Belum genap 2 tahun, Presiden sudah 4 kali mengganti Kepala BAKOM RI, Apa yang terjadi?
14m 57s
Pergantian empat kali kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) di bawah presiden Prabowo Subianto menunjukkan ketidakstabilan dalam sistem komunikasi pemerintah. Sebagai lembaga yang seharusnya menjadi jembatan dua arah antara pemerintah dan masyarakat, Bakom gagal memenuhi tugasnya karena kebanyakan pimpinan tidak berasal dari latar belakang komunikasi dan terlihat pasif. Komunikasi publik yang seharusnya dua arah—dengan pemerintah menyampaikan kebutuhan masyarakat dan masyarakat menyampaikan kritik atau keluhan—terbukti tidak berjalan dengan baik. Ini menimbulkan keraguan terhadap efektivitas, konsistensi, dan kepercayaan publik terhadap lembaga komunikasi. Pergantian terlalu sering bisa mengganggu kesinambungan kerja dan menciptakan krisis kepercayaan. Oleh karena itu, diperlukan pimpinan yang profesional, independen, dan memiliki kemampuan manajemen komunikasi publik yang sesuai dengan prinsip dua arah dan substantif. Komunikasi publik harus mampu mengatur agenda isu, memfasilitasi dialog, dan menciptakan keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan kebijakan pemerintah. Tanpa itu, sistem komunikasi pemerintah akan terus mengalami kegagalan dan kehilangan kepercayaan.
Belum gede 2 tahun masa pemerintahan presiden Prawbo Subianto posisi kepala badan komunikasi pemerintah atau bakal berpublik Indonesia
telah berganti hingga 4 kali.
Pergantian yang realtyp cepat ini memunculkan pertanyaan mengenai arah konsistensi dan efektivitas komunikasi pemerintah.
Apakah perubahan tersebut merupakan bagian dari penatan kelembangan dan strategi komunikasi baru atau menunjukkan adanya persoalan dalam pengalaman komunikasi pemerintah?
Pakar komunikasi politik, komunikolog Indonesia sekaligus direktur ekskutip lembaga surfe, gogo bangun ngari atau GBN, doktor emrusi oming menghatakan.
Bakom merupakan institusi pemerintah yang tugasnya melakukan komunikasi dua arah antara pemerintah ke masyarakat dan masyarakat ke pemerintah.
Adanya bergantian hingga 4 kali di bakom RE menandakan pengalaman komunikasi sebelumnya tidak berjalan dengan baik dan tidak berhasil.
Bakom yang baru diharapkan, mampu melakukan menunjukkan komunikasi publik tapi terhindar dari komunikasi politik.
Pasalnya komunikasi publik dua arah, sementara komunikasi politik hanya satu arah.
Kalau kita bicara apa kemudian komunikasi pemerintah ini, kalau menunjuk saya adalah suatu institusi pemerintah yang tugas tuppoksinya adalah melakukan komunikasi dua arah antara pemerintah dengan masyarakat otoraket dan dari masyarakat dari raket kepada pemerintah.
Nah, bagaimana perjalanan dari pada bakom kita ini dimasa pemerintah perabuh subianto sudah mendekati dua tahun 4 kali kebumin pinan berganti itu menimbukkan bahwa pengalaman komunikasi di bawah kebumin pinan tiga yang pertama tidak berjalan dengan baik.
Bahkan ketika dipimpin oleh Hassan Nasmi saya sangat kritikal menyampaikan tersebut dan saya mengatakan serat hingga sembahwa pengalaman komunikasi di bawah kebumin pinan Hassan Nasmi.
Tidak berhasil bahkan saya menyatakan waktu itu supaya mengundurkan diri, tapi dia melakukan itu siapa akan melakukan pengaruh pandangasa saya tidak tahu, tapi dia mengundurkan diri.
Kalipun selanjutnya diangkat oleh Papa Prabhu sebagai pada sihat komunikasi.
Nah, sebelum kita membahas lebih lanjut, kita melihat misalnya sebagai pada sihat komunikasi pun tidak berhasil.
Kenapa masih ada diksilik si yang dikemukakan oleh Papa Prabhu yang tidak produktif di ruang publik sekali pun berikutnya.
Seolah-olah itu ditari. Nah, kalau kita bicara tentang empat kebumin pinan ini, tiga kebumin pinan lah karena empat kebumin pinan yang terakhir belum bisa kita berikan penilayan.
Yang tiga kebumin pinan ini menurut saya adalah, kenapa diganti sampai kepada bungsa ganda nengolan bahwa berarti tidak produktif dan bahkan menurut cetakan saya.
Satu-satunya institution yang di bawah pemerintah atau pembantu president yang sampai 4 kali berganti kebumin pinannya di bawah.
Saya belum melihat kebumin pinan-banan-banan di bawah president maupun kementerian yang sampai 4 kali berganti berarti ada masalah di situ.
Peneroran komunikasinya tidak jalan dengan baik. Yaitu melakukan komunikasi dua arah. Dua arah adalah dua arah yang susensial. Bukan dua arah asesorist.
Yang saya maksud susensial adalah memang menyampaikan apa yang dirilasakan masyarakat.
Misalnya, ketika banyak keracunan sudah ribuan, apakah itu disampaikan kepada bapak president? Tentu disampaikan itu harus di ruang publik jumungkan artinya berkomunikasi langsung dengan bapak president apa setelah selesai menyampaikan itu kepada bapak president?
Disampaikan kepada publik ini loh yang kami sampaikan kepada bapak president tentang ribuan orang keracuan sebagai satu contoh.
Di bikin juga katakala kebakaran mutandan lahan bagaimana masalah kat misalnya mengerita atibat asap. Di bikin juga bahwa program pemerintah dari pemerintah pusat atau dari president ini komunikasikan kepada masalah kat artinya apa?
Komunikasi dua arah ini harus melakukan yang dilan komunikasi yang kerjani selama 3 kebumin pinan bahwa dari pemerintah ke masalah kat dibuka ke ruang publik.
Disampaikan bahkan kepala kebala bakomnya cendurung defense, cendurung bertahan, kalau misalnya pemerintah di kritik jadi dung itu pemerintah pada hal lupa bahwa kepala bakom itu digaji oleh rakyat.
Bukan pemerintah yang menggaji, bukan president, oleh kerenah itu lah harus melakukan komunikasi dua arah keadilan komunikasi.
Kalau dari pemerintah kebala masalah kat disampaikan kepada publik, hal yang sama juga komunikasi dari rakyat dari pemerintah, dari rakyat masalah kat itu pada pemerintah disampaikan juga dua berikutnya apa?
Supaya kita bisa mengontro pemerintah, oh ternyata bakom musulah menyampaikan dong kebala pemerintah, kok pemerintah tidak meresmun atau pemerintah menjawabnya di jauh lebih baik daripada yang di kritik masalah kat misalnya seperti itu.
Lalu kemudian kalau kita evaluasi lagi, tiga kemimpinan kebala bakom kita sebelum sahgan dan enggulan adalah bahwa cendurung kepada komunikasi yang sesebut sebagai pemadam kebakaran pendekuti.
Buk itu ada masalah baru, dia counter pada hal harusnya apa? Udah mudah nih, bungsangan dan enggulan dengan mendengar bahwa pimpinan bakom itu harus melakukan apa yang disebut dengan leading sector di bidang komunikasi.
Masa kemimpinan yang lalu yang tiga itu komunikasi pemerintah berada pada posisi e-core, komunikasi. Kenapa e-core? Karena memang hanya mengkontrer isu isu terkendur.
Harus leading sector, apa yang ini masalah leading sector? Bakom harus mengwangkat isu isu yang peruntif tentang pemerintah dan bergula bagi masalah kat sehingga masalah kat mendeskusikan tentang sesuatu agenda yang baik itu.
Itu langsung disebut agenda setting, jadi dibuat agenda setting isu apa yang kita angkat bulan atau minggu ini? Isu apa yang kita angkat minggu terus leading sector?
Jadi jangan jadi e-core kenapa terjadi? Kenapa itu pertanyaan? Karena memang dek graun dari pada teman-teman kita yang tiga yang pertama itu kan bukan orang komunikasi.
So Ritu say ini komunikasi harus di kolorasi cara profesional yang paling pas adalah yang graunnya komunikasi. Tetapi kita lihat yang kumpat ini mudah-mudahan bisa di kehikolola oleh layak kita, sanggan dan enggolan, sanggan dan enggolan harus melakukan management komunikasi publik tapi terhindar dari komunikasi politik.
Kenapa saya mengatakan tidak melakukan komunikasi politik? komunikasi publik, sama komunikasi politik dari konteks konsep komunikasi sama.
Tetapi ketika komunikasi politik apa? Intinya, ya itu politik itu adalah kekuasan. Kekuasan intinya bagi mana mempertahankan memperoleh dan memperluas kekuasan? Jadi cindrum satu arah tapi kolok komunikasi publik adalah dua arah setara subsansial.
Bukan berarti dua arah tapi seolah-olah sudah disampaikan dari masyarakat kita bukan. Tapi apa di nit yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat pada saat ini yang boleh jadi bertentangan dengan apa yang akan dikeluarkan kebijakan oleh pemerintah atau dinasur.
Ini yang dijembatannya sehingga ada perubahan perubahan kebijakan itu semula mendikeluarkan oh masyarakat membutuhkan ini pemerintah ingin menyampaikan membuat kebijakan ini.
Dan lu bagaimana meramunya sehingga ada suatu arsiran di tiktemu antara kebedua kepentingan yang berbeda? Nah itu lah peran komunikasi publik pemerintah yang di Nakoday lumsagan dan nenggolan ke depan.
Terakhir sama nyarankan kepada bumsagan dan nenggolan. Sekali pun bukan backgroundnya komunikasi. Sekali pun dia komunikasi aktivis yang dilakukan.
Bisa itu kalau memang memiliki leadership dan managerial di bidang komunikasi salah satu ada antar lah di putih-putihnya orang komunikolog-komunikolog yang gandal bisa menangani di situ.
Menurut saya, saya minimal di putihnya itu 3 antara 3-4 orang di yang backgroundnya sunggu-sunggu orang komunikasi.
Pemerintah kebijakan publik dan ketua himpunan masyarakat Nusantara atau Hasrat. Sugianto emik mengatakan bakom memang lembaga yang baru dibuat jamannya presiden Prabowo.
Bahkan tugasan fungsinya di nilai cukup berat. Alanya bergantian bakom sebenarnya sesuatu yang wajar.
Namun jika terlalu sering bergantian bisa menandakan ada sebuah masalah di jalannya.
Harapannya pimpinan bakom nantinya mampu mengongga setera komunikasi publik, pasalnya komunikasi publik bukan sesuatu yang mudah.
Pakom itu kan dulu ga ada ya jamannya. Kau itu dulu mantan kapal itu sama jom budi, asli ganti sama padrol siapa itu ya.
Terus di akhirnya kan ada itu namanya presiden komunikasi dan obesi yang batalan di pegawah, asli.
Jadi ini kan sebenarnya banyak sekali nih. Ada tadi komitikti, ada kantor.
Kayak sepeda sebenarnya sebenarnya tinggung sendiri, jika kita lihat keberadannya itu kan berjukannya di repras ya.
Jadi memang tugasnya lumayan berat itu karena dia poinnya itu adalah memasih komunikasi.
Jadi bukan cuma presiden tapi pemerintahnya dari situ ada pemerintahnya dan sebenarnya ada komunikasi dan informasi.
Program pemerintah gitu kebijakan dan program pemerintah.
Memang, tugasnya memayain ombak dan berat gitu. Karena ini bukan bapur presiden gitu.
Tapi sebenarnya di bakkomitus sendiri ada namanya juri bicara presiden gitu ya kan.
Terutuhnya itu ketua di pemerintahnya sama juri bicara presiden itu sebenarnya ini di kompetia tugas dari bakkomitus.
Jadi kalau dari sisi beberapa teoriyah komunikasi dan sebagainya, benar bergantang-benar ini adalah hal yang wajar gitu ya.
Jadi mungkin untuk mencari pemyimpin yang lebih kelihat di bawah ya.
Terus juga konsolidasi komunikasi dan sebagainya banyak aspek ya kalau dari sisi-sisi komunikasi dan sisi politik dan sebagainya.
Memang ini juga menjadi hal yang penting gitu pergantian ini.
Demo, kalau terlalu sering terjadi pergantian, tentenya menibut kekanyakan, menibukan perlanyan besar, dimusarakan, tentang persoalan ini.
dan yang pasti kalau terperlalu bergantung, dan yang terlalu bergantung.
yang sering-sering itu banyak, masalahnya gitu loh.
Ya tadi kepoten publik, jadi perkurang ya,
wudian kalau terjadi pergantian pembingbingkan,
pergantian perubahan kebicakan dan sebagiannya gitu ya.
Terus ada kesinambungan perkerjaan, jadi pertanyaan komendikasi gitu ya.
Lihat sisi juga dari bakomini sangat komplek.
Jadi kan kalau sekarang ini dia benar sekolonisi asis semuanya gitu.
Bukan persihian gitu, termasuk.
Itu bijakas selapis pemerintah, jadi disitu ada lembaga kementerian semua itu.
Menjadi tugas teribah, om gitu loh.
Makan komendikasi publiknya gitu loh.
Jadi kalau terlalu banyak diganti, bayar tiga tiga tiga tiga tiga,
menimbul pertanyaan besar, misokret ya, apa nih ada masalah apa gitu loh.
Dengan badan komendikasi plus sedianan R.E.
Kalau kita melihat jalan ceritanya.
Iya, kalau sana ini itu ada setelah potang ya.
Kemudian itu melihat di jalan kesakan dia.
Diganti dan sebagainya gitu ya.
Kemudian kalau penggantinya rakah itu, itu kemudian jidur orang
ke komendikasi kekuan yang kita masalah setiap orang gering tak.
Dan jalan gak gering di.
Terus kalau kodari, kita belum tahu nih alasan apa.
Dia di pakodari di jasar.
Karena ini mungkin juga kodari, ada ketik-ketik dari.
Jadi banyak-banyak itu lah, termasuk pakai kerun juga yang ketek-ketek kodari.
Ini kodari dipindah, jadi keparis.
Balah bila.
Wanting pastas saja.
Kita gak paham nih sebenarnya apa lah terbelakannya, sesungguhnya gitu loh.
Jadi sebagainya memang harus bekerja orang yang independent,
profisional gitu, yang mempunyi, yang punya komendikasi negap yang terpercaya gitu loh.
Shingga kemudian ada itu ke stugasnya.
Kemudian ada batasannya gitu.
Kalau pun di depras itu ditikaskan sama dengan masa presiden,
tapi harus dikasih batasannya misalnya dalam waktu gue tahun, kalau gak maksimal, jadi bisa di gantikan sebagai.
Jadi sehingga ada parameternya gitu loh, apa yang harus dicapai, apa yang tetap dicapai, apa yang jalan-jalan sebagai.
Gantikan-jantikan komunikasi itu ya setara princip, sebenarnya ini kan kuanan presidenya.
Jadi sebenarnya presidenya yang olimtau nih.
Kenapa di ganti gitu ya?
Tapi kalau sekarang mau, publik pasti melihat bahwa ada masalah aja lah.
Fakat dari pemimpinnya sendiri, sebenarnya ketua wakongnya, atau dari sisi-sisi manajemen di Pak Komtersen diri.
Shingga perlu dilakukan pergantian gitu.
Dan pergantian ini dalam promos komunikasi memang hal yang wajar.
Hal gantian saat dalam promos, yang mau komunikasi memang perlu terlaluin pergantian.
Karena banyak alasan ya, orang-orang pergantian itu misalnya untuk penjagaran, untuk mendapatkan pemimpin yang bagus dan sebagai yang.
Dan dari sisi politik juga untuk memberikan perselastik baru ya, dan sebagai yang dari sisi-sisi admusnya pembergantan gitu.
Nah, kalau pembergantannya itu dilakukan seserimukan, tentu akan menguntukkan kampak negatif ya.
Yang talanya ya, tali bentar di pertanyaan alasan komunikasi pembergantan ke mana gitu kan.
Ya, tali yang saya bilang pembergantan, pembergantan berkurang.
Jadi ada kesin lama setidak di pembergantian, jadi di jari masalah gitu kan. Jadi antara teman-teman si antara kementerian, ternyata juga jadi terganggu.
Iya kan, umumnya, desi komunikasi berbagai masalah gitu ya.
Ini sebenarnya ada apa gitu kan.
Jadi banyak itu pake-pake-pake-pake-pake negatif ya gitu.
Saya muntah, jadi dalam pembergantan ini kan ada yang namanya krisis entah.
Jadi kalau ada masalah yang penting, harus cepat di komunikasi kan.
Karena kalau bakomnya ini kemudian tersebut masalah bagi mana dia bisa mencetakan suatu persoalan yang memang orang jadi gitu ya.
Ada suatu persoalan komunikasi yang krisis gitu ya.
Nah, ini kemudian jadi arpekomimo, jadi masalah-masalah lainnya jadi perangkatnya.
Karena komunikasi ini, kita di komunikasi ini, itu menjadi seharian sangat esensial.
Sangat penting, rasanya komunikasi ini kan.
Salam yang pekan komunikasi, walaupun kita benar-benar komunikasi sampe ke ujungnya pun bisa berubah gitu.
Ini harus dijaga daruh huru kehibiri gitu, komunikasi ini kan. Kalau malah ini ke masalah kat, terus benar-benar tersempai.
Jadi sehingga disponinya apa dia ke masalah kat, sebenarnya apa?
Itu luasinya, dari pemberintaan.
Nah, itu penting gitu.
Jadi secara terurhan, soalan komunikasi ini bukan persoalanan menemahin, bukan persoalan jaman, karena ini bukan pentingan pubrik dan program komunikasi sendiri.
Doktor emusia homing dan sugi antonemic sama-sama menilai bakom RE merupakan lembaga yang harusnya mampu,
sebagai jembatan komunikasi komunikasi pemberinta dengan masyarakat dan sebaliknya.
Komendikasi yang dibangun pun harus besi pas dua arah.
Pergantian bibinan bakom merupakan sesuatu yang wajar, namun jika pergantian terlalu sering akan menimbulkan pertanyaan.
Ada persoalanan apa di bakom tersebut?
Bibinan bakom RE yang baru ini, nantinya harus mampu melakukan manajaman komunikasi publik yang baik.
Demikian yang kemanisusin terlattip, simak disusin terlattip secara lengkap, setiap pokul dua per 3 no-no waktu Indonesia Barat hingga pokul 0-1, no-no waktu Indonesia Barat,
melalui kelembang radio L-Sinta, streaming dan bahkan ini bisa dikutin melalui akuntik top radio L-Sinta.
Saya Yudhianta Budiman.
Podcast Summary
Key Points:
Pergantian empat kali kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) di bawah presiden Prabowo Subianto menunjukkan ketidakstabilan dalam implementasi komunikasi dua arah.
Komunikasi publik harus dua arah dan substantif, bukan hanya satu arah sebagai komunikasi politik, yang bertujuan mempertahankan kekuasaan.
Kegagalan komunikasi dua arah—seperti menyampaikan masalah masyarakat kepada pemerintah dan sebaliknya—menandakan kegagalan sistem komunikasi pemerintah.
Pimpinan Bakom yang sebelumnya bukan dari latar belakang komunikasi menghasilkan manajemen komunikasi yang pasif dan tidak efektif.
Diperlukan pimpinan yang profesional, independen, dan memiliki kemampuan dalam manajemen komunikasi publik untuk mengatasi ketidakseimbangan kebutuhan masyarakat dan kebijakan pemerintah.
Pergantian terlalu sering bisa menimbulkan keraguan terhadap efektivitas, konsistensi, dan kepercayaan publik terhadap lembaga komunikasi pemerintah.
Komunikasi publik harus bisa mengatur agenda isu dan memfasilitasi dialog antara pemerintah dan masyarakat untuk mencapai keseimbangan kepentingan.
Bakom perlu menjadi jembatan yang adil, transparan, dan aktif dalam memfasilitasi komunikasi dua arah, bukan hanya sebagai alat penghambat politik.
Summary:
Pergantian empat kali kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) di bawah presiden Prabowo Subianto menunjukkan ketidakstabilan dalam sistem komunikasi pemerintah. Sebagai lembaga yang seharusnya menjadi jembatan dua arah antara pemerintah dan masyarakat, Bakom gagal memenuhi tugasnya karena kebanyakan pimpinan tidak berasal dari latar belakang komunikasi dan terlihat pasif. Komunikasi publik yang seharusnya dua arah—dengan pemerintah menyampaikan kebutuhan masyarakat dan masyarakat menyampaikan kritik atau keluhan—terbukti tidak berjalan dengan baik.
Ini menimbulkan keraguan terhadap efektivitas, konsistensi, dan kepercayaan publik terhadap lembaga komunikasi. Pergantian terlalu sering bisa mengganggu kesinambungan kerja dan menciptakan krisis kepercayaan. Oleh karena itu, diperlukan pimpinan yang profesional, independen, dan memiliki kemampuan manajemen komunikasi publik yang sesuai dengan prinsip dua arah dan substantif.
Komunikasi publik harus mampu mengatur agenda isu, memfasilitasi dialog, dan menciptakan keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan kebijakan pemerintah. Tanpa itu, sistem komunikasi pemerintah akan terus mengalami kegagalan dan kehilangan kepercayaan.
FAQs
Pergantian tersebut menunjukkan ketidakstabilan dalam pengelolaan komunikasi publik dan menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas serta keberlanjutan kinerja Bakom.
Bakom bertugas menghubungkan pemerintah dengan masyarakat secara dua arah, baik dari pemerintah ke masyarakat maupun sebaliknya, agar terjadi komunikasi yang transparan dan berkesinambungan.
Komunikasi publik bersifat dua arah dan berlandaskan keadilan, sedangkan komunikasi politik bersifat satu arah yang fokus pada pemeliharaan kekuasaan pemerintah.
Leading sector berarti Bakom harus aktif mengidentifikasi dan mengangkat isu-isu penting yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta menentukan agenda pembicaraan secara strategis.
Ya, frekuensi pergantian yang tinggi bisa menjadi indikator adanya masalah internal dalam sistem komunikasi pemerintah, seperti kurangnya kebijakan atau ketidakteraturan dalam manajemen komunikasi.
Pimpinan baru harus membangun komunikasi dua arah yang independen, profesional, dan transparan, serta menghindari komunikasi yang hanya bersifat politik dan satu arah.
Chat with AI
Loading...
Pro features
Go deeper with this episode
Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.