkumpul sebelum dan sesudah pertandingan.
Di Belanda, budaya serupa terjadi dengan pub sebagai lokasi nongkrong, menonton pertandingan, dan bahkan bermain dart. Peraturan tentang bir di stadion berbeda-beda; di Inggris, konsumsi bir sering dilarang di tribun, sedangkan di Belanda lebih fleksibel. Sponsor bir pada seragam klub dibatasi sejak 2017 karena kekhawatiran pengaruhnya pada pemuda, meskipun merek bir tetap hadir dalam sponsor lain.
Diskusi juga menyentuh International Beer Day serta popularitas bir secara global sebagai minuman ketiga setelah air dan teh.
FAQs
International Beer Day dirayakan setiap hari Jumat pertama di bulan Agustus, misalnya pada 7 Agustus 2020. Tujuannya untuk berkumpul, minum bir, dan merayakan para pembuat serta penyajinya.
Di Inggris, bir menjadi populer sebagai alternatif minuman beralkohol tinggi yang lebih aman. Pub-pub kemudian menjadi pusat komunitas untuk berkumpul, bertaruh, dan menonton sepak bola, sehingga menciptakan ikatan kuat antara bir dan sepak bola.
Di Inggris, bir tidak boleh diminum di tribun stadion, tetapi bisa dinikmati di area concourse atau pub sekitar. Di Belanda, kebijakan serupa berlaku, terutama untuk pertandingan tertentu.
Sponsor bir dibatasi karena dianggap tidak baik untuk anak muda. Sejak 2017, aturan melarang logo bir di seragam, meski klub masih bisa memiliki sponsor bir secara tidak langsung.
Di Inggris dan Belanda, penonton sering berkumpul di pub sebelum pertandingan untuk minum bir dan bernyanyi. Ini menjadi ritual sosial yang mempererat komunitas penggemar sepak bola.
Pub berfungsi sebagai pusat komunitas tempat penggemar berkumpul, bernyanyi, dan menonton pertandingan bersama. Banyak yang tidak punya tiket tetap datang ke pub untuk merasakan atmosfer pertandingan.
Chat with AI
Loading...
Pro features
Go deeper with this episode
Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.