Go back

Marxism

69m 9s

Marxism

Transkripsi ini membahas filsafat ekonomi Marxisme, dimulai dengan latar belakang pengaruhnya di dunia dan Indonesia. Marx diilustrasikan terinspirasi oleh Hamlet yang ingin "meluruskan waktu," merefleksikan upaya Marx memperbaiki sejarah yang dianggapnya rusak oleh kapitalisme. Inti Marxisme adalah materialisme, di mana kehidupan manusia ditentukan oleh aktivitas material seperti pemenuhan kebutuhan dasar (pangan), bukan oleh kesadaran atau gagasan abstrak. Dari sini, teori kelas muncul: masyarakat memiliki basis (kehidupan sosio-ekonomi material) yang membentuk suprastruktur (produksi mental seperti seni, agama, dan filsafat). Perbedaan kelas—seperti borjuis dan proletar—mempengaruhi pola pikir dan konsumsi budaya; kelas atas menghasilkan karya rumit karena kebutuhan dasarnya terpenuhi, sementara kelas pekerja cenderung pada hal sederhana. Kritik sastra Marxis menganalisis bagaimana karya seni mencerminkan dan diproduksi oleh dinamika kelas ini, menekankan peran alat produksi yang dikuasai kelas tertentu. Pembahasan juga menyentuh kegagalan praktik komunisme di berbagai negara dan pentingnya mempelajari Marxisme secara akademik tanpa takut.

Transcription

4404 Words, 29978 Characters

Indonesian
*Music* *Music* *Music* *Music* *Music* *Music* *Music* *Music* ekonomi, sebetulnya. Jadi ini, filasafat ekonomi lah sebetulnya gitu. Kalau saya menyebihkan anak-anakan, kegasan-ggasan maks itu dengan bahwa G2 mencoba mendesklipsikan sebuah filasafat ekonomi. Dimana dia menganalisis serang keyan aktivitas ekonomi capitalis, yang nantinya menjadi dasar dari pembentukan teori kelas. Makannya ada depolitik soal dan kelas kancensis itu menjadi judul dari bab-sepuluh ini di buku saya. Tapi sebelum masuk ke penyadaranan teori, saya akan mencoba mendesklipsikan dulu, latar belakang dari kelas. Ini menjadi seperti seorang nabi yang lukan yang sangat berpengaruh di awal abah 20, sampai pertanggahan abah 20 di seluruh dunia. Bakat Indonesia juga tidak luput dari ideologi maksisme ini yang kita kenali dengan sebagai komunisme. Jadi kita membuka lebaran-lebaran kelam Indonesia. Dimana komunisme dia angkap sebagai suatu hal yang sangat mengerikan. Tapi kita tidak akan masuk lebih jauh di konflik-konflik politis dari maksisme itu sendiri atau komunisme itu sendiri yang ada di seluruh dunia. Sof pada praktiknya, pada ini tanya hari ini maksisme, komunisme, engelsi-nisme, lain-nisme itu hancur yang di jeman itu sudah ancur di Rusia, sudah hancur China juga pada praktiknya tidak menerapkan, tidak menerapkan maksisme atau komunisme secara utu, hari ini. Koriya utara, walaupun masih kental dengan kati komunisme ini tetap saja tidak terlalu mengadopsi teologi-tori komunisme atau maksisme dari dasarnya seperti itu. Jadi entinya banyak-kiniatanya maksisme itu untung. Hari ini sudah tidak ada lagi ideologi dalam mengertihan ideologi yang diperaktikan di seluruh dunia. Kalau ideologi dalam kerangka, kardemik mungkin masih banyak. Kita juga sekarang ini mempelajari maksisme. Kalau kita takut untuk mempelajari maksisme, di situ kita menjadi orang yang tidak bisa mengenal maksisme dengan baik. Selain berikutnya, sebelum saya membehahas dasar-dasar teologi dan maksisme, saya akan mengertihan di situ saya mengertihan. Hamlet dari baba pertama ada dan kelima. Hamlet, yang tersebut dan maksisme, F1, C5. Kenapa saya memutipan ini? Ini ada kreatanya dengan karakter-resorang, karimap, yang sebetulnya, pengen menjadi nabi. Apa menjadi seperti hamlet lah yang ingin mengobah dunia? Di F1, C5 ketika hamlet itu sudah berbicara banyak dengan hantu. Di mana hantu nya ini mengidentifikasi dirinya sebagai hantu bapaknya, The King of the King of the King. Ada bisa berjadikan di F1, C5 yang saya ikut di F1. Di alok terakhir, antara hamlet dengan ghost. Kata hamlet, suer, ghost, dan kemudian mereka bersumpah. Kata hamlet, rest, rest perturbeda, so gentleman, Jalan banyak kerjakan, busy working morningkum I have a eyes bone to set it's right. No, come, let's go together. Action, glue on. Ada bisa melihat? Katak-katak yang saya tebalakan, yang saya tebalakan dan saya besar kan di situ. The time is out of joint. Kemudian I was born to set it right. Hamlet ini terobsasi oleh, "Olehantu, oleh hantu bapanya itu, oleh ruh bapanya." Yang mengatakan bahwa diya, bapanya si Hamlet ini digunuh oleh pamannya sendiri. Sehingga, Hamlet itu harus membalaskan dindam. Hamlet harus mengubah. Apa, negrinya harus mengubah. Soatuhal yang sudah dijalankan desa-rali cik oleh pamannya. Sehingga kemudian dia mengatakan the time is out of joint. Waktu-nya gak netel. Waktu-nya gak nyambung. I was born to set it right. Dan aku terlahir untuk mengeset, menyetelkan-nya kembali. Menyambungkan-nya kembali itu. Hamlet ini, soal orang-orang betul-betul terobsasi oleh, oleh. semua yang dikatakan oleh si Ghost ini. Dan, anda harus tahu bahwa Karmat dalam kehidupannya, dia adalah pengagum dari karya-karya Wilhelm Saks P.L. Dan tentunya dia membaca, membaca Hamlet. Mak kemudian soal orang-olah seperti menjadi soarang Hamlet. Saya membaca ini dari analisisnya Jacques Derrya, Toko post-rectoralis yang sangat kontroversial, soal orang filosokan. Dan saya membaca ini dari budis faktor sosok marh, hantu-hantu marh, yang kemudian ini menjadi langdasan awal dari kenapa seorang Karmat itu mengucapkan sepaktor di tulisan awal, manifesto komunis. Kalau anda membaca manifesto di komunis parti, ada awal kalimati tulisan itu, seperti yang ditulisan oleh saya di kafir slideshow saya. Disari tulis Aine Gespence, Get Room In Europa, Das Gespence, Das Communis, ini bahasa Jerman. Aine Gespence, Get Room In Europa, Das Gespence, Das Communis, Das Gespence itu Ruh, spirit, dan di terjebakan di dalam bahasa Inggris itu menjadi sepaktor. Saya bisa googling untuk membaca manifesto di komunis parti atau manifesto komunis. Di terjebakan Inggrisnya begini,. tidak terbaik. ada hantu sudah membayang iaropa, yang itu hantu komunisme. Nah, dari pembacaan Jax diri, ini katanya bahwa Mark ini terobsesi dengan Hemlett. Mark ini terobsesi seperti Hemlett terobsesi di sepertinya. Karnanya dia menggunakan kata gaspens, atau sepertir, atau ruh, hantu lang, seperti itu. Jadi, Karamrak ini, seolah-olah, ingin seperti Hemlett yang ingin mengesat kembali, menghentikan kembali sejarah. Kenapa harus menentikkan kembali sejarah? Karena, bagi seorang karma, dan tetunya sahabatnya juga tradit angkul. Sejarah itu sudah diacak-acak oleh kapitalisme itu. Makanya dia ingin mengesat kembali, menghentikan kembali dengan generasi organik di awal-awal masa sebelum ada kapitalisme industri, seperti itu. Jadi, kapitalisme industri ini menjadi semmacam kalau di hemlettnya itu paman-nya lah. Paman-nya hemlett yang mengacaukan dunia itu, yang mengacaukan tenmak yang kemudian harus dikenarkan kembali di setel kembali waktunya sejarahnya di luruskan kembali bahwa bahwa manusia itu sejarah itu tidak boleh ada kapitalisme. Karena kapitalisme ini itu merusah seperti itu. Yang itu rata belakang dari kenapa kemudian saya memunculkan kembali selain saya ada hemlett atau kotipan dari hemlett. Nggak kurang lebih seperti itu untuk rata belakang kalau misalnya anda membaca komunis manifesto dan mengenalkan kembali. Kenapa misalnya ada sepat ter. Jadi anda bisa menyatalkannya kembali, mengesat kembali sesuai seperti hemlett bahwa mark itu terobisasi dengan hantu-hantu-hantu-nya dari babanya seperti itu. Ini pengketahuan saya untuk anjas semua karena saya perlu menyampaikan ini karena analisis dari jaks diri day itu cukup tajam. Dia membongkar kekasan maksismu secara komprenhansi dan banyak sekali kontradiksi di dalam kita lanjutkan selaisau saya ini cuma 3 dan saya membuatnya menjadi bagian di selain ketiga dan ini analis saya cukup sebagai pengantar untuk memahami maksismu kita berangkat dari material production apa kemudian saya menolis adat ofik untuk disikasannya wakist di material production jadi begini selesai darah hidup kita ini saya dalam perspektif maksism berbicara dalam perspektif maksism hidup kita ini sebetulnya dientukan oleh aktivitas rila kita sebagai manusia cara kita bertahan hidup itu kan bukan dengan dan bukan dengan suruh tual yang amsrak kita bertahan hidup bukan dengan cintaan misalnya kita bertahan hidup bukan dengan gagasan mengenai ada jasurga dan araka kita bertahan hidup bukan dengan adanya tuhang bukan dengan adanya agama misalnya dan sebagainya tidak dalam perspektif maksism kita bertahan hidup itu karena kita bisa menutupi kebutuhan ril kita sebagai manusia rilmen manusia yang nyata kebutuhan hidup yang nyata itu apa tentunya yang paling mendasar adalah kebutuhan untuk paktan oleh kernanya kena saafat atau teori maksis ini teori yang materialis artinya adalah segala sesuatu disana levan pada konusur tubuh penda sama seperti melalisis seperti itu makanya di beberapa disusi kemarin ada ada yang sempat menanyakan apabila kancersnis halah psychoanalisis dengan kancersnis alah maksis men nah timudah mudahan saya singgung itu baik jadi manusia itu bertahan hidup dengan makanya tanpa makan manusia tidak bisa bertahan hidup silakan ada tidak makan selama satu minggu selama satu bulan setentunya kita mati lah secara materialistic kita berfikir bahwa kita pasti mati gitu tanpa makan tanpa minum kita mati seperti itu makanya manusia harus bertahan hidup itu dengan makan baru setelah manusia bisa makan manusia kemudian memikirkan halai itu bagaimana berindung dari seengatan matahari berindung dari kujan saya ingat tubuh ini harus di ledung ini dengan pakehan dengan mengbangun rumah misalnya pertiduh hidup, pandai sebagainya seperti itu makanya di dalam apa ya cukup heran bagi saya kalau misalnya di Indonesia itu di bawah sandang pangan papan pada hal pangan dulu harusnya kalau dari perspacik maksis itu ya pangan dulu makan habis makan baru kita masuk ke sandang melindungi diri dari pana, dari kujan, dari bahwa apapun di tubuh kita yang bisa menyerang tubuh kita yang papan rumah untuk melindungi yang lebih luas lagi namanya itu jadi anda tidak bisa bertahan hidup dengan cinta saja ya abang dia anda yang bujin seringnya bujin anda tidak bisa bertahan hidup kalau dari perspacik maksis anda bisa makan cinta itu ya yang anda bisa makan itu adalah nasi lalu paw segala hal yang bisa di makan itu adalah sarat untuk bertahan hidup dia bertahan hidup itu bukan di vans cinta itu dia perspacik maksis ini dia akan namanya juga komunis ya namanya juga ada islah tidak mengakui adanya agama tidak mengakui adanya tuhan jadi dasar untuk bertahan hidup itu ya ini bukan apapun tapi hanya makan ini yang memang sedangkan rilmen diselayso saya itu rilmen jadi makanya anda bisa baca di awal banget exceptnya German Idology yang lama 188 marah yang dels di nessaitasnya Louis Kethut, yang menurut warmedanya souhawnya diserti. Mani‑dan seorang khantanya 'The first Is 'directlyin intervolvian Glue name dancerll 'devanya' partido danasionesat pedlas chanting Pala mablik yang diberian Ujuh Kesadaran Rakasi Kasi sayang Bukan ahal yang abstract Biasa ril manusia itu material activity and the material intercourse of men itu diselayakan saya disebutkan dengan material activity sosial ekonomik live atau dalam bahasa karma dan engels mereka menyabut itu sebagai base atau basis atau dasar gitu telah fikir keredash datang di selerajaman, adalah di seteringsaw keabur etria, di temhat materialnya. Jika importantes-nya Atlantic systemunted di layan dalam panggilan film комas�an di poli, ilg я относik pen atas orangnya. Jadi, mab socialismInaudible whom semen ini punya konsistness, punya kesadaran. Jadi, Mark bilang bahwa konsistness kan never be anything else than konsist existence and existence of man is the actual life process. In that confess to German philosophy with decence from heaven to earth, here we ascense from earth to heaven. Jadi, ini mengkritisi, jadi, filsafat atau teori mark, ini mengkritisi filsafat cerman, filsafat idealisme ini cerman. Terutama dari Hegel, Jojulam Frederick Hegel, akan sangat rumah, saya harus menjelaskan Hegel, saya sekep saja, anda silakan cerita sendiri. Yang penting begini, bahwa, kebanyakan filsafat terutama di cermah. Itu selalu selalu mengandaikan sebuah perubahan itu dari atas, dari gagasan, dari hukum, dari moralitas, pentingnya dari sesuatu hal yang kita projek di sebagi kesadaran pada hal menurut mahak. Itu salah kalau ingin berubah, kita harus mengandaikan, kita harus beri akatan dari material aktiviti dulu, dari filmain dulu, makanya bukan akatan dari surga, bukan surga yang turun ke bumi, bukan langit yang turun ke bumi, tapi kita berangkat dari bumi dulu, manusia yang berbijak, manusia yang ril, manusia yang yata, baru kemudian, kita berangkat ke surga, seperti itu. Makanya di slide soul saya, rilmen ini punya konsistisnya kesadaran, kesadaran ini, jadi produk si oleh rilmen kan? Sedaranya ini, kalau manusia mati, memang punya kesadaran, kan? nggak itu. Kalau manusia mati, kan? nggak punya kesadaran apapunnya udah mati, itu kan? udah bisa apapun. Jadi manusia yang jadi kesadaran itu, itu melikman manusia yang hidup, melikman manusia yang ril, melikman manusia yang bisa makan, melikman manusia yang bisa menung, melikman manusia yang bisa berbijak, yaitu kan? aktif, menghasilkan sesuatu, misalnya, dalam sebagainya. Makanya di masih di halama setiap sebagainya. Anak bisa mencari, life is not determined by consciousness, but consciousness by life. Ini di ulang, secara lebih panjang lebar, di tulisan yang contribution to the critical political economy. Jadi, kehidupan bukan di tertukan oleh kesadaran, tapi jusru sebaliknya kesadaran di tertukan oleh kehidupan. Ya, ini benar ya, ada benarnya. Bukan ada benarnya, memang benar seperti itu. Pola pikir jatur-jatanya begini. Pola pikir sesu orang. Dagaasan sesu orang. Itu akan berbeda dengan seorang yang lainnya, tergantung dari pola manusia, hidup. Pola yang hidup di komplek elite, misalnya, kan cara berfikirnya berbeda dengan orang yang hidup di bantaran kali cili gug, misalnya jakata. Sangat begitu. Orang yang tinggal di gunung, searih-arihnya ngahumah, misalnya, kalau dia bertanya berjauh sakitan, seperti itu, akan berbeda pola pikir niadengar orang orang yang tinggal di kotak, kan seperti itu. Jadi, kesadaran itu ditentukan oleh kehidupan. Bukan kesadaran yang menentukan kehidupan, bukan. Itu dari perspektif maksis. Okey, sehingga semua produk kesadaran mental sebagai bentuk mental production, itu disebut oleh mak. sebagai superstructure. Makanya ada base atau basis atau dah sahaja. Ada ada superstructure. Base itu infrastruktur, gitu. Social Economy Clive, kehidupan aktivitas ekonomi, kehidupan bagaimana kita membeli barang, membeli makanan, dan kita makan pertanian hidup, dan kita boleh pakai yang, itu kan. Itu adalah social economic life, dan itu basis. Dan basis yang seperti itu, menentukan mental production, menentukan superstructure. Itu. Jadi, real men, ini punya kaksusness, material aktiviti, sebagai bersingungan dengan drill men, secara keseruhan, itu adalah basis, dan basis menentukan mental production. Kaksusness juga tapi salihatis layjohnya, itu mengarah atau mengproduksi mental production. Jadi, orang orang yang hajat hidupnya sudah terpenuhi, makanya terpenuhi, terpenuhi itu dalam mengertian, tidak lagi memikirkan bagaimana caranya esok-pakan, ya? Nggak gitu. orang-orang yang sudah seperti itu. Itu mereka berfigurnya akan rumit. mereka berfigur tentang hal yang habis, serap tentang kaksusai, tentang cinta, tentang tuhan, tentang agal man. tentang tentang apatun itu. Sudah rana, ya? Saya cintakan kalau anda misalnya memperhatikan semua motivator. motivator yang sudah established, ya? Hari ini di Indonesia saja misalnya. Mardewat itu ada siapa lagi banyak, ya? Ada hari gini-anjah, misalnya. motivator-motifator itu kan di caranya manis-manis, ya? Kemudian berbicara tentang satu hal yang abstract, yang silah sofis, yang kemudian bisa membangkitkan semangat dan sebagainya. Itu kenapa mereka bisa seperti itu? Sudah rana, kalau ada perspatut maksud karena mereka sudah tidak berikan bagaimana esok makan begitu. Makanya jadi rumit. Pemikirannya jadi rumit. Kalau orang-orang yang hajat hidupnya masih harus memikirkan esok. Bimana esok makan? Itu berfikirnya kan? Sudah rana. Ya? Pukulnya makan. Bisok bimana terenanya bisa makan? Bisok mengalagi bisa makan. Maksud hidupannya dia dalam hidup itu ada. Cinta kaya ada. Agak makan yang penting, yang penting hajar hidupnya terpenuhikan gitu disitu lah kemudian muncul pembagian kelahas antara burjuis dengan poletar gitu dari situ mulai hadaknya adalah ekonursibusian tuh dari kritik-kopolitik ekonomi yang agak panjangnya bisa membaca bahwa terkait dengan kesedaran ditentukan oleh kehidupan itu di halaman berapa kok tidak ketemu ini itu yang terkenal silakan saya di cari yang beresontasi kemarin mungkin bisa di sini halaman berwarna tersebut di material life, di-meditkan di sosial politik dan kelihatan di general tidak tersebutkan di-meditkan di-meditkan segera di sosial yang menurutkan kecil dan di seberapa seberapa. Nah itu, kalian katakan, ya di halaman 1-2 di atas agar, atas dikit. Jadi semua untuk mental production, semuanya digagas oleh manusia yang di produk si oleh kesadaran manusia. Itu menjadi supresraktor. Jadi supresraktor itu apa saja? Dislike sosa ya? Saya menoliskan di situ ada religion, filosofi, low, ethics, estetek, dan lain sebagainya. Jadi produk hukum, filsafat, agama, etika, estetika, seni, sastra, termasuk di dalamnya ya? Itu adalah bagian di supresraktor, bagian dari mental production gitu. Itu adalah supresraktor itu sendiri. Nah begitu. Jadi karya seni, yang karya seni orang-orang-orang berjuiz, itu pasti karya seni nya rumit rumit. Kenapa rumit rumit? Karena mereka sudah tidak lagi memikirkan perut. Oleh kernanya mereka memikirkan so tuhal yang rumit, abstract, itu kan, memikirkan hal-hal yang abstract, yang tidak lagi konkrit. Nah begitu mereka memikirkan banyak hal terkait dengan hukum, dengan filsafat, itu kan, dengan moralitas etika dan sebagainya. Nah begitu. Jadi seni itu sastra adalah supresraktor. Kalau Anda memenegutkan bagian dari supresraktor, boleh. Karena supresraktor itu banyak macamnya. Tapi saya lebih enak mendegutkan bahwa seni itu adalah supresraktor itu sendiri. Seni adalah mental production, produksi mental. Bukan material production nya. Kalau material production itu socio-economic life. Jadi berjualan, dagang, kemudian kita makan, aktivitas, kepertukaran uang, itu adalah socio-economic life itu basis. Jadi itu makanya kan menjadi sangat berbeda yang antara orang yang kalau berbelanja, kesan nya di kesan nya misalnya. Orang yang berbelanja menggunakan caseless, uang yang katokredi, atau katodabit, itu kan orang kaya atau berarti di atk, atau direkeningnya kan uangnya banyak. Pedal lagi dengan orang yang kalau belanja mengeluarkan uang 10,20,20 dari duitnya. Itu kan berbeda. Orang-orang yang itu kan kelasnya juga berbeda, cara berfikirnya berbeda. Jadi, Anda kalau misalnya memberikan novel amba kepada buruh fabrica heart text, itu gak tahu kapan tamatnya bukan, bukan under estimate para buruh. Tapi memang, imasallahnya adalah para buruh itu kapan bacanya waktu yang pertama itu. Yang kedua mereka berbeda, berbeda, sebenarnya sederhana. Yang penting, gue besok bisa makan, gue kerja, gue dibayar, gue bisa makan. Itu, makanya bacaan-bacaannya, hidup-udanya kan, hidup-udanya orang-orang kelas itu, kelas-kelas perolatan, buruh dan sebagainya adalah hidup-udanya yang sederhana. Itu, nonton Sinatron, itu kan, median reality show yang terpehat-pehat misalnya. Karena memang seperti itu, jalan berfikirnya, apalah berfikirnya, gak nakat tidak mau yang romit romit, gitu, hidup-udanya kan, hidup-udanya Sinatron Indonesia, gitu kan, alzah, misalnya, gitu. Jadi, hidup-udanya, hidup-udanya mereka, sebenarnya sederhana, sebenarnya sebenarnya yang sebenarnya tidak romit. Kalau mereka menonton misalnya biol-film biol atau berdawai misalnya, Anda tahu, jangan-jangan Anda juga tidak tahu, film biol atau berdawai, atau daun di atas nantah misalnya, atau film apa yang romit ya? Fanila Sky misalnya, Tom Cruise, film musikologis, kan, romit. Mereka gak, gak akan paham, gak gak ngerti, karena pola pikirnya juga bukan bukan untuk pemahami hal yang seperti itu, gitu. Mereka begitu ya, kurang lebihnya seperti itu. Itu lah yang disurut dengan mental production. Jadi, kritik sasrah, kritik sini, alat-mar. Itu adalah kritik yang kemudian, alat maksis maksinya, jalan perspektif matris itu adalah kritik yang mencoba menganggakan karya sastra dengan kelas sosial, kesadaran kelas, gitu. Baha-aha seneng itu menjahitnya menjadi politik, menjadi dibingke di jalan satu kerangkap politik, politik sini. Itu yang jadi pertanyaan adalah siapa yang membingkei dan siapa yang pudi non-produksi karya seni untuk orang-orang kelas. Buruh ini, kelas proletar ini, orang-orang kelas klas Anda ini. Yaiten-tunnya yang bisa memproduksi kan adalah yang punya alat produksi, yang pudi alat produksi yang orang-orang kelas atas dong. Dan itu emangnya orang-orang buruh fabric misalnya mereka punya studio gitu, yang nggak juga. Anlo itu jadi, berarti bukan buruh fabric dong mereka punya jujit itu. Jadi, kritik sastra salah satunya, yang sudah berdari perspektif matris itu adalah mencoba mengaikkan dunia tax, dengan dunia di luar tax. Dalam kaitanya dengan mental produksen ini, dalam kaitanya dengan super-structe ini, bahwa sosial ekonomik live. Bagaimana sih sebuah karya sastra itu mencerminkan sosial ekonomik live dan mental produksi yang sesuai dengan realitasnya seperti itu, sesuai dengan realitas dari masyarakatnya begitu. Aku nangkut lebih begitu, salah satunya dalam konteks sederhana yang karena punkapkan. Karena maknya sendiri sebutunya dalam menikapi seni itu di contribution to the critical political economy, itu ambi gue di akhirnya menikapi misalnya kenapa sih? Kan harusnya perkembangan ekonomisasi ekonomi yang maju, itu akan berdampak pada mental produksen yang maju juga. yang jadi masalah adalah kenapa karya sendiri yunani, apos yunani, tragedi-tergedi yunani, itu sampai hari ini bahkan menjadi standar dari nih layi estetika yang tinggi pada hal sosio ekonomi klifnya rendah dulu itu pada hal mungkin bagaimana sih, yang dilaskan sosio ekonomi klif di masa sebelum-masai hidup bahkan itu kan undevelop society dalam bahasa karmaknya seperti itu masalah kat yang terbelakang, tapi kenapa karya sendiri ini ini ambil gumak juga melihat bahwa ternyata ada sifat semacam autonom bahwa karya sendiri tidak sesara langsung juga di pengaruhi oleh sosio ekonomi klif jadi bisa jadi mungkin karya sendiri yang begitu komplex, begitu rumit, apos yunani itu rumit, tragedi-tergedi-tergedi-yunani itu rumit bahkan sampai ada hoi di pus komplex misalnya dan itu menjadi standar estetika, nilai estetika yang dalam hal ini berarti bahwa maaf juga mengatwi bahwa tidak selaman yang talap produk ser, tidak selamanya super staksir, tidak selamanya sendiri itu ditentukan secara langsung oleh sosio ekonomi klif, ada sifat yang autonom, ada apa yang yang memang berdiri sendiri bahkan itu bilangnya orang-orang yunani itu adalah anak-anak banyak orang yang mengatakan sebuah pelajaran yang terlalu kuat kecil akan berkata orang-orang, mereka mencari untuk menghubungan mereka untuk menghubungan mereka di pengaruhi, di sosio ekonomi klif, di dalam hal ini ini berarti bahwa tidak berdiri sendiri, berarti bahwa tidak berdiri dan berdiri di sosio ekonomi klif, di dalam hal ini, bahwa tidak berdiri sendiri, berarti bahwa tidak berdiri sendiri bahwa tidak berdiri di sosio ekonomi klif, di dalam hal ini, menikapi hal ini tentunya, kita juga melihat bahwa Mark juga sebagai pengagum dari karya-karya klasik, itu melihat bahwa karya Sastra atau karya sendiri, itu tetap bisa dibahas, terkota ke dalam ruang lingku yang lebih besar. Rua lingku yang lebih besar itu yang seperti apa, ini yang kemudian. Nih bahas. Oleh terigotin di selit co saya, yang bisa dihat. Bahu-ahu-ahu-ahu-ahu-ahu yang menyeri supersrakjara. Rua lingku yang lebih besar. Ini bahas. Nih bahas. Ini bahas. Ada video lagi. Video lagi bisa di video lagi, bahasa inggris yang mengubian terutang nam secara jelas di dalam karya sendiri. Ini kita akan langsung masuk pada bahasa terigotin. Kalau di terigotin, kita melihat bahwa apa yang tadi mark. Ya, takkan sebabnya kebingungan. Kalau saya melihat bahwa kebingungan mark untuk melihat kenapa standar sastra. Yudhani Kuno. Itu masih menjadi standar estetika sampai hari ini. Di terigotin di selit co saya, itu di bahasa, maksudnya di perjelas. Bahwa kenapa bisa seperti itu? Itu ada kaitan dengan ideologi. Jadi, bagi igyotin, superserakcer itu adalah ideologi. Semua untuk superserakcer itu adalah ideologi. Video lagi di bahami sebagai gerak kesadaran mas rakat untuk menumbuhkan, untuk mengambangkan bagaimana cara bermasa rakat yang baik bagaimana memunculkan apakah memunculkan hukum memunculkan nilai, memunculkan virus afak hidup yang memudian mampu mengubah masyarakat juga gitu jadi ada proses tingbal balik, ada proses tingbal balik jadi yang memudian kita sebut atau dalam perspektif maksis, atau ada teredat itu sebut-sebut-sebut bihil iduligi dan ternyata yang di sebut dengan ideologi, oleh idulkan ini berkaitan arat dengan dengan bagaimana cara manusia itu berakspresikan nilai superstructure itu mental production itu terutama ketika melihat sastra, dalam melihat sastra, sasa sebagai pun surprimera dari peradaan di ingrisusnya makanya derai sastra yang berkaitan dengan bagaimana posisi dan fungsi sastra yang di dalam mas raka ada satu kemarin, ada satu pembasan yang cukup komprahensif untuk terigahoten slide show nya di klas A cukup komprahensif, saya akan membuka yang klas A dari asih lah sama anggiri nya kalau tidak salahnya mungkin nanti anda bisa meminta saja meminta kepada mereka berdua ini slide show nya untuk pembasan terigahoten terutama ketika membahas mengenai bagaimana sastra yang di sini menjadi ideologi sebagai perterungan untuk mengubah mas rapan sastra yang di awal di awal di 18, itu tentu masunya pembah definisi sastra di awal 18, itu tidak terbatas pada hari yang kita pahami sebagai karya fiksi, tidak terutama yang berbawun yang fiksi, itu lebih di angka sastra itu surat surat penting, surat suat krajahan, misalnya pidat-pidatur ke negeraan kemudian tekst itu lebih di angka sastra bahkan dicurigai, ketika dicurigai bahwa pekembangan awal novel itu tidak termasuk sastra bahkan itu kemudian setelah mas aromantic, kita mendapatkan satu definisi mengenai sastra itu berkaitan dengan susu-suat atau tuhal yang imaginatif, kreatif imaginatif suatu hal yang fikciona ras seperti itu ideologi sastra yang seperti ini adalah ideologi klas klas atas bahkan ketika masafnya darisme ketika kapitalisme industri muncul ideologi ini masih berthahan dan kemudian sastra inggrisnya sendiri sebetulnya tidak di anggap sebagai suatu hal yang yang bagus, tidak dianggap sebagai suatu hal yang apa yang keren, yang besar yang dianggap oleh orang-orang ras atas, aris toprat sebagai sastra, tentunya adalah sastra klasik jadi kita di filsaafat itu tadi pilat-pidatukan garaan misalnya itu yang kemudian ini ada beberapa yang cukup salah kemahami ada yang saya sebutkan kapital L dan small L yang kapital L itu adalah yang sastra yang klasik itu yang orang-orang klas atas yang small L ini adalah karya sastra yang sastra inggris ini sebetulnya jadi anda harus bisa membedakan antara sastra klasik yang orang-orang sastra inggris sastra inggris ini small L gitu mereka orang-orang klas atas orang-orang hal istokrat orang-orang yang di ini bagsonnya berubah lagu-lagu memuatkan tidak apa-apa jadi apa ya, istilahnya hidi logi klas atas ini terus-tus berkembang baru kemudian harcit bet dari bagaimana memunculkan sastra inggris menjadi kapital lakal ini adalah orang-orang yang tadinya orang-orang klas pekerja klas buru di tulisan ikutannya itu ada William Emson ada orang-orang itu yang awalnya adalah klas buru klas pekerja harap-harap proletar semuanya tapi masuk kemudian membentuk satu kelompok akhirnya bertarung ikut bertarung membuat satu ideologi bahwa bahwa jujur sastra inggris ini harus menjadi ideologi bangsa inggris jangan membaca karya jermanong jangan membaca karya Yunani jangan membaca karya karya klasik yang lain tapi sastra inggris jujur jadi pertarungan ideologi ini mencoba untuk masuk sastra inggris sebagai kapital l gitu jahanya hanya sebagai semuanya karena karya karya karya orang inggris itu di bacanya jadi di bacanya mengantar tidur saja tidak masuk kemudian di rana akademik tidak di bahas, tidak di kritis baru setelah skrut ini di bentuk skrut ini ini kemudian kemudian menjadi judul majalah semacam jurnal arohari ini itu orang-orang ini kemudian membentangkan satu pengaruh bahwa sastra inggris harus menjadi kapital l jangan terus kerusian menjadi semuanya dari situ mulai berkembang itu kritik atau atau bagaimana menempatkan posisi sastra sebagai ideologi orang-orang inggris jadi ideologi sastra inggris itu adalah ideologinya orang-orang klas proletar ini sebetulnya anda masuk sastra inggris sebagai iygotan anda itu mempelajari karya sastra jadi ideologi orang-orang proletar karena memang memang bisa diakan untuk orang-orang orang klas bahwa mereka tidak bisa membaca bahas saja memang orang-orang klas bulu itu klas proletar itu seperti itu jadi ada dua sekarang kritik yang pertama kritik maksis yang pertama adalah maka yang mana mengaitkan sastra dengan klas sosial pertarungan antara klas burju dan proletar itu yang pertama yang kedua kritik alai iygotan adalah bagaimana mengusung sastra itu sebagai ideologi ideologi dari masyarakat yang bertarung itu sendiri jadi ketika kita melihat karya sastra sebagai ideologi klas sosial tertentu maka kita sebetulnya sudah mempraktikan kritik sastra maksis kurang lebih seperti itu ya membahasan saya kurang lebihnya kalau misalnya masih ada pertanyaan ini sudah panjang banget sudah satu jam lebih kalau tidak salah jadi oh ya, satu jam lebih 6 menit terlalu panjang lah walaupun masih banyak sebetulnya yang ikin saya sampai kan tapi cukup saja pebasannya dan kalau misalnya masih ada pertanyaan terkali dengan pebasannya ini silahkan di diungkapkan saja di web agru kita jadi membahasan maksis mini dan banyak hal yang bisa kita bahas sebetulnya nanti untuk maksis mini karena maksis mini bisa didasar juga dari kritik-kritik yang lainnya teori-tori yang lain itu juga mengusung maksis mini di konstruksi juga mege depan pekan depan itu juga salah satunya di pengalui oleh kekritisan dari maksis mini dalam melihat dunia warupor nanti objek yang di kritiknya menjadi berbeda juga cukup terima kasih itu saja lebih kurangnya mohon maaf karena ini juga sudah 1 jam penjelasan saya tidak bisa dirikas begitu saja yang teori yang begitu kompleks mudah-mudahan anda tetap setiap mendengarkan suara saya penjelasan saya dan penjelasan saya mudah-mudahan selamat berpuasa selamatun dunia kali berdahpuasa semoga kita tetap kuat, tetap sehat dan tetap terjauhkan tentunya dari halah buruk terutama COVID-19 di mician mohon maaf atas segala kurangan saya terima kasih terima kasih atas segala perhatiannya selamat malikun orang terlalu berapa tersebutkan terakhir dari Johan Bahes dunia-dunia

Podcast Summary

Key Points:

  1. Teori Marxisme berfokus pada analisis ekonomi kapitalis sebagai dasar pembentukan kelas sosial.
  2. Marx terinspirasi oleh karakter Hamlet yang ingin "meluruskan waktu" untuk menggambarkan upayanya mengoreksi sejarah yang diacak kapitalisme.
  3. Marxisme bersifat materialis, menekankan bahwa kesadaran manusia ditentukan oleh kondisi material (seperti pangan) bukan sebaliknya.
  4. Masyarakat terbagi menjadi basis (aktivitas ekonomi material) dan suprastruktur (produk mental seperti seni, agama, hukum) yang ditentukan oleh basis.
  5. Kritik sastra Marxis menganalisis karya seni melalui lensa kelas sosial dan alat produksi yang dimiliki kelas penguasa.

Summary:

Transkripsi ini membahas filsafat ekonomi Marxisme, dimulai dengan latar belakang pengaruhnya di dunia dan Indonesia. Marx diilustrasikan terinspirasi oleh Hamlet yang ingin "meluruskan waktu," merefleksikan upaya Marx memperbaiki sejarah yang dianggapnya rusak oleh kapitalisme. Inti Marxisme adalah materialisme, di mana kehidupan manusia ditentukan oleh aktivitas material seperti pemenuhan kebutuhan dasar (pangan), bukan oleh kesadaran atau gagasan abstrak.

Dari sini, teori kelas muncul: masyarakat memiliki basis (kehidupan sosio-ekonomi material) yang membentuk suprastruktur (produksi mental seperti seni, agama, dan filsafat). Perbedaan kelas—seperti borjuis dan proletar—mempengaruhi pola pikir dan konsumsi budaya; kelas atas menghasilkan karya rumit karena kebutuhan dasarnya terpenuhi, sementara kelas pekerja cenderung pada hal sederhana. Kritik sastra Marxis menganalisis bagaimana karya seni mencerminkan dan diproduksi oleh dinamika kelas ini, menekankan peran alat produksi yang dikuasai kelas tertentu.

Pembahasan juga menyentuh kegagalan praktik komunisme di berbagai negara dan pentingnya mempelajari Marxisme secara akademik tanpa takut.

FAQs

Filsafat ekonomi Marxisme menganalisis aktivitas ekonomi kapitalis sebagai dasar pembentukan teori kelas, yang kemudian dijelaskan dalam karya seperti Manifesto Komunis.

Menurut perspektif Marxis, kesadaran ditentukan oleh kehidupan material, bukan sebaliknya. Artinya, kondisi hidup seseorang membentuk pola pikir dan gagasannya.

Basis merujuk pada aktivitas ekonomi dan material seperti produksi dan konsumsi, sedangkan suprastruktur mencakup produk mental seperti agama, filsafat, seni, dan hukum yang ditentukan oleh basis.

Marx terinspirasi oleh karakter Hamlet yang terobsesi dengan hantu ayahnya, menggunakan istilah 'spectre' untuk menggambarkan komunisme sebagai kekuatan yang mengancam Eropa, sekaligus simbol untuk 'meluruskan kembali' sejarah yang diacak kapitalisme.

Dalam perspektif Marxis, agama dan Tuhan tidak diakui sebagai dasar bertahan hidup; yang utama adalah pemenuhan kebutuhan material seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal.

Materialisme Marxis menekankan bahwa segala sesuatu berawal dari kondisi material dan fisik manusia, seperti kebutuhan akan makan dan minum, yang menjadi fondasi aktivitas sosial dan ekonomi.

Chat with AI

Loading...

Pro features

Go deeper with this episode

Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.