Dalam diskusi ini, pembicara membahas cara membangun personal branding dari nol. Menurutnya, personal branding adalah persepsi orang lain tentang kita, yang terbentuk dari penampilan, ekspresi, cara bicara, dan apa yang kita tampilkan secara konsisten di berbagai channel. Langkah pertama yang paling penting adalah menentukan purpose atau tujuan, karena tanpa tujuan yang jelas seseorang akan mudah terombang-ambing dan rentan terkena godaan yang bisa menghancurkan dirinya.
Personal branding yang baik lahir dari perpaduan antara purpose dan authenticity, yaitu kekuatan atau kelebihan yang kita miliki. Media sosial hanya merupakan channel, bukan personal branding itu sendiri. Personal branding menjadi sangat penting karena membuka akses, membangun kredibilitas, membantu karier dan bisnis, serta menciptakan banyak peluang penghasilan, mulai dari brand placement, menjadi pembicara, affiliate, produk digital, hingga kelas dan mentoring.
Pembicara juga menepis mitos bahwa personal branding harus flexing, ganteng, atau memakai peralatan mahal, karena semuanya kembali kepada purpose. Ia menyarankan agar pemula menentukan purpose, mendaftar strength dan value, lalu konsisten membuat konten dan melakukan evaluasi untuk menemukan formula yang paling cocok.
0:00
Pembicara 1
Dari noise.
0:02
Pembicara 2
Dari nol.
0:03
Pembicara 1
Dari nol apa kita mau ngebahas bagaimana membangun personal branding dari nol dari wih?
0:08
Pembicara 2
Gila makin laris.
Ayo ini topik nih.
0:11
Pembicara 1
Bahasanya makin lama makin seru.
0:13
Pembicara 2
Iya makin lama makin konference material ya gue lama lama.
0:17
Pembicara 1
Soalnya kan ini menurut gua lu sangat sangat kompeten di bidang ini karena lu sudah melakukan praktisi praktisi.
Jadi gua harap ilmu ilmunya juga nanti teman teman bisa praktekin.
0:27
Pembicara 2
Oke.
0:28
Pembicara 1
Tapi sebelumnya seperti biasa, karena dari.
Ya menurut lu definisi personal branding tuh apa sih pak?
0:34
Pembicara 2
Personal branding itu adalah persepsi orang tentang kita.
Titik.
0:38
Pembicara 1
Oke persepsi orang tentang.
0:39
Pembicara 2
Kita misal.
Ada seorang cewek yang misalnya orangnya ramah banget tapi diberikan tuhan mukanya tajam tajam rahangnya tajam hidungnya tajam gitu ya?
Cakep doang tajam tajam.
Tapi biasanya yang tajam tajam ini terkesan galak terus jadi dia orangnya pendiam padahal orangnya asik banget terus dia suka.
1:00
Misalnya dia datang ke sebuah komunitas gitu ya.
Dia diam orang ngelihatin persepsi orang adalah oh di cewek cakep cakep galak ya.
1:09
Pembicara 1
Jutek nih.
1:10
Pembicara 2
Cakep cakep jutek entar dia ngomongnya ketemu nih ada cewek cakep tuh jutek di umurnya ketemu ya ada cewek cakep tuh jutek padahal dia enggak jutek persepsi tentang dia.
Jadi cewek cakep yang jutek, maka personal branding dia sekarang adalah cewek cantik yang jutek sesimpel itu.
1:27
Nah itu terbawa dari apa dari cara kita pakai baju dari ekspresi muka dari cara kita bicara dari apa yang kita tampilkan dari.
Gambaran kita yang paling banyak dikonsume sama orang di sekitar kita lewat berbagai channel secara konsisten itu akan terbentuk persepsi dan didefisitkan sebagai personal branding i.
1:46
Pembicara 1
See jadi apa yang orang lain persive tentang kita as a whole ya.
1:51
Pembicara 2
As a hole so.
1:52
Pembicara 1
Semuanya dan channelnya sebenarnya bisa di mana aja.
1:55
Pembicara 2
Makanya contoh contoh orang bawa mobil mewah.
Persepsinya kaya kaya padahal bisa saja orang miskin nyewa.
2:03
Pembicara 1
Atau minjam temennya atau.
2:05
Pembicara 2
Minjam tapi kan kita bangunnya persepsi bukan real persepsi gitu.
2:10
Pembicara 1
I see nah kalau ngomongin personal brand gimana cara kita ngebangunnya teh?
Atau misalkan apa yang penting deh.
2:17
Pembicara 2
Oke nah ini balik lagi ini disclaimer opini gue sebagai angle nya teori kayak buat gue personal branding itu harusnya harusnya besok gue adalah personal kita yang memang dikeluarkan dari berbagai channel sehingga orang mengenal kita SE is.
2:33
Pembicara 1
Oke memang karakter aslinya kita.
2:35
Pembicara 2
Iya.
Tapi gue enggak bisa.
Enggak ada yang salah ya.
Tapi banyak juga orang yang membuat gini gue membangun personal branding, keterbalikan dari aslinya gua.
2:45
Pembicara 1
Oke.
2:46
Pembicara 2
Salah enggak enggak?
Soalnya orang aslinya ramah baik personal brandingnya galak jahat tukang pamer enggak ada yang salah tergantung apa purposenya.
2:55
Pembicara 1
Oke menarik.
2:56
Pembicara 2
Ya contoh teori orangnya apa adanya kalau ngomong realistis kalau ngomong begini gue jual kelas enggak laku kelas gue.
3:03
Pembicara 1
Karena realistis.
3:04
Pembicara 2
Kalau gue habis ini tiba tiba jualan gue akan bangun personal teoik yang dalam 10 hari bisa kaya banget supaya lo orang semua percaya bahwa dalam 10 hari gue bisa kaya banget kalau gue jual trend days the fastest tree days to get reach lo beli.
3:21
Based on purpose.
3:23
Pembicara 1
Gitu loh, berarti untuk mulai personal branding yang harus 1 kali lu punya.
3:27
Pembicara 2
Adalah purpose nya dulu percaya gue teman teman mungkin tahu yang sudah follow gue 2 tahun lalu purpose gue ini adalah sharing karena mulai personal brandingnya teorry ini bukan dari tujuan monetisasi atau apapun, tapi dari saat teduh doa dan panggilan gue pelayanan di sini sehingga gue sharing as it is realistis apa adanya.
3:46
Dan kenapa kalian enggak pernah lihat gue kontroversi drama ribut disenggol orang pun gua enggak ladenin karena tujuan gue satu gue mau jadi berkat yang bisa.
Ajak orang growing sama sama step by step.
Titik di luar itu itu bukan purpose gua.
Makanya lu akan lihat kok teori begini terus konsisten memang itu purposenya kalau kalian tanya kok kenapa enggak jual kelas enggak bakal laku guys.
4:07
Karena tujuan gue sharing.
4:08
Pembicara 1
Iya iya iya.
4:09
Pembicara 2
Gitu loh ya.
Mungkin sekarang kalau gue jual mungkin bisa lebih laku ya karena kredibility proof teman teman udah tahu oh kok daging nih gue mau tapi tetap akan kurang licin gitu ya purposenya beda purpose orang ada yang salah enggak enggak ada beda beda kalau lu mau jualan ya lu pernah brand kayak gua lu harus jadi superhero kalau persama branding lu mau apa lagi buat company lu beda lagi lu harus ngegambarin company lu.
4:35
Personal branding lu apa lagi mau memperlihatkan lu pasangan yang paling romantis satu dunia ya personal brandingnya pasti ke arah sana yang ditampilkan ke arah sana.
Balik lagi personal branding dimulai dari purpose oke nah, tapi personal branding ini sebetulnya akan sangat bagus sekali ketika dicombine dengan authenticity.
4:52
Pembicara 1
Otentik apa adanya.
4:54
Pembicara 2
Lu iya otentik dan autentity ini lahir dari identitas kita.
Oke purpose yang diturunin digabung sama apa yang bagus di dalam diri kita strength kita jago public speaking kah omongannya lancar kita jago nulis kah kita jago story telling kah kita kita ganteng kah kita cantik kah kita kita jago nyanyi kah kita suaranya enak banget didengar kah?
5:17
Tujuan yang diturunkan di deliver dengan strengthnya kita.
Jadilah otentisity.
Ya makanya bilang wah kok lu kontennya otentik ya karena konten gue semuanya wantece uncript tidak ada script, tidak ada edit, makanya orang bilang organik banget kenapa?
5:38
Karena strength gue di sana dan kenapa bisa lancar sampai hari ini?
Berarti tuhan memang mau pakai gue di sini karena dipanggil untuk ngonten dan diberikan talenta untuk ngonten gitu.
Personal branding yang dijalankan lewat.
Konten gitu nah, jadi autentis ini adalah strengthnya kalian nih.
5:56
Tadi kalian punya goals kok goals gue mau bikin bisnis gue laku.
Boleh enggak pernah band boleh delivery itu dengan cara apa kok?
Tapi gue enggak bisa ngomong kayak lu, tapi gue suka nulis ya story tadi dengan nulis story telling dengan teks dengan script story telling dengan apa kok gue bisanya suara gue enak gimik story telling dan facice over macam macam gitu.
6:19
Pembicara 1
Jadi purpose authenticity tapi salah enggak kalau seandainya orang yang kayak tadi lu bilang orang mau personal branding beda banget sama character aslinya dia berarti kan enggak?
Jantiknya dia tuh.
6:31
Pembicara 2
Tidak salah tergantung sama purposenya.
6:34
Pembicara 1
Makanya purpose di awal.
6:35
Pembicara 2
Purposenya bukan orangnya authenticity adalah turunan purpose ketemu streng.
Maka jalan gue enggak pernah bilang authenticity adalah turunan orangnya ketemu streng no.
Turunan purposenya ketemu streng kok gue mau jualan apa skin care yang laku di Indonesia flexing turunnya boleh flexing enggak ya?
6:56
Industrinya begitu mau gimana?
Jual kelas kok gua julin insurance kok gua jual MLM harus ada nih fleksinya dikit atau banyak karena menunjang karir gua di sana silahkan persoalan branding adalah tools yang dipakai untuk nurunin purpose kalian plus tren kalian jadilah autentista.
7:17
I see itu gue enggak ngomong salah.
7:18
Pembicara 1
Benar betul.
7:19
Pembicara 2
Dipain purpose nih.
7:20
Pembicara 1
Tergantung tadi tujuannya apa?
Yes.
7:23
Pembicara 2
Nice banget.
Nice.
7:24
Pembicara 1
Banget nah terus gue mau nanya gini.
Banyak orang yang sekarang terutama kalau zaman dulu mungkin lebih clear karena sosial media enggak semarak.
Sekarang orang tuh agak susah ngebedain tentang personal branding dengan membuat konten di sosial media.
7:41
Nah menurut lu sendiri ada bedanya enggak teh?
7:45
Pembicara 2
Personal branding kan tadi ya purpose kita atau personal kita yang diturunkan di disilangkan sama strengthnya kita nah dikeluarkan lewat berbagai channel.
Channel nya apa?
Sekarang channel paling mudah gratis dan enggak bayar ya sosial media.
Ada tiktok yang bisa buat konten distribution.
Ada Instagram yang bisa buat middle up personal branding gitu.
8:04
Jadi macam macam kalau zaman dulu mungkin apa lewat koran?
Lewat TV.
Lewat macam macam channelnya personal branding macam macam mungkin sekarang lu gue pakaiin rapi kasih tagline taruh di billboard juga persamaan branding kan?
8:18
Pembicara 1
Atau di komunitas.
8:19
Pembicara 2
Atau di komunitas mbak pokoknya bagaimana orang persive flu lewat apapun yang lu lakukan konsisten itulah personal branding.
Nah cuma channel nya kan beda beda zaman sekarang semuanya lewat sosial media gitu.
8:32
Pembicara 1
Ya jadi sosial media itu cuma channelnya dan channel yang paling mudah.
8:37
Pembicara 2
Yang menurut gue zaman sekarang channel paling muda, paling enak, paling efektif ya sosial media.
8:42
Pembicara 1
Nah ini.
Banyak juga yang nanya sebenarnya apakah sepenting itu teh personal branding?
Apakah zaman sekarang itu harus personal branding?
8:53
Pembicara 2
Kalau ngomongin relevansi karena ini ngomongin zaman sekarang, maka penting sekali.
8:57
Pembicara 1
Kenapa?
8:58
Pembicara 2
Penting sekali bersama branding karena persamaan branding ini sekarang unlocking access dan bus your credibility.
9:05
Pembicara 1
Oke boleh kasih contohnya.
9:07
Pembicara 2
Misalnya zaman dulu lu punya bisnis a gitu ya lu pengin banget ketemu sama pengusaha a yang gede enggak bisa ketemu dia.
Gimana caranya?
Lu harus cari kenalan siapa kenalan, siapa kenalan, siapa kenalan, siapa atau lu email terus susah tapi dengan hadiah bersama branding lu punya traffic tinggi kredibility lu oke lu dipandang sebagai orang yang oke lu mau ketemu siapa aja gampang possibility lu unlock access sama network yang dulu enggak ke richable sekarang richable.
9:35
Buat bisnis itu pasti bantu banget buat karir juga udah pasti bantu banget sampai sekarang gini lah kita mau hiring karyawan.
Iya enggak kita lihat sosmed ya cuy pasti benar enggak begitu.
Dia bisa memperlihatkan misalnya di sosmednya dia jago di hal itu, dia bikin konten tentang angle angle begini begini ini begitu kita lihat oh kita HR dia kita bisa lihat langsung gambaran dia bekerja di sana ya itu jadi.
10:00
Pembicara 1
Salah satu poin penting penting jadi.
10:01
Pembicara 2
Bersama branding.
Buat semuanya penting unlock akses bisnis lo ke bus personal lu ke bus everything got easer dan lu bisa jadi berkat buat banyak orang bisa jadi impact buat banyak orang atau bisa menghancurkan banyak orang.
10:16
Pembicara 1
Ini pada yang bermata 2.
10:18
Pembicara 2
Ini yang bermata 2.
Dan lu juga bisa menghasilkan banyak uang dari personal branding.
10:23
Pembicara 1
Wah ini habis ini kita ngomongin duit deh habis ini.
Tapi ya gua pengin tahu juga personel mau berhenti memang duitnya dari mana sih?
Tapi nity mah ada ngumpulin beberapa mungkin mitos atau fakta yang mungkin menghambat orang untuk mulai personal branding deh.
Nah mungkin salah satunya adalah orang yang mempersonal branding itu harus flexing dan ganteng atau kaya gitu gitu.
10:45
Nah menurut lu lu giring.
10:48
Pembicara 2
Tergantung purpose.
10:49
Pembicara 1
Balik lagi itu ya ke kalau.
10:51
Pembicara 2
Lu hari ini purpose persama sama brandingnya untuk bisnis skin care lu ya pasti lu ganteng menolong betul kalau hari ini purpose lu untuk anggun apa bisnis bisnis apalah yang tidak kelihatan muka yang enggak nolong iya benar tergantung purpose, tapi ya kita harus ngomong bahwa Indonesia ini beauty privilege nya kencang otomatis ketika lu punya visual yang bagus udah pasti.
11:14
Pembicara 1
Akan lebih menghadapi.
11:15
Pembicara 2
Kebus dalam akan lebih menarik karena persoalan brand ini irisan sama entertainment juga.
Terus kalau ngomongin flexing balik lagi purpose lu apa kalau purpose purpose lu jualan sesuatu yang dibantu makin laku dengan flagsing ya flagsing mau.
11:29
Pembicara 1
Gimana?
11:30
Pembicara 2
Gitu jadi gue di sini tidak mau jadi kayak polisi moral gue berusaha netral, objektif, based on purpose.
Tapi masalah etika lu dilanggar sama anak ketika melakukan itu itu tanggung jawab.
11:41
Pembicara 1
Lu ya, based on personal values.
11:43
Pembicara 2
Itu based on lo bukan bukan perusahaan kita.
Jadi ya begitu bang personel ini harus harus be di PN sama purpose lu tarikannya he eh.
11:51
Pembicara 1
Agree gue gue agree banget.
Terus yang 2 kalau mau personal branding.
Harus pakai gear yang oke dan mahal.
12:02
Pembicara 2
Dibanding purpose lagi.
Oke contoh theodek itu pakai iphone iphone yang memang dipakai sama bini gue.
12:10
Pembicara 1
Buat sehari hari.
12:11
Pembicara 2
Sehari hari sama pakai apa tripod tripod yang beli di Tokopedia 100.000 ya sudah jalan karena tujuannya apa shering tapi beda kalau misalnya nih oh purpose gua adalah memperlihatkan gua videografer yang jago.
Ya enggak mungkin pakai iphone gua atau gue pakai iphone tapi mungkin yang ngikutin ngikutin zaman sekarang supaya editing transisinya bagus.
12:35
Tujuannya apa balik lagi kalau personal branding gue mau memperlihatkan kemampuan gue ngedit.
Iya geer lu bagus menunjang gue mau memperlihatkan agency gue jago nih bikin produksi ya pakai iphone lu nurunin kredibilitas agensi lu.
12:52
Pembicara 1
Balik lagi ujung ujungnya.
12:53
Pembicara 2
Sebenarnya yang lu.
12:55
Pembicara 1
Jalanin ini atau enggak ya purpose?
12:56
Pembicara 2
Ya kalau cuma gue biasa biasa aja gue memang pengin sharing aja harus punya gear bagus enggak sih harus punya ya enggak itu lu lagi ngomong sama diri lu sendiri saja.
13:04
Pembicara 1
Ya karena gue karena kita sebenarnya punya teman juga mentor kita juga di di di Medan gitu.
Dia ngomong nyalain handphone kadang pakai utang, tapi yang dia orang banyak yang dengarin karena inside nya yang dibutuhkan.
13:16
Pembicara 2
Karena dagingnya lah gua juga dulu waktu awal awal cuma di coffee shop pakai kamera tadi pot bahkan rambut gue sering terbang terbang.
13:23
Pembicara 1
Kenalannya di kamv.
Belum ada microphone yang.
13:26
Pembicara 2
Di sini udah gitu pas.
13:27
Pembicara 1
Berisik kan.
13:28
Pembicara 2
Bahkan pernah pak lagi pakai enggak pakai microphone gue lagi di restoran pizza di belakang tuh udah cewek 2 ngerumpi kencang banget itu konten 3 juta views.
Pacar ceweknya komen di tempat gue.
Sorry aku bini gue bawel banget kemarin suaranya masuk ke konten lu nah loh 3 juta views loh.
13:46
Tapi kan dari situ kita belajar.
Oh ya dia boleh nih pakai mic ya kan tergantung kebutuhan aja tapi untuk mulainya mah enggak mulainya yang penting dari purpose lu sama streng lo aja.
13:56
Pembicara 1
Iya, bahkan dulu seorang teorik.
Ngonten enggak pakai mic ya?
14:01
Pembicara 2
Iya benar enggak pakai.
14:02
Pembicara 1
Nah itu keterbatasan tapi tetap tetapi yang ditetapkan sejarah.
14:06
Pembicara 2
Step by step, prof.
14:07
Pembicara 1
Yes agree.
Agree nah ngomongin tadi duit kok ngomong branding ada duitnya.
14:12
Pembicara 2
Banyak tergantung industrinya.
Jadi ya gua ngomong fair fairan aja lah ya.
Industri beda beda, industri, finance, industri, skincare, industri lifestyle, fashion, industri, mainan itu semua endorsement bisa beda beda yang cukup tinggi, biasanya finance dan bisnis.
14:30
Karena brand nya yang bisa masuk banking institusional politik juga mungkin tinggi.
Ya karena budget kampanye besar banyakan yang kemarin gua tolak gua kasih lihat lu kan budgetnya gini gini tuh.
14:41
Pembicara 1
Gue deh gitu bukan gede gue deh.
14:43
Pembicara 2
Gue deh, cuma gua enggak pernah upload di story terus gua tolak loh enggak.
Lalu berikutnya kita bisa ngomongin persama branding itu revenue streaming nya banyak tadi kan dong ngomongin industri sekarang tergantung lu personal brand kayak apa?
Kalau contoh personal brand nya yang bentuknya edukasi atau insight itu bisa dari brand placement itu bisa dari invitation speaker dibayar itu bisa atending event dibayar jadi lu diundang datang ke acaranya makan nonton pulang.
15:10
Pembicara 1
Dibayar.
15:11
Pembicara 2
Pak kemudian lu bisa diundang podcast dibayar.
Pokoknya semua ilmu yang lu share di tempat apapun tuh bisa dibayar.
Wow corporate training lu bisa dibayar.
Nah kalau lu jatuhnya ke mungkin apa ya personal brand atau bikin konten yang jualan hard sell lalu bisa dibayar pakai affiliate produk sharing profit sama produknya terus ada juga yang mungkin lu bisa bikin digital produk lu jualan digital produk lu kan banyak yang jual digital.
15:38
Pembicara 1
Produknya.
15:39
Pembicara 2
Atau mungkin lu bisa buka apa konsultasi.
Mentoring jual kelas jual komunitas itu semua adalah revenue stream yang didapatkan dari persamaan branding.
Ada yang b to b ada yang b to c.
Oke b to b tuh modelan kayak gua gua enggak pernah jual kelas ke and consumer tapi gua jual brand placement ke brand.
16:00
Pembicara 1
Oke jadi company.
16:01
Pembicara 2
Iya company misalnya bank something kerja sama sama TO dri atau Bursa Efek Indonesia sama teo dari kan brand dan teoik.
Nah tapi kan banyak juga yang misalnya oh gue jualan kelas ke end user atau gue jualan program jualan coaching itu jadi b to see b.
16:19
Pembicara 1
To ya jadi.
16:19
Pembicara 2
Ini bisnis model doang jadi.
Enggak bisa di bitusi ngatain ah dia ambil endorse enggak bisa yang ambil endorse bilang ah dia ma jualan kelas lah namanya bisnis model memang lu milih Antara b to b atau b to c udah simple enggak ada yang lebih tinggi, enggak ada yang lebih rendah, enggak sama sama nyari rezeki bos.
16:37
Pembicara 1
Sama sama bisa menghasilkan duit.
16:39
Pembicara 2
Sama sama itu pilih saja mau yang mana gitu.
Nah ini beda beda.
Tapi kalau ditanya banyak banyak sekali gue bahkan pernah kerja sama sama brand luar negeri ya gue dibayar pakai SGD.
16:49
Pembicara 1
Itu menarik dong.
16:51
Pembicara 2
Isinya ngapain luxury trip pak?
Liburan mewah bentar gue dibayar untuk menikmati 2 hari jadi orang kaya di Singapura.
16:59
Pembicara 1
Jadi lu dibayar untuk liburan liburan, jadi liburannya enggak keluarin duit dibayar.
17:05
Pembicara 2
Dikasih massage hotel bintang 5 private dinar michellein star dibayar.
17:10
Pembicara 1
Tujuannya apa pak?
Kira kira mungkin untuk.
17:13
Pembicara 2
Menggambarkan bahwa brand itu mengerti lo lifestyle orang atas memilih kita beberapa kilo influencer yang kredibilitynya.
Oke.
Kerja sama untuk sama sama merangkul dan apa ya stereotiping nya itu di indo aneh banget bro orang diendorse dikatain lu diendorse lu gitu orang jualan kelas dikatain lu jualan kelas lu namanya emang bisnis modelnya 2 itu mau gimana yang penting etikanya diendorse brand boleh selektif lah jangan pilih brand yang menghancurkan orang orang.
17:47
Gitu loh orang kemarin kita bikin apa pers bikin dari nol investasi saham tetap ada yang komen.
Kok lu ada brand ini kita cuma kasih tahu loh belinya di situ yes itu juga produk negara lu sendiri benar itu brand tanah air loh lokal brand loh bahkan.
18:06
Dan itu isi edukasinya 20 menit.
18:09
Pembicara 1
Betul endorsinya paling cuma sama menit.
18:12
Pembicara 2
Endorse menit juga bukan endorse tetap edukasi.
Bentuknya enggak tahu kalau lu mau beli lu bisa di situ titik masih ada orang yang komen.
Itu endorse lu gila gue lo coba mikir aja komentar lu tuh background pemikirannya gimana?
Coba iya maksud gue ya sama lah one day kalau lu personal brand dan dapat rezeki gue akan happy for you.
18:32
Pembicara 1
Ini bisnis model.
18:33
Pembicara 2
Bisnis model ada juga orang mungkin wah lu sudah kayak ngapain jualan kelas lah emang bisnis model salahnya dari mana?
Memang lu mau beli kelasnya dimaksa.
18:43
Pembicara 1
Kagak ya ini mungkin sama lah kayak dulu.
Zaman kecil kita nonton kartun kenapa ada iklan?
Ya kan kenapa kayak film kartunya?
18:52
Pembicara 2
Iya.
18:52
Pembicara 1
Stop dulu ada iklan produk.
18:55
Pembicara 2
A biar sekarang enggak usah gitu.
Lu lu ngefans sama orang k pop muncul artisnya jeder dia foto sama brand skin care kenapa enggak pernah lu katain.
Apa bedanya sih?
Sama.
Mungkin ini lebih ganteng saja pak.
19:11
Ini kan sama bisnis model orang.
19:13
Pembicara 1
Berarti next sekitar harus lebih ganteng.
19:15
Pembicara 2
Iya berarti harus ada skin care yang masuknya.
19:18
Pembicara 1
Monggo monggo.
19:18
Pembicara 2
Jadi ya jadi maksud gue bukan mendisclaimer maksudnya kayak fans atau apa enggak teman teman semua orang yang nantinya jadi punya traffic dan punya nama punya hak untuk di diberkati di sana selama dia menjaga etikanya dengan baik.
19:34
Pembicara 1
Dan itu yang menjadikan personal branding dan mungkin dunia konten kreatif.
Jadi menarik kan?
Menarik karena dulu bisa dapat income dari situ.
19:41
Pembicara 2
Iya bayangin semua konten kreator kagak boleh ambil endorse Indonesia ekonominya turun lagi GDP nya.
19:47
Pembicara 1
Benar benar.
19:48
Pembicara 2
Sudah sekarang sama PHK di mana mana orang bikin konten dapat virality dapat rezeki enggak boleh endorse enggak boleh jualan produk enggak boleh jualan apa apa.
Aduh jadi jadi negara miskin kita pak ekonomi.
19:59
Pembicara 1
Kagak ekonominya distop ya.
20:01
Pembicara 2
Mutar.
20:02
Pembicara 1
Oke terakhir terakhir ini terakhir, tapi mungkin lu jawabnya mungkin agak panjang.
Gue rasa ya ini tips.
20:09
Pembicara 2
Kalau.
20:10
Pembicara 1
Orang mau mulai personal branding sekarang juga deh.
Oke deh enggak sih?
1 2 3 tips.
20:15
Pembicara 2
Dari lu gitu.
Boleh langsung ikut aja buat campai.
20:17
Pembicara 1
Nya hingga harganya cuma 3 setengah juta rupiah.
20:21
Pembicara 2
Nah gue masih di to b mungkin one day mau coba b to c ya one day sekarang.
20:25
Pembicara 1
Belum.
Tapi kalau misalkan b to kalian pada mau enggak komen di bawah dulu enggak?
20:29
Pembicara 2
Soalnya biasanya yang pada komen kayak kok kapan gue bisa ikut acara lu bisa ikut seminar lu segala macam.
Tapi kan gue b to be ya.
Jadi gue nungguin jatoh.
20:37
Pembicara 1
Berani enggak pernah.
20:38
Pembicara 2
Bikin sendiri gitu, tapi ya nanti ya kita lihat ya nah.
Yang mau mulai personal branding sekarang sekarang juga gue sudah bilang 1 adalah cari tahu purpose lu apa purpose tuh apa aja ya kok buat naikin bisnis boleh kok buat gue terkenal dapat validasi boleh kok buat nge revence mantan gua boleh kok buat gua jadi kaya boleh kok buat gua sharing boleh kok panggilan boleh apa pun ojek yang penting lu tahu purpose lu apa jangan sampai lu enggak tahu kalau lu enggak tahu purpose lu apa nanti lu enggak tahu whats important sama whats not important.
21:09
Ketika lu enggak tahu purpose dan value lu apa?
Nanti lu enggak bakal tahu apa yang boleh gue tolak dan apa yang boleh gue terima di jalan ini ya.
Karena jalan ini adalah jalan yang sangat banyak godaannya ya nanti kalian jadi terombang ambing hancur itu dulu 2.
21:26
Listing streng kalian value kalian impact kalian apa yang bisa kalian share misalnya kok gue orangnya pintar nge jokes.
Iya kalau gue bikin kalau gue ngomong orang suka ketawa itu impact ya buat apa orang orang yang pulang kerja capek nonton konten lu terhibur ketawa itu impact kok gue kalau nonton konten lu gue belajar banyak itu impact kok kalau gue nonton konten lu gue jadi takut jadi pengin ke gereja.
21:53
Pembicara 1
Itu kok.
21:54
Pembicara 2
Kalau gue nonton konten nih orang nakut nakutin gue nih ya setan di mana mana ya gue mau ke tempat ibadah itu pun impact impact itu beda beda impact itu apa yang lo rasakan apa yang tertriggered di lu dan harusnya membangun kalau impactnya buruk boleh enggak etika lu aja yang mikir itu ya?
22:10
Kalau bisa sih berikan impact yang baik aja udah gitu berikutnya karena lu sudah tahu strength lo apa.
Dan purpose lu apa itu bisa dicombine jadi personal loh tadi kan ini si paling voice over, nah ini si paling wantik ini si paling apa itu terserah lo.
22:25
Pembicara 1
Ini beda beda ini kan ada koko paling realistis.
22:29
Pembicara 2
Dan itu kan juga dari kalian yang ngomong.
22:31
Pembicara 1
Bukan kita.
22:32
Pembicara 2
Sudah set plan dari awal ya gitu loh.
Mungkin gue bisa bilang kayak enggak gas itu sudah planning gue dari 10 tahun yang lalu bilang biar kelihatan keren tapi enggak itu karena kalian komen aja gitu.
22:40
Pembicara 1
Ya.
22:41
Pembicara 2
Berikutnya konsisten karena namanya personal branding.
Apa yang komen konten itu harus setiap harilah minimal ada posting supaya apa?
Supaya lu tahu mana yang jalan mana yang enggak.
Ini berhubungan dengan poin berikutnya namanya bangun personal branding.
Apalagi lewat sosial media dan konten itu banyak trayer trial error dan evaluasi.
22:59
Oke, jadi udah tiap hari ngepost seminggu berarti udah ngepost 5 sampai 7 evalued mana yang more mana yang enggak kenapa enggak worth?
Kenapa works kalau enggak worth kita coba metode lain kalau works kita jalanin sampai kalian ketemu winning konten ketemuining konten dapat oh ini kok yang udah paling cocok sama gue vicial gede nah itu boleh dibreakdown sudah dijalanin konsisten.
23:20
Pembicara 1
Gitu bisa jadi formula.
23:21
Pembicara 2
Iya.
Mungkin nanti kalau mau yang tahu lebih banyak bisa ke bootecamp yang one day mungkin kita akan bikin ya.
23:26
Pembicara 1
One.
23:27
Pembicara 2
Day nya enggak enggak tahu kapan.
23:29
Pembicara 1
Kalau ada yang mau sponsornya?
Oke ini sudah komprehensif banget sih menurut gua ya, jadi pesan deh buat teman teman yang mau mulai harus mau branding sarannya.
23:40
Pembicara 2
Kalau buat teman teman yang mau mulai person branding mulai saja dulu enggak ya bercanda.
Awas tuh mulai aja dulu.
Jangan kalau mau mulai personal branding cari purpose aja dulu.
Ya ketika purpose lo ada dan silahkan mulai persamaan branding karena percaya sama gua orang yang mulai personal branding dan cuma imitasi tanpa ada purpose, tujuan ataupun value kuat yang dipegang going koware kalian going know dan kalian malah rawan terkena godaan kiri kanan yang nanti bisa menghancurkan.
24:12
Pribadi kalian dan masa depan kalian event kalau purpose nya kok tapi gue susah ya gue lihat nih ya paris fernandz aja dari mukul pohon pisang sampai jadi ceo ya gue pengen kayak dia nih ya depan rumah gue sudah pohon manggis gue pukul juga apa gitu?
24:26
Pembicara 1
Ya bengkak.
24:28
Pembicara 2
Ya terserah enggak apa apa brebes orang beda beda gue enggak akan nge judge.
Yang penting kalian punya purpose nya udah itu aja sih bil.
24:34
Pembicara 1
Oke kalau gitu sampai ketemu di video dari no berikutnya.
Podcast Summary
Key Points:
Personal branding adalah persepsi orang lain tentang kita yang terbentuk dari cara berpakaian, ekspresi, cara bicara, dan apa yang kita tampilkan secara konsisten.
Membangun personal branding harus dimulai dari purpose atau tujuan yang jelas, bukan dari monetisasi atau validasi semata.
Authenticity lahir dari purpose yang digabungkan dengan strength atau kelebihan diri kita, bukan sekadar menjadi diri sendiri tanpa arah.
Media sosial hanyalah salah satu channel untuk menampilkan personal branding, bukan personal branding itu sendiri.
Personal branding penting karena membuka akses, membangun kredibilitas, membantu karier dan bisnis, serta membuka banyak sumber penghasilan.
Mitos bahwa personal branding harus flexing, ganteng, atau memakai peralatan mahal tidak sepenuhnya benar karena semuanya kembali kepada purpose.
Sumber penghasilan dari personal branding beragam, mulai dari brand placement, menjadi pembicara, affiliate, produk digital, hingga kelas dan mentoring.
Tips memulai personal branding adalah menentukan purpose, mendaftar strength dan value, lalu konsisten membuat konten serta melakukan evaluasi.
Summary:
Dalam diskusi ini, pembicara membahas cara membangun personal branding dari nol. Menurutnya, personal branding adalah persepsi orang lain tentang kita, yang terbentuk dari penampilan, ekspresi, cara bicara, dan apa yang kita tampilkan secara konsisten di berbagai channel. Langkah pertama yang paling penting adalah menentukan purpose atau tujuan, karena tanpa tujuan yang jelas seseorang akan mudah terombang-ambing dan rentan terkena godaan yang bisa menghancurkan dirinya.
Personal branding yang baik lahir dari perpaduan antara purpose dan authenticity, yaitu kekuatan atau kelebihan yang kita miliki. Media sosial hanya merupakan channel, bukan personal branding itu sendiri. Personal branding menjadi sangat penting karena membuka akses, membangun kredibilitas, membantu karier dan bisnis, serta menciptakan banyak peluang penghasilan, mulai dari brand placement, menjadi pembicara, affiliate, produk digital, hingga kelas dan mentoring.
Pembicara juga menepis mitos bahwa personal branding harus flexing, ganteng, atau memakai peralatan mahal, karena semuanya kembali kepada purpose. Ia menyarankan agar pemula menentukan purpose, mendaftar strength dan value, lalu konsisten membuat konten dan melakukan evaluasi untuk menemukan formula yang paling cocok.
FAQs
Winning content adalah konten yang paling cocok dengan kita dan biasanya mendapat views besar. Cara menemukannya adalah dengan posting setiap hari, lalu evaluasi mana konten yang works dan mana yang tidak, kemudian breakdown formula dari konten yang berhasil.
B2B berarti menjual brand placement ke perusahaan, misalnya bank atau institusi, sedangkan B2C berarti menjual kelas, coaching, atau produk digital langsung ke end user. Keduanya sama-sama sah dan tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah.
Bisa, tetapi biasanya datang secara tidak langsung, misalnya undangan speaker berbayar, brand placement, atau kerja sama yang sesuai dengan nilai Anda. Yang penting tetap konsisten dan tidak melanggar etika.
Pegang purpose dan value Anda dengan kuat. Jika purpose sudah jelas, Anda tahu apa yang boleh ditolak dan diterima, sehingga tidak mudah terombang-ambing oleh kontroversi atau godaan di jalan.
Tidak, tergantung purpose. Untuk sharing, cukup pakai HP dan tripod murah. Peralatan mahal baru diperlukan jika tujuan Anda memang menunjukkan kredibilitas di bidang produksi atau editing.
Impact bisa berupa membuat orang terhibur, belajar hal baru, atau bahkan terinspirasi melakukan sesuatu yang baik. Yang penting impact tersebut sesuai dengan strength dan purpose Anda.
Chat with AI
Loading...
Pro features
Go deeper with this episode
Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.