Go back

Manusia dan Kebudayaan

44m 29s

Manusia dan Kebudayaan

Kebudayaan merupakan hasil dari keberadaan manusia yang dibekali akal dan budi, yang memungkinkan mereka berpikir, belajar, dan mencipta nilai serta norma dalam kehidupan sosial. Proses pembentukan kebudayaan terjadi melalui pelatihan dan pengalaman di lingkungan keluarga dan masyarakat, serta dapat diteruskan atau diubah tergantung dukungan anggota masyarakat. Kebudayaan mencakup berbagai unsur seperti agama, sistem sosial, pengetahuan, bahasa, kesenian, ekonomi, dan peralatan hidup yang berkembang seiring waktu. Keberadaan kebudayaan penting untuk menjaga keteraturan sosial, mengatur interaksi antar manusia, dan menjaga harmoni dengan alam. Fungsi kebudayaan juga terlihat dalam bentuk mitos, tradisi, gotong royong, dan peraturan lokal yang menekankan nilai-nilai kehidupan. Namun, di tengah gempuran nilai asing melalui media sosial, penting bagi masyarakat untuk tetap mempertahankan dan menghormati kebudayaan asli, baik dari suku maupun wilayah, sebagai bentuk toleransi dan keharmonisan sosial. Kebudayaan bukan hanya warisan, tetapi dinamis dan terus berkembang melalui interaksi antara generasi dan lingkungan.

Transcription

4401 Words, 31174 Characters

Indonesian
Oke, selamat pagi untuk semua sobat seluruh kopi di mana pun berada. Dan semoga semuanya dalam kondisi sehat, tetap fit, tetap terus nyum bahagia, walaupun 2 jah sedang tidak mendukung, atau kondisi dop kita sedang dihadapkan satu persoalan kehidupaan. Nah, sebelum dengarkan podcast sosialogi kopi, jangan lupa sobat-sobat sosialogi kopi, sambil mengambil, sejangkir kopi, atau 11 susu hangat supaya bisa sambil dengarkan podcast ini, sambil seruput kopi, ataupun minum, tehangan, atau susu hangat yang sobat-sobat sosialogi kopi suka. Oke, nah, kopi kepada hari ini mengenai podcast kali ini, itu membahas mengenai manusia, dan kebudayaan. Nah, berkaitan dengan manusia dan kebudayaan ini adalah dua aspect yang saling terkait satu sama lain. Nah, oleh karena itu, pemilih kebudayaan itu adalah manusia. Kenapa? Milih manusia, kenapa dah kikatnya manusia ini dibekali dengan otak yang kemudian dia bisa berfikir, kemudian dia bisa berkembang, dia bisa menangkap memori, memori yang terus menerus berkembang. Nah, sehingga pemilih kebudayaan adalah manusia dan bukan saja hewan. Nah, terkait dengan pertumbuhan dari kebudayaan, ini di problem lalu, proses belajar. Jadi, setiap individu manusia memahami nilai-nilai, dan bentuk kebudayaan ini karena melalui proses belajar yang di internalisasi di dalam keluarga, mau pun masyarakatnya. Contoh, misalnya, ada masyarakat yang memberikan sagen, ya. Nah, di dalam kebudayaan masyarakat yang masih menganut tradisi sagen ini, pasti nanti anaknya akan melakukan hal yang sama, karena tradisi. Nah, tetapi ada juga kemudian generasi berikutnya tidak melakukannya, kenapa karena ada pengaruh dari luar diri keluarga, misalnya pada saat dia merantau, atau pada saat dia melihat tayangan YouTube atau media sosialnya lagi yang menangkap milih nilai, tersebut dianggap, tidak sesuai, misalnya. Dan kemudian, individu tersebut tidak melancutkan kebudayaan, tersebut. Ini juga bisa terjadi. Setiap individu memahami kebudayaan ini karena proses belajar, dan apalagi saat ini, setiap diri manusia, di dunia, menapun bisa dengan muda, mengakses informasi melalui internet dalam hal ini, media sosial, YouTube, dan lain sebagainya. Nah, berikutnya, pertumbuhan kebudayaan ini juga didukung, dan di teruskan oleh perkembangan manusia sebagai anggota masyarakat. Jadi, kebudayaan itu bisa bertahan kalau dia didukung oleh anggota masyarakatnya, kebudayaan itu bisa hilang, ketika misalnya dia tidak didukung oleh masyarakatnya juga. Nah, di setiap diri individu yang kemudian menjadi kelompok masyarakat yang kemudian menjadi suku, ini memiliki berbagai identitas kebudayaan masih masing yang berbeda satu sama lain. Misalnya, di Indonesia sendiri, suku betawi tentu berbeda dengan suku dayak. Masyarakat Jakarta mungkin berbeda dengan masyarakat di A.K. Masyarakat A.K. mungkin berbeda dengan masyarakat di Papua. Nah, perbedaan ini salah satunya menyangkut kebudayaan yang sudah terinternalisasi, kemudian juga terinstitionalisasi yang kemudian dilanggengkan di dalam praktek kehidupan sehari-hari. Nah, jadi, kebudayaan ini bersipat elatis tergantung dari bagimana anggota masyarakatnya mendukung dan diteruskan atau tidak. Nah, di dalam konteks potensi budaya, kemudian budaya melayaknya yang namanya ciptar rasa dan karsa. Nah, ciptar rasa dan karsa ini yang kemudian menjadi bagian dari peduman hidup setiap individu manusia yang kemudian menjadi bagian dari peranata sosial, menjadi bagian dari prilaku sosial di masyarakat. Nah, selain potensi budaya yang berikutnya adalah unsur-unsur budaya yang universal. Unsur-unsur budaya yang universal ini ada beberapa poin, setidaknya kalau di dalam antropologi, toko nya, koncarningrat, menyelaskan ada sistem religik, sistem kemasyarakatan, sistem pengetahuan, bahasa kesenian sistem ekonomi dan sistem peralatan hidup. Nah, hal yang lainnya lagi adalah hujut kebudayaan. Nah, hujut kebudayaan, ini berkaitan dengan gagasan atau idah, prilaku atau evitas benda dan hasil kebudayaan. Nah, itu gambaran umum mengenai relasi atau hubungan kebudayaan dengan manusia. Manusia pada hakikatnya sebagai makluk yang berbudaya tidak lain adalah makluk yang senantiasa mendai gunakan akal budinya untuk mencitakan kebahagian. Nah, dari konteks di sini kemudian manusia melahirikan yang namanya kebudayaan. Nah, kebudayaan ini yang kemudian menjadi bagian dari peduman, kebaikan, kebenaran, keadilan, yang kemudian melahirkan satu konsep tentang manusia berbudaya. Jadi manusia berbudaya itu manusia yang dia punya nilai, punya norma yang menjadi peduman hidupnya, menjadi peduman prilaku sosialnya untuk dia bersipat baik, bersikap benar, bersikap adil di dalam kehidupan bermasarakatnya. Nah, di dalam konteks kehidupan manusia tentu tidak lepas dari kepemilikan akal dan budi. Nah, akal dan budi ini yang membedakan manusia dengan hewan. Yang dimana, manusia dianugrahi oleh Tuhan tentang akal dan budi. Nah, akal budi ini yang kemudian mengambangkan tatanan kehidupan manusia dari yang primitip sampai yang modern. Misalnya, dulu kehidupan manusia untuk mengolamakanan selalu misalnya menggunakan panas terik matahari supaya bisa matang. Nah, namun, ya, fungsi dari terik matahari tidak membuat matang sempurna terus. Ketika manusia menggunakan akal dan budinya, berkembang menggunakan yang namanya api. Nah, api dengan menggunakan sekam, pati, kayu, dan lain sebagainya yang bisa menimbulkan api. Hal ini kemudian terus menerus, ya, berkembang sehingga manusia menciptakan yang namanya kompor minyak. Nah, kompor minyak terus berkembang menjadi kompor gas, terus kemudian berkembang menjadi kompor listrik dan saat ini manusia sudah hidup dengan sangat modern sekali dengan sistem cara mengolamakanan. Nah, sistem perkembangan ini tentu, ya, didasarkan atas kemampuan akal dan budi yang dimiliki oleh manusia. Nah, ini yang tidak dimiliki oleh Hewan. Hewan, dari dulu cara dia makan, cara dia hidup, begitu begitu saja tidak berkembang. Sangkar burung dari dulu, seperti itu saja, burung menciptakan Sangkar burungnya seperti itu, tidak ada kalau misalnya kita kehutan, kepohon-pohon melihat ada Sangkar burung, ya, sudah menggunakan batahebal. Ya, tapi burung masih menggunakan yang namanya jerami atau misalnya sisada daunan yang memang insting dia sudah seperti itu tidak berkembang. Nah, sementara manusia terus berkembang kehidupannya, ya, baik dari mengolamakanan, bahkan sampai bentuk rumah yang dari dulu bentuk rumah itu menggunakan kayu. Kemudian menggunakan bambu, sampai sekarang sudah menggunakan Hewan dan batu batah dan lain sebagainya. Artinya, pun akal dan budi bagi manusia, membuat kehidupan manusia terus berkembang. terus berkembang dari berbagai macem aspect kehidupannya. Lalu terkait dengan potensi budaya, ini ada cipta rasa dan karasa. Cipta ini kemampuan berpikir yang menimbulkan ilmu pengetahuan. Sampai saat ini kita mengenal namanya ilmu sociologi, ilmu psicologi, ilmu ekonomi, ilmu politik, dan lain sebagainya yang di mana terakhir karena adanya cipta yang dimiliki oleh manusia. Yang di mana kemudian dari ilmu pengetahuan ini memudian membantu keidupan manusia itu sendiri. Berikutnya dari potensi budaya selain cipta adalah rasa. Rasa ini adalah bagian dari kita punya sens terhadap karya-seni atau kesenian. Makanya soba sociologi kopi, senang dengan namanya kalegrafi, lukisan, terus kemudian mural, atau misalnya musik yang bagian dari produk kesenian karena kita punya rasa. Kita punya jiwa yang berkaitan dengan mengagumi menyukai satu karya-seni yang memang melut kita bagus. Karena kita punya rasa. Nah hewan tidak punya rasa. Hewan tidak bisa mengatakan bahwa lukisan itu bagus, lukisan itu dilek dan lain sebagainya sebagai seorang kurator. Tapi manusia bisa melakukan penilayan terhadap satu karya-seni. Nah karena dia punya rasa itu. Nah selain cipta rasa manusia punya namanya karsa. Nah karsa ini berkaitan dengan kendak untuk hidup sempurna. Yang dimana manusia ingin hidup mulia, ingin hidup bagia yang kemudian di dalam konteks di bermasar akat, dia kemudian beridentitas agama tertentu dan juga menderapkan norma kesusilaan. Yang dimana ini mengatur tentang bagaimana manusia berperilaku sebagai maklok sosial, berperilaku sebagai maklok agama, berperilaku sebagai maklok hukum. Yang dimana manusia tidak bisa hidup sempaunya karena ada masyarakat yang lain, akan terganggu kalau dia misalnya arorgan terus kemudian dia mau hidup sempurna dan lain sebagainya. Karena perilaku dia nanti akan merugikan orang lain. Orang lain yang terdekat adalah keluarganya bisa orang tuanya, bisa sudaranya, bisa tetangganya. Berikutnya adalah maklok beragama, maklok beragama setiap manusia akan memilih identitas kagama karena pedah kikatnya masyarakat di dunia adalah majoritas masyarakat yang beragama. Beragama ini juga menjadi bagian dari pegangan hidup manusia supaya dia tidak lepas terhadap nilai-nilai keyakinan terhadap satu agama tertentu. Berikutnya adalah maklok kesusilaan. Jadi dia berperilaku secara susila berperilaku dengan baik, berperilaku sesuai dengan nilai dan norma. Itu yang kemudian membuat manusia dapat menjalankan fungsi sosialnya, fungsi agamanya, fungsi kesusilannya. Karena manusia memiliki yang namanya karsa. Karsa ini yang tidak dimiliki oleh hewan. Kalau misalnya hewan, lewat misalnya ayam lah. Ayam kalau misalnya kita lagi duduk nongkrong ya sudah selonong boi, tetapi kalau manusia ketika misalnya lewat ada orang nongkrong minimal mengucapin permisi-pah, permisi ibu, permisi bang. Ini artinya manusia dibekali oleh tuhan memiliki karsa. Karsa ini juga sangat penting sebagai bagian dari etika sosial kita duduk di dalam masyarakat. Yang berikutnya pengertian mengenai budaya dan kebudayaan. Apa yang namanya budaya, apa yang namanya kebudayaan? Budaya sendiri secara singkat berkaitan dengan daya dari budi yang berupa cita karsa dan rasa yang tadi. Yang kemudian menghasilkan berbagai macam bentuk kebudayaan yang melakat di dalam kehidupan manusia itu sendiri. Kebudayaan berkaitan dengan hasil dari cita rasa dan karsa. Hasil ini bisa dalam bentuk misalnya bangunan kemudian tradisi, kemudian seni, kemudian juga berkaitan dengan momentum tradisi. Yang banyak hal yang kemudian dihasilkan dari cita rasa dan karsa yang dimiliki oleh masyarakat ini yang kemudian melakat di dalam kehidupan di masyarakat. Kebudayaan sendiri ini berasal dari bahasa sepertayet budaya yang merupakan bentuk jamak dari budi yang berarti budi atau akal. Dalam konteks yang lain, kebudayaan sendiri ini berkaitan dengan kalau dalam konteks basalatinya adalah kor yang berarti mengolah atau mengerjakan. Dari bahasa polerul ini kemudian berubah menjadi kata kulture yang diartikan sebagai segala daya dan kejutan manusia untuk mengolah dan merubah alam. Merubah alam ini yang kemudian berkaitan dengan bagaimana manusia dapat bertahan hidup. Pengertian dari kebudayaan dari topo, salah satunya adalah timur. Menurut timur kebudayaan adalah kompreks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, murah, hukum, adat istia, dan lain. Yang berkaitan dengan kemampuan-kemampuan manusia, serta kebiasan terbiasanya yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota dari masyarakat. dari timur ini manusia kemudian membuat berbagai macam perangkat aturan di masyarakat, termasuk kemudian hukum, bisa hukum secara sosial di masyarakat, bahkan hukum secara regulasi negara. kementara kalau misalnya menurut toko yang lain, menurut lintan, kebudayaan itu berkaitan dengan konfigurasi dari segala tinggal aku dan hasil aku yang muncul untuk bentukannya di dukung, serta diteruskan oleh anggota masyarakat tertentu. ifigurasi dari timgal aku dan hasil aku ini melayikan yang namanya, adap melayikan yang namanya perilaku sosial yang harus, dan tidak boleh dilakukan oleh namanya individu manusia di masyarakatnya. kemudian menjadi peduman bagaimana berprilaku yang baik, yang sopan dan santun di dalam masyarakat, kalau menurut lintan. sementara toko yang lain itu kuncaran ingrat, mengatakan bahwa kebudayaan bagian dari keseluruhan sistem, gagasan, tindakan dan hasil karya manusia yang di dalam rangkat hidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar, jadi dalam konteks kuncaran ingrat bahwa segala sistem gagasan tindakan dari hasil karya yang dikiptakan manusia ini pada hakikatnya terakhir dari proses belajar atau pengalaman yang di dapat oleh manusia kemudian melayikan satu bentuk kebudayaan yang membantu kehidupan masyarakat yang menyatukan kehidupan masyarakat yang mencitakan tatanan nilai dan norma yang baik di masyarakat untuk menurut kekanan ingrat, dengan demikian berkaitan dengan kebudayaan secara rinkas dapat ditari kesimpulan bahwa kebudayaan ini merupakan milik masyarakat manusia yang dia tidak dimiliki oleh hewan karena manusia itu pada hakikatnya memiliki cita rasa dan karsa memiliki akal dan budi yang tidak dimiliki oleh hewan kemudian kebudayaan itu tidak diturunkan secara biologis, secara genetik, melayikan di problem melalui proses belajar kehidupan manusia ketika dia menjadi masyarakat, menjadi anggota keluarga, dia belajar di situ mengenai satu itu nilai satu produk kebudayaan yang kemudian bisa dia dukung dan diteruskan atau juga di kemudian hari dia tolak nantinya. Berikutnya kemudian itu didapat didukung dan diteruskan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Itu yang kemudian membuat kebudayaan di masyarakat terus ada sampai saat ini, karena dia mendapat dukungan dari masyarakat itu sendiri tetapi kalau kebudayaan itu tidak didukung oleh masyarakat ya sudah maka kebudayaan itu akan hilang. Nah ini yang kemudian selalu kita dengar istilah yang namanya Western Inisasi. Western Inisasi ini berkaitan dengan bagaimana nilai-nilai kebarat-baratan ini masuk ke Indonesia yang kemudian anak-anak Indonesia tidak menyukai kebudayaan asli Indonesia. Nah ini ada pengaruh dari sisi luar yang kemudian masyarakat Indonesia di tahun berikutnya akan kehilangan kebudayaan aslinya berganti dengan kebudayaan dari luar negeri. Nah kalau di dalam sociologi ada istilah namanya akulturasi, asimilasi yang nanti kita tinggal lihat apakah akan menciptakan kebudayaan baru yang memang ada pasti dari kebudayaan luar. Namun masih mengadoksi kebudayaan asli Indonesia. Tinggal pertanyaannya sobat sociologi kopi, masih mau mendukung dan ruskan kebudayaan asli nenemoyangnya atau tidak. Nah itu balik lagi ke sobat sociologi kopi mengingat banyak sekali gempuran kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia salah satunya melalui media sosial. Nah berkaitan tadi dengan pengertian dan konsep tentang kebudayaan hal yang berikutnya adalah mengenai fungsi kebudayaan. Nah sebelum lanjut ke podcast mengenai fungsi kebudayaan jangan lupa sobat sociologi kopi sambil. Ya, nge-meal sambil niruput kopinya, niruput tanya atau kopinya atau mungkin yang ga suka dengan kopi t dan susu bisa juga bener-bener hal putih. Oke, kita lanjut, ya, fungsi kebudayaan. Ya, itu melindungi diri terhadap ala mengatur hubungan antar manusia dan sebagai wadah dari segina prasa manusia. Jadi pada kikatnya, ya, fungsi kebudayaan ini mengatur bagaimana manusia dapat harmonis dengan alamnya, ya, dapat harmonis dengan kehidupan sosial di masa rakatnya. Sehingga terkita kerukunan sosial juga kemudian tidak rusaknya alam. Dalam konteks alam, ya, kalian mungkin mengenal namanya lokalisdom. Ya, nah lokalisdom ini, biasanya hujutnya adalah mitos. Ya, yang dimana misalnya ada mitos di satu objek wisata tidak boleh membuang luda, tidak membuang puntung rokok. Ya, kalau misalnya membuang luda atau puntung rokok di objek wisata tersebut, nanti akan kena musibah pada dirinya. Nah, mitos ini sebenarnya diciptakan supaya si pengumbung objek wisata tersebut tidak membuang sampah sembarangan atau mengatori objek wisata tersebut. Jadi mitos yang diciptakan di satu sisi, ya, dia bersipat irasional, tetapi di satu sisi dia punya fungsi yang baik. Ya, itu mengatur prilaku manusia, keplikat dia berinteraksi dengan alam sekitarnya, begitu juga dengan hubungannya antar sesama manusia. Jadi kebudayan itu pada hakikatnya, ya, sangat baik. Ya, contoh misalnya budaya ngabin di Bali. Nah, budaya ngabin di Bali, ini memerlukan yang namanya gotong royong antar individu masyarakat. Ya, nah, kalau misalnya dalam konteks usologi, ya, dengan berkumpulnya, dengan gotong royongnya masyarakat, ini sebenarnya menciptakan keharmonisan, ke langgengan, kerukunan antar, anggota masyarakat itu sendiri. Jadi dari kebudayan ngabin, kemudian melahirkan kohesi sosial yang baik antar masyarakat setitar. Ya, nah jadi itu fungsi kebudayaan. Nah, berikutnya berkaitan dengan hakikat tebudayaan. Nah, siapat hakikat tebudayaan itu kebudayan terhujud dan tesalurkan dari perilaku manusia. Jadi melalui perilaku manusia kebudayan itu terhujud dan kemudian tesalurkan. Nah, kebudayaan telah ada terlebih dahulu nih dari pada lahirnya satu generasi tertentu dan tidak akan mati dengan habisnya usia generasi yang bersakutan. Jadi terus menerus kebudayan itu akanlahir. Bahai dia akan bersipat tetap asli kebudayan tersebut. Atau, ya, berminatama persis. Ya, menjadi kebudayan yang ada tambahannya lah. Ya, kemudian kebudayan diperlukan oleh manusia dan dihujudkan di dalam tinggal aku. Jadi manusia dengan kebudayan itu saling terkait satu sama lain, gak bisa dipisakan. Ya, nah oleh kera itu buat sobat sologi kopi jangan sampai lupa dengan kebudayan asli dari masyarakatnya atau pun sukunya. Karena ini bagian dari plastarian kebudayan yang harus dilakukan di tengah gempuran berbagai kebudayan yang ada dan masuk di Indonesia. Ya, kebudayaan mencakup aturan-aturan yang berisikan kewajiban-kewajiban tindakan tindakan yang di terima dan di tolak. Mau pun tindakan tindakan yang dilarang dan tindakan tindakan yang diikinkan. Jadi kebudayan ini mencakup aturan-aturan yang dimana ada satu masyarakat yang tidak boleh, misalnya di badui. Di badui tidak boleh ada pengunjung yang masuk ke satu wilayah utan yang memang itu hanya dikussuskan untuk pimpinan suku di badui. Ya, tidak boleh masyarakat keluar datang ke situ. Nah, ini sebenarnya adalah aturan yang harus diterapkan. Karena di situ ada keliakkinan yang timbul dari masyarakat setempat dan bagi masyarakat yang berkunjung ke suku badui harus menghormati itu jadi tidak boleh dilanggar. Ya, kalau pun dilanggan misalnya tentu ini ada konsekvensinya. Ya, misalnya membelikan kambing sebagai hukuman yang harus dilakukkan oleh si pengunjung tersebut atau sangsi yang lainnya. Ya, yang gelas di mana pun kita berada itu yang harus kita hormati. Ya, makanya di mana bumi dipijak langit harus dijunjung artinya di mana kita berada. Kita harus bisa memamik kebudayan masyarakat sekitar dan kita walaupun misalnya bertentang atau bertolak belakang dengan kebudayan tersebut. Ya, minimal kita bersikap toleransi bersikap menghormati. Ya, karena ada keliakkinan yang ada di masyarakat tersebut. Ya, itu. Nah, berikutnya adalah punsur-unsur kebudayaan. Punsur-unsur kebudayan ini yang pertama adalah sistem religi. Jadi, ini yang kemudian menciptakan yang namanya sistem kepercayaan. Ya, sistem kepercayaan ini misalnya melahirkan agama. Nah, baik itu agama ataupun ada yang namanya aliran kepercayaan. Misalnya, kalau di agama ada Islam, ada Hindu, Buda, protestan, katolik, kemudian Buda, kohochu, ya. Nah, kemudian ada aliran kepercayaan misalnya Islam, misalnya Sunda, Wevitan, ya. Nah, ini adalah aliran kepercayaan yang berkaitan dengan unsur-unsur kebudayaan pada sistem religi. Nah, di dalam sistem religi-religi, ini kemudian juga melahirkan namanya upacara ke agamaan. Misalnya ada upacara aditi Tiruwila, ya, untuk menghormatan terhadap David Durga oleh orang Hindu, ya. Ada misalnya upacara keagaman kuningan, ya. Dan lain sebagainya pada agama Hindu, ya. Dan tentunya di agama-agama lain dan aliran-aliran kepercayaan lain juga, ada juga yang namanya upacara keagamaan. Nah, di dalam sistem religi yang gelas, ini menyangkut berkaitan dengan identitas agama-masing-masing individu di dalam kehidupan bermasarakatnya, ya. Nah, lalu yang berikutnya adalah sistem kemasarakatan atau sistem organisasi sosial. Nah, di dalam sistem kemasarakatan yang merupakan bagian dari unsur kebudayaan, ini berkaitan dengan adanya kekrabatan, adanya asosiasi dan perkumpulan, adanya sistem kenegaraan, adanya sistem kesatuan hidup. Jadi, di dalam sistem kemasarakatan, kita mengenal yang namanya kekrabatan. Kita mengenal yang namanya kelompok sosial. Kita mengenal yang namanya persaudaraan. Kita pula di dalam asosiasi dan perpumpulan. Organisasi masyarakat, pemuda pancassila. Misalnya, organisasi masyarakat adalah telah lama di dalam sistem kagamaan. Organisasi kagamaan. Kemudian juga kita mengenal organisasi yang berbasis pada aktivitas sosial dan lain sebagainya. Kemudian juga di dalam sistem kenegaran, kita mengenal yang namanya sistem kenegaran republik, sistem kenegaran komuni, sistem kenegaran kerajahan, dan lain sebagainya lalu di dalam sistem kesatuan hidup. Kita mengenal yang namanya bagaimana antar persaudaraan itu bisa saling menopang satu sama lain. Misalnya, ada sistem sedara yang dikenal kemudian ada marga, ada kelan dan lain sebagainya. Itu sistem ke masyarakatan atau organisasi sosial. Yang berikutnya yang ketiga, uncur-uncur kebudayaan yang ketiga adalah sistem pengetahuan. System pengetahuan ini yang kemudian kita mengenal yang namanya dunia flora, fauna kita mengenal waktu dan ruang kita mengenal anatomi tubuh manusia dengan segala prilakuan tersama manusianya. Dan yang paling terpenting ketiga uncur kebudayaan dalam bentuk sistem pengetahuan ini melakat pada manusia, manusia bisa tahu bagaimana cara bertahan hidup. Cara bertahan hidup ini yang tadi dari hidup permidip kemudian saat ini hidup menjadi moderen dengan segala kebutuhannya. Misalnya dari cara mengolah makanan, dan kemudian bentuk bangunan sampai cara untuk dia mengaksa satu ilaya yang dulu misalnya berjalan kaki, kemudian menggunakan tenaga hewan, sebagi tunggangan, seperti kuda, kemudian menggunakan alat mekanik ya, seperti speda hingga saat ini kita mengenal yang namanya speda motor dan mobil bahkan pesawat terbang. Itu yang membantu kehidupan manusia kemudian menjadi lebih moderen lagi dan lebih praktis dan lebih singkat lagi, ya mungkin nanti berapa 10 tahun lagi akan berubah kehidupan hari ini ketika teknologi sudah lebih berkembang lagi daripada saat ini. Tinggal tungguah jauh waktunya kita, berikutnya untuk kebudayaan yang kempat adalah bahasa, bahasa ini digunakan untuk berkomunikasi baik, berbentuk lisan, mau pun tulisan. Lisan ini seperti kita ucapkan kemasu pokoknya ini, pokoknya ini adalah bagian dari lisan bahasa perbal yang biasa digunakan di dalam berkomunikasi seharik-harik. Dan kemudian tulisan, misalnya seperti PPT atau misalnya seperti buku dan lain sebagainya, itu umur kebudayaan yang kempat. Untuk kebudayaan yang kelima adalah kesenian, kesenian ini kemudian melahirkan senipatu atau pahat, terali, plukis, dan gambar, tatarias, focal, musik, bangunan, kesusastraan, dan juga drama. Untuk kebudayaan yang kelima, itu kesenian, yang berikutnya adalah sistem mata pencarian hidup, atau sistem ekonomi yang meliputi bagaimana individu manusia berburu dan mengumpulkan makanan, kemudian bercocok tanam, pertenakan, perikanan, perdagangan, ini berupakan bagian dari sistem mata pencarian hidup manusia, yang kemudian, berkembang terus menerus, seiring berkembanggan jaman. Masuk salah satunya mata pencarian hidup manusia, ada yang misalnya menggunakan crypto, terus kemudian melakukan duty online sebagai bagian dari progresia atau mata pencarian hidup. Main devil juice, terus main pakong singgapur, dan lain sebagainya, ada yang dijadikan itu sebagai sumber mata pencarian hidup, terus berkembang. Nah, temasuk nati cara bercocok tanam juga dari traditional, terus berubah menjadi modern, tentunya ini karena akal dan budi manusia yang terus berkembang, yang lahirkan berbagai macam ilmpung ketahuan dan teknologi. Yang berikutnya, yang ketuju sistem peralatan hidup, tadi sudah sempet di singgung, setiap manusia di dalam kehidupannya akan terus berkembang. Nah, perkembang ini karena manusia punya akal dan budi, akal dan budi itu menciptakan peralatan hidup atau teknologi yang mendukung kehidupan manusia. Ya, misalnya alat yang membantu produksi, distribusi, dan transportasi, terus kemudian peralatan komunikasi, saat ini kita sudah mengenal namanya smartphone, yang sebelumnya menggunakan pejer, sebelumnya lagi kita tidak menggunakan yang namanya alat komunikasi jarak jauh, kita misalnya datang secara langsung atau menggunakan surat, ya. Sekarang sudah lebih tanggil lagi, tidak perlu lagi kita mengirim surat lama-lama, ya. Sekarang tinggal mengirim pesan melalui SMS atau WhatsApp langsung tersempai pesan kita ke orang yang mau kita sampe kan pesannya. Nah, jadi lebih muda, lebih cepat, ya. Tidak seperti zaman bahala menggunakan surat misalnya, nanti baru sampai berhari-hari di kirmin oleh papos, ya. Nah, kemudian peralatan konsumsi dalam bentuk wadah, dulu misalnya hanya menggunakan daun atau apa kulit kayu, ya, sebagai piring, ya. Nah, sekarang kita sudah menggunakan piring. Sekarang piring juga macam-macam, jenisnya ada yang bahannya dari bling, ada menggunakan dari melamin dan lain sebagainya. Nah, artinya peralatan konsumsi manusia terus berkembang, bahkan, ya, wajian tempat buat masak yang dulu harus menggunakan minyak orang, sekarang ada lagi teknologi baru-nya. Engga perlu pakai minyak, sekarang sudah bisa menggoreng dan memasak, ya. Terus akan berkembang seiring perkembangan kehidupan manusia, kemudian pakean dan perhiasan juga berkembang. Kemudian tempat berlindung dalam hal ini perumahan, terus berkembang. Begitu pun, senjata baik yang digunakan oleh aparat negara untuk melindungi masyarakat, mungkin senjata yang siapatnya boleh digunakan oleh masyarakat untuk kebutuhan hidupnya misalnya seperti pisau. Pisau juga terus berkembang dulu, manusia memotong yang namanya daging, memotong bahan baku makanan menggunakan yang namanya batu, menggunakan yang namanya politkerang, menggunakan yang namanya ranting kayu yang ditajamkan. Sekarang sudah menggunakan yang namanya pisau, nah ini artinya semua di dalam peralatan kehidupan manusia terus berkembang seiring perkembangan jaman dan akal budinya. Nah itu tadi tujuan sur kebudayaan, nah berikutnya adalah hujut kebudayaan, nah hujut kebudayaan ini ada tiga, itu yang pertama adalah gagasan, nah gagasan ini berkaitan dengan dimana kebudayaan dalam hujut gagasan ini bersipat abstract dan tempatnya ada dalam alam pikiran di setiap warga pendukung kebudayaan yang bersangkutan. Sehingga dia tidak dapat diraba atau di foto, jadi dia namanya gagasan, gak bisa diraba atau di foto, nah sistem gagasan yang kelajari oleh setiap warga pendukung budaya sejak di sini sangat menentukan sifat dan cara berfikir serta tinggal aku warga pendukung budaya tersebut. Misalnya kalau dia dilahirkan dari masyarakat yang mengenal sistem kejawan, dia akan menginturalisasi di sini lagi tersebut, yang kemudian nanti akan menentukan sifat dan cara berfikir serta tinggal aku dia di dalam kehidupan keluarganya mopun di masyarakatnya apakah dia menjadi pendukung, atau bisa juga menjadi penolak kebudayaan yang sudah terwarisi di dalam gagasan atau idah. Di dalam alam pikirnya itu. Nah gagasan, gagasan ini layak akhirnya menghasilkan berbagai hasil karya manusia berdasarkan sistem nilai cara berfikir dan polatin kelajari tersebut, nah hujut budaya di dalam bentuk sistem gagasan itu biasa di sebut dengan namanya sistem nilai budaya yang ujitnya adalah aturan, nah ada nilai, ada norma yang kemudian nikat kehidupan masyarakat untuk sesuai. Berhilaku sesuai bertutur yang baik dan benar, nah itu tadi hujut kebudayaan gagasan, yang berikutnya adalah pelakun, dari gagasan ini sebenarnya melayakan yang namanya pelakot aktivitas, nah budaya dalam hujut pelakuk berpola menurut idah dan gagasan yang ada. Jadi pasti pelakunya kan sama. Karena dia berpola dari ide gagasan yang sudah terwari sih dari generasi yang sebelumnya. Nah hujut pelaku ini, ini lebih bersipat konkret, dapat dilihat dan di dokumentasikan baik di foto, mopun di film kan, ya, berbeda dengan tadi gagasan yang gak bisa di foto, ya, gak bisa di rabat. Nah, contoh misalnya, petani yang sedang bekerja di sawa. Nah, orang yang sedang menarik dengan lemagamulai, orang yang sedang berbicara, ya. Dan kemudian, orang yang sedang melakukan interaksi sosial. Nah, ini aktivitas bisa kita lihat, bisa kita kota, bisa kita dokumentasikan. Nah, masing-masing aktivitas tersebut berada dalam satu sistem tindakan dan tinggal aku yang sama yang akan terwari sih satu sama lain di dalam setiap generasi. Nah, tinggal kita melihat apakah gempuran-gempuran nilai-nilai budaya dari luar akan mengikis pola-pilaku tersebut atau tidak. Contoh yang paling sederhana. Kalau misalnya zaman saya dulu masih sekolah, saya sangat sekali ditanamkan oleh keluarga, oleh guru-guru saya untuk menghormati yang namanya guru. Nah, namun sehingga pertambangan zaman terjadi pergesaran pemhaman tersebut. Yang di mana rendahnya, kualitas cara berpilaku untuk menghormati yang namanya guru. Sekarang udah mulai selonong boi misalnya. Kalau dulu kita melihat guru, selalu jumpa tangan, selalu menyapal lebih dulu. Kemudian juga kita kalau misalnya guru sakit, kita berkunjung kerumanya. Dan ini yang saya lihat dan saya mati mulai hilang ini. Nah, ini yang temudian akan menjadi satu perelaku sosial yang gak boleh terus menerus terjadi. Kalau misalnya ini terus terjadi, maka akan hilang nilai dan wibawa seorang guru. Dan di satu sisi juga, perelaku yang baik ini tidak terinternalisasi pada pesetaridik yang berikutnya. Nah, ujit kebudayaan yang ketiga adalah mendahasil budaya. Sama dengan pilih laku atau aktivitas yang bisa dilihat, bisa di foto, bisa di kommentasikan mendahasil budaya pun sama. Nah, mendahasil dan budaya, ini bersipat konkrit dapat di rabah dan di foto dan kebudayaan dalam ujit konkrit itu disebut tubudayan fisik. Ini contoh, bangunan bangunan megas seperti piramida, tembok cina, menhir, alat rumah tangga seperti kapak, perunggu, geraba, pisau, kemudian penggurangan dan sebagainya. Ini merupakan bagian dari mendahasil budaya yang biciktakan oleh akal budi manusia untuk keperluan kehidupannya. Nah, oleh karena itu ini sangat bermanfaat buat manusia itu sendiri. Nah, baik yang sudah menjadi obyek wisata atau pun tidak menjadi bagian dari obyek wisata tetapi sangat melakat di dalam kehidupan manusia. Nah, oke, nah itu topik mengenai manusia dan kebudayaan. Nah, perkaitan dengan manusia dan kebudayaan tentu kita sangat melakat di dalam kehidupan kita. Karena itu bagian dari peduman kita berpelaku, kita beradap. Nah, oleh keren itu jangan lupakan kebudayaan asli Indonesia yang dimana sangat melakat di dalam kehidupan minimal di dalam kehidupan keluarga kita dan masyarakat kita. Dan dimana kita nanti berpigak terlalu harus dijunjung. Jadi kita harus bersikap toleranci. Nah, konflik-conflik sosial terjadi di masyarakat karena salah satunya rendahnya bersikap toleranci. Nah, oke, sekian hari ini podcast gue mengenai manusia dan kebudayaan tetap jaga kesehatan dan jangan lupa seru potopinya dan tetap happy kualopun dunia sedang tidak baik-baik saja. Oke, demikian salam seru potopi. [MENGENI]

Podcast Summary

Key Points:

  1. Manusia sebagai makhluk berbudaya dibekali akal dan budi yang membedakannya dengan hewan, sehingga kemampuan berpikir, belajar, dan mencipta menjadi dasar kebudayaan.
  2. Kebudayaan terbentuk melalui proses belajar yang internalisasi di keluarga dan masyarakat, dan dapat diteruskan atau ditolak tergantung dukungan dari anggota masyarakat.
  3. Kebudayaan mencakup berbagai unsur seperti sistem religi, sosial, pengetahuan, bahasa, kesenian, ekonomi, dan peralatan hidup, serta memiliki fungsi dalam mengatur hubungan sosial, menghormati alam, dan menjaga keharmonisan masyarakat.

Summary:

Kebudayaan merupakan hasil dari keberadaan manusia yang dibekali akal dan budi, yang memungkinkan mereka berpikir, belajar, dan mencipta nilai serta norma dalam kehidupan sosial. Proses pembentukan kebudayaan terjadi melalui pelatihan dan pengalaman di lingkungan keluarga dan masyarakat, serta dapat diteruskan atau diubah tergantung dukungan anggota masyarakat. Kebudayaan mencakup berbagai unsur seperti agama, sistem sosial, pengetahuan, bahasa, kesenian, ekonomi, dan peralatan hidup yang berkembang seiring waktu.

Keberadaan kebudayaan penting untuk menjaga keteraturan sosial, mengatur interaksi antar manusia, dan menjaga harmoni dengan alam. Fungsi kebudayaan juga terlihat dalam bentuk mitos, tradisi, gotong royong, dan peraturan lokal yang menekankan nilai-nilai kehidupan. Namun, di tengah gempuran nilai asing melalui media sosial, penting bagi masyarakat untuk tetap mempertahankan dan menghormati kebudayaan asli, baik dari suku maupun wilayah, sebagai bentuk toleransi dan keharmonisan sosial.

Kebudayaan bukan hanya warisan, tetapi dinamis dan terus berkembang melalui interaksi antara generasi dan lingkungan.

FAQs

Manusia dianggap sebagai pemilih kebudayaan karena memiliki akal budi yang memungkinkan mereka berpikir, memori, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan. Hewan hanya mengikuti insting, tidak memiliki kemampuan untuk mencipta atau mengembangkan kebudayaan secara terus-menerus.

Cipta adalah kemampuan berpikir yang menghasilkan ilmu pengetahuan. Rasa adalah kemampuan memahami dan menilai seni. Karsa adalah keinginan untuk hidup mulia dan berperilaku sesuai nilai-nilai sosial, agama, dan keadilan.

Kebudayaan dimulai melalui proses belajar di keluarga dan masyarakat, lalu diteruskan melalui kebiasaan, tradisi, dan praktik sehari-hari. Jika tidak didukung oleh anggota masyarakat, kebudayaan tersebut akan menghilang.

Budaya merujuk pada citra, rasa, dan karsa manusia, sedangkan kebudayaan adalah hasil dari budaya yang terwujud dalam bentuk tradisi, seni, sistem sosial, dan peralatan hidup yang dikembangkan oleh masyarakat.

Media sosial mempercepat penyebaran nilai-nilai kebarat-baratan, yang dapat menggantikan kebudayaan lokal. Ini menyebabkan generasi muda lebih mengabaikan tradisi dan nilai-nilai asli mereka.

Fungsi kebudayaan meliputi pengaturan perilaku manusia, menjaga kerukunan sosial, melindungi lingkungan, dan mengatur hubungan antar manusia melalui nilai, norma, dan tradisi.

Chat with AI

Loading...

Pro features

Go deeper with this episode

Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.