Go back

berangkatnya sama aku, di tengah jalan pergi sama orang lain

0m 0s

berangkatnya sama aku, di tengah jalan pergi sama orang lain

Kisah ini bermula dari pertemanan dekat narator dengan Juan, teman sekelasnya sejak semester awal. Selama semester 4, kedekatan mereka tumbuh secara alami: sering pergi bersama, aktif berorganisasi, dan komunikasi melalui chat menjadi sangat intens, penuh canda dan flirting, meski tanpa pernah mendefinisikan hubungan. Narator mengira semuanya berjalan baik-baik saja. Namun, pada suatu titik, Juan mulai menjauh secara tiba-tiba. Narator baru menyadari penyebabnya di akhir Juli: Juan kembali ke mantan pacarnya. Narator merasa dikhianati dan terluka, menyadari bahwa selama ini ia hanya menjadi "pemeran pengganti" atau rencana cadangan saat Juan tidak bersama sang mantan. Perasaan kehilangan teman berubah menjadi kenyataan pahit bahwa ia telah jatuh cinta pada seseorang yang memprioritaskan masa lalunya. Narator akhirnya memilih menjaga jarak, berusaha mengikhlaskan pertemanan dan hubungan tak jelas yang berjalan sekitar 8 bulan. Refleksinya menekankan betapa menyakitkan dan tidak adilnya menjadi pilihan kedua, serta bahwa dalam hubungan yang sehat, seseorang tidak seharusnya merasa harus bersaing, apalagi dengan masa lalu pasangannya.

Transcription

1277 Words, 8049 Characters

Indonesian
Hello. Welcome back to meet my podcast. Welcome to thereid diary subjek emailnya kalau kata fiersa besari pemeran pengganti. Waduh hai paus halo cerita ini bermula waktu aku masih semester 4 kemarin. Sebelumnya nama dia akan aku samarkan jadi juan aku dan juan sekelas sejak maba karena sistem kampus kami paketan sampai semester 5 aku anak yang cukup aktif di kegiatan angkatan. Bahkan Himpunan dia juga anggota tapi nggak seaktif aku di semester itu aku dan dia terbilang sering pergi ke kampus barang karena jarak rumahku dan rumahnya cukup dekat. Awalnya hanya sebatas ke kampus bersama. Kebetulan aku sama dia waktu itu memiliki crash masing masing. Walaupun kami tidak berbagi cerita cinta tapi tahu aja crush aku saat itu adalah kakak tingkat yang juga sejurusan denganku. Kemudian beberapa waktu selama semester 4 berjalan menjadi rahasia umum kelaku sama kerasku ini dekat kami memang menjalin interaksi selama beberapa bulan itu, tapi pertemananku sama juan normal aja. Agustus 2002 2 aku dan kerasku sudah enggak dekat lagi. Nah setelah dari kerasku yang itu, beberapa orang ada yang ngedekatin aku. Tapi aku merespon dengan bercanda. Jadi mereka pergi dengan sendirinya. Waktu itu aku cuma lagi terlalu capek aja us untuk mengulangi fase yang sama. Sampai pada akhir Agustus. Aku dan juan dekat kayak orang pacaran aku dan juan lebih sering terlihat bersama dari kelas bareng aktif di organisasi bareng. Pergi ke manapun bareng sampai sampai kalau cuma ada aku orang pasti akan nanya cuma di mana begitupun sebaliknya. Kami enggak menggubris hal tersebut terlalu jauh. Memang di lingkungan ini semua orang punya soulmate nya masing masing. Sampai di Oktober, November, Desember kami mulai terbiasa ada untuk satu sama lain. Puncaknya adalah ketika libur tahun baru s awalnya kami cuma akrab secara langsung, tapi entah kenapa aku mulai rewel dengan segala random yang kucitakan di chat ya pun merespon dengan ceria sehingga aku merasa senang disambut begitu. Kami pun intens cat dari November sampai ke mei karena sebelumnya cuma soal yang penting penting aja. Di dalam chat itu terlalu banyak flirting yang memang tujuannya bercanda. Karena aku pulang kampung di Desember, jadilah kami hanya sekedar catatan tanpa bertemu. Beberapa kali juan melempar candalan untuk aku segera kembali ke kota yang selalu kebal ah. Kamu kangen ya dengan penuh gengsi. Dia bilang ya kali cewek aku mah ada banyak ya dia tipe yang enggak ingin terlihat menyedihkan seseorang spesial atau karena aku emang enggak pernah spesial bagi nya. Kemudian setelah sebulan aku kembali ke kota karena kegiatan Himpunan akan mulai sejak intens chat kami punya. Banyak sekali rencana, mulai dari coba tempat makanan baru. Jogging bahkan menonton bioskop. Tapi waktu itu kembali yang terealisasikan cuma nonton bioskop. Kalau mengingat itu aku suka sakit hati sendiri karena pernah dijanjikan mau diajak ke cfd tapi enggak jadi karena dia sama orang lain. Disini lah jawaban kenapa subjek emailnya adalah pemeran pengganti bulan mei kemarin aku dan juan jadi renggang. Entah kenapa aku merasa semua baik baik aja, tapi dia mengab. Semua percakapanku mau dicat ataupun di Real life. Awalnya kupikir aku udah menyakiti perasaannya karena perkataanku jadi kubankan diri bertanya apakah ada yang salah sampai dia menjauhiku ya aku emang tipe yang frontal apalagi waktu itu aku benar benar menganggapnya teman aku benar benar teman waktu itu aku masih belum sadar soal perasaanku karena pure aku cuma benci ketika aku sama dia enggak seakrab dulu sedangkan dengan temanku di tetep. Ternyata dia kembali ke masa lalunya us. Bulan juni kemarin adalah waktu di mana semua orang udah tahu kecuali aku. Aku masih sering mengganggunya seperti waktu berteman dulu tanpa tahu kalau dia udah bersama orang lain. Aku baru tahu akhir Juli dan di situlah kepingan puzzle di kepalaku mulai berkumpul tentang kenapa dia mengabaikanku menolak untuk menolongku dan kenapa dia tiba tiba menjaga jarak. Harusnya dia bilang gak sih us? Maksudku biar dari awal aku tahu harus bersikap gimana. Aku bahkan masih sering menjadikan kata cowok aku sebagai candaan waktu dia udah bersama orang itu tanpa aku tahu sesaat setelah tahu itu semua. Rasanya enggak karuan. Aku tahu itu waktu lagi bercanda sama anak anak di kampus, sesuatu yang akhirnya aku tahu secara jelas dari mulutnya sore itu sepulang kampus aku dalam keadaan yang lesu. Dalam perjalanan pulangku sematkan earphone dengan suara yang nyaris memenuhi kepala. Sebab ternyata iep down mjal herr aku baru menyadari hal itu. Ternyata aku masih ingin jadi yang paling dekat dengannya. Perasaan kehilangan teman itu berubah menjadi perasaan romantis yang enggak mampu. Aku aku. Di depan semua orang. Aku selalu bilang kalau nggak akan mungkin aku sama dia bareng bareng orang kita cuma temen sampai ketika dia memposting foto perempuan yang enggak pernah hilang dari hidupnya. Dan perempuan itu adalah masa lalunya. I dont hurts me a lot. Aku menjaga jarak dengannya. Aku ahli dalam hal itu sampai pada waktu yang enggak pasti. Aku harap aku masih bisa mengikhlaskan pertemanan itu sekaligus HTS yang berjalan selama kurang lebih 8 bulan dan di sinilah aku duduk menuliskan segala hal tentang dia sebagai pemeran utama. Sementara aku hanyalah pemeran pengganti saat masa lalunya. Masih belum menerimanya, kata temenku. Aku terlalu banyak denialnya. Bukan aku bukan denial. Aku sepertinya takut akan resiko kalau aku meromatisasi percikan kecil perasaan itu. Aku takut kalau nanti apinya membesar sedangkan dia enggak butuh kehangatan dari aku. Aku hanyalah barack kecil yang menggantikan api unggun utama. Aku hanya pemeran pengganti. Makasih paus kalau baca sampai sini. Maaf kalau alurnya sangat kacau hehe. Salam hangat untuk paus dan. Salam hangat kembali. Wow. Alurnya nggak kacau kok. Tapi perasaanku yang ikut kacau bacaannya nih. Karena menurut aku emang selalu jadi hal yang melelahkan, menyesakkan dan menyakitkan untuk menjadi backup plan orang lain menjadi rencana cadangan untuk seseorang yang selalu kita nomor satukan menjadi opsi 2. Jadi pilihan setelah yang 1 bahwa kita akan selalu jadi yang 2 dan ternyata itu enggak akan pernah benar benar cukup. Apalagi apalagi kalau saingan kita masa lalunya itu sulit sih. Atau mungkin kata yang tepat bukan sulit ya. Tapi nggak adil. Iya dong, dari awal persaingannya udah bukan buat kita. Karena kita harus bersaing sama masa lalunya. Sama seseorang yang udah pernah menang duluan. Jadi kalau menurut aku satu satunya cara yang bisa kita lakukan untuk bisa memenangkan persaingan itu adalah dengan memilih pergi dari awal. Dengan menghindari persaingan itu sendiri. Ya cuma memang enggak jarang kan keadaan seperti ini kita temui keadaan yang lebih terasa seperti jebakan. Karena seringnya tuh dia kembali ke masa lalunya setelah dia membuat kita jatuh cinta sama dia keadaannya tuh semuanya serba tiba tiba. Makanya kita kaget banget. Kita kesulitan untuk bisa memproses. Tiba tiba aja tiba tiba dia balik ke masa lalunya. Makanya kan kita jadi bingung ya kayak lagi jalan berdua. Terus di tengah jalan di jalan sama orang lain. Kita ditinggalin dibiarin sendirian. Berangkatnya sama kita, ulangi sama orang lain buat rencananya sama kita. Tapi tujuannya ada di orang lain. Enggak adil banget kan HTS nya aja tuh udah jadi situasi yang paling ngebingungin apalagi kalau kita HTS an sama orang yang ternyata masih stuck sama masa lalunya. Resesi. Mau marah, tapi di sisi lain ada yang membuat kita merasa berhak gaya aku marah kayak gini kan aku sama dia cuma temenan dekat sih, tapi kan cuma temen. Sering chat dan teleponan setiap hari sih. Tapi kan enggak pernah ada kejelasan dari awal. Nggak pernah ada namanya ceritanya enggak pernah ada judulnya. Makanya aku bilang ini benar benar enggak adil. Lagi pula kalau kita coba pahami lagi ya tentang persaingan ini menarik banget sih, karena yang tepat enggak akan membuat kita harus bersaing apalagi bersaing sama masa lalu karena yang tepat nggak akan melihat kita sebagai pilihan. Dia akan mencari kita tanpa banyak pertimbangan.

Podcast Summary

Key Points:

  1. Narator menjalin kedekatan intens dengan teman sekelas bernama Juan selama semester 4, yang awalnya murni pertemanan.
  2. Hubungan mereka berkembang sangat dekat, menyerupai pacaran, dengan komunikasi intens dan banyak rencana bersama, meski tanpa status resmi.
  3. Juan tiba-tiba menjauh dan ternyata kembali ke mantan pacarnya, membuat narator menyadari dirinya hanya menjadi "pemeran pengganti" atau rencana cadangan.
  4. Narator terluka karena merasa diperlakukan tidak adil, bersaing dengan masa lalu yang tidak mungkin dikalahkan, dan akhirnya memilih menjaga jarak.
  5. Refleksi akhir menyoroti betapa melelahkan dan tidak adilnya menjadi pilihan kedua, serta bahwa hubungan yang tepat tidak akan membuat seseorang merasa harus bersaing.

Summary:

Kisah ini bermula dari pertemanan dekat narator dengan Juan, teman sekelasnya sejak semester awal. Selama semester 4, kedekatan mereka tumbuh secara alami: sering pergi bersama, aktif berorganisasi, dan komunikasi melalui chat menjadi sangat intens, penuh canda dan flirting, meski tanpa pernah mendefinisikan hubungan. Narator mengira semuanya berjalan baik-baik saja.

Namun, pada suatu titik, Juan mulai menjauh secara tiba-tiba. Narator baru menyadari penyebabnya di akhir Juli: Juan kembali ke mantan pacarnya. Narator merasa dikhianati dan terluka, menyadari bahwa selama ini ia hanya menjadi "pemeran pengganti" atau rencana cadangan saat Juan tidak bersama sang mantan.

Perasaan kehilangan teman berubah menjadi kenyataan pahit bahwa ia telah jatuh cinta pada seseorang yang memprioritaskan masa lalunya. Narator akhirnya memilih menjaga jarak, berusaha mengikhlaskan pertemanan dan hubungan tak jelas yang berjalan sekitar 8 bulan. Refleksinya menekankan betapa menyakitkan dan tidak adilnya menjadi pilihan kedua, serta bahwa dalam hubungan yang sehat, seseorang tidak seharusnya merasa harus bersaing, apalagi dengan masa lalu pasangannya.

FAQs

'Pemeran pengganti' merujuk pada seseorang yang hanya menjadi pengisi kekosongan sementara saat orang yang disukai belum kembali ke mantan pasangannya. Dalam cerita, narator merasa dirinya hanya pengganti saat crush-nya masih terikat dengan masa lalunya.

Hubungan mereka dimulai sebagai teman sekelas yang sering beraktivitas bersama, lalu semakin dekat hingga hampir seperti pacaran, tetapi akhirnya renggang ketika Juan kembali ke mantannya tanpa penjelasan yang jelas.

Narator sakit hati karena dia merasa diabaikan dan hanya menjadi pilihan kedua setelah Juan memutuskan kembali ke mantannya, padahal mereka sudah menjalin kedekatan yang intens selama berbulan-bulan.

Menjadi backup plan bisa melelahkan dan menyakitkan karena kamu selalu menjadi prioritas kedua. Cara terbaik adalah menghindari situasi persaingan dengan masa lalu seseorang sejak awal.

Narator baru menyadari perasaan romantisnya setelah Juan menjauh dan dia merasa kehilangan, terutama saat mengetahui Juan sudah kembali bersama mantannya tanpa memberitahunya.

Tandanya termasuk mereka tiba-tiba menjauh tanpa alasan jelas, lebih memilih menghabiskan waktu dengan orang lain, atau tidak jujur tentang status hubungan mereka meski sudah dekat denganmu.

Chat with AI

Loading...

Pro features

Go deeper with this episode

Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.