Masalah Kesejahteraan Sosial Dalam Pengembangan Masyarakat
from SOSIOLOGI KOPI
32m 21s
Transkripsi membahas masalah kesia transosial—hambatan yang mencegah individu atau kelompok menjalankan fungsi sosial secara efektif—dalam konteks pengembangan masyarakat. Masalah ini bersifat sistemik dan tak berujung, terjadi di semua tingkatan, dari keluarga hingga negara. Untuk mengatasinya, diperlukan pendekatan multi-sektor yang mempertimbangkan aspek budaya, ekonomi, politik, dan pendidikan. Kunci keberhasilan adalah membangun program yang berbasis pada potensi lokal, bukan keinginan pelaksana, agar tidak menimbulkan beban atau ketidaksesuaian. Penyandang kesia transosial seperti anak terlantar, korban kekerasan, dan kelompok minoritas juga dijelaskan secara khusus. Masalah ini dipahami dari tiga perspektif: presidual (kesalahan individu), institusional (sistem tidak adil), dan pengembangan (kurangnya peran pemerintah). Pendekatan integratif yang menggabungkan ketiga perspektif ini dianggap lebih efektif untuk memperbaiki fungsi sosial masyarakat secara menyeluruh. Podcast ini menekankan pentingnya memahami dan mengatasi kesia transosial agar masyarakat bisa berkembang secara inklusif dan berkelanjutan.
Oke, semuanya pakabar sobat susu lagi kopi, semuanya semuanya dalam situasi dan kondisi yang sehat-sehat semua.
Dan tentunya gue ga lupa buat selalu menjaga sehatan dan yang paling terpenting dalam situasi dan kondisi pandemi COVID-19 saat ini adalah tetap lakukan protokol sehatan Y3M, menggunakan masker, mencucitangan dan menjaga jara.
Nah, pada kesempatan kali ini gue mau buat podcast mengenai masalah ke sia transosial di dalam penggembangan masarakat.
Nah tentunya dasar dari kita melakukan penggembangan masarakat karena adanya satu masalah.
Masalah di sini perangkat dari apa yang terjadi di masarakat itu sendiri.
Nah oleh karena itu pada podcast gue kali ini gue mau sedikit menjilaskan mengenai apa yang dimaksud dengan masalah ke sia transosial di dalam penggembangan masarakat.
Nah yang dimana ya ini sangat penting sekali bagi seorang plaksana penggembangan masarakat memetahkan permasalah ke sia transosial dari suatu wilayah di masarakat tertentu.
Nah, di dalam suatu negara aku susunya di negara berkembang.
Ini terdapat si close keadaan yang merupakan suatu link karan yang tak berujung. Nah, di sini lah yang kemudian menghambat perkembangan masarakat secara keseluruhan atau sebagian.
Jadi di negara mana pun dunia ada satu si close yang ga berujung dia selalu terus menerus menjadi link karan. Jadi hal ini ga bisa ada suatu negara di dunia mana pun yang bisa menilasakan hampir 0% pasti ada saja yang tidak 0%.
Karena memang nih siapatnya adalah si close. Nah, oleh karena itu lah dalam konteks hal tersebut kemudian diperlukan suatu tindakan untuk memotong link karan yang tak berujung ini untuk meningkatkan keadaan masarakat secara menyeluruh atau sebagian dari masarakat menjadi lebih baik lagi.
Jadi memotong di sini maksudnya adalah bagaimana si close link karan ini tidak terus menerus menjadi satu beban bagi suatu negara.
Walaupun permasalahan ini akan terus menerus ada di dalam masarakat dan dia pasti ada. Baik bagi negara berkembang mau pun negara maju itu sendiri. Nah, dalam konteks setiap masarakat ini tentu memiliki potensinya yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan potensinya.
Baik sumber daya manusiannya, sumber daya alam, sumber daya sosialnya. Nah, oleh karena itu dari segala potensi yang dimiliki oleh si masarakat ini maka hal ini dapat menjadi peluang untuk dikembangkan.
Tujuannya buat apa sih menggembangkan potensi yang ada pada masarakat ini, salah satunya adalah memotong link karan tersebut supaya link karan tersebut tidak terus menerus menjadi sebuah link karan yang ada di satu masarakat tersebut.
Jadi, dalam konteks kemiskinan misalnya, kemiskinan memang di negara-negara maju mau pun negara berkembang, dia tetap akan ada. Tapi minimal, dia bisa di minimalisir dampaknya.
Nah, itu pun yang dimaksud dengan memotong link karan ini, jadi memotong link karan ini supaya dampaknya pun tidak semakin meluas dan menjadi buban bagi negara itu sendiri.
Nah, contoh lainnya lagi misalnya memotong link karan, misalnya ada satu keluarga. Satu keluarga ini dibuapannya miskin. Nah, gimana caranya supaya anak-anaknya tidak ikutan miskin? Nah, di potong lah link karan kemiskinan pada keluarga tersebut. Nah, ini berarti dalam aspet yang mikro.
Ya, itu adalah menyakolakan anak-anaknya kemudian memberikan ke trampilan kerja pada anak-anaknya supaya anak-anaknya ini bisa mengembangkan potensi yang ada pada dirinya.
Sehingga anak-anak dari keluarga ini, dia bisa mencapai ke sejat transosialnya dengan baik atau minimal tidak sama dengan orang tuanya, atau kalau di dalam istilah sosialuginya namanya melakukannya namanya mobilitas sosial.
Nah, oleh karena itu lah, dalam konteks memotong link karan kemiskinan, link karan permasalan ke sejat transosial ini, ini dibutuhkan penerapan pengembangan masyarakat untuk mengembangkan potensi yang ada di masyarakat melalui pendekatan yang multi sektor.
Nah, pendekatan yang multi sektor ini maksudnya adalah bahwa permasalan permasalahan yang terjadi di masyarakat tidak selalu dilihat dalam konteks aspek sosial saja.
Tetapi juga, dapat dilihat dalam aspek yang lain, misalnya aspek budaya, misalnya aspek budaya.
Kenapa sih nih orang pedahal dia punya kemampuan fisiknya bagus, tetapi kenapa mengemis? Otenya ternyata mereka punya budaya kemiskinan, mereka sudah terbiasa hidup dengan berpropesi sebagai pengemis, glandangan.
Nah ini banyak fenomena-phenomena yang terjadi juga di Indonesia, yang dimana?
Orang lebih memilih, mencari pakejan yang lebih muda yang tidak menyulitkan mereka. Nah, oleh karena itu lah, di konteks pada masyarakat di sini, ini bisa dilihat bahwa dan kehidupan masyarakat, kehidupan kemiskinannya sebenarnya juga berangkat dari namanya budaya kemiskinannya itu sendiri.
Nah, oleh karena itu lah, konteks yang lain, aspek aspek budaya ini perlu juga dilakukan melalui pendekatan pengembangan masyarakat.
Nah, selain masalah budaya, muli sektor lainnya lagi adalah politik, ekonomi, dan juga aspek aspek lainnya lagi seperti aspek pendidikan.
Nah, oleh karena itu dah dalam proses pengembangan masyarakat untuk mengambangkan potensi ini, sediannya harus dilihat dalam berbagai macam multi sektor. Nah, dalam konteks yang lain, setiap masyarakat itu pasti punya permasalahan ke sejataran sosial.
Yang dimana, permasalahan ke sejataran sosial ini, kalau tidak di tanganin dengan baik, dari level yang paling terkecil adalah keluarga, kemudian dari level mejonya adalah masyarakat.
Nah, dari level makronya adalah negara. Yang dimana, dari permasalahan ke sejataran sosial di masyarakat, ini tentu lambat, laun akan menjadi beban bagi negara.
Di satu sisi juga, ini akan mengambat lagi perkembangan masyarakat yang mandiri dan berdaya. Nah, oleh karena itu supaya proses penghambatan ke sejataran masyarakat dan proses penghambatan ke sejataran dari suatu negara, ini perlu di intervenci.
Nah, perlu di intervenci melalui yang namanya kegiatan penghambangan masyarakat. Nah, kegiatan penghambangan masyarakat ini salah satunya adalah dia harus bisa melihat dengan gili.
Eh, potensi potensi yang dimiliki oleh si masyarakat tersebut. Jadi, jangan sampai dalam kegiatan penghambangan masyarakat, temudian menghambangkan sesuatu hal yang masyarakat itu tidak memiliki potensi di dalamnya.
Ya, contoh, misalnya kalau lihatnya potensi sumber daya alam. Masyarakat, ah, ini punya potensi umber daya alamnya adalah tebu.
Misalnya, mereka banyak menjadi petani tebu. Nah, tiba-tiba kemudian mau dilakukan kegiatan penghambangan masyarakat, itu pengelolan peripik pisang.
Nah, sementara, pohon pisang di tempat tinggal masyarakat ini sangat sedikit, bahkan belum banyak yang masyarakat menganam pohon pisang.
Ya, kalau pun misalnya mau melakukan pengolahan pisang mereka ya harus beli pisang di pasar misalnya. Nah, sementara potensi mereka ini tebu. Nah, ini kan artinya dalam proses penghambangan masyarakat tidak bisa melihat proses potensi yang ada di masyarakat.
Ya, jadi hal yang perlu dilakukan adalah kita harus berangkat dari potensi yang dimiliki oleh masyarakat. Ya, bukan berdasarkan keinginan dari si pelaksana penghambangan masyarakat.
Nah, kalau misalnya kita berangkat dari potensi yang ada di masyarakat maka proses kegiatan penghambangan masyarakat pun akan berjalan dengan efektif dan efisian.
Karena bisa dikatakan masyarakat juga memiliki potensi tersebut, jadi tidak jadi buban untuk masyarakat.
Kayak tadi misalnya contoh, mau dilakukan pelatihkan pengolahan kribik pisang. Sementara mereka itu punya tebu.
Nah, kalau misalnya tetep dipaksakan pelatihkan pengolahan kribik pisang, mau ga mau kan mereka harus membeli.
kan membeli kemudian membeli kemudian
dan harus berangkat terpasar untuk membeli bahan baku kribik pisangnya.
Nah ini kan tentu akan jadi beban atau keterpaksan untuk mereka.
Nah beda soal kalau mereka ternyata semuanya memiliki potensi pohonan tebu.
Nah ini kan sebenarnya tinggal di inovasikan saja produk-produk dari pohon tebu itu sendiri,
mau dijadikan apa di dalam kegiatan pengen banget masyarakat.
Nah selain itu juga yang perlu dilihat juga adalah aspek diograpis dari suatu masyarakat.
Misalnya khususnya dalam aspek diograpis ini misalkan akses jalan.
Misalkan akses jalannya hanya bisa dilalui oleh speda motor.
Ya mau tidak mau ya perus pengumbangan masyarakat harus bisa berbasis pada hal-hal yang tidak
membawa barang-barang atau kebutuhan kigetan pengumbangan masyarakat yang begitu banyak.
Melihat situasi kondisi jalannya tidak memukinkan.
Jadi bahan-bahan yang digunakan pada perus pengumbangan masyarakat itu jusru lebih baik adalah yang berasal atau dari masyarakat.
Singga ini jusru, enggak jadi beban buat si pelaksana pengen banget masyarakat.
Nah contoh lainnya lagi misalnya ya, potensi pada terampilan kerja.
Ke terampilan kerja mereka misalnya adalah bertani.
Nah ini sebenarnya tinggal di tingkatkan lagi potensinya mereka.
Ya misalnya kalau potensi ke terampilan mereka ini mereka tahu tentang teknik bertani,
ya tinggal kemudian diversifikasi tanamannya ditambalkan lagi misalnya.
Ya, nah intinya adalah dalam proses pengumbangan masyarakat itu harus berbasis pada potensi yang ada di masyarakat.
Nah potensi yang ada di masyarakat ini tentu juga sedikayakan dengan masalah ke siat transosial yang dimiliki oleh si masyarakat itu sendiri.
Nah dalam hal yang lain ya, masalah sosial sama masalah ke siat transosial ini dia berbeda.
Ya, jadi kalau misalnya masalah sosial itu ruang linkupnya sangat luas sekali.
Nah masalah ke siat transosial ini ruang linkupnya sangat bitil sekali.
Ya, yang dimana masalah ke siat transosial ini merupakan bagian dari masalah sosial.
Dimana masalah sosial merupakan suatu gajal atau fenomena sosial yang mempunyai dimensi atau aspek kajian yang sangat luas atau kompleks.
Dan dapat ditinjau dari berbagai macam perspektif baik itu sudut pandang maupun teori.
Nah sementara ya, kalau masalah ke siat transosial dengan masalah sosial,
bahwa masalah ke siat transosial ini dihadapi oleh individu, kelompok dan masyarakat yang dilatar belakang ini
adanya perubahan dalam kehidupan saat ini.
Yang dibarangi dengan meningkatnya kebutuhan hidup, persaingan hidup yang semakin ketat, ketidamampuan dan terbatasan masalah kat untuk beradaptasi.
Singga terganggu keadaan ke siat transosialnya serta tidak dapat menjalankan fungsi sosialnya dengan baik.
Jadi, poin dari ke siat transosial ini, itu orang terhambat atau tidak bisa secara maksimal menjalankan fungsi sosialnya dengan baik.
Nah, punksi sosialnya dengan baik ini maksinya apa, setiap kita akan pasti disebut dengan makhluk sosial.
Nah makhluk sosial ini kan salah satu cerinya adalah kita senang berinteraksi, senang melakukan komunikasi,
senang melakukan kontak sosial, nah tetapi disuruh ini membuat orang kemudian jadi terhambat, misalnya dia jadi seorang yang introvert.
Nah, menjadi seorang introvert, dia jadi menutuk dirinya, mengunci dirinya, gak mau bergaul dengan siapapun.
Ini yang temudian membuat, dia kemudian mengasinkan dirinya di dalam realitas sosialnya.
Singga fungsi sosialnya dia sebagai makhluk sosial, gak berjalan dengan baik.
Atau punksi sosialnya lagi misalnya sebagai masyarakat. Sebagai masyarakat kita kan harus melakukan gotong royong di dalam masyarakat, tetapi dia gak mau melakukan kegiatan gotong royong.
Nah, artinya ini ada permasalahan fungsi sosialnya pada cinti video tersebut.
Nah, fungsi sosialnya lainnya lagi misalnya dia di dalam mengakses pekerjaannya.
Ya, dia gak bisa mendapatkan akcik pekerjaan dengan baik, dengan layak, singga kemudian dia jadi pengangguran.
Nah, ini termasuk bagian dari masyarakat kejiatan sosialnya, atau misalnya dia mengalami gangguan kecehatan mental.
Nah, itu juga bagian dari dyspungsi sosial, atau ketidaberepungcian sosial pada dirinya.
Nah, di dalam masyarakat kejiatan sosial, baik itu individu kelompok atau masyarakat
yang mengalami masyarakat kecehatan sosial ini disebut dengan penyandang masyarakat kecehatan sosial atau PMPS.
Nah, penyandang masyarakat kecehatan sosial atau PMPS ini merupakan keluarga atau kelompok masyarakat
karena seorang mengalami yang namanya hambatan, sulitan, gangguan, dan tidak dapat melaksanakan fungsi sosialnya.
Singga tidak dapat terpenuhi kebutuhan hidupnya.
Nah, sehingga ada tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya secara memadai dan wajar.
Jadi, PMPS ini bisa dikatakan bahwa seorang individu memopun keluarga, masyarakat ini tidak bisa menjalankan fungsi sosialnya
karena dia mengalami satu hambatan ke sulitan atau gangguan.
Sehingga dia tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya secara memadai dan wajar.
Nah, setidaknya, di dalam konteks di Indonesia, itu ada 26 genis penyandang masyarakat kecehatan sosial.
Yang dimana ini pun sudah dibakukkan di dalam regulasi peraturan menteri sosial, republik Indonesia nomor delapan tahun 2012.
Ya, setidaknya ada 26 penyandang masyarakat kecehatan sosial.
Yang pertama adalah anak balita terlantar.
Jadi, si anak balita ini tidak di akui sama orang tuanya atau mungkin di buang oleh orang tuanya.
Nah, si anak balita ini termasuk adalah PMPS.
Jadi, dia tidak diurus oleh sama orang tuanya dan di Indonesia banyak sekali anak bayi yang kemudian di buang.
Mungkin karena masalah process kelahiran si anak bayi itu karena hasil hubungan yang ilegal.
Ya, atau mungkin anak bayi itu kelahiran tidak diinginkan oleh kedua orang tuanya.
Ada banyaklah persoalannya.
Yang gila, si anak bayi, anak balita terlantar ini termasuk dari PMPS.
Nah, yang kedua adalah anak terlantar.
Jadi, si anak balita ini tidak diurus dengan bayi kalau orang tuanya dibiarkan bermain begitu saja.
Kalau dalam bahasa anak komunitas merpati itu di umbar lah.
Jadi, si anak itu di umbar, tidak diberikan proses sedukasi yang bayi kalau orang tuanya.
Ya, tidak diperhatikan kebutuhan ekonominia oleh orang tuanya, tidak diperhatikan kebutuhan pendidikannya.
Tidak diperhatikan kebutuhan spiritualnya.
Nah, sehingga si anak keduanya terlantar atau haknya di sini tidak terpenuhi sebagai seorang anak.
Nah, ini termasuk PMPS.
Yang ketiga adalah anak-nakal yang berhadapan dengan hukum.
Nah, ini anak-anak yang kemudian disebut sebagai anak yang melakukan kegiatan-kegiatan tindakan yang kriminal atau yang melanggar hukum.
Yang kemudian si anak tersebut harus melalui proses pengadilan.
Dan ini, biasanya harus di dalam pini. Nah, ini lah yang kemudian kalau misalkalian tau di tanggerang itu ada lapas anak.
Nah, lapas anak itu anak-anak yang berhadapan dengan hukum.
Atau mereka itu melakukan sebuah perbuatan yang dianggap melanggar satu peraturan hukum pidana.
Kalian kempat anak jalanan. Nah, anak jalanan termasuk juga PMPS penyedang masalah ke sejat transosial.
Karena sebenarnya, gak jauh berbeda dengan yang namanya anak terlantar.
Di mana dia gak bisa mengakses kehidupannya dengan baik di keluarganya di orang tua-nya,
atau mungkin kalau misalkan yang udah gak punya orang tua, gak punya keluarga,
dia kemudian harus mencari napka, mencari jeki, yang sebenarnya itu belum waktu seushiannya dia sesuai dengan undang-undang sejata anak-anak.
Yang dimana kemudian anak jalanan ini pun rentan mengalami tindakan kejahatan tertentu.
Misalnya pelmarkosaan, temudian perdagangan manusia, kemudian perdagangan organ tubuh manusia dan lain sebagainya.
Jadi anak jalanan ini pun termasuk dari PMPS.
Lalu yang terlima adalah anak dengan kedisabilitasan.
Nah, anak yang mengalami disabilitas pun bagian dari penyedang masalah ke sejat transosial.
karena dia gak bisa menjalankan fungsi sosialnya dengan baik
lalu yang kenal adalah anak yang menjadi korban pindah ke krasan atau diperlakukan salah
jadi kalau misalnya konteknya si anak ini selalu diperlakukan kras oleh orang tua nya
bahkan dipukul secara fisik, bahkan kemudian terlalu kasikologisnya
ini si anak ini termasuk dari PMKS, tentunya dia akan punya ngemayat roma
yang sangat mendalam, dalam kehidupannya ketika dia terus menurus diperlakukan
tindakan ke krasan oleh keluarganya, oleh orang tua nya, atau oleh teman-teman nya misalnya
dan ini perlu di intervenci supaya psikologisnya ini bisa di recovery, bisa menjalankan fungsi sosialnya dengan baik
karena memang apapotensi anak yang menjadi korban tindakan ke krasan ini bisa ada dua peluang yang pertama
dia kemudian jadi orang yang pemurung, orang yang gak pecai diri
atau yang kedua itu dia menjadi seorang yang pendendam
atau dia melakukan kopi pes pada orang-orang yang melakukan tindakan ke krasan sama dia
dan itu akan dia kopi pes ketika dia nanti itu memejadi remaja di wasa kepada orang lain lagi
atau dia kayak semacam ingin membalas dindam lah terhadap masa-masa waktu di anak-masa anak-kana
diperlakukan dengan tidak manusiawi kemudian dia kemudian membalas dindam lagi
ketika dia sudah mampu, sudah berkuasa secara fisik, secara tubuh
untuk melakukan tindakan ke krasan
lalu yang ketujuh itu anak yang memerlukan perlindungan khusus
ini biasanya anak-anak yang memerlukan perlindungan khusus ini
anak-anak yang menjadi korban dari satu tindakan kriminal
atau tindakan tindakan yang siapatnya itu membayakan si anak tersebut
termasuk, misalnya anak dari hasil percerayan
dia jadi rebutan antara kedua orang tuanya, anak harus di lindungi secara khusus
supaya dia tidak mengalami permasalahan psikologis pada si anak tersebut
lalu yang kedalapan dalam lanjut usia terlantar
lanjut usia terlantar nipun termasuk bagian dari pemkais
yang dimana orang tua yang kemudian dibuang begitu saja
sama anak-anaknya atau tidak diurus oleh keluarganya
kemudian dibiarkan dia berjalan di jalan raya
yang kemudian biasanya kalau ditemukan orang tua terlantar seperti ini
di nasosial akan memasukannya ke panti jumpo
lalu kemudian tunasusila, tunasusila ini
juga bagian dari pemkais
lalu yang ke sebelah segelandangan, 12 pengen mis, glandangan, 13 pengulung glandangan
jadi glandangan atau gay prank ini, glandangan pengen mis pengulung
ini merupakan contoh dari pemkais
jadi mereka ini tidak bisa mengaksa 8 peterjanya
tidak bisa mengaksa sekebutuhan primarnya dia
kemudian mereka menjadi gay prank glandangan pengen mis dan pemulung
dan mereka ini butuh interprensy sosial dari masyarakat
mau pun dari pemerintah pada khususnya
hal yang kem 14 ini kelompok minoritas
nah kelompok minoritas ini biasanya kelompok kelompok
yang di suatu wilayah
dia mengalami berbagai macam intimidasi
dari kelompok mayoritas
yang dimana kemudian kelompok minoritas ini perlu dilindungi
ini biasanya kelompok minoritas ini
bisa berkaitan dengan yang namanya
suku agama etnis ras mau pun golongan
lalu yang kalau 15 ini adalah
bekas warga binaan membagi pemasara katan
atau mantan napi, namatan napi ini pun
biasanya ketika mereka
luar dari pinggara
ini kan
mereka ini
dapat perlakuan yang tidak baik dari masyarakat
dan itu yang disuruh membuat sinapit
sebut, mantan napi tersebut
yang tadi ini sudah berlaku
baik kemudian bisa jadi
balik lagi melakukan tindakan krimin hal dan
ini lah yang perlu
dilakukan kegiatan
proses pengembangan masyarakat
supaya
dia bisa menjalankan fungsi sosialnya
dengan baik
lalu yang ke 16 itu orang dengan Hyper Edge
yang ke 17 itu
korban penyakal guna anabza
yang ke 18 ini
korban trafficking
atau korban perdagangan
manusia
lalu yang ke 17 ini
korban tindak ke kerasan
termasuk juga
kalian kalau misalnya
pacaran kemudian
selalu mengalami tindakan ke kerasan
atau lepasan
kalian termasuk dari PMPS
lalu kemudian ada pekerja migran
bermasala sosial
lalu yang ke 21
korban bencana alam
ke 22 ini korban bencana sosial
23 perempuan rawan
sosial ekonomi
24 ini
wakir miskin
25 keluarga bermasala
sosial sekologis
26 ini komunitas
ada terpencil
nah dari ke 26
masalah kejadian sosial ini lah
yang kemudian perlu
dilakukan kegiatan
pengembangan masyarakat
agar
setiap individu
keluarga
atau kelompok masyarakat
yang nulupakan
bagian dari PMPS
ini
dapat kembali
memenuhi kebutuhan
sosial dan memenuhi
fungsi sosial
dengan baik
lalu kemudian
dalam memahami
masalah kejadian sosial ini
setidaknya bisa
dilihat dalam 3 perspektif
perspektif yang pertama
itu perspektif
presidual
perspektif presidual ini
dia biasanya
melihat
masalah kejadian sosial
disebabkan oleh
kesalahan
kesalahan
individu
dan karnanya
menjadi tanggung jawab
dirinya
dan bukan sistem sosial
atau lembaga sosial
jadi dalam perspektif
residual ini
lebih menitik beratkan
bahwa memang
masalah kejadian sosial itu
disebabkan karnanya
individu tersebut
misalnya
individu tersebutnya
punya
etos kerja yang renda
atau
misalnya
individu itu
pengecut
pemalas
intinya
dalam perspektif presidual ini
dia melihat
penyebab masalah
kejadian sosial itu
disebabkan karnanya
individu itu sendiri
jadi bukan
sistem sosial
atau lembaga sosialnya
jadi
tulang kemudian
harus jadi tanggung jawab
dari si individu
kalau misalnya
dia mau
berfungsi
secara sosial
dengan baik lagi
itu
perspektif presidual
lalu
perspektif yang kedua
adalah perspektif
institusional
nah, dalam perspektif
institusional
berbeda dengan
residual
kalau yang institusional ini
disuruh
memandang
masalah kejadian sosial
bukan disebabkan
oleh kesalahan
individu
melayinkan
produk dari sistem sosial
yang tidak adil
yang menindas
dan rasis
yang kemudian
membentuk
sistem
yang tidak memihak
kepada masyarakat
seperti sistem kapitalis
jadi
dalam konteks
perspektif
institusional
ini
dia melihat
bahwa
kehidupan
di dalam masyarakat itu
yang kemudian
lahirkan
yang namanya
masalah kejadian sosial ini
disebabkan
karena
satu sistem
yang ga berpihak
masyarakat itu
satu sistem
yang ga berpihak
masyarakat itu
satu sistem
yang ga berpihak
pada keluarga itu
misalnya
kenapa
si banyak masyarakat
menganggur
karena
sistem sosialnya
membuat
pekerjaan itu
membutuhkan yang namanya
ijasa
S1
sementara
banyak lulusan
SMA
lulusan SMP
sehingga
ini lah yang membuat
si individu
ga bisa
lama terperkejian dengan
pekerjaan yang layak
dan baik
karena dia hanya
lulusan SMA
ini kan
sistemnya sudah dibuat
akhirnya
yang terjadi
adalah
si individu
dia ga bisa mengaksus
selapan pekerjaan yang layak
akhirnya dia
yang mengaksus
selapan pekerjaan
sesuai dengan
ijasa
yang dia punya
atau diamiliti
itu
perspektif
instrisional
jadi
lebih kepada
sistemnya
yang disalakan
kalau
tadi
residual itu
individunya
kalau
instrisional itu
lalu yang
perspektif yang ketiga
adalah perspektif
pengembangan
atau deplopment.
Nah, kalau
perspektif pengembangan ini
disimemandang
masalah kejahatan sosial
dikarnakan
kurang akripnya
peran pemerintah
dalam memberikan
kontribusi langsung
pada pembangunan sosial
melalui
kebijakan
sosialnya
maupun program-program
di sektor publiknya
sehingga
kemudian
menciptakan masalah kejahatan
sosial
pada warga negaranya
jadi
kalau yang perspektif
ketiga ini
jusu melihatnya
karena
kurang terlibatnya
pemerintah di dalam
proses pembangunan
di masa rakat.
Jadi
pemerintah ini
nggak
nggak punya
aware,
nggak punya
kepudulian,
nggak punya tanggung
jawab
kepada si masyarakat
yang di mana
pada saat masyarakat
itu mengalami
pengangguran tinggi
kemudian mengalami
kemiskinan
diusum
pemerintahnya
nggak peduli
kalau peduli
itu hanya
setengahati
misalnya nggak punya
komitmen yang
tinggi
untuk bisa menyelesaikan
permasalahan yang
terjadi di
masa rakat.
Nah
selain itu juga
dalam konteks yang lain
melihat
bahwa
pemerintah ini
yang kemudian
menciptakan situasi
dan kondisi dari
satu sistem
yang nggak berpihak
sama
masa rakat
contoh.
Jadi ini
perspektif pengembangan
juga bisa kembali nantikal
insusional,
bisa kresidual.
Contoh
misalnya
Udah, Udah, Omnis, Omnis, Buslau.
Omni bus ya, ini kan sebenarnya dianggap bagi masyarakat ini membuat sistem yang membuat poker jah itu jadi makin sulit.
Nah ini akhirnya apa yang terjadi dari lahirnya kebijakan yang dikelakukan oleh pemerintah.
Ini kemudian melahinkan yang namanya perspektip insusional. Jadi masyarakatnya terlan ke, atau disebabkan karena sistemnya dibuat oleh pemerintah gak berpihak sama masyarakat.
Nah akhirnya apa yang terjadi dari sistem ini bisa kemudian membuat orang ini jadi hopeless.
Jadi makin apatis lah itu yang kemudian memicuk terjadi masalah kejiatan sosial. Jadi dalam melihat masalah kejiatan sosial pun tidak hanya tunggal, tidak hanya melalui perspektip residua saja, atau perspektip insusional atau perspektip pengembangan tetapi juga kita bisa melihat masalah kejiatan sosial ini secara integratif.
Itu menggunakan 3 perspektip ini sekali gus, dalam melihat satu fenomena masalah kejiatan sosial.
Nah itu saya kirak terkait podcast gue pada hari ini, dan tentunya apa yang gue sampaikan ini sangat ringkas sekali jadi buat kalian sobat susul lagi kopi untuk menambahkan sana ilmu pengatawan kalian bisa membaca berbagai macam referensi buku-buku yang lain terkait dengan masalah kejiatan sosial.
Oke, sekian dari gue terima kasih buat kalian sudah mau mendengarkan podcast gue pada kali ini, dan gue gak capek-cepnya buat ingetin kalian buat tetap jaga kecehatan dan patuhi protokol kecehatan ingat 3M.
Sekian dari gue jangan lupa minum-minuman yang lusuka tentunya minum-minuman yang bukan berar kohol ya, yang legal ya, yang gak dilarang oleh agama seperti P, kopi susu, dan lain sebagainya yang pokoknya bukan topi miring lah.
Oke sekian dari gue terima kasih salam seruput kopi.
Podcast Summary
Key Points:
Masalah kesia transosial adalah hambatan yang mencegah individu, keluarga, atau masyarakat secara efektif menjalankan fungsi sosialnya.
Permasalahan ini bersifat tak berujung dan terjadi di berbagai lapisan masyarakat, baik di negara berkembang maupun maju.
Penting untuk memotong "link karan" kesia transosial dengan pendekatan multi-sektor seperti budaya, ekonomi, politik, dan pendidikan.
Pengembangan masyarakat harus berbasis pada potensi lokal, bukan keinginan pelaksana, agar tidak menimbulkan beban atau ketidaksesuaian.
Masalah kesia transosial merupakan bagian dari masalah sosial yang lebih luas, tetapi memiliki ruang permasalahan yang sangat terfokus.
Penyandang kesia transosial (PMPS) mencakup anak terlantar, anak jalanan, korban kekerasan, disabilitas, dan kelompok minoritas.
Diperlukan tiga perspektif untuk memahami masalah ini
Solusi terbaik adalah pendekatan integratif yang menggabungkan semua perspektif untuk memperbaiki fungsi sosial secara menyeluruh.
Summary:
Transkripsi membahas masalah kesia transosial—hambatan yang mencegah individu atau kelompok menjalankan fungsi sosial secara efektif—dalam konteks pengembangan masyarakat. Masalah ini bersifat sistemik dan tak berujung, terjadi di semua tingkatan, dari keluarga hingga negara. Untuk mengatasinya, diperlukan pendekatan multi-sektor yang mempertimbangkan aspek budaya, ekonomi, politik, dan pendidikan.
Kunci keberhasilan adalah membangun program yang berbasis pada potensi lokal, bukan keinginan pelaksana, agar tidak menimbulkan beban atau ketidaksesuaian. Penyandang kesia transosial seperti anak terlantar, korban kekerasan, dan kelompok minoritas juga dijelaskan secara khusus. Masalah ini dipahami dari tiga perspektif: presidual (kesalahan individu), institusional (sistem tidak adil), dan pengembangan (kurangnya peran pemerintah).
Pendekatan integratif yang menggabungkan ketiga perspektif ini dianggap lebih efektif untuk memperbaiki fungsi sosial masyarakat secara menyeluruh. Podcast ini menekankan pentingnya memahami dan mengatasi kesia transosial agar masyarakat bisa berkembang secara inklusif dan berkelanjutan.
FAQs
Masalah ke sia transosial adalah hambatan yang mengganggu kemampuan individu, keluarga, atau masyarakat untuk menjalankan fungsi sosial secara optimal, seperti berinteraksi, bekerja, atau berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang seharusnya.
Memotong link karan menghambat penyebaran masalah sosial, seperti kemiskinan, agar tidak semakin meluas dan membeku pada generasi berikutnya, sehingga masyarakat dapat berkembang secara lebih baik.
Memberikan pelatihan kerja dan pendidikan kepada anak-anak dari keluarga miskin agar mereka bisa meningkatkan taraf hidup dan tidak mengikuti pola kemiskinan yang dimiliki orang tua.
Pendekatan ini melibatkan berbagai aspek seperti budaya, ekonomi, politik, dan pendidikan untuk memahami dan menyelesaikan masalah sosial secara menyeluruh, bukan hanya dari satu sisi saja.
Karena jika kegiatan tidak berbasis pada potensi yang dimiliki masyarakat, maka akan menjadi beban bagi mereka, seperti membeli bahan baku yang tidak tersedia secara lokal.
PMPS adalah individu atau kelompok yang mengalami hambatan dalam menjalankan fungsi sosial, seperti anak terlantar, korban kekerasan, atau kelompok minoritas yang mengalami diskriminasi.
Chat with AI
Loading...
Pro features
Go deeper with this episode
Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.