Go back

Manusia dan Peradaban

from SOSIOLOGI KOPI

44m 20s

Manusia dan Peradaban

Peradaban manusia mengalami evolusi panjang dari era primitif hingga masa modern, dengan tahapan utama yakni era pertanian, industri, dan informasi. Setiap fase dirancang oleh kemajuan teknologi, pengetahuan, dan struktur sosial yang semakin kompleks. Peradaban didefinisikan sebagai kompleksitas sistem kebudayaan yang mencerminkan perkembangan daya pikir, nilai humanis, dan organisasi sosial. Perbedaan antara peradaban dan kebudayaan terletak pada dinamisme: kebudayaan terus berkembang, sementara peradaban mencapai tahap yang stabil. Faktor utama seperti modernisasi, globalisasi, dan universalisme mempercepat transformasi masyarakat, namun juga menghadirkan tantangan seperti alienasi, kerusakan lingkungan, dan hilangnya nilai-nilai sosial. Meski demikian, peradaban tetap menghadapi masalah berkepanjangan seperti korupsi, ketidaksetaraan, dan konflik sosial. Peradaban juga memiliki dimensi universal yang menekankan hak asasi manusia dan toleransi budaya. Dengan demikian, peradaban bukan hanya perwujudan kemajuan teknologi, tetapi juga refleksi dari nilai, struktur sosial, dan keberlanjutan manusia dalam kehidupan global.

Transcription

4139 Words, 29648 Characters

Indonesian
Halo semuanya, pakabar sobat, susu lagi kopi, dimanapun berada, semuanya semuanya dalam kondisi sehatual viat, amin. Oke, mungkin hari ini cuacanya ada yang lagi mendung, atau mungkin ada di derak-kalihan yang sedikit terakh, atau mungkin memang kondisinya lagi terakh. Nah, untuk mendengarkan podcast kali ini, jangan lupa siapkan sobat sulugi kopi, minuman yang bisa diseruhutnya baik kopi susu te, atau minuman lainnya yang bikin kalian enjoy pada hari ini. Oke, nah, kopi kita pada kali ini akan membahas mengenai manusia dan peradaban. Nah, terkait dengan sejarah peradaban manusia, ini memang mengalami perjalanan yang sangat panjang dan berliku. Nah, usaha manusia di sini untuk menyengkap berbagai macam tabir ke gelapan dari era peradaban masyarakat dahulu, hingga saat ini kita kemudian melalui berabat-abat, yang di alami oleh masyarakat, oleh umat manusia, yang kemudian kita dalam kondisi hidup yang saat ini sudah maju dengan ditandai berbagai macam teknologi yang canggi, termasuk, hampon dan aplikasi-aplikasi yang kita gunakan saat ini. Nah, oleh kan itu, ya, pada hakikatnya kodrat manusia ini serba ingin tahu dan kepemilikan daya cita, rasa, karsa, bahasa manusia inilah yang kemudian melalui berbagai macam penelitian, kajian, experiment, observasi yang kemudian perlahan menghasilkan berbagai macam alat-alat kehidupan yang membantu umat manusia. Dan dari situlah, kemudian peradaban manusia terus berkembang dari peradaban primitip hingga peradaban yang memoderen. Nah, dalam konteks peradaban manusia ini kita tentu memahami bahwa siklus peradaban manusia dimulai dari era manusia primitip, yang memang semuanya serba menggunakan alam. Jadi tidak ada tu yang namanya hampon, komputer, laptop, atau gadget lainnya di era masyarakat primitip pada saat itu, semuanya serba mengalami keperbatasan karena hanya memanmpatkan alam yang ada di sekitar kehidupan masyarakat itu, misalnya seperti pakean, masih menggunakan download, tak kemudian juga untuk menyalakan api, menggunakan gsekian batu, maupun hal lainnya lagi. Lalu kemudian di era masyarakat primitip ini juga, terus melalui berbagai macam pengalaman, masyarakat kemudian menuju ke era masyarakat radisional yang dimana sedikit, yang mulai mengenal alat-alat yang membantu kehidupan masyarakat seperti misalnya sudah mengenal, yang namanya kalau makanan itu harus dimasak dan kemudian juga pelatanya sudah mulai menggunakan tulang-belulang sebagai misalnya alat pisau dan lain sebagainya. Lalu kemudian menuju era masyarakat moderan yang dimana ditandai dengan berbagai macam kecanggahan alat-alat yang membantu aktivitas manusia, lalu kemudian terus berkembang menuju era posmoderan ini semuanya kita sudah berbasis artifisia linteligen yang dimana masyarakat juga memanfaatkan kemajuan artifisial linteligen untuk aktivitas kebutuhan hidup manusia. dari konteks perkembangan manusia ini yang kemudian melahirkan istilah dari abad ke-8 duck arts kemudian menuju abad pincerahana di abad pincerahana ini lah hidupan manusia sudah mulai perlahan menggunakan berbagai akal pikirannya untuk kemajuan peradaban manusia itu sendiri. Lalu apa yang namanya peradaban ini, kalau kita misalnya lihat secara konteks peradaban ini selalu kita lihat bagian dari dimana manusia hidup secara sistem dan struktur. Nah sementara kalau dalam konteks etymologisnya peradaban ini dari bahasa Arab yang berarti aklak atau kesopanan dan kalusan budi pukerti. Nah manusia yang beradap ini adalah manusia yang memiliki kesopanan dan budi pukerti dan manusia yang tidak beradap di maknai sebagai manusia biadap itu. Jadi istilah biadap itu artinya manusia yang tidak beradap. Nah, tokolain seperti misalnya antropolog Indonesia kecaling rat mengatakan bahwa peradaban ini yang bagian-bagian kebudayaan yang halus dan indah yang seperti kesenian yang kemudian hidup di dalam kehidupan masyarakat ditusin diri. Peradaban ini di depinisikan sebagai seluruhan kompleksitas produk, pikiran, kelompok manusia yang mengatasi negara, rasu ku, atau gama yang membedakannya dari yang lain. Jadi dengan katalain, ya, peradaban dalam konteks di sini, ini bisa berbeda satu sama lain antar negara. Tapi juga ada satu peradaban universal yang sama di seluruh dunia. Jadi ada peradaban yang siapatnya lokal yang dimana masyarakat itu punya peradaban yang berbeda dengan peradaban masyarakat yang lain. Nah, selanjutnya beradap ditidanya sebuah masyarakat ini tentu bersipat relativ dan semua itu ditentukan dari sejauh mana berbagai macam harus informasi pendidikan ini masuk ke dalam masyarakat tersebut. Tapi dengan catatan masyarakat tersebut harus menganut sistem terbuka. Jadi jangan sistem tertutup. Nah kalau sistem tertutup, partinya masyarakat tidak mahu menerima perubahan. Ya, dalam konteks yang lain masyarakat tidak mahu besokola atau berpendidikan. Nah, selanjutnya kebutuhan akan adap dengan peradaban mengacu pada masyarakat yang memiliki organisasi sosial kebudayaan dan cara berkidupan yang tentu sudah maju yang kemudian menyembakkan berbeda dari masyarakat lain. Nah, peradaban di sini juga merupakan tahap kebudayaan tentu dan lama ju. Yang bercerikan pengwachsaan dari ilmu pengetahuan teknologi, seni dan lain lain. Dengan kata lain, peradaban itu bagian dari kulminasi tahap kebudayaan yang dicirikan seberapa jauh masyarakatnya berubah atau berkembang. Jadi masyarakat memiliki peradaban yang berbeda satu sama lain dan oleh cara itu. Peradaban sangat relatif dalam konteks kehidupan di satu masyarakat atau di satu wilayah atau di suatu negara. Nah, perbedaan peradaban dan kebudayaan, ini pasti kita sering dengar, oh peradaban sama dengan kebudayaan. Nah, namun dalam konteks peradaban kebudayaan di sini dia punya perbedaan. Menurut al-Fat Weber, peradaban mengacup pada pengetahuan praktis dan intelectual serta sekumpulan cara yang bersipat teknis yang digunakan untuk mengendalikan alam. Nah, sementara kalau kebudayaan terdiri atas serangkaya nilai, princip normatif dan ide yang bersipat unik dengan kata lain, ya. Peradaban ini berkaitan dengan hal-hal kemampuan daya pikir daya nalah yang kemudian itu di ekskusi dalam prilaku, di dalam kehidupan masyarakat yang kemudian digunakan untuk mengendalikan alam. Nah, alam di sini bisa konteksnya alam secara liter alam tetapi juga bisa dimaknai alam di sini adalah kehidupan di dalam masyarakat. Nah, itu menurut al-Fat Weber. sementara kalau springor menyatakan bahwa peradaban adalah tingkat kebudayaan ketika tidak lagi memiliki aspet produktif, beku dan meristalk sedangkan kebudayaan mengacup pada suatu yang hidup dan kreatif. Jadi, tingkat kemandakan budaya itu kemudian berhujud menjadi yang namanya peradaban. Jadi kebudayaan yang tidak terus menerus berkembang, maka kemudian dia berubah menjadi istilahnya peradaban. Sementara kalau kebudayaan menerus springor dia selalu dinamis, selalu berkembang selalu berubah. Sementara kalau dia sudah staks tidak berkembang, maka dia berubah menjadi yang namanya peradaban. Lalu kebudayaan ini adalah sebagai suatu yang sedang menjadikan, sedangkan peradaban adalah sebagai suatu yang sudah selesai. Jadi, menerus springor ini kalau peradaban itu sudah selesai. Ya, artinya ketika kebudayaan masyarakat berkembang dari tahun sebelum masohi sampai kemudian di abad 20, terus berkembang kemudian staks di abad 20, terus nggak ada lagi perkembangan, maka dia berubah menjadi yang namanya peradaban. Peradaban ini yang kemudian menjadi acuan di dalam kehidupan di masyarakat. Nah, ciri-ciri peradaban ini berkaitan dengan bagaimana sebuah kebudayaan yang berkembang, terus menghalami staks. Nah, misasi mengkristalkan, kemudian menjadi peradaban. Nah, dari peradaban ini lah, yang kemudian membentuk masyarakat sibil atau sibil sosioitina, dengan ciri-ciri dari peradaban itu sendiri yang pertama, itu iya kas yang membedakan manusia dengan hewan. Jadi, kebudayaan peradaban ini hanya dimiliki oleh manusia dan bukan hewan. Lalu, yang kedua adalah adanya kemajuan dalam bidang ipen. Nah, jadi, satu peradaban, tadi misalnya ada peradaban primitip, sampai kemudian peradaban modern. Nah, perubahan dari peradaban primitip ke peradaban modern, ini selalu identik dengan namanya perkembangan iprek yang lebih maju dari peradaban sebelumnya. Nah, misalnya dulu, kita nggak mengenal istilah masyarakat digital. Nah, saat ini, kita mengenal masyarakat digital. Nah, kita nggak tahu nanti ke depannya pakai akan berubah dari masyarakat digital menjadi masyarakat apa? Nah, iya kan seiring perkembangan daya nalar, daya pikir berlaku manusia di kemudian harinya nanti yang kemudian efeknya akan berubah peradaban hari ini. Nah, kemudian yang ketiga, ciri dari peradaban adalah mengandung nilai, nilai yang halus ya estetik, humanis dan berkaitan dengan suatu hal yang moralitas. Nah, jadi peradaban ini, karena dia adalah bagian dari kebudayaan, maka peradaban juga identik dengan suatu hal yang nilai yang halus, estetik, humanis dan moralitas. Nah, lalu, ciri yang kempat dari peradaban itu sendiri adalah adanya organisasi sosial yang sudah maju atau masyarakat semakin komprex, makin dinamis, makin ruad. Iya, sama kaya misalnya kehidupan Jakarta sekarang sudah padat merayap dan keluarga hari ini, pasangan suami isri sekarang sudah mulai bekerja dan kemudian berubah menjadi masyarakat komputer yang dimana, siap suami isri, misalnya mau ngomodia sebagai kerja untuk menutupi kehidupan yang memang semakin tinggi. Shingga efeknya adalah jalan-jalan, transportasi publik, ini semakin padat merayap. Nah, artinya adalah perubahan kemudian semakin komprex ditandai dengan tinggi-nya tentang kehidupan. Nah, lalu, ciri yang kelima adalah sistem pemerintahan bukan lagi dilandasi oleh birokrasi patrimonial, tetapi sudah racional, nah birokrasi patrimonial ini biasanya tidak sarkan pada adanya unsur ras. Terus kemudian adanya unsur agama, kemudian ada unsur kesukuhan, maupun ethnicity terkapi di era peradaban yang makin maju, sistem pemerintahannya sudah mulai lebih rational, lebih mudiran, sesuai dengan dasar-dasar hukum yang meliputinya. Nah, itu terkait dengan ciri dari peradaban, nah lalu dinamika kebudayaan, ini tentu berafek terhadap dinamika peradaban itu sendiri. Nah, menurut hatung ton dalam bukunya di class of civilization under making of world order, nah perkembangan dari peradaban ditandai dengan beberapa peradaban. Setidaknya, kalau menurut hatung ton, ada 3, yang pertama adalah abad milenium pertama, yang di mana disebut dengan namanya abad kegelapan, di mana ditandai masyarakat atau manusia saat itu belum punya namanya apartemento, belum punya namanya rumah berbahan hebel atau batu batak. Tapi masih temgal di gua gua, yang masyarakatnya juga belum mengenal yang namanya pertukangan dalam konteks cara membangun tempat tinggal yang layakuni, misalnya. Jadi masih tinggal di gua gua, lalu kemudian untuk memenuhi kehidupannya mereka belum mengenal yang namanya Profesi Akutan, Profesi sebagai sosial, Profesi sebagai guru untuk menghasilkan yang namanya uang atau cuan. Tetapi untuk memenuhi kehidupan sehari-hari mereka supaya mereka ga lapar, mereka ga haus, mereka kemudian melakukan yang namanya aktivitas berburu dan meramu. Jadi mereka belum bisa mengenal yang namanya Profesi sebagai bagian dari untuk menghasilkan cuan atau uang. Kemudian di uang tersebut dibelikan untuk kebutuhan sembakot kebutuhan hidup, jadi mereka itu masih mengenal yang namanya halam. Lalu perkakas yang mereka gunakan itu juga mayoritas dari batu, jadi pada millennium pertama atau di abad ke-8 ini, masyarakat yang masih konteknya permiti, ini masih semuanya menggunakan namanya batu kemasuk untuk memasak hasil buruhannya. Jadi kalau pada jaman primit itu misalnya mereka membakar batu kemudian batu yang dalam kondisi panas tersebut, misalnya mereka bisa berburu rusak atau berbihutan atau hewan lainnya kemudian disembeli, kemudian di masak di atas batu yang masih panas tersebut. Nah itu beberapa ciri dari millennium pertama atau abad ke-8, nah lalu kemudian masuk ke dalam abad yang berikutnya itu millennium kedua. Nah ini kalau menurut hunting ton terjadi dari seribut tahun sampai di tahun 2000, yang dimana ditandai dengan kemajuan IPPEC kemudian terjadinya Repolusi Industri di abad ke-8, ya mungkin kalian sudah tahu Repolusi Industri yang kemudian merubah situasi dan kondisi dari kebutuhan kehidupan manusia di bidang IPPEC. Setek termasuk juga adanya konsep kapitalisme, ya mulai berkembang di situ. Nah lalu juga ada namanya imperialisme yang dimana sudah mulai mengenal untuk memperluas satu ilaya kemudian melakukan penindasan terhadap ilaya yang lain. Nah tetapi juga di satu sisi di millennium kedua ini karena adanya imperialisme ini jujur menciptakan juga kesengsaraan, gitu pula dengan ketika misalnya masyarakat sudah mengenal namanya profesi, terjadi yang namanya pengangguran, ada orang yang miskin-miskin sekali, ada orang kaya dengan kaya sekali. Nah di sini lah kesengsaraan di abad millennium kedua mulai berkembang. begitu pun dengan konteks ke kedua. Jadi penguasa-penguasa atau mereka pemilik modal untuk mengabret kapitalnya atau kekayaannya, mereka dia segan-segan untuk berbuat kerasan. Dari konteks di sini, ini kemudian terus berkembang dan segira ini kemudian ada beberapa poin yang kemudian langgang hingga hari ini. Itu adanya kesengsaraan, adanya kepejaman dari orang-orang yang punya power. Nah, lalu abad ketiga, menurut hating ton, itu adalah abad milenium ketiga yang terjadi dari tahun 2000 hingga saat ini. Yang ditandai dengan adanya globalisasi, adanya kebangkitan moral, adanya kelas-opisibilisasi yang dimana kemudian mereka berbenturan dengan basic instinct. Yang dimana kelas-opisibilisasi dan basic instinct ini terjadi benturan peradaan antara masyarakat yang ingin, maju terus berkembang dengan masyarakat yang ingin stop. Tetapi mereka hanya berpikir terhadap yang penting kebutuhan dasar terpenuhi. Nah, ingin saat ini masih terjadi, adanya benturan peradaan di dalam kompeks masyarakat misalnya golongan tua dengan golongan muda, ini masih berbenturan. Nah, selanjutnya di abad milenium ketiga ini sudah mulai berkembang nama nya gerakan kemanusiaan yang ditandai dengan banyak, kenyapnya lembaga sudai masyarakat yang berusaha untuk bersimpati-berempati terhadap segala isu-isu kemanusiaan baik itu pelanggaran ham atau pun masyarakat yang tidak mendapatkan akses keadilan di sekolah, akses keadilan di rumah sakit dan lain sebagainya. Nah, itu mendurut hating ton yang dimana beradaan berkembang dalam konteks 3 beradaan milenium pertama di abad kegelapan. Lalu, milenium kedua ini sudah mulai mau masuk ke abad pencerahan, lalu kemudian milenium ketiga yang mulai sudah masyarakat pencerahan di abad modern saat ini. Nah, selanjutnya hating ton, ada juga peturolok lain yang kemudian mengkonsektualisasikan perkembangan peradaan manusia. Nah, pradaban yang pertama menurut afin Tovler, seorang puturolok dalam bukunya Dottirwef, dia mengatakan bahwa masyarakat berkembang dalam pradaban yang pertama itu pradaban di era masyarakat pertanian yang ditandai dengan segala aktivitas masyarakat itu bertani. Terus kemudian masyarakat selalu lebih memuntikan adanya energi biologis, energi biologis ini berkaitan dengan kebutuhan makan. Mereka itu ingin bagaimana kebutuhan makan itu lebih terpenuhi, lebih udu dulu dibanding kebutuhan yang lain. Lalu, kalau dalam kotak masyarakat yang penting gak ya dulu, urusan makan antis aja. Degilombang pertama, menurut afin Tovler, orang lebih mempriotiskan kebutuhan makan dulu, jangan sampai lapar. Kemudian ada yang namanya kediaman yang bergrombo. Nah, di abad pertanian menurut afin Tovler, masyarakat ini masih tinggalin dalam linkup bersama-sama, bahkan satu rumah ini bisa di tempati oleh beberapa kepala keluarga. Dan pertanyaannya, apakah masyarakat masih ada hari ini masyarakat yang satu rumah terdiri dari dua kepala keluarga masih ada? Kemudian yang berikutnya adalah subsistend. subsistend ini maksudnya adalah masyarakat bertani itu bukan untuk semata-mata dijual, tapi untuk memenuhi kehidupan utama mereka dulu. Nah, nanti kalo ada lebihnya baru mereka jual, jadi konteks subsistend ini adalah mereka lebih memprioritaskan bertani untuk kebutuhan hidup mereka sendiri, jadi demangpakan untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri baru nanti kalo ada lebihnya dijual. Di dalam era gulomah pertama ini juga menurut afin Tovler, juga terjadi yang namanya kesengsaraan manusia, yang dimana bagi mereka yang punya alat produksi mereka bisa bertani, tetapi ada juga masyarakat yang tidak punya produkksi yang kemudian hidupnya kesengsara. Begitu dengan kondisi ketika mereka jadi buruh tani mereka hanya mendapat penghasilan yang sedikit, misalnya. Di abad pertama ini yang dimana ditandai oleh aktivitas pertanian sangat dominan, ini terjadi di abad 8 sebelum masalah hingga di abad ke 17. Nah lalu setelah di abad 17 ini menurut afin Tovler, mulai berkembang masalahat di dominasi oleh perkembangan masalahat industri, ini sudah masuk ke abad kedua yang terjadi menurut afin Tovler dari tahun 1700 sampai tahun 1970. Yang dimana ditandai dengan perkembangan industri, yang ditandai aktivitas masalahat mulai menggunakan namanya teknologi mekanik, yang dimana menggunakan teknologi mesin, kemudian dalam konteks yang lain juga masalahat kemudian memanfaatkan energi alam untuk memenuhi kebutuhan industrialnya. Nah enak di alam ini yang kemudian dimanfaatkan, yang kemudian dikenal istilah konsep antroposientrism dimana manusia itu adalah usat segalanya di alam hidupan alam semesta ini, dan dia berhat untuk mengolong alam semesta semua mereka butuhkan. Jadi di situlah yang kemudian nanti kerusakan linkungan akan mulai terjadi. Selanjutnya juga berbagai mesin digunakan di dalam hidupan manusia, termasuk juga kegiatan kegiatan industri, publik, usaha atau aktivitas ekonomi, ini semuanya menggunakan kemampuan dari musian. Nah, lalu diri yang lainnya adalah perkembangan industrialisasi ini terus berkembang dengan ditandai berdirinya, bangunan-bangunan industri, yang kemudian juga menarik masalahkat untuk bekerja di industri, yang kemudian masalahkat mulai mengenal yang namanya propesi khususnya sebagai buru pabrik atau misalnya sebagai pekerja. Nah, di sini lah yang kemudian mulai ditandai dengan adanya perkembangan masalahkat yang mulai mengenal istilah yang namanya propesi. Selanjutnya menurut affvent of flare dari konteks di abad kedua ini di era industri mulai mengenal yang namanya konsep perdagangan yang dimana masalahkat karena adanya produk yang di produk si kemudian dihasilkan, kemudian di dual ke masalahkat yang memang membutuhkan. Jadi si close kehidupan manusia dia bekerja menghasilkan uang kemudian uang ke sebut digunakan untuk membeli kebutuhan kehidupannya. Nah, padahal sebenarnya kebutuhan tersebut secara tidak langsung di beli oleh tenaga mereka sendiri secara tidak langsung. Nah, lalu kemudian dari konteks peradaban yang kedua ini kemudian bagaimana wilaya- wilaya tersebut memperluas ekspansinya kemudian melakukan yang namanya praktek imperialisme. Nah, itu abad kedua dari tahun 1700-1970. Nah, lalu berikutnya berkembang menurut affvent of flare masuk ke abad ketiga. Nah, di abad ketiga ini menurut affvent of flare di sebut dengan namanya abad informasi yang terjadi dari tahun 1970-1970 sampai tahun 2000 yang ditandai berkembangnya teknologi komunikasi, kemudian transportasi yang modern yang digunakan oleh manusia kemudian berkembang teknologi alternatif. Jadi, nergial alternatif ini tidak selalu identik dari alam tetapi juga ada nergial alternatif. agil alternatif buatan yang dimana tidak merusah keikungan. termasuk juga paman pelatan energi matahari. yang kemudian digunakan sebagai sumber listripe misalnya. Jadi, energi alternatif terus bermuculan. di dalam perdaban masyarakat informasi saat ini. diabat belum bangketiga. Namun, dari konteks abad ketiga ini. dusru kerusakan lingkungan makin terjadi. Kenapa? Karena paman-patan-paman-patan alam. dusru lebih buruk dibanding abad kedua yang sebelumnya. tadi sudah dijelaskan. Jadi, di situ yang kemudian. akibat kerusakan lingkungan melayakan juga. organisasi-organisasi ke masyarakatan yang berkampanya. untuk menjaga lingkungan. Yang dimana mereka selalu berkampanya. untuk menjaga lingkungan dari kerusakan. apalagi sekarang ada yang namanya. effet rumah kaca, akibat tadanya. polusi udara yang semakin tinggi. akibat dari limbah asapabri. memapun limbah dari asap kendaran bermotor. yang kemudian menghasilkan efek rumah kaca itu sendiri. Itu menurut affin toplayer. tiga perkembangan peradaban pada manusia. dari abad pertanian, abad industri. hingga abad informasi. Lalu, dari konteks manusia dan peradaban. ti sini kemudian mengenal. tiga konsep itu. adanya modernisasi, globalisasi. dan universalisme. Tentunya, mungkin sobat sulugi kopi. engga asing menengar tiga kata ini. Uncaran ini rat. ini mengkapkan bahwa modernisasi. adalah usaha untuk hidup. sesui dengan zaman dan konstelasi dunia saat ini. Jadi, modernisasi ini. bagian dari perkembangan peradaban manusia. yang memang sudah mulai maju. perkembangan efeknya. masalahkan kemudian juga terdorong untuk memanfaatkan. epek tersebut untuk kebutuhan hidupannya. dalam hal ini menunjang aktivitas. dari hidupannya. Nah, sementara kalau menurut Antoni Smith. organisasi merupakan. proces yang dilandasi oleh seperangkat rencana. dan kebijakan yang didasari untuk mengubah. masalahkan ke arah hidupan. masalahkan kontemporer yang lebih maju. dalam terajat kehormatannya. Nah, dampak dari modernisasi. ini setidaknya adalah. mulai memudarnya nilai dan norma. Nah, kalau menurut sociolog Antoni Gidens. mulai muncul yang namanya masrakat juga naut. di terabasnya nilai dan norma. Jadi, nilai dan norma ini. sudah tidak lagi menjadi penggangan. atau pedoman hidup. Singga masrakat hidup di dalam. kondisi yang bebas nilai dan bebas norma. Nah, termasuk kemudian. lahir lain, namanya istilah pergolaan bebas. sek bebas yang kemudian. ini menjadi patologi sosial di masyarakat. Nah, lalu berikutnya. dampak dari modernisasi adalah. pola pemikiran masyarakat yang lebih maju. Jadi, dengan berkembangnya. erap radaban masyarakat. pola pikernya sudah mulai lebih maju. Nah, oleh kanai tulah. masyarakat di sini. diapunya pemikiran yang. lebicanggia khususnya. di dalam menghasilkan berbagai. aktivitas kebutuhan kehidupannya. Termasuk salah satunya adalah. alat-alat teknologi. Nah, oleh kanai tulah dengan. pola pemikiran masyarakat yang sudah maju nilai. kemudian diiringi dengan perkembangan ipet. Nah, perkembangan ipet ini adalah konsekuensi. dari pola pemikiran masyarakat yang. suda maju. Nah, itu tadi modernisasi. yang berikutnya adalah globalisasi. Nah, kalau untuk globalisasi. ini berkaitan dengan. harus informasi dan komunikasi tanpa batas. terhadap kehidupan masyarakat di dunia. Dan saat ini kita sudah. hidup di dalam kondisi globalisasi. yang memang kita hidup di atas. harus informasi dan komunikasi. yang kita bisa berintraksi dengan orang di negara lain. tanpa harus datang ke negara tersebut. Kita bisa menggunakan namanya media sosial. menggunakan perangkat elektronik. Ya, kemudian juga kita. bakan menggunakan video call untuk menghantak orang. yang berbeda negara atau berbeda wilayat atau berbeda provinsi. Nah, dampak dari globalisasi di sini adalah. masyarakat mengalami anomi. kondisi di mana masyarakat di satu sisi. mereka punya tekanan sosial yang kuat. tetapi di satu sisi juga. mereka harus bisa survive bertahan. Nah, hal yang lainnya lagi dari dampak globalisasi. adalah disorientasi atau alienasi. Jadi masyarakat bisa mengalami. ketrasingan. yang dimana misalnya kalau kalian. sobat sosiali kobi, lagi nongkrong. sama temen-temen ada 5 orang. yang tadinya ingin ngobrol barang di Kofisop. Nah, tiba-tiba udah sampai di Kofisop. 5 orang ini malah asip dengan gadgetnya sendiri. dengan teknologinya sendiri. Ya, yang kemudian akhirnya. dujuan dari kontak sosial atau komunikasi. antar 5 orang ini akhirnya tidak asik. jadinya karena masih mengasing. sibuk dengan gadgetnya sendiri. Nah, disitulah. perkembangan masyarakat. di satu sisi membutuhkan. ip tek yang bagus. sebagai bagian dari menunjang aktivitas. kidupan manusia tapi di satu sisi. jusru menjadi dilema. Nah, ini yang kemudian sudah diramalkan sebenarnya. ole Albert Einstein. Yang dimana Albert Einstein mengatakan bahwa. saya kuatir di kemudian hari. ketika manusia sudah modern. sudah mengenal perkembangan. ip tek masyarakat kemudian menjadi idiot. Nah, idiot di sini ya. tidak mengenal satu sama lainnya. karena sudah asik dengan gadgetnya sendiri. Nah, dan pak lain dari globalisasi. adalah kemajuan teknologi. yang menimbulkan aturan-aturan baru. Jadi ketika kita sudah mengenal yang namanya. hempon dulu. atau mengenal yang namanya internet. geluang ada tuh. unak-undang ITE. Nah, kemudian lahir lang-undang ITE. untuk mengatur yang namanya penggunaan. alat yang berbasis internet. atau pun elektronik. Ya, agar kita tidak kebabasan menggunakan internet. atau pun alat-alat elektronik. yang kita gunakan saat ini. Atau pun aturan-aturan lainnya lagi. Nah, itu globalisasi. Nah, sementara. kalu yang universalisme ini merupakan. integrasi antar segala. perbedaan yang ada baik agama. budaya mau pun aspek yang lain. Yang dimana semuanya nih saling. lebur, ya. yang kemudian universalisme ini juga. bisa dimaknai oleh bahasa kemanusiaan. Nah, ada empak dari universalisme. dan ini terbentuknya liquid modernity dan sociality. Itu masyarakat yang jahin, masyarakat yang adaptif. masyarakat yang toleran, masyarakat yang kumanis. Karena memang, dia sudah di satu padukan. dengan aspek-aspek perbedaan agama. budaya yang sudah lebur satu sama lain. Nah, itu universalisme. Nah, kemudian. dari konteks yang lain, ya. universalisme ini, kalau misalnya kita. runtun, ya, kemudian menjadi universalisme. yang pertama di awali oleh namanya. kondisi ke lokalan. Yang dimana adanya tempat tinggal terisolasi. traditional, mau pun sempet, ya. yang kemudian berkembang. Kita mengenal dulu. kita mengenal yang namanya kesukuan. dan kita belum mengenal namanya. republic Indonesia. Dan dari konteks lokalisme ini. kemudian perwakilan-perwakilan masyarakat. didera tersebut, bersepakat. untuk memetuk yang namanya negara atau ideologis. baik itu yang nasionalis, mau pun yang kebangsaan, ya. terbetuk secara nasional. Nah, ketika kamu dan negara ini sudah terbentuk, ya. ini bercamper lagi dengan negara-negara di dunia yang sudah terbentuk. Yang kemudian, masing-masing. peradaban masyarakat di negara-negara tersebut. Tentu dia punya pemikiran yang ilmiya. kemudian terbuka terhadap próbahan. yang kemudian. lahirlah yang namanya modernisme. Nah, modernisme ini. yang kemudian mempengaruhi negara-negara lain juga. untuk melakukan próbahan yang lebih baik ke lagi. Nah, dari konteks modernisme ini. sejarat tidak langsung kemudian. melairkan yang namanya kosmopolism. yaitu adanya interaksi terbangsa tanpa batas. kemudian menghargai proses. kemudian lunturnya nasionalisme, kalau misalnya dulu ada istilah cowfinisme, membangga-bangga kan negaranya sekarang adanya lunturnya nasionalisme, jadi tidak ada nasionalisme yang panatik seperti dulu di jaman misalnya Hitler, jadi globalisme ini juslu lebih menyatukan negar-negar lain. ketulan kemudian melayutan namanya Asian, kemudian ada PBB, kemudian juga ada organisasi-organisasi negara lainnya lagi, seperti misalnya ada elo, unicep, dan lain sebagainya. Nah dari situ kemudian konteks globalisme ini, ini lah kemudian lambat laun, melebur, kemudian menjadi universalisme, itu integrasi antar perbedaan budaya satu umat, jadi semua negara bersepakat bahwa setiap manusia punya hak asasi, nah oleh karena itu mereka kemudian harus bertolaransi, dan kemudian mengutamakan nilai humanisme atau kemanusiaan, nah itu konteksnya. nah lalu ada problem pradaban, problem pradaban ini kalau menurut antonigidans, dalam bukannya ada terweih dari reneual sosial op-demokrasi, nah ini setidaknya ada dua problemnya, yang pertama ada makro dan mikrona, untuk yang makro menurut gides ini ada liberalisme, ada sosialisme yang kemudian secara tidak langsung problemnya adalah melayutan yang namanya civil society atau jalan ketiga, nah sementara dalam konteks yang mikro yang paling menjadi problem dari pradaban adalah lucunya senjata kemiya yang digunakan untuk perang dan juga kemudian adanya koropsi, kemiskinan, dan arrogantsi, nah itu yang mikro, dan kondisi ini ternyata juga terjadi sampai saat ini, nah lalu problem pradaban di sini ini berkaitan dengan masalah-masalah pradaban yang masih terbelakang atau tidak sesuai dengan hartet temanusian yang tinggi atau lebih adabannya, memang masih saat ini kita masih berhadap penenangannya namanya koropsi, kasus pembunuhan atau mutilasi, piniksaan atau kerasan dan penidasan, nah ini adalah problem pradaban yang sampai saat ini manusia masih menemuinya nah itu tadi penjelasan mengenai manusia dan pradaban dan semoga semuanya bisa memakna ibawa pradaban kita ternyata di satu sisi berkaitan dengan kebudayaan dan pradaban juga identik dengan kemajuan cara berfikir yang kemudian menghasilkan impact yang membantu aktivitas manusia nah tentu, apa yang tadi sudah saya jelaskan di dalam podcast kali ini tentu masih kurang, nah oleh karya itu bisa sobat susu lagi kopi baca-baca juga bukunya Antoni Gidens atau buk-baca bukunya Samuel Huntington yang tentang pradaban untuk memperkaya kasana pengetahuan dan pemikiran nah ok, sekian dari gue podcast pada kali ini tentang manusia dan pradaban jangan lupa tetap jaga kesehatannya tetap menjaga aktivitas kebugaran badannya ok jangan lupa juga sambil kita selalu kopi atau susu yang kita suka oke sekian dari gue mau nama aku belum nyat, terima kasih salam seruput kopi

Podcast Summary

Key Points:

  1. Peradaban manusia mengalami perjalanan panjang dari era primitif hingga posmodern, ditandai dengan kemajuan teknologi dan pengetahuan.
  2. Peradaban didefinisikan sebagai kompleksitas kebudayaan, organisasi sosial, dan nilai yang mengarah pada perkembangan sistem kehidupan manusia.
  3. Perbedaan antara peradaban dan kebudayaan terletak pada peradaban yang berkembang dan stabil (statis), sedangkan kebudayaan dinamis dan terus berkembang.
  4. Ciri-ciri peradaban mencakup kemajuan ilmu pengetahuan, nilai humanis, struktur sosial yang kompetitif, sistem pemerintahan yang rasional, dan perubahan sosial yang terus berlangsung.
  5. Perkembangan peradaban dibagi tiga fase
  6. Modernisasi, globalisasi, dan universalisme menjadi pendorong utama peradaban, namun membawa tantangan seperti alienasi, hilangnya nilai, dan kerusakan lingkungan.
  7. Meskipun ada kemajuan, peradaban masih menghadapi masalah seperti korupsi, kemiskinan, perang kimia, dan ketidaksetaraan sosial.
  8. Peradaban tidak hanya lokal tetapi juga memiliki dimensi universal yang menekankan hak asasi manusia dan toleransi antar budaya.

Summary:

Peradaban manusia mengalami evolusi panjang dari era primitif hingga masa modern, dengan tahapan utama yakni era pertanian, industri, dan informasi. Setiap fase dirancang oleh kemajuan teknologi, pengetahuan, dan struktur sosial yang semakin kompleks. Peradaban didefinisikan sebagai kompleksitas sistem kebudayaan yang mencerminkan perkembangan daya pikir, nilai humanis, dan organisasi sosial.

Perbedaan antara peradaban dan kebudayaan terletak pada dinamisme: kebudayaan terus berkembang, sementara peradaban mencapai tahap yang stabil. Faktor utama seperti modernisasi, globalisasi, dan universalisme mempercepat transformasi masyarakat, namun juga menghadirkan tantangan seperti alienasi, kerusakan lingkungan, dan hilangnya nilai-nilai sosial. Meski demikian, peradaban tetap menghadapi masalah berkepanjangan seperti korupsi, ketidaksetaraan, dan konflik sosial.

Peradaban juga memiliki dimensi universal yang menekankan hak asasi manusia dan toleransi budaya. Dengan demikian, peradaban bukan hanya perwujudan kemajuan teknologi, tetapi juga refleksi dari nilai, struktur sosial, dan keberlanjutan manusia dalam kehidupan global.

FAQs

Peradaban berasal dari bahasa Arab dan berarti kesopanan serta budi pukut. Manusia yang beradap memiliki kesopanan dan budi pukerti, sedangkan manusia yang tidak beradap disebut biadap.

Peradaban mencakup kemampuan daya pikir dan teknologi untuk mengendalikan alam, sedangkan kebudayaan terdiri dari nilai, norma, dan prinsip unik yang unik dalam kehidupan masyarakat.

Peradaban memiliki ciri-ciri seperti kemajuan teknologi, nilai humanis, organisasi sosial yang maju, sistem pemerintahan yang rasional, serta kehadiran nilai estetika dan moralitas dalam kehidupan masyarakat.

Perkembangan peradaban menurut Hunting Ton dibagi menjadi tiga tahap: abad kegelapan (abad pertama), abad pencerahan (abad kedua), dan abad modern saat ini (abad ketiga).

Modernisasi adalah proses transformasi masyarakat untuk hidup sesuai dengan zaman, yang mencakup perubahan nilai, norma, dan pola pikir yang lebih maju serta penggunaan teknologi.

Globalisasi menyebabkan anomi, disorientasi, dan alienasi di antara masyarakat, serta mempercepat kemajuan teknologi dan munculnya aturan baru seperti undang-undang ITE.

Chat with AI

Loading...

Pro features

Go deeper with this episode

Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.