Go back

Lunch #61: Humankind Leadership feat. Mardi Wu (CEO, Nutrifood) Part 2

56m 4s

Lunch #61: Humankind Leadership feat. Mardi Wu (CEO, Nutrifood) Part 2

Dalam transkrip ini, Pak Mardi, CEO Nutrifut, berbagi pandangannya tentang kepemimpinan dan budaya perusahaan. Ia menekankan bahwa medical check-up (MCU) di perusahaan mereka tidak digunakan untuk mendiskriminasi karyawan berdasarkan kondisi kesehatan, melainkan sebagai alat untuk mengumpulkan data dan memberikan manfaat. MCU hanya diwajibkan untuk pekerjaan yang memerlukan kondisi fisik tertentu, seperti pekerja di pabrik yang berisiko menularkan penyakit. Nutrifut, yang memiliki sekitar 2.000-3.000 karyawan dan tiga pabrik, berusaha menjadi tempat kerja yang inklusif dan seperti keluarga. Pak Mardi menceritakan pengalamannya merekrut banyak orang sejak mereka masih di SMA hingga kuliah, membimbing mereka hingga akhirnya bergabung dengan Nutrifut. Ia percaya bahwa kepemimpinan yang baik harus menyeimbangkan peran sebagai atasan dan teman, sehingga tim dapat merasa engaged dan memberikan yang terbaik. Ia juga mengingatkan bahwa kata "perusahaan" berasal dari bahasa Latin yang berarti "teman berbagi roti", yang mencerminkan semangat kebersamaan dan saling berbagi. Pak Mardi menerapkan budaya ini dengan mengadakan acara "sarasihan" di mana ia duduk bersama karyawan dari berbagai level untuk berdialog secara terbuka. Ia menekankan pentingnya membangun kepercayaan dan budaya yang baik, sehingga karyawan dapat berteman tanpa kehilangan rasa hormat. Menurutnya, pemimpin harus menempatkan diri sebagai bagian dari tim, bukan sebagai penguasa, dan selalu berusaha memahami perspektif orang lain. Dengan pendekatan ini, Nutrifut berhasil menciptakan lingkungan kerja yang kolaboratif dan suportif, di mana setiap orang memiliki niat baik untuk memberikan yang terbaik.

Transcription

8842 Words, 56233 Characters

Indonesian
Halo, kalian sudah menonton, 30 hari lain. Loh! Kami sudah menonton, 30 hari lain. Loh! Beruang karena promo ini hanya sampai 31 hari 2021. Untuk lebih jelasnya, bisa cek ke Lenovopromo.com atau follow Instagram Lenovo di @lenovoid atau Facebook di Lenovo Indonesia. Beruang! Sebagai CEO yang OAR banget, saya lagi mikir kalau saya memasuk kerja ke nutrifut kayaknya, "Hel check-upnya paling susah ya, Pak." Gak juga, kita pengen. Sebenarnya itu jujur, kalau ini ini agak autopik sedikit. Kita medical check-up untuk orang-orang yang masuk nutrifut itu, bukan pengen cari orang yang bener-bener sehat saja, bukan pengen negakan dia kesehatan kita. Kita kalau ngecek orang untuk medical check-up itu, biasa hanya kita lakukan untuk yang bener-bener pekerjaan yang memang membutuhkan fisik tertentu, saya nggak itu perlu di check. Kalau nggak, MCU lebih sebenarnya buat data dan lebih buat benefit, bukan. Muntuk. Saya karena dulu perotok kuliah di luar itu, saya pernah belajar bahwa sebenarnya MCU itu bisa jadi alat diskriminasi terhadap orang-orang dengan kesehatan tertentu. Dan itu mungkin nggak baik. Di kita sih orang nggak banyak sadar dari peraturan kita nggak ada, kebayang nggak orang-orang yang dengan kesehatan yang nggak terlalu baik akan terlalu terdiskriminasi dari pekerjaan. Nah kita mencoba nutrifu kapingin lebih inklusif dari kita, kita berusaha medical check-up itu memang hanya bener-bener yang dibutuhkan untuk pekerjaan yang memang membutuhkan kondisi tertentu. Kan orang misalnya kalau mengalami epilepsy kan berbahaya kalau kerja dikasih, itu kan nggak boleh. Oh ya. Orang pekerja di ruangan agak tertutup kalau punya masyid ada infeksi TBC, itu bisa menularkan ke yang lain, itu berbahaya. Jadi kita lihat risonnya ada nggak, tapi kalau kerja di kantoran, nanti ada kebutuhan tertentu itu maka MCU itu hati-hati itu bisa menjadi alat diskriminasi. Pertiukur di nutrifut nggak ya, tapi aku lebih pengen gali-nya adalah berarti dengan inklusifitas tadi di nutrifut juga lumayan diverse ya, berarti paya timnya. Kita berusaha begitu. So far berapa besar sih Pak, timnya nutrifut ini. Kita satu Indonesia, kita sekitar 2.000 orang ke atas, antara 2.000 sampai 3. Wow, fabric ya berapa fabric? Kita ada 3 fabric, jadi ada di Ciawi, ada di Cibitung dan ada di Centur. Oke, oke, oke. Nah, ini buat mardin kita udah nyapin satu, apa ya, satu surprise. Oke, ada satu rekaman yang kita mau gede-gereen ke pahamardi dulu, monggo-gode gede-gereen neru nanti kita lanjut lebih dalam tinta, tapi apa? Pahamardi itu temen traveling yang asik buat aku, pengalaman yang paling berkesan waktu tertedampar di Greenland. Terus aku belajar banyak banget dari pahamardi, dari yang tadi ni aku sangat siantis, terus cukup introvert, aku bisa belajar banyak dan berada di detik sekarang. Karena pahamardi melihat, kemudian mengarahkan dan kadang-kadang memaksa juga, tinggal aku bisa berkembang dan berada di detik sekarang ini. Aku belajar banyak banget, terus juga belajar bahwa pahamardi saunakan ni, bahwa seseorang terpastih punya kelebihan dan kekurangan. Dan kita harus bisa menempatkan seseorang tersebut, sihingga kelebihannya akan lebih menonjol di banyakan kekurangannya. Plus benot list, selain temen diskusi jalan hal kerjaan, pahamardi juga temen turcol, kubisah turcol soal kerjaan, soal apapun deh dan ga cuma jadi atasan, tapi juga jadi kaka. Terima kasih ya Pak, udah ngerekrut aku sejak SMA katanya. Wow, sejak SMA. Pahamardi dari rekaman tadi kebayang, ga siapa yang kebayang? Bayaang, itu ibu susah, sekarang jadi head of marketing yang trifut. Dia merikah selalu bilang beberapa orang ini, saya menyesarkan mereka kerjalan yang benar. Jadi, beberapa yang di team itu, mereka itu saya kena dari SMA. Sebenarnya ga dari SMA, dari kuliah, tapi mereka masih SMA. Jadi waktu saya dulu kan saya bantu IPB untuk mereka. Kata saya kenapa saya itu, mungkin kena cinta sama IPB. Jadi saya lihat orang-orang yang berpotensi yang bisa dapat ilmu di IPB dan satu hari bisa bagus gitu. Saya yang kalau ga masuk situ, jadi saya itu karena saking cintanya. IPB itu, kalau pas lagi di burang semester, saya ke sekolah-sekolah, terutama ke sekolah-sekolah yang masih saya kenal, jadi SMA saya dan jaringannya, saya mempromosikan IPB bambantu mereka orang-orang yang masuk IPB gitu. Namur mereka mereka ini yang dulu saya rekrut untuk masuk ke IPB gitu. Dan setelah IPB mereka ikutin jalur saya dan di satu lap yang sama, di jurus, dan yang sama, sampai kemudian sebagian mereka yang udah tergiat terbualain, terus kemudian ikut gabung di nutrifut sampai saat ini. Wah, waw, ini Pak Mardi kenal banget ya, dari suaranya tadi udah pada identifikasi. Cuma ini kenapa menurut saya menarik ya, tadi rekaman satu menit aja, itu udah begitu banyak, coplekan-coplekan leadershipnya Pak Mardi yang luar biasa menurut saya. Satu, bisa menginfluens orang dari SMA sampai kuliah sampai akhirnya kerja, karena Mardi ke tinggal, di hat-off marketing itu itu satu, yang kedua, di situ bicarah bagaimana Pemardi bisa menempatkan orang sesuai dengan kekuatan dan kelemahannya, supaya dia bisa bekerja mungkin dia juga enjoy, yang ketiga yang saya tangkap dari tadi, adalah, Pemardi juga bisa ke balance antara jadi pemimpin, bisa di bilang ego bosunya, tapi ada waktu yang juga, gue temen-temen gue nih bisa jadi temen curhat. Nah ini Pak, jujurnya dari tiga kali ini, saya sebagai orang yang juga punya tim paling sulit itu nr. 3, karena sering kali ketika kita mentok menjadi orang yang udah deh, kita bisa temen-temen sama tim kita, seringnya adalah keba belasar, ya kan, jadi nggak enakkan, atau malah dia jadi nya ketru sarin itu, ya kan, mungkin dari tiga poin itu, saya mau mulai dari situ dulu Pak, bagaimana leadership yang gue apalian sekarang, apalagi di generasi yang baru untuk ke balance ini? Tengok sih perusahaan itu bahasa inggrisnya kan, kampen nih, kampen itu asal katanya dari apa sih, kalau saya cari googling itu, katanya dari bahasa. Pukan kompening ya Pak, nah nah itu satu lagi, sama katanya, tapi coba lihat begitu jauh di korbsi kata ini, dari kompening menjadi kompening yang begitu dibenci orang, adahl kompening itu benar asalnya katanya dari POC itu, fremen-gad, kompening kan, masih itu kan, memang kapan ni perusahaan, ya yang menjajak kita itu perusahaan gitu, bukan peru, awalnya bukan perintahan, tapi perusahaan, nah dari kompening menjadi kompening gitu, tapi sebelum sampai kompening yang estrim itu, kampen yang majoritas seperti yang waktu saya lulu, saya bayangin itu, itu kampen yang tidak menyena, kad pada hal artikata aslinya, itu dari bahasa perancis, saya nggak bisa ngajar di kampenir, itu kampennya itu, kalau nggak salah bahasa latinya, itu asalnya dari bahasa fremen-sis lama, tapi kalau kita ambil lebih dalam lagi dari bahasa latinya, itu adalah kompening, gitu, nah itu artinya apa, artinya teman berbagi roti, - roti - wow - teman berbagi roti, kebayang nggak, iedikan bahasa latin di biasa zaman Roma dulu, orang-orang di Timur Tengah itu berbagi roti, itu sesuatu yang luar biasa loh, tidak semua orang kita berbagi roti, ya, kalau di dalam tradis, - apalagi ini zaman COVID, Pak - apa yang jalan COVID-19? kampen ini berasa dari situ, cuman kita lihat di sisi-sialah, di tradisi Kristen, itu berbagi roti, itu sakral banget, itu, nah ini teman berbagi roti, itu luar biasa loh, Pak nanya, perusahaan itu adalah tempat orang-orang saling berbagi rasa, saling bener-bener begitu, berkeber teman, tapi kita lihat seberapa jauh kata kampen itu terkorpsi, sehingga menjadi sesuatu yang banyak orang-orang, aler gitu, nah mungkin nggak sih mengenbalikan bahwa bener-bener, loh kita bisa bangun kampen ini, tempat orang-orang bener-bener bisa berteman, nah tadi balik lagi ke pertanyaan ru, kita bisa kita bangun leadership dengan bahwa kita sama-sama dalam satu perusahaan, kebetulan mungkin kita jadi leader, yang memang dikasih tanggung jawab lebih, karena kadang-kadang nggak bisa tampal leader sama sekali itu, bisa jadi pengabilan keputusannya lama, bisa jadi ara-ara perusahaan atau ara-arganisannya mungkin lebih tidak terlalu acak atau kurang strategis, atau kurang tepat, kadang-kadang kita masih butuh, dan kebetulan kita diangkat jadi peninpin gitu, tapi tidak berarti kita jadi segala-galanya gitu, nah gimana kita bisa nempatin diri, Pak, kita cuma salah satu yang dikasih amanah, kita salah satu yang dikasih tanggung jawab lebih, untuk lebih membantu memimpin, tapi kita semua sama dalam organisasi, sama punya dignitinya yang sama gitu, nah itu dasarnya dari situ baru kita bener-bener bisa berteman, kalau saya percaya memimpin orang itu, memimpin tim itu, salah satu yang paling penting untuk dicapai adalah engagement satu tim, satu perusahaan, satu organisasi bisa perform dengan baik kalau anggotanya itu bisa merasa bitah dan bisa engaged gimana kalau kita nggak engaged di organisasi, nggak engaged dengan atasan kita akan sulit untuk mencapai tujuan dengan sepenuh penunya? yang ada hanya transaksional, oke kpanya apa sih nih saya lakukan? tapi itu nggak ekstra, nggak akan ada melakukan sesuatu yang benar-benar ekstra miles atau sesuatu yang innovative gitu kita butuh all-out orang kasih hatinya 100% untuk visitu belum tenten, bukan waktu 100% ya, karena waktu kan harus balancing waktu kita terbatas ada-ada keluarga-ada apa? tapi kecintaan dan niat kita 100% itu sama-sama berjual di situ itu kita penting banget untuk kasih engagement setinggi tingginya jadi buat saya memang kalau mimpin itu engagement penting enggak, engagement penting itu artinya apa? memang kita nggak bisa nggak harus berteman dengan tim kita kadang-kadang nggak tau, saya lihat saya sering sih dengan orang agak-agak ketakutan kayak gitu gimana kalau ke bablasan gitu ya untungnya dari pengalaman saya itu minor, itu bisa diabaitkan mostly kalau kita pilih dengan baik, orangnya kita bisa berkomunikasi dengan baik kita berada dalam satu komunitas, dalam satu jaringan yang sama-sama menghargai kita bisa sebagai teman dan saya mimpin dan nutrifut juga memang agak-agak umnik karena kita tidak melihat ini organisasi sebagai satu piramit dengan garis kontrol yang ketat gitu kita lebih melihat ini satu ekosistem dimana masing-masing orang sebagai pribadi yang utu punya kemampuan intra-prinersi terus bergabung bersama-sama dalam jaringan ekosistem ini yang pengen mencapai tujuan yang sebaik-baiknya jadi atasan itu memang tergantung stasunya kalau pada saat yang semua orang udah bisa anggit atasan itu ngejauh lebih enak mimpinya bantu setting visi dengan mendengarkan kemudian bantu bisa mendatapkan visinya lebih less coordinating karena jaringannya sendiri bisa mencari mencari sendiri juga less motivating karena juga pekerjaan motivasi itu bukan kerjaan atasan jadi motivasi itu harus datang dari diri sendiri tapi kerjaan atasan adalah menyekinkan bahwa motivasi yang udah kita cari atau orang yang udah ter motivasi yang kita kita ajak masuk ke dalam organisasi itu motivasi dia gak hilang jadi kalau saya cari orang itu biasa penting banget liat motivasi dan kalau motivasi nya bisa bernyalan-yalan dan kita pertahankan bernyalan-yalan sampai selama dia berada di organisasi ini makan dia udah melakukan yang terbaik nastrinya motivasi itu padam karena karena organisasi karena atasannya buat masalah karena perusahaan nya buat polis yang tidak menyenangkan gitu jadi memang saya agar ribbel sih maksudnya mungkin saya pernah cerita bahwa saya dari dulu selalu agak antipati terhadap perusahaan saya dulu gak pengen kerja di perusahaan saya dulu pengen jadi dulu saya lihat perusahaan itu entitas yang menyebalkan gitu kan entitas yang pokoknya mau nyan menang sendiri apalagi keleparusahaan nya atau organisasinya makin besar gitu ya terus kemudian politikin, terus tidak ada orang bener-bener bisa berteman terus power distensinya begitu jauh yang punya kuasa itu kayak bisa segala-segalahnya gitu nah saya tidak melihat saya pengen hidup dalam komunitas seperti itu makanya saya waktu lulus saya setahun saya paksa-paksa gak mau cari kerja di perusahaan jadi saya raila-railan ngebiasi suah, saya ngejar saya ngajar di kampus, saya neliti di kampus, saya sambil saya nunggu untuk jadi pegawai ngegri gitu tapi kemudian ternyata jalan membelokan saya saya ketemu ngeri kerjaan, akhirnya saya perubah pikiran dan disini saya temuin bahwa oh ternyata ada perusahaan yang mencoba dengan cara yang beda saya itu menarik buat saya dan dan desitulah terus kemudian saya buat saya kenapa saya bertahan segitu lama juga di ngeri kerjaan dan juga kan, disini saya punya kesempatan itu mengamankan dan memelihatkan juga bahwa perusahaan bisa beda loh dengan banyak orang bayangkan itu jadi memang saya garibelian soal menyimping perusahaan dan nutrifutu memberikan landasan yang kayak oh sejalan banget gitu saya pun belajar untuk berempati gitu ya meletakan diri di sisi yang lain jadi kadang-kadang mungkin juga karnasik keperuntakan saya dari kecil jadi saya selalu mengambil sisi yang berbeda jadi kalau jadi si, oh saya mengambil keputusan, saya cuma ngaliat satu sisi aja gimana perusahaan bisa untung, gimana setiap kolder bisa untung tapi saya selalu menempatkan diri kalau saya ambil satu keputusan gimana nih saya kalau seandainya jadi kariawan, apa yang saya rasa kan kalau saya sebel banget, saya berpikir-pikir abang katin dakan saya itu tindakan yang tepat walaupun kenyataannya waktu kita mengambil keputusan gak bisa keputusan itu menyanakan semua orang atau menyanakan satu pihak yang kemudian jadi tidak balance gitu tapi setidaknya kita harus taruh kaki kita di satu sisi yang lain itu bisa merasakan kebanyakan mungkin pemimpin tidak cukup untuk menaruh kaki di tempat orang yang lebih diimpin itu gimana sih rasanya? ya, ya masih dalam kontek siang si boss dan frentadi tapi secara praktek yang pemeri sudah lakukan di lapangan sama tim gimana kita bisa tetap pengas tapi setidaknya juga frendi gitu sebagai teman gitu kan oke saya agak extrem sih saya nggak membatasin kalau saya saya merasa nggak usah batasin mungkin ada satu dua insiden yang orang-orang kemudian jadi kelewatan batas tapi itu mengisak kelewatan saya jarang banget terjadi ada satu dua orang mungkin kurang agar ya satu dua insiden terjadi dan terus saya hidup-hidup kan nggak sempurna jadi biarin aja kalau saya nggak akan membuat prusan bankrutt ko dengan cara gitu tapi 99,99% mungkin dengan saya jadi enteman nggak ada tuh yang nggak ada kan orang yang masuk sini juga terseleksi dan kita punya kulture yang baik orang-orang di masa yang bisa bertemu jawab orang-orang tetap bisa walaupun berteman nggak terus sekedar merimaikan karena respek itu kita harus genya bukan kita paksakan jadi pada saat kita bisa mimpin dengan baik kita buat keputusan yang baik, orang respek kita nggak bisa orang respek kita karena kita adalah atasan jadi saya nggak pakai karnas saya atasan maka kamu harus begini gitu nah itu mungkin saya justru ya dien dulu kita tidak terlalu beda sama yang lain sehingga bener-bener bisa jadi temen tapi jarang banget sih sampai yang elunjap contoh ya saya punya kebiasaan biasanya dulu waktu belum COVID dan waktu jumlah orang masih belum sebanyak ini itu saya biasa sampai event sampai level bahwa banget sampai karyawan operator atau buru di fabric saya itu bisa duduk di lantai saya punya acaran namanya sarasihan jadi kayak tahun home meeting lah ya tapi sekarang sih biasanya sampai level supervisor sih karena waktu terbatas dan orangnya udah banyak banget tapi dulu biasanya saya bisa sampai ke level paling bahwa terus saya gelar aja udah sama-sama duduk di lantai mereka bisa ngomong apa aja nggak disarang pertanyaannya itu kan bertemen ya nah tapi nggak pernah tuh ada pertanyaan yang melunjak banget gitu dan selalu kalau pertanyaan terlalu anis saya balikin aja cuma salah satu yang pinter pinya jawab bantu saya jawab kalau kamu jadi CEO mau jawabnya kayak apa ada yang pernah tanya kan banyak pinter pinya ini ada yang pernah tanya ini apa, kenapa manager dapat mobil kita nggak ada pemobil terus saya bilang oke sekarang ada yang mau bantu saya jawab nggak mau jawab saja CEO gitu ya ada yang jawab gitu katanya kalau semua ada pemobil nggak ada mau jadi manager katanya maksudnya nggak sesuatu ya ya kalau pun kita tau bahwa memang kan job desknya beda job roll nya beda pasti dengan tanggo jawab berbeda itu namanya fernasnya pasti juga bukan komunis semua orang dapat sama gitu jadi mereka sebenarnya keada-kada cuma mujih tapi begitu dikasih kelepasan nggak ada yang melunjak, nggak ada yang marah-marah terlihat-teriak gitu jadi tapi memang saya biasanya kalau saya mau sarasnya saya pengin duduk sama-sama di lantai karena kalau dalam betul-betul saya berdiri mereka duduk ini aja atau di kursi-mosnya itu akan ada game gitu saya pengin kalau kita melinkar duduk-melinkar di lantai itu orang-orang lebih ngerasari leks sama-sama bisa bicara sama di sosial media semua orang karyons saya bisa menjangkau dengan gampang menemal ke saya dengan gampang gitu jadi saya buat lebih asesibel terhadap semua orang jadi saya buka berteman, mau chat, mau apa gitu silakan tapi kenyataannya sih jarang kejadian tapi tidak bisa mencegah bahwa ada yang jadi kurang aja mungkin ya saya sih nggak pernah merasa tapi bisa jadi kalau ke sepatalan di orang lain bisa terjadi tapi mendoris saya saya nggak pernah ngalami itu mungkin orang kadang-kadang takut sendiri atau atau bisa jadi atau bisa jadi gini kulturenya harus dibentuk dulu baru bisa ke situ kan kita udah seleksi orang kita punya kulture jadi juga membantu ada normal-normal orang ya kini kaya itu nggak elok, itu nggak pantas gitu tapi di tempat lain yang mungkin tidak punya normal kaya gitu bisa jadi memang yang efek lain terjadi jadi mendoris saya mulainya dari apa bangun kulture seleksi orang pada saat dua itu kepegang kita bisa jadi temen buat semua orang bahkan harus kalau di nonton trifood kita menggruing leadernya menurut leadernya mengkocing leadernya justru salah satu yang penting adalah kalau kamu jadi team leader kamu harus bisa berteman dengan angkota tim kalau kamu terjadi berjara maka tim kamu nggak akan efektif orang harus kepercayaan itu dirai kalau benar-benar dia bisa angkap dekat gitu kalau nggak apa yang terjadi mereka ngomong di belakang mereka nah apa namanya lewat orang lain makanya di nonton trifood kaya dulu ada sosial misalnya di dulu jaman ada pep ya kan semua orang kan nggak enak ya kalau atasannya terus ikutan di situ gitu kan kalau di nonton trifood itu mau atasannya apa itu mereka berteman aja cwick aja gitu jadi kaya memang harus bangun dulu kulturenya dan orangnya setelah itu ikutin gitu dan kita nutriputu pengingin bangun kaya rumah kedua dimana kita itu jadi kaya keluarga nah balik lagi keluarga juga nggak melunjak kok kita tetap bersaudara tapi juga nggak selalu melunjak gitu orang dewasa itu saya percaya kadang-kadang kita takut terlalu berlebihan karena kita udah melihat banyak contoh buruk kita tidak membuka kemungkinan bahwa bisa lo orang dewasa yang baik sama-sama datang itu punya niat-baik walaupun kita berteman orang punya apa namanya niat yang baik nah kalau nutriput. paca banget bahwa orang yang memiliki. udah diselesi ya, oh ini udah diselesi gitu itu selalu orang selalu pada hampir semua saat orang pengin berbuat yang terbaik dan memberikan yang terbaik nah itu terasnya disitu jadi kita mulai dari situ, sehingga gak ada ketakutan bahwa kalau berteman nanti dia gimana ya, nanti kalau ada pas usah ditegor gitu sama kita menegor teman juga bisa kok gitu nih, teman-teman yang dengerin juga harus sepaham bahwa nih seru banget karena Pak Mard itu sudah mendidisi oh senjat 2009 menurut Pak ya bener 2009 dan masuk di nutri-fut itu dari 2009-5 2009-5 bener jadi jadi betapa lamanya di ini udah menjadi suatu kulture karena bikin kulture itu kan juga bukan ya overnight ya, ini bisa diciptakan dari 2019 sampai sekarang wow nih udah 2021 jadi aku tuh ngeliatnya pengen tahu dari kalau leadership berangkat dari 2019 kemarin enggak kemarin ya 2019 itu sampai sekarang apa sih yang berubah dan jaman udah pasti berubah dan kita ada yang harus mengikuti jaman adaptability segala lama jam udah selama itu ada gak yang dari sisi leadership yang berubah sebenarnya kalau salah kulture ifun saya sebelum saya masuk nutri-fut nutri-fut itu dah pegang prinsipan mirip kayak gini penting makanya yang gue sayat jatuh cinta sama nutri-fut adalah nutri-fut itu dari sebelum saya masuk pun berusaha memanusiakan manusia melihat bahwa karyawan itu bukan cuma asip perusahaan gitu ini karyawan karyawan adalah temen-temen yang sama-sama berjuang bersama dalam satu kampani gitu jadi bedanya di situ nutri-fut perhatiannya hubungan-benda yang menemukan manusia itu salah satu yang benar-benar dipegang dan mencoba untuk diucutkan walaupun sepanjang perjalanan sebagai organisasi, sebagai leaders gak ada yang tampak cacat tapi kita saudingkat kembali kalau kita melenceng ya kita akan pengen kayak gini itu nah itu saya rasa konsisten sih kita selama puluhan tahun dari saya masuk udah lebih dari 25 tahun sampai sehari ini di pertajam, diperhalus gitu itu yang konsisten dan membuat kita bisa sustenya sampai sekarang tapi kalau ditanya apa yang berubah selama mungkin kalau dari saya jadi CEO dari 2009 sampai sekarang mungkin kaltzernya sendiri mirip engage menya juga dari dulu kita berusaha seperti itu tapi sekarang kita mungkin apa yang berbeda adalah kita selalu menjadi lebih itu berusaha untuk belajian itu jadi lebih ajal sekarang kan di zaman yang namanya industri 4.0 kita organisasinya pun harus bisa jadi organisasi 4.0 jadi nutri-food kalau namanya memanusnya manusia sudah dari dulu dari dulu cuma kita pertajam pertajam tapi kita lihat di dalam kalau elis saya bisa melihat 25 tahun lebih saya di nutri-food apa yang saya liat berubah dulu, dua awal-awal saya masuk nutri-food memanusnya kan manusiannya ya tapi gaya menijau menutri-food agak tua dulu dulu lebih seperti anak-orang tua-kak anak jadi di shipplingnya itu masih penting masih agak kaku kayak jaman dulu saya masih ingat itu gak boleh pakai jeans ke kantor apalagi pakai cow itu ya, peremuan itu gak boleh pakai celanapan yang harus pakai roh gitu, banyak perturung-peratun yang menurut saya gak terlalu relevant saya orangnya kan agar belian karena saya SMA itu di SMA asuampas Terpastur Jesuit yang lebih bener-bener lebih punya semangat membebaskan gitu yang lebih mana SMA saya gak punya gak pakai seragam jadi itu buat saya satu satu hal yang agak bukan saya gitu nah waktu saya mimpin saya coba bahwa lebih lebih lebih bebas lebih menghargai masing-masing keunikan orang memberikan lebih banyak kebibasan dan coba menyeswakan dengan jaman kita percaya buat nutrifukan rikor penyarakat yang banyakkan fresh grade kita pengen jadi rumah kedua buat semua orang bukan cuma buat yang udah senior dan yang lama di sini makanya kita ubat banyak hal jadi apa yang kita lakukan perubahannya di luar kulture adalah kita jadi organisasinya gaya-nya lebih makin lama makin mudak nya suai dengan perkembangan jaman itu yang kita buat lebih jalan sehingga kita bisa narik banyak anak muda contohnya tempat kerja kita kalau dulu kantor kita itu agak jadul banget ya hiasa nidungnya hiasa ngabar buah dari kalender gitu ya bayangkan itu dulu gaya gitu tapi itu ruangannya kotak-kota gitu nah waktu saya jadi CEO kita punya kulture namanya pengen kolaborasi terus kita batasin orang-orang punya ruang kotak-kota itu gak memenfasilin tasi untuk berkolaborasi jadi kita udah cukup lama dari dari lebih dari 10 tahun yang lah kita buka semua partisi-partisi jadi kita buat ruang kerja lebih terbuka bahkan sekarang kita sebelum COVID kita masuk satu level lagi kita kerja mobil artinya di sebagian tempat udah gak ada tempat duduk jadi mereka datang ya siapa datang ya udah kayak kafi nah kebetulan pas COVID itu malah jadi bener-bener untuk beruntung buat kita karena kita udah terlati dengan cara kerja gitu jadi kalau kerja dari jauh kita udah oke banget itu jadi paling kayak cara kerjanya kita menyesuaikan diri mulai dari ruangan kerjanya terus kemudian pengunaan sosial media nah pada saat sosial media mulai muncul di tahun 2000 an 2000 9 mulai gencart Twitter segala macem Facebook Facebook nah kita lihat itu sebagai salah satu tulus kita lihat oh ini bisa jadi ala yang luar biasa buat engagement untuk learn untuk share in knowledge nah kita engage itu dengan sangat baik gitu jadi kalau kenapa bisa kuri atan hebonuh terifut di sosial media karena dari dulu bener-bener kita lihat bahwa sosial media literasi itu jadi satu faktor yang utama nah kita ajak temen-temen untuk aktif dan itu memakai itu untuk kebaikan gitu untuk share in knowledge untuk memperkuat engagement tim gitu itu yang kita lakukan dan begitu mulai masuk sekarang yang lebih masuk ke industri 4.0 yang lebih sosial media kita mulai dengan digital transformation jadi kita sekarang buat lebih ajal bagaimana kita bisa mematfakkan teknologi sebisa mungkin untuk running awal company jadi lebih memang kita benci banget lebih ajal melihat perkembangan jaman kita belajar untuk menyusakan diri tapi niat kita untuk memanusia kan manusia itu sesuatu yang yang yang udah dari lama dan kita penginjaga itu ya ya ya ini saya ada satu cerita menarik mungkin bisa jadi refresher buat pemerdi ya biar ganti jadi apa? kayaknya bapak butuh ya jadi banyak cerita sualnya dapat kering jadi memanusiakan manusia itu sesuatu yang saya wah salut banget sama nutri-food jadi saya baca di salah satu lisan ada karyauan yang udah berkejaz kita 2 tahun di nutri-food perusahaan udah kasih feedback dan training tapi ini karyauan ga ada perkembangan di nampak kerjaannya yang ada malas di karyauan ini stress karena ga naik cabatan itu sempat ngari rakan kerja sampai akhirnya katanya kalau menurut artikel ini itu dikasih waktu 3 bulan yang dilakukan pemerdi menurut saya ini sangat memanusiakan manusia mungkin kalau saya di posisi pemerdi saya kan yaudah lah buru-buran lu cari kerjaan lain deh tengah punya waktu satu bulan dan yaudah bye-bye tapi yang dilakukan pemerdi adalah membantu orang ini cari kerjaan yang baru jadi saya bingung pemerdi saya bingung apakah memanusiakan manusia yang sampai sebeginya dan ini saya lekap cerita ya jadi teman-teman yang terakhir si kalian mau berkata di sini akhirnya di sambungkan sama pemerdi melihat orang ini penyapotensi bagus di kampus akhirnya menjadi docent dan orang itu menjadi docent telah dan seh deka hija karta beberapa tahun kemudian sebenarnya ada beberapa contoh setelah itu masih ada berat contohnya mirip-mirip kenapa begitu alasannya saya ga tahu apakah itu inisia tifkayanya saya ga gitu inget tapi kayanya apa leader yang sebelum saya dulu ya ada sebeginya di bagian lain tapi itu pernah melakukan hal yang sama juga jadi menurut saya itu mungkin spontanitas karena initiatif pribadi kenapa berasa dari situ bukan kebijakan perusahaan sih kita harus cari gitu karena karena kita tidak selalu juga sanggup tapi kita berusaha kenapa karena saya percaya bahwa orang-orang itu dipercayakan ke kita kita mereka kita mengenang mereka dan kita dan kita punya tanggung jawab kita apa yang bisa kita berikan paling baik adalah mereka ini manusia gitu pasti juga tidak enak dalam posisi mereka itu dan kita tadi balik lagi mungkin ke nombor 3 tadi sebagai temen apa sih hal yang paling baik yang kita bisa lakukan sebagai temen walaupun dia karyauan yang mungkin bermasalah di kerjaan tapi kita tetap temen sebagai temen apa yang bisa kita lakukan walaupun kita atasannya cara paling baik adalah membantu terbaik kita punya network tapi saya juga harus ga boleh dan ketepat orang lain saya mengomong baik-baik ga liatin nanti kasihan orang lain juga saya makanya cari nah mungkin karena profile saya saya itu orang yang lumayan untuk bisa scotin talent katanya waktu pernah ikut ikut kaya training apa di leadership itu dulu katanya profile saya itu selain planing itu adalah satu adalah resource investigator jadi saya mungkin punya talent di liatin talent orang itu saya liat posisi tadi seperti yang juga bahas susah bilang gitu saya bantu apa passionate diat talent orang nah saya liat talent ini bagus gitu dan ke saya punya kemampuan untuk itu saya juga harus mampu maafakan itu dengan baik gitu dan mungkin itu adalah panggilan juga itu tipepantuhan gitu ya saya punya talent itu dia punya talent itu saya orang yang punya kemampuan itu harusnya mengintelin ini cocoknya kemana jadi saya coba liatin oh ini kayanya cocoknya gini tentu dengan saya kasi tahu kalau kamu pindah ke sini termas orang monerima ya dia punya kekurangan ini tapi kayanya kekurangan ini kalau kamu relevant untuk organisasi kamu karena di organisasi kamu kekurangan ini tidak akan terlalu mengganggu tapi jangan lupa kalau dia punya keunggulan gini-gini yang akan memberikan banyak banget untuk organisasi kamu saya lakukan beberapa kali terhadap orang yang dalam kondisi sama dan lumayan berhasil gitu lumayan berhasil jadi memang akhirnya kemudian dia bisa bisa bagus di ngasih itu karena diya dia mengalami masalah di sini atau tidak cocok di sini bukan karena dia tidak bagus karena orang itu kepunyai si si yang banyak ya ya semuanya di si si yang kita butuhkan ga klop aja tapi dia punya di niti yang sama makanya saya minta coba dari pada stak di sini dari pada kamu stress teman-teman kamu stress kita cari solusinya dan cari solusinya ya kita mavo atkan network kita sebaik mungkin untuk bisa atas ini jadi saya merasa itu satu panggilan juga itu karena itu ya bukan keluarga tapi kalau teman itu kaya kita penginbantuin gitu dan kita harus teker ija ada menurut saya karena kemurung itu kan dan keadaan temen semua bersaudara kita terpanggil untuk bantuin sebesar mungkin dan itu gak terlalu ambil risor seperti apa dari kelepon jelasin ke orang yang membutuhkan itu kasih tau tapi dengan kesaudingan jujur ya ada punya keleman ini gak cocok disaya karena ini loh tapi saya melihat di tempat kamu kayaknya faktor ini mungkin gak terlalu relevant bisa coba gak mau coba gak jadi jujur juga harus kasih tau gitu ya saya nangkapnya dari kisah itu selain si menjadi temen dan memanusiakan tadi juga di mana pemerdi dan tim mungkin waktu itu bisa menjadi pomimpin yang menunjukan compassion satu yang kedua, memenage, memimpin dengan emotional taligen yang menurut saya bagus gitu how do you develop that emotional intelligence supaya even di situasi yang ini pun bisa tetap mengambil keputusan yang menurut saya hijak banget sih nah oke ada dua mungkinnya satu memang waktu seleksi itu kan kita masuk nutrifu bukan tak pas seleksi isilannya emotional caution kematangan emosi itu menjadi salah satu yang kita lihat tapi kedua itu pun kita bisa lati sama-sama itu dan kulture itu memenai environment kulture itu membuat kita sama-sama belajar dan terbiasa dengan itu artinya apa nutrifut ini kalau saya bilang berhasil kalau membuat orang-orang yang masuk nutrifut menjadi lebih baik lagi menjadi manusia yang lebih baik jadi bukan cuma sekedar tempat bekerja tapi tempat untuk sama-sama belajar untuk lebih diwasa menjadi orang yang lebih baik dan itu maksudnya dengan kita liat sesama temen melakukan sesuatu etle kita juga ikut-ikut bisa terpengaruh untuk melakukan hal-hal yang lebih baik dan saya mungkin ambil iniciatif itu juga tadi balik lagi karena saya melihat ada orang yang melakukan hal yang serupa saya melihat kebaikan yang ditunjukkan oleh temen-temen yang di nutrifu dalam untuk yang lain itu mempengaruhi saya untuk selalu berusaha untuk berbuat yang lebih baik lagi saya lihat, jadi besar sekali peran environment dan kulture di sini benar banget sudah dari 2009 di sini, oh sudah masuk ke nutrifut dari 1995 walaupun itu awak perlu, walaupun awak nak kecew saya ingin tahu yang terbaik dari seorang Pak Marbiu apa sih Pak? ada yang spesifik sebenarnya karena saya belajar untuk kaya penting kita berusaha untuk menjadi lebih baik tapi kalau ditanya secara general, apa sih panggilannya sampai di TT ini sebenarnya itu juga buat yang saya bertahan lama di sini karena saya seneng bisa melihat bahwa misalnya contohlah di sesi ini pengalaman nutrifut itu bisa menjadi contoh inspirasi buat temen-temen untuk membangun organisasi itu saya akan seneng banget dan merasa saya sudah mencapai sesuatu kalau inspirasi ini kemudian bisa membuat lebih banyak organisasi berusaha untuk menjadi organisasi yang menyenangkan buat angkota-angkotanya buat pengudinya karena apa? dulu waktu saya lulus, saya pengen jadi peneliti saya belajar biologi molecular, saya pengen jadi peneliti saya sedang mencari di video cancer, tapi kemudian jalan membelokan saya ternyata, mahu membuat sesuatu yang lebih baik tidak cuma satu jalan ada banyak jalan saya dulu pikir leon meneliti, leon menangjar ternyata, jalan saya belajar biologi di sini saya melihat, ternyata bisa membari dampak bahwa kebaikan ke banyak orang lewat cara memimpin satu perusahaan yang menginspirasi banyak orang untuk hidup-hidup sehat bukan hanya itu, tapi menjadi satu organisasi yang menjadi contoh buat banyak organisasi lain, sehingga orang percaya leboa organisasi itu tidak cuma salah satu cara memimpinnya tidak cuma cara dengan komentar yang ketat tapi organisasi bisa dimenai dengan cara lain ngetrifenin kalau di theory-management itu biasanya di theory-y beda banget dengan banyak organisasi memimpin dengan diurex yang make rigor yang mulai dengan asum siber beda, yang tidak terlalu transaksional yang terlalu orang memimpin mulai dengan percaya bahwa karya wanitu kalau tidak dipimpin dengan baik pada dasarnya malas dan julas jadi harus punya sistem contoh yang baik, harus punya kPI yang baik harus punya insentif yang baik, nah ini juga menarik nutrifut, tidak punya performa seprisal nutrifut tidak punya insentif pribadi bonus untuk pribadi kita beda kita menurut bidak, Filip ini menit, pasti penghuny di sini anggot nati kita tu nyan motivasi intrasi yang外, yang tinggi di sana jadi kutatnya kita beda tetapi hasil apa kompetisi internet tetap lead bisa lebih berbeda, orang bisa mengeji ke karyaauen sy secret kita bukti kan dengan survey bukan cuma sekedar mamung, selalu ruti, tiba-tiba tahun, sekali, sekali, sekali kita survey pengen ngeliat, mengejikan karyauan, dan kita selalu cukup satis fight dengan itu jadi di tengah data dunia, saya lupa terakhir, data asiapasifik saya, ini udah agak lama tapi sekarang kayaknya lebih meburuk lagi, dulu data terakhir yang saya dapat tahun sekitar 2012 itu data menunjukkan bahwa orang yang engej terhadap perusahaan itu cuma sekitar sepermpat di asia pasifik jadi lebih itu kebanyakan tidak engej atau jas ennya peral aja jadi enggak banyak orang yang benar-benar merasa senang dengan perusahaannya dengan kerjaannya nah itu cukup menyaksa sebenarnya kebaingan, tidak sih hidup kita, waktu kita habisin banyak di perusahaan sebenarnya terima terkita engej dan kita engej dan merasa senang, orang cuma senang dapat duitnya tapi enggak bahagi dan enggak bahagiannya seorang yang kerja di kantor, itu ke tidak bahagiannya akan dibawah pulang, mepengaruhi seluruh anggot taruma kebahagiannya kalau tiap pulang itu udah sebel-mara ananya yang kenak-istrinya yang kenak atau suami yang kenak gitu jadi menurut saya, kebahagiannya nggak sih kalau kita mencippakan makin banyak perusahaan dimana orang-orang yang bekerja di dalamnya itu bisa bahagia, kita bisa membahagiakan banyak orang itu nah dengan cara nutrifut bisa menjadi buktibawa ada lo cara meminje orang dengan tidak, dengan cara yang berbeda itu satu engeg saya, senang bisa lihat kayak gitu dan menurut saya, setelah ini apa yang saya pengen capai sih, semoga setelah pun saya biti dari nutrifut saya tetap bisa ngapain, mau ujukan itu di lebih banyak perusahaan lain, nggak tau dengan cara apa, dengan cara mentor yang dengan cara apapun yang lain, menyebarkan ide bahwa leadership itu, leadership yang kebanyakan perusahaan terapin saat ini itu jangan-jangan tidak terlalu cocok untuk masalah depan leadership kita terlalu sejak tailor dengan peori menijumannya di awal abad yang lalu, itu kita masih pakai base yang sama sampai sekarang gitu dunia udah berubah, teknologi berubah, ekosistem berubah tapi banyak perusahaan masih menjalankan perusahaan dengan komment kontrol gitu, padahal, agenerasi udah berubah cara hidup, kita lihat teknologi itu 100 tahun berubahnya luar, misalnya 50 tahun berubahnya luar biasa tapi apa yang kita lihat berubah di ilmomeni jemen, buka kembali, gaya menyejemen cara memimpin, cara seturur organisasi berubahnya tidak terlalu banyak itu yang menjadi satu challenge, gimana namanya mau industri 4.0, organisasinya bisa nggak ngejar ke industri 4.0, dengan segala flexibilitasnya bisa nggak sih, orang menjadi tuan atas dirinya sendiri di dalam satu komunitas yang namanya perusahaan, dignitinya di hormati dan kebibasannya di hormati dan dia merasa engage di dalam organisasinya aku jadi tergelitik lagi sama soal tidak ada performasi prisa tadi nggak ada kPI, nggak ada OKR gitu ya, apa ya? nah kPI nya kita kPI tim, jadi bukan untuk berubah untuk bonus, bukan untuk compensation tapi lebih buat kayak TDIMC utah, buat kayak parameter untuk barometer, kita untuk tahu kondisinya dimana dan apa yang pengen dicapai gitu jadi cuma buat pengukuran untuk kita menge process-commenge process, kayak kita lagi masa air, kita harus tahu ini seunya udah berapa gitu kan udah mendidih belum, gelumnya udah keluar belum, kita perlu tahu gitu kalau nggak gimana kita tahu apa air yang udah matang, jadi pengukuran bukan nggak penting, tapi tidak di stakur pautkan dengan performans gitu jadi kalau ditanya kita pay it for awards, bukan nggak ada insentif kita bayar di depan artinya bukan batik kita bayar enggak, jadi capek nggak capek kita bayar di depan karena kalau kita nggak koba di depan, orang kita hilang semua, jadi kita bayar di depan tapi kalau nggak capek gimana, kalau yang makan nggak jibuta gimana orang punya diknoti kok gitu ada nggak mungkin satu-dua ada, tapi nggak gung sistem tapi kita harus yakinin bahwa itu sebesar mungkin tidak ada dan kalau ada biasanya memang nggak akan tahan lama, karena disini kan sangat kolektif ya orang-orang kayak nggak akan suka ada orang kayak gitu lama-lama nggak punya temen juga nggak tahan gitu jadi biasanya akan terdepak sendiri dari sistem karena nggak tahan juga, karena orang-orang jas segera seneng kalau ada orang yang cuma aja di apa ya cuma aja di benalu tersembil keuntungan dari sistem seperti ini gitu jadi kita memang tidak mengajakan itu karena kita gini, freikrut yang bagus, setelah rekrut yang bagus kita lati yang bagus dan kita percaya bahwa semua orang pengen berbuat yang terbaik dan setelah itu semua orang sebenarnya performasi akan dalam satu ring yang relatif di akan sama sebenarnya gitu karena begitu kita pernah surfey, bisa bilang nggak satu orang lebih bagus dari yang yang susah kita mau misalkan secara statistik kalau pun bisa itu tidak akan lebih dari 5% yang bisa di secara sekenifikan terbisa ini super star atau tadi 5% dibawahin bawah banget, 90% itu ada di tengah-tengah nah kalau kita bangun sistem untuk ngurusin yang 5% atas dan 5% bahwa kita lupa lo ini ada majority 90% itu yang lebih utama yang kita lihat gitu nagi mana caranya kalau 5% bahwa itu pun nggak sampai kalau dari pengalaman saya mungkin mungkin 2-3% dibawah 3-4% di atas mungkin sekitar itu yang memang mungkin kalau pun benar-benar diukur akan ada yang dibawah tadi di koching, kalau koching mentoring udah di trening nggak bisa mungkin ya separasi pilihan yang tidak teritu tapi tadi separasinya harus baik-baik hakannya dipenuhin kalau bisa dibantuin jembatanin ya jadi kalau itu jembatanin ya di opera-oper kayak gitu, orang lain dan saya operin yang kayak tidak terlalu pas di sini, ketempat lain, orang masih kan agak-kadan saya thank you lupa memang kayak nggak cocok disana tapi kodentbasnya cocok banget ya gitu ya terima kasih sama sama happy saya happy orang yang dikasih happy orang yang pergi pun happy gitu kan jadi solusinya bagus gitu tapi yang di atas solusinya gimana? yang di atas yang bagus banget nah mungkin coba diguruh ming untuk tanggup yang lebih gitu yang kepada saat memang dia benar-benar superstar dan nggak ada tempatnya di sini sebagai temen ya saya dorong, kalau sini memang kita gurutnya nggak isah sebesar itu nggak ada posisi untuk itu dan agak yang lebih bagus di tempat lain ya udah nggak apa-apa ya kalau kamu merasa lebih akim berkaryu di tempat lain kita tetap bisa berteman ya memang harus diri lif karena ini wekan kita hidup iar seberbaga gitu jadi itu tapi overall kita tidak pengingin ngayak karena kita merasa bahwa performance app prosesol itu punya dampak negatif yang lebih banyak daripada benefitnya bukan nggak ada benefitnya tapi kalau pro konsi-nya itu konsi-nya buat kita diorganisasi kita itu jualut banyak tapi banyak organisasi yang juga mulai jadi kalau mau baca itu di HPR atau di Googleing deh performance app prosesol itu mulai hilang dari banyak perusahaan itu termasuk perusahaan perusahaan besar ada perusahaan konsel, tembesar ada perusahaan IT besar sekarang mulai mengekript performance app prosesol ya karena itu memang terlalu, ya dia organisasi punya variasi masing-masing tapi memang kadang-kadang jadi sangat biro kratis dan jadi politis juga ya jadi kita pengingin kayak udah nggak usah hitung-hitungan saya bayar di depan saya bayar di depan saya cukup di depan kita sama-sama buat yang terbaik kalau itu nggak ada insentif, ada orang untuk maju orang suka meremekan motivasi internasik kita nggak dibayar untuk main game kita nggak dibayar untuk main nonton bola tapi kita begitu menjadi penukung bola yang sangat fanatik dibayar juga kaga kenapa di pekerjaan nggak bisa karena kadang-kadang perusahaan yang membuat itu jadi nggak bisa tapi kalau kita punya environment yang baik orang passionate dengan apa yang mau dicapai, engage dengan timnya orang pengingin kok itu pengingin buat yang terbaik dan kita bisa bukti yang kita bisa tumbuh dengan baik lo terifot terus bertumbuh dengan baik ini mungkin mendekatkan kemari ke endgame yang dapat tadi memperlua supaya bisa di alami ini perusahaan perusahaan yang bisa mengansiakan manusia lebih banyak lagi salah satu yang mungkin lewat podcast ini mungkin si satu hari, pemerdi boleh dituliskan, jadi buku supaya memudahkan kita mencernanya itu ada sebuah framework yang bisa kita jadikan acuan mungkin nambahin sedikit di kontekskan ke jaman sekarang karena begitu banyak startup dan yang mengisi level karyauan menajemen juga akhirnya semakin muda wak ada beberapa case, pertama adalah gimana case-nya kalau kita punya kita harus memimpin orang yang lebih tua daripada kita itu yang pertama, yang kedua buat leader yang bisa dibilakan dari semenjak mereka lulus sampai akhirnya mereka menjadi let's say level VP kalau saya lihat di startup kecenturungannya adalah lulusan Harvard lulusan Universitas International pulang dikasihurur langsung menijar langsung memimpin seberapa penting orang itu punya pengalaman memimpin dulu sebelumnya atau yang memang bisa aja langsung orang di tempatin jadi dua pertanyaan di dulu saya kebetulan juga masuk nutri-fut itu langsung dikasih kepercayan untuk memimpin jadi saya masuk pada lulus sebelum ada pengalaman apa-apa saya dipercayan nutri memimpin tim gitu kan dulu karena organisasinya kecil di manager terus yang saya pimpin sekedar beberapa tahun kemudian waktu saya pulang dari Amerika saya diserahin tanggan jawab untuk memimpin satu-satunya unit gitu ya usia saya masih di bawah 30 saya jadi menijing direktor gitu jadi orang-orang yang saya pimpin umurnya jawol-bitu dari saya gitu saya orang yang percaya bahwa semua orang orang dewasa itu tidak harus yang lebih senior itu punya kemampuan memimpin gitu dan memimpin itu kadang punya orang punya talentanya dari kecil gitu kita lihat ada anak-anak kalau sekolompok anak-anak di barang-barang di rambatin dalam satu kelompok akan ada beberapa yang memuaskan nature itu memang punya kemampuan untuk memimpin gitu jadi kemampuan memimpin itu memang bisa terbawa lahir dari kecili pelajarin tapi juga bisa memang di gruming gitu jadi tampal liat usia menurut saya tidak per orang melajar memimpin bisa sambil jalan jadi tidak harus kemudian boi itu terlalu tidak saya percaya tidak ada kata terlalu muda untuk memimpin itu cuma memang kalau masih muda memimpin sebaiknya ada mentor supaya tidak salah jalan dan kesalahan yang paling kesalahan paling fatal kalau dari pemimpin yang belum terpengalaman itu bukan ketidamampuannya memimpin sebenarnya karena itu bisa di pelajarin itu kelihat masalah problem solving koordinasi itu bisa di pelajarin dengan cepet kalau dia memang punya talenta untuk itu yang lebih susah adalah humility gamping mana belajar untuk besaran dahati karena biasa kemudian kalau dengan usia semuda itu memimpin kadang-kadang terus terbang terus lupa lupa posisinya dan itu menjadi kemudian jadi leader yang tidak populer dia gak merasakan empati orang yang kerja susah dari bawah kerja dari bawah dan kemudian punya asukur kurang bisa benar-benar bangun satu engagement yang baik gitu nah saya sendiri berhuntung kalau pun saya mudah saya dulu dikasih tanggo jawab tapi saya dulu kecil dari kecil saya bantuin orang tua saya orang tua saya kebutulan punya usaha kecil di kampung gitu saya dari kecil kerja bantuin gitu dan saya belajar jatuh bangun dari waktu memimpin karena usaha kecil ada tetangga-tetangga ikut kerja sama kita ada beberapa orang gitu jadi kan diserah yang tanggo jawablah ya kayak waktu walaupun kecil masih SDMP itu dan saya bisa memimpin 2-3 orang yang bantu ikut kerja di situ itu kan itu kan umum kecil gitu tapi pengalaman dari situ saya belajar banyak gimana dulu waktu saya masih kecil saya nggak tau kalau saya sebelah saya ngomel kalau orang gak bisa kerja dengan baik pernah saya usir itu ada ada angkota tim saya gitu kan karena sakin sebelahnya kerja yang gak beris-beris gitu saya saya ngomelin terus saya udah dipegang kerja dari sana gitu akhirnya saya repot sendiri gitu jadi gak ada dia saya juga pinggu siapa yang bambang itu jadi cara memberikan film dik gak bisa cuma sekejaran ngomel-ngomel dan musir gitu jadi gelejar banyak dari situ jadi balik lagi ke pertanyaan tadi usia itu menurut saya bukan jadi halangan tapi harus pede malah mendurut saya memimpin muda bisa tapi harus punya belajar untuk rendah hati dan cari mentor yang bisa bantu narahin supaya supaya bisa jadi penumpin yang lebih baik gitu nah kalau masalah gelar segala macam mendurut saya semua punya kelebihan ke kurangannya masih-masin lulusan luar mungkin punya kompetensi cara berpikir punya network yang lebih baik gitu tapi pesan saya buat yang bukan lulusan dari sekolah sekolah keren dari luar jangan berkecil hati gitu itu cuma salah satu alat bisa dikejar dengan cara yang lain yang membuat kita tidak mampu sampai pada level itu adalah justru karena kadang-kadang nge-dak ke-dak percaya di rikita gitu kita harus percaya orang yang sekolah di sekolah yang sebagus itu pun kalau kita mau kejar kita bisa kalau kita berusaha gitu akan ada caranya akan ada kesempatannya dan kadang-kadang malah nah kadang-kadang malah orang-orang selalu punya plus minus gitu belum tentu yang muda di sekolah yang paling bagus akan jadi penyimpin yang paling baik gitu karena kadang-kadang ya orang yang tidak belajar itu terus belajarnya sendiri dari instingnya kadang-kadang dia punya asum si yang jauh lebih baik saya juga sebenarnya saya belajar saya kan S1-nya kan teknologi pangan S2 saya menijemen saya marketing itu cuma dapat cuma 2 mataku lia sederhana itu di waktu ambil MBA gitu tapi saya benar-benar belajar marketing justru di lapangan atau saya mimpin gitu tapi karena saya nge-penakir jadi perusahaan lain jadi saya bener-bener kadang-kadang cuma pakai intuisi dengan berpikir lebih kritis untuk mempertahnya kan diri kenapa nggak boleh begini kenapa nggak boleh begini dan dari situ lahir banyak inovasi sedangkan kalau kita bener-bener udah bener-bener pernah kerja di pusahaan besar atau sekolah yang udah bener-bener kasih kita pahen buknya jadi marketing yang baik begini-begini-begini kadang-kadang kita setak disitu o carai mainnya harus kayak gini itu malah jadi buat ngga kreatif jadi jangan berkecil hati justru dengan tidak tahu sama sekali kadang-kadang bisa jadi keungulan asal disertai dengan kemawan-kembangan untuk mencari terus mempertahnya akan asumsinya terus mau belajar gitu ya, kui question kalau gitu Pak, untuk menyimputkan kalau ada untuk mempunyai waktu men sortir kan tadi kan apa lumayan canggih niya untuk skouting untuk milil leader new tri-food duluan managerial skillsnya atau duluan people skills people skills kalau harus milil people skills karena itu kreatif kalau harus milil tapi sebenernya paling baik adalah dua-duanya harus saling kreatif tapi people skills itu lebih penting karena diorganisasi yang besar yang makin besar itu yang penting adalah bagaimana mengenggid orang kita gak bisa kerjasen diri karena tadi kalau saya masih percaya bahwa kontribusi dari orang itu sangat penting di dalamorganisasi dan pada saat kita bisa mengenggid orang dengan baik semua orang itu tinggi memberikan terbaik maka organisasi itu benar-benar bisa doing extra miles ya, yang managerial skills tadi bisa bapak ajari niya dan bisa dia juga belajar gitu lebih di cebel ya ya, ya, ya, ya, ya, mungkin untuk menutup pamardi dua hal-hal-pak satu sambil menunggu pamardi ada buku yang bisa membantu kita mungkin pamardi juga punya referensi buku yang nge-temen-temen yang lagi pengen menggali diri ship mereka yang mereka bisa baca dan yang kedua kalau kita harus menginterview satu orang lagi untuk ke dalam mili diri ship tapi dari angle yang mungkin pamardi tau sedikit berbeda kira-kira orang itu siap apa yang kita undang berdua itu ya, berdua pertanyaan final ya, oke, pekannya saya oke, kalau buku buku, kalau saya sarankan dari tadi yang saya banyak cerita mungkin mulai dari satu buku yang simple itu judulnya wattmeter small et wattmeter small itu karangan giri-hemel gitu giri-hemel itu giri-hemel itu banyak nulis tentang ide-ide seperti ini bagaimana keorganisasi yang semarifolusi diri supaya bisa ngikut tim perkembangan jaman dan kalau ada satu buku lagi kalau boleh tambah ini sebenarnya buku-nya bukan tentang korganisasi tapi buku ini bisa merubah cara pandang kita judulnya human kind - Oke, oke. - Oke. Nah, olenya. - Oke, kena cahar-cahar. - Gak ada. Nah, kenapa buku ini, sengkat aja satu-dua kali mat, buku ini mendapatkan asumsi bahwa sebenarnya manusia itu baik. Nah, ini dia setahin dengan berbagai penelitian psikologi-sosialogi dari dulu. Tapi ceritanya dengan cara yang menarik. Dia memutikan bahwa manusia itu pada dasarnya baik. Dan sekarang kebanyakan kita diorganisasi, di pemerintahan, di segala macem. Selalu, makasum sikan sebaliknya bahwa orang itu, sebenarnya adalah serigala bagi sesamanya, homo homini lupus. Dia menembatkan asumsi sebaliknya bahwa nggak. Manusia pada dasarnya baik. - Nah, itu penting banget. - Ya, aku cari buku. Aku cari bukunya human-kain ketemu-nya game, apakah maksudnya human-okrasi? - Bukan, bukan human-okrasi. - Mungkin, atau human-kain yang hopeful history, lutar. - Iya, itu. - Oke. - Jadi, kalau kita udah baca, saya pikir kita akan berubah pikiran bagaimana jadi seorang leader. Kalau kita yakin percaya dengan nilai-nilai itu, cara kita mempinkir akan beda banget. - Nice. - Nah, itu. Kalau tentang pembicara, buanya banget orang yang saya kagumin ya. Saya nggak tahu, udah apa belum, tapi senior saya di IPB, dia pengguti saya waktu saya si dan doktor, itu, pepahandri. - Pahandri, satria gue. - Ya, benar. Beliau cukup menargini di setasinya, kalau itu doktor, itu tentang followership itu. - Followership. - Nah, orang selalu bicara leadership. Tapi lupa, bahwa followership itu halian penting juga. Mungkin itu bisa jadi topik menarikannya, topik yang agak. Orang-jarang bicara kan. - Terima kasih. - Terima kasih. - Terima kasih banget, Pak Mardi. Itu membelang kapi obrol yang kita harin. - Iya. - Belajar banyak banget ya. Apalagi, ternyata yang pertanyaan di awal tentang. bisa nggak kita kelihat leadership by compassion, by empathy ini. Ada kayaknya pengalaman di nutrifut yang segitu lama-nya, itu kayak udah kejawab semua disini. Dan yang terakhir juga cukup kenal di aku, bisa atkitah mengelit sesuatu orang yang lebih tua yang lebih berpengalaman. Lidermuda itu bukan nggak bisa mengelit, tapi lebih kemungkin masih butuh mentor. Karena challengenya salah satunya adalah humility. Karena banyak banget glorification bahwa menjadi menajar di usia sekian. Menjadi direktor di usia sekian. Menang award ini usia sekian. Salah-sala mencapai itu di usia cepat itu, itu di endgame. Bukan berarti itu jelak. Tapi kayaknya itu sesuatu udah terakhir, udah. Luda, udah dapat itu, udah sesuatu, udah keren banget, udah sukses. Padahal itu kan suatu permulaan. Dari sesuatu yang lebih besar lagi. Dan bener banget butuh mentor. Dan itu yang aku nggak punya, disaat aku mimpin perusahaan ku di awal. Takes a while, itu a while for me to find mentor. Dan ini mungkin berguna buat temen-temen yang baru dengerin sekarang. Kalau ada kesempat memimpin di saat muda, mungkin mentor, itu adalah satu kecil untuk maju lagi. Jangan terglorify semua orang-orang yang menjadikan. Ya bener banget karena kadang-kadang itu jubakannya gitu. Padahal saat kita ada banyak award, kita suka lupa. Dan kita makin terbang dan makin jauh yang dari namanya humility. Padahal salah satu kunci paling penting dalam memimpin itu adalah humility. Terutama pada saat kita mimpin tim yang sangat beragam terus sama dari generasi. Kalau mimpin banyak yang lebih seini, itu humility itu penting banget. Karena kadang-kadang mungkin akan susah untuk berhasil. Mungkin kalau dari saya mau thank you lagi, sekali lagi buat pemardi untuk waktunya dan temen-temen di nulut trifood. Saya ngerasa hari ini nggak cuman selkedar sebagai pengguna produk, tapi juga memahami. Kenapa produknya bisa menghidupi? Apa ya? Fisinya si perusahaan ini sampai segitu dalamnya gitu. Dan bisa stay true itu dat sampai puluhan tahun. Terus buat temen-temen yang tadi pengen ngegari lebih dalam bagaimana ru-trifood, pamerdi, ngebangun kulturenya, lupi bisa dapat banyak insai banget, ketika lupi baca buku, rumah kedua. Ya ini saya nggak tahu masih bisa di cari apa nggak. Saya nyarinya susah banget. Dapetnya di topet, tapi banyak banget insai di sini antara-tona bisa cari. Mungkin terakhir dari pamerdi ada mampak-kamu apa buat penger-penger kita ngerata-rata umur 20-30-35. Memimpin itu adalah saat kehormatan paling besar, satu kepercayan, satu amana, satu anugra, satu panggilan. Dan gunakan dengan baik, karena setelah jalan segini jauh, saya baru menemukan panggilan saya bahwa memimpin itu adalah kesempatan kita untuk beramal. Memimpin itu adalah kesempatan paling baik kita untuk berbuat amal baik, dibanding dengan semua kesempatan yang pernah saya alami. Karena dengan memimpin itu pilihan dari tangan kita. Untuk seberapa jauh kita bisa membawa kebaikan, mau jukan kebaikan buat banyak orang, buat dunia itu. Jadi kalau dapat kesempatan itu, gunakan itu sebaik mungkin. Karena itu memimpin itu tugas yang mulia. Jangan cuma lihat dari benefitnya, karena kalau mau dikejar bener-bener di hitung hitung, memimpin itu lebih banyak tanggung jawabnya dari pada privilege yang bener-bener didapet. Karena memimpin itu datang dengan tanggung jawabnya yang tidak kalah besar-nya. Itu saja jadi satu keormatan jalanin dengan baik kalau dapat kesempatan untuk bisa memimpin. Terima kasih sekali lagi untuk udah diundang ke sini. Karena saya juga berasa sangat terhormat untuk bisa berbagi di sini dan senang bisa berbagi di sini. Kalau ide ini bener-bener dipercaya dan banyak orang untuk pengen buat organisasi tempat kerjanya. Jadi tempat yang lebih menyenangkan buat semua orang kita sama-sama udah buat jadi dunia ini, jadi dunia yang lebih baik. - Wow! - Terima kasih. Oke, oke, thank you banget, mamari. Thank you banget temen-temen yang udah dengerin. Dan kita senang banget bisa berbagi dengan adanya Pak. Amari hari ini jangan lupa juga. Tetep hidup saya hat. Jangan lupa kadar garam gula dan lemap juga di perhati. Kan, yang nggak. Medikol, cakap. Medikol, cakap jangan lupa. Oke, sampai ketemu dia bisa udah berikutnya ya. - Bye! - Bye! Bye! [Muah]

Podcast Summary

Key Points:

  1. Medical check-up (MCU) di Nutrifut tidak digunakan untuk diskriminasi, melainkan untuk data dan benefit, kecuali untuk pekerjaan dengan tuntutan fisik tertentu.
  2. Nutrifut memiliki sekitar 2.000-3.000 karyawan dan tiga pabrik di Ciawi, Cibitung, dan Centur.
  3. Pak Mardi merekrut banyak orang sejak SMA hingga kuliah, membimbing mereka hingga bergabung dengan Nutrifut.
  4. Kepemimpinan yang efektif membutuhkan keseimbangan antara menjadi atasan dan teman, serta membangun engagement tim.
  5. Kata "perusahaan" berasal dari bahasa Latin yang berarti "teman berbagi roti", mencerminkan semangat kebersamaan.
  6. Pemimpin harus menempatkan diri sebagai bagian dari tim, bukan sebagai penguasa, dan menciptakan budaya saling percaya.

Summary:

Dalam transkrip ini, Pak Mardi, CEO Nutrifut, berbagi pandangannya tentang kepemimpinan dan budaya perusahaan. Ia menekankan bahwa medical check-up (MCU) di perusahaan mereka tidak digunakan untuk mendiskriminasi karyawan berdasarkan kondisi kesehatan, melainkan sebagai alat untuk mengumpulkan data dan memberikan manfaat. MCU hanya diwajibkan untuk pekerjaan yang memerlukan kondisi fisik tertentu, seperti pekerja di pabrik yang berisiko menularkan penyakit.

000 karyawan dan tiga pabrik, berusaha menjadi tempat kerja yang inklusif dan seperti keluarga. Pak Mardi menceritakan pengalamannya merekrut banyak orang sejak mereka masih di SMA hingga kuliah, membimbing mereka hingga akhirnya bergabung dengan Nutrifut. Ia percaya bahwa kepemimpinan yang baik harus menyeimbangkan peran sebagai atasan dan teman, sehingga tim dapat merasa engaged dan memberikan yang terbaik.

Ia juga mengingatkan bahwa kata "perusahaan" berasal dari bahasa Latin yang berarti "teman berbagi roti", yang mencerminkan semangat kebersamaan dan saling berbagi. Pak Mardi menerapkan budaya ini dengan mengadakan acara "sarasihan" di mana ia duduk bersama karyawan dari berbagai level untuk berdialog secara terbuka. Ia menekankan pentingnya membangun kepercayaan dan budaya yang baik, sehingga karyawan dapat berteman tanpa kehilangan rasa hormat.

Menurutnya, pemimpin harus menempatkan diri sebagai bagian dari tim, bukan sebagai penguasa, dan selalu berusaha memahami perspektif orang lain. Dengan pendekatan ini, Nutrifut berhasil menciptakan lingkungan kerja yang kolaboratif dan suportif, di mana setiap orang memiliki niat baik untuk memberikan yang terbaik.

FAQs

Promo ini hanya sampai 31 hari tahun 2021. Untuk informasi lebih jelas, cek di Lenovopromo.com atau ikuti Instagram @lenovoid dan Facebook Lenovo Indonesia.

MCU bisa menjadi alat diskriminasi jika digunakan untuk menolak orang dengan kondisi kesehatan tertentu, padahal seharusnya hanya untuk pekerjaan yang membutuhkan fisik khusus. Nutrifut berusaha inklusif dengan hanya mewajibkan MCU jika benar-benar diperlukan.

Tim Nutrifut di seluruh Indonesia sekitar 2.000 orang lebih, dengan tiga pabrik di Ciawi, Cibitung, dan Centur.

Menurut Pak Mardi, kata 'company' berasal dari bahasa Latin yang berarti 'teman berbagi roti', menunjukkan bahwa perusahaan seharusnya menjadi tempat saling berbagi dan berteman.

Engagement penting agar tim bisa perform baik. Caranya dengan menjadi teman, mendengarkan, dan menempatkan diri sebagai pemimpin yang tidak otoriter, serta memastikan motivasi anggota tetap terjaga.

Sarasihan adalah acara di mana Pak Mardi duduk bersama karyawan, termasuk buruh pabrik, di lantai untuk diskusi terbuka tanpa sekat, agar semua merasa setara dan bisa berbicara bebas.

Chat with AI

Loading...

Pro features

Go deeper with this episode

Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.