Dalam transkripsi ini, bapa memberikan tugas kepada mahasiswa untuk membuat video pendek tentang hard skill dan soft skill guru SD serta tema kompetensi guru berdasarkan undang-undang guru. Selain tugas video, mahasiswa juga diminta membuat powerpoint pembelajaran berdasarkan materi perkuliahan. Materi podcast membahas tentang alat pendidikan seperti pembiasaan, pengawasan, perintah dan larangan, ganjaran, hukuman, dan keteladan. Para mahasiswa juga diberikan soal berdasarkan NIM mereka sebagai ujian. Podcast ini menekankan pentingnya memiliki pikiran positif, semangat, dan kerja keras dalam menghadapi tantangan. Mahasiswa diingatkan untuk tetap fokus, mendengarkan materi dengan baik, dan menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan.
Transcription
2721 Words, 19378 Characters
Bisa Bila Hiroh Madderim? Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat berjumpa kembali baru dan para masiswa kesayangan bamba di mana pun kalian beri ada. Hari ini adalah hari ketiga kalian bunyi-guti ujian akhir semester. dan sesuai jadual yang telah dirilis oleh prodig mata kuliah bapa juga akan diucikan hari ini. Tapi karena bapa berjian ji akan belempir seluruh materi pergulahan selama satu semester ini. Tentu saja sebelum kalian mengerjakan soal soal yang sudah babasiapkan. kalian harus terlebih dahulu mendengarkan materi podcast yang akan bapa segera berikan untuk kalian. Karena hanya siap-siap di salah-salah kalian mengerjakan mata kuliah lain, kalian juga mohon. Beluangkan waktu untuk mendengarkan podcast saya. Sudah siap? Sudah siap? Bapak dan ibu guru masa depan? Kita akan segera memulai menyampaikan beberapa hal penting dari pergulahan yang belum sempat bersampaikan. Sebelum itu, dengarkan dulu karena ada tugas yang harus kalian kerjakan. Tugas pertama itu adalah tugas ini video. Bapak minta kalian untuk membuat video pendek paling lama 5 menif dengan tema yang pertama. Hard skill dan soft skill untuk guru SD masa depan. Lalu yang kedua, kalian boleh memilih tema kompetensi guru berdasarkan undang-undang guru dan dosen plus kompetensi guru yang harus di miliki di masa yang akan datang. Dua tema itu kalian boleh membuat menjadi sebuah video pendek dan dikumpulkan tanggal 20 Juli 2021. Cara mengumpulkannya adalah kalian dengan mengirim video yang sudah kalian buat di akun Instagram atau Facebook kalian dan jangan lupa untuk tags ke akun Bapak. Sekali lagi, tugas ini video yang harus kalian selesai kan dikumpulkan tanggal 20 Juli Pukul no-no waktu Indonesia barat adalah kalian membuat video pendek. Bikin sebagus dan kreatif mungkin dengan tema yang pertama adalah soft skill dan hard skill yang harus di miliki guru SD masa depan. Temai yang kedua adalah kompetensi guru berdasarkan undang-undang guru dan dosen plus kompetensi yang harus di miliki guru di masa depan. Kepakira cukup jelas kalau tidak jelas nanti kalian boleh japri saya. Lalu yang berikutnya adalah tugas kelompok. Tugas kelompok ini silakan bagi di kelas masing-masing dengan anggota paling banyak lima orang. Kalian membuat powerpoint pembelajaran yang inopatit dengan mengambil tema dari materi-materi perkulahan yang sudah dapat sampaikan. Jadi beli mengini. Kalian harus membuat powerpoint pembelajaran tapi powerpointnya yang kreatif, inopatif, multi-pungsi dan powerpoint pembelajaran itu. Kalian pilih dari materi-materi perkulahan yang sudah mampaikan kepada kalian selama satu semester ini. Dari mulai epicat, keterampilan dasar mengajar, karakteristik dan kebutuhan siswa sekolah dasar dan berbagai materi yang lainnya. Di kumpulkannya kapan di kumpulkannya sama tanggal 20 Juli 2021. Ini sudah cukup panjang bapak bicara, jadi kita jeda nanti bapak akan menyampaikan materi di segmen yang ketiga. Kita semua tahu situasi hari ini tidak sedang baik-baik saja, dan semakin panjang waktu yang harus kita butuhkan untuk bisa bertata puka secara langsung. Bapak berharap, kalian tetap memiliki pikiran yang positif, tetap optimis, semua yang terjadi hari ini akan segera berakhir. Saatnya bapak menyampaikan materi yang belum tersampakan selama perkulahan kita di semester ini. Seperti kalian ketahui, menjadi guru itu bukan propesi yang budah. Tentu saja orang-orang yang mengampu propesi ini harus orang-orang yang memiliki kompetensi, memiliki konsisten, dan juga memiliki hati yang lapang dalam arti dia memiliki panggilan jiwa untuk tetap menjadi bagian tidak terbisahkan dari perjalanan hidup. Karena, seorang guru itu harus memiliki kompetensi yang mempunyi, maka salah satu yang dibutuhkan oleh seorang guru, apalagi guru SD, dia harus memahami alat-alat pendidikan. Pertanya hanya, seperti apakah alat-alat pendidikan itu, bapak akan mencoba menyampaikan rankuman dari alat-alat pendidikan ini. Para masih suar, secara umum, alat pendidikan itu bisa didapinisikan sebagai segala sesuatu yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan. Beberapa hari menyampaikan pandangannya tentang alat pendidikan ini, diantaranya ahmade marimba memanda alat pendidikan dari aspek fungsinya, yakni alat sebagai per lengkapan, alat sebagai pembantu mempermudah usaha mencapai tujuan. Sedangkan ahmadi menyatakan alat pendidikan itu adalah hal yang tidak saja memuat kondisi-kondisi yang memungkinkan terlaksanannya pekerjaan pendidikan. Tetapi alat pendidikan itu telah mengujutkan diri sebagai perbuatan atau situasi dengan perbuatan dan situasi di mana di cita-citakan dengan tegas untuk mencapai tujuan pendidikan. Satu lagi ahli yang mengatakan depinisi dari alat pendidikan ini adalah amir din indrakusumah. Dia membedakan paktor dan alat pendidikan. Menurutnya, paktor adalah hal atau keadaan yang ikut serta menentukan berhasil tidaknya pendidikan. Sedangkan alat adalah langkah-langkah yang diambil demi kelancaran proses pendidikan. Kita lanjut. Dalam peraktak pendidikan peramaasiswa, istilah alat pendidikan serving di idankikan dengan media pendidikan. Walau pun sebenarnya, pengertian alat lebih luas dari pada media. Kita tahu, media pendidikan adalah alat. Metodel dan teknik yang digunakan para gulu dalam raka meningkatkan tepaktivitas komunikasi dan interaksi edukatif. Antara guru dan peserta di di dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah. Lantas, apa sih yang membedakan antara alat pendidikan dan media pendidikan? Bapak akan menyampaikannya di segment berikutnya. Kita akan melancukkan lagi, tapi bapak merasa di segment sebelumnya, seperti meraton, terburuk-buruk, terengah-engah, apa kerana terlalu bersemaga. Tuhlah. Sekarang membahat, coba sedikit slowly. Tadi kan kita bicara tentang alat pendidikan yang dipikirkan oleh sebagian orang itu sebagai media pendidikan. Kita pertega saja alat pendidikan itu lebih luas, makna dan cakupannya dari sekedar media pendidikan. Apa saja yang termasuk dengan jenis alat pendidikan ini? Kita ya? Tentu bapakan mencoba menyampaikannya kepada kalian. So orang takar, ahmademarimba namanya membagi alat pendidikan itu ke dalam tiga bagian. Yang pertama, alat-alat yang memberikan per lengkapan berupa kecakapan berbuan dan pengertian hapalan. Alat-alat ini dapat bulan disebut alat-alat berbiasa. Yang kedua, alat-alat untuk memberi pengertian membentuk sikap, minat, dan cara berpikir. Yang ketiga, alat-alat yang membawa ke arah ke herningan batin, ke percayaan, dan pengarahan diri sepenuhnya kepada aloh subhana kuat alat atau tuhan yang kemahasan. Selain hal tersebut, marimba juga membagi alat pendidikan itu ke dalam dua bagian. Yang pertama, alat-alat langsung. Yang itu, alat-alat yang bersipat mengandurkan sejalan dengan maksud usaha. Ini bisa kita sebut bulan sebagai alat-alat positif. Yang kedua, alat-alat tidak langsung. Yang itu, alat-alat yang bersipat pencegahan, dan pembas mian hal-hal yang bertentangan dengan maksud usaha. Silakan kalian tapsirkan sendiri. Sebagai pelangkap, papa juga memilikkan perlepati sarwonu. Dia membedakan alat-alat pendidikan dari beberapa segi. Yang pertama, alat pendidikan positif dan negatif. positif jika ditunjukkan agar anak mengerjakan sesuatu yang baik. Misalnya, contoh yang baik berkaitan dengan pembiasaan, perintah, pujian dan gajaran. Sedangkan yang negatif, jika tujuhannya menjaga supaya anak didik, jangan mengerjakan sesuatu yang jelek. Misalnya, larangan, celahan, peringatan, ancaman bahkan hukuman. Yang kedua menurut sarwonu alat pendidikan preventif dan korraktif. Prepentif jika maksudnya mencegah anak sebelum mereka berbuat sesuatu yang tidak baik. Misalnya, pembiasaan, perintah, pujian dan gajaran. Sedangkan yang dimaksud korraktif, jika maksudnya memperbaiki karena anak telah belanggar ke tertiban atau berbuat sesuatu yang buruk. Misalnya, dalam bentuk, celahan, ancaman, dan hukuman. Ini satu dan dua ini sebenarnya, sangat identik. Sarwonu juga menyampaikan yang ketiga, alat pendidikan yang menyenangkan dan yang tidak menyenangkan. Menyenangkan apabila menimbulkan rasa senang pada anak-anak. Misalnya, pujian, sedangkan yang tidak menyenangkan, jah itu yang menimbulkan perasaan tidak senang pada anak-anak. Misalnya, hukuman bahkan telahan. Tiga hal yang sarwonu sampaikan ini. Tiga hal yang cukup identik. Jadi, nanti ketiga kalian menjadi guru, kalian bisa kombain ini. Karena intinya, alat itu ada yang sipatnya positif, ada yang sipatnya negatif. Ada yang sipatnya repentif, ada yang sipatnya korrektif. Tentu saja, dua hal yang sudah bapa sebutkan itu, masing-masing memiliki cara yang berbeda. Nanti kita lanjut lagi di segbenen berikutnya. [Selamatkan] [Selamatkan] [Selamatkan] [Selamatkan] [Selamatkan] Sekarang, kita balik lagi ke topik atau matari perkuliahan yang lagi bapak-bahas dalam podcast ini. Ada sebuah pertanyaan. Lantas apa situ juan dari alat pendidikan itu? Tujuan yang paling esensial tentu saja, agar terjalan pola interaksi dan komunikasi yang sesuai dengan nilai norma dan etika pendidikan dan pengajaran. Nah, saat nanti kalian menjadi guru, sebelum kalian memilih alat pendidikan mana yang akan kalian pakai, sebelum kalian mengimple mentasikan alat pendidikan yang baik dan sesuai, kalian harus memperhatikan 4 sarap. Yang pertama adalah tujuan. Apa yang hendak dicapet dengan alat yang kalian pakai itu? Baik yang positif atau yang negatif? Baik yang preventif atau yang korektif? Lalu yang kedua, siapa yang menggunakan alat itu? So, tindus saja kalau pertanyaannya siapa, adalah pendidik atau guru. Tiap guru tentu akan memilih cara yang berbeda dalam menerapkan alat pendidikan dalam proses pembelajaran. Yang ketiga adalah anak atau peserta dedik yang akan dikenai alat itu. Dan sarat yang ke empat, bagaimana menggunakan alat-alat pendidikan persebut? Itu 4 sarat. Jadi, singkatnya bapak ulang lagi, 4 sarat itu adalah berkaitan dengan tujuan. Lalu yang kedua, berkaitan dengan pendidik, yang ketiga, berkaitan dengan peserta dedik, dan yang ke empat, bagaimana menggunakan alat pendidikan itu? Lalu sedikit ulang lagi. Jadi, kalau bicara tentang jenis atau alat-alat pendidikan itu, supaya lebih sederhana, kita bagi 2 saja, yang pertama adalah alat pendidikan positif, yang kedua adalah alat pendidikan negatif. Alat pendidikan positif itu agar anak mengerjakan sesuatu yang baik. Cantanya yang tadi, ganjaran bujian, pebiasaan, dan lain-lain. Sedangkan yang negatif adalah, menjaga supaya peserta dedik, jangan menerjakan sesuatu yang buruk. Di dalamnya ada larangan peringatan, ancaman, dan hukuman. Kalau perementik itu menciga, kalau korektif itu tujuhannya adalah untuk memperbaiki artinya anak sudah kadung melakukan sesuatu yang tidak baik, jadi pakai alat pendidikan yang korektif. Yang berikutnya, alat pendidikan itu juga ada yang menyenangkan dan tidak menyenangkan. Menyenangkan, menibukan perasaan senang, tidak menyenangkan, menibukan perasaan tidak senang pada peserta dedik. Yang berikutnya adalah, alat pendidikan itu ada yang bersihpat material dan non-materil. Kalau yang material adalah alat pendidikan yang berupa benda-benda nyata, contohnya buku pensi apapun itu. Sedangkan non-materil adalah alat atau pengajaran yang bersihpat tidak kebendaan, melayinkan segala macam keadaan. Kondisi, tindakan dan perbuatan yang diadakan atau dilakukan dengan sebagainya sebagai sarana dalam melaksanakan pendidikan. Ada juga alat pendidikan itu yang disebut dengan prependip dan represip. Ini hampir sama dengan prependip dan korrektif. Mencegah, yang prependip itu mencegah pengaruh buruk dari luar ke dalam diri Anand. Sedangkan yang represip itu sipatnya menindas atau bersipat-menindas sipat-sipat negatif yang ada di dalam diri sisuan. Seperti apa? Perasaan malas, morung, tidak percaya diri dan yang lain-lain. Sudah piring tujuh menit, nanti kita lanjut lagi di segment berikutnya. Apa-apa lalu kalian lelah? Bapak tau kalian cabir beberapa hari belakang ini. Tapi tau kan orang yang merasakan kesulitan di waktu muda, anak-anak muda yang melewati hidupnya dengan berbagai rintangan, halangan, dan masalah adalah sosok-orang-orang yang akan sukses di masa depan. Jadi, stop berhenti mengeluh. Bapak tau kalian bisa melewati sebuahnya. Dan selesai, lalu kalian akan menikmati masa-masa di mana kalian bisa menghabiskan sejenan. Hari-hari ke depan dengan berlehal-lehan. Apapun itu lanjut. Tapi jangan berbahan sekarang. Jangan berlehal-lehan sekarang. Nggak bantas talon guru menguluh. Siap harus siap. Sekarang, bapakan sampai kan beberapa contoh yang tadi sudah kita bahas. Kita bahas itu artinya bapak bicara kalian mendengarkan. Bapak sedikit perjelas tentang beberapa alat pendidikan yang sangat penting. Bayi yang positif, maupun yang negatif. Yang pertama, pembiasaan. Pembiasaan itu adalah pengulangan terhadap segala sesuatu. Yang dilaksanakan atau yang diucamkan oleh sesuatu orang. Itu disampaikan oleh profesor Ahmad Tapsir. Paha Ahmad Tapsir mencontohkan anak-anak dibiasakan bangun pagi. Anak-anak dibiasakan selalu hidup bersih. Maka bangun pagi hidup bersih itu adalah kebiasaan. Sebuah pakar pendidikan sepakat untuk membenarkan pembiasaan itu sebagai salah satu upaya pendidikan. Yang kedua, pengawasan. Ngalin perwanto menyampaikan, pengawasan itu penting sekali dalam mendidikan anak-anak. Tampa pengawasan berarti membiarkan anak berbuat semahunya. Anak tidak akan dapat membedakan mana yang baik, mana yang burung. Tidak mengetahui mana yang seharusnya dihidari atau tidak senonuh. Dan mana yang boleh dan harus dilaksanakan? Mana yang membahayakan atau yang tidak? Yang berikutnya adalah printah dan larangan. Printah sebagai alat pendidikan bukan hanya apa yang keluar dari mulut seorang pendidik. Dan harus dikerjakan oleh orang lain. Atau anak-anak. Tetapi termasuk pula, peraturan-peraturan yang harus di tatih oleh anak-anak. Artinya, jangan asal printah. Biasanya para masiswa, suatu printah itu kadang-kadang diikuti oleh larangan. Larangan biasanya dikeluarkan jika anak melakukan kegiatan atau perbuatan yang kurang baik. Atau yang merugikan. Bahkan yang bisa membahayakan hidupnya. Lalu yang berikutnya adalah ganjaran. Ganjaran merupakan penghargaan yang berikan pendidik kepada peserta di di. Jadi dengan sederinya maksud dari ganjaran adalah agar anak merasa senang. Karena apa perbuatannya itu di apresiasi. Papa selalu menyebutnya reward kepada kalian. Yang berikutnya adalah hukuman. Hukuman itu bisa berpungsi sebagai alat pendidikan. Sebagai salah satu langkah yang bisa diambil dan digunakan demilan caranya proses pelaksanaan pembelajaran. Jadi panisme itu penting. Tetapi panisme yang seperti apa selalu bapak terkankan berkali-kali indari menghukum siswa dengan cara pisik. Yang berikutnya adalah keteladan. Teladan itu adalah sesuatu yang muda uduk di ucapkan. Tetapi sulit uduk dilaksanakan. Tapi bapak juga selalu menyebutkan kepada kalian. Guru itu adalah horol model. Apa yang dilakukan, apa yang di donjukan oleh Guru? Itu bisa jadi sesuatu yang akan ditiru oleh pesertali. Karena merin-burin terutama anak-anak SD itu pendiru sejati. Karena hati-hati dengan cara kalian berprilaku. Yang harus di tanahkan ke dalam hati kita adalah salah satu sosok teladan. Magi umat manusia tentu saja adalah Nabi Muhammad. Selamu Loh, gue ali pasalah. Beliau itu keteladan saja selalu diaku dari satu generasi-ke generasi dari masa-kemasa. Seorang pakar, al dah lawi menyampaikan. Belalui teladan yang ditunjukkan oleh Guru. Siswa itu akan memperoleh banyak hal positif, baik yang berkaitan dengan keilmuan, ke pemimpinan, ke ihlasan dan yang lain-lain. Bagaimana dalam pendidikan? Keteladan itu bisa dicontohkan, misalkan. Bapak dan ibu-gurunya selalu mengucapkan kata-kata yang lembut. Tidak pernah berbicara kasar. Bapak dan ibu setiap hari rajin membaca. Belaksanakan ibada tepat waktu dengan benar. Itu adalah contoh-kentoh keteladanan yang akan diikuti oleh para siswa kita. Ada segben terakhir dan akan ada kejutan untuk kalian di segben terakhir. Jadi jangan skip nanti, pokoknya harus sampai selesai. Berudah membanyakan kalian masih berengarkan saya. Sumpah nih. Soalnya, papan tadi, sampai kan di segben sebelumnya ada kejutan. Kejutannya apa? Bisa di ini kejutannya, satu sesuatu yang tidak mengenangkan. Apa ya? Tapi sebelumnya, berubah-ubah nyapahkan perempuan anak-anak yang pertama. Koalitas dari podcast ini tentu tidak. Ideal, tidak standar. Karena apa? Begunakan alat sangat sebenarnya bapak langsung bicara di HP tanpa proses dan editing. Bisa saja ini bagus. Kalau belayawati proses yang banya, tapi nggak ada waktu itu gitu. Karena nanya, sekolah lagi bapak sampai kan perempuan anak-anak bahkan koalitasnya. Yang kedua, akan kontennya. Memong-mongnya kecepetan. Banyak beli-bal. Dan berbagai jenis lah. Pokoknya. Gitu, eh. Mau dimapkan. Apa kejutannya? Dejutannya adalah ini. Kalian liat. Nim. Kalian. Numer induk mahasiswa. Kalian. Kalau ujungnya kancil. Kalian harus menjawab pertanyaan. Ini. Kalau ujungnya. Dan kenal, kalian harus menjawab pertanyaan itu. Jadi, suratnya adalah untuk soal yang pertama akan bapak cakan di sini. Kalau lang, untuk soal uas yang pertama akan bapak bapak bapak bapak. Alah. Ini udah jam 2 pagi lah bapak buat ini. Mulai lagi deh. Akan bapak bapak cakan soalnya. Yang ujung nimnya kancil. Soalnya akan berbeda dengan. Yang ujung nimnya benap. Sekarang si ma baik-baik. Untuk para mahasiswa yang nimnya. Nimnya berujung kancil angganya. Pergi ujungnya 1-3 atau benapa lah. Anda harus menjawab pertanyaan ini. Alat pendidikan itu memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Silahkan kalian jelaskan perbedaan karakteristik alat pendidikan yang material dan alat pendidikan yang non material. Dapak ulang lagi silakan kalian jelaskan alat pendidikan non material dan alat pendidikan material. Karakteristiknya boleh kalian mencari pendapat dari para ahli. Sekarang untuk para mahasiswa yang memiliki nim genap. Para mahasiswa yang memiliki nim genap. Soalnya adalah seperti ini. Kalian rangku pengertian-pengertian yang telah disampaikan oleh para ahli di segmen segmen berikutnya menjadi sebuah kesimpulan berdasarkan persi kalian tentang alat pendidikan. Kalian rangku pendapat para ahli di segmen segmen sebelumnya yang sudah bapak sampai kan menjadi sebuah kesimpulan tentang alat pendidikan berdasarkan pendapat kalian jangan lupa berikan contohnya. Untuk soal yang pertama dan bapak harap kalian tidak bertanya tanya lagi. Kumah sih maksudnya karena perasaan sudah bapak sampai kan dengan jelaskan dan gamblan. Kalian tidak bisa bertanya kenapa bapak melakukan cara seperti ini. Semua jawabannya ada di hati kalian masing-masing. Untuk episod alat pendidikan bapak cukup kan sampai di sini. Tapi kalian belum bisa bernapas dengan santai. Karena kalian harus mendengarkan podcast episod drail untuk perpuluhan etika propesi guru SD ini. Jadi selpas ini kalian harus mendengarkan lagi saya beberapa lama untuk mendengarkan kompilasi materi yang belum bapak sampai kan selama satu semester ini. Kita hiri tetap semangat berpikir positif jangan lupa kerjakan di atas kemampuan diri kalian sendiri. Jangan pernah mencoba untuk bekerja sama untuk hal-hal yang tidak perlu. Karena bapak pasti tahu itu. Sekali lagi siapkan dulu ke belakang dulu serapan dulu atau apapun itu. Kalihan pokok untuk mendengarkan episod terakhir dari podcast yang bapak siapkan. Sekali lagi terima kasih, sampai jumpa di episode terakhir. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Podcast Summary
Key Points:
Bapa memberikan tugas kepada siswa untuk membuat video pendek tentang hard skill dan soft skill guru SD serta tema kompetensi guru berdasarkan undang-undang guru.
Selain tugas video, siswa juga diminta membuat powerpoint pembelajaran berdasarkan materi perkuliahan.
Materi podcast membahas tentang alat pendidikan seperti pembiasaan, pengawasan, perintah dan larangan, ganjaran, hukuman, dan keteladan.
Summary:
Dalam transkripsi ini, bapa memberikan tugas kepada mahasiswa untuk membuat video pendek tentang hard skill dan soft skill guru SD serta tema kompetensi guru berdasarkan undang-undang guru. Selain tugas video, mahasiswa juga diminta membuat powerpoint pembelajaran berdasarkan materi perkuliahan. Materi podcast membahas tentang alat pendidikan seperti pembiasaan, pengawasan, perintah dan larangan, ganjaran, hukuman, dan keteladan.
Para mahasiswa juga diberikan soal berdasarkan NIM mereka sebagai ujian. Podcast ini menekankan pentingnya memiliki pikiran positif, semangat, dan kerja keras dalam menghadapi tantangan. Mahasiswa diingatkan untuk tetap fokus, mendengarkan materi dengan baik, dan menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan.
FAQs
Sebelum mengerjakan soal ujian, sebaiknya mendengarkan materi podcast yang disediakan.
Tema tugas video adalah hard skill dan soft skill untuk guru SD masa depan, serta kompetensi guru berdasarkan undang-undang guru.
Tugas kelompok adalah membuat powerpoint pembelajaran berdasarkan materi perkuliahan.
Alat pendidikan adalah segala sesuatu yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan menurut para ahli.
Sebelum menggunakan alat pendidikan, perhatikan tujuan, siapa yang menggunakannya, peserta didik yang akan dikenai, dan bagaimana menggunakannya.
Chat with AI
Loading...
Pro features
Go deeper with this episode
Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.