Pencerita, Florencia Irina, berbagi pengalaman mistis yang dialaminya selama mengikuti kegiatan KKN di suatu desa. Ia menginap di sebuah rumah yang ternyata memiliki sejarah kelam, termasuk adanya makam keluarga di halaman dan kisah tentang anak kecil yang dibunuh di tempat tersebut. Selama berada di sana, ia menyaksikan penampakan sosok tinggi berwarna hitam dengan suara seperti anak kecil, yang muncul di dekat tempat tidurnya dan menimbulkan ketakutan hebat. Selain itu, terjadi insiden di mana seorang temannya pingsan secara tiba-tiba, serta berbagai kejadian aneh lainnya yang membuat suasana semakin mencekam. Pencerita juga mengisahkan pengalaman mistis sebelumnya di rumah lamanya, di mana ia melihat figur bercahaya, namun ia berusaha mengambil hikmah dengan memperkuat iman. Ia menyimpulkan ceritanya dengan menyatakan bahwa meskipun pengalaman tersebut sangat menegangkan dan meningkatkan adrenalin, ia berusaha untuk melupakannya dan melanjutkan hidup.
[Memang] Kenalin, namanya aku Florencia Irina, biasanya aku juga di Panggil Nama. Di sini aku mau cerita sedikit tentang pengalaman aku. [Memang] [Memang] [Memang] [Memang] [Memang] [Memang] [Memang] [Memang] [Memang] katanya indih home, dia bilang "tunggu aja gitu kan lihat" enggak ke tvak rompok dan harus bertanggung jawab atas apa yang ada di Kromu, itu kan atas anggota-anggotanya akhirnya dia bilang lagi buat main naan, nanti impasnya ketemu dia bilang "nggak enjit tuh" enggak enggak enggak enggak nanti sih maksudnya apa gitu sebelumnya karena enggak enggak enggak perfigur ke arah amistisnya cuma aku disitu udah si butnya rik pokoknya udah planikan karena yang sincin maksudkan akhirnya aku bukan bandal aku ada dong sincin aku di situ haku. binggu kenapa cincin aku ada disini aku gak malut aku telah idor tapi aku gak setelah idor itu dan aku ingat banget aku gak malap pas sincinku sama sekali kemarin dan kalo pun aku notas aku dah bahwa ke tasnya emang itu tuh izinya bareng bareng aku akak apa yang aku notas api aku, aku simpan untuk aku aktor itu gitu kan dan kenapa cumpul ke apa, taruh di bandal orang awam pun juga pasti bakalan mikirah kenapa cumpul di taruh, aku lagi emas dari di bandal ya kan, ya itu suatu hal yang sama-sama seru banget gitu terus dia bilangnya yang indik um kantanya karena aku gak salah waktu masuk jadi di jalan sama yang karena pacilnya di situ gitu kan terus aku bilang dong aku melaladi rekarnya emang aku malah asya bahwa aku itu udah salah dari awal karena aku menyadari bahwa itu tempat orang ada singdanya juga aku ya kali aku langsung masuk ke rumah tempat pernisinya tempat sama aku nanti sebagiannya gitu kan dan dia bilang oh kalo pun kan kamu yang belum salah mungkin yangnya kutin kamu yang belum salah dan dia bilang tau ya yang aku ternyata aku soar nene-nene ya simba-simba gitu
terus aku disitu kayak percaya-percaya karena ya ada hal yang dia itu soal paw dan ya pokoknya ada hal yang gak benar-benar ada yang pokoknya gitu deh tapi dia mungkin aku percaya bahwa dia indih oh ya tapi ya gitu lah akhirnya listo aku kayak lah berserah maksudnya mungkin yang sama aku yang gak salah mata apa karena memang kita muluk agak aku juga kanan bilang bahwa atau dia yang yang kutin ya gitu ya ya pokoknya tercerah gitu maksudnya aku juga gak tau aku juga gak mau dapur kayak gitu aku gak tau apa pun ya karena aku yang leparingnya gak bisa kanan-anak indifoma terus akhirnya mulai berjalan kakan sampai berapa lama ya makinnya kita kedapatan atau prokarkitah itu sensus penduduk disitu dibayai ke menjadi dua tim watch and sus dan akhirnya kita udah kelelin kampung sensus penduduk terus sorry sorry makin itu temenangku sima war ya itu duduk-buduk di depan kayak di terasnya gitu terus dia mau masuk nih masuk ke lati itu terus dia dibayai jatuh kita pikir pingsan dong karena memang kegiatan pada saat itu tuh malah lah kan maksinya kita harus jalan-jalan kelelin kampung gitu kan dan mungkin aku mikir mungkin dia lemah nih gitu dia udah captain mungkin jadi dia pingsan karena memang aku biasa ada basic ke saat tamasnya sampai aku ke KL dan kuliah eh samang gak kuliah, sampai sama kuliah akhirnya aku kasih lamanya, aku kasih keluar kemeng pertama di atuk tangannya udah mulai dingin mengal gitu loh mengal gitu jadi dia gak berusuara gak apa aku takutnya dia beneran pingsan kan jadi aku kasih minyak terus sampai di atuk sadar-sadar dan jangan jalan-jalan pingsan aku terus karena angkota kkn kita tuh mengalui barat cahanya kita jadi ada dua kubu gitu ada dua kubu dan sih anak indihong ini lagi pergi makan sama kubunya dia akhirnya ada yang jelatok nih jadi dia kan kan ada gitu cipur di panggil, panggil dulu di hong dia di panggil terus dia berjaya ini kayak entah gak tau siapaan gitu dia berjaya terus si mawar nih nangis aku ini siatif but masukkan air angkat ke plastik, gue takut kasihin ketangan dia sama kekakiti dia karena berjaya berjaya berat dingin banget terus siin bahaya yang tau keadaan itu tiba-tiba datang terus kayak bantuin gitu kayak ngurut tangannya, pengamanya itu kan tapi siin datang positive tinggi dan mungkin kalo mau ret aku liatnya itu siin datang sebenarnya udah tau cuma siin bahaya juga takut kalo nangis-nangis kkn ini bahaya ketakutan juga kita siin bahaya masalahnya nih kita bilang gak itu kayak poinnya sih bahaya kayak meluruskan, itu masuk angin tapi siin di rumah ini apa? juga terus-terus kan apa ya? ngebisikan apa gitu? tipelenya punga ngerti terus yaudah lah akhirnya udah mulai sambung selesam duh kita akhirnya baca solat terus baca Al-Quran gitu gitu ya, iman kita iman iwada kita bertambah risi itu dan akhirnya mengamut tiba melam aku tiba-tiba paling bojo aku tidak ada paling bojo aku tidak mengerti jam berapa tapi yang jelas menurut bambar risi itu tuh sup tiba-tiba terakhirnya aku tidak mengerti jam berapa tapi yang jelas menurut bambar risi itu sup tiba-tiba terakhirnya karena semua yang udah tidur ya aku bangun, tunggah banget tapi sebelumnya itu aku kayak minta atau apa gitu ini minta aku itu aku kayak masuk ke dalam ke dalam suasa ini kesumpanta di masuk ke dalam ini sih ini masuk ke karena tak berakan energi atau gimana ini gak tau di tak berk sama anak kecil ini dia cuma main kita katanya ini katanya di foam terus bambang aku lupa itu lompanya di mantinah itu gak lompak dan disitu nuliat sebelah aparasi ini berakhir ada sesosok-sok yang kamu yang panjang dan udah berdiri di sebelah aku menurut bambang jam berapa tapi itu berapa dari atas sampai bawah dari kepala sampai nama ini kaki itu apa yang kamu ingat lihatnya kakinya kayak ketutupan tapi kayak tinggi-tinggi banget terus disitu kan aku takut ya aku benar-benar disitu aku melihat aku terus tiga-tiga dia jalan waktu aku perjamin mata karena bukan takut terus aku bukan mata tiga-tiga itu-mitu di ini dia kan kamu tidur terlantang dia tadinya di sisi tangan kiri aku tiba-tiba mata aku muka mata lagi dia udah di ujung kaki aku terus dia bilang aku masuk ke dia berkaki itu suharanya suharan anak kecil suharan anak kecil aku aku terus kelas mata astafro-astafro-astafro adalah apanya segala apa itu namanya segala sembah kayak ini adalah sebuah nama yang sebenarnya itu sebutin, sebenarnya memang aku gak bisa ngomongkan dalam hati aja gitu kayak aku mau ngomong itu apa ini banget dan dari ujung kaki aku sampai ini tinggal itu dah kayak marin dingcan pura kesemukan mahat poin aku dah kayak nanti saya suka aku telah mas dan jasanya itu kayak ini mana ya kayak ahyau dahlah aku dah dan aku dah rasa yang ada aku nak kak atau apa kayak aku tuh udahlah ini aku aku coba di di pakai aja gitu kayak aku micanya waktu itu kayak gitu di padahal aku harus menang ham kayak hampe ramau mau udah banyak rah gitu kan tapi aku mikir lagi kalo aku kan maka ga ada.
yang bantu karena pada tidur semua kan jadi aku tahan-tahanin gitu kan gak aku doa terus terus akhirnya bagaimana kemudian lepas krasanya tuh gimana ya gak bisa dungkap ke nengang kata-kata apa yang jelas di situ ada nalainnya tuh nah gitu lah kemudian aku langsung kan saya enggak ngelutan manakku yang ada di sebega aku bangun pokoknya sampai dia bangun aku tarik-tarik dia pokoknya bener-bener sampai dia bangun malik karena aku bener-bener takut waktu itu dan akhirnya waktu dia malik aku bener-bener, aku udah ngosong-osong waktu itu dan dia tanya kenapa tapi aku enggak berani ngomong karena karena takutnya dia juga takut tau kan ya rasanya kalo kita sama-sama takut kayak ada yang merindungi kita akhirnya dia penasaran juga kenapa gitu cipa cerita gitu kan siara kenya aku cerita kita cuma dimini man biar liatan kita enggak bisa tinggi apa berisama banget sih tapi gimana lagi aku udah ya enggak tau deh terus akhirnya waktu kita tambahin dan waktu maksudnya akhirnya terbong karena semua itu jadi jujuhnya dari yang punya rumah itu kita bahwa di kamar yang aku tidurian kita bahwa di kamar yang aku tidurian kita bahwa di kamar yang aku di atik itu karena karena kalau dari bayangan aku sebuah se-sosok-sosok kenda-kenda itu kenapa tinggi hitam dan yang aku lihat itu dia nggak isar, nggak tinggi tapi kandit, aku kandit dan rambutnya aku kena kena kena kretingnya kreting-kreting gitu kan kenapa kau ada tuh? mana kaya menutupi dari kepala sampai bahwa dan suaranya itu lah suaranya itu adalah anak-anak itu tapi banyak warga sekitar juga bilang bahwa di situ itu emang ada anak kecil yang dibunuh di situ karena ya memang rumah itu ruhannya itu ada makam keluarga jadi ada kisink-kisink sekitar lima atau kisink-kisink itu adalah keluarga dari siba yang dikubur di halaman pekaranannya dan siba juga pelang bahwa diapur di sebul di tiuk apa sih di dalam telinganya dari saat soal atau atau atau kongkak soal itu mati rambut siba binang udah biasa kaya itu karena memang itu rumah udah berbatau kamu di tempatin dan cuma di kaya ini oleh seorang aneh gitu dan anak dari menyenginya ini itu meningal karena kecil akan terus waktu kita mau coba lakukan semuanya dibungkaren semua karena ya dia bilang kalau mau bicara dia tak ada yang wala nanti malah takut jadi dia ada najel anak-anak akan ngerasa insen diri dia dan dia bilang seperti itu karena memang awalnya itu singgup banget di sana pasti itu nggak enak aja gitu dan masih banyak cerita-cerita tentang pengawan simbah itu yang aku rada rada lupa itu ceritanya apa jadi aku nggak cerita yang lagi dan itu pengalaman aku bertanggalkan liek melihat apa yang adrenalinnya itu lebih besar gitu walaupun aku sebelumnya juga waktu di rumah rumah rumah aku yang dulu itu juga aku pernah ngalihat kasa sosok suhu-gus yang bener-bener di depan mata aku tapi warna nya itu kayak tinggi-tinggi ranya itu ada apa ada kayak cahaya gitu lo kayak transparah waktu gimana gitu ceritanya bukan bukan dujut nientak tapi kayak ada cahaya-cahaya gitu punya figurannya nggak ngerti itu hal waktu apa karena memang aku karena ada nger bahwa kalau waktu itu menampakan dirinya tadi itu sial atau itu ada suatu hukuman untuk dia tapi kalau misalkan memang menampakan pasti hanya beberapa dinting yang maksudnya hanya beberapa dinting tapi di sini balik lagi kayak aku masih beraguh kan diri aku sendiri karena aku nggak bisa melihat gitu dia mungkin ada yang tahu pendapat gitu tapi yang telah itu terjadi untuk aku ya nggak masih terjadi tu nih tapi itu penangwan yang maksud kita lupain gitu gitu aja aku cuma mau ceritanya itu makasih udah mau dengakan itu oke
Podcast Summary
Key Points:
Pencerita mengalami kejadian mistis saat menginap di sebuah rumah selama kegiatan KKN, termasuk melihat sosok tinggi berwarna hitam dengan suara anak kecil.
Terdapat insiden di mana seorang teman pingsan dan kejadian-kejadian aneh lainnya yang menegangkan selama berada di lokasi tersebut.
Diketahui kemudian bahwa rumah tersebut memiliki sejarah kelam, termasuk adanya makam keluarga dan kisah pembunuhan anak kecil di lokasi itu.
Pencerita juga membagikan pengalaman mistis sebelumnya di rumah lama, di mana ia melihat penampakan figur bercahaya, namun menekankan pentingnya menjaga iman dan berusaha melupakan kejadian-kejadian menakutkan tersebut.
Summary:
Pencerita, Florencia Irina, berbagi pengalaman mistis yang dialaminya selama mengikuti kegiatan KKN di suatu desa. Ia menginap di sebuah rumah yang ternyata memiliki sejarah kelam, termasuk adanya makam keluarga di halaman dan kisah tentang anak kecil yang dibunuh di tempat tersebut. Selama berada di sana, ia menyaksikan penampakan sosok tinggi berwarna hitam dengan suara seperti anak kecil, yang muncul di dekat tempat tidurnya dan menimbulkan ketakutan hebat.
Selain itu, terjadi insiden di mana seorang temannya pingsan secara tiba-tiba, serta berbagai kejadian aneh lainnya yang membuat suasana semakin mencekam. Pencerita juga mengisahkan pengalaman mistis sebelumnya di rumah lamanya, di mana ia melihat figur bercahaya, namun ia berusaha mengambil hikmah dengan memperkuat iman. Ia menyimpulkan ceritanya dengan menyatakan bahwa meskipun pengalaman tersebut sangat menegangkan dan meningkatkan adrenalin, ia berusaha untuk melupakannya dan melanjutkan hidup.
FAQs
Yang bercerita adalah Florencia Irina, yang biasa dipanggil Nama.
Pencerita melihat sosok tinggi berwarna hitam dengan suara seperti anak kecil di kamar tidurnya, yang dikatakan warga adalah arwah anak kecil yang dibunuh di lokasi itu.
Rumah tersebut memiliki makam keluarga di halamannya dan dikabarkan dihuni oleh arwah, termasuk seorang anak kecil yang meninggal.
Pencerita berdoa, berusaha menahan ketakutan, dan kemudian membangunkan temannya karena sangat ketakutan.
Pencerita merasa adrenalinnya meningkat dan sulit melupakan pengalaman itu, meski berusaha untuk melupakannya.
Pencerita memberikan minyak dan perawatan dasar sampai temannya sadar, karena khawatir temannya benar-benar pingsan.
Chat with AI
Loading...
Pro features
Go deeper with this episode
Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.