Pembahasan berfokus pada pengantar sosiologi organisasi. Dimulai dengan definisi sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari masyarakat, yang dicetuskan Auguste Comte, dan berkembang mencakup berbagai aspek kehidupan sosial. Sosiologi organisasi muncul pada awal abad 20, beriringan dengan perkembangan ilmu manajemen, dengan tokoh seperti Frederick Taylor yang menggabungkan studi sosiologi dan manajemen. Disiplin ini secara multidisiplin mengkaji struktur, relasi, kekuasaan, konflik, dan budaya dalam organisasi. Ruang lingkupnya meliputi aspek mikro seperti individu dan kelompok, hingga makro seperti organisasi besar dan hubungannya dengan lingkungan. Manfaat mempelajarinya adalah untuk mengembangkan "imajinasi sosiologis" dalam memahami dinamika organisasi tempat seseorang terlibat. Perkembangannya bervariasi di tiap negara dan tetap relevan hingga kini, termasuk untuk menganalisis institusi kontemporer seperti organisasi pendidikan atau perusahaan modern.
[MUSIK] Oke semua apakah bar sober setelah di kopi di mana pun berada? Salam lalu kemurungan ke loki, wah berokat tuh semoga semuanya dalam kondisi sehat atau al-fiad. Amin, pada hari ini kita akan mendiscusikan mengenai sociologi organisasi pendidikan. Namun sebelum membahas tentang lebih lanjut tentang sulogi organisasi pendidikan. Terlebih dahulu, gue memencilaskan mengenai pengertian sociologi tuh sendiri dan juga pengertian dari sociologi organisasi. Nah pada segment kali ini gue akan bahas tentang sociologi organisasi yang gimana? Kita tentu tidak asing lagi mendengar kata sociologi dan organisasi. Terkait dengan sociologi ini memang bicara tentang pemahaman mengenai sociologi, baik secara etimologi, semuanya terminologi. Ini adalah penting sebagai landasan bagi pemahaman untuk materi segment podcast yang berikutnya. Nah dalam konteks sociologi organisasi, di sini kita akan membahas mengenai apacakupannya dan di mana posisinya diantara dua disiplin ilmu sociologi dan organisasi. Lalu apakah ia merupakan cabang dari sociologi atau merupakan bahasan tersendiri yang terpisah dari kedua disiplin ilmu tersebut? Nah sebelum sebut sociologi kopi mendengarkan podcast pada segment kali ini silakan sambil ngedu kopinya atau sambil ngedu susu atau coklat supaya biar santai, enjoy dan relax sambil menit mati dan mendengarkan podcast sociologi kopi ini. Oke jangan lupa sambil ngerkan podcast ini sambil tetap menit mati sroput kopinya. Oke sobat sroput sroput jadi terkait dengan sociologi. Ilmu wan sosial yang pertama menggunakan istilah sociologi itu adalah seorang ilmu wan dari prancis berhenti dengan agus tekomte yang hidup pada tahun 1798. Yang dimana menurut komter sosial lagi merupakan kombinasi dari dua kata sosial yang berasal dari basa lati yang mengandung beberapa artis seperti sosialiti masyarakat, asosialisian, perkumpulan, tugaten-nes atau kompaniosi ke bersamaan. Nah lalu kata yang kedua selain sosial itu dari basa Yunani itu logos yang secara littoral berarti untuk speek bot atau membicara kantantang atau wort atau kata. Namun secara umum kata logis logos ini sering diartikan sebagai sebuah kajian atau ilmu. Nah oleh karnanya secara etimologis, sosiali adalah ilmu yang membicara kantantang masyarakat atau pengertian sederhananya adalah studi atau kajian tentang masyarakat dan budaya. Nah sedangkan pengertian sosiali secara terminologis istilah ini banyak bingkopan oleh para Ali pada dasarnya sosiali ini adalah ilmu sosiali yang bertujuan secara empiri untuk menggali kompleksitas kehidupan manusia sebagai bagian dari tatanan sosial. Yang dimana di dalamnya ada masyarakat sebagai anggota di dalam tatanan sosial tersebut. Dalam konteks pengertian sosiali ini bisa dilihat di sebagai disiplin ilmu sosial yang artinya dia harus mengikuti prosodur yang ketat dalam prasara tinggalnya itu ada yang observasi sistematik dan penjelasan yang logis. Nah lalu yang kedua, nah dalam konteks sosiali ini pengalaman kehidupan manusia sebagai sosiali yang sangat kompleks dan tidak sesimpil apa yang dibayangkan. Jadi dalam konteks yang lain, ilmu sosiali ini dilihat sebagai satu substansi kajian dari persoalan yang ada di masyarakat. Nah sosiali juga bisa di deskripsikan sebagai studis tematis tentang masyarakat manusia hanya saja. Pengertian ini cukup problematik paling tidak karena dua lasan. Ya pertama, menerima definisi bahwasi sosiali adalah studi tentang masyarakat yang membuat batasan di siplin ilmu sosiali ini menjadi kabur. Nah mengapa karena masyarakat sebagai kajian disiplin ilmu menawarkan jumlah topik yang tidak terbatas. Ada lati dah mungkin untuk memikirkan segala sesuatu yang berkaitan dengan masyarakat. Dengan definisi ini, subject meter dari kajian seluruh ghi bisa termasuk di dalamnya mulai dari isu kesehatan, ras, gender, sampa isu kriminal, dan isu lainnya yang berkaitan dengan akti dan pemikirkan manusia. Termasuk kajian mengenai pemuda dan cinta. Nah hal yang lain dari pengertian-pengertian tentang suruh gini juga dikemukakan oleh Anthony Gidens tentunya sobat suruh di kopi, tidak asing mendengar kata Anthony Gidens, dia adalah suruh gini dari inggris. Yang dimana dia mendekin di sosial kemudian di tempat keidupan sosial, manusia, kelompok, masyarakat. Oleh karnanya, suruh gis sangat menarik dan mempersona ketika yang menjadi subject meter kajiannya adalah prilaku kita sendiri sebagai makluk sosial. Dalam konteks definisnya Gidens, cakap pankajian sosologi di sini sangat luas mulai dari interaksi hubungan terindividu di jalanan sampai kajian tentang process-process sosial yang ada di seluruh dunia. Seperti misalnya, teori sistem masyarakat di sini bisa dilihat bahwa pengertian sosologi yang dikemukakan oleh Gidens, dia mencoba mendeksi kajian sosologi dalam terminologi yang lebih umum, bukan mencoba mendeksi kajian sosologi yang lebih spesifik. Sementara, toko lain seperti Tony Lawson dan John Gerard dalam bukunya di komflik sosialogi handbook yang diterbikannya tahun 1906, mendeksi kajian sosologi sebagai studi tentang individu dalam sebuah klompok dan pembentukan sosial dengan cara sistematis yang tumbuh karena mencari pemahaman yang berkaitan dengan revolusi industri dan ilmiya pada abad 18 dan 19. Dalam context perkembangannya, sosologi memang kemudian terus berkembang dan banyak sekali terapan terapanya. Tremasuk misalnya sosologi politik, sosologi kebudayaan, sosologi pemuda, sosologi pendidikan, termasuk juga di dalamnya iaitu sosologi organisasi yang seiring perkembangan studi studi ilmu sosial, banyak teori-tiori dari toko-toko sosologi digunakan pada bidang ilmu kajian sosial lain seperti ilmu komunikasi, sejarah, diografi, politik, dan juga termasuk pada studi studi ilmu exat. Kemudian dalam perkembangannya juga ilmu sosologi ini lebih menekankan tentang dinamika dari kehidupan masyarakat. Nah oleh karena itu lah dalam context pada segment podcast pada kali ini, gue akan membahas mengenai sosologi organisasi yang dimana pada segment ini terlebih dahulu akan digilaskan tentang sejarah lahirnya sosologi organisasi. Nah dalam rentang pembahasan mengejara perkembangan sosologi organisasi terlebih dahulu kita memahami tentang sosologi organisasi itu sendiri seperti apa. Yang dimana menurut ketnet Thompson, dia menyebutkan bahwa disiplin ilmu sosologi organisasi ini lahir hamper bersamaan dengan ilmu menijemen. Menurut Thompson pada awal abad 20 adalah sangat sulit membedakan perspektip sosologi tentang organisasi dari perspektip atau pendekatan-pendekatan ilmu lainnya. Karena ini perkembangan awal sosologi organisasi harus dipandang sangat berubungan erat dengan lahirnya mengejemen mukmen atau gerakan mengejemen pada awal abad 20 yang memiliki berbagai bentuk gerakan. Nah hal ini ditandai dengan terbentuknya organisasi asosiasi mengejemen profesional pada masyarakat industri di Amerika serikat dan Inggris yang tujuhnya adalah mempermosikan ilmu tentang perinci-perincib organisasi setah 100 perpejonal seorang menager. Nah contohnya misalnya American Association of Industrial Management yang lahir di Amerika pada tahun 1899 yang mempunyai tujuan untuk mempermosikan hubungan baikan terap pekerja dengan pengusaha yang dimana menurut prederek trailer yang membangun teori dan praktik tentang keilmu mengejemen pada awal abad 20 yang menjadi dasar awal lahirnya pendekatan sosologi dan mengejemen terhadap organisasi. Ini kemudian prederek trailer menulis judul buku yang berjudul di early sociology of management and organization. Nah trailer ini mencoba mempadu padankan studi ilmu sosologi dengan ilmu mengejemen. Kemudian di awal abad 20 studi dari penderek trailer ini terus berkembang. Nah pemikiran dan tokotoko yang ditulis dalam buku yang dikaraan oleh penderek trailer ini merepecentasi kan aliran utama pemikiran tentang mengejemen dan organisasi pada awal abad 20 di antara pemikiran dan tokonya itu antara lain. Memikiran tentang gerakan keilmu mengejemen atau desainteviq mengejemen yang awal mulanya berasal dari keilmuan teknik dengan tokotomanya penderek trailer tersebut. Nah hal yang lainnya juga pemikiran tentang perkembangan teori organisasi ini pertama-tama ada dalam bentuk princip-traditional tentang mengejemen dan administrasi dan kemudian di revolusi oleh lahirnya kontribusi interdispleneri pengetahuan. Nah tokotoko kuncinya seperti misalnya Henry Vial, Mary Parker, Fuller, Luther and Gullick, Leiden, Farouric dan Chester El Barnard. Nah tokotoko tersebut ini yang kemudian mengembangkan berbagai kajian-kajian tentang teori-tori organisasi di dalam sociologi-organisasi. Nah pemikiran tentang hubungan manusia dan ilmuting kalaku atau Bihavir Science, nah ini yang kemudian juga menjadi dasar perkembangan dari sociologi organisasi. Nah aliran pemikiran ini pertama kali di identifikasi atau di temukan oleh seorang ilmuan mengejemen. Nah tetapi selanjutnya berubah setelah adanya kontribusi empiri dari para sociologi-sosial dan juga peneliti-peneliti di Displen ilmulainya. Nah di antara tokotamanya misalnya ada Alton Mayo, ada Robsleber Berger dan lain sebagainya. Jadi nuansa dari kajian-sosial geologianisasi ini sangat multidisciplin. Nah tentu saja ketika sosial geologianisasi menjadi lebih jelas di pandang sebagai salah satu cabang sosialogi ini terlihat setelah perang dunia kedua. Dimana sosialogi organisasi betul-betul berdiri sendiri dan memisahkan diri dari aliran pemikiran- pemikiran yang sangat menekankan kepada ilmumainya jemain dan ilmu organisasi itu sendiri. Nah Displen sosialogi organisasi ini semakin jelas terbentuk oleh teori-tori dan perspektif sosialogi seperti teori tentang birokrasi, pembagian buru dalam masyarakat, seperti teorinya. Mb. Durham kemudian juga tentang teori-tori konflik kemudian ada teori fungionalis, ada teori strukturalis, teori intrakisi simbolik dan juga etnometro-dologi. Nah Contribusi teori-tori ini terhadap rekombangan disiplin ilmusuh sosialogi organisasi di kemudian hari di dokumentasikan dengan baik. Nah Berbeda dengan keretaan sen. Nah ada hal yang menarik di dalam perdebatan diskusi mengenai susulgi organisasi. Nah salah satunya adalah yang dikemukakan oleh ricat-sekut. Yang dimana dia kemudian melihat bahwa perkembangan ilmusuh sosialogi ini terbagi menjadi beberapa fasel. Yang dimana fasel kondasi, fasel konstruksi, fasel transpormasi, fasel maturasi dan fasel tren masak ini. Yang pada hakikatnya menurut ricat-sekut bahwa perkembangan sosialogi organisasi ini tidak lepas karena adanya perkembangan terhadap dinamika satu birokrasi dan satu instusi perusahaan yang mendengarkan struktur individu di dalamnya. Nah oleh karena itu lah menurut ricat-sekut, perkembangan sosialogi organisasi ini jadi sangat menarik termasuk salah satunya. Organisasi pendidikan yang dimana di dalamnya ada struktur ada kepala sekolah, kemudian juga ada guru, kemudian ada komisi orang tua dan lain sebagainya. Ini kalau konteknya instusi pendidikan lain halnya lagi. Kalau bicara tentang level komentrian pendidikan atau misal dinas pendidikan juga ada struktur birokrasi di dalamnya yang tentu. Kajian sulugi organisasi pendidikan ini sangat kuat untuk menjadi pisau analisis di dalam kajian-kajian terhadap instusi pendidikan atau komentrian-komentrian pendidikan. Nah dalam kontek perkembangan sosialogi organisasi ini bisa kita lihat juga bahwa pada perkembangan sosialogi organisasi juga kuat terhadap kajian-kajian yang mengdepankan adanya relasi sosial di dalam internal anggotanya. Yang kemudian ada lahir kohesi, lahir yang namanya algris-mah, lahir yang namanya konflik dan lain sebagainya. Nah lalu dalam kontek sejarah sosialogi organisasi sendiri, jadi kita bisa melihat bahwa sosialogi organisasi adalah salah satu bidang kajian sulugi yang mengkususkan kajiannya pada organisasi. Nah pasti sobat sosialogi kopi pernah mendengar tokos solok yang namanya Emile Durheim. Yang gimana Durheim dia coba melihat tidak pembagian principial yang dia sebut sebagai sosial moral. Lalu juga ada sosial sekologi. Nah jadi Emile Durheim ini mecoba melihat kontek sosialogi organisasi bisa kita lihat dalam tiga pembagian principial yang pertama ada namanya sosial moral. Lalu ada namanya sosial sosial dan general sosial sosial. Nah pada morphologi sosial ini bisa meliputikan dan geografic kepada penuduk dan datadat lainnya mempengaruhi aspek sosial. Sementara visiologi sosial ini berkaitan dengan proses yang dinamis. Nah seperti misal ada gama ada moral, hukum, ekonomi dan aspek politik yang bisa saja menjadi kajian intidari disiplin ilmu sosologi organisasi penidikan yang kusus. Nah kajian sosologi organisasi nampaknya masuk pada kattengurih ini dimana sosologi berusaha mengkaji hal-hal yang siapatnya hukum-hukum sosial secara umum yang lahir karena proses sosial yang kusus. Nah dalam perkembangannya kita bisa lihat sendiri bahwa terkait dengan sosial warga ini menekankan kajiannya tentang sosial warga dinamika organisasi yang di dalamnya ada masyarakat sebagai bagian dari struktur organisasi. Nah dalam hal yang sangat luas, peneritian dari disiplin ilmu sosial lagi ini bisa kita lihat juga bahwa peneritian sosial warga organisasi di lihat dari si jauh mana disiplin kajiannya membahas tentang sihat peranan organisasi serta interaksi organisasi dari perspektif sosial lagi. Nah kedua kita juga bisa lihat bahwa sosial di organisasi ini mempelajari struktur dan relasi sosial dalam sebuah organisasi misalnya. Kalau sobat sosologi kopi terlibat di dalam organisasi BEM misalnya atau BPM atau organisasi lainnya. Nah tentu saja terbangun yang namanya relasi sosial antar individu-indifidu di dalam organisasi tersebut. Nah juga mempelajari strukturnya, nah struktur tiyap-tiyap organisasi ini bisa berbeda sesuai dengan tujuan dan kebutuhan dari organisasi tersebut. Nah hal yang lainnya juga disiplin ilmu sosologi organisasi ini mempokuskan kajian dan perhatiannya pada tata-talan sosial, kekuasaan dan kewonangan yang mendominasi organisasi. Lalu sosial lagi organisasi juga ini berpokus kajiannya berkaitan dengan hubungan intrak dan antar organisasi. Serta kaitan organisasi atau hubungan organisasi dengan link kungan tempat organisasi itu berada. Nah dalam kajiannya sosologi organisasi juga melihat dipologi organisasi baik, itu yang siapaknya batem A, top, don dan lain sebagainya. Termasuk juga pola koordinasinya. Nah kajian sosologi organisasi ini juga ini terus berkembang isu-isunya itu melakukan kajian tentang jaringan kerja, sistem sosial, mengambilkan keputusan, pengaruh kekuasaan timpina terhadap bawahan, terhadap mitram-itramnya, terus kemudian iklim dan budaya organisasi, serta isu-isu kontemporer di dalam organisasi. Nah sosologi organisasi juga pokus kajiannya mempelajari harapan sosial dari individu-individu di dalamnya, struktur, process management, pengawasan, hingga, process epolyasit terhadap kinerja dari masing-masing anggotannya. Nah, melekarai itu sosologi organisasi bisa kita lihat ada 3 ruang link kub. Nah yang pertama, sosologi organisasi mempelajari konsep aspektioritis metode penulitian struktur, konflik, budaya, iklim, dan komunikasi di dalam organisasi. Lalu yang kedua, sosologi organisasi mempelajari 3 unit kajian, yaitu individu hubungan antar individu dan kelompok kerja, serta, organisasi besar. Nah kajiannya ini meliputi motivasi, proyletifitas, sasaran, komitmen, dan kemampuan individu, serta kelompok di dalam organisasi. Lalu yang kediga, sosologi organisasi mempelajari organisasi itu sendiri sebagai salah satu bentuk kelompok sosial yang formal, yang ada dan berkembang di masyarakat tentunya, di dalam aspekt manusia sebagai bagian dari maklok sosial, tidak lepas dari pengorganisasian, untah itu organisasi di masyarakat, organisasi di sekolah, organisasi di perguruan tinggi, tempat kuliah, organisasi di dunia kerja, ataupun organisasi di linkungan sosial masyarakat. Yang namanya individu, ini juga tidak lepas dari keterikatannya di dalam sebuah organisasi. Meskipun, di situ juga, instruci keluarga mementuk yang namanya pola organisasi di situ ada koordinasi, kemudian juga ada pola-pola yang tidak jauh berbeda dengan organisasi di luar instruci keluarga. Nah, olekanya itu, di dalam perkembangannya sosial luar organisasi ini terus kajiannya berkembang. Nah, lalu apa sih, manfaat dari mempelajari sosial luar organisasi ini? Nah, tentu saja, sobat sosial luar kopi pasti akan terlibat dalam sebuah organisasi di dunia kerja-nya, di dunia kuliah-nya, di dunia kehidupan sebagai masyarakat, di dalam tempat tinggalnya, ataupun sebagai bagian dari anggota keluarga. Nah, olekanya itu terkait dengan manfaat dari sosial luar organisasi, secara umum ini bisa bermanfaat bagi kita, karena ilmu ini bisa memberikan sesuatu kepada kita tentang apa yang disebut oleh para sosial luar sebagai sosial luar imaginasi sosial luar. Nah, imaginasi sosial adalah cara pandang khusus terhadap dunia di sekitar kita melalui lensa sosial luar. Nah, olekanya itu cara pandang ini membantu pengalaman kita tentang apa yang terjadi di dunia sosial di sekitar kita dalam hal ini organisasi. Nah, hal ini juga bisa membantu kita untuk menghargai kekuatan sosial, bukan hanya kekuatan yang siapatnya fisik, atau biologis yang kemudian mempengaruhi dan membantu kehidupan kita sebagai individu kelompok dan komunitas. Nah, imaginasi sosial ini juga bisa membantu kita untuk melihat sesuatu di luar sekologi individu tentang berbagai aspekt dari kekuatan sosial dan kultural di luar diri individu itu sendiri, dalam hal ini, di dalam organisasi. Nah, tentu saja mempelajari sosial luar organisasi juga bisa membantu kita memahami bagaimana kekuatan sosial mempengaruhi tujuan sikap tinggal aku dan personalitas individu sebagai bagian dari anggota suatu organisasi. Nah, berkaitan dengan sosial luar organisasi ini, nah, ini manpatnya sosial luar sekologi kopi akan bisa terasa, akan bisa bereffek ketika sosial luar sekologi kopi, memang menjadi bagian dari anggota di sebuah organisasi. Nah, berkaitan dengan manfaat mempelajari sosial luar organisasi dalam sekala yang lebih luas, nah, ini ada seorang sosial luar yang namanya Jain Kautonik, dia mengkapkan pertanyaan mengenai apakah sosial luar organisasi masih diperlukan? Nah, bagi itu, sosial luar organisasi masih sangat diperlukan sekarang, ini dan tidak akan pernah tidak dibutuhkan. Nah, namun, bagi itu, dia menyebut 3 perbedaan situasi dalam minja, dan selama minja, pertanyaan tadi, sesuai dengan kadaan geografis dari masing-masing, suatu negara dan kaitanya dengan studi sosial luar organisasi. Nah, menurut Jain Kautonik ini, dia menjalaskan yang pertama, ada negara negara atau kawasan yang studi sosial luar organisasi tidak kuat atau tidak populer. Nah, lalu yang kedua, ada negara yang banyak para susulok tetapi tidak banyak dari susulok tersebut aktif dalam bidang organisasi. Nah, kemudian yang ketiga, ada negara negara dalam hal ini studi organisasinya berkembang tetapi perspektif susul gisinya sangat kurang. Nah, selain perbedaan dari sudut geografis, later belakang instusi atau negara dan tradisi intellectual mas serakat, situasi ekonomi dan politik, juga mempengaruhi terhadap kegunaan, kemudian juga serarasi, serta transformasi ilmu susul georganisasi itu sendiri. Nah, yang jadi pertanyaan, apakah dia nunis ya, susul georganisasi berkembang? Nah, jawabannya ada pada sobat susul gecopi, apakah sobat susul gecopi tertarit sebagai ilmuan yang pokus terhadap susul georganisasi, kejiannya, atau bidang imu yang lain. Nah, tentu saja dalam perkembangan mas serakat di era saat ini, perkembangan susul georganisasi sangat dibutukan. Apalagi sekarang trendnya banyak pengudah-pemudah kita hari ini senang memasuki dunia pakejian seperti startup, kemudian juga instusi perusahaan suasta yang mengolahnya dengan sangat moderna seperti misalnya, Google, Sopi dan lain sebagainya yang budaya kerja sangat nyaman bagi anak-anak muda hari ini, bagi genzi, jenau padan lain sebagainya. Nah, dalam konteks perkembangan susul georganisasi di sini, ini yang kemudian para susul georganisasi, ini coba menawarkan untuk menelaskan masalah-masalah di timbulkan di dalam dinamika satu organisasi. Nah, oleh karai itu sangat luar biasa sekali, kajian tentang susul georganisasi dalam menganalisi tentang dinamika problem atau pun, relasi sosial yang terbangun di dalam satu organisasi. Nah, pelalu, terkait dengan metode reset susul georganisasi, ini bisa sobat susul lagi kopi lihat bahwa di dalam satu organisasi, tentu ada hal yang bisa kita mati. Nah, oleh karai itu untuk melakukan situ di tentang susul georganisasi, ini ada metode resetnya. Dimana, dalam perkembangan susul georganisasi, ilmusus-usulogi secara khusus dan juga bagian ilmususial secara umum, maka dalam perkembangannya dia menerapan metode ilmia di dalam reset dan pengen bangan ke ilmuannya. Nah, metode ilmia ini sebuah metode ilogi yang digunakan untuk mengehaluasi data yang diproleh dari observasi sistemati. Nah, dalam perkembangan yang metode ilmia ini sebagai cara untuk mendesain dan melakukan reset yang biasanya mempunyai langkah-langkah dasar di antaranya menggapu mengemukakan hipotesi, menentukan cara untuk mengujih hipotesi, mengujih hipotesi, melalui penelitian dan observasi lanjutan. Nah, dalam susul georganisasi sebagai sebuah discipline ilmus, dia menerapan 2 pendekatan penting dalam mendentukan reset desain atau kerangka penelitiannya. Dia itu menggunakan metode induktif dan metode deduktif. Nah, metode induktif adalah metode yang dimana para ilmuan pertama melakukan observasi dan mengumpulkan data sebagai kerangka desar dalam mempermulasikan hipotesi dan teori. Di sini, sebuah sesulogi kopi, bisa mencoba untuk membamu sebuah teori dari observasi yang siapatnya particolar dan juga berangkat dari contoh-toh yang ada. Nah, dalam perkembangan juga metode induktif ini berangkat dari sesuatu yang particolar atau khusus kemudian menuju yang general atau umum. Nah, metode yang kedua itu metode deduktif. Nah, metode deduktif ini berangkat dari yang general yang umum menuju yang khusus dimana dalam pendekatan deduktif. Seorang ilmuan atau yang ingin mengkaji tentang sesulogi organisasi ini berusaha menyicippkan klim khusus dari perincipteori umum yang ada. Nah, secara sederhana pendekatan deduktif dalam pendekatan deduktif yang berangkat dari teori umum yang kemudian menuju klim-kusus. Nah, sebagai sebuah disiplin ilmu, tujuan dari sesulogi organisasi adalah melakukan reset untuk menghasilkan menghimpun dan menyebarkan pengetawan ilmiya tentang masyarakat dan fenomena sosial yang berkayatan dengan organisasi. Meskipun memikian, ada beberapa kalangan yang mempertanyakan setelah itu ilmiya ilmu-sulogi, bahkan ilmu sosial lainnya termasuk sesulogi organisasi. Nah, mereka berpenda 4 bahwa sesulogi bukan sebuah disiplin ilmu yang ketat, karena subject meter atau kajiannya terlalu kompleks. Nah, mereka berpandangan bahwa tidak mungkin tinggal aku manusia menjadi kajali laboratorium. Nah, manusia memiliki motiv-motip yang siapatnya personal, kemudian ada hal yang siapat punya keperibadian tersembunyi, serta aspek-aspek lainnya sangat kompleks. Nah, hanya saja secara umum masyarakat ilmiya sudah menerima bahwa sosial di atos sosial gilmiya, adalah sebuah disiplin ilmu dalam pengertian bahwa tujuan utama sosial di atos sosial gilmiya. Dan di dalamnya sosial gilmiya bisa dan seharusnya menerapan metode ilmiya. Nama entode ilmiya ini bisa di definisikan sebagai metode dalam mengamati atau mengobserpasi dunia secara kritis, empiris dan juga rational untuk mengumpulkan dan menganalisa data secara setematik yang pada akhirnya sampai kepada sebuah temuan ilmu pengertahuan. Nah, oleh karanya itu menarik sekali sobat sosial gilmiya, jika sobat sosial gilmiya melakukan reset dalam kajian sosial gilmiya, perni di kan yang dimana, bagi sobat sosial gilmiya tentu tidak lepas dari namanya sekolah, termas juga kuliah. Yang dalam perkembangannya sekolah dan juga perguruan tinggi, ini pasti punya struktur organisasi yang sudah terpolah. Nah, dalam struktur organisasi yang terpolah ini pasti ada dinamika di dalamnya, entah itu ada budaya organisasinya, konfliknya kemudian kebijakan yang diterapan dari pemimpin sebelumnya dengan pemimpin yang sekarang seperti apa. Terus kemudian budaya organisasinya juga, yang pemimpin sebelumnya seperti apa, pemimpin yang sekarang seperti apa, kemudian juga ke tercapai yang tujuan atau visi misi dari organisasi seperti pemimpin sebelumnya seperti apa, kemudian pemimpin yang sekarang seperti apa. Dan lalu juga jumlah atau quantitas dari anggot-tau organisasi tersebut, apakah berpengaruh terhadap kekokahan roda organisasi dalam pencepai visi misi dan tujuan organisasi. Tentu saja di dalam perkembangan kajian-kajian sulgi organisasi, ini melihat tentang bagaimana berkembangnya satu organisasi yang memiliki pola-pola tertentu dan tentu saja di dalam pola-pola tersebut ada tentangannya. Seperti misalnya pada instusi pendidikan, seperti sekolah, perguluan tinggi pada masa pandemi COVID-19, ini pola kebijakan di organisasinya pasti sangat problematis di satu sisi ada kebijakan dari level kementerian untuk melakukan pembelajaran jara-jara kejauh, tetapi di satu sisi juga ada keinginan untuk tetap muka dan lain sebagainya. Pola-pola di dalam instusi pendidikan baik di sekolah, mau pun di perguluan tinggi, ini di pengaruhi dari perkembangan situasi masyarakat juga. Nah oleh karena itu, bicara tentang sulgi-organisasi, bicara tentang bagaimana organisasi hidup di dalam kehidupan masyarakat itu sendiri. Oke, so buat susulogi kopi, gue kira sekian dulu untuk menelantan atau pengantat lah tentang sulgi-organisasi, nanti di sekmen berikutnya akan kita bahas tentang hal-hal lain tentang susulogi organisasi. Oke, terima kasih untuk kali ini yang sudah mau mendengarkan seksemen tentang pengantar tentang sulgi-organisasi. Jalan lupa tetap jaga kesiatannya tetap tingkatkan literasi membacanya dan juga jalan lupa sambil seruput kopi. Oke, sekian dari gue so buat sulgi kopi, salam seruput kopi.
Podcast Summary
Key Points:
Sosiologi adalah ilmu sosial yang mempelajari masyarakat, berasal dari istilah yang diperkenalkan Auguste Comte, dengan pengertian luas mencakup interaksi sosial hingga proses global.
Sosiologi organisasi lahir pada awal abad 20, terkait erat dengan gerakan manajemen ilmiah, dan berkembang sebagai disiplin multidisiplin yang mempelajari struktur, relasi, kekuasaan, dan dinamika dalam organisasi.
Kajian sosiologi organisasi mencakup berbagai aspek seperti struktur birokrasi, konflik, budaya organisasi, jaringan kerja, dan pengambilan keputusan, serta memiliki manfaat praktis untuk memahami dinamika sosial dalam berbagai konteks organisasi.
Perkembangan sosiologi organisasi dipengaruhi oleh faktor geografis, institusi, dan tradisi intelektual, dan tetap relevan di era modern, termasuk untuk menganalisis institusi seperti organisasi pendidikan atau perusahaan startup.
Summary:
Pembahasan berfokus pada pengantar sosiologi organisasi. Dimulai dengan definisi sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari masyarakat, yang dicetuskan Auguste Comte, dan berkembang mencakup berbagai aspek kehidupan sosial. Sosiologi organisasi muncul pada awal abad 20, beriringan dengan perkembangan ilmu manajemen, dengan tokoh seperti Frederick Taylor yang menggabungkan studi sosiologi dan manajemen.
Disiplin ini secara multidisiplin mengkaji struktur, relasi, kekuasaan, konflik, dan budaya dalam organisasi. Ruang lingkupnya meliputi aspek mikro seperti individu dan kelompok, hingga makro seperti organisasi besar dan hubungannya dengan lingkungan. Manfaat mempelajarinya adalah untuk mengembangkan "imajinasi sosiologis" dalam memahami dinamika organisasi tempat seseorang terlibat.
Perkembangannya bervariasi di tiap negara dan tetap relevan hingga kini, termasuk untuk menganalisis institusi kontemporer seperti organisasi pendidikan atau perusahaan modern.
FAQs
Sosiologi organisasi adalah cabang ilmu sosiologi yang mengkaji organisasi sebagai kelompok sosial formal, dengan fokus pada struktur, relasi sosial, kekuasaan, dan interaksi di dalamnya serta kaitannya dengan lingkungan.
Frederick Taylor dianggap sebagai tokoh kunci yang memadukan studi sosiologi dengan ilmu manajemen pada awal abad ke-20, meletakkan dasar pendekatan sosiologis terhadap organisasi.
Ruang lingkupnya meliputi konsep aspek teoritis seperti struktur, konflik, budaya, dan komunikasi dalam organisasi, serta unit kajian individu, kelompok kerja, dan organisasi besar.
Mempelajari sosiologi organisasi membantu memahami pengaruh kekuatan sosial dalam organisasi, mengembangkan imajinasi sosiologis, dan menganalisis dinamika seperti relasi, kohesi, atau konflik antaranggota.
Sosiologi organisasi lahir hampir bersamaan dengan ilmu manajemen awal abad ke-20, kemudian berkembang menjadi disiplin mandiri setelah Perang Dunia II dengan kontribusi teori seperti birokrasi, fungsionalisme, dan interaksionisme simbolik.
Sosiologi organisasi pendidikan menjadi pisau analisis untuk mengkaji institusi pendidikan, seperti struktur sekolah atau dinas pendidikan, dengan meneliti peran, interaksi, dan dinamika sosial di dalamnya.
Chat with AI
Loading...
Pro features
Go deeper with this episode
Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.