Podcast ini membahas makna dan proses kreativitas dalam pembuatan konten, menekankan bahwa kreativitas bukan sekadar ide yang muncul secara tiba-tiba, melainkan hasil dari proses berpikir yang mendalam dan terus-menerus. Penyampaian ide yang kreatif dimulai dari ketenangan mental dan refleksi terhadap pengalaman pribadi, seperti perjalanan hidup atau kegiatan sehari-hari. Kreativitas tidak hanya terjadi saat ide "muncul", tapi berkembang melalui latihan, diskusi, dan keberanian untuk mencoba sesuatu yang tidak biasa. Podcast juga menekankan bahwa konten yang bernilai jujur dan bermakna lebih penting daripada yang hanya mengejar popularitas. Selain itu, kreativitas membutuhkan ketekunan, proses eksplorasi, dan keberanian untuk menghadapi kegagalan. Penulis menyebutkan bahwa setiap orang memiliki potensi untuk kreatif, namun membutuhkan kesadaran diri, latihan, dan komitmen untuk terus mengembangkan diri. Akhirnya, kreativitas yang sejati adalah bentuk ekspresi identitas diri yang tidak terikat pada tren, melainkan tumbuh dari pengalaman pribadi dan pemahaman terhadap nilai-nilai hidup.
Satu!
Iya, iya.
Satu!
Assalamualaikum!
Assalamualaikum!
Assalamualaikum!
Ini hari siapa?
Jadi ayo.
Oh, saya simi hari.
Oh, ya!
Terus moga ini di sini dengan sebagai siang ke 72.
Jadi kita. Jadi kita. Hayat, seduk, seduk.
Jadi kita sama ada tehnian dan tehnya kok ini di sini.
Terus moga. Terus moga. Selamat.
Iya!
Iya!
Iya.
Ayuh, what's up?
Ya, jadi guys, kita ini lagi kedatangan tamu yang speciel banget.
Namanya soalnya kok. Polol igainya, oke?
Seperti.
Semuanya namanya spiral gitu.
Oh, bernanya.
Patent percintaan.
Cinta adalah nama tengah ayu.
Soallah cinta ayu.
Iya, jadi. Jadi. Terus moga. Ayuh penting banget kita hadirkan di. di sini podcastnya terpagin.
Karena dia. luar biasa banget itu cerita kan di dunia.
Jadi kalau kalian penasaran siapa yang di di bawah video-video,
ya otakin pabaitasi yang nyelene,
ya kalau sudah kerja lah. Sayu!
Bangga gue.
Sama ini si konten-konten di bawah kira-klamasa.
Ya, dia main office.
Ya, yang senyang beberapa tahun sebelumnya.
Beberapa tahun sebelumnya.
Ya, sekarang sudah. Sudah bitularkan.
Bitularkan.
Dan itu. Itu atinya salah satu butik.
Bawa ayu tuh belas yang menolarkan,
virus-pirus. Buji enggak deh.
Virus-pirus kreativitas yang ada pada dininnya.
Oke lanjut.
Yup, kalau bisa dapat idah gitu,
udah di mana sih?
Apakah harus lalu. Timinus. Sakyen.
Gak sebenarnya.
Ya, udah dari kali.
Ya, udah dakan.
Sebenerah itu ada sebuah konsek yang menarik ya.
Tuk sebuah idah.
Kalo sana yang kita ngaliat,
ke sana kita bahas idah ya, sebenarnya kayak. idah itu. siada betek gimana sih.
Bisa pola pikir yang harus dibangun untuk mendapatkan sebuah idah yang keren itu kayak gimana gitu.
Ya kan.
Sebelumnya ini sebelumnya ini ya.
Sebelumnya ini ya.
Aku tahu pandis keren dulu di awal nih.
Apa yang akan saya samakan disini tuh. Ini tuh muridah disiap ribadi.
Ya, udah masyap ayu biah.
Testerah meketongga, ya mudah hampat.
Tapi yang. Ini yang selama ini saya rasa ini berhasil di terapin.
Di tanpa sejarah kelamasa.
Ya, gitu kan.
Skrivsi.
Skrivsi.
Gak buat banget skrivsi.
Masuk konten-konten bucin itu ya.
Bahaya ya.
Mereka menemukan juga termasuk sebenarnya.
Teranggan lah, pokok rame.
Ada yang memangnya kreativnya kreativ tinking gitu ya.
Semuanya kita kosa yang kita ngomong nantang kreativ tinking ya.
Itu tuh ada perdebatan temen gue yang dia bayar yang bisa kita kreativnya.
Mereka berbeda-beda.
Ada yang bilang kreativ itu kayak. A, B, G, G, gitu.
Terusnya memang akhirnya nggak ada sebuah kesepakatan.
Ada yang bilang bahwa kreativnya itu. Lebih orang hasinya ke soal Rums Oving gitu kan.
Nah kalau yang kita akan ngomongin disini, orang tesnya ada lagi deh.
Gimana caranya ngelih sebuah idein?
Yang itu tuh memang. Apa ya, odok de box banget gitu.
Odok de box interval fun, sama pasarnya gitu kan.
Nah sebenarnya, pasannya kita mau ngomong kreativitas.
Kenamanya.
Itu tuh kayak ini kayak. Misalnya, kalian ini boi cahanya.
Jadi dia masih kecil ya.
Masih umurnya masih 3 tahun gitu kan.
Terus kayak laper gue. Bahan-bapa nggak ada, ada kacao ya.
Ada dulu kasih kan.
Bukan.
Ada berasa, sama ada tuh lari kan.
Jadi kalau sangat ada tak ada kreativ, itu pasti makan berasa langsung. mentah keras kayak gitu.
Iya kan, kayak ini kayak. Silat bus.
Iya dia busin, dia kan.
Terusnya.
Kalo dia. Aduh ada.
Dia udah nggak lah.
Dia udah. Anggup saja ya.
Anggup saja.
Kalau saya ada salah, silakan komentar di bawah.
Kalau gue agak kreativ dikit.
Nah, kalau saya kreativ dikit ya.
Fasi tebian tuh bakal ngeracik.
Kalo kreativ banyak.
Gak, terlalu kok.
Mereka kreativ, terlalu.
Nasi, bakal jambar terlalu lar kan.
Nah, ada aduk di bakar nih.
Terlalu aja nggak enak.
Itu kalau dikit ya.
Kalau banyak, kalau banyak.
Nasi dimasap.
Ini kan, masih dimasap.
Kalau banyak banget, bikin. Harap apa?
Terlalu apa?
Ya, itu lah.
Yang tadi apa?
Maksudnya bikin rupa.
Kita kan jadi recept baru.
Yang belum ada persa sebelumnya gitu kan.
Jadi agar sebenarnya kreativ.
Jadi sebenarnya kreativnya apa gitu kan.
Dan lah ketika kita bisa mengkonekting dot. Nggak ada di bikinan kita.
Dot itu adalah. Malam ngalaman ilmu.
Perajian kita dapat kan.
Jadi sebenarnya sebul itu.
Nah, jubah caranya kita mau naik segi dot.
Ini menjadi sebuah suatu yang baru.
Maksudnya, nggak segitar itu ya.
Kreativ itu kan.
Semua orang bisa ngomongin dot itu.
Masalah adalah orang-orang nanti dot itu.
Nggak nanti dot itu.
Dengan sempatnya udah pernah ada joy.
Maksudnya kaya ATM.
Kaya nggak enak.
Maksudnya cuma ATM gitu kan.
Maksudnya itu ibu.
Udah gitu kan.
Nah, udah udah bisa kaya ini.
Ini ada ada sebuah.
Ada sebuah cerita yang salah menarik.
Coba.
Jadi ada, ada terakhnya.
Terakhnya.
Lalu terjembatan gitu.
Lalu terjembatan orang gitu kan.
Terus tiba-tiba nyangkut atasnya.
Jubret.
Ini pengen jubret cibi ini.
Bunya kayak nih.
Ya.
Oh, sorry.
Iya kan.
Nah, terusnya.
Kapan ikan, panikan, auroran.
Wah, wah, wah, panik, panik, panik.
Iya kan.
Ya kan, datang lah.
Berbagai ekspertis gitu kan.
Alim dari Pemadam,
Alim dari. Pokernya Pak Cipil.
Oras Pembelang.
Coba tadi ini bisa dibungkah gitu kan.
Baya bisa lagi buat.
Mereka mau nge-bila.
Mereka mau nge-bila.
Mereka mau nge-bila.
lah yang lebih gede ini dalam untuk jupresnya, sepulasusnya itu tuh di dalam gitu gitu gitu gitu gitu gitu.
Alam bahwasan. Alam bahwasan ada sepulasus kan.
Iya kan. Itu gede sih ya tuh kayak apa namanya kita peraka tempat mana aja.
Kita perabaca apa aja ya kan. Kita halasnya di apa aja, kayak mereka perakaan perakaan perakaan kita lalu.
Joksa apa yang nggak mau kita tadi gitu kan.
Kalau bahasa komunikasi itu frame-of-frame-of experience, jadi referensi-referensi yang udah pernah kita lalu di belakang sana.
Itu masuk di depan pun tuh jupresnya tuh makanya beda orang yang suka mengkonsumsi akuran sampe mengkonsumsi Memhagian.
Itu pasti beda kan ini dia. Kalau dia deh gimana tuh?
Iya, bagusnya.
Bener-bener, bagusnya.
Jalan saturnya meajah kuradi.
Iya ya, bener-bener gitu kan.
Semuanya yang bangkannya tadi ada sepulasusnya sama banget ngomongnya.
- Susu tidak Susu? - Apakah alam boh sana?
Alam boh sana. Atau dari bahasa tadi Pak, frame-of experience ya.
- F-o-r-f-o-e. - F-o-r-f-o-e. F-o-e-e. F-o-e-e. F-o-e-e-e-e, berarti kan.
Nah, problemnya ada banyak orang ada lah.
Pintu buat mengaikan antara konsus dan subs konsus main itu tuh bisa kunci ya kan.
Nah, karena bisa kunci.
Nah, karena bisa kunci karena tadi sebenarnya.
Karena auto masing yang makin, makin kasar gitu kan.
Kada akhir kita lupa, boh ada subs konsusnya lebih banyak.
- Jadi dikit-kira pun? - Nah, kenapa kita pas kita rewa?
Aks apa sih terpaksa dan sebagainya itu?
Kira muncul semua nya, karena itu penting kebuka.
- Depakkah? Jadi itu? - Jadi itu hanya muncul ketika kita neleksi.
Nah, ide itu muncul, kira-kira itu kan.
Dan kondisi, kalau nge-resil, leleksi.
Dan kondisi kita tuh berfikir, berfikir secara utuh gitu.
Jadi kayak full of, apa ya, full of, sadar aja.
- Kesehadaan aja, sadar aja? - Belok pasis.
Kalau kita lagi ngobrol kayak gini ya.
Biasanya berpohoran.
Nggak bisa langsung ngomong kan.
Saya nemusalah, saya ni kan agak agak, ada sebagainya itu.
Saya yang terover gitu kan.
Itu saya nggak bisa nih kayak tiba-tiba ngomong kayak gini.
Saya nggak bisa tiba-tiba ngomong kayak gini, nggak bisa.
- Gini tuh nggak bisa ya. - Jadi harus disiapin.
- Nggak. - Terus apa?
- Dia bisa sayang, jadi dikit-kit-kit-kit-kit-kit-kit. - Iya.
Gak tau, nggak bisa.
Ya, beberapa orang udah luar sana lah ya, nah.
Ini kayak gitu kan.
Tapi ada beberapa orang yang nyempos-pos aja gitu kan.
Ini orang udah bisa gini di mana.
Gitu nggak bisa berhenti kan, kayak gini.
Jadi kayak, sebenernya lu nanti ga ada lagi macari kita ke bawah dan membuat idea gitu.
Bawa situasi-situasi yang emang-emang relaxing.
Elaksin itu untuk mencakup dari kayak.
Bakal ini ya apaan ya, ketih-ketih badat lain ya.
Ketih-ketih lain atau ketih-ketih lagi gitu.
- Gini. - Sari.
- Anak-anak, kayak gitu itu baru lah, tapi dia tuh kebuka, agar kita bisa nambuhkan sebuah dot dot yang sangat luar biasa banyak gitu kan.
Jadi ya, seperti itu adalah sebuah beda terbesar.
Ketih-ketih kita apa yang mencari sebuah edit, ya nggak sih.
Terusnya ketih-ketih apa ketiga penami, ketih-ketih kita terpaksa, ketih-ketih kita apa relax itu kebuka untuk positifisnya ya kan.
Nah, terciap ala lagi nih, udah kebuka nih kan, gimacara orang itu ngedotnya.
Simpelnya adalah kita sayang-sayang punya sebuah rules.
Sebuah, sebuah rules sebuah sebuah sebuah rumus, ya nggak. Untuk mencapai sebuah, apa namanya, ketidian-kidian bagus gitu kan.
Jangan tarah adalah rules, rules berat-berat, ya nggak.
Terus ya, what if? Terusnya, imagine if, apakah itu, ya nggak.
Cuman tognya ada seperti ini.
Oke, disini misalnya nih ya, waktu itu ada tahun berapa, tahun besar, tahun pulan, orang masalah dia tuh pengen buat sebuah.
Mereka tuh like off, tadi source, sedal jepar gitu kan.
Semereka tuh mikir kan, kita tuh nggak punya theater, kita nggak punya film, kita nggak punya film, turusnya kayak kita nggak punya film.
Nah ini sebagai bagaimana cara kita akhirnya, misalnya ini semua perbunuh ini akhirnya.
Terus pada mikir kan, khusahnya kita nggak punya film, nggak punya theater, nggak punya theater, nggak punya apa-nya apa namanya?
Girl's Cop, ya kan, ya udah kita, dari pada orang untuk besok, kita udah tinggi besok orang-orang.
Terus itu ya, kita ngeluarin mari kemar, ya apa, hal-hal yang beda-beda nggak ada di biosek gitu.
Ini di film itu, keluar orang, ya kan.
Apunuh terus ini, misalnya biot, akhirnya khusahnya kayak gitu kan, berarti kan?
Yang tadi dua dia bisa tergedi kan, ya kan. Terusnya khusahnya ada tergedi-tergedi, itu nggak mungkin film-film disini, ya disini.
Kayak prinses, terus ada yang, yang telah-telah itu juga benar-benar jauh mungkin nggak.
Kayaknya ada bisa bisa ada prinses lain, terus ada, ada apa lain-lain yang sebagian, dan akhirnya jadi lah sebuah.
Wahana, yang paling kereta sendiri ya, ya disini lain, ya kan.
Jadi saya cinta dari kayak gitu kan. Masuk dari rumah sandari adalah gimana cara kita nyaris sebuah, nyaris sebuah perabung gitu, dari sebuah perabung.
Yang kira bertemu dengan apa, dengan bertemu dengan sebuah, apa yang namanya.
Kemen, kemen apa yang isenya, umuman lah, umuman gitu kan.
Kemen sensik itu kan, kira-kira kita ngobrol gitu, dari sebuah solusi, ya nggak sih, contohnya kayak gitu.
Mercedez bens gitu kan, itu udah bertaun-taun berterus-taun kan, untuk ngobrol gitu, espertnya di sana gitu.
Dan akhirnya mereka, tau ini cuma gitu gitu.
Seki-sekeh, emar ke palamu yang sana gitu.
Iya kan, saya bisa bikin gue.
Nah, iya.
Yang ternyata dia jelaskan.
Apa yang juga sih?
Nah, Google, Delta Facebook gitu kan, itu nggak pernah bikin mobil.
Ya.
Lekirnya mulain, mereka nggak terserah lain, ya nggak sih.
Mereka tuh ngeliati, oh ya udah, kita nggak sepakistir.
Jadi lah, mobilin, otomatis.
Ayah, ayah, ayah, ayah, ayah kan, ya nggak sih, ya nggak sih, ya nggak.
Lalu, kosan yang kita ngobrol, ah barisan nih gitu kan.
Barisan, barisan nantiri gitu kan, nantiri, nantiri, nantiri, nantiri.
Nafisnya, nantiri, nah, balik ke rumus tadi, rulsinya, rulsinya adalah mesin nantiri gitu kan.
What, what if, aja, what if, gimana jika, nantiri?
Nantiri gitu kan, cari gimana, gimana jika, oh gimana kosan nih, kita nantinya tuh virtual.
Ya, ya.
Dengar bisa ngayang entre ya, ya. Pake kekasih-kasih virtual gitu kan, daudah kayak hitik gitu kan, sebagainya.
Jadi kayak, sebenarnya nih, disini kita dapat bahwa sebenernya dari ori-dari, ori-dari, ya kayak science gitu ya komen sih, komen seseng ada di sekitar kita tuh.
Siara nggak langsung, siara nggak sadar, bahkan kita sendiri ya, itu tuh kementuk kita menjadi seorang yang kaku.
Seorang yang kaku, kayak kan ada bukering gitu kan, ngikutin komen aja.
Mungkin ya, mungkin temen-temen semua itu ngerasa lagi ngebikin ide.
Mungkin udah ngedot gitu kan, sebenernya nggak, sebenernya kayak.
Itu duduk nih tersedia aja.
Mungkin ya, misalnya ide gitu kan, misalnya ide nih ya, bahan bikin apa ya, kampanya ya gitu kan.
Kampanya satu gitu ya, apa ya, ya ngeliju, ngeliju, ngeliju, di-lan, di-lan, bikin favorit di-dilan, ah gitu kan.
Dilan lah, gini, kata-kata.
Ya kan nih, itu mampai, kata-kata, enggak sih, kata-kata, ngasih.
Kisul-kata, gini, nguluh ya.
Diat skit, man.
Dilan is over at it, kan?
Nih ya, perempan jadi kayak, apa sih, nge-kara tiba-tiba, kan? Dan makanya orang-orang yang kata, orang-orang yang ini, makanya kayak ide ya, makanya kayak ide ya.
Itu tuh mereka tuh bergerak-gerak sama sebuah, apa ya sebuah.
Terus, ini tas, ini ya, ngasih.
Mereka tuh terpunjarat, tapi gimana?
Semua, malau pikir.
Kalau dia malah nge-plainya, kayak gini ya, set, set, cuman pengen gitu.
Dabat pasar, yang lagi rame aja gitu loh.
Kamu gila, lagi rame aja.
Nah, itu ada caranya sebenernya.
Super.
Kita nanti sih, sekarang aja.
Jadi gini, gini, gini. Jadi gini, gini.
Taka nya, kan, ya, entah ya, bisa nge-penjarat senang gimana caranya. Kita tuh berada apa dengan rally.
Kita masih ngomongin iddik, kan? Kita masih ngomongin diri kita sendiri, gitu, kan?
Gue punya iddik, gini, gini, gini, gini, gini.
Apakah ada beres-negawir, ada beres-negawir, kan?
Kita masih berada-benar rally, kan? Juga misalnya kayak, gue nih, gue pengen buat ini lah, pengen buat musuh lah diorek lama di masjid jisal man gitu kan.
Apakah boleh? Tidak.
Terus, ya, tidak boleh.
Tidak, tidak.
- Juga ada misalnya? - Iya, kan? Apa yang ditusol?
- Tidak. - Iya kan? Iya, kan?
Ya, makanya nih, oke, udah ubahkan jadi apa aja, makanya.
- Iya, iya. - Jadi gini, gini.
Ya, kalian membutuhi misalnya, buat apa juga?
Jadi ada masalahnya.
Masalahnya apa, kan? Masalahnya, menurut orang maggar kan?
- Iya. - Haram maggar kemensit.
Padahal sekarnya ada di musid gitu.
Dan, ya, kenapa terlalu metar-berungnya sampai?
Ya, kan, ya udah. Selesi, bati bukan buat musuh lah.
Tapi ya, gimana caranya batarannya gak maggar?
Iya, kan.
Oke, ada nih ya, ada nih ya, waktu itu nih ya, disini gitu ya.
Itu tuh instep-off dari pada dia tunggal hair emploi ya.
Dia tunggal, dia tunggalnya dikas.
- Kasi? - Kasi-kasi, kasi-kasi, kasi-kasi, kasi-kasi, prampang gitu.
Tapi, kasi-kasi itu main itu di ini, di depan luar, ribaik-layar, di operator.
Di mana? Di jalan?
- Ketantor. - Nah, ngerti, masalahnya.
- Jadi ga ada merukang? - Nggak, jadi masalahnya emploi ini.
Di ganti, salahnya kayak kasi, di ganti, konsepnya di kasi, jadi kayak main.
Jadi merukang itu, sekarang kan kayak, gue lagi bermain lu di disini lah.
- Iya. - Atau kayak gini, misalnya nih ada, ada, ada, ada gisah gini kan.
Ada orang yang asok ke sebuah otel gitu kan, sekaya.
Iya, resa psionusia, baik banget gitu kan.
Kita yang mana jadi nih, cee, bos kok.
Dan sosialis loh, keren banget gitu, baik banget, udah excellent banget gitu kan.
Bisa dia bilang, nah, kita gak punya resa psionus kok.
- Kaget kan nih? - Lalu bisa tidur gue mau mau siapa?
- Setam. - Enggala.
Kita gak punya resa psionus, kita punya direktor offers impression.
- Ais. - Iyoi, asyiali lo lah ya.
- Gila. - Sama aja tuh resi.
Di pada gini kita gak sih pengharga lo, bikin asyiali disana kan.
Biasanya ada idea gitu, jadi kayak kita coba, kita coba ngomong, ngomong berat dibuara di vlog.
Kebayaan gak sih, coba nih ya, coba asyiali lagi nih, keren.
Posanya kita pengen buat gikian mobil, gitu kan, mobil.
Kita kayak keren disana, ada apa aja, harus ada apa aja?
- Sudah ya. - Ayar, terus.
- Trus? - Trus.
- Trus? - Ember.
- Ember, trus? - Trus.
- Spons, trus? - Trus.
- Terjahin. - Terjahin.
- Kalau gue paksin apa aja? - Trus.
Cukitu dong kan?
- System-system. - System.
Jauh bakasnya kita ganti jadi auto-spat.
- Iya. - Iya.
- Ini gue lap-dapet dari sebuah video sih auto-spat.
- Abang ada apa-apa yang jauh banget? - Auto-spat?
- Mampu-mampu. - Mampu-mampu ya?
- Mampu-mampu ya? - Mampu-mampu ya?
Peraka-sepangnya?
- Peraka-sepangnya. - Peraka-sepangnya.
- Gak sama makhlih. - Ubarah jadi gak apa ya? - Jadi apa ya? Dia mana kita ngomongin waktu? - Iya.
- Dispatu misalnya ada-ada-ada-ada-ada-ada-hipon yang yang beringcur, kan? - Yang aja.
Ada itu mempertenangin, kan? Nah, kalau saya ada kita video.
itu bakal ada
kalo ada fokong musik
bakal ada
mungkin kalo ada ada nilai tambah gitu
nilai tambah
oke kayak
sesimpa ganti
kayaknya sih gitu kayaknya mau jadi keis itu
ada nilai tambahnya disana terlanturnanya
jadi kayak
begitu lah
kalo sana kita udah bisa ngebrek keberiri
ngebrek destik banget
itu bakal muncul kemungkinan yang sangat luar biasa
sebenernya kosaannya tanya apa kakak saya tidak terhadap
ya kan bilang kayak
aku enggak pernah tv gitu kan
bengal
apa?
apa mau ambah?
mau ambah tuh ya cuma di auto
cuma buldur pengepikernya yang dipinggiran botol gitu kan
iya jadi
jadi gue mau ambah sih gue lupa
itu kan nilai gue
yaa
sebenernya semua orang tuh bisa dilihatin
oke nama ke spak
apa, spak
masih di spak ya
kalo udah bilang
dia kan dilihatin
nelak menasak dinyengen gak dilihatin
nelak menasak dinyengen gak dilihatin
nelak menasak dinyengen gak dilihatin
nelak menemukan yang terjadi
nelak menemukan yang terjadi
nelak menemukan yang terjadi
Nelak menemukan yang terjadi
nelak menemukan yang terjadi
nelak menemukan yang terjadi
nelak menemukan yang terjadi
kaya apa nya?
jatuh cinta pada pandem pertama tak sebuah yang. yang. yang. yang. yang yang indah ya kan
atau gitu kan. eh. itu gitu kan. jibrat. waduh. ditikung kan?
jibrat siang. jangan. kaya. kaya. sedih gitu kan. agak. sedih gitu kan. ini pada akhirnya. ketika sedih gitu. bahwa meratik ya. jadi alergi itu jadi. bener. kaya. gua ngomong lagi lah. lu ngomong. ngomong. ngomong. bahwa sanika lah gua diserah gitu kan. kan. gitu juga gitu kan. dan situ tuh ketika dia watan. aku coba-coba. apa?
coba disana. aku coba nyadar di merikalah bahwa. oh. apa namanya?
ada. ada apa. ya. tapi tapi bukan gitu caranya. ya kan. segala peratenal lu. punya tuh bisa untuk halanya lebih. oke gitu. lu sampai padahal kesimpulannya tuh juga
berarti kan. karena udah mengenal medan loh. nah bener. ya gitu. pada kira kaya. emang lah bisa. gitu ya gini ya. mokong tadi saya ga berutal. nyamanin tangga apa nambut cimusnya gitu. ya gitu. itu sebab fitra. emang temen semua jangan sampai akhirnya. bener-bener menalih akhirnya gitu. apa namanya ini nih. jadi kaya kusut nih. sehingga masalah. tiga masalah. tiga. tapi tapi. gak ada kira gini. ada kira bahwa. ya Islam itu ada Saudi Agenda maksudnya. masalah itu yang menakut kan. kita bisa memungkusi ketomnya. kita kayak gimana. sama halnya gitu. karena maksudnya bikin. bikin. gua diri sebagai. sebagai maksudnya kuacakan. karena kita tau bahwa. tadi kita tuh ya orang-orang kuatak juga. dan ternyata. bukan nih. masalah gini. kenapa akhirnya yang menurut saya ini. untuk menurut saya sih. kenapa akhirnya yang lucu-lucu itu tuh. itu salah fitra. salah lu, salah lu. oke. gitu kan. karena menelet buat semua kalangan. dia suffrag. nilai nilai sih tuh. itu rata banget sama nilai gitu gitu. jadi kaya. sebenernya ga perlu resiat pun. khosannya tergetek nilai nilai sih ya. itu tuh udah masih udah bersergelat gitu. ya ga sih. bisa lu ga mau ngis. biasanya khosannya tuh. kalo nilai nilai sih ya. gitu kan cara kembal. misalnya lebih luas. itu sebenernya konten lucu tuh udah. udah. kayak jalan pintas lah. gitu. beda halnya khosannya. kontennya nanti yang lebih serius dan motivasi kayak gitu. itu pulus sekali. pun bahkan lucu juga butuh skill gitu. semua butuh skill. yang bisa lu kontennya temukan ya. gitu. so. sepaknya. so. beneran. ga bisa. ga bisa. beneran. ya. aprival itu ga bisa semuanya. lu tuh kayak effnya ga bisa ga bisa semuanya. kan bisa di konten kayak gitu. ya beneran. tadi kembar sebelumnya ya. selalu tuh kengasalam. bahas tentang mari kota main dan dari ya. ya. satu. setelah itu intinya adalah. gini sih. dalam kita manang benar-benar. cara kita bisa lebih bijak untuk bertindak tapi. ya. kita bakal lebih bijak buat. luar konten. buku sebuah konten. maksudnya. ketika ada konekannya yang gitu sebenernya. mungkin bagi kita. enak kan lebih konsum sih. jangan-jangan bagi orang lain tuh. enak. enak kan belum enak gitu. maka kita misalnya dikasih. apa ya. yang misalnya dikasih tahap. gitu ga sih kayak enak kecil. yang baru bisa merangkat. gitu di seluruh hari kan. namunkin. misalnya disuruh jangan dulu. baru hari. gitu kan. bukan mungkin orang yang baru. menawak Islam. Tiba-tiba. gitu di seluruh. perangguh plastinya kan. namun mungkin. benerah. misalnya. ya. gitu kan. ya. ya. ya. jadi lebih. lebih. ya. di jaksa. gitu. kau kalo gue ga ada ngomongin. kan coja. aku udah ada gini. ya. aku udah ada gini. ya. itu saya failu. dulu. um. failu ini juga. failu ini pasti tau lah. kayak kontennya kita buat ini. ini penakubah seperti disengahnya sih. tapi failu ini. panjang. kita tau gitu bahwa. yang kita buat ini. satu yang memang urgy, satu yang memang. itu pasti ada lah ya. ada makna di balikar ya. iya. iya. kalo disaya tuh udah kelas suatu ini. ada makna di beli chanda. iya. biasa. aku gila-bicanda. ada makanya. ya. dan marah-marah matu. selesai. dia. most important thing. kayak lucu gini coi. lucu gini itu orang itu. banyakan tuh kayak terlalu pedo. setelah pedo kayak. ayo udah lah. dia tuh terlalu marah-marah fatulsa. fakir lu pas sama kondisi lapangan. marah-matul insan. marah-matul salu. kanal diri sendiri. misalnya warna semuanya sih. aku tuh ucimahin ga. nama kan. nah, mari ga nyebetul ini. misalnya warna. kenal diri sendiri gitu kan. misalnya orang-orang tuh terlalu pedo kayak. gue bisa gambar nih. gue bisa bikin. fotografi gitu kan. iya. akhirnya buat buat aja. iya. buat-buat-buat-buat-buat. kalo tuh. buat siapa budak apa gitu kan. agar gini. waktu dia masyarakat masyarakat. gak tau kondisi masyarakat. iya. ada gitu-beda gitu kan. kira-kira. bakal. terima gak. soalnya. kita gak tau kayak masyarakat produknya. tapi gak ada yang ngomong beli gitu. kadang-kadang orang. iya. iya. beli-beli produk saya. tapi. rata-rata yang. kita kak-kita masyarakat itu. ada orang gitu kan. kita mau beli. atau. bahkan. itu lu pas sama rata matul selfie ya. dia tuh gak pedi. mostnya gimana. dia tuh akhirnya nyeron orang lain. yang kayak. ini. ini bagus nih konten nih. apa-apa aku nih. tantas bagus nih lucu banget gitu kan. itu tina. akhirnya deh nih gue tian nih jeplak gitu kan. ngelihat topalitas. oke. dot gitu. itu kayak. akaranya dia cuma ngelihat jeplak. karena dia ngelihat bisa nletan bas tuluju. akhirnya dia cuma gue tukuluju juga. ini kan pada saatnya follow dia tuh bapak gitu. sorry ya. nah itu maksudnya ya akhirnya gak punya. gak tuh gini. dia tuh sebenarnya jago. jago bin konten. saat video. di lubangatnya itu dalamnya gitu. dia di sejukah bin konten yang gak apa-apa di pesan. misalnya. misalnya. itu kan. dia sos. dia gitu. gitu. misalnya. misalnya. ya misalnya dia tuh. jobak. gue pengen yang konten sama lucu banget lah. racer gitu kan. dia cuma racer kan. dia sebenarnya dia orang gak racer. dia kan. jadi. jadi. jadi imani. itu serius gitu. serius gitu. serius gitu. serius gitu. terus ya kira-kira-kira. bakal ketawa gak ada. bakal suka gak. ya enggak. bakal diketawa. bakal cringe gitu kan. bakal cringe. bakal cringe. bakal ketawa kan sama. jadi lah. apa nanya?
adabu. adabu. jelas seperti yang doda gitu kan. adabu. agak kalusnya. ya. kamu lagi jadi lagi. iya jadi cantol. iya. benar-benar nampak. iya ini dibahin. iya aduh. iya. negara juga bisa dibahin. iya. iya jadi gimana. udah. iya. jadi pelu disini tuh. asini. nilai. benar-benar. iya tadi. iya tadi kita melihat. ada. ada menalme dan. ada pelu. ada. menalme dan disini. orang-orang itu kalau nggak sangat kedi teruknya deh. tapi nggak temen dan. atau nggak. terawungnya kutin. nggak ada meruputnya kemarin alas aving yang gitu. makanya tidak bisa dengnafikan. bahwa kejidiranan kita pun ini kan kita masih masih ngesini. ya kan. sakkila kita masih masih ngesini kalau kata bahasa. bahasa noman alihannya. itu tuh nggak boleh dilupakin gitu. misalnya. iya kan. jadi kaya pasarnya lu orangnya emang. motivosional gitu. inspiratif ya. udah jadi orang inspiratif aja tulisannya. kaya saya yang agak. nilai gitu. nilai gitu. enggak sih. kosa ada lu orangnya emang akhirnya serius. dengan pemikiran lu yang mau serius. dan bisa membuat satu konten agak sering oke banget. ya udah saraja. gitu enggak sih. mau serupa ini tuhnya. lu kosa adanya. gini gini. kosa ada orang lu juuh gitu kan. nama emang. terus. jauh jauhnya dia ada pin gitu kan sama. sama parang sama medan yang. seru. medan yang beda gitu kan. itu jangan. ilaas penuhnya. memang yang sebenarnya. karena. di medendet pada akhirnya. enggak. medan lu nggak mungkin sebenernya tuh ini apa. homogian. enggak sih. enggak biner. dia tuh spektrum pasti. enggak sih. dia tuh spektum. enggak sih. ya jadi ya. nah. ini tuh penting. mengenal bener. identitas kalian tuh penting. ohai para. calon-calon chicare. ya oke. identitas kalian. mengenal diri itu penting banget. untuk membentuk. karakteristik dari. ya apa yang kalian buat. nah lu bukan antara pilih identitas. dan sama itu penting banget. kenapa penting banget. ada gini sebenarnya. jalan sampai kita pada akhirnya. itu tuh lo fokus banyak-banyak. banyak-banyak kepada konten CR-kart. konten karakteristik sekarang itu. atau pelak-pelak-pelak-pelak-pelak-pelak-pelak-pelak-pelak-pelak-pelak. itu lo fokus ke. ke skill ya. skill. skill. tapi lo pas sama felu yang digak. setelah bahas ngeluang felu yang dibawa. selan. contoh. contohnya adalah bang. ya apa yang lain. contohnya tinggi banget diberang-ingbalan gitu. ya apa yang lain. lu contoh tapi jalan diberang. ya enggak. contohnya di sendiri gimana. contoh temen sendiri gimana. ya udah. contohnya al deka ini. al deka ini kampusnya. jalan layar. contohnya di sendiri. di sendiri. misalnya gue dulu nih ya. turut gue tuh sebelum akhirnya mau sekitabit. kan gue fokusnya ke skill kan. gue tau orangnya sekil banget. spesan gitu ya. karena saya malu memang menurut skill. coi. kayak. tau ga tau ga. sebelum nih ya. gue tuh mau sekitabit. tau ga di jen buat apa. buat apa. buat mau sekitabit. gue tuh panjarian yang mau terpiksaar. oh. pisi oner. asa kan kayak. akhirnya gue tuh orangnya kayak tipe lo tipe kal. orang yang mungkin ga mau diomari. cakap cakap kayak gitu lagi. jok. jok. cakap cionnis. cakap cionnis kayak. indah di panjari atau nge-nya. ya oke. ya video-video. finger-figur cakap nge-nya. seku mikir kan kayak. dan gue berthap kayak gini kayak. jisya buat gue. jujur jisya. tapi seneng. tapi seneng. gue seneng juga. tapi lo tau itu. tuntutan. ya. terik ya. buat apa gue. asa mikir kan. asa mikir kan. ya gitu. kok lah sebekah. nah. tuh beneran tuh beneran. terus terus. akhirnya gue mikir. wah ini ternata. banyak orang. akhirnya komikus komikus. gini gini. komikus komikus islam sekarang itu. kebanyakan. kata kena gue juga nih. raka masak. dibilang, bahwa. dibilang gue. bang. lu ini kayak. lu gak bunga sama. teet ya. ngomong sama bahwa komikus islam gitu. ya. nah apa yang mana. gue tau gue ga komik-komiknya. racer aja semua. oke. gak bagus kolonitas ya gitu. ada sih konten ada sih. Ada sih ini apa nomor?
Ehh, isinya tapi kayak. - Gampang gitu kayak gak menarik lu bahacagit loh?
- Kamu juta di kata loh?
- Menarik tadi gak menariknya?
- Ya mungkin menariknya lagi masyarakat, tapi gak menarik lagi gitu.
- Salahnya kurang jadi kayak begitu menarik, begitu kayak emang fokusnya kayak gak merayaknya kayak gak merayak gitu kan.
- Tapi dia tuh gak tau filmnya apa, filmnya itu gak tau dalam.
Masuk saya film di sini sebenarnya pemahaman.
- Sakau fahit kan, kelialmuannya kita yang kita punya gitu.
- Iya, kenapa orang sepaku sekak dirinya sendiri gitu, ke sekil ada yang apa lu buat ke pemahaman di makanya kayak kurang teman-teman sekarang lu kayak.
- Gue ada bagus disanya kok, ini gak ngaku ya, ya karena lu gak pemahaman lu ya.
- Ilmendi koteng diri itu tidak bagus, seindikasi bokeh gitu gitu kan.
- Karena gak ada nilai di keranianya gitu gitu?
- Karena nilai kecil gak ada nilai, karena kecil dikit nilai nya.
- Nilai nya tuh tidak di. - Tidak membeli diri, apa ya tidak diacik dengan indah.
- Iya ngasih, masyarakat misalnya kita ngomongin tentang keberserahan gitu kan.
- Berserahan, awak kalu gitu kan.
- Orang orang mungkin kayak kita masih berserah gitu kan.
- Ya, berarti gitu.
- Masanya kita akhirnya menyesok ke ufeng yang lebih luas.
- Kalo masanya kita tau misalkan sekolah bagi manusia gitu kan.
- Menyesok ke ufengannya punya sebuah tendensi untuk bergantung pada suatu gitu kan.
- Bangan sejak menjadi jangin, dia bergantung ke pada rahim kan.
- Seberdikin dia, bergantung pada suatu pasti.
- Kalau gak uang, kalau gak uang, apa?
- Uang, huang, huang dan huang.
- Uang ya, baru jawatan gitu kan, jawatan ya juga tuh hanyalah terakhirnya.
- Bistir juga sama tuh hanyalah, orang-orang tuh salah menempatin lubang gitu ya dengan suatu yang lain selain tuhan.
- Iya kan, masyarakat akhirnya ini orang itu gak bergantung, mereka cuma bilang kayak "ee sudah kita berserah diri gitu."
- Diat, buat I mean, tentang value ini lo masih nge-nge-nge-nge-nge-nge.
- Jadi kayak itu besi-besi udah saat juga, dan ini sebenernya lupa.
- Ya mungkin aku kasih berapa tip sih, bahwa masih berapa cerita kan.
- Masalah udah menakonan tiga itu tapi belum berasal gitu. - Nah, ya saya bilang kan semua orang tuh bisa kreatin.
Tapi saya tidak bilang semua itu kreatin itu gampang gitu.
- Lagia lagi, butuh nama nya latihan, bisa butuh namanya proses, sebut temen-temen belajar dan sebagiannya.
- Jangan kira ketika temen-temen semua dengan podcast ini, tiba-tiba, temen-temen semua dari tempat tidurnya habis gue orang gitu kan.
- Gue orang yang sama tidurnya, maksudnya set itu menjadi seorang.
- Betul kreatori yang sama, wow tiba-tiba, ya kalau jadi jadi 100 skat gitu kan, busta il banget.
- Kusafir, nggak busta lagi ya.
- Bukusnya kalau kayak gitu busta il, ya nggak busta lagi.
- Cuma agak, yaa.
- Skasus lain tuh, kaksus selalu jadi.
- Berat jika, semuanya tiba-tiba proses ya.
- Nah, mungkin saya mesti belajar lagi.
- Iya, bener-bener sekali, makasih kan.
- Salah-salaam.
- Iya, satu muka.
- Sekarang mutahnya, Kak.
- Apa?
- Nyanyi idah tuh baiknya, apa nih, kalau pakai sendiri, biasanya.
- Apa?
- Kaka biasa yang harus ngapain dulu apakah harus bawa tote bagus,
semendunggu senja sambil, indik banget kan.
- Sambil gak mau pilih.
- Ada ada aja kamu, ya seperti itu.
- Ada doping ditemtung, kan sih?
- Sebenernya sih?
- Doping idah.
- Tidak tuh hal yang saya, ayo, ayo tuh ada lah.
- Gak, gak.
- Mereka ada lah, ternana sih.
- Mereka ada lagi, ternana.
- Itu nara ya, kalau pun cinya ya.
- Itu bisa dintike macem-macem-macem-macem-macem-macem-macem-macem-macem.
- Ketanang berfikir tuh bisa dapet dari sebuah kesendirian, kan?
- Iya kan.
- Kesebaran itu bukan begitu.
- Rumsya sendiri dari. - Rumsya menangaskan diri, orang banyak gitu loh.
- Masuk goa!
- Maksuk goa!
- Rumsya sendiri, kan?
- Barisnya gitu.
- Maksudnya tinggal lu, pun banget dihirupi kok ya.
- Kali-kali-kali-kali di tengah nama ya.
- Iya.
- Itu benar-benar secara gini.
Dari sini saya menangaskan-benar cepok tenangan.
Dari sini saya menangka ke mana-mana.
- Tapi saya nangka ke belatih ke mana-mana.
- Iya.
- Untuk menemangkan.
Akhirnya saya ada uvar tingkar.
- Gak tobat kan?
- Maksudnya dia, dia, dia.
- Jadi ternika lagi.
- Ternika lagi sendiri, terus ikunya ke mana-mana.
- Itu apa, abis tu yang ngolakutan apakah dicatet?
- Nah, dicatet-tecai.
- Ada segalanya mobil sama orang dulu, gitu.
- Atau lu udah gini musiknya tadi pas kita boleh poteknya.
- Sementara gini sendiri gini.
- Intinya atau ada di ketenangan perfikir?
- Raya.
- Tertenangan ada mochanan gitu.
- Iya?
- Kesehatan temen-temen.
- Aku tak ada kanan nih.
Jari kaki dari kampus ke kosan.
Tidak-tidak.
- Iya.
- Dari baca buku juga dapet id.
- Iya.
- Tidak-tidak.
- Jadi benar-tidak adalah sebuah.
- Dari kan ponen-tidak dotkan.
- Tidak-tidak dulu, ya.
- Tidak dulu dengan apa dengan membaca, dengan diskusi.
Itu benar-benar dapet, benar-benar.
- Ampulang.
- Kata-kata semuanya sedikit.
- Coba cari umur dulu.
- Coba-coba, coba-coba, coba-coba.
- Serius, desitu.
- Akhirnya kita dapet sebuah.
- Dapet teman-teman bakar dulu.
- Dapet mentahnya dulu.
- Baru selain itu.
- Tapi kita berfikir tentenang.
- Nah, kita masak itu.
untuk mendapat ketenangan untuk ada setiap setiap setiap setiap setiap setiap setiap setiap setiap setiap setiap setiap setiap setiap set
nah, ini nih siak selalu papan yang bener-bener
jadi tanya bener-bener bagus pertanyaan nih
jadi gimana caranya kalau saya sih prinsinya adalah
jangan sampai kita termakan sama stigma
dan sama komunitas sebenarnya ubah sih
gini-gini cokong, gini cokong
lu minggir sote yang membeli bener-bener beda
original hitas itu adalah sebuah kunci
tapi bukan kunci
matahari tidak ada yang baru
tapi kan gak semua orang tahu ada yang baru
jadi saya pun di kata yang begitu
malahnya beda, jadi gini, ini polak pun
ya, ada sangat takut, ada pasti gak ada yang baru di unik kan
tapi gini kan
ya, analgi teriap, ada matahari yang matahari kan gitu-tadi
tapi kan gak semua orang tahu ada matahari bisa kan?
pasang gua?
pasang gua?
pasang gua?
pasang gua?
dia kan, jadi kek pasangnya kita pernah akhirnya
ya sudah berusaha sebegitu kan?
gitu ini
pokoknya prinsip gua adalah tidak
tidak sama gitu kan?
hero cari ya
dari tata yang berbeda
menggunakan berbeda bener-bener buktur di sebagainya
perusahaan kayak oh ini kira gua kira banget perusahaan banget kan?
pun kusahaan yang mirip ya udah gitu
kalau cuma ada keselintaran orang tuanya tahu
dan cuma juga masalah kita
karena kita juga
gak tahu ada itu, gakkan?
jadi gintinya kita harus buat fikir mendishe
dalam laki sebelum begini kan?
jadi ada masa lainnya aja harus ngundi penempatan
ya bener-bener
temen-temen
tau ini gak tau di perjanti kan?
kita mau ke perjanti kan?
tingkin, tingkin, tingkin
dia berjem-tingkin sama kau perjain tingkin tahu?
gak?
kau perjain tingkin tuh cara pokok fikir
yang menurut dari sautial object itu
itu di talin kayak ini apa aja ya senya gitu kan?
bahawa dia menurut banget kan?
ada masalah nih?
ada masalahnya apa aja?
di intensifikasi kayak gitu kan?
gitu kan?
itu kaya al
ya?
nampol
kan gue bilang al ya?
ada lagi kalo menjadi tingkin, mungkin gitu kali itu sebenernya mungkin gak lebih di perjainnya ya kan?
kalo gue lebih di perjainnya itu kebalikan untuk keluar, kita memberi semua batas yang batasan yang ada gitu lah
jadi kayak bisa jadi misalnya kita mau mingin mingin ya
terus kita itu mau mingin gajah gua
bener-bener kemana-mana?
ada kemana-mana?
itu bener-bener
apa?
iya mana-mana?
iya mana-mana?
buat kes yang kalian ingatnya ini sudah melalui banyak
ada di tingkin perjainnya di tingkin perjainnya
iya apa?
tapi ya?
tapi ya?
tapi ya gak apa-apa kan itu cara
gitu kan?
yang akhirnya ayo begitu ya?
itu kan ya?
fossa anda ya?
tadi ada banyak kan?
jauh cara jaringnya?
kayak gitu!
kayak kayak gitu?
oh supuh enak ya?
ya?
ternyata kayak kita kira ya?
gitu lah?
ya dia gue kelius oleh ya?
ya?
ya gak kepikir nih?
misalnya kayak?
apa kayak ya?
kayak kayak kayak apa ya?
itu kayak logo
mutur, gitu kan?
iya kan?
siapa yang lepau?
siapa ingin ya?
iya?
ya?
banyak yang. banyak yang mengapresinya?
alam gila
atau gak?
siapa yang bisa mengenginya?
nandara?
400?
400?
iya, 400 sama
ini ada peluang mana plastik?
peluang mana plastik?
itu ga mungkin
itu lahir?
iya iya?
kadang gak?
itu tuh
itu jadi sebuah innovasi yang
kadang-kadang penting di awal gitu kan?
iya iya
niat banget gitu
atau gak?
atau gak?
siapa yang gira?
iya iya
iya iya
gua bigung siapa lagi ya?
ya kan?
siapa lagi ya?
ah ini
disaifu lah itu
apa sih saya biar nggak sambung?
disaifu kan?
saya yang bisa ngeliatan antara
pelaku desain daerah
yang apa?
yang menyakit aturan-aturan
dengan investigasi kan?
iya kan?
iya kan?
iya kan?
kira-kira sambungi sama dia ya?
kocak apa jadi?
iya dia
salah satu contoh orang yang
mau fredjan banget?
takut ada yang gak tau
itu mau mengen video?
itu mau mengen video?
itu mau mengen video
reklam asa yang. garat?
garat?
garat?
garat?
terakhirnya yang investigasi?
terakhirnya yang menjokkan, menjokkan memen
nonton ya?
nonton ya?
dan dapet subscribe?
ya?
siap?
saipul dan sombom?
jadi yang membuat indik?
ya kan?
dia anak-anak raka masanya juga?
ya?
ya?
jadi temen-temen semua pas lain
dan itu mengekrasa minderi yang ngerak
dari denger-darik ya?
oh kobrat banget jadi konten-geri antar ya?
jadi ngekrasi
ngekrasi, kobrat banget
karena temen-temen, prosesnya terlalu lama banyak ribu
semikir, gue bisa gak ya?
mungkin kayak gitu kan?
temen-temen bisa ada
bahwa orang-orang hebat ya?
temen-temen tahu gitu kan?
kayak teko nih?
ya kan?
kayak tejas min?
sama aja?
ya?
ya, tau kayak?
mungkin tau Fika Uli ya?
korea urin-urin dan sebagainya?
itu pernah ngeluhin proses
tahap posisi juji
sama kayak temen-temen sekarang?
ya?
ya kan?
dan gak ada biar temen-temen semua ya?
temen-temen semua ya?
yang bikin beda apa?
Tinggal biar ada yang mereka mau berusaha.
Jadi jani.
Jangan menyerah, jamin dulu, dicivah dulu gagal dulu, wajar, baik kekit lagi, dan terus kebelangi, prosesnya sampai berhasil.
Besit!
Woohoo!
-Ban, omkongan, you! -Ban, omkongan, you!
-Komeninuas! -Komeninuas!
-Ban, beneran, beneran. -Ban, yang muka, lu? -Ban, yang muka, lu? Bersama?
Oke deh, terima kasih, ayo, sudah menjadi disini menemani kekasemua.
-Ya, samusnya. -Degar yang banyak yang siapa yang menemani kekasemua.
-Ban, gue terima kasih, lu? -Ban, itu. -Tidak, terima kasih, ayo, sudah ada disini menemani kekasemua.
-Apa mulai sudah mempunyikan ilbu nya, semoga bermanfaat, teman-teman juga di beluang dulu dengan ngerti pada makin senangat,
buat mengenjangan konten-konten yang mempunyai si Anak punya velu lebih.
Terima kasih, ayo, pas kita ketemu lagi di podcast van Juti, insyaallah ya!
-Apa? -Sama-sama, hari kumpul-kumpul-kumpul-kumpul-kumpul.
-Apa? -Sama-sama, hari kumpul-kumpul-kumpul.
Podcast Summary
Key Points:
Podcast ini membahas pentingnya kreativitas dalam konten, terutama melalui proses berpikir yang terbuka dan menghubungkan pengalaman pribadi dengan konteks sosial.
Kreativitas tidak hanya soal ide yang "gagah", tetapi juga terbentuk dari kebiasaan berpikir, refleksi, dan ketenangan dalam menghadapi permasalahan.
Penyampaian ide yang kreatif membutuhkan ketenangan mental dan proses pemikiran yang tidak terburu-buru, karena ide terbaik muncul saat kita merasa nyaman dan terhubung dengan pengalaman sebelumnya.
Ada perbedaan antara konten yang hanya mengejar popularitas dan konten yang jujur, bermakna, dan menggambarkan identitas diri secara tulus.
Kreativitas bisa dikembangkan melalui latihan, diskusi, membaca, dan eksplorasi pengalaman pribadi, bukan hanya dengan ide yang muncul secara tiba-tiba.
Penting untuk tidak menyerah dan terus mengalami proses, karena keberhasilan kreatif datang dari iterasi, kesalahan, dan eksperimen.
Pengalaman individu, seperti perjalanan dari kampus ke kosan atau membaca buku, menjadi sumber ide yang kuat bagi kreativitas.
Kreativitas yang sejati adalah bentuk ekspresi diri yang tidak terikat pada tren, melainkan berakar pada pemahaman diri dan nilai-nilai pribadi.
Summary:
Podcast ini membahas makna dan proses kreativitas dalam pembuatan konten, menekankan bahwa kreativitas bukan sekadar ide yang muncul secara tiba-tiba, melainkan hasil dari proses berpikir yang mendalam dan terus-menerus. Penyampaian ide yang kreatif dimulai dari ketenangan mental dan refleksi terhadap pengalaman pribadi, seperti perjalanan hidup atau kegiatan sehari-hari. Kreativitas tidak hanya terjadi saat ide "muncul", tapi berkembang melalui latihan, diskusi, dan keberanian untuk mencoba sesuatu yang tidak biasa.
Podcast juga menekankan bahwa konten yang bernilai jujur dan bermakna lebih penting daripada yang hanya mengejar popularitas. Selain itu, kreativitas membutuhkan ketekunan, proses eksplorasi, dan keberanian untuk menghadapi kegagalan. Penulis menyebutkan bahwa setiap orang memiliki potensi untuk kreatif, namun membutuhkan kesadaran diri, latihan, dan komitmen untuk terus mengembangkan diri.
Akhirnya, kreativitas yang sejati adalah bentuk ekspresi identitas diri yang tidak terikat pada tren, melainkan tumbuh dari pengalaman pribadi dan pemahaman terhadap nilai-nilai hidup.
FAQs
Kreativitas dijelaskan sebagai proses menghubungkan ide-ide baru yang tidak pernah ada sebelumnya, dengan cara memperkuat pola pikir dan menciptakan sesuatu yang berbeda dari apa yang sudah ada sebelumnya.
Ide kreatif muncul saat seseorang berada dalam kondisi tenang dan relaks, serta saat menghubungkan pengalaman pribadi dengan kebutuhan atau masalah yang ada di sekitar, tanpa terlalu terikat pada aturan yang kaku.
Kreativitas sedikit menghasilkan sesuatu yang baru namun tetap seimbang, sedangkan kreativitas berlebihan bisa membuat hasilnya terlalu berlebihan dan tidak enak dimakan, seperti nasi yang dimasak terlalu lama atau terlalu keras.
Mengenal identitas diri membantu seseorang membangun karakteristik unik dalam karya kreatifnya, sehingga konten yang dihasilkan lebih autentik, relevan, dan bisa menarik perhatian audiens secara spesifik.
Kesendirian memberikan ruang untuk berpikir secara mendalam dan merenung, yang memungkinkan seseorang memperoleh ide-ide baru yang mungkin tidak muncul dalam lingkungan sosial yang ramai.
Dengan membuka diri terhadap ide-ide yang berbeda, mempertanyakan asumsi awal, dan menggunakan pertanyaan seperti 'what if' atau 'imagine if', agar tidak terjebak dalam pola pikir yang sudah ada.
Chat with AI
Loading...
Pro features
Go deeper with this episode
Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.