Go back

24/06/2026_Kode Etik dan Implikasinya dalam Praktek Keperawatan

0m 0s

24/06/2026_Kode Etik dan Implikasinya dalam Praktek Keperawatan

Diskusi ini berfokus pada pentingnya etik dan legal dalam praktik tenaga kesehatan, terutama perawat. Pembicara menjelaskan bahwa setiap tindakan memiliki dua dimensi: etik (baik/buruk) dan legal (benar/salah). Etik berkaitan dengan moral, norma, dan perilaku, sedangkan legal berkaitan dengan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Keduanya penting karena memengaruhi mutu pelayanan kesehatan dan akreditasi institusi. Kode etik, yang merupakan pedoman perilaku, dibuat oleh organisasi profesi seperti PPNI untuk perawat, bukan oleh pemerintah. Tanggung jawab profesi mencakup tiga aspek: etik (perilaku), disiplin (ketaatan pada standar profesi), dan hukum (kepatuhan pada undang-undang). Pelanggaran etik ditangani oleh organisasi profesi, pelanggaran disiplin oleh Majelis Disiplin Profesi (MDP) di bawah pemerintah sesuai Undang-Undang No. 17 Tahun 2023, dan pelanggaran hukum oleh penegak hukum. Pembicara menekankan bahwa pelanggaran hukum selalu mengandung pelanggaran etik, tetapi tidak sebaliknya. Diskusi ini bertujuan memperkuat pemahaman etik dan legal sejak awal pendidikan profesi, agar tenaga kesehatan mampu menjalankan praktik dengan akuntabilitas dan tanggung jawab penuh.

Transcription

10349 Words, 65619 Characters

Indonesian
Pembicara 1 Kita berbicara kode etik. Pembicara 2 Nah. Pembicara 3 Ini nanti ini kan semua nih saya diada di profesi. Oh iya satu lagi ini yang diamanahkan ke saya. Pembicara 1 Saya sekarang sebagai aksesorislah kritikers itu yang mahakreditasi institusi itu ya. Pembicara 2 Hidup juga uang. Tugas juga baik kalau kita melihat. Pembicara 3 Tentang kode etik dan implikasinya ada yang berbi ada terkait dengan masalah etik etika sudah diberikan ya. Etik sudah diberikan etik itu terkait dengan apa? Pembicara 2 Apa moral oke apalagi. Pembicara 3 Norma oke apalagi etik itu moral fik itu norma apa lagi etik kita ngobrol ngobrol saya nanti enak saja mau berapa jam. Pembicara 2 Tadi sama pak saya mengatakan aku berapa lama kan gitu ya. Yang jelas nanti saya pak harus jemput pak dokter tung di. Pembicara 1 Stasiun kan gitu ya kalau bisa 3 jam saja gitu. Waduh kok saya pikir malah 5 jam menurut saya kalau mau saya juga enggak mampu begitu ya. Pembicara 3 Oke etik berkaitan dengan apa mas nilai moral tadi bersama tadi nurma apa lagi? Nah kenapa aspek etik itu menjadi bagian penting? Ada aspek etik, ada aspek legal. Ada 2 hal itu penting untuk kita perhatikan bersama sama kenapa? Pembicara 2 Kenapa harus ada etik dan ada liga? Pembicara 3 Ini saya lakukan saja mau menggiring ke kode etik. Saya enggak mau karena kode etik itu kayak konseptual gitu, padahal ini aplikatif, maka saya mencoba untuk menerobos dulu. Ya kenapa kok etik itu penting, lalu nanti apa kaitannya dengan konteks? Pembicara 1 Kode etik itu sendiri. Gitu. Pembicara 2 Oke. Pembicara 3 Slide saya banyak nanti bisa kalau nggak salah ada 70 slide. Pembicara 1 Makhluk rampok nih. Pembicara 3 Ya itu sudah saya ringkas. Iya menjadi 70 slide ya apa ya? Nanti dilihat sendiri saja, tapi saya tidak akan me apa menjelaskan satu persatu mungkin bisa merangkum apa yang kita diskusikan ini. Setuju ya? Pembicara 2 Loh. Pembicara 3 Kalau saya bilang setuju anda bilang sepakat ya. Kalau saya bilang sepakat, anda bilang setuju ya sepakat. Setuju. Ya saya bilang begini, karena ini kan 1:00 sudah pada makan siang. Nah biasanya habis makan terus apa? Pembicara 2 Itu. Pembicara 3 Sehingga saya ngomong sendiri tiba tiba pada. Pembicara 1 Tidur sendiri gitu ya nggak apa apa ya kalau. Pembicara 3 Saya kalau saya ngajak kalau saya ngomong mau apa namanya mau tiduran mau ini silahkan. Pembicara 2 Saja yang penting jangan ganggu temannya. Saya yang enggak suka adalah kalau saya ngajar ada yang ngobrol itu mengganggu. Selain mengganggu lingkungannya juga mengganggu saya konsentrasi. Tapi kalau anda. Pembicara 1 Saja tiba tiba ngantuk malah nggak apa apa. Pembicara 3 Silakan aja itu. Pembicara 1 Nikmati kira mumpung bisa tidur gitu ya. Ya apalagi suaranya saya suara merdu. Pembicara 3 Bahkan boleh silahkan sambil makan minum boleh silahkan ya gak boleh ngobrol ngobrol gitu ya itu ya sepakat setuju. Pembicara 2 Apoh. Pembicara 3 Kita berbicara etik itu penting ya kalau kita berbicara etik. Pembicara 2 Berbicara juga terkait dengan konteks legal. Kenapa itu karena kita melakukan satu tindakan. Ya. Pembicara 3 Ketika seseorang melakukan suatu tindakan. Pembicara 1 Maka implikasinya adalah etik dan. Legal. Pembicara 2 Bisa bangga. Pembicara 1 Maksud saya. Pembicara 3 Ketika. Pembicara 2 Seseorang melakukan suatu tindakan ya, maka implikasinya adalah dia berkaitan dengan etik dan berkaitan dengan lingkar. Pembicara 3 Kenapa? Karena ada 2 pertanyaan ketika seseorang melakukan suatu tindakan, pertanyaan yang 1 adalah apakah tindakan yang dilakukan itu baik atau buruh? Setuju? Pembicara 2 Bahkan. Pembicara 3 Ya satu yang 2 ketika seseorang melakukan suatu tindakan. Pertanyaannya, apakah tindakan yang dilakukan itu benar atau salah? Pembicara 2 Misalnya salah satu yang kita tunjukkan siapa yang mau ditunjuk yang di depan saya mbak siapa mbak uh kuli ulik. Pembicara 3 Ya oke mbak kuli melakukan satu tindakan. Pertanyaannya adalah yang 1 tadi apakah? Pembicara 2 Tindakan yang dilakukan oleh itu baik atau buruk? Pembicara 3 Setuju yang 2 ulih melakukan suatu tindakan. Pertanyaannya, apakah tindakan yang dilakukan itu benar atau salah? Setuju? Pembicara 2 Oke yang 1 dulu. Pembicara 3 Ully melakukan satu tindakan. Tindakannya ini banyak pak buruk. Baik buruk. Pembicara 2 Itu berkaitan dengan nilai baik buruk berkaitan dengan norma baik buruk berkaitan dengan perilaku, maka. Pembicara 3 Ini. Pembicara 2 Berimplikasi pada aspek. Etik. Semoga. Tau ya. Pak uli. Ya oke. Pembicara 3 Pertanyaan 2 tadi apa? Kuli melakukan suatu tindakan. Apakah tindakan yang dilakukan itu benar? Apa salah? Kalau benar atau sana itu berkaitan dengan apa? Benar atau salah itu kan kaitannya sama peraturan benar atau salah itu kaitannya sama undang undang kan gitu ya? Maka ini berimplikasi pada aspek. Pembicara 2 Legal. Sepakat. Maka ada aspek etik ada aspek legal. Nah sekarang kita bicarakan dulu terkait dengan etik. Kebetulan saya tidak menyampaikan pada lega karena kini sekarang itu kan umum ya tadi ya sama ketika seorang perawat melakukan suatu tindakan oke. Pembicara 3 Ketika seseorang seorang perawat makan suatu tindakan, pertanyaannya, apakah tindakan yang dilakukan perawat itu? Pembicara 2 Baik atau buruk yang. Pembicara 3 2 pindahkan dia itu benar atau salah? Baik buruk berkaitan dengan perilaku. Maka ini berkaitan dengan air tinggi air gitu. Nah, karena pentingnya ini, maka ini menjadi dasar kita bersama di dalam melaksanakan itu. Lalu apa kaitannya dengan kode etik nanti dulu? Pembicara 2 Gitu ya saya ingin saya ingin ingin tegaskan dulu lagi berkaitan dengan ini ya yang tadi sudah saya sampaikan karena kita memberikan satu tindakan tadi implikasinya ini. Pembicara 1 Benar atau syarat tadi dan baik atau huruf tadi. Pembicara 3 Nah kita menyoroti berkaitan dengan konteks etik di mana nanti letak kode etik itu ada. Pembicara 1 Itu ya oke. Pembicara 3 Nah, karena ini menjadi penting, maka kalau kita berbicara luas lagi, karena tadi saya katakan tindakan itu dilakukan oleh siapa? Tindakan itu dilakukan oleh. Sivitas yang bekerja di misalnya, katakanlah pelayanan kesehatan. Kalau itu rumah sakit ya mungkin tenaga medis atau tenaga kesehatan. Kalau misalnya kayak gitu kita perawat kan termasuk salah satunya sebagai tenaga kesehatan kan gitu ya? Maka dalam konteks ini karena penting. Pembicara 1 Ya maka kalau saya lihat di dalam konteks kebijakan akreditasi rumah. Pembicara 3 Sakit maka dalam konteks akreditasi rumah sakit itu di sini dikatakan bahwa akreditasi itu menilai kepatuhan terhadap peraturan perundangan tadi. Pembicara 1 Serta standar etika. Pembicara 2 Profesi. Di sini ya jadi legalnya ada etiknya ada oke ya nah. Pembicara 3 Ini kalau saya berbicara masalah dalam kont ke tata kelola standar nasional akreditasi karena gini. Tindakan baik buruknya dan bermasalahnya seseorang dalam melakukan tindakan. Pembicara 2 Dalam. Pembicara 3 Suatu institusi pelayanan kesehatan itu akan mempengaruhi mutu. Pembicara 2 Dari pelayanan kesehatan yang ada setuju enggak? Pembicara 3 Susu enggak? Bakat ya. Hei sepakat ya. Sekali lagi. Tindakan ketika tindakan yang dilakukan oleh sivitas yang ada dalam satu institusi. Pembicara 2 Ya terutama di dalam pelayanan kesehatan itu akan mempengaruhi bagaimana kualitas dari pelayanan kesehatannya. Contoh, tadi perilakunya perawat. Pembicara 3 Ini juga nanti menunjukkan mutunya keperawatan itu. Seperti apa kan gitu? Ya dia melakukan sesuai dengan peraturan perundangan ini juga akan berkaitan dengan konteks. Pelayan mutu pelayanan itu sendiri. Nah berbicara mutu ini berbicara akreditasi kan begitu ya. Ya. Pembicara 2 Karena indikator di dalam apa akreditasi itu adalah melihat bagaimana mutu pelayanan itu. Nah, nanti indikatornya ada di dalam. Pembicara 3 Akreditasi nah ini di situ, maka di sini berkaitan dengan beberapa ada regulasi dan sebagainya. Ini berkaitan dengan konteks apa namanya peraturan tadi undang undang tadi yang 2 juga terkait dengan masalah. Pembicara 2 Etiknya ini kan tadi ini etik kalau yang sebelumnya itu berkaitan dengan konteks legal. Peraturan karena di pelayanan kesehatan mesti ada peraturan perundangan yang terkait gitu ya. Nah, selain berkaitan dengan peraturan perundangan, tentu ini berkaitan dengan good anticoactice. Praktek yang baik itu seperti apa tadi kan? Pembicara 3 Berkaitan baik buruk itu kan berkaitan dengan eting gitu ya? Nah mengingat pentingnya hal ini, maka ini menjadi tanggung jawab. Pembicara 2 Dari tenaga kesehatan itu yang dikatakan sebagai tanggung jawab profesi. Berbahasa kerennya apa ya? Tanggung jawab profesi tuh. Akuntabilitas profesi sudah disampaikan tentang akuntabilitas profesi. Pembicara 3 Oke kalau belum saya akan tunjukkan ini etik tadi ada di sini. Nah ini tadi. Pembicara 2 Seorang tenaga kesehatan ketika melakukan pekerjaannya, dia harus menunjukkan. Kebaikan atau etika atau moralitasnya dan di sini berkaitan dengan legalitas. Legalitas ini kalau dikupas lagi ini berkaitan dengan legalitas dia sebagai tenaga kesehatan dan legalitas dia di dalam memberikan asuhan. Kalau dia tidak legal sebagai tenaga kesehatan, maka dikatakan tadi mbak siapa uli ya mbak tuli dia kerja tapi ternyata tidak. Pembicara 3 Memenuhi unsur sebagai tenaga kesehatan tidak kompeten, tidak punya izin. Pembicara 2 Bahkan mbak boleh dikatakan i legal gitu. Nanti kalau berbicara peraturan perundang undangan. Pembicara 3 Nah kalau mbak ulina melakukan satu tindakan pemberian asuhan kalau. Pembicara 2 Tidak sesuai dengan peraturan perundangan di sini gitu ya, misalnya tidak berkaitan dengan standarnya. Dia melakukan tindakan semaunya sendiri, melakukan perasaan melaunya sendiri. Maka ini konteksnya. Dia melanggar yang dikatakan mal praktek ya. Jadi kalau berbicara legalitas nanti ada mal praktek ada ilegal kan gitu. Saya tidak membahas di situ ya, saya tidak membahas di situ. Tapi supaya paham terkait dengan tindakan yang kita lakukan ini penting karena saya selalu sampaikan. Kebetulan saya uh. Pembicara 1 Di. Pembicara 3 Sini diunnisa di um y itu selalu diminta di semester semester awal yang memberikan seperti ini karena ini berkaitan dengan penguatan profesi. Pembicara 2 Ini. Pembicara 3 Penting. Pembicara 1 Banget dari awal Anda sudah harus. Pembicara 3 Tahu saya itu mau melakukan satu tindakan nanti di di apa namanya di belahanan kesehatan. Pembicara 2 Nah. Pembicara 3 Tindakan saya harus memiliki legalitas tindakan. Saya harus beretika seperti itu. Nah sehingga karena pentingnya seperti ini, kalau kemudian kita coba untuk bisa. Pembicara 1 Memahami etik dan kode etik tadi kita akan berbicara bagaimana kita berbicara masalah etika ini tadi. Pembicara 3 Dikatakan etika sebagai apa nih? Etika berkaitan dengan apa tadi? Gini loh perilaku iya kan berkaitan dengan menetapkan putusan baik tidaknya satu tindakan. Pembicara 1 Kan gitu ya ini baik apa burung kan gitu ya? Nah tentu ini berkaitan dengan tadi yang sampaikan norma apa tadi mbak norma yang namanya kan suka normal normal. Mural kan seperti itu ya, moralitas atau norma dan sebagainya. Jadi sudah sepakat ya ini sudah disampaikan, jadi saya hanya. Pembicara 3 Mengulas dulu untuk masuk. Pembicara 1 Ke konteks kode etiknya? Nah ini yang harus disadari ini kan gitu. Pembicara 3 Saya yakin ini semuanya sudah ngerti sih. Pembicara 1 Bahwa kita itu seperti ini tanggung jawab kita. Nah di sini kebetulan ini. Nah, konteks di sini ya ini menurut berkaitan dengan konteks etik itu, maka ini menjadi serba berprofesi itu sendiri. Oke ya. Tadi mengapa perlu etika? Karena kita selalu dihadapkan pada masalah masalah yang berhubungan dengan etik karena. Pembicara 3 Kita melakukan tindakan tadi. Kita melakukan tindakan tadi. Kita melakukan suatu perilaku perilaku kita terhadap siapa ya yang ada di situ nanti. Pembicara 2 Ya oke gitu ya. Pembicara 3 Perilaku kita misalnya, anda nanti bekerja di satu pelayanan kesehatan. Katakanlah dengan siapa kita berperilaku. Dengan siapa kita berperilaku? Pembicara 1 Ayo. Pembicara 3 Ketika anda nanti bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan, katakanlah di rumah sakit anda diterima di sakit toh? Dengan siapa anda berperilaku? Dengan pasien hanya dengan pasien. Dengan siapa? Sesi dada dokter. Aku tager kayak dokter aku tekor. Pembicara 1 Dan sebagainya itu dengan tenaga kesehatan lain dengan tenaga medis dan tenaga kesehatan lain. Oke, dengan siapa lagi tadi? Pembicara 3 Keluarga pasien keluarga kita kategorikan ini. Pembicara 1 Klien kita ya toh ya. Pembicara 3 Dengan klien kita dengan tenaga kesehatan dengan siapa lagi? Profesi. Siapa anda? Siapa lawan saya males. Pembicara 1 Itu ada dokter dan sebagainya berkaitan dengan kontak. Pembicara 2 Profesi. Ya. Pembicara 3 Dengan siapa lagi? Kontennya dengan masyarakat secara umum. Pembicara 2 Nah. Pembicara 3 Dengan siapa lagi? Dengan konteks praktik secara hukum, maka ini nanti kita akan lihat bagaimana perilaku kita itu. Nah ini nanti sudah mengarah pada. Pembicara 2 Konteks yang kita bicarakan oke ya ini karena dalam kegiatan sehari hari kita. Pembicara 1 Karena tadi melakukan tindakan tadi, maka ini implikasinya adalah terkait dengan etik. Nah ini yang saya ingin sampaikan. Pembicara 3 Ya ketika kita melakukan suatu tindakan, kita kan harus memiliki tanggung jawabnya. Tanjung apa sih? Pembicara 2 Dan jaga apa? Pembicara 3 Tanggung jawab apa? Pembicara 2 Akhirnya padahal tanggung jawab. Aku aja datang siapa? Pembicara 1 Yuk. Pembicara 3 Saya tindih supaya enggak ngantuk ya kalau saya nyangkul loc saja. Pembicara 1 Uh borik enggak. Saya sendiri apalagi jam jam kayak gini dah. Pembicara 3 Ngantuk oke apa tanggung jawab kita diskusi aja kok. Pembicara 2 Apa? Pembicara 3 Apa pak salah nggak apa apa bang? Kita diskusi kok. Pembicara 2 Kalau anda nggak sudah benar ya enggak usah. Pembicara 1 Kuliah mungkin kuliah. Pembicara 2 Kan masih yang. Pembicara 3 Penting salah nggak apa apa. Ayo apa tadi salah. Kewajiban kewajiban itu kewajiban sesuai dengan perannya itu tugas. Pembicara 2 Melakukan kewajiban sesuai dengan perannya itu tugas. Pembicara 1 Lah lebih ke konsekuensi betul setuju. Tanggung jawab itu pada prinsipnya adalah konsekuensi dari suatu tindakan. Pembicara 3 Tadi kan kita harus sudah ngomong di awal kita itu melakukan suatu tindakan. Betul setuju? Awal, tapi kita mengatakan kita itu melakukan satu tindakan. Ketika seseorang melakukan suatu tindakan, mesti dia harus konsekuen terhadap tindakannya itu. Itulah yang dikatakan tanggung jawab. Mata ku jam kita itu berkaitan dengan ini gitu loh. Maka itu yang saya katakan tadi sebagai akuntabilitas profesi. Ya apa itu pelan akan. Pembicara 2 Habis ini. Oke. Pembicara 3 Jadi akan lebihbilitas profesi berkaitan dengan 3 hal satu tadi etik. Karena berkaitan dengan baik buruknya satu tindakan yang 2 berkaitan dengan legal atau hukum yang 3 berkaitan dengan disiplin. Tapi saya tidak mengatakan disiplin tadi kok enggak dimunculkan pak? Ya, karena disiplin itu juga berkaitan dengan konteks perilaku. Biasanya Antara disiplin dan etik itu menjadi 1 kesatuan. Pembicara 2 Ya jadi tanggung jawabnya. Seorang tenaga kesehatan itu berkaitan dengan. Etik disiplin dan berilaku dan hukum. Ya. Pembicara 3 Etik tadi etik tadi berkaitan dengan apa perilaku ya kalau perilaku itu dilakukan orgenasi di. Pembicara 1 Dulu deh, karena kita kan mengentri poinnya. Nanti mau ke sini. Saya mau ke sini aja dulu hukum. Pembicara 3 Seseorang melakukan satu tindakan seorang tenaga kesehatan melakukan suatu tindakan itu dikatakan tadi benar apa salah benar atau salah berkaitan dengan peraturan perundangan. Pembicara 1 Ya maka dimensinya adalah dimensi hukum ini. Pembicara 3 Hukum ini menjadi ranahnya para penegak hukum. Gitu loh menjadi ranah perkara ranahnya penegak hukum. Maka kalau kita melakukan pelanggaran hukum. Pembicara 2 Kata dia melakukan pelanggaran hukum. Bagian kita melakukan sesuatu yang ilegal. Kita yang melakukan malapraktek tadi ya awal tadi ya. Pembicara 3 Maka tentu ada sanksi. Sanksinya bisa pidana, bisa berdata, bisa saksi, administratif dan sebagainya. Pembicara 2 Ini kalau diuncakain tapi banyak banyak tadi lega tadi kan tidak kompeten wah. Tidak memiliki izin. Dia melakukan malpraktek karena nanti komunikasinya di sini berkaitan dengan aspek hukum. Nah yang begitu. Pembicara 1 Berikutnya adalah berkaitan dengan disiplin. Pembicara 3 Kalau disiplin itu adalah kita mentaati standar yang ada dalam hal ini adalah standar profesi. Nah ini menjadi ranahnya siapa kalau dulu ini menjadi ranahnya organisasi profesi? Tapi dengan peraturan perundangan yang baru yaitu undang undang nomor berapa tentang kesehatan? Undang undang nomor 17 tahun 2023 undang undang itu yang baru yaitu undang undang 17 tahun 2023. Pembicara 2 Tentang kesehatan itu menyampaikan bahwa terkait dengan profesi atau terkait dengan apa disiplin. Pembicara 1 Ini. Pembicara 3 Ini menjadi tanggung jawab dari pemerintah. Pembicara 2 Dalam hal ini adalah Kementerian. Pembicara 1 Kesehatan kalau itu berkaitan dengan tenaga kesehatan. Pembicara 3 Nah, karena ini berkaitan dengan pemerintah, maka kemudian pemerintah itu membuat satu. Pembicara 1 Badan ada kaki, ada yang namanya mdp majelis disiplin profesi. Pembicara 3 Gitu, jadi kalau kita nanti mau melakukan pelanggaran pelanggaran disiplin, Anda akan berhadapan dengan ini dulu. Pembicara 2 Namanya md n kpk ya majelis uh uh apa disiplin tenaga kesehatan ndk majelis. Pembicara 1 Tenaga kesehatan sekarang istilahnya mdp dengan yang baru. Maaf ini belum saya uh ganti. Pembicara 2 Ya ini diganti mkd sama MKDTK ini sudah tidak. Ada lagi dengan undang undang yang baru ini menjadi mdp majelis disiplin profesi. Pembicara 3 Majelis disiplin profesi. Pembicara 1 Itu setelah ada kki tokonsil kesehatan Indonesia terbentuk beberapa. Pembicara 2 Uh tahun yang lalu, 2 tahun yang lalu. Kalau enggak salah karena. Pembicara 3 2002. Pembicara 1 3 ya undang undang 17 nah ini ya? Pembicara 3 Nah tentu nanti berkaitan dengan ini. Kalau anda melakukan pelanggaran pelanggaran disiplin, ada sanksi disiplin. Karena berkaitan dengan pemerintah, disiplin dari pemerintah itu kan pemerintah mengeluarkan peraturan, misalnya tadi berkaitan dengan. Pembicara 1 Ijin. Pembicara 2 Iya toh berkaitan dengan izin STR nya SIP nya itu yang dilakukan pencabutan ya kalau anda melanggar melakukan pelanggaran disiplin dianggap tidak uh apa namanya? Dia melakukan ilegal gitu. Pembicara 1 Gitu. Tapi kalau malpraktik nanti di sini nih. Nah sekarang yang 3 di sini yang nikah akan kita bicarakan. Pembicara 3 Etik tadi berkaitan dengan apa perilaku? Kalau perilaku itu dilakukan oleh anggota profesi, maka ini menjadi ranahnya organisasi profesi. Pembicara 1 Oke ya. Pembicara 3 Kalau perilaku itu dilakukan oleh anggota profesi, maka ini menjadi ranahnya organisasi profesi. Maka setiap organisasi profesi dia akan membuat pedoman perilaku. Iya, setiap organisasi profesi dia akan membuat pedoman perilaku. Saya tanya kalau dokter, organisasi profesinya lah. Pembicara 2 Ide oke. Pembicara 3 Ide ide membuat pedoman perilaku untuk dokter kalau tidak. Pembicara 2 Ide. Pembicara 1 Pas. Ya kalau bidan ini ikut membuat puduhan perilaku untuk beda. Nah kalau sekarang perawatan. Pembicara 2 Bpn. Pembicara 3 Maka organisasi berawal yaitu BPNI. Pembicara 1 Membuat. Pembicara 3 Pedoman perilaku pedoman perilaku bagi anggota profesi itulah yang kita kenal dengan kode. Pembicara 2 Etik ya jadi kita sekarang sudah tahu nih kode etik tuh dibuat oleh siapa dibuat oleh organisasi profesi. Pembicara 3 Bukan dibuat oleh pemerintah, bukan membuat oleh ahli hukum. Karena nanti kalau terjadi pelanggaran itu Anda sudah tahu nih tadi kan menindakan toh. Pembicara 2 Saya melakukan pelanggaran etik atau saya melakukan pelanggaran hukum bedakan itu. Pembicara 3 Kalau saya melakukan pelanggaran. Etik. Kira kira saya juga melakukan pelanggaran hukum enggak? Pembicara 1 Belum tentu. Pembicara 3 Tapi kalau saya makan pelanggaran hukum. Pembicara 2 Ya pelanggaran etiknya mesti ada. Maka kalau ada masalah masalah. Pembicara 3 Mesti harus ke majelis etik dulu tidak langsung ke JS ini. Pembicara 2 Ini gitu loh itu kalau kita lihat misalnya contohnya kasus kasus yang ada di nasional, ya anggota DPR melakukan pelanggaran tidak? Pembicara 3 Langsung ke? Polisi tapi ada majelis di sini tenaga majelis apa namanya karena etik. Pembicara 2 Dulu ya ajak adalah majelis etiknya dulu. Pembicara 3 Gitu uh sarjana hukum misalnya dia melakukan pelanggaran etik tidak langsung ke hukum. Pembicara 1 Dia ke majelis etiknya dulu. Pembicara 3 Ini masalah etik atau masalah hukum atau di 2 duanya. Pembicara 2 Kan begitu. Pembicara 3 Itu ya ini, demikian juga perawat. Kalau anda melakukan tindakan, jangan langsung ke hukum. Jangan jangan ini masalah etik karena masalah etik itu sanksinya nanti ada yang namanya MKEK. Pembicara 2 Majelis kode etik. Pembicara 3 Harus keperawatan ya namanya majelis kode etik keperawatan kita punya majelis yang ngurusin. Pembicara 2 Masalah etik ini terkait dengan pelanggaran kode etik. Sanksinya nanti sanksi etik. Begitu ya ini Surabaya paham ya? Jadi kalau kode etik dibuat oleh siapa tadi organisasi profesi. Pembicara 1 Nah kalau sudah kita lihat seperti ini ya, maka kita kembali lagi tanggul jawab kita. Salah satunya adalah berkaitan dengan kode etik. Pembicara 2 Nah mari kita lihat kode etik itu. Kalau begitu apa? Pembicara 1 Kira kira apa ya? Mode etik. Definisinya banyak ya definisinya banyak kita percepat aja gitu. Nah katanya seperti ini. Kalau ini bingung nggak pernyataan formal tentang cita cita dan nilai kelompok. Pembicara 2 Bingung ya? Ini soal bahasa Inggris langsung tak translate gitu aja. Pembicara 1 Gitu aslinya masih kayak gini kan? Seperangkat prinsip etik yang dimiliki bersama oleh anggota kelompok anggota kelompok itu masa uh maksudnya adalah anggota profesi. Tadinya kelompok ini adalah kelompok profesi tadi ya mencerminkan nilai mural mereka ke waktu yang berfungsi sebagai standar profesional masih. Pembicara 2 Bingung nggak kira kira di sini. Masih bingung ya halo. Jangan jangan enggak bingung karena tidur mau tidur nonton bukan karena bingungnya, tapi karena nyantuknya gitu. Pembicara 1 Ya biasanya yang namanya kode etik ini ya lebih tinggi dari standar hukum dan tidak boleh kurang dari standar hukum. Pembicara 2 Profesi makanya tadi dikatakan. Pembicara 3 Kalau ada permasalahan lihat dulu ini masalah etik atau masalah hukum maka tadi katakan masalah etik belum tentu. Pembicara 1 Hukumnya kena. Tapi kalau dia melakukan pelanggaran hukum etiknya mesti. Pembicara 2 Kemenang begitu ya? Pembicara 1 Oke. Nah. Pembicara 3 Kalau disampai di sini kira kira sudah mulai jelas belum? Pembicara 1 Kode etik itu adalah suatu pernyataan atau keyakinan yang mengungkapkan kepedulian moral, nilai dan tujuan ke perawatan sudah mulai. Pembicara 2 Mengarah belum? Halo. Pembicara 1 Sudah ya? Oke, sudah saya pertegas lagi di sini Hongkong ini. Nah. Ternyata standar profesional yang digunakan sebagai pedoman perilaku tadi sudah saya sampaikan di awal. Pembicara 2 Oke. Jadi kode etik itu adalah pedoman perilaku. Pembicara 1 Pedoman perilaku ya menjadi kerangka untuk membuat. Pembicara 3 Keputusan nanti keputusan tentu keputusan etik. Karena kita melakukan satu tindakan. Pembicara 1 Gitu. Pembicara 3 Benar setelah apa baik buruknya satu tindakan berarti berkaitan dengan rini. Pembicara 1 Ya oke. Ya di sini. Jadi dengan demikian pernyataan kode etik perang dibuat untuk membantu membuat standar, melakukan pedoman yang ingin dan sebagainya. Nah ini kode etik merupakan ciri motrak dari satu profesi yang memberikan makna masih pengaturan profesi itu sendiri. Pembicara 3 Ideal ciri motra dari suatu profesi dari salah satu cirinya profesi mesti punya honde etik. Apa ciri ciri profesi sudah sudah disampaikan ya. Pembicara 2 Jadi profesi apa? Pembicara 1 Lantaran ini. Pembicara 2 Punya body of knowledge. Pembicara 3 Peran profesi untuk bukan ini kan sudah semester 4 jadi sudah advance. Perawat tuh profesi enggak? Pembicara 1 Yakin apa cirinya? Pembicara 2 Punya. Pembicara 1 Ode editing dan karena salah satu cirinya punya kode etik setelah itu kode etik. Punya kata keilmuan ya toh apalagi. Orientasinya ke pelayanan, apalagi memiliki organisasi profesi ya gitu ya. Oke deh uh. Pembicara 2 Ada badan keilmuannya dan sebagainya. Oke. Pembicara 1 Itu syarat cerah ciri ciri dari profesi. Jadi sekali lagi kode etik ini merupakan suatu yang hal yang penting karena ini merupakan salah satu ciri dari. Profesi maka ini. Pembicara 3 Menjadi concern dari organisasi profesi untuk mengatur itu. Ya sebagai apa sebagai bentuk pertanggungjawaban. Pembicara 2 Ya dan kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat. Jadi. Pembicara 3 Gampangannya, kode etik itu adalah seperangkat moral nilai atau value yang nilai atau value gitu ya. Pembicara 1 Dan pedoman moral ya tadi yang menjadi dasar perilaku profesional di dalam memberikan pelayanan kepada ini. Pembicara 2 Tadi tadi yang kita berikan tindakan tadi kan ada pasien ada keluarga, ada masyarakat ada sejawat ada profesi. Pembicara 1 Nya ya nah ini. Pembicara 2 Sampai di sini sudah jelas ya. Dari kode etik itu adalah pengembangan pedoman yang dibuat oleh organisasi profesi. Yang digunakan untuk anggotanya. Nah sekarang apa? Pembicara 3 Tujuan dan fungsinya dan sebagainya gitu jelas tujuannya jelas di sini. Oh ya ini sebelum tujuannya tentu kita katakan. Lah kode etik kita itu gimana? Pembicara 2 Kalau di etik kita itu sebetulnya. Sudah ada kalau di ic n itu sudah tahun 53. Ya uh. Pembicara 3 Uh speed device itu tahun sampai 2000. Id ini saya sampaikan ini belum ada di sini. Tolong tambahkan. Terakhir kode etik yang dibuat oleh ICM untuk yang segala internasional itu direvisi tahun 2021. Pembicara 1 2021 jadi 53 tahun 2000 terus 2021. Itu icn memperbaharui tentang kode etik. Pembicara 3 Kalau PPN ini gimana pak? Pembicara 2 Nah ini. Pembicara 1 Tidak saya tuliskan, tapi saya tahu persis di Indonesia kode etik disepakati 1 itu tahu 76. Kemudian pada waktu itu ya di tahun 2017 kita membuat pedoman perilaku sebagai penjabaran kode etik. Pembicara 3 Pejabatnya dan sebagainya ada di 2017. Pembicara 2 Nah sekarang ini ini 2000 berapa? Pembicara 3 2026 alhamdulillah 2025 kemarin bpn sudah membuat revisi dari kode etik kita. Kebetulan saya terakhir itu uh diundang untuk melakukan finalisasi kode etik ini dan revisi kode etik. Pembicara 2 Yang buatannya PPNI? Pembicara 3 Punya kita itu nanti akan kita rilis di Oktober 2002 6 ini dalam acara munas. Nah tahun berikutnya 2027 nanti penjabaran kode etiknya ini akan kita tambahkan lagi. Kenapa demikian? Karena sekarang ada kemajuan kemajuan besar ya yang harus kita ikuti. Pembicara 2 Ya saya bersyukur karena kebetulan saya ada di organisasi profesi dan saya juga diminta untuk ikut ya godok terkait dengan kode etik ini. Jadi tahu persis gitu ya? Apa yang ditambahkan yang ditambahkan sekarang ini terutama berkaitan dengan uh teknologi yang ada karena sekarang kita ada era teknologi ya ternyata kode etik yang kita selama ini itu belum menyentuh terkait dengan penggunaan. Pembicara 3 Teknologi yang ada. Sementara ya masalah masalah etik yang muncul itu banyak yang berkaitan dengan teknologi. Pembicara 2 Ya. ID jadi jadi apa namanya satu isu yang akhirnya kemudian kita mencoba untuk melihat di situ. Karena selama ini kalau terjadi sesuatu. Pembicara 3 Ya rujukan yang langsung kepada it nya itu enggak ada. Misalnya ada masalah yang berkaitan dengan sekarang. Apa uh kan orang senang apa? Pembicara 1 Namanya. Sedikit sedikit dianggap video di foto upload kan gitu ya. Pembicara 3 Diviralkan kan gitu ya di sosmed ya sosial media itu kan ada kan youtube kan gitu. Pembicara 2 Perawat sambil bekerja sampai segini gini sambil merawat pasien sampai banyak kasusnya. Pembicara 3 Kalau. Pembicara 1 Mau saya tunjukkan tapi saya takjil semua. Biarkanlah uh di di ini. Pembicara 3 Biasanya saya tayang nabi loh. Contohnya yang sekarang berkaitan dengan uh ada yang disitu. Pembicara 1 Nah ini kemudian kita antisipasi. Saat ini kita sudah merevisi. Mudah mudahan di tahun 2026 ini benar nanti ya 2000 Oktober kita akan mengadakan munas dan ini nanti pedoman untuk. Pembicara 2 Titik ini sudah di device lagi karena ica itu 2021 sudah me device nya yang terbaru tolong tambahkan ini di situ belum ada tadi. Pembicara 1 Oke nah sekarang tujuannya apa? Nah tujuannya seperti ini. Ya uh huh. Untuk menginformasikan tentang standar minum profesi menggambarkan pertimbangan memberikan pedoman perilaku, jelasnya. Tapi intinya di sini nih. Nah ini aja deh. Pembicara 3 Kode etik itu. Pembicara 1 Pada prinsipnya satu memberikan pedoman perilaku profesional bagi perawatan jelas ya bagi pedoman. Pembicara 3 Perilaku maka nanti di dalam pedoman perilaku itu ada perilaku yang dapat diukur seperti apa saya tambahkan nanti ya, makanya bisa di di apa dicermati sendiri. Karena itu sangat. Pembicara 2 Detail sekali ya saya tidak mampu sampaikan uh satu persatu, tapi saya secara global nanti akan saya tunjukkan Anda bisa nanti membacanya ya. Pembicara 3 Pedomannya seperti apa pedomannya bisa diukur atau tidak? Artinya kalau kita melakukan pelanggaran itu atau kita tidak melakukan itu terus seperti apa itu ada ya? Pembicara 2 Melindungi hak pasien dan perawat ini juga penting. Ya karena kita ber berperilaku kita melakukan satu tindakan kepada klien kita. Pembicara 3 Ya maka di sini selain melindungi pasien itu sendiri juga melindungi kita perawan. Kalau kita tidak ada seperti tadi, saya sampaikan konteks di dalam it itu. Untuk saat ini kode etiknya tidak masuk secara jelas. Maka ketika ada kasus kasus yang viral. Ada teman teman kita yang melakukan apa namanya memvideo membuat ngevlog lalu kemudian di share ke media sosial. Nah itu biasanya langsung ranahnya malpraktek malapraktek begitu kasihan itu. Pembicara 2 Mahal praktek apa iya ini malpraktek kan gitu. Pembicara 3 Karena banyak kasusnya tuh. Pembicara 2 Ya. Pembicara 3 Itu yang terjadi seperti itu, maka ini juga dia harus dilihat ya, dengan adanya seperti tadi akan melindungi kita juga seperti kemudian penjaga mutu pelayanan tadi sudah dikatakan. Karena tindakan kita itu terukur. Tindakan kita itu memang baik. Pembicara 2 Maka ini jelas kalau kita melakukan tindakan dengan baik sesuai konteksnya maka mutunya juga akan bagus kan begitu ya. Pembicara 3 Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap profesi. Perawat ini penting. Pembicara 2 Ya uh uh. Pembicara 3 Kenapa kadang kadang kan perawat itu dianggap profesi yang gimana begitu kan ya? Apalagi terkait dengan konteks maaf karena kita melakukan satu tindakan kepada klien yang kadang kan terkadang tindakan kita itu berkaitan dengan konteks etik. Pembicara 2 Betul ndak contoh anda melakukan penyuntikan anda melakukan suatu tindakan misalnya apa pengobatan dan sebagainya itu kan anda. Pembicara 3 Melakukan satu yang berkaitan dengan konteks tubuh seseorang. Betul gak? Nah, di situlah kemudian ada kastanya berkaitan dengan singgungan dan sebagainya. Sehingga kadang kadang ada pasal yang dikatakan oh perawatnya melakukan pelecehan. Pernah nggak dengar kayak gitu? Pembicara 1 Pernah ya? Pembicara 3 Itu dia melakukan pelecehan benda dia melakukan pelecehan. Pembicara 2 Satu contoh begini satu contoh begini Anda sudah diajarkan tentang EKG. Pkpu itu apa? Elektro kardio. Pembicara 3 Gra untuk melihat apa jatuh? Nah makanya gitu ya belum diajarkan teknisnya, tapi saya inginkan e kg untuk Anda kan pernah di eckg enggak? Pembicara 2 Ada yang pernah teh belum? Yang pernah di EKG apa yang dilakukan? Pembicara 3 Anda meletakkan. Diletakkan sesuatu alat ya toh di mana itu? Pembicara 2 Di dada dibuka enggak dadanya. Pembicara 3 Lalu kemudian areanya kan ada tertentu kan ya kan ada 6 fin ya b satu sampai v 6 kan avr yang dulu l dan sebagainya. Nanti kalau itu ya saya ingin tunjukkan saja kan? Nanti kalau dilakukan itu kan areanya mana pak areanya ada v satu p satu itu nanti di sini. Nah kalau uang meletakkan di sini, apa yang kita lakukan? Kita kan harus meyakinkan nih v satu ini ada pada tempatnya nggak tempatnya dimana pak tempatnya di. Pembicara 2 Sini nih nih interplus 3 4 untuk melihat interplus 3 pak harus kita lakukan apa? Pembicara 1 Ngerahk ya nggak? Pembicara 2 Apa gini terus kelihatan ya enggak mesti harus dirubah nih kelihatan nih p 2 nya sejajar bahwa di sini p 3 nya ada di sini. Nah seperti itu kan 4. Pembicara 1 Ilmuwan di banget gitu. Pembicara 3 Nah seperti ini kalau misalnya itu dilakukan oleh orang awam, apa yang dilakukan pelecehan betul enggak? Waktu makan apakah kasus yang seperti itu? Pembicara 2 Kasus di Surabaya beberapa waktu yang lalu, dia mengalami disosiasi habis operasi kan masih ada apa namanya? Pembicara 3 Anestesi itu ya efek anestesi kan dia melakukan bukan halusinasi tapi namanya disosiasi begitu ya ya dia di uh diberikan uh apa uh monitoring untuk ekg nya apa yang dirasakan dia merasa dia itu di gerayangi. Apa yang terjadi? Dia ngomong sama keluarganya keluarganya namo. Pembicara 1 Pertanyaan. Pembicara 3 Pasien ini masih sadar begitu, tapi dia merasa digerayangi oleh perawan. Kan sudah sadar nih karena sudah boleh lalu kemudian dilakukan monitoring dipasang EKG itu. Satu contoh ya satu contoh. Kalau kita tidak ada pedoman dan sebagainya. Pembicara 2 Maka. Pembicara 3 Bisa kita katakan belajar mengisolusnya biasa contoh ya itu terjadi ya, maka ini menjadi penting ya nanti pengambilan keputusan etis benar enggak dia melakukan pelanggaran. Mana bentuk bentuknya kode etiknya ya kalau dia sudah sesuai dengan itu. Pembicara 2 Ya enggak ada pelanggaran nih. Pembicara 3 Kalau enggak sesuai dengan itu ya pelanggaran kan seperti itu, maka harus ada nih betul oke fungsinya. Pembicara 1 Jelasnya menunjukkan kepada masyarakat bahwa kita ya diharuskan memahami, menerima kepercayaan dan tanggung jawab tadi sudah pedoman itu sudah. Pembicara 3 Tadi ya lalu menetapkan hubungan yang profesional karena ini menyangkut hubungan tadi perilaku kita tidak hanya kepada klien. Pembicara 2 Atau kepada pasien tetapi juga kepada yang lain. Pembicara 3 Sehingga kode etik itu menyangkut juga selain. Pembicara 1 Kepada klien kita, tapi ini juga menyangkut pada hubungan hubungan dengan yang lain. Ini nanti berkaitan dengan elemen. Waktu itu memberikan sarana pengaturan diri sebagai profesi. Maka ini dibuat oleh organisasi profesi ya ini maksudnya seperti ini. Oke nah tentu. Pembicara 2 Karena pedoman nilai, norma dan sebagainya, maka di dalam kode etik itu adalah nilai atau value yang harus kita pahami. Apa nilainya? Pembicara 3 Tindakan kita harus. Menunjukkan perspektif. Pembicara 2 To agres. Pembicara 3 Respect apa? Pembicara 1 Menghargai. Pembicara 2 Kita menghargai client kita menghargai teman sejawat kita, kita menghargai profesi kita jelas. Pembicara 3 Yang 2 ada compation compation itu apa? Rasa sayang rasa iba apa yang bentuknya yang bisa kita lakukan. Pembicara 2 Kita menunjukkan apa? Pembicara 3 Empati apa bedanya simpati dan empati? Apa yang mati dan simpati. Pembicara 2 Halo kalau. Apa ya? Pembicara 3 Terlalu gelap medus terlalu darat dengan senang kalau empati. Pembicara 1 Pokok profesional ya semuanya profesional kan? Pembicara 3 Baik apa yang mati itu. Iya kita kita harus menunjukkan empati kita compation tuh empati. Merasakan apa yang dirasakan orang lain tanpa kita hayuti. Kita merasakan seseorang yang kesakitan itu seperti apa. Seolah olah kita sakit tapi jaman. Pembicara 1 Kemudian kita juga melau di situ kan gitu. Pembicara 2 Jangan menunjukkan ah enggak apa apa ini. Pembicara 3 Nanti kayak dicopot semut loh dicopot semut mau disuntik tapi sakit sakit. Air digigit semut semutnya, 1000. Pembicara 2 Kan gitu ya enggak? Pembicara 3 Pikir oh sudah gede masa di soto takut ada kan ya banyak lagi. Pembicara 1 Tuh di tiktok nanti yang itu yang mau disuntik di sini jerin jerit ada yang udah keluar. Pembicara 3 Bahkan ditutup itu ada abri dan sebagainya itu kok takut juga kan gitu ya itu kita harus menunjukkan empati memang kadang kadang seperti. Pembicara 2 Itu. Pembicara 1 Terjadi. Pembicara 3 Advokasi melindungi klien jelas dan intimasi apa kedekatan. Pembicara 2 Ya. Pembicara 3 Kita harus menunjukkan kedekatan ketika bertindak. Kita harus ada kedekatan. Kenapa? Ketika kita dekat secara profesional ya saya dekat dengan klien saya. Kalau saya dekat dengan klien saya kalau ada masalah kira kira gampang. Viralkan nggak? Kalau saya sudah dekat gitu loh. Pembicara 2 Iya. Pembicara 3 Tapi kalau kita menjaga jarak atau kita jauh dari. Pembicara 1 Klien kita maksudnya kita tidak dekat dengan klien kita ada. Pembicara 2 Masalah sedikit saja sudah class. Viralkan saja kan gitu ya. Itu satu contoh jadi intimasi itu menjadi penting. Pembicara 1 Ya ini nanti uh satu kelas lebih dalam lagi, tapi enggak mungkin oke ya. Nah yang paling penting adalah di sini bahwa ketika kita berbicara masalah kode etik itu tentu berkaitan dengan menghadapi situasi yang meliputkan keputusan etik. Maka. Pembicara 3 Ini harus dilihat nih. Kalau saya melakukan satu. Pembicara 2 Tindakan tidak sesuai dengan kode etik. Pertanyaannya pak. Pembicara 3 Bagaimana pengaruh tindakan saya pada kliennya? Contoh tadi. Saya melakukan tindakan yang dianggap melakukan apa tadi. Pelecehan. Pembicara 2 Kan gitu ya? Pembicara 3 Oke janda pelecehan bagaimana pengaruh tindakan saya kepada pasien? Jelas pasien merasa malu, merasa dan sebagainya kan gitu. Ya yang 2 bagaimana pengaruh tindakan saya terhadap atasan atau orang yang bekerja sama dengan saya? Mesti anda bekerja di situ. Anda punya atasan ini kena semuanya. Ya bagaimana pengaruh tindakan saya terhadap diri saya sendiri? Anda sendiri gimana? Pembicara 1 Dan di sini bagaimana tindakan saya terhadap profesi profesi? Pembicara 3 Perawatan. Pembicara 2 Oke seperti itu. Pembicara 1 Ini yang perlu kita sampaikan oke? Nah ini. Pembicara 3 Dari prinsip prinsip itu ada elemen. Pembicara 2 Halo. Pembicara 3 Masih di sini masih oke. Pembicara 2 Ada apa yang kita bicarakan? Pembicara 3 Elemen elemen tadi kan menyangkut hubungan ya hubungannya dengan siapa kita itu. Pembicara 2 Tindakan kita itu kita berhubungan dengan siapa perilaku? Pembicara 1 Kita itu dengan siapa ini? Saya ingin tunjukkan kepada anda halo icr itu ada 4. Ada 4 prinsip. Ya prinsip itu yang berkaitan Antara hubungan Antara perawat dengan klien perawat dengan praktek perawat dengan profesi dan perawat dengan teman. Pembicara 2 Sejaman. Itu kalau dari. Pembicara 1 Nah, bagaimana yang dikembangkan oleh BPNI yang dipengungkan oleh organisasi profesi nah ini. 5 hal ini. Pembicara 2 D kode etik yang dikembangkan oleh profesi menyangkut hubungan Antara perawat dengan 5 elemen. Satu klien 2. Pembicara 1 Praktek 3 profesi 4 teman sejawa dan profesi lain edar apa namanya uh. Pembicara 2 Tenaga kesehatan lainnya yang 5 adalah menyangkut hubungan Antara perawat dengan. Pembicara 3 Masyarakat bedanya di mana? Pembicara 2 Bedanya di mana bedanya halo. Hai. Pembicara 3 I cnn dengan kita bedanya di mana? Pembicara 2 Gimana? Hinower berapa? Nomor 5. Ini. Pembicara 1 Coba ya ICR kan enggak ada 3. Enggak ada kan 1 2 3 4 kalau di sini. Pembicara 3 Praktik adalah profesi adalah tadi ada ya enggak ada di sini. Nah ini. Nah kita simak apa saja. Pembicara 1 Yang ada di dalam ini gini. 4 4. Pembicara 3 3 2 1 ini adalah nomornya. Nanti statementnya statement di dalam kode etik itu yang menyangkut hubungan. Pembicara 1 Perawat dengan masyarakat ada satu yang menyangkut hubungan Antara perawat dengan teman sejawat pada 2 yang menyangkut perawat dengan profesi ada 3 yang menyangkut perawat dengan praktek yang ada 4 yang menyangkut perawat dengan pelayanan. Dampak kita lihat nyari ya. Nanti dibedakan Antara uh yang ICR dengan yang punya kita. Nah nanti kode etik ini kan berkaitan dengan penerapan ini kita harus. Pembicara 3 Elementnya nih ini. Pembicara 1 Icn ini dari ppn coba kita lihat ini Antara perawat dengan kliennya tadi ada berapa 4 ini 1 2. Kemudian 3 4. Oke 1 2 kalau i can ada berapa 1 2 3. 4 5 6 ya kalau hubungan perawat dengan klien, kalau kita ada 1 2 3 4 pertanyaan saya. Pembicara 3 Ini pernyataan. Kode etiknya pernyataan kode etik seperti ini sudah jelas atau belum? Pembicara 2 Menurut anda? Ayo. Pembicara 1 Ini aslinya seperti ini jadi kode etik itu yang menyangkut yang menyangkut hubungan Antara perawat dengan klien ya satu perawat memberikan pelayanan dan menghargai harkat martabat keunikan. Perawat memberikan pelayanan senantiasa memelihara suasana lingkungan, menghormati nilai, nilai dan sebagainya. Pembicara 2 Sedang kira kira apa yo bentar enggak? Pembicara 3 Itu enggak ada pikiran enggak di situ ini kan masih. Pembicara 2 Susah ya betul. maka Anda perlu penjabaran kita lihat ya saya mencoba untuk menjabarkan ini terkait. Pembicara 3 Dengan prinsip prinsip ini. Kalau kita lihat. Pembicara 2 Di dalam kode etik perawat yang enak ini tanggung jawab utama perawat wajib, rahasiakan dan sebagainya itu yang 4 hal ini ya 1 2 kemudian 3 4 ini nanti kalau kita lihat itu terkait dengan kewajiban kita dengan seperti ini nih ya. Intinya ini. Pembicara 1 Menghormati hak martabat memberikan pelayanan tanpa diskriminasi, menjaga kerahasiaan informasi pasien dan mengutamakan keselamatan kesejahteraan pasien. Pembicara 3 Kalau ini sudah bisa. Pembicara 2 Lebih terukur nggak? Sudah lebih jelas enggak poin poinnya lebih. Pembicara 3 Jelas ya konkritnya itu sudah jelas ya. Pembicara 1 Ini ya uh huh. Pembicara 3 Maka implikasinya adalah apa? Kalau kita tanyakan apa implikasinya ke terkait hubungan Antara perawat dengan klien ya, kita harus menjaga privasi pasien sangat pemeriksaan makanya tadi. Karena yang kita lakukan pemeriksaan itu berkaitan dengan tubuh tubuh adalah satu yang sensitif, maka kita harus menjaga privasi dari. Pembicara 2 World. Oke. Pembicara 3 Kalau kita melakukan tindakan tidak menjaga privasi, artinya apa melanggar kode etik? Pembicara 2 Itu gampanganya begitu saja. Pembicara 1 Ya. Pembicara 3 Jadi kita harus menjaga primasi menjaga privasi seperti apa ya tentunya nanti tindakannya itu. Pembicara 1 Uh bisa juga tidak membocorkan data medis kepada pihak yang berwenang karena menjaga kerahasiaan Anda dari. Kaset ini. Pembicara 2 Ya. Pembicara 3 Jika tahu, tapi kita juga tidak boleh membocorkan rahasia dari klien karena rahasia klien itu sudah ada di kita. Oh, dia menderita ini, waduh dia menderita. Pangkel sudah stadium 4 mu langsung diviralkan. Pembicara 2 Terutama apa ini kalau berkaitan dengan figur betul enggak? Pembicara 3 Iya public figure itu begitu sakit kan? Wow dikejar tuh. Hati hati kita petugas. Pembicara 2 Ya saya pernah merawat pabrik figur yang kebetulan dia ada di jogja. Wah ditanya nggak keruan itu kan? Pembicara 3 Nah kita harus menjaga kerahasiaan gitu kan? Karena kan mereka pengen tahu wus dong sampai sampai apa pun harus tidak banyak seperti apa dan sebagainya. Pembicara 1 Update berikut ini orang atau orang orang penting mungkin artis mungkin apa kan lebih pejabat kan biasanya banyak yang nanya tuh ada aja orang orang yang kepo gitu ya. Pembicara 3 Nah kita harus hati hati di situ. Intinya menjaga. Pembicara 2 Kerahasiaan memberikan rasa ramasan kebutuhan klien dan sebagainya. Nah, ini yang dari ppn. Pembicara 3 Itu sudah membuat jabaran yang bisa diukur tadi. Pembicara 2 Uh yang menyangkut hubungan merawat dengan pelayanan itu Antara lain seperti ini. Perawat wajib memperkenalkan diri kepada klien dan keluarganya. Pembicara 1 Kalau kita tidak memperkenalkan diri kita, berarti apa yang terjadi? Melanggar kode etik itu saja. Pembicara 3 Maka kewajiban 1 anda kalau dengan klien anda yang bagus saya namanya. Pembicara 2 Ini hari ini sedang. Pembicara 3 Tapi jangan kemudian begitu ketemu lagi taman saya ini ya. Pembicara 1 Enggak kayak gitu kan gitu. Pembicara 3 Anda kontrakkan di pagi itu misalnya jaga pagi pada waktu pagi. Kalau memang uh kita uh apa namanya? Uh belum ketemu dengan kliennya ya kita datangkan ulfa. Pembicara 1 Terelakkan saya pagi ini saya namanya ini. Pembicara 3 Itu penting. Kalau sudah kenal bagaimana? Jaga sore misalnya pasiennya masih itu masih yang kemarin. Kita sapa dia? Pasingan saya mau siapa? Itu saja. Pembicara 1 Jangan. Pembicara 3 Perkenalkan nama saya yang enggak usah kayak. Pembicara 1 Gitu kan gitu loh. Pembicara 3 Ibu saya hari ini jaga pastikan dengan saya namanya siapa tunjungan kayak gitu. Pembicara 1 Caranya sajalah ya yang luwes gitu istilahnya yang luas tapi tetap harus kita menunjukkan. Dan ini indikator dari apa akreditasi rumah sakit itu ketika pasien ditanya kamu dirawat oleh perawat namanya siapa kalau pasiennya enggak ngerti perawatnya atau dokternya itu nilainya jelek susahnya di situ padahal perawatnya banyak. Pembicara 3 Kalau dokter ya dokter j. Pembicara 1 P apa dpc nya kan gitu? Pembicara 2 Penanggung jawabnya, siapa itu harus jelas dapat memberi informasi seperti itu. Perawatan masjid menjelaskan setiap intervensi. Pembicara 3 Maka kalau anda mau melakukan tindakan, apa yang di yang diajarkan di sini? Apa biasanya prosedurnya seperti apa? Cuci tangan cuci apa yang dilakukan coba. Pemberitahu. Selamat pagi bu. Pembicara 1 Pakai ini saya ini mau melakukan tindakan ini ini ini tujuannya adalah untuk seperti ini gitu ya enggak? Pembicara 2 Iya enggak itu jangan dianggap suatu hal yang sepele ya. Pembicara 3 Tapi saya tidak tidak harus menyampaikan harus seperti itu enggak? Silahkan sesuaikan dengan situasi kondisi. Tapi Anda harus tetap melakukan. Pembicara 1 Suap bapak ibu gimana kabarnya ini pagi ini dapat dari dokter ibu dapat obat ini ini ini tujuannya kayak begini. Pembicara 3 Bisa diminum ya bu haus seperti itu gampang. Gitu ya, tapi ini penting ya memberikan layanan peradilan menjelang atau mencela adat, kebiasaan dan sebagainya. Ini banyak ya nanti yang diukur diukur itu silahkan untuk dilihat sendiri dan itu sudah kelihatan. Oh iya, ternyata kalau saya gampangannya aja kalau saya tidak sesuai gitu artinya saya melanggar itu. Pembicara 1 Begitu saja gampangnya. Ini contoh pagi. Menjelaskan, mereka pada menjalankan Pilkada ubi ada atau tidak. Pembicara 2 Ini penting loh ini ya karena ada ya sebentar. Saya boleh di sini. Pembicara 3 Uh membaca doa doa ini enggak enggak. Pembicara 2 Justru ini saya diberikan uh ini yang ada di situ ada tertentu ya ada susu. Nah kita harus hati hati di sini oke. Pembicara 1 Ini masih dengan lion tadi ya uh, kompetensinya ini membuat dokumentasi dan sebagainya. Nah, ini contohnya dengan klien menjaga kerahasiaan dan sebagainya. Tadi sudah ada semuanya. Pembicara 2 Oke halo ada yang mau ditanyakan. Pembicara 3 Menyangkut hubungan dengan flyer masih ada berapa? Pembicara 2 Kayaknya sudah tonton semua nih. Pembicara 3 Oke sekarang menyangkut hubungan tadi kan perawat dengan klien. Ada yang mau ditanyakan enggak? Pembicara 2 Ayu. Halo. Pembicara 1 Masih di sini. Ya. Pembicara 3 Lanjut. Pembicara 2 Oke yang 2 dengan praktek ya tadi kalau nggak salah 4 4 ya sempat kita lihat 1 2. Dengan prakteknya agar digampang ya nih ya. Pembicara 3 Rawat memelihara dan meningkatkan kompetensi melalui belajar terus menerus. Ternyata kita itu dituntut untuk belajar terus meskipun Anda sudah lulus meskipun Anda sudah bekerja. Maka jangan heran saya kok disuruh ikut seminar saya kok ikut suruh ikut pelatihan loh enggak? Halo iya saya disuruh sekolah lagi terus karena memang tuntutan praktek ya. Pembicara 1 Memelihara pelayanan yang uh senantiasa memelihara mutu pelayanan disertai kejujuran profesional dalam harga pengetahuan dan seterusnya. Ini kan saja langsung saja berkaitan dengan. Uh prinsipnya ini. Pembicara 3 Karena kita itu dituntut memiliki kompetensi yang sesuai. Ya tadi kan dalam konteks legal kan ada namanya kompeten nih. Legal yang dikatakan legal itu punya keahlian atau punya kompetensi. Kalau kita ingin melihat kompetensi kita, maka kita harus update ilmu terus. Maka di dalam keperawatan itu ada. Uh apa namanya pelatihan pelatihan yang siswanya continue misalnya kayak ppdg. Pembicara 1 Bahwa itu setiap 3 tahun atau 5 tahun itu harus diupgrade di upgrade dan sebagainya seperti itu ya. Pembicara 3 Nah upgrade itu dalam rangka supaya kita tetap. Pembicara 1 Kompeten. Pembicara 3 Contohnya ilmu pada waktu saya dengan ilmu sekarang itu jauh berbeda. Pembicara 2 Ya saya. Pembicara 3 Menjadi perawat itu tahun 87 saya kan tingkat dikatakan saya berangkat tahun 84 saya masuk di dunia. Kemerawatan saya mulai bekerja tahun 88. Pembicara 1 Yang 7 8 8 saya sudah bekerja. Pembicara 3 Tahun 8 8 dengan sekarang waduh sudah berapa puluh tahun? Perkembangannya sudah beda, hanya dulu saya mengikuti terus nih. Pembicara 1 Kan gitu. Saya tahu yang dulu seperti apa dengan yang sekarang itu saya tahu persis dan. Pembicara 3 Harus saya ikuti. Pembicara 2 Gitu. Pembicara 1 Maka saya harus tetap update keilmuan dan seterusnya. Oke. Pembicara 3 Implikasinya ini ya? Pembicara 1 Mengikuti pelatihan pendidikan berkelanjutan melakukan tindakan sesuai dengan sop ini penting nih ya sop dan sebagainya menghindari tindakan di luar kewenangan kompetensi. Pembicara 2 Bahkan nanti penting itu. Pembicara 1 Mendogasikan kewenangan dan sebagainya itu. Nah ini yang di kurni uh ini mengikuti kegiatan meningkatkan ilmu, menerapkan praktek sehari hari dengan ilmu teknologi yang ada nih. Mempublikasikan dan sebagainya ini. Pembicara 3 Tuntutannya. Pembicara 2 Ya. Jadi. Pembicara 3 Dari sekarang Anda sudah posis disuruh cari jurnal itu suruh dicari ya memang iya gitu sampai anda pekerja pun nanti juga seperti itu. Pembicara 2 Kalau istri saya bilang ini. Pembicara 3 Bersangkutan pensiun saja lah. Kenapa dia orang dulu yang mengikuti saat ini itu sudah kayak ketinggalan. Pembicara 2 Ya akhirnya saya istri saya. Alhamdulillah sudah pensiun. Pembicara 1 Ya abi kemarin sebelum pensiun itu 5 uh ya 5 tahun sebelumnya itu sudah sambat terus hamba ke boyong. Pembicara 3 Mengeluh terus. Kebetulan dia kan kerjanya di sarsitong sarjito kan tuntutannya kayak gitu 5 tahun terakhir itu wah luar biasa perkembangannya. Wah habis rasangkul bagus. Rasa pun saya bilang nanti kalau pensiun ayo pensiun dan gitu ikutin aja kan gitu. Pembicara 2 Karena. Pembicara 1 Memang harus keharusan gitu ya tuh sekarang mau dituntut macam macam dan sebagainya ini ya ini dengan praktek ini tadi sudah dan oke. Ini dengan praktek sudah nih masih banyak nih ya. Oh ini lihat nih menikmati islam rahmah dan sebagainya ini selalu ramah selalu menggunakan seragam khusus dengan kesumpulan berbicara lemah lembut. Pembicara 3 Ini perilaku yang dihukumnya seperti itu. Pembicara 2 Dengan. Pembicara 3 Praktek. Pembicara 2 Maka ketika praktek ya ini yang harus ditampilkan halo. Pembicara 3 Anda siap. Pembicara 2 Jadi perawat ini. Pembicara 3 Murah. Pembicara 2 Senyum ya, tapi jangan tersenyum. Pembicara 1 Sendirian gitu iya karena di dalam kode etiknya juga seperti ini. Ya seperti itu ya oke. Pembicara 3 Yang 3 dengan 3 4 5 udah seperti. Pihak profesi. Profesi kita pak. Profesinya perawat apa? Pembicara 2 Halo. Pembicara 3 Ada profesinya apa? Pembicara 1 Ya. Pembicara 3 Di sini. Pembicara 1 Ada 3 hal ya perawat mempunyai peran utama dalam membuka standar pendidikan dan pelayanan serta menerapkan kegiatan pelayanan di pendidikan keperawatan berperan aktif berbagai kegiatan pengembangan profesi, peran berperan aktif dan upaya uh profesi untuk membangun dan memelihara kondisi kerja yang kondusif ini. Pembicara 3 Contohnya seperti kita sekarang ini saya aktif di organisasi profesi dibayar enggak? Menurut anda, saya sebagai ketua dibayar enggak? Enggak di dalam anggaran dasar anggaran rumah tangga, tidak ada pengurus organisasi profesi mendapatkan imbalat enggak ada ketuanya. Sekian. Pembicara 2 Enggak ada itu? Pembicara 3 Sosial. Ya padahal saya kerja di organisasi profesi. Ia melibatkan saya. Pembicara 1 Tidak hanya pagi hari, biasanya malam dan sebagainya. Pembicara 3 Sering saya tidak kerja karena harus ngurusin organisasi profesi, tapi itu suatu keharusan gitu. Pembicara 1 Ya. Pembicara 3 Dan siapa yang memajukan profesi kita kalau. Pembicara 2 Dukungan kita halo. Halo. Pembicara 3 Sama halnya anda punya organisasi profesi e kalau di apa namanya. Di uh kuliah ini ada organisasi ada enggak bem ya atau apa istilahnya apa? Pembicara 2 Hak kalau. Pembicara 3 SMA itu kan osis ada km warga mahasiswa kalau ada apa? Kimika oke himika. Ada yang aktif di organisasi yang. Pembicara 2 Halo. Ada. Pembicara 3 Aktivis di sini. Pembicara 2 Ada. Anda dibayar enggak? Pembicara 3 Boro boro bang kadang kadang kuliah enggak ikut ya enggak tapi itu penting halo halo saya ingin sampaikan kepada anda ya ya aktivis aktivis di organisasi itu juga akan mempengaruhi kita kesuksesan kita ketika pekerjaan nanti. Saya merasakan. Saya tuh orang biasa saja. Info saya, artinya saya enggak pintar pintar amat begitu ya. Tapi dari dulu saya senang berorganisasi. Kebetulan waktu di kampung saya juga di organisasi. Waktu kuliah saya juga ada di organisasi, bekerja saya di organisasi, sampai sekarang saya di organisasi dan diorganisasi itulah saya punya wawasan yang lebih dibandingkan dengan teman teman saya. Pembicara 2 Yang tidak ada di organisasi profesi satu itu. Pembicara 3 Yang 2 relasi saya lebih banyak daripada teman teman saya. Saya bisa menemui pak presiden. Maaf ya orang. Pembicara 2 Sumpuk gitu ya? Pembicara 1 Ya. Pak Jokowi sudah Pak Prabowo sudah. Pembicara 3 Karena apa di organisasi profesi kalau saya sendiri ke sana, apa mungkin saya ke gubernur? Apa mungkin enggak mungkin ditolak siapa kamu kan gitu ya. Tapi di organisasi profesi saya. Pembicara 2 Bisa masuk ke dpr bersama sama di sana. Pembicara 1 Di komisi 9. Pembicara 3 Bisa jadi itu ya ya pernah masuk di sana ikut ikut sidang ya liputan di hutan aja tapi masuk di sana sudah pernah masuk kan gitu. Kalau tidak diorganisasi profesi enggak mungkin gitu ya ini wawasan kita jadi tambah. Jadi saya ingin support anda halo tolong kalau anda mau berhasil Anda tidak dibutuhkan pintar saja tetapi anda. Pembicara 1 Juga harus ada di organisasi. Pembicara 3 Profesi eh organisasi kemahasiswaan karena itu nanti akan berpengaruh ketika ada pekerja anda ikut terlibat di organisasi profesi. Itu akan mempengaruhi kesuksesan anda. Yang relasinya banyak wawasan kita juga tambah gitu ya itu yang saya rasakan seperti itu. Yang otomatis apa mungkin finansialnya tambahlah. Pembicara 1 Contoh. Pembicara 3 Saya disuruh ke sini karena saya bukan orang sini lagi, tapi saya di sini karena apa? Jabatan saya sebagai pengurus organisasi profesi saya disuruh. Pembicara 1 Ngomong digaji enggak ya? Kayaknya simpungnya dikasih gitu ya enggak mungkin saya ngobrol di sini enggak dikaji gitu ya. Saya justru nyambung yang kemarin dan. Pembicara 3 Sebagainya, ada ruang dan sebagainya itu mengikuti persegi akan mengikuti ya. Pembicara 1 Tapi uh kita paling tidak adalah di sini. Ini penting uh kita sampaikan. Oke ya jadi uh yang harus dilakukan apa menjaga nama baik profesi mengembangkan ilmu bapak nisasi dalam kegiatan organisasi profesi ini pentingnya, maka penting bagi kita adalah implikasinya seperti ini. Oke nah ini perilakunya ini. Menyusul standar profesi dan sebagainya. Pembicara 3 Maka saya sering diminta untuk ikut di rumah sakit sana, rumah sakit sini di Dinas kesehatan. Pembicara 2 Dan sebagainya ya. Pembicara 3 Wawasan kita tambah. Kemudian apa yang paling penting? Profesi kita itu diperkenalkan juga ke profesi yang. Pembicara 1 Lain. Pembicara 3 Gitu ya kalau perawatan me pingin maju ya kita harus. Pembicara 1 Menunjukkan siapa jati diri kita gitu ya kalau enggak ya kita enggak akan maju itu yang uh perlu saya sampaikan. Oke ya, ini uh. Pembicara 2 Dan sebagainya. Nah ini dengan teman sejawat halo. Pembicara 3 Sudah ke 4 kok sudah 4. Pembicara 2 Sudah 4 ya mau terakhir kupas untuk waktu itu. Pembicara 1 Ini ada 1 2 hanya 2 saja yang penting adalah ini. Nah, ini sangat penting terhadap sejawat dan tenaga kesehatan. Pembicara 2 Yang lain halo. Pembicara 3 Saya ingin sampaikan. Pembicara 2 Jangan sampai terjadi pada anda loh. Pembicara 3 Saya wanti wanti wanti wanti apa ya. Pesan ya pesan khusus kalau dalam bahasa jawa namanya wanti wanti. Pembicara 2 Ini. Pembicara 3 Tolong deh ya anda sesama teman sejawat ke yang ini itu bisa saling begini menguatkan satu menguatkan profesi yang 2 juga menguatkan silaturahmi ini penting kenapa? Disinyalir Antara perawat satu dengan yang lain. Kadang kadang kalau kita tidak punya koden etik ini akan saling sibuk. Pembicara 2 Menyikut ya, tendang me tendang dan sebagainya. Ada enggak pak ada itu jangan disayangkan. Akhirnya apa ya profesi kita enggak maju maju karena apa? Pembicara 1 Saya baru saja pagi saya ngobrol dengan bu sekjen karena kebetulan bu sekjen pphi itu tadi prof uh Mustika sari datang ke sini sore ini pak ketum yang datang ke sini tadi pagi saya mau. Pembicara 3 Dia koordinasi dengan salah satu direktur rumah sakit di salah turun uh wilayah. Pembicara 1 Gitu di Jawa. Pembicara 3 Tengah dia merasa saya nangis pak kenapa? Pembicara 2 Dia mau nangis kenapa tidak? Saya ada satu program terkait dengan sertifikasi perawat ya dia profesor loh ya dia profesor. Orang putih. Iya sebagai sekjen PPNI. Pembicara 3 Dia menyampaikan kepada pimpinan. Pembicara 2 Satu institusi satu rumah sakit tentang sertifikasi bagi perawatan. Pembicara 3 Direkturnya sudah setuju wakil direkturnya sudah setuju bagian keuangan. Pembicara 2 Sudah setuju. Ternyata apa begitu mau dieksekusi dihambat oleh siapa bagian diklat yang ternyata bagian diklatnya itu adalah orang perawat. Pembicara 3 Ingin memajukan perawat tetapi perawatnya sendiri loh ini direkturnya saya profesi yang lain. Dia menangisnya dengan saya tadi jatuh mau menangis pak kenapa memprofesi lain saja sudah mengiyakan supaya profesi kita bisa maju kok ini malah teman kita sendiri itu. Pembicara 2 Yang menghambat wah. Pembicara 3 Harus gini gini gini sampai dia mengatakan saya itu sampai merendahkan loh pak saya mah magister apa administrasi rumah sakit kalau memang perlu penataan ayo kita sama sama sudah sampai begitu bu seorang profesor. Pembicara 1 Dia menyampaikan sampai itu ya. Pembicara 3 Tapi teman sejawat kita itu yang sama sama perawat harusnya kan pendukung nih. Harusnya kan istilahnya selengkuyung puyuh oke tapi malah menghambat. Padahal pimpinannya langsung sudah mengatakan oke laksanakan itu kegiatan untuk kepentingan perawatan sebagainya seperti itu. Pembicara 1 Nah ini yang. Pembicara 3 Yang salah satu contoh bagaimana kemudian kita harus tahu bahwa oh iya teman kita sendiri atau kita harus bisa saling dengan pejabatnya sebagainya. Pembicara 1 Juga. Pembicara 2 Dengan yang lain dan sebagainya. Nah ini. Pembicara 3 Yang ini saya wanti wanti tolong deh ini solid gitu ya sampai kapan satu ini nanti sampai pada kerja sampai ini wah. Pembicara 2 Harus tetap solid gitu ini kalau peralatan mau maju. Pembicara 1 Tiba ting ya dalam konteks uh apa namanya uh ayah kode etik itu sangat diharapkan ini ya seperti ini nih gitu ya bersikap dengan menghargai sesama uh perawat dan sebagainya. Pembicara 3 Terakhir terakhir. Pembicara 2 Halo. Pembicara 3 Perawat dengan masyarakat. Anda sebagian tentang masyarakat bangga. Pembicara 2 Di mana? Di rumah betul iya biasanya kalau perawat di rumah itu dipanggang di masyarakat seperti apa? Pembicara 3 Rendah atau tinggi? Biasanya dilibatkan dalam kegiatan kegiatan masyarakat atau enggak? Pembicara 1 Iya. Pembicara 3 Apakah kita bisa terlibat harus? Pembicara 2 Ya halo sini. Pembicara 3 Terlibat seperti ini, kegiatan kegiatan masyarakat penting. Jangan mentang mentang. Saya kan bekerja di rumah sakit, sudah sibuk sudah ini. Pembicara 2 Di rumah enggak pernah. Pembicara 3 Ketok ketok itu apa? Bersama sama kegiatan dengan masyarakat. Pembicara 2 Ya nah ini harus juga ternyata di dalam ya di dalam kode etik pun juga ada nih berperan memberikan pendidikan kesehatan, mendukung program kesehatan pemerintah dan sebagainya. Bini. Pembicara 3 Penting. Pembicara 2 Nih kegiatan ini kegiatan silahkan. Pembicara 3 Saja ikuti. Pembicara 2 Lihat ini yang sudah ada di sini. Nih memperlihatkan perilaku hidup sehat di lingkungannya. Memilih masyarakat hidup sehat berarti tim dan sebagainya seperti ini. Ini adalah gambaran terkait. Pembicara 3 Dengan kode etik sampai pada pengukurannya. Pembicara 2 Oke halo pas kita ada yang mau ditanyakan. Bu ada. Ada ndak yuk? Silahkan. Boleh silahkan. Pembicara 3 Baik sebelumnya terima kasih bapak atas kesempatannya dan terima kasih juga atas penjelasannya. Uh di sini saya mau menanyakan pak. Uh apa contoh yang paling sering dilakukan perawat uh Taiwan dan kode etik gitu pak paling sering di lapangan itu apa aja? Kemudian apa pelanggaran paling berat yang dilakukan oleh perawat sehingga knak kode etik. Pembicara 2 Aja. Kita. Ya yang paling sering agama adakah ya? Waduh saya jangan saya kan saya oh sudah sehat harusnya ada di sini tapi sudah sehus tadi ya. Pembicara 3 Pandangan masyarakat tentang perawat. Menurut saya menurut anda nih selama ini apa yang sering anda rasakan di masa mata masyarakat terkait dengan peralatan? Pembicara 1 Perawatnya bagaimana? Cute judes. Pembicara 3 Suka marah marah ya toh. Pembicara 1 Uh huh juda sudah uh judes ya jutek. Pembicara 3 Ya. Pembicara 1 Suka, marah, marah dan sebagainya itu yang paling sering mbak ya. Pembicara 3 Karena kadang kadang kita tidak terasa. Saya selalu sampaikan pada ini empatinya kurang oke kenapa empati tadi kan ada respect tuh ya. Sorry. Pembicara 1 Yang 2 tadi apa yang berkaitan dengan empati tadi yang uh berkaitan dengan empati. Pembicara 3 Ini tidak ditunjukkan kenapa halo? Ini yang paling sering gini. Maaf ya. Dan ini dari penelitian juga ternyata terbukti ketika saya sering melakukan. Pembicara 1 Tindakan dan itu menjadi 1 habit atau kebiasaan. Bagi saya, itu sudah suatu hal yang lumrah. Biasa menghadapi kayak gitu itu biasa. Tapi bagi pasien atau keluarga itu adalah sesuatu yang luar biasa. Sehingga kadang kadang kesibukan kita kemudian emosi kita 2 ada rasa sinisis ada jutek kan gitu ya uh. Pembicara 2 Huh? Pembicara 1 Kadang kadang suka muntah, suka marah gitu. Pembicara 3 Kalau ditanya kenapa seperti itu? Pembicara 1 Kalau yang banyak gini dan sebagainya. Pembicara 3 Kegiatan yang banyak rasa capek itu tidak kemudian mengurangi kita tuh tersenyum tadi. Gitu kenapa? Karena pasien itu akan merasakan apalagi dalam kondisi emergensinya. Dalam kondisi emergency itu kan kecemasannya tinggi, ketakutannya tinggi, kekhawatirannya tinggi. Kalau kemudian kita empatinya. Pembicara 1 Kurang nah itu yang paling sering seperti itu ya itu hal hal yang dianggap biasa itu. Judes jutek kan gitu ya? Pembicara 2 Aduh. Pembicara 3 Terus kemudian tadi kan kita harus memberikan informasi nih. Nah ini hati hati juga nih kenapa? Kadang kadang ada rumah sakit yang mengatakan. Kalau informasi terta terkait dengan pasien harus dilakukan oleh dokter, apa yang kemudian terjadi halo? Begitu ada pasien atau ada keluarga tanya. Nanti tanya saya ke dokter. Jawabannya benar enggak itu? Mungkin semua jawabannya memang harus tanya ke dokter. Pertanyaannya, apakah kita tidak memberikan jawaban terkait dengan kompetensi kita? Apakah semuanya harus dokter? Pembicara 1 Tentu kita bisa memberikan se apa namanya sesuai dengan kewenangan kita gitu. Paling tidak kemudian para pasien itu bisa memahami kalau kemudian dia tidak puas dengan penjelasan kita nanti akan dijelaskan setelah jalan detail oleh dokter seperti itu. Pembicara 3 Jangan kemudian nanti aku dokternya. Pembicara 1 Belum datang wah ini biasanya kayak gitu itu suka sering gitu ya mbak biasanya menganggap remeh Anda dan sebagainya. Pembicara 3 Kasus yang paling berat apa pelecehan? Yang paling sering dan itu ya tadi sampai viral gitu ya kasus kasus pelecehan. Gitu karena menganggap apa kita kan menganggap biasa gitu ya maaf misalnya kita melihat barang seperti itu itu sudah biasa kalau kita. Maaf ya misalnya kasus yang terakhir itu kan berkaitan dengan misalnya dia memasang apa namanya kateter? Ya tuh masa kayak teater oke seperti itu. Kalau kita sudah biasa itu enggak ada rasa. Pembicara 1 Gerd dan sebagainya. Pembicara 3 Kalau saya sudah menghadapi pasien buka bukaan enggak? Pembicara 1 Ada rasa grand dan sebagainya. Pembicara 3 Nah, tapi bagaimana dengan pasien? Dia kan mesti malu malu iya enggak. Pembicara 2 Palu malu dia. Pembicara 1 Itu. Nah ini kita juga harus bisa apa namanya menyesuaikan. Nah ini yang paling anu pelecehan biasanya seperti itu itu ya oke. Pembicara 2 Oke terima kasih ada lagi. Pada. Ogah. Baik kalau enggak barangkali. Pembicara 3 Mudah mudahan ada enggak ya? Pembicara 1 Dampaknya ini ya. Nah jadi kalau kode etik itu dipraktekkan benar dampaknya akan meningkatkan kualitas, meningkatkan keselamatan, peningkatan kepercayaan terhadap ini nih penting, mbak. Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perawat menciptakan hubungan terape yang baik. Ya kalau ini dilanggar maka ini. Pembicara 3 Ha ini menurutnya, kepercayaan pasien pada masyarakat karena tadi minta informasi semuanya dokternya minta langsung. Oh berapa tuh? Pembicara 1 Goblok sudah capnya itu aja perawatan kudu apa apa dokternya apa dokternya saya. Ya mungkin sering saya sampaikan terjadi. Oke ya konflik profesional tadi mas ajak sudah dan munculnya saksi ini dan seterusnya. Oke, nah ini yang paling anda mengeluhnya cerita profesi perawat di Jakarta ya oke, saya kira itu implikasinya dan sebagainya. Kesimpulannya, ini merupakan ini penerapannya membantu menjalankan tugas. Sebenarnya itu kita harus memahami dan sebagainya. Oh kasusnya nggak usah dia hanya waktunya gak? Pembicara 3 Oke baik saya kira itu yang bisa saya sampaikan kalau ada kurang lebihnya mohon. Pembicara 1 Maaf di kasus nanti bisa dilihat ya seperti itu kasusnya ya saya sampaikan terima kasih dan mohon maaf akan sudah ada kekurangan kita akhiri assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih. Terima kasih wah sama sama.

Podcast Summary

Key Points:

  1. Diskusi membahas pentingnya etik dan legal dalam tindakan tenaga kesehatan.
  2. Etik berkaitan dengan baik/buruknya tindakan, sedangkan legal berkaitan dengan benar/salahnya tindakan berdasarkan peraturan.
  3. Kode etik dibuat oleh organisasi profesi (misalnya PPNI untuk perawat), bukan oleh pemerintah.
  4. Tindakan tenaga kesehatan memengaruhi mutu pelayanan dan akreditasi institusi.
  5. Tanggung jawab profesi mencakup tiga aspek
  6. Pelanggaran etik ditangani oleh organisasi profesi, sedangkan pelanggaran hukum oleh penegak hukum.
  7. Undang-Undang No. 17 Tahun 2023 mengubah mekanisme disiplin menjadi tanggung jawab pemerintah melalui Majelis Disiplin Profesi.

Summary:

Diskusi ini berfokus pada pentingnya etik dan legal dalam praktik tenaga kesehatan, terutama perawat. Pembicara menjelaskan bahwa setiap tindakan memiliki dua dimensi: etik (baik/buruk) dan legal (benar/salah). Etik berkaitan dengan moral, norma, dan perilaku, sedangkan legal berkaitan dengan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

Keduanya penting karena memengaruhi mutu pelayanan kesehatan dan akreditasi institusi. Kode etik, yang merupakan pedoman perilaku, dibuat oleh organisasi profesi seperti PPNI untuk perawat, bukan oleh pemerintah. Tanggung jawab profesi mencakup tiga aspek: etik (perilaku), disiplin (ketaatan pada standar profesi), dan hukum (kepatuhan pada undang-undang).

Pelanggaran etik ditangani oleh organisasi profesi, pelanggaran disiplin oleh Majelis Disiplin Profesi (MDP) di bawah pemerintah sesuai Undang-Undang No. 17 Tahun 2023, dan pelanggaran hukum oleh penegak hukum. Pembicara menekankan bahwa pelanggaran hukum selalu mengandung pelanggaran etik, tetapi tidak sebaliknya.

Diskusi ini bertujuan memperkuat pemahaman etik dan legal sejak awal pendidikan profesi, agar tenaga kesehatan mampu menjalankan praktik dengan akuntabilitas dan tanggung jawab penuh.

FAQs

Pelanggaran etik berkaitan dengan nilai baik atau buruk suatu tindakan berdasarkan kode etik profesi, sedangkan pelanggaran hukum berkaitan dengan benar atau salah berdasarkan peraturan perundang-undangan. Pelanggaran etik belum tentu melanggar hukum, tetapi pelanggaran hukum hampir pasti melibatkan pelanggaran etik.

Pelanggaran etik ditangani oleh organisasi profesi seperti PPNI untuk perawat, melalui majelis etik. Pelanggaran disiplin kini ditangani oleh pemerintah melalui Majelis Disiplin Profesi (MDP) berdasarkan UU No. 17 Tahun 2023.

Sanksi disiplin dapat berupa pencabutan izin praktik seperti STR atau SIP, karena disiplin kini diatur oleh pemerintah melalui MDP.

Karena tenaga kesehatan berinteraksi dengan pasien, keluarga, tenaga kesehatan lain, dan masyarakat umum. Perilaku etis menjaga kepercayaan dan mencerminkan mutu pelayanan kesehatan secara keseluruhan.

Akuntabilitas profesi mencakup tiga dimensi: etika (perilaku baik/buruk), disiplin (ketaatan pada standar profesi), dan hukum (kepatuhan pada peraturan). Ini adalah konsekuensi dari setiap tindakan yang dilakukan tenaga kesehatan.

Akreditasi rumah sakit menilai kepatuhan terhadap peraturan perundangan dan standar etika profesi. Tindakan tidak etis atau ilegal dapat memengaruhi mutu pelayanan dan hasil akreditasi.

Chat with AI

Loading...

Pro features

Go deeper with this episode

Unlock creator-grade tools that turn any transcript into show notes and subtitle files.