Go back

Kata Cania Tentang Sabda & Sebaliknya

67m 43s

Kata Cania Tentang Sabda & Sebaliknya

Percakapan ini membahas dinamika hubungan pasangan yang menekankan komunikasi jujur dan umpan balik langsung, meski sering disalahartikan sebagai sikap brutal oleh orang luar. Mereka membahas pentingnya penerimaan terhadap masa lalu masing-masing, termasuk menjaga hubungan baik dengan mantan, yang didasari kepercayaan dan keinginan untuk tumbuh bersama. Pasangan ini juga menyoroti cara mereka saling menghargai keunikan, seperti kebiasaan gaya hidup santai atau selera humor yang khas, yang justru memperkuat ikatan. Diskusi menggarisbawahi kesenjangan antara persepsi publik dan realitas hubungan pribadi, di mana candaan atau kritik dipahami secara berbeda di dalam hubungan, menekankan nilai kejujuran dan pemahaman mendalam sebagai fondasi utama.

Transcription

11240 Words, 64806 Characters

Indonesian
[MUSIK] Welcome to podcast! Welcome to podcast! Perangguh, kania cita! Dan SPS, S-Quest. Kenapa Nesam DpS sih? Ya, SPS. Lebih enak berikanan kekiri-kiri, karena Nesam DpS terus membuat keambalian. Oke. Nah, jadi gini citanya kemarin tuh pas lagi kita keamanin panjang banget. Kila, pertiga jam! Abis itu, sikannya masih aja gitu loh kayak ngomong. Udah kusahle banget, kok. Iya, gue masih bad shot. Jadi gini, jadi india tuh gini. Kani itu nggak. Sampai berjalan-jalan. Bahwa kani itu kayak ngerasa bahwa. Misalnya gue punya kualitas A gitu lah. Dia memveli kualitas A itu. Tapi abis itu kalau dia umum-umum orang-orang tuh kusahannya tuh negatif gitu. Padahal dia suka banget itu dan kayak siapat lu sih gitu. Iya, ngomong-ngurir kita coba coba coba teresin. Kau bilang, "Dau udah siti, tuh detik nih." Menteri kayak sakan-akan, sakan-akan, gue nggak bisa membuat jajmen gitu, what's good gitu loh. Iya, dia aku juga ada. Apa sih kualitas aku? Kualitas kamu, kualitas kamu yang. Yang apa perspekt. Ya mungkin nggak tepat gitu banget, cuma india banyak hal yang sakan-akan itu di apa suatu negatif dari suarang C-OS. Dan kan di orang gue sukanya begitu gimana sih lu gitu. Sama juga atau nggak gitu banget cuma ada misjaj lah gitu. Karena kita sama-sama gatel. Sekali gue masih topik-topik larifikasi sebelum kita masuk topik-topik lain. Lalu disuka deh gitu kali ya. Oke, boleh. Gimana nih? Ya udah kamu ada apa dulu yang kepikiran, ya kamu paling sebel, biasanya. Ya, aku sih ngeliatnya yang pertama, yang mungkin sering diangkat di mana-mana tuh soal ONUS Feedback. Jadi kan aku yang seringnya nyampain gitu. Process development aku selama sama kamu tuh ke gimana sih gitu kan. Modelnya ke gimana dan aku ceritain model apa yang masuknya. Actual feedbacknya. Feedback kamu tuh seperti apa? Radha pal ini, Radha pal itu. Dan orang nangkapnya kayak kamu brutal lah gitu. Bisa brutal banget. Brutal gitu. Nah kayaknya itu diangkat-menegatif kayaknya ya semua orang-orang ini. Dan ada yang mungkin menganggap aku kayak masuknya gila ya. Enggak kecun, stoik banget. Anja stoik banget. Gak kuat gue. Stoik banget. Aku capek deh langsung makat-kata kalo stoik ini. Gak masuknya. Sama kan? Sama kanan tuh. Neri mafeedback tuh butuh stoik gitu loh. Benda kayak nggak gitu-ngari sih kamu. Masihnya aku nggak menahan emos ya apa pun. Masihnya kan kalau orang mungkin kayak stoik tuh kayak gue sebenernya marah nih. Gue sebenernya saya ketahatin yang digerkai gini. Tapi gue dengan segala kestoi kan gue. Ini baik-baya gue bilang gue juga ke aku loh ya. Bawa misalnya kalau kamu masamnya. Aku tuh juga. YMSnya mungkin orang nggak banyak. Mungkin kalau ini nggak terlalu public banget, Cuman ada orang orang yang ngolir-ngolir yang ngomong ke gue itu juga belatan gitu-jujer. Iya, iya. Dan mungkin orang lebih yang sekitar. Cuman kamu nggak pernah di interview soal development kamu. Terus kamu cerita aku feedback gimana jadi orang jaring-jaring tau. Ya, show itu juga seneng. Karena misalnya gimana sih. Gue oblo-blook kalo kayak gini-gini. Maksudnya kayak gitu-kanya gitu-kanya bagi sebagian-ogent gue. Nonton ngeliatnya kayak nggak pantes banget. Kalau istri-mukh melakon soami gitu kayak tanpa. Nggak, shownya gue tuh butuh digitu. Gue butuh digul kalau gue salah gitu. Gue butuh digul kalau gue nggak brand nih atau questionable value. Ada ades waktu apa ya, ethics yang lu mau tabrak terus. Ya kan ya harusnya marah lah gitu kalau ada soatuh hal yang apa. Ya itu lesa sama-sama ethical ini gitu kan. Ethika issue yang mungkin nggak nggak maior sih. Gue juga sendiri punya sabaran, ov course. Cuma gue mau tabrak digit gitu kan. Ipasi bikol atau makanya dan sama jadi belakang gue. We love, I think we really really really love being honest. Ije other dalam leveling itu dan justru. That's actually if you can say that ito yang buat justru. Apa value auto banget gitu. Ya. Yang aku udah petrikamu juga. Ya gitu. That's this number one thing sih. Dan enaknya rasanya ya. Gak tau sih kalau pilingin enak ya. Ya aku juga. Masutnya kan aku juga capek banget ya. Masau udah membawa protokol dis. protokol sopan dan tak tak ramah. Masutnya dalam sehari, belakang 18 jam nih. Aku harus terus memproces all this shit gitu kan. Masau sih di protokol sopan dan tak ramah segala macam kan capek kan. Ya kan di kita bisa jadi. Ya maksudnya kalau aku sampe rumah. Ya itu aku mau bilang aku kamu ingin dalam martin disini pasangan aku. Sorry intervisus orang motor biasa. Ya. Dalam martin kayak aku mau soap pasangan aku sendiri yang. Kalau memang yang saya main rumah gitu. Aku mau siharus kayak menggunakan disprotokol. Itu kan rumah yang kita ada. Itu kan kita ada. Ya maksudnya itu kan kita ada. Ya maksudnya itu kan kita juga. Dan itu kan kita juga. Mungkin kita juga itu sekonfer zone juga. Mungkin kita juga ada barang. Yang begitu. Dan gue di keluarga sedikit ada banyak mas. Banyak masul lo, banyak mas yang juga jadar gitu ya. Kalau aku juga gitu, kita. Kita suka apa ya, untuk dikasih di open jadar jadar. Dan kita sadar bahwa hal itu mengbuat kita growing, shaping ourselves yang kayak gimana. Dan cocok yang mengada bagian itu. Ada value bahwa lu kalau ngomong malah negatif gitu. Lu ngabus ya pasih gitu. Lu ngomong ngomong gue gitu. Insolting gitu. Gak disampain. Gak disampain. Atau gak disampain dengan mutrem-mutrem lah gitu. Ya, juga kotin. Ya juga kotin. Ifemism. Ngapain deh, udah derekanya dah-derek. Dah selesai gitu. Ngabong-ngap maksud juga jadi-nya. Ya udah lah. Mangat banget. Tila ya, bagian itu. Terus sedikit lagi. Nampaknya kita kadang-kadang outsider. Outside. Yang seorang-orang lagi itu. Yang ini kalau ini mungkin bukan publik. Yang publik gede banget. Cuman kayak misalnya orang-orang lagi. Kita raki-tah lah gitu. Salah kadang-kadang gak seengaja menangkap memnomon itu. Terus habis itu akunya misalnya radah ngeluh gitu. Setelah denger kamu ngomong gitu misalnya. Kenapa aku rada kayak apa gitu kayak gimana dan disabda. Ini gede misalnya gitu. Baya aku kayak radah ngagrutu. Mereka suka salah tangkap. Di kira aku ngagrutunya gara-gara honest with backnya. Oke ya. Masihnya gara-gara. Emang ketenaluan gitu misalnya cara nyampainnya atau apa. Kayak gitu karena itu ada penangkapannya kayak gitu yang selain itu aku koreksi. Cuman masuknya. Ini in case yang lain-lain juga ada ya. Kita mungkin aku gak tahu in public misalnya kayak dituit atau apa. Juga ada moment seperti ini. Dan orang nangkapnya adalah okani sebenarnya gak suka diginiin gitu. Di kira-tuh aku ngagrutu insol itunya pada bukan. Masih aku bukan ngagrutu insol deliverinya gitu. Delivernya gak ada masalah. Cuman kadang-kadang aku gak setuju on substance misalnya. Kayak gitu lebih kayak ngapain ya sandang ngeluhin soalnya ini misalnya. Tapi bukan carang luunya yang aku permasalahkan gitu. Kayak gitu sih. Jadi ada juga orang yang kayak gak nangkap recadana aku. Misalnya kemahadanya yang kayak dituit, aku gak mau. Ini bukan luang yang gue asa, saya ada 4 gitu. Terus kayak gila kacang sampai ngomong kayak gini gitu. Padahal itu aku lagi gini-gering sih itu. Aku sesuatu yang jokin gitu. Itu sepatu yang jokin. Iya, jisun yang jokin. Ketika kita, apa jokin li? Kayak, ini adalah normal person normal review. Terus mudah kita jokin gitu. Iya, iya. Jadi kayak misalnya yang love language itu kan. Maksudnya kan kamu ngelakut aku di Twitter gini-gini. Aku gak persoalin ngelakutnya. Aku gak mau ngagrutu dikit dalam artinya kayak. Men, aku ada yang membuat lagu dan diir gitu. Waktu-waktu gitu. Tapi kayak, aku tahu itu itu "My fault" juga. Tapi tapi "Pulukar" itu kan aku suka memang mechan dan gue kan gitu kan. Iya, iya. Jadi kalau, gue sering bilang, gue dacjos gue juga sebenernya, misalnya kalau apa si biasanya itu yang ini jokin sama, - Memor, Memor. - Oh, ya. Apa yang gue selalu rasa, apa? Aku ada dark prank yang lebih dari tinggi lagi. Terus itu cuma orang gak tau kan. Iya. Dan sebenarnya gue kayak gitu, kita orangnya. Dan kannya enjoy itu. Tapi aku penta tau, sebenarnya kamu beneran oke. Apa yang menyimana gitu, dan hari itu. Jadi gue gitu, confession, timet. - Ya apa. - Enggaknya. Iya, aku beneran oke. Maksudnya, ya, obviously, kalau misalnya gak oke, aku pasti gak mau ngak. Iya, karena kebayangnya gak sih loh, kalau karena gimana ya. Mungkin ada bagian dimana. Ya, karena prajelasin juga emosi kita berbeda kan. Iya. Yang hal ini itu menterikir seru gitu loh. Menterikir buat kita tuh menterikir seru dan lucu. Dan kayak level-of-appreciation bahwa angkir pasakan gue. Yang bener-bener tiga gue sih gak. Bercandaan gini gak apa-apa gitu. Iya. - Iya. - Iya, itu betapa gitu loh. - Senderi, kalau pun, karena gue juga berapa kali, kalau aku gak stucio, protest kan. Tapi kan gak stucio kan, gak ada isinya sebenarnya. Iya, ya, ngerti-ngerti. Jadi, ya, analog imsail gitu ya. Misalnya lu juga orang yang agak-agak rusak gitu. - Penas tu yang berusak. - Iya, juga rusak. Terus, misalnya lu yang cewa gitu ya. - Iya. - Biasanya gitu. Nah, bentuk pujan yang lu ada apa tuh mungkin bentuk pujan yang harus agak serda yang mikir-kitu bentuknya. - Pakai apa? - Nertika lu, maksudnya. Tapi kalau misalnya lu dikasih pujan sekedar kamu cantik deh gini-gini. Itu kayak gak banget gitu. Nah, lu butuh pujan yang dalam bentuknya ngeri betah tau gimana gitu. - Iya. - Kita ga ngasang klak-bikit. - Yang spasifik, spasifik. - Iya spasifik. - Gimana, lu kan jujur lu diapresit dong yang pasan, oke gitu. - Oke, gue nalau gitu. - Iya. - Gak gini-gini. Mungkin kesnya agak meripaknya gitu. Nah, di kita juga gitu. Jadi gue ngerasa ada hal-hal yang justru, justru cuma bisa dateng gue kannya yang mau ada begini deh. Karena itu udah diat dari publik, dikatinya. - Iya. - Dan mungkin kannya juga kayak gitu. - Ya. - Saya pikir itu justru, ya itu, -. delahful, understand gitu. - Jangan ngerti. Baha ini tuh gak apa-apa. - Alright, ada lagi? - Kalau ini si aku mernanya nih dari kamu, kan aku sih. - Iya. - Dan aku pernah ribut protesin ini. - Oh ya? - Iya. - Iya. - Soal aku masih berhubungan, berkomunikasi dan jalan saal mantan. [Rusik] Kamu tau kan, ada mantan aku yang kayak, ya aku masih temen-temen gitu. Jadi, ya masa aku hangout gitu kan. - Iya, iya. Itu kamu tau kan aku tuh justru pengen kamu lebi apa banyak mau. - Makan itu, ya makanya, ya aku tau itu makanya, makanya ini biar kamu aja yang menyampaikan gitu. Karena aku capek, ngejelasin aku gitu. Cerewa banget, kamu tau kan orang di bana sama-sama, base-nya peradaan sama pertuanan. Aku peradaan sama sama aku, bukan sama pertuaan aku gitu. Mama aku cerewa banget, sangat seluruh kayak gini. - Aku. - Dia bilang gak berlaku, kayak gitu gak bisa, "Lak kamu tuh udah bersuami gini gitu." Bada lah aku ngobrol biasa kayak, "You know me, right?" - Kalau, ya disini, kalau gue tuh, gue bukan suka sih, emang suka cion, bukan bukan suka-nya itu bukan maksudnya suka di jalan-nya bukan. Tapi gue tuh like di idea bahwa kannya bisa punya ubungan baik dengan people in her past lah gitu ya. Dan gue sekarang suka justru gue yang encourage gitu. - Iya, iya, justru itu mama, aku gak bisa ya makanya ini harus kamu yang ngomong. - Kaya gak tau gitu apa-apa, ya gimana dia sekarang, mereka banget-nang gimana, isiawanda, right track. Nah yang lebih penting tuh gini, gue suka banget ya. Gimana dia gimana, karena kamu mandang di gimana, siarku, siarku, siarku, gimana gini-gini. Kau pinta tau sekarang, apa dulu maka good judge, apa-apa mereka berat judge men lah. Jadi tepatnya judge menya, bukan dari gue atau bet atau jelak atau gak, bukan tepatnya dulu waktu. - Kurat gak bawa dia orang yang begini. - Kanya yang lama, yang mungkin yang 10 tahun yang lalu, mungkin 8 tahun yang lalu, itu dengan otaknya dia yang lama, sesuatu kayak gini, sekarang, sesuatu yang udah nge-otaknya barunya tetap akulat, gak gitu. - Iya. - Pintah, apa kembali nge-otaknya kanya gimana, dan menakon jas menitu. Gitu kan, dan apa, terus kemudian si orangnya itu si cowomantannya. Apa-mantannya ini, apa-apa dia under right track juga, gitu kan. Karena gue juga pintah, udah omkannya bisa gak sih sebenarnya, bikin setelah apa, bikin good relationship, gitu kan. Ketika selesai, orang under right track gak. - Iya, jadi ancurnya misalnya, gitu kan. - Kan apa ya, apa ya. - Iya. - Apa ya, gue seneng juga gimana pun juga, kanya as an educator, ya barang-emah gue, itu kan kemampuan dia untuk gitu juga gimana gitu. Ya kan, selalu gue cukup yakin sih kalau misalnya people in the past tuh, kayaknya kita bukan tipe yang, apa ya, bahwa bahwa bahwa bahwa bahwa bahwa bahwa krasans ya, - Aku sih, kalau aku jatuhnya, dan aku juga ini bahkan ya more than happy untuk en korec kamu juga, untuk tetap punya, mesulnya tetap punya gue terilih sinci sama, ya, beritlah ya, ya, ya, apa ya. Dan gue juga main korec, misalnya gimana ya, kadang-kadang gue gak tau apa, tapi kayaknya gue tuh cuma punya feeling bahwa kalau misalnya hubungannya jelak, dan dia akhirnya jadi anjur dan sebagainya, ya bisa aja gitu, gak baik gue buat gue makanya aja gitu, kebaing gak misalnya. Jadi kayak, misalnya nih, misalnya aja nih, ini just the worst case, nih kan kalau gue otaknya paranoletnya, misalnya lalu saya mereka punya hubungan di past tuh, abis itu mungkin ada ntah apa lah foto-foto yang gak pantas, apakah segera uman cuma atau apa, apakah segera uman cuma. Nah kalau hubungan yang gak dibeli, mmbak, terus mengudian orang better your rating, ya, ya, enjur, segera uman, itu di sebar, kan, segera uman, gue tuh lingatau ya, gue tuh lingatau ya, ada apa gak ya, cuma atau ada lagi, ya, gue sih sergium teori, ya, ya, ya, off course itu ngannya bagus, dia membinuhungan baik, dan cooi itu berkembangkara yang bagus gitu, yang bagi tersedia bagusnya sebagainya, siingga, kita juga gak ada bagaic yang tiba-tiba di umul, dapet, gara-gara itu, that's my calculation since it will be, jadi saya genuinely suka dengan hal itu, dan kalau kamu juga, "I believe you're okay with that you" gitu, ya, dan gue juga, ya, bahkan kan aku undang juga, ya pas nikah, kita, dua-dua, petiga, dua-dua, tapi ada, ya, itu ngan yang mantan dan deket lah ya, ya, ada lah orang-orang yang diundang pas kita, kita dan truli genuinely nothing, itu misalnya bukan, bukan, gak tau sih aku nating apa gak cuma, ya, gak masanya, nothing tuh bukan berarti, bukan berarti mereka nothing, bukan berarti gitu ya, maksudnya, maksudnya kita diantara-kita bedua-kita, no issue, maksudnya, ini kan terakhir gue makan ya, no issue, cuma kita respect juga dalam ngolom mereka udah diapa, ya, ya, ya, udah apa-apa sega omacim ya, kita gak ada, gak ada, ya, gak mau, gak gue, kita gak tau dari sisi mereka, ya, temen-temen kodari sisi, kita, no issue, maksudnya, ya, ya, kalau gue jelas lebih, lebih ngerasa bahwa, dan lebih baik untuk menghantar kembali ke dalam kelihatan? Ya, benar. Ya, itu sih. Absolut nih, kayak aku juga ngikutin banget bernisipnya sih yang ini lo yang. Aparah menemui 1,000 frengse. Itu terlalu sedikit. Wanan omi terlalu banyak, kan? Kita tuh jenuin-leng ga ada, ga ada. Ya, jadi justru, kalau misalnya ada rasem sedikit jelas, apa? Justru yang baru, kita jelaskan kan? - Gak apa-apa. - Iya. Tapi, tapi itu juga, saya bukan bukan yang juga, nggak juga. - Iya. - Dan karena ini untuk terserahkan dengan. berbagai macam jenis, cara pandang, cowok, cara cowok menurut ini. Itu, segala macam. - Iya, itu gue mengerus, gitu. - Dan apa yang mengerus? - Iya, gue selalu ngobrol ini sama-sama. - Iya, ya kalau ini kamu masih apa, deh. - Gue selalu cerita kayak menurut gue, - Gue kayak gini, ngobrol gue kayak gini. - Gini. Mungkin negatifnya, bukan negatifnya rasa jelas sedikit mungkin ada acuman, - The benefit outweigh do. - Iya, dari kalau sedikit. - Saya, gue punya rasa penasaran, ada cara pandang apa sih, luar sana, cara orang-orang pandangnya gimana? Cukau yang pandangnya gimana? Sekarang macam itu, jauh lebih besar penasaran dibandingkan rasa jelasnya kalau ada. Ya, untungnya, most of the time kecil aja sih, - Minor lah gitu, jadi kayak, "No, not issue at all, dan gak pernah ada yang sampai yang gimana banget gitu." - Iya. - Iya. - Plegi. - Terus apa lagi? - Apa, pangkualiti ini ya? - Gamandi. - Iya, ini is correct. - Ribet banget orang-orang, banget. - Iya sih, sama aku juga. - Kalau ini aku setuju banget banget banget. - Iya, apa. - Masanya gini, aku setuju sama kamu, ya. - Oh, apa. - Iya, gitu, maksudnya aku suka banget, bahwa kamu kalau lagi berubah. - Gak apa. - Boleh buat apa, ya? - Iya, makanya aku juga. - Kalau bosa-bun, bosa-ampo, boparfun, ke-selep. - Ke-selep. - Iya. - Karena aku sering kayak misalnya kamu ambis itu, "Pak, kamu gak pengen apain sih, bagaimana perfung gitu kan?" - Terus berarti, bahwa dia bilang kayak, "Yuk karena aku ada meeting hari ini apa, gitu, meeting-tenting, gitu." - Mereka penyukah gue, nih, ya, kayak kalau gue bahwa gue bahwa, gue bahwa gitu loh, buat kayaknya. - Meeting meeting, meeting, TVD aja sih. - Kami suka kalau gue meeting dari lihan, cuman cuman lah, buberan terwarna meeting. - Itu sekali, ya, aku berapa kali kenanya? - Dia suka orang-orang. - Iya, gue kan mandi-kian bisa tiga bulan, gak mandi, bulanan lagi, itu kan? Nah, itu kebahaya lagi, gitu, gimana-nana gue, kalau kan, ya, suka banget. Dan apa lagi, kadang-kadang itu kalau aku jalan, gitu, gue bayang sih lo, gue lagi jalan, kaki banyak, klingatan. - Terus dia kannya tuh suka, gitu. - Iya. - Dan kannya nanya lagi, "Duh, ya, orang-orang masih sih?" - Offcourse, I don't like my own spell, gitu. - Oke, jadi, disitu aku tau masih, "You make sacrifices for me." - Iya, gitu, misalnya, gitu, gue kayak gitu, "I don't like my food, I don't like it, then." - Dan, dan kadang-kadang, ya, gue harus, ya, bah, pake aku ho, "Pake aku jenuh, nih, nih, nih, nih, nih." "Aku nyegatan, kalau dia level aku, ya, bah gue nyegatan, gitu, udah, gue pake aku ho, kalau gak, "Ih, kalau gak parfum, ya, udah aku ho, aja, gitu." - Ya, aku kalau disuruhnya buting top 3 kayak apa-apa. - Thing, I appreciate the most, the recipe, gitu ya. Masuk sih bahwa kamu, "Oone, ceruh, oh ya." - Yeah, that's not on the roof, that's what. - Nanti mungkin sekarang ini kita sebutinin 2 lagi, nanti, infelahkan, ya, tapi salah satunya itu, "Top, top, top, quality, sih." - Oke, jadi itu tetapi pas itu kayak bukan. - Iya, banyak banget kan yang ribut kayak, maksudnya ngomongin. - Itu juga dan asiat nasihat kayak, makanya coto mandi lah gitu gitu kan, makanya harus mandi lagi, apa lagi? - Gak ngak kalau lu jadi coku, gak bisa, gak bisa, gak bisa, gak bisa, gak bisa gue bakal laran. - Gak intih gitu, tergantung kamu suka, gak. - Iya, makanya tergantung, aku suka, gak. - Lo outdoornya, ya, mandi dong gak tidur, kan? - Iya, tapi aku, kamu gak bakal pacarin, gitu. - Gak apa, ya itu kalau gue gitu, aku gak bisa. - Sama sih, sama gue juga gitu kalau bawahnya gak cocok, kalau bawahnya. - Gue pertama kali, ya, seharusnya, bahwa bawahnya gak cocok, ya. - Namunin, namunnya kayaknya, dan sampe deh, aku kan tau, dia punya best outdoor sih. Dan voice, sebenernya. Kalo gue ga bungin ya, dua trait ini, belum ada lawan sih, sampe deh, suara, sampe bawahnya sih, udah best sih. - Jadi orang orang yang permasahan kamu gak mandi, makanya. - Iya. - Gue gini suaranya kan ya, but in a specific area yang akan not help. - Iya. - Apalagi ya? - Di aku kali ya, dia. - Boleh, boleh. - Jadi gini, gue tuh jarang banget ngeri play, ngeri play deh, pas kemarin, I drop the bomb, gue jarang banget ngeri play, - kayak orang apa sih ga macem-nya itu, tapi ada orang yang bener-bener ngeliat bawah, karena ya bing-kannya yang outspoken, gitu ya. Itu sesuatu yang kayak, sakan-kandin lo gak pantas, nistrik, gitu, gitu, being outspoken apa sih ga, macam sakan-kand jadi, akan debat gue mulai dan sebagai, gue tuh bener-bener masalah dengan ya. Gue truli jengkala sampe gue harus balas, gue jarang-marah ya, tapi dalam koses ya, ya mungkin ya ada keterikat juga, ya mungkin dengan segala macam ini, gue keteringgerin gimana, karena ya itu di outspoken, wah prasinan itu dibat sama suami gini, segala macam. - Gak bisa menempatkan diri, ya. - Tapi saya pasti suami yang keselah dengan hal kayak gitu. Itu gue bener-bener sangat-sangat yang kelihatan, ya bener-bener yang itu depan di mana air gue balas. - Maksudnya, ya ada jarang banget lah, ya. - Boleh jarang banget lah, ya. - Gak, gue gak peduli. - Kalo beda sama gue ya, kalo gue ampir semua orang gue balas. - Kalo gue jarang banget. - Kalo gue ga di stop tuh, ya, gue bener-bener sowspercent gue balas. - Iya, gue tuh jarang banget, makanan itu. - Kalau saya jarang banget. - Tapi day bagian ini gue juga, soalnya gini gue ga rasa bahwa ada sekualiti yang penting, dan juga mungkin semuanya semuanya aja, ya gitu perlu untuk latihan ini juga, itu bukan juman kan ya, doang ya, bahwa gini. Imagine kalo cuma apa yang gue angkat bener-bener itu doang yang dilakuin, gak ada challenge ya untuk coba test, coba check gak ada contes, contes tenten gitu. - Kalo gue punya idah, gue punya inis, ga mau cuman ga konten. - Gak di tektokkin lah. - Tektokkin gitu kan di tektokkin. - Iqalo gue juga ga mungkin serat sepersen perfectly get things right gitu kan. - Dan kalo misalnya kayak gitu ya, akhirnya gue pas saatnya gue bikin salah badah hal yang besar ya, ambil gitu kan. - That's my point. Jadi, justru best the quality yang gue sangat-sangat penting, - Aang ada di kan ya, dan I really appreciate. - Justru gini, number one bukan cuman willing mess untuk melakukan itu, iziness melakukan apa-apa, gitu. Yang kedua adalah level of challenge dan lihat blind spot gue gitu kan penting dong gue pas ya ada blind spot. Nah, ada, ada, ada, ada important soft apa kemampuan, kemauan, the level of, jadi memang berarti gitu, challenge ya bukan berarti. - Pukat challenge. - Pukat challenge. - Pukat challenge, berada aja ya, virginya. - Pukat challenge, berada nih, spire tektokkan ya. - Iqalo gitu ya, ga, it's the level of challenge dengan seral logic, nya secara ini, nya secara, - Gak cek, kamu objektifnya mau apa, emang bener ya, kan kalau dengan objektif itu, emang ini, ini nulak pun lain gitu. - Bukan ya, kalau yang jalan itu lebih bagus ya gitu, itu, sesimpul itu, itu kan clear gitu, bahwa kita spakat pertama clarify di objektifnya. - Benar kasih kamu mau objektifnya gitu kan. - Kandua, emang kamu melihat petar Realitas yang gimana petaritas yang kayak gini, - Mungkin yang ini bisa lebih efisian atau yang ini mau kontak produktif dong gitu, itu, - Itu, itu sangat-satunya, mau di depan publik, mau di privat, - Itu sangat penting untuk gue, ga mungkin punya 360-fuelung kap, pasti ada blind spot, blindsided, dan yang mencoba, itu yang mencoba, apa, itu yang jauh, pasangan, - Apa ya, cover, ya, ya. - Dan kalau di publik, gimana gini, ya kadang-kadang kan, gue sama-sama kannya sering banget, itu, ya, masih kita real time gitu, real time, dan bisa ya gue maksudnya real time ini publik, karena kan ada di plan, - Nah kan ini jadi kuala itu di publik yang apa, apa, - Ada di paningan-gerik, kuala, gitu. - Lanjut aja, masalah, retak kok nancang, - Karena ada orang kongga, orang dirti laundori dari ini, ga bisa dibuka, - Kita kan gana-gana, dan mereka ngeliatnya satu, mereka ngeliatnya dirti laundi, dan lihatnya mereka itu gak seri buka, kita bukan senaja juga, - Gue mau merin nih, di dalam situ, gitu, tapi itu cuma kan, - Kadang-kadang ada, kan, - Ada yang, ya, konisink ini, - Dengar ada pilan lain lebih bagus, ya, pilan optimalnya gitu. - Real time lagi, entah lagi, kemanda publik, atau lagi nisi event, atau lagi, memang benar-benar nisi publik, dan kemudian gue mungkin belain sidir, kan ya, call out gue, gitu, kalau ga bisa bisa gini apa-segan macia, kadang, "Of course, bisi kan kita atau meses." Tapi kalau ga bisa, atau gue ga baca meses, gue lagi si bong-omong, ya kan, "Nil langsung, eh, motong, gitu, misalnya, dan itu penting." Jadi, gue mencari, "One of the things, juga yang perlu dihini sih, perlu dikastau." - Terus, apa lagi? - Soal itu, tapi soal, soal aku masih yang mencalan, gitu, gitu. Kan orang juga persoali ini, maksudnya gini, kayak, berarti aku susah no root, gitu. Jadi kayak maksudnya. - Iya, itu exactly, exactly, maksudnya. Ya gue, kita berdua mungkin, gini, gini. - Dan mau debatin, gitu, kan? - Apa kamu benar-benar salah aku ga ngerasa gitu, kita gantang. - Dua-duanya salah. - Iya kan ya, maksudnya. - Kita bukan segala ini debatin, dan juga bukan segala ini. Gini, kalau gue kan berasarkan Steven Coffee, ya, aku ya. Kayak Steven Coffee. Presiden Steven Coffee itu berislais principal center. Artinya apa? The highest value di sini, the highest, - apakah yang punya highest priority? - The highest priority. Let true, - being true, or right, gitu. - Right. - Di apa yang benar-pertari atas yang benar? - Iya, itu lebih penting dibandingan. - Siapa yang benar-benar. - Modiak ikutin. - Aja-jabah, modi ikutin. - Aja-jabah, atau writing, gitu. Jadinya, konsepnya bukan nurot, atau bukan. - Bukan, bukan sebuah setiap. - Tapi intinya, - lah kita udah bener-bener, atau udah. - udah bener-bener belum gitu, ya bener-bener baik lah, gitu ya. - Bener-bener-bener baik belum. Kalau kebetulan bener itu datang keliakku, ya udah. - Kamu dan kamu ngeliat itu juga bener, tinggal ikut, gitu ya. - Iya, aku tinggal nurot. - Iya, kalau misalnya ternyata, gue ngelakon satu dan kan yang ngeliat itu, - gak bener, ya ternyata, kalau, dan sebaliknya, indinya, - our priority adalah. - kalau gue, sayang yang ting set, - yang only setting set, atau only do things, - satu edition making only. - If it's true or right, gitu. - Iya, dan sebenarnya soal, perdebatan ya, kita tuh. - jarang banget, sebenarnya perdebatan ya. - Perdebatan, maksudnya. - Karena ya gampang, semua tinggal. - Iya tak resa. - Algorithnya udah sama. - Iya, yang sih gak dilihatnya, udah lo jika gini. - Pertesian, gak ada perbedaan itu, dikit. Gue makannya tuh jarang banget punya perbedaan, jarang banget, gitu ya. - Cuman, ya paling kecuali dihalter tentu yang evidensinya susah. - Iya, sias. - Kalau gak informasinya terbatas banget. - Iya, paling itu tebakkan kalau kamu perimisi gimana. - Nah, jadi kita sama sama punya kontestin hipotesis. - Hipotesis, hipotesis. - Iya, hipotesis. - Iya, hipotesis. - Iya, beda. - Tapi kan ya udah, apa yang mau di debatin lagi, ya udah ini tinggal kita. - Gampang kecuali di depotesis. - Iya, gitu gitu. - Kalau mau jingat, bisa tau apa ya udah, di atlock nih, udah agar itu disenggrian. - Iya, iya. - Tunggu apa yang berbeda. - Tapi gak pernah ada, masih berbeda, gak penting atau kayak. Masutnya gak jelas gitu, gara-gara. - Kita sama ada di atang, ya, tapi kita berbusi. - Iya, kita sama ada di atang. - Kita kecuali, kecuali, kita emar role playing untuk debat. Masa role playing itu gini. - Iya, biar ada defl-advocat. - Jadi kita sengaja untuk, eh kamu coba ambil posisi. - Bagaimana kita coba ambil posisi. - Supaya kayak gitu, supaya kita kayak akan piovi. - Iya, supaya kuat juga. - Supaya kuat. - Supaya kuat. - Supaya kuat. - Supaya kuat. - Supaya kuat. - Sistansnya gitu kan kuat-kuat. - Iya. - Sistansnya apa? Kita punya stren 2 apa? Gat-gat dia, siapa yang jadi defl-advocat untuk, eh, berbis-bis-bis-san. - Apa? - Ngerujak. - Iya. - Ngerujak dari segala angle piovi. Dan itu, ya itu beda cerita, itu bukan gak-gara kita gak stujukan. Kita bergeras stujut, cuma mau maksure bahwa stans kita kuat. Tapi gue mau nambahin dikit-lagi sih, ini terkait tadi apa yang maksutnya. Doing or saying what's right or true. Kita memang perdebatan es sendiri atau percakapan es sendiri itu simple. Ya kan, maksanya frame berkuda sama. Orang-orang itu sama-kuda sama. Tapi gue mau bilang, "Dazen, men, is always easy." - Tudu atau to say, ya kan? - Iya. - Ya kita udah tau kesimpulan, ya, ini misalnya. Tapi gue gak, kita bedua gak bilang, "Gad struggle untuk melahukan apa yang benar atau apa yang baik." gitu. - Iya. - Ya, ovorsan, kan, itu sehar. Tapi percakapan es sendiri itu easy maksuknya. - Iya. Karena yaudah selesai kesimpulan itu, tata-tata, tata dengan logicnya dengan faktanya udah jelas. Misalnya kesimpulan, "A, ini yang benar." - Tapi bukan benar, T. Kita gak mengalami seragul, misalnya untuk melakuin A, ini. - Iya lah, bikin desisyon gitu kan. - Iya. - Degon desisyon. - Oke. - Kita ya, kayak ini lo, kamu nonton house kan ya, barang sama kayak gitu. Ada satu scene gitu di episode 2, kulu, bah, asyih house tuh bilang kasih mantannya dia tuh. - Hmm. - Yang si siapasi mantan dia yang kayak, kayak, saya ingin disayang banget, lah. - Judy, Judy. - Iya, Judy. - Sambun aku lupa. - Iya, poin itu lah, gitu. - Iya, itu lah ya. - Apa nih, kayak? - Iya, nah, dia tuh. Dia ngomong kesiapasi ini. Dia bilang, "It's simple." "You know, mongsa me-gua, atau mongsa me-dia." Kan dia oketahan, harus sih udah mencari dan, "Ya, lo mau balik kamu gue mau otel aja sama dia." Dia bilang, "It's simple." - "It's not easy." - Itu betapa-betapa. - Itu betapa-betapa. Jadi, ovors, maksud kita tuh poinnya adalah. Perdubatan atau mencapik simpulan yang bener tuh simpel. - Iya, simpel. - Kayak kan. Tapi melakuinnya atau mengambil kuput senar sendiri, kita gak bilang itu selalu easy. - Iya, itu aja yang pengen aku tekenin. - Mediangannya yang belum mentul. - Iya, soal orang kadang-kadang suka gak bisa bidain-dua ini. - Iya, ya. Jadi, kita ga mau jelasin. Simpel lagi nih, mereka mau sumpik. Gila, enak banget aja di kannya semua-sumpahnya ga gampang. - Gampang. - Iya, itu beda, simpel. Iya, sih. Simpel untuk mencapik simpulan ini tuh secara lojiki dan faktanya. - Gue belajar itu di klodur. - Karena gue sangat-sangat klodur is banget. Kita ya klodur founder tuh namanya klodur di creator yang namanya Rishi. Itu selalu mekan, bahwa simpel dan easy, ada yang ada yang terlalu different. - Itu di kan? - Simpel tuh, ya panjang lojasi sekarang tapi bisa ditonton. Juduh yang simpel, "made easy" atau simpel versus easy. Itu, ya, Rishi. Itu gue belajar udah, "I don't know bless and don't know" yang lah lo gitu ya. Jadi udah sangat mekat disegalah, "good differentiate" antara simpel, dan easy. Simpel bisa jadi very-very hard gitu. Itu sangat difficult gitu. Karena itu two different things. - Ya. - Ya, cuma orang kadang-kadang ga bisa bedain dua itu, terus mereka kusut sendiri gitu. Misalnya kayak, "No, udah jelas nih, kalau kita pikirin udah jelas simpulan ini." Jadi ga ada lagi yang bisa diapet, apa-apa itu udah kesimpulan udah pasti ini. Tapi mereka confused antaran-artik simpulannya sama make actionsnya gitu. - Yeah, yeah. - Ya, yang actionnya bukan berarti ringan gitu kan. Tapi kesimpulan udah selesai. Jadi ga ada lagi yang perlu dikussutin lagi dari pengambilan kesimpulan nih gitu lo masuk takuh. Nah ketika aku jelasin pengambilan kesimpulannya, orang kadang-kadang suka ketukar juga sama action nih gitu. Jadi kira, "It's easy" buat kita gitu. - Let's say, misalnya nih, gue ambangnya misalnya di shishan untuk mencoba untuk beranak, misalnya. - Yeah. Nah kalau kita ngambil kesimpulan, satis tikal sensnya gini-ginini. Sementara bisa aja nih udah kesimpulan, "oh mungkin, meskipun coba sama orang lain, misalnya." Mereka kesimpulan itu kan simpel untuk dibuat kan. Satis tikal sens gini-ginini ya jelas lah. - Tapi yang jalan nih. - Jalan nih, bukan berarti "easy" bukan berarti misalnya aku ga jelas. Kamu sama yang lain, gitu kan, "atau kamu ga jelas." Aku sama yang lain misalnya gitu. - Iya. - Ia bukan berarti gitu. Kita ga bilang gitu. Kita ga bilang itu mudah-gelakukan. Cuman kita bilang kalau kita datanya, "It's just straight path, bang wat." Nah, ya kan, saat sisi keten salah satu. - Sama. - Oksinya itu udah selesai. - Keras legalis separate. - Iya. - Iya, itu kan. - Iya, itu kan. - Iya. - Kalau misalnya kita lihat tanti itu, gitu kan. - Iya. - Iya. - Iya, ini kan. - Iya, ini kan. - Ini kan. - Iya, ini kan. - Ini kan. - Iya, ini kan. - Ini kan. - Iya. - Ini kan. - Iya. - Tapi itu kan, "it's very clear lah." - Ini kan. - Iya, ini kan. - Ini kan. - Iya. - Tempaling kita hailnya terus itunya bahwa - Simpel, karena tot prosesnya itu clear semua. - Iya. - Tapi bukan berarti itu selalu mudah - Toringan buat kita lakuin. - Iya, kita juga mengalami struggle dari sisi prasaannya. - Iya. - Dari sisi kesulitan - kayak misalnya apa-apa kehilangan atau apa. - Tadi lah jelas sih atau apa kita pasti punya - alalah seperti itu. - Jadi yang orang kadang-kadang keputur desitunya. - Dan aku jadi angke probo, maksudnya gitu kan. - Iya. - Ada aku belum jelasin itunya. - Itu, lalu aku belum jelasin gimana aku ngejalanin. - Aku baru jelasin tot prosesnya doang gitu bahwa kesimpulan ini gini. - Iya. - Tapi dikira seisi gitu loh ngerti gak kamu. - Iya. - Jadi kayak misalnya waktu aku jelasin soal. - Apakah kita mengisiin kan satu sama lain untuk diketin? - Iya. - Iya. - Nama mereka orang itu ngiranya anjir berarti kannya tuh - gak ada rasa apa-apa tuh ya, walaupun subda diambil orang lain. - Iya. - Mereka gak gitu, man. - Gak gitu, cara mikirnya gitu loh ngerti gak. - Iya. - Aku tuh cuma jelasin tot prosesnya gini. - Sabda misalnya suka sama orang lain. - Terus dia ngeliat. Terus dia ngeliat orang ini lebih kompatibel lah misalnya buat kamu. - Bukan juga juga suka tapi emang dia lebih kompatibel buat di pasangan kamu misalnya. - Terus dia udah kamu bilang "Kau oke, aku kayaknya mesin sama dia gitu." - Selepas proses kan ya udah kan mau apa lagi mesin itu ya? - Aku nahan kamu. - Apa yang dilibat ini? - Iya apa yang mau di pikirin lagi tuh apa lagi gitu loh. Sedangkan ya udah mungkin ya misalnya kita udah ekspor nih ada gak hal yang misalnya aku impur, apa-apa udah gak ada lah gitu ya. - Lihat sih gitu, saya ada final conclusionnya adalah ya kamu tetang terbaik adalah kamu sama dia gitu kan misalnya. - Misalnya karena kontra gue gak ambang. - Sekarang saya kayak komitman tapi tuh fahat-fahat lain gitu. - Kamu lu udah komitman gini-gini lu gak menghargai apa ya? - Iya itu. - Fahat lain lu. - Fahat lain ya. - Iya bukan itu. - Iya bukan itu. - Simplify the model. - Iya, simplify dulu. Fahat lain dia lebih suka. Dalat itu nelerbicacok dalam hal ini gue nyemasukanya. Dalam hal ini bukan cuma kamunya tertertari. - Tapi emang, let's say lebih cok. - Best fit. - Iya, best fit dia lebih cok buat kamu sebagai pasangan juga. Nah kalau misalnya aku nanggan kamu dalam memungkannya juga gimana gitu. Sedangkan ya kamu ngerasanya pasti gak udah ngacuk lagi sama aku gitu. Gitu kan lebih cok sama dia. Jadi kan pasti aku kesimpulannya ya udah. - Ayah, juga udah. - Bukan berarti. Lati Hugo itu, oh berarti gampang banget buat kan ya. Yang gak masuknya, ya gue tetapnya bisa nangis-nangis dua bulan. Iya gitu, kertingasnya masuknya. Ya kan itu gak termasuk di dalam tot progress ya gitu. Ya udah gitu. Itu harus terjadi aja gitu. Ya, cerulah kurs of event saja bahwa gue akan nangis-nangis dua bulan. Gue bakal dengarin lagu yang lebih awal dari Hugo gitu. Tapi ya udah gitu itu. Gitu, dua hal entropisah gitu loh. Tot processnya udah menghasilkan kesimpulan yang ini yang bener. Bukan berarti ketika gue harus ngakuin itu, process ke ngakuinnya segampang itu gitu. Pulas ngakuinnya tetap berat, tetap bisa jadi ada emotional. Apa namanya momen dan process yang harus dijalan ini, udah gitu. Tapi kesimpulan itu tetap itu gitu. Itu yang orang suka kayak, "Yumas aku harus jelasin jadi mulut." "Tiap kali ngerti, gak tiap kali ngasih tau conclusion gitu loh. Jadi pusing jelasin. Nerti kan, maksud aku. Ya, aku maksud aku. Aku maksud nerti. Iya. Terus apa lagi? Ya udah. Itu sih paling emakku, highlight soal. Lalu simpel dan easy. Itu sadar halan lain apa? Apa lagi ya? Hmm. Walaupun dikrem. Jadi kamu ya, "garomantis." Oke. Ya, "garomantis." Orangkan bersaik kayak, "Julai, anniversari gak ada kadu atau dibetul dikasi penutup mata." Terus kayak, "Tibet-ibet kita udah di mana?" "Tibet-ibet aku udah dikasih aplops itu terhadap tiket ke mana?" "Masih ini kapa duki, yang terkenal banget, yang di musirnya gak ada barang-barang udara itu." Iya. Iya gitu gitu. Kan bersih orang gitu kan. Ini selama kita, relisin ship kayaknya, aku gak pernah hal-hal ada kejadian yang kayak gitu. Maksudnya kita, "Bakannya orang lama-ran juga kan biasanya kayak, "Oduf." Maksudnya cincin-cincin, gitu. Sengen aku yang beli cincin, bukan lapakan. Dan aku yang beli juga gitu, masa. Iya. Ya, bahan kamu gak tau. Maksudnya kamu gak tau cincin itu muncul darimana. Puhaya juga di bahadah. Bukaya, anyway. Ngerti kan. Masuknya orang punya, mungkin normal atau apa, ngerti satu sedif, tapi kayak biasanya. Itu sebenarnya dari yang berbeda, antropologi, tapi nanti aku ikas teori. Oke, jadi kan? Teori yang belakangan ya, ada di kamer-kamer lu gimana? Intinya, bentuk. Ya, emang sih, emang sih, sabda, emang gak ada romantik lu, fe. Ya, ada romantik lu, fe. Ya, itu penting, itu penting. Tapi di sisi lain juga aku sama-sama aku cukup yakin bahkan pun ketika misalnya kamu ada, seorang kamu gitu. Aku merasa kayak ekspresi kamu juga emang bukan kayak gitu, gitu. Jadi, itu, itu, itu, itu, itu, itu, itu, itu, itu satu hal dari sisi kamu. Tapi, yang kedua juga dari sisi aku, maksudnya aku sendiri juga, misalnya, di bawah kamu ngasih aku, tikat kemestir, itu aku juga pusing ya. Karena, karena aku, itu triveling, ya sih kamu, ya kan? Ya, ya. Sekejau di belikan aku jadi malas, karena maksudnya ini gimana nih gitu ini, ini, ini kekos, gitu jadi, maksudnya, udah terlancur di beli, senangkan, "I'm not into triveling juga." Terus kamu udah nantuin misalnya tanggal, ya kan, tikat udah ada tanggal nih kan? Nah ini, ini gimana nih, jatual aku emang kamu udah tau gitu loh. Kau ada orang yang sama-sama fe. Gue tau, gue tau gitu kan? Dikai gitu, hal-hal gitu kan jadi bikin, jadi bikin kusut kan dia aku kan? Jadi, ada hal seperti itu juga, nah itu juga ada idea of being romantic yang orang bayangin tuh juga, agak beda sama sama romantic yang aku suka gitu. Masanya, maksudnya, I think you know lah ya, maksudnya ada kanan format yang suka. Aku ga lebih kayak, ya udah visikal intamasi yang kayak gitu lah. Maksudnya kita mungkin jalan kemana, oke gitu. Kayak aku sering bilang mak kamu jalan di bandung, is always romantic gitu, ya, ya, basically just jalan kaki dari hotel ngelirinin ke yaw, atau kemana, that's the idea of romantic buat aku kan. Bukan yang kayak, ya gitu loh di tempat fancy, mana under the star, atau apa gitu kan. Ya, ya, ya, ya. Aku tuh udah ngebayangin kayak ada nyamuk nih, di situ gitu, ngerti-ngerti. Ya. Masanya, disini, disini, disini, disini, slaheng. Ya gitu, jadi kayak, ini, tapi ini tinggi nih, orang melihat kamu ngaromatis tuh, itu bad thing. Jadi, aku ga, ya. Aku sama sekali, melihat itu gitu, maksudnya. Aku ga sayang bahwa, aku melihat untuk non-romantic persen itu juga ga. Masa, itu kan, bisa aja, romantic persen bisa menarik juga, tapi, ngerti-ngerti. Nggak, ngga pesak ini ya, ada ga sih, kamu di treatment romantik nih, dan kamu suka, atau malah kamu ga suka, ya, gitu. Kalau aku mati, nih, kebetulan, ya, kebetulan, ya, gini. Aku suka kamu coba nih. Selalu ga romantik. Masa selalu dia ga romantik, aku minimal. Mungkin dia sama Cairi yang lain mungkin, mungkin romantik ga, tapi, pas dinamika sama, aku selalu ga. Nggak, jadi, karena selalu gitu, kan, bisa ngeteks nih, ya, jadi, sampe lah, maksudnya, gitu, semuanya. Ya, atau gini, atau yang yang coba suka, kamu belum suka, dia tinggi romantik, dia nta, gif, nta, gini. Oh, yang aku mau masuk, yang bukan jadi pacar aku, gitu. Oh ya, ada, ada bener. Dan kamu suka dengan treatment itu, apa ga, gini, kan? Nah, menurut aku tuh gini, tebak-an aku ya. Sebakakan aku tuh, itu bukan tentang treatment, itu tentang bahwa, "the who, das de treatment." Iya, itu main point. Iya kan, jadi, aku suka dulu sama kamu dong, atau, "mustah dulu nih sama co ini." Nah, kalau kebetulan dia ternyata du sam romantik gesture, lu bisa aja, aku suka, "Nah cuman, baik lagi kebetulan, ngin di sampel aku, ga ada yang du aneh ini romantik gesture." Jadi aku juga, "Vingung ini carang ujinya, gitu." Cuma tembak aku itu, tembak aku tumpuan itu sebenarnya diorangnya. Iya udah, ini sedikit dasar teorin, nantropologinya, dan kemudian, kalau kan ya specifiknya keli gimana. Gini, gitu. Gift-gift itu udah dari zaman kita di gua gua, gitu. Di gua gua. Iya, arkeologikal finding sih banyak. Bikin apaan di gua gua? Oh, seru nih, jadi, saya, saya, saya, saya, ini. Di daerah yang agak, gunungan kita agak, jauh dari sungai, atau jauh dari laut lah, gitu ya. Gift-nya berbentuk kerang di untai, gitu. Kerang-kerang di untai, gitu. Jadi terus kemudian, apa? Kerang diuntai, apa? Itu menayan daikan bahwa dia, "Aider pernah ber eksporasi jauh." Ya kan, kemudian ada F4, gitu, untuk langsung hal itu. Dan kemudian itu jadi sesuatu diharga yang karna apa. Of course, kan, "Share ini untuk menunjukkan lu bakal, lu punya kapasitas, ngga punya pomepitan, untuk nanti jadi resource provider berburu berini apa segala macem. Kan cewek kan, "Ya kita tau bahwa dia akan hamil atau bahwa segala macem, harus ada peran itu di jaman, kita jadi hantar jadar lah, gitu. Berburu berini berapa segala macem, terus kemudian, "Ngga mau ngga sih resource itu ke ceweknya, dalam bentuk, nah itu gift-gifting itu sebenarnya bentuk." Contoh misalnya kayak peryasan, yang paling seringkan, itu. Karena itu memang misalnya, kalau yang dilawat, ternyata kalau batuan itu di temudah gue nung, malah berharga, karena jauh, kalau yang di gue nung, bukan gue, yang lain lah, gitu, maksudnya, justru gift-nya itu yang berarti dari kerang-kerang, itu dari kerang-kerang, ini, "Huan lah, itu muktikan bahwa it takes some effort lo untuk nama ban bahannya." Iya, benar-benar. Kemudian menjadikan. Karena butuh skill untuk explore, ya, skill explore, ada foto sana, kemudian juga skill untuk craftingnya. Mertrafnya. Mertrafnya. Gift-gifting, jaman lu kayak gitu. Dan juga bunga. Ya kan bunga tuh, "Aff very good sign bahwa di direto, akan subur, karena di direto, karena di direto, karena di direto, karena di direto, karena di direto, ada buah, ada ini suka macem, nah ketika cowo itu ngasih bunga itu, bahwa itu ada indicasi bahwa di direto, ini suburnya. Itu kan jir, semangnya bukan di direk-gah gifting per se, tapi cowo nung, menempat yang akan membuat suburnya, suburnya, ketika suburnya itu, ovcourse biologikatan dan sinya, cara akan ga menghamil gitu. Saya ga menghamil, gara-gara, itu suburnya. Nah jadi, nah cuman, masa jam sekarang ga revolfankan. Itu semua, gaude liat. Seteriknya ga menunjukkan, ga mengindikasi kan. Gitu, ga mengenai kelihatan. Ya gitu, nah dikari semua, kebeli, bunga tinggal, "Tenggal, pesan di mana?" "Gak gua apa pun suka macam?" Kemudian gifting ga di tok bet, di mana pun itu, atau di mana pun, jadinya, diperpast dari. Gifting, gifting itu sendiri, apa? Asensial, remantic, tinggal itu apa. Bahkan, bahkan taking, tu dinner apa gini-gini itu, itu ada apa-apa, ada kayak, kayak our old ini bahwa, si cowo nyebisan nungguin tempat, ya sebenernya kan gini, lu bayang-ngini. Jaman dulu untuk ngakuin sexus susah. Ramnya cowo ya di gua, lu ngomong, apa di mana ga ada, ga rumah ga ada, ga ada nyebis, cek, cek rungan, ada. Jadi, basically, bahwa ke suatu tempat berdua, dong yang romantis apa, macam, "Basih ga i-gulah tempat nih, buat kita bisa cek in gitu, bahasa gitu, gira-gira gitu, "Potasi sih gitu, sorry." Jadi, apa, itu adalah secara untuk menunjukkan, makanya kan yang romantis, kan, yang mungkin agak-agak, "Gelap, tapi ada sedikit ntahtaran." Cahaya, cahaya, kita tetap bisa ngelih, tetap gini, suka macam gitu, dan juga cahaya itu membantu, juga bahwa ini, aman gitu, bahwa berdator, bahwa ini juga macam, pasti yang buat entromatik, ada cahaya bulan, "Gelap, gelap, apa?" "Kalau ga cahaya liling?" "Gelilin, api, apa?" "Api ungun, api ungun." Gitu kan, karena jaman dulu ya, "Of course ga ada, ampun, api ungun." Jadi, that five, nyari tempat apa, nyari yang kayak gitu, itu sebenernya, "Ego dapat, tengah tempat, bahwa kita bisa, yg, bermain-main, gira-gira, itu yang yang itu yang penting." Kenapa, yang idet entang romantik playsist itu, seperti itu? Ya. Nah, kan gua ngeri gini ya, dan gua ngeri raya lofan, ya, itu jaman sekarang. ARnya, dan kali, juga mungkin tau, kita juga ngeri hal-hal kayak gini. Nah, jadi, the real gifting bagi gua adalah ketika, you crafted, actually, sesuatu yang gua punya skill-nya, yang gua tau apa skill-match-nya, yang all these things yang bukan dalam bentik, bisa kebeli, tapi itu hanya kena, yang memiliki, yang bisa memiliki, itu kan yang penting. Jadi, kayak apa pun, bentuknya, with my skill, that's the, yang gua lihat, this actual gifting itu, yang, yang bener-bener tru itu spirit, bukan, bukan manifestasi yang, yang udah, iralfan, ya, lo absol, tapi, terdiri gifting-ving, atau yang jantaunya misalnya, yang agar, ya, atau feedback, atau bentuk-ving, atau, yang nonton, simpel, as nonton series, bisa masuk dengan analysis, yang uniquely me, yang dia, being insightful, lah buat dia gitu. Iya, bener. Terus, ya, apakah ini sesuai? Ya, kalau kamu banyak banget sih, yang kayak, misalnya, makanan yang aku gira, aku nggak suka, suka, ya, makanan, yang gini, yang kamu pas suka yang ini, gini. It shows, kayak, your level of understanding of me. Masak, gua tau yang 5-6 gitu. Yang lima suka ya, ah, gitu maksudnya, tipanya suka, misalnya, yang gampangnya lah, rendang yang, ah gitu, jenisnya, ya, karena nggak suka, ya, dan yang baik, ah, itu, gua tau, kalau gua masuk buat dia, beritahu harus gini, dan segah macam. Ya, dan, ya, kayak gitu sih. gitu, so, dari dari sisi, konsep, oh, du, kita ini dulu ya. Break, break dulu, break up, break up, ya, lanjut. ya, ini udah, saksan. ah, ya udah, itu sih, ya, jadi, try, untuk co-romantist itu sebenernya, bentuknya aja, mungkin yang kalian nggak kelihatan. ya. ah, lagi. okay, sorry. ke potong lagi. tadi, tapi nggak tau nih, dia bakalan jatlah aja, maksudnya. ya, udah, tabra kajal aja, oke. ya, okay, so, that's about giving, and, share konsep kita ngerti, bahwa, ya, share konsep kita ngerti, ya, bahwa itu, ada awal, gimana, ada, ada gimana. ya, tapi aku mau nanya sih, sebenernya, nggak tau ini, kamu mungkin, dari pengalaman kamu, ngan, cew, cew, cew, itu beneran, beneran field something, nggak sih, dari misalnya, dapat bunga, so, aja jujur aku pernah dikasih bunga, gitu kan, beberapa, ya, oh, ya, ya, jadi beneran field nothing, apa yang ini? ya, sama juga, kayak kamu, cew, aku suka, dari tengah penabut gitu kan, gitu ya, ya, jadi cew, cew. aku tuh karena, mikir apat-apatak ramak, gitu maksudnya, misalnya cew, kan suka beriaksi yang kayak, gitu yang kayak, so, sweet, atau apa, aku pikir, mungkin, aku mau ngeri, nggak apa-apa juga, masih, aku mau tau aja, aku mau saran aja, ya, kebetulan, ini tuh beneran, cew, aku suka, gitu, jadi, berarti merut kamu, tepat kamu ada, mungkin, ya, emang, field something, maksudnya nggak beneran, ada, ada, itu maksudnya, aku tahu, ya, kadang-kadang, aku pas pedekate, bubelum jadian nih, pas pedekate, bisa aja kan, gitu aku, ya, aku nggak sih, kayak, dia 100, 100, senang, cinta ketemu temennya, aku suka macam, ada, tapi itu ngetak cew yang kayak, gitu, kan, jadi yang cocok, gitu, yang agak, senang klak-klak kayak gitu, gitu, gitu, ya, abis kan, sorry, jadi untuk semua minta, aku, hepok ngetaknya, harus butuh kayak gitu terlihatnya, ya, kayak biasa dulu, gitu, dan, apa lagi, yang penting juga, gini sih, I think, dalam giving it, buat sesuatu jadi, kadang-kadang, aku juga belum tau, kan kalau misalnya awal, pedekate, itu bagusnya apa, gitu, gini, yang penting jadi, bukan, degiftnya per se, tapi demining atau ada, kebingin logo lah, logo sini, itu, gambar dong tuh apa sih, gitu, tapi, gitu, gitu, kan, sorry, ininya, ininya, semua jaduh, gitu, gitu, aku dikasih, dikasih some touch off, naratif aja, di situnya, itu, yang apa, gitu, saya takut saya pergi, gitu, kan, nah, terenjauh, cuma, itunya doang, gitu, kan, barangnya aja, dan kadang-kadang, kalau bagian narasi, gitu, kan, bikin-bikin narasi, si aku suka ya, ya, ini memang manusia, tu kan producen narasi, memang producen, cerita, gitu, nah, gitu, cerita yang tau, apa gitu kan aku suka, nah, jadi, itu lebih aku dibandingkan, degiftnya self, gitu, kan, itu sih, jadi, jadi, ada, tapi yang, maksudkan, itu, misalnya, itu, intinya, itu memang, the, the, the meaning itself, adalah, something yang, M.A.D Effort Unically, you, gitu, uninya, kita yang, yang jauh, yang bandingkan, emak beli, gitu, top flow gift, lah, juga macam, gitu, terus, apa lagi, ya, sobeda kamu, itu, itu sih, so, pakean terbuka kamu, pakean terbuka, oh, ya, bener, ini yang, sorry, sorry, aku harus misu dulu disini, ga, gini ya, guys, ya, gue tuh, ga punya, sebenernya selera, pakean tertentu, gue punya sendiri ya, gue ga punya penilaian nih, gue bagus sih, gini, gue bagus sih, gitu, gue bernyat, begini, apa yang orangnya? gini, mau ke gini, mau ke gini, mau ke gini, ga, gue bener-bener, pure, gue nurut, toang, sama, gue ikutin gue sendiri, gue ga punya niat, apa, gue juga ga ngerti konsep, konsep pakean tuh, gimana, maksudnya, ini misunya nyoti kanya, gitu, misunya nyoti kanya gini, apa lagi, gitu, ya, you know me, ya, dan, misu tanya aku ga, mungkin ada pemikiran sejauh itu, buah-buah semuatika, gitu kan, kadang-kadang kamu, soal weather yang nggak sadar, oh iya, bener, ya, wadrnya gini, gini, gini, itu, ga pas, kalo jgini, ya, apa, jg, kita gini, kita gini, ya, atau misalnya kan, wadr tuh penting ya, antuk, dingin nih, dingin nih, seberapa, ya, ya, mau dengin, luar-labapa, ya, itu kayak ngaruh, salah-salah semua, apa lagi, semuatika, semuatika, kan, lu misunya nyokit, kalo ini, objektif, ngejelas di physics, gitu, aja gue nggak, ya, dan kadang-kanya lebih, kadang-kanya, apa-duanya ignore, gitu, dan kata-kanya, duyunnya tejakit, kan, saya ke bandung, gitu, gue tau kan, gue bandung kayak apa, gue tiba-pantau, disana, ya, itu kayak gini, "No, I don't, I think this is enough." "Ya, this is okay." "No." "Las udah berjalan?" "We, we, can we go back and get my jacket?" "Naya, gitu, kebayangan, ya, kan, ya, se-se-se- ya, sekarang sih udah, ya, udah, ya, udah, udah, udah, sangat meningin, ya, udah, udah, di bagian situnya, ya, I think, ya, nomor satu, gue semang, ngeliatkannya, seperti apa, "Of course gue yang dandan, jeninya, banggini, gini, gini, gini, segega, macam." dan bukan cumannya, itu gue suka, kan, ya, terlihat seperti itu buat gue, ya, dan juga, ya, apa ya, being wanted, juga, biar orang lain, gue juga suka itu, part of the thrill of the relationship, dan penting buat gue, jadi, itu agak-agak, bukan fet, juga, cuma, ya, ini, ini, kalau ini, buat aku lah, gitu, gue sering ngomong, itu untuk gue, gue suka di situ, kayak gitu, kalau di biar, nanti, ya, ya, ya, ya, ya, ya, ya, ya, ya, ya, gitu, ya, ya, bukan cuman gue ga, apa, justru, itu gue but, kan, ya, itu, itu, itu, apa, setelah negara-negara gue ngomongnya ini aku jadi mikir nih pos, sap, da, what do i wear? gue biar menjari ini. kayak aku bakal masih ingin kutin pakam-gamueri for awhile, or maybe for a hair, pertergahannya gom ikan boleh diambil apa yang bergantung, apa yang bergantung, apa yang bergantung, - kepura kini. - Iya. Experimental, kemudian. gitu, oke, dari aku itu lagi. Terus ada ke mana lagi, yang penting lagi? Apa ya? - Ging gak ada lagi? - Mungkin karefikasi-karefikasi. Oh, ada juga yang sempet menganggap serius. Tweet aku yang moding. Iya. Kan aku bilang, solidya bakal moding hidup 25 jam seharin. Aku becanda doang itu. Gila loh, gak omong kan aku tuh kenapa ya? Aku becanda tuh, gak pernah ditangkap pecanda tuh kenapa, coba. Dan nannis-is antropologinya gak, gak paham juga. Setiap karya aku becanda, ditangkap itu serius gitu. In general, Ability to get the jokes itu emang sempetrum lah. Ya kan, sempetrum doang ada orang yang. Of course, makin mereka ngeptikan mus, makin easy to get the jokes. Ditu terato di source metapap. - Gak tapi ketua lo konsisten banget aja, aku sering banget. - Iya konsistennya. Yang konsistennya ini bukan itunya, yang konsistennya adalah. Aku gak di mengerti- mengerti. Yang konsistennya adalah, ya followers kamu berapa. - Oh ya. - Rij yang bisa dicapai oleh tweet kamu ke level mana, kan? Bukan jaman followers kamu ya kan? Tapi second hand followers lah gitu. Iya, jadi kayak aku malah kelicerewaatin gitu di quote with "Ki apaan?" Nusin dilicerewaatin kayak. Misalnya kayak leba ini orang. - In general, ya. - Jadi ini ya. - Majar saya juga program merupi gini. - Jadi, soalnya gini kalau melukukannya - One of the konsisten yang kita punya adalah kita berdua orangnya gak pernah jarang banget gitu. - Gitu lah. - Bukan kalau aku serius tuh aku di sklemer yang bagian ini gue serius nih gitu. Karena most other time mer joging gitu. - Iya, ikan. - Iya, ikan. - Iya, bagaimana itu? Kita kita lalu melukukannya gitu sih. - Iya gue. - Kita kita takutin. - Santa, ya bukan. - Santa, tajar misalnya gini loh. Santa, tapi masih kalau memang bantanya penting ya, kan? - Iya, ya. - Ya, ya. - Gak mau sihnya di banyak hal tuh? - Pembaluan kita kan memang ya chill dan santa. Bayang banyak becandanya yang kalau mungkin lo gak tau misalnya nih, misalnya mau. - Maksa sih, bambang-sabut tuh becanda. Kalau gak tau, berarti lo belum ngerti gue. - Iya. - Karena itu 2-5 joket. - Bawa, penyampa ini bisa datar tapi dalamnya sebenarnya twist-nya. - Iya. - 2 way you, secret handshake. - Secret handshake, secret handshake. - Secret handshake, kikir end of the Renewer you will. - Dan ini sesuatu yang gini loh, maksud gue. - Iya, kita ngomong bilang aku orangnya lucu banget. - Iya, aku sempurna. - Oh, ya, ya. - Ini masuk top trick wali dis. - Lucu banget sih, ingin lu tau. - Kamu orangnya lucu banget. - Nah itu nih. - Gak kamu gak lain semua entahir. Aku kenal komedian banyak banget ya. Ya, saya ada yang ada yang ada yang mencengit lah gitu. Dan bagaimana, aku nonton juga. Kamu juga nonton kenalin aku ke beberapa komedian sekaya Trevor. - Nah gitu kan. - Ariki gerba, gitu gitu. - Maksud aku nontonin semua stand up reka segala macam. - Setap gak ada yang alahin lucu yang saap deh sih. - Gila gue bisa ngakakin juksnya dia atau apa-apa gitu. - For like the next two or three days gitu. - Dan lo bayang gue ngajok situ di depan umu sebenarnya. - Sarang juga kan aku ngajok. - Iya dan aku gak nyangka kok orang gak ketahua ya gitu. - Dan ini sesuatu yang gini loh. - Dan gue gini kalau dari gue ya, gue gak ngapur orangnya suci itu. Tapi yes, there's always like a twist gitu. - Dilem what I say gitu. - Dilem segala hal. - Dan itu juks gue tuh hier dari anywhere sebenarnya gitu. - Iya. - Kalau karena ya udah sebenarnya kayak gitu. - Yang nangkap itu kan ya gitu. - Yang gak cuma kan ya dong sih ada beberapa. - Of course in my circle. - Dan kadang online juga ada. - Ada. - Karena orang yang mulit online gue nangkap juks itu. - Itu juster gue tanda ya. - Habis itu kontak. Kita lihat terkembangani gimana ya. - Iya. - Kita jadi gantung. - Gantung sih jadi gantung atau gantung? - Jadi ya gitu gitu. Itu gue 2-2 yang ada yang ada. - Dan in general kita memang gitu, memang kita menjaga serius di dalam menurlah. - Jadi ya, jadi bahkan kalau gue lagi serius, kalau pratennya kalau tiga gue serius gue sebenarnya harus ada disclaimer. Gue serius nih kalau sekarang nih. Karena most of the time juster sampai. - Nah, ya itu kan sebagterum lagi lagi ya. - Sbagterum. - Nah, suatu itu serius. - Ini juga mencanda. - Ya udah, jadinya begitu. - Ya, nah balik ke yang tweet programming itu, moding. Masuknya ada juga klit beberapa. Mereen bikin analisisi kayak karena sab datralusi moding gitu. Kita jadi diahan gitu. - Gak ya, masa itu tweet gue beneran genuine libere canda. Dan gue beneran enjoy. So beneran liatin di yang moding dan kerja bareng lah gitu. Saya juga kerja juga, kerja yang kerja gue. Dan dia kerja disamping atau depan gue tuh gue gak pernah ada masalah sama sekali dengan yang namanya sab datralusi mod. - Iya, in general kalau gue si buk itu. Dan sebaliknya juga kan ya. Si buk gini, kalau gue si buk itu kan ya udah 100% pacaya pasti yang gue kerja tepung guna. Ya kan? Ya kan, ya kan, ya kan, ya kamu tahu bahwa buka cuma gue guna. Intinya dia butuh hasilnya bukan duit, ya butuh kan. Off course kerja juga gak pencih. Yang menghilangkan secupi di tidur ngeregi gitu kan. Ngomberan suif gitu kan. Dan gue dan dia beringsebel kalau ada nang. Dia sayang sama orang tapi orang ini terkenaan itu terjangkir. Ini gitu kan. - Ini kan kasih kan gitu kan. - Ini kan punya gini komendidaknya. - Iya gitu. - Dia tuh bukan sebalik sama orangnya. Sebaliknya penyakitnya. Dan apa yang gue lakukan udah pasti deh hampe dari tinggi itu. Itu mau menyimukan menyimukan kita itu secara masi. Ya itu kan ya. Ya, rasa sama farmasi. Itu kan yang buatin bukan doktor ya kan. Doktornya gue jadi doktor bisa tapi mostly jadi farmasinya gitu. Yang obat sakti untuk menyimukan ini semua. Jadi dia udah tau pasti kalau gue si buk apa pun itu udah gak mungkin deh gue gak. Gue bukan gini itu pasti deh otak gue. Kerjain itu udah segala ban cimintok kan. Tergantung macam-macam kan. Apakah itu ngoding untuk platformnya yang ngoding untuk kontennya. - Iya. - Orang kamannya atau bikin soalnya. - Atau apa pun lah. - Iya. Jadi 100% guaranteed dia tau bahwa gue akan melakukannya. Jadi dia gak penamasal dengan gue si buk. - Benar. - Walaupun sebaliknya aku gak 100%. Aku ada 90% boleh. Nah karena kannya ini satu bisa gini. - Gak musuhnya kamu kaku. - Iya, sorry. - Sorry, sorry. - Gak jelas kamu. - Sari kaya sebaliknya dia gue ke kannya. - Iya tadi kan. - Kalau kannya gue pasis rast persen. - Iya, rast persen dia pasing kerja yang berguna. - Kalau gue. - Tapi kalau dia ke gue, - Iya. - Dapet persen, 90%. - Gue prontu. - Ada dua masalah. Ada dua masalah nih. Pertama itu bisa jadi dia gak nge-media strategisnya seberapa prioritas. Itu keren. Ini kamu ngasihnya apa yang ini dulu. Ada yang lebih penting lagi. Yang kedua, kanya itu suka enjoy dia aktivitas. Itu sebenarnya dia kreat justifikasi supaya ini sama. Saya gue sama lakukan itu. Karena kan itu berguna. Wadahnya itu gak berguna. - Itu sakit, kan? - Gak bisa tembak gitu. Apa yang ini? - Bukan berarti di jari masalah besar gak ada yang itu semol proube. - Gue tau lah ke kembal talik. - Iya, ya. - Of course. - Itu. - Ya. - Mereaus. - Ya, itu ya. Masa teri aku cuma mau mempertegas saya. Kamu sibuk tuh naht api havolah. - Orang banyak yang gira, tweet itu serius. - Iya, ya. - Malu lagi? - Aksualing gak ada apa lagi? - Ya kalau ada kamu mungkin. - Apa? - Baling ini sih. - Kalau apa, namanya? Oh ya, itu nyamu gini. Kadang-kadang itu, misalnya kamu tuh foto mechoki. - Oh, ya, ya. - Uy itu rame banget sih. - Orang-orang. - Gini ya. Gue jujur yang memat gue nya sendiri gak pahpah. Gue beribadi prasat guenya, beribadi gak pahpah. Yang jujur gue mempermasa lahin, akhirnya jadi-nya imes orang. - Gitu, jadi. - Iya. - Gue itu gak pahpah, jadi. - Iya, lo tau lah, saya kok cok ya atau feria, terus yang paling sih, segi kamu yang ada gitu. - Iya temen-temen nafolah. - Cok. - Avery close friend dan bukan cuma itu. Itu rsir kok di dalam satu misi gitu. - Iya. - Bersi klik ini adalah sir kok perjuangan kita, karena. - Kamerat. - Kamerat nih, basically, - Ini rsir kok. - Kamerat. - Kamerat gitu. - Dan juga. - Iya, sebenarnya juga gitu kan. - Tapi ada kamera yang kita gue, yang cairwa, karena faina kan itu. Tapi memang, kalau beda ya, jadi gini loh, kan yang kan suka ngeri sadar, efeknya, persemsi orang. Jadi dia, santa ya, jadi. - Jadi, orang. - Dari gue sendiri, gue adalah resultan yang gue sendiri. - Karena dia tau gue, jujur gak pahpah, gitu gue pribadi gak kan. - Helah, gak pahpah, dia gak saya begitu. Tapi kan yang dia gak sadar ada orang lain, kan makanya gimana. Di gue, gue, ya, saya gue ada foto apa, segala orang apa, mau cairwa lah mungkin ini, - Sada sadar. - Di nama rsir kok, ya gue tau kan ini juga gak bakal jelas sama ini. - Iya. - Cuman gue jelas ada. - Kalau gue kayak, - Ini bu set deh. Ini ada om-om foto om. Masih suat yang gue kocik, misalnya kayak gitu kan. Terus gue foto gitu. Ya, karena ada moment, dimana gue proud of her achievement. Misalnya ini gue sih yang cair kok, ya, easy lah gitu kan. Ya gue sih yang cair gitu. Karena ada moment dimana, gue sangat proud of her achievement. - Iya. - Atau apa gini-gini. Ya pengen aja gitu. Untuk ini, cuman, ya gue ngerti, bisa aja orang. - Persepsinya nih. - Persepsinya nih. - Wah lo gimana gimana gini. - Ya, jadi kalau saptain, dia lebih aware dengan persepsi publiknya gimana. - Iya gitu. - Kalau kannya lebih tak berat-berat masuk. - Oke, gas. - Serius, kayak gak engga. - Orang engga. - Iya, jadi, itu kayak gitu di publik- publik. Kita kannya kayak gitu. Ya, memang gitu makanya gitu. - Ya, sama-sama, ya, sebenarnya, ya, saya suka kawan-kawan. - Iya, ya, ya. - Iya, dan mereka gak tau lo, ya, ya. - Bersikelih, ya, wilihnya. - Kita ada misions gitu kan. Kemudian ini, misions itu, ayar banyak yang lebih botin into the mission, yang akan berlincir, kalau kamu mau surkel, kuda sebagai indah, mereka wilingly lah. Boot the work lah untuk helping in the mission, gitu kan. Nandang-nand, kayak gitu kan, ya, "Of course, ya, we appreciate them, dong, gitu, rasanya, we love them, we care about them, gitu, ya, kayak gitu, cuma orang, ya, ya, mungkin bedain situ, orang-orang, orang-orang, oh, ini, ya, ya, ya, dan kembali lagi-lagi-lagi, kita orang-orang yang sangat-sangat chill dan texting joking me juga. - Iya. - Jadi bagian itu, itu mokorifikasi ya, just nothing, gitu, macam-macam, aja itu benar-benar macam-macam, ya, gitu kan. - Iya. - Or else ya, ding, begitu gitu ya. - Kayak udah gak ada lagi, ya, apa lagi ya? Degaku kayak gak ada lagi sih? - Nggak ada lagi. - So far. - Yang penting kayaknya itu sih, ya, yang penting, penting kayaknya itu. Dan juga, pelagia, kalau sih bukan juga sama ya, kita suka ya. Pesibukan dari luar ribahas, kita suka, kita suka, kita suka, kita suka, kita suka, ya, kita suka. Ya, mesai, ya, kan, intinya gini, kan, sering juga kita bilang kan di soal group art itu. Bahwa, we share the same vision, mission, and values. Itu gak berubah dan makan, menurut gue di tahun ini, gitu. Kannya tuh benar-benar, bukan benar-benar, gede sih. Maksudnya benar-benar jadi gede, gitu. Sejab melaka, ya, yang sejab melaka tuh, gue benar-benar, yang sangat-satunya, sangat berubah, bahwa, ini dia udah gede banget nih, gitu. Jisok kita, jisok, du bagin setengah grope. - Oh, ya, benar-ada juga yang kena-kona, ini tapi mungkin, nata sesari litopik, episode ini tapi gak apa-apa yang ditambahin aja. Ya, ya. Ya, ada juga yang komen kayak, kirain dengan episode grow, like grow part itu, kita gak banget grope. Tapi, ya, sebenarnya kita gak grow part. Masutnya, kita udah hannya bukan autof growing up art gitu. - Jisok itu, kalau aku ngerasanya, jisok itu, jisok, ya, ya, ya, ya, ya, ya, makin bukan grope, bukan grope, grope, grope, grope, grope, grope, gede, makin online, makin online, di situ ini. Di bagian itu, jisok makin online, makin online banget. Nah, ya, makin kalau, sekedar itu, ada kludi, gitu. Jisok itu, gitu, kita, so online dan wini, semua relice gitu ya. - Iya. - Gitu, apa lagi, udah ya? - Udah. - I think that's that. - Ya. - Cukup puas kamu udah gak berkata-kata lagi? - Gak sih kalau itu, gak bisa jalan jisi. - Oh, jajah, protes lagi. - Kalau, bisa ya, bisa-bisunya ada lagi, komponin yang, betulan topiknya apa-kita ngomongin apa ya gitu ya. - Misa. - Dan kalau misalnya kan, gini gue gak suka dengan ide, bahwa kesannya kita cuma cita usan riba di kita. - Itu bukan keputusan. - Tapi, jadi yang laku loh. - Iya, suatu makanya, "I don't like the idea." Jadi kalau gue udah ngomongin suatu riba di dalam laku, udah gak ada, gak ada something gitu. Yang, lu tahu lah ya, balah. - Ini itu yang laku, aku udah tahu banget lagi siapalin paham konten. - Jadi, - In the slip-content. - In the slip-content. - In the slip-content, gue gak suka bikin konten just for the sake of, oh, tipe konten gini yang laku. Of course, koderi gue selalu ada, lu ada, what kind of message yang gue pengen lo dapet, kita what kind of things yang insightful atau apa yang lo dapet. Nah, kalau kebetulan, bisa dibungkus dalam, bungkusan yang laku, ya bago, tapi kalau gak, ya, tapi yang pasti, messagenya harus ada, jangan cuman, itu ya, udah banget. Itu sih, I think that's the moment. Hopefully, dengan kayak gini, you can understand you, bahwa, there are multiple facets gitu loh. Jadi, dimensi orang itu lu, gue seten bisa berbeda sebagai ya, cara orang liat dan, yang apa yang kita suka, dan preferensi ya, berbeda itu. Ya, wajar, kalau lu juga kayak gitu, jadi jat, jadi gue gak, ya, ya mungkin lu yang menggunakan, ya sama gue, kita juga aneh, just find red, di underpeer, di underpeer, gue gak aneh, itu kocak gue, ya orang-orang yang, oh, ternyata gue gak sendiri, gue gak aneh, berarti ingga, enggak, kocak, kalau lu gak sendiri, dan yang barang gitu, ya lu aneh, itu tuh, ya, ya, just find the other, ya, [MESA]

Podcast Summary

Key Points:

  1. Pentingnya kejujuran dan umpan balik langsung dalam hubungan, meski dianggap "brutal" oleh orang luar.
  2. Komunikasi terbuka tentang masa lalu, termasuk menjaga hubungan baik dengan mantan pasangan, didasari kepercayaan dan pertumbuhan bersama.
  3. Penerimaan terhadap keunikan dan kebiasaan pasangan, seperti gaya hidup santai atau selera humor yang khas, sebagai bentuk apresiasi.
  4. Perbedaan persepsi publik versus dinamika pribadi pasangan, di mana candaan atau kritik dipahami secara berbeda di dalam hubungan.

Summary:

Percakapan ini membahas dinamika hubungan pasangan yang menekankan komunikasi jujur dan umpan balik langsung, meski sering disalahartikan sebagai sikap brutal oleh orang luar. Mereka membahas pentingnya penerimaan terhadap masa lalu masing-masing, termasuk menjaga hubungan baik dengan mantan, yang didasari kepercayaan dan keinginan untuk tumbuh bersama. Pasangan ini juga menyoroti cara mereka saling menghargai keunikan, seperti kebiasaan gaya hidup santai atau selera humor yang khas, yang justru memperkuat ikatan.

Diskusi menggarisbawahi kesenjangan antara persepsi publik dan realitas hubungan pribadi, di mana candaan atau kritik dipahami secara berbeda di dalam hubungan, menekankan nilai kejujuran dan pemahaman mendalam sebagai fondasi utama.

FAQs

Umpan balik harus jujur dan langsung, namun disampaikan dengan cara yang konstruktif. Penting untuk fokus pada substansi, bukan cara penyampaian, agar tidak disalahartikan.

Memiliki hubungan baik dengan mantan bisa positif jika kedua belah pihak sudah berkembang dan berada di jalur yang benar. Hal ini menunjukkan kedewasaan dan kemampuan menjaga hubungan yang sehat.

Komunikasi terbuka dan saling memahami perspektif masing-masing adalah kunci. Diskusikan perbedaan tersebut untuk menemukan titik temu yang saling menguntungkan.

Humor atau candaan bisa diterima jika kedua pihak menikmatinya dan tidak ada yang tersinggung. Penting untuk memahami batasan dan preferensi pasangan.

Fokus pada apa yang nyaman bagi pasangan, bukan tekanan sosial. Setiap hubungan unik, jadi prioritaskan kesepakatan dan kenyamanan bersama.

Kebersihan pribadi adalah preferensi yang bisa dibicarakan dengan pasangan. Kompromi dan saling menghargai kebutuhan masing-masing lebih penting daripada standar umum.

Chat with AI

Loading...

Pro features

Go deeper with this episode

Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.