Diskusi ini mencakup berbagai tantangan dalam merawat anak usia 2-4 tahun, terutama terkait rutinitas sehari-hari. Mereka berbagi pengalaman tentang anak yang malas berangkat ke sekolah dan bagaimana menangani situasi tersebut. Ada perbedaan pendekatan antara ibu dan ayah dalam mengatasi masalah tidur anak, dengan ibu cenderung turun menemani anak sementara ayah lebih memilih membiarkan anak belajar mandiri. Masalah lain yang dibahas adalah anak yang nambah jam tidur dan sulit bangun pagi, serta rencana ibu untuk mendidik anak dengan pendekatan berbeda setelah usia 5 tahun. Diskusi juga mencakup perdebatan antara orang tua tentang pendekatan terbaik untuk pendidikan anak.
Pembicara 1
Q sebelum take podcast belikanlah dulu abang rokok ki.
Pembicara 2
Aku titip apel ini kopi.
Pembicara 3
Aku mau martabak.
Pembicara 4
Kali lah.
Pembicara 3
Mana?
Pembicara 2
Duitnya ih pake ledeku.
Pembicara 4
Dulu.
Pembicara 3
Mah agak lain bah.
Jadi ini ya.
Aku punya cerita sebenarnya.
Pembicara 4
Apa ceritamu aku ditinggal oh binimu lagi ke Eropa.
Pembicara 3
Baru 1 kali ngerasain tidak ada kan di rumah.
Oh mas stres juga aku.
Pembicara 4
Kembali aku juga lagi hancur kalau soalnya hancur pada.
Pembicara 3
Hari hancur kena mbak.
Pembicara 4
Aku sakit pulang kampung.
Pembicara 3
Aku 14 hari banyak kali baru tahu banyak kali tempelan tulisan di kulkas.
Pembicara 4
Ah maksudnya.
Pembicara 1
Gini begini dana bego ini begini.
Pembicara 2
Kalian enggak usah maksudnya.
Pembicara 4
Arahan supaya kau tahu.
Pembicara 2
Gitu eh enggak usah cerita sedih boris berapa tahun?
Pembicara 1
Sendiri lebur hancur lebur.
Pembicara 3
Yang tapi dia.
Pembicara 4
Enggak ada memonya.
Pembicara 3
Enggak ada memonya.
Pembicara 1
Itu kan makanya sebenarnya tergantung gimana kita ngehandle ya saja itu.
Pembicara 3
Aku baru 1 kayak tadi pagi artur sekolah kan maksudnya selama ini artur sekolah ya sekolah saja lah dia.
Huh tadi mau enggak mau pagi bangun aku kalau enggak bangun aku enggak mau dia bangun.
Enggak mandi lah nak aku bilang gitu mandi lah nanti telat ke sekolah sapaan gue bilang gitu.
Harto sama saya ngantuk katanya.
Pembicara 2
Ya tahulah yang bangun siap siap apa semua.
Pembicara 3
Kan mau enggak mau jadi aku kan.
Pembicara 4
Bangun ya memang iya lah bahwa yang.
Pembicara 1
Baik iya.
Pembicara 3
Selama ini kan emaknya.
Pembicara 4
Memang kamu pulang tadi malam kau pulang jam berapa satu.
Oh iya.
Pembicara 3
1:00 aku sampai rumah 1:15.
Pembicara 4
1:15.
Pembicara 1
Kok dari mana sih pulang malam malam cara.
Pembicara 3
Bogor, qoris.
Pembicara 1
Tapi memang.
Pembicara 2
Kayak gitu aku juga pagi ya walaupun kadang kadang emaknya kan sudah heboh duluan pantung pangkung pangklong bangun selama.
Pembicara 3
Ini tugasku hanya membangunkan.
Pembicara 2
Arthur habis itu dikasihkan di situ.
Pembicara 4
Turun ke mbak mana?
Pembicara 3
Semua oh.
Pembicara 4
Sebelumnya.
Pembicara 3
Iya malah sudah duluan maya udah duluan bangun sudah masak apa segala macam jadi tugasku tuh kalau udah 6:30 7 tutur turun nanti mama marah.
Turun jangan soknya mama.
Jangan sampai ribut turun turun arthur masih ngantuk ya turunku bilang nanti mama kalau sudah ngamuk suntuk kita sekarang.
Pembicara 2
Mau enggak mau 2 20 tahun.
Pembicara 3
Turun turun.
Ya ayo lah aku aduh matang sempat dari pagi mandi aku huh.
Pembicara 4
Mandi dia kok mandi juga karena mau ngantar.
Pembicara 3
Ya kan mau syuting juga kita ini dah lah bene tahu nih tadi kasusnya dakwaan untuk 1 kali aku ngantar artur sekolah karena selama ini belum pernah aku antar.
Kamu udah masuk kelas?
Pembicara 2
Karena.
Pembicara 3
Mau sama aku minta kawan nih aku.
Pembicara 4
Jadi disuruh masuk suruh.
Pembicara 3
Masuk kelas aku boleh sebenarnya boleh oh boleh boleh boleh 15 menit 20 menit abi tuh keluar.
Pembicara 4
Oh.
Pembicara 3
Bercelana pendek aku gini tadi.
Ayo yah katanya nangis nangis nangis.
Akhirnya dia berani enggak mau lagi sekolah, katanya.
Pembicara 2
Kayaknya itu kesempatan ya.
Pembicara 3
Kayaknya makanya.
Pembicara 1
Karena.
Pembicara 3
Ini sama mamanya enggak mana ke mana.
Pembicara 2
Mana mana aja.
Pembicara 4
Aman mamanya berarti yang apa dia takuti gitu ya dia tuh rutin.
Pembicara 3
Mamanya itu buka bukan diturutin lebih ke mamanya itu nemenin dia bentar 10 menit.
Di dalam habis itu sudah keluar.
Nah aku tadi kan mau shooting.
Jadi aku disu masuk ya enggak lah aku bilang art ya sudah gini aja ayah temenin ya, tapi di depan ayah di kaca tengok aja muka ayahku bilang enggak mau sudah turun tumbuh bosen.
Capek kali tiap hari sekolah aku bilang tadi.
Pembicara 2
Mumpung mumpung.
Pembicara 3
Ini yang minta sekolah atur bukan ayah sudah kubilang arthur libur dulu setahun enggak usah sekolah dulu.
Pembicara 4
Enggak mau enggak mau.
Pembicara 3
Artur yang mau ayah enggak ada nyuruh ini sekolah memang kayak gini tiap hari hatur bangun pagi.
Pembicara 2
Lah dia dia follow sekolah Senin cuma ya iyalah.
Pembicara 4
Karena dia sekarang 4 tahun berapa selama.
Pembicara 3
Ini kan di sekolah juga sini Jumat.
Pembicara 1
Tapi.
Pembicara 3
Kan masuk saja jumlah.
Pembicara 2
Ya sudah masuk dk ya?
Pembicara 4
Maksudnya tk ini masuk.
Pembicara 3
Tk.
Pembicara 4
Dia umur berapa sekarang 4 4 tahun berapa?
Pembicara 3
4 tahun pas pas.
Pembicara 4
Tk nah berarti itu memang kalau maksudnya mau kalian niatkan sd bisa 7 tahun kan niatnya.
Pembicara 3
Sebenarnya dia mau langsung tkb.
Pembicara 4
Ac nanti makin lebih iya kan niatnya gini.
Pembicara 3
Iya niatnya gitu makan jadi jeda sama mamanya setahun.
Supaya nanti baru TK umur 5 sampai umur 6.
Pembicara 4
Umur 7 umur 6 langsung SD.
Pembicara 3
Am SD.
Pembicara 1
Semua rencana itu batal karena tiba tiba artinya pengin sekolah.
Pembicara 3
Atur malas sekali di rumah enggak ngapa ngapain artur bosan arto sekolah dimasukkan sama mamanya.
Aman mungkin karena aku baru 1 tadi.
Ari hadir bangun pagi memang harus bangun pagi tuh.
Pembicara 2
Kalau kayak gitu.
Pembicara 1
Gitu sama salam apapun momennya kan ada belajarlah berapa semua deal di rumah.
Pembicara 2
Oh main playground.
Pembicara 1
Oke nanti main playground enggak ada nambah nambah jam.
Kalau jamnya habis kita pulang beres ya mau ke sini ya sudah gini gini gini.
Tapi nanti begini begini begini jadi semua sudah deal duluan dari.
Pembicara 3
Kemarin jadi tadi cuma kalau.
Pembicara 1
Ada nego nego dadakan ampunlah dari tadi.
Pembicara 3
Sepakatnya.
Hari ini pulang balik.
Pembicara 4
Balik orang ini.
Pembicara 3
Balik dia tadi agak sekolah.
Pembicara 1
Oh mamanya belum tahu deh.
Pembicara 3
Tahu lah.
Pembicara 2
Enggak tahu lah.
Pembicara 3
Tapi.
Pembicara 1
Ya enggak masuk sekolah arthur yang panik bapaknya tuh.
Pembicara 2
Tapi memang kayaknya kayaknya itu momen kan dia tahu momen dia tahu momen ini.
Pembicara 1
Bisa dinego orangnya.
Nangis.
Pembicara 3
Terus saya bingung dong.
Jangan nangis nak gue bilang kawan kawan belajar nanti terganggu.
Uh drama sedih.
Pembicara 4
Terus missnya apa?
Pembicara 3
Enggak bisa bilang gini, arthur arthur itu arthur big boy ya gun boy art go to school gitu dia.
Miss ya sudah masuk tuh pulang takut tadi aku cepat benek aku tadi sama bene curah bene ya aku bawa mobil artinya ikut.
Pembicara 2
Sama siapa maderi bawa pulang ke der.
Pembicara 1
Mah nah itu dia bawa pulang tanpa kamu mau mau saja santai orang.
Pembicara 2
Sudah tahu enggak sekolah?
Pembicara 4
Sekolah.
Pembicara 1
Kan tadi konsepnya.
Pembicara 4
Adalah memberi.
Pembicara 1
Papa walaupun saya nah ini pulang bisa enggak mau ngomong.
Pembicara 3
Ada dia kenai gini tadi dia kena ngomong gini nih arthur.
Sedih kenapa?
Hal tersedia ayah kerja katanya kerja lah ya tour kalau enggak kerja kek mana gue bilang dah gini aja kesepakatannya besok atur sekolah di ntar mbak ku bilang dikawenin mbak rabu nanti artur sekolah ayah kawanin masuk akhir dalam kelas ayah enggak kerja rabu gua bilang tapi masuk kelas ya?
Oke katanya oke.
Pembicara 2
Ya mending gitu aja langsung kasih sama mbak terus.
Pembicara 1
Iya ini dalam judul tukang gambar di gambar.
Pembicara 3
Oh iya aku tadi kena aku tadi kayak wai jaket mana mama dia.
Pembicara 1
Sudah tahu kalau aku nangis di tempat umum.
Pembicara 2
Maluku.
Pembicara 3
Nanti kalau dia sama mamanya sama mama yang video call tenang dia tenang tenang udah oke dengerin ya arthur kan gini gini.
Iya tenang iya sama ya mah mati telepon medup.
Bulan Sabtu.
Pembicara 4
Atau iya iya iya sudah mulai tahu dia ya caranya ya menurut gue.
Pembicara 3
Aku sudah ampun kali ya bosan kalian tuh harus bangun pagi tiap hari katanya.
Jari kamu sekolah jam berapa?
Kan sekolah mau masuk?
Pembicara 2
Tapi itu dilema tahu maksudnya kalau kalau tidak dibiasakan takutnya ke depannya itu susah juga iya.
Pembicara 3
Makanya, tapi makanya makanya.
Pembicara 2
Kadang bingung juga kayak nah ini karena awal awal SD kan pr juga tuh memang bangunnya soalnya tk dia tuh maksudnya 8:00 kan ini setengah 8. 7 15 paling udah di sekolah.
Nah paling setengah 7 sudah.
Pembicara 1
Jalan terkendala jarak dia kali ya kalau mister satu waktu kelas.
Pembicara 3
1 jam 6 4 5 4.
Pembicara 4
5 cepat banget ya.
Pembicara 1
Hujan cubu sudah mandi dia nah.
Pembicara 2
Tapi enggak sholat.
Pembicara 1
Enggak enggak?
Iya betul.
Intinya ukuran waktunya aja doang nanya bukan kegiatan.
Pembicara 2
Berarti dia tidak taat.
Pembicara 3
Tutur salat tertur sholat sendiri enggak mau sholat bareng.
Pembicara 2
Betul rakyatnya.
Pembicara 3
Itu dia nanya dia sholat sholat apa nih sholat dzuhur itu ya berapa rakatnya 4 betul 4 cuma enggak pakai salam yang 2 oh jadi kantor.
Lanjut semua enggak ada enggak awalnya enggak ada.
Pembicara 2
Enggak ada enggak ada.
Pembicara 1
Enggak ada pembatasnya yang.
Pembicara 2
Penting 4 dihitungnya.
Pembicara 3
Ada 4 kali sujud udah habis.
Pembicara 2
Udah.
Pembicara 3
Doa yang penting doa.
Pembicara 2
Dia bacaan nih nanti dululah ya.
Al fatihah oh ya sudah sudah.
Pembicara 3
Sama sudah aman aman.
Pembicara 1
Sama mama aku berarti.
Pembicara 3
Ya al fatihah.
Al fatihah.
Pembicara 1
Tahu tahu masalah tahu ini ya karena.
Pembicara 3
Masalah tahu karena penasaran aku ih anak nih kok kok rajin di sholatnya arthur nih ya bagus dong betul.
Tapi penasaran aku enggak pernah mau.
Ayo salat sama ayah enggak ya?
Atur sholat sendiri gitu, jadi ada momen dia kamar mandi nih kok saya sayang sayang gitu padahal padahal seolah olah wudhu seolah olah wudhu padahal cuma dielapnya mukanya tadi.
Pembicara 2
Bagus lah.
Pembicara 3
Sudah tahu dia kan ku intip lah pernah ku intip kan.
Oh lanjut banget ada dia tahyatnya arthur setiap 2 kali sujud itu ada tahyatnya katanya.
Oh iya tapi 4 kan katanya 4 ku bilang tadi arthur 4 4 ku bilang oh ya sudah katanya sudah ya sudah.
Pembicara 2
4 yang penting.
Ini juga benny juga pr juga nih lagi pr nih kok ya.
Pembicara 1
Belum menggambarnya sakit ya.
Pembicara 3
Tapi ini mbak yang jason apa mbak yang.
Pembicara 4
Rumah.
Pembicara 2
Yang suka sama bororis.
Pembicara 1
Karena ini ya memang.
Pembicara 3
Iya ini kita fakta kalau.
Pembicara 4
Kalau problemku sekarang sakit.
Pembicara 1
Apa dia ben?
Pembicara 4
Gejala tipes.
Pembicara 1
Berarti pulang ke Sukabumi.
Pembicara 3
Iya WhatsApp kan bo.
Wa kan.
Pembicara 1
Dikirim ini apa jus cacing apa penambahan trombosit enggak?
Pembicara 4
Jadi gini.
Pembicara 3
Gini aja mintakan ven boris kirim ke bene nanti kirim ke mbak.
Pembicara 4
Itu jadi dia itu ada rencana mau menikahi.
Pembicara 1
Gelap lah kalau benar.
Pembicara 3
Lagi.
Lagi.
Pembicara 1
Gelap gelap.
Pembicara 3
Sudah cocok sudah sama bori.
Pembicara 4
Dulu dia kan?
Pembicara 3
Enggak bilang dia mau nikah lagi.
Pembicara 1
Berarti tiba tiba ada orderan bonekanya di Sukabumi.
Pembicara 4
Jadi dulu jadi dia sakit kami bilang mbak ayo ke klinik gitu dia enggak mau.
Dia bilang sakit beda ini paha kenapa sakit beda dulu waktu awal awal pisah sama suami, mantan suami saya ngerasain ini ini kayaknya diulangi lagi deh sama suami karena tahu saya mau nikah gitu.
Pembicara 2
Oh dikirim kira.
Pembicara 4
Iya, makanya saya mau ke kampung ketemu ustad yang basa.
Doain saya katanya gitu.
Pembicara 3
Oh dikirim orang.
Pembicara 4
Menurut dia lah ya.
Cuma menurutku ya enggak apa apa mbak kalau mau pulang tapi minimal ke klinik dulu yuk gitu.
Pembicara 2
Biar tahu.
Pembicara 4
Iya enggak usah pak ini saya sudah yakin gitu.
Saya izin pulang aja dulu.
Pembicara 1
Ya istilah kata mungkin mau dirukiah aja.
Pembicara 2
Iya gitu.
Pembicara 3
Kan tapi memang band simalakama itu band kalau kau bawa ke klinik periksa tiba tiba usus.
Pembicara 1
Bunda.
Pembicara 3
Enggak tahu.
Pembicara 1
Enggak?
Pembicara 2
Lebih bagus kalau ketahuan.
Pembicara 3
Tapi.
Pembicara 1
Ketahuannya bagus, feelingnya yang enggak bagus.
Pembicara 4
Tapi akhirnya setelah ke diriquiah dia dia juga ke klinik, katanya.
Ternyata itu pintar apa gejala tipe?
Pembicara 2
Maksudku?
Pembicara 4
Memang gejala tipes enggak harus ke kampung berobatnya tapi.
Pembicara 3
Maksudku bisa jadi memang kirimannya itu gejala tik.
Pembicara 2
Bisa jadi bisa jadi.
Pembicara 1
Bisa nggak ada yang datang datang?
Pembicara 2
Bilang ngirim ingus bisa lah jadi pilek.
Pembicara 3
Bisa lah tuh mantan suaminya itu kayak ah enggak suka aku nih ke kirimlah pak gitu apa ini kita kirim gejala tipes.
Pembicara 2
Habis habisan jaman sekarang 2002.
Pembicara 1
Puluh 6 yang ngirim paku sudah ada kan sudah dibongkar sama pesulap merah mungkin.
Pembicara 2
Mungkin mungkin iya eye mau sudah bertiga.
Wah aku.
Pembicara 4
Problemnya sekarang adalah clear waktu misalnya punya anak umur 2 tahun umur 2 tahun kayak jason ini pernah enggak mereka susah tidur.
Pembicara 2
Iya lah karena.
Pembicara 4
Banyak iya sumpah aku lagi mengalami nih.
Pembicara 3
Siang atau malam malam?
Pembicara 2
Ya ku sendiri.
Pembicara 3
Malam malam aku sembuh.
Pembicara 1
Tapi tapi yang malamku.
Pembicara 4
Sendiri.
Pembicara 3
Keselamatanku selalu.
Pembicara 1
Mata pelayanan terpaku.
Pembicara 2
Sorry ben kalau itu caranya biar ini orang yang orang yang aku ini ya itu memang hak bapak ibunya harus masuk ke kamar di jam segitu matiin lampu.
Pembicara 1
Biar dia tahu pembeda mana siang mana malam malam jadwalnya istirahat.
Pembicara 4
Masalahnya problemnya adalah.
Ini kami kadang kebingungan bereaksinya.
Kadang kalau aku di luar naomi lebih gampang menturkannya.
Tapi kadang kalau aku di luar dia asik.
Pembicara 2
Mau keluar.
Pembicara 4
Enggak apa apa katanya begitu aku masuk diambilnya buku papa.
Pembicara 2
Baca oh.
Pembicara 4
Baca aku bacain abis itu enggak mau.
Pembicara 2
Tidur ini gitu baca misalnya jason udah waktu tidur mati lampu baca buku besok tidurnya kau tidur nomie tidur.
Pembicara 4
Nah kami pernah melakukan itu.
Pembicara 1
Yang terjadi biasanya 2 duanya tidur jadi.
Pembicara 2
Enggak apa apa.
Tapi.
Pembicara 1
Lama lama dia tidak malah.
Pembicara 2
Tidur ya karena enggak.
Pembicara 1
Ada yang nemenin cuma.
Pembicara 4
Masalahnya kadang dia itu mau turun dari tempat tidur.
Kalau kami pura pura tidur.
Pembicara 2
Nah.
Pembicara 4
Bahaya lah long.
Pembicara 2
Diajak nggak bahaya.
Kalaupun jatuh itu jadi ini efek jerama dia memang harus tahu ben misalnya dia pernah sudah tahu lah turun dari tempat tidur kalau jatuh kalau apa kan gelap dia pun enggak bisa ngeraba pasti.
Pembicara 3
Aku masih.
Pembicara 4
Masalahnya kami enggak tidur.
Pembicara 2
Dengan keadaan gelap.
Pembicara 4
Ah nyaremang remang.
Pembicara 2
Kalau aku.
Pembicara 3
Tidak pernah ngalamin itu tidak pernah ku kasih tidur malam.
Jadi kami cuma memulai dari 7:00 itu sudah masuk kamar dari 7:00 sudah masuk yang dari yang ketiduran terbangun lagi sampai tidur lagi itu ada momen aku ketiduran bangun dianya belum tidur ku bantu tidur lagi.
Nah dia itu kalau sudah tidak ada kawatnya.
Ngobrol.
Pembicara 1
Dan lain lain menidurkan diri.
Pembicara 2
Akhirnya gitu.
Pembicara 4
Karena kami sudah berusaha sok sok tidur akting.
Pembicara 3
Jangan berapa mulai.
Pembicara 2
Kalau mau enak kok bawa jason ke kamar rocky 7:00 sudah masuk ya sudah taruh situ sudah enggak ada bapak manya bingung dia.
Pembicara 3
Kok kan jam berapa mulai?
Pembicara 4
Sering sekali setengah 9 7 9:00.
Pembicara 3
Lumayan malam itu ben untuk.
Pembicara 1
Anggota umur.
Pembicara 2
Iya 2 tahun.
Pembicara 3
Malam aku 7:00 sekarang arthur uh tidur itu masuknya agak naik dikit tapi 8:00.
Dan artuk sudah tidak boleh tidur siang saat.
Pembicara 4
Itu oh enggak sudah enggak boleh.
Pembicara 3
Karena pernah dia kemarin tidur siang.
Pembicara 2
Malamnya ini kali.
Pembicara 3
Itu dia.
Pembicara 4
Tidak itu dia problemnya jession maksudnya.
Pembicara 3
Berdua berdua kami.
Pembicara 4
Sering tidur siang nih.
Pembicara 3
Berdua aku sama anggi masuk dari 8:00 tahap.
Tidur aku kebangun aku jam setengah 11 masih gini dia uring uringan tangannya di kepala uring.
Pembicara 1
Urine tangan berarti kegiatannya enggak banyak.
Pembicara 2
Iya sih.
Pembicara 3
Enggak mungkin dong di rumah dia ada 2 uh lawan mainnya.
Pembicara 2
Oh enggak kalau kalau bahasanya kalau kayaknya umur kita ris.
Kalau nani kan sudah ada les udah apa.
Pembicara 3
Kalau dia kan memang main.
Pembicara 1
Aja iya maksudnya main main main yang fisik.
Pembicara 3
Main fisik lagi di rumah apalagi.
Pembicara 4
Cuman maksudku gimana?
Kami mau tidur karena.
Dia itu juga tahu mengganggu orang tidur.
Jadi dia nanti.
Pembicara 1
Memang harus didiamin jadi.
Pembicara 4
Dia nanti akan berdiri karena yang bikin kita khawatir lompat lompat nyanyyi nyanyi.
Pembicara 2
Jadi kita.
Pembicara 4
Makin khawatir kan.
Pembicara 3
Jadi kayak.
Kalau harus tetap jadi pada akhirnya ya kalau aku tetap harus jadi bapak yang weh.
Ayo gitu ini.
Pembicara 2
Biar aku yang ngomong.
Pembicara 4
Itulah kadang kadang jadi bedkop lakukan kayak ku peluk dia enggak bergerak gitu kan habis itu nanti dia akan melak mengeluarkan ilmunya nangis.
Pembicara 1
Harus harus tega.
Pembicara 4
Makanya.
Cuma kadang kadang enggak tega.
Pembicara 3
Gitu dia nanti aku.
Pembicara 1
Iya tadi kalau enggak tega dieksploitasi kan ini, tapi di eksploitasi enggak?
Pembicara 3
Ini lucu kalau tadi malam baru tadi malam sebelum tidur aku bilang gini arto rumah ini sekarang ayah bosnya.
Oke aku bilang ayah bosnya semua aturan dari ayah mama lagi enggak ada kalau mama pula mama bosnya aku.
Pembicara 1
Bilang.
Pembicara 3
Gue bilang gitu.
Mulai hari ini sampai mama nanti pulang.
Ayah bosnya gue bilang gitu sama dia.
Apa pun ayah bilang dengerin.
Iya ayah katanya kayak ayo naik naik tidur tidur bangun bangun sekolah sekolah pulang yah enggak jadi bos aku ini.
Kalau tadi malam baru kau bilang iya baca tadi malam kau.
Pembicara 4
Bilang sampai 24 sampai.
Pembicara 3
20. 8 jam.
Pembicara 2
Tapi susah memang susah.
Memang itu tuh tega tega tuh istri memang ini misalnya aku tinggal sama anak anda berdua.
Misalnya ada mbak gitu.
Pak nani mau makan ini boleh?
Boleh enggak ya gitu?
Pembicara 4
Maksudnya kayak pokoknya 3.
Pembicara 2
Maksudnya kayak enggak punya saklek gitu.
Kalau psikiang enggak dari sudah ya tadi udah makan manis ya ini sudah enggak ya enggak gitu?
Oh iya kayaknya.
Pembicara 4
Aku enggak kayaknya aku ke Bali naomi apa lemah melarang ngarang gitu.
Pembicara 2
Iya iya.
Pembicara 1
Kalau kalian enak bagi bagi ya aku sendiri aku yang tegas.
Aku juga yang harus baik.
Aku yang harus ini.
Tapi puji tuhannya selalu menurut.
Entah harus senang entah harus sedih ya berarti kan maksudnya dia.
Pembicara 2
Ada takutnya berarti.
Pembicara 1
Ada jaraknya juga, tapi kan pengennya yang dekat juga gitu.
Tapi Anda harus bersyukur entah harus.
Pembicara 4
Sedih gitu misalnya gimana?
Pembicara 3
Kalau di lagi di.
Pembicara 1
Rumah kok tidur siang kita di Rusia yang fair tidur siang oke siap.
Tapi nanti habis itu kita ke sini oke dan jalan jalan jalan tidur, tidur.
Misalkan malam udah tidur matin lampu tek tek tekur dah paling ngobrol ngobrol bentar pak.
Udah ada tidur sudah sudah gampang banget sekarang aturnya shalom kalau nah.
Pembicara 2
Ini memang gitu.
Kalau sudah pulang sekolah misalnya pulang jalan pulang mobil di mobil tidur.
Dibangunin turun enggak bangun tetap lanjut tidur wah panjang tuh hari yang panjang.
Dia udah ngelapor tuh tidur dia bah katanya gitu panjang mas karena kalau dibangunin neh neh bangun bangunnya dia bangun neh mau ngasih ngantu udah kayaknya udah capek kali tuh pasti ada harinya udah capek.
Pembicara 1
Anak anak kita enaknya gini kayak salam nanti nih di depan mata udah ada les udah ada berdu sudah ada apa jadi memang di pusat itu habiskan energimu, jadi malam nanti bar sudah tidur langsung.
Pembicara 3
Kalau kayak arton memang mainnya ya main aja kan main lari sana.
Pembicara 1
Ya desleting enggak atur jacon ya walaupun maksudnya tahu iya.
Pembicara 2
Berbeda lah treatment nya beda.
Pembicara 3
Solusi 2 tahunan lah.
Pembicara 2
Semuanya.
Pembicara 3
Ya iya nanti beberapa.
Pembicara 4
Masalah menurut anda?
Pembicara 1
7 7.
Pembicara 3
8.
Pembicara 1
Baru 7 kemarin.
Pembicara 3
Iya arthur 5 4 mau 5 kan mau 5 uh jason 2 mau ke 3 kan baru.
Pembicara 4
Mau ke 2 oh.
Pembicara 3
Baru mau ke 2.
Pembicara 2
Masih panjang lagi masih.
Pembicara 3
Panjang.
Pembicara 2
Jadi kalau sudah habis energinya.
Pembicara 1
Tapi itu band wajar dia tuh kejeson belum tahu mana jam istirahat, mana jam beraktivitas memang dari dulu rumusnya paling mudah adalah matikan lampu oh ini malam ini jadwalnya tidur gitu.
Pembicara 2
Tidurnya enggak dia kok digangguin apa diam saja misal dia mencoba turun turun.
Nih maaf maaf ya kalau misalnya kepentok atau apa jadi dia tahu efeknya.
Oh kalau turun begini begini ini efeknya gitu.
Pembicara 1
Kalian biasa posisi tidur berarti kan Jessica di tengah toh.
Pembicara 3
Iya.
Pembicara 1
Semua dikelilingi bantal.
Pembicara 4
Betul.
Pembicara 1
Ya udah udah balik benar.
Pembicara 4
Deh selalu membentuk huruf a.
Pembicara 1
Jadinya padahal.
Pembicara 2
Akhirnya.
Pembicara 4
Iya, makanya kami semua di pinggir kami selalu di pinggir.
Pembicara 3
Melintang dia jadi.
Pembicara 4
Nanti kubalikan sekitar jam uh 12 malam misalnya sudah tidur 1:00 balik lagi h kalau.
Pembicara 1
Mau tega memang cara bule kalau mau tega.
Pembicara 4
Pilihan.
Pembicara 1
Box tidur sendiri om.
Pembicara 4
Kami dulu beli box enggak pernah kepakai sampai di bongkar.
Pembicara 1
Harus tega kan naruh di situ.
Kedi ada ngapa ngapain yang kalau sudah malam tuh udah nanti tidur sendiri arthur sebenarnya.
Pembicara 3
Kalau secara tidur.
Pembicara 1
Kalau sama cara.
Pembicara 3
Bule dia tuh tidur sendiri saja bahkan sudah aman.
Pembicara 2
Sudah.
Pembicara 3
Bisa.
Pembicara 4
Langsung kasihan nomi itu tuh kan kalau dipulang kantor udah capek syari.
Pembicara 3
Mau tidur anda yang sudah.
Pembicara 4
Dia mau tidur istirahat gitu sampai tolong lo mama capek.
Pembicara 2
Iya iya iya iya.
Pembicara 3
Tapi tapi.
Pembicara 2
Memang kayak gitu bahwa masa masanya itu.
Pembicara 4
Makanya.
Pembicara 3
Dan aku baru memulai itu ketika ini.
Take hari.
Pembicara 2
1 masih.
Pembicara 3
Ada 13 hari lagi aku bersama hari yang mantap bersama.
Pembicara 1
Aku begitu dulu ngakalinnya gitu kayak deal sebelum berangkat udah deal semua.
Pembicara 2
Tapi ini untuk oki.
Mumpung masih tk enggak apa apa enggak sekolah kok.
Pembicara 3
Betul dah.
Pembicara 4
Kok belain.
Pembicara 3
Enggak tapi betul.
Tapi.
Pembicara 4
Masalah sekolah 2 Minggu.
Pembicara 1
Ini maksudnya ka itu ya diajarinnya ya sebenarnya buat nyari teman main saja bersosialisasi.
Pembicara 3
Rencana mamanya sebenarnya sudah matang.
Jadi tahun ini dia tidak sekolah di rumah didatangkan saja guru.
Pembicara 1
Yang untuk Minggu 3.
Pembicara 3
Kali yang untuk baca sensori apa aja itu segala macam nulislah supaya nanti masuk tk dia sudah tidak tidak terlalu ketinggalan lah gitu sudah itu perhitungan matang anggita berubah.
Pembicara 2
Karena nanya enggak mau.
Pembicara 3
Anda enggak mau karena.
Dapat VN dari bestinya arthur uh ali enggak ada temen nih di sekolah alih gini gini gini gini gini.
Pembicara 2
Bapaknya tuh.
Pembicara 3
Kayaknya supaya ada temannya artinya langsung artinya mau kok mah sekolah, katanya kemarin sekolah dia karena sudah berjanji ini bocah bocah ini berempat pulang ini kita ke playground ya sekolah habis itu pulang main berempat main playground.
Pembicara 4
Ini hari ini enggak bikin perjanjian tidak ada.
Pembicara 3
Sakit kawatnya si allah.
Tadi di ruangan enggak ada alakin.
Pembicara 4
Banyak pulang langsung.
Pembicara 3
Ada ruangan kan nangis nangis kan ada ale di dalam sekolah.
Pembicara 2
Ya tapi konter aja kontra aja nanti apapun hasilnya ya enggak paham.
Pembicara 3
Ya makanya kemarin tadinya udah aku bilang oke gini besok arthur sekolah sama mbak nanti rabu ayah enggak kerja arthur sama ya ayah temenin gue.
Pembicara 4
Bilang oke dia.
Pembicara 3
Oke katanya nanti ya.
Pasti ngasihkannya kita tahu nanti ya mau enggak?
Pembicara 2
Mau itu kayaknya sepanjang hari di dalam kelas kayaknya.
Pembicara 3
Karena tadi ku tengok banyak memang orang tua yang di dalam.
Pembicara 1
Tapi wajar kalau misalnya tka a ya kali ya ini juga TKB sudah pada la sudah pada terlatih ada.
Pembicara 2
Teman juga karena.
Pembicara 3
Gini atur itu tidak mengikuti orientasi sekolah.
Arthur tidak sekolah sebulan.
Pembicara 1
Setelah sebulan jadi dia sering.
Pembicara 4
Sering enggak glenn kayak gini berdebat sama istri kayak get dari kami.
Pembicara 1
Nih aku jarang.
Pembicara 4
Dari kawin nih genetik gitu maksudnya.
Pembicara 2
Aku jarang satu jarang.
Pembicara 4
Saling saling duduk genetik dari kawin nih.
Pembicara 2
Gitu misalnya si nani karena itu lumayan keras.
Hatinya agak susah minta maaf ikut yang main lagi ya.
Sama kali kan gulangnya.
Pembicara 1
Tapi kalau baca baca di Instagram, kalau itu anak cewek itu versi bapaknya.
Pembicara 2
Ya sifatnya iya.
Pembicara 1
Makanya si ibu ketika menghadapi cowoknya kayak menghadapi lakinya.
Pembicara 3
Kan tapi sebenarnya bukan cewek kemarin gue baca sifat yang diturunkan bapak itu adalah kepribadian.
Uh tinggi badan.
Pembicara 4
Uh fisik.
Pembicara 3
Ya apa sebenarnya mama itu kenanya tuh di kepintaran otak otak otak.
Pembicara 4
Ini untuk mama sering kami berharap semoga kau ya.
Semoga kau ya kata nama.
Pembicara 3
Kepintaran tuh mama.
Uh mata itu mama oh gitu ya itu ada tuh aku pas kutengok atur ya saya sih saya ini jadi lebih.
Pembicara 4
Banyak kau ini enggak?
Pembicara 2
Tahu juga ya ya maksudnya seiring berjalan waktu nanti tumbuh tuh kayak iya beda beda kan?
Pembicara 3
Cuman kebanyakannya seperti itulah risetnya seperti itu.
Aku sih tidak mempermasalahkan dia.
Kakek datang kan kakeknya datang nih.
Mertuaku datang oh.
Pembicara 1
Bukan atau bukan?
Oke?
Pembicara 3
Gantian kan atau sudah ini kakeknya datang datang kakeknya pakai baju apa gitu.
Pembicara 1
Terus dengar enggak ini?
Pembicara 3
Enggak apa apa artinya kakeknya pakai baju apa gitu kan turun.
Duduk di meja makan arthur gini asyik baju baru.
Pembicara 4
Astaga astaga aduh.
Pembicara 3
Aku masuk.
Pembicara 2
Kalau bapak muda lagi.
Pembicara 3
Kalau aku aja main aku sudah beci kan bang ray ini mbak mertuaku aku kayak asik baju baru.
Pembicara 4
Ah malu kau ya kan?
Pembicara 3
Malah di dalam.
Pembicara 4
Kepala istri eh di ke dalam kepala mertuk takut kau enggak diajarin shio.
Pembicara 1
Bukan?
Menurutnya masih berpikir.
Tahu kayak gini karena bapaknya juga bikin gini.
Pembicara 3
Masih as.
Pembicara 4
Ya jari.
Pembicara 2
Papanya pasti dia.
Pembicara 3
Gitu asik baju baru dia ah gitu maksudku enggak sebaya ya jangan dileceh kakekmu itu kupikir tapi kalau.
Pembicara 1
Shalom tuh kayaknya emang introvert jadi jangan salah.
Pembicara 3
Introvert.
Pembicara 1
Jarang ada hal hal kayak ice breaking yang tidak diduga duga.
Pembicara 3
Kalau artur itu sebenarnya.
Pembicara 4
Pak laulah extrovert.
Pembicara 3
Tapi enggak enggak ke orang band di dia harus sama orang yang betul betul karena.
Bengoknya sama.
Pembicara 4
Jason.
Pembicara 3
Juga dia sama.
Pembicara 1
Yang dulu dia bilang ada gelap.
Pembicara 3
Bukan gelap lagi.
Pembicara 1
Ada orang gelap.
Pembicara 3
Beda.
Pembicara 4
Beda.
Pembicara 3
Oke sama bau iya driver itu driver driver driver.
Pembicara 2
Taksian.
Pembicara 3
Mbok apa nih ya?
Pembicara 1
Katanya.
Bahwa apa tetangga bukan ada yang.
Pembicara 3
Lagi oh iya tetanggakan tetanggaku yang iya Afrika iya iya tunjuknya.
Pembicara 1
Beda.
Pembicara 3
Aku lupa oh beda katanya om beda.
Pembicara 4
Karena beda.
Pembicara 3
Om tempat om beda kata.
Pembicara 1
Beda juga kayak gele ya mereka kan enaknya cowok cowok.
Iya aku itu juga yang enggak bisa, yang enggak bisa di sama.
Pembicara 4
Ini sih aku merasa ya kan laki laki kan.
Jadi akan ada momen.
Namanya laki laki ke laki laki tidak bisa seluas itu.
Makanya aku sekarang kayak benar benar merhati, suka melu, suka nyium karena pikirku umur 5 6 nanti enggak mau ini dicium gitu.
Pembicara 1
Sama mamanya mau?
Iya persipa.
Pembicara 4
Gitu sebagai bapak.
Pembicara 1
Mau yang janggal pasti.
Pembicara 4
Iya sebagai bapak sekarang lah ini saatnya.
Pembicara 2
Aneh saja sudah enggak terlalu yang suka kali dipeluk peluk di cium cium.
Pembicara 1
Dia sudah.
Pembicara 2
Kalau sama aku dia sudah kayak begitu ya.
Pembicara 1
Aku masih kalau.
Pembicara 2
Oke seharusnya ngitung sampai 10 ki 1012 digambar 5 lah sudah cabut kalau maulama mimpi saja beda sudah lah.
Pembicara 3
Video call tuh sama mama kayaknya tahu kan padahal enggak nih yang kalau di kalau.
Pembicara 1
Dapat berita sepotong hah artinya enggak sekolah dia bu tapi diantarin nama bapak kok katanya.
Pembicara 3
Nah karena ada momen oh karena.
Pembicara 4
Bapak ini pasti dilarangnya anak sekolah.
Pembicara 3
Karena momennya kan gini tuh.
Aku ngantar arthur pagi.
Pembicara 4
Hii.
Pembicara 3
Amsterdam tengah malam tadi.
Yo enak hatinya video call dia kok video call ini aku pikir segitu ya jam setengah 7 sudah ngechat dia iyalah.
Pembicara 2
Dia lah dia dia pasti di sana enggak terlalu bisa enggak sih nih?
Pembicara 3
Setengah 7 kan arto udah turun kusuruh sarapan aku mau mandi.
Pembicara 1
Dewan.
Iya.
Pembicara 3
Setengah 7 tadi aku di WhatsApp anaknya enggak mau makan itu.
Enggak ah orang sudah turun kok kesuruh makan aku naik cctv anakmu enggak mau makan keluar aku dari kamar mandi tour makan.
Iya iya dimakan katanya aku pikir kan enggak terpikir mamak jalannya posisinya.
Tengok mama sih TV ya.
Jangan.
Pembicara 2
Nah ini kan sudah pagi kali berangkatnya sarapan mobil.
Pembicara 4
Oh di mobil.
Pembicara 1
Jauh juga.
Pembicara 2
Panjang jaraknya kan lumayan.
Cara ber mobil apapun tumpeng apa semua menumpil terpotong pita kalau misalnya mau bikin sekolah kita mah.
Pembicara 3
Setiap lari.
Podcast Summary
Key Points:
Diskusi tentang rutinitas dan tantangan dalam merawat anak berusia 2-4 tahun.
Masalah anak yang malas berangkat ke sekolah dan solusinya.
Perbedaan pendekatan ibu dan ayah dalam mengatasi anak yang sulit tidur.
Masalah anak yang nambah jam tidur dan sulit bangun pagi.
Perkara anak yang memilih sekolah dan konsekuensinya.
Rencana ibu dalam mendidik anak dengan pendekatan berbeda setelah anak berusia 5 tahun.
Perdebatan antara orang tua tentang pendidikan anak.
Summary:
Diskusi ini mencakup berbagai tantangan dalam merawat anak usia 2-4 tahun, terutama terkait rutinitas sehari-hari. Mereka berbagi pengalaman tentang anak yang malas berangkat ke sekolah dan bagaimana menangani situasi tersebut. Ada perbedaan pendekatan antara ibu dan ayah dalam mengatasi masalah tidur anak, dengan ibu cenderung turun menemani anak sementara ayah lebih memilih membiarkan anak belajar mandiri.
Masalah lain yang dibahas adalah anak yang nambah jam tidur dan sulit bangun pagi, serta rencana ibu untuk mendidik anak dengan pendekatan berbeda setelah usia 5 tahun. Diskusi juga mencakup perdebatan antara orang tua tentang pendekatan terbaik untuk pendidikan anak.
FAQs
Salah satu cara adalah membuat kesepakatan dengan anak, misalnya ayah akan menemaninya di kelas pada hari tertentu. Penting untuk konsisten dan menepati janji agar anak merasa aman.
Beberapa strategi termasuk mematikan lampu untuk menandakan waktu tidur, membacakan buku, atau membiarkan anak belajar dari konsekuensi, seperti jatuh saat mencoba turun dari tempat tidur. Konsistensi sangat penting meskipun orang tua harus tega.
Orang tua bisa membangunkan anak dengan lembut namun tegas, mengingatkan konsekuensi jika terlambat, dan memastikan rutinitas malam yang baik agar anak cukup tidur. Konsistensi dalam jadwal sangat membantu.
Tetap sarankan untuk memeriksakan diri ke klinik atau dokter untuk memastikan kondisi medis, sambil menghormati keyakinannya. Dalam kasus tersebut, setelah diruqyah ternyata hanya gejala tipes, jadi penting untuk tidak mengabaikan pemeriksaan medis.
Batasi tidur siang agar anak cepat tidur malam. Misalnya, jika anak tidur siang, malamnya bisa sulit tidur, jadi atur jadwal tidur siang yang pendek dan pastikan aktivitas fisik cukup di siang hari.
Para ayah merasa pengasuhan anak laki-laki membutuhkan pendekatan yang berbeda, seperti lebih tegas dan disiplin, sambil tetap menunjukkan kasih sayang fisik sebelum anak tumbuh besar. Mereka juga menekankan pentingnya menjadi tegas meski harus berperan ganda.
Chat with AI
Loading...
Pro features
Go deeper with this episode
Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.