AHLI FINANSIAL: Kuasai 1 Mindset Keuangan Ini Agar Bisa Lebih BIJAK Tentang UANG | Folknomics #71
0m 0s
Dalam podcast ini, Glenn, pendiri Ngomongin Uang, menekankan bahwa uang bukanlah tujuan akhir, melainkan bahan bakar untuk mencapai "penggaris kehidupan" masing-masing—ukuran pribadi tentang kebahagiaan dan pencapaian. Ia menjelaskan bahwa setiap orang memiliki tujuan hidup yang berbeda, seperti bepergian ke luar negeri atau kebahagiaan keluarga, dan keuangan berfungsi sebagai sumber daya untuk mencapainya. Glenn membagikan perjalanan pribadinya, mulai dari dididik disiplin mengelola uang jajan kecil hingga belajar investasi secara otodidak melalui buku dan eksperimen dengan berbagai instrumen seperti saham, reksa dana, emas, dan bitcoin. Ia menyadari bahwa banyak orang dengan gaji serupa memiliki kondisi keuangan yang jauh berbeda karena kurangnya disiplin dan pengetahuan. Menurutnya, mengubah kebiasaan keuangan yang buruk memang berat, tetapi lebih berat jika terus bertahan dalam kebiasaan toxic. Melalui konten gratis di YouTube dan Instagram, serta produk digital seperti panduan dan spreadsheet keuangan, Ngomongin Uang bertujuan membantu orang menavigasi keuangan mereka dengan lebih efektif. Glenn menekankan pentingnya fondasi keuangan yang kuat agar keputusan investasi lebih murni dan tidak reaktif terhadap faktor eksternal. Ia percaya bahwa dengan disiplin dan edukasi, setiap orang bisa mengelola "tangki bahan bakar" mereka untuk mencapai tujuan hidup yang diinginkan.
Pembicara 1
Uang itu bukan tujuan uang itu bahan bakar buat kita bisa mencapai purpose nya orang yang sudah kecanduan tinjau paylay tuh judo itu berat tapi jauh lebih berat kalau kita stay dalam habit yang sudah toxic.
Salah satu hal yang gua agak berani bilang adalah ini sebenarnya tinggal tunggu waktu saja menuju 20.000 bukan masalah akan atau tidak, tapi kapan jadi kalau fondasinya kuat, keputusan investasi kita juga jadi lebih murni.
Lucu sama keadaan gua bitcoin terus beli mau sampai 800.000.900 juta.
Gue biasanya belinya lama panjang bertahap jualnya cuma 2 sampai 3 kali.
Kemampuan bernegosiasi itu skillable makin lu jago negosiasi makin lu bisa punya keputusan keputusan negosiasi yang bagus network lu makin bagus pencapaian tangga sosial lu makin bagus juga hanya dengan skill negosiasi lu bisa deal dealnya jauh lebih gede.
Pembicara 2
Kembali lagi di instronomi podcast.
Hari ini kita mau ngomongin segala hal tentang uang dengan founder dan ceo dari ngomongin uang langsung aja.
Please welcome bro glenn dari ngomongin uang.
Welcome speed podcast.
Jadi sekarang ceo and founder dari ngomongin uang.
Pembicara 1
Sudah 5 tahun terakhirlah.
Pembicara 2
Terakhir oke uh, langsung aja gue mau nanya ini bro kan gua notice di konten yang ngomongin uang itu ada bahas soal ekonomi, ada bahas soal bisnis, ada bahas investasi, ada bahas kerja di luar negeri, bahkan ya uh, misi utama dari ngomongin oh enggak bang, boleh share enggak?
Pembicara 1
Oke kalau misi utama mungkin gua bisa bilang gini ya.
Gua pengin bantu orang bisa menavigasikan keuangannya dia.
Untuk mencapai tujuan keuangan mereka masing masing.
Jadi kalau bisa dibilang gua bicara banyak hal ya dari ekonomi makro dari investasi, bisnis dan lain sebagainya.
Tapi pada intinya benang merahnya balik lagi kayak gitu.
Gua pengin orang orang bisa punya kendali bisa menavigasikan dia punya keuangan supaya bisa memenuhi tujuan hidupnya yang beda beda.
Pembicara 2
Menavigasikan itu apa?
Pembicara 1
Hmm mungkin perspektifnya filosofinya gini buat gua uang itu bukan tujuan uang itu tuh kayak resource atau bahan bakar bahan bakar buat apa buat kita bisa mencapai purpose nya tujuannya which is semua orang tuh beda beda.
Kalau orang baru bilang kayak tujuanmu apa tujuan gue pokoknya kaya?
Nah biasanya saya orangnya belum tahu tuh tujuan dia sebenarnya mau ke mana gitu, tapi dive kalau misalnya kita pengen tahu lebih dalam tujuan kita sebetulnya ada dan itu baru bisa ketahuan sebenarnya keangkat angkatan sebelumnya.
Mereka yang sudah punya.
Keuangan yang lebih stabil kalau gue nanya ya angkatan di atas kita nih yang sudah kaya kaya pada akhirnya ternyata tujuannya bukan uang itu sendiri.
Dia punya personal journey punya personal purpose which is gue bisa bilang.
Gue namanya ini namanya penggaris kehidupan penggaris kehidupan tuh gini tiap orang.
Penggaris itu kan alat ukur ya alat ukur tiap orang tuh sebenarnya punya ukuran dia udah memenuhi.
Hidupnya tuh sudah sampai berapa?
Pembicara 2
Oke.
Pembicara 1
Dan tiap orang itu beda beda ada yang oh gue penginnya.
Ke luar negeri tiap tahun gue pengin ngelihat dunia ini penggaris kehidupannya adalah seberapa banyak negara yang dia kunjungi.
Tapi ada juga yang.
Soal kebahagiaan keluarganya.
Ada penggaris kehidupannya apa ya?
Kalau misalnya anak gue sudah kayak gini istri gue gini cucu gue nanti begini begitu penggaris kehidupannya dia ukur dari situ.
Nah.
Jadi setiap orang kan punya proposenya masing masing.
Nya masing masing dia punya.
Nah keuangan itu pada akhirnya itu bahan bakar aja resource kita untuk bisa mencapai hak ke situ.
Itu kan bahan tanki bahan bakar yang terbatas gitu.
Gua analogikan kayak gitu dan enggak semua orang bisa santai.
Kadang dia enggak tahu arahnya.
Kadang dia jalannya enggak efektif, enggak efisien langsung ke sana.
Dia ke kanan dulu ke kiri dulu.
Akhirnya bahan bakarnya habis kayak uang kita habis dulu sebelum sampai tujuan gitu.
Pembicara 2
Makanya fungsi lu di sini adalah menavigasikan biar lurus menuju ke penggaris itu.
Pembicara 1
Iya mungkin bukan bisa dibilang menavigasikannya gua bantu orang untuk menavigasikan sesuai dari tujuannya masing masing kan tiap orang punya risk appetize yang beda beda tiap orang punya perspektif investasi yang beda beda ya punya selera resikonya beda beda lah lu sama gue juga mungkin beda ada yang gua penginnya lebih aman atau.
Lebih agresif gitu, enggak ada yang salah.
Tapi yang pasti semua harus sesuai sama keinginan lu sebenarnya mau apa?
Jangan uh akhirnya kita reaktif gitu sama sama impulsif sama hal hal yang di luar sama penggaris kehidupan kita.
Pembicara 2
Kalau secara garis besar gimana car lu gimana cara lu ngegambarin cara ngomongin uang ngebantu orang orang.
Pembicara 1
Hmmm jadi kadang kadang ngomongin uang.
Sudah luas banget ya.
Kalau gue ngomongin sekarang sudah 5 tahun 1 gini.
Di youtube channel gua mungkin udah membagikan video panjang itu hampir 2 video.
Video pendeknya udah lebih dari 400 video belum lagi playlist dari apa youtube community postnya yang bentuknya karosel itu itu juga sudah ribuan ribuan.
Semua itu gua gua kasih gratis.
Semua orang bisa nonton dan itu ngupas banyak banget dari ekonomi makro bahas dari basic investment dibahas dari basic uh personal finance dibahas.
Dari fenomena sosial saat ini itu dibahas gitu dan itu gratis semuanya yang nonton itu.
Total viewnya udah lebih dari 150 juta kali ditonton.
Gitu so itu udah udah gratis.
Mereka udah bisa lihat lah di situ.
Instagram pun sekarang sudah ribuan kali posting kita sudah 700.000 follower.
Itu pun basically gratis.
Kalian mau lihat semua highlight nya bisa ya kan?
Nah buat yang mau lebih dalam lagi ya sebetulnya ada gitu di gua bikin produk digital sesuai sama mereka maunya apa ada beberapa yang spesifik maunya gitu ada yang pengin aduh aku pengin breakdown lebih dalam untuk investment tertentu ada yang mau fokus ke ah gue pengen punya.
Cari peruntungan lain nih ke luar negeri gitu.
Pernah kan yang hastag kabur aja dulu tahun lalu ya itu banyak banget request ke kita.
Akhirnya kita bikinin panduannya.
Jadi menurut gua uh, pada akhirnya kita coba mengupas satu satu masalah.
Masalah uh, apa yang bisa kita selesaikan yang berhubungan sama mengelola tangki bahan bakar ini mengelola keuangan ini supaya mereka bisa.
Genjot terus ke tujuan keuangannya.
Pembicara 2
Artinya ada konten konten yang gratis yang sudah bisa ngebantuin, tapi ada juga yang private consultation ya.
Pembicara 1
So uh sebetulnya enggak sampai private consultation.
Gua bikin konten yang jauh lebih niat jauh lebih terstruktur, jauh lebih spesifik, jauh lebih ada uh apa ya value yang mungkin enggak bisa dilihat sama orang orang secara secara umum lah gitu dan harganya menurut gue terjangkau banget.
Itu.
Enggak sampai 200.000 lu bisa dapat 400 halaman plus pred pradsetnya ada 12 sheet.
Semua dashboard keuangan dari mulai cash flow sampai ke uh gimana simulasi kpr gimana me mengelola keuangan sehari hari alokasi investasi simulasi di dalamnya sampai 12 presiden itu interconnected semua satu sama lain itu bisa didapatin dengan yang lain lain.
Pembicara 2
Nanti kita bakal bedah lebih detailnya kayak soalnya banyak banget produk produk digital dari blue yang menurut gua very interesting salah satunya panduan kerja di luar negeri ya tadi entar kita bahas, tapi sebelumnya mungkin boleh enggak sih sharing ke temen temen vokonomix backgroundnya lu bro kayak mungkin awal karir atau sampai akhirnya jalanin ngomongin uang ini gitu.
Pembicara 1
Oke kalau background agak panjang ya ini mungkin sudah 15 tahun lebih ya kalau sama dunia akademis udah 20 tahun berarti mungkin gini gua mulai dari yang reason dulu nanti menurut dekat dekat ke belakang ya kalau sekarang dari 2020 gua fokus di.
Page ngomongin uang itu basically multi channel dari sosial media youtube tiktok ada grup communitynya juga dan lain sebagainya.
Fokusnya itu membedah elemen elemen uh terkait dunia keuangan dari ekonomi makro dari mulai bisnis dunia, freelancing dunia, cari duit dunia mengelola duit.
Dan menyesuaikan sama situasi ekonomi terbaru.
Pembicara 2
Gitu.
Pembicara 1
Uh.
Sebelumnya sebetulnya gua di dunia edukasi pendidikan dulu di nama perusahaannya zenus education.
Kalau tahu terakhir gua di sana posisinya sudah si level dan di situ gua sebenarnya membangun karir banyak lama di situ.
Dari sebelum si level go v dulu sebelumnya lagi manajer sebelumnya lagi staff gitu itu lumayan panjang gue di situ 7 tahun di situ gua belajar banyak.
Karena.
Posisi terakhir gue sebenarnya brand shift brand officer jadi gue fokus ke brandingnya dia.
Nah tapi sebelumnya gue belajarnya di element marketing digital marketing.
Pr communication design dan lain sebagainya itu 7 tahun gue belajar dari enggak ngerti apa apa sampai paham seluk beluk dunia marketing communication.
Pembicara 2
Itu kan paling berbeda.
Pembicara 1
Company yang sama company yang sama.
Sebelumnya lagi.
Nah ini karir 1 gue itu sebenarnya di astra grup di astra grup kantor gue dekat sini gitu dulu gua ngurusin marketing juga, tapi dulu yang offline jadi ke daerah daerah untuk tahu dealer dealer.
Tahu pemetaan persaingannya kayak gimana gitu.
Sebelumnya lagi ya gue kuliah gue kuliah di Fakultas ekonomi ya?
Jurusannya bisnis management jadi semuanya bisa dibilang lumayan nyambung lah kalau lu tanya expertise gua.
Gue bisa bilang satu di branding 2 di peraturan pengelolaan keuangan 3 bass ekonomi makro karena kuliah gue juga sama topik yang gua bahas di situ sama segala hal yang berhubungan semua digital marketing.
Pembicara 2
Kalau misalnya gua nanya kenal dunia investasi dunia uh.
Makro ekonomi lah sudah ngomongin saham juga enggak salah crypto ya ada juga.
Pembicara 1
Ya hampir semua instrumen investasi gua bahas yang legal gua bahas lu.
Pembicara 2
Lu kenal dunia itu dari mana awalnya?
Pembicara 1
Nah ini mungkin bisa dibilang ya perjalanan lumayan lama ya.
Tapi kalau kalau gue refleksi itu sebenarnya awalnya kan gue kariernya sebagai profesional gue karyawan biasa aja.
Nah gue karyawan biasa temen temen gue juga sesama profesional.
Tapi ada satu titik di mana gue ngerasa bahwa.
Kalau gua hidup gua gini gini aja kayaknya kok gua enggak bisa mencapai tujuan tujuan gue ya ke depan ya mimpi mimpi gue ya.
Nah di situlah akhirnya gua ngerasa kayaknya harus ada yang mengakselerasi nih.
Langkah 1 gue simpel banget waktu itu gua simply cuma datang ke toko buku, gua beli buku buku generik aja.
Pembicara 2
Mengenai.
Pembicara 1
Mengenai investasi engineering saham reksadana emas sebenarnya gue baca aja berminggu Minggu gue sama kayak anak umur 2 puluhan pada umumnya gitu jadi dari situ.
Gua ngerasa bahwa oke ini adalah dunia baru dan gue pengin tekuni pelan pelan.
Tapi itu enggak jadi bagian dari identitas gua.
Pada saat itu gua ngerasa itu jadi bagian yang menambah edit value di gua aja seiring berjalannya waktu.
Mungkin setelah gue umur 3 puluhan ya gue ngelihat kok jomplang banget kondisi keuangan gua sama teman teman sebaya gua dengan karir path yang mirip.
Oke dengan gaji yang enggak jauh beda.
Dengan umur yang enggak jauh beda kok.
Mereka sering ya ngobrol kalau di kantin atau di ini keuangan dia mandek di situ.
Situ aja terus gua kadang pernah sempat nanya kalau boleh tahu sebenarnya lulus strugglingnya gimana keuangan dan ada berapa yang terbuka ya gua duit gua paling cuma.
Muat sampai akhir bulan ini kok di situ gua kaget.
Benaran kaget kenapa?
Karena gue tahu gua mulai kerja bareng sama dia.
Start gajinya mirip banget.
Di tahun yang mirip juga paling cuma selisih setahun.
Tapi di hari itu gue bisa bilang.
Gila tabungan gue berkali kali lipat dia ya gue tabungan gue setara sama beberapa tahun gue kerja dan itu semua tanpa sadar.
Dicapai karena gue mengelola keuangan gue dengan rapih dan dia simply enggak jadi di situ kan apa ya kebuka mata gue orang yang gajinya yang startnya mirip gajinya mirip fast wowor 10 tahun atau 8 tahun tiba tiba berada di posisi yang berbeda.
Pembicara 2
Gitu.
Pembicara 1
Dan itu makin ditegaskan dengan akumulasi kalau bisa dibilang sekarang gue umur tahun ini gue 3 8 gue ngelihat teman teman gue juga banyak yang sebenarnya posisinya kayak di situ.
Situ aja ya ada yang lebih kaya of course ya, tapi ada yang.
Banyak yang menurut gua kok kayaknya.
Ada bukannya mereka bodoh karena gue tahu mereka pintar pintar.
Tapi kayaknya ada missing puzzle aja nih yang kayaknya gue tahu something yang mereka enggak tahu.
Thats why akhirnya gue bangun ngomongin uang gue.
Gue berharap orang orang bisa punya empowerment lebih.
Untuk mencapai tujuan hidupnya.
Tujuan keuangannya simply dengan punya kedisiplinan keuangan aja.
Ternyata your life genetik much different dibandingkan kalau lu enggak ngapa ngapain duit lu gitu.
Pembicara 2
Tapi observasi lo itu kita mengesampingkan kayak dia kewajiban kewajiban dia kepada mungkin orang tua yang bikin dia enggak bisa.
Itu sudah sudah kita kesampingkan ya.
Oke berarti boleh enggak share apa yang lu lakuin waktu itu sampai kok lu bisa punya tabungan berkali kali lipat dibandingkan dengan kolega yang mungkin gaji mirip gitu.
Itu mungkin bisa ngebantu teman teman di sini.
Pembicara 3
Gimana podcast hari ini seru banget kan?
Podcast ini didukung oleh edutify di era sekarang semua orang punya potensi buat jadi kreator.
Tapi masalahnya gak semua orang tahu harus mulai dari mana.
Di sinilah eduti masuk educey adalah platform belajar yang dibuat khusus buat kamu yang mau upgrade skill di dunia digital.
Mulai dari ngonten editing, story telling sampai memahami algoritma bukan teori 0, tapi ilmu praktis yang dipakai para kreator dan praktisi industri.
Setiap hari kurikulumnya terarah singkat dan to the point kamu bisa belajar cara bikin video yang menarik nulis konten yang ngena bangun personal brand dan bahkan bisa dapetin.
Pembicara 2
Trik trik teknis.
Pembicara 3
Yang biasanya cuma dibocorin di kelas premium dan yang bikin edu tea beda adalah pendekatannya.
Semua materi dirancang biar mudah dipahami bahkan.
Buat kamu kamu yang masih pemula formatnya ringkas dan visualnya friendly.
Jadi kamu bisa belajar sambil praktek bukan cuma nonton edutify juga update terus setiap bulan ada materi terbaru insight terbaru dari algoritma dan juga studi studi kasus yang relevan dengan kondisi digital sekarang.
Jadi kamu enggak bakal ketinggalan tren.
Intinya eduttify adalah tempat buat kamu yang mau naik level sebagai kreator.
Lebih percaya diri, lebih terarah dan lebih tahu cara main di dunia digital.
Kalau kamu serius pengin berkembang edotify adalah langkah awal yang paling masuk akal.
Pembicara 1
1 yang mungkin ini semua berakar dari.
Masa kecil jadi masa kecil gua gua dididik dengan.
Satu kedisiplinan untuk glenn ini uang jajan lu segini loh.
Elu harus mikirin gimana sampai akhir bulan gue harus mikirin soal makan gue harus mikirin soal apa printilan fotokopian.
Kalau zaman dulu sering fotokopi ya kayak gini.
Kalau sekarang kan kayaknya semua udah digital, tapi ongkos dan lain lain itu gua pas pasin.
Nah gua nanya teman teman gua ternyata enggak ada yang kayak gitu, mereka na tinggal minta aja terus.
Jadi jadi gue ingat kan 20.000 pernah 2000 20.000 gua pernah tuh orang jajaran.
Pembicara 2
Harus harus ngepas sampai akhir bulan tuh.
Pembicara 1
Oh enggak enggak 20.000 ini apa namanya dulu di akhir akhir itu sehari.
Sehari aja 20.000 habis gitu simply kayak gitu aja sampai kalau sebulan dulu kayaknya cuma berapa ratus ribu pernah dibawah 500.000 sebulan 200.000 pernah gua sebulan.
Gitu itu gua udah harus sama naik angkot ini segala macam, tapi yang lain semuanya enggak semuanya tinggal minta lagi aja mereka enggak punya itu.
Jadi ada beberapa orang yang gua tahu, mereka enggak kenal prinsip kelangkaan.
Bahwa duit itu terbatas tuh.
Mereka enggak kenal konsep itu sampai akhirnya mereka akhirnya ya.
Kenyataan menampar mereka lah bisa diulang nah.
Jadi simplic dengan masa kecil yang kayak gitu.
Gue begitu dapat gaji 1 tuh gue aturin semuanya.
Ini untuk apa ini?
Untuk apa gue pikir itu natural saja karena memang gue di di dunia kayak gitu gitu sampai akhirnya.
Gue belajar dunia investasi.
Oke berarti gue susun strategi gue sendiri gue alokasiin sesuai sama strategi gue sendiri.
Gue pikir tuh hal yang ya mungkin kebanyakan orang kayak gini kali ya ternyata enggak most people dia begitu dapat uang mereka spend kalau ada sisa mereka tabung dan itu pun semuanya dalam satu tabungan dalam rupiah aja terkikis inflasi terkikis.
Pembicara 2
Ya.
Pembicara 1
Nilai tukar kayak gitu.
Jadi ya mungkin itu sam perjalanan pribadi yang gua ngerasa bahwa ini kayaknya harus banyak orang yang tahu nih gitu dan makin ke sini gua.
Of course gua tahu bahwa enggak semua orang punya perjalanan yang sama ada 100 orang, 100 case semuanya beda beda.
Pembicara 2
Ok buat teman teman yang mungkin dari kecil nggak terbiasa untuk.
Membagi dengan pos pos yang tadi.
Mereka memulai dari sekarang mungkin ya.
Apa yang harus mereka lakukan?
Pembicara 1
Ngubah kebiasaan mau gak mau itu berat.
Gue tahu berhenti merokok itu berat ya orang yang sudah kecanduan tinjol pay later orang yang kecanduan judul itu berat.
Tapi jauh lebih berat kalau kita stay dalam.
Habit yang sudah toxic aja.
Itu akan jauh lebih berat tahun tahun akan makin berat.
Kalau sampai di satu titik mereka udah ngerasa gua harus punya habit yang jauh lebih baik.
Itu titik nadirnya akhirnya berubah right di situ simply kayak orang orang yang akhirnya gue pengin hidup sehat nih gue mau misalnya ya dia apa gemuk, overweight dan sebagainya.
Ada satu momen di mana tiba tiba gue mau merubah hidup gue pola makan lebih baik olahraga terus dia berubah jadi manusia yang baru kuahan pun kayak gitu cuman mau keuangan kan enggak bisa kelihatan enggak ada transformasinya before after gitu ya misalnya orang yang.
Sorry obes misalnya sebelumnya terus tiba tiba jadi badannya ya kelihatan gitu kan kalau ini kan enggak ini harus di sini gitu.
Padahal sama pentingnya.
Pembicara 2
Oke.
Pembicara 1
Badik ini harta kita lah kesehatan, tapi uang itu adalah tangki bahan bakar kita untuk untuk memenuhi hidup ini enggak kalah penting juga.
Pembicara 2
Ngomongnya soal investasi tadi lu dan nyebut soal investasi lu mulai investasi dari kapan dan di instrumen apa.
Pembicara 1
Gua agak late sih sebenarnya ya gua agak late, jadi gua mulai investasi mungkin sekitar tahun 2000. 15 16 agak klet itu berarti di umur gue 2 6 an lah 2 6 an.
Awalnya karena gue baca buku tentang banyak investasi.
Gue cobain semuanya.
Pembicara 2
Semuanya.
Pembicara 1
Gue taruh sedikit di saham gue bikin reksa dana benar benar di tahun itu gue cobain semuanya itu tahun pembelajaran gue cobain beli emas dikit gue cobain deposito bang gue cobain beli bitcoin and the time.
Untungnya waktu itu gua terekspos sama bitcoin, jadi gua langsung beli bitcoin gua cobain semuanya dan gua belajarin dinamikanya kayak gimana sih gitu jadi ada time itu memang gue.
Dikasihin tahun ini adalah tahun belajar gue tentang dunia.
Pertumbuhan pasar modal dan lain lain jadi sampai ke detail detail tentang dunia saham, istilah, istilah teknisnya, dan lain sebagainya.
Dunia emas oke beli di bisa ada opsi apa aja di konter oke bisa beli digital tapi resikonya ini gitu kalau deposito berarti kelemahannya ini kelebihannya ini syarat syaratnya apa aja reksa dana ada berapa jenis kategori?
Apa kelebihannya?
Apa kekurangannya itu gua pelajarin semuanya tuh di tahun tahun itu sampai di level akhirnya gue ngerasa oke.
Ternyata investasi itu benar benar bisa customize sesuai sama karakteristik kita.
Dan kondisi ekonomi kalau kondisi ekonomi tertentu berarti.
Investasi ini yang bagus kalau kondisi ekonomi yang lain berarti ini yang lagi bagus.
Itu awalnya gua rilis di situ dan setelah bertahun tahun gue jadi membuktikan sendiri bahwa ternyata memang ada pola yang bisa kita pelajari.
Dan kalau kita disiplin sama ilmunya enggak enggak ter.
Enggak mengkhianati strategi kita sendiri sebenarnya bertumbuh uangnya.
Pembicara 2
Selama dari masa nyoba nyoba itu sempat ada kehilangan uang.
Pembicara 1
Enggak of course harus pasti ada lah kehilangan uang, tapi enggak banyak loh karena kan pakai uang belajar gue bertahap banget naik naiknya tuh enggak kayak wih gue dapat.
Misalnya ya gue dapat return 20% terus gue langsung greedy gitu enggak langsung kayak oh kalau gue naik 20% tuh tumplekinnya semua uang gue enggak.
Pembicara 2
Kenapa bisa ada mindset kayak gitu biasanya?
Orang yang kelihatan ya sudah naik dong urusan.
Ah atau masukin lebih banyak lagi ah gitu.
Pembicara 1
Mungkin karena memang gue di awalnya gue benar benar sampai ke mindset.
Gue memang mau belajar jadi gue ini pakai uang sekolah aja.
Uang sekolah selama selama setahun kayaknya gue pakai itu untuk mengenal dinamika market.
Mau dia profit puluhan persen ratusan persen rugi dikit rugi banyak.
Bodo amat gue anggap itu uang sekolah.
Pembicara 2
Oke.
Semua itu apa lesson yang lu pelajarin tadi kan lu sempat mention dari sana lu belajar kalau oh ternyata untuk situasi tertentu ini investasi yang tepat untuk inves untuk situasi a ini investasi yang tepat.
Kalau kita boleh kasih advice di situasi sekarang ini nih ya investasi apa yang cocok.
Pembicara 1
Uh situasi sekarang ya ini direkam 2026 bulan mei ya mei order record for the future ya jadi posisinya ketidakpastian global masih membayang bayangin rupiah lagi tertekan banget dari dari.
Pembicara 2
Rp. 17.500.
Pembicara 1
17.500 sudah 6 bus angka psikologis dan.
Mungkin salah satu hal yang gua agak berani bilang adalah ini sebenarnya tinggal tunggu waktu aja menuju 20.000 20.000 tuh bukan masalah akan atau tidak, tapi kapan gitu bisa cuma agak.
Bisa lebih cepat atau agak kelama, tapi event akan nyampe juga.
Gitu, jadi gue bisa bilang bahwa gini.
Di setelah 2025 kemarin siklus siklus ekonomi itu.
Masuk ke fase defensif.
Sebetulnya kita bisa ngelihat institusi keuangan mainnya di defensif kita.
Makin enggak tahu ketidakpastian ada konflik geopolitik.
Harga minyak kemungkinan akan terdongkrak naik.
Kita enggak tahu ada perang perangan bales, balesan mana lagi?
Perang secara politik dan ekonomi perdagangan trump hari ini ngomong a besok bisa ngomong b nanti ngomong c kalau dalam situasi kayak gitu udah pasti biasanya defensif.
For me personally.
Mungkin ini enggak enggak apa ya?
Uh secara pr gak bagus.
Bagus amat.
Tapi gua bisa bilang exposure gua terhadap rupiah makin lama makin berkurang.
Sudah dari awal tahun gitu.
Bisa dibilang gua sudah ngelihat dari dari rupiah mas ini uh dollar masih 16.000 ya.
Itu exposure gua ke rupiah sudah makin lama makin dikit.
Pembicara 2
Artinya apa?
Pembicara 1
Artinya gua beli emas gua beli sebagian ya diversifikasi ke US dollar itu sendiri.
Sebagian gua beli bitcoin pada saat lagi turun nih kemarin lagi di 1,1 m 1,2 m gue beliin terus gitu.
Ada beberapa instrumen yang basisnya.
Instrumen di US talk atau dollar itu gua sudah tahu a head before everyone else kita karena ya akumulasi.
Sebelum sebelumnya gitu nanti begitu situasi dunia geopolitik berubah lagi ya.
Semakin beri seiring waktu radar lu lebih.
Lebih lebih jalan aja sih gitu.
Nah for the time ya kayak gini.
Pembicara 2
So advice yang lu bisa kasih di situasi sekarang adalah kurangin exposure di.
Pembicara 3
Rupiah.
Pembicara 1
For some people, yang mungkin punya privilege untuk melakukan itu.
Gua rasa ya for some people.
Tapi kan enggak semua orang kalau misalnya orangnya masih struggle sama penghasilannya mau mr nasehat gue beda lagi pasti gitu buat orang.
Pembicara 2
Sedikit yang dishare untuk teman teman yang umr.
Pembicara 1
Teman teman yang umr uh menurut gua di level itu umr itu sebenarnya penghasilan.
Batu loncatan kita untuk.
Bisa naik level, gue bisa bilang gitu.
Banyak teman teman yang misalnya aduh aku penghasilan UMR kok gimana caranya buat mic?
Aku nanya kerjaannya apa?
Penghasilan umr biasanya ya kerjanya ya memang manual work gue mungkin bisa bilang pekerjaannya non scalable.
Contoh misalnya pekerja dapur ya atau misalnya dia ngerjain di jadi buruh pabrik yang kerjanya repetitif enggak jelek itu juga pekerjaan yang halal gitu kan itu juga kerja keras gitu tapi.
Sebaiknya kita masuk ke lompat ke next level itu sesuatu yang scalible, sesuatu yang menambah value, ilmu atau nilai diri.
Lu seiring berjalannya waktu gitu bisa macam macam dan tiap zaman berubah.
Mungkin sekarang ya skill memahami a itu scaleable gitu podcast menurut gue ini scale makin lama.
Exposure terhadap channel lu wajah lu makin lama makin tersebar.
Makin lama nilai ekonominya makin naik.
Itu sesuatu yang skillable gitu.
Belajar bahasa Inggris itu scale orang yang enggak bisa bahasa Inggris sama orang yang bisa bahasa Inggris, peluangnya langit bumi, orang bisa bahasa Inggris bisa punya membentang masa depan, bisa ke kanan ke kiri ke mana mana gitu.
Orang yang memahami dunia programming pada masanya itu scalable.
Dia bisa bikin uh apa inovasi ke kanan ke kiri.
Jadi gua bisa bilang bahwa kalau teman teman yang di UMR mungkin memang belum saatnya untuk mikirin investasi.
Karena yang paling benar itu adalah.
Bikin diri kamu punya nilai skill knowledge yang skillable dan network atau koneksi yang bagus dulu kalau kita fokus di 2 itu.
Menurut gue dalam waktu singkat juga.
Udah bisa naik level tuh penghasilannya begitu naik level penghasilan baru mikirin pengelolaan keuangannya gimana?
Jadi ada level levelnya gitu.
Pembicara 2
Oke ini udah lu boleh nih investasi.
Pembicara 1
Ada konsep namanya piramida keuangan.
Piramida keuangan itu tahap tahap personal finance keuangan sampai kita mencapai level di mana kita tinggal mewariskan ke kayaan kita.
Basically prinsipnya gini.
Orang yang di awal itu fokus adalah punya penghasilan tetap.
Sorry punya penghasilan yang rutin punya penghasilan yang rutin dan dia punya rasio utang yang kecil.
Sampai akhirnya dia punya uh bisa dibilang pemasukannya lebih besarlah dari pengeluaran.
Itu level biasanya level basic itu level tahap satu tahap duanya.
Tapi di Indonesia aja jarang yang sampe ke level itu begitu sampai level 2 baru naik lagi levelnya.
Level berikutnya adalah secara teoritis punya dana darurat dulu bisa memitigasi resiko besar keuangan, ada asuransi dari penyakit kritis baru habis itu.
Bisa fokus sama investasi, jadi investasi itu tahap yang tengah agak atas sebetulnya.
Baru abis itu mikirin investasi dan bukan berarti investasi.
Jadi later in life ya, karena banyak orang yang sebenarnya udah bisa.
Menyelesaikan tahap tahap bawah ini cepat juga.
Pembicara 2
Jadi bukan dari nominalnya, tapi.
Coba dilihat kita sudah memenuhi belum semua basic basic piramida tadi ya oke.
Pembicara 1
Sebelum itu.
Kalau mau maksain investasi bisa, tapi biasanya keputusan investasinya akan latah aja.
Urusan investasinya takut takut karena minus 10% aja udah deg degan tapi lo bayangin kalau tabungan lu sudah banyak dana darurat lu udah oke asuransi lu udah mantap lu enggak ada utang.
Investasi lu lu sudah pikirin secara matang, dia lagi turun 5% juga biasa aja.
Pembicara 2
Menarik.
Menarik.
Pembicara 1
Ya kan psikologis kita mental kita jauh lebih siap menghadapi resiko resiko kayak gitu.
Beda mentalnya.
Pembicara 2
Belum lagi.
Naik tapi ah butuh nih akhir dicairin.
Pembicara 1
Gitu ya, padahal tahu misalnya kita ini potensinya jauh lebih tinggi lagi.
Ngapain dicairin sekarang gitu.
Jadi kalau fondasinya kuat, keputusan investasi kita juga jadi lebih murni.
Bisa dibilang gitu enggak dipicu sama keadaan lagi kepepet butuh duit lagi apa gitu?
Aduh uh cut loss karena takut.
Karena uang dapur yang dipakai kan jadinya kita keputusannya juga enggak enggak rasional.
Enggak murni berdasar pertimbangan analisis, tapi di dicampur campur sama kebutuhan dapur enggak akan bisa kalau kayak gitu.
Pembicara 2
Sebelum gua ke selanjutnya gua gua penasaran nih dari investasi yang lu mulai 2 2016 tadi yang paling cuma yang.
Pembicara 1
Paling chan.
Pembicara 2
Bitcoin sih.
Pembicara 1
Ya berarti ya 2000 ya bisa dibilang.
Pembicara 2
Akumulasi.
Pembicara 1
Gue akumulasi 2017 gua jual di waktu harga bitcoin 213 juta itu tuh hampir puncak tuh puncaknya 260 juta.
Gue ingat ini rupiah ya di 213 juta gue tag profit.
Oke terus turut 2018 turun lagi sempat ke 40 juta per bitcoin gue beli di 55 juta rupiah per bitcoin. 2021.
Itu.
Gue jual.
Di 900 juta.
Hampir top lagi turun lagi. 2023 2002 2023.
Ketika bitcoin di 250 juta rupiah per bitcoin gue borong lagi terus gua jual lagi Oktober kemarin di harga.
Hmm kemaren tuh berarti. 2 miliar pas kayaknya.
Pembicara 2
Itu big nya ya?
Pembicara 1
Enggak enggak mic nya sedikit di atas kayak di atas segini sedikit di atas lagi ya jadi 2 miliar gue juual lagi.
Pembicara 2
Oke dan terakhir turun lagi lu masuk lagi.
Pembicara 1
Gue sudah masuk di kemarin 1,2 eman gue sudah masuk lagi, tapi gue enggak langsung beli banyak.
Ya gue beli bisa beli tiap 6 jam gue beli bos pasang di aplikasi gue tiap 6 jam gue beli.
Pembicara 2
Tiap 6.
Pembicara 1
Jam gue beli kadang ini dalam berapa hari terakhir gue udah beli emas terus gue beli mas terus gue order logam mulianya gitu.
Pembicara 2
Oke untuk.
Ini intermitenzo dikit ya untuk teman teman yang mungkin memang sudah ada.
Duit dingin untuk invest.
What do you rekomend?
At this time.
Pembicara 1
At this time ya.
Is time to the to be defensif ya fans.
Kalau kalau sekarang sih.
Karena penuh ketidakpastian.
Kalau gini bedanya situasi krisis di mana orang kadang all in terus jadi kaya sama situasi krisis penuh ketidakpastian tuh adalah level convicon nya sejauh mana level confiction kita ke depannya dan sejauh mana time frame nya.
Kalau kita ngelihat situasi geopolitik sekarang kan banyak dipicu misalnya ya sama.
Trump bikin manuver geopolitik yang aneh aneh kita mungkin bisa ngelihat okelah 10 tahun lagi trump mungkin undangan kemungkinan besar udah enggak menjabat.
Kalau lu ngelihat perspektif 10 tahun lagi, tapi kalau lu masih ngelihat perspektif 5 tahun lagi, masih banyak ketidakpastian masih bisa lebih.
Lebih ngaco lagi lebih turun lagi itu masih sangat sangat.
Pembicara 2
Mungkin.
Pembicara 1
Gue rasa sekarang memang masih masih prosesnya defensif baik nasional maupun global.
Masih defensif gua belum bisa ngasih pointing out kayak sahamnya ini ya atau ininya ini ya gitu?
Saham global ada beberapa dulu gua Facebook buat sempat naik tinggi banget, tapi sekarang sudah sudah enggak pegang lagi meta ya sekarang sudah jadi metta dulu masih nama Facebook.
Pembicara 2
Masih nyicil.
Pembicara 1
Gue bitcoin terus beli oh terus beli terus beli mau sampai 900.000.800 juta beli gua biasanya belinya lama panjang bertahap jualnya cuma 2 sampai 3 kali agak sekaligus.
Pembicara 2
Kalau boleh share per 6 jam itu beli quantity berapa sih bro?
Pembicara 1
Ada.
Ada beberapa yang ini tadi ada di HP gua.
Ya dulu gua pernah berapa beli kayak berapa ya kayak puluhan juta gitu.
Pembicara 2
Terus.
Pembicara 1
Beli lagi beli lagi belasan juta gitu ya naik turunnya kayak gitu.
Pembicara 2
Oke oke oke my next question ini berhubungan sama tadi teman teman yang di dunia kerja.
Ada yang mungkin gaji umr atau sedikit di atas umr dan gue notice lu bikin satu konten yang ngomongin soal.
Uh panduan kerja di luar negeri.
Dan menurut gue itu interesting karena kayak pembahasan kita tadi.
Di level gaji umr itu bisa jadi saatnya untuk naikin skill naikin value.
Untuk naikin gaji dan salah satu caranya bisa jadi pilihan kerja di luar negeri tadi ya.
Tapi boleh tahu enggak awalnya lu bikin ebook atau konten itu based on apa bro?
Pembicara 1
Mungkin gini ya 1 diomongin uang sendiri kan?
Kita ada produk yang buat ke konsumen buat mereka yang memang mau bayar.
Kalau mau yang gratisan sudah banyak juga tersedia.
Silahkan buat yang mau bayar kita biasanya riset dulu dan risetnya itu mendalam.
Sebenarnya teman teman audience ngomongin uang lagi butuhnya apa sebelumnya ada yang pengin punya super spreadship untuk pengolahan keuangan sehari hari rumah tangga itu pernah kita bikin ya dulu ada yang pengin bikinin semua strategi buat bitcoin kayak gimana kita pernah bikinin ada yang bikinin kayak freelancer, pengin tahu gimana caranya pecah telur 1 dapatin ini bikin nah ada satu yang memang.
Ternyata di bulan itu hasil risetnya adalah mereka pengin tahu peluang kerja di luar negeri kayak gimana?
Gitu ya udah setelah.
Pembicara 2
Itu yang request.
Pembicara 1
Mungkin menurut gua sih yang ngisi sih ribuan orang lah ya ribuan orang di atas 500 orang lah yang ininya ke situ.
Jadi gua ngerasa dari responden sekian uh cukup untuk meyakinkan kita untuk kita bikin produk.
Akhirnya seluruh tim kita riset.
Ada yang survei ada yang wawancara, ada yang ini kita kumpulin semua informasi gimana caranya?
Secara legal secara bertanggung jawab secara sesuai aturan hukum yang berlaku untuk bisa kerja dan dapatin beasiswa ke luar negeri.
Oke jalurnya apa aja negaranya apa aja?
Kerjaan yang tersedia favoritnya itu sebagai apa kita break down semua penghasilannya berapa saja skill requirement nya apa aja buat dapetin visanya ada berapa jalur gitu dan step by step termasuk resiko resikonya semua pajak tantangannya apa aja gitu kita break down dari ya di Amerika, di Australia itu.
PDF nya lumayan panjang ya 400 halaman 400 halaman plus gue bikinin spretship juga buat dia ngelola keuangan di luar negeri pakai mata uang asing.
Jadi bisa convert misalnya korea ya won dia mau convert langsung ke rupiah kalau won berapa supaya dia enggak boncos kalau di luar negeri ngatur belanja belanja itu kita masukin sebagai bonus.
Nah dari situ.
Ya heran meledak dan banyak yang bilang.
Ini yang kita cari selama ini karena apa satu itu produk ga nyampe Rp 200.000.
Kalau mereka konsultasi ke lembaga konsultasi resmi itu jutaan.
Tapi ya memang ada one o one ya untuk bisa dikawal dan ini tapi ada harga ada beda level lah ini.
Bentuknya adalah bandel digital dengan harga di bawah 200.000 cuma 100 ribuan mereka sudah dapat panduan super komprehensif buat dia dilangkah pertamanya yang 2.
Ini banyak juga kesaksian dari teman teman yang.
Cerita dia 2 dari luar negeri kan?
Kita sempat nyari riset tanya tanya kanan kiri dan lain lain.
Satu ya di Indonesia memang banyak skill yang non skillable.
Katakanlah pekerja dapur tapi tahu enggak bedanya penghasilan pekerja dapur di Indonesia dan di Australia.
Itu 15 kali lipat jadi bisa dibilang kayak gini.
Gue sama sama cuci piring nih, tapi hanya karena satu gue bisa bahasa Inggris dengan baik dan gue menempuh dan mengikuti prasyarat yang berlaku untuk bisa jadi pekerja migran yang legal.
Gue jadi punya penghasilan setara sama manajer orang kantoran di Jakarta.
Dan gua bisa memenuhi kebutuhan keluarga gua di Indonesia dan lain lain dan lain bisa jadi batu loncatan untuk pertumbuhan ekonomi selanjutnya untuk dia buka usaha atau apa pun skillnya sama sama.
Bisa jadi cuma cuci piring atau jadi driver atau misalnya pekerja perkebunan.
Gitu atau ya?
Misalnya ya hospitality lah di dunia hospitality gitu ya jadi waiter dan lain lain.
Tapi kalau hasilnya bisa beda jauh.
Pembicara 2
Boleh kasih kita gambaran enggak nominal ya misalnya.
Pembicara 1
Ya ini berubah ubah ya kan uh sekarang gua karena beda beda beda ya.
Tapi kalau di beberapa negara itu bisa pekerja dapur itu bisa dapet 25 juta perbulan tuh bisa kalau dirupiahkan gitu of course harga barangnya harga kebutuhan hidup lebih tinggi loh.
Tapi still mereka bisa nabung jauh lebih banyak daripada di Indonesia di Indonesia pasti di bawah umr kan.
Pekerja dapur bahkan yang BUMR loh di daerah daerah kan enggak nyamr pasti di bawah umr ya kalau dibilang ya gaji gede tapi biaya kebutuhan hidup gede.
Iya betul.
Tapi para pejuang migran diluar negeri itu punya 1001 macam cara.
Untuk bisa berhemat demi keluarganya, mereka bisa cari cara untuk ya makan sederhana dan lain ujung ujungnya mereka bisa nabung 2 digit juga.
Di Indonesia nabung 2 digit ya mereka yang punya privilege.
Mereka yang punya pendidikan tinggi gitu dan ya as you know banyak tahun kemarin hastag itu luar biasa.
Powerful tuh yang kabur aja dulu ya mungkin ada kekecewaan terhadap situasi dalam negeri, ekonomi, politik dan lain lain jadinya makin menegaskan uh terhadap kebutuhan itu gitu mana ya Indonesia lagi enggak baik baik aja di luar negeri kan?
Ada aja kesempatan dunia ini kan bukan cuma Indonesia aja gitu.
Ada banyak kesempatan di luar sana yang bisa bisa menyambut gitu.
Pembicara 2
Boleh kita bedah dikit enggak soal ini kayak dari observasi lu atau data lu negara mana yang paling favorit atau negara mana yang mungkin paling mudah ya.
Pembicara 1
Paling favorit jelas Malaysia Singapura.
Malaysia karena dari bahasa juga kita serumpun.
Jadi itu favorit lah Bank Indonesia banyak banget yang ke Malaysia ke Singapura, Hongkong juga banyak gitu uh tapi.
Kabur aja dulu kan nggak hanya harus buat pekerja yang bisa dibilang white colour eh?
Eh blue color white color juga bisa.
Kalau misalnya lu punya misalnya keterampilan lu sebagai uh punya skill terampil tertentu arsitek atau apa bisa juga gitu dan.
Um.
Banyak sebetulnya negara negara yang membutuhkan Jerman lebih banyak butuh ininya di Eropa.
Berapa banyak butuh gitu ta dan Anda karakteristiknya beda beda kan?
Kayak Jepang perawat lansia sangat dibutuhkan.
Misalnya kalau Malaysia jelas uh pekerja perkebunan karena mereka banyak perkebunan di sana.
Kalau di australi biasanya hospitality banyak yang butuh karena orang lokalnya enggak mau kerja di hospitality, padahal gajinya tinggi gitu atau pelumber atau apa itu banyak.
Gitu pekerja pekunan juga perkebunan lumayan tuh di New Zealand, di di Australia juga banyak.
Jadi tiap negara kan ada karakternya.
Pembicara 2
Di Jepang banyak yang pabrik.
Pembicara 1
Ya.
Di situ orang yang biasa kerja pabrik sudah makin tua ya kan?
Dan mereka butuh tenaga muda jadi jadi benar benar seperti yang gue bilang tadi skill kemampuan berbahasa itu skillable.
Kalau lu bingung aduh gue harus mikirin skill apa ya?
Pembicara 2
Bahasa dulu.
Pembicara 1
Aja coba lu bisa bahasa Inggris.
Itu kesempatan lu tiba tiba jadi naik ke mana mana kesempatan belajar lu dengan berbagai sumber juga lebih banyak karena lu jadi bisa nonton podcast berbahasa Inggris.
Lu bisa baca buku bahasa Inggris lu bisa terexpose sama ilmu ilmu yang lebih dalam dalam bahasa Inggris.
Apalagi kalau lu bisa bahasa asing 3 lu bisa bahasa Jepang exposure lu lebih banyak lagi karena orang bahasa Inggris bahasa bahasa Inggris mungkin lumayan banyak orang yang bisa bahasa Inggris dan bahasa Jepang makin dikit orang bisa bahasa.
Teman misalnya makanya itu skill skill yang skillable ngerti AI kemampuan bahasa, kemampuan negosiasi, kemampuan komunikasi itu skill itu membawa peluang hidup lu ke mana mana gitu.
Pembicara 3
Halo vocomics gue bisa banget relate sama temen temen yang punya resolusi gue pengen dan wajib berkembang secara finansial.
Memasuki tahun yang baru ini, gua harus surplus setiap bulannya.
Gua harus mulai investasi dan saldo rekening gua harus bertambah 3 * 5 kali dan bahkan 10 kali lipat di tahun yang baru ini.
Gua percaya kita semua bisa mencapai mimpi kita, tapi kita perlu mulai dengan langkah yang kecil.
Dream big a mall mulailah dengan tracking pengeluaran kita.
Untuk itu vokom mix mendesain sebuah produk yang namanya vognomic expense stracker, sebuah tools dengan design dan user experience yang simpel dan menarik.
Yang bikin teman teman jadi gampang dan semangat untuk input ekspensi teman teman setiap harinya.
Mari kita berubah.
Mari kita mulai sekarang.
Pembicara 2
Its a good point sih.
Tadi kadang semakin banyak podcast kayak gini buku trus online e course banyak kita bingung mau belajar apa pas kita bingung ya belajar pas kalau kita bingung belajar apa belajar bahasa dulu aja ya bahasa.
Pembicara 1
Fundamentalnya sebenarnya prinsipnya.
Belajarlah skill yang scalibl scale dan bahasa itu salah satu yang paling kentara.
Paling jelas gitu.
Prinsip skillable tuh bisa macam macam ya kayak kayak.
Uh kemampuan bernegosiasi itu scalble makin lu jago negosiasi makin lu bisa punya keputusan keputusan negosiasi yang bagus.
Network lu makin bagus pencapaian tangga sosial lu makin bagus juga gitu lu bisa deal deal an hanya dengan skill negosiasi lu bisa deal dealnya jauh lebih gede apalagi.
Lu di orang properti tahu banget lah kalau background lu properti orang yang bisa jago negosiasi itu bisa beda banget.
Komisinya sama yang pasrah pasrah aja atau itu itu scaleable skill.
Pembicara 2
Tuh.
Pembicara 1
Ya gitu nah jadi ya bahasa itu salah satu yang paling kentara karena begitu lu unlock satu skill itu aja opportunity nya langsung gede langsung banyak.
Pembicara 2
Setuju.
Oke uh berarti interesting gua juga notice satu uh produk diesel lu.
Ada ngomongin soal ini solusi survive keuangan di ekonomi solid dan ada satu lagi yang mulai bisnis dari nol.
Kalau enggak salah.
Ya benar ya uh ngomongin soal bisnis deh.
Boleh enggak buat tanya lu kayak dari observasi lu kayak di situasi sekarang.
Lets say ya orang pengin mulai pebisnis.
What can of business.
Pembicara 1
Mungkin sebelum menjawab pertanyaan itu, gua mau uh kasih gambaran dulu.
Good bisnis menurut gue ya itu adalah pertemuan dari beberapa komponen komponen 1 opportunity dulu par pasar lagi butuh apa, tapi yang 2 yang enggak kalah pentingnya adalah kesiapan diri kita.
Skill kita di mana identity kita sebagai apa sebelumnya expertise kita apa?
Dan berikutnya adalah resourcenya memungkinkan enggak eksternal.
Faktornya juga mendukung enggak gitu.
Jadi 3 komponen itu baru terciptalah good bisnis.
Nah gua sebenarnya enggak bukan tipikal yang kayak ngelihat.
Oh bisnis a lagi bagus, yaudah hajar bisnis b lagi ya bagus hajar kalau.
Gua enggak expert di bidang itu menurut gua.
Percuma juga.
Misalnya misalnya ya.
Berapa bulan yang lalu lagi ramai bikin lapangan padel cuan enggak buat early playernya.
Cuan banget gitu.
Kalau gue waktu itu latta aduh gue juga pengin dong gitu.
Tapi gua enggak paham.
Bidang itu gue enggak paham gitu.
Konstruksi bangunan ini segala macam gua enggak enggak paham.
Mungkin gua paham main padahalnya doang.
Tapi as a bisnis gua enggak paham gua ngerasa kalau gua masuk percuma.
Tapi kalau sekarang lagi ada.
Peluang di mana itu?
Richable di level knowledge gua di skill gua di ini gua itu itu reachable itu gua akan masuk.
Karena gue tahu skill gua ada di situ.
Knowledge gue ada koneksi gue ada network gue memungkinkan gue tahu jalan tolnya untuk bisa nembus ke situ kemana aja gitu.
So menurut gue kalau ditanya 2026 bisnis apa aja akan ada selalu bisnis yang naik tapi enggak selalu semuanya kita ambil kesempatannya berapa tahun yang lalu lagi ramai FNB.
Gue bukan orang dapur gue enggak ngerti logistik FNB kalau gue masuk ke situ ya babak belur gue.
Gitu anless gue belajar dulu setahun gue belajar dulu baru gue unlock skillnya dan gua mau berani ambil opportunity ke situ jadi.
Ketika gue bikin produk digital bangun bisnis dari nol itu banyak banyak gua ambil breakdown dari aspek aspek penalaran diri kita dulu.
Lu tuh siapa skillnya apa dan resource lu itu apa aja resource tuh bisa jadi waktu lu koneksi lu keluarga lu temen temen lu duit tabungan lu saat ini berapa?
Itu kita scan dulu gitu kita diagnose dulu modal kita gitu modal bukan berarti harus uang ya koneksi ini waktu kita juga uang tapi itu kita.
Peta ini dulu gitu sebelum akhirnya kita memilih.
Ini bisnisnya layak atau enggak dijalanin?
Gue juga bahas di situ.
Jadi gue enggak simply ngomong kek.
Kita bahas bisnis ini ya enggak gue justru membahas apa yang selama ini di sekolah sekolah.
Bisnis yaitu gimana caranya kita?
Menganalisis kelayakan bisnis menganalisis ide bahwa bisnis ini layak dijalanin atau enggak.
Dan itu ada ilmunya tersendiri gitu.
Kita kita ngeliat komponen komponennya kompetitornya gimana eksternalitasnya gimana?
Tipikal bisnis yang kalo kebijakan pemerintah berubah, dia langsung collapse gitu ada bisnis yang tipikal ini kalau vendor ini fokus sama satu single vendor doang nih kalo vendor ini tiba tiba minggat kabur selesai semua bisnisnya.
Ya kan ada tipikal bisnis service ada tipikal bisnis yang b to b ada tipikal service yang mainnya volume besar ada yang mainnya volume kecil tapi marginnya tebel itu gua bahas di situ tipikal bisnis mainnya gimana?
Resikonya gimana?
Pembicara 2
Bro salah satu bisnis yang gonuts lo lagi ngembangin.
Itu produk digital eitself gitu ya boleh boleh share enggak kayak kapan lu berasa kayak wah kayaknya nih uh lumayan nih gitu.
Pembicara 1
Kau produk digital ya satu ini cocok buat gua karena gua banyak invest ke.
Knowledge.
Karena gue dulu sebelumnya di dunia pendidikan, terus sekarang gue di ngomongin uang gue punya media.
Jadi gue punya komponen satu nih.
Gue punya media untuk mendistribusikan produk 2 gue punya knowledge gue dulu kerja di dunia pendidikan 3 gue juga bisa mengabsorp informasi dan gue compile gue sintesis lagi jadi bahasa yang lebih mudah dipahami oleh awam.
Kemudian gue punya modal lagi gue paham digital marketing.
Gitu jadi gue ngelihat oke dari dalam diri gue sama tren yang lagi naik.
Ini udah nyambung nih.
Terakhir kebutuhan marketnya itu sendiri ternyata banyak banget yang butuh ilmu yang gampang dikemas.
Dan terjangkau bisa langsung didistribusiin instan tanpa harus terpengaruh sama jarak yang jauh terpengaruh sama uh medium yang jauh dan bisa dengan praktis mereka bisa langsung akses.
Komponen itu masuk semua terus gue ngeliat oke ini berarti gue ngejual apa sih gue ngejual jari payah diri gue otak gua otak tim gua untuk membangun ini.
Gua juga bisa jual berkali kali, jadi profit marginnya akan terus makin tebal seiring berjalannya waktu dari.
Penjualan itu sendiri saya masuk itu matching di karakter bisnis gua gitu.
Enggak buat semua orang tapi boleh dipertimbangkan buat mereka yang cocok.
Pembicara 2
Betul bu buat kasih gambaran ke teman teman yang nonton dari segi modal di produk digital seperti apa pak?
Pembicara 1
Modalnya justru dikit banget ya, karena itu kan riset otak waktu kita sebenarnya modalnya tuh bukan uang tapi waktu kita untuk ngeriset waktu kita untuk ngekompile waktu kita untuk ya sebenarnya build up hype nya juga marketingnya juga.
Kita bangun media digitalnya ngomongin uang juga enggak mudah.
Sampai ke level kita bisa jual.
Bisa dibilang mungkin di hari 1 penjualan aja itu udah BEP kalau dari segi finansial udah cover modal udah profit berbulan bulan berikutnya udah tinggal tuai profit aja terus begitu jadi itu bisa diakumulasi diakumulasi terus terus terus terus terus gitu ya sesuatu yang menurut gua cukup seksi sekarang cukup scalable ya prospek ke depannya.
Menurut gue sih ini masih masih jadi early stage ya.
Pembicara 2
Ini masih early stage ya menurut.
Pembicara 1
Gua masih early stage karena.
Kalau lu tanya teman teman sendiri, kayaknya jarang yang mulai yang udah mulai baik sebagai konsumen maupun sebagai produsen tuh jarang gitu 2 ini trennya naik terus gua nge gua tiap kali launching.
Ramai saja gitu.
Gue enggak pernah launching sepi dan produk lama masih terus dibeli.
Jadi ibaratnya gue built up semi pasif income ya sesuatu yang.
Keringat gua kerja keras gua mungkin tahun 2025 yang lalu.
Sampai sekarang masih gue nikmati detik ini masih.
Ini masih masih masuk rekening gue.
Pembicara 2
Gitu masih.
Pembicara 1
Ada aja yang beli.
Pembicara 2
Podcast nya mungkin.
Pembicara 1
Iya, padahal peradangan sudah selesai beberapa bulan yang, tapi karena memang produknya juga gua bikin.
Everlasting ya bukan produk yang ok.
Ini akan relevan dalam 6 bulan ke depan enggak?
Ini sesuatu yang everlasting saya sampai bertahun tahun.
Pembicara 2
Menurut gue wajib dipelajarin sih ya mengenai produk produk digital ini sih.
Pembicara 1
Iya as a bisnis menurut gua.
Buat orang yang memang di dunia kreatif dan digital boleh dilirik sih gitu.
Karena ini ini persimpangan Antara lu bisa akhirnya menjual knowledge lu dengan sesuatu yang skillable dan secara resiko finansial.
Sangat kecil.
Coba lo bikin bisnis fnb resiko finansialnya beda banget belum waktu belum ini belum ada uh resiko orang apa makanannya udah enggak bagus agak basi segala macam dan stock dan lain segala macem ya kan lu mau jual barang apa ada dead stock kalau enggak bisa busuk kayak makanan pun bisa susah dijual sekarang kan lu.
Mengkristalisasi isi otak lu dalam satu aspek satu segment.
Silakan lu mau jual dalam bentuk ebook, spretset, video course dan lain sebagainya.
Orang mau beli.
Orang menikmati itu elu juga enggak harus berulang ulang memproduksinya.
Menurut gua as a bisnis.
Ini something yang yang kita sambut lah di di dunia digital saat ini gitu.
Gitu sih.
Pembicara 2
Oke bro gand to close top untuk menutup ngomongin uang planningnya mau ngapain lagi?
Mungkin next year 2 tahun lagi.
Pembicara 1
Kalau sampai 2 tahun lagi ya sebenarnya ada ya road map, tapi gua belum mau disclosure dulu dalam waktu dekat.
Mungkin gua kepengin menyambut banyak request jadi.
Ada 2 request yang lagi ramai banget sebenarnya di ngomongin uang satu.
Banyak yang request gimana caranya jadi freelancer atau digital entrepreneur?
Istilahnya sekarang solopership itu kayak itu jadi 1 bentuk mungkin solusi ya buat orang orang yang ngerasa kerjakan tuh.
Gak cocok buat mereka.
Entah mungkin habis waktu entah mungkin enggak nyaman uh dunia kerjanya penuh toxic dan lain lain.
Mereka pengin kerja mandiri dan ingin memanfaatkan perkembangan dunia digital sekarang dan banyak sebenarnya aspek aspeknya ya sekarang.
Wah banyak deh profesi profesi baru jadi clear aja sekarang ada yang cerita dapat belasan juta perbulan.
Eviate marketing jadi live hospodcast eh sorry live selling di di platform platform itu banyak yang dapat komisinya gede gede dan banyak yang belum tahu itu jadi gua lagi coba bikin perspektifnya gimana dari yang tadinya freelancer plan perlahan jadi digital creator jadi solopership jadi bisa kerja mandiri.
Itu satu yang 2 yang 2 banyak yang request juga gimana caranya dari penghasilan umr?
Step by step nya atau berbagai skenarionya buat bisa jadi punya penghasilan 2 digit.
Mungkin buat lu itu kayak hal yang remeh karena lu dari level sekarang.
Tapi buat banyak orang dari level UMR dari 5 6 juta.
Bisa jadi 10 juta 1 atau 15 atau 20.000.025 juta itu bisa mengubah hidup mereka.
Jadi gua enggak.
Pembicara 2
Nanti kira kira lebih ke upgrade the skill atau?
Pembicara 1
Jadi mungkin gua enggak bicara soal mimpi jadi miliarder dulu ya dan lain lain.
Gua gua ambil dari lu bisa enggak dari gaji 6 juta jadi 20 juta nih lebih realistis gitu.
Perspektifnya nanti nanti gua bangunin tapi mungkin sedikit bocoran adalah.
Level 1.
Itu lo scan dulu komponen skill saya dulu apa?
Karena tiap orang tuh beda beda perjalanan menuju 2 digit punya puluhan juta penghasilan perbulan tuh beda beda.
Ada yang jalurnya sebagai karyawan, ada yang jalurnya sebagai pebisnis kecil, ada yang jalurnya jadi soepreneur digital content creator ada yang jalurnya macam macam dia jual jasanya dia wiraswasta macam macam.
Dan di situ gue akan break down.
Masing masing punya resourcenya apa aja kita akan petain mana yang harus difokusin untuk bisa masuk ke.
Next level itu nice.
Pembicara 2
Gitu bro.
Kita nantikan dari ngomongin uang ya oke thank you buat sharingnya bro glenn so sukses juga buat ngomongin.
Pembicara 1
Uang oke.
Pembicara 2
Mungkin kita ngobrol ngobrol lagi di lain waktu.
Oknum mix.
Podcast Summary
Key Points:
Uang adalah bahan bakar, bukan tujuan akhir; setiap orang memiliki "penggaris kehidupan" yang berbeda untuk mengukur kebahagiaan dan pencapaian pribadi.
Membangun fondasi keuangan yang kuat sangat penting agar keputusan investasi lebih murni dan tidak impulsif.
Kebiasaan mengelola uang sejak kecil, seperti membatasi uang jajan, membentuk disiplin keuangan yang lebih baik di masa dewasa.
Investasi perlu disesuaikan dengan karakteristik pribadi dan kondisi ekonomi; belajar dari berbagai instrumen (saham, reksa dana, emas, bitcoin) membantu memahami dinamika pasar.
Mengubah kebiasaan keuangan yang buruk itu berat, tetapi lebih berat jika tetap bertahan dalam kebiasaan toxic; disiplin dan edukasi adalah kunci.
Ngomongin Uang menyediakan konten gratis (YouTube, Instagram) dan produk digital terjangkau untuk membantu orang menavigasi keuangan mereka menuju tujuan hidup.
Summary:
Dalam podcast ini, Glenn, pendiri Ngomongin Uang, menekankan bahwa uang bukanlah tujuan akhir, melainkan bahan bakar untuk mencapai "penggaris kehidupan" masing-masing—ukuran pribadi tentang kebahagiaan dan pencapaian. Ia menjelaskan bahwa setiap orang memiliki tujuan hidup yang berbeda, seperti bepergian ke luar negeri atau kebahagiaan keluarga, dan keuangan berfungsi sebagai sumber daya untuk mencapainya. Glenn membagikan perjalanan pribadinya, mulai dari dididik disiplin mengelola uang jajan kecil hingga belajar investasi secara otodidak melalui buku dan eksperimen dengan berbagai instrumen seperti saham, reksa dana, emas, dan bitcoin.
Ia menyadari bahwa banyak orang dengan gaji serupa memiliki kondisi keuangan yang jauh berbeda karena kurangnya disiplin dan pengetahuan. Menurutnya, mengubah kebiasaan keuangan yang buruk memang berat, tetapi lebih berat jika terus bertahan dalam kebiasaan toxic. Melalui konten gratis di YouTube dan Instagram, serta produk digital seperti panduan dan spreadsheet keuangan, Ngomongin Uang bertujuan membantu orang menavigasi keuangan mereka dengan lebih efektif.
Glenn menekankan pentingnya fondasi keuangan yang kuat agar keputusan investasi lebih murni dan tidak reaktif terhadap faktor eksternal. Ia percaya bahwa dengan disiplin dan edukasi, setiap orang bisa mengelola "tangki bahan bakar" mereka untuk mencapai tujuan hidup yang diinginkan.
FAQs
Mulailah dengan mengubah kebiasaan, meskipun berat. Alokasikan gaji secara terstruktur untuk berbagai pos, bukan sekadar menabung sisa, agar uang tidak terkikis inflasi.
Penggaris kehidupan adalah alat ukur pribadi untuk menilai pencapaian hidup, seperti jumlah negara dikunjungi atau kebahagiaan keluarga. Uang berfungsi sebagai bahan bakar untuk mencapai ukuran tersebut.
Perbedaan utama terletak pada kedisiplinan mengelola keuangan. Satu orang mengalokasikan gaji secara terstruktur dan berinvestasi, sementara yang lain hanya menghabiskan tanpa perencanaan.
Glenn mulai dengan membaca buku-buku investasi generik di toko buku, lalu mencoba berbagai instrumen seperti saham, reksa dana, emas, deposito, dan bitcoin untuk memahami dinamikanya.
Ya, investasi bisa dikustomisasi sesuai selera risiko, perspektif, dan kondisi ekonomi masing-masing. Tidak ada strategi yang benar atau salah, asalkan sesuai dengan tujuan pribadi.
Prinsip kelangkaan adalah kesadaran bahwa uang itu terbatas. Tanpa prinsip ini, seseorang cenderung menghabiskan uang tanpa perencanaan, yang bisa menyebabkan masalah keuangan di masa depan.
Chat with AI
Loading...
Pro features
Go deeper with this episode
Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.