Go back

Biblical Principles for Youth Ministry

0m 0s

Biblical Principles for Youth Ministry

Transkripsi ini membahas prinsip alkitabiah untuk pelayanan kaum muda, berpusat pada Ulangan 29:29 yang menekankan bahwa kebenaran Tuhan diperuntukkan bagi generasi sekarang dan penerusnya. Setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk meneruskan iman; kaum muda harus memikul tugas memperbaiki kerusakan atau melanjutkan warisan positif dari pendahulu mereka. Contoh generasi Israel di padang gurun yang tidak taat dan digantikan generasi baru mengilustrasikan pentingnya regenerasi dalam rencana Tuhan. Alkitab ditegaskan sebagai tulisan saksi mata langsung tentang kehidupan dan karya Kristus, memberikan otoritas yang tak tergantikan dibandingkan kritik teologis liberal dari abad ke-19 dan seterusnya yang meragukan keandalannya. Pengaruh liberalisme ini telah menyusup ke gereja-gereja, termasuk di Indonesia, menyebabkan pengajaran yang dangkal dan menjauh dari iman alkitabiah yang sejati. Oleh karena itu, kaum muda dipanggil untuk memahami dan mempertahankan kebenaran alkitab sebagai fondasi pelayanan mereka.

Transcription

12774 Words, 82835 Characters

Indonesian
tentang prinsip prinsip al-kitap mengenai pelayanan kaum mudah. Jadi apa yang al-kitap katakan tentang pelayanan kaum mudah? Seperti apakah pelayanan kaum mudah itu seharusnya? Kita akan melihat beberapa ayat, karena ini biblikal prinsipals, maka kita akan lihat apa yang kita psuci ajarkan. Yang pertama, kita memembaca bersama-sama dari kita ulangan fasal 20 sembilan ayat yang ke 20 sembilan. Mari kita membaca bersama-sama ulangan 29 ayat 29, saya akan bacakan bagi sudara. Hal-hal yang tersembunyi, ialah bagi tuhan alah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selamalamanya supaya kita melakukan segala perkataan hukum taurat ini. Sudah ini ayat pertama yang akan kita lihat, nanti kita akan lihat beberapa ayat lagi yang menjadi prinsip-prinsip utama di dalam pelayanan kaum mudah, tetapi hal yang paling utama ada di dalam ayat 29 ini. Dikatakan bahwa hal-hal yang tersembunyi bagi tuhan, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selamalamanya. Sudah ayat ini ada di dalam konteks di mana tuhan memberikan pringatan. Tuhan mengatakan, akan ada saat kamu dibuang oleh tuhan. Ini kalimat mengerikan sekali. Orang Israel dijanjikan Tana, mereka sudah tinggalkan mesir, mereka sudah tinggalkan semua dunia yang mereka tahu supaya mereka masuk ketana perjanjian ini. Dan waktu mereka akan masuk ke dalam tana perjanjian ada kotba dari musah yang mengatakan suatu saat kamu akan dibuang. Kenapa akan dibuang? Kalau kamu menghinatuhan dengan menyebab berhalah, kalau kamu mengabaikan printa tuhan dengan mengikuti ilah-ilah yang lain, ini merupakan satu pringatan yang penting sekali. Tuhan memelihara satu generasi, tetapi generasi itu akan lewat. Namaka kau berikutnya yang akan muncul, akan meneruskan pekerjaan tuhan yang baik ini. Nah ini hal yang harus kita tahu, setiap orang yang tuhan sudah bankitkan untuk menjadi pemimpin, ataupun orang-orang besar yang mempengaruhi zaman, hanya sanggup mempengaruhi satu generasi. Setelah itu harus ada orang lain yang bankit untuk meneruskan supaya generasi yang lain bisa menikmati. Sudah kalau tahu teologi reform, tidak berkembang hanya karena kalfin. Kalfin meneruskan pekerjaan luter, kemudian beza, lalu orang-orang di dalam zaman reform yang bersifat skolastik, itu yang meneruskan seperti turetin dan lain-lain. Lalu setelah itu ada kaum puritan dan lain-lain. Tidak mungkin ajaran ini bisa trus, masuk ke dalam generasi yang lanjut, kalau tidak ada orang lain yang tuhan bankitkan, itu sebabnya bagian ini sedang mengingatkan, ketika satu generasi begitu setiap kepada tuhan, generasi yang berikut belum tentu sama. Tetapi sebaliknya, kalau ada satu generasi begitu menyimpang dari tuhan, generasi yang berikut belum tentu menyimpang. Ini menjadi kan konsep yang penting sekali di dalam cara kita berpikir tentang kaum mudah. Sudah masih mudah, sudah berpikir tentang diri, tentang peran kaum mudah dan mulai cobalihat apa yang alkitab sedang katakan. Mengapa kaum mudah begitu penting? Apa gunanya memberikan fokus pelayanan kepada kaum mudah? Ini hal pertama yang menjadi sangat inti. Kalau generasi sebelum kita adalah orang-orang baik, maka akan menjadi beban dipunda kita untuk terus menjadikan kelompok yang baik ini memberikan pengaruh di dunia. Sebaliknya, kalau pendahulu kita adalah orang-orang rusak, maka ada di bahu kaum mudah untuk memberikan satu reformasi memperbaiki kerusakan yang ada. Nah itu sebabnya, ketika tuhan memberikan anugrah, ada satu kelompok umat yang begitu setiap, tuhan mengingatkan pada bagian ini. Jika kamu gagal setiap, saya akan buang kamu, dan di dalam ayah 29 dikatakan yang tadi tuhan katakan itu bagi kita dan bagi anak-anak kita. Bukan cuma untuk kita loh. Anak-anak kita pun harus mengerti hal ini. Generasi penerus, harus tahu siapa tuhan dan harus tahu apa yang tuhan tuntut. Nah ini menjadi istafet, membuat istafet dari generasi satu ke generasi yang lain bagi itu penting. Sudah bisa lihat contohnya di dalam kisahal kita. Israel yang senior di padang gurun. Ini tidak mau masukkan an. Mereka tidak mau perang. Mereka bilang di kanan besar-besar orangnya. Kita yang paling besar, kala sama mereka yang paling kecil. Bagaimana bisa perang? Ahirnya mereka berhontak lalu mau pulang. Waktu tuhan mengatakan melalui musah. Saya tidak akan izinkan kamu pulang. Saya akan putar-putar kamu di padang gurun sampai satu generasi musnah, supaya generasi yang baru yang akan muncul, itu yang akan masuk ke dalam tanah-kanahan. Jadi generasi sebelumnya rusak. Ini generasi yang penuh dengan kelu kesah. Apa-apa mengeluh? Mereka tidak pernah mengerti apa yang tuhan sedang kerjakan. Mereka cuma tahu nikmat diri sendiri. Kalau kenikmatan kami berkurang, kami protest. Kalau perut kami tidak terisil impah, kami protest. Kalau apa yang kami dapat dimasir, tidak lagi kami dapat di padang gurun. Kami protest. Mereka tidak pernah lihat apa yang tuhan mau kerjakan. Maka tuhan sinkirkan kelompok ini. Dan tuhan bangkitkan generasi yang baru. Generas yang baru ini lah, yang mendapatkan peringatan di dalam ayat ini juga. Hal hal yang tuhan sudah katakan. Itu bagi anak-anak juga. Bagi generasi yang akan muncul. Sudah ras sekarang kita anak-anak muda atau sudara lah. Saya juga masih lah. Kita kau muda cuma tahu pokoknya ada sayah. Lalu saya mau kerjakan apa dimasa depan. Tapi kita jarang berpikir apa yang sudah terjadi di dalam umat tuhan sebelum kita. Dan saya akan bongkar sesuatu yang mungkin bikin sudara sangat sedih kalau sudara punya kepekaan. Tapi kalau tidak, ya sudara akan anggap ini informasi yang sudah sering di denger paling cuma lalu begitu saja. Saya akan katakan bahwa generasi sebelum kita bukan generasi yang taat. Generasi sebelum kita adalah generasi yang mauarisi tradisi intelectual yang mengabai kan anugerah, mengabai kan hal-hal supranatural di dalam hitap suci. Mereka tidak percaya hal-hal yang seperti itu. Mereka cuma tahu apa yang mereka alami di dalam kehidupan sehari-hari itu yang menjadi prinsip. Kalau mereka tidak pernah lihat dalam kehidupan sehari-hari pasti tidak real. Maka mereka begitu mau mempunyai pemikiran scientific. Oktu mereka menyeli di kehidupan suci. Mereka mengatakan kehidupan suci tidak scientific. Maka saya tolak. Ini adalah orang-orang yang mungkin belajar science. Tapi kurang mengetili teratur. Tetapi orang-orang yang belajar teratur pun akhirnya mengabai kan kehidupan suci dengan mengatakan ini merupakan tulisan-tulisan. Expresi iman orang dulu yang tidak ada kaitan dengan fakta dan realitas. Ini juga orang-orang yang kalau bacal kita tidak seimbang. Mereka tidak lihat di dalam kehidupan suci bahwa kehidupan suci menekan dengan sangat ketat, bahwa apa yang mereka tulis, yang mereka catat di dalam kehidupan suci. Merupakan pristihah historis yang mereka saksikan sendiri. Sudah di dalam diberani, dikatakan bahwa penulis kehidupan suci merupakan para saksikan. Saksikan itu berarti mereka menyaksikan lalu mereka menuturkan. Setelah dituturkan ada yang tulis untuk perjanjian lama. Sedangkan di dalam perjanjian baru para saksikan langsung tulis. Orang yang saksikan krisus bangkit langsung tulis. Itu sebenarnya kita melihat di dalam perjanjian lama penulisan begitu panjang. Di dalam perjanjian baru selesai hanya di dalam berapa puluh tahun saja. Di dalam terakhir tahun 90. Jadi tidak sampai satu generasi lewat seluruh perjanjian baru sudah selesai. Lalu tidak boleh ditambah. Kenapa tidak boleh ditambah? Karena yang tambah itu akan menjadi orang yang menulis sesuatu yang dia sendiri tidak saksikan. Sudah sekarang dari Matiu sampai Wahiu, tidak boleh ditambah lagi. Hawa tidak boleh tambah injil-awa kepada pandung. Lalu tulisan-awa di situ. Pandung bertobatlah mengapa harus binasah. Lalu Wilson juga tulis surat kepada pandung. Aku sudah sangat sedih hatinya. Karena aku melayani kau 40 tahun tapi kau tidak bertobat juga. Lalu itu dimasukan menjadi surat setelah Wahiu. Enggak mungkin boleh. Kenapa tidak mungkin boleh? Karena seluruh kesaksian perjanjian baru adalah kesaksian tentang kristus dan pekerjaannya. Mereka ini Hawa dan Wilson sebaik dan sehebat apapun mereka. Faktanya adalah mereka tetap bukan si mata langsung. Betul ya. Wilson pernah saksikan krisus 20 tahun yang lalu. Enggak. Hawa perna. Enggak. Kalau mereka ada yang jawab perna, nanti ada konseling tambahan selain ini. Jadi mereka bukan saksil langsung. Dan karena itu mereka tidak boleh tulis apa yang tidak mereka saksikan. Itu sebabnya orang krisen percaya setelah Wahiu selesai. Banyak orang krisen cuma tahu Wahiu selesai. Waktu ditanya kenapa selesai sulit jawab. Kenapa setelah Wahiu selesai? Karena abis way ex-y-z sangat sulit temukan lagi kita. Johanis. Oh iya lupa. Ya pokoknya kalau iya masih boleh yang lain. Kenapa Wahiu selesai? Saya juga tidak tahu. Karena di baliknya ada tulisan di belakang dikatakan kalau ada yang tambahkan, nanti akan ditambahkan sehingga ada yang bernitambahkan. Masutnya Wahiu tidak ada yang bernitambahkan kita Wahiu atau tidak ada yang bernitambahkan kita lain. Oh iya saya juga bingung. Tanya pendeta lah. Aire pendeta selalu jadi korban. Setiap ada perdebatan jemat punya pendeta. Ini ada Pak Jimmy telefon aja dia. Biar dia tambah sulit hidupnya. Dia kurang sulit kok. Maka orang harus jawab tetapi jawab banyak kadang-kadang menunjukkan bahwa mereka sendiri pun berdiri di atas iman yang tidak koko berdasar pada pengetian yang benar. Kalau ditanya kenapa Wahiu brahir sudah harus mengatakan di dalam surat ibrani dikatakan para saksi menulis. Ketika para saksi sudah mati, tidak ada lagi yang tulis. Boleh ke tulis buku? Boleh. Boleh tuli surat? Boleh. Tapi tidak masuk di dalam kitab suci. Kenapa kitab suci berenti di dalam kitab Wahiu? Karena Tuhan mau menyatakan bahwa setiap perkara dan apapun yang dikerjakan oleh krisus. Harus di catat di dalam keadaan ketika para saksi masih hidup. Itu sebenarnya sudah buka kitab suci. Lalu bandingkan dengan kitab suci menapun sudah akan tahu tidak ada yang lebih akurat dari kitab suci yang kita miliki. Kalau ditanya kenapa? Karena ini adalah tulisan saksi mata. Saksi mata yang mana? Kita perjanjian baru adalah saksi mata hidup dari krisus yang hidup. Lalu mereka tulis dan setelah mereka mati, tulisan mereka sampai kepada kita. Jadi beritahinjil sampai kepada kita melalui tangan pertama, iaitu para saksi. Kita tidak dapat suda 2/3/4/5/6/1000 dan lain-lain. Nggak. Kita dapat dari tangan pertama. Kalau ada yang tanya, sama sudah rasu, jadi krisen karena apa? Sudah mengatakan pertama-tama si karena denger kotba orang. Lama-lama saya bertumbu karena baca langsung dari kitab suci. Apa hebatnya kitab suci? Kitab suci isinya adalah tulisan dari orang yang saksikan sendiri langsung kehidupan krisus. Namaka, karena tulisan mereka adalah tulisan saksi mata langsung, sangat sulit untuk menerima kebenaran dari tulisan-tulisan yang menentang tulisan ini yang baru terbit abat kedua, abat kediga, abat ked 5, dan seterusnya. Nah ini yang menjadi keyakinan iman kita, yang meskipun tidak mempunyai fondasi akademik yang terlalu canggi, tetapi mempunyai fondasi fakta yang sangat penting, fakta bahwa yang menulis adalah para saksi. Jadi tulisan kita suci adalah tulisan yang menyatakan bagaimana tuhan bekerja di dalam sejarah. Tetapi orang-orang yang hidup di abat 17, 18, 19, mengatakan ini tulisan salah, harusnya nggak begini. Mereka merasa lebih tahu orang yang hidup pada zaman itu. Mereka coba koreksi kita suci dengan mengatakan mustinya bukan ini yang dimaksudkan. Seperti kalau saya mau menjalaskan tentang selat panjang. Daerhennya Wilsonnya. Lalu saya mengatakan di selat panjang itu jalannya kira-kira libarnya 4 meter, 4 meter. Lalu seluruh jalan itu 4 jalur. Kemudian ada jalan tol dalam kotah. Lalu sudah tanya Pak Jimmy pernah berapa kali ke selat panjang. Ya, kira-kira nol. Berapa? Ya, mungkin nol. Nol ya Pak. Kalau nggak nol, mungkin kosong. Jadi belum pernah, belum. Lalu datang Wilson lalu mengatakan. Saal apa? Semua yang bapak atakan salah. Yang bener adalah nggak ada jalan layang. Atau ada sekarang. Nggak ada ya? Lalu jalannya besar-besar. Engga juga Pak. Anak tekannya berang pun terasa kecil sekali. Jadi ini jalan kecil-kecil. Begitu kecilnya jalan itu singgang nggak mungkin apa yang bapak atakan itu bener. Lalu kita berdebat. Sesudah-berdebat datanglah orang pihak ketiga. Misalnya pihak ketiganya adalah Tris. Saya cuma ngomong yang saya kenal yang saya belum kenal. Kita kenalan dulu baru nanti saya jadi kan contoh. Lalu Tris tanya yang mana dari antara kalian yang bener. Kemudian kita terus berdebat. Ahirnya Tris bingung. Imanya jadi goya. Lalu mengatakan. Saya nggak tau yang mana yang bener. Pak Jimi atau Wilson saya bener-bener goya. Iman saya nggak tau mengapa yang lagi iman kuhan cur. Lalu dia dihibur sama Howard. Howard datang kepada Tris dan mengatakan. Kenapa Tris? Apa masalahmu? Saya goya iman. Kenapa? Terus tentang selat panjang. Versi pertama, versi Wilson. Versi kedua, versi Pak Jimi. Saya bingung yang mana. Lalu Howard tanya menurutnya yang mana yang bener. Nggak tau, dua-duanya sangat meyakinkan. Lalu Howard coba jelaskan. Tahu nggak, Wilson tinggal di selat panjang. Iya, terus kenapa? Pak Jimi enggak. Iya, terus kenapa? Pak Jimi enggak pernah lihat selat panjang. Terus kenapa? Pak Jimi ngomongnya akan demik Wilson kurang. Jadi dia akan demik sekali. Ngapain saya harus mempercaya Wilson. Tapi Wilson bener-bener dari sana. Dia yang sudah alami sendiri. Nggak, saya nggak percaya saya tetep gue ya. Maka orang kerisan yang tetep gue itu adalah orang yang nggak mau diajak mikir sedikit. Saya nggak mau bilang bodoh yang nanti teris marah. Orang kerisan yang nggak mau diajak mikir sehat. Masih ragu-ragu terus. Mana yang bener, saksimata nulis, atau profesor abad ke 19. Pasin saksimata, dia liat langsung kok. Sudah tanya sama profesor itu, anda hidup di abad keberapa. Kalau dia abad 19, dia bilang. Abad 19. Lalu anda merasa lebih tahu dunia perjanyan-jian baru dari penulis perjanyan baru benar. Kenapa? Karena penulis perjanyan baru, nggak pernah kuliah di Oxford seperti saya. Lupa dulu belum ada Oxford, nggak penduli. Pokoknya mereka nggak pernah kuliah di Oxford. Dan karena itu salah. Atau jangan Oxford lah. Princeton. Sekarang ada orang namanya Airman. Ahli perjanyan baru dari Princeton. Dia goncangkan iman semua orang dengan mengatakan semua surat perjanyan baru. Itu adalah tipuan. Waktu ditanya tipuan siapa? Tipuan dari orang-orang pada waktu itu. Tau dari mana? Karena nggak mungkin murid yang sustulis dalam bahasa Yunani. Kamu tahu pasti mereka nggak bisa bahasa Yunani. Pasti! Kenapa kamu tahu? Penyelidikan ku. Dari mana penyelidikan? Di abad 21. Di perpustakan Princeton University. Terus ini faktanya mereka tulis dalam bahasa Yunani. Pasti bukan mereka. Lalu kalau bukan mereka siapa? Nggak tahu. Terus yang tulis siapa? Aku pun nggak ngerti. Lalu anda yakin sekali petrus dan kawan-kawan nggak bisa bahasa Yunani. Yakin! Anda yakin mereka nggak pernah belajar. Yakin! Tau dari mana? Kayaknya. Terus tulis buku. Lalu orang yang baca gue yang iman. Kenapa musik gue ya? Sudah tanya, mana yang lebih ngerti kondisi perjanjian baru? Kamu atau mereka? Jawabannya mereka. Lalu teolog-teolog abad kedua abad ketiga abad kempad. Kenapa nggak ada yang meragukan? Apa yang ditulis disini? Kenapa baru ragukan di dalam abad ke 19? Ini semua adalah pertanyaan-pertanyaan yang harus kita pikirkan baik-baik. Singga kita tahu satu hal, bahwa kita psuci adalah benar sesuai dengan keem yang dia katakan. Tetapi gerakan liberal yang membuat orang krisen ragu kepada kita psuci. Sudah masuk dan dari abad 19 menular ke abad ke 20 dan sayangnya juga masuk ke Indonesia. Maka banyak geraja-geraja besar pendeta yang kot bad di depan belum tentu percaya alat tertunggal. Ada seorang pendeta ditabiskan jadi pendeta. Waktu sudah ditabiskan jadi pendeta di suruh baca pengakuan. Saya mengaku Jesus adalah anak alah. Pendeta itu ngomong. Saya mengaku Jesus anak alah. Baik kamu ditabiskan. Semua temennya kaget. Karena temennya tahu ini orang liberal, dia nggak percaya Jesus itu anak alah. Lalu mereka datang lalu bilang, kok kamu ngaku Jesus adalah anak alah? Lalu dia bilang, kan kita semua anak alah? Aku anak alah. Engkau anak alah. Masa Jesus dikecualikan. Sudahlah dia termasuk juga lekasian dia. Jadi konsepnya lain. Tapi dia sudah selanjut ngomong dan ditabiskan. Lalu kalau sudah tahu pendeta Ivan, Ivan Cristiano. Nah pendeta Ivan pernah shareing. Waktu itu patung minta. Coba masing-masing shareing. Kenapa kamu ada dalam gerakan reform injili? Pendeta Ivan mengatakan. Saya ada dalam gerakan reform injili. Karena saya sudah pindah gredja dua kali. Gredja pertama kenapa? Gredja pertama saya nggak mau datang situ lagi. Kenapa nggak mau datang? Pendetanya kot bak eksposisi panca silah. Exposisi panca silah. Silah pertama di eksposisi. Silah kedua ketiga ke 4 kelimangan. Menggada injil lagi. Gak pernah dikatakan dari mulutnya percaya sus. Gak pernah dikatakan tentang siapa krisus. Cuma ajaran etika yang kering dan dangkalt terus. Kamu mesti jadi warga negara yang baik ya. Kalau lampu merah mobil berenti, jangan jalan terus. Kalau ada S, itu artinya kamu nggak boleh parkir situ. Bukan artinya itu jualan S. Kalau kamu lihat ada tanda apata ati, jadi warga negara yang baik. Lalu dia pikir apa gunanya saya denger kayak begini. Maka dia pindah gredja satu lagi. Yang satu lagi ekstremeliar. Dia bingung. Yang satu kering. Satu lagi banjir. Ahirnya dia pilih tempat yang agak kering, agak banjir sedikit. Maka dia ahirnya pindah kegeri. Nah ini merupakan pengalaman imannya dia. Kenapa ada pendeta cuma kot bapan jasil? Enggak percaya alkitat. Karena liberalisme sudah masuk. Jadi pendahulu kita di pengaruhi liberal. Lalu gredja di Indonesia yang sudah banyak ditanam oleh paramissionaris dari Eropa. Sekarang di pengaruhi oleh ajaran yang tidak pernah mendalam di dalam injil. Sudah kalau pernah kayak regional, lalu pernah ada kesempatan datang ikut kot badi gredja-gredja besar ini. Sudah mereka mau nangis rasanya. Saya pernah kot badi satu gredja seperti ini. Waktu saya masuk tunggu di ruang penting. Ruang para pemimpin. Apa itu namanya konsistori ya? Ya konsistori. Saya duduk di situ begitu saya masuk lebih penuh asap rokok daripada ruang asap rokok di Bandara. Buk itu masuk asap keluar. Sudah tau ya. Kalau di film-film itu orang-orang. apa itu orang-orang. saya tidak mau rasis. Bukanya ada orang-orang tertentu yang kalau naik mobil tutup semua kaca lalu ganja di dalam. Begitu di buka kacanya ganja asapnya keluar. Semula lalu mereka dengan mabok-mabok keluar wajahnya gitu ya. Nah ini mirip begitu masuk asap keluar. Wah ini mirip dengan baik suci tapi beda jauh. Bait suci ada asap kekudusan tuhan. Kalau ini asap mal bromain. Gitu ya. Oh nggak boleh sebut merak lagi. Belum jams puluh masih belum boleh. Nah maka waktu saya masuk di situ saya heran sekali. Kenapa luangan begini? Lalu saya bilang, "Bolek saya tunggu di luar saja." Mereka bilang, "Aa, bapak telah lu rendah hati." "Duh di dalam aja." Saya bilang, "Gau sang kalau saya di luar saja." Jangan rendah hati begitu. Ayuh di dalam dipaksa tangannya di pegang keras-keras. Ayuh pada dalam. Kalau saya tarik tangan kayak orang berhantam loh. Jadi saya duduk-sudah lah. Saya ikut dulu ke dalam. Begitu ke dalam, saya bilang, "Sori mau kirim sms keluar." Dan tidak pernah kembali. Saya tunggu di luar sampai kebaktian mulai. Waktu itu mau sharing kapin. Setelah kebaktian mulai, pendeta yang kotbah maju ke depan. Biasanya pendeta akan pimpin terus dari awal sampai akhir. Jadi nggak ada MCM sihan. Kalau kita masih ada MCM sihan. MC. Monika. Suria. MS itu bukan MC. Waktu saya lihat pendeta mulai maju, dia ikuti seluruh liturgi dengan sangat baku. Kemudian mulai kotbah. Nah saya penasaran ingin denger. Kotbanya apa ya? Lalu dia mulai berkota bah. Sambil tunduk mungkin dia liat bahannya dia. Sambil dia kotbah, kotbah, kotbah saya pikir, kok kayaknya pernah denger kotbah ini ya? Deja vu. Ini kotbah dari mana? Saya yakin lo pernah denger. Wah saya ingat. Tadi waktu saya datang pagi-pagi, saya baca di kertas lembar. Warta. Itu ada rinkasan, ada tulisan, yang saya pikir renungan. Ternyata itu lah kotbahnya. Jadi saya baca-baca. Oh gini, selesai. Lalu waktu denger kotbah pendetanya, baca persisi yang ditangan jemat. Jadi jemat bisa nyusul. Pindeta salah baca tadi gitu ya? Setelah selesai pulang, acara-acara selanjutnya lalu saya sharing. Waktu saya sharing saya mengatakan mari datang di kebaktian pembaruan iman ada pendeta stifantong, ada acara ini. Kenapa ini penting? Setelah saya sharing saya turun, pendetanya jabat tangan saya. Lalu bilang bapak hebat. Saya kaget. Mosok sih? Dalam hati memang sih gitu ya? Lalu saya tanya hebat-apanya ya Pak. Di bilang bapak tadi ngomong terus selama 10 menit gak lihat apa pun. Saya kaget. Semua jempat saya kayaknya bisa begitu lupa. Pak, gitu saya mengomong. Sudah siapa disini yang pernah sharing kin atau kapin atau apa pun. Sudah juga lakukan hal yang sama dengan saya, kan? Lalu pendeta itu begitu kagum. Kau kamu bisa begitu ya? Saya jujur kaget. Kau bapak gak bisa ya? Bapak pendeta akan dalam hati saya? Apang gak ada latian kayak begini? Dan kalau bapak gak bisa, kenapa gak latian mati-matian? Kenapa cuma berpuas dengan ya sudah ada bahan setinggal baca? Ngapain jadi ambat tuan kalau cuma berdiri di atas baca apa yang sudah tertulis oleh orang lain. Lalu cuma baca begitu saja. Ini Greja besar-lu. Waktu saya tanya berapa jemat disini? Dia bilang jemat disini ada sekitar 800 Pak. 800 orang dia bilang bukan keluarga. keluarga? Ya masa 800 orang. Baru 800 keluarga. Ini kecil. Yang sebelah sana seribu 600 keluarga. Ini masih kecil. Denger ini kecil saya kaget. Waktu dia tanya. Greja mau berapa banyak orang? Kalau keluarga atau jumlah individu. Dia bilang keluarga, keluarga. Individu aja ya. Tanya berapa sekitar 200 sana? Kalau ngomong individu, masih kelihatan agak imbangnya. 8200, masih 100, 100nya mirip. Cuma yang satu keluarga yang satu individu. Nah ini Greja besar sekali. Lalu Indonesia sudah terbiasa dengan kekeringan seperti ini. Terus kering ke Greja cuma kayak begini. Saya pernah pergi ke daerah malang, selatan. Lalu pergi ke Greja yang juga besar, Greja suku disitu. Lalu waktu kita mau coba mikrofon. Ngacotnya luar biasa. Ketika kita tes nggak ada yang bisa denger saya ngomong apa. Kemudian saya tanya pak bola nggak pinjem sebentar. Mikrofon dan speaker yang biasa bapak pakai di sini. Lalu pendetanya mengatakan itulah. Ini pak. Iya. Oh gitu ya, lagi rusak atau gimana? Nggak, selalu begini. Lalu selalu begini. Bayangkan yang ngomongnya kayak gini. Saya berhujung. Saya selalu. Sudah bisa denger saya ngomong apa ya. Ini saya ngomong beneran. Selalu pening daya yang kursam. Gue mau para tidak laturnasuk atau begitu. Jadi pemerintah cow. Memang apa ini ya? Dan itu bener-bener mirip gini, beda dikit lah. Masih bagusan ini dikit. Saya sampai garu-garu kepala lu. Jempat atmu denger apa selama ini? Saya pastikan lagi bener. Minipak nggak kedengaran suaranya. Lalu pendetanya bilang, "Iyasi, abis mau gimana kita nggak ada yang ngerti alat kayak bagini?" Jadi sudah biasa kayak bagini. Iya. Terus pakai ini sudah berapa lama. Saya sejak pertama di sini sudah pakai itu. Bapak di sini berapa lama? 2 tahun. Wajah laka. Maka kita cepat-cepat suruh orang ngebut pakai mobil ambil speaker di gereja. Kita lalu pasang ke sini. Pasang ke gereja itu. Perlu waktu 2 stengajam pulang pergi dari malang ke tempat itu. Nah akhirnya kita pakai speaker. Kita lalu kita berdoa. Setelah selesai berdoa semua panitnya berdoa sampai ada yang terharu. Sampai teteskan air mata. Itu ya. Teteskan air mata berdoanya kayak bagini. Tuhan, kasian umat mudis ini. Domba-domba mudis ini makan apa? Mereka datang ke gereja dengan apa? Nggak ada nger apa-apa. Tuhan tolong, tohan kasian ini. Saya denger di doa sambil nangis ikut-ikutan mau nangis. Tapi bukan karena denger kalimatnya tapi gara-gara nangis menular. Itu ya. Ini faktal. Jadi orang sudah bosan, sudah capek, dan sudah rasa ini cuma rutinitas. Saya datang ke gereja rutinitas lalu pulang. Saya datang lagi kemudian pulang. Datang lagi lalu pulang. Lalu nggak dapat apa-apa? Karena tujuan datang ke gereja adalah cek absen. Begitu datang cek log. Tuhan sudalo ya. Oke, boleh pulang. Waktu ditanya di gereja ngapain cek absen. Kalau perlu nanti kasih cok gitu ya. Jemperapa masuk, jemperapa pulang. Ini yang terjadi. Jadi orang sudah anggap ini rutinitas. Nah ini terjadi sejak zaman kita di jaja Belanda. Lalu terjadi sejak zaman kemerdekaan. Tetapi masuk di dalam tahun 80-an ada arus baru yang besar sekali. Arus ini sudah masuk sebelumnya tapi tahun 80-an jadi mauabah luar biasa. Orang-orang kaget. Kalau dulu orang kebaktia nyanyi-nyanyi nggak jelas jelas sama sekali. Yang nyanyi pun cuma beberapa orang. Mari kita nyanyikan lagu yang pertama. Besar lah alaku. Bila kulit. Hatbintang gemer lapat. Walaulah yang baru ini lain. Waktu menyanyi mengatakan mari kita nyanyi semuanya. Semuanya nyanyi luar biasa mega. Orang kaget. Luku gereja bisa gini juga ya. Jadi ada satu aspek baru. Mereka pikir gereja selama ini kan gitu ya. Nyanyi kalau cukur-sukur bisa sampai akhir. Kalau nggak ya kita menikmati impian indah. Membayangkan masa depan yang belum terjadi di dalam dunia ide. Itu ya mimpi ngorok. Ternyata ada juga gereja yang sisinya lain. Terlalu langsung jadi hebot. Dulu di merado ada satu pendeta mengatakan. Dulu paya kalau jemat berani begini di kebaktian langsung keluar. Dia adalah minoritas. Sekarang paya kalau ada jemat nggak begini di dalam kebaktian dia minoritas minder sendiri. Akhirnya sudah ikut kebaktian begini yang nggak biasa tepuk tangan pun terbasa tepuk tangan. Yang lain tepuk tangan ikut-ekut. Karena yang lain semua tepuk tangan. Lalu setan itu kapan terjadi tahun 80 berubah semua. Terus 90 makin para lagi. Ini satu gejala yang luar biasa mau abah. Namaka orang ditawarkan semangat. Jadi orang kresen itu jangan lesu. Jadi orang kresen itu harus menyatakan apa yang menjadi contoh iman. Dan juga pengharapan, kasih. Dan juga segala cetusan emosi dihadapan tuhan. Jangan jadi orang kresen yang kayak patung. Yang nggak ketahuan apa yang dirasakan di dalam sama sekali. Nah ini menjadi menyebar begitu luar biasa. Tetapi mereka menghantam segala hal di dalam gereja yang tradisional. Ketermasuk konsistensi ajaran. Yang gereja tradisional pun sudah lupa ajarkan. Ahirnya mereka tentang semuanya. Dan mengatakan kita tidak perlu diikat oleh apapun. Nggak perlu pakai litur gili-litur gian. Kita mengalir seperti itu saja. Lalu tidak perlu juga memakai segala konsep konsep doktorin yang kaku. Kita mengalir sesuai dengan bisikan rokudus. Maka dimana tidak ada kekangan pasti jadi liar. Ahirnya banyak gereja menjadi liar. Satu si siliar, si silain begitu mati dan tinggal tunggu waktu untuk bubar. Nah ini yang terjadi kita hidup di tengah kresis. Saya nggak tahu apakah sudara sadara itu tidak kresis seperti ini. Lalu apakah cuma dua alternatif ini? Apakah ider ini atau itu cara orang beribadah? Apakah tidak ada tempat dimana kotba masih memberitakan sesuatu yang secara tradisi masih punya kaitan dengan masa lalu? Apakah tidak ada tempat? Mana kebaktian boleh dijalankan dengan cara yang memberikan hormat kepada Tuhan yang masih memberikan perbedaan antara konsermusik pop dengan ibadah kepada Tuhan? Apakah tidak ada yang seperti ini? Atau alternatifnya cuma konsermusik pop atau kuburan? Mau pili mana? Sudah suruh pilih ya, saya pilih konsermusik pop aja lah. Dari pada kuburan saya akan belum mati. Datang ke gereja itu milip kuburan. Nah ini yang terjadi dan waktu gereja seperti ini yang menjadi contoh di Indonesia tidak mungkin ada pengaruh yang kuat masuk. Sudah memberikan pengaruh dalam hal apa? Ketika kita gagal melihat apa yang Tuhan mau kerjakan maka kita akan gagal juga untuk memperjuangkan sesuatu. Nah ini sebabnya hal pertama yang harus kita pelajari adalah Tuhan masih berbelas kasihan. Kalau generasi yang lalu rusak, Tuhan masih bangkitkan generasi yang berikut untuk menjadi pembaruan. Pembaru. Untuk menjadi orang-orang yang mereformasi keadan. Dan ini yang harus dikerjakan oleh orang-orang yang ada di dalam generasi selanjutnya. Harus ada yang peka. Tapi mungkin tidak ini terjadi. Saya kantaannya, Sudah menjadi diri Sudah sekarang itu karena apa? Saya tanya yang orang yang saya kenal juga. Ah Jimmy. Jimmy dan Jimmy. Jimmy kata Jimmy. Bagaimana kabarmu? Baik. Ini namanya jawaban yang benar. Ditanya kabar ngomongnya baik. Kenapa ngomongnya baik karena kalau ngomongnya jelek namanya mau curhat. Kalau ngomongnya baik artinya saya ada keadaan yang oke. Saya masih mencukurkan Ugratuhan. Kalau dia ngomongnya luar biasa itu pura-pura. Bagaimana kabar luar biasa? Apa yang luar biasa? Saya luar biasa. Biasa aja kali itu ya. Misalnya saya malah lupa menanya. Oh ya, saya motanya sama Jimmy. Siapa yang memberikan pengaruh masa kecil paling besar sama kamu? Dari waktu kamu lahir sampai SMA. Kluar gaya. Ada lagi yang lain? Bill Clinton? George Whitfield? Misalnya saya tanya sama Jimmy ini contoh. Ini Jimmy yang ngacau. Bukan ini dan itu. Jim, ya. Kamu dapet pengaruh masa kecil dari mana? Saya benar-benar pengarunya itu konsep saya di rubah sama Johannes Kalvin. Oh, hebat ya. Kamu baca buku Kalvinnya mana? Gak pernah. Gak pernah baca. Gak. Kamu dengar Kalvin dari siapa? Gak pernah dari siapa siapa? La terus bagaimana pikiran mau diubah sama Kalvin? Entah bagaimana terubah sendiri aja? Tiba-tiba ada perubahan. Di pikiran saya ternyata, tiba-tiba ada muncul kalimat. Mengenal diri dan mengenal alah. Bagaimana kedua nya saling berkait? Muncul sendiri. Kalau ada tulisan baik John Kalvin. Maka saya mulai dapet pengaruh. Gak mungkin. Maka dia pasti dapet pengaruh dari orang yang memberikan langsung. Papa mamanya katanya. Ya. Lalu siapa lagi? Temen-temen pengaruh baik atau buruk? Temen-temen berikan pengaruh baik kepadamu. Kamu berikan pengaruh buruk sama mereka. Kita di pengaruhi link kungan. Sekarang saya mau tanya. Kalau orang tua kita. Gak tau bagaimana harus berjalan di dalam anuh gratuhan. Temen-temen kita juga gak tau. Tidak ada satu pun yang tau. Mungkin kak kita bisa tau. Gak mungkin. Kalau sudah ralinkungan semuanya adalah orang-orang yang kalau ke gerejanyi satu baik ketiduran. Mungkin kak sudah dapet pembaruan sejati. Tahan pada pengaruh lain. Gak mungkin. Maka satu-satunya pengaruh yang mungkin muncul adalah adanya kaum sisa dari generasi lalu yang masih menyuarakan yang benar untuk generasi yang berikut. Ini kaum sisa yang yesai yang nyatakan. Yesai yang mengatakan. Jangan takut masih ada orang yang akan meneruskan tunggu dari pohonnya isai yang sudah di tembang oleh asur. Oleh babel. Ini merupakan satu nubuat yang besar sekali. Bohon tuhan membiarkan ada orang-orang tetep setiap. Memelihara. Lalu dari kelompok ini generasi yang berikut boleh dapet pengaruh. Sudah kalau generasi sebelumnya begitu rusak. Mana mungkin kita gak rusak juga. Gak mungkin. Kalau generasi sebelumnya tolak tuhan. Gak mungkin kita tiba-tiba bisa kenal tuhan. Maka untuk berali dari kondisi yang penuh kebobrokan menjadi benar. Itu anuh gran tidak terpikirkan sama sekali. Begitu besar dan tidak mungkin kita capai sendiri. Sekarang kalau sudah ada di tempat yang semuanya adalah atas. Papanya sudah atas. Mama sudah atas. Pembantu-nya pun atas. Tidak kali bicara sama pembantu itu selalu bicara soal evolusi. Chalus Darwin, Karl Marx, dan lain-lain. Terus bicara soal itu. Bayangkan apakah mungkin sudah jadi beragama? Tiba-tiba dapet wahiu. Wahiu dari orang namanya wahiu. Ini gak bisa. Sudah akan jadi rusak sama seperti lingkungan sebelum yang juga sudah rusak. Maka dari kadang rusak perlu ada orang yang tuhan masih pelihara. Dan orang yang masih pelihara itu membentuk tradisi yang mungkin cuma minoritas. Mungkin hanya pinggiran tetapi terus bertahan. Dan di dalam bangsa Indonesia kita bersyukur kepada tuhan. Ada dua aliran tradisi yang masih tuhan pelihara. Aliran pertama adalah aliran namanya kalfinis yang sudah mau mati di dalam greja-greja tradisional besar. Orang-orang yang ikuti dalam greja tradisional sudah gak ngerti apa itu kalfin. Meskipun greja mereka akarnya kalfinis. Saya berbicara kepada satu orang pendeta. Saya mengatakan ini ada seminar bagus kali. Seminar apa? Seminar reformasi. Apa itu reformasi? Saya kaget. Bapak? Enggak tahu apa itu reformasi? Ya tahu. Cuma kenapa greja ikut-ikut bahas. Saya bilang, "Masunya gimana?" Biar ajalah itu urusan politik. Saya kaget lagi. Maksudnya apa-apa? Oh, maksudnya reformasi dulu. Paharto turun, nah ini reformasi. Bukan lupa, saya bicara reformasi greja. Reformasi greja. Ya itu saya bilang, greja gak saya kutikut. Biar politik-politik greja-greja saja. Oke, ini reformasi yang lain. Bukan itu ya. Mari kita sinkirkan dulu paharto. Jangan ga usah pikir dia dulu. Yang lain dulu. Maksud mau reformasi yang mana? Yang martin luter. Siapa itu orang? Udah bikin saya kaget sekali. Menumensen yang pengarunya adalah luteran. Saya ajarin dia dulu. Ini pengaru dari ini. Ini, ini, ini. Ya saya juga tahu, saya juga dulu kuliah teologi. Lu. Tadi ga tau. Gau sangat ajarin lah. Saya juga kuliah teologi. Ini penting untuk jemahat. Bukan untuk saya katanya. Ya apa, betul-bahat. Bolehkah jemahat-bapah dia ajak ikut? Saya pikir-pikir dulu ya. Karena disini pun, ajaranya sudah sangat kuat. Sangat kuat apa-apa. Ya reformasi greja saja gak tahu. Mungkin bukan dia yang kut bahas. Jadi jemahatnya kuat pendetanya gak. Jadi ini greja yang terhaditi luteran begitu kuat. Tapi gak semua tahu bahwa ini adalah greja terhaditi luteran. Sama dengan banyak grejasuk di Indonesia itu kalvinis. Tapi tidak ada jemahat tahu siapa itu kalvin. Tidak ada dari mereka tahu apa itu ajaran kalvinis. Tetapi heranya tuhan masih izinkan tetep ada beberapa orang yang berasal dari greja seperti ini. Yang masih tulis buku. Yang masih mempunyai pikiran yang memperkenalkan apa itu ajaran dari kalvinis. Nah ini golongan pertama yang tuhan masih plihara. Lalu golongan kedua yang tuhan masih plihara. Ada kelompok dari revivalis di China. So dari di China di Tiongkok itu ada kebangunan Rohani dari orang-orang yang agak-agak sinting. Bener-bener sinting. Ada orang namanya Johnson. Dia bener-bener dicap kilo waktu di Amerika. Dan sebelum dia ada orang-orang yang berkota dengan cara yang berani luar biasa. Mereka berkota di tengah-tengah amukan orang-orang yang antibarat dan orang-orang yang masih begitu, begitu cinta terhadap pengaruh pengaruh alternatif dari barat. Lalu membuat tradisi dari Tiongkok kembali muncul. Di tengah-tengah seperti ini muncul kelompok orang-orang yang mulai memberitakan Injil. Mulai menyatakan Injil dengan cara yang berani luar biasa. Nah waktu itu kalau kebangunan Rohani, misalnya Johnson. Waktu dia kot bah. Selesai kot bah calling. Selesai calling yang maju calling tetep di tempat. Akan adak dia adakan training penginjilan singkat. Lalu setelah itu langsung pergi untuk memberitakan Injil. Hari itu juga. Jadi acaranya adalah jam 8 pagi. Ada pembinaan alkitap. Jam 10 kebangunan Rohani pertama. Sampai jam 2. Gak tahu jamnya ya, pokoknya kira-kira begini. Setelah itu akan ada pelatian singkat. Di bentuk kelompok-kelompok langsung ditugaskan. Kamu kesini-kamu-kesini-kamu-kesini. Langsung saat itu juga. Nah ini kebangunan Rohani yang luar biasa. Kalau ditanya berapa lama waktunya, Johnson biasanya berkota bahwa 2 jam atau 3 jam. 2 jam atau 3 jam. Iya, belum termasuk puji-pujian. Biasanya dia pimpin sendiri puji-pujian. Bisa setengah jam 1 jam. Lalu bisa 1 jam lagi setelahnya. Jadi setengah hari untuk kebaktian kebangunan Rohani. Lalu kot banyak begitu panjang dan setelah itu masih ada doa. Setelah doa dia akan minta semua orang tulis. Nama-nama yang bertobat. Dan tiap hari Johnson akan doakan nama-nama yang sudah ditulis di situ. Lalu kebangunan terjadi. Kemudian mereka ingin pergi ke tempat-tempat lain. Negara-negara lain. Maka dari Andrew G kemudian Johnson mempunyai niat untuk kot bah juga di Greja-Greja, yang hoadi Indonesia. Mereka datang ke Indonesia pergi ke semarang, pergi ke Surabaya, ke kota-kota di Indonesia. Lalu mengadakan kebangunan-kebangunan. Nah ini kebangunan-kebangunan yang memberikan ada satu alternatif. Ada Greja yang menekankan kan Injil. Ada Greja yang menekankan bukan Hiburan, bukan entertainment tapi Injil dan ini sudah mulai di Tanam. Dan waktu aliran ini mulai di Tanam muncul seorang namanya Stephen Tong. Pasti pentong dimenangkan juga di dalam aliran dari Andrew Gdan Johnson ini. Lalu ketika dia bertobat menyerakan diri, dia ikut juga semangat yang sama. Waktu sudah bertobat, dia bagi-bagi tractat di Gretaapi. Dia dari ujung-gerbong satu ke ujung yang paling belakang bagi-bagi tractat. Karena dia pikir, orang ga bisa lari kalau di dalam Greta. Gimana caranya lari? Kasi tractat? Kalau ga mau trima, mau kemana? Saya akan lari dari sini. Silakan itu ya. Jadi dikasih bagi-bagi dan pasti pentong pernah cerita. Orang pertama yang di Injil itu polisi berkumis lebat. Jadi dia sudah dua Tuhan. Ini amatir ya masih baru, masih treini. Bolehnya ga dapat yang simple-simple dulu yang gampang? Tolong kasih yang gampang. Eh yang duduk polisi berkumis. Tuhan kok gampang kayak gini? Masa ini gampang. Maka dia mulai pikir, Sudahlah. Jangan sekarang. Sekarang doa dulu. Besok baru bagi tractat. Tapi hati kecilnya bilang, "Gak boleh gitu loh?" Ini sudah dikasih, orang cepat-kasih. Ya Sudah. Maka dia ambil satu lalu bilang, "Pak, Tuhan ini susmen cintai anda." Orang itu ambil. Lalu senyum. Patung bilang, orang kalau kumisnya terbal, kalau senyum, itu unik loh. Kumisnya grak ke bawah. Bibirnya kratas. Saya ga tau ya. Sudah amatis sendiri. Saya agak jarang mengamati per kumisan. Orang kumis kayak begini kalau senyum, ternyata manis loh. Maka patung berdoa mengatakan Tuhan terima kasih. Ternyata memang yang pertama tadi simpel. Cuma kavernya agengeri. Waktu sudah dibuka, dalamnya manis. Itu ya. Jadi Sudahlah jangan nilai dari kaver ya. Di tengah-tengah kita juga ada orang yang wajahnya kelihatan. Galak sekali. Ternyata hatinya baik sekali. Ada orang yang mukanya kelihatan baik sekali. Ternyata hatinya itu singa rabies. Kalau ada singa bisa rabies. Namaka ini yang dilakukan, dia mempunyai semangat penginjilan begitu besar. Dan Tuhan akhirnya berikan kesadaran. Waktu dia sedang belajar. Tuhan kirim satu orang profesor mengajarkan tentang apa itu predestinasi. Lalu dia merasa mesti belajar tentang apa itu predestinasi. Dan dia temukan teologi reform. Maka waktu dia sudah temukan teologi reform. Di sekolah yang sangat arminian. Johnson maupun enruji sangat arminian. Dan mereka menekan-kannya penginjilan dan tidak percaya konsep predestinasi sama sekali. Ada satu orang yang dipengaruhi dengan konsep predestinasi. Dari seorang profesor yang librau. Luar biasa ya. Skolah Injili. Dosan librau ada orang dapat teologi reform. Lalu setelah patung belajar teologi reform. Dia pikir mesti teologi reform. Akinnya ketika pas diventong agar disaat. Dia trus tekan kan teologi reform. Di lawan trus. Maka kita akhirnya melihat Tuhan masih izinkan. Dari dua kelompok yang masih menyesakan pengarun kecil sekali. Akhirnya bertemu di dalam gerakan reform injili. Ini kalau bukan anuh gratuhan dari mana. Jadi apakah mungkin orang yang dipengaruhi dengan linkungan yang injili dan arminian? Bisa mendapatkan pengaruh kelvinis? Jawabannya nggak mungkin. Bisa ke orang di tengah greja kelvinis yang sudah antip penginjilan, sudah dingin, sudah tidak ada lagi usaha penjangkawan dan pekabaran injil. Bisa ke muncul seorang penginjil besar. Jadi hanya ada dua kemungkinan. Profesor kaku atau gerakan injili yang semangat tapi tidak ada teologi reform. Tetapi Tuhan masih berikan anuh grat. Ada satu orang yang dapat pengaruh dua-duanya. Lalu dari orang ini lahirnya ada sharing kepada generasi berikutnya itu kita. Pasti penting mengatakan generasiku sudah akan berlalu. Generasiku akan lewat. Generasi yang berikut ini mau ambil dari mana? Ambil dari pendahulu yang rusak. Atau dari orang yang masih dipertahankan untuk membagikan pengaruh. Dari dari yang baik kepada kita. Nah ini yang harus kita pikirkan sama-sama. Dan ini yang Tuhan nyatakan di dalam ulangan fasal 29 dikatakan apa yang kamu harus pegang adalah bagimu dan bagi anak-anakmu. Maka pasti pentong mendirikan gerakan reform injili. Menjadi satu kubu untuk kita perjuangkan demi kekristanan yang benar. Nah kita tidak mengatakan. Kalau diluar-gerakan reform injili pasti ngacok yang kita katakan adalah gerakan reform injili harus memberikan pengaruh supaya gereja lain bisa mengadopsi apa yang kita miliki. Apakah ini berarti kita lebih hebat jauh banyak tidak sama sekali? Lalu kenapa kita boleh mengklaim memiliki satu hal yang penting yang harus dimiliki gereja lain? Karena apa yang kita miliki adalah sesuatu yang sudah diajar di dalam kitab suci. Kitab suci mengajarkan bagaimana orang musi dengan giat menyebarkan pengaruh kemulian Tuhan melalui berita injil. Itu yang pertama. Lalu kedua, Kitab suci mengajarkan bagaimana orang kristan musti membangun ke budayaan yang seluruh aspeknya takut akan Tuhan. Dan ini layang sedang diperjuangkan di dalam gerakan reform injili. Maka ini kita coba bagikan dan ini kita coba adopsi terima dan kemudian lanjutkan. Nah ini hal yang pertama, pelayanan kristan kau mudah harus mengerti bahwa kau mudah itu adalah penerima estavet tongkat estavet yang akan dia lanjutkan ke masa yang berikut. Yang mana yang dia terima akan dia lanjutkan? Dia terima kebobrokan, dia akan lanjutkan kebobrokan. Dia terima kekacawan, dia akan lanjutkan kekacawan. Dia terima kebenaran, dia akan lanjutkan kebenaran. Dia terima semangat juang yang benar. Dia akan lanjutkan semangat juang yang benar. Nah ini yang harus kita perjuangkan. So dari musti tahu sekarang tongkat estavet akan diberikan kepada generasi mudah. Lalu kita mau terima apa? Kemudian kita mau pikir apa? Kita musti jadikan ini satu dorongan untuk kita melakukan pelayanan. Sudah saya kadang-kadang sedih. Orang itu terlalu memperdebatkan tentang metode, tentang cara, tentang bagaimana pelayanan di dalam bentuk metodik dan di dalam bentuk-bentuk yang terus dip jadi pertikayan di Greja. Ada yang mengatakan Greja musi bertumbuh itu dengan kelompok kecil, jangan kelompok besar. Ada yang bilang kelompok besar supaya lebih cepet. Ada yang bilang jangan kelompok besar, kelompok kecil, kelompok sedang. Ada yang bilang jangan lah kelompok 3-4 saja. Oh jangan seperempat saja, akhirnya berdebat bagi ini terus. Ada yang bilang metode ini lah yang terbaik. Greja-greja semua salah, karena pakai metode A. Kami benar pakai metode B. Semua berlomba lomba di dalam metode. Tapi saya tanya apa gunanya sudah belajar teknik lari kalau sudah nggak tahu molari kemana? Sudah nggak tahu susah-saharan akhir kemana ngapain dilatih lari. Bayan kan kalau pemain sebab bola, dilatih untuk tendang bola, dilatih untuk gering bola, dilatih untuk gochek, dilatih untuk segalanya. Tapi nggak pernah tahu bahwa dia harus mencetak gol ke gawang. Maka dia akan menjadi tim dengan bol possession yang sangat tinggi. Sindiranya pelatih celsea, bol possession sangat tinggi. Operan yang bagus tetapi tidak ada gol. Itu ya. Mohon maaf kalau ada yang terhinas, saya nggak bermasut menghinak tim mana pun. Apa gunanya sudah belajar menggochek? Belajar tendang bola, belajar semua, tapi nggak tahu. Apa tujuannya itu cetak gol ke gawang, sudah akan main sangat indah tapi skornya terus nol. Lalu ketika pihala diberikan kepada tim lain sudah protes. Mana yang lebih hebat, saya itu tim dia dalam halapa. Dalam hal gochek bola, tim kamu. Tu, mana lebih banyak kuasaib bola, tim kamu? Mana lebih banyak tendang bola, tim kamu? Kenapa dia dapat pihala? Karena dia cetak gol kamu unggah. Apa itu gol? Kamu pemain bola bukan? Ya, kamu tahu tidak ada cetak gol. Apa itu nggak ngerti saya? Ini lah greja-greja, metode-metode, melati orang, membuat begitu banyak hal yang ahli. Orang-orang ahli expert PhD di dalam church, growth, dan lain-lain. Tapi waktu ditanya apa tujuanmu, nggak tahu yang penting saya gochek, tendang opera. Tapi saya nggak tahu kalau perlu ada gol. Namakan ini harus kita tahu, greja musilihat apa yang terjadi sebelumnya. Lalu kita sedang mengarah kemana, apa yang musili perjuangkan ke depan? Menjadi suatu pegangan bagi kaum mudah. Harap sudah memegang ini baik-baik sehingga kita tidak kehilangan arah. Waktu kita sudah tahu greja perlu diperbaikin di dalam konsistensi memberitakan injil, di dalam mempunyai ajaran yang seimbang dan ketat dan doktorin yang dipertangung jawabkan, dan juga di dalam cara beribad yang diperkenan tuhan, tiga hal ini yang akan diperjuangkan ke depan. Sudah setiap sasaran itu selalu harus dipengaruhi oleh keadaan zaman. Memang pasti benteng mengatakan kita musli melampaui zaman. Tapi sebelum orang melampaui zaman dia harus analisa dulu zaman. Setelah analisa zaman baru tahu bagaimana melanjutkan zaman yang sudah terjadi untuk diarakan kepada arah yang benar. Jadi kita musi tahu dulu apa yang salah dengan generasi yang sebelumnya. Untuk kita tahu bagaimana perbaiki ke depan. Harap ini menjadi dorongan bagi kita. Kita berjuang untuk menyatakan ada doktorin yang benar, semangat penginjilan yang benar, ibadah yang sejati dan perskutuan yang salah menguatkan satu sama lain demi mencapai sasaran menyatakan kemulian tuhan di dalam pekabaran injil dan pembangunan kebudayaan. Lalu kalau saya sudah mengerti visinya, apa yang al-kitap menyatakan bagi saya yang mau kejar, visi yang tuhan sudah berikan? Nah selanjutnya kita bisa lihat di dalam amsal 22 ayat 15. Setelah saya tahu apa yang harus saya kerjakan, maka amsal 22 ayat 15 memberikan syarat pertama di dalam pelayanan kaum mudah. Jadi sasaran, sekarang syarat amsal 22, kita membaca ayat yang ke 15. Ke bodohan melekat pada hati orang mudah tetapi tongkat didikan akan mengusir itu daripadanya. Nah ini poin pertama, anak mudah itu kalau sudah ngerti visi hebat, tapi dia tetap ada ke bodohan melekat. Ini namanya "fullishness" dan "fullishness" ini kalau di dalam bahasa asli itu lucu sekali. Itu seperti anak kecil yang lucu, "fullishness" pernah lihat anak kecil pada satu lagi nantuk. Lucu loh, kalau anak kecil nantuk-antuk itu lucu. Kalau sudah yang nantuk, saya tegur gitu ya. Nah ini artinya anak kecil, orang lucu yang, apa ya bahasanya mungkin culun kali ya. Culun itu apa ya? Ya gitu lah pokoknya, orang yang kalau sudah lihat, sudah langsung tahu ini orang belu cu menyenangkan, tapi nggak ada serius yang nggak ada dewasanya gitu ya. Dia punya pilihan hidup begitu kacau. Dia punya pilihan hidup begitu bikin tertawa tapi nggak ada yang benar. Nah ini orang yang seperti itu, seperti anak kecil. Sudah kalau tanya sama anak kecil, cita-cita mau gede jadi apa? Superman! Kalau kita tanya Wilson, Wilson gede jadi apa? Superman! Itu namanya culun, itu namanya "fullishness". Anak kecil itu penuh dengan ke bodohan kayak begini. Waktu ditanya, kamu gede mau jadi apa? Superman! Temennya bilang Batman aja! Yang bilang Superman bilang Superman bisa terbang, Batman nggak. Batman punya pesawat, Superman nggak. Superman nggak perlu pesawat karena bisa terbang. Superman pokoknya nggak punya pesawat, nggak bisa duduk, tidur-tidur, dapat aset dari pesawat. Berhantam mereka. Waktu di pisahin, kenapa kalian berhantam? Dia menghina Batmanku. Satu lagi bilang, dia hina supermanku. Nah ini tahu kita tahu itu adalah "fullishness". Nah anak muda biasanya begitu punya visi besarnya bukan main. Tetapi langkah hidupnya masih kayak begini. Nah ini namanya penunjang visi yang masih penudangan "fullishness". Sudara musik aku dosa. Karena al-kitab bilang begitu kok. Yang merasa, oh nggak saya nggak gitu. Yang mungkin usia sudara sudah 50 atau 60. Di sini kan nggak semua pemuda ya. Ada yang juga mantan pemuda. Ada undangan juga dari pengurus kita untuk orang lain. Untuk nostalgia. Karena udah nggak mungkin lagi ikut persku tuan pemuda jadi undang sekarang. Satunya. Tetapi sudara yang masih muda harus adar. Al-kitab mengadak mengatakan ke bodohan itu melekat lo sama kau muda. Bagaimana cara hilangkannya dikatakan di dalam ahet 15 usirnya itu adalah dengan tongkat di di kan. Tongkat di di kan kalau sudara lihat di fasal 26. Ayat 3 dikatakan. Cementi adalah untuk udah. Kekang untuk keleday dan pentung untuk punggung orang dobal. Ini pentung maksudnya sama ya. Jadi ini maksudnya untuk memaksa sudara untuk jalan ke jalan yang sudara enggan jalan ini. Sudara sudah tahu jalan ini bener tapi sudara nggak mau langkah. Perlu pentung. Sama seperti kuda. Kuda untuk gerak cambuk dulu. Di pecut dulu. Waktu dia gerak karena di pecut dia mau gerak. Nah saya nggak terlalu ahli kuda. Tapi ada yang katakan kalau cambuk itu cambuk di pantatnya. Cetar langsung dia jalan lari cepet sekali. Kenapa kuda lari waktu di cambuk di pantatnya? Ada yang tau? Karena insting alaminya ini saya pernah baca nggak tau bener atau nggak. Sudara ada yang ahli biologi ya korreksi saya kalau salah. Insting alaminya itu adalah untuk lari dari predator. Ini kuda. Jadi kuda kalau berasa ada predator dia lari. Nah salah satu insting yang paling gawat adalah kalau dia rasa pung pantatnya di cakar sama predator. Begitu rasa cakaran larinya cepet sekali. Nama manusia tuli cik ya. Memakai trauma masa kecil dari kuda ini untuk bikin dia lari cepet. Percut pantatnya langsung dia kaget ada singga atau apa langsung lari. Kalau itu dia lari-lari ko nggak ada yang singganya. Percut lagi-lari-lari. Ini hakasasi kuda dihabiskan sama manusia. Namakah dikatakan di dalam fasal 22? Anak muda sudah ngerti visi. Musti di pecut dulu buat jalan. Karena kita punya ide besar tapi langkahnya nggak ada. Kenapa langkahnya nggak ada? Karena kita sibuk melangkah di dalam bentuk ke bodohan tadi. Selalu puter-puter cuma urusin ke bodohan. Begitu banyak anak muda yang cuma puter-puter untuk strategi game mereka. Cuma puter-puter di dalam koleksi hobi. Puter-puter di dalam dukung tim ke sebelasan kesayangan. Saya punya satu teman sudah seumur saya loh 35. Dia baru pulang dari apa itu? Spanyol kalau saya nggak salah. Nonton Barcelona-Lawan apa yang terakhir. Saya nggak nerti muncin apa? Dia pendukung Barcelona. Dia pergi kesana. Lalu balik lagi. Waktu balik saya bilang, "hebat kamu udah sukses usaha ya, bisa jalan-jalan kesana." Dia bilang, "Nggak juga." Loh kamu baru pulang-jalan-jalan, saya ngutang. Ngutang. Nanti di cichil. Demi apa? Demi nonton Barcelona-Lawan. Nah ini namanya culun tadi itu ya. Ini namanya foolishness. Kenapa? Karena nggak pernah ada langkah yang dipertimbangkan di dalam kematangan. Namaka sudara sudang-erti visi. Sudara muncin memaksa diri untuk bisa menjalankan. Nggak bisa tanpa paksaan. Sudara muncin melati diri. Di sini dulu ada seorang pemuda yang. nggak sesuatu namanya. Yang studi begitu baik. Lalu pelayanan juga begitu baik. Waktu ditanya, "oh kamu bisa sih kayak begini?" Dia mengatakan. Saya cuma tiru aja apa yang patung suruh. Patung memang suruh apa? Patung suruh. Kalau ada alternatif antara pelajaran dan pelayanan yang mana yang harus dikurangi. Patung bilang cari alternatif ketiga. Itu aja. Itu yang dia pegang, katanya. Nah ini juga patung pernah katakan di mahasiswa institut. Ada mahasiswa tanya. Patung ini kan kita banyak event nipak. Jadi kadang-kadang paper kita terbengkalai, ujian kita terbengkalai. Yang mana yang harus diperioritaskan? Paper dan ujian di satu sisi? Atau pelayanan dalam gerakan ini di sisi lain? Nah kita mau tahu nipatung. Mara atau nyamprot? Sama ya dua-duanya. Mara atau menjawab? Ternyata patung-jawab. Patung bilang kamu ini selalu di kunci. dengan sesuatu yang sempit sekali. Kenapa nggak pilih alternatif ketiga? Di belom. Alternatif ketiga nggak ada. Kalau nggak ada pikir satu. Ketanya, kamu pikir alternatif ketiga dulu. Baru alternatif ketiga itu yang kamu jalanin. Di belom. Apa alternatif ketiga? Macapapatong bilang. Kurangi tidurmu. Kurangi tidur. Nah saya nggak sarankan sudara harus lakukan ini ya. Karena sudaran nggak tidur-tidur terus lama-lama mulai halusinasi. Waktu liat yang kot badi depan, sudaran mulai pikir. Itu malai kat atau setan. Bukan itu maksudnya bukan sudaran menyiksa diri dengan cara yang bodoh. Sudarnya adalah kadang-kadang kita merasa waktu kita sudah di pipet habis-habisan. Tapi kalau kita jujur masih banyak-kalang belum kita pipet kok. Masih banyak-kalang kita belum secara serius memperbaiki. Nah ini yang patung maksudkan. Bisa ke kamu pikirkan alternatif lain. Jangan terkurung di dalam kebiasaan cuma ada dua sisi ini. Kalau nggak A ya B, kalau nggak B ya A. Dari zaman Adam sampai sekarang begitu terus. Nggak ada penrobosan. Macapapatong mengatakan. Coba cari dulu alternatif ketiga baru ngomong lagi. Nah ini yang patung bagikan. Jadi kita musuh berpikir bagai. Mana caranya saya dibentuk dengan kerelaan untuk berjuang? Kenapa? Karena kalau saya tidak pernah punya kerelaan untuk berjuang. Bagaimana mungkin Tongkat Eh Staffet itu diberikan ke kita? Begitu Tongkat Eh Staffet diberikan kita ambil baru mulai dikit. Nggak jadi-lari. Nggak jadi. Kenapa nggak jadi-lari ada debu di situ? Ya kalau ada debu loncatin nggak mau malas. Nah biasanya orang-orang yang seperti ini sulit sekali dikasih masukkan. Kasih masukkan apapun selalu menemukan cara untuk membuktikan. Masukkan itu nggak benar. Misalnya kalau saya ngomong sama Wilson. Contoh Wilsonnya jangan marah. Wilson nya dong. Kamu jadi lah orang yang lulus. Misalnya ini dia udah akan lulusku attenang. Susah Pak lulus. Kenapa Susah? Ya soalnya waktu nya itu loh. Nggak kekejar waktu nya. Kenapa waktu nggak kekejar? Soalnya ya waktu nya itu kepepet sekali saya harus maksimalkan. Ya sudah kamu maksimalkan. Susah maksimalkan Pak. Kenapa? Karena saya nggak bisa mikir. Ya mikir dong. Susah Pak mikir. Kenapa nggak ada kopi? Ya saya kasih kopi. Susah Pak. Kenapa? Karena rasanya kurang pas. Terlalu banyak alasannya. Sudah kasih asolusi. Selalu dia temukan cara untuk memblock solusi itu. Sudah jangan jadi orang seperti ini. Jangan jadi orang yang terbiasa memblock solusi. Tetapi harus senantiasa menjadi orang cari. Apa yang Tuhan mau? Nggak mungkin Tuhan suruh saya tanpa dajalan keluar. Tuhan tidak mungkin printakan Abraham pergi ketana perjanjian. Kalau nggak ada jalan ke situ. Tuhan nggak mungkin printakan Israel keluar dari mesir untuk sampai kekanahan. Kalau nggak ada jalan, Tuhan mengatakan. Tuhan mengatakan pergilah kamu dari mesir. Ya Tuhan, kemana? ke Amerika. Tuhan Amerika belum ditemukan cari. Itu yang nggak mungkin. Tuhan sediakan jalan pasti. Itu yang harus kita cari. Dan sudara musti menjadi orang yang terbiasa memaksa diri. Tampa biasa memaksa diri selalu akan melekat dengan kebuduhan. Ini amsa penting sekali. Maka sudara sudah ngerti visi sekarang paksa diri untuk jalan kan. Paksa diri. Paksa diri dengan cambuk. Kalau nggak ada yang paksa, siapa yang paksa? Sudah waktu saya pelayan di malang paks di ventong setiap kali datang langsung tanya jumlah. Setiap ditanya jumlah itu stress. Jumlah jemah berapa? 150. Waktu awak datang berapa? 150. Kenapa tidak bertambah? Untap. Itu ya. Sudah ditanya begitu tahun depan kKR Natal di malang datang lagi. Pokoknya kalau patung datang ke malang seseng sekali. Bisa ngobrol ngobrol bercanda banyak hal. Kecuali moment itu. Begitu moment itu tiba saya bingung mojo apa. Tadi bercanda bercanda tiba-tiba datanya. Yoo jemah di malang berapa. Oops. Apatung, apa? Jawa paja kalau saya tanya. Ya, 150. Waktu kamu pertama datang berapa? Tapi pangga ada, tapi jawa paja. 150. Kenapa tidak nampa? Nggak tahu. Bingung lagi. Tawun berikutnya datang lagi. Jumlah sekarang berapa? 160. Apatung. Agak bangga dikit. Yang lalu berapa? 150. Tampak kenapa cuma 120? Nggak tahu juga. Salah juga gitu. Maka patung katakan satu hal. Ini yang menjadi pelajaran bagisanya. Dia itu orang yang kalau sudah marah setelah marah jadi kasih solusi kok. Jadi setelah di pukul-pukul-pukul. Di balut lagi gitu ya. Tapi kalau nggak di pukul dari awal, nggak perlu di balut juga sih. Dia mengatakan begini. Yut tahu siapa saya? Ya tahu, Patung. Menurut yu siapa yang terus semangatis saya untuk berjuang? Siapa? Siapa yang terus semangatis saya? Saya bilang nggak tahu, Pat. Nggak ada. Saya harus mengatis diri. Tuhan yang semangatis saya. Kalau yut temukan ada orang semangatik kamu puji tuan. Kalau nggak ada, yu musi cambuk diri. Wah, saya dengar itu. Merasa bersyukur sekali. Macam, Patung bilang. Sudah dapat print, sudah dapat nasihat bagus ya. Saya bilang sudah. Tawun depan, musia ada perubahan. Yapak, semangat ya. Semangat. Ini kalimat penting sekali loh. So, darah kalau nggak ada orang yang terus semangatis. So, darah siapa yang mau semangatis. Apakah sudah mau biarkan diri. So, darah terlena. Itu namanya ke bodohan. Kalau so, darah cambuk diri. So, darah tau apapun ada di depan. Saya tak berat saja. Saya harus bisa lewati. Kenapa bisa lewati? Karena saya mau ambil tongkat estafet. Gereja Tuhan kalau dipluhanjutkan oleh orang yang kaya saya kira-kira jadi apa. So, darah benar loh. Tuhan kalau kerja selalu pake manusia. Rohkudus itu roh yang paling agung luar biasa. Peribadi ketiga dari alat ritung. Tapi selalu sembunyikan diri. Kalau dia bekerja nggak kelihatan dia yang kerja orang yang kelihatan. Waktu, rohkudus berkota bahas selalu pake manusia. Makas saya mau tanya, mau kasudara membiarkan rohkudus bekerja di dalam diri orang yang begitu. Gampang, hancur. Begitu, gampang, penuh ke bodohan. Begitu, gampang, mau abaikan tongkat dirikan. Jangan sampai itu terjadi. Makanya ini hal pertama, jadi dorongan penting sekali. Mari belajar, cambuk diri. Dan ini isudara musi inget kata tongkat dirikan itu atau tongkat pukulan itu. Selain ini melambangkan tongkat hajaran untuk disiplin. Juga melambangkan tongkat otoritas. Selain melambangkan tongkat otoritas kalau dipegang oleh raja. Juga melambangkan tongkat belas kasihan kalau dipegang sama gembalah. Nasudara ini menjadi satu contoh bagi kita. Setiap campukan keras yang kita tetapkan pada diri kita sendiri. Itu adalah perenjataan belas kasihan dari Tuhan untuk memaksa kita maju. Jadi, sudah harus maju terus. Jangan stak di tempat di mana sudah berada sekarang. Karena saat kita boleh brenti, adalah saat di mana Tuhan memanggil kita pulang. Ini hal yang pertama, di dalam menjalankan visi. Lalu hal kedua, fasal 12 ayat sembilan dari kita pengkot bah. Saya bacakan fasal 12 ayat sembilan dan 10. Bersuka Rialahai pemuda dalam kemudahanmu. Diarlah hatimu bersuka pada masa mudamu dan turutila keinginan hatimu dan pandangan matamu. Tetapi ketahui lah, bahwa karena segala hal ini ala akan membawa angkau ke dalam pengadilan. Buang lah kesedihan dari hatimu dan jauhkan lapen ritaan dari tubuhmu. Karena kemudahan dan fajar hidup adalah ke siasian. Sudah ketak ke siasian di dalam pengkot bah itu unik, gak sama di dalam setiap konteks ke siasian ada dua makna. Makna pertama di dalam konteks yang lain, adalah tidak ada makna siasian. Tapi konteks lain, ke siasian adalah sementara. Bagian ini sedang bicara-sementara kemudahan itu sementara. Sudah jadi anak muda sampai berapa tahun sih. Orang kalau sudah 50 masih berani claim anak muda. Maka disintikatakan masa muda itu sementara. Nah kalau masa muda sementara diisi oleh apa kira-kira. Di sini mengatakan kesenangan. Benda kesenangan tidak. Bagian ini sedang menyindir hal yang umum dan menjelipkan ajaran khusus. Di sini mengatakan bersenang-senanglah sebab masa muda itu pendek. Ini bukan ajaran, bukan dorongan, tapi penggambaran. Bersenang-senanglah hainat muda nik matilah hidupmu selagi kamu bisa. Di bagian selanjutnya diteruskan dikatakan ketika orang-orang menggilinkan. Orang-orang menggilink makin kurang. Batu-batu penggilink kurang itu maksudnya gigi mulai rontok. Lalu mata mulai kabur, ini maksudnya masa tuanya. Kalau sudah tua mata mulai kabur, gigi mulai rontok. Kemudian punggung mulai bongkok. Gada orang makin tua makin gagah. Makin tua makin binaragawan. Makin tua makin bongkok. Nah ini menjadi satu pernyataan. Waktu kamu masih muda, masih bisa senang-senang. Sudah memang naik gunung, pakai spedah misalnya. Umer 20. Tapi kalau orang-orang mudaftar, saya mau naik gunung kross-country, naik spedah ke puncak gunung. Umer berapa baru 82? Ojangan, Pak. Kenapa memangnya nanti bapak pulang cuma spedah. Saya tetap mau ikut. Kalau ikut tanda tangan di sini bahwa kami tidak bertahun jawab untuk keadaan muda sana. Jadi sudah terlambat. Waktu masih muda pasti orang akan cari bagaimana hidup ini diisi dengan begitu banyak hal yang unik. Dan ini merupakan sesuatu yang al-kitap jabarkan. Al-kitap jelaskan sebagai umum dan yang baik. Ini salah satu ciri yang sudah harus tahu di dalam amsa dan pengkota. Sering kali diberitakan sesuatu yang gejala umum, tetapi ini baik. Maka gejala umum kamu muda adalah ingin sekali coba hal-hal baru. Sudah kalau tidak punya niat itu miliki lah selama masih muda. Jangan sudah terlambat. Sudah 90.000 banji jamping gitu ya. Saya juga tidak serangkan sudah harus coba semuasih memang. Tapi yang saya maksudkan adalah sudah musip punya sense of adventure. Kalau boleh pakai kata. Sense of pengen tahu sesuatu. Pengen mencoba sesuatu yang ada di dalam jalur yang baik. Nah maka di dalam kita penghot badi katakan. Tuhan tidak mau firmannya membuat kita terkurung untuk mencoba hal-hal itu. Tetapi yang ditekankan dalam bagian ini adalah jangan lupa ada tanggung jawab. Maka yang diajarkan di dalam bagian ini adalah pelayanan kamu muda harus menekankan rejoice and responsibiliti. Kalau bagian sebelumnya menekankan adanya cambuk untuk orang berjuang. Bagian ini mengatakan di dalam mengerti visi dan memperjuangkannya. Ada kesenangan dan ada responsibiliti. Ini kedua yang harus berjalan dengan bijak sana. Saya juga tidak rasa baik. Kalau perskutuan pemuda itu penuh dengan orang-orang yang menyangkal diri dan pikul salib terus. Datang dengan penuh dengan beban. Pulang juga penuh dengan semangat juang yang penuh beban. Waktu ditanya apa kesenangan kamu muda gak ada? Kenapa gak ada? Karena kita gak boleh punya kesenangan itu dunia hui. Sedangkan peneritan itu surga hui. Padahal kita mengatakan di surga penuh dengan orang yang sedang merayakan. Itu perayan sedih. Gak masuk akalo. Jadi ada sebagai kamu muda sudah musti mempunyai satu kehidupan yang memancarkan joy, kesenangan. Dan ini gak perlu diajarin. Ada secara natural kamu muda akan seperti itu. Yang kurang seperti ini, musti belajar. Karena sudah akan kehilangan banyak hal. Nanti sudah tua baru sadar dulu. Komuda saya gak terlungerti apa itu senang-senang. Celakanya adalah sekarang pen dulunya itu dua. Senang-senang tanpa tanggung jawab. Ahinnya ke bablasan. Apa itu senang-senang? Senang-senang itu datang ke hypersquer jam 13-30 malam. Lalu gak apain pergi ke depan? Untuk apa untuk melupakan masalah? Dimana di amnesia? Itu ya. Yang gak tahu puji tuhan. Saya bersukur kalau sudah gak ngerti. Kalau sudah ngerti, saya agak khawatir. Nah ini sesuatu yang salah. Sudar gak bisa bersenang-senang tanpa tanggung jawab. Maka di sini menjadi suatu dorongan bagi sudara untuk mempunyai kesenangan dan juga tanggung jawab. Nanti dalam petiga air kita gak mungkin kalau kita tidak juga ada kesempatan untuk saling berkumpul, untuk punya kesenangan. Tapi alangka baiknya kalau kesenangan itu adalah kesenangan yang baik yang suci dan yang membangun. Sudar kalau kumpul sama-sama lalu sama-sama belajar nyanyi, kumpul sama-sama untuk sama-sama pikir pelayanan, itu hal yang baik sekali. Dan kita tidak mungkin menjadi orang kesenangan baik, yang kaku yang begitu ketat di dalam hal-hal yang sebenarnya tuhan tidak mau ketat. Nanti kalau bercanda pun ketawanya harus teratur, bercandanya pun harus bercanda surgawi. Kau tahu tidak. Kidung agung itu adalah setelah pengkota. Sudar kau ketawa. Bukan seperti ini, orang krisen itu sering dicap, orang-orang kaku yang gak punya kesenangan hidup di dalamnya. Penghot bas sudah bilang bersuka reala. Kamu orang muda, kamu punya naturu, akan senang punya satu kesenangan untuk bersuka cita. Jadi sudah petiga air ulang tahun, harap makin dewasa, makin ingat bahwa tuhan, menginginkan adanya suka cita di dalam kehidupan berskutuan, tetapi suka cita yang mengingat tanggung jawab. Mengaitkan kedua hal ini itu bijak sana yang penting untuk kita miliki. Jadi apa sih pelayanan kau muda? Pelayanan kau muda adalah pelayanan yang mengisinkan orang muda mengikuti naturnya di dalam kehendak tuhan untuk mempunyai kesenangan hidup. Tetapi dikatakan di dalam air sembilan, jangan lupa kesenangan apa yang kamu pilih, akan kamu pertangung jawapkan kepada tuhan. Ini menjadi ingatan bagi kita. Jadi saya minta kita tidak menjadi orang yang extreme di satu sisi, atau extreme di sisi lain, yang tidak menggabungkan antara tanggung jawap dan kesenangan di dalam hidup masa muda. Makasudah jangan bilang kesayap, kita mau senang senang di dalam perskutuan, boleh tidak? Boleh tidak kali satu kali perskutuannya yang lain dari yang lain. Lain-lain dari yang lain apa? Misalnya tidak ada kot bah, tapi diganti dengan stand-up comedy. Kira-kira bagaimana saya akan mengatakan celakalam kau? Itu ya, atau binasalah kita. Kenapa nggak boleh? Karena tetap hal yang serius, harus dianggap sebagai suatu yang serius. Hal yang penuh dengan kesenangan dan suka cita. Itu adalah sesuatu yang tuhan juga izinkan. Di Israel berkali-kali digambarkan kesenangan dan suka cita. Mari rejoice, mari berlompat, bahkan mari menari. Tetapi jangan lupa nggak ada satu pun di situ yang mengatakan lakukan itu dalam ibadah lo ya. Sudahnya jangan bawah semuanya ke ibadah. Pokoknya semua ibadah. Tuhan mengatakan bawahlah persembahan ibadah. Tuhan mengatakan bangunan rumah ibadah juga. Jadi di dalam ibadah kita bangun rumah. Lalu tuhan juga mengatakan orang-orang yang sudah pergi ke kebun untuk memetik anggur. Kalau ada anggur yang jatuh, jangan diambil. Berarti di gereja musitanan pun anggur. Supaya kita bisa lakukan pemetikan itu dalam gereja. Nggak semua yang ditulis itu dilakukan di dalam ibadah. Maka kalau ada kesenangan suka cita nari-nari, boleh nggak? Boleh. Orang keresen boleh nari. Asal nari yang sopan. Tetapi juga jangan di dalam gereja. Kenapa nggak boleh dalam gereja? Bukan tempatnya. Ada tempat untuk segala sesuatu dikatakan penghot batingnya. Ada tempat, ada waktu untuk segala sesuatu. Sudara mempunyai kepekan tempat dan waktu. Itu orang bijak. Dan anak muda musi belajar punya kepekan untuk tempat dan waktu. Kapan boleh lakukan ini, kapan tidak. Dan ini adalah sesuatu yang kita yang masih muda. Sudara, saya belum. Saya bukan. Orang muda itu kadang-kadang sangat nggak peka. Tetapi perlu diberikan nasihat untuk tahu. Ini bukan waktu-nya. Ini bukan tempatnya. Ini baru waktu-nya, ini baru tempatnya. Naharap ini bijak sana yang kita bisa sama-sama capai. Nah, saya ini bagikan suatu yang sangat kompleksi. Jadi, nanti seharap sudah bisa renungkan lagi dan pikirkan lagi dan gumulkan lagi bahan yang begitu kompleksi ini. Yang berikutnya, selain adanya rejoice and responsibility. Kita lihat di dalam amsa 1 ayat 4. Selain adanya rejoice dan responsibility dikatakan di dalam ayat 4. Untuk memberikan kecerdasan kepada yang tak berpengalaman dan pengetahuan serta ke bijak sanaan kepada orang muda. Pelayanan kau muda harus menggerakan kau muda menjalankan visi dengan knowledge and discretion. Ada kemampuan untuk tahu dan juga untuk membedakan. Nah, saya lupa kata yang mana ya. Ada yang punya versi bahasa Inggris boleh bacakan? Knowledge and discretion. Knowledge, knowledge duluannya. Memberikan pengetahuan dan kebijak sanaan. Nah, kebijak sana ini yang dimaksudkan dengan kebijak sanaan adalah kemampuan membedakan. So, darah mesti punya kemampuan membedakan. Dan ini lah yang ditujuh waktu kita mempunyai pelayanan. Sebab waktu kita menjalankan apa yang Tuhan mau percayaan kepada kita, kita mesti tahu dengan tepat mana yang benar-mana yang tidak. Kemampuan membedakan itu penting sekali dan perskutuan pemuda mesti melatih kita semua untuk terbiasa membedakan mana milik Tuhan, mana milik setan. Saya sudah katakan di dalam PAA bahwa setan itu paling senang bikin palsu yang tiruan dari segala hal yang asli. Oh, sorry, itu di kot baming gue ya, bukan PAA. Yang palsu palsu itu di bikin sama setan. Dari yang baik dan yang asli. Nah, tugas orang krisen adalah mampu membedakan. Saya kalau beli jam di apa itu jalan, gak usah sebut merak, gak boleh iklan lagi. Di tempat jam-jam bekas, gak pernah saya pergi ke sana kalau gak ada patung. Nah, begitu ada patung di yang pilihin. Ini bagus, gak bagus, ini bagus. Ini celek, ya sudah. Saya gak ngerti loh. Yang saya tahu adalah ada link karan yang di dalamnya ada jarung gerak-gerak. Lalu ada link karan jarung gerak-gerak. Saya tanya harganya berapa? 200 ribu, oh, 200 ribu. Yang itu berapa? 20 juta. Lu, bedanya apa? Bedanya ini bertahan sampai 200 tahun. Yang ini cuma 20 tahun. Lu saya bilang kalau bertahan sampai 200 tahun, sayanya udah mati jam-nya masih hidup. Nanti saya sebagai mahiat masih liat jam berapa gitu ya. Saya gak ngerti loh, kenapa bisa mahal begitu? Lalu yang jual jam cuma bilang, memang kamu gak ngerti. Ya sudah apa boleh buat? Nah tetapi kalau orang yang ngerti akan tahu bedanya apa? Kadang-kadang kalau kita liat jam seperti ini, waktu dikasih sampai ahli, liat nih bedanya. Ini gini, gini, gini. Kita pura pura ngerti aja. Ini bedanya, ini bagus ada gini. Oh, iya, iya. Ini gini, oh, ngerti, gini. Nah tetapi ini musti kita miliki. Dalam hidup, ada yang asli, ada yang palsu, ada yang baik, ada yang tidak. Anak muda masih perlu belajar untuk tahu mana yang benar, mana yang gak kemampuan membedakan ini musti dilati. Maka di dalam ambil dikatakan seluruh pengetahuan dan hikmat itu dibagikan kepada orang-orang yang tak berpengalaman supaya mempunyai pengetahuan dan kemampuan membedakan. Bedakan mana musik yang benar, mana yang tidak? Bedakan mana teologi yang benar, teologi yang tidak? Bedakan mana ajaran-benar, ajaran tidak? Jangan jadi orang polos yang begitu lugu, akhirnya dimakan sama ular. Tuhannya susu mengatakan kau harus cerdik seperti ular dan tulu seperti mertati. Waktu mertati mau dimakan ular, mertatinya bilang, "saya sudah tahu semua pengetahuan." Waktu ular mau makan mertati bilang, "Aku memang kayak mertati tapi ular." Ahirnya ular gak jadi makan. Tapi kalau sudah mertati murni, dimakan terus sama ular-lu. Mertati-ular datang mendekat kalau tanya siapa kamu mertati. Pernahkah kamu mengerti apa itu ulang? Enggak, langsung dimakan. Jadi ini menjadi satu pengertian yang penting untuk kita miliki. Saya musik tau, saya musik punya kemampuan membedakan. Kalau tidak, saya jadi target empuknya setan, sampe seterusnya. Banyak orang krisen terutama yang muda begitu gampang di tipu. Satu kali ada set orang marah sekali sama stemi di satu tempat kapin. Dia ngamuk-ngamuk pulang. Waktu pulang, dia bilang kepanitya. Gilang sama pendeta muitu. Jangan hina-hina pendeta. Karena gak boleh ngomong. Tapi katanya harus membedakan. Nama waktu dia ngomong begini panit itu bilang, "Membunya kenapa kalau pendeta?" Itu di tegur. Dia bilang, "Gak boleh tegur pendeta?" Yang namanya pendeta itu suci semua. Gak boleh saling-menyerang. Kalau panitia kita bilang, Bukanya ada yang sedang ditahan pendeta juga. Bukanya ada yang korup juga. Bukanya ada yang punya istri banyak. Bukanya ada yang ambil uang jemat. Bukanya ada yang balik terlibat membunuhan. Pacharnya sendiri. Dia mengatakan tetapi jangan dihina katanya. Orang ini udah gak bisa kata-kata. Lalu dia pergi. Kemudian panitian ini ngomong kok bisa. Orang itu gak ngerti. Bahasa pendeta. Ini adalah orang yang ajarnya luar biasa rusak. Saya denger, saya bukan orang teologi katanya. Saya bukan orang teologi, saya bukan orang ahli. Tapi saya waktu denger, saya tahu ini ngacoknya bukan main. Kenapa gak banyak orang bisa pekaya? Saya tidak tahu sudah bisa pekaya atau gak. Sudara-sudara kita gak perlu terlalu terikat sama alkitap. Karena alkitap itu adalah sesuatu yang mematikan kita tidak lagi dinamis. Tapi kita harus denger apa yang dikatakan rokudus. Karena rokudus memberikan sesuatu yang selalu baru. Yang baru itu yang penting. Yang lama sudah berlalu yang baru telah tiba. Seperti dikatakan di dalam korintus. Lalu udah bilang alkitap lama masih kutip-kutip lagi alkitap. Jadi yang baru itu lah yang baru. Sudara bisa nyaman dengan kota-kota begini. Kalau sudah ikut-ikut amin, amin, amin brother, sister. Berarti sudah belum punya kemampuan untuk membedakan. Mari miliki itu. Kalau sudah mau doa baik-baik bilang tuhan, kasih saya kepekaan. Dan kasih saya cara pikir yang seimbang untuk bisa tahu mana yang bener-mana yang salah. Nah ini hal yang berikut ya. Bagaimana anak muda dibekali dengan kemampuan untuk membedakan? Jadi sudah ada tiga hal. Anak muda dibekali dengan cambuk untuk mencambuk diri. Sehingga semangat juangnya tidak gampang patah. Kemudian yang kedua anak muda dibekali dengan apa tadi? Dengan kemampuan untuk menyimbangkan suka citar dan juga tanggung jawab. Jadi yang ketiga tadi adalah kemampuan untuk mempunyai kemampuan membedakan. Lalu yang berikut yang kempat satu petrus 5 ayat 5. Saya bacakan satu petrus 5 ayat 5. Satu petrus 5 ayat 5. Demikian jugalah kamu hay orang-orang muda tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab alah menentang orang yang congkak tetapi mengasihani orang yang rendahati. Di dalam kaum muda, ciri orang-rendahati adalah hormat kepada yang tua. Ciri orang sombong adalah mengabaikan orang yang tua. Ini prinsip dari perjanjian lama, dari kitab imamat. Di dalam kitab imamat, dikatakan terbiasalah memberikan penghormatan kepada mereka yang uban yang lebih banyak dari kamu. Ini bukan berarti sudah hitung-hitungan uban terus ya. Uban itu berapa sih? 80 kamu, 80 satu. Nah, hormat sama saya gitu ya. Bukan yang dimaksud adalah orang lebih tua harus dihargai dengan penghormatan. Nah, penghormatan kepada orang lebih tua kadang-kadang lupa dimiliki oleh anak muda di dalam zaman postmodern ini yang mengabaikan otoritas dan hirar ki di dalam masyarakat. Sama aja kok. Saya di bintarok ketika pelayanan penghormatan pertama kali masuk saya kaget. Semua orang di situ gak pernah pake ambel-ambel semua sebut namal langsung. Kalau saya tanya kenapa gitu ya? Dia bilang dari dulu tradisnya gitu Pak. Penghormatan di sini gini. Jadi yang umur 19 ngomong sama umur 30. Hey Tom, apa kabar Tom? Lalu ngomong sama ambatuhan pun sama. Puktu panggil saya. Jim, gimana kabar-mujim? Lu saya bilang baik, Pak. "Nggak usah panggil Pak sama saya. Nggak boleh, Pak. Bapapa lebih tua. Jangan pokonya-jangan." Ahirnya mereka terbiasa pokonya panggil namah. "Ey, lu sini, lu." Saya kaget liat pemandangan ini. Lalu hari pertama itu, saya langsung bilang, "Saya ingin rubah ke biasaan kita." Mulai sekarang kita biasa kan panggil dengan title di depan yang cocok. Lalu orang bilang, "Nggak pahin kayak gitu. Kaku banget sih." Saya mengatakan itu lah yang sopan. Di barat gak gitu. Ini jawab barat. Dan saya mau bikin begitu. Saya bilang. Nah itu susah lo rubanya. Ahirnya mereka boleh belajar iya juga ya. Yang sudah lebih tua mungkin gak pantes kalau cuma langsung sebut namah. Nah, ini hal yang penting sudah belajar untuk menghormati yang lebih tua. Menghormati lebih tua terutama orang tua sendiri. O, banyak anak muda sudah hidup di perantawan. Di perantawan ngomongnya. Apa sekarang namanya? Di tempat surgawi. Bebas dari kuasa orang tua. Sudah gak pernah inget orang tua lakukan apa di rumah. Telefon itu kalau sudah kekurangan uang. Bagi tu telefon. "Halo, papa, mama, apa kabar kami kangen sama kapu?" Sama anda semua. O, kangennya. Kangen, mama, papanya atau uangnya. Ya, dua-duanya dong. Terutama si uang, tapi dua-duanya itu gak benar. Jadi sudara, mari kita belajar juga memberikan penghormatan dan ujian paling dekat itu bagaimana sudah terit orang tua sendiri. Bagaimana sudah memberikan penghormatan kepada mereka? Bukan penghormatan dalam artita atbuta ya. Tapi menempatkan diri, menyatakan kebenaran dengan cara yang memberikan penghormatan. Ini layang indah dihadapan Tuhan. Tuhan senang kalau orang hidup di dalam ketraturan yang dia mau. Tuhan senang kalau orang hidup di dalam ordo yang dia mau untuk menyatakan kasih. Kita selalu terihat-ihat cinta-cinta. Tapi Tuhan menginginkan ada cara menyatakan cinta. Cinta-cinta ini ada yang umum, ada yang khusus tuhan ajarkan. Yang umum itu banyak. Sudara, kalau menyatakan cinta itu ada aturan tak tertulis loh. Ini yang laki-laki cepet ambil bol pen, lalu mulai tulis. Bagaimana menyatakan cinta? Nanti ada tema khusus petiga air. Yang datang semua yang laki-laki yang perlumpuan sudah tunggu di bawah. Ayah cepetnya takkan lahnya takkan. Sudara nggak mungkin lakukan dengan cara yang nggak umum atau yang nggak komen. Lalu kita mulai pikir kenapa ya ada yang umum dan yang komen. Karena Tuhan memang ingin ada ketraturan yang membuat relasi antarmanusia itu tidak sekacau balau relasi binatang. Binatang nggak perlu ada begitu-begituan kan. Perna kali saat saya korang jing, dekati saat korang jing bertina dengan ada setangkai bunga di mulutnya. Lalu bilang, "This is for you." Lalu angjing perempuan itu ambil. Terima kasih. Mau nggak kamu bendoakan bersama-sama. Angjing nggak pakai gitu lah. Nah maka kita manusia mempunyai satu kompleksitas yang indah yang menunjukkan bawah relasi antarmanusia itu jauh lebih kompleks, jauh lebih mampu mencarmikan relasi alat teritunggal di bandingkan dengan yang lain. Nah karena relasi alat teritunggal yang demikian sempurna itu paling sanggup di pancarkan oleh manusia di dalam dunia ini maka manusia musi belajar ketraturan yang tuhan inginkan. Jadi ini hal yang berikut, belajar mempunyai keren dan hati dengan cara mentaat, maafkan, memberikan ke bertundukan kepada yang lebih tua dan hidup di dalam prasan, hidup di dalam keren dan hati. Lalu yang berikutnya terakhir di dalam titus dua ayat 6. Titus dua ayat 6 saya bacakan, demikian juga orang muda. Nah, saya hatila mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal. Atau terjemahnya bisa juga disebut sober minded. Orang yang mempunyai pikiran sehat. Jadi nasihat ini mengatakan anak muda musip punya pikiran yang sehat. Jangan gampang di pengaruhi emosi lalu sudah kerja sesuai dengan emosi yang tercetus itu. Nah ini hal yang terakhir. Pembinaan di dalam pemuda, musip melihat bagaimana kau muda, mempunyai cara berpikir yang benar, yang tidak gampang dikacaukan oleh prasan-prasan yang tidak jelas. Dan ini pelati-anang penting sekali. Jadi dalam perskutuan disini akan mengalami banyak gejolak emosi yang sulit untuk ditangani, tetapi harus ditangani. Mungkin di dalam perskutuan ini sudah merasakan apa itu? Jatuh cinta, patah hati, nyambung hati, retak hati, keping-keping hati dan hati-hati yang lain. Saya nggak tahu yang mana aja, tapi sudah akan merasakan oternya terberat ya. Ada yang datang ke saya bilang patah hati itu berat ya Pak. Lebih para daripada patah kaki. Saya tanya, lu pernah patah kaki, nggak sih tapi kayaknya gitu loh. Patahin dulu kaki mau baru tahu gitu. Dia mengatakan berat sekali ini prasan, saya nggak bisa mikir Pak. Malem-malem tidur, nggak bisa tidur. Siang, nggak bisa bangun. Saya bingung gimana? Kulian nggak bisa denger dosen ngomong apa? Lalu nyata juga saya nggak tahu nyata tapasnya, cuma nyata hati yang retak-retak. Saya ingin kelapak sedikit kepalanya gitu ya. Saya mengatakan sama dia semua orang pernah alami yang kamu alami. Dan mereka bisa lewat kenapa kamu nggak? Jangan biasa kan prasannya, hancurkan cara sudara untuk tetap bertanggung jawab. Nah ini hal yang penting untuk kita pelajari di dalam pelatihan bagi kau mudah. Nah saya hati supaya kuasai diri. Jangan di kuasai hawanafsu, jangan di kuasai dosa, jangan di kuasai cetusan-cetusan hati yang mengganggu koncentrasi dan tanggung jawab sudara. Saya nggak mau denger ada orang mengatakan nilai saya berapa nilai harus sekarang. Biasanya nilai saya 10 sekarang satu kemana nolnya. Itu nolnya yang jadi problem. Tapi nggak apa-apa, cuma beda nol, kok. Ditaranya, kenapa begitu? Karena saya baru patah hati, Pak. Lalu nanti setelah sudah nyambung hati, nilainya satu lagi. Ditaranya kenapa jelak-elakir lagi jatuh cinta, Pak? O gitu ya. Besoknya jelak-elakir kenapa lagi ada masalah, Pak? Tiap kali nilai sudara diserminkan oleh masalah. Itu menunjukkan sudara perlu pelatihan yang sangat kuat di dalam hal-sau bermain dat. Dan demikian juga di dalam cara kita menanggalkan dosa. Sudara pikiran anak muda itu sangat-sangat berat untuk di kuasai, sangat mungkin di kuasai dosa dan menekan begitu berat. Tapi sudara harus ingat, ajaran di dalam titus ini. Jangan biarkan pikiran yang kacau yang menguasai kita sebaliknya hendaklah pikiran yang sehat yang menguasai diri di dalam segala hal. Pelatihan ini harus dikerjakan di dalam pembinaan kau muda. Jadi mari kita belajar bersama-sama di dalam perskutuan ini untuk melati diri, mempersiapkan diri, melanjutkan pekerjaan tuhan yang tuhan bebankan. Dan beban tuhan itu selalu penuh dengan bahagia. Sudara jangan pikir tidak melanjutkan beban ini lebih senang. Sudara jangan bilang, Pak, saya nggak mau terima e-stuffetnya, Pak, Steve Fenton kasih e-stuffet sama orang lain saja pengkatnya lain yang nggak mau saya. Sudara harus bilang, nggak ada hal yang lebih bahagia dibandingkan di pakai oleh tuhan untuk melanjutkan pekerjaannya. Karena manusia di seluruh bumi diciptakan untuk kerja bagi tuhan, siapa yang tidak lakukan ini sebenarnya sedang berada dalam kekosongan yang dia tidak sahadari. Biarlah kita mempunyai hati yang siap melanjutkan apa yang tuhan mau di dalam gerakan ini dengan prinsip prinsip alkitab yang ketat. Biarlah suka cita sejati dengan tanggung jawab. Biarlah cambuk untuk membuat kita terus berjalan dan bekerja. Biarlah kemampuan untuk membedakan. Biarlah penghormatan kepada yang lebih tua dan juga cara berpikir yang sehat dan tepat itu boleh kita lati di dalam perskutuan ini. Maka perskutuan ini ke depan akan trus berusaha untuk membentuk sudara menjadi orang-orang seperti ini. Dan harap bukan hanya dari mimbar tetapi dari interaksi sudara satu sama lain, sudara saling bimbing, saling nasihati, saling kuatkan orang untuk kerjakan hal-hal ini. Kiranya tuhan memberkati, mari kita berdua. Bapak disurga kami bersyukur sebab tuhan memberikan kepada kami kesempatan meneruskan pekerjaan tuhan di dalam sejarah. Kami bersyukur kalau kami boleh menjadi orang-orang yang sedang dibentuk oleh tuhan, dibentuk untuk dipaksa tetapi kami tahu ketika kami sudah menjalankan apa yang tuhan sepertinya paksa di situ ada suka cita yang sejati di dalam kehidupan kami. Tolong kami tuhan supaya di dalam perskutuan ini maupun di dalam interaksi kami satu sama lain kami boleh menjadi orang-orang yang menikmati dipakai oleh tuhan. Kiranya namat tuhan dipermuliakan melalui perskutuan ini. Dalam namat tuhan isus kami sudah berdua dan bersyukur. Amin.

Podcast Summary

Key Points:

  1. Prinsip utama pelayanan kaum muda berdasarkan Ulangan 29
  2. Setiap generasi bertanggung jawab meneruskan iman; generasi muda harus memperbaiki kerusakan atau melanjutkan kebaikan generasi sebelumnya.
  3. Contoh generasi Israel di padang gurun yang tidak taat digantikan generasi baru menunjukkan pentingnya regenerasi iman.
  4. Alkitab adalah tulisan saksi mata langsung tentang karya Kristus, sehingga otoritasnya lebih tinggi daripada kritik liberal modern.
  5. Pengaruh liberalisme telah merusak gereja, menyebabkan pengajaran yang dangkal dan menjauh dari iman alkitabiah.

Summary:

Transkripsi ini membahas prinsip alkitabiah untuk pelayanan kaum muda, berpusat pada Ulangan 29:29 yang menekankan bahwa kebenaran Tuhan diperuntukkan bagi generasi sekarang dan penerusnya. Setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk meneruskan iman; kaum muda harus memikul tugas memperbaiki kerusakan atau melanjutkan warisan positif dari pendahulu mereka. Contoh generasi Israel di padang gurun yang tidak taat dan digantikan generasi baru mengilustrasikan pentingnya regenerasi dalam rencana Tuhan.

Alkitab ditegaskan sebagai tulisan saksi mata langsung tentang kehidupan dan karya Kristus, memberikan otoritas yang tak tergantikan dibandingkan kritik teologis liberal dari abad ke-19 dan seterusnya yang meragukan keandalannya. Pengaruh liberalisme ini telah menyusup ke gereja-gereja, termasuk di Indonesia, menyebabkan pengajaran yang dangkal dan menjauh dari iman alkitabiah yang sejati. Oleh karena itu, kaum muda dipanggil untuk memahami dan mempertahankan kebenaran alkitab sebagai fondasi pelayanan mereka.

FAQs

Alkitab menekankan pentingnya meneruskan kebenaran kepada generasi berikutnya, seperti dalam Ulangan 29:29, di mana hal-hal yang dinyatakan Tuhan adalah untuk kita dan anak-anak kita selamanya.

Kaum muda penting karena mereka adalah generasi penerus yang akan melanjutkan pekerjaan Tuhan, baik untuk mempertahankan ketaatan atau memperbaiki kerusakan dari generasi sebelumnya.

Contohnya adalah bangsa Israel di padang gurun, di mana generasi yang tidak taat digantikan oleh generasi baru yang akan memasuki Tanah Perjanjian, menunjukkan pentingnya regenerasi dalam rencana Tuhan.

Kaum muda berperan melawan pengaruh liberalisme dan menjaga fondasi iman berdasarkan kesaksian langsung para penulis Alkitab, yang adalah saksi mata karya Kristus.

Alkitab memiliki otoritas karena ditulis oleh saksi mata langsung peristiwa-peristiwa penting, seperti kebangkitan Kristus, sehingga menjadi dasar iman yang kokoh bagi setiap generasi.

Tantangan termasuk pengaruh liberalisme yang meragukan Alkitab, serta warisan generasi sebelumnya yang mungkin mengabaikan anugerah dan aspek supranatural iman.

Chat with AI

Loading...

Pro features

Go deeper with this episode

Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.