Transkrip ini merupakan catatan percakapan tidak terstruktur yang mencerminkan proses refleksi emosional dan identitas pribadi. Percakapan berisi pengulangan kata, pertanyaan yang tidak jelas, dan kebingungan tentang nama, tempat, dan pengalaman hidup. Ada elemen budaya lokal dan nama tradisional yang muncul, menunjukkan upaya untuk menghubungkan diri dengan komunitas atau kebiasaan lokal. Musik dan pengulangan suara menjadi bagian penting dari alur percakapan, menciptakan suasana kreatif dan tidak teratur. Teks menggambarkan perasaan ketidakpastian, kecemasan, dan kesepian, serta keinginan untuk memahami diri dan lingkungan sekitar. Meskipun tidak logis secara linier, transkrip ini mengungkapkan kompleksitas emosional dan keterhubungan sosial yang terus dikembangkan secara spontan.
[Music]
[Music]
[Music]
[Music]
[Music]
[Music]
[Music]
[Music]
[Music]
[Music]
[Music]
- Anggita nanti arpeweteng ngonota? - Lu, gua lupa ternyanyi ngga nyenggul, sama nih gua lupa ternyanyi ke manisan tangan, ternyanyi anak apa?
- Lu, lu, lu? - Nek manisan banget, tapi setiap.
- Terus? - Terus.
- Terus, turu, gue lo jabur terasa. - Terus?
- Sapan sih, ternyanyi? - Sama ternyanyi ke jeneng kulota?
- Nggak. - Nggak, sama kenalakan jeneng kulota, Ciasmani.
Luala, weta-weta, jenengi casutan.
- Sama nih kulota. - Bakaian nih gua, sana-sara nih gua.
- Apa yang sama nih ngelihwar tanah napa? Ciasmani, keruta. - Arana, ara-ara.
- Gey. - Ciasmani. - Ciasmani. - Ciasmani.
- Ciasmani. - Nanggain nih gua lu?
- Nggak, mau buat panter, panter, saat aten tuli tak gua lu.
- Dengu. - Pembutan kerungu, apa yang sama yaan?
- Kampung, sampe nonton puji. - Tesa kulota.
- Gey. - Sampe tanggal, kampung kulota, lana apa sih?
- Gey, apa-apa nonton apa, benceng kulota, para nih merikoh.
- Nekulongan, kulota, tandes. - Tandes.
- Gey. - Tandes, kecil napa luar?
- Tidur, kaksudung ga? - Tapi kok, ngalor.
- Sampe tanggal. - Sampe tanggal, bahasa tanggal.
- Bila aku nengomong. - Lu.
- Di cangomong tanpa ngomong, kakaruan sampe lu gendeng tanya napa, tati enting.
- Lu, sampe gendeng, gendeng kulota nih. - Kepimbang.
- Kepimbang, me. - Gemua ternanya napa kebimang sampe.
- Pak cias. - Lu potangan nih, lu potangan nih. Lu potangan napa, oh.
- Wang nih wether, nih gua dgn gelatung, dia mesti ke timbang. - Tidak.
Kaya tahan jelat untuk sesuai, desa desa.
- Kamu ada cina gede sinter sih? - Non.
- Cina sama sinter? - Tunggu nanda.
- Maksa nanda aku cina aku sangki, tidak kau nelaka aku loh. - Iya.
- Cina sama sapa? - Gitu seuruh berang sangki.
- Maksa nelaka. - Maksa nelaka.
- Maksa nelaka. - Maksa nelaka.
- Maksa nelaka. - Maksa nelaka.
- Maksa nelaka. - Hastomarpi.
- Maksa nelaka. - Maksa nelaka. - Maksa nelaka.
- Kulon natin untuk Hastomarpi. - Maksa nelaka.
- Maksa nelaka. - Harang kulang.
- Maksa nelaka. - Harang kulang.
- Maksa nelaka. - Harang kulang.
- Harang kulang. - Harang kulang.
- Maksa nelaka. - Harang kulang.
- Maksa nelaka. - Harang kulang.
-Hah, apa semuanya? -Eh, saya kenal nanti.
-Cesmani? -Lairnya.
-Tinan apa? -Napa?
-Napa? -Napa?
-Napa? -Napa?
-Napa? -Takut layar perani.
-Ula, ticau-ticau kakannya.
-Napa? Ticau-ticau kakannya dulu.
-Ula, rapu, baik.
-Ula, tak?
-Napa? -Napa?
-Napa tine sama kunanya?
-Ula, napa, kunanya sampai ya?
-Lula-lula, apa?
-Jetakan pertengannya dulu.
-Sama aku sengen-kenan apa?
-Napa, nengah?
-Takut batan, baku nge-acar. -Takut batan, aku nge-belaku nge-ku tumpu di depakan batani.
-Nenantan apa-nampu nge-ku tumpu batan.
-Batan-batan, kalau itu akan. -Tenggara sama kunanya-kenan.
-Batan.
-Peringisan.
-Bak, nge-kenan pun, pelan gue sama, saya nge-belaku ke-alangan duit.
-Kalangan duit?
-Wigi, kayak nai.
-Mosesanya sama-sama ke-alangan duit, kuayo.
-Vu nanti, peringas-peringisan.
-Vu nanti, ketala, gue yang gue ya, petala anak-kumang.
-Gujuh gue lawan-kulau rote-si-cin, eh.
-Kulau ilang aja, jangan nupa petala.
-Tunggu ilang kapet.
-Kulau petala?
-Gelang kalau saya, hukarennya ke pelunjok.
-Kulau nanti, aku nge-duit.
-Sanik, lo malih melakuin.
-Semen suka nih.
-Semen gak tajar terus sih.
-Kulau nanti, sama melaku.
-Nanggik.
-Sama-sama, kentah sama nge-ku lomp.
-Kulau melaku nih ku.
-Supaya-supaya-supaya-supaya cepet.
-Geh.
-Melaju melawan.
-Sama-sama, kentah sama nutangnya duit mawan-bun.
-Lorang-gik.
-Sama-sama, kentah sama rata.
-Lorang-gik.
-Lorang-gik.
-Lorang-gik.
-Bakum.
-Lorang-gik.
-Lorang-gik.
-Dimang-gik.
-Dimang-gik.
-Dimang-gik.
-Susur-surang.
-Lorang-gik.
-Lorang-gik.
-Kulau-gik.
-Kulau-gik.
-Geh pun, porun.
-Sepulau, Geh.
-Benjeng, jangan balik.
-Kentah sama rata.
-Mani, sentai.
-Sama-sama ngga ngga ngga.
-Tunlah ngga.
-Mani, keluar.
-Ngga apa?
-Kulau-gik.
-Mama, motun maneh.
-Sama-sama, kus minta menang apa?
-Saya-unig.
-Saya-unig, tempu nih.
-Tue sama-sama di lang.
-Lan-gik.
-Tue sama-sama.
-Tunggu, yang saya uniki, Geh.
-Kartun sama-sama di lang +.
-Ilang, Geh.
-Tunggu, Tunggu.
-Tunggu, Tunggu.
-Tunggu, Tunggu.
-Ari-san, keluar sama-sama di hari.
-Tunggu, Tunggu, Tunggu.
-Tunggu, Tunggu, Tunggu, Tunggu, Tunggu, Tunggu.
-Plepalkan, Geh.
-Tunggu, Tunggu.
-Benjeng, keluar lama rambian.
-Geh.
- Di jengkula lama? - Ah, nge-nge-nge-nge-nge-nge-nge-nge-nge-nge-nge-nge-nge-nge-nge-nge-nge-n
-Tenggit! -Bertakenya semua onten, makhluk di kebotinati, maafin maafin, keloniki luku.
-Sama ini gue temen, tak? -Luku? -Luku? -Dia sama sumpa sih, deh luku.
-Tenang, gede? -Gel. -Kulau.
Luku, gue ati sumpa nih, deh.
-Nanggit, sama deh? -Nang sumpa, enak banget nih.
Gede setiap keloniki luku.
-Andi gue ambat ke luku, mantar buku. -Lumpa, ati sumpa, keluku.
-Nang sama, jangan kepingingin rapiku, loh, nih, ku. -Tanik, sapan merap.
-Kati pujukku loh, pun gue atir. -Nama apa? -Lupa sakan pati.
-Nama apa pati nih, ku? -Nama tesan mengunakan.
-Kulau nanti, nama pesaman turutis. -Turutipun.
Langgit, kulau nanti, mas masan.
-Nama tes masakan, deh. -Nama tes masan, kulau nanti, mas masakan.
Langgit, klambi, sengapin. -Gee.
-Pun, nanti, kulau pun malih. -Gee, kulau nanti, tipe.
-Tipe. -Tepi. -Tepi.
-Tap.
-Tap. -Sama total, maafin.
-Tap. -Jumplai pilih, kan? -Gekan. -Nama tes masakan.
-Jumplai kapin. -Tepi, klambi, mas masan.
-Kirok-kirok, pintan. -Kirok-kirok.
-Kirok-kirok, balung atos. -Kirok-kirok. [Kan berkongsi]
[Kan berkongsi]
[Kan berkongsi]
[Kan berkongsi]
[Kan berkongsi]
-Tusem! -Cerenar ya ku, ya.
-Cenging rapi aku. -Kak kenal tiuluh-nuh.
-Terek kecuali desa menemukan dati pucu kali ku lo.
-Dak di nopak lo tiuluh-ni. -Motengkatin nih.
-Lomatin seneng kali sambil. -Geng-geng.
-Turon dati pucu omongannya, semua nungan-nungan.
-Yandak nyandak pamata. -Yaya, yaya.
-Kak kak kak kak kak kak kak. -Yaya, yaya.
-Kirok-kirok-kirok, balung atos. -Kalai sambang ambat nengkatin nih. - Oh jas jas! - Jas ngin, wala nang keterbong wet tuh kok kok yang ngunuh.
- Kalo tak teturam mak kan ya? - Kalo keren di ingat kan ya? Kalo tak teturam mak kan ya? Kalo keren di ingat kan ya?
- Tak mikiri, biasa ulanan udah pesan gudomu itu. - Iya apa, ngomongnya.
- Lu? - Malu lancok, kacau.
- Shobo krumbul kuno kok nih. - Sama nih kuluh, saya tak tolong.
Sama nih tonton, tonton, kak teko, aku sama etku daritlah nangku mau lu.
- Mampir nang, Trio awil. - Mampir nang, nang, mampai sapa.
- Eh? - Kau jolah apa sih?
- Mampai jalan apa sapa. - Tapi kocomotan nilang ya.
- Lu? Masa nilang, saya mentasinya loh. - Kan, nang lah kan.
Mereka coba auto cerikurangan.
Lampai yang meripade kapatnya apa, setelah.
Gakun, tak telok beringiskan di dunia.
Tunggu-tunggu yang penting gitu.
Kenapa gw meringis ke botol?
Kaisong yang biar kemanuanya lah duar lah nang kemanu.
- Lu kok dikutuh? - Ijo.
- Kaisem bro nore. - Lo ijo.
Mujo karonet posi.
Mamul, aku malah isinta.
Aku mah semuanya yang kerosampe yang sama kata-kota kok.
- Mampus sampai dikutuhore, gue mah? - Kolek dikutuhuong, yo.
Kolek dikutuhuin peternanya.
- Si, wamah kutung gue uran besi nih saya ruku cokotin. - Apa?
Cek, aru cekasem braun, atau bagi. Opo, maklah, gue tak cokotin, maksudnya mempengeng gitu.
Saya serang, gue tak petrodi, berarti.
Maklah, embesi yang biur cokotin, maksudnya gue nonton cokotin, juurvati.
- Eh? - Terima ano, kamu harter.
- Oh, gue tak tampak putih. - Jadi cokotin, maksudnya.
Arut-wati, hmm.
- Kau yang kayak tangan, lu, ya? - Tampaknya cokotin, aku nonton.
- Tampaknya, tampaknya, aku nonton. - Tak cek, betih.
- Jika kesembaran wang, dan lalu aku tunggu iwi, misalnya ini. - Apa? - So umur. - Aku tidak enak. - Aku mau ya, misalnya tak cahar nanya.
- Ya, apa, kamu ngapain? - Tetap terlalu, marah nusia sempur, ngan dap makamat dengan ngebaran.
- Maman, maman, encian. - Oh, nyari saya, gue.
- Hariknya saya, gini, ya, ngomong. - Nanya, sih.
- Ngan, ngan, ngan. - Ang, terus, unat yang wani gue.
- Ngan, ngan, ngan. - Raya, makamat, makamat. - Tadi, makamat, tati-lat, kan?
- Nah, nangis, makam, dan ngemakku, lu yang nyari-ngemak.
Hariknya, cilu, acu ada, tila, tani.
Hariknya, tanda, nang, rokoan, bareng, kan? Tadi, makamat, tata, maka, rokoan, aku ketarang, maka, dua, gue.
- Soalnya, terung, lu, tes, ya, biasa, aku, aku pengrokok, lu, lu, bisa ikut, cok.
- Tak terlalu, aku pengarung, yoko. - Tadi, maka, aku pake, karaku, kilo, terus, aku, apa.
- Oh, maka, makamat, makamat, makamat, tanda, nana, di sini. - Tadi, makamat, tanda, nangis.
- Pukul, maka, aku kampas, yang pentingku sama nangis, aku, nangin, maka, nangin, maka, aku. - Ya, pukul, tahun, maka, maka, maka, nangis, tanda, nangis, perasaan, maka, tuam, maka, ya, apa lah.
Tadi kan, lele, sangat anak, ditakang, boleh di biot, no, no, lu.
- Maso, nangin, anak, anak, ditakang, ditakang, nangis, apa? - Lek, maka, kali, maka, itu, tanda, nangin, maka, lak, senang, maka, nangis.
Kayak, tanda, pendermenya, menelak atal, lu, maka, ya, saya ngomong, kan, lu.
-Dah nama Tise. -Yau kan doa?
-Dah nama aku ngomong Marif dan Dani. -Yau.
-Kamu sama anak-anak maku. -Isa kan doa.
-Bari ayah. -Ayah, sopah.
-Dah nama aku malang-kono.
-Papa ngolong aku aja. -Ya, ayah.
-Bi papak ngolong. -Ya.
-Pak ngolong-kono ngolong Marif ini trimon.
-Pak aku lega aku suruh yang menih. -Tempat, kan?
-Aku katanya terlalu ikut sih. -Tetel apa, sama ini gue.
-Aku lakadu siapa orang pasanya? -Eh?
-O, tak sih kau tak kan Dani kan, lu aku gini, dui kepuluh ru. -No.
-Dah kepuluh ru aku, moment kenteng. -Nasa apa?
-Ci isu kabu, posi atem. -Ya.
-Kawar aku seperti itu kepuluh panas. -Ya apa?
-Para ngonok kali, aku pukul ngeloser dan angkali.
-Tak pukul, aku ngga kenal itu. -Tak apa, kenal itu.
-Masih duduk dalam yang ketukkali, jokura.
-Tak apa? -Tak apa?
-Tak apa? -Tak apa?
-Aku mulai ya? -Ya, Marno.
-Sing di se tak kan Dani kan? -Sing di se tak kan?
-Seng di se apa mana? -Ya, aku pukul.
-Sama aku ceritot terus sama ya. -Loh, pukul aku pukul aku.
-Mana-mana, ruang nonton kepuluh. -Isi.
-Para ngawan-awan di depanas, susah itu benar.
-Tak cula lo, kak, aku takut. -Sing lo ru, benar bisa.
-Loh, langsung itul. -Aku sampai nangis takut.
-Dah tak ngelupu, ngga kali tino. -Sama nih.
-Sama nih kocen temen anak. -Tolah.
-Sama nih aku ngomong kocok kujuan ayat.
-Sama nangis nangis kocok kak, nantem benar. -Tapu aku lada ternyata aku ada.
-Lelah ya aku ceritot sama aku soking, nuluh.
-Mulah nangis aku kelim kocok sampe ya. -Isa harus kak, ano kepuluh aku.
-Praya aku. -Sama nangis kak.
-Muru si sapi. -Sapi, kenapa nih?
-Isa sapi iho. -Isa sapi pun sama.
-Ngga, sapi ilat burukku.
-Turut sapi, senengnya apa? -Isa sapi ising.
-Golak buruk aku takut. -Isa sapi iho.
-Kak, apa yang ini ya? -Isa sapi iho.
-Kak pernah awak mungkalkan merukau di kudara. -Sak kak, jatuh.
-Kondor papa mulai. -Kak aku tau mana?
-Lama temen aja. -Ya.
-Aku sebe lo jatuh lah. -Isa sapi iho.
-Kak bisa melakukan kemungkalkan. -Kak, kamu lakukan sama gongkong.
-Kak, sepatu kuk. -Taman ujung disingisino waddo pong, sepatu lana kan ga sepatu waddo ya apa
-Patu jengkel, waran hansi pun ya
-Ejabung ga sampe sangganya? -Biski kamu ngomongnya ga ngomongnya
-Kalo pirokan deput plus kok? -Sami utang
-Aku Channing utang -Sama nih kenggoyang waddo da
-Got, tak kalo nolak kendang cilik, wadang. -Dak ada kaya apa? Dia tak akan kendang varangiku.
Tak gini ada Andrea, kaya.
-Sama ngutang nolak? -Ya.
-Gak bian di semaya ini.
-Sama kata amal ya? -Ya semuanya lu?
-Temang kata, sama kata, kata, kata. -Ya, lupanya stahap udah lu sih.
-Malai nolak kata, nolak. -Ya. -Hasko pelas ya.
Kata, kata, kata, kata, kata, 'ndalto, jekur tak dipacul.
Tak terlok kanok komeg.
Selama kanak komen gue taten daten, cuma selah pas aku supah mering.
Cahayin tak tuh kanak kong.
Suara nena nak jumpa yang beli utain.
Ya lah rak mulai kodobapak.
[Memang]
[MUSIK]
[Kak, kamu lakukan sama gongkong]
[Kak, kamu lakukan sama gongkong]
[Kak, kamu lakukan sama gongkong]
(Sunik itu tanah nonton)
Selang, ya.
Saya sama Nuru, Sipa.
-Kas mora dulu. -Kas mora dulu.
(Sunik itu tanah nonton)
(Sunik itu tanah nonton)
-Lia, ya. -Sua rasa mengetipa.
-Dua, ya. Apapun tahu kenteng.
-Dua, ya. -Dua yang sama pindah.
-Ka aah, Nusipa. -Sua rasa mengetipa.
-Sua rasa mengetipa. -Dua.
-Kak patat di Sinden. -Dua, ya.
-Kak pun mengukur terus lah. Bagaimana? Bagaimana? Mereka murimur.
(Sunik itu tanah nonton)
-Tera. -Kasak kingin, ya.
Mereka nekon iku, ya. Pakat musen ni.
Salur no. Mereka nekong seni, ya.
Terus db. Pakat, terus di carna.
Aishwiswis, mengandap.
Penyakutasi, tak tikangkan.
-Tolong di Sosipa. Pakat sama nekuk.
(Sunik itu tanah nonton)
Lanya, ya, apa? Selapa. Tak salah nang.
-Kak patat kan cokur, lu. -Ya, tak tibuk.
-Kak patat kan cokur. -Ya, tak tibuk.
-Ya, tak tibuk.
Duitnya samen tampan.
Ya, masa-masa mulak siang nak kapan?
Tak siap apa-apa, nana, kapan-kapan?
Ya, saya lagi randang.
Tunggu, tunggu.
Randang ya, samen tolia yang nak kapan?
Tunggu, tunggu, tunggu.
Siang nak.
Tak siap, bukan langkah tengah, nanti apa kan jokur?
Apa?
Apa?
Tak ono ikul.
Tunggu, tunggu, tunggu, tunggu, tunggu.
-Tempat ini kamu kamu ngapain sih Pak? -Kunak kamu.
Masalah dengan jauh-kun.
Saya kena kena terus hidang di jauh kur.
-Rambut mulu, Pak. -Rambut.
-Rambut. -Rambut jauh potong tak mau dia.
Cupakan saya pergi.
-Sama kau pengep suara boleh tak? -Ya, ya.
-Kendengkau suara boleh pergi. -Suara aku tak kacetku.
-Suara aku. -Sama kau nak iya aku teblacher ya.
-Ya? -Ya, ya.
-Sekan apa? -Saya aku tak nyopa iya Pak.
Maksud saya.
Maksud saya.
Tak mengenai rumah saya.
Ya, apa saja.
Maksud saya.
Maksud saya.
Ya.
Maksud saya.
Ya.
♪
♪ Bancilang cilong ♪
♪ Koteng karang melang melong ♪
♪ Bancilang cilong ♪
Sampai rancut antelok.
Man rame nema suara nema mas.
Aksu nema layuna layu para rame.
Kaiin, kaiin, meja, meja
Baik saya kucing yang menurut
Man rame, neman suara, neman rame
Asun, neman rame, yum rame, yum rame
Kaiin, kaiin, meja, meja
Peranggap saya tinggi malu.
Semuanya sopai goba.
Ya, apa?
Tentang dikulah kok.
Tentang kongi to sepa. buri bersolah calteran.
Sudah datang ini, saya jadi cari semara menjakan.
Seperti apa?
Ya, tapi makanan-mantih.
Ya, aku nana selamat.
Aku tak setiap.
Aku nampak selamat.
Aku tak mau mau nama.
Ijo, makanan-mantih.
Suara, migu, cuma makanan-mantih.
Suara, aku mau gratis.
Minir.
Ya, aku yakin apa sepan?
Isan ini suara yang nak ikut pak.
Ya, aku cuma nak ikut pak.
Lucia, tu korai apa pak?
Korai kenapa?
Ya, saya pokok ikut aku tu.
Manggantik kurangku.
Manggantik kurangnya nak lupa pak?
Lu benar-benar risangnya.
Samannya nak ngomaskan temen nantap pak?
Ya, aku. Ya, maksudnya mani pokok iseng penting ya.
Menjaga kondisi.
Kondisi?
Saya para saya melihat kondisi barangnya.
Saya cipa kondisi yang saya nak melakukannya.
Saya nak melihat kondisi yang saya nak melakukannya.
Saya nak melakukannya.
Ya, ya, latihan saat pendidna itu yang penting.
Sama-sama yang kak ngurungnya.
Saya pergi gendeng-gendeng, saya pergi. Ya, kutuhan, kreatif.
Saya pergi saman muning ono, saya pergi apa-apa, caronno, saman iso yang poh.
Apapun orang hopo, saya pergi apa-apa.
Laku apa-apa.
Ya laku, saman seengahnya riku.
Laku ini, dipatuhkan.
Dari orgasm layus yang umum, dipatuhkan, dipatuhkan, dipendeng.
Ketapur.
Laih, ya, saman iso tahun iso lagi.
Ketapur sari keloh.
Laih, ya, apa, saman iso nih. dan berumar ricakan terterus neguluhan.
Saya nampak berlarak apa?
Pernah kecimu, kisinkan.
Akih reak kumpul mana?
Tarih kepercaya, baras lah ya.
Mereka makan tengok, kongsi, kongsi, kongsi.
Pak, kamu makan tengok?
Lain seakan, kamu mampu makan tengok.
Mampu makan tengok, kongsi, kongsi.
-Membe, kepitang, be susu. -Ha?
-Kepitah susu. -Kepitah susu.
-Susu, sapi lah nangang mana? -Kepitah.
-Kap, kepitah apa ya? -Ya, kepit.
-Kepitah sender, hula saksender, ranya saksender.
-Kak, nukul ni, kepitah listah ya apa kan?
-Lanya nangka, kepitah saja ngomong nasepa. -Ya, kepitah sayku loh ah.
-Ya, kepitah. -Cena mulain mari acara semani.
-Seles apa? -Nomobongomong cah, semani kula nangang.
-Sama dia jawapan jenung anaknya. -Eh?
-Sama dia berkontohan, krab, kocoknya sekata, jenungnya cahmani ingul, jen.
Ibu arat pelajaran, kata pun saksa jenungnya ikut, dia lengkancaku.
Tujak-tujak kena turu, yuk komple bangluru, ambil jenungnya cahmani bola nang.
Tadi pannya aku nailing, cahmani ikut, ilingkan.
Loh, samaan aku canggungan apaan aku, saya tak nak cahati lelungan aku.
-Mu nengu. -Ola, terus.
Saya tak mahu, saya tak mahu ditutur.
Saya minta maaf takkan dengan bila.
Minta maaf takkan dengan bila.
Saya tak mahu ketika baik-baik.
Semuanya rakanlah kuulah.
Lagi potong mahu aku lakukan.
Sama lakukan.
Gak?
Sama lakukan dulu. Icaman sampai intan.
Kalo berikian tanya, sambil.
Sama-sama jalan.
Tampu-sama jalan.
Kalo semua.
Arana.
Lata nangaku nangaku nangaku nangaku nangaku.
Pata ku lahu aku atjun.
Loh, yo pun tulisan nangaku nangaku nangaku nangaku.
-Tapi tulisan. -Nirvana.
Oh, gekatan pada nangaku nangaku.
Duh, nangaku nangaku.
Centeng kulau kan cerit suet teknolog dari Srabaaya.
Srabaaya.
Sraba.
Srabaaya.
Sraba.
Srabaaya.
Kan cerit ini.
Enggit.
Sambal apa sehingga. Ngitung-ngitung biasa.
Sambahkan.
Sambahkan.
Enggit.
Ben. Cukup itu kayak Sambin.
Enggit.
Mulanya kulau lain ini.
Enggit.
Enggit.
Latianlah mentasiannya berikutnya.
Enggit.
Latianlah Sambahkan.
Enggit, Latian terus.
Di kawal belakang beri ke sepisan sampai, kaping pindu, tersedia sepanjang, tlappu-tuh.
Sampai sialnya, bota-sampai sepanjang.
Siapa regarkan di kawan?
-Nol? -Tamal regarkan di kawan.
-Lalu, siapa siapa? -Oka siapa?
-Kasak-kasak, kan? -Kasak-kasak, kan?
-Genggeng. -Oo, peneran, kan?
-Genggeng, gengeng. -Pertek lu, gengeng, nara-ara, peluk-lumpa, kan?
-Kalau tu di masa-masa, kan? -Dum.
-Temperten mengangat, ginerasiannya, gak rokoknya kata-kataannya. -Di mana? Samal masaknya.
-Di mana? Masak ada apa-apa? -Di biasa, cara nasem.
-Biasa, cara nasem. -Dusaman gari-gari ini ngurus pengan, nantak?
-Duh, buatan keluar beri keat segera, ngelamar. -Duh.
-Gelamar, enggak. -Dunak bisa mencintan?
-Kulah sok kran. -Duh, rambut, rambut, rambut.
-Waah, sok kurnkujudah. Sok kran buat pengen. -Sok kran lah.
Loh, pulau sopir.
Umur? Umur semitah.
Terus kelihatan, kelihatan siyian ni.
Terlalu puluh nama.
Terlalu puluh nama.
Alamate.
Alamate, gini.
Tukukupang Timur.
Tukukupang Timur nama surabah.
Surabah ya.
Papai.
۔Mahay Shah Entan.
۔Bhapak.
۔Dut.
۔Bhapak.
۔Dut.
۔Mahay Shah Entan.
۔Mahay Shah Entan.
۔Mahay Shah Entan.
۔Mahay Shah Entan.
आपाजाना आपलों ये बन्वां पाजाने पे पाजान पाजाने पाजाने पाजाने पाजाने पाजाने पाजाने पाजाने पाजाने पाजाने पाजाने पाजाने पाजाने पाजाने पाज
तो तो तो तो तो तो तो तो तो तो तो तो तो तो तो तो तो तो तो तो तो तो
अपकर जाभा में तो पर. - नहीं तो नहीं तो नहीं तो नहीं तो नहीं तो नहीं तो नहीं तो नहीं तो नहीं तो नहीं तो नही
ھاکہ مطلبہ کچھا ہوا سے کتھ پالے گا ۔
ھاکہ گیا ہے۔
ھاکہ گیا ہے۔
ھاکہ گیا۔
ھاکہ گیا۔
ھاکہ گیا۔
ھاکہ گیا۔
ھاکہ گیا۔
ھاکہ گیا۔
ھاکہ گیا۔
दूला वोला वोला वोला वोला वोला वोला वोला वोला वोला वोला वोला वोला वो
आपें जो नाकुला तो लो लो लो लो लो लो लो लो लो लो लो लो लो लो लो लो लो लो लो लो लो लो लो लो लो लो लो लो लो लो लो लो �
नहीं नहीं नहीं नहीं नहीं नहीं नहीं नहीं नहीं नहीं नहीं नहीं नहीं नही
आलामार कूलों आलामारना समवेन आलामार कूलों आसमवेन आसमवेन कूलों आसमवेन कूलों आसमवेन कूलों आसमवेन कूलों आ
"Kuya nah temnana"
"Kuya nah temnana"
"Kuya nah temnana"
چھے تک ہولی نا نتیارے گھے.
اس تکوں بھولوں تو میی نیے.
यह लोग़ लोग लोग लोग लोग लोग लोग लोग लोग लोग लोग लोग लोग लोग लोग लोग लो�
ھاں چاں تروزاں.
यह पाए पाए यह पाए पाए पाए यह पाए यह पाए यह पाए यह पाए यह पाए यह पाए यह पाए यह �
Dukak krasap na, lulai kapa, mulla kak ma chuyonginikila.
Hoh, ha, ha, ha, ha, ha, ha, ha, ha, ha, ha, ha, ha, ha, ha.
ھا ھا ھا ھا ھا ھا ھا ھا ھا ھا ھا ھا ھا ھا ھا ھا ھا ھا ھا ھا ھا ھا
ھاں پہنے پہنے یا پہنے۔
لومانٹرہ؟
لامانہ نے، ھاں اچکہ گے چوانے آتینے پہنے پہنے یا۔
اچکہ گاوے کپیٹونانیں گے پہنے۔
حاہاں، لومانہمی،
اگر نکھا سامپے بھی سریشی رہتی پہنے پہنے پہنے۔
لوکھتا ہے پہنے لوروک پاکھی۔
نایاں، اگر یا منا،
ٹیمانگرہ پتک پہلے مانٹری۔
مانٹری؟
مانٹری؟
لیکنوپنا گیسیں گا پیسرسی رہا گو
عقمالا اگلامار
نامے باکانچل
بارم بارم لامار رہوش کے دیسی آنک
دیسی آنک
دیسی آن سوپر
سنی سوکران سوپا مانے
پنگی تنپلنگ
دیسی آنک
دیسی آنک
دیسی آنک
دیسی آنک
دیسی آنک
دیسی آنک
دیسی آنک
دیسی آنک
دیسی آنک
دیسی آنک
دیسی آنک
میں سے ہوں نے چکھ مرام بکھا پہنے گو۔
ہوں مگسے ہیں دیگی، میں اگی بہم تو ہوں۔
پہر مہ سنو اٹھیں مگو تایا پہنے گو۔
دایا پہنے گو اٹھنگ لامر تنگ گا۔
دو۔
سے گاں مریزا پہنے گو۔
دایاں مکر مکر۔
دایاں گیارے گو۔
دایاں گیارے گو۔
پہنے گو۔
دایاں گیارے گو۔
دایاں گو۔
دایاں چانتان پہنے گو۔
یا اکورا پیمانے، کتے اپا کن
بوانتر ریگے
بوانتر ریگے
بوانتر ریگے
بوانتر ریگے
بوانتر ریگے
بوانتر ریگے
بوانتر ریگے
بوانتر ریگے
கیکہرم بیساپا ڈوانگی
دولالتبنیانیں گا لگا پرشیوانی آبنا
لوانگی
وانیتا
وانیتا
وانیتا رو
صلو
تاگو ریگی
پرنیانی گا پیگنگی آبنی
پیشای رو نای
آیتینیہ تانا
ریگی تمنتا
ریگی تمنت
تمنت
تمن
لو
آیت
پوڑال
چوپانا پیرا
آیت
کتی تینان گا گا گا با
گیا با
புٹ்டில்லை.
புٹ்டில்லை.
புٹ்டில்லை.
கையும்.
Saan pe na pek man tibia man tra delok.
Eh du pui chi nopong botaan uong au coang kere na pek man tua e.
Si chi chi chi chokko.
Nyerangap chokko nopong.
Si ning a chokko nsi.
Chokko nsi.
Chokko nsi.
Vanigilak laikki si pongi.
Ia o.
Mamongongongongongongon.
Pui chi chi.
Maku i ka tengongongongongon pek petteru sir.
Ni pongi.
Lui o i ki moratuan i tangi.
Lui ki moratuan i tangi.
Iki sop ko meribate ko apang.
Ucahi ke man tan sop kan na sop kan.
Sop kan.
Iki sop kan.
Aku sop kan.
Lui.
Sama sop kan.
Sop kan.
Lui.
Vaikin.
Tu tu i ki.
Vaikin.
Man tu inakara moratuan i porco hai.
Tu tu i ki.
Aku ti kan.
Tu tanya ako si kondigu.
Tak nana.
Ila sop kan.
Sop kan.
Sana ngay.
Hai yo.
Aku sop kan.
Guang kere tu i ki.
Sop kan na sop kan.
Aku sop kan.
Oh sop kan na sop kan.
Lui.
Sop kan na sop kan.
Sop kan na sop kan.
Sop kan na sop kan.
Hai yo.
Matu jilo kan na.
Lui.
Matu jilo kan.
Matu.
Hai yo.
Matu.
Sop kan.
Iki sop kan.
Hai yo.
Sop kan na sop kan.
Iki sop kan.
Hai yo.
Sop kan na sop kan.
Iki sop kan.
Hai yo.
Sop kan na sop kan.
Iki sop kan.
Hai yo.
Good.
Good.
Bad.
Udi.
Iki matani wa.
Udi.
Udi ikematani wa.
Ramsham lu.
Gekuloh.
Nika langa langa langa langa langa langa langa langa langa lang
Aki apaturu san paku i datik mante lo japo.
No ma neki kuda kuru.
Aki pa se si ratu takatou mo neki.
Aki apaturu san paku i datik mante lo japo.
-Sokran! -Lai ka mangisokran.
Lai ka mangisokran supeprojek la penopak supeh laori.
[Muzie]
Podcast Summary
Key Points:
Transkrip berisi percakapan kacau yang mencerminkan kebingungan, perasaan, dan eksplorasi identitas secara spontan.
Ada pengulangan kata-kata seperti "Ciasmani", "Maksa nelaka", dan "Harang kulang" yang menunjukkan pola berpikir atau emosional yang berulang.
Pertanyaan tentang nama, tempat, dan pengalaman hidup mencerminkan keinginan untuk menghubungkan diri dengan pengalaman kolektif atau lokal.
Ada unsur kegagalan komunikasi, ketidakpastian, dan perasaan tidak nyaman dalam interaksi sosial.
Musik dan pengulangan suara menjadi bagian penting dari struktur percakapan, menciptakan atmosfer kreatif dan tidak terstruktur.
Beberapa bagian menyebutkan kejadian yang terasa autobiografi, seperti perasaan takut, menangis, atau merasa terasing.
Ada referensi terhadap budaya lokal, nama, dan tradisi, menunjukkan upaya untuk membangun koneksi dengan komunitas.
Teks menggambarkan proses refleksi dan eksplorasi diri yang tidak terarah, namun penuh emosi dan ketidakpastian.
Summary:
Transkrip ini merupakan catatan percakapan tidak terstruktur yang mencerminkan proses refleksi emosional dan identitas pribadi. Percakapan berisi pengulangan kata, pertanyaan yang tidak jelas, dan kebingungan tentang nama, tempat, dan pengalaman hidup. Ada elemen budaya lokal dan nama tradisional yang muncul, menunjukkan upaya untuk menghubungkan diri dengan komunitas atau kebiasaan lokal.
Musik dan pengulangan suara menjadi bagian penting dari alur percakapan, menciptakan suasana kreatif dan tidak teratur. Teks menggambarkan perasaan ketidakpastian, kecemasan, dan kesepian, serta keinginan untuk memahami diri dan lingkungan sekitar. Meskipun tidak logis secara linier, transkrip ini mengungkapkan kompleksitas emosional dan keterhubungan sosial yang terus dikembangkan secara spontan.
FAQs
Ciasmani merupakan nama atau istilah yang digunakan dalam percakapan, mungkin merujuk pada seorang individu atau konsep yang dikenal dalam konteks percakapan tersebut.
Pengulangan kata terjadi karena gaya berbicara yang tidak terstruktur, seperti percakapan informal atau dialog yang tidak diatur, yang mencerminkan kekacauan atau keterbatasan dalam pengucapan.
Frasa tersebut tampaknya merupakan ekspresi atau kata-kata yang digunakan secara berulang, mungkin sebagai bentuk ekspresi emosi atau kekacauan dalam percakapan.
Luku disebutkan sebagai seorang individu yang mungkin menjadi teman atau tokoh dalam percakapan, dengan peran yang terlihat dalam interaksi sosial atau kelompok.
Frasa ini kemungkinan besar merupakan istilah yang digunakan untuk menunjukkan keadaan atau perasaan, seperti kehadiran atau perasaan yang muncul dalam konteks percakapan.
Pengulangan ini mencerminkan ketidakpastian atau kebingungan dalam komunikasi, menunjukkan bahwa pembicara sedang mencoba menyesuaikan diri atau meminta perhatian.
Chat with AI
Loading...
Pro features
Go deeper with this episode
Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.