In the podcast transcript, the speaker apologizes for missing an episode due to dental problems. They narrate their past traumatic dental experiences, including surgeries and treatments, leading to a deep fear of dental procedures. The speaker highlights the significance of addressing dental issues promptly to prevent worsening conditions and increased pain. They stress the importance of not delaying dental care, as unresolved problems can escalate, causing more significant pain and complications in the future. The speaker reflects on the need to confront problems instead of avoiding them and shares their determination to address their dental health promptly. Overall, the transcript serves as a personal reflection on the consequences of neglecting dental issues and the importance of timely treatment for maintaining oral health.
Transcription
1152 Words, 6847 Characters
Oh, pagi teman-teman, baik lagi dia podcast objective weakly. Sorry banget gue minta maaf karena minggu kemarin skip, dan minggu kemarin skip karena nah ini mau gue ceritain. Harah gue sakit jigi, harah gue sakit jigi, nah ini gue gak tau nih reja atau enggak, tapi mered gue nih pentingnya. Jadi, oh gue ceritain dulu soal gigi. Jadi gue abis operasi gigi, ada dua gigi gue yang dioperasi, jadi dua-duanya tuh graham tanan atas. Dua-duanya dioperasi satu dicabut, satu dicabut karena udah tidak bisa diselamatkan, udah cilek banget lah bolong. Bolongnya para, jadi kata doktornya, masuk kategorinya bahasa doktornya hopeless. Gigi yang sudah tidak punya harapan, jadi dari kabut, satu lagi itu di tambel. Nah yang di tambel ini harus dilakukan perawatan, perawatan, seraf akar, perawatan akar-seraf. Eh antara dua itu lah, udah ini tuh painful banget, nah tapi sebelum ke situ, gue tuh, jadi gue tuh punya trauma. Mungkin satu dari sedikit sekali, trauma yang bener-bener bikin gue, trauma gameteran gitu dalam hidup gue. Gue tuh punya trauma sama doktor gigi. Jadi waktu SMP dan SMA, gue tuh pernah sakit gigi juga bolong di tambel, pernah dicabut juga. Gue tuh bianas gue lupa cerita persisnya, karena kayaknya otak gue tuh mengubur memori itu, sakin gue trauma-nya. Tapi yang gue inget adalah, yang gue inget adalah bahwa gue tuh trauma banget sama doktor gigi. Gue tuh kemarin pas datang ke doktor gigi, gue ngeliat ruangannya, ngeliat alat-alatnya pas di treatment pun, pas udah mulai alatnya berbunyi gitu. Gue kemarin banget gue, kayak gue gak, gue sampai bener-bener pas kemarin gue kemarin dan lu tau gak sih nafas ketika lu lagi takut gitu. Nah gue tuh pas kayak gitu gue, kayak gue bahkan gak inget kapan gue terakhir kali, bernafas seperti itu ya, nafas ketakutan. Karena mungkin tidak ada, bukan gak ada sih, cuma sedikit sekali lah. Intinya gue gak inget kapan gue terakhir kali takut kayak gitu gitu, jadi bener-bener menakutkan banget gue. Karena yang dulu waktu gue di treatment sama doktor gigi, gue gak tau sih kategorinya, tapi bisa jadi itu ada gue di apa sih bahasa doktornya. Apa sih? Jadi gue tuh dulu gini sarap gue dulu di bolongin juga, terus semua di ambil. Ini dulu ya waktu gue SMP sama di rawat sama si doktor ini. Terus, dia gak tau salah dia, gak tau emang gue apa gimana. Tapi pokoknya tiba-tiba sarap gue ditusuk aja. Disokit banget gue kayak ngerasa gue yang mau gue udah di ujung tuh. Lu pernah ngerasain kayak gitu ditusuk, terus kayak semua sarap di strulur, tubulunya alak gitu. Sakyet gitu kayak, ternyak semua sarap di tubulur, ternyak. Dan itu yang gue rasakan gitu, lu tau gak kayak di afatar eng, itu eng kan punya luka di punggungnya ya. Terus dia waktu berantem sama perempere taruhan traksir sama raja api. Si lu kanya kena batuk. Terus gara-gara kena batuk itu dia langsung lompat ke akhirat ketemu sama leluhur-leluhur afatar aja. Dia langsung tutup. Oke gitu itu sakit itu. Makanya gue tau me banget ke doktor gigi, nah sebenernya gigi gue yang dicabut itu, gue udah treatment. Itu udah perasakit beberapa, kan setau yang lalu kali. Udah perasakit, gue akhirnya ke doktor juga sama doktor itu udah dirawat juga, udah di matiin sarapnya. Dan harusnya waktu itu lanjut ditambal. Tapi karena udah di tarik sarapnya gue udah gak merasakan sakit pada saat itu gue malas dan ada rasa takutnya. Sebenarnya salah gue juga ya, kebanyakan malas aja apa ya gue gak mau ngambil, gak mau jalanin konsep koyensi lah intinya. Akhirnya gue memutuskan, oh udah gak sakit kok udah gue gak harus ke doktor gigi lagi gitu. Nah ternyata karena tidak di selesai kan treatmentnya, juginya tambahan cur, tambahan cur, tambahan cur. Akhirnya gak bisa diselamatin lagi di cabut lah. Dan akhirnya gak ruh ke gigi yang di sebelahnya. Nagi gigi di sebelahnya ini yang sakit yang kemarin gue treatment lagi akhirnya dan diambil akarnya. Gitu sih. Nah, tapi sekarang udah kemarin udah selesai pengambilan akarnya, pengambilan sarapnya. Terus, ya gue sekarang lagi masa apa mulikan, dua minggu lagi gue akan ke doktor lagi untuk di pasang tambah permainnya. Yang pakai logam gitu. Gue ngerasa ya semua ke. Pokoknya apa sih motor pada lewat sini. Ya intinya gue ngerasa ke sakitan di gigi gue itu, pap masalah di gigi gue itu. Karena gue menunda, karena gue, ya menunda menyelasai kan masalahnya. Karena gue takut sama rasa sakitnya gitu. Ya gue punya trauma. Tapi jadinya gue menghindar terus sama rasa sakitnya. Tapi karena gue menghindari rasa sakitnya. Sakitnya gak ilang, masalahnya gak ilang. Masalahnya ada di situ dan tambah besar, tambah para. Yang ketika tambah para rasa sakitnya lebih besar lagi ketika harus di selesai kan gitu. Dan semua masalah gigi gue kayak gitu. Yang dulu pun kalo gue flashback. Ya kayak gitu juga gitu, jadi ketika dia apa ya. Sebenarnya kan kalo gigi idealnya. Nah ini juga pesan kesihatan ya. Ya lu, mestirutin ke doktor gigi, walaupun gigi lu gak ada masalah. Gak ada yang sakit, gak ada yang apa lu mestirutin, kecek dan segala macam. Karena kalo misalnya ada yang bulong, ada yang perlu ditambah atau ada yang perlu di bersihkan dan lain. Ya di bersihkan ketika belum jadi masalah gitu. Dan kalo kayak gitu ya di bersihkan jadi lebih gampang. Semakin lu menunda. Lu menyimpan masalah, menyimpan rasa sakit yang lu masih bisa lari sekarang. Tapi lama kelamahan dia akan lumpuk dan ketika masalahnya jadi lebih besar. Rasa sakit yang harus lu lewatin untuk menyelesaikan masalahnya lebih besar lagi. Ini agak oruf topik dikit. Lu mungkin pernah baca atau peralian di sosmet ya. Gigi tuh kaca sih. Dia sarapan yang bung ke otak. Yang kalo salah treatmentnya bisa gak hanya berhenti di gigi. Bisa ada orang meninggal, gara-gara gigi. Gara-gara masalah gigi. Jadi ini bukan masalah kesepele juga sebenarnya secara sehatan ya. Tapi kalo tadi mau di tari kelas dan secara hidupnya ya do not delay the pain. Jangan lari dari masalah. Do not delay the pain. Do not delay the problem. Karena ya bisa sih di lu lari lu tunda. Karena takut sama rasa sakitnya. Tapi ya semakin lu tunda semakin dia jadi sesuatu yang lebih besar. Rasa sakitnya lebih besar masalahnya lebih besar. Eventually lu akan ketemu lagi sama rasa sakitnya. Dan lebih gede lagi mungkin konsekkuensinya. Lebih para lagi gitu. So ya itu sih. Gue juga jadi mayakin kan diri gue masalah gigi ya gue. Jangan ditunda-tunda lagi deh. Gue tahun ini kayaknya akan jadi takut kesehatan gigi buat gue. Gue pengen menyelesaikan semua gigi-gigi gue yang bermasalah. Tapi di luari topon ya gue jadi berfikir ya hidup gue. Dalam hidup gue apapun ya gue gak boleh lari sih. Masalah jangan di larikan. Jangan dikindari. Tapi diselesaikan secepat-cepatnya supaya gak jadi rasa sakitnya lebih para lagi. Itu aja. Ada cerita-cerita lain sih tapi kayaknya ini dul deh buat minggu ini. Nanti kita cerita lagi di weekly yang berikut ya. Terima kasih.
Podcast Summary
Key Points:
Podcaster apologizes for missing the previous week due to dental issues.
Recounts traumatic experiences with dental treatments, leading to fear and avoidance.
Emphasizes the importance of timely dental care to avoid escalating problems.
Summary:
In the podcast transcript, the speaker apologizes for missing an episode due to dental problems. They narrate their past traumatic dental experiences, including surgeries and treatments, leading to a deep fear of dental procedures. The speaker highlights the significance of addressing dental issues promptly to prevent worsening conditions and increased pain.
They stress the importance of not delaying dental care, as unresolved problems can escalate, causing more significant pain and complications in the future. The speaker reflects on the need to confront problems instead of avoiding them and shares their determination to address their dental health promptly. Overall, the transcript serves as a personal reflection on the consequences of neglecting dental issues and the importance of timely treatment for maintaining oral health.
FAQs
Merawat gigi secara teratur penting untuk mencegah masalah gigi yang lebih besar di kemudian hari.
Trauma terhadap dokter gigi bisa diatasi dengan berkomunikasi dan memilih dokter gigi yang dapat memahami kekhawatiran pasien.
Menunda perawatan gigi dapat membuat masalah gigi semakin memburuk dan menyebabkan rasa sakit yang lebih parah.
Menyelesaikan masalah gigi secepat mungkin penting agar tidak mengalami rasa sakit yang lebih parah di kemudian hari.
Menghindari masalah gigi yang lebih besar dapat dilakukan dengan melakukan perawatan gigi secara teratur dan tidak menunda penanganan masalah gigi.
Chat with AI
Loading...
Pro features
Go deeper with this episode
Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.