Transkripsi ini menampilkan percakapan personal mengenai pengalaman dalam hubungan Friends with Benefits (FWB). Pembicara mendiskusikan berbagai aspek, termasuk bagaimana FWB bisa berubah menjadi toksik ketika salah satu pihak mulai mengalami "baper" atau memaksakan haratan emosional. Dibahas pula preferensi seksual pribadi, seperti ketidaksukaan terhadap dominasi dan pentingnya konsen. Narator berbagi cerita spesifik tentang seorang FWB, di mana perasaan cemburu muncul saat prioritas berubah, menekankan kompleksitas komunikasi dalam hubungan semacam ini. Percakapan juga menyentuh kemampuan untuk mendeteksi ketidakjujuran dan menegaskan nilai kejujuran. Kesimpulannya, FWB dapat berjalan baik jika kedua pihak memiliki karakter yang cocok, berkomunikasi secara terbuka, dan tidak memaksakan dinamika yang tidak diinginkan, sehingga menghindari jatuh ke dalam hubungan yang toksik.
Ladies and gentlemen, Slamadatam, the FWB broadcast by Overhood, France Week, benefit. Ladies and gentlemen, boys and girls, this is the FWB broadcast by Overhood, France, benefit. This special award is for you, you are the only one who has a powerful vision. What do you mean? -Hop socks. -Hi, how are you? I'm fine. -Hi. -Hi. -Hi, guys. -Yeah, okay. -Skadelia here. -Okay. -Slamadatsika delir. -Hop socks. -You're not supposed to wear them. -Yeah, I'm not. You can wear them in your family, or. -What? -The base is called Instagram Domesives. -Kadelia is not my name. So, share it with me. -Okay, I'll go with you. -Skadelia is my favorite. -Skadelia. -Okay, so, I'm a little bit of a share, so I'm a little bit of a censor. I'm a bit of a man in my house, and I'm not that kind of man. I'm a big fan of you, I'm a big fan of you, and now, I'm with the person who's a fan of you, from Anfam Goya Senili. -You're a bit of a man, right? -Yeah, I'm a bit of a man. And that's what I'm doing. I'm a bit of a man. -I'm a bit of a man. -I'm a bit of a man. -I'm a bit of a man. -You're a bit of a man. -I'm a bit of a man in Japan. -Okay. -Okay. -Okay. -I'm a bit of a man. -I'm a bit of a man. -Okay. -Industrinya is not an industry. -No, I'm not. -I'm a bit of a man. -Oh, I'm a bit of a man. So, you're a bit of a man. You're a bit of a man. But you're a bit of a man. I'm a bit of a man. -Okay. -I'm a bit of a man. Now, you're a bit of a man. -Yeah. -That's right. That's right. That's right. Or a bit of a man. -Okay. -I'm a bit of a man. And, what do you do? I don't do anything. Basically, you don't have to go to a restaurant or a restaurant. You have to go to a restaurant or a restaurant. Okay, so, you're a bit of a man. Okay. ( container Accounting On Page )
lu buut teman ngobrol, teman cerita, teman jalan gitu Benar karena dari namanya juga France - Maksudnya kan banyak - Eh - Dan bener fitih juga banyak Iya, ini jadi bisa fred be Misa ya, oke Ya, jadi dari France itu memang banyak Dan lu, sebenarnya pakaannya Seperti yang udah bilang tadi bisa tadi teman Bobo, teman jalan, teman jalan, teman johat-duang Tengok ketika ada ketika butuh-duang atau peluang lagi sangnya Tapi itu bukan teman jenis juga ya, tapi cuma, ya baliklah yang ingat sih orang Iya bener-bener dan bener-bener itu juga berubah sebuah ngasih Tapi dari FB itu sendiri apa bener-bener yang paling warna saya dan orang FB? - Bunya teman sih - Itu pasti itu pasti - Bener-bener ini yang paling gue rasain punya FB - Itu, apa ya? Pertama, apa ya sebenarnya sih, koloseksual, gue ga terlalu significant ya, sama FB-bener-bener-bener, kan? - Tapi lu, lalu significant ya, sama FB-bener-bener, kan? - Tapi lu, lalu kan hubungan sex juga, kan? Iya, tapi kayak cowo tuh, skillet cowo gitu Kayaknya dia mertemangnya udah tinggi gitu kan? Jadi kayak, ga ada yang gue ini honest review gitu, kayak ga ada yang misalnya Tapi samar, ketika lu mjalan hubungan ini ya, FB, pasti kamu bakal sebagai hubungan sex juga - Iya - Di taluhnya di gimana sih? - Sudah oke, aja yang mending lu, las lo gitu - Pasti gimana? - Kayaknya lama, karena gue ga terlalu, gue ga terlalu peduli sama size, kan? - Gue ga pernah kebentan - Iya, kayak lu baru semakin terus celatu segera bisa bawa mulai gitu, alain sih anjer - Gue pernah kayak gitu, anjer - Perna? - Iya, jadi kayak dia sebitar banget, karena kayaknya gertereguan-gertereguan substituensi gitu kan? - Kalo anjo substituensi, itu enceweb biasanya lebih kebustup gitu loh, anjer kayak asaksual nih, nah kalo cowo, juus lu ga bisa ngacang kan? Terus, segalanya dipaksai, itu skit betar banget, gue sampe yang memis-gemis kayak, gue punya tangan-gang, punya tangan kan? - Sujiri, lu, ini. - Gaju, lu, asusnya sih. - Asusnya kan dia udah berbentu gue udah usaha, gue ga bisa, ga kayak tajul - Tapi ngomongin, ya kayak gitu kan pasti pengalaman lo bahkan nih, kalo gue udah tau gue di kan lo udah disini. - Ketik, di something ya, 50-50, lu udah? - Gue, 2 saat tuh. - 90 saat tuh, dan ngangin gue di kan, di kan lo udah? - Wah, di kan lo udah? - Sesi, biasanya sih kan nampusan pertama kali, lo skejen jintu lo kan, 11, 19. - Oh, skejen, jenuar, jenuar, jenuar, jenuar, gue apa lu lontawan? - Oke. - Berarti kayak 4 bulan lagi gue, 21, 19. - Iya, dan? - Berarti di bagia aja, 50 kebetulan ya, 20. - 20 per bulan? - 25 per bulan ya, berarti S2, 4 ya 2 orang, 2 orang, 2 orang, dia wajar gak sih? - 50, sebernya kadang tuh orang ga sadar. - Iya. - Kayak, kayak, "Tiba gue banyak, ya." - Tiba gue banyak, kayak, lu seminggu nih, kayak, "Tiaming gue lu, 2 gamb, terus lo pick up, cewa ya, berarti kan 4, 9. - Iya, tapi. - Lo kali naja, 2 bulan. - Tapi lu, tapi kalian mau buk gue, ya, seminggu nih, kayak, "Mahin jigu harus kekoknya, ya." - Oh, dulu gue, ya, cuma kayak sekarang gue lebih ke sailing sah, gue kalau gara-gara corona ini tuh kayak terbuka kan sih, gue gara-gara corona. - Kenapa tuh? - Minkanya, "Uwang, itu gue selamanya lu bisa hamburger indolong, kayak lu harus butuh tabungan juga aja. - Kenapa? - Kalau gak kayak gitu, gila lu pak tak, lu. - Pak tak. - Dan gue gak lama lu selamat, sampai yang disaksa sampai 50. Sekarang tuh kayak, "Andi berdua sedia, lu tuh pasti lu berikmalu pasti caking, dengan coba yang lebih diat terdimanya." Gue sih biasanya lebih, lebih preker kayak janyi dari awal, kalau misalnya mau deh kem ya gue sama dia. - Tapi, gue gitu, minta martian, "Aus gue caking atau gimana ini?" - Tergana misi gue, gue orangnya natural banget, jadi kayak gue kayak refri, gany gue gila. Jadi kayak mau dia mau ya udah, mau misalnya gak juga ya udah gue gak naksa. - Tapi lu misi. - Sena naturalnya aja. - Iya, tapi lu gue sebuah sesuatu dari awal sih. - Kenapa? - Lu kadang-kadang orang ada yang udah dipentik kayak, "Mu gue sebuah sesuatu di awal." Perjalan dia, "Maya kondili awal nih, blah blah blah blah, nanti berbela-bela." Apakah lu mau gue halan tersebut apa yang makanya naturalnya aja gitu? - Oh, itu biasanya kalau udah mau detik-detik ga sih, baru bilang. Karena gue kan orangnya yang disfontan kan, jadi kayak kalau misalnya gue sangnya, dia sangnya, "Udah gas gitu." Gue suka sama lu, lu suka sama gue ya udah gas. Tapi interpask udah mau gas, tapi lu jangan nangkap apa ya, gitu kan gue gak maksud apa-apa. - Oke, jadi gue kayak ini gue cuma epan lu. - Enelfan itu. - Lebih lu sih, tiba-tiba dia, kadang-kadang orang beda-beda nih, tiba-tiba kalian kan. Ada yang udah pernah funger-harus terus jadi di bapak, lu pernah pampingnya penalmen gitu deh sih. - Jadi bapak ya? - Walaupun lu udah buat sebuah misalnya lu kayak. - Oh gue tuh, gue sama lu cuma buat epan luan nih. - Kadang sih, gapa, kalau bapak itu kan kayak lu field jealous juga, kayak semuanya kayak all-in gitu kan. Gue cuma, kadang kalau misalnya udah en, gue ngelasak kayak kayak hilang banget sih. - Biasanya lu udah temen jadi di kadang. - Kadang kayak one ring dong kayak lu, lu paka-paka beri kalau gue tinggi lu, ya. - Apa lu perada gue tinggi sih, deh? - Oh gue gue tinggi. - Biasanya kayak. - Dia. - Kasi-kasi, lebih sering lu yang di gue tinggi. - Kenapa lu yang gue tinggi? - Lebih sering gue yang di gue tinggi, tapi gue udah don't mind gitu. Gue lebih prefer orang yang gue tinggi di pada gue yang gue tinggi di kadang. - Kenapa? - Karena gue gak mau jadi kayak bangsa gitu. - Maka gue kalau di bilang gue waktu lu, gue gak waktu lu, Jir. - Terus? - Gue sofbel. - Karena kita masih memikirkan hati orangnya kayak sih. - Eh, kayak gue bikin yang berasa lu, en, gue gak value lu, bukan cuma dari badan lu. - Walaupun gue udah gue ada something dengan badan lu, dan yang beris gitu, deh. - Eh, kayak kita ada hubungan sexually, tapi gak yang gue perlakan lu kayak tayo, kayak life gue gitu. - Anjur itu sama aja kayak budak deh sih. - Iya. - Tapi lu pernah hasil dan pokok sisi yang kayak jadi selan biar kayaknya budak. - Sama cobu gue nih. - Tapi on purpose, ga? - Iya sih, udah disemui kan ya. - Udah di cobu, ya? - Oke. - Sama gue mau gampere-gampere gue juga biasanya senggawah. - Kan yang tersegal ya. - Kan lu suka bina sih? - Gue suka. - Kenapa? - Karena gue dominan. - Gue ga. - Tapi kalau dominan ya. - Gue somber hidup ga ada cowok yang bisa dominasi gue ke cowok-cowok gue. - Benar-benar salahnya peritun dong. - Gue ga hyper. Cuma gue gimana sih kayak preferens gue ga suka kalo gue dominasi. Gue ngerasa kayak gue dipake angini. - Gue aja harus makyolah. - Gue aja. - Benar terus tujus sama pet ispaser. - Gue setuju kalo ada konsen. - Kalo ga ada konsen gue ga setuju tuh sama aja lu ripp. - Iya sih. - Kenapa? - Benar sih. - Dan jenit. - Ini tim gue nih. - Asi. - Rekir, tapi like f&b nih ya. Berti so far lu dengan ini bagus yang sekitar 50 lalu itu sekarang lu f&b nya senggurlah apa. - Ga lu rekainya. Gue cuma. - Gak ada. - Gue lagi gak gimana-gaknya gue lagi ada di masa bosan ga sih? - Bosan ga ya, gue? - Asi. - Iya. - Karena tau ga sih lu ada di 50 orang itu. - Itu kalo sama aja kayak unboxing gitu. - Iya, wow satu-due gitu. - Jadi kayak ada yang oke ya, ada yang kalo yang gue kan kayak. - Anjim lu ga, gua ga butuh ketit lu aja. - Asi, lu punya tangan budaya gitu. - Iya sih. - Berti lu selimanya. - Lu udah disini. - Mensen diri, masutnya. - Oh, mensen diri ya. - Gue kayak tiba-tiba. - Tiba-tiba. - Karena gue percaya kayak ada mitos kan. - Minta mitos mengatakan. - Kalau misalnya lu keing itu sebelum tidur, tidurnya lebih nyanyi. - Asi. - Tapi gue kanasawai tuh udah sih. - Ses atau duration? - Duration. - Tapi, ya, tapi si Cheryl ini lebih ke duration. - Tapi ada juga, ya. - Itu yang lebih milik kayak size. - Hmm. - Karena juga dia juga, karena, ya, bilang kalo gue tuh masuk ke main lama, - karena gue sepah sengenya, yang yang yang yang lebih milik. - Tapi lu, beda-dengar lu yang du minan gitu. - Apakah ketika lu nyalakan sebuah dunia sexy yang lama? - Apakah lu akan di jalan tiba-tiba di turnah-turnah ini? - Anjim lu nyalakan ini, tanya gitu. - Lu pernah kejutan, ya sih. - Apa yang makut? - Orfahir terus nih. - Kayaknya pernah digar-geras banyak kan. - Gue banyak kan. - Itu benar-benar kayak ga ada nonton sama sekali. - Pas ada, akhirnya pernah melihat itu. - Beda-beda orang sih kayaknya. - Gue nama sih yang gue nama-nama sih, - yang gue nama-nama sih, dia lagi gue capek banget. - Cet. - Nama-nama sih. - Eh, eh. - Lu pernah di game, bing. - Gue yang ga game, bing. - Sebenernya yang gue sendiri, tapi gue game, bing orang-orang. - Beda apa-apa, apa-apa, apa-apa, apa-apa, apa-apa, apa-apa. - Beda, be. Jadi, boleh tuh ini sih, kayak temen-temennya cobal, gitu, atau lagi di pang. - Kisah-kira yang cepang lu tau kan, di jauh-jauh gitu, - Bada-bada, mereka mau apa, apa-apa, - Ayo, ada yang penting seru, gitu kan. - Gue berapa ya, Bela? - Bagaimana? - Solo ada, gitu, Nih. - Ada. - Dan di kayak, ya udah ada yang cegu di pakai mangsa, gitu, kayak. - Bata-bata benda, gitu. - Eh, itu juga kan, yang gue bilang, gue sama-sama cobu tuh ga tau kenapa, itu kayak, - kalo misalnya jealous, itu kita yang bikin sendiri. - Iya. - Kalo misalnya kita ngomodir sih, itu kita selalu seuruh aja. - Mala itu kayak bayangannya, tau kan sih. - Kalo bayangnya, lu sama tau-teman lo nih. - Iya, ada 3. - Terus lu telanjah lu, lu suka tau ngelating-pengeng lo. - Oke, ada yang gini lu cukur kayak gitu kan. - Itu kayak hustan aja. - Iya sih, tapi dari semua orang itu aja pengalaman lu berarti, - Bala nggak sebeberarti, apa yang nurasat di kalo udah dibilik gitu aja? - Ya gue seru aja, seru-seru aja. - Gue emangnya tuh gue fun, gue nggak mandang seks itu sebagai kaya yang sesuatu yang wah banget gitu. - Jadi kaya. - Lu bisa experience, ini sama aja kayak kaya hidupan, lu oke.
misalnya lu mabok nih pertama lu minumnya yang apa-apa lu dulu amat lu udah seru banget nih terus di-betul lu jadi yang wodka terus coba coba yang lain ya terus akhirnya lu nil kayak ya udah level itu kayak nai terus ngasih jadi kayak sama aja dosa- dosa juga gue eksperians ya, gue udah ngemanap banget aja oh man karena saat banget lu sebagakin banget saat tapi cara pengalaman nih, pengalaman lu yang paling buruk dan paling ga enak ya kan ada ga? lu boleh cinta, boleh dali yang mulai dari yang ga enak dulu nih sampai yang lu paling kayak oh ada eksperians kayak yang mungkin sama coba lagi hmm paling enak apa yang sama coba ya? gila gue bisa wajah sama dia kan itu kayaknya jadi kayak jam tembangan lu tiga banget gue ga tau ada yang berapa di buji aja wow banget banget banget banget di-badi ya nga sih itu bukan di-badi banget sih itu cuma ayo udah perspektif susah karena dia bilang gue bandle 10 tahunan terus kayak sempinku 2 belum ditung sama yang kameramnya itu yang banyak banget berarti coba lagi gue yang seru yang dipake rame-rame gitu deh dia yang make pasir karena dia dominan juga dominan dengan dominan ada yang lu udah kayak di partroom apa yang gitu cuma dia jam terpangat udah tinggi banget tapi lu udah karena cepere nulai yang sebanyak itu ketika lu ketemu dengan coba lu udah kayak rame-rame gitu deh karena sama sama nih gue udah rame-rame lebih sama dia oh brant konseknya itu kayak the first time itu kayak gue fwb ya nih sama dia lu kenal dari kebijaan dari kantor gue lama harus bisa sampai ke sana karena pertama kali gue ini sih work trade jadi kan itu ke sekitaran suites asylasin cuma paling sering itu ke sg siapa? iya, karena ada cabangin itu kan lu sana banyak orang Indonesia gue sekali ke situ gue pernah sama dia ok bandle-bandle orang itu juga dia indah indah lebih tinggal di sana indah dia cindah berarti fwb ya lu bisa di bilang hapen dengan menuju ke sebuahnya lebih sebenernya itu kalau yang tadi lu tanya beberberber itu sekarang lu nyanjah lu beber lu beber gitu kayak gue juga nganyar lu beberber sama dia di juga nganyar di beberber sama gue kayak kita fanfan aja terus waktu waktu gue kayak lu nganyar lu nganyar jadi kayak gue diket sama cowok jadi otomatis prioritas gue bukan dia lagi kan nambah lu di situ kayak ngerasa gue berubah terus kayak ngerasa kehilangan gitu tapi dia kenal semua mau tapi waktu itu masih masih terus gue bilang kayak gimana emang agrimannya kan beri awal kayak gitu ya gue mengarpin apa apa yang ini ya gue terus dia kira sama cowok diket sama cowok gue yang ngerasa kayak gitu mampus tapi balik-balikin gitu tapi itu itu even kayak di belakang mak sebenernya gak karma sih ya dia trufe link saja kayak apa yang ngerasa kehilangan ya lu kalau misalnya lu kanan ya tinggal ngomong aja gue bing sama orang kayak drama banget nih tinggal ngomong kanan aja lu harus kuda-kuda dulu di situ itu sih oke ya udah gue ya gue bilang aja ya ketemu dong gitu kenapa jila gue kan banget dalam waktu itu kayak ngomong kembali kayaknya yaasli yaasli hansi juga makanya gue gak bisa buat gue sama orang bohong-bohong gue skip deh emang lu bisa ngobaca orang ngobake gue menih gue gue kayaknya karena udah bisa bedain mana orangnya di jauh sama yang mana kalau misalnya bohong itu kalau misalnya gue tanya pertanyaan yang sama disuat waktu yang berbeda itu jauh banget beda even misalnya kecil apapun jauh banget beda berarti lu gak pasti stand orang bohong tuh apa lagi yang misalnya udah terbiasa bohong ya dari bohong-bohong kecil ke bohong-bohong yang gini kalau lu tanya lu tanya berkali-kali misalnya sekarang nih gue nanya lu pertanyaan yang sama 10 kali lu pasti ada aja jauh banget beda pasti dari nanda kita di jara pun udah sebahacai lu lebih ngomong ya apa lagi lu ngerasa kayak gue ditakan-dakan ketawa ngerasa kayak lu tinggal sama masih lu sama gue iya menurutnya nanya iya sebenernya kalau itu enggak juga tapi dari jawa kalau misalnya ada beda dikit gue tau dia mau itu gampang sih berarti dari fwb lo menjadi menjadi soaran paca sekarang tapi lu percaya ga sih fwb itu akan toksik pada waktunya terdentung dari orang gimana masuk tuh itu kan kalau misalnya masalah toksik atau enggak itu kan antara 2-2 biar kalau misalnya tak si enggak pardah lu gimana dikit mau masalah baper-baperan atau misalnya masalah dari egrimen alangnya kayak egrimen alalu cuma perempinetit oke, terus berjalan berjalan misalnya cewenya bahper atau cewenya cewenya ya salah satu isole satu biar-baper gitu nantara yang satu ga mau nah yang orang baper ini tipet orangnya itu yang drama udah itu pasti jadi toksik pasti jujunya kayak yang awalnya lu egrimen pasti adalah menjelik-gelikin pasti oke, dia cuma mengubahkan lu cuman sama di kaya itu bangsa dia gini-gini-gini sementara yang cewenya bilang adia apa lagi ke lu dia terus apa gitu, kayak lu dia jelik-gelikin itu tak pasti lu bilang kayak dia apa gahiran gue dia banyak yang maka dia gini-gini gak mau logo sama dia gue cuma fan van van aja lu sama dia dia cuma lucu-lu cuma gue aja tapi gue percaya gimana tiktik-tiktik pada akhirnya FB itu kantang sih pada waktunya even kayak yang lu bilang tadi itu beberapa-berapa dan apa itu yang salah satu orang itu adalah orang orang yang drama iya kan sebenernya ketika drama itu gak papan-papan, apa-apa, yang salah itu ketika kita gak perempuan dengan orang yang gak perempuan sama kita sebenernya lebih ke maksain sih kalau misalnya lu maksain yaudah lu toksik orang-orang yang maksain apa yang gak salah itu itu baru murut-murut orang-orang yang obsessed tetang suatu karena lu gak salah kalau wapan tapi kalau misalnya lu maksain orang buat baper-sama lu itu udah toksik udah udah gak baik kelepasti kaya even kayak lu dapet akhirnya orangnya kasih yang lu udah bucin banget sama gue gini-gini-gini terus lu gini apa lagi udah rasa kayak memiliki gitu ya basicnya di orangnya kayak gitu makanya gue rasa itu karakter sih barik-barik lagi karakter masing-masing kalau gue orangnya kaya prigo yang intams maksudnya lu udah bit delur makin yang serius makin gak kayak kayak gini-gini mhmm kayak hidup apa yang sih bursusah gitu jadi yang lain lo puluh misalnya gue suka malu kayak coba cuma dia 2 kecewai cuma dia 2 bener ya, indingnya balik lagi sih ke diri kita apa pun pandai kita terhadap fredbay bahwa gue gak ngapur di malik lagi ke diri kita dari awal pun kita buat sebuah apa yang agar yang menihnya to be make ke diri awal bener komitmen untuk tidak-komitmen ya, balal-bandai gak menunggu kasut tetik kemuyi yang gak ada saya menyari orang maling ya, karena gue awal kan yang sama sama cowok gue sekarang itu gue yang gue yang lu anvapar oke dan dia tuh nah dia tuh guenya ada kalau dia juga bapar sama gue jadi sebenernya kita bapar itu barang-barang oke jadi pas gue bilang kaya itu memang gak lu ngomong sama gue kayak gitu apa kenapa kayak dia sama temen-temennya keferual party gitu kan dia udah cabang gitu temennya nah terus dia keluar sama cari-cari gitu, saya tinggi dari df nah terus gue gak cetang sama dia oke, gue hampir ya, dua hari ya terus gue tanya kan sedia ngomong gue kaya yang ya, jadi jadi tapi kaya cuma overallnya dua yang biasanya kaya lu terbuka banget sama gue kaya minta di bagaimana kaya lu kaya hampir dan itu sesuatu hal atau something yang gue gak tahu ni ya, nah gue di situ kaya sebenernya harusnya karena gue friend bener-bener itu sama dia itu bukan mau tutup-tutupin atau mau lu terbuka sama gue udah urusah lu nah tapi di situ gue kaya yang rasa kalau kaya gitu sih kalau kaya gitu dan kelo di situ udah berharap di masa di mana gue udah mau yang rasa jelas-sas jelas-sas dan lu punya rasa kaya gue mau melikin dia ni gitu, yang di sini bukan rasa mau melikin tapi gue ada rasa jelas kenapa lu berubah kaya ada rasa gue dimanding gitu lu sama dia oke terus kaya dia bilang terus kaya gitu nadi ya juga otoran jing terus kaya terus dia juga yang ya udah sorry nah tapi di situ gue langsung kaya apa angin lu siapa gitu tutup apa nah terus gue bilang gak sih sebenernya apa-apa, kaya gitu cuma beda aja lah gini-kini gue teknisi gitu karena gue tau dia kaya kalau kaya gitu kaya kalo jadi marah-marah nah ya, jika itu di sensi afkara gitu berarti lu pacaran nih gue gak pacaran kaya gue dike sama orang karena gue tau di situ kaya gue kaya udah bapar sama lu gue udah bapar sama lu tapi di yang gak ada feedback gue kaya gue rasa lu juga gak ada pila apa terus karena gue kaya gitu lu bukan yang gimana tapi kaya kok nih jadi sensi berarti kan dia kaya hmm kenapa nih terus gue jadi yang ya lu gue jadi coho kenapa gue cari coho itu baru dia yang ngerasa kaya gitu dia kaya kok gue tuh sama gue gitu membalikkan semua itu bagaimana jadi nilmi ya ya kaya ngerasa hal yang sama gitu jadi gue ngerasa itu karena masih sebenernya kaya sebenernya kita udah kaya gitu cuma emang basicnya kita orang yang bebas dua-duanya jadi muncul ga apa ngerasian sepiri gitu hmm bikin agremen jadi jadinya kaya lu ada surat keteraan lu ternatangan gitu ya seluruh ya ya ya seluruh sih yang mungkin operasional sepiri lebih apa ya bisa digunakan
- Nggak, kalau selingku itu kan buh-buh. - Oke. Yang di bilang selingku itu kan menurut gue lu ngelakuin sesuatu yang gak gue suka. Tapi pas gue tanya, kalau gak gue tanya, iya udah itu lu sannuh. Yang mati gue gak tahu itu bukan selingku sih, kalau gue gak tau. Selingku tuh kalau lu udahftawan boho, lu masih ngelak gitu, lu masih defensif. Kalau misalnya gak sih, ya udah gitu. Kejuali, apalagi kalau itu masih baik-baik aja ya, kalau misalnya udah yang gue gak tau, tapi itu berjalan terus, terus feeling lu kebagi, napa, feeling lu kebagi itu sih itu selingku. - Mana lu tuh, he. - Tapi kan yang lama yang feeling kan kita gak tau sih? Feeling kita gak tau, tapi gimana ya? Sebenernya lu gak tau kalau punya feeling sama sesuatu orang, tapi lu tau kayak lu tuh butuhnya ya mana? - Oke. - Kaya ada basic insteknya gitu. Misalnya gue sama firam e-benefit gue nih, gue ada rasa kayak, kalau misalnya dia sama chair lain, ikut lu kayak gitu sih gue, cengkel sama cowok, mana-mana. Tapi gue sadar kayak gue punya pacarnya gak, tapi ya udah gitu. Itu kan sebenernya ada, bahwa lu ada kenaksi gitu, ada chemistri sama dia makanya lu merasa memiliki gitu. Tapi kayak gimana ya, ga jelasin nih. Tapi kayak ya udah gitu, lu harus tau e-grimen awal lu sama dia tuh apa? - Kaya gini, kalau yang menyalah. - Iya, kalau yang menyalah. - Dan lu gak bisa maksain, karena isenanya lu tanda tangan gitu. - Itu dia. - Maka kayak kayak sekarang harus disumur, tanda tangan aja. - Tanda tangan gitu. - Eh, pakai matrian yang beribu. - Jadi langsung aja diasihnya. - Eh, jadi kalau misalnya lu dia ngajel-jule, kan lu nih perjanjian ya, anjeren. Dia udah tanda tangan, gue gak ngapain presion dia kalau buat video ini, lu mata tanda tangan. Jadi dari segihan, belayangkan tentang loperaan, ship FBNO berawal dari pacaran sandai berawal FBNO, terakhir nih, sebelum gue tuh tomput pas satu, pesan dan kesan banget. - Sanke-san gue, disana banget balik lagi kayaknya kayaknya kayak gitu deh. Kalau nakal boleh, tapi jangan coblok gitu. - Goba-boba mata gimana ya, isenya? - Jangan sambil lu, bunting apa lagi dari FBN? - Lu agrimen buat pacaran aja gak ada, tiba-tiba lu buntingan gue bawa ngert. - Betere-bio, itu gak sih, apa? - Lu, kabai ya? - Gue gak bagi gue ayo deh. - Apa itu, Nijet? - Apa itu, spiral. - Spiral, oke. - Jadi, ditanam di kabai, yang ditanam di rahim. Sebenernya itu cuma buat ngunci aja. - Sebegiknya. - Kayak cuma buat ngunci aja, jadi supermaupun gak masuk, jadi gak terjadi populasi. - Oke deh, tadi kan, bilang dulu, serai untuk memakai sebuah spayel lo tadi, - sebuah lu, untuk men, apa untuk mencetkan kami lankan. - Mereka pasti lu tuh, tadi bilang lu, "Juduk tentang ketika mainnya juga harus paket, yang namanya, kenapa?" - Oh ya harus lah, gila. Karena itu yang tadi gue bilang, STI, STB, Impaction atau Desis, itu kan menularnya tuh seksuali. Kalau misalnya lu gak pake krandung karena simtemnya itu bisa kuliatan kayak bibis nana, terus yang nitil-bitil di atas. - Minta kan masih lu bisa lihat, dong. - Iya. - Dan itu transbini bisa via oral, bisa via seksual interco sama kalau misalnya lu, - Sentu hantangan aja, ya, sekarang berbisah deh. - Oke. - Kalau misalnya tangan lu, kan. - Maka aja kayak transb itu kayak HIV. Kalau misalnya cuman sama orang yang punya HIV, terus entah dia lagi sariawan, - atau apapun dia mengeluarkan diara gitu. - Nah terus lu pasti lu teleng kan. - Atau misalnya lu ada lu bang kayak gilu berrubah atau misalnya juga ada sariawan, itu bisa kenal. - HIV. - Nah, gimana ya saria yang lu? - Apa ya, mencetkan jahatnya. - Sebenernya kalau mencegar, itu paling basic, itu pake condams. - Cuma kalau untuk entah di gulang dari juman juga bisa, dari jabatangan juga bisa. - Karena kayak herpes aja nih, herpes itu kan ga cuman gini-tal bisa dari mulut, bisa terus oral. - Nah terus mencola juga kalau misalnya udah para, sintem-sit bisa dibagian bagian badan yang lain, - dan kalau misalnya lu, sentelah bisa putularan, nah itu sih sebenernya. - Karena mempungkah sih kelihatan di badan, kayak harus lu pertanyaan juga, gitu kalau misalnya mau main sama orang. - Ini kenapa sih dia kenapa sih kalau ada kayak gituannya? - Kalau misalnya lu tanya aja langsung, kalau misalnya dia jawabnya pasti kalau misalnya orang yang bohong kelihatan kan yang tadi gue bilang, serius-serius-serius lu tanya aja gitu terus. - Tapi dia pasti gak kulang-langah, atau kayak misalnya dia gak aku, tapi pasti lu tau dia bohong, jadi kayak meningat, bisa jadi nih. - Berarti lu diperkali yang harus banget. - Harus ngiling-ngiling sih, harus ngiling-ngiling. - Tapi dia gak macet gus, dia lu pakekan deh. - Gue sama pakekan sih, karena gue tes sama dia. - Oke. - Perti ga bulan gue tes, gue rutin. Karena gue seksal liat, tifikan. - Iya. - Dan gue gak tahu, kalau misalnya dia mabuk atau misalnya apa, dia ingatnya kayak gue, kan kalau lu ketaki segari yang gak, kan mana gue tahu. Dia juga bahkan gak tahu, kalau misalnya dia lu pak, sama aja kayak gue cuma kayak gue selalu, semabuk-mabuknya gue, semabuk-mabuknya gue rasa gue selalu ingatnya gue pake. Gue pasti tanya, kalau misalnya lu gak punya koma. Oke, terakhir. Untuk semua gue nya, versal follow. Pasang dan kesang lo, dia pasang dan kesang lo, ketika gue gue undang nih, sebagainya minta melena rasa mulai. - Seluruh sih. - Pasang kesangnya ya, seru. - Oke. - Terus. - Chloe juga enang, kok prolena. - Masya terus, pokoknya, pake. - Iya, iya. - Terutuh enak. - Cepet, bisa di bengal. - Apa? - Cepet, kusnya di bengal. - Oh iya, wena, wena, wena, thank you. - Oke. - Oke, gue rasa cukup untuk kaki suede 4 pertama. Bisa ga sialan dari salah satu apa yang member dari J. U ya. Jangan bersen seri. - Oke. - Orang biasa gue. - Orang biasa. - Orang biasa. - Mungkin nanti, nanti kita bisa menjelitkan, dan kita bisa apa ya. Yaudah-naki tanti, so kesan bisa sehingga jadinya. - Iya, dan menjadi orang yang luar biasa. - Oke. - Oke, dari gue, api pake tundur sewarah. - Gue juga pake. - Dan jangan lupa untuk seseorang mental di, dan terus berpapalnya dan. - Bye-bye.
Podcast Summary
Key Points:
Percakapan membahas pengalaman dan persepsi tentang hubungan Friends with Benefits (FWB), termasuk dinamika emosional seperti baper (bawa perasaan) dan potensi toksisitas.
Dibahas preferensi pribadi dalam hubungan seksual, seperti peran dominasi, durasi, dan pentingnya kesepakatan bersama (konsen).
Narator berbagi pengalaman spesifik dengan seorang FWB, termasuk perasaan cemburu, perubahan prioritas, dan komunikasi yang terkadang menimbulkan konflik.
Percakapan menyentuh kemampuan mendeteksi kebohongan dan pentingnya kejujuran dalam hubungan non-komitmen.
Disimpulkan bahwa keberhasilan FWB bergantung pada karakter individu, komunikasi jelas, dan menghindari pemaksaan agar tidak menjadi toksik.
Summary:
Transkripsi ini menampilkan percakapan personal mengenai pengalaman dalam hubungan Friends with Benefits (FWB). Pembicara mendiskusikan berbagai aspek, termasuk bagaimana FWB bisa berubah menjadi toksik ketika salah satu pihak mulai mengalami "baper" atau memaksakan haratan emosional. Dibahas pula preferensi seksual pribadi, seperti ketidaksukaan terhadap dominasi dan pentingnya konsen.
Narator berbagi cerita spesifik tentang seorang FWB, di mana perasaan cemburu muncul saat prioritas berubah, menekankan kompleksitas komunikasi dalam hubungan semacam ini. Percakapan juga menyentuh kemampuan untuk mendeteksi ketidakjujuran dan menegaskan nilai kejujuran. Kesimpulannya, FWB dapat berjalan baik jika kedua pihak memiliki karakter yang cocok, berkomunikasi secara terbuka, dan tidak memaksakan dinamika yang tidak diinginkan, sehingga menghindari jatuh ke dalam hubungan yang toksik.
FAQs
FWB adalah hubungan pertemanan yang juga melibatkan aktivitas seksual tanpa komitmen romantis yang serius. Kedua pihak setuju untuk menikmati hubungan seksual sambil tetap menjaga status sebagai teman, tanpa ekspektasi untuk berpacaran.
Kunci utamanya adalah komunikasi yang jujur dan menghormati batasan masing-masing. Hindari memaksakan perasaan atau menciptakan ekspektasi yang tidak disepakati, karena hal itu dapat memicu drama dan membuat hubungan menjadi tidak sehat.
Perasaan cemburu bisa muncul, tetapi penting untuk diakui dan dikelola dengan baik. Jika cemburu mulai mendominasi dan mempengaruhi dinamika hubungan, sebaiknya dibicarakan secara terbuka atau pertimbangkan untuk mengakhiri hubungan tersebut.
Sampaikan dengan jujur dan jelas tentang keinginan untuk mengakhiri hubungan, tanpa menyalahkan pihak lain. Berikan penjelasan yang singkat dan hormati perasaan satu sama lain agar tidak menimbulkan konflik yang berlarut-larut.
Tanda-tandanya termasuk munculnya rasa posesif, komunikasi yang tidak jujur, atau salah satu pihak mulai menuntut komitmen yang tidak disepakati. Jika hubungan mulai dipenuhi drama dan tekanan, itu pertanda bahwa hubungan tersebut sudah tidak sehat lagi.
Bisa saja, tetapi tidak selalu. Perubahan ini bergantung pada perasaan dan kesepakatan kedua belah pihak. Penting untuk berkomunikasi secara terbuka jika ada perasaan yang berkembang, agar tidak menimbulkan kebingungan atau kekecewaan.
Chat with AI
Loading...
Pro features
Go deeper with this episode
Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.