Pertemuan keenam membahas pemikiran politik Michel Foucault, yang berpusat pada konsep kepatuhan dan disiplin dalam masyarakat kontemporer. Foucault menolak penjelasan tradisional tentang kepatuhan, seperti ketakutan akan Leviathan (Hobbes) atau kontrak sosial (Locke), dan justru berargumen bahwa kekuasaan bekerja secara halus melalui seluruh jaringan sosial. Kekuasaan tidak hanya menekan, tetapi juga memproduksi perilaku dengan mendisiplinkan tubuh dan pikiran manusia. Contoh utamanya adalah panoptikon, sebuah desain penjara yang menciptakan ilusi pengawasan konstan, sehingga individu menginternalisasi disiplin dan mengawasi diri sendiri. Foucault menunjukkan logika serupa berlaku di institusi seperti sekolah, barak tentara, dan rumah sakit, yang berfungsi menormalisasi perilaku "abnormal" sesuai standar kekuasaan. Lebih lanjut, Foucault memperkenalkan biopolitik, di mana negara modern mengatur aspek biologis populasi (kelahiran, kesehatan, kematian) untuk menjamin produktivitas dan ketertiban. Melalui governementality, negara mengelola populasi tanpa kekerasan langsung, menggunakan kebijakan, statistik, dan sistem untuk membimbing perilaku secara sukarela. Intinya, kekuasaan bagi Foucault adalah jaringan produktif yang tertanam dalam praktik sosial sehari-hari, membentuk kepatuhan melalui disiplin dan pengaturan kehidupan.
Halo semuanya, kali ini di pertemuan ke 6, artinya kita sudah menjelang pertemuan akhir sebelum UTS, bahasa kita kali ini adalah membuat pemikiran politik satu toko spesifik, membuat Michelle Fuku, kenapa ini dibahas ada spesifik karena pemikiran politik Michelle Fuku ini sering disebut sebagai salah satu pemikiran politik yang paling berpengaruh ke di dalam field saftar politik kontemporer. Di pemikiran Fuku ini konsep centralnya berpusah pada kepatuhan dan diciplin gitu. Bagaimana pemikiran yang lalu, kayaknya kita pernah diskusi di kelas, yang tentu banget mengenai kenapa sih orang itu mau patuh terhadap suksial terpentu, terhadap aturan sosial terpentu, tapi tidak ada yang homaksa, yang mendisiplin karena terhadap law enforcement, itu tidak ada di sekitar kita dan tidak kelihatan gitu. Again, there is no gun to your head. And someone still choose to obey certain roles. Beberapa waktu itu diskusi kita karena kita membahas tradisi field saftar top-makeiran politik yang lain, misalnya dari CC nanti istilah test, temen-temen akan ketemu dengan pemikiran politik, temas hopes, temas hopes ini, dia ngomong dari CC yang nanti akan temen-temen kenal di teorih hais sebagai realismo, atau sudah yang paling gali di sekitar pertemuan ini benar-benar langsung, temen-temen sudah, karena sudah dengan tradisi berpikiran realismo, yang baikkan memorang patuh itu karena takut, karena ada leviatan, ya, or monster yang besar yang membuat orang itu patuh, yang yang ditakuti dan memakirnya orang takut di celakai di atur dan seurusnya kena mereka membeli untuk atuk, dan sosial order atau keteraturan sosial itu munculnya dari sana. Udah di CC lainnya misalnya karena ada zone lock yang teranggal dengan tradisi berpikir liberalisme, turunannya nanti akan tautemen kenal sebagai liberalisme. Zone lock memikirannya sebaliknya dari Thomas Subsorang patuh itu karena ada saranya orang bisa bekerjasama, orang itu mature enough untuk berpikir bahwa mereka harusnya bekerjasama untuk mencapai hasil yang maksimal dari sistem sosial ini. Kalau mereka perang dan ribu terus dan tidak ada sosial order atau keteraturan sosial, masyarakat ini tidak akan kemana-mana kita berada pada ini akan manduk dan terusnya makanya, teoria namanya kena nanti temen-temenkan pelajari sebagai contract sosial. Nah misal fuku juga menjalaskan hal yang sama, maka orang atuk tapi dengan oncenya sangat berbeda. Misal fuku ini memikirannya politiknya boleh digatakan sangat skeptis dan banyak yang menyembut kalau dalam kacamatanya misal fuku, everything is sounds dangerous gitu. Jadi semuanya jadi kelihatan berbahaya mengancam dan keloadi waspada AI. Karena menjalaskan fuku terhadap kepatu hantar di siklin itu argument central dia adalah bahwa kalau tadi si kepatu hant dalam konteks dalam pemikiran temas hopes dan John Locke tadi itu benda nya ada, selehiatan kemudian orang nya ada, yang mengatur ada sosial kontrak itu kena tini ada menuju orang-orang yang dianggap kompeten untuk mengatur untuk membuat ata kelole yang bahkan mungkin sambat satu detik yang situasi. Ini situasi namanya gavermen yang bisa mengciptakan sosial order gitu. Benda dalam konteks fuku kekuasaan itu power itu dibahankan sebagai sesuatu yang bahas aja adalah ran through every sosial fabric gitu. Jadi disetiyap istitusi sosial itu ada power untuk mendisciplinkan pemikiran tubuh manusia dan seterusnya. Itu konsepnya. Mungkin sebelum-sulun sampai kesana, benar kan begini. Kenapa ya ketika teman-teman ada di naik motor, naik mobil, kan. Kemudian tidak ada polisi dan seluruh sehingga kan diperampatan aston yang krawdit-d. Dan kalau panggil yang krawdit sekali, teman-teman ngeliat lampu merah, anda semua brenti. Kenapa? Kenapa tidak terus aja? Kalau ada jalan terus yang di depan mungkin akan brenti. Mungkin akan brenti karena melihat anda jalan terus. Kenapa anda tidak melakukan arrogant situ? Kenapa anda memilih untuk mematuhi symbol symbol lalu entah tertentu, misalnya kayak pelang ramburan-burang lintah, kemudian traffic light, dan seterusnya. Kalau traffic light mungkin ada bisa berargumen sual safety. Tapi kalau tanda bisakan di larang putar balik, kalau anda hidup di kota, yang di kota besar tanda di larang putar balik, itu salah satu hal yang di patuhi. Kalau di Indonesia mungkin, nggak kurang hidup, kalau ada pergi klone-krim, kenapa? Kenapa nesanat patuh dengan aturan-aturan dan symbol yang ada di sana. Anda di kecupang sangat. Mungkin anda nunggu kretah di orang cepang itu sangat strek dengan antri, antri, antri, antri, antri. Satu satu kebelakang. Kenapa ketika orang di Indonesia ke sana, anda juga kepatuh. Kenapa tidak seperti di sini aja? Itu problem kepatuhan yang kedua, misalkan lagi soal hellem. Di kita argument mengenai hellem, kawajul menggunakan hellem, jadi aturan spesifnya kalau udah undang. Tapi tidak banyak yang patuh. Saya kan masih soal hain unsut. Banyak yang kekampus, nggak pakai hellem gitu kan. Kalau mau di datang, mungkin nampir 50% lebih. Apalagi yang tempat tinggalnya dikampus itu. Tapi kan, pemerintah sudah mengatakan bahwa melalui undang-undang ya. Itu hal yang wajib. Pertanyaannya dari sisi perspektinya fuku adalah kenapa pemerintah perlu mengaturan mengenai hellem. Kenapa? Kenapa kalau banyak, misalkan warga negaranya yang cidra, cicellakaan, tinggal, gara-gara, hellem. Kenapa, kenapa warga harus patuh dengan aturan-aturan yang dibuat oleh gafur menitu. Dan di sisi sebaliknya kenapa gafur menperlu mengaturan mengenai hellhaut tersebut. Pertanyaan central yang ditanyakan oleh misalkan fuku sebagai bagian dari film pemikiran politiknya. Di sisi ini, fuku mengenai listisnya secara bahasa yang digunakan adalah kenyal logisid. Kenyal logis artinya dia mencerai sejarah. Jadi sejarahnya gimana sih dulu, kota sampai kita sampai ada di posisi ini. Karena setiap konsep sosial, setiap konsep, setiap praktik sosial, dikontid kelihatan dari ruang hampa. Artinya selalu ada proses pendahulunya selalu ada proses sejarahnya. Ada datang dengan sejarahnya, orang dulu makan tidak pakai alat-makan, dan selalu ada proses sejarahnya. Api ring, makin tidak ada bering, pakai alat-makan, dalam bisang. Belum ada teknologi, belum ada industri yang menurutkan peradaapan makan dengan uten silah. Itu cara berbicara fuku, pasti ada kebelakangnya sampai kita sampai di titi ini, pasti melakukan banyak banyak proses dulu. Mereka fuku muncul dengan penjelasan, otornya tadi, abad ke-18, jaman medieval Europe, kera dia orang prancis. Jadi dia penjelasan itu berrefer ke masyarakat Europe, abad pertangan. Terenaknya kualsan politik itu diabad-abad itu sangat fokus ya atau konsolans kali dengan tubuh manusia. Fuku, fuku sebagai dosail badis. Maluah, pamelalui penjara. Ini yang menarik fuku itu.
Dia mengawali argumentnya dengan, dia masuk ke penjara. Kemudian, dia masuk dan meneliti kepada penjara. Dia melihat, rama si orang ketika misalkan dia ngebermasa lah se-resosial, dia masukin penjara, kemudian keluar dari penjara sekian tahun, dia ngebisa berbaural lagi dengan masyarakat, hidup dengan masyarakat lagi. Pada makin dia pernah membungu orang, dia pernah menawker kejahatan yang apa namanya berat gitu, gena-gena lah. Kenapa? Bidu kenapa? Negara menganggap bahwa ketika orang masuk ke satu bangunan, kemudian di proses di sana, se-resosial politik, dengan dia dia hanggap, bisa bergabung lagi dalam masyarakat. Ini titing, poinnya disebut fuku, misalk fokus sebagai panotik, kona ini juga penjelasan yang penting, temen-temen peratikan mengenai panoptikon. Kalau temen-temen melihat film, film atau dokumentasi penjara 14-18, itu kan di tengahnya selalu ada menara, kemudian dia menyorat lampu, kemudian dia ketang, kemudian mutter, in-metsnya, atau ruang penjara, selalu ada di sekitar, apa namanya, menaranya itu kan. Jadi mutter, itu bula, kemudian tengahnya ada, menaranya, dan biasanya menaranya itu, kata-nya kata gelap, jadi dari orang dari luar, tidak bisa melihat ke dalam, tapi orang yang di dalam, bisa melihat ke luar, pengamati. Nah, bagi misalk fuku, ini adalah salah satu teknologi, simpel, tapi dia salah efektif untuk membuat para tahnan itu patuh, merasa di awasi, yang dari dalam, bukan yang sipir penjara-nya kan, bisa melihat ke luar. O, si ini, saat waktunya tidur, dia tidak tidur malah, ribut, akhirnya sipernya dateng dikebukan, disakang. Yang lain, juga begitu waktu-nya, makan atau ke luar kamar, dan dia tidak ke luar kamar, atau tidak, dia tidak tersipernya dateng dikebukan. Proces itu berulang, sehingga menciptakan, image, atau kekawatiran dari si in-metsnya di, si, apa yang tahnan, ya namanya, si tahnannya tadi, kalau dia tidak melakukan sesuatu, seperti yang disampaikan siper, kan dia tidak tahu kan? Yang dari luar, gak bisa melihat ke dalam sipernya lagi ngeliatin, dari menarapan optikon tadi. Akhirnya, membuat ilusi baham mereka selalu di awasi, mereka akan berasum si baham mereka selalu di awasi. Dan paknya, padampaknya adalah, narapi dan itu, tahnannya itu kan, kayak jadi siper bagi dirinya sendiri, gitu. Dia akan mendisciplinkan dirinya sendiri, sehingga karena dia tidak bisa melihat kepan dia di awasi, dia akan berasum si bahwa dia selalu di awasi, 24 jam, antar antih, gitu. Karena kalau dia tidak melakukan itu, dan paknya akan sangat keawat buat dia. Oke, nah itu, analogi kekuasaan yang dibayai dianggu di Anmatul Emisial Fuku, ya, kekuasaan itu tidak lagi perlu, pakai rantai, orang tidak perlu di rantai di bajaran, di lepasin aja. Dia abtur hidupnya dan susunya. Tapi, dengan skema panoptik konta, dijari dia selalu, memememem di sebelah dirinya sendiri, gitu. Itu yang di awasi di penjara, gitu, keren dia, dia, memhasilkan perubahan perilaku yang signifikan, oke, dalam konteks penjara. Kemudian, misalnya pukul mengalami lagi, Fuku ini, itu gifio bagaulah story, dia, ayahnya adalah doktornya, jadi dia dekat dengan, ya, picarah berpikir mengenai itu manusia itu, tidak lahir dari hal yang, ruang kampah dari ya, tapi dia punya secara kuarka doktor kemudian, makanya, pemikiran mengenai medis itu berkembang di situ, ya, dia dianglihat bapaknya, gitu, kan. Kemudian, misal Fuku mengamati lagi, loh. Jangan-jangan, semua asyitusi sosial itu, bekerja dengan logika penjara yang tadi, panoptik, kan, gitu. Contoh, misal Fuku kemudian kedua, selah dia pergi dari ke-perki ke-menjara, dia pergi ke barat tentara, di barat tentara juga, hal yang sama terjadi, ada di disciplinkan dengan sangat, apa namanya, detail, gitu ya, di atur mulai dari, ada dateng mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki, cara berpaken, cara ngomong siap, wah, ia takia selalu gitu kan, tentara, kan. Kemudian, kalau di Indonesia ya, siap, siap salah, ada seterusnya lah. Kemudian, di atur sampai sangat detail, sampai cara narok, apa namanya, baju di dalam, lemari aja di atur kan kalau di barat tentara, sampai cara kita berpikir, boleh gak kita ngebangta komandan kan, gak boleh, di tentara, nah, cara berkejarian kan sama, di, apa namanya, penjara tadi, emang, anda kalau di tahan, dia boleh ngebangta si pir, kan gak boleh, jadi kebukan, karena itu jalannya mendisciplinkan itu, oke, di barat tentara, kemudian di yang paling menarik ada di rumah sakit, rumah sakit hal yang sama terjadi, kalau anda dianggap, kalau anda merasa misalkan sakit berut, gitu ya, oke, kalau dia akan datang ke satu tempat yang menyediakan pelayan nengke sehatan, namanya misalkan, let's say, anda, you, someone rasu di imediat, sorry, UGD, namanya, oke, unit jawad darurat. Ada di sana, di SS, pelayan nengke sehatan, ketemu doktor misalkan, oh, udah doktor bilang bahwa, oh, anda ini mas, ini rupannya, anda adalah sakit, let's say, sakit berut, anda teriata, karena gert, gitu. Berani gak ada belakir doktornya bahwa, enggak doktor, ini bukan gert, ini merusainya adalah, apa, anuh ya atau flug, ya, doktor salah, gitu. Coba, berani enggak. Enggak, oke, doktor has power over you in those situations. Oke, kemudian, doktornya gak bisa dibantah, kemudian doktornya bilang bahwa, oh, anda ini untuk sembuh, anda butuh perawatan di, kan, rawat inak di, di, kamar rumah sakit, gitu. Di rumah sakit. Oke, anda masuk satu ruang, kotak itu sekian gak, mungkin 4 kali 4, tergambut kamarnya, ya, kemudian, anda diinfus, oke, jadi anda gak bisa kemana-mana, anda di atur, tidurnya kapan, makan 3 kali sehari di atur apa saja? Mirum obatnya kapan, boleh ketemu siapa, tot dan tidaknya di atur, oke, komeneritme hidupnya, kerjanya kapan di atur, kemudian, isiratnya kapan di atur, oke, sampai ngomong dengan siapa, kerjanya di atur, kalau mungkin ada jidur, tau gak yang, sama seperti itu, yang mengurakan loki, loki kayak yang sama itu apa, penjara. Sama, anda diangkap sakit seras sosial, anda misalnya akan membunuh orang, itu kan, diangkap sakit seras sosial oleh negara, muda anda di sidang, terlihatan, ada, anda difonis, sebagai orangnya sakit, karena perilaku sosial anda, tidak bisa, diangkap tidak bisa hidup di tengah masyarakat, anda masuk dimasukan ke satu tempat, namanya penjara, di penjara pertama, kalian ada datang, anda ketemu dengan siber penjara, siber penjara, ngelihat, rekord anda, oh siapa ini, dia sakitnya ada sakit membunuh orang, makanya, okomanya adalah, misakan 20 tahun, atau 10 tahun, ok, dapat anda bahantah, berhenti, kan, tidak bisa, siber penjara, tidak bisa dibahantah, pun, anda dimasukan ke satu ruangan, oh pak, dirante kaki ini, misalnya, sama dengan pakai infus, kan, tidak bisa ke mana-mana, anda makan 3 gangesari di atur, anda, menginum mungkin di aturan, ada ke toilet kapan di atur, anda olah-alah gapan, isirat kapan, kerja kapan, ketemu siapa anda di atur, bahan bajan anda di atur, cara berpikir anda, di atur, sama, seraprin siap sama, ok, itu, itu yang paling gilat dengan temen-temen, misalnya kan, sekolah, kita sekolah sekian 11 tahun, cara berpikirnya kan, anda masuk ke satu tempat, anda dianggap, anak kecil, yang tidak bisa hidup di tengah masyarakat, kalau tidak, menggetaui prisi-prisi, berdasar berbacara kat, anda masuk ke sekolah, disana anda belajar, misalkan 5 hari, sampai 6 hari, selama seminggu, jauh-sekin-sama-jauh-jauh-jauh-jauh, masuknya di atur, bangunya di atur, kemudian, makanya di atur, bahan bajannya di atur, diskusinya di atur, cara berpikir anda di atur,
dan stursya sampai Anda dianggap bisa keluar dari dianggap lulus, Anda kutip dari sekolah, saya ingin Anda bisa hidup di tengah masyarakat mungkin bekerja dan stursnya Oke, mendalam pengen orang Michel Fuku Michel Fuku, sorry itu adalah cara kerja dari power Oke, semuanya dalam mesin bahasa Fuku adalah masin atau teknologi untuk melakukan normalisasi hal yang awalnya abnormal, menjadi sesuatu yang normal sesuai dengan standar kekuasaan melalui sekolah barat, tentara, rumah sakit kemudian apalagi, ya tiga itu yang paling dominan Oke, itu kalau mengikiran politik Michel Fuku karena itu kenapa rumah sakit itu di bawah negara ya, kemudian diatur standar oleh negara sekolah juga begitu barat tentara, apalagi karena dia akan terkait arat dengan cara negara untuk mengatur masyarakat oke Nah, semoga bisa di pami sampai sini tapi kemudian pertanyaannya negara kan tidak mungkin memenjarakan semua orang ya kan, kalau negara memengatur orang melalui penjara kan tidak tidak mungkin semuanya masuk penjara semuanya masuk kemasa sakit semuanya masuk ke sekolah ya, kan tidak mungkin nah, kemudian ini Ardumen Michel Fuku adalah lahir namanya concept namanya biopolitik biopolitik itu ini gagungan, concept gagungan antara biologi dan politik oke kalau, langganya gini, kalau dulu raja teman-teman itu punya hak untuk membunung orang kalau dia mengganggap salah, raja tidak suka dengan dia langsung di punung masukkan penjara di kurung anda musuh negara anda musuh kekuasaan, anda musuh pengwasa oke, sekarang di posisi sekarang ketika ada negara modern ya, ada suatu negara modern, anda punya presidian anda punya perana-mana mantri, anda punya aparatus negara yang lain negara modern function yang berubah tidak mematikan lagi tapi jujur menjamin kehidupan oke artinya, artinya orus-emua orusan biologis manusia ya, seperti kelahiran kematian, kesehatan, hingga kesehatan deproduksi sampai polamakan, ini yang yang menarik kita di Indonesia punya baru punya program nasional namanya MBG, makan bergis-igratis itu kan mulai di awalnya dulu dengan janjikan banyak dari Pak Prawo dulu, sampai di realisasi kan sekarang sebagai program politik nah, jantung dari politik itu ya itu inti dari politik menurut Michelle Fuko itu adalah mengurus-urusan biologis manusia manusia mengatur populasi tadi mengatur tubuh manusia biologis perinciannya sama dengan yang dilakukan oleh negara sorry, oleh kekuasaan yang lampau gitu sama ke rajah dulu kenapa? karena bagaimana garam modern populasi itu aset oke, jika angka kematiannya tinggi luar ganya-ganya banyak yang meninggal negara dia ga plema karena fungsi negara mengjamin kehidupan kenapa mengjamin kehidupan oke, karena kalau makin banyak yang bermahasala terhadap kualga negaranya negara kan kehilangan aset siapa yang mau produtif siapa yang mau kerja siapa yang mau menggerakan ekonomi siapa yang mau jadi apa namanya sasaran dari politik negara kalau manusianya pada sakit ga bisa? nah, di sini teman-teman konteksnya ke sehatan itu bukan lagi hak pribadi melainkan kuat japan warga negara warga negara itu harus saya hak gitu kalau anda sakit atau berperilaku abnormal senang-senang anda membur anda sakit serasa sosial ya? anda sakit serasa sosial misalnya, anda memburun mencuri korupsi dan serusnya kalian semua dianggap sebagai berbahan gitu bagian negara karena negara harus menangannya itu dan anda di masukkan ke dalam instansi-instansi yang menangannya itu bariklah kelogi ke penjara rumah sakit sekolah yang tadi fungsinya adalah mendisi pelikan itu pun agar kalian bisa kerja lagi di masyarakat bisa hidup lagi dengan masyarakat negara modern tidak lagi mengelong apapulasi itu dengan cara kekerasan tapi dengan kuat japan-kuat kuat japan dengan polosi dulu pemerintahan presiden suharto dulu saya tumbuh di jaman presiden suharto sekolahnya gitu jadi presiden suharto dulu punya kuat-kuat japan suharto punya prognasional namanya wajib lejar 12 tahun e-9 ya 19 12 tahun kalau nggak salah jadi sampai SMA Rulus SMA kenapa? ya karena kalau anda tidak Rulus SMA anda jadi beban negara perlu menyinkirkan bukan-boban macam anda tidak SMA ini sehingga sosial order ketraturan sosial itu terjadi oke nah gimana caranya mengelola jutaan orang-orang organ negara itu tanpa kekerasan kalau dulu jaman raja gampang kalau buat kemasaran yang dimu, protest tinggal keren tentara sikat selesai garat-sekian balance di negara modern tidak bisa begitu kemudian gimana caranya japan dari misal Fuku adalah konsep gofermentaliti gofermentaliti ini fokusnya ini adalah apa ya di art of goferning jadi sendiri memberinta yang bekerja melalui justru ngesik ke bebasan misal Fuku menyabut ini di kot of con untuk mengarahkan beri lagu jadi setiap beri lagu itu ada aturan nya oke ada ada apa namanya SOP nya ada hal-halnya di agar normal dan yang tidak itu nah itu di atur oleh negara-negara mencitakan polosi untuk mengatur hal tersebut nah kalau atom-tom baca di tulisannya si brus kurtis yang ada di al diru itu itu inti poinnya oke poinnya adalah gimana cara negara mengelola juta orang tanpa kekerasan brus kurtis bilang bahwa ini dan ini kata yang mau rasa penting sekali temen-temen amati itu statistik sensus tanpa sensus dan tanpa statistik negara itu buta dia tidak bisa ngelihat kondisi warga masyarakatnya kalau dia tidak bisa tahu warga masyarakatnya gimana gimana dia bisa mengatur gimana dia bisa mengcitakan kebijakan yang mengatur tubuh manusia nya tadi oke kekosan poli tingmodernya temen-temen dia pekerja melalui 3 mekanis mau yang satu jelas hukum yang kedua dia disiplin mendisciplin kan tubuh 3 gafron gafronin taliti gimana anda memenaj populasi oke negara modern itu yang dialakuan adalah gafron menih yang melakukan adalah mastikan sistem yang diabangun itu berjalan dengan lancar itu sehingga pengundinya itu patu dengan sukarella contoh sistem kesehatan anda kalau sakit di kaffir bbps, anda tinggal datang ke rumah sakit oke, kalau gawat, kalau bisa langsung ke rumah sakit ok, dia kalau nggak kalau berobar jalan, anda bisa ke faska 1 dulu dia kan dicatat segala macam diinput datanya kena garan negara menjamin bahwa anda bisa berobar dengan gratis itu sampai sempur dan seterusnya kontrol-dan-seterusnya menyamin-mini proses itu kalau proses itu terganggu temen-temen tidak berjalan sebagai mana mesti emang warga masyarakat mau patu dan sukarella memberikan membayar iuran bbps dan patu terhadap negara kan tidak tapi kalau sistem itu berjalan, negara memastikan itu berjalan oke, maka orang akan patu dan sukarella untuk mengokon apa yang di minta oleh negara napa langsung mencari pukul begitu?
Nah, ke sehatan itu salah satu instrument politik yang penting sekali dalam konsensi pemikiran Michelle Fuku gitu. Nah, biasanya kalau biasanya ke sehatan ini akan sangat terikad dengan Fuku menyibunya dengan konsep kegilaan, dan kemedlas. Misa Fuku penanuli satu buku dunia maintenance and civilization. Dia beragumnya desitu bahwa kegilaan dan ke sehatan itu adalah instrument politik, menarik pemikirannya desitu. Dengan memberikan label bahwa seorang itu gila atau sakit, saras sosial, sakit, sarang, visi negara punya alasan yang sah untuk mengisolasi individu. Itu sebagai bentuk kontrol terhadap populasi. Karena pada mician karena dianggap ancaman bagi produktivitas populasi, orang gila, orang penjahat, orang sakit, saras fisik itu kan dia tidak produktif. Dengan sakitnya, dia tidak bisa menghasilkan jenret inkam, dia tidak bisa menggerakan ekonomi, dan tidak bisa patut terhadap negara, dan tidak punya kesadaran. Nah, di situ, bagaimana kepunian tadi, perumah sakit dan penjara. Itu kerja punya fungsi yang sama melakukan normalisasi. Keduaannya itu kemudian mengubah manusia dari subject yang berdaulat. Menjadi hal-hal yang menjadi tarian atau opjek pengetahuuan, bagi para ahli bagi doktor, sekiat, maupun si pirm. Menjari orang yang di sekusikan, menyebutkan bahwa mereka yang memproces orang yang dianggap sakit, dianggap gila, tidak normal itu menjadi subject yang produktif di tengah masyarakat. Jadi, bisa kerja lagi. Itu kerja perspektif dari musiel fuqo, tadi sempat kita bahas mengenai bagi perubah mekiranya, sampai panoptikkan, beberapa kei wordnya, atau mentertari, mendalam lebih jauh ya. Panoptikkan, gov. biopoletik, kemudian nateness, dan civilisasi. Mungkin penutupnya, ternyata perlu sadari bahwa pemiksu yang besar pemikiran musiel fuqo ini adalah membuat kita memahami bahwa kekuasaan modern itu, apa yang biasanya? Sangat dekat dan bahkan intim. Kalau kita membangkakan orang yang berkuasa, di zaman dulu, mungkin personifikasi adalah raja, tentara, preman, orang yang bisa kita liat di sana, dia bahwa sejata, dia bahwa pasukan dan seterusnya. Tapi, kalau dengan kekuasaan yang modern, dia mengatur kita, kadang-kadang seringgal tanpa kita sadari. Jadi, setiap masyarakat, sorry, setiap organisasi sosial, istiis sosial seperti yang disebut fuqo dari 3. Rumah sakit, penjara, dan barat tentara. Itu mendisimlinikan warga negara, sorry mendisimakan populasi, sehingga kita jadi sujek dan warga negara yang patuh. Barang kali, pesantaknya adalah belajar fuqo itu, sumpangkan pentingnya buat kita, untuk menyadarkan kita bahwa, karena kanan tinggakan yang kita angkap sebagai free will, itu tidak akan tersedia ke keinginan sendiri, tidak sepanuhnya debasi. Karena kita perlu sadar kapan, kita sedang dikelo lah tanah kutip oleh teknologi kekuasaan yang tadi oleh apa namanya power yang run through, yang sangat intim dari dengan praktik sosial kita seri-hadi. Kemudian misal fuqo juga mengatkan yang terakhir adalah kekuasaan yang paling berbahaya barang kali, adalah kekuasaan yang membuat kita bahkan jam terungnya, manggari kita kesehatan di jaman, penidikan di jamin dan sudusnya. Sehingga kita kehilangan daya kritis dan tanpa sadar kita sedang diarahkan menuju ideologi politik atau untuk mencapai agenda-genda politik tertentu. Itu mungkin sangat keras dan kekuasaan yang terakhir, tapi itu intip pemikiran dari misal fuqo yang kemudian mendahasari banyak pemikiran yang kekuasaan. Saya pikir, nanti kita bisa diskosil lebih lanjut di kesempatan selanjutnya. Terima kasih. Bye!
Podcast Summary
Key Points:
Pemikiran politik Michel Foucault berfokus pada konsep kepatuhan dan disiplin dalam masyarakat, yang dihasilkan melalui mekanisme kekuasaan yang tersebar di seluruh institusi sosial.
Kekuasaan tidak hanya bersifat represif, tetapi juga produktif, bekerja melalui teknologi seperti panoptikon untuk menciptakan pengawasan internal dan normalisasi perilaku.
Foucault memperkenalkan konsep biopolitik, di mana negara modern mengatur kehidupan biologis populasi (seperti kesehatan dan reproduksi) untuk menjamin produktivitas dan ketertiban sosial.
Governementality adalah seni pemerintahan yang mengelola populasi melalui kebijakan, statistik, dan sistem tanpa kekerasan langsung, memastikan kepatuhan sukarela.
Summary:
Pertemuan keenam membahas pemikiran politik Michel Foucault, yang berpusat pada konsep kepatuhan dan disiplin dalam masyarakat kontemporer. Foucault menolak penjelasan tradisional tentang kepatuhan, seperti ketakutan akan Leviathan (Hobbes) atau kontrak sosial (Locke), dan justru berargumen bahwa kekuasaan bekerja secara halus melalui seluruh jaringan sosial. Kekuasaan tidak hanya menekan, tetapi juga memproduksi perilaku dengan mendisiplinkan tubuh dan pikiran manusia.
Contoh utamanya adalah panoptikon, sebuah desain penjara yang menciptakan ilusi pengawasan konstan, sehingga individu menginternalisasi disiplin dan mengawasi diri sendiri. Foucault menunjukkan logika serupa berlaku di institusi seperti sekolah, barak tentara, dan rumah sakit, yang berfungsi menormalisasi perilaku "abnormal" sesuai standar kekuasaan. Lebih lanjut, Foucault memperkenalkan biopolitik, di mana negara modern mengatur aspek biologis populasi (kelahiran, kesehatan, kematian) untuk menjamin produktivitas dan ketertiban.
Melalui governementality, negara mengelola populasi tanpa kekerasan langsung, menggunakan kebijakan, statistik, dan sistem untuk membimbing perilaku secara sukarela. Intinya, kekuasaan bagi Foucault adalah jaringan produktif yang tertanam dalam praktik sosial sehari-hari, membentuk kepatuhan melalui disiplin dan pengaturan kehidupan.
FAQs
Konsep sentralnya adalah kekuasaan yang terwujud melalui kepatuhan dan disiplin, di mana kekuasaan tidak terpusat pada satu otoritas melainkan meresap ke seluruh jaringan sosial.
Foucault menggunakan analogi panoptikon, di mana ilusi pengawasan terus-menerus membuat individu mendisiplinkan diri sendiri tanpa perlu adanya pemaksaan langsung.
Penjara, sekolah, rumah sakit, dan barak tentara adalah contoh institusi yang menggunakan mekanisme disiplin untuk menormalisasi perilaku sesuai standar kekuasaan.
Biopolitik adalah konsep yang menggabungkan biologi dan politik, di mana negara modern mengatur aspek biologis populasi seperti kesehatan dan reproduksi untuk menjamin produktivitas dan ketertiban.
Melalui governementality, negara menggunakan kebijakan seperti statistik dan sensus untuk mengarahkan perilaku secara halus, memastikan kepatuhan sukarela melalui sistem yang terstruktur.
Karena setiap praktik sosial memiliki akar sejarahnya; memahami proses historis membantu menjelaskan bagaimana konsep seperti kekuasaan dan disiplin berkembang hingga saat ini.
Chat with AI
Loading...
Pro features
Go deeper with this episode
Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.