Go back

Ep. 04 - Pertanian Organik ala BSP farm

36m 9s

Ep. 04 - Pertanian Organik ala BSP farm

Transkripsi ini menampilkan percakapan podcast di perkebunan organik BSVom dengan narasumber yang merupakan penggagasnya. Dibahas sejarah transformasi lahan dari konvensional sejak 2005 menjadi organik melalui pendampingan dan input organik seperti kompos. Pertanian organik ditekankan sebagai upaya perbaikan tanah dan ekosistem, dengan menghindari penyalahgunaan pestisida yang umum terjadi pada pertanian konvensional. Meski lebih sehat dan berkelanjutan, tantangan seperti pengelolaan hama, pasar yang lebih spesifik, dan kebutuhan konsumen berkesadaran tinggi menjadi penghalang. Peran pemerintah dalam regulasi dan dukungan kebijakan dianggap krusial untuk memperluas praktik ini, mengingat petani organik di Indonesia masih di bawah 5%. BSVom sendiri saat ini memprioritaskan bisnis dan kontinuitas pasokan, meski terbuka untuk kegiatan edukasi terbatas seperti praktik lapangan. Percakapan juga menyentuh visi pengembangan kawasan organik yang holistik dan kritik terhadap implementasi "garden city" di Bogor yang dinilai perlu keberlanjutan program, bukan sekadar proyek.

Transcription

4187 Words, 27150 Characters

Indonesian
Kan petan itu yang paling miskin, kurikulum pertanian pendidikan pertanian sih berapa? Penggunaan pastisidah bubuhatan di indikkan semua petan. Halo, gue Arga, balik lagi di Podcast Vom, Podcast dari kebun. Oke, jadi kali ini gue lagi ada di BSVom. Di temenin langsung barang pas udarianto, selaku penggagas langsung dari pertanian organic ya, jadi kita disini bakal ngebahas putar perkebunan organic dan semua yang ada disini dengan 4.4 luruh hectar. Kita tadi udah kelieling juga, ngeliat semua perkebunan disini dan wah kayaknya aku mau banyak-mobrol banyak disini. Aku pengen nanya sejarahnya dulu disini tuh gimana sih proses awalnya gitu bisa sampai ada BSVom ini. Jadi tahun 1985, kepun ini masih konventiona, masih di miliki orang lain, tinggal lalu tanaman yang ada itu ya, teh kopi, gitu-gitu. Nah tahun 2005 itu pemeliknya pengen lawalahan seluruhnya itu menjadi kawasan ortani. Pilih Honor, itu datang ke BSV, Cisarwar, rumah kato. Gaperdulan tadi sana, lalu kayak disini, sebuah disini, lalu mulai lah di program-program, tahapan-tahapan di jalan seluruhnya organik. Jadi awalnya yang dikunakan sayuran, sahabah di organik, kemudian salah, kemudian salah, lalu kopi, lalu mulai dua nana. Ekosistemnya ada di situ per satu, semua dihadirkan, gitu. Nah sebelumnya itu, ini kan 2005 mulainya, bahapa sendiri itu sebelumnya memang udah ada di pertanian organik, sebelum datang kesini, kita kebelakang gelajah dan gitu. Boleh, tahun 1985 itu, saya mendamping ni romaka itu di Cisarwar, memang khusus untuk membuat pesat pengambangan pertanian organik. Dingga saya, 2005 itu, temat-tam apa seminggu sekalik ke sini, untuk memberikan apapun pendampingan, pemindahan dari konfinjonal ke organik. Jadi segi sehingga, melan-pelan, ternyata di sini mulai lebih baik, karena keane cara kemanya, cahu lebih menguntungkan, posisi airnya, cahu lebih menguntungkan. Karena di salah, ada apapun cemaran air kampung, karena kampungnya ada di bawah. Ya, apa yang ada di bawah? Kalau ini, proses dari pembuatan pertanian organik, ini perkebenaan organik, itu sampai berapa lama, itu dari 2005, ketika mulai buat pertanian organik di sini, proses sampai terjadi, keadaan di sini, pasti prosesnya itu panjang. Dan kita ini, anak-anak muda ini khususnya dari waktipan, ini pengen belajar banyak. Karena kita juga punya cita-cita ingin ada di titik-itil. Aku pengen lebih dita saja, tahu prosesnya. Ya, kalau mau pertanian organik, otomatis, lalu penggunaan, di sini, sudah bububu, bukan dari situ. Ya, ketika mulai itu menghentikan itu, lalu masuklah, apa, input input organik, apa kata kompos, apa kata bubuk-andah, apa kata apa, yang dipake untuk memperpaiki tanah. Jadi pertanian organis itu, yang mutahmah, sebenarnya perpaikan tanah, ke sehatan, ke sehatan. - Ke sehateraan-tanah. - Ya, yang dia mutahmahkan. - Pastisnya mikrop ya. - Oke. Jadi, di dalam tanah itu ada kehidupan, dan di situ ada mikrop ya. Dan umumnya, yang bermanfaat, sinjak kalau itu di doar umapan organik-japannya, maka mereka akan terkembang, dan mereka akan, apa, setelah alamiya, memperpaiki kondisi tanah yang ada di situ. - Oke, oke. - Tentu kalau, kalau, kalau lebih tetereya, dan itu kalau yang disayunan, agak, lebih rumit, ya, karena, harus dibuat pitingan, ada rotasi, ada penanaman campuran, ada, macam-macam, dah bel dikin, gitu, gitu. - Oke. - Nah, saya yuran. Tapi kalau, salah ada sebagianya, yang terlalu masalah. - Nah terlalu masalah. - Yang itu ada, hanya di rubah aja, lagi mana supaya, menjadinya, menjadi intut organik. - Oke, oke. - Oke. Pengalaman yang membuat, bapa sendiri ini, akhirnya, berkecimbung di dunia, pertanian organik, gitu. Aua itu, muda itu gimana, bahwa saya, bahwa, ada titik di mana, situasi yang, yang buat bapa akhirnya, oh, kayaknya, aku harus memilih untuk, jalan disini, dan mungkin bisa menginspirasi, teman-teman di sana, gitu. - Sebetulnya kalau pertanian organik, yang, dua ribu, ke sana, itu, lebih banyak, konservasi air, dan tanah. - Oke. - Berbicara tentang bagi mana, ke sehatan tanah, itu yang, itu. Tapi, 2021 itu, kementangan, ada program, ramanya, ku organik, 2010. - Oke. - Nah, dalam program itu, kan, ada, ada rep mepnya, tahun berapa, ada apa, gitu. - Sengga tahun, 2021, itu ada lembaga sertifikasi organik. - organik. - Sengga di situ, lama masuk bisnis. - Oke. - Jadi pertanian organik, awal sebetulnya, tidak terlalu bisnis. - Oke. - Tapi ketika dalam baga sertifikasi, lalu ini menjadi, apa, menjadi bisnis. Nah, karena menjadi bisnis, itu menit-menit seminnya bisa berubah. Kalau pertanian, bisnis itu, kan harus ditung. - Iya, di-etung. - Inputnya berapa, oututnya, berapa, gitu. - Nah, kalau untuk bisnis itu, memang diperuntukan langsung, untuk masyarakat di jual, atau gimana sebaitunya, apa, peroses, ketika setelah teman, gitu. - Awalnya sebetulnya hanya melayani konsumen saja. Bagaimana konsumen, mencari, produk yang sehat, malah ini kan produk organik, gitu. Lalu itu dikriit, singgal lalu menjadi, ada seller menjadi akeng, gitu. Singgal lalu kita mulai, apa negusiasi, arka, mulai, lalu mendorong supaya, ada kontinuitas, - Iya, gitu, gitu. - Nah, ketika ada kontinuitas, lalu program tanamnya kan juga suka antinya. Singgal supaya antara berdufi dan market-tenggitnya punya ambung. - Bati biar lebih diperdelas lagi, yang paling mendasar, perbedaan dari pertanian organik dan konventiona, itu sih Pak. - Lebih sederhana. - Jauh berbeda ya. - Jauh berbeda. - Karena kalau konventional, semacam soallah tidak dari kudasinya, sekarang ada sedikit, perimasa 1, perimata 3, ada sedikit di ator, gitu. Tapi kalau dulu nggak pernah di ator, nggak ada di ator. Orang mau nyemper satu hari, tiga kali nggak ada ator. Orang mau apa? Memberi pupo berapa nggak ada aturan? Singgal. Di situ, lalu terjadi apa ya istilahnya penyalak gunaan pesticide? Nah itu yang berbahaya, penyalak gunaan itu. - Iya. - Vestisidanya sebenarnya sediat di ator itu. Kalau kita mau gunaan pesticide, itu 15 hari sebelum di panin, itu terakhir. Tapi tidak ada tim tanya petani melakukan, aturan main, gitu. Singgal penyalak gunaan itu yang menyebabkan, mengapa pertanan konventional, itu mengandung resitu yang luar biasa. Jadi dari sudut keselatan seles di daasnya. - Betul, betul. - Lebih, ada banyak bahan kemianya di luar di kehargani. - Residinya di luar biasa itu. Anuh apa? Tidak bisa dianuh. Tidak bisa diukur, karena tidak ada regulasi, maka gimana? - Betul. - Hari pake yang protes, yang yang protes, yang yang protes, ya tentu, turahan pesticide yang ada di lahan, menjadi lebih besar. Dan itu tidak baik untuk tanah, untuk makro-itru, untuk semua yang ada di dalam lingkungan pertapunan itu. - Regulasi, betul. - Pangat tahun, - Iya. - Atu ran, gitu, untuk cara bagaimana sih, menanam sayuran yang baik, ya, yang saya hat, gitu. Sampai di sini, aku mau nanya, untuk temen-temen di sana yang memang lagi melakukan perkabunan secara konventionan, gitu. Apakah memang, seberapa penting, gitu? Kita ini berali kepada perkabunan yang organik, gitu. Untuk kita melihat situasi hari ini, gitu. - Ya, aku asyoti kiculit dijawab itu, karena ini kan aspeknya banyak, aspek tidak hanya kesihatan, tapi kan juga ekonomin. Tapi asalnya, ekonomin ini yang akan sedikit usaha, karena kalau konvention, nah, itu langsung nukul itu. Kalau nukul itu kan pananya banyak. - Iya, satu konvention. - Ya, asalnya kalau satu konvention, pananya-pananya, arcanya anjilok, gitu. - Iya, asalnya. - Iya, satu. - Singgal lu arcanya kan menjadi turun, dan itu kan memukul pertanjutan. Jadi, sebenarnya, konvention alpun, apa ya? Anja-menya, aku diukum pasar aja. Kalau arcanya, arcanya awal, di pasaran sedikit, arcanya naik. Kalau di pasaran banyak, otomat, diarganya kan, turun. Itu kan, diyang sudih di antisipasi, - Iya, betul-betul. - Pertanya. Kalau pertanyaan lu gari, indah, kita sudah mempunyai kurang lebih berapa yang harus dipanen, karena kita punya konsumen yang ada di sana, gitu. - Oke. - Lalu penanaman di sesuai kan dengan gitu. - Oke, jadi lebih tertata dengan rapi, terus juga, kualitasnya yang sudah pasti juga sehat, di gede ya. - Iya, dan satu mingguan biasa saja gak panen sekali ya. Biasa saja tidak paling. - Kalau menurut, apa sendiri, apa perlu kita ini berali ke perkebunan organik, gitu? Tika kita hari ini melihat perkebunan konventiona yang kadang kalau temen-temen sendiri yang sudah mengetahui bagaimana proses penanamannya, dan itu sangat-sangat mungkin yang tadi apa jelas kan, gitu. Tidak menguntukan petani lah gitu. Dan akhirnya mungkin itu yang menjadi sebab sampai hari ini banyak petani yang belum sejah terakhir. Dan apa kaya, kayak gitu sih Pak? - Pertanyaan organik itu kan di Indonesia paling, ada di 5% kurang malah. Iya. Yang lainnya adalah konventiona. Iya. Nah mengapa, biasa jadi begitu, ya. Kita akan tak punya kacian tentang pertanian organik. Kita gak punya perku luar tinggi pertanian organik. Kita gak punya alinya pertanian organik. Terima, ketika kita akan mengambangkan skalapis ini, itu ambatan-ambatan yang muntul. Itu sering tak tak ada menjadi apa istilahnya memuat atau apa untuk pertanian organik. Karena kalau konventional kan ada masem prod, tapi kalau organik kan kita masih memenit. Bagi mana taranya supaya maupun yang kita itu tidak banyak lah. Ada tapi tidak banyak. Tenggak ya, lebih anuh lah, lebih apa ya pertanian organik itu diacau untuk perfikir itu, di tak falan gitu. Tapi, oh ini situasi begini maksudnya Pak harus begini. Iya. Ya terkantung menyi kapinya. Ya ada yang mengatakan itu rumit. Tapi ada yang menyiakat, tak kan itu asik. Karena selalu ada tantangan, selalu ada persoalan, ada surus yang di muncul tan. Apalagi kalau kita picar rasa apa ya, inputnya kan kita banyak. Input untuk besu burang-dana itu kan Pak. Potoran banyak. Pompos ada. Pompos ada. Laksung dari ekosistasi di sekolahnya itu. Ya, jadi, sebetulnya, lebih, apa ya, lebih, lebih mudah mencari sumbernya itu. Hanya yang fabrican itu setiap sulit, misalnya, di kompos yang fabrican ada, uman biasanya lebih mahal ya. Di banding kita buat. Oke, oke. Betih, ya semua disini lengkap sampai pengkomposan juga semuanya lengkap ya, Pak. Ya, supaya, harusnya ada ya. Ya, saya tidak tahu kalau nanti ke depannya ada apaprik kompos sendiri dari pemerintah lalu di jual murai. Ya, tentu, lebih banyak membantu. Patani Orkani. Ya. Masih sijah napa hati, misalnya. Itu mulai dipapikan, tapi, lebih murai, tentu akan membantu petani. Oka, petani Orkani. Kali, memang untuk petani Orkani, yang merasa, memang itu asik nih, yang itu dari Orkani itu. Nah, menurut bapak sendiri ini, tantangan tersembiri deh yang memang bapak rasakan, gitu. Di dalam pertanyaan Orkani, ini itu selain, soar rasa yang tadi itu, secara teknis, gitu. Kira-kira, gimana, apa yang buat lebih sulit, kita dibandingkan konfensional, gitu. Orkadan, ada hal-hal yang, oh, kayaknya ini, lumayan cukup ifward, gitu, untuk berkabunya itu, gitu. Ya, kalau yang, teknis dan itu, hamapnya kayak, opetnya, pertanyaan-penggang, gutan-penggang, itu yang agak, ketika diberi potkan, karena dia akan menyesuaikan dengan opa cuaca, jadi, bergerak sesuai dengan cuaca. Dingga kita tidak bisa avalan, itu, hamapnya, kemudian, masaran, karena bagaimana pun juga, kan, rotraknya, diarkaya lebih. Dingga kan, kita harus meneropo satu, mendapatkan konsumen-kombin dan yang memiliki kesadaran tentang kesiatan, tentang lingkungan, tentang itu. Itu juga salah satu, ya, meruta ya, juga, apa, persoalan. Ya, betul, betul, betul, ya, bener-bener. Jadi, tantangan tersendiri, gitu. Ya. Kalau kita berbicara-hama, berbicara, itu, bagian dari hal, karena ya, jadi, yang, ngebuat itu, jadi sulit, gitu. Ya, itu tuh, biasanya, soalusnya, itu, gimana sih, apa, memang, itu supaya, lambat, hamanya itu, datang tuh, gimana sih, soalusnya, gitu. Atau, soal, perkebunan, organic, gitu. Setara koncep tual, ya, itu kan, pendekatan holistic, pendekatan preventive, pendekatan, kuratik, gitu. Ya. Nah, yang sering kurang dilakukan, pendekatan holistic. Bagi mana, ketika kita membangun sebuah kepun organik, itu sebenarnya, kita sudah berfigur, tenang pengen dari hal, nabak menyaki. Bakarnya, harus diberapa, bakarnya di mana, kita nami apa, dan sebagainya. Itu sudah masuk di jalan, kerangka, pengen dari hal, nama punya. Kemudian preventive, dihentung saja, apa ya, tumbang seri, diang sering rotasi, itu yang selalu sering cakap, sering orang-orang, orang meremehkan, peranan rotasi, dan peranan tumbang sering, ini, bagaimana itu penting dalam menciptakan, tak aneh garakaman, sehingga, itu akan mempasilannya, pertumbung banyak. Bertumbung banyak. Ya, kalau sudah itu tidak bisa baru kuratif. Kuratif. Kuratif itu kan sekarang sudah ada piu, apa, pendemperutuan piu hayatinya, itu lebih bagus, ada pesen, domun, ada puyufari, ada apa-apa lagi itu. Terus hari, banyak sekali, apa, mikro-piyamikop, yang bisa mengandalkan, atau menakan penyakit, ada apa-apa. Jadi memang, pendekatan-pendekatan seperti itu, kadang itu dilupakan ada di sana, di detail ya. Apa ada peluang ini menjadi gaya hidup, nggak, kalau misalkan kita berkaca ke negara-negara, khususnya di Amerika, atau di Eropa Utara, gitu mereka kan sudah mengandepankan gaya hidup vegetarian, gitu gaya hidup yang organik, apa ini bisa menjadi peluang, gitu, untuk masyarakat kita bisa lebih mau menyadari atau mengetahui, soal konsumsi dari tanaman-tanaman yang organik. Ya, kalau kita mau sehat memang begitu, dan kalau di Indonesia itu mungkin, karena rumah tanggannya ketiketil, lahannya ketiketilnya, konsep urban-parminnya itu yang paling, berseparen-tepat, yang kejah sana, karena kita bertahani dengan lahannya ketil untuk sendiri, jadi paling tidak untuk sendiri, kita bisa produknya bisa sehat, gitu. Tapi kalau, sekejalah kebijakan, ini, saya tidak tahu ini terkantung Papua President, DPR, Bupati Walikotan, DPR, di, kalau di situ, Papua Bupatinya dan DPR, tertarik mengembangkan pertanian pertanian al-kanik, waktu di situ, pertanian al-kanik bertumbuh. Tapi kalau, nggak, ya tentu, agak-agak berarti, karena bagaimana pun juga, peranan, memberi ndak, ya, dah itu penting, itu untuk mengembangkan sesuatu itu penting, gitu. Regulasi, aturan, ya, aturan, tapi juga, tukungan, gitu-gitu penting, karena kalau, kalau undat, ya, kakaknya tidur, ya, benar, keterehu mungan antara petani, pemerintah, dan masyarakatnya langsung memang, itu bisa tetap tertatuan, yang harus. Ya, ya, ya. Terutuh, ada komunitasan, kalau dikompension, ya, ada kapok tan, apa itu kapok tan, kebungan, kelombok tanin, oke. kebungan, kebungan taninah. Tapi tunya di pertanian al-kanik bisa saya berdikuan. O komunitas yang memang, secara, ini secara garis besar, memang ada, gitu. Kalau saling, makbak tersesama, tapi membandang. Tapi si jo ini, komunitas orgari, memang ada keterehu mungan dengan petani lain, atau gimana? Ya, ada. Ada beberapa, ada. Tapi masyarakatnya, ya, seporatis, gitu. Ya. Jadi ya, ya, apa? Di cipana, saka, di cipa, di cipa, ada. di setiap era ada. Uman ya itu masih, tetereket, di luar bilen. Di luar bilen, ada yang besar juga. Tapi, apa menurut saya masih bilen. Apa ya? Belum menjadi saku, gitu. Untuk BSP ini sendiri, kunjungan tuh gimana ya? Masutnya, apa ada bisa temen-temen dari luar, datang ke sini, gitu. Untuk diberikan, pendidikan. ehkologis, gitu. Pendidikan pertanian yang organi, gitu. Untuk khususnya, temen-temen kayak kita-kita ini, anak-anak muda, gitu. Apa yang ingin berkunjung ke sini, itu gimana, apa? Sementari ini, kalau BSP, belum. Oh, suruh melakukan pelatian. Tapi kalau PKL, praktek, Pak Pong, nasi, apa-apa, kerja-lapang dari masa sewa, kita menerima. Karena, ya, kita seberdaya manusiannya terpata, kemudian, memang, koranya bukan di situ. Oke. Oranya kan memang, kita mau membuktikan bahwa pertahuan organ, gitu, bisa mendukisnya. Oke. Tapi memang bener-bener diarakan terlebih dahulu di rana bisnisnya dulu, gini. Karena, anak-anak se-dikit, ya bukan mengganggu, dan gulutkan, "Butuhan, "Butuh waktu, "Butuh tenaga, "Butuh ini." Iya, ya, ya, betul. Setiap hari ada kamu, ya tentu repot, nggak bisa bekerja lagi. Ya, kegelera-kegelera. Saya memang udah mudahan, tapi, aku berharapnya, BSP ini menjadi tempat yang memang pas gitu, untuk temen-temen anak-anak mudah, kita buat belajar juga di sini, gitu, satu saat, nanti-ketika, ha ha yang tadi, kekorangan kan bisa terpenuhi, gitu, Pak. Kalau yang ikuti, ya buat, "Pamste, "salaapamste, selalu diberi pengertian organi, "diajak, "delaapang, "itu jukkan, gitu, itu." Pertanyaan organik menjadi, apa ya, menjadi, materi yang pertama, untuk mereka, yang, yang, "Pamste, yang tinggal, "it, "tapi, "belum busa pelatian." Belum menjadi, "belum mau untuk menjadi, "belum mudah, "dapasan diri ya, "mesti, "hal yang rencana untuk kendapannya memang "visi dan misinya ada untuk kesana atau, "di mana, Pak?" Rasanya nggak, rasanya. Belum ya, rasanya karena, "Rana pelatian itu "mesti orang lain yang garap." Ya, betul. Mereka harus diharus punya mudah yang besar, "mesti harus, "apal ruki, "la masalah." Karena kan outputnya manusia. Ya, betul. Supaya bisa, gitu. Tapi apakah misalnya pelatian dengan, biaya yang tinggi lah, itu kan susah, gitu. Siapa nanti yang mau berlati kalau, biasanya tinggi. Ya, ya, oke. Jadi di situ masih riper. Tapi menduruh saya sebetulnya pemerintah lah, yang mengadakan pelatian pertanyaan. Seharusnya. Kita dari kawal panggilan BS, "Pakupnya kata, "B BS, "Pakupnya itu singkatan atau gimana, Pak?" Anuk, singkatan dari pumi, pumi, bahwa, "Saharana, "manurama." BS, "Pumi, "Saharana, "manurama." Ada filosofis tersembiri, Pak, untuk maknet dari itu sendiri, gitu. Ya, tentu ada, ya. Tentu ada. Jadi bagi mana, di dalam, apa di pelakang namak itu, kita akan menciptakan ini kawasan, anik itu. Ya. Tenggak kalau kawasannya organik, tentu kan, semuanya bisa menjadi lebih baik. Itu, macam. Jadi bagaimana, itu cara itu pelabisian itu, yang menjadi penting, ya. Cara itu pelabisian itu kan tidak hanya makan. Ya. Ya, yang lingkungannya juga. Jadi ada, apa, ada, apa, um. ulang rakannya, ada macam-macamlah. Sekarang, aku juga mau nanya kaha yang lebih umum, gitu, Pak, menurut pandangan perspektif babal. Aku, mau nanya karena kita sama-sama tinggal di Bogor, gitu ya, Pak, karena Bogor ini, di juluki sebagai garden city. Nah, ketika kita melihat fenomena hari ini, jujur kita melihat hal yang kontras dengan makna itu. Nah itu pandangan bapak itu gimana, Pak? Ya, menurut saya, gak bisa ya. Saya sendiri kurang paham, tentang, apa, kartun situ ya. Ya. Itu maksudnya apa? Apa, apa, di dalam kotay itu semua ada tanaman. Ya, ya. atau setiap rumah tangga ada tanaman. Nah itu, kalau itu hanya berubah projek, pasti gagal. Tapi kalau itu program, jadi program itu artinya, itu dicurakan lalu ada pekerjaan keberlancutannya. Oke. Nah, pekerjaan keberlancutannya seperti apa, gitu. Kalau gak ada keberlancutannya ya, apa hanya kaya ngomong aja, gitu ya. Ya, betul. Kalau dimana-mana di musyanya, apa diperumahan misalnya. Kenyata di situ banyak tanaman, tuhos banyak itu, itu sudah menunjukkan, apa, karakter yang berbit, tapi kalau di situ, sama sekali tanaman aja, ada, jadi, mas Di Rumusan, apa, programnya, harus diperkelancutannya. Di japisannya semacam projek, ini jadi selesai tinggal kan. Dabisnya harus memikirkan bagaimana ini bisa dilancutkan. Projeknya selesai ketepjalan, masih jalan. Kitu, kalau gak ya, mendesan gak bisa. Kalo tadi disebut angkotnya sama. Sekarang dibogor itu luasannya berapa, jalannya berapa, sebutunya angkot yang baik, itu berapa cimulannya. Kalau itu melampui ya sama. Ya, betul. Jadi semua aspek, diriha dari kontek, kartun sehiti itu mau apa. Itu, kalau yang lebih jelas, programnya lebih jelas. Yang penting perkelancutan. Luan yang berupa projek ya, susah ya. Tapi kalau berkelancutan, oke. Terus juga kita kemarin abis mereflexikan hari petani. Hari tani gitu. Apa hal yang bisa bapak sampai kan, dibatabut temen di hari petani itu, hususnya ketar libatan dengan pertanyaan organik dan sekemecam kersahan yang ingin bapak sampai kan, kita ingin ngobrol, kemarin kita mereflexikan hari petani nasional gitu. Ya, terstren saya tidak carangnya omongnya kuti apa, peringatan-peringatan berikutnya. Tapi, merusai baik juga ada hari tani. Lalu, sehingga setiap moment itu, lalu ada semacam apa ya, dorongan untuk kita digetkan kembali peranan petani. Pabak kondisi petani itu masih seperti ini. Bagaimana membantu petani? Kan petani itu yang paling miskin? Iya, petani dalam pengertian penerlu ya. Pesian. Tapi kalau petani tunggu lah ya, tunggu lah ya. Bahin mereka saya. Tunggu lah pasti yang paling, tapi petani yang papan itu masih banyak, masih masih kita masih banyak. Nggak bagi mana membantu mereka tidak begitu mudah, tidak begitu mudah. Karena ini, kali lagi mechaup lo ke dalam berkelan jutaan. Kalau tidak berkelan jutaan ya, hanya berkelan di kataun ilang. Berkelan dua tahun ilang. Bagaimana kita memberikan mudah atau memberikan apa, tapi ini untuk berkelan jutaan. Stainnya. Ya, itu. Jadi, kerasahan kita bersalah tadi, oya. Kalau mereka kesulitannya apa petani, misalnya ternyata dia nggak punya dream. Ya yang paling realistisnya di bandur dream aja supaya dia buat kubuk cair, misalnya begitu. Tapi kalau kita nggak tahu apa keputuhan dia ya, nanti siasya kita. Aritani baik, karena supaya mengingatkan bahwa kita masih punya petani. Ya, ya, semacam ceremonial yang sepertinya hari ini, ceremonial tidak mestik untuk terlalu di ini, kan ya, ya, karena kemana-mana aku melihat juga apapun berinta itu akhirnya, apa namanya mengukuhkan dutan nasional gitu. Untuk jadi apa namanya petani milenial gitu, macam artis gitu, apa. Nah itu sebenarnya memang ketika kita berbicara hari ini sama ceremonial berbicara suap pertanyaan itu harusnya sustenayah berbicara. Sehari-hari, seharusnya itu yang menjadi berbincangan sehari-hari gitu. - Ya, kesulitannya apa? - Kesulitannya apa gitu. - Betani misalnya tidak punya sarana, ya kalau tidak diberi, dia sama aja. Tapi kalau sarana misalnya mencari kompos aja susah. - Ya, saya secara kompos susah. - Mencari kompos susah. Ya, tentu di situ misalnya diberta. - Ya. - Bagaimana itu bahaya input-impu di itu kekat dengan pertanian gitu. - Tapi sekejara di tidak mudah, ya, peru-reik yang seperti itu. - Ya, di sehagungan. Perlu waktu yang cukup perluan lama. - Kalau ke sadaran, jadi itu. - Nah sekarang itu, saya tidak tahu. Kurikulm pertanian, pendidikan pertanian, seperti apa. - Ya. - Kalau saya mengacama misalnya ada masis pada tangsin, saya tanya tentang secera pertanyaan saya tidak tahu. Saya tanya tentang refurusinya saja tidak tahu. Saya tanya tentang pancaus saya tidak tahu. Nah ini masis, ya, yang pelajar di pertanyaan tidak tahu secera. - Ya, itu bahaya. - Ya, refot susah pada jat secera itu penggara. Kita bisa pelajar dari sejarah. Ya, kita bisa mengambangkan jadi gitu. - Ya, itu. - Belum bicara sejarah kita. - Ini ketika kita melihat nusantara itu sendiri ya, ya, nenek-nek, mau yang kita sebenarnya sudah menjalani kehidupan secara organic dari dulu. - Ya, tapi memang harus ikominasi kan dengan teknologi. - Ya. - Tidak bisa pertanian North-Honic, hanya kembali ke masalah lu itu, ga bisa. - Ya, bukan. Pertanya North-Honic juga harus membuka diri, dan ada penemuan-penelelu di baru. Itu supaya juga menjadi lebih cepat, perkembangannya perluasannya. Dan sekarang banyak teknologi yang mendukung pertanian perkencita. Mestilahnya, ya, itu tadi misalnya estesi daya, itu macam-macin. Karena satu liter hanya 65. - 65 liter bisa dienjarkan jadi apa-apa 300 liter. Jadi kan dikari 100 liter itu 65 itu. - Ya, kan. - Burah, sebuah. - Menarik banget kita ngobrol. - Sementara. - Kalau kita bicara mengenai pertanian, karena pertanian itu bijang yang apa ya, bijang yang harusnya menjadi fokus umar entah di lisa. - Jadi isu yang memang penting gitu untuk dibas, - Kalian cocok di lisa. - Kalian cocok sekali itu. - Itu, jadi apa ya, jaminan pangan, jaminan eripah ke sehatan, kita ada, terapunya. - Dan kita hanyalah, sangat. - Menarik banget kita disuguhkan dengan suasa sana yang sangat menarik. Gitu hari ini juga ngobrol-ngobrol, seapa ternyata organik, menggunakan temen-temen di sana, bisa mendapatkan ilmu, seapa ternyata organik yang mungkin sederhana. - Tapi ya itu misalnya pelatih, konsisten, beratih, konsisten dan kesadaran yang paling terpenting gitu. - Oke. - Aku mau tanya di pertanyaan yang di penghujung-penghujung ini, bahwa aku pengenanya kalau misalkan, ini pertanyaan yang memang kita tanyakan kesempatan rasumbar yang kita tanyakan. Kalau misalkan, bapak ada dalam pengasangan apa buku yang bisa bapak bawah gitu? - Tiga buku. - Disibutnya aja dunia. - Disibutkan, jadi ya. - Ya kalau saya pasti apa, natter farming nya fokus, - Oke. - Itu gimana Pak itu? - Lancara sederhana nya. - Bancara revolution jadi, dia melihat bahwa semua itu terkantung alam dan kekuatan itu ada di alam. Itu yang sedih menituti apa yang dikencaya alam. - Tak ada itu nggak apa, nggak boleh spukul tapi nulis artikah. - Artikah tentang itu, luki bertanyaan, tentang apa bagi mana membangun ini, apa komunitas konsumen, gitu. Itu itu ada yang nombro. Itu bukunya bisa beli dimana Pak. - Ya saya, atau emang khusus gitu kan? - Mereka ada banyak. - Pertanyaan mas Adepan ada. - Pertanyaan mas Adepan itu di ced, itu tersembahnya. - Betul ada apa-apa, ada tiga itu Pak. - One story, revolution, tufukok, tiga tiga pertanyaan mas Adepan, Future art culture, ada apa itu? Terus yang lain, tentu artikah artik rapas dari patera-pateru. - Oh gitu apa ini? Itu ada banyak, dan itu tinggal kaya pasal di itu. - Pasal yang. - Sebetulnya harus ada orang yang masang-masang di ini. - Mas Adep, betul, betul, betul. - Pasalnya itu. - Oke, oke, oke. Itu buku yang mendut saya paling, paling anuh. Memang itu pertanyaan, semua pertanyaannya, bukan bisa vat. Memang husus, ngebahas selalu dia pertanyaan, gak percara mendalam. - Jadi cekah laki aspek. - Ada aspek laki konomi, aspek lingguan. - Oke. - Oh, terima kasih banyak, atas pekat tahun yang udah berpakasi buat temen-temen waktu EFAM juga. Oh, ya, temen-temen apa sudar ya, tu ini hari itu memang gak gikur orang enak badan. Jadi mungkin, kita sangat berturuh makasih banyak, itu mudah-mudahan temen-temen yang bisa mendengarkan podcast, ini nanti bisa mendapatkan pengalaman atau pendidikan soal pertanyaan organi yang secara sedah, tapi mungkin bisa menjadi inspirasi gitu. - Iya. - Untuk temen-temen mau untuk belajar pertanian organi gitu di depan. - Karena kenal organi kan juga di itu, apa-apa penya. - Yang itu, apa-apa penya itu kan tersendil. - Persendil, oh, ya. - Jadi, yang untuk mengitung, ada tak pokok penjualan. - Kami temen-temen waktu EFAM benar-benar sangat sangat berturuh makasih sekali, sudah diberikan waktunya, di terima disini, kita tadi udah kelih link dengan lahan yang sangat luas ini, juga di podcast EFAM ini, podcast dari kebun, kami benar-benar hanya bisa mengucapkan terifakasi banyak, Pak. - Pak, sedadnya itu, Pak. - Sama-sama. - Kalau informasi yang playkan, harus di tularkan. - Pak, terima kasih banyak. - Oke, buat temen-temen waktu EFAM, sampai disini, kita berbincang-bincang, sampai bertemu lagi di podcast EFAM, podcast dari kebun. - Oke. [Muik] - Boot-kis. - Boot-kis. - Boot-kis, people! - Boot-kis, guys! - Boot!

Podcast Summary

Key Points:

  1. BSVom adalah perkebunan organik yang dimulai tahun 2005, bertransformasi dari pertanian konvensional melalui pendampingan dan tahapan bertahap.
  2. Pertanian organik berfokus pada perbaikan tanah, kesehatan ekosistem, dan menghindari penyalahgunaan pestisida, berbeda dengan pertanian konvensional yang seringkali tidak teratur.
  3. Tantangan utama pertanian organik meliputi aspek teknis (seperti pengendalian hama), pasar yang lebih kecil, dan kebutuhan akan konsumen yang sadar kesehatan, meski lebih berkelanjutan.
  4. Dukungan regulasi dan kebijakan pemerintah dinilai penting untuk mengembangkan pertanian organik lebih luas, sementara komunitas organik masih terbatas dan belum menjadi arus utama.
  5. BSVom saat ini lebih fokus pada bisnis dan kontinuitas produksi, belum membuka pelatihan secara luas, tetapi menerima kunjungan seperti PKL untuk pendidikan praktis.

Summary:

Transkripsi ini menampilkan percakapan podcast di perkebunan organik BSVom dengan narasumber yang merupakan penggagasnya. Dibahas sejarah transformasi lahan dari konvensional sejak 2005 menjadi organik melalui pendampingan dan input organik seperti kompos. Pertanian organik ditekankan sebagai upaya perbaikan tanah dan ekosistem, dengan menghindari penyalahgunaan pestisida yang umum terjadi pada pertanian konvensional.

Meski lebih sehat dan berkelanjutan, tantangan seperti pengelolaan hama, pasar yang lebih spesifik, dan kebutuhan konsumen berkesadaran tinggi menjadi penghalang. Peran pemerintah dalam regulasi dan dukungan kebijakan dianggap krusial untuk memperluas praktik ini, mengingat petani organik di Indonesia masih di bawah 5%. BSVom sendiri saat ini memprioritaskan bisnis dan kontinuitas pasokan, meski terbuka untuk kegiatan edukasi terbatas seperti praktik lapangan.

Percakapan juga menyentuh visi pengembangan kawasan organik yang holistik dan kritik terhadap implementasi "garden city" di Bogor yang dinilai perlu keberlanjutan program, bukan sekadar proyek.

FAQs

Pertanian organik berfokus pada perbaikan tanah dan kesehatan ekosistem tanpa pestisida kimia berlebihan, sementara pertanian konvensional sering menggunakan pestisida tanpa regulasi ketat yang dapat meninggalkan residu berbahaya.

Transisi dimulai tahun 2005 dengan tahapan bertahap, mengganti input kimia dengan kompos dan bahan organik lainnya untuk memperbaiki tanah dan ekosistem.

Tantangan termasuk pengendalian hama yang lebih rumit, biaya input organik yang lebih tinggi, dan mencari konsumen yang sadar akan kesehatan dan lingkungan.

Kurangnya pengetahuan, pelatihan, dan regulasi pendukung, serta hambatan dalam pengembangan skala besar menjadi penyebab utama.

Ya, karena produk organik memiliki harga jual lebih stabil dan tinggi, serta mengurangi ketergantungan pada fluktuasi pasar yang tidak terduga.

Dengan pendekatan holistik dan preventif, seperti rotasi tanaman, penanaman campuran, serta penggunaan agen hayati alami untuk mengendalikan penyakit.

Chat with AI

Loading...

Pro features

Go deeper with this episode

Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.