Podcast ini membahas perbedaan antara CSR (Tanggung Jawab Sosial Perusahaan), charity (filantropi), dan corporate citizenship. CSR didefinisikan sebagai komitmen berkelanjutan perusahaan untuk menyeimbangkan aspek ekonomi (profit), lingkungan (planet), dan sosial (people), dengan program yang berkelanjutan dan memberdayakan masyarakat. Sejarahnya berkembang dari revolusi industri hingga konsep triple bottom line. Charity, atau filantropi, adalah bantuan langsung seperti sumbangan tunai atau barang yang bersifat insidental dan tidak berkelanjutan, meski sering disamakan dengan CSR. Corporate citizenship adalah cara pandang perusahaan dalam berinteraksi dengan stakeholder seperti masyarakat dan pemerintah, dengan menyesuaikan program CSR sesuai konteks hak dan kewajiban di lokasi operasi, serta menekankan komunikasi yang baik. Intinya, CSR berfokus pada keberlanjutan, charity pada bantuan langsung, dan corporate citizenship pada pendekatan kontekstual dalam menjalankan tanggung jawab sosial.
[MUSIK] Halo, apakah bar semuanya sobat susulogi kopi di mana pun berada? Semoga sobat susulogi kopi selalu dalam kondisi sehat? Dan tentunya kita masih dalam kondisi masa pandemi. Oleh karena itu tetap atuhi protokol ke sehatan dan jaga immunitas kita, agar kita bisa selalu sehat dan menjalankan aktivitas seperti biasanya. Hari ini, gue mau bikin podcast mengenai corporate sosial responsibiliti atau biasanya dikenal CSR. Terus kemudian membahas sedikit tentang keriti dan corporate citizenship. Jadi sebelum mendengarkan podcast sosialogi kopi, hari ini siapkan segelaskan kopi hitam panas atau temani, ataupun susu. Jadi sambil dengar podcast sosialogi, kita sambil seruput kopi. Hari ini gue mau menjalankan mengenai perbedaan antara, CSR, keriti dan corporate citizenship. CSR sendiri atau biasanya dikenal dengan tanggung jawab sosial prusan, ini merupakan komitmen sebuah perusahaan untuk memberikan kontribusi yang kapangjang terhadap satu masalah tertentu yang ada di masyarakat, maupun linkungan untuk dapat menciptakan linkuan yang lebih baik lagi. Namun, disisi lain, kita juga mengenal istilah kejatan keriti dan juga corporate citizenship. Ketiga istilah tersebut sering disalapahami sebagai hal yang sama, tapi di-pahami karakteristiknya dasarnya ini juga sama. Padap podcast kali ini gue mau menjalankan apa sih yang dimaksud dengan keriti, CSR dan corporate citizenship dengan membandingkan ketiganya berserta contohnya nanti. Oke, agar lebih mudah memahami ketiganya, kita perlu menelusuri terlebih dahulu nih sejarah perkembangan dan konsep CSR. Nah, konsep CSR sendiri ini telah menjadi pemikiran para membuat kebijakan sejak lama. Jadi, dalam konteks perkembangan dunia industri atau revolusi industri, ini banyak sekali para pengusaha di bidang industri ini lalai untuk menjaga keamanan dari ternaga kerjanya, maupun masyarakat yang kemudian banyak sekali permasalahan sosial, maupun linkungan khususnya yang terjadi. Di sini lah kemudian, muncul di abad ke 17, ada kode hamur habi, yang mengatakan bahwa hukuman mati ini diberikan kepada orang-orang yang menyalagunakan ijin penjualan kemudian pelayanan yang buruk, kemudian melakukan pembangun genung di Boston dar singga menyebabkan kematian orang lainna. Jadi, dari ide sederhanan-hananya kode hamur habi ini, ini kemudian berkembanglah pemikiran lain yang lebih kompleks. Nah, misalnya saja dalam buku sosial responsibiliti pada bisnis men yang di tulis oleh Howard Bowen di 1993, dia kemudian memberikan rumusan awal, tentang tanggung jawab sosial rusani sendiri yang gimana, dia mengatakan bahwa sungguhnya nampak masyid sederhana, ada itikat baik dari para pelaku bisnis untuk mengenal kewagi ban dan dalam menetapkan tujuan harus memperhatikan keseimbangan dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat sehingga Nah, dalam dunia bisnis ini harus memperhatikan 3 peenya, planet, people, dan juga. apah? Profit. Jadi, dia tidak hanya memintinkan profit tetapi juga harus memintinkan juga yang namanya bumi,. itu planet dan juga harus memperhatikan masyarakat disekitannya itu people. Nah, di situ lah kemudian mulai berkembang nih, kegasan dari pemikiran Howard Bowen ini,. mula di tankap oleh publik untuk bisa sadar bahwa pelaku-pelaku bisnis ini harus punya tanggung jawab sosial,. jadi, gahanya memikirkan cuan aja bruh, ya kan? Nah, oleh kareitu, di tahun 1987,. dewaar komisian Open-Perman and Development, ini yang, atau yang biasa dikenal dengan berurnalan komisian,. ini mempublikasikan laporan yang berjudul Al-Common Future yang menegaskan,. satup point penting mengenai konsep pembangunan berkelanjutan yang dimana, ya, dalam ranka menegak kesimbangan pembangunan saat ini,. yang tidak melulu berfikir tentang profit tetapi juga harus memikirkan tentang kondisi masa depan, nanti,. terimaasuk nanti memikirkan para generasi muda. Nah, itu lah yang kemudian dari laporan. si. Dewaar Komisian Open-Perman and Development ini, ini yang kemudian mengilhami pergesaran paradik ma,. atau pedekatan dari praktik tanggung jawab sosial perusahaan yang dimana kemudian,. jona nkel, ten, ini melahetkan pemikiran baru, melalui ke melalui buku-nya nih,. bukunya nih bisa sobat selalu kopi baca yang menjuduh buku-nya itu,. canimal cannibal with pork, ya, the triple bottom line up to in the century business. Nah, konsep ini, ya menjelaskan bahwa suatu perusahaan dikatakan baik apabila tidak hanya memburuk untungan belakang,. kontongan belakang di sini profit tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pelest arian lingkungan dalam mal ini planet,. dan juga ke sejataan masyarakat itu people. Nah, dengan memikirkan ketiga pe ini, ya, perusahaan kemudian bisa mereyang namanya susten naabiliti atau keberlanjutana,. gagasan elkinten ini, ini yang kemudian menjadi sebuah trobo san, ya,. yang membuat cesar menjadi semakin popular dan berkembang. Nah, namun miskipun telah menjadi tren yang semakin ramai diperbincangkan, ya,. cesar belum memiliki batasan yang sepadan,. jadi banyak kali praktisi peneliti lembaga dan pihak- pihak lain,. yang belum memiliki kespakatan dalam memberikan definisi tentang cesar itu sendiri. Nah, miskipun begitu, ya, dalam banyak hal,. cesar memiliki esensi yang sama, ya itu dia berkaitan dengan rasa kepedulian terhadap lingkungan di sekitarnya. jadi, cesar ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk bisa peduli,. ya, baik peduli terhadap teragak kerjanya, peduli terhadap masyarakat, peduli terhadap lingkungan,. linkungan. Kalau kita lihat di Indonesia, ya, walaupun cesar ini masyarakat,. malu panggungan suatu hal yang baru, ya, di sini banyak sekarang dunia dunia industri,. misalnya yang berlokasi di batam, ini sudah banyak perusahaan-perusahaan melaksanakan cesar,. ya, kemudian di bank ke beli tunggu, ya, perusahaan-perusahaan yang kemudian menerapkan cesar,. cususnya di bidang linkungan. Berbagai kegiatan dilakukan atas nama cesar seperti kegiatan bantuan operasi penyakit katara,. terus kemudian penyakit sumbing, kemudian surat gratis, di suatu de era,. kemudian bakti sosial kepanti asuhan, kemudian bantuan menjelang hari-hari,. pembagian sembakko dan lain sebagainya. Nah, yang jadi persoalan adalah apakah bantuan bantuan tersebut itu termasuk dalam kategori cesar? Nah, oke, oleh kera itu, mari kita berdalam bidalam, jangan-jangan,. sepertimisalnya bantuan surat gratis, bantuan menjelang hari-hari, pembagian sembakko,. jangan-jangan itu bukan cesar, bisa jadi itu ceriti,. atau corporate, citizen ship, ya, oke, sekarang kita ulas satu-per-satup perbedaan-nya,. supaya sobat sosialogi kopi bisa memahami secara koperhensi tentang perbedaan,. CFR, ceriti dan citizen, dan corporate citizen ship, oke, nah,. dalam ISO 2006-2002, ya, di situ di standarisasikan,. saya berdalam, di situ di standarisasikan, di situ di standarisasakan,
sebuah indikator dari CSR yang dimana dalam ISO 26.000 ini mendepinisikan CSR sebagai tanggung jawab sosial suat organisasi atas dampak dari keputusan dan aktivitasnya terhadap masyarakat dan ninkungan. Lalu, prilaku yang transparent dan etis yang kemudian juga dihausskan sistem dengan pembangunan yang berkelanjutan dan juga konsisten terhadap kepedulian tisia terhadap masyarakat memperhatikan kepentingan dari parak stekholder kemudian juga di dalam menjalankan aktivitas bisnisnya resus-resus yang berlaku dan konsisten dengan norma-norma internasional kemudian juga terintegrasi di seluruh aktivitas organisasi dalam pengegertian ini meliputi baik kegiatan produk maupun jasana jadi sangat. sangat. budget sekali penggertian dari CSR itu sendiri yang termaktup di dalam ISO 22.000 ini kemudian, World Business Council for Sustainability Development ini mendepinisikan CSR bagian dari tanggung job sosial prusaan yang merupakan suatu bentuk dindakan yang berangkat dari petimbangan etis prusaan yang diarakan untuk meningkatkan ekonomi yang kemudian di barangnya dengan meningkatan kualitas hidup bagi karyawanya berikut termasuk keluarganya jadi sekali-gul meningkatkan kualitas hidupasarkan sekitar tapi juga peduli terhadap karyawan berserta keluarganya jadi bisa kita simpulkan terkait mengenai CSR bahwa tujuan diselunggarnya kanya CSR ini memiliki point penting terkait keberlanjutan keberlanjutan tersebut ini berpatuk pada aspek ekonomi sosial dan lingkungan itu kata kunci dari CSR jadi ada keberlanjutan secara ekonomi sosial dan lingkungan tuntutan akan keberlanjutan ini tentu membutuhkan suatu yang siapatnya terus menerus jadi tidak hanya selesai di lakukan dalam satu kalis saja ini layam membedakan CSR dengan istilah istilah lainnya jadi pada CSR ini prusaan harus merencanakan mengimplementasikan kemudian mengevaluasi kegiatan atau programnya itu untuk berbayakan di program atau kegiatan berikutnya secara berkesinambungan jadi program CSR itu umumnya adalah program-program yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat yang kemudian kegiatannya terus menerus berkesinambungan sehingga terjadi perbaikan secara ekonomi sosial dan lingkungan yang ada di masyarakat itu berikutnya konsep tentang keriti atau pilang tropi Filipkot dan juga nensili ini menggolongkan demkategori aktivitas CSR itu adanya promosi kegiatan sosial kemudian ada pemasaran terkait kegiatan sosial kemudian ada pemasaran ke masyarakatan prusaan kemudian ada kegiatan filan tropi prusaan kemudian ada pekerja sosial ke masyarakatan secara sukarela kemudian juga ada praktik bisnis yang memiliki tanggung jawab sosial pada konteks keriti atau pilang tropi ini mungkin merupakan bentuk dari korporat sosial responsibiliti yang paling tua konsepnya dan paling sederhana maka dari itu banyak prusaan yang melakukan keriti dibanding bentuk bentuk CSR lainnya seperti pemberdayaan masyarakat pada aktivitas ceriti ini prusaan memberikan sumbangan langsung dalam bentuk uang dalam bentuk barang atau pun dalam bentuk lainnya kepada masyarakat tertentu berbagai program korporat pilang tropi ini dilaksanakan prusaan antara lain untuk misalnya dalam bentuk sumbangan uang tunai, bentuan hiba kemudian juga punya diambian CSR pemerian produk tertentu, kemudian pemerian layanan cuma-cuma kemudian punya diambian ke alian teknis oleh karayan prusaan secara cuma-cuma misalnya contoh ada serpis motor Honda Motor Yamaha gratis di gre gre yang sudah dibuat oleh Yamaha Honda nah itu termasuk punya diambian kalian teknis oleh karayan prusaan secara cuma-cuma untuk masyarakat misalnya lalu kemudian ada pengijanan penggunaan pasilitas misalnya masyarakat boleh menggunakan lapangan bulutangkis atau lapangan futsal punya prusaan ex silakan digunakan kemudian juga ada prusaan dalam jalankan pilang tropinya misalnya atau ceritnya menawarkan penggunaan peralatan yang dimiliki oleh prusaan misalnya kalau masyarakat mau memberi sikan selokan nah prusaan punya alat berat nah bisa silakan di pinja misalnya nah itu beberapa contoh tentang cerit jadi dia langsung manfaatnya tetapi tidak berkesinambungan nah benefit yang diproleh oleh prusaan dengan melaksanakan kegiatan cerit ini diantaranya meningkatkan reputasi prusaan menguatkan bisnis prusaan di masa depan dan memberikan dampak bagi penyelesaian masalah sosial dalam komentar sial secara cepat nah itu tadi sekilas tentang cerit mau pun filan tropi nah berikutnya konsep yang berikutnya tentang corporate citizenship ya, sebelum menengarkan penjelasan tentang corporate citizenship jangan lupa seruput kopinya dulu oke kita lanjut lagi nah corporate citizenship ini merupakan suatu cara pandang prusaan dalam bersikap dan berpilaku ketika berhadapan dengan pihak lain misalnya ya ini ada pelangan, ada pemasok, ada masyarakat, ada pemerintah, ada pemaku kumpen tinggan ya, misalnya juga ada lsm itu mereka ini saling memandang prusaan itu seperti apa nah tujuan dari corporate citizenship ini adalah sebagai salah satu cara untuk memperbaiki reputasi prusaan meningkatkan keunggulan kompetitip serta membantu memperbaiki kualitas hidup manusiana terkait dengan corporate citizenship ini, ini merupakan pelaksanan CSA yang disuwekan dengan konteks hak dan kuah jiban tempat prusaan beroperasi dimana ada sar dari pelaksanan corporate citizenship ini tetaplah merupakan bagian dari CSR yang dijalankan secara bersamaan dengan kepatukan prusaan terhadap peraturan perundangan mau pun nilai dan norma tempat prusaan beroperasi dengan menjalankan secara legal dan bertanggung jawab dan juga kegiatan-kegiatan prusaan ini harus dijalankan secara etis itu dengan memenuhi kualitas hidup ethical responsibiliti jadi tanggung jawab etisnya juga harus di lihat terkait dengan tanggung jawab etis ini biasanya prusaan juga harus melihat konteks bagaimana nilai dan norma yang ada di masyarakat tersebut? jadi tidak boleh berbenturan kalau berbenturan nanti kelempokelempok masyarakat yang ada di sekitar prusaan tersebut ini akan melakukan penolakan kalau sudah melakukan penolakan, hal yang paling extreme adalah terjadinya bentrok antara kelempokelempok masyarakat dengan pihak perusaan nah, oleh kera itu, korporasi tidian sep ini adalah berusaha untuk membengun cita baik prusaan dengan berkomunikasi meningkatkan relasi sosialan baik dengan pihak-pihak yang ada di dalam ruang linkkop perusaan baik itu masyarakat, organisasi pemerintahan, organisasi ke masyarakatan mopun organisasi media itu tadi penjelasan sinkat mengenai CSR, keriti dan juga korporasi tidian sep tentunya, saya berharap dengan penjelasan sikatin ini bisa memahami perbedaan ketiganya jadi keriti dan CSR ini kedua istilah yang sering dianggap sama meskipun kedua-nya berbeda mungkin hal ini disebabkan pada dasarnya dia memiliki tujuan yang sama yang menolong atau membantu masyarakat dan mungkin juga karena kedua-nya identik dengan aktif atau kegiatan menggelokan dana untuk buerikan pada masyarakat untuk mengatasi suatu masalah jadi pada dasarnya keriti punya tujuan yang sama tapi dia punya konsep yang berbeda dan keriti di definisikan sebagai akti dermawan atau dunasi untuk membantu orang lain atau kegiatan amal tanpa mengharapkan imbalan atau untungan sebagai hasil akhir jadi keriti dapat berupa sumbangan atau kegiatan
yang hanya terjadi pada suatu waktu saja misalnya pada suatu daerat tertimpam usi babanjir kemudian prosesan memberikan banteran makanan dan air bersih kepada pengumusi yang kemudian nanti dimakan atau di konsubsi oleh masyarakat kemudian ada pembagian air bersih oleh prosesan untuk masyarakat nah itu yang kemudian disebut dengan keriti nah disilaiin kalau CSR ini menuntut lebih dari sekedar sumbangan amal jadi prosesan yang berkomit men dalam pelaksanan CSR misalnya akan memantau bagaimana nasib korban yang ada atau nasib masyarakat disikitarin komprosesan bagaimana solusi mengatasi permasalanan ada kemudian juga bagaimana agar masyarakat bisa mandiri di kemudian harinya nah disilaiin kemudian membuat prosesan misalnya dengan sebuah sekolah disikitar kemudian masyarakat nah sekolah ini kan punya efek yang sangat panjang nah itu yang kemudian nanti berbantuan buat perbaikan kondisi ekonomi sosial dari masyarakat lalu ada juga misalnya penanaman pohon di lingkungan masyarakat efeknya nanti efek panjang misalnya terkait dengan lingkungan nah jadi itu terkait dengan perbedaan dari CSR sama keriti nah kemudian kalau korporak siti jensip ini ya ini adalah bentuk yang lebih kusus dari CSR mengingat bahwa pada dasarnya korporak siti jensip ini ini merupakan pelaksanan CSR yang disesuaikan dengan konteks hak dan kua jiban tempat perusahan beroperasi maka sebuah perusahan ini tidak seharusnya menyelenggarakan program CSR yang tidak sesuai dengan daya perusahan tersebut misalnya PTX memproduksi ban daripada selalu membagikan sebalkok kembata masyarakat di luar kota perusahan lebih baik menyelenggarakan proses edukasi, proses pemberdayaan pada masyarakat disekitanya jadi pelaksanan CSR itu ya harus berada di ring atau link karan dekat perusahan jangan jusu di luar dari konteks lokasi keberadaan perusahan ya terus kemudian juga terkait dengan korporak siti jensip ini misalnya terkait dengan bagaimana bantuan-bantuan itu diberikan kususnya yang memang untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat, jadi korporak siti jensip ini ini merupakan suatu cara pandang perusahan dalam bersikap dan berpidraku ketika berhadapan dengan pihak lain dalam hal ini misalnya pelanggan, maupun masyarakat, pemerintah maupun stakeholder lainnya, jadi walaupun prosesan mengadakan banyak program CSR tapi tidak mengedukasi petugas CSR-nya atau mengedukasi masyarakat-nya untuk membangun komunikasi yang baik ya, nah ini yang kemudian menurut saya akan percuma jadi komunikasi adalah pintu masuk dari pelasanan CSR dan pintu masuk itu namanya adalah korporak siti jensip nah itu penjelasan singkat dari gua mengenai CSR, charity, maupun korporak siti jensip dan tentunya penjelasan dari gua ini sangat singkat sekali dan bagi kalian yang ingin mengetahili bidalam bisa cari-cari di berbagai macam referensi baik itu dibuku, maupun di internet guys, sekian dari gua penjelasan podcast pada hari ini tetap jaga kesehatan, jaga immunitas dan juga selalu seru put kopi dimana pun berada salam sobat sociologi kopi
Podcast Summary
Key Points:
CSR (Corporate Social Responsibility) adalah komitmen perusahaan untuk berkontribusi pada masyarakat dan lingkungan secara berkelanjutan, berfokus pada tiga aspek: profit, planet, dan people.
Charity (filantropi) adalah bentuk bantuan langsung seperti sumbangan uang atau barang yang bersifat insidental dan tidak berkelanjutan, sering disalahartikan sama dengan CSR.
Corporate Citizenship adalah pendekatan perusahaan dalam berinteraksi dengan stakeholder (masyarakat, pemerintah, dll.) dengan menyesuaikan hak dan kewajiban sesuai konteks operasional, serta menjadi pintu masuk pelaksanaan CSR yang efektif.
Summary:
Podcast ini membahas perbedaan antara CSR (Tanggung Jawab Sosial Perusahaan), charity (filantropi), dan corporate citizenship. CSR didefinisikan sebagai komitmen berkelanjutan perusahaan untuk menyeimbangkan aspek ekonomi (profit), lingkungan (planet), dan sosial (people), dengan program yang berkelanjutan dan memberdayakan masyarakat. Sejarahnya berkembang dari revolusi industri hingga konsep triple bottom line.
Charity, atau filantropi, adalah bantuan langsung seperti sumbangan tunai atau barang yang bersifat insidental dan tidak berkelanjutan, meski sering disamakan dengan CSR. Corporate citizenship adalah cara pandang perusahaan dalam berinteraksi dengan stakeholder seperti masyarakat dan pemerintah, dengan menyesuaikan program CSR sesuai konteks hak dan kewajiban di lokasi operasi, serta menekankan komunikasi yang baik. Intinya, CSR berfokus pada keberlanjutan, charity pada bantuan langsung, dan corporate citizenship pada pendekatan kontekstual dalam menjalankan tanggung jawab sosial.
FAQs
CSR adalah komitmen perusahaan untuk memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat dan lingkungan, dengan fokus pada keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan melalui program yang berkelanjutan.
CSR menekankan program berkelanjutan yang memberdayakan masyarakat, sementara charity berupa sumbangan langsung (seperti uang atau barang) yang bersifat sesaat dan tidak berkelanjutan.
Corporate citizenship adalah cara pandang perusahaan dalam berinteraksi dengan stakeholder (seperti masyarakat, pemerintah, atau pelanggan) secara etis dan bertanggung jawab, sesuai dengan norma lokal dan hak serta kewajiban di lokasi operasinya.
Contoh charity meliputi bantuan tunai, distribusi sembako, layanan gratis (seperti servis motor), atau penggunaan fasilitas perusahaan untuk masyarakat, yang bersifat langsung dan insidental.
CSR bertujuan menciptakan dampak jangka panjang melalui perencanaan, implementasi, dan evaluasi program, sehingga dapat memperbaiki kondisi ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkesinambungan.
Corporate citizenship merupakan pelaksanaan CSR yang disesuaikan dengan konteks lokal, menekankan perilaku etis dan komunikasi baik dengan stakeholder untuk membangun reputasi perusahaan.
Chat with AI
Loading...
Pro features
Go deeper with this episode
Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.