Go back

TEROR TUMBAL DI KAMAR KOST, DIKUBUR HIDUP-HIDUP! - Podcast Malam Kliwon

0m 0s

TEROR TUMBAL DI KAMAR KOST, DIKUBUR HIDUP-HIDUP! - Podcast Malam Kliwon

Transkripsi ini merupakan episode podcast yang menampilkan dua cerita horor yang dikirim oleh pendengar. Cerita pertama dialami oleh seorang mahasiswa di Semarang yang tinggal di kosan bermasalah. Kosan tersebut ternyata menggunakan tumbal, yaitu keponakan pemilik kosan yang diracun dan dikubur hidup-hidup di salah satu kamar. Kejadian aneh seperti penampakan pocong, benda bergerak sendiri, dan kesurupan oleh arwah wanita tersebut sering terjadi. Cerita kedua berasal dari seorang pendengar yang menceritakan pengalaman keluarganya. Ayahnya pernah mengalami keguguran di usia kandungan 7 bulan dan janinnya dikubur tanpa nama. Arwah bayi perempuan itu, bernama Yekti, kemudian kerap menampakkan diri—seringkali untuk memperingatkan sang ayah tentang bahaya yang akan datang, seperti saat hampir terjun ke jurang dengan truk. Seorang paranormal bernama Pak Aji membantu memberikan nama pada arwah tersebut dan menjelaskan berbagai intervensinya. Kedua cerita menggambarkan gangguan spiritual yang terkait dengan kematian yang tidak wajar dan ketidaktenangan arwah.

Transcription

3874 Words, 23910 Characters

Pembicara 1 Truk tiba tiba terseret maju. Dan terjatuh masuk ke dalam jurang yang cukup dalam. Saya tahu kamu baru saja memiliki anak yang meninggal karena keguguran di usia kandungan bulan ke 7. Pembicara 2 Yang bikin gue lebih heran, ternyata kosan itu pakai tuban menjadi kubur masih memakai pakaian terakhirnya. Dia diracun lalu dikubur. Hidup hidup. Jujur pangbawa parawang. Pembicara 1 Ganti saya jalankan kawanlah penggem. Pembicara 2 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Om swastiastu budaya. Salam kebajikan. Pembicara 1 Selamat datang kembali di podcast malam kliwon episode 664. Pembicara 2 Ya itu dia selamat pagi siang sore malam teman kliwon sehat selalu ya Amin dan lancar terus rezekinya. Pembicara 1 Amin ya allah. Pembicara 2 Kita mungkinkan lagi nih di um di edisi sebelumnya juga diingatin buat teman teman yang mau cerita bareng atau mau ngirim cerita sekarang dipermudah kami permudah dengan. Cukup WhatsApp. Pembicara 1 Ke nomor di bawah ini eta. Di bawah ini juga ada Liverpool. Enggak mau bercanda hilang oke. Pembicara 2 Orang kok enggak belajar di pengalaman? Enggak tenang harimu nanti. Pembicara 1 Kita sudah mengkurasi beberapa cerita dan cerita 1 yang akan dibacakan ini adalah cerita dari teman kliwon yang punya. Cerita dengan latar. Pembicara 2 Kosan ya kosan. Pembicara 1 Oke benar ya. Pembicara 2 Osani kecil kecil banget nih gue giniin dulu deh naga. Pembicara 1 Bisa itu dia. Pembicara 2 Bisa. Halo bang saat selalu ya tadi gue mau cerita tentang kosan. Wah ya orang nggak ada nyapa nyapanya. Pembicara 1 Bener assalamualaikum. Aduh semua gitu dong. Pembicara 2 Halo bang sehat selalu ya. Jadi gue mau cerita tentang kosan yang memakai tumbal, tapi untuk nama gue samarin ya panggil saja gue jumi. Jadi cerita ini oke, jadi dulu tuh pas jaman kuliah gue kuliah di Semarang. Di sana gue ngekost karena gue berasal dari Lampung. Kos kosannya enggak jauh dari kampus. Dari luar sih kosannya tuh kelihatan bisa biasa aja ya. Dan ya kosan kayak pada umumnya aja. Model kosan gue itu gabung sama yang punya rumah. Tapi posisi kamar kosan itu di belakang gitu. Jadi kalau malem pintu penghubung Antara rumah ibu kost sama kamar anak anak kosan itu tuh ditutup. Kalau siang kosan gue itu rasanya biasa aja. Tapi kalau udah sore rasa kosan itu udah mulai beda awalnya. Pembicara 1 Hmm. Pembicara 2 Setiap temen gue main ke sana pasti gak betah. Lama lama katanya kosannya aneh. Ya sebenarnya gua udah ngerasain itu dari awal masuk. Jadi gue udah kurang berminat tuh dari awal masuk. Tapi karena orang tua yang nyuruhnya di situ ya udahlah akhirnya gue turutin. Jadi sebelum kejadian ini yang gue alami sendiri teman teman di kosan itu tuh udah duluan ya ngalamin. Anak anak di kosan kami tuh punya kebiasaan kalau 0 atau enggak ada laporan itu tuh nonton film bareng di kamar. Salah satu teman lah. Nontonnya bareng bareng. Nah. Ini tuh kejadiannya pas malam suro pas malam suro itu mereka suruh surua nonton film horor. Tapi pas tengah nonton film. Salah seorang dari teman gue itu noleh ke belakang yang kebenaran di tengah tengah kamar kita itu ada meja sama kursi buat belajar bareng. Tapi pas dia noleh ke belakang. Ternyata dia melihat sosok pocong lagi duduk. Dan seketika dia pingsan. Besoknya sakit. Pembicara 1 Hm. Pembicara 2 Setahun kemudian gue baru masuk kosan itu. Sebulan 2 bulan 1 sih masih aman lah. Sampai akhirnya gue sendiri mulai mengalami hal aneh. Tepat di malam suro. Gua tidur, tapi rasanya seperti tidur tapi tidak sepenuhnya. Saat itu gua melihat sosok pocong yang sama seperti yang dilihat teman gue dulu. Awalnya gue melihat matanya yang biru. Dalam hati gue mikir bagus amat nih softlens. Pembicara 1 Nah ini lah. Makanya biru. Pembicara 2 Tapi lama lama baru kelihatan jelas. Kalau itu memang sosok pocong gue ceritain kejadian itu ke teman gue dan dia bilang. Pembicara 1 Iya emang ada. Pembicara 2 Setelah kejadian itu hal hal aneh makin sering terjadi. Yang bikin gue lebih heran, ternyata osan itu pakai tumbal. Setelah malam suro itu seminggu berikutnya gue sempat berpikir semuanya udah biasa aja. Tapi ternyata gue salah. Gue mulai dipimpikan oleh sosok wanita. Dia hitam pak at seluruh tubuhnya. Rambutnya sangat panjang. Dalam mimpi dia minta tolong supaya makamnya dibuka dan dia dimakamkan secara layak. Gua enggak bisa berbuat apa apa selain berdoa. Entah kenapa gue tahu persis bagaimana dia dimakamkan. Dia dikubur masih memakai pakaian terakhirnya. Dia diracun lalu dikubur. Hidup hidup. Dan yang lebih merinding, ternyata wanita itu masih saudara pemilik kos. Dia adalah keponakannya sendiri. Sejak mimpi itu kejadian aneh makin sering. Suatu waktu kami lagi kumpul di kamar teman ngobrol santai. Tiba tiba tas temen gua yang isinya buku buku berat tuh jatuh sendiri. Padahal nggak ada yang nyegol. Kami langsung saling pandang dan benar saja salah satu teman gua kerasukan si wanita tumbal itu. Wah untungnya belum parah. Kami tepuk tepuk supaya dia sadar. Dan alhamdulillah dia sadar. Hari berikutnya. Hanger baju jatuh sendiri. Besoknya lagi nampan stainless jatuh dengan suara keras. Padahal posisinya di tengah meja nggak ada angin, enggak ada yang nyentuh. Selain itu, gua dipimpin lagi sama wanita itu. Dia bilang kalau makamnya ada di kamar temen gue. Tempat di mana barang barang sering jatuh. Saat itu gue langsung merinding dan bingung harus berbuat apa. Beberapa waktu setelah mimpi itu kosan terasa agak aman. Sampai di suatu weekend, anak anak kost pulang kampung. Gue pulang paling terakhir karena masih ada jam kuliah sampai sore. Di kosan nih ceritanya masih ada 2 teman gua lah. Seperti kebiasaan kami sebelum pulang, kami saling nyapa. Gua ke kamar salah satu teman gua lihat dia duduk di kursi sambil nunduk. Gue sapa dan gue tanya pakai bahasa jawa. Dut. Gue turun mulai toh kamu tuh belum pulang apa dia diam aja tetap nunduk. Gua balik ke kamar beresin tas tiba tiba lampu kamar mandinyala sendiri. Coklat gitu ada bunyinya. Tapi gue acuh dan akhirnya langsung pulang kampung ke solo. Di bis. Gue cat temen sekamarnya. Intinya nanyain temen yang tadi. Sinut udah pulang belum sih gitu. Dia bales oh udah mbak dari 1:00 gitu. Nah padahal gue nyapa sosok itu 3:00 sore. Waktu itu gue dan teman gue cuma ketawa. Tidak mikir gue kecapekan kali gitu. Seminggu kemudian kami balik ke kos. Suatu malam lagi ngerjain laporan. 2 teman gue tiba tiba lari panik. Mereka bilang kipas angin dan handbody di meja tuh jatuh sendiri. Gue ngajak mereka berpikir positif. Tapi sebenarnya gue tahu itu siapa? Akhirnya kami belajar bareng di kamar gue. Tapi belum selesai sampai di situ. Malam itu kami tidur bareng di kamar yang ada makam tumbalnya. Untuk ke kamar itu tuh harus lewat dapur. Saat gue lewat dapur, gue melihat pocong gue langsung lari masuk kamar dan pura pura tidur buat ngelupain kejadian itu. Pembicara 1 Ibu. Pembicara 2 Kos pernah bilang ke salah satu teman gue. Yang katanya tuh anak kesayangannya. Bahwa dia. Tidak akan meninggalkan baju minton sendirian di kosan. Dari situ semuanya makin terasa aneh. Sekian cerita dari gua. Maaf kalau ceritanya berantakan. Soalnya gue belum pernah cerita seperti ini. Oke, semua nama disamarkan. Terima kasih bang. Semoga ceritanya dibacakan. Wah ini penutup yang epic nih ibukos pernah bilang ke salah satu teman gua bahwa. Dia tidak akan meninggalkan. Simak jumint sendirian di kosan. Itu maksudnya apa ya? Siapa baju minta juga. Ah. Pembicara 1 Oh nama pengin. Ini ini berarti si orang yang terkubur ini adalah keponakan dari pemilik kosan. Pembicara 2 Ya menurut menurut penuturannya. Pembicara 1 Anjir. Ini tahun berapa? Enggak tahu ya tapi ya. Pembicara 2 Enggak tahu pak? Pembicara 1 Kesepakaran siapa tahu ada apa sempat ada penyelidikan atau apa gitu ya namanya ada orang dikubur di situ akhirnya. Pembicara 2 Ya keponakannya sendiri pak. Pembicara 1 Makanya. Pembicara 2 Ya walau ya mungkin keponakannya yang bapak ibunya sudah enggak ada mungkin atau gimana gua enggak. Pembicara 1 Tahu enggak ada yang nyariin gitu. Serem banget. Pembicara 2 Si kamar ini tuh diisi enggak sih yang ada ininya yang ada makamnya ini? Pembicara 1 Teman yang ninggalin. Pembicara 2 Temannya ya? Pembicara 1 Temannya ninggalin tadi. Pembicara 2 Dia tidur di atas makam gitu iya. Biasanya buat apa kalau tumbal tumbal gini. Pembicara 1 Sugian enggak tahu iya buat suka suksesan itu. Pembicara 2 Yang kosan yang cowok cowok ya yang bapaknya. Pembicara 1 Naro punya. Pembicara 2 Nah atau apa gitu tahu enggak lu. Pembicara 1 Ada makhluk iya yang reguler ngambilin saja ini. Anjay. Ini kan berarti wanita tumbal yang dikubur di kostan ya. Kalau wanita timbul tuh seram enggak wanita timbul. Pembicara 2 Wanita, tambul wanita. Pembicara 1 Tambul begini kalau tambun itu bahwa. Pembicara 2 Wah apa sih gitu kalau wanita tambun wanita lu. Pembicara 1 Bekasi Bekasi. Nih tambun nih lu orang tambun loh ya. Pembicara 2 Bukan? Kuburnya di kamar pak? Iya kan dibawa kamar. Kalau dibilang tega ya tega ya, tapi menurut keyakinan saya. Belum jadi kosannya pas dikubur nih. Pembicara 1 Jadi masih. Pembicara 2 Masih rau. Pembicara 1 Atau belum ada bangunan bahwa ada bangunan bisa jadi. Pembicara 2 Harga kan ribet. Tapi ada satu momen yang cukup menarik buat kita. Perhatikan di sini teman teman dan kita bisa mencontoh dari mbak ini. Sejak mimpi itu kejadian aneh. Makin sering suatu waktu kami lagi kumpul dikumpul di kamar teman ngobrol santai. Tiba tiba tas teman gua yang isinya buku buku berat jatuh sendiri. Padahal enggak ada yang nyenggol. Kami langsung saling pandang. Benar aja salah satu teman gue kerasukan si wanita tumbal itu. Untungnya belum parah. Kami tepuk tepuk supaya dia sadar dan alhamdulillah dia sadar. Pembicara 1 Hmm keren. Pembicara 2 Jauh bapak kesurupan ceritanya. Wah guys. Pembicara 1 Teman ditemokin lah ke teman teman tepuk tangan. Pembicara 2 Gitu. Wah. Pembicara 1 Coba. Pembicara 2 Mantan lupa nih. Pembicara 1 Gitu. Pembicara 2 Baru teman gua sampai dia tersadar. Pembicara 1 Atau gini gini? Pembicara 2 Sudah duit sendiri. Akhirnya itu dia. Pembicara 1 Bilang tuh megang. Pembicara 2 Tepuk tepuk aduh. Aduh mbak cumi ini. Pembicara 1 Menarik nih kalau. Pembicara 2 Misalnya, pas saat kesurupan itu tuh. Diceritakan tuh kesurupannya gimana itu? Pembicara 1 Ya biasanya. Pembicara 2 Ada peluk peluk tuh di situ. Curi. Pembicara 1 Cirinya apa tiba tiba matanya 0 ya kan? Pembicara 2 Dan. Kok ia tahu oh soalnya baju mie yang tahu sendiri ya yang lainnya enggak tahu kalau dia kesurupan itu sama. Pembicara 1 Samaran ya samaran. Pembicara 2 Sebenarnya disamarin. Itu pak. Pembicara 1 Oke terima kasih mbak jumi kita lanjut ke cerita berikutnya halo mas bimo dan mas danu halo teman klien semua aku mau bagiin cerita ceritaku ini lumayan panjang. Jadi sebelumnya maaf kalau ngebosenin ya. Cerita ini adalah cerita yang menurutku cukup sensitif dan personal. Cara menyangkut tentang keluargaku. Aku adalah anak 1 dari 6 bersaudara. Tetapi aku juga merupakan anak tunggal karena 5 adikku meninggal sebelum dilahirkan di dunia. Pembicara 2 Oh. Pembicara 1 Kejadian ini bermula sewaktu ibuku mengandung untuk 2 kalinya. Yaitu ketika ibuku mengandung adik pertamaku. Di usia kandungan yang ke 7 bulan di suatu hari ibuku merasa perutnya sakit dan nyeri. Karena khawatir bapak membawa ibu ke rumah sakit. Dan setelah diperiksa ternyata janin adikku yang sudah berusia 7 bulan dikandungan itu meninggal dunia. Pada saat itu bapak tidak tahu persis harus bereaksi seperti apa atas kejadian seperti ini. Sehingga bapak memutuskan untuk meminta pihak rumah sakit untuk menguburkan janin itu di kawasan rumah sakit. Dan tidak membawa jenazah jaringan itu pulang untuk dikuburkan sendiri. Pada saat itu bapak bahkan tidak sempat memberikan nama pada adikku. Entah apa yang ada di pikiran bapak saat itu. Tapi mungkin beliau bingung panik dan tidak sempat mencari pendapat atau nasihat dari keluarga. Sehingga bapak memutuskan sendiri seperti itu. Beberapa tahun kemudian di satu siang, bapak memutuskan untuk tidur siang di kamarku. Di tengah tidur siangnya bapakku terbangun karena merasakan ada seorang yang membuka pintu kamar. Bapakku adalah seorang anggota tni sehingga beliau terbiasa untuk waspada sehingga apabila beliau sedang tidur sedikit suara saja itu bisa membuat beliau terjaga. Disitu bapak melihat ada aku yang saat itu masih berusia balita berdiri di depan pintu dan beranjak mendekatinya. Bapak pun mengulurkan tangannya untuk menjadi bantal bagiku tidur. Istilahnya di jawab bapakku ini berniat ngelonin aku yang baru masuk ke kamar setelah melihat aku menyandarkan kepala di lengan, bapak bapak pun menutup mata kembali untuk melanjutkan tidur siangnya. Namun seketika beliau menyadari hal yang aneh. Saat balita, aku memiliki rambut yang agak panjang, namun rambutku tidak pernah dikuncir. Sedangkan sosok aku yang baru saja masuk ke kamar tadi terlihat memiliki rambut yang agak lebih panjang dariku. Dan rambutnya dikuncir 2 bapak juga langsung teringat kalau saat itu aku yang sebenarnya sedang tidur juga di sisi kasur satunya berbatalkan tangan bapak yang lain. Lantas siapa aku yang berkuncir kuda yang baru masuk kamar itu? Belum habis rasa terkejut bapakku. Tiba tiba beliau mendengar suara anak kecil perempuan yang berkata. Bapak. Pembicara 2 Jahat sama aku. Pembicara 1 Seketika bapak langsung buka mata dan sosok aku yang berkuncir kuda udah nggak ada di sana. Bapak menoleh ke sisi kasur lainnya dan aku yang sebenarnya sedang tidur di situ. Di lain waktu di satu hari bapak sedang ada kegiatan latihan bersama pasukan TNI yang diselenggarakan di kawasan air terjun sedudo, Nganjuk, Jawa Timur. Oh, jalanan menuju dan dari arah air terjun ini merupakan jalan curam dengan banyak belokan dengan tebing di satu sisi dan jurang di sisi lainnya. Saat itu bapak sedang membawa kendaraan truk TNI dan bapak duduk di kursi kemudi. Di satu belokan tiba tiba rem mobil bermasalah sampai truk yang dikendarai bapak ini menabrak pembatas jalan sampai kepala truk itu tuh sudah masuk ke jurang. Untungnya saat itu mobil sempat berhenti tepat saat kepala truk sudah melayang di bibir jurang. Salah sedikit lagi truk dapat terjun bebas masuk ke dalam jurang. Karena bapak memegang kemudi dan juga merupakan pemimpin regu. Beliau spontan memerintahkan semua anggota pasukannya yang berada di bak belakang truk untuk turun terlebih dahulu. Sedangkan beliau akan turun ketika semua anggota pasukannya sudah keluar dari kendaraan dan berada di situasi yang aman. Tepat ketika bapak turun dari truk dan menginjakkan kaki di tanah truk tiba tiba terseret maju. Dan terjatuh masuk ke dalam jurang yang cukup dalam. Secara logika di posisi saat itu cara terbaik adalah bapakku dan rekan beliau yang duduk di kabin. Keluar duluan menuju posisi aman. Kemudian semua anggota pasukan lainnya yang ada di belakang akan melompat keluar setelah orang orang yang berada di kabin truk sudah berada di posisi aman. Posisi saat itu roda depan truk bahkan sudah tidak menyentuh tanah. Sehingga menurut bapak harusnya turun lebih dulu. Namun aku tetap bersyukur bapak dapat selamat dari kejadian itu. Cerita cerita ini dipendam oleh bapak sendirian. Dan enggak diceritain ke siapapun, bahkan ke ibu. Sampai satu ketika kami sekeluarga berkunjung ke rumah kerabat jauh yang sudah sangat lama enggak dikunjungi, sebut aja le parjo. Kerabat jauh yang tinggal di sebuah desa di Jawa timur. Kami berkunjung ke rumahnya dan kami disambut dengan baik. Secara kebetulan pada saat itu lemparju tiba tiba mengajak kami untuk menemui temannya. Kami ikut ikut aja karena diajak. Sebut aja teman lemparjo ini. Pak aji lah ya. Begitu kami bertamu pak aji ini tiba tiba bergumam. Aduh salah ini. Parah ini pokoknya. Kami bertanya tanya dalam hati apa maksud beliau? Akhirnya parjo pun bertanya apa maksud pak aji? Ini lho saudaramu ini ngelakuin salah. Aku kasihan. Kami masih bingung dan menunggu penjelasan lebih lanjut dari pak haji. Kemudian pak aji menoleh ke arah bapak. Dan dia bilang. Pembicara 2 Anda belum tahu. Pembicara 1 Seolah anda apa? Bapak menggeleng pelan sambil terlihat berpikir keras. Saya kasih tahu ya ketika seorang perempuan mengandung dan usia kandungannya sudah mencapai 4 bulan, maka allah memerintahkan malaikat untuk menitipkan ruh ke dalam janin yang berada di dalam kandungan. Maka sejak saat itulah bayi manusia hidup, ucap p aji. Kami masih kebingungan dan sebelum kami bertanya, pak aji melanjutkan. Saya tahu kamu baru saja memiliki anak yang meninggal karena keguguran di usia kandungan bulan ke 7. Bapak terkejut mendengarnya. Apalagi baru kali ini kami bertemu dengan beliau. Bahkan leparjo pun terkejut. Karena dia juga belum tahu soal ini karena sudah lama nggak berkabar Antara kami dengan keluarga leg parjo. Meskipun meninggal dalam kandungan, tapi bayi itu sudah berusia 7 bulan. Artinya bayi itu sudah hidup. Sudah merupakan seorang manusia. Dan semua manusia berhak untuk memiliki nama. Anda belum kasih dia nama kan tambah pak aji. Yang semakin membuat kami terkejut. Bagaimana pajit tahu? Setahu saya, saya tidak pernah menceritakan hal ini ke leg parjo. Apalagi ke pak haji yang baru 1 kali kami temui hari ini. Tanya si bapak. Ya jelas saya tahu. Ini anak muda ke saya nangis minta dikasih nama sama bapaknya. Ternyata pak haji adalah salah satu orang yang diberi karunia untuk dapat berkomunikasi dengan makhluk yang nggak asat mata. Dari penuturan pak aji itu akhirnya bapak memberikan adikku sebuah nama. Sayekti atau kami memanggilnya yekti. Yakni memiliki wajah yang sangat mirip dengan wajahku. Hanya saja dia adalah seorang perempuan. Dengan rambut panjang yang dikuncir 2. Hari itu pak haji juga memberikan beberapa kisah di luar nalar yang berhubungan dengan yakni. Masih ingat anak perempuan yang masuk ke kamar dan ikut tidur di lengan bapak? Itu adalah hekti. Begitu pula dengan cerita bapak yang hampir masuk jurang bersama pasukan beliau. Ternyata menurut pak aji, ketika truk hendak masuk ke jurang, yakti berusaha menahan truk itu. Supaya bapaknya bisa selamat. Untung saja saat itu bapak turun belakangan. Karena kalau bapak turun lebih dahulu. Yak hanya menahan truk untuk menyelamatkan bapak saja tidak untuk seluruh pasukannya. Kalau bapak turun duluan bisa jadi yati langsung melepaskan truk itu dan truk itu akan langsung meluncur ke dalam jurang menewaskan satu pasukan yang ada di dalamnya. Ya walau ya. Setelah pertemuan kami dengan pak aji di hari itu, adikku yatim masih beberapa kali menampakkan diri. Namun sekarang dia menambahkan diri bukan karena ingin diberi nama, tetapi untuk memberikan firasat buruk atas sesuatu yang akan terjadi kepada bapak. Satu hari ketika aku pulang sekolah, aku pulang menuju ke kamarku untuk istirahat. Sebelum ke marku, ada kamar mandi yang saat itu pintunya terbuka lebar. Ketika aku lewat pintu kamar mandi itu. Ekor mata aku melihat ada seseorang di dalam kamar mandi. Aku yang kaget karena mendapati ada seseorang di kamar mandi yang nggak melakukan apapun dan membiarkan pitunya terbuka pun berhenti dan menoleh. Aku melihat seorang perempuan yang rambutnya dikuncir kuda. Usianya terlihat sebaya denganku dan yang paling aneh wajahnya adalah wajahku. Aku kaget sekali melihatnya. Saat itu aku langsung teringat bahwa yakin memiliki wajah yang sangat mirip sepertiku. Aku pun coba memanggilnya. Yak. Dia tidak menjawab. Malah tiba tiba menangis. Aku bingung harus berbuat apa. Sampai tiba tiba dia berkata. Pembicara 2 Bapak mas bapak. Pembicara 1 Kemudian dia menghilang begitu saja. Saat itu aku tidak cepat menceritakan kejadian ini kepada siapa pun. Karena keesokan harinya. Bapakku mengalami kecelakaan di tol. Yang hampir merenggut nyawanya. Sejak saat itu beberapa anggota keluargaku yang bertemu dengan yacti akan mendapati bapakku mendapatkan musibah di keesokan harinya. Salah satunya adalah anak pertamaku. Wah aku wakil turun temurun nih. Pembicara 2 Mur pak. Pembicara 1 Saat itu aku tinggal bersama istri dan anak keduaku di Jombang. Hari itu kami ke Surabaya untuk mengajak bapak, ibu dan anak pertamaku. Yang tinggal bersama kakek nenek di Surabaya untuk mengunjungi kerabat di beberapa kota di Jawa timur. Sebelum keberangkatan kami. Anak pertamaku ini melihat ada aku yang sedang menangis. Sambil berlari ke tengah belakang rumah. Menurut anak pertamaku, wajahnya mirip denganku. Tapi dia seorang perempuan. Yang usianya di atas 30 tahun dan rambutnya dikuncir kuda. Namun anak pertamaku ini memang sedikit peka sehingga dia enggak mengejar sosok itu naik tangga. Sepulangnya kami dari perjalanan mengunjungi kerabat. Bapakku terkena serangan stroke 1 beliau. Satu hal aneh lainnya tentang yakni adalah yati ikut bertumbuh seperti ku. Saat aku masih balita yaitu juga balita. Saat aku duduk di bangku sma seperti adik kelasku dan saat aku sudah beristri dan punya 2 anak yati seperti perempuan berusia di atas 30 tahun. Entah sampai kapan yakni akan terus menemani keluargaku. Wallahualam sekali lagi. Sekian ceritaku kali ini untuk mendengar kalau berkenan saya minta doa untuk almarhumah bimbi saya. Apabila muslim bisa bacakan surat al fatihah. Apabila non muslim bisa 2 2 yang baik supaya doanya kembali juga kepada si pengirim doa. Terima kasih mas bimo dan mas danu juga semua teman kliwon. Semoga menghibur dan terima kasih sudah mendengarkan. Pembicara 2 Kobby sih. Pembicara 1 Mimpinya baru meninggal kayaknya. Pembicara 2 Oh gue kira yati kan adiknya kan berarti. Pembicara 1 Oke baru meninggal ya? Pembicara 2 Apa? Oh taipo. Pembicara 1 Iya iya iya. Pembicara 2 Mbak yakti. Pembicara 1 Unik nih wanna foke nih cerita cerita begini nih. Udah lama enggak di PMK enggak nongol cerita kayak gini. Pembicara 2 Iya. Pembicara 1 Tapi jaga ini. Pembicara 2 Jadi guardian angel. Pembicara 1 Iya, tapi gue tertarik sih saya masih masnya nih. Mungkin bisa cerita langsung gitu ya kenapa tuh? Eh karena enggak banyak bro jauh. Pembicara 2 Pak di Jombang. Pembicara 1 Ah iya sih ya. Pembicara 2 Dekat sama diacil sih. Pembicara 1 Diomong kita bawa ke Magetan nah. Pembicara 2 Ngawi ke? Pembicara 1 Ngawi gue pernah. Pembicara 2 Ke air terjun. Pembicara 1 Pan sedudo ini nih oh ya air. Pembicara 2 Air minum di ngawi itu mereknya juga sedudo dari. Pembicara 1 Materi dari dari nama itu. Pembicara 2 Kayak pemain colombia, batin gue. Pembicara 1 Pemain pemain ini apa Amerika Latin mainnya? Pembicara 2 Gue jadi penasaran nih. Iya iya iya. Pembicara 1 Sedih ya. Tapi jadi penjaga ya ini gimana dari dari sudut pandang agama ya bisa kali begini nah. Pembicara 2 Bapak gimana? Pembicara 1 Saya sebagai orang yang ngerti itu. Pembicara 2 Gimana tuh bapak menurut bapak gimana? Pembicara 1 Entar gua coba telepon ini deh apa ustad khalid bahasa lama. Pembicara 2 Kok bisa siapa? Pembicara 1 Tahu dia bisa menjelaskan. Ada enggak sih? Bisa enggak sih pak gitu ustadz. Unik nih peristiwa begini nih oke ustad alfi aja kali ya. Pembicara 2 Pernah enggak sih dia ke sini? Pembicara 1 Belom nah ya belum belum sampeyan belum? Pembicara 2 Sampeyan kan bisa pasrah Ramadan. Pembicara 1 Ah itu dia kalian. Pembicara 2 Buat fey sih. Pembicara 1 Nah. Ini apa tausiah? Pembicara 2 Boleh. Pembicara 1 Unik sini ceritanya. Pembicara 2 Setelah meninggal enggak diulain. Pembicara 1 Tapi kan tumbuh dia coy. Biasanya kan lets say gitu ya. Kalau ketika ada cerita kayak gini dia jadi arwah. Penasaran habis diduain sas selesai urusannya gitu. Iya kan biasanya gitu kan dia cuma minta didoakan atau disempurnakan baik pemakamannya atau organ tubuhnya segala macam. Ya nah ini kan ikut tumbuh nih. Iya kan jadi. Pembicara 2 Gede ya gitu. Pembicara 1 Maksudnya ya ikut buku ikut nemenin dan selalu hadir kuat. Pembicara 2 Tapi nih mbak yakinnya nahan truk nih. Pembicara 1 Itu juga nah sekecil nahan truk ikut strong man wah. Pembicara 2 Biasanya kalau masih kecil pengen beli truk. Pembicara 1 Oke terima kasih teman. Kalau wang sudah berbagi cerita dan mendengarkan atau menonton kita mau beli iya. Pembicara 2 Iya gitu di. Pembicara 1 Episode berikutnya enggak tahu.

Key Points:

  1. Podcast membahas dua cerita horor supernatural yang dialami oleh pendengar.
  2. Cerita pertama tentang kosan di Semarang yang menggunakan tumbal manusia (keponakan pemilik) yang dikubur hidup-hidup di dalam kamar, menyebabkan penampakan pocong dan kesurupan.
  3. Cerita kedua tentang keluarga yang diganggu oleh arwah bayi perempuan (Yekti) yang keguguran di usia 7 bulan, yang menampakkan diri untuk memperingatkan bahaya dan meminta diberi nama.

Summary:

Transkripsi ini merupakan episode podcast yang menampilkan dua cerita horor yang dikirim oleh pendengar. Cerita pertama dialami oleh seorang mahasiswa di Semarang yang tinggal di kosan bermasalah. Kosan tersebut ternyata menggunakan tumbal, yaitu keponakan pemilik kosan yang diracun dan dikubur hidup-hidup di salah satu kamar. Kejadian aneh seperti penampakan pocong, benda bergerak sendiri, dan kesurupan oleh arwah wanita tersebut sering terjadi. Cerita kedua berasal dari seorang pendengar yang menceritakan pengalaman keluarganya. Ayahnya pernah mengalami keguguran di usia kandungan 7 bulan dan janinnya dikubur tanpa nama. Arwah bayi perempuan itu, bernama Yekti, kemudian kerap menampakkan diri—seringkali untuk memperingatkan sang ayah tentang bahaya yang akan datang, seperti saat hampir terjun ke jurang dengan truk. Seorang paranormal bernama Pak Aji membantu memberikan nama pada arwah tersebut dan menjelaskan berbagai intervensinya. Kedua cerita menggambarkan gangguan spiritual yang terkait dengan kematian yang tidak wajar dan ketidaktenangan arwah.

FAQs

Rem truk bermasalah sehingga truk menabrak pembatas jalan dan hampir jatuh ke jurang. Truk akhirnya terseret maju dan jatuh ke jurang setelah semua anggota pasukan turun.

Yekti menampakkan diri sebagai anak perempuan berambut panjang dikuncir dua yang masuk ke kamar saat bapak tidur siang. Sosok itu kemudian menghilang setelah berkata "Bapak jahat sama aku".

Kosan tersebut menggunakan tumbal, yaitu seorang wanita (keponakan pemilik) yang diracun dan dikubur hidup-hidup di salah satu kamar. Berbagai kejadian aneh seperti penampakan pocong dan benda bergerak sendiri sering terjadi.

Pak Aji adalah kerabat yang memiliki kemampuan berkomunikasi dengan makhluk halus. Dia mengetahui tentang anak keguguran karena Yekti (roh anak tersebut) mengadu kepadanya dan meminta diberi nama.

Yekti berusaha menahan truk agar tidak jatuh ke jurang, sehingga menyelamatkan bapak dan pasukannya. Jika bapak turun lebih dulu, Yekti mungkin hanya akan menyelamatkan bapak saja.

Penghuni mengalami penampakan pocong, mimpi wanita hitam meminta dimakamkan layak, kerasukan, serta benda-benda seperti tas, hanger, dan nampan jatuh sendiri tanpa penyebab jelas.

Chat with AI

Ask up to 3 questions based on this transcript.

No messages yet. Ask your first question about the episode.