Go back

Peniru Suara Jadi Sutradara - Podcast Raditya Dika

0m 0s

Peniru Suara Jadi Sutradara - Podcast Raditya Dika

Percakapan ini mengeksplorasi latar belakang dan minat kreatif Pembicara 2. Ia mengidentifikasi diri sebagai seniman dan kreator, dengan ambisi awal menjadi sutradara film yang berakar dari kegemaran berimajinasi sejak kecil serta ketertarikan pada film fantasi. Perjalanan kreatifnya dimulai dengan membuat film pendek menggunakan kamera, kemudian berkembang melalui konten impersonasi yang membawanya bergabung dengan manajemen Ernest. Dalam proses pembuatan film, ia berkolaborasi dan berdiskusi, seperti menyesuaikan akhir cerita agar tidak terlalu gelap. Pembicara 2 juga menyukai komedi canggung, mengagumi serial seperti *Curb Your Enthusiasm* dan teknik penulisan retroscripting yang mengandalkan improvisasi. Percakapan meluas ke pengalaman menonton komedi langsung, termasuk di festival komedi Melbourne, yang memberikan referensi dan inspirasi beragam. Dialog ini menggambarkan perpaduan antara passion di bidang film, komedi, dan proses kreatif yang personal.

Transcription

10095 Words, 57918 Characters

Pembicara 1 Hari ini bersama kristo immanuel bro halo. Pembicara 2 Bang radit. Pembicara 1 Lo kalau mendefinisikan diri lo tuh apa sebenarnya pekerjaannya utamanya apa? Pembicara 2 Kreator apa ya gus ya lagi tadi. Pembicara 1 Langsung apa ya? Kenapa langsung ngomong dengar dengar kalau ktp ya KTP gue wiraswasta. Pembicara 2 Oh sama kalau itu sama. Pembicara 1 Tapi lo ke mendefinisikan diri lo. Pembicara 2 Yang ada aja gua kerjain yang ada saja ya enggak apa ya? Mungkin enggak tahu ya ini hopefully enggak kerach tapi seniman ya guys seniman iya kali ya. Pembicara 1 Oke emang emang lu dari awal mau jadi seniman dari. Pembicara 2 Dari kecil gue sebenarnya pengin bekerja di industri film. Intinya itu jadi mau jadi apapun itu yang penting di industri film, tapi utamanya pengin jadi sutradara. Cuman dari kecil tuh ngelihat opportunity nya di mana yang paling besar kayak pas gue kuliah. Sempat dibilang opportunity paling gede sekarang di sound gitu. Jadi gue belajar sound gitu. Pembicara 1 Dari kecil pengin masuk ke film ada film yang lo suka kah atau atau apa? Pembicara 2 Karena yang 1 tuh gue enggak melihat kerja kantoran sebagai opsi dulu pas kecil karena karena gue enggak melihat itu fun gue pas kecil itu kayak gue pengin kerja itu fun gitu loh gitu loh. Kayak pakai main main gitu penginnya dan itu sampai gue SMA sampai kuliah sampai SMA sebelum ayah kuliah juga masih enggak bisa melihat itu sebagai opsi gitu. Kayaknya gue kalau kerja kantoran gua akan jelek kinerjanya gitu. Jadinya gua harus mengerjakan sesuatu yang gua uh hobi gua jadi gua bagusin banget hobi gua sampai gua bisa kerja di hobi gua itu gitu. Pembicara 1 Emang lo ngelihat apa pas kecil sampai lu bisa berasumsi kerja kata itu oh bokap kerja kantoran. Berarti tiap hari dia pulang kalau ngelihat dia kayaknya. Ya kan gitu ya berarti gitu kan ya bukan kamu lakukan kayaknya enggak enggak sini kan enggak enggak. Pembicara 2 Papa berangkat kerja dulu ya. Wah enggak deh. Pembicara 1 Enggak sih? Kayaknya enggak enggak sih enggak? Pembicara 2 No no, no. Pembicara 1 Kenapa hobinya ke film lo suka nonton kah atau. Pembicara 2 Gue tuh dari kecil suka berimajinasi bang jadi ngelihat film itu kayak imajinasi yang ada di kepala gua selama ini dijadiin visual kayak film film kayak narnia the greene gitu tuh. Wah ngelihat aneh anehnya tuh terjadi gitu apalagi kayak the musk gua tuh suka banget campuran Antara dunia nyata sama dunia a fantasi itu dijadi satu universe yang sama gitu. Kalau kayak lord of the rings kan full fantasi tapi kalau kayak narnia kan ada dunia nyata terus dunia fantasi the mestinya juga kayak fantasi di tengah tengah dunia yang nyata gitu. Oke gue tuh suka itu. Pembicara 1 Lo tahu menyukai itu karena pas filmnya keluar lu jadi nonton atau di luar film pun lu juga suka berfantasi fantasi kayak gitu. Pembicara 2 Gue di luar film pun suka berimajinasi sendiri gitu gue suka. Pembicara 1 Apa fantasi terliarlah. Pembicara 2 That sounds super rong. Pembicara 1 Jadi. Pembicara 2 Ada tukang paket pulang. Pembicara 1 Kalau kalau gue ya gue fantasi terliar gue ya waktu kecil. Pembicara 2 Gue mau dengar ya gue. Pembicara 1 Waktu kecil gue waktu. Pembicara 2 Itu kecil. Pembicara 1 Waktu aku biasanya. Pembicara 2 Masih dijelasin ya enggak? Pembicara 1 Usah enggak enggak usah fantasi terlihat gue waktu dewasa enggak usah. Jangan itu tiap Minggu bisa bisa nonton anime kan panas terlihat benar. Pembicara 2 Benar kurang liar pesan cuman masa cuma setiap Minggu orang tahun anime biar biar. Pembicara 1 Aman kan oh iya. Pembicara 2 Iya iya iya iya. Wah liar sekali iya. Pembicara 1 Waktu kecil itu gua tahu loh yang kayak mainan mainan prajurit prajurit tuh. Aduh sama lagi ya yang warna hijau ya yang suka di toy story tuh gua kasih parasut sudah diterbang dari lantai 2 apa segala macam gua bikin mereka perang terus gua punya satu set lag gua sendiri gua gua suka mengimajinasikan. Adegan adegan yang gua lakukan dengan mainan mainan gua gitu. Pembicara 2 Jadi. Pembicara 1 Gua suka perfantasi di situ. Lu mainan juga kah? Atau gambar atau. Pembicara 2 Gua lebih ke jadi rumah gua dari kecil tuh enggak pernah rapih karena diberantakin sama gua. Jadi misalnya gua ngambil kursi kursi kursi terus kayak main ceritanya ini lahar jadi enggak boleh jatuh dari kursi gitu. Entar sama adik gua atau enggak nanti jadi kasur kasur di lantai itu kan ada kasur apa kasur atas sama kasur lantai kan? Nah kasur lantai gua tuh selalu rusak karena. Gua lipet jadi 2 terus gue bawa jadi tenda tenda. Nah terus ntar gua main sama adik gue kayak ceritanya kita lagi di tengah hutan tapi mainan juga. Tapi bedanya gue bukan lego atau mainan mainan kayak gitu. Gua pergi toys RAS zaman dulu lihat mainannya mau yang mana terus kita pasar gembrong beli yang mirip ini pasar gembrong lebih murah versi versi banyakannya. Pembicara 1 Biar sih bajakan versi bajakannya si baja gue. Ingat. Pembicara 2 Banget adik gue pengin beli baby life dulu namanya baby gue punya. Pembicara 1 Lagi. Pembicara 2 Nah gue dari gue buat anak lu enggak? Pembicara 1 Gue punya itu di umur 3 4 gue beli di pim. Pembicara 2 Buat. Pembicara 1 Lucu pak. Pembicara 2 Susah buat apa? Pembicara 1 Susah bisa bisa boker gem. Pembicara 2 Masa lu cari mainan bisa boker di umur 34. Pembicara 1 Benar kan baby life kan benar tapi. Pembicara 2 Bukan itu yang intinya yang saya mau bingungan membingungkan saya nya dong. Selain kamu di umur 34 membeli main dan yang bisa eek. Pembicara 1 Enggak tuh ngedit videonya ya gue gue beli terus gue bilang fadli billy gue dapat mainan deal ini yuk kita dapat. Pembicara 2 Beli mainnya beli beli gue beli maunya jangan sama lu secara sadar di bawah 34 itu membeli mainan eye itu. Pembicara 1 Soalnya gue baru 1 kali ngelihat ada ada mainan bisa boket. Pembicara 2 Karena adik gue tuh dari kecil pengin banget itu akhirnya kita beli ke pasar gembrong namanya baby apa? Baby hidup enggak tahu gue nama pokoknya jadi main apa? Oh iya banget trafficking. Dari pasti pencet pulangin aku pulangin tepuk tangan kok pucat gitu terus terus terus ya sudah jadi ya beli beli pasar apa di pasar gembrong itu dulu main apa mainan mainan tentara tentaraan dinosaurus itu belinya di pasar gembrong, tapi ngelihatnya di sana s dulu karena ini mahal kalau yang di situ kan. Pembicara 1 Yang ada di situ. Pembicara 2 Gitu. Pembicara 1 Nah terus lu suka film pengin jadi saudara berarti dari smp SMA dari SD. Belum menyalurkannya gimana lo ikut club film kah atau lu apa? Pembicara 2 Lu dari kecil kurang punya banyak teman gitu kurang punya banyak circle gitu loh. Nah jadinya bokap pernah ikut lomba di kantornya terus. Hadiahnya adalah handy cam. Nah dari handy camp itu gua bikin film pendek sama sepupu gue sama adik gue gitu di rumah. Pembicara 1 Oke itu SD. Pembicara 2 Kelas 5 apa kelas 4 gitu lupa gue. Pembicara 1 Nah lu ramainya justru ketika lo menirukan suara suara impersonasi kan sempat ramai banget tuh pas pandemi. Pembicara 2 Ya pandemi 2020 sebenarnya awalnya 2009 eh 2018 apa 19 gitu? Tapi namanya berupa pandemi. Pembicara 1 Diajakin earness masuk manajemen doi hanya karena itu atau dia ngelihat lu bisa stand up atau apa waktu dia bilang atau. Pembicara 2 Conness bilang waktu itu dia ngelihat dari sketsa sketin sketsa yang gua bikin gua punya gua punya basic menulis dan dia ya dan dia suka dengan style tulisan gua gitu. Terus dia bilang coba ikut manajemen terus gua pengin jadi lu either sutradara atau penulis gitu. Pembicara 1 Bilang kayak gitu nah lu gabung sama ernes karena lu tahu jalur lo mau diajakan sutradara nih ya. Dan gua dengar ceritanya untuk film lo yang 1 yang tinggal meninggal ini lu harus ngebuktiin berkali kali kepada ernest bahwa scriptnya layak gitu. Apa gimana sih lu? Pembicara 2 Enggak sih kalau itu lebih ke justru gue enggak nyangka kuaress pick up scriptnya malah jadi gua bikin ini bareng istri berdua nulis gua. Pembicara 1 Lihat tuh. Pembicara 2 Terus pas nulis. Kita upload di Instagram kalau kita lagi nulis sebagai hobi terus karena tanya premisnya dan gue gue diminta ceritain ke dia sinopsis full nya seperti apa baru habis itu dari situ qrinness kayak oke kita go. Tapi yang bukan membuktikan lebih ke kita debat panjangnya soal. Titik mananya supaya film ini jangan terlalu dark terus titik mananya supaya film ini tuh jangan terlalu berat gitu. Pembicara 1 Apa yang di awal ngebuat film lo jadi terlalu berat yang akhirnya diubah di setelah diskusi sama produser, ada bagian apa yang load take out? Pembicara 2 Sebenarnya bagian ending sih, jadi gue enggak bisa kasih tahu terus. Spoiler. Pembicara 1 Ini ada. Pembicara 2 India endingnya dark dark banget terus. Kita diskusi gimana supaya after taste penonton tetap tetap dihangatnya gitu bukan di bukan di betternya gitu karena gue pengin filmnya tuh kan ironis gitu follow ironis filmnya gitu jadi gimana supaya tetap after taste itu ada ada sweetnya sedikit gitu. Oke. Pembicara 1 Itu sih nah untuk komedi lu suka crange komedi. Pembicara 2 Suka banget gue parah. Pembicara 1 Kayak gimana sih crange komedi itu? Pembicara 2 Crange comedy tuh contoh ya misalnya kayak the office gitu di office terus kayak fle bag terus kayak oh curpi orang antusiasme. Pembicara 1 Iya gue suka semua tuh. Pembicara 2 Lu nonton corpu entusi semua. Pembicara 1 Nonton semua oh my god semua season kenapa? Oh my god. Pembicara 2 Senang gue ketemu orang yang nonton kerap susah banget bang ketemu orang yang nonton juga curp yurentusiasem serius itu tenge itunya doang yang viral seriusnya kagak kesal banget gue pasti itu benar ya syairnya viral nih serius dindo ya teng teng tengnya doang. Pembicara 1 Makanya kita ngomongin kerb. Pembicara 2 Mari kita ngomongin kerb. Pembicara 1 Jadi awalnya kan saint feld kan? Pembicara 2 Tapi please nonton currentusi lanjut. Pembicara 1 Sain felt itu kan. Salah satu sistem yang paling gede kan ya. Tapi kan yang bikin kan bukan senfell doang dia bersama lirik daily. Kenapa gua akhirnya nontonin curb itu? Karena pada zaman gue bikin malam Minggu mikro itu script yang gue bedah banyak scriptnya senfell. Terus menurut gue jenius genius banget scriptnya di senvel termasuk salah satu yang gue bedah itu. Pas mereka lagi nunggu di restoran lah gue enggak tahu nonton. Pembicara 2 Siapa enggak? Pokoknya dia ternyata enggak terlalu suka. Ya enggak terlalu enjoy. Pembicara 1 Lo nonton season satu habis itu enjoy kita yang bagusnya sistem 2 apa ya sama kayak di office. Pembicara 2 Amerika the office season satu kurang. Pembicara 1 Satu kurang tuh. Pembicara 2 Ya gue bertahan banget tuh izin satu aduh iya paling gue enggak lanjut ya. Pembicara 1 Sisasan duanya. Pembicara 2 Pesan duanya langsung. Pembicara 1 Dari sistem 2 menurut gua, nah terus gua bedah ditulis tuh namanya lery david kan? Wah siapa nih orang kok scriptnya bagus bagus banget gitu. Akhirnya gue pelajari gue cari tahu soal dia begitu sampe selesai dia bikin crep. Sudah deh gue nontonin dari 1 sama parah gila itu philla bro. Pembicara 2 Kayak. Titik enggak nyamannya tuh pas banget menurut gua titik enggak nyaman ketawanya tuh kayak aduh enak banget ini kayak kayak makanan makan makanan yang gurih banget gitu buat gue nonton crup. Pembicara 1 Tuh dan gue kan bedah juga tuh. Kenapa formulanya larry lift tuh kayak gimana kan? Biasanya kan suka kebohongan kebohongan kecil ya akhirnya jadi gede. Lu tahu cara larry david nulis tapi. Pembicara 2 Nah itu gue enggak tahu gue belum pernah nge break down. Pembicara 1 Bro dia ternyata. Pakai nama gayanya retroskripting wor is. Pembicara 2 That. Pembicara 1 Retroskripting adalah. Scriptnya dia itu enggak enggak ada dialognya pak. Its only pointers dia cuma pointer pointer doang dia akan sini dia akan digini nanti dia akan malu gara gara ini jadi aktornya diset itu dibebasin pokoknya nanti endingnya begini. Nah jadi dia ngerol jadi improve to tuh tuh dari season satu crb sampai sini yang sekarang itu dialognya improve pak. Main blowing enggak? Makanya flownya agak kok. Pembicara 2 Flownya agak. Pembicara 1 Agak agak kayak pembasi. Pembicara 2 Ya kayak bombak. Pembicara 1 Kok kayak basa basi kok enggak rapi ya flownya. Pembicara 2 Ya ya benar benar. Pembicara 1 Konversi conversational saja kan? Karena itu improvisasi pak. Pemainnya memang memang dibiarin gue enggak akan ngasih lu dialog pokoknya. Intinya nanti begini gitu. Oh. Pembicara 2 Gitu. Baru tahu gue. Pembicara 1 Ya retroskripting kalau sama Google nanti. Pembicara 2 Retroskripting oke menarik. Pembicara 1 Nah akhirnya gue pakai itu di percobaan gue bikin series namanya tragedi squishy berhantu jadi gue dikasih squishy sama ria ricis. Pembicara 2 Lucu banget. Pembicara 1 Bener itu ini kisah kisah nyata terus quizinya ternyata ada hantunya namanya reza hantu yang masuk ke suci itu namanya. Pembicara 2 Reza jadi semua nama nama hantu itu adalah. Pembicara 1 Reza nah itu kita bikin berapa episode ya? Pembicara 2 6 ya itu hantu ide jago nge MC atau jago akting kayaknya. Pembicara 1 Ya dia dia 6 6 atau biasanya? Oh ya enggak ada sekitar. Oh benar benar pas kita mau syuting nanti kayak ceritanya kayak gini ceritanya kayak gini gitu kayak gitu doang nah. Tapi kita enggak enggak lanjut enggak sampai tamat. Karena karena gue bingung. Pembicara 2 Lu bingung apa bingung nyelesaiinnya gimana? Pembicara 1 1 bingung 2 mager karena enggak ada scriptnya kan? Jadi kayak ah nanti ajalah nanti ajalah. Pembicara 2 Tapi itu lo yang nulis rate scriptnya. Pembicara 1 Maksudnya? Pembicara 2 Lu yang nulis semua pointers pointers itu. Pembicara 1 Oke oke oke gua gua kan ada sama alfi ya paling banyak sama alfiat sama alfi nanti ngomong ini ya gitu doang nanti kita berdebat soal ini ya gitu. Fun banget sumpah asli apalagi gua lihat lu suka improve komedi kan? Pembicara 2 Suka suka banget gua gua dari kecil nonton who slide is it and anyway lagi. Apa ya? Ada satu lagi mereka grup mereka bikin baru improve night atau apa something like that terus gue nonton nontonin itu kayak lu nonton middle deach and swords enggak? Pembicara 1 Enggak itu apa? Aduh oh ini Netflix ya oh yang berdua iya tahu tahu tahu wah itu sahabat. Pembicara 2 Gua nonton itu sampai 8 kali kayaknya udah gue tonton ulang berkali kali karena enggak ada episode barunya kan gue bakal cita cita gua gua ke amrik gua bisa nonton mereka live gitu. Pembicara 1 Enggak kena di gua. Pembicara 2 Middle. Pembicara 1 Dechsword oh ya enggak tahu kenapa. Pembicara 2 Oh gitu. Pembicara 1 Enggak tahu kenapa gua lihat di Netflix gue nonton dikit gua kayak. Oh kayaknya enggak sih gitu oke oke. Pembicara 2 Oke oke nonton enggak nonton dong. Suka suka oke oke. Pembicara 1 Suka gue suka bober ham cuman kadang menurut gue ya si bobrin ham itu dia menaruh. Dirinya di atas di atas semuanya. Artinya lu jadi bingung bersikap gitu. Gue gue nonton dia tuh kadang kadang suka bingung gue sikapnya kayak gimana ini ini ini part dia mau gue ketawa atau enggak ya karena dia nyelipinnya gitu kan? Dia lagi komedic tahu tahu dia bikinnya jadi kayak dramatik gitu gitu itu saja. Jadi gua suka menerka nerka pada titik mana sih bu beneran bisa gue nikmatin gitu, tapi lo suka dari awal. Pembicara 2 Justru gue sukanya gara gara itu gue tuh suka nonton sebuah karya yang guanya enggak berasa didikte gue enggak suka nonton karya yang guenya didikte kayak misalnya adegan sedih terus karyanya bilang sedih ya nah. Pembicara 1 Itu gua. Pembicara 2 Enggak suka banget. Biasanya gua skip langsung. Gua suka justru kayak adegan yang sedih. Misalnya enggak ada musik gitu atau dialognya. Enggak ada sedih. Sedihnya dalam tanda kutip gitu. Pembicara 1 Nah kayak. Pembicara 2 Gitu tuh gue suka. Pembicara 1 Ya lo terus kayak mainin ironi yang kayak gitu ya ketika ya itu tuh seru sih. Nah lo bilang lo mau ke Amerika ya mau nonton itu langsung lu pernah ke luar negeri dan nonton pertunjukan live apapun pernah apa itu ke mana itu? Pembicara 2 Ke Singapura gue beberapa kali nonton musicals karena gue suka banget. Pembicara 1 Oke. Lu nyari musical. Pembicara 2 Sangat sangat musical intusices gua. Pembicara 1 Gua tuh baru menemukan bahwa ternyata seru ya kalau ke luar negeri jalan jalan nonton komedi itu semenjak ada. Melbourne komedi festival. Pembicara 2 Gue berdenger. Pembicara 1 Ini nah ada Melbourne komedi festival. Pembicara 2 Itu kayak stand up comedy semua gitu. Pembicara 1 Iya dan enggak cuma stand up comedy bro oh komedi komedi lain juga ada. Pembicara 2 Komedi lain maksudnya? Pembicara 1 Ya maksudnya kayak. Ih contoh ya seru banget. Jadi kita kalau buka websitenya kan gua kemarin ke sana main nih kapan kejadiannya tahun lalu eh tahun ini. Tahun ini tahun ini. Pembicara 2 Awal tahun ini. Pembicara 1 Iya berapa bulan kemudian dan berapa bulan sebelumnya lah gua datang ke sana. Mau nonton Melbourne internasional komedi festival datanglah gue ke sana kan gue enggak tahu menonton siapa enggak enggak ada yang tahu. Karena itu pemerintah internasional yang gue enggak familiar dan komedian dari yunani. Gua gua gua enggak kenal gitu oke. Nah akhirnya gua buka websitenya ngacak jadinya pak ternyata pas gua buka websitenya. Ada 8:00 pagi tur kota Melbourne sama komedian jadi kan ngelawak sambil turin kita. Pembicara 2 Serius. Pembicara 1 Yaitu itu kayak gitu aneh banget lu bisa ngambil itu tur kota melban sambil ngelawak hah iya. Pembicara 2 Oh my god dari soco itu. Pembicara 1 Menarik kan nanti 10:00 ketika hari Minggu ada komedi show for kids. Isinya 100 cara melawan orang tua gitu. Tapi dibuat komisi. Gimana? Pembicara 2 Keren sih gila kan. Pembicara 1 Oh keren sih baru malamnya komedian komedian eh start komedian sama komedian gue datang hampir tiap hari. Pembicara 2 Oh. Pembicara 1 Gue merasakan. Pembicara 2 Lu nyobain yang yang tour itu. Pembicara 1 Enggak mana gue bangun siaran? Pembicara 2 Oke. Pembicara 1 Lebih ke bangun simpel ya malas bangun pagi. Gue datang dari venue kecil yang nonton cuma 4 orang komedi yunani itu. Sampai akhirnya begitu selesai. Thank you eh dari awal dia mau masuk dia introduce dirinya sendiri gitu. Agak award sih gue ngelihat deh ya. Berikutnya adalah penampilan dari gini gini ya ibu saya sendiri dia taruh. Dia naik ya ini saya terus saya nonton 4 orang nonton 4 orang. Aduh aja nonton 4 orang gini gini gini. Pembicara 2 Nongkrong enggak sih itu? Pembicara 1 Iya sih iya sih, tapi lucu banget. Pembicara 2 Oh tapi dia lucu. Pembicara 1 Lucu banget aduh. Tapi ketahuan tata orang yang kayak. Pembicara 2 Ya tetap sih suruh lucu lucunya performance kalau yang nonton mata orang sih tetap. Pembicara 1 Kurang gede aja. Pembicara 2 Kecuali 4 orang itu penonton bayarin facebookers gitu ya wah gitu mungkin tetap kencang ya tetap. Pembicara 1 Kenceng lu kayak gitu. Tapi ditanya ini takut ngeledek kan nanti. Pembicara 2 Yang menurut sih benar. Pembicara 1 Akhirnya udah begitu selesai penampilan dia ke depan pintu nyalamin yang nonton. Thank you. Thank you. Thank you gitu. Pembicara 2 Oh gitu boleh? Pembicara 1 Foto bareng enggak boleh terus gue posting habis itu ada komedian cewek cewek cewek Australia venue nya cuma kayak 50 40 di perpustakaan ya namanya di. Pembicara 2 Perpustakaan stand up. Pembicara 1 Perkataan lucu banget. Terus ada komedian Australia yang keturunan chinese juga dia kemarin ramai banget deh pokoknya tentang tentang menjadi chinese Australian di youtube. Dia bikin show komedi gue pikir kan stand up enggak tahunya enggak tahunya dia jadi orang kulit putih pura pura jadi orang kulit putih dia presentasi. Gimana cara kita mengimbress white our white? Gimana cara mengibrace jadi orang kulit putih? Kita harus melakukan ini semua. Pembicara 2 Satir gitu jadinya. Pembicara 1 Ya satir dia orang chinese tapi ngajarin orang cara jadi orang kulit putih tuh gimana. Pembicara 2 Sih oh iya iya iya. Pembicara 1 Jadi gue dapat banyak banget. Referensi bro. Pembicara 2 Oh nice. Thats nice. Pembicara 1 Banyak banget referensi. Pembicara 2 Gue suka nonton ada di youtube gua lupa namanya apa, tapi intinya panggungnya warna hitam gitu. Tapi setiap jadi akan ada banyak komedian yang lakuin sketch solo sketch gitu pakai kostum pakai apa beda beda sketch nya. Tapi misalnya ada sketchenya adalah seorang tour guide di Hongkong yang sebenarnya cia gitu jadi sketch kecil aneh aneh gitu jadi entar dia misalnya datang kayak oke kami ya commya. You can see you rah here here gini five menits lo miss george bush we have what the people gitu gitu. Aneh aneh gitu lah terus kayak misalnya ada apa penyanyi broadway, pak aktor yang sudah senior banget kayak george cloney gitu? Pengin masuk broadway akhirnya dikasih satu scene gitu. Jadi nanti sketsnya adalah dia nyanyi, tapi lagunya nadanya sama, tapi dia bahas itu gitu, jadi aku enggak bisa nyanyi jadi lagu ku gini. Aku cuma muncul sekali gitu terus kayak ayam bagus banget gitu. Gue suka banget tuh nonton deh. Pembicara 1 Kerennya gue lihat apa namanya. Pembicara 2 Nah itu gue lupa. Oh pokoknya. Apa cari aja yang di di old di old brad way singer gitu sketch gitu biasanya harusnya harusnya muncul. Pembicara 1 Nah gue kan bikin shio juga yang paling benar namanya cerita aneh gue kan dan gue gue itu ngambil dari saint felt bikin show di New York dia pakai ala ala vegas punya tuh namanya residensi, jadi lu bercokol di satu kota lo bikin show sebanyak banyaknya di kota itu enggak kaya sana komedian tradisional yang which is dia main di Jakarta. Habis itu main Surabaya habis main. Nah akhirnya dari yang 1 dari cerita ceritaku gua pakai konsep presidensi itu. Jadi di Jakarta gue main 20 show 25 show gitu sampai sekarang. Nah pas gue ke Melbourne lebih gila lagi yang di festival itu pak dia main tiap hari. Tiap tiap hari show tiap hari wah gila special show tiap hari gue enggak. Pembicara 2 Sanggup itu energinya gimana? Pembicara 1 Ya makanya gue kayak tahun depan mau mau datang lagi mau lihat. Pembicara 2 Oh gue kira gue kayak tahun depan mau nyoba deh gue. Pembicara 1 Kira bisa gue gue pasti enggak bisa. Pembicara 2 Enggak dulu sih kayak. Pembicara 1 Enggak bisa enggak bisa capek pasti. Nah, tapi lu paling sering ke Jepang justru kalau jalan jalan ngapain tuh karena lu suka Jepang atau. Pembicara 2 Gua suka banget. Negara yang walkable. Gue suka banget negara yang. Gua liburannya bukan shopping tapi bisa duduk di taman. Pembicara 1 Oke. Pembicara 2 Lihat hewan hewan atau kayak jalan jalan doang gitu ngelihat pemandangan foto foto pemandangannya gitu gitu. Gue suka banget cuma siting gue tuh bahkan gue di Jakarta aja ya gue bisa kalau misalnya ke akuarium itu tuh gue bisa 5 jam di aquarium yang. Pembicara 1 Bisa. Pembicara 2 Nahan. Aku ladeni manusia ikan. Enggak kok? Pembicara 1 Ke akuarium enggak? Pembicara 2 Maksudnya apa namanya tuh ya si aquarium gitu. Terus di dalam situ gua bisa sampai 4 jam 5 jam duduk cuma ngeliatin ubu ubur ikan lewat nah gue tuh suka di Jepang tuh gara gara gue enggak harus duduk diam tapi gua bisa jalan kayak 10 menit sekali tuh pemananya ganti lagi pemandangannya ganti lagi ganti lagi gitu. Pembicara 1 Dan gue. Pembicara 2 Tuh suka banget karena di Jepang itu menurut gue lengkap jadi lu mau yang kotak kotak ada. Yang desa desa ada yang desa tapi kayak modern, ada yang tradisional banget juga ada gitu. Pembicara 1 Bang elo suka ke nara karena ada rusak. Gue suka banget nara lu ngapain sama rusa di. Pembicara 2 Gue naikin naik terus kita terbang ke bulan. Pembicara 1 Naik sih ya fantasil ya. Pembicara 2 Soalnya keren dinara tuh rusa saya bisa ngangguk. Oh ya iya, jadi kalau kita kita punya snack nih terus gue gini entar dia ngangguk entar gue kasih snack gitu beneran. Pembicara 1 Lu ngangguk. Dia ngangguk. Pembicara 2 Juga kalau gue ngangguk dia ngangguk gue enggak punya snack. Dia enggak atas lagi. Terus dia gitu enggak enggak itu enggak bercanda bercanda nih ya enggak enggak. Pembicara 1 Enggak agak enggak sopan tuh rusa ya. Pembicara 2 Dia tangan enak ini gini kamu gitu terus saya. Pembicara 1 Jadi makanya lu suka ke sana suka. Pembicara 2 Suka suka banget terus menurut saya banyak banget jadi nyebrang jalan ada rusak mau masuk kayak ke supermarket juga di depannya ada rusak terus terus terus terus saya gitu ayo. Lah 2000 doang bang enggak ada gitu? Pembicara 1 Berani tadi tadi pas saya datang enggak ada. Pembicara 2 Akhirnya pengin saya mau keluar ditarik. Gitu. Pembicara 1 Cuman sekarang tuh kayak ini ya gua gua tuh pengin banget ke Jepang dulu memang sempat tinggal di sana juga, cuman sudah lama enggak ke Jepang kan jadi gua sudah rencanain lama pakailah ceci PT gue. Untuk melihat kotak kotanya apa saja yang seru apa saja. Makanya gue tahu nara tuh ada rusanya karena menurut chat GPT lo harus ke nara kalau lu suka sama binatang dibilang kayak gitu. Jadi teknologi itu memudahkan banget. Apalagi kalau bahas gue ke Melbourne kemarin itu juga cuman pakai Google map doang. Pembicara 2 Kan iya iya iya. Pembicara 1 Menurut gue ini waktu yang tepat kalau misalnya kita bisa nabung kita, kita bisa punya waktu dan enggak harus ke luar negeri ya? Untuk untuk liburan untuk jalan jalan, karena teknologi itu memudahkan banyak sekali hal gitu. Nah, termasuk salah satu yang paling repotin dulu pas zaman dulu pas lagi travelling tuh. Pembicara 2 Yaitu. Pembicara 1 Pembayaran bro. Nah pembayaran itu cukup ribet sih. Kadang lupa bawa uang kecil nih dulu nih setuju terus harus ya. Apalagi kalau tukar duit lo lo ngerasain juga enggak sih? Pembicara 2 Parah dulu tuh gua kalau ke luar negeri itu tuh persiapannya. Kayaknya ribet banget jadi gua kalau sebelum ke luar negeri gua harus kemanis changer dulu kan? Sedangkan mau ke money changer gue cari lagi gitu manis changer mana yang nilai tukarnya bagus sedangkan yang dekat rumah gue tuh. Ada yang jelek gitu gara gara gue tukang sama bapak bapak yang pegangin aja gitu. Saya punya yang ada yang mau tukaran enggak gitu jelek jadinya kan enggak pak saya punya saya ya ayo ayo gitu gitu ya enggak mau pak uji kureng gitu. Jadi gue harus ke Jakarta dulu misalnya jauh gitu males. Pembicara 1 Tahu enggak ada satu hal di core memori gue. Dipuri indah mall ya dulu tuh di puri indah mall tuh ada money changer ini masuk core memori gue nih karena waktu itu gue lagi enggak mau pergi ke luar negeri ini kita bicara maybe years ago lah 10 tahun 5 tahun yang lalu 7 tahun 10 tahun yang lalu gue masuk ke sana menukar duit pak gue lagi ngantri menukar duit, ada ibu ibu masuk pak kemoney changer. Terus saya mau tukar 100 juta tiba tiba kayak gitu. Orang kayak benar loh tiba tiba teriak kayak gitu. Pembicara 2 Jadi terus habis bilang saya mau turun 100 juta gini kan kayak kamu gitu. Dome to han kita enggak ada ya? Pembicara 1 Oh enggak enggak? Pembicara 2 Enggak beda banget, kenapa enggak sekalian? Pembicara 1 Itu beda gender juga sih ini nih terus terus terus dia masuk gue kayak hancur nih 100 juta bener nih gitu kan maksudnya 100 juta banget nih gitu akhirnya tapi. Pembicara 2 Kayaknya lebay banget dah kenapa harus. Pembicara 1 Tanya. Pembicara 2 Banget terus. Pembicara 1 Lu masuk ke 100 juta dia bilang gitu. Tapi nenek benar benar nenek nenek bentukan nenek nenek nenek gitu. Pembicara 2 Tapi dia enggak gini kan. Tiba tiba saya tahu om cruise gitu dan lain. Pembicara 1 Lain kamu kena deh gitu. Dia cuma gini terus. Pembicara 2 Sudah benar benar benar ragu guna ya. Benar dia lucu banget ngelayangin deh oke. Pembicara 1 Itu story nih. Terus story nih kita masuk ke core memori gue dia ke depan terus dia ngerogoh tasnya kan gue pikir kayak oke 100 juta lu duluan. Ya mas gua. Pembicara 2 Kayak gede gedean duit cara melukor duit tuh gue baru. Pembicara 1 Tahu kayak lu kayak sudah semangat banget lu punya duit 100 juta. Selamat malam gua nuker ya sudah gue mundur deh ya sudah deh sudah gue waktu dan tempat milik lu gitu ya sudah silakan gitu, akhirnya gua mundur sudah ngerogo ini sudah ngelihat duitnya oh ternyata sejuta dengan dia bilang gitu. Pembicara 2 Apaan sih? Pembicara 1 Oh ternyata sejuta deh gitu. Pembicara 2 Enggak kalau misalnya eh ternyata 98 juta deh yang boleh 1.000.100 ke 1 tuh jauh loh bu gue ini saya nih yang demikian. Tuhan. Pembicara 1 Gue juga kayak. Pembicara 2 Iya udah. Pembicara 1 Aneh banget itu masuk corona memori gue. Pembicara 2 Oh ternyata sejuta deng. Pembicara 1 Yang pakai ya deh gitu lah juta deh dia. Pembicara 2 Bukan bukan datanya. Maksudnya lebih ke kok bisa sih lu di depan gitu? Juta deh satu. Pembicara 1 Juta gitu. Pembicara 2 Disita aneh banget orang aneh banget. Pembicara 1 Oke oke masuk masuk ke? Pembicara 2 Konfirmasi obviously gue ngerti banget kenapa itu masuk army baru gue jadi lu juga bakal nempel sih ada ibu ibu. Setiap kali ada uang 100 juta lewat di billboard, terus ada nenek nenek di sebelahnya gue akan kayak. Iya lagi gue ingat itu gue gitu selalu. Pembicara 1 Dia itu bersandingan dengan corona memori gue ketika di Kelapa Gading karena nenek botakin. Pembicara 2 Apaan sih nih? Ini beneran enggak sih? Pembicara 1 Benar. Pembicara 2 Kok ada ini dibotakin. Pembicara 1 Nih datang ke salon nih sudah dibotakin sama. Pembicara 2 Semua salon karena. Pembicara 1 Di klub enggak tahu dia dia kayaknya dia enggak minta dibotakin dia duduk, dia duduk terus. Dia enggak minta pendek pendek terus kayak sih ini nanya mau pendek banget. Udah jadi cepak. Pokoknya dia jadi cepat lah. Pembicara 2 Terus dia habis cepat gini enggak. Pembicara 1 Enggak. Tapi dia gini. Enggak saya datang ibu apa ininya? Anaknya marah marah. Pembicara 2 Tuh baru juga kenapa? Pembicara 1 Ibu saya di gini kenapa? Pembicara 2 Ibu saya jadi cepat. Pembicara 1 Tapi anyway anda money changer tuh emang. Sekarang juga sepotong. Gua juga suka gua juga suka ketemu my changer yang ada ibu ibu. Pembicara 2 Cari luar bukan? Pembicara 1 Enggak ada suka ada yang galak kan di luar. Pembicara 2 Maksudnya? Pembicara 1 Gua pernah beberapa kayak dapat yang galak saja di luar di luar negeri. Senyum juga enggak gue. Pembicara 2 Kira pas masuk di luar negeri ini pasti dosuk gitu. Kamu mau tokoh ruangnya pas masuk? Iya silakan jelas jelas gitu maksudnya luar. Pembicara 1 Negeri lu pernah enggak nemu maju biasanya? Pembicara 2 Juta kenapa ya enggak tahu? Pembicara 1 Gue necain sama izin luar negeri tuh juta jutek bangetch nya gini. Note ke not. Pembicara 2 Lihat gue mau? Pembicara 1 Duit ya ya. Pembicara 2 Sebel gua benar iya iya iya ngerti banget lagi. Pembicara 1 Nah sekarang ada live in by mandiri. Nah itu untuk urusan ke luar negeri tukar tukar duit segala macam tuh gampang. Nah ini informasi juga nih buat yang di rumah ya live in by mandiri itu solusi untuk yang bingung urusan transaksi luar negeri. Jadi mau traveling beli barang dari luar negeri kita harus bayar pakai mata uang asing atau sekedar kita kirim uang ke negara lain tuh enggak harus ribet mikirin konversi mata uang dan biaya. Jadi semuanya bisa di live in by mandiri. Nah lu ada pengalaman itu enggak ketemu nenek cepat enggak? Enggak enggak lu ada pengalaman beli barang pakai mata uang asing terus lo kerepotan enggak sih gue sering tuh. Pembicara 2 Kayak gitu sering sering. Pembicara 1 Apalagi kalau di luar tuhan kita enggak tahu ya mbak maksudnya kita kita nunggu ini berapa berapa gitu? Pembicara 2 Loh di bukan sebal sih kayak karena enggak terbiasa itu ya kalau di Indonesia kan 5000 tuh ya kertas gitu. He eh ini tuh di luar 50.000 sama yang sama harganya dengan 50.000 di Indonesia itu tuh koin jadi gua beli beli makanan yang lagi 70.000 wait a menit kayak jatuhnya kayak bentar ya mas gitu kayak lagi nyiksa nyisain duit yang yang sisa sisa di dompet gue gitu jadi kayak gini. Dari nenek nenek cepak di. Pembicara 1 Belakangnya ternyata enggak? Pembicara 2 Anak saya mau marah nih sama ibu ibu yang potong rambut saya tadi tuh gitu jadi kayak ribet ribet banget gue enggak enggak suka gitu pakai pakai koin koin itu ribet banget. Pembicara 1 Yang paling ini sih yang paling nyebelin tuh. Kadang kalau ada duit sisa dari luar negeri dan niscaya tuh. Pembicara 2 Nanggung. Pembicara 1 Lu mau ke money changer juga kayak betul enggak enggak terlalu gede gitu lo simpan di dompet takutnya hilang. Jadi kayak sayang aja duit itu ada di dompet mata uang asing ini. Pembicara 2 Mau koleksi juga kayak enggak engapain ya gitu gua koleksi ini gitu. Pembicara 1 Ah gue tuh lagi mau koleksi uang sebenarnya. Pembicara 2 Koleksi uang itu naudzenya nabung enggak sih ada loh ada loh enggak istilahnya namanya nabung ada ada nih bahasa indonesianya gue. Pembicara 1 Gue enggak tahu tiba tiba gue dapat dapat inspirasi dari mana karena gue lagi pengin koleksi mata uang yang tahun kelahiran gue yang keluarnya di tahun kelahiran bang radit 8 4. Pembicara 2 Jadi lu mau nyari duit yang kelahiran lah eh kelahiran lama diciptakan. Pembicara 1 Yang beredar di tahun 8. Pembicara 2 4 iya berarti tahun. Pembicara 1 8 buat koleksi aja. Pembicara 2 Caranya gimana nyarinya? Pembicara 1 Enggak tahu gitu gue gue lagi pengin. Iya kan gue boleh punya iya. Pembicara 2 Punya cita cita cita. Pembicara 1 Citatan boleh benar benar benar ingin saja pengin oke. Pembicara 2 Oke oke tapi. Pembicara 1 Dengan liviin baim mandiri ini untuk perusahaan transaksi di luar negeri kan juga jadi gampang ya sangat yang gua suka tuh tampilannya nih tampilannya aplikasinya simple jadi memudahkan kita nemuin semua fitur yang mau digunain dari urusan banking sampai lifestyle tuh ada di situ semua transaksi juga jadi makin gampang kalau buat yang di rumah juga ini salah satu fitur yang paling berguna, ada yang namanya tabungan multi currency. Jadi kita bisa buka tabungan dalam 14 mata uang asing kapan saja langsung dari aplikasi misalnya kristo pengin liburan lagi ke Jepang. Itu bisa pakai rekening yen. Iya ada di situ bro, jadi bisa diatur lewat aplikasi live in my mandiri 20. 4 jam. Pembicara 2 Asih. Pembicara 1 Oh iya tabungan multi currency ini bisa dikoneksikan ke kartu mandiri debit visa jadi bisa langsung dipakai buat transaksi dan tarik tunai di ATM luar negeri tanpa kena biaya konversi. Jadi praktis banget. Pembicara 2 Soal. Pembicara 1 Atm 7 juga tuh nyari atm susah banget di luar negeri. Pembicara 2 Asia kan gue bingung kenapa susah ya. Pembicara 1 Enggak tahu deh karena kita enggak familiar kali ya sama sama itunya ya sama negaranya atau lokasinya nanya orang juga sekarang banyak yang cashless kan, jadi nanya orang juga mungkin enggak enggak selalu ada orang yang tahu. Pembicara 2 Kan. Pembicara 1 Gue pernah muter muter berapa tuh? Berapa lama di. Waktu gue lagi liburan juga tuh sama keluarga gua. Waktu itu 2 tahun 3 2 tahun yang lalu kita ke sydney. Ya waktu itu ya dia sempat ke sydney juga what wexon juga ya kan. Ingat enggak lah yang pas kita ke. Pembicara 2 London. Dan di sini susah nyari atm. Pembicara 1 Ya karena kita enggak ngerti. Oh enggak tahu cara nyarinya dan lain lain gitu. Jadi buat yang ketika keluar negeri suka bingung nyari ATM pakai ATM pun juga enggak mau kena biaya konversi pakai live in by mandiri enggak perlu lagi bingung nyari ATM karena bisa langsung transaksi dan motong. Kalau di Eropa tuh langsung motong di rekening euro nya kalau di Jepang ya langsung dari rekening yen nya. Oh nah kalau mau transaksi yang lebih cepat ada fitur tap to pay jadi tinggal tap pakai smartphone bisa langsung bayar. Fitur ini sudah bisa dipakai di Android yang ada NFC nya. Nah buat yang sering transfer valas livin by mandiri juga bisa biaya terjangkau. Kursnya murah dan uangnya bisa langsung diterima. Bisa kirim USD ke negara mana aja enggak cuman ke Amerika. Bisa tuh kayak gitu. Karena sering ada kebutuhan buat transfer uang duluan ke negara tujuan tuh kadang kadang tuh kayak misalnya lu mau liburan ke Eropa terus bayar penginapan di sana kan juga bingung. Pembicara 2 Kan. Pembicara 1 Apa gua harus kontak bangsana atau deposit lewat apa kadang. Pembicara 2 Enggak semuanya tuh bisa pakai kartu kredit juga soalnya. Pembicara 1 Benar ada. Pembicara 2 Beberapa hotel yang kayak gitu. Pembicara 1 Susah benar benar. Nah jadi bisa juga pakai live in by mandiri karena untuk urusan banking sama lifestyle mulai dari simpan tarik sampai transfer bisa dikelola langsung dari live in by mandiri gampang cepat dan praktis. Gokil nih memang habib memang ini. Pembicara 2 Haha minum dulu ah. Pembicara 1 Wuih oh iya ada juga di situ ya. Oh lurus tuh kayaknya kita buka di produk anda tinggal ke bawah aja ada tabungan baru terus ke tabungan valas bisa buka sekarang. Nah di sini ada banyak bro ada macam macam. Hmm ada 14 tuh ada 14 sampai ada tybat segala lagi. Gue tuh dulu sering banget ke Thailand nih. Berguna banget nih kalau ke sana lagi bisa pakai nih gue nih wah enak ya lu terakhir ke Thailand ngapain? Pembicara 2 Apa namanya konsernya bruno mars? Pembicara 1 Gue udah enggak sabar gue punya kita ada rencana ke Thailand lagi kan gue pengin mandi air panas gue di sukum fit ada. Oh pemandian umum. Pembicara 2 Gue sampai emang di rumah lu enggak ada mandi air panas kayaknya ada deh kalau rumahnya begitu. Pembicara 1 7 kolam air panas, kolam air panas, suhu yang beda beda hah? Iya di sini beneran beneran on sent on sent. Pembicara 2 Oke 7 maksudnya. Pembicara 1 Gimana ada banyak kolam air panas suhunya beda beda ada yang dari yang sering banget. Pembicara 2 Masih suhunya. Kalau harus sampai 7. Pembicara 1 Dia emang emang beda beda tipis tipis gitu. Pembicara 2 Aduh serius. Nah aneh banget ya. Pembicara 1 Serius tuh? Pembicara 2 Ini, 3 1 3 2 3 oh dengar lagi benar lagi oh benar ada. Pembicara 1 Benar benar loh. Pembicara 2 Benar ada cobain sama kayak gini. Oh gitu. Pembicara 1 Ada terus bisa bisa ada bak yang di luar boleh rendaman di situ ada disuruh. Pembicara 2 Kok definisi definisi seru dari tadi gue mau menarik banget ini orangnya. Definisi runya agak menarik nih. Agak menarik tapi nang gue pernah saran deh. Sorry potong dikit lu cerita tadi ke gue kan kayak isru banget ya ada 7 kolam yang suhunya beda beda lu cerita ke istri respon dia apa? Pembicara 1 Kan gue ngajak dia. Pembicara 2 Ke sana. Iya ya tapi kayaknya. Pembicara 1 Dia enggak enggak kayak oh 3 1 3 enggak gitu sih. Pembicara 2 Iya betul. Tapi dia excited enggak. Pembicara 1 Enggak terlalu excited sih. Enggak excited gue. Pembicara 2 Oh iya enggak. Pembicara 1 Nah kalau sudah kayak gitu sudah mau buka yang mana tinggal connect sama mandiri debit visa connectin ke sini enggak tadi lalu langsung keluar ini aktivasi berhasil rekening valasnya ini ada 2 yang kita buka tinggal pakai mandiri debit visa pas lagi ke mana mana. Pembicara 2 Wah enak ya. Pembicara 1 Lagi makan apa segala. Lagi makan lagi makan nanti saja. Pembicara 2 Bayarnya apa enggak apa apa umum. Pembicara 1 Apa itu lo ke luar negeri masuk ke money changer. Pembicara 2 Ya. Pembicara 1 What can i help? You can not help me. Pembicara 2 Asik happy jadi. Pembicara 1 Masih. Pembicara 2 Buat what you want, what you want. I dont want. Pembicara 1 Ya itu keluar lagi. Pembicara 2 Keluar lagi. Pembicara 1 Buang waktu sebuah orang. Nah kalau ini ini contoh tampilan tap to pay nya kalau misalnya lagi di restoran atau di transportasi atau di mana tinggal tap aja langsung kepotong di rekening valas yang kita punya jadi. Pembicara 2 Kayak di film film gitu ya pakai HP. Pembicara 1 Simpel banget ya sekarang. Pembicara 2 Wah wah wah wah i am so muched. Katanya keren kayak di film film benaran benar gitu kan iya. Pembicara 1 Benar. Pembicara 2 Thank you very much that ganti scene gitu. Biasanya gitu. Pembicara 1 Film apa tuh ya? Ada ya ada ada. Pembicara 2 Film onsen habis itu dia buka baju penjawab kolam yang berbeda. Pembicara 1 Kalau yang berbeda. Pembicara 2 I can pay this with my phone gitu ya dan begitu sambil gini dong. Sampai gini kan sampai begini. Iya pedes with my phone gitu. Pembicara 1 Nah gua ternyata juga tahu elu itu punya kebiasaan yang sama. Pembicara 2 Kayak gue. Pembicara 1 Di mobil enggak suka dengar musik. Pembicara 2 Lu juga wah keren bang radi. Pembicara 1 Banyak kalau lu kenapa aneh. Pembicara 2 Aneh lu kalau lu kenapa? Pembicara 1 Suka biar gampang ngelamun aja dan kalau ada musik ngeganggu gue ngelamun tuh kan ya kan? Iya lu juga kayak gitu. Pembicara 2 Parah gue gue enggak suka dengerin musik gua sampai gue pernah cerita ini juga sih. Gua tuh sampai pas ngedekatin istri gua dulu pas masih pacaran eh sorry pas PDKT gua tuh dengarin musik supaya dikira normal. Pembicara 1 Oke. Pembicara 2 Jadi gue play musik supaya kayak. Nah aku adalah orang Jakarta yang mencari uang gitu. Kayak lagi nyetir aja gitu kan ya. Soalnya kalau udah aja Sudirman gitu loh soalnya. Pembicara 1 Kalau ngajak cewek masuk mobil terus enggak ada musiknya. Diam diam. Iya baru habis sekopet. Pembicara 2 Persoalan dia mau ke mana? Ikutin aja iya. Pembicara 1 Enggak ada musiknya. Iya masalahnya gue enggak mikir sampai situ oh pas ngajak anisa kayak gitu gue. Pembicara 2 Terus dia kayak. Gitu iya. Pembicara 1 Lagi iya lagi terus dia dia pernah nanya. Pembicara 2 Enggak tahu enggak kamu enggak mau mutar musik gitu? Pembicara 1 Akhirnya. Pembicara 2 Diam diam aku sedang berpikir wanita gelar hentikanmu 0 ini gitu gitu loh. Karena lu lagi berpikir lu lagi di apa. Kolosal gitu drama kolosal. Akhirnya kuda gitu ya udah kuda. Pembicara 1 Oh itu kuda itu ada? Pembicara 2 Singa gitu kan lagi udah. Pembicara 1 Lagi ngorok. Pembicara 2 Iya sih. Pembicara 1 Basway up nih. Pembicara 2 Kurang perfect tadi. Pembicara 1 Tapi ya makanya si anisa anisa itu gue baru sadar ketika gua ngajak dia jalan sudah beberapa kali ada satu karena lu ngomongin nih gue baru baru baru ingat sekarang ada satu momen di mana gue mau ngajakin dia keluar di hari Sabtu. Pakai mobil aku aja ya aku yang nyetir. Aduh nah itu full musik musik bro dari gue jemput eh dari gue ketemu dia sampai dia selesai ketemu gue. Pembicara 2 Tapi dia yang nyetir. Pembicara 1 Dia nyetir. Pembicara 2 Demi bisa dengar muka. Pembicara 1 Tahu gue enggak tahu gue kita motivasi dia kali aduh dipencet lagi musik pencet. Pembicara 2 Tapi kalau lu berdua dan ngedengerin musik lu ngobrol apa lu diam. Pembicara 1 Iya kan kadang ngobrol ada habisnya juga kan? Apalagi kalau baru kencan 1 kan baru berawal awal kan jadiam aja. Pembicara 2 Oke oke oke oke iya iya. Tapi gue paham lagi, gue pernah dulu gue tuh suka angx kalau diam kalau lagi ngobrol sama orang terus diam gue tuh ada rasa ini kayaknya kewajiban gue untuk gue yang ngomong deh gitu, jadi kayak kalau diem kayak gue ngomong apa lagi gue mau basa basi apa lagi ya gitu, tapi kalau sudah nyaman gue diam itu tuh ya sudah jadi makin gue sudah dekat dan akhirnya mendekati pacaran gue baru ngeh kalau kita berdua di mobil pas udah diam ya sudah enggak ada musik enggak ada apa diam kayak. Gitu bisa sejam perjalanan itu diam aja. Nah yang gua lupa kalau kita berdua kayak gitu karena dia sudah mulai terbiasa, kan ada yang nebeng, ada yang nebeng gue ingatnya gue cuma berdua sama dia. Nah kan sekarang jadinya kayak ada pasangan mau ngebunuh dia yang belakang nih kan yang yang nebeng gitu kan jadinya kayak ini enggak ada yang ngomong apa gitu pasangan musik gitu. Pembicara 1 Enggak apa apa di mobil banyak orang dan tidak berbicara kan? Nah. Pembicara 2 Kita tanya penonton di sini nih enggak? Pembicara 1 Sih fitri juga nebeng sama gua waktu itu aman nih kan. Pembicara 2 Bukan seram dia bilang seram seram. Pembicara 1 Banget ya fit. Pelan pelan supaya itu terlalu min jadi teman semua batuk atau mengapa jadi? Pembicara 2 Apalagi sekarang banyak mobilis listrik. Iya, ternyata gue juga baru tahu ini kayak orang tuh enggak nyaman ya di hening. Pembicara 1 Iya. Pembicara 2 Hening gitu gitu gue tuh. Bahkan ya gue pernah dititik ini malu sih gue agak ya sudah lah ya gua agak malam cerita tangan dia, tapi gua pernah teman gua nebeng. Terus gue lupa ada yang lagi nebeng, jadi gue lagi asik asiknya berimajinasinya nyetir terus gua udah ning enggak ada musik dia diam doang gue diam doang dimain HP setidaknya gue kayak. Iya. Jadi di sebelah gue ada orang sedang menyetir tanpa musik yang sedang ketawa ketawa sendiri seperti dia merencanakan pemotongan pemotongan orang. Waduh gue mau dipotong nih kayaknya gitu. Jadi gue kayak star dia sudah gue itu sudah lama banget lagi, gue kata kata sendiri udah agak lama terus gue tendong kiri tambah ingat ada orang di sebelah saya baru ingat. Pembicara 1 Tapi buat buat orang yang enggak ngerti emang aneh. Suka ketawa sendiri. Pembicara 2 Ngomong sendiri iya kan? Pembicara 1 Gue pas awal awal nikah pun juga kayak gitu. Jadi enggak di kamar mandi kan gue suka ngomong sendiri tuh. Terus si anisa sudah. Pembicara 2 Banget sama gue terus kayak kita mirip ya makanya lu relate banget sih sama karakter yang ditinggal meninggal itu sih itu itu itu interpretasi gue terhadap apa yang gue jalani ya itu suka ngomong sendiri, tapi makanya gue bikinnya breaking the fortl kan ngomongnya penonton tapi. Kalau orang lihat dari luar dia lagi ngomong sendiri. Anyway kayak gitu. Pembicara 1 Kayak. Pembicara 2 Gue suka banget setiap kali ketemu orang yang kayak gitu karena akhirnya aduh akhirnya gue ketemu orang yang tidak melihat apa yang gua lakukan. Aneh. Karena dulu gue pernah di gue dulu pas kuliah bang gue satu apartemen bertiga biar murah apartemen di studio 3 orang. Terus gue tuh ternyata suka. Enggak sadar kalau di kamar apartemen sendiri. Gue tuh suka ngomong sendiri. Nah. Angry gue malu banget lagi cerita ini. Gue pernah jadi sedang berimajinasi gue kan dulu kuliah film jadi suka bikin meremis apa ya buat film pendek gua buat tugas gitu. Nah gua tuh kadang suka keterusan bikin premis naya ngaya jadinya memperagakan film itu dari awal film sampai filmnya selesai jadi banyak karakter itu ya kamu jangan begitu ya iya saya akan janji berubah gitu misalnya kayak gitu tapi panjang tuh. Nah gue di depan kaca kayak gitu. Nanti kan semua ini ini semua omong 0 kamu yang 0 0 karena menambah enggak itu hal hal yang kalau menaik muda gitu kan? Nah yang gue enggak sadar gue kayak gitu 20 menit. Ternyata teman sekamar buru pulang dari 20 menit yang lalu. Jadi gue pas udah selesai gue enggak ada belakang, ada teman gue lagi kek. Gitu terus kayak to dan dia ternyata manggilin gue jadi gue tuh kalau lagi fokus banget gue budek jadi hyperfokus kan terus pas gue enggak ada belakang dia kayak tuh lu enggak apa apa toh gue hah ah mana mana mana enggak apa apa gue enggak apa apa oke saya gue dari tadi panggilin lu enggak ada enggak jawab jawab gue takut lu lagi tapi ayo. Masih ada musik lagi iya jim carry gitu kayak gitu kan enggak enggak ada musik. Pembicara 1 Enggak sih gua gua enggak enggak sampai situ sih itu. Pembicara 2 Bercanda doang gue juga enggak jadi gua cocok. Makan sushi. Pembicara 1 Kayaknya lu harus main game juga sih. Lu main game enggak? Pembicara 2 Enggak gue enggak bisa, gue enggak bisa enjoy main game karena karena setiap. Berapa lama setelah sekian lama gue nemuin patternnya bosan langsung. Pembicara 1 Mungkin lu enggak main game yang untuk menciptakan dunia di game itu. Pembicara 2 Nah dulu gue suka main game yang kayak gitu gitu the. Pembicara 1 Simak oster. Pembicara 2 Taion gitu gitu tuh gue masih enjoy. Enjoy. Pembicara 1 Sekarang gila pak gue gue makanya karena karena gue nyaman hidup di dalam imajinasi gue, makanya gue suka main game yang gue bisa hidup di sana. Pembicara 2 Kayak main game apa yang kayak gitu? Pembicara 1 Oh banyak pak star duely gue punya istri di situ memantung dari kota namanya lah ya. Pembicara 2 Oh lu sudah punya kehidupan lain di situ. Pembicara 1 Anak gue kayak ready player. Pembicara 2 Benar. Pembicara 1 Benar. Pembicara 2 Oh gitu. Pembicara 1 Tadinya gua mau mau jadi. Pembicara 2 Bayarnya berapa tahun KPR berapa tahun? Pembicara 1 Di sini kakek gua peternakannya. Pembicara 2 Oh baik ya kakeknya gitu ya. Pembicara 1 Gua kerja di kota kakek gua ngasih peternakannya gua ngurusin jadi gua orang kota. Pembicara 2 Tapi orang di kota kerja sebagai orang kantoran orang kan min kali ya admin. Pembicara 1 Mungkin ya gue ada satu cewek yang gua suka blon gitu. Rambut pirang namanya heli. Pembicara 2 Padahal lu sudah punya istri. Pembicara 1 Belum belum belum tahu gua masih jomblo pada itu. Terus gue deketin dia gua mah dekatin dia gue mau kasih kado bro cuma kasih kado doang. Pas gue ngelewatin dia dia enggak gubris gua dia main ngelewatin doang terus dia bilang gini bau apa ya? Gua dia bilang bau anjing. Pembicara 2 Itu di game yang harusnya tidak ada bau itu dia ngomong. Pembicara 1 Bawa apa ya? Oh gua patah hati senggam. Pembicara 2 Mandi itulah sampai baul lu nyampainya gini tuh. Pembicara 1 Berternak bro ini. Baru ini baru nanem. Ya gue patah hati nah tapi. Pembicara 2 Itu orang beneran atau orang online lain? Oh itu komputer bud. Bertanya jauh lebih sendiri untuk bayangkan. Oke oke oke. Oke. Pembicara 1 Menarik menarik mau nemu ada ada di bawah uh farm gua itu ada satu rumah kecil di. Pembicara 2 Bawah. Pembicara 1 Farm iya ini kan di selatan farm. Pembicara 2 Gua kira di bawah tanah itu oke gua. Pembicara 1 Gua mampir ke sana ada patung bagus. Gua cari tahu ternyata yang punya namanya lea nah lea itu sama kayak gua kita dari kota juga dan kita bosan sama kehidupan kota pengin jadi kehidupannya lebih sederhana. Akhirnya gue jadiannya sama dia bro. Sama dia terus kita lagi piknik di bawah kalau gitu. Pembicara 2 Kita lagi piknik aneh banget. Pembicara 1 Dibawa pohon mantan pacarnya datang. Dia pernah tinggal satu apartemen sama dia. Gua gua disuruh jauhi bro. Gue disuruh jauhi dia umur dengan gua disuruh. Pembicara 2 Kita, lanjut mantan pacarnya ini adalah pemain online di luar sana atau komputer juga. Enggak apa apa ini nih? Pembicara 1 Selaku. Pembicara 2 Oh gitu. Pembicara 1 Terus dia mau dorong gua si layak belain gua dia belain gua dia nabuk si cowok itu terus gua kayak oh bisa diandelin nih cewek gitu. Ngerti gua. Pembicara 2 Ini calon istri yang baik. Pembicara 1 Ya akhirnya sudah gua punya peternakan udah. Sudah jalan 8 9 tahun lah peternakan gue sekarang. Pembicara 2 Ada yang aneh banget ini. Pembicara 1 Enggak? Pembicara 2 Maksud? Pembicara 1 Gue lo mungkin suka yang kayak gitu. Pembicara 2 Mungkin kali ya lu belum pegang harus cobain dulu kali ya. Pembicara 1 Karena kan lu sama lu suka ngomong sendiri gue juga lu suka enggak dengerin musik. Pembicara 2 Makanya gue relate banget pas lu bikin konten di andy gue suka banget main d andy karena main kita. Pembicara 1 Harus main bareng berarti please please. Pembicara 2 Ajakin gue plis. Pembicara 1 Wah itu seru banget di andy. Pembicara 2 Gua. Main di andy tuh karakter gua adalah impersonator di di d and di. Pembicara 1 Karakternya personter. Pembicara 2 Jadi karakter gue tuh suka suka. Berkhayal lah ceritanya jadi pahlawan yang kalau misalnya misalnya nih karakter gue pernah mau dihajar masyarakat. Wah terus gua roll dress gua bilang saya adalah uh gardien soft the galaxy gitu. Lapura nah itu karakter gue sering kayak gitu. Pembicara 1 Kelasnya bart berarti. Pembicara 2 Oh gue enggak ingat lagi sudah lama ini sudah karena sudah lama gue enggak main lagi. Pembicara 1 Oke oke oke. Pembicara 2 Itu dan dan ya sudah lah pokoknya udah udah post lah gua main itu karena susah nemu waktunya juga kan kita harus ketemu bareng bareng gitu. Pembicara 1 Ya musuh DNI nomor satu tuh waktu sih karena lu harus janjian. Pembicara 2 Kan. Pembicara 1 Oke nah buat lu apa nextnya lu ada project apa? Apa yang lo lagi lakuin. Pembicara 2 Nextnya gue lagi mau shooting film. Pembicara 1 Mau shooting film lagi lu direct sendiri. Pembicara 2 Lah ini shooting film gua main. Pembicara 1 Oh main filmnya siapa? Belum boleh tahu. Pembicara 2 Belum bisa dikasih. Pembicara 1 Tahu oh lo lebih senang nge direct atau ngedrect lo lebih bisa ngedrect nyobling ngedes oke nah ini ada pertanyaan dari youtube membership gue nih. Pas tahu lu mau datang nih gue tanyain ke lu ya? 1 tama buset banyak juga nih yang paling panjang deh dari acan nih oh dia kayaknya nonton tim nih. First of all props banget buat debut segila ini. Terima kasih lu dan istri nge direct ngisi IDR emang ya isi edi juga. Pembicara 2 Ngisi edi suara direct enggak juga full sih. Tapi ada beberapa hal. Pembicara 1 Animating sendiri ya. Pembicara 2 Enggak inspired nya dari istri jadi istri bikin bikin konsep partai terus dilempar ke animatornya. Pembicara 1 Oke bla bla bla seb. Nulis lagunya juga. Pembicara 2 Nulis lagu gue bareng sama mawar juga mardiyong. Pembicara 1 Pertanyaannya di set, pasti banyak rintangan yang bikin vision awal jadi ke challenge. Gimana cara ngehandle itu semua biar sesuai bayangan. Pembicara 2 Menarik kalau gue tuh suka banget problem solving kayaknya dari kecil gue terbiasa untuk dikasih problem terus diminta gue yang ngesolve dari bokap. Pembicara 1 Gitu. Pembicara 2 Jadi kalau ada problem di lapangan buat gua malah jadi sebuah game kayak se kayak sebuah puzzle yang harus gua selesaikan gitu. Makanya gue suka main board game kan? Nah jadi uh untuk untuk. Menyelesaikan tantangan itu satu yang pasti kepala dingin karena gua selalu percaya bahwa gua ngomel ngomel sendiri kepala tuh. Pembicara 1 Enggak akan ini. Pembicara 2 Mengerutin walaupun valid perasaannya tapi ngomel ngomel di kepalanya yang gua kurangi gitu. Terus yang 2 adalah mengerti bahwa lu enggak sendirian apalagi di film kan crew itu bottin ya ada tim itu terus ngobrol sih yang 3 karena kadang ya seringnya adalah saat ngobrol sama kru kayak. Solusi gue ini solusi dari lu apa gitu? Kadang ada teknis teknis yang gua enggak sampai di kepala, tapi karena para kru ini sudah lebih jago dari gua. Solusi dari mereka gitu. Pembicara 1 Oke dia nanya ada beberapa pertanyaan. Lagian sih cuma kita ke yang lain saja, biar yang lain juga kebagian ilham RMD lebih susah perform stand up comedy atau ngedrect film. Pembicara 2 Lebih suka nged, lebih susah lebih susah ngedrecty jauh jauh ya tapi stand up juga susah banget stand up tuh susah menahan asam lambung. Pembicara 1 Oh iya karena naik terus. Pembicara 2 Parah parah pas belum sebelum naik tuh biasanya gua pasti muntah. Pasti sudah pasti muntah gua sebelum naik stand up eider sebelum atau sesudahnya muntahnya. Jadi misalnya sebelumnya sudah naik ke semelambung setelah stand up selesai. Thank you semuanya turun muntah bisa. Pembicara 1 Juga tapi lu begitu naik lu enggak mikirin apapun ya. Begitu naik itu semua lupa tuh ya. Pembicara 2 Begitu. Asam lambungnya lupa kayak kayaknya karena adrenalin kan jadinya tuh ngilangin itu semua. Jadi pas turun adrenalinnya turun baru berusaha adalah lagi. Pembicara 1 Oke oke nah terakhir dari fun kodok dari beberapa impersonation yang sudah dimaster i pada pengalaman seru enggak pas ketemu orang orang yang sudah di impersonate. Ada rencana nambah portofolio enggak untuk ini? Padahal enggak orang yang lebih personil ketemu langsung terus lo mainin atau apa? Pembicara 2 Gua pernah ketemu sama chris hemsworth. Terus gue impersonet dia di depan dia. Pembicara 1 Oh iya terus dia bilang. Pembicara 2 Panda gitu ternyata dia orang indo panda enggak dia bilang ya obviously bercanda tapi dia bilang lu lebih mirip gue daripada gua katanya gitu lucu saja tapi senang banget hari itu gua kayak ih aneh banget rasanya gua bisa impersonet chris hemsworth di depan orangnya itu sendiri. Selama ini suara Pak Jokowi di depan Pak Jokowi juga pernah gue pernah banget itu. Pembicara 1 Komponennya itu enggak bilang kamu lebih mirip saya. Pembicara 2 Enggak enggak lebih ke gara gara hari itu saking gue deg degannya, jadi ruangan itu enggak cuman Pak Jokowi doang. Jadi ramai banget ada orang orang ini tahun kayaknya 2020 apa 2002 satu gitu gue lupa itu ramai orang dan tiba gue diajak sama VJ daniel. Hari itu. Gue ngasih gue deg degan suara gua tuh jadi cracking. Jadi dari semua percobaan cenderung suara Pak Jokowi gua enggak mirip sama Pak Jokowi di hari itu. Aneh banget jadi jatuhnya prince doang jadi kayak vennail berdiri. Iya saya hari ini bawa teman yang bisa suara niruin suara bapak kita langsung saja kayak kasih saja micnya ke orangnya gitu terus kayak gua. Ya selamat sore wah enggak mirip oh hari itu enggak mirip wu rasanya itu kayak ngebom stand up dikali 10 karena Pak Jokowi cuma ngelihatin kayak. Terus yang bikin ongkornya lagi depan gue ada cewek ibu ibu gitu dia ngadep belakang terus kayak enggak mirip ya enggak mirip terus gue sudah sama kayak gue kayak mau teriak kayak keluar karena aku dari sini tolong gitu. Pembicara 1 Boleh enggak disupport ya, minimal enggak usah diomongin. Pembicara 2 Enggak sih? Iya gitu apa sih? Bu boleh enggak ibu yang 10 tahun lu teriak 100 juta kan ibu kan kamu kan ngaku kamu kamu memang pengin caper aja karena kamu kerjaannya. Sudah 100 juta tata cuma sejuta sekarang ngomongin saya ngambil Pak Jokowi. Pembicara 1 Ini nih nenek itu. Pembicara 2 Ya ternyata dia oh itu malu banget gue parah. Pembicara 1 Iya iya iya iya. Pembicara 2 Gua kalau ingat lagi merinding lagi gue iya. Pembicara 1 Ya ya gitu lah ada rencana nih lagi mencari si impersonation lagi nambah nambah portonya lagi. Pembicara 2 Gue rencana menseriusi film sih nge direct atau menulis. Jadi kalau 2 duanya. Pembicara 1 Chapter lu yang baru inilah ya lu lu mulainya dari dari ini sekarang gitu. Pembicara 2 Kayaknya gue menemukan bahwa memang dari kecil cita cita gua itu menjadi sutradara. Dan saat gua menjalani itu secapai apapun itu fun ya. Gue terlalu mencintainya sampai rasanya capeknya tuh enggak ada apa apa dibandingkan reward kayak gitu. Pembicara 1 Oke oke terakhir mau liburan ke mana ada rencana? Pembicara 2 Lagi seru banget gua mau liburan ke UK buat nonton. Spirited away atau Manager manis berhut otot life. Pembicara 1 Ill be iya. Pembicara 2 Gibli yibli gibli yang life jadi kayak music teater gitu, teater play tapi gibli itu gua pengin banget tuh cita cita gua banget itu. Pembicara 1 Berarti udah rencana udah rencana udah tahu tanggalnya. Pembicara 2 Pokoknya Antara November sampai Maret 2002 6 itu mereka masih ngepay. Jadi Antara itu gua pengin berangkat sih. Pembicara 1 Oke. Nah sekarang enggak usah takut lagi kan? Karena live in by mandiri. Pembicara 2 Guys, right? Pembicara 1 Thats right. Iya tinggal download aja kalau ada yang belum nyobain tinggal di download terus buka rekening mandiri. Pembicara 2 Yes. Pembicara 1 Thank you kristo dan main ke sini. Terima kasih semuanya.

Key Points:

  1. Pembicara 2 mendefinisikan dirinya sebagai kreator dan seniman, dengan cita-cita awal bekerja di industri film sebagai sutradara.
  2. Minatnya pada film berawal dari kegemaran berimajinasi sejak kecil, terinspirasi oleh film-film fantasi seperti Narnia dan The Mask.
  3. Ia memulai karir kreatif dengan membuat film pendek menggunakan kamera hadiah, kemudian dikenal melalui konten impersonasi dan bergabung dengan manajemen Ernest.
  4. Pembicara 2 menyukai komedi canggung (cringe comedy) seperti *The Office* dan *Curb Your Enthusiasm*, serta tertarik pada teknik penulisan naskah retroscripting.
  5. Percakapan juga membahas pengalaman menonton pertunjukan komedi langsung, seperti di Melbourne International Comedy Festival.

Summary:

Percakapan ini mengeksplorasi latar belakang dan minat kreatif Pembicara 2. Ia mengidentifikasi diri sebagai seniman dan kreator, dengan ambisi awal menjadi sutradara film yang berakar dari kegemaran berimajinasi sejak kecil serta ketertarikan pada film fantasi. Perjalanan kreatifnya dimulai dengan membuat film pendek menggunakan kamera, kemudian berkembang melalui konten impersonasi yang membawanya bergabung dengan manajemen Ernest. Dalam proses pembuatan film, ia berkolaborasi dan berdiskusi, seperti menyesuaikan akhir cerita agar tidak terlalu gelap. Pembicara 2 juga menyukai komedi canggung, mengagumi serial seperti *Curb Your Enthusiasm* dan teknik penulisan retroscripting yang mengandalkan improvisasi. Percakapan meluas ke pengalaman menonton komedi langsung, termasuk di festival komedi Melbourne, yang memberikan referensi dan inspirasi beragam. Dialog ini menggambarkan perpaduan antara passion di bidang film, komedi, dan proses kreatif yang personal.

FAQs

Radit menyebut dirinya sebagai kreator dan seniman, meskipun KTP-nya mencantumkan wiraswasta.

Dari kecil, Radit ingin bekerja di industri film karena melihatnya sebagai pekerjaan yang menyenangkan dan penuh imajinasi, terutama terinspirasi oleh film-film fantasi seperti Narnia.

Radit mulai membuat film pendek menggunakan kamera handy cam hadiah dari ayahnya saat masih SD, lalu mengembangkan bakatnya melalui sketsa dan penulisan naskah.

Retroscripting adalah teknik penulisan naskah yang hanya menggunakan pointer atau garis besar alur, bukan dialog lengkap, sehingga memungkinkan improvisasi oleh pemain.

Cringe comedy adalah genre komedi yang menciptakan rasa tidak nyaman atau canggih pada penonton, contohnya seperti serial The Office atau Curb Your Enthusiasm.

Radit pernah menonton berbagai pertunjukan komedi di Melbourne International Comedy Festival, termasuk tur kota dengan komedian dan pertunjukan untuk anak-anak.

Chat with AI

Ask up to 3 questions based on this transcript.

No messages yet. Ask your first question about the episode.