LEBARAN DATANG, TRADISI LAMA SELALU TERULANG. RAYAKAN!
81m 1s
Transkripsi ini menampilkan percakapan santai dan beragam yang berpusat pada pengalaman keagamaan, khususnya itikaf di bulan Ramadan. Pembicara berbagi cerita tentang suasana masjid selama 10 hari terakhir Ramadan, termasuk kegiatan seperti pengajian dan salat malam, serta tantangan yang dihadapi. Mereka juga mendiskusikan pengalaman spiritual pribadi yang mistis, seperti ketakutan saat salat sendirian di rumah dengan lampu mati atau fenomena alam yang dianggap terkait hal gaib. Percakapan kemudian beralih ke topik kehidupan sehari-hari, termasuk aktivitas di kampung, pekerjaan, dan candaan seputar nongkrong di warnet. Ada pula diskusi serius tentang lembur kerja, yang membedakan antara dedikasi dan eksploitasi, serta refleksi tentang keseimbangan hidup. Selain itu, disebutkan mengenai podcast dan undangan untuk bergabung dalam kegiatan keagamaan, diiringi obrolan ringan tentang budaya, mitos lokal, dan pengalaman lucu selama perjalanan. Secara keseluruhan, dialog ini menggambarkan percampuran antara spiritualitas, kehidupan sosial, dan humor dalam keseharian.
Belagu beka, namain gue, namain gue, namain gue, namain gue Belagu beka, namain gue, namain gue, namain gue Belagu beka, namain gue Halo selamat. Nantang kembali di belagu pot jazz. Sela. - Nengoklah ya, abis itu saya. - Ayo, ya, saya jangka, abis itu penumbarok. - Alhamdulillah. - Dan kita masuk di 10 hari terakhir. Di bulan Ramadan, yang mana kita selain mau itikaf? - Itu. - Mana pernah? Itikaf, pernah? Kerja mendi mana? Semua, orang. - Berna. - Asdeh, Jangan. - Bunga no SD, aneh SD masih itikaf. - SD itu ikafuran, saya. saya pengajian. - No. - Kau bahwa barengan. - Tepet. SD aja pas jaman ngangur dulu sesema. - No. - Raji, nakan namanya mau bau. - Raji, orang full, tarawet, bolong, salah kemawak tu, full. - Nangerti, macam kuran, hatam, bes. - Kara walaupun kayak. - Kalo kan, kan ngangur, kanan kongangur. - Kanak kongangur. Matak nakku awlote, mana ayahnya tinggangur kenday man. - Kenapa? - Mereka. - Mereka balik dayi. - Kangan awlote, kangan gusman sikit. - Asyallah. - Asyallah. - Salu mahadap ke padanya. - Asyallah. - Kami nolak. - Mana kerja mana on? - Semak, yang mana itikaf? - Kau sama-mana digarut itu? - Kanjur. - Nya, dicanjur, maksud saya. - Jauh, sama-sama. - Kau saluan, menurut garu cianjur, saya kecil dikora. - Eh, benar jalur. - Decahanjur, masjid na-sepi, cana? - Terami. - Kan mana di puncak, di ciawi, di kotana, orang? Jadi, dimosin agung cianjur, mak memang salah satu terkenal lah, - kuli asubunjang, itikaf, nah. - Itu kuli asubun-seberes, guys. - Terima kasih mendosian asu, kaya. - Mw enak, dosen. - Tidak apa, nasmestor pendek, aneh, aspek. - Spek. - Karena biasa, luar, ajang-cari jendok kan bahala, mak. - Jaman capalaknya. - Kan awal dayi, wah, ya. - Sampil tekan ngomongkan agama, aneh, belok na-kamu. - Eh, wah, cama temen. - Ramok, siapa cikai? - Ramok, namasih? - Raja mau mau, mau mau. - Mawok yang menakutkan, - Kaga di kamar sebesa nisya, temen. - Iya. - Menang, itu, jodona. - Minta lah. - Oooo. - Pusimana kan, namah? - Benar, kan. - Itu, 1h, 1h, 10, gitu. - Wah, eee, temen, asemah. - Alus, eee, benar. - Orang mengarasakan ITKAPT bahala jaman-jaman SMP, SMP, padah masak itu dirancai kek ma, - Chan ramai ITKAP. - Chanus, Chanus, - Mungkin karena memang masih masjid naan nyarm, barunya. - Jadi, rolobana ITKAPNAM, nyebaran di imah atau dimana, - gitu, atau dimasjid lain, gitu. - Di imah, orang ini ITKAPT. - ITKAPT dimaham, memang gandaan. - Tapi kan, berdoa. - Sampai akhirnya, orang itu di hari katilu memutuskan untuk - mau hal ITKAP, ITKAPT, karena kersolat malam, ruas, - poang-iruangannya percorangan, gitu. - Ajay nggak gampok, itu. - Kersolat. - So, anyi-mananya jam setengah tilu, bayang gue netah. - Setengah tilu, kersorangan, - Keringin, karhanin, karhan khusu, keritmat, - tiba-tiba, etanya aja soar astela, - Oh, so, rolob, jadi di nyawa. - Ya, ya. - Memang sehingit, tapi jadi mereka merinding. - Nah, tak nuet. - Ocak aja, ya ujit malay kat yang turun ke bumi untuk mencatat. - Haruh, haruhnya. - Haruhnya maksior menetetannya, sehatnya. - Sehatnya, oh, kan, dia rekodnya. - Oh, dunia orang kebuk, - itu sarai isok na, terdayi, - Terakhir, tiba-tiba, ini tikap, - Tapi, terumun. - SMP, ya, ya. - Tidinya, kan, balik. - Campernah, ya, karena memang tidinya kan orang pokok untuk anyang, - dan itu yang saya di imah ibadan seorang kan. - Tapi mana, pernah, - terkenal ngeri ngeri ngeri, ter solat seorang kan di imah, - dalam kadaan lampu mati melihat sahaya. - Ketakain keras, ya, pokok naik, keras, sepema, kerajin-raginal, he, tak. - Perna, orang. - Tahain, ah. - Tahain lampu, beray, oh, karena kan, aliran. - Oh, karena aliran. - Oh, kan, aliran, ya. - Bisa ngeri ngeri. - Bingsan, kan, bingsan, so kan yang berkunang, punang, punang. - Oh, kan. - Kan, kan sebenernya matemunnya, solat dalam kadaan lampu gelap, deh. - Temenang pokok naik. - Menyesalannya. - Menterasalah. - Kan, kan, apa makro, kan, apa. - Lain por, apa, apa. - Jadi, - Macam mana, memang, - Hikmat, - Hikmat, - Hikmat, - Hikmat. - Itu, Louis Terkoneksi, pada oblos, menawadahal. - Karena, jaman Rosul, macam ayah lampu. - Lampu, enak. Kita melayan menangkap siempre kalau gooseblack. Wari tak perna. N partsi sahaja sahaja particulata. Kepit hurku hadiahhas historia. Lepas Entscheid ekonomi terdeduk di handed magn up. Pertanya memang dikasih models di minat? Rana 在 Apayaσηfabor. Parti Dusty ada biasa nasty apa yang likelihood bahwa tuan jointly pers pompu ży. Ayah, ayah cahaya, ayah kita pilih tik. Jika Centeran ulytik lah. Kunang, kunang, kunang, kunang di kamar. Kunang, kunang, kunang makukunya setan, ya? Setan, bisa menipendi ya. Paca ayah mitos kalau kunang, kunang adalah jelemahan kunang setan. Jadi memang misalkan ayah kunang, kunang berarti ajuri. Sanah mak itu beringkat di nutanda. Ya, saya tahu. -Saya tahu. -Saya tahu. -Tahaya kita tak apa-apa letan. -Tapaya enak. Tapi, tahaya, tahaya orang te. Salam malikum, tak, pas, salam malikum, salam malikum te. Deselengnya tajar, tajar, tajar, tajar. Jadi di rock art, katilu, ayah cahaya timnya jablajar ayin. Ayah kita tajar, oh iya lah, tu kodart, tajar ayin te. Matah, tidinya te orang kan. Kunang, menang malah, tu kodart, bagaimana seribu bulan. Itu dosa-dosa dihapus kan. Kalau di dunia, ayah masuk maksiat, maksiat, maksiat, maksiat. Tapi asriata, tapi kayak, ayah masih kebaing-baing. Sukaan orang tepantulan, tino, bingkai foto. Tapi kan pantulan, kudu ayah cahaya no iya kan. Ya, so, iwa, woo poik. Jadi ngebona nyanyi. Ah, ah ini kecuali ayah kresoting dono, itu ayah tim, tiba-tiba ayah. Kalah lain pantulannya. Sens, senama sen. Etasi ayah itu pikir, tadinya, tam benar ayah, ayah mikirat, lalu islami lah. Ya, ini ngga lah kokonan, ayah itu. Kalau su, ternyata, jigana, Jadi nah orang antarasian, ejang bunga, eterti. Karena isu, nah orang cek, oh angin coi. Maksud kan, atanya pasal terkodatnya, ening kan? Pagi-paginya, te. Lo yang, oh anginnya, maksudnya, oh no, kiri tuanta. Tak kalau, lu, lu, lu yang? Gerat, senama gitu. Jadi nge-engah itu, cahaya. Jadi nya, wakir, oh ayah, sen, apa yang macam? Teragain-ragin, puru, jahin-perno puru. - Kenapa? - Jama hatablik, mana ya? Tuh, yang ngaun lah sebut tanakan pibilun, te, ya, buruk-umurama pibilun kan. Wara-tanya ngeboloksa belas. Terus tiba-tiba baturan ngajetnya besok siap siap ya, kita kemestit di mendekat majalah ya. Hai enten kan, te apa-nya ngaun eterti? Karena pertama kali nga, gue sengar umpul, ujung anuh, inuh, iutah, haridung, gamputan. Mereka baju gamis panjang. Lempang, angin, ternyata, kurut ya, suka nain, naik motor, aja. Lempang, terlapang, kan? Oh bisa, nek, terlapang. - Tunggu, bisa. - Oh bisa, kan? Mana nangalaman kan? Jemah tabletnya, mentesalah basisnya di antapani. Makinya tidak ikholog ke antapani, reknak naun itu. Oh iya. - Lempang, apa yang lainnya? - Lepang di jalan. Karena orang, bener-bener telepang di perung kejana, kamah jalan ya, jega tidinya, tidak gok, ke pusda ilah. Makinlah. Jauh, Lempang, melimpang, mejaun, naik motor, masaklede. Lempang, terus didi, tu, te, ayah, hijim, masjid, teriyataan, te, monok, didinya te, tilup poe. Dahart, dahartai ano warga nyumbang biasa. Heinunahun, terus isu knate, motor ke kampung warga, nagakan soalat. Nagakan soalat, jamang ngaji, gitu. Kita dari rancah ekek, dari perung, lagi ada kegiatan, di masjid iya, senang. Kalau berkenaan, bisa bergabung bersama kami, sakit itu, ahinkan tengah, ternyatainya. Selamat tidup poe, itu kegiatan atek. Ngaji, wajah ngaji, tengapalkan surat. Ini balah terus. Oh ibadah terus, ayah, ini ulina irah, ini. Cukannya, ayah, ternyata di kampung, nama, gitu. Enam, ternyata, enam, bangbal warga, tu, poli, barang, gitu. Fulls, yaman, itu ma-demasjid. Iya. Beri spory katilu, ini balik ke-e-mati, serasa dengan pribadi yang baru. Juga etan, sakti. Iya, setiap sepan. Usti, tak gila, kau masih majalah ya. Peru, cerita, ya. Sokuruj. Ayah, istilah, ah, tuh uruj, tebanduj. Tehurung, tebandur, tebandur, keblog. Bandung caang baranang, itu ma-tengah. Nah, wanya bahasa Indonesia, uruj, berbina-bina tempat, gitu, aneh. Iya, menurut. Uruj, punya, tau, kita kayak jemasjid. Kan jemah tablik, ma-ya, no, kayak india, seberapa, itu. Terknawuk india. Lumpang, biasa terakhnya, ya, diongkosan, naka dituma. Oh, di tutup, naka, di delginan. Menter, dimalaisia, malaisia, lo banyur, uruj. Nah, malaisia, sekali, lana, kita kabe juga sakti. Iya, jadi, terkeras kan. Terus, senyum orang kan, atau hunkul, menurutnya, lo banyur, lo banyur, orang rambut, karena keruli, diajak, gitu kan. Jadi, lemun-lemun orang tesalah, sejemah tablik, Datuh wana ya dua, datuh wana, carama dimasih, dah bebarah deh, datuh wana gitu. Dertu dor kan. Dertu dor. Ya, tak ga lu wanta, dertu dor itu.
luarga, minta aino, noker mumpul, bui-bu, gitu kanalkan diri, orang di rancai kek dan cana lagi ada kegataan di masjid itu. Kenapa kan lu salah, aino, aino, aino, nengal kendaga? Ya, nengal kenderjangan, bukan banyak aduan. Makan pada persiapun, kanan lu bener-bener, aino, nengal kek, aino, anuh bener-bener, setah, mumpul kehela, harta, selalu balau bana, selama sebelah sebulan, bulan terakhir huruj, nengal ke istri, gampur dakti, karena ga sedi kempluhkan di nambung itu. Ya, ya, bisa muda-tah terlantar. Makan kek itu kanle-bakan itu, indah itu gampang. Ayah, ayah, itu bahwa jaman, jaman orang gawe di warnet, tukang marah-tabak minit, itu jaman hataplin, anjaria, anjara, retobat lah. Karena makaya, ya, makaya gamis, negang di peangga, laluan besarkan, beting, so, ngawar reti uran, buk, duniawe, duniawe, kanan-kanan, piluan, uran setahnya jen tokang jikan, tokang jikan deh. - Ya, berapa sih berapa enak? - Bahasa orang kampung bisa, tokang jikan. - Kena jikan, kan bisa tokang hayam gitu kan? - Kena ya, tokang hayam, tokang hayam, jen tokang, ya, tokang marta-marta, - Dan musuh budutnya, makasih, tokang marta-marta, - Dan, ayah, maka, tokang hayam, tejiga setah, - Kera, yang orang temen-orang, karena nongkrongan di warnet, nongkrongan temen-nglalun, beting kan, dagangan, semara ya, - Tidak, yang orang temen-nglal, orang kera, kaya beneran, si beting, so, man, senang. Manan, kan bisa dipake, "Tahia, tau aja, orang temen-nglal, ini tuh susurian-surian, - Aitik-apis kanawan, gua obel-belok kan, - Nongboke, kawan müaikap sebagai seryanamission, nya coba nonton, dan saran déloorkan po metropolitan S8, attendant ini bermanku sih diripe
tak bisa terus ya barking Nampak ada 2 An benerin ada 1an benerin còn bisa skritikan yang mertah bagaimana, "ah, yang tersoal, kaya gila" "baru dengan tengomong, kau orang ternyata, kumantan" "manteng gak ke nih?" "ah ya, pokoknya ngomong-omong mananya di Facebook uran" "ah ya, foto uran yang sih, jangan minta" "saah umuran, lu horen uran, 2 tahun" "oh, berarti kalo ceta" "nya sih, kudu napika, nih gak kendagangan" kadang-kadang eno, bunjumatan kan eno, dagangan-kadang "saah, cengingatan gak lada dengan hula, pas kerengas adan, karik, ngeri" "salah, gitu loh" "tah, buntu, nawan kayak ayat tulisan sedang suara" "ya, entah, wow, so in it, aneh" "tepang aneh muli" "as, naya, nuh" "bela ganya, makin lo bahasih suar terpuh" "aneh yang daganya, mana aduh, cahanya tersoal" "ah yang lain, ngalah, ngalah" "aneh, entahnya, mengarganya sebararan" "dua, dimana bisa nyan mertah bakuan" "tetan, kan nganas nih ya" "manteng, mertah baknini" "mertah baknini" "mertah baknini" "mertah baknini" "mertah baknini" "mertah baknini" Nonton ati di warna kurang, maka TV tunar ini. - Nonton. - Nonton, kabe. - Si, yau, etang iluan. - Si, yau. - Nonton. - Si, yau. - Oh, ini bukan TV, ini monitor. - Iya monitor. - Dimana cara mati ini. - Setiap situ kan kayak gitu, si antretnya. - Teops, naik. - Teop lah jahai. - Kalau di teopnya, naik. - Mas-masuki. - Yau na pas di teop para gue wangan. - Oh, yau penjerternya, ta. Di hari ini yang memayah, ta, ini kusi entah jenis. - Ini aja lama polong gitu aja. - Tapi resup, si yang menemukan bahwa batu nama orang jawab polos, - Gampang di Bobodo. - Jadi, berusia dulu, dulu. - Tapi saya mengukurangnya tengah nama tepayu. - Tengah nama tepayu. - Kau bisa aja, saya tanya kebukannya tau. - Kau bisa. - Jadi, dipede, aja, nada gantang sama kokoreng ke ne. - Ayo, pernah, ta mengomongin masalah tokang, nasi kokoreng. Di junti, jadi, bawa lama, jaman kuliah. Batu orang yang teboga, imah di junti, di tengah sawa, jadi juga fifilaan. - Dada. - Nah, untuk menuju ke junti, etat-tekan, ngalewatan jalan-jalanan mun peting, tep, sepi itu masuk tentau penduduk. Karena kan, ngeri sawa, kan. - Terus tepayu. Aya, tokang nasi kokoreng, langganan, orang jawab oke. - Nantai yang si Sarwa Jengman, tepayu. - Nantai. - Nantai. - Nantai yang tersebut, karena warah mahan, anjara-anyan, kes kuliah. - Iya. Jadi, untuk menuju ke fila batu dan orang teboga, ngalewatan, jembatan gitu lah. Tah, cahama di jembatan etat-tek, ayah-yah, mitos-mitos juri-juri gitu lah. Nah, hijau waktu, warah teb, peting, beskati nomor, pas tek balik dari ke-fifilaan, tasi masuk tanggal sikoreng etat-tek, ker ngadorong-roda, ker ngadorong-roda, terus di tokang-tek, skatting-galil lah. Radha jauh, uitu simas, orang belian, kita kak, fila, di jauh, terus bahwa lama kan motor, tan iya teah, lampunya, tan, tertanya tan hurung-sarangan, jadi masih on-off, masih on-off. - Paruman-paruman-paruman, pas paruman, pas nga daketan, diri-rowas, anjing. - WAK! - WASH AROHO! - WALOR SYMAS! - Rodana, suka sawa. - Nge-lewatan. - Jadi, muli nasi gue. - Nasen, berambari. - Eh, berambari. - Akhir-akir, kan orang. - Terlalu mas. - Kita anjing. - Aint, - Aint, - Aint, expect etar-roda bakal asuka sawa. Karena kan orang niat ada kemelihan simas. - Iya. - Nyaga, kemelihan simas. - Wadu, don. - Irakin, roda meluuk. - Ngetedakong. - Wadu simas, saya kakit, lang, itu. Mas Roda mas. - Wadu, roda, saya, sinajing-asum. - Yalah, gimana itu mas kanjing. - Jadi, - Netadin alapar, ini kudung aban tuan-tuan rodana, kalau ruat tu, itu sama, - Anjing jadi terjadi. - Kalau nyad. - Kalau nyad. - Kalau nyad. - Nyad, kalau, rata seribu. Nyad, naik jaya. - Golblow, jadi agak. - Jadi, jad, jad, kanj. - Wadu simas, saya kakit. Mas Roda, Wadu roda, saya. - Atau lo lah, ini emang, untuk kamu naik juga, kamu atong jawad, saya. - Kalau lu cuman, anjing. - Kita masih tak tidur. Teraktir, halm-delal, lu main ini buat air, terneun, parah lejang, ini yang pertama dari acot. - Acacowok. - Acacowok. Salam dari parah lejang, Kairo penengar sejak 2022, tapi, Parik Mercedol Ayuna, Infokan Agenda Bookber, parah lejang emang. - Parah, ngapain. - Mabruk. - Mabruk. - Sama-sama, Renas. - Jukron. - Acac apa ngelena, tinggi. - Jukron acac. - Jukron acac. Bookber, pas ini tayang lagi bookber, kalau jadi. - Jok lo. - Jok lo. - Jok lo. - Jok lo. - Jok lo. - Jok lo. - Parah lejang di Kairo. - 2020 berarti, "Kau anjarnya." - Hmm. - Kanyar, tapi. - Acacow, kamu dengerin kita pas di Kairo atau gimana? - Pas di Kairo. - 22. - Oja. - Ya. - Karena, kenapa kita ketemu sekarang, dia udah lulus. - Oh. - Jadi al-Azhar di universiti. - Varta maka dengan naga di sping. - Ada. - Dia, ini. - Dia ngan keena di huluna. - Dia ngan huluna, kan ngerak, kan? Kasping, ngelepatra, ngan. - Nanti lo, kita undang, ya acah. - Uran penasaran di Kairo juga kuma, ya. - Kaya, ulan kandicur, orang mengobro. - Aselaik langsung udah undang. - Jadi. - Kaya kontak, ya acah, - Kaya. - Saya tengah di Bandung, tapi orang Bandung, ya. - Di Bandung, orang Bandung. - Orang Bandung. - Ayah, apa, pergaulan bebas di Mesir kuma ha. - Maksir saya, kelep bola zamalek. - Zamalek. - Yogitu. - Wana? - Laluan. - Disama lagi. - Oh, ayah, apa? - Eta kisah percintaan si - Fahri. - Fahri aja yang - Ahemanya sama hidup. - Anjik, hidup. - Dore benar, ini. - Jangan yang apa sih bahadur, kebala kuma di ditu, - ini sampai menyakitisi - Nuro. - Nuro. - Benar duk badur. - Nahadur. - Nuh, naca. - Ada kavi. - Berikutnya. - 13 channel. - Indi Sekonomi, - channel ga terdampap - nika saat, - YouTube channel ga hiji awam, - sesana nambah namah teher - kan ga berubah. - Gusia katur nuhu. - Ya, ngatur nuhu. - Katur nuhu. - Turbulan channel. - Yes. - Kavi itu ya. - Kavi. - Sambul. - Sambul. - Sambul. - Kavi berikutnya tam. - Palurah, - Palurah, - Sambul. - Salah barmas, - Sambul. - Mama, - Pak Lura, - Pak Lura. - Gak di bonusan, eeh. - Pak Lura. - Pak Lura, - Pak Lura, - Pak Lura. Zamun layak, lepaten, pengembahan segulai sebagai encore allow floats. Apa mendengarhan disini dihabindkan di student McKoon. Kemudian posedasih sekali. Accept Mahalas Bata軸 dan Collagenya guitar.
- Takobal ya, karim. - Takobal ya, karim. Terakhir ya? - Tak mau jawabannya, makanya tekerunya butuh ya. - Ya, kan, kan, kan, kan, ceput, manih, bio. Manih kan, takobal. Luhu. - Manih kan, ceput, takobal. - Iya, takobal ya, karim. - Oh, gitu. - Gitu, senyata takobal ya, karim. - Oh, seberikin, karim. Terakhir. Ilham podcast orang knitting 35 channel. - Welcome, Lila. - Hamdulillah, makin Ilham, THA Airwang. Senasakalian info, nain 4-1 podcast abit, - Tersayan 4 episode anjhar. - Nice. - Manawi ayam number minat menyimak topik, - nah lembur teh dedikasi apa explotasi ramakapan resign, - pembedaan di interview kerja dan quarter life crisis. - 4 episode tak, - Jidau-jidau matah. - Tunggu. - Harik ya, non-pisan hang Ilham. Langsung aja dengerin podcast ruang meeting di Spotify. - Iya. - Podcast ruang meeting. Alusia ayam episode deh, orang gaya iratan kembali dunia per podcastan. - Benar, ya. - Lembur teh dedikasi apa explotasi lembur teh? - Explotasi cerahin, mah. - Lembur dibayar, mah. - Terakhin, mah lembur mah. - Lembur halaman itu. - Mahin lembur dimana? - Lemurlah disihan juga, lemurlahin, mah. Di fabrik? - Wah, ini gimana? Di fabrik, gak? - Benar, oh gaya sih. - Meman lembur dimana? - Di warnet, berarti mana di warnet. - Nah, nampik ayam, nah yang can manemukan jawaban, itu tak. Lembur ayam dimana. - Meman yang dimana ayam? - Ya, itu lemur, mah. - Tapi kan lemur makanan kurun original, lah. - Memahalama. - Lemusili orang tua, sebenarnya, mah. - Lemur, mah. - Lemur, mana ditanya lemur dimana? - Jajin. - Karena orang tua lican-janjur. - Mana lemur dimana? - Dekolot. - Dekolot. - Karena tila tiga di dekolot. - Kalo-kolot orang didinya, memkolot orang binaka-kakairot, tanya lemur-kakairot. - Dalamnya putut, lemur-kakair, mana? Dekolot, datangkan dekolot, tersebut sesahai, memurang di kairot. - Oh, berarti lain di. - Terlakhir limana. - Asal, asal, ayam lahir dimana. - Ayahnya, itu menarjemakan. Tapi mau balik balik kalembur, itu benar-benar kesusah. - Oh, ini benar-benar memututannya. - Itu lemur dimana yang di Jisiru. - Tapi enggak, ayam itu seversa. - Mau mau keman yang balik kalembur, kan? - Berarti cimahi. - Oh, ayam menemukan jawabannya, itu. - Lemur dimana cimahi? - Ya, ya. - Lain rancah ekek, berarti. - Oh, sasa kan, itu. - Oh, sasa. - Oh, berarti namun ayin cimahi. - Exploitasi atau dedikasi tak? - Exploitasi, cek ayam lah. - Karena kan. - Ya, mau nge-bayar daiklenbur, tapi bayarannya teket deh. - Ya, membungan teket deh, mah? - Ya, berarti eksploitasi. - Tepung ke deh. - Tolak, uay, mah. - Anjirin. - Lalu, tidak sebanding dengan kan orang tekan butuh. - Live Walk, Live Balance, anjirin. - Mereka mau nge-swakir na balik balik. - Ya kan? - Ayin matipu enak gitu, tiba-lalu kan balik jam 5 balik langsung tom. - Jadi cimah lah di kakak. - Kau yang menemukan, di masa velakan keren gula silpun begitunya, ternyata ketika. - Non, pagal kota numasa, ketinya, nekuk, kota, ketika mereka tahu boh hal lembur tuh di bayar dan bayarannya kan, - Nge-bahir bulan, tapi per-halihah. - Cung, senang. - Cung, senang melamin tak. - Uuh. - Kambulnya ga, belebur ada keperluan, mau ini, ini. - Ayin lembur tuh tam lah. - Kabeh yang lembur, lirian. - Cung, cereng kan? - Ayin lembur, yuk. - Ayuh, lemun di kan terurang, bele lembur tidak disarankan. - Oh, kan? - Karena kaya nombor, berarti lemun besakan pagawian ayin, harus lembur berarti ayin usaha, tino-teman aja menemangnya gitu. - Jadi, lemun, nombor, nombor, berasud lembur, ruda telah matahain ternyata ket lembur. - Ya, karena kodoberes di jam kerja kan? - Iya kan, kodobnya. - Tak lemun kasusnya, kudunanya, mana ga, berasgawean? - Nggak, beras kudunnya balik jam 5. - Bisa, naga jam opat, berarti, boh, mana? - Merea tambahin ini, man, kerjaan sekarangnya harus beras. - Asup lah lembur berarti? - Asup lah, nyalaman beras na jam 5, man. - Uuh, ya. - Tak, masut ayin, pun, wah, ternyata terberas jam 5, beras jadi lembur dibayar tetah. - Nyanyi itu, kudung umum, kan, nge-smapet-mapet jam balik ya. - Peregirahan, beras na, besakan, jam benap. - Merea, harus ada, berpaksa sih, berpaksa. - Mana kan, sejad di posisi mana-mana, Norena? - Co. - Co. - Co. - Jaitah lah, berpeng loi. - Co, misalkan. - Tak, etah lemburnya per ditung, misalkan. Pas saya lembur, Pak. Saya lagi mau ngambil alpat, misalkan. Saya lembur hari ini, itu ga nappir jam, atau per paket, serpaket, serpaket. - Per paket, keumaya, misalkan, tilo jam. - Misalkan lah, kalau di restorannya, kan satu sifnya, 8-9 jam. Nah, yang berarti lemburannya, dia nabila 2 sif. Betih, kan kerja bisa, dapet 11 jam. - Oberarti bayarannya 2 sif. - 2 sif. - Bakan lemburannya lebih gendet. Karena kalau lemburannya itu, bukan dia yang minta. Kalau minta ma, yang naun, lama-lama, itu lama. Tapi lemburannya, kalau misalnya, tiba-tiba di sif 2, yang harusnya 8 orang, 3 orang sakit. - Tak, tak. - Takan keluenak, bakar rame, sedangkan orang, bakal hakti, kak ini dari yang sif sebelumnya, kalau ada yang sehat dan mau ngambil lemburannya, maka untuk membuat apa. - Ahin seker sehatil. - Eh, sebuah lembur. - Ayo, gas lembur gas tam. - Keduanya, wan Aisialin, dalam maran-dan, man. - Oto bisa jelem-aran. - Keduanya. - Boleh tiba. - Boleh tiba-tiba. - Baya yang dibayar lembur naung kulue, ga jibulannya, teku-du. - Ini lumayan, tak, sasi pseberak. - Kesebalan, terti asyik banget. - Kesebal, kesebalan. - Tidak, waih. - Ayo, ini sapoet, lujo, sama. - Tabeh, lah, orang ke daik, lah. - Karyisma, karyisma, acen-acennya bakan. - Kerekomendasi, tiurang keren-seng lagi. - Mande berkira-ginta, berkira-ginta. - Daging sapi di aseng. - O-seng. - Mereksambel. - Pungguna, itu. - Minyak naung kulue, jeng sangu, ga na. - Guri. - Meman nya dahara, itu minyak punggul. - Meman ngurung bisa menyeap naung kulue. - Tapi, saya sias. - Yang gue saying menta lembur itu, gitu. - Belu juta, ya. - Gue sih menta minyak, kan ini nguril apa, - Ayo menta lembur. - Menyeap, kan ini ngurung. - Dan ngurung mau, aneh ngurung menta minyaknya keren, - Kau menta minyaknya dua trit. - Kau belum? - Keren-seng lagi, - Bbq, lu mungkin di. - Sebenernya, Anunyan special, - Nada lah sambal dan bumunya. - Mana Bbq, keseb, itu? - Bbq. - Bbq. - Bbq, gue tanggernya itu. - Bbq, tanggernya. - Sambal mangga, gue tanggernya. - Sambal mangga. - Sambal mangga. - Sambal mangga, kan? - Yang ngelmaran, mahasnya, sambal mangga itu? - Iya, mahasnya. - Maka, sambal maka, - Sambal maka, - Kira intem, murah, murah, murah, - Tera, marahas. - Maka, itu, ya, estek. - Nahun, aneh bahas. - Sambal maka, estek. - Manya sarung sahjuta, eh, sarung tiyung, gue udah ditemul aja. - Alam sapi. - Etat-te, sarung tiyung, menandakan, - Stratah sosial, - Sambal mungga, jaduduk. - Stratah naun. - Stratah na berarti, hewan, hewan. - Oh, rakyamun, sarung banget. - Mereka buat banget. - Bbq, bener, seratah na, bener. - Bener, sebenar lama. - Bro, vlog aja. - Eh, tak, keren seengdaging. - Bbq, bumbu hitam. - Amon hayam, makanya bumbu naun ya? - Bumbu racik, ya. - Bumbu hitam juga, ayam. - Oh, ayam, makanya bumbu hitam. - Kecola yang bakar. - Kecola yang bakar, karena gak sehidung, - Tukut yang bakar. - Sambal manggan na, enak. - Sarung. - Manggan. - Maha, bener, sarung tiyung. - Makan na, lama-man na, makanya, - Ending ngelib bapak, makanya sarungan, - Bias. - Terus merak na di Tukang, makanya tinggal di Kusap Tukat. - Mak lumih, sejuta-kaluhur. - Kualiti, ayam. - Sejujeng ayam di hari makat tinggal di jiga sarung, - Pas tinggal di, ayam kemachalanan. - Ayam. - Nuh orangnya, enak-enak. - Bener-enak, enak-enak. - Enak-enak sarungan. - Enak-enak, enak-enak. - Nuh orang gitu, sarungnya. - Sarung, sahaja utah. - Eh, etat-etatnya, nutepasnya, enak-enak. - Mereka bilang diurang deh, homodemun ngepas anja, tak deta telur rebu. - Ha, enjir ngeolisharun ngepas dulu. - Masus serung logoro, ayah, sahaja utah anek. - Mereka bilang bahawa awadimor perkinan paling pilih 100 rebu dan lalu sahaja utah anja, BHS. - Jujur ayah sih, sahaja umur hidup, nepik ayah, naik, naik, cantper naik melisharun, tarah naik. - Cantper naik, jadi sarung, teh? - Di merewanya. - Sarung, ee, naik, naik. - Mereka turunan tibab, atau babeh, naik. - Di pakek-urang, sarung sahjada, kopea, yuh, serban, serban, serban. - Cantper naik, menurutnya sarung, kenalan, ngera-nero sadi, di panjang nak ocak-ocak di seta orang majalaya. - Many orang majalaya, disebut ocak, ini. - Ocak di seta, anja orang majalaya. - Jago main, buat mintaan, kebelakok, ainksep, menengaritat, ya, itu si rosa di anji. - Ocak ruangnya di mana majalaya? - Pana buka pabrik sarung, oh bengar tuh, oh ngarlah. - Orang-param olisarung di seta, jang bagi-bagi ke alamah rumah ke orang, ke sana ke awal orang. - Gajau duduk, ya, yang senjuta, serang gajau duduk. - Eh, itu diuk sih, gajau aja. - Omolong, mau denang, tuh, anus, anus, anjuta, beda-beda, ya, ta. - Ayah, nuk premium, kan? Pilih kan, puluhan juta, ya, ini sarung. - Sereung, kan, diuk, kan, diuk, makin, nangun, ya. -ALAR NA NES AMAN -았는데 exhausting - Sweet - lu lo jatinya -ивать - ngkel? - Mungkin - ingin dikasih - Ayo gue udah ny�ipatin - Yuok - jadi nanti - són - rhythmic -. - Lu ngelihat - / di sumber Bihai, setelah. Panggulur, ya?
Sarung cap mangga ya, nuker 7700. - Cup mangga? - Kalo karung ga? - Tapi berhentung! - Problem aja, iya tambah. - Bangga diasubin kasarung, bawah balik, itu bisanya tajik. - Tapi gedebun, itu sebenernya tuh? - Iya, sebenernya. - Itu kealianan, aku kealianan. - Bersunate. - Punggulannya, nah, aku nanti tak bisa bertajskrin. - Hayatnya, ya. - Jadi, lipet sendiri. - Lan, motif tuh bosan. - Gak sih. - Coba cek, tam, ayakannya, tak. - Specifikasi, tak baganya. - Manti sarung 8 juta. - Ini tak asuk akli, aja, apa? - Itu cap mangga. - Sarung sama Marina, nah. - Terus, sama, terusnya di poket juta. - Ogen, peratuh cap mangga, tata-tata, cumpat tuh. - O, itu mana gerebjuta, manus. - Gerebjuta, isi 100. - Anjeng. - Siasin, makamat kok lo, gedebjuta. - Isi 10 lo. - Anjuh tuh, nah, Hiji! - Dan di jadinya, hijikan, paket, isi 10 lo, gerebjuta. - Itu, itu, itu, ini kernaun, kecuali dari bagi. - Bihai, saya nge-nge-nge. - Bihai, coba cek, tam, tam, sarung, bihai, stomp. - Karena masuk kurang, te. - Nya, sarung, nya sarung, eh. - Eh, Bihai, st, atlas, lah ini. - Baiklah, baiklah. - Atlas, makanya. - Atlas, atlas, makanya. - Sarung, nya, Sarung, atlas. - Dari Bihai, st, sejak tahun 53. Bihai, semangkaraan fabrik nama Marina. - Marina. - Karena ayat Tekna. - Ternya, jangan lo, Murah, atlas, di garam ting, kan? - Salah, disana, bagi, burang, ini, ini, Bihai. - Sarung, Bihai, st, sama, bahasa, Bihai, st, sama, bahasa, Sikki, Sikmanya tadi. - Dapak, apa? - Dan bahasa, yang lebih saya, ya, rup. - Ya, sarung, Bihai, st, sama, bahasa, Maha, 40, 22 juta. - Tak, anjing. - Merah, ini sarung, Bihai, st, sama, Sikki, 40, 22 juta. - Cekola, anjing, sama, bahasa, Sikki, goblok. - Siapa sektolong kapa, ini, kan, saratu, Sikki, 40, 22 juta. - Heji, heji, heji, heji. - Heji, heji. - Hiji, kan, etama, bisa dipake hamuk. - Karena gede. - Bisa ini kena. - Bisa jang hamuk, bisa jelik, kan, ternyata. - Tapi akhirnya, patul di Utah, eh, et, et, patul di Utah, ya. - Anting, Murah. - Terbana lah. - Kisarung, warisan babemannya, BHS. - Jual, Kijin. - Oh, Kijinah, dapak juta, aliti lu, bisa, mana bisa ngontak di Bandung, anjing, terbola balik kililin. - 24 juta, tak, mana datang kabilir, boleh motor, kaya, banyak mesarung. - Bener. - Gok, goblok, anjing, sarung, ditukaran jeng, pes pak. - Bernyata, turun juta, tersus, iji sarung. - Mana nih, Hijin, koma, biasa. - Bisa wahai, anjing. - Tertuluh iji, pes, iji, oh, 40, 22 juta. - Karena berarti bahana, tete, bahana premium, tahun kertetis. - Tis. - Semuanya stomaknya sarung. - Ajant, te atel. - Kan? - Kan, sarung atel. - Ayah, mana, mun, mun, bahana, rada, kasar, mana, mana atel? - Mungkin mau pes, mau atel, karena ga rosa rangan. - Anj, oh, itu fitur, nanya, antigasal. - Ga rosa rangan, anjing. - Gak, galernya, anjing. - Cijing, cijing, penahal galernya. - Itu, gitu. - Fitur ini fitur dari sarungnya bagus. - Jangan pernah, orang, peci, orang terakhir. - Oh, itu dibagi ke sakantor, ditamili peci sorangan. - Ya. - Himing dan yang, haji iming. - Hijiming. - Himing, ya, dua kan? - Ayo, dua itu haji iming. - Perpecahan kubu, kayak juga soharti. - Ayah, haji iming biasa, jangan, ayah, haji iming son. - Iming son. - Iming son, ya, enggak, tersh. - Peci kornya. - Itu spas, ayah tinggal, iting halik. - Anj, sarwa, waih. - Dua tersebut, tahan, karena haji iming. - Saulnya, sain. - Saul, itu, saya bu, balah lah, lalak ini, sabar orang di kantor. - Saul, ya, ya. - Saul, ya. - Saul, ta, ke infestasi ahlak, pumpul, ta, kantor. - Tapi, sebenernya, sebenernya, pecima kemudian melayu, kan? - Bener, bener. - Bener, kan? - Dari malaysi, kan? - Ya. - Dari malaysi, kan? - Sarung, kan? - Kan, kan. - Daing, da. - Daing, da. - Songkok. - Itu, tahan, munekore, jungkok, ya, balah? - Jungkok. - Songkok, tahan sarungnya jungkok, ya, tak? - Iya. - Oh, peci. Karena orang pernah ngerdengar, lama misalkan manya boga peci tapi terdipakai soalat, tersah, senar. Soalat, nama untuk udungun. - Iya, nama untuk udungun. - Untuk udungun, kan? - Untuk udungun. - Bener, ayah merin, foway, umku, gitu. - Pakci. - Peci, terus bela di masa di kumpas di KTan 40.000, deh, kabeh di beri baju kokok. - Iya. - Iya, eno, panjang. - Kurtak, kurta. - Kurta, dan yang enggak, netak? - Ayah, eno rompir, sekiah, yang eno bajuna, ayah di beri lagi. - Oh, benar ayah rompir soalat. - Ejeng, kurta, enggak. - Kurta, enggak. - Kurta, enggak, telingbaya, enggak, enggak, enggak. - Boho ay, kurta, nih? - Iya, tiara, kurta. - Ay, kurta, nukuh, bahat? - Yang, apa ayah seki, nih? - Yang tangannya, tiga per 4, di halal panjang. - Oversize. - Oversize, benar. - People, people. - Pripeta. - Terus, pokoknya orang atribut ke agamaan, - deh bahaya ayah merin, disebut biju kokok berharam lain, kameret. - Nyamujuk kameret, ya? - Bujuk kameret, ya? - Bujuk kameret. - Iya, kamu priet benar. - Bujuk, kalau lalu. - Ayah merin, kokok, kokok benar, baju kameret. - Kadir, kan. - Itu, di pohatan, gua liatkan kameret. - Iya, di. - Di kameret, ya? - Di kameret. - Aji, vander. - Canperna orang di jujur, pun atribut ke agamaan, - orang, canperna meli so orang. - Mani-mani, kokok, - muni lebaran, gitu, selalu beli pokok anjir. - Kayak. - Kokok balas. - Kalian meli pokok yang diluanya orang di orang dulu. - Oh, seragaman. - Lalu, namun ayah nama, - oh karak ayah nada yang orang meli, karena no kameret, - nah, oh ni, asal serang gitu. - Aslati. - Mereka kesalahan. - Mana, iorang menurut. - Biasa, orang baju kokomat teragantiganti, - karena asal katilannya apa, tapi di paket. - Tapi di paket lagi. - Ayah, baju, kalau orang anut TSMP, kurang paket nepe yang ke - mengesahasupas tanah etayet teterus, karena menurut orang, - ada di Aisaluskan, ya, wah, ya. - Nuar nak krem lain. - Nah, nyerisi, manemak kayak tau Ais sih, bener. - Ayah, tetangga selesai lelah umur. - TSMP, ya. - TSMP. - Karena nyaman, karena manemak awak naeletik di bawah lah. - Ayah nama kesempat. - Ayah nama, nih, - harus di kehaju cunguk, di kanan deh. - Ayah. - Karena, kalau di tunna terus, ya. - Oh, di tunna terus nael. - Oh, tapi. - Ayah, ayah, ayah panon, - bintang, kasut di kehaju cunguk, cedanya. - Ayah, apa. - Ayah, apa. - Ayah, manem, panon, panon baru. - Lama lo kero. - Anem, cunguknya yang kampangan itu. - Bisa BASER. - Bentuk nak umah, ini. - Cahaya. - Pernamannya, nengali ayah, - cacaran-cacaran cunguk, di, macam mana asuk atau ayah cunguk. - Ayah, ayah, wacenanya. - Ayah, ori nyerah, aneh. - Tapi memang, mau di WSS, sokol bach cunguk sih, mau wesa orang miskinnya, ayah, ayah, ayah, ayah cunguk, - muncul, ayah, aneh, sempurrote. - Karena, karena asuknya, - asuknya, ternyata, ternyata, ternyata. - Iya, ternyata. - Karena kan memang munisakan balanja balanja gitu, kan sebagai salah satu bentuknya, mungkin ayah beberapa kepentingan, misakan kepentingan untuk jiga munlebaran, - kebaran kan. - Lebaran kan. Ayah, gue sementara, - sudah berumat tangga, - tuh. - Udu seragam, ya kan. Jadi, bentuk netak kebutuhan. Ayah, ori aneh, misakan orang balanjate untuk memuaskan diri sendiri, sebagai bentuk penghormatan dan mengakhargan atau segerjak Keras kita sendiri. Di sebutan itu, itu "SafriWat" itu. -Don't forget. -Hadit. -Hadit. -Hadit. -Terapin. -Terapin, merupi. -Nan, banyak. -Penang, asli. -Cekaiman. -Kersinggal mungkin sarung deh. -Ada berhubungan aja hormaan don. Mungkin salah satu bentuk, mana? -SafriWat, mana sarung? -SafriWat, masalah disarung. -Mungkin meli sarung atau meren bala, mana lama misalkan, misalkan kerletik, -kuasa kalau tamat, dua bulan dikasih hadiah. -Ka yang terilihat aja, "Nogit-nogit" itu. -Misalkan, lebih dari. -SafriWat, bentuk penghormatan dari orang tua kepada kita. -Penangnya ga penghantapi lembaran. -Persiapan. -Persiapan. -Hanya yang sok dirumah rumah sih? -Komong banget, cek ayah. -Selanah. -Sarungnya. -Beduk kok, coba biat. -Brijin, berjeng-berjeng, tunggu di semua kemberi, apa yang dia berjeng? -Ada yang natural aja. -Blog terubah-rubah, ini nge-napp tahu kelioe, ini. -Tepisa, ini ngedangte, ini nge-nappin. -Ada yang ini nge-nappin. -Ada yang ini sih, oh, senang-senang. -Ada ini, ravi. -Tinu obrolan sarung, tolong masih gua orang jawa. -Kiicuk, cungguk. -Ada yang ke-saafriWat berundakin itu, itu aja misalkan. -Ada yang itu, ini. -Ada yang berjeng, itu juga di tema. -Mengadapi puasa, besar. -Tepi oke, oke, tak menghadapi lebaran. -Ara-ra-ra-ra-ra-ra-ra-ra-ra-ra. -Ana yang yang menutmanin, senang-senang berjeng-berjeng. -Mengadapi lebaran, di kabung, di kabung. Senang-senang berjeng-berjeng, makan api lebaran, tenah-tenah. -Ain, gua blog, aneh. -Ain berusaha sekolah tenaga, aneh mengembalikan skill penyerai. -Degutkan bahas nama nih, sukan mana? -Ain mengesbrijinya. -Ain menumana keha, you, eh. -Tah, ini setamah me soktabu ga pendirian, aneh. -Hudah lemun, aneh sih gua suman kerbat, mana menengahin, -Udah kita bahas ini aja. -Ain, saya bisa saya, saya boleh lelai lebaran lagi, sih kemungkinan ya. -Tadewasa. -Jadi doar-dari, aku mau nanti. -Maneta-meneta kermomegang bisnis, tam, aneh yang tebisa pelimpan, kita. -Karena kan ini lebaran, samingguh udah, ya. -Berni-menar, mi-warup, pun disalama, menjadi. -Mudah, lama dia, tayangnya, berarti tanggal 14. -14. -Tah, betul-14. -Yung, yang gue semanle baran muli nangun, aneh. -Kak mau blop. -Ufresi apa, nih? -Yung, yang gue baran, gue. -Tapi mulai baran gue harap ai episode kan, itu.
Lama, abis itu, binggu harga, abis itu apa selebaran? - Peslebaran. - Hari kedua. - Mana budak, Zianru dibelikkan baju naon, aja. - Baju kok kok. - Jangan, jangan. - Meli. Safriwan Zianru. - Pemasihkan seorangan, melisorangan. Zianru mali panggung meliken. - Oh, saya itu cantik, melisorangan. - Ayah tabungan, tapi. - Calah, tabungan lah, sinanya. - Sinaka deh. - Mungkin bisa dipake gue, Lhey. - Duh. - Duh, heli, lalu istri. - Oh, tapi orang ngali ayah video budak anuh tencara ingin di pakeku kolotna. - O, maksudnya ngilunabung gitu di pake. - Kalau jadi budak naatnya dibongkan. Nge-umpulkan duit na tencara ingin, jangan melibar baju lebaran, muda. Di pakeku kolotna, kosong, gitu. - Luit na. - Luit na. - Tencara ingin di boba, bokah tuh. - Iya, tak, tak. - Carunya sinbudak naat, luar tata-tata, menisakan terasa isu, gitu. - Ya, terau mau kita kayak. - Budak naat kebagi. - Budak naat kebagi. - Sumur 5-tilu. - Itu, itu. - Semoga budak dua. - Incu, 5-tilu, maksudnya. - Tapi terlalu gue blok, ya, tapi mana ayah ini ngaledit Twitter ayah pemulung. - Siat-etet ngumpulkan koi di Jiro Galon. - Iya. - Ngumpulkan koi di Jiro Galon, tak. - Berpuluh-puluh tahun. Pukon sama, jadi, nah ayah sabarah galon, nge-skaisi, duit na-re-ceh ngumpul. - Iya. - Tahiji waktu kamarita, si Etah memutuskan untuk menjual koi yang di dalam galon Etatet, - Gena bejutaan. - Taka galon. - Sa galon. - De-joron sama sabarah pokona, si Etatetet, jadi, NMPR, gitu, nya NMPR, - Nombang atau diharpen gedeung nombang, gitu. NMPR dijual, uang re-ceh satu galon, - Rp 6 juta. - Ahting harganya-genap juta, teng, saat galon-genap juta, Jiro NMPR pokona, - Satu galon, Rp 6 juta. - Ditewak kopolisi, etah. Ditewak kopolisi, kabeh, duit na-disita kopolisi. - Karena dianggap, si Etah menimbun uang. - Lai, waih, aja, si bapaya, itu, - terus pemulkan koi in Etatet, selalu balu banget. - Ayah menimbun nabung, etah. - Narasina gitu, coi, seorang tria, dimana, gitu, rapot, cek, gerai, mau bener. - Orang, dengar disetetet, ditangka kopolisi, garagara, - menimbun uang, dakuan, etah. - Menimbun uang. - Etah, nying, ditewak, terus, bapaya, disetetetet. - Bagaimana, di cocot, iya, salah nama, - Jual beli uang, nge-meneng, gual beli uang, nasim na-riba. - Nya sih, kualan-nge-meneng. - Tapi, lainnya, lainnya, kumpidannya, pernah, - Tahu, kayak tria bauung, kok, sekepang gama. - Tahu mungkin, Etatet, nabung-nabung gitu, itu, - etah sebagai bentuk sel-friwat nasi bapaya, etah, sebenarnya. - Tapi sih, jenungnya semua, "Papa, - I want, I want to, break free, - I want, I want, to, break free, - But, I want to, where, - Apa? - Coco, tip, merak, - I want, I want, I want, for my, a, a, a, - Dia sejian rumah kalau misalnya nabung, atau misalnya tadi, - Nanya, punya di challenge apa, - Terus sukses modikasi reword, di jalan, pas tinyam, - Beli nya roblox, - No, ni tak? - Roblox, roblox. - Poin roblox, poin roblox. - Poin roblox. - Nah, nah, nah, menye roblox. - Ini, nah, nah, nah, nah, nah, di bajuan, karakter nanggan, - Lang sejian dun, nah. - Aing, mau bayar talanya, nge-ramatnya, gini, gini, gini, gini, gini. - Ini di game keren. - Dino game. - Ini game. - Wow, belakang saya seles game. - Aing, apa sih, ini meraknya? - Ya, si lah, kalau udah perjanjian dia um, - Atau dia pakai lu sendiri, mah. - Tapi lu sendiri, dia jangka kalau lu sendiri, itu jujusnya kebohon di pake. - Sijian ru, tung di tita, main roblox, - Lila-lila, selingku. - Anjian ya, te. - Belo ba, ya lo bacharitana, kan? - Tapi benar-benar, benar-benar. - Lo bacharitana, selingku di roblox, bahaya. - Di roblox. - Di roblox. - Karena ada kaya pembatasan umur, ayo nanti, - Gede belas, teman-teman main sos metas, - metuh tak yang radari, bangga yang umur 15, kayak nih, - Kuman, kan? - Atau, tapi mau leba juma, - Noggera get mak malikin indung, naju stru, - Kayak kemarin kan ke trademark, - Tadi kaya selala bagus, - Melihat, ya, sok, wajah, - Mereka merustui, merustui merustui merustui. - Merustui, ya, carna kan? - Ternakan mayar ibu, ya. - Ya, aku orang ngomong kemong. Apa yang pakai sama, boleh gak aku segera - Jadi memang sekalian gitu, jadi orang sejalan. - Oh melikai anak humpur. - Bijayet, sekarang kan udah hari gue udah sepuh juga, jadi nggak sekarang. - Kiliran mana, nggak jayetam? Jadi kumpulkan baju keluarga jayet ngahiji kabir. - Jadi indikat tempat saat itu kira, haginya renden, napakkan baris apa. - Mana kuduna di imah berarti ayah mesin jayet kan? - Ayah. - Totok, mana masa depan jadi penjayet. - Ayah mana kabayang, mana kan jangkung, ipis, kira, semangat tungga dia. - Gantungnya aja. - Gantungnya aja. - Gantungnya. - Gantungnya nonton, metron. - Metron. - Jang kapur dan, nonton. - Totok, mana mana? - Diga-askar. - Serloh ya. - Tinggul. - Totok. - Mana awal niatang diajar naja jayet? - Kesealahan sih, kak. - Kayaknya pupus di angkatan di mertorang, angkatan mertorotnya yang mertor orang ada, nya, pada bisa jayet semua, kan? - Alak na. - Oh, bisa? - Gak pada bisa, istirah orang, lanjut-lanjut ngga ada yang. - Zialah, kita ternaruh, lebih ternaruh, lebih ternaruh, lebih ternaruh, belajar ngajuhit sih. Feedback, aneh. - Oh, berokanya. - Jadi kita kira speaker, nah, kita bisa orang. - Mana musuh asap antraks, atau mana musuh, mana jangka asap antraks, kan? - Itu kan, gitu, tapi seorang. - Tahun dia berarti ngajuhit, "Oh, iya, meli." - Tahun dia, nya, paling beli, tapi. - Saksraga, tapi. - Sokul laka ke disini. - Nggak, biasanya kayak inti, ya, lemun-mobarang lagi orang, setiap. - Jangan, kurang. - Nah, ini tiba-tiba, "Doi, wah, yang lembur." - Hasilian. - Nya, ngayakan, ya. - Hahahaha. - Hap, mau kak. - Mau kak-baju, ayin koleksi, jadi, balik diapur. - Kami bisa, ayin lama, rekaapalan. - Saatnya, di-saat. - Duh, di-saat, nih. - Duh, di-saat, nih. - Tiga, dan bisa. - Dan, "Dah, chantras, nih, ya, terdekat." - Hahahaha. - Tunggu bahasa ayin trauma, ya. - Hahahaha. - YTT, away, yuk. - Keplan baju, ma-biju, ma-biju, ma-biju, ma-biju, ma-biju, ma-biju, ma-biju, ma-biju. - Bisa, ngan orang terbattas di ukuran. - Nya, makanya, makanya, itu ngajahit, kan? - Matakna, orang-ma-sitiap. lebaran, biasa-na, baju-natih, etade-etade-i. - Nggak, antalan. - Karena pas jaman-jaman ano di berhusi bos-belan, kokoeta, kan man-man di berhiji-jiji. - Tak, orang-ma, mesen deh kasih bos orang-te, pengen warna lain, jadi ayung-bogali-mawarna. - Oh, baju, tertanya, si mana bokoy itu? - Bogali-mawarna, hejon, biarun, berubah, berubah, bodas, berubah, mikirna, ah keren, yang silen, ya, kwasa, cararomadon, nam doli, ya. - Wuh, huya, cararomadon. - Tapi ayung-dengalina, makanya, makanya berumu, ay, ya, ini, lu. Karena bu很 era, kenedaran, marah précédem Pak Dengkar juga. Karena buائnya pada harianksannya nikmannya disappearing Kalo gamau apa ada? Karena kek dan boетыidan lebih bagaolog Ano dan Barat bisa belum pilih, "Avano bienpi." Karena itu yang baruon banget, pasti cukup, iya. Ano juga itu wala benefits mereka, Pawasan disapper number nih itu? AcCOBACAN groups medaya gila pernahnyaOK NETEIRES Dan pelajaran gesari momentan, Meneh preferensi itu ngerentai baju yang juga kemahan kita nih. Bener. Bener. Pujuk keluarganya, sahar. Oh, sekarang paling dipengen Lospen itu menanti pekandrin. Perniksa itu proses kan, kecelaan lebaran, lospen bahan, Baju baju kok balik, baju kok nukuh aja, Baju kok nukuh kemahan itu? Eh maen nukuh baju kok, ayo nukuh. Baju kok paling mahal, coba, sabaraha. Tunggakkan ini ya, Rek. Jadi, jadi salah. Ayah, gue negani kembar, kembar, berarti gue negani. Kairo. Kairo tuh kemahan, kali. Pesesar lu, ayah. Kairo juga kursa bener. Molde, model. Karena kan biasa namun misalkan di bulan Enem lebaran, ya. Meningen luar ke Baturma, kokonan itu juga nukuh. Alus gitu. Nukuh. Ah, kan, nukuh. Mantas, ya kabai. Selama, gue mahal orang pintar pintar, nukuh, orang yang ayah, ayah, nanggan baju kok, kan harganya merip-mirip, ya. 200,300, kan. Tapi nah, kanan lu, ikin beda, kan sih, model. Yang ini cocok warna, kanan. Bong, lag bong gitu. Langkoko, belok lag bong, ya. Anjarsi kamerun, ya. Ah, jabat. Cuma menurut kok bed, so, kan. Ya, ngeratekan ayah, kita juga ciang i. Ya. Ayah, nukuh.
Nangigir gitu, harganama sarwa-sarwa. Kan diri katinganya, aja enci ya, gue dati nulain, katinganya namahal, gue adalah sarwa aja yang baju kokon, mana ya? Harganama, nganemode. Mana berarti kokonan makanya kancing kan? - Maka kancing. - Maka kancing. - Oh, ahemun gue blues. - Maka, mengurang ke sini, lebih. Hayasikan kancing kanting lu. Tapi ternyata kahanap, dalam panjang, kanem-kahanap, juga baju sus. - Hayak kokonan makanya santan. Kok kokonan. - Kok kokonan. - Kanem-kahan. - Kanem-kahan, terus susu ngelingan baju kokonan. - Hmm. - Kanem-kahan. - Kanem-kahan, kanem-kahan. - Kanem-kahan. - Katinganya, biasa. - Karena sarwa. - Kabe keusung. - Tamannya nangana, biasa, mana ano unik tidak ada? Kanem-kahan kanemode, baju kokonik yang tidak ada orang pakai hanya gusman yang pakai, - gitu, ngesetnya. - Iya. - Oh muncul, tete-tete. - Iya kanem-kahan gusman lagi. - Iya. - Gila. - Iya, kalau setahat. - Tapi orang nangana, isu vast ya, penernangan gitu. - Benar sih. - Benar sih, tete, ala jari-jari gitu, maaf. - Jauh bana, tung melibatkan istri. - Dan masurnatnya, no ayung, biasa rafansi, no. - Iya. - Tayanan di. - Terus. - Nah, iya, non-kernatih. Tok kok kok. hijab yang. - Jangan. - Awa, wek. - Taban ini, misalkan. - Tak, iya. - Nah, tapi itu. - Alament seri, benar. - Napokat, nah. - Nah, unan cing, napokat. - Mata ya, beren, napokat sedikit dia. - Sak, meren, sapokat. - Apat itu. - Apokat benar. - Itu biasa nang, jualan gamis ke ibu-ibu, kanan hijab ke ibu-ibu. Tapi, ayah seksian melaki, anxeliti, aralus. - So. - Alament di dirinya. - Berarti, cari beren yang nggak terlalu beren di dirinya. - Indi, indi. - Indi, tapi jangan lalu apa, biasa nangal aralus, maaf. - Iya, dalam laki lu, tapi jalannya. - Tung nutur kenal gitu. - Iya. Jika, jika, nah, dimanja. - Baju lalakin alus, juga nanya. - Iya. - Jika guna awan, pasti mewakan. - Harga-harga, kita ingin dah. - Gak, ibu, manja. - Ibu underbot. - Gope. - Ayah teman terlalu kalacir. - Nah, udah. - Baju koko, tapi tunggung na bolong. - Kan, ayah gue gini, dreh. - Tidak, na, na. - Anuh, tunggung na bolong. Tidak, ini baju koko. - Biar, kancih. - Biar, kancih. - Biar, kancih. - Biar, kancih. Maya kelektek. - Kan, tunggung malahin. - Aura, ourah. - Ada. - Iya, dengan asuk, ahgin paling, sih. - Kenapa? - Kenapa. - Tingat di temahan. - Nah, ngerti, jubah, ya. - Super menya. - Yang ngerti tuh, Pak. Betul, ayah gue bilang siasor. - Ini, pakai lebaran pakai juba. - Ini kemamanan. - Ini, kelebaran pakai tof. - Ya, itu, pakai tof. - Ini, ayah gue udah kamar, ga, ayuh. - Dan gue udah, jauh sama. - Dan gue udah, gue udah, gue udah, gue makin sayap, lah, juba. - Dia langsung. - Orang, ngay, gue udah. - Duh, makin, ayuh. - Kamar, ayuh, pangiran, ayuh. - Pangiran, pangiran, berkuda makin picek, tof, ngomong, balong, makin juba. - Ateri, lah, ini. - Mesuk, maya ke babi, ya. - Duh. - Mula nama pasti babi request, ayuh. - Belum baran. - Jadi, nama jukupun, tof, ngomong, naf, balong. - Bisa tahun dia, memang, minta nama, apa? - Jersi.moons. - Jersi.moons. - Palo, sir, nama polo, sir. - Itu. - Hayang gue juga kokon, nojika, kosum nasikan. - Ya, ya, ya. - Yang bengker. - Kalo, keluar, te, na, na, na, na, na, na, na. - Udah ya, pairo, uai, cenda, iya pandar, iya, pairo. - Ketoping. - Stiap tahun, request. - Ya, nama, enak polo, sir. - Enak polo, sir. - Nak keren, ayuh. - Polo, sir, te. - Polo. - Oh, no. - Nak keren, keren. - Kalo, tadi, pandar, sebenarnya. - Ya, tenahin polo, sir, gue ngelihkan kebaran. Polo, sir, mak. - Ah, ya. - Sisi di paket, solat. - Polat, dan. - Nampak tinggal. - Oh. - Hey, ya, berarti fashion model, model, model, model, nah. - Oh. - Babe, mana ya, lebih ngelihkan, gue asinal? - Pasti, aku udah ngarih, gue. - Ya, ya, ya. - Bisa dikuru dihersi, mak. - Heh, sepanjang. - Kalau menerikkan, kenapa, kepertinya, ya? - Emang, maknya, kenapa, kepertinya. - Emang, maknya, itu dikuburkan, maketinya. - Kenapa, maknya ngali? - Ya, itu jawabannya, maksudnya. - Tapi yang masa-masa COVID-nya, entah. - Tuh, oke. - Beber si benar. - Ini orang, namun ini, orang. - Tubisa di panggulikan, sesuatu. - Nah, karena. - Karena sof beda, selera, anak jadi meningg. - Nah, menarikkan. - Tak, sebenarnya, itu salah, tu sih. - Nah, entah. - Mungkin, sofkan, orang tuh, hayang mereka. Jika orang tuh kan, hayang. B-bereaan lah, maksudnya. - Yaman bobuhan, oke. - Hmm. - Hayang, maka meliken dres, sayang, maka meliken. - Baju-baju lah, gitu,nya. - Iya. Tapi ayin, itu adalah, terlalu, lakin, poho-sof poho. - Anjit sih, itu ukurannya, nawannya. - Iya. - Tapi, mau dikira-kira, misalnya. - Misalnya. - Iya, bisa. - Gerteling, bisa. - Leticting, itu lebih pake lah, maka. Sof, matak, sof melih. Sof kamu yang pilih. - Oke, ayang, waih, numaiyar, gitu. - Iya. - Ataunya mereduit, nah. - Itu sebenarnya salah, tu, entah sih. - Kalau untuk orang tua, senang-senang aja, bius dikasih duitnya, beli sendiri. - Mungkin, mau kabuk-kak kenal yang disuruh praisannya, - Mungkin mau nubuhkan, maa. - Oh, beda kasus, beda kasus. - Atau dibilang asung duit sama, tersebar, sekarang kalau tiba-tiba kasih. - Oh, karena. - Iya. - Orangnya, orangnya pernah beberapa kali meli. - Dari nungurang, terus tereta, oh, maka nulai sih. - Terasa. - Memah, terasa, panau ayah. - Mutem-mutean, sahaja yang nulai polos. - Oh. - Dari nulai, ini kemah, meli, sekarang kan, waih, bukan. - Iya, nah. - Duit, nah. - Meli dari orang. - Terenungan, ah, muli, senukin lah, setengah, kami, senua yang gambar nerok. - Nah, ya, senengah saja. - Meknungan, sih. - Maksud malina, misterio, soalnya, remisterio. - Maksud malina, mau nge-nungan baju-big show sih, aja. - Iya, yang hankit. - Maksud, senang put angle, ternyata, nih kan. - Tapi mau misalkan diberi, mau diberi duitnya, ya. - Di beli kan, tetep. - Bola kan. - Oh, balanja, gitu, masalah-alahnya, masalah-alahnya. - Bola kan. - Bb juga gitu, orang. sama-sama diberi merikor dudung bagi ngerang, ah, baju. - Kanu, setengah? - Ternyata, orang meriwe, pengen beberaya. - Ano, terloba pemen sama ada orang, ayang ngelihkan ngerang, gede, karena muten, ngeri main, sentat. - Kok, kok ayang, cepet-apet, ya, digmeli. - Mula, kan. - Tapi kadang, kadangnya dulu, ada, ngeri, gitu, gitu, mah, lama diberi barang, di. - Lanjitnya sok bunga, tidak ada penolakan, gitu. - Ya. - Tidak ada penolakan, karena memang kredisifnya diberi. - Udah marah-dangan, ya. Karena opatarannya saukuran, jadi memang orang merai misalnya, kasi gagat-tokasi, ini, melengkutup bisa diinyakan, kan. - Oh, kan. - Kuala sebalik, ya, gitu, kadang-kadang, yang paling bubialian, fesian, siabi nubung su. Jadi kadang-kadang, ketemu orang terginyem, misalk, nawaran, ah, ah, bie berubah, beli jaket, bisi butuh yang mengbang bung, yang setnam. - Nukumlah apa, tauke, Ninjem. - Balik-balik, di balik lagi, itu. - Balik, kan. - Kadang-kadang, tokeran, malah, tokerinjem. - Ah, lu sih. - Kalo saukuran, gena, jadi orang terlalu bie berubah, oh, gini. - Tersap, memang saukuran, gitu, tersap, mana yang ada di mana, saukurannya? Kecuali firmannya, berada-bada, kan? - Ternyata, enamah, saukurannya, orang, orang, orang, tikan, cita. - Ura, orang, gede, kan? - Ya, kan? - Kupu, manden-ngake, deh, ya. - Nantem, enak, enak, tem. - Meten, orang, jangan ada orang, tersaukurannya, nonton kreda H.C. keranon, juga gitu tadi, tuh kerinjem, naon, terus naon disapatu, sapa tuh, orang, tuh, nyak, ukurannya beda, sorangan, oh, gini. - Manila barang meli, sapa tuh, tersendal. - Untuk, lu naon, gitu, tersendal, gini, kan? - Terus makan naon. - Kan layar, sennal, ah, ya. - Oh, layar, sennal. - Mun, sapa hari keling, gitu. - Ah, ya, sennal, apa, kenapa? - Untuk, nukum, dunuk anjar, gitu. - Tuh. - Oh, sapa, sapa hari siap? - Tuh, oh, apa? - Ungul, ungul. - Sanu masukin? - Ayo, yang juga. - Ah, e, jung, jung, jung. - Alus, alus, alus, alus, alus. - Tuh, mun, misalkan, tangan, manimakan keluarga nao keling, - Hmm. - Hmm. - Udah, makanya sennal biasa, ini, deh, bah, eh, teman-teman. - Nesebenarnya, eh, di keluarga urang, ma. - Temasalah, teman-teman ke baju anjar, iya. - Tak, tak, roha. - Ayah, ayah, ayah sabaraha, tahun, di tutup melihat bajuannya. Makan, lembaran, makan baju, ada etapa, waih. - Minta, murah, di mana? - Mala, mungkin karena mau menang teher, jadi duitnya, mau pengayah dibadikan, tapi, kadang-kadang bunanya lain yang lembaran, ya. - Jangan ke, kita, pakai. - Jika, nah, alus, jangan mengungsa, memang hijaket, dan lain dipake lembaran, jatet, namah. Tapi duitnya, mau pengger ayah, ya. - Ya. - Kadang-kadang, ya, mau men, sih. - Memang, karena ayah namang desegarde, yang marinya, jadi, ah, kasal baju nulayak di pakai. - Makan, atal retik makan, atalnya, memomento, gitu. - Kita berhenti zaman, tijaman SMP, kan ya, kalau menusakan memang terdipang mulikkan baju lebaran, ya. - Seruah, TSMB, - Biasa. - Biasa, TSMB udah ngelak. TSMB, seorang, seorang tahun, semua baju lebaran, kalau menusakan memang kerayah raja kina, ya, ngelak, sebelikkan, gitu. - Gisah, jangan ngerti sih, jangan jokong saya baju baru, pas lebar, ya, maka ngerti. - Tung di benar-benar ngerti tan, cepurang-mang. Gak suai, if I buy you, you'll try on. - Cuman ya, nah, ngeri, eh, P.O.V. lainnya adalah, nah, nah, ngeri, eh, malah di baju lebaran, kan, mau men, gitu, mebarh-barh, ya, ngerasakan mau menah. - Eh, mau menut kenangan. - Ya. - Karena, bahwa lama kerletik, menujuh lebaran, ya, bunga, ya, ya, bunga karena, ya, tanya mau menemisakan kolot air jaki di panggelitun, - Dulu, dulu, dulu, dulu, dulu, dulu, dan jadi mau menetak karena orang, bahwa, di rancai kek, kan, inungurang semua lagi muka, orderan kuek kering, kan ramai wajah, diapit, ya, terus diberi, ya, mau ngerang abantuan, abantuan inungurang, sampai sabar ha, satok, lay sabar ha. - Nah, mereka menemukan kuek keju, mereka terus merulkan keju, - Tentu, tentu, tentu, tentu, mengete, lebaran t di bereduit, - Muntah, panggel di mana? - Ya, THAR, ya, udah.
- Tapi mau apa-apa nawan? - Karena orang Tawani kajok jah montek ke matahari, provinson, gitu, "Ain Tawani asukadinya tekan, orang sihan." Mau duit nakurang, matak wany nak, pelajap para yang ano, ya bala. Hayanya tuh mau libat juh kok, "Ain jadi mau libat juh, ulin, etah." - Akin keleting mau di jual. - Bunglah, "Ain, balinya, aning baju di pelajap para yang ano gambar nate garuda berandalan-bandung." - Menakul. - Anjir kanjir. - Berandar. - Ayo itu. - Kanan, ano di atas garuda, elang tuh namanya, "Apa manuk lah, pokok nate-tate." - Karena manuk, dia nak berandar. - Apa, apa, lak-lak-lak. - Lain, aning letik, tak yang ngoblog. - Kenapa, kanan, nata. - Berandalan-bandung. - Ajir. - Etah, pas. - Yang lembara, nate-tate. - Ayo, aning, pas balik, "Kai mau beli apa, beli ini carik apa?" - Makan apa-apa, "mana baju kokonnya." "Babeli, "Eh, pang melikin, gini, yang dilancar ekek, "mulai baju kokon, apa." - Eh, kan, kadio-kadio lah, masut nangas, gasnya kelan, duit, kurangan. - Hmm. - Jusru makin coek, ayo, kan yang apa, yang lalu, itu, itu, itu. - Yang ini, 5-5 tahun terakhir, kan, ganti warna, eh. - Bakaal jadi konsen lagi, ketika menikah. - Betul. - Masut? - Mungkin, nggak sekali menikahkan, jadi konsen deh, ya, te, jangan. - Oh. - Baga baju lebaran, te. - Karena menyesoian yang istri. - Menyesoian kan yang istri, jadi. - Karena memmentungnya, ayo memandung terus. Jadi, tadi, saragam kan, kabai sarwa, tapi lebih ke main warna, - Nya. - Kelabaran, lepake warna apa, biar semua yang sama. - Betul. - Kalau mau kelebaran. - Kalau mau kelebaran, kelebaran, gitu, jg, 2 tahun aloh, pake warna apa, kabai, saragam, kontak, masing-masing, gue. - Lama tereta banget, sebuah ga? - Astagul, bali, pake, gue udah bawa nanggaran gitu. - Karena orang mau nih ngali. Mang, orang atau ua uangnya, nulai jakarta kan, di bahala. - Nyamanya, nyamanya keluarga pilot, lanya. Terus, laman misalkan lebaran bahala orang kasolo, - Karena birusalam, nanggaran, nanggaran, ya, hejo, hejo, hejo, kan, - Astagul, ya. - Lepas, nukitu, gitu, keting-lep, oh, lalu udah mengkilap, nanti. - Nyamanya, terus wana nanti, oh, imamahal gitu. Dan, warna kan, ya masih follow-followan, lainnya, jg, ngogoran-ngogoran, gitu. Terus, tiap, tiap lebaran, ya, mau ngumpul keluarga, ke, "Sragaam, kabai." - Helo, kebesar, tapi, masyata, misalkan, "Keluar, kebesar, orang, isir-urang, anak-orang, sarwa kabai, jengin-inah, jenging, kabai, teman-teman, dipanggelikan." Jadi, keting-lepan, "Oh, imamah, jing, memang berada." - Saal lo, gitu, nyebedanya, ya, keberapa orang-orang, "Ah, nyeetau, ya, jg, maka beli mataun, ganti warna, ya, kebanyok pokok, ganti warna, umpul." Jadi, can pernaan, "Oh, pernaasi, bahala saragaman, sarwa kabai." - Tapi, terikna, gitu, kun, nye, man. - Warna. - Nah, nye, nyeantin warna, tinemodel, mekatinyalin, - Itu yang murah, tapi katinyalin namah-amah. - Nah, betul-betul. - Aikah paletat disi, mpeing, ya, betul-betul, naik, sedapi, sedapi, penang, nganjak orang, beli baju kokok, di pasar, - Nah, pasar anir. - Iya. - Sehatan memilih, kan, orang-milih. - Tunggu, "Eh, tetemah, ketika limurah, keren, ma benaran murah." Sehatan membeli, "Tai, is, ani, asat, ketingali, maha." - Pas kurang dipake, "Pabaran, etan, pas lebaran." - Asih, alus, "Milih, dimana, maha, ya, gitu, nyebedanya." - Tapi dia, di pesian. - Alus, awalnya, ini sih, saya mau, ya, gue, kan? - Ya, cahaya sih yang bisa jengerti, maaf. - Benar, anji, ayin kurus agar, - Is secara lebaran, yang menemukan wanita. - Untuk pesian menikurnya. - Dan, "Mea, eno, milihannya, etan." - Kamu ada dikenat tuh. Tapi menurut saya, menurut saya, "Masalah, lebaran, kan, ayinah berarti ayat tradisi-tradisi, - Eno, nyapalagi kan, mana ayinah kurus bisa ngabagi waktu kan, - Amma kalem baran pertama di, dimahalah, atau di, "Imah mertua, - Atau kuma, ayo, rencanana, ayo." - Eh kan, lebaran perdana. - Ya, sebetul. - Jadi, "Ata nerinak, umaya, salat it di, - Mahmertua, beresolah, kalau mau kayak imahin ngurak." - Karena deket, "Tidungan, masyidek, segus panwa." - Gitu, "Bernyabrati, zihara, terus ngajakin ngurangkai, Mahmertua." - Oh, dia angkut ke ditu. Bati malam tak biar antai. Inung manis orangan, "Masalah tiluan, maknya tak biar antai di, di, di, di, di, di, di, bandung, - Di, Sukna, Kare, Tah, Kare pertama, kan berarti ayah kurus, ay di, mertukan ayah ialah. - Oh, "Akara, E-Fen, E-Fen." - Oh, seber setiah, "Tongg sun kan ditugai." - Kake, sorry, sorry, na karek mumpul di. - Pukab, kebe. - Agin lu itu, berarti, "Agin, hagin lu, ayah, angin, jauh, angin." - So, sun dia ajak, siocon. - Setak kerasibuk, "Murus plahfon." - Wanda inu plahfon. - Wanda inu plahfon. - Padahadi tinggal, padahadi. - Bagi karunjak, ya. - Ketimpi atu anjah, ya, karunjak. - Tete, tete, tete. - Tete, jangan ku ucing, ya, tak? - Ya, ucing. - Kau ucing, gitu, ngeperkaruntuk itu, - Tete, ucing masak ada di ai. - Pai anjukan, waih, gitu, nya, kak, "Kak, selapino, kayak tete, jauh tete." - oh langoga kasui padalkan, segala. - benar, actin ya teruja nih benar ya kabberi era kebuka accompany susah-sahaz karena lucu orangan, kan main iya? honest, bubbling sedi, oh kenapa surrounded by pula bagi jagoysi untuk ikut pula - kenapa ucing soal shooting? - teman road bohong gitu tadi selama pelavant Ruperuk sih deh maksudnya gak real dia sorry mengumpul Kabay - ya kan ya, kira kurang kain mahi ke luarga besar di babeh uran? - menarang cengen ya? - ya ya, kan ya? - kain ya? - ayo, ke luar ke besar? - kan bettika enggak ngumpul ya? ke luar ke besar, sepasya? - kaya temah hari ke? - kaya hari dia, itu. - kaya dia so di luar, dia hamplokan kabay di dunia, di royang rambakan tapi tinggi ke kemahad, - tadi sinanya. - oh etama? lembaran katilu kawapat, ngementesalahnya ke luarga besar sifasin. - karena kan ngeset ditasik, arah dia dia? - tahun lalu numannya karo kan, karo kan, etah? - karo kan, etama di tan omna. - hari kasa berhati lu nya? - kaya dua, - kaya dua. - oh kaya dua, karena masih masih masih - ya kan? - jadi manikan buka agenda, - oh bettika. - tradisina gala, - gak sorenah, benar-benar keluarga intimannya, - eh besar, inti. diamplokan, di dunia, di bandung. - itu orang mana berarti hari pertama di dia nya? - orang jika nanti, tapi lu tau kenapa, belah-belah sih, - oh ya dia, - orang mana? - datang kemaham togemon. - oh benar. - hari pertama. - masa gue tuh bisa njajana, - gak vlog. - nah? - dikati jadi nong, - gak segera kan? - togena. - oh ennisi, kakus naik. - segera, gak segera, togemon, jadi kak, - nge-satutupan, - ummm. Tapi hoor zaman itu karena trenduli harap harap, nantiang ini itu jadi perjalanan saya. O karak-nanya tuh udah 2 juta aja ngebentuk tanah bahan dikotak keming. Oh, sebenarnya, oh seguan tegnges anyi, masih kakus berarti, karena kereta kan bersakar-sakar puasa orang-orang ada itu ngelelah, kan mari nguanya nge stories, pudunya sacuan puasa di nisanan, jadi lebaran tengah, "Nya kan ayin dicarakan pomejikan ngergaretan, tapi udah dari tahun hal, mau di nisannya, mau diperhatan, itu masalah masih inget, tahun sabarah, masih audio aja gitu, maksudnya audio, tahun kamari, masih audio, numan yang omong, di sana 2 juta, sekarang ayin informasi nake karak tahun kamari, jadi tuh yang dikat, makam saham, nanya, wali soho, nge-raksunan, nge-raksunan, ngan genung jati, makam sudan, oh bener, udah nyakarma, oh kak, nyakar kabab ini oginya, betul 2 kali nyakar kan, babi mana yang babi sepasanya, oh langsung, itu di hari pertama, langsung, dari pertama, nyakar orang, nyakar kak, makam ini orang, akhir orang, karena di sas kawasar, kakar kabab ini orang, mana nyakar oginya, atau nyakar, nyakar, nge-kar, nge-kar, kakak, kakak, makam-makam, dulu tuh, raga ada sehatnya, karena kan kologain nubah orang, masih lengkapnya, kakain-kakainnya, kakain-kakainnya orang, masalah, misalnya lengkap, jadi pas awal nih, kakak ci anjur, katilut tempat, kacaju selatan, betih ci anjur, wai jauh, opat jauh, terus kacipanas oginya kan, - Cukupanas ke jauh? - Jauh, oke, sejam lah dari rumah, dari cianjur kata itu, jadi, di cianjur itu gak cukup cuma satu-dua hari, sedangkan di bandung sekalanya jadu, kan yang-kanya, di cianjur kata itu, kakak cianjur kata itu, dan biasanya lebarannya di. di Margayuk, koko tolong, sorry, sorry, ada rumah, apa, ada nya sih, mamah, mertua, ngumpul di situ. Tapi kalau sekarang kola gecipanas udah meninggal, kan, akhirnya ini orang, jika kalau belum kecanggir, palingnya ke rumah aja, ke sempurna orang tua, oh, mustok kecanggir selatan, upgrade jimat, mana itu? Kalo kecanggirnya selatan upgrade jimat, tau nangkudu dia upgrade jimat. Maksudnya ada sinin ini di jajus atan, tapi karena sekarang tinggal, ini yang keceajur kota bareng dan sama keluarga. Kalo ngotor gitu surangan? Tuh, karena elap dia nangkudu dia elap, nangkudu dia elap. Mau kalapan nih? Ini kalau jujus, mau para kita nini surangan di tanah elap goblok. Dijamutur, dari pada naik gajah, di gag Sultan Arsap. Ini nyanyi, dia nanyap, dia jalan aku vlog, itu nyanyi gajah. Tanya jauh saatnya makin bisa jalan-jalan. Tapi mana pada nengali gajah gawe itu, Ain di Thailand, kabar ini ngali gajah gawe ini? Gak apa, sirku. Manya butenang gawe itu. Ain ikan enak tinggal. Manya bola, menbas ke tobi, menemang. Exku kul, enak-exku, gajah-exku. Gajah-exku. Mereka kaya gajah gawe, karunya. Terus, nangertem di. Gaket penonton, bener-ngajari penonton gituan sih. Nangertem. Belalainan, memang nantan, diberi-duit. Anjing cahaya, gajah gawe, karunya. Tapi gajah-pigir-pigir, kenal, gajah-pigir. Gajah-jangan lu, kan lu urna, penunggang, nangertem. Penunggang, nangertem. Gajah-jah, nangertem. Ain terpertamakal ini ngali gajah-jah, bener-bener ditajang khusuku. Cena pelak gajah. Bola beli termakan jajak-bitu. Karena ini salah selama ini. Mereka bener pertama kali nata, nangertem. Nangertem. Tapi washi-tai washi-tai jalam-man, penemas-tai gajah-jangan. Gajah-jangan, gajah-jangan. - Gajah-jangan. - Gajah-jangan. - Gajah-jangan. - Anjing juga, iya surah tanah di film Aladdin. - Dan Aladdin. - Prince Ali. - Tapi kalau ngomong jadwal, ibu negara, walaupun saya, hari pertama misalnya kompol disini sama tembis kalau macam. Pergi orang ke-canyolnya, hari kan gua. - Oh berarti mana? - Menden tuk, peroritasnya adalah nanti bantu gala. - Betul. Kalau misalnya ternyata hari ke-3 atau hari ke-2, ke bintarol, misalnya ke-BSD, berarti orang hamin hiji, tak mirah di cahun jur, namanya hijianru sama selat ini di cahun jur. Jadi, lebaran petingnya atau lebaran salina baru pulang kebandung buat besoknya ke-BSD itu di ator jadwal saja. - Oh, niya. - Kalau kurta benar, lebaran itu asa penek gitu-nya. - Kurang-kurang maksudnya, aku kurang akur kabin. - Benar. - Ayah, lebaran pijam sapuluh, okey? - Alilahnya, okey. - Mani ternyata nawan. - Ayah, udah isu. - Sudah isu. - Mandi, solat it, balik, salaman, gahar, nyokar. - Dan di bawah, jungus. - Man PS. - Simple. - Baga berubah ketika selam di kahit. - Ya, etama pasti. Karena kan lama di kurangnya, memang ada orang lu awal-wai biasa-na berangna. K-imang mertuana kakokur. Terus, babi-urang biasa-na sanggah secara di imah, soka, dulur-lulurna. - Yang ada orang biasa-na. - Udah makan, ngajakan, imah, kuduain-ngajakan, imah. - Benar, maksudnya, kan temen-tenen kosong imah temah. - Maksudnya, misalnya, yang mungkut. Terus, ada orang lu laki, jengistrina biasa-ntong kamari, solat it, di imah. Jadi, menyengumpul lalah. - Ya. - Bersalah, beresolat it, acara di imah makan nyokar. Beresnya, adur orang lu laki, biasa-na kak, iya imah mertuana. - Itu, ayo, misalnya, bay-bay. - Naja kanan, misalnya, nana, oh, e-tam. - Benar. - Di jagan, ayo, berbakti. - Terus, dulu, jara-u. - Ya, kan, solo. - Solo, Jakarta, Chinere, solo, solo, bana. - Ya, di solo, memang. - Ano di bandung, ya, ayo, sebenarnya. - Bukannya ket, tapi. - Injim mana, ayo, di tapal. - Tapal. - Karena memang, nyanggis mencaru, ayasin, di cimahi. - Semahit, teman. Semasin, tapi bay-bayur masih tetap. - Ya. - Mengunjung, tapi, ya, tahun ayo, na, bay-bayurankan. Sukuna kerkambuh tak, tersearno nkerlele list dayi, Sukuna, atain, ku mahal. Apakah itu nukai maurank atau bay-bayurankan di itu? - Ya, ternyata, sarwa bayurankan lagi dalam masyarakat pri, - Oja, ya. - Jadi, memang. - Jadi, robot kopnya, bay-bayurankan. - Ini robot kopak ku yang sakit, ya, di sana robot. - Pasang ring, kan? - Pasang ring. - Tapi, jadi, na, kan kamarima, kalau pun tidak ada mobil, bisa nyomong mobil, bisa nampak, karena kan sianyi salatan sama si mematai maka motor, kan, maka, perahurnya, kaya enki, - Ya, itu, selahatong mas sakit, - termenin meka aja, sekali. - Mereka jaman teka, yang ini, ya. - Mereka yang ini, ya. - Mereka yang ini, ya, jangkung, dia bisa nengal pemandaran, - Nggak, ya. - Jadi, na, seperti itu, tidak kecanjus latan, bawa, sama, mah juga, jadi bisa ketemu. - Tak ada cianjus latan, te. - Nini hunku. - Nenek, tinggal, nek. - Hato ayan, ulain, na. - Tapi kelebat jauh lah, maksudnya, ya mau jauh sih cianjus latan, ya. - Jadi, bukan kalau dia inti juga, ciankel, ya, tinggal, nek. - Nenek, gimana, ya. - Ibu kan, umum, mak. Karena, nyokap orang, kan keluarganya agak ini juga, - Nihun. - Hebo. - Karena, kake dari, mak, mak, mak, mak, kan. - Biduan. - Pajak ini, ya. - Nahun ini, ya. - Istirinya, ya. Dua nanya nih, Dua nanya nih kahlawi. Tukannya jadi. -Nggak. -Memusikan kan juga untuk. -Kalo menarik, keduanya tak kayak tuh kan dia. -Tolok, cerat terakhirnya jadi. -Tolok, kan dia kayak mana, tuh bisa. -Tetapi bisa. -Yai R.A.E.W.E.D. Chanjur. -Bisidulur, gammir. -Bisidulur, gammir. -Rainar. -Ya, bisidulur. -Jaya kita keting-keting talian ke-hayat murang yang menggeris darah, boleh? -Bener. Anjengnya, walaupun. -Aknya mau udah keturunan dan berjama, ini. -Belah. -Ramok, ramok, kan? -Kalo menarik. -Tidak. -Ai sih, karena saya kena di. -Selbaran, gitu. -Pesemari wapas. -Pol Keselap kan udah nge-satut. -Dah setelah, kan? -Meng-meng, Pol Keselap, di Pas Nujul Kur'an. -Meng-meng, ke-17, dan saat itu. -Malam 17, itu sih saat itu, emang emang emang emang 17, man. -Dah, ini 17, deh. -Malam 17, itu berarti 16, malam. -Ya. -17, senyum. -Ya, kan, malam 17, makanya. -Testretnya sekarang aja, udah 19, di Pas Ngeteknya. -Oh, Ngetek 18. -Beran neral, ya, senyum, neral. -Beran neral, apa bila. -Bulan puasannya dipenuhi dengan kejatan bermakna beribada, berkumpul bersama orang-orang sole. -Meng-meng, tidak kan terasa. -Colong. -Colong. -Mum-mum dan lah, pahala puasa kita di terima oleh Allah suban Allah, terlaluatah. -Nama-ya, namanya. -Dah, dan juga kita bisa menyongsung lebaran dengan happy dan gembira. -Pada jangdit, hari senin 15, kita ngatuh Masing Ngetek atau enggak, tapi kalau tidak ada, dan itu. -Pisa lebar-jabat di Kwaso, enggak. -Meng-meng, di maklum, ya, lebar-lebar, bersemaklum, ya. -Membersip. -Pol, ya, ayah. -Aman, etan. -Ehh, agak file-lah dimana. -Ya, ayah lah, siap, ya. -Dangke, pegiran lah. -Ya, iya. -Tinggah tanda. -Ya. -Ya, siap, ya, ayah lah, berdapun dannya. -Gitu, para lajian. -Berang, merayakan, ya, selamat. -Merea, naun, ya. -Immu. -Tidipan. -Tidipan, di. -Saya satu para lajian, namanya akan budi North Incent. -Ya. -Budi North Incent, is there? -Is there. -Ehh, merayakan, 5 tickets, siapa kokulutus yang kokulutus. -Tah. -Buhat para lajian, ima, -Mestit talangan kok. -Kam budi. -Tarang, aku mah caranya adalah. -Nyan postingan instastory, tegeng kau orang kokulutus mana terhadap. -Apa pun, mereboga konsern apa, kokulutus kan. -Cert di instastory. -Tidio. -Tidio. -Tidio, lima orang terpili, akan menapakan tekat kokulutus bandung. -Ya. -Tidio. -Bidio, tapi di storyway. -Tidio. -Pokulut spenek, kenya. -Perilaha berarti dibatas, kan kita melengit 24 jam. -Nyan, ku mana nonton episode dia langsung nyen, tegeng kau orang. -Oh langsung nyen, Ayana menang. -Menang. -Mana, nonton dia poesan, misalnya. -Nyan, pokok nama. -Batas maksimal. -Nyan penkeurang manis 5 orang. -Ya, itu lah, pokok nama. -Tidak akan dihentikan pembagian tekat ini sebelum gue semang menemukan. -Kalas dah ada lima orang, ya, udah. -Udah berarti berarti. -Lima tekat kokulutus bulan April. -Tekat tangga semua bisa dibeli di iema. -Kalas udah solk, kan? -Solk, seolk-olk. -Tecuali bisa kau orang di backstage. -750 ribu rupi, saja. -Ajinkan, nonton dia di pinggir. -Dipinggir ini sih. -Nan, karate. -Anau. -Sekrin, kan? -Ajinkan, diselas lah. -Pantol. -Dipima. -Saya juta setengah dari di akad. -Tujuh setengah, diruang sore men. -Diluruh. -Diluruh. -Bisah melawatin, pintu teketin. -Aman tujus setengah, yang lain masuk. -Ya, karate betul-betul sebut teketin ya. -Otu ka. -Pada betul-betul. -Oja, ini terbata selima orang. -Pasipan gelak-gelak. -Ya, udah kan.
- Jadi dia mah hari dah. - Itu ya, peralajang. - Nolong pisan. - Tapi kalau masih ada yang butuh pasangan DMW ya. - Enli. - Real. - Temennya O-speromo. - Gak ada, gak ada. - Belum-belum-belum-belum. - Bata aja ke karisma. - Lancangan + nombor 7-6. Coba yang keren saya naging. - Mama. - Mama, saya temennya tamaran di dinayakan hargana. - Terus support. - Betul. - Makan sama temen-temen dopuda, kan? - Asli, ya Nuan sekali lagi peralajang. - Nonton episode kai nih. - Jangan lupa di share keisah-saudis. - Kita ke bagaimana? - Bagus podcast. - Gak ada skornya. - Gak ada skornya. - Betul. - Dan akhirnya promo bookber. - Tapi dah. - Ah, enggak suah. - Pasit-tayan pas bookber. - Berlah, Nuan lah buat pala aja. - Nenegut datang buat bookber. - Tengkit saya berorang. - Nuan sekali lagi. - Menurut saya, kalau salah kata berjalan-orang-orang kenal. - Terima kasih kerana pas nonton. - Terima kasih.
Podcast Summary
Key Points:
Percakapan membahas pengalaman itikaf di masjid selama 10 hari terakhir Ramadan, termasuk suasana dan tantangannya.
Berbagi cerita mistis dan pengalaman spiritual pribadi, seperti saat salat sendirian di malam hari atau fenomena lampu mati.
Diskusi tentang kegiatan keagamaan di kampung, seperti pengajian, serta perbincangan santai seputar kehidupan sehari-hari dan pekerjaan.
Percakapan juga menyentuh topik lembur kerja, membedakan antara dedikasi dan eksploitasi, serta pengalaman unik di warnet.
Ada bagian yang menyinggung podcast, undangan untuk bergabung dalam kegiatan, dan obrolan ringan tentang budaya serta mitos lokal.
Summary:
Transkripsi ini menampilkan percakapan santai dan beragam yang berpusat pada pengalaman keagamaan, khususnya itikaf di bulan Ramadan. Pembicara berbagi cerita tentang suasana masjid selama 10 hari terakhir Ramadan, termasuk kegiatan seperti pengajian dan salat malam, serta tantangan yang dihadapi. Mereka juga mendiskusikan pengalaman spiritual pribadi yang mistis, seperti ketakutan saat salat sendirian di rumah dengan lampu mati atau fenomena alam yang dianggap terkait hal gaib.
Percakapan kemudian beralih ke topik kehidupan sehari-hari, termasuk aktivitas di kampung, pekerjaan, dan candaan seputar nongkrong di warnet. Ada pula diskusi serius tentang lembur kerja, yang membedakan antara dedikasi dan eksploitasi, serta refleksi tentang keseimbangan hidup. Selain itu, disebutkan mengenai podcast dan undangan untuk bergabung dalam kegiatan keagamaan, diiringi obrolan ringan tentang budaya, mitos lokal, dan pengalaman lucu selama perjalanan.
Secara keseluruhan, dialog ini menggambarkan percampuran antara spiritualitas, kehidupan sosial, dan humor dalam keseharian.
FAQs
Itikaf adalah berdiam diri di masjid untuk beribadah, biasanya dilakukan pada 10 hari terakhir bulan Ramadan.
Beberapa orang merasa ketakutan saat salat sendirian di rumah dengan lampu mati, karena merasa ada kehadiran lain atau melihat bayangan yang menyeramkan.
Ada mitos bahwa kunang-kunang merupakan jelmaan setan atau pertanda adanya makhluk halus, sehingga sering dikaitkan dengan hal-hal mistis.
Selain itikaf, kegiatan di masjid meliputi salat tarawih, pengajian, tadarus Al-Qur'an, dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya untuk memperbanyak ibadah.
Lembur adalah kerja di luar jam normal, yang bisa dianggap sebagai dedikasi atau eksploitasi tergantung pada kompensasi dan keseimbangan kehidupan kerja.
Berkendara di malam hari melalui jalan sepi, seperti melewati sawah atau jembatan, sering dikaitkan dengan cerita mistis atau kejadian tidak terduga seperti bertemu hewan liar.
Chat with AI
Loading...
Pro features
Go deeper with this episode
Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.